Beranda > akidah, bantahan, Belajar Akidah, Belajar Nasehat, Belajar Tauhid, habib, nariyyah, shalawat, shalawat bidah > Teganya mengatakan sholawat nariyah sesat, syirik !

Teganya mengatakan sholawat nariyah sesat, syirik !


Berikut ini artikel yang saya ambilkan dari kolom komentar di http://www.muslim.or.id yang mengomentari tentan shalawat nariyah. Pemberi komentar ini membawakan jawaban Habib Munzir Al Munsawwa, yang kemudian di berikan jawaban yang menjelaskan tentang apa yang disampaikan oleh habib munzir tersebut. Berikut ini nukilannya..

BoB says:

Banyak sekali artikel-artikel yang ditulis oleh segolongan kaum yang mengatakan sholawat nariyah itu sesat, syirik.

Padahal sholawat ini ditujukan untuk Rasulullah, tidak ada yang lain.

Berikut ini jawaban Habib Munzir Al Musawwa mengenai sholawat nariyah

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Rahmat dan Cahaya keridhoan Nya swt semoga selalu mengiringi hari hari anda,

saudaraku yg kumuliakan,
mengenai shalawat nariyah, tidak ada dari isinya yg bertentangan dg syariah, makna kalimat : yang dengan beliau terurai segala ikatan, hilang segala kesedihan, dipenuhi segala kebutuhan, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik, serta”, adalah kiasan, bahwa beliau saw pembawa Alqur’an, pembawa hidayah, pembawa risalah, yg dg itu semualah terurai segala ikatan dosa dan sihir, hilang segala kesedihan yaitu dengan sakinah, khusyu dan selamat dari siksa neraka, dipenuhi segala kebutuhan oleh Allah swt, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik yaitu husnul khatimah dan sorga,

ini adalah kiasan saja dari sastra balaghah arab dari cinta, sebagaimana pujian Abbas bin Abdulmuttalib ra kepada Nabi saw dihadapan beliau saw : “… dan engkau (wahai nabi saw) saat hari kelahiranmu maka terbitlah cahaya dibumi hingga terang benderang, dan langit bercahaya dengan cahayamu, dan kami kini dalam naungan cahaya itu dan dalam tuntunan kemuliaan (Al Qur’an) kami terus mendalaminya” (Mustadrak ‘ala shahihain hadits no.5417), tentunya bumi dan langit tidak bercahaya terang yg terlihat mata, namun kiasan tentang kebangkitan risalah.

Sebagaimana ucapan Abu Hurairah ra : “Wahai Rasulullah, bila kami dihadapanmu maka jiwa kami khusyu” (shahih Ibn Hibban hadits no.7387), “Wahai Rasulullah, bila kami melihat wajahmu maka jiwa kami khusyu” (Musnad Ahmad hadits no.8030)

semua orang yg mengerti bahasa arab memahami ini, Cuma kalau mereka tak faham bahasa maka langsung memvonis musyrik, tentunya dari dangkalnya pemahaman atas tauhid,

mengenai kalimat diminta hujan dengan wajahnya yang mulia, adalah cermin dari bertawassul pada beliau saw para sahabat sebagaimana riwayat shahih Bukhari.

mengenai anda ingin membacanya 11X, atau berapa kali demi tercapainya hajat, maka tak ada dalil yg melarangnya,

demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

wallahu a’lam

Berikut ini adalah jawaban dari uraian diatas..

Aswad says:

بسم االله الحمن الرحيم
الحمدلله رب العالمين,الصلاة والسلام على معلم الناس الخير، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه وسلم

Akhi BoB, semoga Allah senantiasa menjaga anda dalam kebaikan. الله يهدك.
Akhi, ketahuilah, andaikan shalawat nariyah itu baik dan benar, tentu para ulama tidak akan mempermasalahkannya, dan tentu para sahabat telah mencontohkannya sejak dahulu.

Akhi, kalaulah shalawat nariyah tidak bertentangan dengan Al Qur’an dan hadits, tentu para ulama tidak akan membahas-bahas masalah ini, yang akan terasa pedas di hati para pengusungnya (seperti anda).

Justru, karena shalawat ini bertentangan dengan Qur’an dan Sunnah, atau dengan kata lain bertentangan dengan ajaran Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, maka saya pun ingin berkata: Teganya anda membela shalawat nariyah yang telah menghina ajaran Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam!!“.

Akhi, jika ada kesempatan, tolong sampaikan pada Pak Habib (mungkin anda sering ikut majlisnya), atau mudah-mudahan Pak Habib membaca tulisan ini.

Sampaikan keheranan saya tentang manhaj sufiyyah atau falasifah yang gemar berkias-kiasan. Sampai-sampai segala hal dalam agama mereka kias-kiaskan sesuai hawa nafsu mereka.

Mereka mengatakan Dajjal itu kiasan, turunnya Nabi Isa di akhir zaman itu kiasan, azab kubur itu kiasan, bahkan ada yang meyakini surga dan neraka itu kiasan!?!

Padahal dalam memahami dalil ada kaidahnya. Dan hukum asal lafadz adalah haqiqoh bukan majaz, kecuali ada qorinah (pertanda). Dan lafadz shalawat nariyah tersebut tidak ada pertanda untuk menyimpangkan dari makna bathilnya. Sehingga kita hukumi sebagaimana zhahirnya.

Oleh karena itulah, pada suatu saat ada seseorang yang datang menemui Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengatakan: “Atas kehendak Allah dan kehendakmu wahai Rasul”, beliau malah menghardiknya.(HR Nasa’i) Padahal tentunya sahabat tersebut tidak meyakini Rasulullah memiliki masyi’ah (kekuasaan dalam kehendak) seperti masyi’ah Allah, namun hanya KIASAN yang menyatakan bahwa doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah salah satu sebab atas terjadinya hal yang dimaksud. Namun lafadz yang disebutkannya secara zhahir bermakna kekufuran, yaitu menyetarakan derajat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan Allah Ta’ala.

Juga ketika seorang sahabat berkata: “sungguh kami menjadikan Alloh sebagai perantara kepadamu, dan kami menjadikanmu sebagai perantara kepada Alloh“. Namun Rasulullah marah sambil terus berkata ‘Subhanallah…Subhanallah’ sampai-sampai para sahabat merasa takut (HR. Abu Daud).

Maka berhati-hatilah dalam berkias-kiasan!

Perhatikanlah wahai Pak Habib, jangan samakan hal ini dengan pujian Abbas Radhiallahu’anhu. Karena dalam lafadz hadits Abbas ini tidak ada kemusyrikan dalam zhahirnya.

Memang benar bahwa pujian tersebut adalah KIASAN, namun kiasan yang memiliki qorinah.

Maka ini kiasan yang benar. Allah Ta’ala sendiri mensifati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan cahaya, sebagaimana firman-Nya:

قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ

Artinya: “Telah datang kepada kalian cahaya dan sebuah kitab” [Al Ma'idah: 15]
Ibnu Katsir berkata tentang ayat ini: “Allah Ta’ala mengabarkan dalam Al Qur’an Al Karim bahwa Ia mengutus Nabi-Nya yang mulia” [Tafsir Ibnu Katsir]
Al Qurthubi berkata “Allah Ta’ala telah menamai Al Qur’an sebagai cahaya dengan firman-Nya وأنزلنا إليكم نورا مبينا dan menamai Nabi-Nya sebagai cahaya dengan firman-Nya قد جاءكم من الله نور وكتاب مبين. Hal ini dikarenakan Al Qur’an memberi petunjuk dan menjelaskan dien. Begitu juga Rasul-Nya” [Tafsir Al Qurthubi].

Maka pujian Abbas Radhiallahu’anhu shahih maknanya, sehingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tidak mengingkarinya!

Kalau begitu Pak Habib, jika anda berdalil dengan hadits Abbas tersebut maka tolong datangkan dalil bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah penghilang ikatan, pelenyap segala kesulitan, pemenuh segala kebutuhan!

Kemudian tentang ucapan Abu Hurairah, hadist yang anda sebutkan ada pada Shahih Ibnu Hibban memang benar adanya, namun hadits yang anda nukil dari mustadrak Al Hakim no.8030, ternyata setelah ana cek tidak ada disana, wallahu’alam. Namun ‘ala kulli hal, dua hadits ini tidak menunjukkan adanya lafadz kesyirikan atau pujian berlebihan.

Contohnya hadits yang pertama, ini tentang keluhan Abu Hurairah dan para sahabat bahwa tatkala bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, hati mereka lembut dan bersemangat menggapai akhirat. Namun tatkala tidak bersama beliau, mereka merasa mengagumi dunia, dan terlena pada istri dan anak2 mereka. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

لو تكونون على كل حال على الحال الذي أنتم عليه عندي لصافحتكم الملائكة بأكفكم ولو أنكم في بيوتكم

Artinya: “Andaikan kalian senantiasa dalam keadaan sebagaimana saat kalian bersamaku, sungguh para malaikat akan menyalami kalian dirumah-rumah kalian” [HR. Ahmad, Ibnu Hibban]

Maka jelaslah, bahwa yang dimaksud Abu Hurairah adalah saat ia bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia senantiasa mengingat akhirat, ia senantiasa khusyuk dan mengingat kepada Allah Ta’ala, bukan khusyuk kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam!

Maka hadits ini menjelaskan tentang keutamaan berkumpul dengan orang shalih, karena dengannya kita akan senantiasa terpicu untuk mengingat Allah Ta’ala, juga menjelaskan bahwa iman itu bertambah dan berkurang. Walhasil, perkataan Abu Hurairah ini bukanlah perkataan bathil atau pujian berlebihan.

Sebenarnya permasalahan ini sangat jelas dan terang bagi orang yang faham bahasa arab, sebagaimana syaikh Muhammad Bin Jamil Zainu (penulis artikel di atas) yang merupakan ulama besar di saudi arabia yang tentu lebih fasih dalam bahasa arab, dari pada kita orang Indonesia, termasuk juga pak Habib.

Mengenai perkataan Pak Habib, “mengenai anda ingin membacanya 11X, atau berapa kali demi tercapainya hajat, maka tak ada dalil yg melarangnya”.

Sebelumnya perlu dipertanyakan, yang memerintahkan atau menganjurkan membaca shalawat Nariyah itu siapa?

Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam? Ataukah ada sahabat yang menganjurkannya?

Ataukah ada tabi’in yang mencontohkannya?

Jangan-jangan hanya anjuran Pak Habib dan guru2nya.

Kalau demikian saya katakan “السنة افضل”, saya lebih memilih ajarannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam daripada ajaran Pak Habib.

Nah, kalau memang pembacaan shalawat nariyah ini tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam atau para sahabat, maka tidak perlu dipermasalahkan pembacaannya 11x atau berapa kali, justru yang lebih baik adalah TIDAK USAH DIAMALKAN!

Cukuplah bagi kita amalan-amalan yang dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, itu saja sudah banyak sekali, sampai-sampai Ibnu Mas’ud berkata: “Janganlah kamu membuat perkara baru dalam agama, karena kalian telah dicukupi”.

Dari bangun tidur hingga tidur kembali setiap detiknya ada amalan yang sesuai sunnah yang bisa kita amalkan, bahkan sampai-sampai kita tidak akan sanggup menerapkan semua amalan sunnah yang ada.

Kalau begitu mengapa harus membuat-buat yang baru?

Kemudian jika tidak asalnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bagaimana mungkin diklaim bisa memenuhi hajat?!?

Butuh dalil shahih untuk membenarkan klaim tersebut! Adapun untuk memohon suatu hajat, sungguh Allah Ta’ala itu dekat dan selalu bersama hamba-Nya.

Sehingga Allah mendengar dan mengabulkan permintaan hamba-Nya. Allah Ta’ala berfirman:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ

Artinya: “Jika hamba-Ku bertanya tentang Aku (Allah), maka Aku ini dekat. Aku kabulkan do’a orang yang berdo’a kepada-Ku” [Al Baqarah: 186]

Islam itu mudah bukan?

Punya permohonan, berdoa saja kepada Allah! Kapan saja di mana saja.

Bisa dengan doa-doa yang di ajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ataupun dengan kata-kata sendiri, bahkan dengan bahasa Indonesia pun Allah Maha Mengetahu apa yang yang diminta oleh Hamba-Nya.

Jadi, mengapa mencari-cari cara lain untuk memohon hajat seperti dengan shalawat nariyah ini?

Mudah-mudahan Allah senantiasa menunjukki kita jalan yang lurus, yaitu jalan yang ditempuh oleh orang-orang yang diberi nikmat, bukan jalannya orang yang dimurkai atau orang yang menyimpang.

والله أعلم بالصواب

عفوا على كل حال ,و انا الفقير الى عون ربه

sumber : http://kangaswad.wordpress.com/

  1. moh abi nuroihan
    September 12, 2014 pukul 5:26 pm

    sebenarnya yg anda cari itu perbedaanya saja,knp ga niru ahlaknya.
    masi bnyk yg hrs kt kerjakan bagaimana islam mau maju klo hnya ngurusi perbedaan yg ga jelas.
    padahal ilmumu blm seberapa tp suda berani membidahkan orng lain..

    Terimakasih moh abi nuroihan, sudah komentar disini,.
    Siapa yang patut ditiru akhlaknya dalam hal ini? Lihat akhlak para sahabat terhadap ajaran Rasulullah, salah satu bentuk akhlak yang baik adalah kita berakhlak kepada rasulullah dengan cara hanya mengamalkan ajaran yang diajarkan oleh Rasulullah, tidak mengerjakan amalan yang tidak rasulullah ajarkan, itu adalah bentuk akhlak kita kepada rasulullah,.

    Orang yang mengamalkan amalan yang tidak ada contohnya dari rasulullah, seperti shalawat nariyah, apalagi shalawat tersebut mengandung kesyirikan, dia sedang berakhlak buruk kepada Rasulullah, walaupun akhlak kepada org lain bagus,. tapi apalah artinya jika akhlak kepada rasulullah sangat buruk,.

    KOk ada orang yang berakhlak sangat buruk kepada rasulullah?

  2. moh abi nuroihan
    September 12, 2014 pukul 5:13 pm

    ente tuh cari ilmu cm buat ngantam orang sana sini, ini bidah itu bidah,,,,
    pd hal nt slalu berbuat bidah sadar atau tdk?
    di karnakan perkataan mu sendiri,,,,,, dan ilmu nya jg tdk akan bermanfaat
    oke..

    Merasa terhantam kali ya, karena ternyata amalannya itu tidak dicontohkan oleh Rasulullah,
    Harusnya anda dan orang-orang yang semisal anda itu berterimakasih sudah diberitahu bahwa amalan yang dilakukan itu adalah amalan yang tidak diajarkan oleh rasulullah, alias amalan bidah,.

    Amalan bidah akan membawa pelakunya kepada kesesatan, dan kesesatan akan membawa pelakunya ke neraka,..
    Jadi orang yang mengingatkan akan bahaya amalan bidah, itu pada hakekatnya sangat menyayangi orang tersebut, tidak ingin orang tersebut masuk neraka gara-gara amalannya,.

  3. denny
    September 12, 2014 pukul 1:47 pm

    hihihi lucu ya mas admin…msh banyak saudara2 kita yg ternyata blm tahu bid’ah…

    padahal sudah bgt familier lho ditelinga masyarakat..

    tetapi dijadikan momok yg menakutkan utk dibicarakan..

    syukurlah banyak yg mampir ke blog ini..dg bgt orang pd tahu apasih bid’ah..

    sama sptr saya dulu..cuma bedanya saya nggak langsung coment negatif..

    saya baca dan pahami dulu..

    apalagi baca comentnya pembaca dan jawaban yg mas admin berikan pada setiap artikel yg mas admin posting jd tambah paham..jawaban yg logis..dan nggak bs dibantah lg..

    Alhamdulillah,.
    Mudah-mudahan semakin banyak pembaca yang bisa mengambil manfaat,.

  4. saymind
    September 12, 2014 pukul 3:57 am

    Jgn pda internetan krna intrnet itu bid’ah, Rosul tdk prnh internetan
    Sholawat kok di ktain bid’ah.pemahaman smpit tpi sok alim
    Jiahahaaa

    ce ile,,.. saymind ketinggalan kereta,. tentang internet itu bidah, sudah diposting mas,.. silahkan dibaca,.
    Internet memang bidah,.

  5. Abi Nuroihan
    September 11, 2014 pukul 10:24 pm

    bukan kah ada hadis rosulluloh,, berbunyi setelah aku wafat ikutlah khulafa arosydin dan para mahdiyin yg mengerti akan urusan agama dan lainya,,, knapa anda ga nurut omongan rosullulloh, …..

    amalan ini bidah itu bidah para ulama dulu tuh sangat tliti mana yg sirik mana yg di anggap bidah//// ilmu nt tuh baru seberapa,,,,,, sok nyala nyalain ulama jaman dulu…….

    Terimakasih Abi,sdh komentar disini,
    Mudah-mudahan anda sadar saat nulis komentar disini, bukan ngelantur, atau ngga paham dengan apa yang anda tulis
    Memangnya ada ulama yang mengikuti rasulullah dan khulafaur rasyidin yang melakukan amalan bidah? tolong sebutkan siapa nama ulama tersebut,.

    ada istilah swaktu allah menyuruh iblis sujud ke nabi adam … …iblis ga mau nurut,,,, padahal inti nya sama sujud ke nabi adam sm hal nya sujud pd allah ,,,,

    Mas Abi,. siapa yang menyuruh iblis sujud kepada adam? Bukankah Allah yang menyuruh? itu bukan menyembah adam, justru seharusnya iblis harus ikuti perintah Allah tersebut,. bukan malah mengedepankan logikanya,.
    Iblis berlogika dirinya lebih mulia karena diciptakan dari api, sementara adam dari tanah, itu yang membuat iblis tidak mau sujud, bukan karena sujud itu berarti menyembah adam, itu adalah pemahaman yang keliru,.

    orang yg ga mau ikut khulafa arosyidin ya sm hal nya ga mau nurut pesan rosululloh ,,,,, ya kaya biss,,itu,,,,,,,

    nah, shalawat-shalawat yang tidak diajarkan oleh rasulullah seperti nariyah, berzanji, itu malah tidak diajarkan oleh Rasul, tidak pula oleh khulafaur rasyidin,. berarti apa mas,… berarti pelakunya ngga ikut rasul dan khulafaur rasyidin kan,. jadi ikut siapa mas?

    maulid tawasul nujul quran istigosah dan sbagai nya mereka bilam bidah haram,, kalau mencari cari kesalahan orang lain meng hujat orang lain mereka bilang halal… adu adu aduuuuuu ga ngaca nt tuh,,,, coba ngaca dong

    waduh mas,.mas,,. lucu juga baca komentar anda,. kok jadi ngga nyambung gini,..
    maulid, tawassul,nuzulul quran, istighatsah dll itu ikut siapa mas? Rasulullah tidak mengajarkan, khulafaur rasyidin juga tidak mengamalkan,…

    duh..duh mas,.. tepok jidat nih ane,. tapi tidak sambil ngaca,.. he..he..he..

  6. Tendou D. Souji
    September 2, 2014 pukul 6:33 pm

    Oh iya Lupa. G NGURUS mw dibilang Bid’ah mw dibilang Syirik. yg Penting Sholat, Sholawatan, Ngaji, Ngurus Panti Asuhan, Kerja untuk cari lebih dari sesuap nasi dan harta kekayaan (g lupa disisihkan untuk membantu saudara yg kekurangan), Membantu org lain semampu kita, Ngapain mikirin ini bid’ah ini syirik. dan HIDUP UNTUK BERBUAT BAIK n menjadi LEBIH BAIK LAGI.

    Mw ada org bilang Bid’ah Syirik (seperti Tahlil, Ngaji Yasin untuk almarhum Ibu, Sholawat Nariyah) G bakal gw peduliin, anggap sja Biarlah Anjing Menggonggong (Lapar kaleee…) Yang penting gw tetap jalan sja. Lakukan apa yg ingin kita lakukan. Perkataan Manusia g kan ada habisx klo diurusin.

    Skarang hidup didunia lakuin semaksimal mungkin. Totalan akhir di akherat kelak. mw masuk neraka mw masuk Surga mw Pending dulu g masuk mana-mana tergantung amal ibadah masing2.

    Hidup g usah Ruwet-Ruwet

    Terimakasih kang TEndou,.
    Anda tentu tidak mau kan amalan anda yang cukup banyak itu sia-sia,. akan dilemparkan ke muka anda kelak di akherat,..

    Sungguh kasihan orang yang beramal begitu banyak, cape, lelah, namun di akherat amalan yang sangat banyak itu tidak berarti apa-apa, dijadikan seperti debu berterbangan, dilempar ke muka orang tersebut,. plus, mendapatkan dosa,..

    Yah,.. itulah akibat melakukan amalan kebidahan,. apalagi jika ditambah amalan syirik,. maka sia-sia seluruh amalan di dunia,.. walaupun memiliki satu juta panti asuhan, memiliki ribuan pesantren, atau amalan lainnya,. jika anda melakukan perbuatan syirik, maka gugurlah seluruh amalan tersebut,..

    Jadi mas,. beramal itu ga usah dibikin ruwet-ruwet,. lakukan saja yang betul-betul diajarkan oleh rasulullah,…
    simpel toh, mudah toh,.. gitu aja koq repot,.

  7. Neng 2
    Agustus 8, 2014 pukul 2:21 am

    BUKTI NYATA – Jika Ini Dihapus Berarti Anda sama dengan DAJJAL Al Masih, Si Penghapus Kebenaran

    SAHABAT NABI PUN MEMBACA SEBAGIAN TEKS SOLAWAT NARIYAH
    (WA YUSTASQOL GHOMAAMU BIWAJHIHI) SETELAH BELIAU WAFAT

    عن عائشة : أنها تمثلت بهذا البيت وأبو بكر يُقْضَى
    وأبيض يستسقى الغمام بوجهه ثمال اليتامى عصمة للأرامل
    فقال أبو بكر ذاك رسول الله – صلى الله عليه وسلم – (ابن أبى شيبة ، وأحمد ، وابن سعد) [كنز العمال 35709]
    أخرجه ابن أبى شيبة (5/279 ، رقم 26067) ، وأحمد (1/7 ، رقم 26) ، وابن سعد (3/198) ، قال الهيمثى (8/272) : رواه أحمد والبزار ورجاله ثقات .

    Dari Aisyah sesuungguhnya dia melantunkan sebuah bait syair dan Abu Bakar sedang menghadapi kematian :

    “Rambut yang memutih (menyaksikan); mendung diminta menurunkan hujan dengan wajahnya…. dialah penyantun anak-anak yatim juga pelindung para janda”

    Berkatalah Abu Bakar : Itu adalah Rosulullah shollallaahu alayhi wa sallam.

    (HR. Ibnu Abi Syaybah, Ahmad, Ibnu Sa’d. Berkata Al Haitsami : Ahmad dan Albazzar meriwayatkan dan perawinya tsiqoh.)

    Imam Al Bukhori meriwayatkan hadits dalam shohihnya :

    حدثنا عبد الرحمن بن عبد الله بن درينار عن أبيه قال

    سمعت ابن عمر يتمثل بشعر أبي طالب
    وأبيض يستسقى الغمام بوجهه * ثمال اليتامى عصمة للأرامل:

    وَقَالَ عُمَرُ بْنُ
    حَمْزَةَ حَدَّثَنَا سَالِمٌ عَنْ أَبِيهِ رُبَّمَا ذَكَرْتُ قَوْلَ الشَّاعِرِ وَأَنَا
    أَنْظُرُ إِلَى وَجْهِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَسْقِي
    فَمَا يَنْزِلُ حَتَّى يَجِيشَ كُلُّ مِيزَابٍ* وَأَبْيَضَ يُسْتَسْقَى الْغَمَامُ
    بِوَجْهِهِ* ثِمَالُ الْيَتَامَى عِصْمَةٌ لِلْأَرَامِلِ

    Abdullah bin Dinar berkata :

    Aku mendengar Ibnu Umar melantunkan sebuah syair Abu Tholib :

    ”Rambut yang memutih (menyaksikan); mendung diminta menurunkan hujan dengan wajahnya…. dialah penyantun anak-anak yatim juga pelindung para janda”

    Umar bin Hamzah berkata, Salim telah menceritakan padaku dari ayahnya: “Kadang aku mengingat seorang penyair seraya kupandang wajah Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam yang sedang memohon hujan. Maka beliau tidak turun sampai talang mengalir airnya.

    ” Rambut yang memutih (menyaksikan); mendung diminta menurunkan hujan dengan wajahnya…. dialah penyantun anak-anak yatim juga pelindung para janda…. (HR. Bukhori)

    SAHABAT NABI pun bertawassul dengan KUBUR NABI

    عن مالك الدار قال : أصاب الناس قحط فى زمان عمر ابن الخطاب فجاء رجل إلى قبر النبى – صلى الله عليه وسلم – فقال : يا رسول الله استسق الله لأمتك فإنهم قد هلكوا فأتاه رسول الله – صلى الله عليه وسلم – فى المنام فقال : ائت عمر فأقرأه السلام وأخبره أنهم يسقون وقل له : عليك الكيس الكيس فأتاه الرجل فأخبره فبكى ، ثم قال : يا رب لا آلو ما عجزت عنه (البيهقى فى الدلائل)

    Dari Malik Ad Dar (beliau adalah penjaga/bendahara Umar) dia berkata : Manusia telah tertimpa kekeringan di zaman UMAR lalu datanglah seorang laki-laki ke KUBUR NABI ShollallaaHu ‘alayhi wa sallam lalu dia berkata : WAHAI ROSULULLAH MINTALAH TURUN HUJAN buat ummatmu sunnguh mereka telah hancur. Maka Rosulullah mendatangi laki-laki tadi di dalam tidurnya dan bersabda : Datangilah umar dan ucapkanlah salam kepadanya dan kabarkanlah dia bahwa mereka akan diturunkan hujan ..

    (HR. Bayhaqi dan Ibnu Abi Syaybah. Telah berkata Ibnu Hajar dalam Fathul Bari nya :

    وروى بن أبي شيبة بإسناد صحيح من رواية أبي صالح السمان عن مالك الداري وكان خازن عمر قال أصاب الناس قحط في زمن عمر فجاء رجل إلى قبر النبي صلى الله عليه و سلم فقال يا رسول الله استسق لامتك فإنهم قد هلكوا …..

    Dan diriwayatkan dari Ibnu Abi Syaybah dengan ISNAD YANG SHOHIH … dstnya seperti di atas)
    أن الذي رأى المنام المذكور هو بلال بن الحارث المزني أحد الصحابة

    “Sesungguhnya yg bermimpi tersebut adalah BILAL BIN ALHARITS AL MUZANI seorang Sahabat Nabi” (Fathul Bari Ibnu Hajar)

    Terimakasih, komentar yang puanjang,..
    Hadits yang pertama ttg abu bakar, itu tidaklah sedang bertawassul,.
    Dan yang terakhir, tentang hadits yang dibawakan Ibnu Hajar dalam fathul bari,.. saya tuangkan dalam postingan,. terimakasih atas komentar anda, sehingga saya postingkan artikel jawaban ini, klik disini ya

  8. Ayub
    Agustus 4, 2014 pukul 7:31 pm

    “DAN DIMINTA DITURUNKANNYA HUJAN DENGAN PERANTARA WAJAHNYA YANG MULIA” (Sholawat Nariyah)

    عن أنس رضي الله عنه : أن عمر بن الخطاب كان إذا قحطوا استسقى بالعباس بن عبد المطلب فقال اللهم إنا كنا نتوسل إليك بنبينا صلى الله عليه و سلم فتسقينا وإنا نتوسل إليك بعم نبينا فاسقنا قال فيسقون

    Sesungguhnya Umar bin Khottob pernah mengalami kekeringan lalu mereka berdoa meminta turun hujan DENGAN PERANTARA ABBAS BIN ABDUL MUTHOLLIB lalu beliau berkata : Wahai ALLAH sungguh kami pernah bertawassul kepada Engkau DENGAN PERANTARA NABI KAMI shollollaahu alayhi wa sallam lalu Engkau turunkan hujan kepada kami. Dan sungguh sekarang kami bertawassul kepada Engkau DENGAN PERANTARA PAMAN NABI KAMI maka berilah kami hujan. Anas berkata : Lalu mereka diberi hujan (HR. Bukhori)

    Terimakasih Ayub, sudah komentar disini,. komentar yang bagus,.
    Ketika Rasulullah masih hidup, boleh ngalap berkah pada tubuh rasulullah,.
    Ketika sudah mati, maka tidak boleh, makanya para sahabat tidak ngalap berkah kepada rasulullah yang sudah mati, tapi kepada paman Rasulullah yang masih hidup,. yaitu Abbas bin Abdul Muthalib,.
    Bukankah Abbas juga berkata : Wahai ALLAH sungguh kami pernah bertawassul kepada Engkau DENGAN PERANTARA NABI KAMI shollollaahu alayhi wa sallam lalu Engkau turunkan hujan kepada kami.

    Tidakkah anda membaca apa yang anda tulis sendiri?
    Bukankah Abbas atau sahabat tidak bertawassul kepada Rasulullah yang sudah mati, tapi bertawasul kepada rasulullah ketika rasul masih hidup??

    Tidak boleh bertawasul kepada orang yang sudah mati,. ini adalah kesyirikan,.

    DAn dalam shalawat nariyah ada kesyirikan,.

    • Ayub
      Agustus 5, 2014 pukul 2:01 am

      Selanjutnya Imam Al Bukhori juga meriwayatkan hadits dalam shohihnya dengan sanad bersambung hingga Abdulloh Ibn Umar :

      وَقَالَ عُمَرُ بْنُ
      حَمْزَةَ حَدَّثَنَا سَالِمٌ عَنْ أَبِيهِ رُبَّمَا ذَكَرْتُ قَوْلَ الشَّاعِرِ وَأَنَا
      أَنْظُرُ إِلَى وَجْهِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَسْقِي
      فَمَا يَنْزِلُ حَتَّى يَجِيشَ كُلُّ مِيزَابٍ* وَأَبْيَضَ يُسْتَسْقَى الْغَمَامُ
      بِوَجْهِهِ* ثِمَالُ الْيَتَامَى عِصْمَةٌ لِلْأَرَامِلِ

      Umar bin Hamzah berkata, Salim telah menceritakan padaku dari ayahnya: “Kadang aku mengingat seorang penyair seraya kupandang wajah Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam yang sedang memohon hujan. Maka beliau tidak turun sampai talang mengalir airnya.” Rambut yang memutih (menyaksikan); mendung diminta menurunkan hujan dengan wajahnya…. dialah penyantun anak-anak yatim juga pelindung para janda…. (HR. Bukhori)

      Jika pujian yang berbunyi “Wa Yustasqol Ghomaamu Biwajhihil Kariim” (dan berkat wajahnya nan mulia hujan diturunkan) dianggap syirik, maka adakah Abdulloh Ibnu Umar yang menyitir syiir tersebut telah musyrik …?

      Sorga bagi mereka yang mengikuti para Sahabat Muhajirin dan Anshor dan yang mengikuti mereka dengan baik (Attaubah ayat 100)

      terimakasih ayub, sekali lagi, coba perhatikan apa yang anda tulis, ini saya nukilkan komentar anda :

      “Kadang aku mengingat seorang penyair seraya kupandang wajah Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam yang sedang memohon hujan.

      Bukankah itu artinya Rasulullah belum meninggal??
      Bertawasul kepada rasulullah waktu belum meninggal dibolehkan, bagaimana ini dikatakan syirik?
      Dikatakan syirik adalah ketika bertawasul kepada orang yang sudah mati,.
      Contohnya sekarang kita bertawasul kepada rasulullah yang sudah mati, ini adalah kesyirikan, dan itu ada di dalam shalawat nariyah,. makanya shalawat nariyah mengandung kesyirikan,.

      Para sahabat juga tabiin tidak ada yang bertawasul kepada orang yang sudah mati, bahkan di komentar anda terdahulu anda bawakan mereka bertawasul kepada paman nabi yang masih hidup, bukankah demikian??

      • Ayub
        Agustus 5, 2014 pukul 4:20 pm

        A. Adakah dalil yang SHORIH dan SHOHIH yg menyatakan bahwa TAWASSUL dgn org MATI itu adalah SYIRIK sedangkan dgn org HIDUP itu TIDAK SYIRIK? Atau itu hanya fatwa anda saja, yg tdk pernah diajarkan Nabi sama sekali? Bukankah ORANG MATI dan HIDUP adalah sama-sama makhluk dan tidak pernah berubah menjadi TUHAN?

        Bukankah Sahabat Nabi pernah bertawassul dgn Nabi setelah beliau dikuburkan?

        عن مالك الدار قال : أصاب الناس قحط فى زمان عمر ابن الخطاب فجاء رجل إلى قبر النبى – صلى الله عليه وسلم – فقال : يا رسول الله استسق الله لأمتك فإنهم قد هلكوا فأتاه رسول الله – صلى الله عليه وسلم – فى المنام فقال : ائت عمر فأقرأه السلام وأخبره أنهم يسقون وقل له : عليك الكيس الكيس فأتاه الرجل فأخبره فبكى ، ثم قال : يا رب لا آلو ما عجزت عنه (البيهقى فى الدلائل)

        Dari Malik Ad Dar (beliau adalah penjaga/bendahara Umar) dia berkata : Manusia telah tertimpa kekeringan di zaman UMAR lalu datanglah seorang laki-laki ke KUBUR NABI ShollallaaHu ‘alayhi wa sallam lalu dia berkata : WAHAI ROSULULLAH MINTALAH TURUN HUJAN buat ummatmu sunnguh mereka telah hancur. Maka Rosulullah mendatangi laki-laki tadi di dalam tidurnya dan bersabda : Datangilah umar dan ucapkanlah salam kepadanya dan kabarkanlah dia bahwa mereka akan diturunkan hujan ..

        (HR. Bayhaqi dan Ibnu Abi Syaybah. Telah berkata Ibnu Hajar dalam Fathul Bari nya :

        وروى بن أبي شيبة بإسناد صحيح من رواية أبي صالح السمان عن مالك الداري وكان خازن عمر قال أصاب الناس قحط في زمن عمر فجاء رجل إلى قبر النبي صلى الله عليه و سلم فقال يا رسول الله استسق لامتك فإنهم قد هلكوا …..

        Dan diriwayatkan dari Ibnu Abi Syaybah dengan ISNAD YANG SHOHIH … dstnya seperti di atas)

        B. Bukankah para syuhada’ dan Nabi hidup di alamnya? Buktinya Nabi Muhammad bisa NGOBROL dengan Nabi Adam, Musa, Ibrohim dll saat MI’ROJ ?

        ولا تَقُولُواْ لِمَنْ يُقْتَلُ فِي سَبيلِ اللَّهِ أَمْوَاتٌ بَلْ أَحْيَاء وَلَكِن لاَّ تَشْعُرُونَ

        “Dan janganlah kalian mengatakan kepada orang yg dibunuh di jalan ALLAH itu adalah MATI, bahkan mereka adalah HIDUP akan tetapi kalian tidak merasakannya”

        ما من أحد يُسَلِّمُ علىَّ إلا رد الله علىَّ روحى حتى أرد عليه السلام (أبو داود ، والبيهقى عن أبى هريرة)
        أخرجه أبو داود (2/218 ، رقم 2041) ، والبيهقى (5/245 ، رقم 10050)

        Nabi bersabda : Dan tidaklah seseorang mengucapkan SALAM kepadaku kecuali ALLAH KEMBALIKAN RUHKU kepadaku sehingga aku bisa menjawab salam atasnya (HR. Abu Daud dan Al Bayhaqi)

        أكثروا من الصلاة علىَّ يوم الجمعة فإنه يوم مَشْهُودٌ تَشْهَدُهُ الملائكة وإن أحدا لن يُصَلِّىَ عَلَىَّ إلا عُرِضَتْ عَلَىَّ صلاته حتى يَفْرُغَ منها قيل وبعد الموت قال وبعد الموت إن الله حرم على الأرض أن تأكل أجساد الأنبياء فَنَبِىُّ الله حَىٌّ يُرْزَقُ (ابن ماجه ، والبيهقى فى شعب الإيمان عن أَبِى الدَّرْدَاءِ)
        أخرجه ابن ماجه (1/524 ، رقم 1637) . وقال المنذرى (2/328) : رواه ابن ماجه بإسناد جيد . وقال المناوى (2/87) : قال الدميرى : رجاله ثقات

        FanabiyyullaaHI hAYYUN YURZAQ … = Maka Nabi ALLAH adalah HIDUP diberi rizqi (HR. Ibnu Majah dan Al Bayhaqi)

        إن من أفضل أيامكم يوم الجمعة فيه خلق آدم وفيه قبض وفيه النفخة وفيه الصعقة فأكثروا علىَّ من الصلاة فيه فإن صلاتكم معروضة على قالوا يا رسول الله كيف تعرض صلاتنا عليك وقد أرمت فقال إن الله حرم على الأرض أن تأكل أجساد الأنبياء (أحمد ، وابن أبى شيبة ، وأبو داود ، والنسائى ، وابن ماجه ، والدارمى ، وابن خزيمة ، وابن حبان ، والحاكم ، والطبرانى ، والبيهقى

        Sahabat bertanya : Wahai Rosulullah bagaimana sholawat kami disodorkan kepada engkau sedangkan engkau TELAH MATI (Binasa) ? Maka Rosulullah menjawab : SESUNGGUHNYA ALLAH mengharamkan atas bumi memakan JASAD PARA NABI (HR. Ahmad, Ibnu Abi Syaybah, Abu Daud, Nasai, Ibnu Majah, Addarimi, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Al Hakim, Aththobroni, Albayhaqi)

        C. Bukankah Nabi bertawassul dgn BENDA MATI yaitu dengan Pelepah kurma, Debu, Ludah? Juga sahabat Nabi saja berTAWASSULdgn BENDA MATI baik di zaman Nabi maupun setelah Nabi wafat (dgn KERINGAT NABI, JUBBAH NABI, AIR WUDHU’ NABI). Kenapa Nabi dan sahabat tidak menyatakan SYIRIK pd perbuatan tersebut?

        Bukankah PELEPAH KURMA, DEBU, LUDAH, KERINGAT NABI, JUBBAH NABI, AIR WUDHU’ NABI adalah sama-sama MAKHLUKnya dan sama-sama MATI dengan ORANG MATI?

        Ketika seseorang bersholawat kepada beliau, beliau sedang dikembalikan ruhnya ke jasad beliau dan beliau hidup di alamnya. Jadi sama saja keika kita bertawassul dengan beliau ketika beliau hidup.

        Tunjukkan DALIL SYIRIK jika kita bertawassul dgn beliau ketika beliau telah wafat? Jika tidak ada, mohon tidak mencipatakan HUKUM BARU agar tidak terjebak BID’AH.

        Wallaahul muwaffiq wal Haadii

        Terimakasih Kang Ayub, komentar yang cukup panjang,. saya jawab singkat saja,.
        Rasulullah diutus kepada kaum quraisy itu salah satunya untuk membasmi kebiasaan kaum quraisy yang beribadah dengan perantara orang shalih yang sudah mati, itu adalah perbuatan syirik akbar,. agama abu jahal dan konco-konconya, jadi jangan kita ikuti perbuatan mereka, silahkan baca postingannya disini

        Perbuatan yang dilakukan nabi, seperti dengan pelepah kurma, itu kekhususan bagi nabi, nabi yang mengetahui dari wahyu Allah tenang kondisi orang yang disiksa dalam kubur,
        Bukankah para sahabat tidak mengikuti perbuatan nabi tersebut dgn pelepah kurma??

        Bukankah tidak ada satupun sahabat yang bertawasul kepada nabi setelah meninggalnya??
        Apakah orang sekarang lebih alim dan lebih pandai dari sahabat yang hidup sejaman dengan rasulullah??
        Mereka tidak bertawasul kepada nabi, kok ada orang yang hidup jauh dari masa rasulullah yang gemar melakukannya??

      • Ayub
        Agustus 6, 2014 pukul 6:37 pm

        TIDAK MASUK AKAL Nabi memperbolehkan dirinya melakukan SYIRIK dengan bertawassul dengan Pelepah Kurma, Debu, Ludah, Tiupan ke tapak tangan dll.

        TIDAK MASUK AKAL Ummu Sulaim diperbolehkan oleh Nabi melakukan SYIRIK dengan bertawasul dengan KERINGAT NABI (HR. Muslim).

        TIDAK MASUK AKAL para sahabat diperbolehkan oleh Nabi melakukan SYIRIK dengan berebutan bekas air wudu’ Nabi.

        TIDAK MASUK AKAL Asma binti Abu Bakar memperbolehkan SYIRIK dengan mencari kesembuhan dengan air basuhan JUBBAH NABI (HR. Muslim)

        SEkali lagi terimakasih Ayub, mudah-mudahan anda sadar apa yang anda tulis,..
        Mereka semua bertabaruk dengan keringat nabi, bekas wudhu nabi, itu disaat nabi masih hidup kan? bukan disaat nabi sudah meninggal?

        Mudah-mudahan Allah berikan petunjuk kepada anda agar bisa memahami islam sesuai dengan pemahaman para sahabat,. generasi yang dibina langsung oleh rasulullah, sehingga dalam mengamalkan islam anda tidak terjerumus dalam pemahaman yang salah, bahkan terjatuh ke dalam kesyirikan,.

        Tambahan saya, TIDAK MASUK AKAL semua hal diatas yang anda sebutkan bisa dilakukan setelah RASULULLAH WAFAT,. bukankah demikian kang ayub?

        Untuk anda, dan pembaca yang ingin mencari kebenaran, saya postingkan artikel BOLEHKAH NGALAP BERKAH KEPADA SELAIN RASULULLAH? yang ini merupakan bantahan juga kepada habib novel yang membolehkan hal tersebut, silahkan baca postingannya disini

  9. Yudi
    Juli 29, 2014 pukul 3:21 pm

    Assalamualaikum.
    Saya pengen belajar agama pada Nabi Muhammad,tp belia sudah wafat.

    Saya pgen sholat seperti sholatnya Nabi muhammad,tp sya belum pernah ketemu Nabi. Jadi sya belajar pada Guru ngaji sya aja dikampung,yg sya yakini ilmunya bersambung terus pada gurunya sampai pada nabi Muhammad.

    Jadi kalau kita dari jawa timur mau ke jakarta,gk bkalan lgsung nyampek jakarta,pasti melewati semarang dulu atau daerah2 yg ada antara jatim dan jakarta.

    Jadi untuk mencari ilmu,yaudah jalani aja sesuai dgn keyakinan masing2,jangan saling menyalahkan,belum tentu yg disalahin itu salah,dan yg nyalahin belum tentu benar.

    Sya mau tanya diatara kita semua ada yg pernah ketemu nabi muhammad gak????

    Hadist nabi yg merupakan kegiatan nabi selama hdup itu byak sekali,dan sya yakin tidak semua bisa diriwayatkan secara penuh. Dan yg dianggap tidak ada belum tentu tidak ada. Siapa tau hadist itu ada tapi gak diriwayatkan. Nabi bertemu ribuan orang dijamannya,apa semua perkataan nabi pda tiap orang dapat diriwayatkan. ? ?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Terimakasih mas Yudi, sudah komentar disini,
    Pernyataan yang sangat bagus, anda berguru kepada kyai kampung anda yang sanadnya bersambung kepada rasulullah,. ini malah lebih mudah menelusurinya, apakah yang beliau ajarkan itu diajarkan oleh rasulullah atau tidak, sebab rasulullah memerintahkan agar kita shalat seperti cara shalat rasulullah,

    Coba tanya dalilnya ke kyai anda, mana dalil bahwa rasulullah memerintahkan cara shalat yg kyai tsb ajarkan, dan anda cocokan sendiri, betul atau tidak dalilnya, ada di kitab apa, hadits riwayat siapa, jika kyai tsb paham dalilnya, maka dengan mudah akan menunjukannya,.

    Tapi jika kyai anda tsb ngga bisa, berarti bohong pengakuan dia, bersambung sanadnya kepada rasulullah,

    Kalau mau tahu cara shalat yang diajarkan rasul beserta dalil-dalilnya, sdh pernah saya posting, silahkan dibaca disini mas yudi, klik saja

    Islam ini milik Allah,
    Jadi kita berislam bukan dengan menurut keyakinan masing-masing, tapi kita berislam wajib mengikuti rambu-rambu yang sudah Allah tetapkan,

    Jika ada yang mengingatkan agar kaum muslimin sejalan dengan rambu-rambu tersebut, dan ternyata berseberangan dengan kondisi masyarakat, maka bukan berarti sedang menyalah2kan masyarakat tsb, tapi masyarakat tsb justru seharusnya berterimakasih, masih ada yang perduli, ada yang mengingatkan,.

  10. abduljawad109@yahoo.co.id
    Juni 3, 2014 pukul 3:13 pm

    adminnya gk belajar balaghah atau sastra Arab …..

    TErimakasih mas,.
    Para sahabat banyak yang ahli sastra arab, paling mencintai rasulullah,. dan tidak ada satupun dari mereka yang berani membuat shalawat-shalawat sebagaimana manusia-manusia yang hidup jauh dari masa rasulullah,

    Justru para sahabat bertanya kepada Rasulullah bagaimana cara mereka bershalawat kepada nabi, lalu Rasulllah pun mengajarkannya, seperti apa shalawat yang diajarkan oleh rasulullah? Silahkan baca postingan ini

  11. yogi
    April 16, 2014 pukul 7:23 am

    Selama ini saya baca koment2nya…..
    ada yang pro dan ada yang kontra….
    kalau yang pro wajar mereka meluangkan waktu dan biaya untuk koment….

    tapi kalau yang kontra jg sama2 meluangkan waktu dan biaya…

    kalau yang pro mungkin tdk ada ruginya..walaupun meluangkan waktu dan biaya insya allah ada pahalanya….

    tapi untuk yang kontra. Malahan rugi 2 kali udah rugi membencii yang punya bloq rugi jg waktu dan biaya..

    biasanya orang yang benci melihatpun g mau ini anehnya udah membeci tapi berkorban waktu dan biaya untuk koment…

    semua ini jd cermint bahwa hawa nafsu kalau tdk bisa mengendalikannya dapat merugikan kita dunia dan akhirrat…..ibadah dan urusan duniawi.

    jangan pake hawa nafsu ikuti aturan yang berlaku.

    biarin mas,.. mudah-mudahan saja yang kontra bisa mengambil faidah dari koment-koment yanga ada,.
    Hidayah itu milik Allah,. kita hanya menyampaikan saja,. urusan mereka menerima atau tidak, itu hanya hidayah dari Allah,.

    Rasulullah saja sebagai manusi paling baik akhlaknya, oleh kaumnya mendapat perlawanan yang hebat, bahkan kaumnya berusaha membunuhnya, maka bukan hal aneh, jika orang-orang yang hanya mengikuti ajaran rasulullah dengan pemahaman yang benar akan menerima perlakuan yang sama,.

    • yogi
      April 17, 2014 pukul 11:48 pm

      Assalammualaikum…mau tanya. apakah bener ibnu tamiyah tdk menikah…

      Wa’alalikumussalam warahmatullah
      Terimakasih mas yogi,
      Setahu saya ibnu taimiyah itu membujang hingga maut menjemputnya karena beliau terlalu sibuk dengan mempelajari ilmu,membantah ahli bid`ah,mengajar agama,berjihad,membuat karya ilmiah,dan beliau pun sempat dipenjara.

      apakah Ibnu taimiyah anti menikah?? TIDAK, bahkan karyanya yang mengupas permasalahan pernikahan, dan hal-hal yang berkaitan dengannya sangatlah banyak,. demikian pula dengan fatwa-fatwanya,

      Musuh-musuh dakwah ibnu taimiyah sangatlah banyak, sehingga tidak jarang ibnu taimiyah dipenjara,. jadi bagaimana mau menikah, karena ibnu taimiyah sibuk menebarkan kebaikan, membantah para pembenci sunnah, bahkan sering dipenjara akibat ulah para musuh-musuhnya,.

  12. muhyidin
    Maret 14, 2014 pukul 6:16 am

    sini gue hajar ora yang suka bilang sholawat haram/ bid’ah

    terimakasih mas muhyidin, sudah komentar disini,.
    siapa yang mengatakan shalawat itu haram atau bidah, shalawat itu amalan ibadah yang sangat agung mas, silahkan baca disini manfaat shalawat, dan shalawat yang diajarkan oleh Rasulullah, klik link ini

  13. paijo
    Februari 27, 2014 pukul 7:10 am

    ini blog abal-abal kaum wahabiyah atthoghuty ….main bid’ah amalan ulama yg sudah jelas derajatnya di sisi Allah… padahal dia sendiri belum jelas kelasnya…mungkin minta bukti nungguin meninggal dulu …baru nanti menyesal..mengapa tidak mengikuti ulama2 salafunas shalihin seperti habaib dll…

    terimakasih bang paijo, sudah sudi komentar disini,
    oh, ada ulama salafunas shalihin yang mengamalkan shalawat ini yah, kok saya baru tahu, kasih tahu dong siapa ulama salafunas shalihin tersebut?
    tapi sebelumnya baca dulu , siapa yang dimaksud salafunas shalihin tersebut, klik link ini

  14. fariz
    November 16, 2013 pukul 1:53 am

    Rasulullah bersabda : ” hendaklah kalian bertaqwa kepada allah, mendengar dan taat walau hanya kepada seorang budak habasyi dan sepeninggalku nanti, kalian akan melihat perselisihan yang sangat dahsyat, maka hendaklah kalian berpegang pada sunahku dan sunah khulafaur rasyidin yang mendapat petunjuk, gigitlah sunah itu dengan gigi geraham, dan jangan sampai kalian mengikuti perkara yang dibuat-buat, karena sesungguhnya semua bid,ah itu adalah sesat.” ( HR. Ibnu Majjah ).

  15. Yunus
    Oktober 26, 2013 pukul 7:17 am

    Mau masuk surga ?cukup contoh bagaiamana ibadah dan cara hidup orang orang yang telah dijamin Allah masuk surga diantaranya adalah Rasulullah dan assabiqunal awwalun.

  16. Agus DS
    Juli 28, 2013 pukul 5:16 am

    Assalaamu’alaikum, y saudaraku
    ada beberapa hal yg mengganjal di hati sy:
    1>mf, jika shalawat nariyah adalah termasuk shalawat yg bid’ah, lalu bagaimana dgn shalawat munjiyah? Bid’ah jugakah shalawat tsb?
    2>shalawat-shalawat yg mn lagikah, yg selain shalawat nariyah tsb, mf, yg termasuk shalawat yg bid’ah?
    3>bisa tlg dijelaskan, bersumber dari mn(siapa)kah sebenarnya, shalawat nariyah dan shalawat-shalawat yg lainnya yg termasuk shalawat yg bid’ah tsb?
    Terima kasih dan mohon penjelasannya, y saudaraku..
    Wassalaamu’alaikum.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Silahkan baca postingan ini, sifat shalawat yang diajarkan oleh rasulullah, selain dari yang diajarkan oleh rasulullah adalah shalawat yang bidah, apapun nama shalawat tersebut,
    Baca postingannya disini

  17. ery
    Mei 26, 2013 pukul 9:07 am

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakaatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Mohon informasi tentang ke Bid’ah-an saudaraku… apakah bid’ah itu khusus dalam ibadah mahdhah saja atau juga dalam mu’amalah juga ?….. terimaksaih..

    Bidah itu hanya dalam urusan ibadah, baik ibadah mahdhah atau ghairu mahdhah , dan bidah bukan dalam urusan dunia,. seperti adanya mobil,hape,internet, dll

    Silahkan baca disini , apa itu bidah

    Apa bahaya bidah? ngeri lho, baca disini

  18. andri
    Mei 7, 2013 pukul 8:15 am

    membaca tulisan antum ,,sya ingin bertannya apakah membuat redaksi salawat yg tidak di contohkan oleh Rasulullah itu dosa dan bidah ^_^ ?

    terimakasih mas,
    Shalawat adalah ibadah, dan ibadah yang membuat adalah Allah, maka tatacaranyapun harus sesuai dengan ketentuan dari Allah,
    silahkan baca disini

    • andri
      Mei 8, 2013 pukul 4:36 am

      ohh begitu yaa mas admin, berarti membuat selawat termasuk bidah ya mas’,,
      bagaimana dengan redaksi shalawat yang disusun oleh Sayyidina Ali, Ibnu Mas’ud, Imam al-Syafi’i dan lain-lain, yang jelas-jelas tidak ada contohnya dalam haditsRasulullah saw. berarty ustad mengatakan bahwa dengan sholawat yang mereka susun, berarti Sayyidina Ali, Ibnu Mas’ud, Imam al-Syafi’i itu termasuk ahli bid’ah dong mas ,, ?

      Mana buktinya kalau mereka menyusun shalawat sendiri, ada dikitab apa,
      Bukan shalawat-shalawat yg diaku-aku sebagai buatan orang2 yg disebutkan diatas,. tolong dimana saya bisa menemukan jika mereka membuat shalawat-shalawat sendiri,

      • andri
        Mei 8, 2013 pukul 8:45 am

        yaa ampun mas, emang gk tauu Sayyidina Ali, Ibnu Mas’ud, Imam al-Syafi’i dan lain-lain, yang jelas-jelas tidak ada contohnya dalam hadits Rasulullah saw ^_^
        salah satu salawat imam syafii ialah (Riwayat Imam Sakhawi dalam Qaul Al-Badi’ hal 254, dan Ibnul Qoyyim dalam Kitab Jada’ Al-Afham Hal 230 ,,
        dan redaksi salawat ibnu mas’ud RA dalam kitab (Syaikh ibn Qoyyim, Jala’ul Afham, Shohifah 36)
        dan banyak ulama yg membuat redaksi salawat yaa ,,

        bahkan murid kesayangan Syaikh Ibn Taimiyah yg bernama Syaikh Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah salah satu ulama juga membuat redaksi salawat yg tidak di contohkan oleh nabi ,
        apakah mereka termasuk ahli bidah ya dan masuk neraka, ,, ?’

        Tentang shalawat sudah saya posting disini, itu lafadz2 shalawat yg diajarkan oleh rasulullah, silahkan baca disini
        Adapun yg anda sebutkan saya tidak tahu, apalagi tdk dicontohkan oleh rasulullah,

        jika itu betul dari mereka, pasti ulama sudah menjelaskannya,. justru yg ada adalah seperti artikel disini

      • Fuad Abdul Jabbar
        September 16, 2013 pukul 7:21 am

        Ustaaad… itu ditanyain tuuhhh… imam Syafii, Sayyidina Ali, Ibnu Mas’ud, termasuk para ulama yang mengamalkan shalawat tersebut ahli bid’ah engga??? (tinggal jawab doang iya apa engga). tadi kan tanya mana redaksinya? tuuhh udah dibales…. lalu kesimpulannya apa?

        Bingung kan? mau bilang beliau2 ahli bid’ah takut dikemplang. bilang bukan, tapi keserimpet sama opini sebelumnya… itulah bahaya pemahaman kullu bid’atun dhalalah yang tidak mendalam. salah2 bid’ah itu akan tertuju secara membabi buta pada semua ulama2.

        terimakasih mas fuad atas komentnya,.
        Tolong ada dikitab apa kalau mereka itu mengamalkan shalawat tsb, jangan ngarang dong,. wong shalawat itu tdk dikenal dikalangan orang arab, ada di indonesia dan sekitarnya doang,. lucu sekali mas fuad,.

  19. muslimah
    Maret 16, 2013 pukul 12:33 pm

    Jadi shalawat seperti apa yg dalilnya shahih, bagaimana dg penambahan sayyidina? bagaimana dengan bid’ah hasanah ? Dan bagaimana bertawassul kpd Rasulullah saw tx

    Terimakasih mba,
    shalawat yg diajarkan oleh rasulullah bisa mba baca disini , dan semua shalawat tdk ada tambahan “sayyidina”
    Tidak ada bidah hasanah, sebab kata rasulullah semua bidah itu sesat, silahkan baca disini

    Jadilah perintis sunnah hasanah, bukan bidah hasanah

    Penjelasan tentang maksud bidah hasanah, silahkan baca disini

  20. Dwi
    Maret 13, 2013 pukul 8:41 pm

    Assalamu’alaikum..

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    .jdi bngung 0rang yg kayak saya.. yang ingin sekali menimba ilmu… malah bingung mana yg bnar dan salah…
    sampai pernah trfikir.. andaikan saya dulu lahir di jman nabiallah muhammad saw.. mungkin ga bingung…

    tp rncana allah lbih baek dgn mLAhirkan saya d jman sekarang…

    Terimakasih mba Dwi, sdh berkomentar disini
    Kita berislam dgn islam keturunan, apa yg kita dapati di masyarakat, itu yg kita lakukan, tanpa pernah berpikir atau meneliti kembali, apakah sdh bnr islam kita, sehingga ketika kita menemukan hal2 yg blm kita ketahui, maka kita akan bingung,… itu wajar,. saya juga mengalaminya mba,..

    Alhamdulillah sekarang sarana untuk menuntut ilmu sudah sangat banyak, bukan hanya di dunia maya,.. namun yg paling bagus adalah datang langsung ke majlis ilmu,.. alhmadulillah sekarang sudah sangat banyak majlis ilmu tsb di seluruh indonesia yg mendakwahkan islam yg benar, islam yg berdasarkan dalil yg shahih, dan pemahaman yg benar, yaitu pemahaman para sahabat , yg dibina langsung oleh rasulullah,

    Allah mentakdirkan kita hidup di jaman sekarang, angan2 kita ingin hidup di jaman rasul itu boleh saja, tapi kita tidak tahu, kita sebagai apa jika hidup di jaman rasul, hidup di jaman sekarang saja kita bukan jadi orang yang paling shalih, apalagi hidup dijaman rasul, bisa jadi kita sebagai penentang dakwah beliau,..
    Jadi kita syukuri saja, sambil terus kita menuntut ilmu agama, dengan pemahaman yg benar

    trimakasih atas pLjarannya ea..

    bl0g ini manfaat sekali..

    sm0ga rahmat allah snantiasa d lmpahkan pda anda-anda semua..

    Amiin

    wassallam…

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

  21. Dae
    Maret 8, 2013 pukul 2:23 am

    ibnu :
    Assalamualaikum warrohmatullahiwabarokatuh..

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Sekedar pengingat bagi kau muslim sekalian. Bahwa ” BID’AH LEBIH DICINTAI IBLIS DARI PADA MAKSIAT ” Karena pelaku maksiat pasti menyadari perbuatanya adalah salah dan menyadari pertaubatan kepada Allah SWT, sedangkan pelaku Bid’ah biasanya akan sulit menyadari perbuatan adalah sesat Dan karena itulah pelaku bid’ah juga merasa tidak perlu bertaubat karena anggapan bahwa apa yg dilakukan adalah ibadah.
    Dan hal ini yang sangat dicintai iblis karena pelaku bid’ah akan selamanya dalam kesesatan dan iblis berhasil mengajaknya sebagai teman di neraka.
    Waspadalah wahai rekan muslim sekalian, pertanggungan amal ibadah kita kepada Allah adalah tanggung pribadi,bukan guru,ustadz,habib atau tokoh lainya melainkan amal ibadah kita yg membawa keselamatan akhirat.
    Jadi mari belajar kepada Islam yg hakiki yg sudah dengan terang benderang dan sempurna di ajarkan oleh Rosulullah dan sahabat …
    update terus keislaman kita untuk menuju sirotolmustaqim yaitu jalan yg lurus, Yang Islam itu kita jalankan tanpa embel-embel amalan dikanan atau dikiri yg bukan dan tanpa dalil atau petunjuk pasti dari rosulullah SAW. Amin

    Jazakallahu khairan..

    Sayangnya banyak diantara saudara kita malah beranggapan kalau saudaranya yang berjalan di manhaj salaf lebih suka atau membolehkan maksiat daripada bid’ah. mereka berkata salafy lebih suka perbuatan maksiat, padahal bukan itu maksudnya.
    Semoga Allah memberikan hidayah dan petunjuknya di jalan yang lurus, jalan yang haq, jalan kebenaran, jalan para salafus sholih. Aamiin..

    Betul sekali, banyak yg salah tanggap, kita umpamakan begini saja, misalkan ada racun, dan kita mengingatkan bahayanya kepada manusia,. sehingga kita mengatakan,..
    Racun tikus itu lebih mematikan daripada racun pengusir semut,.. lalu apakah berarti kita menyuruh untuk makan racun pengusir semut,

    Atau kita mengingatkan kepada manusia tentang bahaya membunuh manusia dengan bahaya syirik akbar, kita mengatakan, syirik akbar itu dosanya lebih besar dari membunuh manusia,.. apakah berarti kita menyuruh tuk membunuh manusia saja, jadi tdk usah berbuat syirik akbar?? tentu ini penilaian yg aneh

  22. Jaiz Azzayan
    Februari 20, 2013 pukul 7:57 am

    Subhanallah…. saya suka dengan blog ini , diskusi yg membangun dengan pencerahan. Smoga kita smua di tunjukan ke jalan yg lurus. Aamiin…

  23. Rahmat
    Januari 30, 2013 pukul 8:47 am

    ‘amaluna ‘amalukum
    alhamdulillah telah tercerahkan
    mudah-mudahan kita semua terhindar dari kesesatan yang merugikan

    amiin

  24. ibnu
    Oktober 12, 2012 pukul 1:27 am

    Assalamualaikum warrohmatullahiwabarokatuh..

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Sekedar pengingat bagi kau muslim sekalian. Bahwa ” BID’AH LEBIH DICINTAI IBLIS DARI PADA MAKSIAT ” Karena pelaku maksiat pasti menyadari perbuatanya adalah salah dan menyadari pertaubatan kepada Allah SWT, sedangkan pelaku Bid’ah biasanya akan sulit menyadari perbuatan adalah sesat Dan karena itulah pelaku bid’ah juga merasa tidak perlu bertaubat karena anggapan bahwa apa yg dilakukan adalah ibadah.

    Dan hal ini yang sangat dicintai iblis karena pelaku bid’ah akan selamanya dalam kesesatan dan iblis berhasil mengajaknya sebagai teman di neraka.

    Waspadalah wahai rekan muslim sekalian, pertanggungan amal ibadah kita kepada Allah adalah tanggung pribadi,bukan guru,ustadz,habib atau tokoh lainya melainkan amal ibadah kita yg membawa keselamatan akhirat.

    Jadi mari belajar kepada Islam yg hakiki yg sudah dengan terang benderang dan sempurna di ajarkan oleh Rosulullah dan sahabat …

    update terus keislaman kita untuk menuju sirotolmustaqim yaitu jalan yg lurus, Yang Islam itu kita jalankan tanpa embel-embel amalan dikanan atau dikiri yg bukan dan tanpa dalil atau petunjuk pasti dari rosulullah SAW. Amin

    Jazakallahu khairan..

  25. qiqi
    Oktober 7, 2012 pukul 12:30 pm

    Assalamu’alaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    Mohon maaf bang, dari bahasa anda seolah-olah anda paling benar. kenapa anda tidak langsung menemui habib, atau ulama yang pro dengan solawat narriyah. hati2 bang dengan bahaya lisan.

    Terimakasih atas komentarnya bang, memangg ada ulama yang pro dgn shalawat nariyah? siapa bang, tolong sebutkan, apakah imam syafii pro dgn shalawat nariyah? apakah dijaman imam syafii itu sudah ada shalawat nariyah? apakah di jaman rasulullah sudah ada shalawat nariyah?
    Bang qiqi yg mudah2an Allah merahmati anda, semua shalawat yang diajarkan oleh rasulullah itu bisa kita praktekan di dalam shalat, ketika setelah membaca syahadat diwaktu tasyahud, apakah shalawat nariyah ini berani anda terapkan di dalam shalat? apakah imam bukhari mengenal shalawat nariyah ini? apakah imam muslim dan ulama ahlussunnah mengenal shalawat nariyah ini?

    Jika mereka saja tidak mengenalnya, tidak mengamalkannya, kenapa kita repot2 mengamalkan ajaran shalawat yg tdk ada contohnya dari rasulullah ini?

    Seandainya shalawat nariyah ini diajarkan oleh Rasulullah, saya juga mau mengamalkannya bang,

    wassalam

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    • zahroh
      Maret 6, 2013 pukul 3:31 pm

      qiqi
      :

      Assalamu’alaikum

      Wa’alaikumussalam warahmatullah

      Mohon maaf bang, dari bahasa anda seolah-olah anda paling
      benar. kenapa anda tidak langsung menemui habib, atau ulama yang pro
      dengan solawat narriyah. hati2 bang dengan bahaya lisan.

      Terimakasih atas komentarnya bang, memangg ada ulama yang pro dgn
      shalawat nariyah? siapa bang, tolong sebutkan, apakah imam syafii pro
      dgn shalawat nariyah? apakah dijaman imam syafii itu sudah ada shalawat
      nariyah? apakah di jaman rasulullah sudah ada shalawat
      nariyah?
      Bang qiqi yg mudah2an Allah merahmati anda, semua shalawat yang
      diajarkan oleh rasulullah itu bisa kita praktekan di dalam shalat,
      ketika setelah membaca syahadat diwaktu tasyahud, apakah shalawat
      nariyah ini berani anda terapkan di dalam shalat? apakah imam bukhari
      mengenal shalawat nariyah ini? apakah imam muslim dan ulama ahlussunnah
      mengenal shalawat nariyah ini?
      Jika mereka saja tidak mengenalnya, tidak mengamalkannya,
      kenapa kita repot2 mengamalkan ajaran shalawat yg tdk ada contohnya dari
      rasulullah ini?

      Seandainya shalawat nariyah ini diajarkan
      oleh Rasulullah, saya juga mau mengamalkannya
      bang,

      wassalam

      Wa’alaikumussalam warahmatullah

      TAULADAN KITA, CONTOH KITA ADALAH RASULULLAH, BUKAN ULAMA, BUKAN DAI, BUKAN HABIB,..

      JIKA KITA LEBIH MENTAATI SELAIN RASULULLAH , MAKA INI BISA MASUK KE DALAM SYIRIK DALAM KETAATAN,.. KITA WAJIB BERTAUBAT DARI HAL TERSEBUT, DEMIKIAN JUGA HABIB YG MENGAJARKAN SHALAWAT NERAKA TERSEBUT (SHALAWAT NAARIYAH)

  26. tiba
    Agustus 13, 2012 pukul 4:56 am

    Aku mencintai orang-orang sholeh, meskipun aku belum termasuk golongan mereka. Aku harap semoga aku mendapat syafaat dari mereka.
    Aku membenci orang-orang durhaka, meskipun sebenarnya, mungkin, aku termasuk golongan mereka. (Imam Syafi’i)

    Cinta itu ada konsekwensinya,
    Orang shalih tidak mengerjakan atau mencintai amalan bidah,
    Jika kita mencintai orang shalih, maka kita juga berusaha menjauhi amalan bidah, tidak mencintai amalan bidah,..

    Kalau mengaku-ngaku cinta, siapa saja juga bisa mengatakannya,.. yang lebih diperlukan adalah bukti dari pernyataan cinta tersebut,..

  27. iskandar
    Agustus 12, 2012 pukul 10:01 am

    sadarlah habib munzir dan pengikutnya, sebarkanlah ajaran-ajaran yang telah di ajarkan oleh rosul,sahabat dan pengikutnya.jangan buat hal-hal yang baru dalam agama.

  28. Idriansari
    Agustus 11, 2012 pukul 1:41 pm

    Idriansari
    Alhamdulillah,,,terima kasih banyak atas penjelasannya. semoga kita selalu dalam tuntunan dan lindungan ALLAH SWT,,,aamiiin..

  29. iwan
    Juli 3, 2012 pukul 2:16 pm

    alhamdulilah sudah hilang kepenasaran saya,dan terjawab diblog ini ,mudah2an jadi amal soleh yang di ridoi allah swt.insya allah saya menemukan kebenaran yang di ridoi allah.

    kebenaran telah diajarkan allah melalui rosulnya,apa yang kurang?

    Alhamdulillah

  30. darmo gandul
    Maret 12, 2012 pukul 1:51 pm

    nek ora setuju yo rasah ngamalke. tapi ojo ndadi le nyirii-nyirikke. lha mbok nyirik-nyirikke yahudi, nasrani, darmo gandul, gatho loco,

    mas, sing ngamalke amalan bidah ya podo wae wis nyejajarna deweke karo Rasulullah, sebab sing ngajarna syariat islam kuwe rasulullah,

    Sing ngamalke amalan bidah, kuwe podo baene nuduh yen Rasulullah ora ngajarna amalane secara kabehan, ono sing ketinggalan, sing ketinggalan kuwe ya amalan bidah sing diamalna ding wong-wong,..

    Dadi opo arane mas, nggawe-nggawe syariat dewek, iku syirike mas,.. dadi nandingi pembuat syariat kiye, yaitu Allah yang membuat syariat,.. monggo dipikirke meneh,..

  31. nur
    Januari 4, 2012 pukul 6:49 am

    Jazakallalahu khairan telah sudi meninggalkan komentar dan membaca blog saya yang sederhana ini, berikut tanggapan dari saya,

    astagfirullah al azim di dalam ajaran islam mana yang menyuruh seseorang untuk menghina saudaranya yang muslim ?

    Astaghfirullah, jika saya menyuruh seseorang untuk menghina saudaranya,.. dimanakah letak kata-kata itu, tolong tunjukkan kepada saya, jika itu benar ada kata-kata seperti itu,
    Perlu anda ketahui, apakah dikatakan menghina saudaranya sesama muslim jika kita menjelaskan tentang ajaran seorang muslim yang itu tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah, lalu seorang muslim itu menyebarkannya ditengah-tengah kaum muslimin? Tentu saja ini bukanlah menghina orang tersebut, bahkan menyelamatkan kaum muslimin lainnya dari perbuatan yang bisa menjerumuskan dia ke dalam neraka karena mengamalkan amalan yang tidak pernah diajarkan oleh rasulullah,..

    kalau anda menghina saudara muslim dengan kata “Dajjal” itu benar2 … Ya Allah ampunilah dosa saudaraku ini dan tunjukkanlah dia jalan yang lurus, bukankah kita disuruh untuk mengikuti sunnah nabi termasuk akhlaknya ?

    Dimanakah tulisan yang menyebut seseorang dengan kata “Dajjal” , apakah anda membaca tulisan yang saya posting itu setengah-setengah atau membaca sekilas saja? tolong tunjukkan kepada saya tulisan tersebut, jika anda jujur dan tidak malu tuk mengatakan yang benar,
    Jika saya secara pribadi mengatakan dalam postingan tsb seorang muslim dengan sebutan dajjal, saya mohon ampun kepada Allah, karena mengatakan seorang muslim dengan sebutan jelek,sementara orang tersebut tidak layak tuk mendapatkan sebutan jelek tersebut, ini bukan perkara yang kecil,

    Jika tuduhan itu tidak benar, maka anda sendiri telah menuduh saya melakukan hal itu, mudah-mudahan Allah mengampuni anda atas perbuatan tersebut, Dan bukan akhlak rasulullah berkata dusta, atau menuduh seorang muslim dengan kedustaan..

    nabi tidak pernah menghina atau menghujat saudaranya yang muslim, siapa yang bertemu nabi Muhammad Saw di dalam mimpi maka itu benar, karena syetan tidak dapat menyerupai nabi Muhammad Saw, wahyu memang tidak Allah turunkan setelah nabi wafat tetapi Allah dapat memberikan ilmunya kepada hamba yang dikehendakinya dengan cara apapun,

    Betul kata anda, nabi tidak menghina atau menghujat saudaranya sesama muslim, akan tetapi nabi juga menjelaskan tentang sikap-sikap yang jelek yang terkadang itu dikerjakan oleh seorang muslim,

    Nabi juga mewanti-wanti dalam setiap khutbah jumatnya agar kita menjauhi perbuatan bidah, sebab semua bidah itu adalah kesesatan, dan setiap kesesatan tempatnya di neraka,

    Betul, setan tidak bisa menyerupai nabi dalam mimpi,.. permasalahannya adalah apakah benar yang dalam mimpi itu adalah rasulullah, karena tidak mungkin orang bisa bermimpi bertemu rasulullah, sementara orang tersebut tidak mengenal bagaimana bentuk pisik rasulullah, tidak mengenal ajaran-ajaranya, bahkan ditambah lagi jika orang tersebut banyak mengajarkan ajaran-ajaran yang bertentangan dengan ajaran rasulullah, tentu ini lebih tidak masuk akal jika orang tersebut bisa mimpi bertemu rasulullah,

    Para sahabat saja yang termsuk orang yang paling mencintai rasulullah, sering belajar langsung dengan rasulullah,bahkan sejaman dengan rasulullah,.. tidak ada atau jarang sekali yang bermimpi bertemu rasulullah, baik ketika rasulullah hidup, ataupun ketika rasulullah sudah meninggal,

    Apakah kita merasa lebih baik dari para sahabat? sungguh sangat jauh sekali…

    Dan ajaran islam bukanlah ajaran berdasarkan mimpi..

    jangan membenci para habib atau ulama terdahulu yang sangat mencintai Allah dan Rasulnya, jangan kotori hati dengan kebencian, hati yang kotor dengan amarah dan kebencian itu adalah wadah yang sangat dicintai oleh syetan..
    Saya tidak pernah membenci habib atau ulama,
    Perlu dibedakan antara habib dan ulama, habib adalah habib, dan ulama adalah ulama,

    Apa sih arti habib itu? kenapa abu bakar tidak disebut habib? kenapa umar bin khattab tidak disebut habib? kenapa ali bin abi thalib tidak disebut habib? kenapa utsman bin affan tidak disebut habib?

    atau dikalangan ulama, kenapa imam syafii tidak disebut habib??

    apa sih makna habib itu?

    Bukan habibnya yang saya benci, akan tetapi yang saya benci adalah ajaran-ajaran yang diajarkan oleh orang-orang yang disebut sebagai habib oleh para pengikutnya, yang mana ajaran tersebut bertentangan dengan ajaran rasulullah, bahkan banyak diantaranya merupakan ajaran kesyirikan,… innalillahi wa inna ilaihi raji’uun..

    Perlu anda ketahui, jika kita menjelaskan tentang kekeliruan pemikiran seorang muslim yang merupakan tokoh penyebar ajaran tersebut,. itu bukanlah menghina atau mencaci tokoh tersebut…

    Janganlah mau hati kita terkotori oleh ajaran-ajaran yang disampaikan oleh orang yang disebut sebagai habib, yang mana ajaran tersebut merupakan ajaran-ajaran kebidahan dan kesyirikan,.. waliyadzubillah..

    semoga Allah memberikan taufik hidayah kepada saudara..

    Amiin.. semoga Allah juga memberi hidayah taufik kepada anda, kepada habib, dan kaum muslimin semua..

    • Fuad Abdul Jabbar
      September 16, 2013 pukul 10:23 am

      Saya mau menanyakan tentang bid’ah yang difahami oleh orang2 sepeti anda.
      menurut orang kebanyakan seperti anda (termasuk saya), do’a itu termasuk ibadah kan?

      Saya pernah mendengar dalam kajian (entah karena keterbatasan ustadz-nya), beliau mengatakan bahwa tahlil, dzikir jahar yang biasa di mushola2 kampung itu bid’ah. karena do’a adalah ibadah dan susunan dzikir yang ada dalam tahlilan dan sesudah sholat yang mereka lakukan itu tidak ada dalam hadist sehingga itu termasuk bid’ah. dan menurut orang2 seperti ustadz, semua bid’ah itu adalah sesat ga ada jenis2 hasanah2-an.

      Terimakasih mas,.
      Kata siapa tahlil, dzikir itu bidah,. jangan salah persepsi dulu,. yg menjadikan amalan tsb menjadi amalan bidah adalah tatacaranya yg tdk sesuai dgn yg dicontohkan oleh rasulullah,.

      Saya mau tanya, ketika istri anda terjadi masalah dalam proses persalinan, apakah ustadz berdo’a? dan apakah ucapan dan susunan ketika do’a itu yakin ada dalam hadist? saya rasa tidak. kita pasti akan secara spontan meminta kepada Allah untuk kelancaran persalinan sesuai gaya anda membujuk Allah agar dikabulkan (entah sambil dzikir di mushola, atau mungkin ga terasa menangis sambil memohon pada Allah tatkala mendampingi persalinan).

      Hendaknya dibedakan antara doa dan dzikir khusus yg dicontohkan oleh rasulullah , contoh dzikir setelah shalat wajib, itu ada contohnya,
      namun jika pada hal-hal yg tidak ada contohnya, contohnya dalam hal meminta pertolongan allah dalam menghadapi kesulitan, contohnya persalinan, atau hal2 lainnya, maka kita bisa berdoa dengan bahasa kita sendiri, walaupun kalau kita mau belajar lagi ttg dzikir2 yg rasulullah ajarkan, insya allah ada,. jika memang itu pernah rasulullah lakukan,.

      Dan sebaik-baik doa adalah yg rasulullah ajarkan dan contohkan,.

      Dan kalau kita pegang teguh pada pemahaman general kullu bid’atun dholalah, maka semua orang adalah pelaku bid’ah. dengan demikian, apa benar pemahaman kullu bid’atun dholalah hanya sampai situ?

      Apakah anda tahu, siapa yg mengatakan kullu bid’atun dholalah adalah rasulullah, beliau dalam setiap mau memberikan taklim sering mengulang-ngulang kalimat tsb diawal memulai taklim, dan apakah kalimat tsb dipahami sebagaimana pemahaman orang-orang sekarang?? tidak, bahkan para sahabat sangat mengetahui apa makna kalimat tsb, yaitu semua bidah adalah sesat, tidak ada bidah hasanah,

      Apakah semua orang adalah pelaku bidah? TIDAK JUGA MAS,. tidak semua orang yg terjatuh dalam perbuatan bidah disebut ahlu bidah,. banyak dari mereka yg cuma ikut-ikutan saja,. adapun tokoh2 penyeru kebidahan, yang paham bahwa apa yg diserunya adalah kebidahan, amalan yg tdk dicontohkan oleh rasulullah, namun karena kesombongannya tetap dia sebarkan, maka orang seperti ini bisa dikatagorikan sebagai ahlubidah

      Silahkan anda baca postingan tentang definisi bidah dan dampak dari bidah, silahkan baca disini

      Apa dampak dari perbuatan bidah? NGERI LHO, silahkan baca disini

  32. irckham
    Desember 9, 2011 pukul 11:11 am

    assalamualaikum wr wb.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    ALLAHU AKBAR ,ALLAHU AKBAR,,ALLAHU AKBAR,,barang siapa yg di beri petunjuk oleh ALLAH maka tidak ada yg dapat menyesatkannya,dan barang siapa yg di sesatkan oleh ALLAH maka tidak ada yg dpt memberinya petunjuk..walaupun telah datang hujah yg syar’i hatinya tetap ga bisa terbuka,,hatinya begitu sempit menerima apa2 yg datang dari ALLAH dan rosulnya,,na’udzubillah min dzalik,,, akh lihat tulisan 2 antum INSYA ALLAH antum biasa bergaul dg orang2 pintar.semoga ALLAH selalu menjaga orang2 yg mengikuti apa2 yg di bawa oleh rosulnya..aaminn
    barokalloh…

    ana hanya menukil dari website para ustadz yang ada, lihat saja diakhir tulisannya, ada sumbernya, baik dari muslim.or.id, alhmanhaj.or.id, dan website para ustadz, tapi bukan dari ustadz yang antum sebutkan,..

  33. afi tauhid
    Desember 8, 2011 pukul 8:31 am

    Wah.. sudah kacau bener orang-orang ini,, astaghfirullah. Emang masalah ini sudah jd perdebatan sejak dahulu. Yang bingung jd. orang awam. Klo mnrt ane, lbih. baik pertengkaran para ulama’ jgn terlalu diekspos. Mana yg. benar, mana yg. slah hanya \allahlah yg. tau. Emang bahasa lisan itu terbatas, ttapi klo bahasa hati itu y. tanpa batas. Memahami Tuhan harus menggunakan bahasa hati. Agama adalah cinta dan ibadah. Jika kita beribadah tanpa cinta dan rasa penghambaan maka kita bukan orang yg. beragama.

    Shalawat yang diajarkan oleh Rasulullah semuanya bisa dibaca dalam shalat ketika tasyahud,.. sedangkan shalawat bikinan manusia-manusia yg dah ngga ada kerjaan, seperti shalawat nariyah, dan shalawat-shalawat lainnya , ada yg berani?

    Para sahabat saja bertanya kepada rasulullah bagaimana cara bershalawat kepada rasulullah,.. dan rasulullah telah mengajarkannya,, maka kita ikuti saja apa yg sdh diajarkan oleh rasulullah,..

    Tidak usah bingung, justru orang-orang yg membuat-buat shalawat itulah yg bikin bingung orang awam,..

    Tidak ada perselisihan dikalangan ulama tentang shalawat,.. shalawat yg bermacam-macam itu cuma dikenal di indonesia saja,

  34. nur'amal bin a.mucharram
    November 29, 2011 pukul 5:07 pm

    bismillah;
    senantiasa sudah jelas rumus nya,umat islam yang mendapat ridlo Allah ta’ala ialah umat yang mengikuti petunjuk qur’an & snunah dg pemahaman para sahabat(attaubah:100).

    apakah bersholawat naaar…..itu pernah di amalkan oleh rosulullah sholallahu’alaihi wasalam ataukah pernah oleh sahabat(manusia yang paling tau amalan2 rosulullah sholallahu’alaihi wasalam)?…

    apakah kalian cs habib munzir merasa lebih paham soal amalan rosulullah sholallahu’alaihi wasalam dari pada shohabiyun jalil?.

    sehingga ada saudara kalian yang mengingatkan malah kalian musuhi.na’udzubillahimindzalik,

    marilah kita bertaubat ke jalan yg telah di tunjuk Allah&rosulNya.agar mendapat ridhoNya.

  35. bukan Abu Jahal
    September 8, 2011 pukul 2:10 pm

    Klo gitu Al Qur’an itu bid’ah ya…Rasulullah TIDAK pernah nyuruh bahkan melarang ditulis…Al Qur’an itu bid’ah terbesar…Susunan dari Al Fatihah sampe An Nas juga TIDAK diajarkan Rasulullah…Mana haditsnya susuna Al Qur’an..? TIDAK ada

    kata siapa Rasulullah tidak menyuruh sahabatnya tuk mencatat alquran???baca disini mas, .

  36. Ruslan
    Agustus 24, 2011 pukul 5:57 am

    beraninya menghujat dan mengkritik di dunia maya saja.

    Alhamdulillah, sekarang Allah telah memudahkan sarana dakwah, diantaranya melalui dunia maya,.
    Jadi melalalui dunia maya inilah sebagai sarana tuk mengingatkan manusia dari bahaya yang ditimbulkan oleh dai-dai penyesat umat,..

    kalo admin memang berani dan niyat suci amar ma’ruf coba datang ke kediaman Habib Munzir dan sampaikan argumen antum. sebab habib itu kan muritnya banyak, kalau antum merasa beliau salah, kuwajiban antum mendatangi beliau dan mengingatkan, supaya Beliau dan murit-muritnya ada yang mengingatkan. kalau tidak sama saja antuum membiarkan yang tidak benar{menurut fersi antum} itu terus ada.

    Masing-masing manusia berdakwah dengan kapasitas ilmunya, dan siapa dia,..
    Demikian juga saya, tidak mungkin mendatangi beliau, dan tidak mungkin di dengar oleh belau yang mana, kitab ulama sekaliber syaikh bin baaz saja dibantah sama pak habib,.. yang bantahannya itu lebih rapuh dari sarang laba-laba…

    Jadi tidak ada gunanya jika saya datang ke pak habib, berdialog dengan murid2nya saja terasa alot,.. jadi, lebih selamat saya mengingatkan di dunia maya, sehingga banyak orang yang baca, dan diharapkan ada satu dua orang yang taubat darinya,…

    Kebenaran adalah bukan kebenaran versi pak habib atau versi saya, atau versi anda,..

    Kebenaran adalah apa yang dikatakan Allah, apa yang dikatakan oleh Rasulullah, dan apa yg dikatakan oleh para sahabat,..

    Jadi, itulah kebenaran,.. jika ada kata2 atau ajaran pak habib yang bertentangan dgn apa yang dikatakan Allah, Rasululullah, juga para sahabat, maka tinggalknlah…

    Demikian juga jika ada kata2 atau tulisan saya yang bertentangan dengan apa yg dikatakan Allah, Rasulullah, atau para sahabat, maka tinggalkanlah,..

    Mudah bukan? GITU AJA KOK REPOT…

  37. wassalwa
    Agustus 14, 2011 pukul 5:55 pm

    betul itu mas,ana setuju sekali dengan artikel antum,hancurkan itu bid;ah

  38. Solehan Bae
    Agustus 7, 2011 pukul 2:19 am

    jangan dikira dakwah nabi muhammad berakhir setelah beliau wafat,,,,nabi saw masih sering hadir ditengah sohabat para “ulama untuk menyampaikan kebenaran ajaranya dan ajaran pewarisnya yaitu khulafaurosyidin dan para ”ulama,,bagi orang awam seperti kita ga usah memvonis ini bid’ah ini musyrik,,semua wallahua’lam,,,,,itu klu anda yakin mimpi ketemu nabi nabi saw dengan ajaran yg di bawanya adalah HAQ

    Mas, setelah nabi wafat, wahyu sudah terputus, islam sudah sempurna, tidak perlu ditambah dan dikurangi,..

    Rasulullah sudah meninggal, dan sudah berada dialam kubur,..

    Bidah dan kemusyrikan itu adalah yang sering diwanti-wanti oleh Rasulullah,..

    Setiap khutbah jumat Rasulullah selalu mewanti-wanti agar menjauhi bidah, karena setiap bidah itu adalah sesat, dan setiap kesesatan tempatnya di neraka,…. itu perkataan Rasulullah setiap mau khutbah jumat mas,….

    Sedangkan kemusyrikan, semua rasul dari nabi NUH hingga Muhammad, diutus tuk memberantas kemusyrikan,..

    Maka sudah selayaknyalah kita waspada dari kemusyrikan dan kebidahan…. penyakit kronis umat ini,..

    Mimpi bertemu Rasul, jika itu benar Rasul, maka itu mimpi yang hak,… tapi mimpi ketemu rasul bukanlah dalil , apalagi dalam mimpinya itu rasul menyampaikan ajaran baru,. ini adalah mimpi dari setan,.. wallahu a’lam…

    Sahabat saja tidak ada yang pernah bermimpi bertemu Rasul dan mendapatkan ajaran baru, apalagi kita yang dari kualitas dan jaman jauh dari keutamaan sahabat,..

  39. aljatimi
    Agustus 6, 2011 pukul 9:20 am

    apabila hawa nafsu sudah melingkupi,…….
    dalil syar’i pun tak berarti,…………
    apabila hati telah mati,…………..
    nasihat nabi pun tak dihargai,…………
    aku ingat pesan nabi,………….
    setiap bid’ah sesat dan setiap kesesatan di nerakalah tempat kembali….

  40. mujahid
    Agustus 4, 2011 pukul 5:29 pm

    al maidah ayat 3,.
    Ibadah yang tidak ada tuntunanya maka tidak akan mendapat pahala.saya mencoba mencontoh rasul,.bukan para habib yg gila hormat ..yang baik menurut manusia belum tentu baik di mata allah

  41. hamba allah
    Juli 25, 2011 pukul 4:57 pm

    astaghfirullah.. mengapa mreka berdebat msalah ibadah, pdhl hnya allah lah yg tw yg mna kbenaran.

    Betul , hanya Allah yang mengetahui kebenaran,..
    Dan Allah sudah menyampaikan kebenaran itu, dan sudah disampaikan oleh Rasulullah,.

    Rasulullah sudah menyampaikan kebenaran itu kepada para sahabatnya,…

    Sudah seyogyanya kita mengambil kebenaran tersebut, yaitu dari para sahabat,..

    Makanya, berislamlah sebagaimana para sahabat berislam,..
    Mari kita mengamalkan ajaran islam ini sebagaimana para sahabat mengamalkannya,…

    Bukan mendebat apa yg disampaikan dan diamalkan oleh para sahabat,..

  42. andri
    Juli 7, 2011 pukul 7:35 am

    betul akhi klu bsa langsung aja ke blog.a habib munzir al musawa di majlisrasulullah .org ,
    klu memang akhi benar ‘
    demi menegakan agama ALLAH agar jelas siapa yg benar dan siapa yang salah

    ngga usah kesana lah, bukan kapasitas saya,..
    tidak mudah menasehati tokoh yang menyebarkan kebidahan,..

  43. asep
    Juni 1, 2011 pukul 1:48 pm

    sebelum anda bilang melarang sholawat nariah anda tahu hadist shahih yang melarangnya ?
    klo ada dalilnya tolong beri tahu ,,,,
    dan jangan mempermasalahkan masalah agama,, sedangkan agama kita sama ISLAm sepenuhnya,,,

    kalau suruh nyari dalil yang melarang shalawat nariyah sampai kiamat pun ngga akan dapet mas,..

    perlu mas ketahui, kalau urusan ibadah itu harus ada dalil yang menyuruhnya, bukan dalil yang melarangnya,..

    Kan islam sudah sempurna, semua perkara ibadah sudah dijelaskan,..
    mana dalil yang menyuruh kita untuk yasinan, tahlilan, shalawat nariyah siapa yg bikin? kalau yang bikin rasulullah, sudah pasti ada dalilnya,..

    dan semua shalawat itu bisa dibaca ketika tasyahud di dalam shalat,..

    apakah berani membaca shalawat nariyah di dalam shalat? apalagi isi shalawat nariyah adalah kesyirikan…

    na’udzubillahi min dzalik…

    • ana
      Oktober 12, 2012 pukul 6:49 am

      intinya mas asep..jika ada perselisihan kembalikan pada AL QURAN dan sunah Rasullullah…jika Rasullullah tidak pernah menngajarkan buat apa kita kerjakan…yg pasti pasti aja mas yg dikerjakan..yg sesuai ajaran ALLAH SWT dan Rasullulah SAW…jadi ga usah mempersulit diri…

      Betul sekali tuh, Apa yang diajarkan oleh Rasulullah saja belum kita jalankan semua, kok sempet-sempetnya mengamalkan yang tidak ada contohnya dari Rasulullah,.. ga usah mempersulit diri, jalankan yang betul-betul diajarkan oleh rasulullah saja, dan tinggalkanlah apa2 yg tidak ada ajaranya dari rasulullah, gitu aja kok repot,.

  44. ibnugazali
    Januari 9, 2011 pukul 3:36 pm

    Assalamu’alaikum,.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    mas admin.,.sekalian aja bantah buku habib munzir yang sesat dan sirik ini berjudul “kenali aqidahmu” ,.kalo antum mw,.biar ana kirim filenya ke tempat antum,.dan bantahan dari antum biar ana sebar ke temen2 ana yang udah terkena fitnah dajjal si habib munzir ini,.apalagi kalo antum baca mengenai karomah2nya,.,eeee,.serem,.emang dy ini dajjal berbentuk manusia ,.ana tunggu kabar dari antum,.Barakallahufik,.,

    silahkan saja antum kirimkan, barangkali nanti ada teman-teman saya yang cukup ilmunya tuk menjelaskannya..

    • ibnugazali
      Januari 10, 2011 pukul 1:49 am

      afwan akh,.,email antum apa ???,.,biar ana kirim versi pdf nya ama antum,.,jazakallahu khoir ,.,

      email ana di aslibumiayu@yahoo.co.id

    • nur
      Januari 5, 2012 pukul 4:59 am

      fitnah dajjal si “habib Munzir” astagfirullah al azim, jangan menjelekkan seorang muslim,Ya Allah tunjukkanlah saudaraku ini yang mana haq dan mana yang bathil…

      itu bukan saya yang mengatakan, itu komentar pembaca, sama seperti anda,
      mudah-mudahan Allah memberikan petunjuk kepada habib mundzir dari ajaran yang disebarkannya sehingga rujuk kepada ajaran rasulullah yang diamalkan oleh para sahabatnya, dan semoga Allah memberi petunjuk juga kepada kita semua..

  45. al-farisi
    Desember 24, 2010 pukul 3:42 pm

    assalamu’alaykum..

    wa’alaikumussalam warahmatullah

    mas penulis sebelumnya saya ingin tau sanad keguruan anda hingga ke rasul..
    dan saya hanya ingin memberi saran, anda sebaiknya langsung saja memberikan argumennya pada habib sndiri..
    jangan cuma berani ngomong di blog sendiri..

    Apalah artinya sanad bersambung kepada Rasulullah, kalau pengamalannya tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah, bahkan bertentangan dengan apa-apa yang diajarkan oleh Rasulullah,
    Blog ini rumah saya, saya hanya mengisinya dengan hal-hal yang bisa memberikan manfaat kepada orang lain,..
    Mudah-mudahan Allah menunjuki anda ke jalan yang benar,..
    Jazakallahu khairan telah berkunjung,..

  46. sudiono
    Agustus 12, 2010 pukul 2:07 am

    prinsipnya dalam ibadah adalah harus ada dalil yang memerintahkannya kalau tidak untuk apa dilakukan ?

    betul sekali pak, hukum asal ibadah adalah terlarang, sebelum ada dalil yang menyuruh untuk mengerjakannya, seperti halnya shalawat nariyah, mana dalil kita disuruh melakukannya?
    Dalil dari Allah, atau dalil dari Rasulullah, bukan dalil dari guru,ustadz, ajengan, habib, atau tokoh-tokoh lainnya,…

    • setya
      September 19, 2013 pukul 10:22 am

      setuju sekali ………..

  47. abduljawad109@yahoo.co.id
    Juni 3, 2014 pukul 3:34 pm

    admin bid’ah ni ,.. soalnya internetan, bila perlu anda admin jangan pake mobil, anda kemana2 naik unta aja,..
    dulu jaman Rasul kan gk ada mobil….
    gk ada perintahnya juga kan internetan,…??
    bukankah tidak ada bid’ah hasanah

    TErimakasih mas,.. komentar yang sangat bagus,.
    perlu mas ketahui, bidah itu hanya untuk masalah ibadah saja, urusan dunia tidak termasuk bidah, contoh pesawat,kereta api,hape,internet,blog,dan masih banyak lagi,.
    saya contohkan, NASI juga bidah, karena nabi ngga makan nasi,
    Kupat tahu,tempe goreng,bubur ayam,bubur kacang ijo,ice cream,somay,bakso,mie ayam, dan banyak lagi,. itu bisa bidah juga dong mas,.. ini jika anda umpamakan bahwa pesawat itu bidah,.. wah, bisa banyak sekali tuh yang bidah,..

    oleh karena itu, sebaiknya mas baca postingan ini

    Jika masih belum mudeng apa definisi bidah, silahkan baca postingan ini,

  1. No trackbacks yet.

Silahkan tulis komentar anda,.. surel diisi dgn email, nama diisi dengan nama anda ,

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.569 pengikut lainnya.