Beranda > Belajar Akhlak, Belajar Nasehat > FPI…dalam timbangan islam!

FPI…dalam timbangan islam!


FPI punya nih...

Siapa yang tak kenal FPI…??? Bukan…! FPI bukanlah Foundation for Paranormal Investigation, namun FPI adalah Front Pembela Islam yang akhir – akhir ini banyak menyedot pemberitaan baik dari media cetak maupun elektronik. Seraut tulisan ini, semoga bias bermanfaat bagi kita serta –mungkin- bagi FPI, Insya Allah…

Gambar di atas bukanlah gambar kartun kegemaran anak – anak, crayon sinchan dengan pahlawan bertopengnya. Namun gambar tersebut adalah FPI bertopeng.

Meskipun dirasa agak telat, namun Insya Allah masi’ bisa untuk memberikan coretan kecil dari hamba yang fakir ini atas apa yang telah diperbuat sebuah kelompok yang mengaku ahli dalam memberantas kemaksiatan dan kemungkaran, namun justru mereka malah membuat kemungkaran yang lebih parah dari sebelumnya. Jelas, cara dakwah mereka yang seperti ini, akan mengakibatkan terjauhkannya manusia dari jalan islam, pengintimidasian kaum muslimin di sebagian tempat serta akan menimbulkan perang sesame saudara muslim.

Sungguh benar apa yang dikatakan oleh sahabat Abdullah bin Mas’ud –radliyallahu’anhu, “Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan tapi dia tidak dapat meraihnya, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada kami bahwa ada sekelompok orang yang membaca Al-Qur’an tapi hanya sampai sebatas kerongkongan mereka saja. Demi Allah, aku tidak tahu barangkali sebagian besar mereka dari kalian-kalian ini.” (HR. Ad-Darimi dalam Sunannya :. 210 dan Bahsyal dalam Tarikh wasith hal. 198- 199 dan Silsilah Ahadits Ash-Shahihah 5/11-13/no. 2005 oleh al-Albani).

Ya, demikianlah. Banyak diantara manusia yang menghendaki kebaikan, namun mereka tidak pernah sampai pada kebaikan yang mereka harapkan. Apa sebabnya…??? Tentu, mereka telah keluar dari cara dan metode dakwah Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam. Mereka tidak berada di jalan ‘ilmu wal hilmu (ilmu dan bijaksana), namun mereka berada di jalan kekerasan dan kerusakan. Tidaklah mereka akan pernah mendapati buah manis hasil jerih payah dakwah mereka, melainkan akan menemui kenistaan bagi diri mereka sehingga mereka kembali ke jalan dakwah yang pernah ditempuh oleh para sahabat –ridwanallahu ‘alaihim ‘ajma’in-

Lantas, bagaimanakah islam memberikan contoh metode dan cara dakwah sehingga islam yang ya’lu walaa yu’la (tinggi dan tak ada yang lebih tinggi) dapat tersebar dengan baik serta dapat diterima masyarakat??? (Insya Allah)

Dijelaskan oleh Sufyan ats Tsaury –rahimahullah-,” tidak diperbolehkan melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar, melainkan seseorang yang memiliki 3 sifat; lemah lembut ketika menyuruh dan lemah lembut ketika melarang, adil ketika menyuruh dan adil ketika melarang, serta memiliki ilmu dengan yang ia suruh dan memiliki ilmu dengan apa yang ia larang. (dlm buku Amar Ma’ruf Nahi Munkar oleh Abu Bakar al Khalla, hal. 41)

Kemudian dipertegas lagi oleh Imam al Faqih ‘Abdul ‘Azis ibn Bazz –rahimahullah- ,”Hendaknya engkau lembut di dalam berdakwah, bersikap penyayang dalam berdakwah, tahan dan sabar dlm menghadapi cobaan sebagaimana para nabi ‘alaihimush shalatu wa sallam kemudian jangan tergesa – gesa dan jangan bersikap keras lagi kasar…! Hendaknya kau bersikap lembut dan penyayang dalam berdakwah. (dlm buku ad Da’wah ila Allah wa akhlakud du’at hal.43-45)

Ya, inilah yang harus kita utamakan dalam dakwah ini, yaitu menggunakan cara yang santun serta lembut dengan hiasan akhlak yang mulia. Bukan dengan apa – apa yang FPI lakukan…! (na’udzubillah min dzaliik)

Bahkan, jika ditelaah lebih lanjut, kaidah usul dalam berdakwah adalah dengan kelembutan walaupun diperbolehkan pada saat tertentu untuk berdakwah dengan keras. Hal ini telah dijelaskan oleh Prof. Dr. Rabi bin Hadi al Madkhali –hafidzahullah- salah seorang guru besar dari Universitas Islam kota Madinah. Beliau berkata,”Hukum asal dakwah adalah dengan kelembutan, kehalusan serta hikmah. Namun jika engkau menemui orang yang keras kepala, tidak mau menerima al haq dan menolak ketika kau berikan dia hujjah…maka saat itu gunakanlah bantahan! ( dlm risalah al Hats ‘ala Al Mawaddah, hal.38 )

Jika kita melihat para nabi pilihan ‘alaihimush shalatu wa sallam, mereka juga berdakwah dengan penuh kelembutan dan kebaikan. Sebagaimana Nabi Musa dan Nabi Harun –‘alaihimas salam- saat mendatangi Fir’aun…“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan perkataan yang lemah lembut, agar dia ingat atau takut.” (QS. Thaha : 44)

Jika berdakwah kepada manusia yang paling dilaknat oleh Allah saja hendaknya menggunakan cara yang lembut, bagaimana lagi berdakwah kepada kaum muslimin yang fasiq saat ini…? Tentu harus lebih hikmah lagi… Subhanallah…wahai ikhwan di FPI, para ulama telah menasehati kita untuk segera kembali ke jalan yang pernah ditempuh oleh nabi kita yang mulia, yaitu jalan hikmah dalam berdakwah. Tinggalkan-lah cara – cara kalian yang dahulu wahai saudaraku…mari sama – sama kembali pada tuntunan para ulama ahlus sunnah wal jamaah. Wallahua’lam bi ash shawab…

Maraji’

1. 14 Contoh Hikmah dalam Berdakwah oleh Al Ustadz Abdullah Zaen, Lc.

sumber : http://fitrahfitri.wordpress.com/2008/06/12/who-wants-to-be-fpi/

  1. membunuh sepi
    Januari 26, 2012 pada 11:14 am | #1

    terimakasih telah berkomentar disini

    bos, qta yang masih lemah iman,,jangan lah qt menyalahka org2 yang sanggup berusaha merubah kemaksiatan/kemunkaran dengan tangannya,,

    ” barang siapa melihat kemunkaran ,hendaklah dia merubah dengan tangannya,,pabila tidak sanggup hendaklah merubah dengan lisannya,pabila tidak sanggup hendak lah dia menolak kemunkaran tsb dengan hatinya, dan itu selemah2 iman”

    Emangnya siapa FPI itu bos, merubah dengan tangan itu bagi yang mempunyai kekuasaan bos, misalkan seorang suami kepada istri dan anak-anaknya, Presiden kepada orang-orang dibawah kekuasaanya, demikian seterusnya kebawah, hingga pak RT terhadap lingkungan dibawah kekuasaanya, yaitu warga RT nya,

    sekedar info..dalam setiap aksi, FPI selalu memulai dengan prosedur pemerintah yng berlaku, seperti laporan kepada pihak2 yang terkait baik itu pemerintah maupun aparat,jika tidak ada respon baru mereka bergerak

    Nah, disitulah salah satul letak kesalahan FPI, mengambil alih wewenang penguasa, ini merupakan bentuk kemaksiatan tersendiri terhadap penguasa, dan Rasulullah melarang hal itu, bukan merupakan tanggung jawab masyarakat atau kelompok, atau ormas, jika pemerintah tidak memberantas kemungkaran yang ada dengan tangannya,.. ngerti ngga bos,..

    Malah yang timbul islam tambah tercemar dengan ulah bertindak sendiri itu,.. jadi bukan front pembela islam, tapi sebaliknya, jadi pencemar islam itu sendiri, menginjak-injak anjuran rasulullah, agar bersabar dengan penguasa yang tidak tanggap terhadap kemaksiatan, bukan menyerobot wewenang penguasa dengan bergerak sendiri,.. dengan dalih, pemerintah tidak turun tangan, lalu front ini bergerak sendiri,.. niat hati ingin membela islam,.. tapi pada hakekatnya bukan sedang membela islam, malah aturan islam tidak di indahkan,..

    sehingga hasilnyapun jauh panggang dari api, contoh, menggerebek dan menghancurkan tempat maksiat, apakah tempat maksiat itu jadi tutup??
    ya, benar, tempat itu tutup, untuk sementara waktu saja,.. selanjutnya tempat maksiat itu dibangun lebih megaah, dan lebih kuat,.. waktu sebelum digerebeg sih lebih kecil tempatnya,.. ini musibah,..

    satu lagi fpi tidak melulu soal kekerasan,mereka juga bergerak dalam misi kemanusiaan, seperti tsunami aceh, gempa dipadang,tasikmalaya, yogya, jebol tanggul situ gintung dll..

    jd tolong bos, klo nt tidak punya ilmu akan sesuatu, jangan nt bicara seolah2 nt tahu dan faham,,lihat dulu,pahami dulu,kenal dulu, interaksi dulu, baru nt bicara,, jangan langsung menyalahkan seolah2 mereka salah dan ente bener sendirian

    Permasalahan menolong saudara kita yang tertimpa musibah, itu hal yang dianjurkan, cuma harus ikhlas, mengharap ridha Allah, bukan dengan label atau pakaian dan bendera, baik bendera ormas,parpol, atau bendera-bendera lainnya,.. ikhlas lillahi ta’ala, ngga usah juga memasang spanduk atau atribut lainnya,..

  2. Reza Pahlevi
    Januari 21, 2012 pada 5:30 am | #2

    tanpa FPI,,,, KEMAKSIATAAN DI INDONESIA SEMAKIN MEREBAK.

    terimakasih sebelumnya, terlalu bersemangat koment-komentnya,..
    mau nanya nih, emang FPI itu adanya kapan mas? siapa yang bikin, kok bisa mengatakan kemaksiatan di indonesia semakin merebak, ada 2 kemungkinan sih,.. kemaksiatan semakin merebak akibat ulah FPI,
    Contohnya, FPI mengobrak-abrik tempat maksiat,.. eh, setelah diobrak-abrik, bikin deh tempatnya jadi lebih besar, padahal sebelum diobrak-abrik tempatnya kecil,.. betul kan, kemaksiatan semakin merebak,..

    trus yang kedua, emang FPI menindak tempat kemaksiatan itu dapet mandat dari siapa mas? dapet tugas dari pemerintah, atau inisiatif pelopor FPI ajah?
    Emang negara kita ini milik FPI ya? kok berani bertindak sendiri tanpa perintah dari yang punya negara ini, ini sudah merupakan kemaksiatan mas, mengambil wewenang penguasa, dan dalam islam ngga boleh ,
    Janganlah FPI menjadi Front Pencemar Islam, lihat efek yang ada,.. islam semakin tercemar,..

    JANGAN SOK TAU KAMU ANJING TAFSIRKAN APA APA SOAL AGAMA SEGALA. EMANK KAMU BISA ATASI APA KEMAKSIATAN DI INDONESIA DENGAN KELEMBUTAN KAMU YANG NAJIS ITU. DSAR ANJING KAMU ITU !!!

    wah, mas, anda ikut FPI atau ngga? mudah-mudahan sih ngga, kok seperti preman aja komentarnya,
    Jika mas ikut FPI, ya komentar saya, kok FPI kayak gini, jika ada satu aja FPI spt ini, waduh, apa yang akan terjadi,.. mana akhlak FPI yg sesungguhnya, kok bahasanya seperti bahasa preman gitu,.. gak salah tuh mas??

    • abuerzha
      Januari 22, 2012 pada 3:56 pm | #3

      Reza Pahlevi : Subhanalloh..beginikah akhlak antum seorang muslim ?
      ketika saudara muslim mu menasehati engkau malah mencaci maki??
      apakah ini akhlak didikan FPI yg antum bangga-banggakan itu ..?
      sungguh menyedihkan yaa akhy..
      pantas saja FPI kurang mendapat simpati kaum muslimin krn sikap nya yg arogan,mau menang sendiri,suka mencaci maki.Preman saja mungkin lebih sopan bila dinasehati..

    • Januari 27, 2012 pada 12:01 pm | #4

      @Reza Pahlevi:
      hati2 berkata kepada saudaranya dengan ucapan “anjing” ya akhi..karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

      “Jangan kamu berkata kepada temanmu: Wahai keledai, wahai anjing, wahai babi. Maka dia berkata pada hari kiamat: “Apakah kamu melihatku, bahwa aku diciptakan sebagai anjing, atau keledai, atau babi.” (HR. Ibnu Abi Syaibah, dan padanya dari Mujahid dan selainnya) Lihat: Mu’jam Al-Manahi Al-Lafzhiyyah, hal: 351.

      Jazakallahu khairan akhi, mudah-mudahan kaum muslimin dihindarkan dari berkata-kata keji

  3. Februari 8, 2011 pada 5:39 pm | #5

    Afwan, ana pernah menemukan seorang yang ana anggap beliau ustadz salafy, tapi napa ya beliau memposting tentang “pembelaan” terhadap fpi ini, bahkan Abu Bakar Ba’asyir pun ikut dibelanya.

    Akhi, ana tidak tahu,.. mungkin saja itu admin yang memposting,… coba antum tanyakan sendiri,..

  4. Al Ghazel
    Desember 11, 2010 pada 4:18 pm | #6

    assalamu’alaikum…

    Maaf akhi saya tidak menyalahkan tulisan akhi tentang FPI. Betul kita harus dakwah dengan kedamaian. Tapi yang perlu akhi tahu juga bukan berarti kita harus berdamai dengan kemaksiatan. Yang coba diberantas FPI adalah kemaksiatan!

    Masalahnya tidak seperti itu, yang berhak memberantas kemaksiatan dengan tangan seperti yang FPI lakukan, itu adalah hak pemerintah, bukan hak ormas, atau pun perorangan, adapun jika pemerintah tidak memberantasnya, itu tanggung jawab pemerintah nanti dihadapan Allah, bukan tanggung jawab kita, jadi apa yang dilakukan FPI adalah menyelisihi ajaran Rasulullah sendiri dalam hal tentang hak-hak penguasa. Apakah setelah dihancurkannya tempat maksiat tersebut oleh FPI lalu tempat itu hilang? bukan, bahkan terkadang dibangun dengan lebih megah lagi,… dan citra islam jadi jelek karena ulah FPI ini,…

    Nabi SAW selama dirinya yang di hina dia ga marah. Tetapi ketika Islam yang di hina maka dia berani angkat senjata. Jadi coba akhi baca sejarah Nabi SAW & para sahabat lebih banyak. Bagaimana perjuangan mereka. Saya cinta dengan Islam dan saya tidak mau umat terpecah belah dengan beda pendapat seperti ini. Islam tetap butuh saudara2 kita di FPI, MMI, HTI, AT agar Islam berani bertidak tegas.

    Jika kita mendalami islam menurut pemahaman para sahabat, kita ngga butuh ormas-ormas semisal yang anda sebutkan diatas, karena ajaran Rasulullah sudah mencukupi, permasalahan mau ke wc aja sudah Rasulullah ajarkan, apalagi masalah yang lebih besar dari itu,… ditambah lagi, dalam praktek pemberantasan kemaksiatan, ada anggota-anggota FPI yang dikasih “air” atau tongkatnya diisi dahulu oleh sang habib (saya pernah dengar berita ini dulu), ini sudah termasuk bentuk-bentuk kesyirikan, jadi sungguh lucu, anda mau memberantas kemaksiatan, ternyata ada kemaksiatan yang lebih besar yang dilakukan, yaitu praktek-praktek kesyirikan,.. ya begitulah, jika memberantas kemungkaran tanpa petunjuk Rasulullah, maka yang timbul bukan kebaikan, tapi keburukan,..

    Islam juga butuh saudara2 kita di NU, Muhammadiyah & Nahdtul Waton agar dakwah secara damai tetap berjalan. Islam juga butuh saudara2 kita di PKS dan sejenisnya agar suara umat lebih didengar pemerintah.

    Perlu antum ketahui akhi, pemerintah yang bobrok, adalah cerminan dari masyarakatnya,… berantaslah kemungkaran dan kemaksiatan dari diri-diri kita dahulu, urusan pemerintah, bukan kita yang bertanggung jawab nanti dihadapan Allah, kelak tidak akan ditanya bagaimana penguasa kamu, bagaimana pemimpin kamu, justru yang akan ditanya, bagaimana kepemimpinanmu,. jadi solusi terbaik, kembalilah kepada ajaran Rasulullah yang diajarkan kepada para sahabatnya,… bukan buat ormas, atau lembaga-lembaga keagamaan, partai yang mengatasnamakan islam, dll,.. karena justru itu yang akan membuat umat islam berselisih, berpecah belah,… fakta sudah membuktikannya…
    Persatuan yang hakiki adalah persatuan diatas akidah yang satu,…. bukan berdasar badan yang satu…

    Jadi akhi mari kita satukan visi untuk berdakwah menyebarkan agama Islam ini, jangan saling menghujat & menyalahkan. Mengapa hanya lewat media internet? Bukankah jalan diskusi lebih baik untuk menemukan titik temu. Jaza kumullah…

    Alhamdulillah, Dakwah salafus shalih ini mulai menyebar hampir ke seluruh penjuru dunia, dan di indonesia sungguh perkembangan yang sangat menggembirakan, sehingga banyak kaum muslimin yang mulai tahu, tentang ajaran islam yang mulia ini, sehingga bisa mengambil sikap yang benar, yang sesuai ajaran Rasulllah dalam menyikapi pemerintah atau penguasa, juga kelompok-kelompok yang ada.
    Ingin mencari titik temu? Jika titik temu itu bukan yang datang dari Allah dan Rasulnya,…. sampai kapanpun tidak akan pernah ketemu,…

    Menerangkan bahwa yang hak adalah hak, dan yang batil adalah batil itu adalah suatu perintah Allah dan Rasulnya,
    Adapun jika ternyata ada kebatilan yang dilakukan oleh anda, atau kelompok anda, juga kelompok lainnya bukan berarti kita menghujat atau menyalahkan kelompok yang ada, dan jika misalkan anda mengatakan kita itu menghujat atau menyalahkan kelompok lain, kita tidaklah seperti itu, dan menganggap sangat aneh dan ganjil pernyataan seperti itu,
    Bukannya berterima kasih sudah ditunjukkan akan hal-hal yang salah yang dilakukan selama ini, akan tetapi malahan balik menuduh menghujat atau menyalah-nyalahkan kelompok lainnya,… ini suatu pernyataan yang sangat aneh,..

  5. abuerzha
    Agustus 26, 2010 pada 9:56 am | #7

    @pencintaAhlulbait: subhanalloh…banyak2 belajar dulu yaa akhi…apa itu Wahabi??jgn bisanya teriak tapi ga ngasih Dalil …

    betul, pengin tahu wahabi?? baca disini

  6. Pencinta AhlulBait
    Juli 7, 2010 pada 7:49 am | #8

    WALAHH…WAHABIII…WAHABIII…NGOMONG APA ENTE….ANAK KECIL NILAI SARJANA..PAHAM ENGGAK ENTE…

    Kok begini yah, komentar orang yang mengaku pecinta ahlulbait???

    Jauh sekali dari akhlak para ahlul bait….

    Kenapa yah, banyak sekali orang-orang yang mengaku pecinta ahlul bait, pecinta rasulullah, tapi akhlaknya….

    Kok jauh dari akhlak Rasulullah???

    Kenapa ya???

    Bagi yang ingin tahu apa itu wahabi, bisa baca disini

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 84 pengikut lainnya.