Beranda > mistik > Belajar Tenaga Dalam Biar Sakti…

Belajar Tenaga Dalam Biar Sakti…


Ilmu Tenaga Dalam Dalam Perspektif Islam

Al Ustadz DR. Muhammad Nur Ihsan

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Alloh ‘Azza wa jalla yang telah menyempurnakan Islam dan meridhoi­nya sebagai agama yang benar. Sholawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam Rosul yang diutus dengan membawa petunjuk (ilmu yang bermanfaat) dan agama yang haq (amal sholeh). Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyampaikan risalah dengan sem­purna, menunaikan amanah dan berjihad di jalan Alloh Ta’ala sampai beliau wariskan kepada umatnya jalan yang lurus lagi terang bagaikan matahari di siang hari. Tidaklah keluar dari jalan tersebut kecuali orang yang sesat dan celaka. Amma ba’du.

Akhir-akhir ini tumbuh subur berbagai kelom­pok yang mengajarkan ilmu tenaga dalam. Ko­non sang guru memiliki teknik membangkitkan atau mengembangkan tenaga ghaib dalam tubuh manusia. Masyarakat berbeda dalam menilai dan menghukuminya sesuai dengan latar belakang pemahaman dan pendidikan mereka. Sebenarnya bagaimana pandangan Islam tentang keilmuan tersebut dan hukum mempelajarinya?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas terlebih dahulu diperjelas maksud ilmu tenaga dalam dan rahasia-rahasia yang terdapat di dalamnya.

DEFINISI TENAGA DALAM

Dari berbagai referensi bisa disimpulkan bahwa yang mereka maksud dengan ilmu tenaga dalam adalah ilmu yang mempelajari cara membangkit­kan kekuatan/tenaga dalam (inner power) dengan cara-cara tertentu, antara lain : teknik pernafasan yang disertai dengan jurus-jurus tertentu dan de­ngan cara meditasi (tafakur).[1]

Dan dari persaksian sebagian mantan praktisi tenaga dalam yang telah meninggalkan keilmuan tersebut dan kembali kepada sunnah menjelaskan bahwa dalam keilmuan tenaga dalam dan ilmu metafisika terdapat bermacam pokok kesesatan dan kesyirikan, antara lain :

Dengan belajar tenaga dalam (ilmu metafisika) seorang bisa “menjadi sakti” dengan menyalur­kan energinya ke bagian tubuh tertentu.

Dengan kekuatan fungsi jurus bisa mengalahkan musuh dari jarak jauh.

Ketika latihan aplikasi jurus tenaga dalam, se­orang murid diharuskan bisa emosi/marah dalam latihan menyerang.

Pada keilmuan tenaga dalam, diajarkan menjadi dukun/paranormal. Di antara bentuk perdukun­an yang terdapat dalam keilmuan ini adalah teknik membuat seseorang jatuh cinta, ilmu san­tet (membuat orang sakit), teknik penyembuhan, mendeteksi barang hilang, teknik mengetahui masa lalu dan masa depan dan teknik mengeta­hui isi hati orang lain.

Pada keilmuan tenaga dalam ada teknik “mengi­si” benda hidup atau benda mati untuk berbagai macam keperluan.

Pada keilmuan tenaga dalam ada teknik pem­bentengan benda hidup/mati dari bahaya.

Pada keilmuan tenaga dalam ada teknik mengu­sir jin pengganggu.

Inilah beberapa kesesatan dan penyimpangan yang terdapat dalam keilmuan tenaga dalam dan ilmu metafisika.[2]

PANDANGAN ISLAM TENTANG TENAGA DALAM

Sebelum menjelaskan pandangan Islam tentang ilmu ini, ketahuilah bahwa Islam adalah agama yang sempurna dalam seluruh aspek, baik dari sisi keilmuan dan peribadatan.

Alloh Ta’ala berfirman: “Pada hari ini (hari arofah tahun 9 H) telah Aku sem­purnakan bagimu agamamu dan telah Aku lengkapi nikmat-Ku atasmu dan Aku meridhoi Islam sebagai agamamu.” (QS. al-Maidah [5]: 3).

Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus Alloh Ta’ala dengan membawa ilmu yang bermanfaat dan amal sholih, sebagai­mana firman Alloh Ta’ala:

“Dia (Alloh) yang mengutus Rosul-Nya dengan (membawa) petunjuk dan agama yang benar.” (QS. at­-Taubah [9]: 33, al-Fath [48]: 28, dan ash-Shof [61]: 9)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Petunjuk ada­lah apa yang dibawa oleh beliau berupa berita-berita yang benar, keimanan yang benar dan ilmu yang bermanfaat. Maksud agama yang benar ialah amal-amal sholih yang benar lagi bermanfaat di du­nia dan akhirat.” (Tafsir Ibnu Katsir : 2/425, cet. Dar al-Fikr).

Jadi dalam Islam telah terdapat penjelasan tentang ilmu yang bermanfaat yang membawa sese­orang kepada keridhoan Alloh Ta’ala dan mewujudkan ketentraman batin dan ketenangan jiwa serta kese­lamatan dunia dan akhirat. Juga penjelasan tentang ilmu yang tidak bermanfaat yang akan mencelaka­kan manusia dan larangan dari mempelajarinya.

Adapun ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang berdasarkan kepada al-Qur’an dan Sunnah serta dipahami sesuai dengan pemahaman salafus sholih generasi terbaik umat ini.

Itulah hakekat ilmu yang bermanfaat yang se­harusnya seorang muslim bersungguh-sungguh mempelajari dan memahaminya. Adapun seluruh keilmuan yang bertentangan dengan seluruh prin­sip di atas maka ia adalah ilmu yang tidak berman­faat dan dilarang untuk mempelajarinya. Sebab akan merusak dan menimbulkan dampak negatif bagi penuntutnya dan orang lain, seperti ilmu sihir, ilmu hitam, ilmu kebatinan dll.

Adapun pandangan Islam tentang ilmu tenaga dalam dan yang semisalnya, bisa disimpulkan se­cara global dan secara terperinci.

KRITIKAN SECARA GLOBAL TERHADAP ILMU TENAGA DALAM

Pertama : Ilmu tenaga dalam dan sejenisnya adalah ilmu yang bid’ah dan tidak ada landasan dari al-Qur’an dan Sunnah Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mengajarkan kepada para sahabatnya. Padahal saat itu dibutuhkan kekuatan untuk berdakwah. Begitu pula pada masa pemerintahan Khulafaur Rosyidin yang penuh dengan aktivitas jihad.

Mereka tidak pernah mengajarkan keilmuan tersebut kepada para pasukan perang. Seandainya ilmu tenaga dalam dan sejenisnya adalah ilmu yang bermanfaat untuk pertahanan jiwa dan meroboh­kan musuh dari jarak jauh, tentu telah diajarkan oleh Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada para sahabat dan di­wariskan oleh para sahabat kepada generasi sesu­dahnya. Akan tetapi hal itu sama sekali tidak per­nah terjadi, dengan demikian jelaslah kebatilan dan kesesatan ilmu tersebut.

Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Barangsiapa yang membuat sesuatu yang baru dalam agama ini yang tidak ada (landasan) darinya maka ia bertolak.” Dalam riwayat lain : “Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak ada landasannya dari perintah kami maka ia bertolak.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Kedua : Ilmu ini berasal dari luar Islam. Tenaga dalam atau krachtologi tersusun dari kata krachtos yang berarti tenaga dan logos yang berarti ilmu. Ia sudah dikenal oleh orang-orang Mesir Kuno pada 4000 SM. Dari Mesir, krachtologi berkembang ke Babylon, Yunani, Romawi dan Persia.

Di Persia tenaga semacam ini dinamakan Dacht. Dalam Dahtayana disebutkan bahwa pada suku Bukht dan Persia, terkenal ilmu perang dinamakan dahtuz, yaitu merobohkan musuh dari jarak jauh.

Para bangsawan Persia dilatih sejenis senam yang dilakukan lewat tengah malam agar mereka mempunyai tenaga Daht itu. Kemudian keilmuan tersebut terus dikembangkan sehingga menjadi suatu konsep untuk membangkitkan tenaga dalam dengan teknik pernafasan yang disertai dengan ju­rus-jurus tertentu.[3]

Hal ini memperkuat pernyataan di atas, bahwa ilmu ini adalah ilmu yang bid’ah dan tidak ber­manfaat dalam agama Islam. Seandainya keilmuan tersebut dibolehkan tentu Alloh Ta’ala akan menjelaskan kepada Rosul-Nya hakikat dan manfaatnya. Apalagi keilmuan tersebut sudah dikenal orang-orang Mesir kuno ribuan tahun sebelum masehi dan sebelum pengutusan Rosul ‘alaihis salam

Dengan demikian kita tahu bahwa kebatilan dan kebohongan telah dilakukan sebagian pergu­ruan tenaga dalam di tanah air dengan menamakan perguruan mereka dengan nama-nama yang islami seperti : Bunga Islam, al-Barokah, al-Ikhlas, Hik­matul Iman, PIH Silahul Mukmin, dll. Ini adalah penipuan yang nyata, sebab tidak pernah dalam sejarah bahwa perguruan-perguruan tersebut menjadi bunga bagi Islam, menambah keberkahan dan mewujudkan keikhlasan serta keimanan yang benar bagi penuntutnya. Bahkan fakta membukti­kan bahwa seluruh perguruan tenaga dalam meru­pakan sarana dan fasilitas untuk menebarkan ke­sesatan, kesyirikan, sihir, mistik.

Ketiga : Dalam ilmu tenaga dalam terdapat po­kok kesesatan dan kesyirikan yang sangat banyak, sebagaimana yang telah disebutkan di atas secara global.

Keempat : Di antara dampak negatif ilmu tenaga dalam adalah hilangnya rasa tawakal para penun­tutnya kepada Alloh Ta’ala. Sebab mereka merasa telah memiliki kekebalan dan kekuatan luar biasa yang bisa merobohkan musuh dari jarak jauh, sehingga ia merasa tidak butuh pertolongan siapa pun.

Islam mengajarkan bahwa segala sesuatu hanya terjadi dengan izin Alloh, maka ia bertawakkal kepada Alloh Ta’ala dan meminta pertolongan kepa­da-Nya untuk mendapatkan kebaikan dan kese­lamatan serta menolak segala bentuk kejahatan dan malapetaka.

Kelima: Di antara kaidah yang digunakan un­tuk membangkitkan tenaga dalam adalah meditasi yaitu tafakur atau semedi. Ini adalah metode yang bid’ah yang tidak ada landasanya dari al-Qur’an dan Sunnah. Bahkan meditasi adalah komponen dari banyak agama, dan telah dipraktekkan sejak ja­man dahulu yang dikenal dalam bahasa Sansekerta dengan (dhyana). Meditasi dalam salah satu aliran­ Budha Mahayana dikenal dengan istilah (zen). Ak­tivitas ini merupakan usaha antara yang membawa kesadaran menuju samadi.[4]

Intinya adalah aktivitas perenungan yang ber­usaha untuk menyatukan jiwa dengan Tuhan yang dikenal dalam dunia Tasawuf dengan istilah (Itti­haad) yakni Alloh Ta’ala bersatu dengan makhluk. Maha suci Alloh dari keyakinan yang kufur ini. Ti­dak diragukan lagi bahwa konsep dan ajaran yang seperti ini bertentangan dengan aqidah islamiyah.

Itulah sumber pengambilan meditasi yang diajarkan oleh perguruan ilmu tenaga dalam yang berkembang dewasa ini. Hal ini akan menimbulkan dampak negatif bagi penuntutnya yang berujung kepada kebatilan, kesyirikan dan praktek kesesatan yang mistik.

Adapun meditasi atau tafakur yang disyariatkan adalah tafakur tentang makhluk ciptaan Alloh yang merupakan tanda-tanda kebesaran Alloh Ta’ala dan keagungan-Nya. Hal ini akan memotivasi seorang untuk mengagungkan Alloh Ta’ala dan melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan segala yang dilarang oleh agama.

Tafakur seperti ini merupakan salah satu faktor utama untuk menambah keimanan kepada Alloh Ta’ala begitu juga tafakur yang memotivasi seseorang untuk selalu introspeksi diri dan kembali kepada Alloh dengan kerendahan diri dan penuh pengagungan kepada yang Maha Kuasa.

Keenam : Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa orang – orang yang bergabung dalam perguruan tenaga dalam adalah orang – orang yang jauh dari pemahaman yang benar terhadap hakikat Islam dan tauhid. Jika ilmu tenaga dalam itu adalah ilmu yang bermanfaat tentu orang – orang yang berpegang teguh dengan al-Quran dan loyal kepada Sunnah adalah        orang-orang yang akan berada dibarisan terdepan dalam mempelajarinya. Sebab agama memerintahkan kita untuk mempelajari ilmu yang bermanfaat.

KRITIKAN SECARA MENDETAIL TERHADAP ILMU TENAGA DALAM

Pertama : Belajar ilmu tenaga dalam membuat seorang bisa menjadi sakti.

Teknik menjadi kebal yang diajarkan di perguruan tenaga dalam adalah kesesatan dan bid’ah yang tidak pernah diajarkan Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak pernah diamalkan generasi terbaik umat ini.

Kalau ilmu kekebalan adalah ilmu yang benar dan diperbolehkan tentu Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya yang terlebih dahulu mempelajari dan menggunakannya dalam peperangan. Namun Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam terluka dalam perang Uhud dan banyak para sahabat yang gugur syahid dalam pertempuran tersebut.

Hal ini menjelaskan kepada kita bahwa kekebalan bukanlah suatu kebaikan dan kemuliaan, akan tetapi merupakan suatu kebatilan yang tidak terlepas dari peran setan dalam menyesatkan para walinya.

Oleh karena itu telah dinukil dalam sebuah riwayat mengenai ilmu kebal yang dimiliki al-­Harits ad-Dimasyqi yang muncul di Syam pada masa pemerintahan ‘Abdul Malik bin Marwan, lalu mengaku dirinya sebagai nabi. Setan-setan telah me­lepaskan rantai-rantai yang melilit di kedua kaki­nya, membuat tubuhnya menjadi kebal terhadap senjata tajam, menjadikan batu marmer bertasbih saat disentuh tangannya, dan ia melihat sekelompok orang berjalan kaki dan menunggang kuda terbang di udara seraya berkata ia adalah malaikat padahal jin.

Ketika kaum muslimin telah berhasil menang­kap al-Harits ad-Dimasygi untuk dibunuh, sese­orang menikamkan tombak ke tubuhnya, namun tidak mempan (punya ilmu kebal). Maka ‘Abdul Malik bin Marwan berkata kepada orang yang menikamnya itu : “Itu adalah karena engkau tidak menyebut Nama Alloh Ta’ala ketika menikamnya.” Maka ia pun mencoba lagi menikamnya dengan terlebih dahulu membaca bismillah dan ternyata tewaslah ia seketika. (Majmu’ Fatawa, Syaikhul Islam, 11/285)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengomen­tari riwayat di atas : “Beginilah perihal orang orang disertai setan. Setan-setan tersebut akan mening­galkan mereka apabila dibacakan di sisi mereka apa yang mengusirnya seperti ayat kursi.”

Kedua : Mengalahkan musuh dari jarak jauh.

Sekiranya teknik yang seperti ini bermanfaat dan dibenarkan tentu akan dilakukan oleh Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat dalam menghadapi mu­suh dalam peperangan dan jihad di jalan Alloh Ta’ala

Ketiga: Latihan aplikasi jurus tenaga dalam, seorang murid diharuskan bisa emosi/marah.

Seorang muslim juga dituntut meninggalkan segala akhlak keji dan tercela, seperti membenci, dendam, emosi/marah, dll.

Berbeda halnya dengan ajaran perguruan tena­ga dalam, seseorang diajari bisa emosi dan marah. Hal ini tentu bertentangan dengan petunjuk nabi yang mewasiatkan seorang untuk tetap sabar dan tidak marah. Sebab emosi merupakan kunci dan sumber kejahatan, sebagaimana sabda Rosu­lulloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

Dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu berkata : “Sesungguhnya seorang berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Berilah aku wasiat, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ‘Engkau jangan marah.” Beliau mengulangi beberapa kali : “Jangan engkau marah.” (HR. Bukhori, no.6116).

Imam Ibnu Rojab rahimahullah berkata: “Hadits ini menunjukkan bahwa sesungguhnya emosi/marah adalah sumber segala kejahatan dan menahan diri darinya adalah sumber segala kebaikkan.” (Jaami’ Ulum wal Hikam, 1/362).

Di dalam hadits lain dijelaskan bahwa marah atau emosi bersumber dari setan, sebagaimana sab­da Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam “Sesungguhnya marah atau emosi adalah (bersumber) dari setan, dan sesungguhnya setan diciptakan dari api, dan api hanya bisa dipadamkan dengan air, maka apabila salah seorang kamu marah maka berwudhulah.”

Dan dalam hadits yang lain dijelaskan bahwa : “Sesungguhnya setan mengalir dalam tubuh manusia sebagaimana aliran darah.” (HR. Bukhori)

Kemungkinan inilah rahasianya, kenapa per­guruan tenaga dalam mengajarkan bagaimana se­orang bisa emosi atau marah tatkala menyerang lawan, sebab ajaran perguruan tersebut adalah hasil dari bisikan setan. Dan dengan sifat marah setan dengan cepat akan bisa menguasai seseorang, karena ia mengalir dalam tubuh manusia bagaikan aliran darah. Dengan demikian ia akan bisa mem­pengaruhi lawan dan menguasainya berkat bantu­an khodamnya (setan).

Hal ini diperkuat oleh pernyataan para praktisi tenaga dalam bahwa jurus akan berfungsi penuh dan sempurna jika lawan dalam keadaan emosi. Jadi bukanlah karena energi tenaga dalam musuh yang dalam keadaan emosi dapat ditaklukkan de­ngan fungsi jurus-jurus tertentu, tetapi khodam jurus itulah yang langsung merasuk ke dalam tu­buh lawannya yang dalam keadaan emosi menuju otaknya hingga lawannya bisa kita permainkan de­ngan fungsi jurus tenaga dalam/ilmu metafisika.”[5]

Keempat : Perguruan ilmu tenaga dalam mengajaran seseorang menjadi dukun / paranormal

Hal ini dapat dilihat dari praktiknya, di anta­ranya mereka menjadikan seseorang jatuh cinta, membuat orang sakit (santet), penyembuhan dari penyakit dengan jurus-jurus tertentu, meramal barang hilang atau makhluk halus, meramal masa lalu dan masa depan dan meramal isi hati orang.

Semua praktik di atas dilarang oleh syari’at Islam, karena ilmu tenaga dalam adalah ajaran setan yang berusaha menggiring manusia keluar dari agama sehingga terjerumus ke dalam dosa. Akibat akhir perbuatan tersebut tidak keluar dari dua alternatif : kekufuran atau melakukan dosa besar.

Membuat seorang jatuh cinta

Sihir jenis ini dalam bahasa Arab diistilahkan dengan al-’athfu yaitu membuat seseorang cinta kepada orang lain. Dalam istilah lain disebut de­ngan at-tiwalah yaitu sesuatu yang dibuat untuk membuat istri cinta kepada suaminya atau seba­liknya. (Lihat Fathul Majid, hlm. 123)

Ini adalah perbuatan syirik, sebagaimana sab­da Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Sesungguhnya ruqyah (dengan mantera dukun), ji­mat dan tiwalah (sihir mahabbah/pelet) adalah syirik.” (HR. Ahmad, Abu Daud)

Tiwalah dihukumi sebagai syirik karena di­gunakan untuk mendatangkan kebaikan dan menolak kejahatan dengan selain Alloh Ta’ala. (Lihat Fathul Majid, hlm. 124)

Maka apa yang diajarkan dalam ilmu tenaga dalam dengan cara-cara tertentu untuk menjadi­kan seseorang jatuh cinta atau menyukai terma­suk salah satu jenis sihir mahabbah yakni al ‘athf dan tiwalah sebagaimana yang dimaksud dalam hadits di atas.

Ilmu santet (membuat orang sakit)

Hal ini ada dalam dunia ilmu tenaga dalam dan ilmu metafisika dengan cara dan bentuk yang bermacam-macam. Cara ini diketahui oleh orang yang bergabung dalam perguruan ilmu tersebut. Terlepas dari cara dan media yang digunakan, tetaplah perbuatan tersebut terlarang karena bertujuan menyakiti orang lain dan tergolong ke dalam sihir yang diharamkan oleh agama.

Imron bin Hushain berkata : “Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ‘Bukan termasuk golongan kami orang yang melakukan atau meminta tathayyur (menentukan nasib sial berdasarkan tanda-tanda Benda, burung dan lain-lain), orang yang meramal atau yang meminta diramalkan, orang yang menyihir atau meminta disihirkan dan barangsiapa mendatangi peramal dan membenarkan apa yang is katakan, maka sesungguh­nya is telah kafir terhadap wahyu yang diturunkan ke­pada Muhammad‘ (HR. ath-Thobaroni dalam al­-Ausath, al-Mundziri berkata: Sanad ath-Thobaroni hasan. Diriwayatkan juga oleh al-Bazzaar, dengan sanadjayyid)

Sihir tidaklah akan terlaksana kecuali dengan bantuan setan dan menghambakan diri kepada- nya serta melakukan hal-hal yang diharamkan oleh agama.

Penyembuhan dari berbagai penyakit fisik, psikis & ghoib

Pada ilmu tenaga dalam diajarkan teknik pe­nyembuhan dari berbagai penyakit dengan meng­gunakan fungsi jurus-jurus tertentu. Dan tidak diragukan bahwa teknik seperti ini adalah cara yang bid’ah yang bertentangan dengan syari’at, khususnya dalam penyembuhan penyakit psikis dan yang ghoib.

Agama memerintahkan kita untuk berobat de­ngan pengobatan yang disyari’atkan dan bersih dari unsur-unsur kesyirikan serta segala hal yang diharamkan, sebab Alloh Ta’ala tidak menjadikan ke­sembuhan umat ini dari hal-hal yang haram.

Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda :

“Wahai hamba Alloh, berobatlah, maka sesungguhnya Alloh tidaklah menurunkan penyakit kecuali menu­runkan bersamanya penyembuahan (obat), kecuali satu penyakit, mereka bertanya: apa itu ? Beliau menjawab : yaitu kepikunan.” (HR. Ahmad).

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :

“Tidaklah Alloh menurunkan penyakit kecuali menu­runkan bersamanya penyembuhan (obat).”

Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga melarang berobat dengan yang haram, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu ad-Dardaa’, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Berobatlah, dan janganlah berobat dengan yang haram.” (HR. Abu Daud dengan sanad Hasan, 3874)

Alloh Ta’ala telah menurunkan obat yang sangat mujarab untuk seluruh penyakit, baik fisik atau psikis, yaitu al-Qur’an. Akan tetapi banyak kaum muslimin tidak bisa menggunakan dan meman­faatkannya secara baik dengan disertai keyakinan yang benar. Alloh Ta’ala berfirman :

“Dan Kami telah menurunkan al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rohmat bagi orang yang beriman dan al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang yang dholim selain kerugian.” (QS. al-Isro’[171]:82)

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Robbmu dan penyembuh bagi penyakit-­penyakit (yang berada) dalam dada (hati) dan petunjuk serta rahmat bagi orang orang yang beriman. ” (QS. Yunus [io]: 57)

Imam Ibnu Qoyyim rahimahullah berkata : “Al-Qur’an adalah penyembuh yang sempurna dari seluruh penyakit hati (psikis), fisik dan penyakit­-penyakit (yang ada) di dunia dan akhirat. Dan tidaklah setiap orang ahli (bisa) dan diberi taufiq untuk bisa menggunakannya sebagai penyembu­han. Dan apabila orang yang sakit bisa melakukan pengobatan dengan baik dengan   al-Qur’an dan meletakkannya pada penyakit dengan (penuh) ke­jujuran dan keimanan, penerimaan yang sempur­na, keyakinan yang putus dan melengkapi syarat­-syaratnya, maka tidak satupun penyakit yang akan bisa melawannya selama-lamanya.

Dan bagaimana mungkin penyakit akan bisa melawan perkataan Robb (yang menciptakan) bumi dan langit yang seandainya kalau ia ditu­runkan kepada gunung-gunung tentu akan han­cur atau (diturunkan) kepada bumi tentu akan terpotong-potong. Tidak satupun dari penyakit hati (psikis) dan fisik kecuali di dalam al-Qur’an terdapat jalan (cara) untuk menemukan obat dan penyebabnya dan (cara) untuk (melakukan) pre­ventif darinya, (tentu) bagi orang yang diberi  pemahaman oleh Alloh Ta’ala tentang kitab-Nya…. Adapun (resep) penyembuhan (penyakit) hati (psikis) maka al-Qur’an telah menyebutkannya secara rinci dan menyebutkan (juga) sebab-sebab penyakit dan (cara) mengobatinya. Alloh Ta’ala berfir­man :

“Apakah tidak cukup (bagi) mereka bahwa sesungguh­nya Kami telah menurunkan kepadamu  al-Qur’an yang dibacakan kepada mereka.” (QS. al-Ankabut [291: 51)

Maka barangsiapa yang tidak bisa disembuhkan oleh al-Qur'an maka Alloh Ta’ala tidak akan meny­embuhkannya dan barangsiapa yang tidak cukup baginya al-Qur'an maka Alloh Ta’ala tidak akan mem­berikan kecukupan baginya.” (Zadul Ma'ad, 4/322)

Penulis mengajak kita membaca dan mere­nungi perkataan Imam Ibnu Qoyyim rahimahullah , di atas.

Semoga hal itu memotivasi kita untuk membaca al-Qur'an, merenungi dan memahaminya, agar ia menjadi lampu penerang kehidupan dan obat pe­nyembuh segala penyakit jiwa (psikis) dan fisik.

Sangat disayangkan, mayoritas kaum mus­limin sekarang ini berpaling dari al-Quran, tidak membaca dan merenunginya. Mereka juga me­ninggalkan Sunnah. Akhirnya setan membisik­kan kepada mereka agar mencari alternatif selain al-Qur'an untuk mengatasi problematika kehidu­pan dan penyembuhan penyakit yang mereka ra­sakan. Caranya adalah dengan melakukan terapi­-terapi perdukunan dan teknik-teknik ilmu tenaga dalam, yang membuat mereka terperangkap ke dalam jaringan setan yang selalu berusaha meng­giring manusia kepada kesesatan dan kesyirikan, baik disadari atau tidak. Na'uzubillah min zalik.

Meramal barang hilang atau makhluk halus.

Cara ini biasanya dilakukan oleh praktisi ilmu tenaga dalam dengan melatih indranya menjadi peka atau dengan membuat tangannya menjadi sensitif hingga bisa 'meradar' lokasi barang yang hilang atau makluk halus.[6]

Tidak diragukan bahwa cara mendeteksi ba­rang hilang seperti ini tidak ada beda secara subtansi dengan cara perdukunan (kahanah) dan peramal (‘arrofah). Sebab termasuk mengaku me­ngetahui benda yang hilang. Sekalipun para prak­tis ilmu tenaga dalam mengingkari hal itu.

Praktek perdukunan dan ramalan telah dilarang oleh Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan larangan yang keras, sebagaimana dalam sabdanya :

“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal dan menanyakan tentang sesuatu lalu membenarkannya, maka tidak diterima shalatnya 4o hari. “ (HR. Muslim dari sebagian istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam)

Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda: “Barangsiapa yang mendatangi dukun (peramal) dan membenarkan apa yang dikatakannya, sungguh ia telah ingkar (kufur) dengan apa yang dibawa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam .” (HR. Abu Dawud)

Jika ancaman orang yang mendatangi tukang ramal dan membenarkan perkataanya adalah ti­dak diterima sholatnya empat puluh hari dan kufur dengan apa yang dibawa oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lan­tas bagaimana dengan orang yang mempelajari dan mengajarkannya kepada orang lain ? Tentu ancaman dan dosanya lebih besar.

Ilmu tenaga dalam mempelajari teknik mengetahui masa lalu dan masa depan.

Tidak ada yang dapat mengetahui perkara ghoib yang telah lalu atau yang akan datang ke­cuali Alloh Ta’ala , sebagaimana firman-Nya:

“Katakanlah, tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghoib kecuali Alloh.” ( QS. an-Naml [271:65)

Banyak sekali ayat yang menjelaskan bahwa mengetahui perkara ghoib merupakan kekhu­susan Alloh Ta’ala Bahkan Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai utusan Alloh Ta’ala tidak mengetahui perkara ghoib kecuali sesuatu yang diwahyukan kepadanya. Se­andainya ia mengetahui yang ghoib tentu akan mengetahui rahasia takdir yang akan terjadi dan beliau tentu akan mengantisipasinya. Alloh Ta'ala :

“Katakanlah : ‘Aku tidak berkuasa menarik keman­faatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kema­dhorotan kecuali yang dikehendaki Alloh. Dan seki­ranya aku mengetahui perkara yang ghoib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan tidak akan ditimpa kejahatan dan aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman." (QS. al-A'rof [71:188)

Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Kunci perkara ghoib itu ada lima, tidak ada seorang pun yang mengetahuinya melainkan Alloh Ta’ala Tidak ada yang mengetahui (takdir) apa yang di dalam kan­dungan selain Alloh Ta’ala, tidak ada yang mengetahui apa yang akan terjadi esok selain Alloh Ta’ala tidak ada seorang pun yang mengetahui (dengan pasti) kapan hujan akan turun kecuali Alloh Ta’ala dan tidak ada seorang pun yang mengetahui di bumi mana dia akan mati selain Alloh Ta’ala dan tidak ada yang mengetahui kapan terjadinya hari ki­amat kecuali Alloh Ta’ala" (HR. Bukhori)

Jadi tidak diragukan lagi kebohongan para praktisi dan penuntut ilmu tenaga dalam yang mengatakan bahwa mereka dengan teknik medi­tasi dan memakai ilmu clairvoyance bisa mengeta­hui masa depan dan masa lalu, hal itu tiada lain kecuali bisikan setan dan kesesatannya.

Pada Ilmu tenaga dalam diajarkan teknik mengetahui isi hati orang lain.

Tidak diragukan lagi bahwa ini adalah salah satu bentuk perdukunan dan sihir yang diharam­kan agama, sebab isi hati orang lain merupakan perkara ghoib yang tidak seorang pun mengetahuinya kecuali Alloh Ta’ala, sebagaimana firman-Nya :

“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan hati." (QS. Ghofir [401:19)

“Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui yang tersem­bunyi di langit dan di bumi, sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati." (QS. Fathir [35]:34)

Dalam sebuah hadits tentang Ibnu Shayyad seorang paranormal yang diisukan sebagai Dajjal dan bisa mengetahui perkara yang tersembunyi dan isi hati seseorang, sebagaimana yang diri­wayatkan oleh Abdulloh bin Umar radhiyallahu ‘anhu, Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, berkata kepadanya :

“Saya sembunyikan sesuatu untukmu.” Ia men­jawab: “Dukh.” (potongan dari kata dukhan yaitu asap) Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Pergilah dengan hina, kamu tidak akan melampaui kemampuanmu.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Akan tetapi Ibnu Shayyad tidak bisa menebak apa yang disembunyikan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kecuali hanya kata (dukh) sebagaimana kebiasaan paranormal yang mendapatkan bisikan dari setan.

Bahkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutuk dan mencelanya. Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang yang berusaha mengetahui perkara yang tersembunyi dan isi hati seseorang, tiada lain kecuali para pem­bohong yang mengikuti para Dajjal dan setan.

KELIMA :

TENAGA DALAM MENGAJARKAN TEKNIK MENGISI BENDA HIDUP ATAU BENDA MATI UNTUK BERBAGAI KEPERLUAN

Ini adalah tradisi jahiliyah yang tidak lepas dari sihir. Ini adalah salah satu bentuk praktek kesyirikan yang mengurangi atau bahkan mem­batalkan tauhid seseorang. Tujuan pengisian tersebut adalah untuk dijadikan jimat, pengasih­an, penjagaan, kewibawaan, dll. Praktek seperti ini dihukumi oleh Islam sebagai perbuatan syirik sebagaimana sabda Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Barangsiapa menggantungkan jimat ia telah berbuat syirik.” (HR. Imam Ahmad, al-Hakim dan Abu Ya’la)

Jika benda mati atau makhluk hidup yang telah diisi dijadikan sebagai jimat dengan keyakinan bahwa ia adalah penyebab mendatangkan kebaik­an dan menolak madhorot, maka ini adalah syirik kecil yang merupakan dosa besar. Namun, bila pelakunya menyakini bahwa benda tersebut de­ngan sendirinya mampu mendatangkan kebaikan dan menolak madhorot, maka ini adalah syirik be­sar yang mengeluarkan seseorang dari Islam.

Sebagian guru tenaga dalam ‘mengisi’ murid­nya dengan ‘energi’nya dan ilmu-ilmu yang lain, maka ia telah membuat muridnya sebagai “jimat hidup”. Hal ini akan berdampak buruk bagi murid sebab ia akan selalu bergantung kepada diri­nya dan lupa kepada pertolongan Alloh Ta’ala dan

Hilang atau menipis rasa tawakkalnya kepada Yang Maha Kuasa. Hal ini karena ia telah merasa memiliki jimat yang akan menyelamatkannya dari segala bahaya dan kejahatan. Ini adalah keyakinan yang syirik. Alloh Ta’ala tidak akan menyempurnakan hidup orang yang seperti ini, hidupnya tidak akan tentram dan aman sebagaimana sabda Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Barangsiapa menggantungkan (memakai) jimat maka Alloh tidak akan menyempurnakannya (yakni tidak akan menjauhkannya dari musibah) dan barangsiapa menggantungkan tumbal (sejenis jimat untuk menen­teramkan perasaan) Allah tidak akan membiarkannya hidup tenteram.” (HR. Imam Ahmad)

Maksud ia hanya akan mendapatkan apa yang bertentangan dengan keinginan dan tujuannya.

KEENAM :

PADA ILMU TENAGA DALAM TERDAPAT TEKNIK PEMBENTENGAN BENDA HIDUP ATAU MATI DARI SEGALA BAHAYA, DAN TEKNIK UNTUK MENGUSIR JIN

Tidak diragukan lagi, teknik ini bertentangan dengan cara yang disyari’atkan untuk menjaga diri segala kejahatan dan mengusir jin. Teknik yang diajarkan di ilmu tenaga dalam adalah salah satu bentuk praktek perdukunan dan sihir yang diharamkan agama.

Seorang mukmin meyakini bahwa tidak se­orang pun yang bisa memadhorotkannya kecuali apa yang telah ditakdirkan Alloh Ta’ala akan menim­panya. Sehingga ia selalu meminta perlindungan dari Alloh Ta’ala dan bertawakal kepada-Nya. Sebab Dia-lah Dzat yang bisa menyelamatkannya dari bermacam bahaya. Inilah konsekuensi dari tauhid dan keimanan yang tertanam di hatinya.

Oleh karena itu ia cukup membaca dzikir­-dzikir yang disyari’atkan untuk menghadapi bahaya untuk mengusir jin. Seperti do’a yang ajar­kan oleh Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini :

“Barangsiapa singgah di suatu tempat dan dia mengu­capkan : A’uudzu bi kalimaatillahi attaammaati min syarri maa khalaq’ (aku berlindung dengan kalimat­-kalimat Alloh yang sempurna dari kejahatan makhluk ciptaan-Nya), maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakannya sampai ia  pergi dari tempat itu” (HR. Muslim)

Sedangkan untuk mengusir jin cukup baginya dengan membaca dzikir pagi sore terutama ayat Kursi, sebagaimana yang terdapat dalam hadits yang shohih yang diriwayatkan oleh Abu Hu­roiroh radhiyallahu ‘anhu bahwa setan mengajarkan do ‘a berikut :

“Apabila kamu hendak tidur bacalah ayat kursi, Alloh senantiasa akan menjagamu dan setan tidak akan mendekatimu sampai pagi.”Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Ia telah jujur (berkata) kepadamu, sedang ia adalah pem­bohong (besar) itu adalah setan.” (HR. Bukhori)

Demikianlah cara syar’i dalam membentengi diri dari segala bahaya dan untuk mengusir jin. Adapun teknik yang diajarkan dalam perguruan ilmu tenaga dalam adalah cara bid’ah yang diharamkan oleh agama. Landasan ilmu tenaga dalam tiada lain adalah dibisikkan setan kepada para walinya.

Demikianlah sebagian kesesatan dan kesyirik­an yang terdapat dalam ilmu tenaga dalam dan sejenisnya. Dari pemaparan di atas kita bisa me­mahami betapa besar peranan setan dalam me­nyesatkan manusia dari jalan yang benar. Juga dapat disimpulkan bahwa mempelajari ilmu tenaga dalam adalah haram karena tidak ber­manfaat di dunia dan di akhirat, bahkan ia merupakan cara setan dalam menjerumuskan manusia kepada pelbagai kesesatan dan kesyirikan yang bisa membuat seseorang keluar dari agama Islam.

Mudah-mudahan kajian yang sederhana ini bermanfaat bagi penulis dan para pembaca. Penu­lis berdo’a semoga Alloh Ta’ala senantiasa menun­juki kita kepada kebenaran dan memberi kita kekuatan untuk mengikuti dan mengamalkan­nya. Semoga Alloh ‘Azza wa jalla memperlihatkan kepada kita kebatilan sebagai batil dan diberi kekuatan untuk meninggalkannya. Amiin. []

[Disalin dari Majalah Al FURQON, Edisi 10. No: 102  dan Edisi 11. No: 103, tahun ke-9 1431-H/2010-M, untuk dipublikasikankembali di ibnuabbaskendari.wordpress.com]

Catatan Kaki:


[1] Lihat http://id.wikipedia.org/wiki/Tenaga_dalam

[2] Lihat http://metafisis.wordpress.com/2009/11/22/penyimpangan-dan-kesesatan-keilmuan-tenaga-dalam

[3] Lihat : http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_tenaga_dalam

[4] Lihat : http://id.wikipedia.org/wiki/meditasi dan (http://id.wikipedia.org/wiki/Zen

[5] Lihat : http://metafisika.wordpress.com/2009/11/22/penyimpangan-dan-kesesatan-keimuan-tenaga-dalam/

[6] Lihat : http://metafisis.wordpress.com/2009/11/22/penyimpangan-dan-kesesatan-keilmuan-tenaga-dalam/)

Baca juga artikel ini : http://aslibumiayu.wordpress.com/2011/11/21/pengobatan-dengan-tenaga-dalam-bolehkah/

  1. bezzo
    April 17, 2012 pada 11:05 am | #1

    kita berjalan kaki itu memakai tenaga dalam..kita makan memakai tenaga dalam…segala sesuatu memakai tenaga dalam…..kita mengangkat air itu memakai tenaga dalam….Terus apa yg Salah dalam pengolahan tenaga dalam? Tenaga dalam bukan untuk Santet atau untuk Pelet….Tenaga dalam untuk ber Olah Raga meningkatkan Stamina..

    yang asli tenaga dalam itu diantaranya KENTUT, BAB, BAK,he..he..he…. asli tuh tenaga dalam,..

    Kalau pukulan jarak jauh, dipukul pakai besi tidak apa-apa, ditabrak mobil gak lecet, menghipnotis orang, itu sih bukan tenaga dalam, tapi sudah campur tangan jin dan setan,..

  2. orang hilang
    April 13, 2012 pada 9:34 pm | #2

    kaya’ gitu ajja diributin

    Terimakasih atas komentarnya mas / mba

    orang yang berdebat berarti sedang kerasukan setan dan di kuasai nafsu
    sedangkan rasulullah tidak pernah debat, kalian semua yang berdebat belum mengikuti cara rasul jadi jangan saling menyalahkan, koreksi diri ajja
    (aku juga jadi salah nich)
    agaggaga

    Dan Rasulullah juga tidak pernah belajar atau mengajarkan tenaga dalam,.. gitu aja kok diributin ya,.. tinggal ikuti saja apa yang diajarkan Rasulullah,.

  3. Abu Fathurrahman
    Maret 22, 2012 pada 8:03 am | #3

    Saya dahulu pernah belajar Tenaga Dalam secara Islami maksudnya dengan zikir dan wirid ( Zikir dan Wirid tersebut tidak ada contohnya dari Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasalam ), Tawasul kepada Syaikh2 yang sudah meninggal. dalam membaca Zikir dan Wirid tersebut ada dalam 40 tahapan / tingkatan. salah satu cara untuk memperoleh kekuatan dengan membaca :
    1. Istighfar –> 3 X
    2. Berilah aku kekuatan berkat Syaikh Abdul Qadir Zailani
    3. Syahadat.
    dan untuk melepaskan kekuatannya lagi kita harus Istighfar 3X.
    Alhamdulillah saya sudah sadar tidak ikut tenaga dalam lagi karena membaca riwayat Nabi Waktu perang pernah luka ( berarti Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasalam tidak punya tenaga dalam ).
    apa tidak termasuk syirik meminta kekuatan mendahulukan menyebut Syaikh Abdul Qodir Zailani ketimbang Alloh ta’ala.

    Alhamdulillah, anda sudah sadar dan taubat dari hal tersebut,.. meminta dengan perantaraan makhluk yang sudah meninggal adalah termsuk kesyirikan,terlepas siapapun orangnya, baik kepda Rasulullah, atau orang selain Rasulullah,

  4. Maret 18, 2012 pada 9:28 am | #4

    berpegang teguh lah kalian umat nabi muhammad.kepada alqur,an dan sunnah nya..jangan kalian cerna pake akal logika,,,ikutin ajaran nabi muhamad.jangan ikutin ajaran setan…

  5. soe
    Februari 26, 2012 pada 11:18 am | #5

    apa kh Rasulullah telah menjelaskan cara membuat baut,mobil,fecebook,pesawat,komputer jaringan internet,PLTU,PLTA,PLTN…kipas angin,AC,teleskop,aspal,blackberry,iphone.pabrik…???

    Mas, Rasulullah diutus untuk mengajarkan islam, menjelaskan bagaimana cara beribadah yang benar,.. bukan mengajarkan urusan dunia, sebab kata rasulullah, kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian,..

    Makanya orang-orang yang membuat ritual-ritual yang seolah-olah itu dari islam, seolah-olah itu ajaran yg bisa mendatangkan pahala, dan memasukan kedalam surga,. sesungguhnya dia secara tidak sadar atau sadar, sedang mensejajarkan diri dengan Rasulullah,..

    kok berani ya mengutak atik ajaran islam, padahal resikonya sangat berat, bisa mendatangkan murka allah,.. bukan mendatangkan kecintaan Allah,

    • soe
      Maret 2, 2012 pada 5:04 pm | #6

      baut,mobil,fecebook,pesawat,komputer jaringan internet,PLTU,PLTA,PLTN…kipas angin,AC,teleskop,aspal,blackberry,iphone.pabrik…haram ya mas…???

      itu semua bidah mas, bidah menurut bahasa, bukan menurut istilah,.. masih banyak yg belum disebutin mas, bala-bala,tahu goreng,batagor,somay,bakso,becak,sepeda,kereta api,dll… itu urusan dunia semua,.. dan hukum asal urusan dunia adalah boleh, sebelum ada dalil yang melarangnya,.. berbeda dengan urusan ibadah, hukum asalnya adalah haram, sebelum ada dalil yang memerintahkannya,..

      coz Rasulullah diutus untuk mengajarkan islam, menjelaskan bagaimana cara beribadah yang benar,..

      betul, rasulullah diutus tuk memerintahkan gimana tatacara beragama yang benar, bukan gimana cara bikin tempe goreng, atau gimana cara bikin kipas angin, blackberry,.. karena bukan itu tujuan diciptakannya manusia,.

      Tujuan diciptakannya manusia adalah untuk beribadah kepada Allah sesuai dengan tata cara yang sudah dijelaskan oleh Allah melalui Rasulnya,.. bukan dengan cara-cara sendiri yang tidak ada contohnya dari rasulullah,..

  6. soe
    Februari 25, 2012 pada 5:05 am | #7

    tahu tdk apa itu TD…..????
    dari mana cara mendapatkan power TD itu…???
    tahu tdk ilmu pernafasan thai chi dari cina yg tdk mempunyai mantra n tdk mempunyai amalan sepeser pun..???

    ya, taichi juga kekuatan yg timbul bknlah dari manusia sendiri, tapi bantuan jin,

    apakah dengan tidur,buang hajat,berolahraga,n bekerja secara konsentrasi tdk menggunakan TD,n apakah ini jg haram….???

    Kentut juga pakai tenaga dalam ya mas? asli itu tenaga dari dalam,

    apakh energi dalam alam semesta ini haram untuk dipelajari…???

    ngga tuh, ada energi matahari,energi air buat PLTA, energi angin, ngga ada tuh Pembangkit Listrik Tenaga Dalam

    apakh kita hanya dituntut untuk mempelajari 1 bidang ilmu saja sedangkan masih ada jutaan pengetahuan dialam semesta ini…???

    Tapi ngga ada tuh ilmu tenaga dalam, ada juga ilmu sihir, dan itu ilmu yg haram tuk dipelajari

    anda harus pahami bahwa Al-Qur’an dan hadizt sifatx universal n setiap maknax mempunyai pemaknaan luar biasa…

    Mas, emangnya siapa sih yg ditugasi oleh Allah tuk menyampaikan alquran kepada manusia? bukankah Rasulullah? emang rasulullah tdk menjelaskan alquran dan kandungannya? emang ada orang yang hidup jauh dari rasulullah yg mengetahui lebih bnyk kandungn alquran? Abu bakar saja ga punya tenaga dalam, demikian jg para sahabat yg lainnya,

    semua ini harus anda jawab……!!!!!!!!

    Tenaga dalam yg asli ada tuh mas, dijamin yg terkena juga pada ngacir, apa itu? KENTUT,.. buuut… itu asli tenaga dalam ngga pake amalan dan mantera-mantera

    sudah dijawab semua tuh, kalau anda dekat saya sih mau tak kasih tenaga dalam asli,… he..he… mau??

    • soe
      Februari 26, 2012 pada 9:47 am | #8

      dasar apa antum mengatakan tai chi itu bantuan jin…??? jgn sampe antum hanya mengada2 aza tampa ada penjelasan logisx….

      Justru karena ngga jelas, makanya itu dari bantuan jin ,. ngga masuk akal, masa besi dipukul dengan koran bisa patah, itu kekuatan dari mana? sok pikir dengan akal sehat atuh,..

      Tolong buktikan secara ilmiah, darimana tenaga dalam itu sumbernya? kalau ada, kan bisa dimanfaatkan tuh, bikin tenaga listrik yg sumber energinya pakai tenaga dalam, manfaat toh??

      bukan sebuah dalil yg rasional anda mengatakn TD itu sihir….sampe sekarang TD n sihir kedudukanx beda mas….sama halx listrik apakh mengandung jin…/??? apa pengetahuan km tentang TD sedangkan km sendiri tdk pernah belajar yg nama.x TD….hahahahha

      Mas, listrik bisa dipelajari secara ilmiah, bisa dibuktikan, tidak usah melakukan ritual-ritual tertentu, bisa dibangkitkan,

      Tenaga dalam yang asli cuma KENTUT , duuuuut….. he..he..he..

      Dan jika ada orang yang bisa menyalakan bohlam listrik dengan cara dipegang, dan tidak ada kabel listrik yang disambungkan ke bohlam tsb, itulah sihir dan bantuan jin, walaupun dengan dalih tenaga dalam,

      • soe
        Februari 26, 2012 pada 10:38 am | #9

        TD adalah ilmu penapasan…..

        Dimana ada pernafasan disitu terdapat kekuatan. Sebab tanpa adanya pernafasan maka tidak ada kekuatan. Seperti halnya makhluk yang telah mati (meninggal dunia) – tidak bernafas maka tidak punya tenaga / kekuatan sedikitpun.
        Udara adalah materi penting dalam pernafasan. Udara sendiri merupakan salah satu bentuk energi yang ada dialam semesta ini disamping tanah, air, matahari / api dll. Sehingga dapat diartikan makhluk hidup menghirup udara sama saja dengan memasukan energi kedalam tubuhnya. Didalam
        tubuh, energi udara ini akan digunakan untuk memompa jantung guna mendapatkan energi / kekuatan / tenaga dengan bentuk lain yang sesuai dan dibutuhkan oleh organ tubuh. Tenaga / energi dalam bentuk lain itu misalnya energi gerak dan panas. Yaitu dengan memompa jantung untuk menggerakan organ tubuh dan menghasilkan panas tubuh.
        Tanpa adanya tenaga, maka panas tubuh semakin lama akan semakin dingin dan darah menjadi beku. Dan aktivitas lainnya pun terhenti dengan serentak begitu tidak ada aktivitas pernafasan. Kinerja organ-organ vital dalam tubuh terganggu dan akhirnya tidak bekerja dan matilah makhluk tersebut.
        Meski kematian merupakan hal yang Ghoib (berhubungan dengan dicabutnya Ruh) tapi tetap kematian itu berjalan sesuai kodrat yang dapat dijelaskan secara ilmiah seperti diatas. Yang tidak terjelaskan hanya mengenai Ruh saja sebagai perlambang kehidupan, karena ini merupakan masalah Rahasia Ketuhanan.
        Begitu besarnya peran pernafasan dalam kehidupan makhluk hidup. Maka para ahli berusaha meneliti lebih jauh manfaat pernafasan ini. Dan kini telah ada hasilnya bahwa dengan mengolah nafas melalui teknik-teknik tertentu didapat manfaat yang lain. Baik untuk dunia kanuragan maupun kesehatan.
        Rahasia dari energi Tenaga Dalam adalah olah pernafasan. Dengan teknik olah nafas seperti tahan nafas, lepas nafas pelan / keras melalui hidung / mulut, pernafasan segitiga (tarik nafas–tahan nafas–lepas nafas), pernafasan segiempat (tarik nafas–tahan nafas–lepas nafas–tahan nafas) dan teknik pernafasan lainnya, respon yang diberikan tubuh ternyata sangat besar.
        Bukti mudah, coba saja anda tahan nafas cukup 1 atau 2 menit, pasti jantung semakin lama bergerak cepat, begitu pula ailran darah dan begitu lepas nafas membuat nafas tersenggal-senggal tak jarang kepala menjadi pusing. Ini merupakan bentuk respon tubuh (fisik) kalau anda “bermain-main” dengan nafas.

        gmn mas jelas…????????

        Mas, tahan napas bisa buat mukul jarak jauh ya?
        tahan napas bisa buat nyalain bohlam?
        Tahan nafas bisa membuat digiles mobil ngga apa2??

        Dan yang sudah terbukti sih, tahan nafas, simpan di perut dannn….. Bruuutttt… kentut yg keluar,. itu sih terbukti mas,..

  7. Ahmad
    Februari 24, 2012 pada 6:30 am | #10

    Pelajari dulu hakikatnya baru mengeluarkan bacaan seperti ini, Kata anda tidak ada pada masa rasulullah tenaga dalam, Betul atau tidaknya saya tidak bisa pastikan tapi inti dari tenaga dalam sudah ada sebelum dunia ini ada.

    iya, betul,pelajarilah hakekat tenaga dalam, nanti anda akan mengetahui apa tenaga dalam sebenarnya,

    Jika tenaga dalam itu memang diperbolehkan, ngapain perang di jaman rasulullah , rasulullah menggunakan baju besi, sudah aja pake pukulan jarak jauh,

    toh nyatanya ngga, rasulullah pun tidak kebal dibacok, waktu perang beliau berdarah, giginya rontok,
    waktu dilemparin batu sama orang-orang thaif, kaki beliau berdarah,

    kalau tenaga dalam memang dibolehkan di dalam islam, tentu rasulullah yg paling layak mendapatkannya,

    tenaga dalam bukan mukjizat,.. kalau mukjizat dari Allah, kalau tenaga dalam dari bantuan setan,..

  8. syam
    Februari 10, 2012 pada 4:20 pm | #11

    ana bukanlah orang yang pandai menafsirkn ayat/surat atwpn hadist, , , ana jg gk trllu pandai mengamalkn suatu ilmu, , ,brpuluh2 huruf ana baca,bratus2 hadist ku baca , hanya kulihat ap yg d perntah, larangn dan allah yg mencptkn manusia n sluruh isi bumi n langt, ,berdenyut2 nadiku/jantung,berurai2 hatiku ututk berusaha ngomong seakan lidahku tak sanggup menguraikannya, ,smkin ku baca, ku uraikan, ana gak bs memahaminya

    ana hanya bs mnjaga akhlak n akidah trus menjadi insan sprti bagindaku nabi muhammad Shalallahu ‘alaihi wasalam yang baik hatinya,santun perangannya,jujur katanya dan anapun menyayanginya sperti umat muslim seluruh dunia menyanginya dan mengenalnya

    Jika ingin dicintai Allah dan Rasulnya, maka amalkanlah ajaran yang memang betul-betul diajarkan oleh Rasulullah, yang diamalkan oleh para sahabatnya,..

    Contoh akhlak rasulullah, contoh cara beribadah Rasulullah,.. dan Rasulullah tidak pernah mengajarkan tenaga dalam,.. tidak mempunyai tenaga dalam,.. beliau berperang menggunakan baju besi, tidak kebal senjata, waktu perang uhud gigi beliau rontok,

    Kalau tenaga dalam itu baik menurut islam, tentu rasulullah sudah mengajarkannya,..

  9. iwan
    Januari 30, 2012 pada 9:33 am | #12

    Yang haq itu adalah Haq dan yang bathil adalah bathil

  10. RIZAL
    Desember 25, 2011 pada 9:57 am | #13

    Assalamualaykum warohmatullahi wabarakatuh

    Wah menarik juga pembahasan tentang tenaga dalam, tapi kalau dipikir 3 dari khulafaur Rasyidin dulu meninggal sebabnya adalah dibunuh (disamping memang takdir Allah Subhanahu wata’ala).

    Padahal mereka orang yg dijamin masuk sorga, kok bisa yach? Kalau mereka diajarin tenaga dalam yg bakal membunuhnya mungkin terlempar.

    Jadi berpikirlah bagi yg masih belajar tenaga dalam. (Disamping Rasulullah Salallahu alaihi wasallam juga pernah patah gigi pada waktu perang).

    Share pengalaman aja, saya pernah melihat org yg di rukyah mengamuk sampai keluarin jurus. Setelah ditanya jinnya mengaku ada 4 didalam tubuhnya, dan setelah jinnya dikeluarin orngnya mengaku mengikuti satu perguruan tenaga dalam selama +- 8 tahun.

    Coba aja yg punya tenaga dalam di rukyah sambil ditekan perut dibawah pusernya (biasanya mereka menahan napas disitu/ jinnya ada disitu).

    Juga ada rekan lain, yg rajin juga sholatnya ketika di rukyah dia merasakan seperti banyak yg keluar dari kepalanya. Ketika selasai, dia bercerita bahwa ketika kerusuhan Banyuwangi (ninja) dia dan pemuda dikampungnya di isi oleh +- 40 kiyai.

    Mudah-mudahan yg masih mendalami tenaga dalam bisa mengambil pelajaran, dan komen ini ada manfa’atnya

    Wassalamualaykum warohmatullahi wabarakatuh

  11. narso
    Desember 1, 2011 pada 4:45 pm | #14

    tenaga dalam bukan agama dan juga bukan ajaran agama, cuma budaya masyarakat
    jadi belum bisa dinamakan menambah aturan dalam menjalankan agama/beribadah
    jadi belum masuk yang bid’ah

    Dalam prakteknya, untuk mendapatkan kemampuan itu ada amalan-amalan tertentu, ada juga yg diisi oleh gurunya,.. inilah yg terlarang, karena hakekat kekuatan yg ada adalah dari jin

    seandainya nabi seorang yang sakti, maka kitab sucinya isinya tentang ilmu kesaktian bukan tentang cara beribadah

    Seandainya nabi orang sakti, tentu jika berperang tidak menggunakan baju besi, tujuan diturunkannya alquran bukanlah untuk itu, bukan untuk tenaga dalam atau mencari kesaktian,..

  12. iyus fighter
    Oktober 19, 2011 pada 8:35 am | #15

    Jangan yang di perkuat hanya kata2 “perang uhud, gigi rontok, baju besi” itu2 saja yang menjadi dasar keyakinan anda. Ada istilah “tuntutlah ilmu sampai ke Negeri Cina” Al-Qur’an itu luas jika di pelajari dan di situ juga jelas bahwa kita dituntut….

    Emang ngapain nuntut ilmu smpai ke negeri cina? mau belajr kungfu? itu hadits palsu mas,..

  13. granada ramadhan
    Oktober 15, 2011 pada 4:30 am | #16

    assalammua’laikum

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    maaf mas numpang nanya kalau ngaktifin tenaga dalam gi mana sih
    cara nya….????

    Caranya, tanya ke orang yang belajar tenaga dalam, kebetulan saya tidak mempelajarinya, dan saya berlindung kepada allah dari mempelajari tenaga dalam yang pada hakekatnya kekuatan tenaga dalam itu dari setan, janganlah tertipu olehnya, walaupun yang dibaca ketika akan mengeluarkan atau mendapatkan tenaga dalam itu adalah bacaan alquran, atau dzikir2 tertentu, semua itu hanyalah akal-akalan saja, alquran bukan untuk itu tujuannya, itu pada hakekatnya adalah pelecehan dan penghinaan terhadap alquran,..

  14. wawaw
    September 25, 2011 pada 2:43 am | #17

    Maaf mas . Saya emang bukan orng yang begitu rajin solat . Mengerti banyak tentang agama . Ataupun orang yg mempunyai tenaga dalam .
    Kalo saya baca komentar2 diatas , secara tidak langsung bahwa mas mengatakan kalo apa yg dilakukan kita sekarang tidak sesuai dengan ajaran rosulullah maka itu dosa . Seperti tenaga dalam ? Zaman dulu rosulullah tidak mengenal tenaga dalam kan . Seperti zaman dahulu rosululah tidak mengenal apa yg namanya mobil , internet , ataupun barang elektronik yg lainya . Bukankah itu juga ilmu ?

    Itu adalah urusan dunia, membuat mobil tidak memakai amalan-amalan tertentu, demikian juga kalau kita menggunakan internet, tidak perlu melakukan amalan tertentu, atau menggunakan handphone, dan peralatan elektronik lainnya,.. itu semua adalah perkara dunia,..

    Ilmu untuk mempelajari elektronik . Sama seperti ilmu untuk mempelajari tenaga dalam ?

    Sangat jauh bedanya antara tenaga dalam dan barang elektronik,..

    Jadi intinya menurut saya ilmu apapun itu asalkan bisa membantu sesama dan benmanfaat seperti penyembuhan itu bagus .

    Dalam tenaga dalam, misalkan itu bisa menyembuhkan, pada hakekatnya itu minta tolong kepada jin, dan ini tidak boleh,..

    Dan dalam al-quran juga dikatakan bahwa kita harus sering membantu satu sama lain ..

    Menolong orang lain, itu sesuatu yang dianjurkan, akan tetapi, caranya juga harus dengan cara yang tidak bertentangan dengan syariat islam,.. bukan dengan tenaga dalam,..

  15. ragajati
    September 8, 2011 pada 5:42 am | #18

    tenaga dalam bukan ilmu dr agama islam, tp tenaga dalam adalah ilmu bid’ah atau buatan manusia…

    hakekat tenaga dalam berasal dari setan, dan itu sesuatu yg diharamkan, bukan buatan manusia,..

    Dan sedangkan bid’ah itu ada yg baik dan ad yg buruk, lalu bagaimana menurut anda apkh tenaga dalam itu baik atau buruk, klo baik ya d pakai, klo tdk baik tinggalkan saja… Tp klo anda ragu kembalikan pd al-qur’an dan hadist

    yg penting damai

    jauhi setan, maka kita bisa hidup damai,..

  16. sutisna
    Agustus 25, 2011 pada 5:03 am | #19

    Assamulaikum wr.wb,

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakaatuh

    Ma’af mas saya pernah belajar oleh pernapasan murni dengan jurus tanpa bacaan tertentu hanya ikrar saja sbb Baca syahadat kemudian membaca roditubiilahi robba wabil islami diina wa….dst dan saya katakan sejujurnya yang sebelumnya saya emosian tapi alhamdulillah setelah ikut berlatih jadi tidak emosian lagi…apakah ini juga termasuk syirik

    Ini bisa jatuh kedalam kebidahan, hal yang lebih disukai setan juga,.. karena tidak ada contohnya dari rasulullah kalau bacaan syahadat dan doa diatas dipraktekan oleh rasulullah juga para sahabat untuk hal-hal tersebut,.. terlepas dari hasil yang anda dapatkan,.. sebab dengan mendalami ilmu agama yang benar, sikap emosian bisa diredam, bahkan rasulullah memberikn petunjuk, jika sedang emosi atau marah, suruh berta’awudz, itu lebih berpahala, bukan dengan belajar silat disertai doa yang tidak diajarkan rasulullah..

    dan dengan latihan tsb tidak membuat saya jadi sakti dan kebal ato bisa menyantet orang.dan memang yg dirasakan badan lebih fit dan untuk urusan ibadah tidak pernah saya tinggalkan termasuk sholat sunah dan tetap membaca zikir-zikir kpd Allah sesudah sholat fardhu sesuai petunjuk rosulullah SAW dan secara pribadi saya tidak berubah sikap menjadi sombong apalagi ngajak orang berantem.dan larangannyapun sama dengan yg dilarang oleh agama jgn berzina, berjudi, mabok, dll…apakah dg perilaku tsb juga syirik .

    Demikian terima kasih.

    Menurut sepengetahuan saya, itu semua cuma sebagai kedok saja, supaya kelihatannya lebih islami, jadi diselipin dengan amalan2 tersebut,
    Apa yang dapatkan, bisa dilakukan kok, tanpa ikut latihan seperti itu,. dengan belajar dien ini, menurut pemahaman para sahabat, hati akan menjadi tenang, tidak bingung, badan juga akan menjadi sehat,..

    Lebih selamat, tingalkanlah itu semua,..duduklah di majlis ilmu, bukan di majlis pencak silat yang disisipi hal2 seperti itu,.. silat ya silat, belajar ketangkasan tanpa bacaan dan amalan tertentu,.. belajar agama ya duduk di majlis ilmu, begitu saja mas,.. emang yang ngajar silat itu ustadz? ngerti hadits? ngerti bahasa arab? atau banyak hafalan quran dan haditsnya?

    Jadi, saya tidak menghukumi syirik, tapi ditakutkan nanti akan terjatuh ke dalam kesyirikan, minimal kebidahan, apalagi mas sendiri belum memahami apa itu syirik, apa itu bidah,.. mending ditinggalkan saja,…

  17. ma96ma
    Agustus 14, 2011 pada 8:07 am | #22

    “Tenaga dalam” hanyalah istilah,ada tenaga surya,tenaga uap air,tenaga nuklir,tenaga kuda, dan tenaga-tenaga lain yg di al-quran tidak disebutkan satu-persatu tetapi ada pada kenyataannya,penggunaan ilmu tergantung orangnya,contoh : ilmu agama pun bisa dimanfaatkan ke hal-hal yang negatif.

    Betul, dan alquranpun bisa digunakan atau dihinakan dengan cara seperti itu,..

    Kalaupun ada perguruan tenaga dalam yang mengharuskan hal-hal yg tidak sesuai ajaran agama itu merupakan tanggung jawab si empunya peguruan yg notabene adalah manusia biasa yg punya banyak kepentingan. Jadi tolong jangan salahkan atau men-judge bahwa ilmu tenaga dalam itu tidak baik. Saya adalah orang yang memanfaatkan tenaga dalam untuk terapi penyembuhan thd orang lain,ilmu itu saya bisa secara tidak sengaja alias udah ada pada diri saya tanpa saya tahu, sebab tanpa syarat,tanpa tirakat,tanpa harus yg aneh-aneh dan baru tahu setelah ada orang sakit dan saya coba menolongnya dan sembuh,kejadian itu berulang kali terjadi namun kenyataannya saya juga tetap percaya n yakin bahwa segala tenaga yang ada di jagad raya ini milik Allah semata.

    tenaga dalam bisa di isi, bisa dipelajari,.. dan itu faktanya,. gak usah mungkir lah,..
    tidak mungkin datang begitu saja,..

    dan tenaga dalam, bisa dimunculkan sesuai kehendak yang memilikinya,.. itupun jika sang jin sedang akur sama empunya tenaga dalam,..

    • ma96ma
      Agustus 14, 2011 pada 11:28 am | #23

      nggak mungkir mas…ini bener mas, saya bisa dulu baru tahu kalo itu tenaga dalam alami/bakat/entah namanya…itupun setelah saya tahu dan banyak dapat masukan-masukan dari orang2x yg tau tentang itu dan dari buku/internet/literatur yg lain…tapi mas ndak percaya ya ndak masalah…biasalah mas kalo belum pernah ngalami….saya cuma niat memberi masukan mas…banyak hal-hal di alam semesta yg belum terjangkau pikiran/nalar manusia…seperti saat tongkat nabi musa berubah jadi ular dikatakan sihir oleh mereka yg belum tahu..padahal itu memang benar karena kekuasaan Allah…

      Setan dalam menyesatkan manusia itu pinter, ada orang yang tidak belajar tenaga dalam tiba2 bisa , pandai mengobati orang, dll,..

      agar nantinya tujuan setan tercapai, yaitu menjerumuskan orang lain melalui perantara orang yg punya keistimewaan tadi,..

  18. ma96ma
    Agustus 14, 2011 pada 7:40 am | #24

    Aduh mas…maaf mbok banyak lebih membaca n buka pikiran n jangan hanya fokus pada satu pendapat sebelum terlambat..mengapa saya bilang begitu? karna coba mas baca kembali tulisan mas bahwa “tenaga dalam” bukan dari islam dilihat dari bahasanya, lhah memang bahasanya agama islam tuh apa ? bahasa arab…nah padahal banyak ilmu yang bermanfaat bukan hanya dengan bahasa arab mas….dan yg pasti lagi di romawi,eropa, dan negara selain arab juga ada yg beragama islam kok… jadi tolong jangan langsung menuduh dech…ini nich salah satu penyebab yg berpotensi bikin sesama muslim pecah…

    Terlepas dari bahasanya, mau bahasa arab,bahasa jawa, terserah,..

    Perlu diketahui, sejak jaman Rasulullah, jaman shahabat, juga thabiin,dan seterusnya tidak dikenal ada yang namanya tenaga dalam,

    apalagi diperoleh setelah melakukan ritual2 tertentu,. seperti wirid2,puasa mutih, dll..

    Rasulullah saja sebagai manusia terbaik, tidak memiliki tenaga dalam, tidak kebal, bahkan rasulullah pernah tersihir, pernah terkena racun, bahkan ketika perang beliau memakai baju besi, gigi beliau rontok,..

    apa yang kurang dari rasulullah?

    Kalau memang tenaga dalam ada dalam islam, maka penyebar dakwah islam, Rasulullah lebih layak tuk memilikinya, dan ternyata rasulullah seperti manusia biasa,.. tidak memiliki tenaga dalam,..

    kok ada orang2 sekarang, yg dalam segi beragamanya jelas sangat jauh dibanding rasulullah, .. kok bisa memiliki tenaga dalam, dan itu bisa dipelajari,..

    janganlah terjerumus oleh tipudaya syetan…

    karena hakekat tenaga dalam itu adalah bantuan jin,.. bukan karena itu dari ajaran islam,..

    wallahu a’lam bis shawab..

    • ma96ma
      Agustus 14, 2011 pada 11:50 am | #25

      maaf lagi ya mas…saya juga tidak kebal senjata,saya juga pernah sakit,kalo puasa ya lah mas puasa romadhon n puasa masuk islam, eh puasa senin-kamis….

      kalo dari segi beragama jelas beda donk mas..poligami jaman rasulullah dengan jaman sekarang juga beda…

      kata siapa beda? kata anda sendiri?

      satu lagi mas rasulullah jelas punya tenaga dalam/tenaga lebih/tenaga istimewa hanya saja tidak diperuntukkkan untuk unjuk kekuatan dan sejenisnya..tetapi lebih untuk dakwah…

      Emang apa itu tenaga dalam mas? Rasulullah tidak memiliki tenaga dalam sama sekali, ada juga mukjizat,.. dan mukjizat beda dengan tenaga dalam,.. kalau mukjizat itu dari Allah, dan tidak bisa dengan sengaja dimunculkan, berbeda dengan tenaga dalam, sebab itu dari setan atau bantuan jin, dan bisa dengan sengaja dipamerkan,..

      mana ada manusia yg tidak punya kekuatan lebih/kekuatan ekstra dan tidak bisa membaca kok bisa menyampaikan firman Allah dengan bahasa yang begitu indah dan halus….

      Rasulullah tidak bisa membaca dan menulis mas,..
      Ini untuk menunjukkan kepada manusia, bahwa apa yang Rasulullah sampaikan adalah bukan karangan Rasulullah itu sendiri,.. tapi wahyu dari Allah yang disampaikan oleh malaikat jibril
      Jadi bukan hal yang aneh, jika ada orang yg tidak bisa baca dan tulis lalu bisa membaca alquran, banyak contohnya, dengan cara apa? ada yang menyampaikan kepada orang tersebut,..

      Demikian juga Rasulullah, bukan karena rasulullah memiliki tenaga dalam atau kekuatan ekstra,..

      Jadi anggapan anda tidak benar sama sekali,..

      Rasulullah mempunyai mukjizat, seperti beliau pernah membelah bulan menjadi dua,.. satu hal yang manusia tidak mampu melakukannya hingga jaman canggih sekarang ini,. dan itu bukan tenaga dalam, tapi mukjizat,..

      ginilah mas saya hanya mualaf biasa yg nggak seperti mas…yg lebih banyak tahu tentang Al-Quran, dan niat saya hanya memberi masukan mas saja kok ndak niat debat….wassalam.

      Seharusnya anda giat belajar lagi, dan mempelajari islam dengan pemahaman para sahabat, agar anda tidak tersesat,.
      apalagi sebagaimana anda katakan, anda adalah mualaf, tentu pemahaman islam anda belum banyak mengetahui hal-hal yang sebenarnya itu bukanlah dari islam, walaupun banyak orang islam yang melakukannya,..

      Alhamdulillah sekarang banyak media tuk belajar islam ini,. baik internet,buku, radio,vcd, dll

      Jika anda tinggal dijakarta, banyak sekali tempat2 kajian dakwah islam menurut pemahaman para sahabat,.. radio juga ada, anda bisa memutar radio rodja, di frekwensi 756 AM

      Mudah-mudahan Allah menunjuki anda ke jalan yang benar…..

      • ma96ma
        Agustus 14, 2011 pada 12:12 pm | #26

        O ya lagi mas kalo mas belum tahu sesungguhnya yang diajarkan oleh nabi isa/yesus juga adalah agama islam tetapi diselewengkan oleh sebagian pengikut/umatnya yang disebabkan oleh hal lain dan juga karena menganggap nabi isa/yesus mempunyai kekuatan lebih/tenaga penyembuh ,salah satunya adalah ketika menyembuhkan orang buta …maka iqro’ lah dan ilmumu akan semakin bertambah dan semakin bijaksana….amiiin

        Semua rasul mendakwahkan kepada Islam, yaitu mentauhidkan Allah, dan menjauhi syirik,..
        Agama kristen bukan agama yang dibawa oleh nabi isa, akan tetapi agama buatan paulus,..

        terlepas dari mukjizat nabi isa , maka saya mengajak anda untuk iqra, sehingga mengetahui hakekat tenaga dalam itu sendiri,..

        sebab tenaga dalam ada unsur kesyirikan didalamnya, yang mana syirik ini adalah hal yang semua Rasul diutus untuk memberantas kesyirikan,..

        Mudah-mudahan Allah menunjuki anda kepada kebenaran…

      • ma96ma
        Agustus 18, 2011 pada 6:14 pm | #27

        maaf saya bukan mas tapi mbak ….makasih atas doanya, moga mas juga bisa paham bahwa tidak semua tenaga dalam itu sesat/tidak baik [jangan hanya terfokus pada satu teori/pemahaman] sama seperti tidak semua roti manis rasanya.

        Beda antara roti dengan agama islam mbak,.. kalau roti bisa beraneka macam rasanya, kalau agama islam itu cuma satu,.. kewajiban kita adalah mengikuti ajaran islam, berdasarkan pemahaman para sahabat, yang dididik langsung oleh rasulullah, bukan menurut pemahaman yg lainnya,

        Selama ini yg saya pelajari dari Islam ternyata perilaku penganutnya beda dari kelihatannya,,semakin mengenal banyak muslim semakin heran, kok bisa ya satu kitab,satu nabi tapi beda-beda pemahaman n sering saling merasa benar sendiri dan akhirnya tidak akur…sedih sich…tapi bagaimanapun juga saya tetep yakin bahwa islam adalah agama yg benar…dan benar sekali mungkin pemahaman saya tentang islam kurang tapi belum tentu khan pemahaman seorang muslim yg lama di islam pasti lebih baik dari yg mualaf??? biar Allah yg men-judge karena hanya Allah hakim yg paling benar.

        Kenapa mereka berselisih paham?
        Sudah saya jelaskan ,karena mereka memahami islam menurut pemahaman mereka masing-masing, menurut organisasi mereka, menurut madzhab mereka, atau menurut apa yang didapatkan dari orang tua mereka, jadi islam itu agama turunan,.. jadi orang islam tidak mau belajar lagi tentang ajaran islam yang betul-betul diajarkan oleh Rasulullah, langsung kepada para sahabatnya,..

        Jika mereka mau mengembalikan pemahaman mereka kepada pemahaman para sahabat, niscaya mereka akan bersatu,. dan mengamalkan islam berdasarkan ilmu,.. bukan taklid buta,..

        Karena perintah Allah, kita disuruh mengikuti mereka,. sebagaimana disebutkan dalam surat attaubah ayat 100

        Juga Allah mengancam mereka yang tidak mau mengikuti para sahabat, sebagaimana disebutkan dalam surat annisa ayat 115,

        biar Allah yg men-judge karena hanya Allah hakim yg paling benar.

        ya, Allah sudah menjudge dalam kedua ayat tersebut,.. silahkan, tinggal mba sendiri yang mau milihnya,.. baca tafsir kedua ayat tersebut,..

      • Agustus 20, 2011 pada 2:55 pm | #28

        okay makasih….

  19. Tommi
    Agustus 10, 2011 pada 3:19 am | #29

    “saya kasi saran ilmu ALLAH sangat luas dan tidak bisa hanya di jangkau dgn pikiran…”

    Sangat setuju mas, bahkan saking luasnya ilmuNya, alam semesta ini tidak akan mampu menampungnya. Namun saya balik bertanya pada anda, apakah ilmu Allah yg sangat luas itu diberitahukan seluruhnya kepada manusia??? Tolong dijawab ya om hendrick

    Saya liat disini komen2 yg kontra dengan penulis kebanyakan hanya berdasar emosinya saja, mereka marah2 karena ada saudaranya yg menasehati kekeliruan ilmu tenaga dalam tetapi marah2nya hanya dilandasi emosi. Tolong mas dipelajari lg, apakah memang benar Islam mengajarkan tenaga dalam? Apakah Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya mensyariatkan untuk mempelajari tenaga dalam? Apakah Imam Syafi’i didalam kitab2nya mengajarkan tenaga dalam??? Tolong untuk direnungkan.

  20. om hendrick
    Agustus 8, 2011 pada 7:58 am | #30

    apa yang ada dipikiranmu.itulah keyakinanmu….dan apa yang kamu yakini itulah dirimu……jgn men judge suatu bentuk pemahanan orang lain yang kamu tidak mengetahui sedikitpun….artinya tulisan di blog ini…hanya celotehan yang tidak mengandung unsur pengetahuan dan kebenaran….orang yang tidak tahu tentang islam bicara tentang islam….saya kasi saran ilmu ALLAH sangat luas dan tidak bisa hanya di jangkau dgn pikiran…

    Om hendrik yang baik,..
    Rasulullah sudah mengajarkan semuanya,..
    Orang mau ke wc saja diajarkan adab-adabnya,..

    Tinggal kita mau belajar atau tidak, gitu aja,..
    Janganlah kita mencukupkan diri dengan apa yg kita dapat waktu kecil,.. atau dari orang tua kita,..
    Anda sekolah saja mungkin sampai ke perguruan tinggi,..

    Untuk Islam, yg tujuannya adalah negeri yang kekal, di akherat sana… kok ngga mau belajar,. cukup apa yg kita dapati dari kecil, dari orang tua, atau masyarakat setempat?

    kan ini ironi,.. harusnya kita belajar, jadi kita tahu, bukan dikasih tahu malah komentar begitu,…

  21. ILMU HIKMAH NUR SYAHADAH
    Juni 30, 2011 pada 12:46 pm | #31

    pada pendapat saya kamu memang betul tp ada kalanya kamu tidak akan dapat terlepas dari bahaya syaitan ,,,,

    Siapa yang bisa terlepas dari godaan setan? mungkin hanya rasulullah saja,

    saya paham niat kamu betul tp kamu terus tidak memberi laluan kebaikan kepada ilmu tenaga dalam .

    Seandainya tenaga dalam itu adal dalam islam,.. tentu rasulullah sudah mengajarkannya kepada sahabat,.

    dan yg lebih layak untuk mendapatkan tenaga dalam adalah rasulullah, akan tetapi,.

    Rasulullah tidak bisa terbang, berjalan diatas air, atau tidak mempan dibacok, dibakar,..

    Rasulullah waktu perang memakai baju besi,.. waktu perang uhud giginya rontok,..

    kalau punya tenaga dalam, kan enak, tinggal pakai pukulan jarak jauh,..

    Dan di indonesia , banyak orang sakti, yang memiliki ilmu kedigdayaan, tenaga dalam yang super hebat,..

    tapi nyatanya…

    Indonesia dijajah selama 360 tahun oleh belanda,..

    kemana tuh pendekar2 yg punya tenaga dalam??

    Kenapa tidak bisa mengusir penjajah,

    jawabannya, karena semua itu dari bantuan jin, bantuan setan,

    Tenaga dalam bukanlah dari islam,.

    saya percaya suatu hari nanti dengan nama ALLAH S.W.T akan tunjukkan kepada kamu ,,, insyaallah ,,,,

    nunjukin apa? tenaga dalam?

    ngga perlu, saya dah tahu apa hakekat dari tenaga dalam tersebut,..

  22. Abdullah
    Juni 3, 2011 pada 9:51 pm | #32

    mas admin…mau penjelasan tenaga dalam yang ilmiah….bisa…tapi jangan di delete ya….sudah banyak komentku yang anda delete…ngapain anda buat kotak koment kalo ada yang koment anda delete…..

    mas, siapa sih yang lebih layak mempunyai tenaga dalam?

    Rasulullah saja tidak mempunyai tenaga dalam,..
    Rasulullah sewaktu perang memakai baju besi..
    Rasulullah tidak kebal,
    Beliau ketika perang uhud giginya rontok,..

    Kalau memang tenaga dalam ada dalam islam, dan ini bermanfaat, maka rasulullah sudah mengajarkannya..

    Para sahabat sudah mempraktekannya..

    Mas, belajar akidah yang bener dulu ,baru nanti anda mengerti apa sih hakekat tenaga dalam itu,..

    Sungguh di negeri ini dulu banyak orang sakti,. katanya…

    Bukan hanya tenaga dalam,, tapi banyak kesaktian lain juga,

    ternyata… untuk mengusir orang kafir saja tidak bisa,.. indonesia dijajah ratusan tahun…

    Mas, sudah jaman modern kok masih percaya tenaga dalam,…

    Yang bener saja mas…

    Komentar mas gak ada yg bermutu, menuh-menuhin keranjang sampah saja,..

  23. Abdullah
    Mei 20, 2011 pada 11:21 am | #33

    monggo mas…saya mengajak anda berdebat di sini silahkan main kroyokan di tunggu mas…http://dibusekbae.wordpress.com/2010/04/23/inilah-inti-tenaga-dalam-tenaga-metafisik-dan-ilmu-hikmah-sebuah-pengalaman-pribadi-bag-1/

    Ada sesuatu yang lebih bermanfaat daripada link yang anda berikan,.. bacalah hadits ini dan semoga kita bisa termasuk dalam orang-orang yang memperoleh janji Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam dalam sabdanya

    « أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِى رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِى وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِى أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ »

    “Aku menjamin sebuah rumah di pinggiran surga bagi siapa yang meninggalkan perdebatan meskipun dia berada di atas kebenaran, dan sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun hanya bercanda, dan sebuah rumah di tempat tertinggi di surga bagi siapa yang membaguskan akhlaqnya” (HR Abu Dawud no 4802 dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam shahihul Jami’ no 1464)

    • tommi
      Mei 23, 2011 pada 4:37 am | #34

      Wah seram sekali mas Abdullah, inikah akhlak org yg belajar tenaga dalam yg katanya untuk pengendalian diri dan pengendalian nafsu amarah (tasawuf)? Ketika ada saudaranya yg mengkritisi langsung diajak berjidal bahkan mengajak main keroyokan??? wah wah wah. Seram sekali antum ini.

      Yah saya mah tidak heran memang ketika ada sesuatu yg kita senangi bahkan kita taqlidi secara buta (ditradisikan) tiba2 dikritik oleh org dan kita langsung memarahi org itu tanpa melihat apa esensi kritiknya. Hmm semoga Allah Azza wa Jalla melembutkan hati mas Abdullah. Ga baik ah mas mengajak berjidal apalagi mengajak keroyokan, wong mas mufti hanya menyampaikan nasehat kok. Mau diterima Alhamdulillah, ga mau diterima jg ya ga apa2. Toh bila memang antum yakin jalan hidup antum adalah lewat tenaga dalam ya jalani saja lah, tidak perlu sampe sebegitunya ngajak jidal segala.

      Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
      مَا ضَلَّ قَوْمٌ بَعْدَ هُدًى كَانُوْا عَلَيْهِ إِلاَّ أُوْتُوْا الْجَدَلَ، ثُمَّ قَرَأَ : مَا ضَرَبُوْهُ لَكَ إِلاَّ جَدَلاً
      “Tidaklah sebuah kaum menjadi sesat setelah mereka dulunya berada di atas hidayah kecuali yang suka berdebat, kemudian beliau membaca (ayat) “Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja””. (HR Tirmidzi & Ibnu Majah dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu

      Jazakallahu khairan…

    • Abdullah
      Juni 4, 2011 pada 7:15 am | #35

      hadist..kok di bilang nggak bermutu…

      hadits shahih, jika dijelaskan oleh orang yang bukan ahlinya,.. maka jadi rusak maknanya,..

      apalagi jika yang dibawakan adalah hadits dhaif,.. atau hadits palsu,.. tentu lebih parah lagi kerusakannya,.. wallahu a’lam..

  24. arab
    April 19, 2011 pada 7:31 am | #36

    ana dengar ada orang yang mengharamkan dzkir jama’ah setelah shalat??

    imam Syafei dalam kitabnya Al-Umm, “aku memilih untuk imam dan makmum agar keduanya berzikir kepada Allah sesudah salam dari sholat, keduanya melakukan zikir secara lirih kecuali imam yg menginginkan makmum mengetahui kalimat-kalimat zikirnya, maka dia boleh mengeraskannya sampai dia yakin para makmumnya sudah mengetahuinya, kemudian dia berzikir secara lirih lagi”. Inilah pilihan atau pendapat Imam Syafei, tidak ada dikalangan syafiah yg melarang atau mengharamkan zikir jahar. Masalah zikir dgn suara keras sudah ada dalilnya , Masalah ada orang yg telat sholat, hadist itu secara zahir tidak membahasnya, jadi kalau ada yg berpendapat zikir lirih atau zikir jahar maka keduanya merupakan pilihan.

    Perhatikan penjelasan imam syafi’i dalam kitab al umm,..

    Berkata Imam Asy-Syafi’i dalam kitab Al-Umm bahwasanya Nabi Shallallahu
    ‘alaihi wa sallam mengeraskan suaranya ketika berdzikir adalah untuk mengajari orang-orang yang belum bisa melakukannya. Dan jika amalan tersebut untuk hanya pengajaran maka biasanya tidak dilakukan secara terus menerus.

    Imam ASy-Syafi’i menyimpulkan berdasarkan sanad yang shahih bahwa Umar pernah men-jahar-kan do’a iftitah untuk mengajari makmum ; yang menyebabkan Imam ASy-Syafi’i, Ibnu Taimiyah dan lain-lain berkesimpulan bahwa hadits di atas mengandung maksud pengajaran.

    Dan syari’at telah menentukan bahwa sebaik-baik dzikir adalah yang tersembunyi.

    selengkapnya bisa dibaca disini

    • Abdullah
      Juni 5, 2011 pada 5:51 am | #37

      smoga Allah membalas kebaikan saudara…sampai jumpa nanti di blog tandinganku….

      Jazakallahu khairan,..

      Mudah-mudahan Allah memberikan hidayah untuk anda,..
      Semua postingan atau blog yang dibuat, akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah kelak,..

      oleh karena itu,…

      Berhati-hatilah,.. jangan sia2kan waktumu untuk membuat blog yang hanya akan menambah dosa2mu saja,..

  25. April 17, 2011 pada 9:57 pm | #38

    anda terlalu banyak berbicara tentang syirik…kalo anda muslim..anda mempunyai iman tidak lebih dari pada tempe….belajar lg mas…..

    mas, masih mending punya iman sebesar tempe, daripada kita berbuat syirik, sebab tidak akan pernah kita dapati orang yang mempunyai iman sebesar gunung, tapi melakukan kesyirikan seperti belajar tenaga dalam,…

    Jadi, belajar lagi mas, tapi bukan belajar tenaga dalam,… belajar ilmu agama yang benar, berdasarkan pemahaman para sahabat,… silahkan baca surat attaubah ayat 100, atau surat annisa ayat 115, baca tafsirnya, tafsir ibnu katsir,..

    • hasan
      April 18, 2011 pada 10:41 am | #39

      lho..lho… mas abdullah,,, antum dateng bertamu kok marah-marah begitu,, maaf mas,, kita disini semua mang masih belajar dan selalu belajar,, memperbaiki diri terutama akhlak mas,, percuma kalo ilmu tinggi tapi ga punya akhlak,,jadi kita sama-sama belajar,, oc.. he,
      maaf ni mas admin memangnya kita harus terikat satu madzhab ya?

      Tidak boleh kita taklid pada madzhab tertentu, ke 4 imam madzhab saja melarang kita tuk bertaklid padanya…

      Kita disuruh taklid hanya kepada hadits yang shahih dari Rasulullah,..

      Bahkan Imam yang 4 juga demikian, menyuruh untuk mengikuti hadits yang shahih saja, jika ada pendapat mereka yang menyelisihi hadits yang shahih dari Rasulullah, maka pendapat mereka wajib ditinggalkan, kita ikuti hadits Rasulullah yang shahih,..

      Jadi, pendapat imam madzhab yang sesuai dengan hadits yang shahih dari Rasulullah saja yang kita ikuti,..

      Begitu mas, tidak harus satu madzhab,..

  26. April 17, 2011 pada 9:52 pm | #40

    hanya satu untuk anda baca nih….http://delete-fatih.blogspot.com/

    Diganti ini saja mas, http://konsultasisyariah.com/ , http://almanhaj.or.id/ , http://yufid.com/,http://radiorodja.com/
    Insya Allah lebih bermanfaat… ngga percaya? silahkan dibuka saja…

    • Mei 14, 2011 pada 1:04 pm | #41

      he..he…kenapa di delete mas….takut ya…titel ustad anda bisa di cap ustad gadungan…sebagai admin jika ada kritikan yang tajam jangan di delete yang menilai kan pengunjung..anda boleh meyakinkan orang bahwa tenaga dalam itu sesat tapi anda juga harus konsekwen dong..berani menerima kenyataan…mas kalo buat blog jangan ngaur..dong…ok..saya ingin menjajal pengetahuan anda yang mengklaim tenaga dalam adalah sesat..baru di kasih satu aja refrensi udah di delete..mas..mas..tidak cocok jadi ADMIN…bagaimana jadinya kalo di kasih 1000 refrensi bisa gila kali mikirnya..hu….

      Komentar anda, cerminan siapa anda,..
      Nggak ilmiah,.. seandainya tenaga dalam itu dibolehkan dan tidak bertentangan dengan syariat islam, maka tentu Rasulullah memilikinya,…
      Rasulullah ketika perang uhud saja giginya rontok, kemudian Rasulullah memakai baju besi,… seandainya tenaga dalam ada, sudah aja rasulullah menggunakan tenaga dalam, kan enak tuh, bisa mukul jarak jauh seperti wiro sableng??

      Di indonesia dijajah belanda ratusan tahun, kemana tuh pendekar-pendekar sakti yang punya ilmu tinggi?
      Punya ajian segara geni, atau bayu bajra, ilmu kebal, dan lain-lain? mikir dong mas,.. kok indonesia banyak orang sakti, katanya…. kok dijajah ratusan tahun?? apalagi banyak pesantren yang lulusanya bisa kebal di bacok, pada kemana tuh mas?? kok ngga bisa ngusir penjajah??

      Mbok ya ilmiah, jangan ngelantur, kalau komentar anda ilmiah, ngga akan saya delete,..

      Tenaga dalam hakekatnya dari setan, merupakan perbuatan kesyirikan, dan itu dosa besar,…

      Mikir dong mas kalau nulis komentar,….

      • tommi
        Mei 16, 2011 pada 3:05 pm | #42

        Sbg admin, sudah menjadi kewajiban beliau pula untuk menyaring segala komen yg masuk, apalagi komen yg berisi link2 yg penuh syubhat2 berbahaya bila dibaca oleh saudara kita yg masih awam agama.

        Jadi, saya kira, admin sudah melakukan tugas yg benar, bukannya pengecut. Tidak percaya? Itu hukum yg berlaku didunia blogger mas, anda terlalu banyak belajar tenaga dalam sih, jadinya anda ga tau hukum blogger, heheheeee….

        PEACE…

        Yang pengecut tuh, yang belajar tenaga dalam,.. tul ngga mas,… Rasulullah saja ngga punya tenaga dalam,.. koq orang yang tidak lebih utama dari Rasulullah bisa punya tenaga dalam? dari siapa asal tenaga dalam itu kalau bukan dari setan?

  27. April 17, 2011 pada 9:50 pm | #43

    wah..wah…makin banyak aja..yg musuhin tenaga dalam belajar lg mas agamanya….baca nih….http://delete-fatih.blogspot.com/

    Justru karena belajar agama, jadi tahu, bahwa tidak ada tenaga dalam dalam islam, itu hakekatnya bantuan dari jin,

    Rasulullah saja tidak mempunyai tenaga dalam, ketika perang uhud, gigi beliau rontok,

    Kalau memang ada tenaga dalam dalam islam, tentu Rasulullah mengajarkannya, enak kan jika dipakai buat melawan musuh islam,.. tinggal kasih saja tendangan jarak jauh…. pukulan jarak jauh,.. bisa tuh buat ngusir penjajah indonesia dulu,… KENAPA DI INDONESIA BANYAK ORANG SAKTI, TAPI DI JAJAH PULUHAN, BAHKAN RATUSAN TAHUN???

    Mas, islam bukan pengecut mas,.. berani, berhadap-hadapan,…

    Kalau tenaga dalam itu buat orang yang pengecut,.. ditambah jika kita mempelajari tenaga dalam, hanya menjadikan kita sebagai budak setan,..

    • Mei 14, 2011 pada 1:14 pm | #44

      baca yang cermat mas…http://dibusek-fatih.blogspot.com/ gini…kalo anda benar-benar mau berdakwah langsung aja datangi pondok pesantern tersebut lalu berdakwah di hadapan ribuan santri kan beres….bantai dulu akarnya maka yang lainnya akan nyusul..buktikan… jangan ngantuk kalo buat blog..

      Sudah baca mas,.. mas bisa dengerin sendiri nih mas, disini,
      Santri tambak beras yang menjadi tukang nuntun Gus Dur,… silahkan dengerin yah, disini,

      Ngga perlu mendatangin pondok tersebut mas,. mau ngapain?
      Ngantuk? mas jangan ngantuk dong kalau baca blog saya,… baca yang teliti, Insya Allah banyak ilmu yang diposting disini, bukan ilmu tenaga dalam mas,..

      Rasulullah mendidik sahabatnya, tapi tidak bisa merubah telor menjadi bom yang bisa meledak, … kalau pondok pesantren anda sih, denger-denger santrinya bisa sakti ya? bisa kebal, atau jika melempar telor bisa meledak,… enak tuh mas,… bisa buat jihad,… he..he….. dengan tenaga dalamnya,… bisa buat melet juga,…. padahal itu semuanya bertentangan dengan syariat islam,..

    • Abdullah
      Mei 17, 2011 pada 11:53 am | #45

      lucu aja…komentar anda..masa kiyai pendiri pondok di katakan syirik..pasti anda orang kafir yang menyamar menjadi muslim….tunggu aja ntar..aku akan buat blog tentang tenaga dalam….ok…slamat malam…

      Memang ada dalilnya kalau kiyai pendiri pondok itu terbebas dari kesyirikan?
      atau kyiai itu tidak mengenal hakekat kesyirikan ya?
      Sehingga terlena dengan tipuan setan dengan tenaga dalamnya, wal iyadzubillah…

      • Abdullah
        Mei 17, 2011 pada 11:59 am | #46

        aneh..koment anda seakan-akan anda yakin 100 persen tenaga dalam itu sesat..smoga Allah mengampuni orang2 seperti anda…amin.

        Aneh,… begitulah komentar orang yang tidak mengerti hakekat tenaga dalam….
        Semoga Allah menunjuki orang-orang yang tidak mengetahui hakekat tenaga dalam ini…
        Sehingga tidak terjerumus kedalamnya, yang pada hakekatnya tenaga dalam itu adalah datang dari setan,… waliyadzubillah

  28. April 13, 2011 pada 4:56 am | #47

    cobalah pahami lagi islam itu secara mendalam, coba baca lagi keterangan2 dari hadits kudsi.

    Jika anda memahami islam secara mendalam, dengan pemahaman generasi yang dididik langsung oleh Rasulullah, yaitu para sahabat, tentu akan kita dapatkan keterangan yang sangat jelas

    kita tidak cukup membaca sebuah buku kemudian kita sudah mengklim seseorang itu sudah sesat atau syirik. syirik itu masalah keyakinan hati yang tidak bisa dinilai atau ditentukan oleh orang lain. permasalahan keyakinan itu hanyalah allah dengan orang yang bersangkutan saja yang tahu..

    Rasulullah sudah menjelaskan hakekat syirik dengan begitu jelasnya, kenapa? Karena tujuan diutusnya Para Rasul, dari Nabi Nuh hingga Muhammad, untuk memberantas masalah kesyirikan ini, memurnikan ibadah hanya kepada Allah, tidak menyekutukannya, karena itu adalah perbuatan kesyirikan,..

    Jika anda berdalil “permasalahan keyakinan itu hanyalah allah dengan orang yang bersangkutan saja yang tahu..” itu benar, dan Allah sudah menjelaskan permasalahan keyakinan itu kepada Rasulullah, dan Rasulullah pun sudah menjelaskannya kepada para sahabat, demikian seterusnya,..
    Jika kita mendalami ajaran islam ini menurut pemahaman para sahabat, maka telah jelas permasalahan keyakinan ini. Dan karena sudah jelas, maka kewajiban kita adalah menjelaskan kepada umat jika ada keyakinan yang menyimpang dari ajaran Allah yang dijelaskan oleh Rasulullah,.. bukan berdalil permasalahan ini hanya orang yg bersangkutan dan Allah saja yang tahu,… kalau ini yang dikedepankan, dikemanakan masalah amar maruf nahi mungkar yang dianjurkan oleh Rasulullah??

    Karena mengingatkan umat terhadap kesyirikan adalah termasuk tindakan amar maruf nahi mungkar, yang ini dianjurkan oleh Rasulullah, dan ada ancaman bagi orang-orang yang meninggalkannya,..

    sejauh yang saya ketahui orang yang mempelajari ilmu tenaga dalam itu tdk ada yang bertujuan untuk menyesatkan, melainkan mengajarkan bagaimana kita sedekat mgkn dengan sang pencipta dengan cara mempelajari dan mensyukuri apa2 yang diciptakannya di dunia ini.

    Sebelumnya saya ingin bertanya, siapa anda? Apakah tidak ada ulama yang menjelaskan tentang hakekat tenaga dalam ini?? Apakah anda tidak membuka tulisan2 mereka?? Janganlah anda tertipu dengan prasangka anda, memang itu bukan menyesatkan? itu adalah anggapan anda, karena mungkin anda belum memahami permasalahan akidah yang benar,.. jika anda mengetahui kesesatan yang terkandung dalam amalan2 tuk meraih tenaga dalam ini, tentu anda tidak akan mengatakan seperti itu.

    inti tenaga dalam itu adalah zikir,kedekatan dg sang pencipta, dan olah pernafasan sebagai wujut bersyukur kpd allah.

    Rasulullah sudah mengajarkan semua amalan2 di dalam islam, cara bersyukur pun sudah Rasulullah ajarkan, amalan2 dzikirpun sudah Rasulullah ajarkan, janganlah kita membuat cara2 sendiri atau bacaan2 sendiri dalam beribadah, karena semua itu tertolak, dan merupakan perbuatan dosa, dan tidak akan pernah perbuatan itu dapat mendekatkan diri kepada Allah,,. jika itu bisa mendekatkan kepada Allah, itu hanya menurut persangkaan pelakunya saja..

    ketika nabi muhammad SAW di serang oleh orang kuraisy dengan cara menyeret pedang di leher rasulullah seraya berkata siapa yang akan menolong mu dari pedangku ini? nabi menjawab Allah..Allah..Allah. tanpa melakukan perlawanan pedang tersebut terlepas dari tangan orang kafir tsb. dari sini lah orang menggali ilmu2 tersebut dengan cara pemantapan zikir dll.

    mas, itu adalah karena kemantapan tauhid Rasulullah yang begitu kuat menghujam dihatinya, bukan lantaran amalan2 dzikir tertentu, kok bisa orang2 yg melakukan amalan tenaga dalam itu membaca dzikir2 tertentu yang tidak pernah diajarkan Rasulullah sama sekali,… ini adalah kedustaan atas nama Rasulullah, dan ancamannya berat..

    orang yang mempelajari ilmu tenaga dalam tdk pernah mengatakan dirinya hebat,kebal,dll. dia menyadari bahwa segala sesuatunya allah yang mengatur. tetapi jika dia kebal,hebat, punya kesaktian,dll, itulah buah yang dia peroleh dengan usahanya mendekatkan diri kpd allah. sama saja hal nya yang di alami wali songo.

    mas, walisongo bukanlah dalil, bukanlah bukti, wong sejarah walisongo saja tidak jelas, dan banyak cerita khurafat didalamnya,..
    Tahu tidak mas, ketika Rasulullah perang uhud, gigi beliau rontok, beliau tidak kebal, beliau juga memakai baju besi,..
    Kurang apa Rasulullah dalam beribadah dibanding walisongo? atau orang-orang yang belajar tenaga dalam itu??

    Mau artikel tentang tenaga dalam? mas bisa baca disini

    • dami
      Agustus 6, 2011 pada 7:14 pm | #48

      orang yang punya tenaga dalam itu kebanyakan setelah ia memilikinya ia akan merasa bangga, tidak takut kepada siapapun, cepat emosi, berjalan didunia seperti orang yang membanggakan diri……………………..
      suka memperlihatkan kesaktiannya (riya)…………..
      dan itu siapa lagi klo bukan sifat2 yang dibisikan setan………..
      maaf mas klo ada coment yang bikin sakit hati……
      jangan diambil hati ini hanya sebagai pelajaran saja……………….

      Rasulullah saja berperang menggunakan baju besi,..
      Rasulullah tidak sakti,..
      Rasulullah tidak kebal,..
      Rasulullah tidak bisa terbang,..

      Rasulullah ketika perang uhud giginya rontok,..

      Kok ada orang selain Rasulullah yang memiliki kesaktian, ngga mempan dibacok, kebal….

      Jangan tertipu dengan tipudaya syetan…

  1. April 26, 2011 pada 10:22 am | #1

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 85 pengikut lainnya.