Beranda > ahlul bait, habib, maulid nabi > Kalangan Habaib Serukan Untuk Tidak Merayakan Maulid Nabi

Kalangan Habaib Serukan Untuk Tidak Merayakan Maulid Nabi


Jajaran Ulama dari kalangan Habaib menyerukan Ahlul Bait Rasulullah untuk tidak memperturuti hawa nafsu mereka. Karena Perayaan yang mereka sebut dengan Maulid Nabi dengan dalih Cinta Rasul, dan berbagai acara yang menyelisih syari’at, yang secara khusus dimeriahkan/ diperingati oleh sebagian anak keturunan Nabi yang mulia ini jelas merupakan sebuah penyimpangan, dan tidak sesuai dengan Maqasidu asy-Syar’I al-Muthahhar (tujuan-tujuan syari’at yang suci) untuk menjadikan ittiba’ (mengikuti) kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai standar utama yang dijadikan rujukan oleh seluruh manusia dalam segala sikap dan perbuatan (ibadah) mereka.

Dalam sebuah pernyataan yang dilansir ” Islam Today “, para Habaib berkata, “Bahwa Kewajiban Ahlul Bait (Keturunan Rasulullah) adalah hendaklah mereka menjadi orang yang paling yang mulia dalam mengikuti Sunnah Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam, mengikuti petunjuknya, dan wajib atas mereka untuk merealisasikan cinta yang sebenarnya (terhadap beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, red.), serta menjadi manusia yang paling menjauhi hawa nafsu. Karena Syari’at Islam datang untuk menyelisihi penyeru hawa nafsu, sedangkan cinta yang hakiki pasti akan menyeru Ittiba’ yang benar.

Mereka (Para Habaib) menambahkan, “Di antara fenomena yang menyakitkan adalah terlibatnya sebagian anak-cucu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang mulia (Ahlul Bait) dalam berbagai macam penyimpangan syari’at, dan pengagungan terhadap syi’ar-syi’ar yang tidak pernah dibawa oleh al-Habib al-Mushtafa Shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan di antara syiar-syiar tersebut adalah bid’ah peringatan Maulid Nabi dengan dalih cinta.

Para Habaib menekankan dalam pernyataannya, bahwa yang membuat perayaan tersebut sangat jauh dari petunjuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah karena hal itu dapat menyebabkan pengkultusan terhadap beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam yang beliau sendiri tidak membolehkannya, bahkan tidak ridho dengan hal itu. Dan lainnya adalah bahwa peringatan tersebut dibangun di atas Hadits-hadits yang bathil dan aqidah-aqidah yang rusak. Telah valid dari Rasulullahu shallallahu ‘alaihi wasallam akan pengingkaran terhadap sikap-sikap yang berlebihin seperti ini, dengan sabdanya:

Janganlah kalian mengkultuskan aku seperti pengkultusan orang-orang nasrani terhadap putra maryam. (HR. al-Bukhari)

Sedangkan seputar adanya preseden untuk perayaan-perayaan seperti itu pada as-Salafu ash-Shalih, Para Habaib tersebut mengatakan,

“Bahwa perayaan Maulid Nabi merupakan ibadah/ amalan yang tidak pernah dilakukan dan diperintahkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, dan tidak pernah pula dilakukan oleh seorangpun dari kalangan Ahlul Bait yang mulia, seperti Ali bin Abi Thalib, Hasan dan Husein, Ali Zainal Abidin, Ja’far ash-Shadiq, serta tidak pernah pula diamalkan oleh para Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam “Radhiyallahu ‘anhum ajma’in- begitu pula tidak pernah diamalkan oleh seorang pun dari para tabi’in.

Para Habaib tersebut mengatakan kepada Ahlul Bait, Wahai Tuan-tuanYang terhormat! Wahai sebaik-baiknya keturunan di muka bumi, sesungguhnya kemulian Asal usul (Nasab) merupakan kemulian yang diikuti dengan taklif (pembebanan), yakni melaksanakan sunnah Rasululullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan berusaha untuk menyempurnakan amanahnya setelah sepeninggalnya dengan menjaga agama dan menyebarkan dakwah yang dibawanya. Dan karena mengikuti apa yang tidak dibolehkan oleh syari’at tidak mendatangkan kebenaran sedikitpun, bahkan merupakan amalan yang ditolak oleh Allah Ta’ala, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

Barangsiapa mengada-adakan sesuatu yang baru di dalam urusan (agama) kami ini yang bukan termasuk di dalamnya, maka ia tertolak. (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Berikut ini adalah teks pernyataannya:
Risalah untuk Ahlul Bait (Anak-Cucu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam) tentang Peringatan/ perayaan Maulid Nabi.

Di antara Prinsip-prinsip yang agung yang berpadu di atasnya hati-hati para ulama dan kaum Mukminin adalah meyakini (mengimani) bahwa petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah petunjuk yang paling sempurna, dan syari’at yang beliau bawa adalah syari’at yang paling sempurna, Allah Ta’ala berfirman:

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu. (QS. Al maidah:3)

Dan meyakini (mengimani) bahwa mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam merupakan keyakinan atau tanda kesempurnaan iman seorang Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Tidak sempurna iman salah seorang di antara kamu sehingga aku lebih dia cintai dari ayahnya, anaknya, dan semua manusia. (HR. al-Bukhari & Muslim)

Beliau adalah penutup para nabi, Imam orang-orang yang bertaqwa, Raja anak-cucu Adam, Imam Para Nabi jika mereka dikumpulkan, dan Khatib mereka jika mereka diutus, si empu Tempat yang Mulia, Telaga yang akan dikerumuni (oleh manusia), si empu bendera pujian, pemberi syafa’at manusia pada hari kiamat, dan orang yang telah menjadikan umatnya menjadi umat terbaik yang dikeluarkan untuk manusia, Allah Ta’ala berfirman:

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. al-Ahzab: 21)

Dan di antara kecintaan kepada beliau adalah mencintai keluarga beliau (Ahlul Bait/ Habaib), Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Aku mengingatkan kalian kepada Allah pada Ahlu Bait (keluarga)ku. (HR. Muslim).

Maka Kewajiban keluarga Rasulullah (Ahlul Bait/ Habaib) adalah hendaklah mereka menjadi orang yang paling yang mulia dalam mengikuti Sunnah Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam, mengikuti petunjuknya, dan wajib atas mereka untuk merealisasikan cinta yang sebenarnya (terhadap beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, red.), serta menjadi manusia yang paling menjauhi hawa nafsu. Karena Syari’at datang untuk menyelisihi penyeru hawa nafsu, Allah Ta’ala berfirman:

Maka demi Rabbmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (QS. An-Nisa’: 65)

Sedangkan cinta yang hakiki pastilah akan menyeru Ittiba’ yang benar. Allah Ta’ala berfirman:

Katakanlah:”Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali ‘Imran: 31)

Tidak cukup hanya sekedar berafiliasi kepada beliau secara nasab, tetapi keluarga beliau (Ahlul bait) haruslah sesuai dengan al-haq (kebenaran yang beliau bawa) dalam segala hal, dan tidak menyalahi atau menyelisinya.

Dan di antara fenomena menyakitkan adalah orang yang diterangi oleh Allah Ta’ala pandangannya dengan cahaya ilmu, dan mengisi hatinya dengan cinta dan kasih sayang kepada keluarga NabiNya (ahlul bait), khususya jika dia termasuk keluarga beliau pula dari keturunan beliau yang mulia adalah terlibatnya sebagian anak-cucu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang mulia (Ahlul Bait/ Habaib) dalam berbagai macam penyimpangan syari’at, dan pengagungan terhadap syi’ar-syi’ar yang tidak pernah dibawa oleh al-Habib al-Mushtafa Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dan di antara syi’ar-syi’ar yang diagungkan yang tidak berdasarkan petunjuk moyang kami Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam tersebut adalah bid’ah peringatan Maulid Nabi dengan dalih cinta. Dan ini jelas merupakan sebuah penyimpangan terhadap prinsip yang agung, dan tidak sesuai dengan Maqasidu asy-Syar’I al-Muthahhar (tujuan-tujuan syari’at yang suci) untuk menjadikan ittiba’ (mengikuti) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai standar utama yang dijadikan rujukan oleh seluruh manusia dalam segala sikap dan perbuatan (ibadah) mereka.

Karena kecintaan kepada beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mengharuskan ittiba’ (mengikuti) beliau Shallalllahu ‘alaihi wasallam secara lahir dan batin. Dan tidak ada pertentangan antara mencintai beliau dengan mengikuti beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, bahkan mengikuti (ittiba’) kepada beliau merupakan inti/ puncak kecintaan kepadanya. Dan orang yang mengikuti beliau secara benar (Ahlul ittiba’) adalah komitmen dengan sunnahnya, mengikuti petunjuknya, membaca sirah (perjalanan hidup)nya, mengharumi majlis-majlis mereka dengan pujian-pujian terhadapnya tanpa membatasi hari, berlebihan dalam menyifatinya serta menentukan tata cara yang tidak berdasar dalam syari’at Islam.

Dan di antara yang membuat perayaan tersebut sangat jauh dari petunjuk Nabi adalah karena dapat menyebabkan pengkultusan terhadap beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam yang beliau sendiri tidak membolehkannya, bahkan beliau tidak ridho dengan hal itu. Dan hal lainnya adalah bahwa peringatan tersebut dibangun di atas Hadits-hadits yang bathil dan aqidah-aqidah yang rusak. Telah valid dari Rasulullahu shallallahu ‘alaihi wasallam pengingkaran terhadap sikap-sikap yang berlebihan seperti ini, dengan sabdanya:

Janganlah kalian mengkultuskan aku seperti pengkultusan orang-orang nasrani terhadap putra maryam. (HR. al-Bukhari)

Maka bagaimana dengan faktanya, sebagian majlis dan puji-pujian dipenuhi dengan lafazh-lafazh bid’ah, dan istighatsah-istighatsah syirik.

Dan perayaan Maulid Nabi merupakan ibadah/ amalan yang tidak pernah dilakukan dan diperintahkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, dan tidak pernah pula dilakukan oleh seorangpun dari kalangan Ahlul Bait yang mulia, seperti ‘Ali bin Abi Thalib, Hasan dan Husein, Ali Zainal Abidin, Ja’far ash-Shadiq, serta tidak pernah pula diamalkan oleh para Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam –Radhiyallahu ‘anhum ajma’in—begitu pula tidak pernah diamalkan oleh seorang pun dari para tabi’in, dan tidak pula Imam Madzhab yang empat, serta tidak seorangpun dari kaum muslimin pada periode-periode pertama yang diutamakan.

Jika ini tidak dikatakan bid’ah, lalu apa bid’ah itu sebenarnya? Dan Bagaimana pula apabila mereka bersenandung dengan memainkan rebana?, dan terkadang dilakukan di dalam masjid-masjid? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam hal ini secara gamblang dan tanpa pengecualian di dalamnya:

Semua bid’ah itu sesat. (HR. Muslim).

Wahai Tuan-tuanYang terhormat! Wahai sebaik-baiknya keturunan di muka bumi, sesungguhnya kemulian Asal usul/ nasab merupakan kemulian yang diikuti dengan taklif (pembebanan), yakni melaksanakan sunnah Rasululullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan berusaha untuk menyempurnakan amanahnya setelah sepeninggalnya, dengan menjaga agama, menyebarkan dakwah yang dibawanya.

Dan karena mengikuti apa yang tidak dibolehkan oleh syari’at tidak mendatangkan kebenaran sedikitpun, dan merupakan amalan yang ditolak oleh Allah Ta’ala, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

Barangsiapa mengada-adakan sesuatu yang baru di dalam urusan (agama) kami ini yang bukan termasuk di dalamnya, maka ia tertolak. (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Demi Allah, demi Allah, wahai para habaib (Ahlu bait Nabi)! Jangan kalian diperdayakan oleh kesalahan orang yang melakukan kesalahan, dan kesesatan orang yang sesat, dan menjadi pemimpin- pemimpin yang tidak mengajarkan petunjuk beliau! Demi Allah, tidak seorangpun di muka bumi ini lebih kami cintai petunjuknya dari kalian, semata-mata karena kedekatan kalian dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Ini merupakan seruan dari hati-hati yang mencintai dan menginginkan kebaikan bagi kalian, dan menyeru kalian untuk selalu mengikuti sunnah lelulur kalian dengan meninggalkan bid’ah dan seluruh yang tidak diketahui oleh seseorang dengan yakin bahwa itu merupakan sunnah dan agama yang dibawanya, maka bersegeralah, Beliau bersabda:

Barang siapa yang lambat dalam amalnya, niscaya nasabnya tidak mempercepat amalnya tersebut. (HR. Muslim).

Yang menanda tangan risalah di atas yaitu:

1. Habib Syaikh Abu Bakar bin Haddar al-Haddar (Ketua Yayasan Sosial Adhdhamir al-Khairiyah di Traim)

2. Habib Syaikh Aiman bin Salim al-Aththos (Guru Ilmu Syari’ah di SMP dan Khatib di Abu ‘Uraisy)

3. Habib Syaikh Hasan bin Ali al-Bar (Dosen Kebudayaan Islam Fakultas Teknologi di Damam dan Imam serta khatib di Zhahran.

4. Habib Syaikh Husain bin Alawi al-Habsyi (Bendahara Umum ‘Muntada al-Ghail ats-Tsaqafi al-Ijtima’I di Ghail Bawazir)

5. Habib Syaikh Shalih bin Bukhait Maula ad-Duwailah (Pembimbing al-Maktab at-Ta’awuni Li ad-Da’wah wal Irsyad wa Taujih al-Jaliyat, dan Imam serta Khatib di Kharj).

6. Habib Syaikh Abdullah bin Faishal al-Ahdal (Ketua Yayasan ar-Rahmah al-Khairiyah, dan Imam serta Khatib Jami’ ar-Rahmah di Syahr).

7. Habib Syaikh DR. ‘Ishom bin Hasyim al-Jufri (Act. Profesor Fakultas Syari’ah Jurusan Ekonomi Islam di Universitas Ummu al-Qurra’, Imam dan Khotib di Mekkah).

8. Habib Syaikh ‘Alawi bin Abdul Qadir as-Segaf (Pembina Umum Mauqi’ ad-Durar as-Saniyah)

9. Habib Syaikh Muhammad bin Abdullah al-Maqdi (Pembina Umum Mauqi’ ash-Shufiyah, Imam dan Khotib di Damam).

10. Habib Syaikh Muhammad bin Muhsi al-Baiti (Ketua Yayasan al-Fajri al-Khoiriyah, Imam dan Khotib Jami’ ar-Rahman di al-Mukala).

11. Habib Syaikh Muhammad Sami bin Abdullah Syihab (Dosen di LIPIA Jakarta)

12. Habib Syaikh DR. Hasyim bin ‘Ali al-Ahdal (Prof di Universitas Ummul Qurra’ di Mekkah al-Mukarramah Pondok Ta’limu al-Lughah al-‘Arabiyah Li Ghairi an-Nathiqin Biha).

sumber: Milis As-Sunnah

sumber penukilan : http://moslemsunnah.wordpress.com/2009/04/10/kalangan-habaib-serukan-untuk-tidak-merayakan-maulid-nabi/

  1. maghrib
    Februari 11, 2012 pada 7:58 pm | #1

    assalamualaikum ya akhi aslibumiayu…

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    perkenankan saya mampir si situs sampean. perdebatan yang seru dan nyaris tak berujung ..semoga akhi tetap tabah dan sabar..
    menerima cercaan dari orang-2x yg pro maulidan -isro miroj an dll…
    hampir semua mereka para pecinta habaib..
    mereka tak rela tradisinya yg udah ratusan tahun digagat mendadak.sama sampeyan..
    semoga kita semua bersabar dan semoga kita selalu diberi hidayah oleh ALLAH SWT…
    Pemahaman agama sampean mirip guru ngaji ana

    Alhamdulillah, mudah-mudahan kita tetap bisa istiqamah diatas manhaj para sahabat

  2. zainal
    Desember 23, 2011 pada 2:52 am | #2

    Assalamualaikum Warohamatullahi Wabarokatuh.
    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Tentang Negara Arab Saudi, pandangan mereka mengenai palestina dan kebijakan luar negeri mereka yang mesra dengan amerika. Bagaimana menurut pendapat antum?

    Akhi, media komunikasi dikuasai oleh yahudi, termasuk sebagaian berita2 yang beredar di internet ataupun televisi, sehingga berita yang sampaipun sudah dipolitisir,..

    Jadi janganlah kita tertipu oleh berita2 tersebut,..
    Bahkan, ketika terjadi penyerbuan palestina oleh zionis yahudi,.. tidak ada bantuan yang lebih besar dari bantuan yang diberikan oleh pihak saudi, mereka datang langsung ke palestina, menyalurkannya sendiri, dan ini tidak ada beritanya di media2 yahudi tsb,

    Bahkan, negara iran dan iraq yang merupakan mitra amerika, banyak kaum muslimin yang tidak mengetahuinya,..

    Tentang sikap saudi terhadap palestina, silahkan baca postingan ini

    Salam kenal. Syukron.

    salam kenal kembali, afwan..

    Wassalamualaikum Warohamatullahi Wabarokatuh.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  3. handoko
    Desember 20, 2011 pada 2:55 pm | #3

    assalamu’alaikum….

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    klo boleh tau, tolong ditampilkan dalil dari al-Qur’an atau dari hadits Nabi yang secara khusus melarang untuk perayaan Maulid ???
    Adakah dalil yang melarang org membaca siroh Nabi di hari kelahiran beliau, atau dg membaca sholawat ???

    saya tunggu jawabanx yaa, biar pemahaman saya smakin jelas….

    Terimakasih telah sudi meninggalkan komentar disini,
    mas handoko, ibadah ini adalah syariat dari Allah, jadi tatacara pelaksanaanya juga Allah yang membuatnya, yang disampaikan oleh Rasulnya,..
    Jadi hak menentukan tatacara ibadah itu adalah hak Allah dan Rasulnya,

    Sekarang, adakah Rasulullah mengajarkan umatnya untuk mengadakan maulid nabi?
    Adakah generasi yang dididik langsung oleh rasulullah, yang paling mencintai rasulullah mengadakan maulid nabi??
    Apakah tabiin, generasi yang dibina oleh para sahabat juga mengadakan maulid nabi???

    Apakah kecintaan kita kepada nabi itu melebihi kecintaan para sahabat dan tabiin??
    Mereka yang mencintai Rasulullah saja , yang hidup bersama Rasulullah, tidak pernah melakukan maulid nabi, baik dimasa hidupnya, atau sesudah matinya,..

    Kenapa tidak mereka lakukan? karena Rasulullah tidak mengajarkannya, dan tidak menyuruhnya,

    Jadi seharusnya pertanyaannya dibalik, bukan nanya mana dalil yang melarangnya secara khusus,

    Akan tetapi seharusnya pertanyaanya : MANA DALILNYA TENTANG PERAYAAN MAULID INI?? bukan suruh nunjukin mana dalil yang melarangnya,..

    Jika pertanyaannya mana dalil yang melarang, maka akan sangat banyak bentuk-bentuk amalan yang itu bertentangan dengan ajaran rasulullah, akan tetapi dilakukan dengan dalih tidak ada dalil yang melarang secara khusus,..

    bisa kita ambil contoh,

    misalkan ada orang shalat maghrib bukan 3 rakaat, tapi 5 rakaat, dan tiap rakaat rukunya tiga kali,

    lalu anda melarang shalat seperti itu,..

    akan tetapi orang tersebut berkilah, mana dalil khusus yang melarang shalat seperti itu?
    bukankah 5 rakaat lebih baik dari 3 rakaat, karena tiap rakaat yang dibaca ayat quran,.. dan dalam ruku yang dibaca adalah doa,..

    apakah anda melarang saya shalat maghrib??

    apa kira2 jawaban anda, jika anda disuruh mendatangkan dalil yang melarang shalat maghrib seperti itu, baik dari hadits atau ayat quran?

    sampai kiamatpun anda tidak bisa mendatangkannya,..

    Begitu mas,.. ibadah itu harus ada dalilnya, jika ada dalilnya, baru dikerjakan,.. bukan terbalik, beramal dulu, baru nyari dalil,

    mudh-mudahan penjelasanya bisa dimengerti, mohon maaf jika ada kata-kata yg kurang berkenan,

  4. iksap
    Oktober 23, 2011 pada 8:32 am | #4

    wis..wis.. yang jelas banyak juga remaja2/ umat yang menjadi sadar karena berkah maulid. (titik)

    Mas, dalam khamer yang memabukan juga ada manfaatnya mas,.. lalu apakah dengan adanya manfaat dalam khamer itu menjadikan boleh kita meminumnya? (titik juga)

    Bukannya sadar mas, mungkin sadar versi anda, bukan sadar menurut ajaran rasulullah yang shahih,..

  5. Lisna
    September 19, 2011 pada 3:48 pm | #5

    Sesungguhnya yg tdk mmbolehkan Maulid Nabi Saidana Muhammad Rasulullah adalah orng yg picik pikirannya seperti para golongan wahabi &syiah, Apakah ada larangan kita memuliakan Nabi???

    Aneh sekali, justru yang pertama kali mengadakan dan membuat acara maulid ini adalah orang-orang syiah, bukan dari ajaran islam,
    Orang yang pertama kali mengadakan maulid nabi ketika nabi lahir adalah abu jahal,..

    Maulid nabi itu menyerupai perayaan yg dibuat oleh orang nasrani yg merayakan natal,. kok tradisi mereka diikuti, padahal anjuran rasulullah kita disuruh menyelisihi mereka,..

    Memuliakan rasulullah, tentu dengan cara yang diajarkan oleh rasulullah, bukan dengan cara yang dibuat-buat oleh kita sendiri,..

    Para sahabat, thabiin, tabiut thabiin, tdk ada yang merasakan maulid,.. padahal mereka orang yang paling memuliakan Rasulullah, umat terbaik,..

    Imam yang empat, imam bukhari, imam muslim, dan masih banyak ulama ahlus sunnah, tidak ada satupun yg mengadakan maulid nabi,..

    siapa panutan kita?

    Suatu kedustaan, kalau ada orang yang mengaku mencintai Rasulullah, ingin memuliakan Rasulullah, tapi melakukan amalan yang tidak ada contohnya sama sekali dari rasulullah,..

    Bukan suruh nunjukin mana larangan Rasulullah tentang perayaan maulid,..

    tapi, mana anjuran Rasulullah tuk mengadakan maulid??

    JIka ada, pasti para sahabat sudah mendahului kita, mereka akan merayakannya,..

  6. husein
    September 1, 2011 pada 11:56 am | #6

    assalamualaikum semua.

    lebih baik kita baca kembali…asal muasal maulid nabi.apa penyebabnya.atas dasar apa.

    Yang jelas, Rasulullah, para sahabat,thabiin, tabiut thabiin dan ulama ahlussunnah tidak ada yang melakukannya,..

    dan jika allah SWT tidak meridhoi sesuatu.mengapa acara maulid sampai sekarang masih ada.

    Allah tidak meridhai pelacuran, kenapa pelacuran semakin menjamur mas? apakah dengan dalih tsb berarti pelacuran dibolehkan?

    sebenarnya acara maulid itu untuk siapa.
    apa untuk rasullullah.kekasih allah…rasullullah SAW tidak perlu.

    Ibadah itu kembalinya kepada contoh, mana perintahnya dari Rasulullah,..

    tapi untuk kita yang sangat perlu.karna tidak sedikit barokahnya memperingati maulid untuk ummatnya.

    Kata siapa kita memerlukan hal-hal yang rasulullah tidak mengajarkannya??

    jangan memperdebatkan sesuatu yang hanya allah yang tahu.akal kita ada batasnya..urus iman masing.

    Kalau hanya Allah yang tahu, lho kenapa ada maulid? apakah allah mengajarkan maulid kepada selain rasulullah?
    Jika itu dalilnya, maka sudah sangat layak tuk tidak mengadakan maulid,..

    jika kita mencintai seseorang….apapu akan terjadi.begitupun mencintai allah SWT dan rasullullah.seperti maulid nabi.acara yang hanya untuk mengingatkan kita kembali sejarah kelahiran rasullullah Saw untuk kita,anak,cucu kita.

    Siapa yang lebih mencintai Rasulullah melebihi kecintaannya sahabat rasulullah?
    Siapa yang lebih mencintai Rasulullah melebihi kecintaannya Thabiin?
    Mereka semua begitu mencintai rasulullah, makanya mereka tidak melakukan ritual yang Rasulullah sendiri tidak ajarkan,. termasuk maulid nabi,

    kok ada orang yang hidup jauh dari jaman rasulullah berani latah melakukan maulid dengan dalih tuk mencintai rasulullah??

    dan jka kita mengambil dari peringatan nabi isa yang di buat yahudi.itu karna mereka mencintai nabi isa.apa kita tidak boleh.apa kita harus sangat membenci tiap2 apapun dari yahudi.

    Justru perayaan maulid itu menyerupai orang nasrani, mereka mengadakan natalan,.. dan perintah rasulullah kita tdk boleh menyerupai org nasrani,

    jika ya…..jangan berbahasa inggris.

    Salah satu trik orang kafir tuk melemahkan islam, adalah menjadikan mereka jauh dari bahasa arab,.. dan memang, lebih baik umat islam itu menggunakan bahasa arab, karena di surga nanti, semua berbahasa arab,.. bahasa arab adalah bahasa surga

    jangan memakai kemeja.jangan memakai celana levis….dll..tanpa anda sadar anda telah bidah………..

    Betul, kemeja yg menjadi ciri khas org kafir, kita tdk boleh memakainya,.. demikian juga celana levis,. kecuali keumuman kaum muslimin telah memakainya, sehingga itu bukan pakaian khas org kafir lagi,.. dan ingat, levisnya tdk isbal,..jadi tidak bertentangan dengan syariat,

    jadi berpikirlah…

    apakah alguran yang mengikuti zaman atau zaman yang mengikuti alguran.berbicara apapun boleh..tapi ingat tiap perkataan ada pertanggungjawabanya kelak.

    Alquran lah yg dijadikan patokan di setiap jaman, alquran sangat cocok di segala tempat dan jaman,..

    jadi berpikirlah,..

    apakah alquran hanya diturunkan tuk di jaman rasulullah saja??

    bukan, alquran akan tetap relevan sampai akhir jaman nanti,..

  7. zahid
    Juli 15, 2011 pada 11:01 am | #7

    Saya sangat setuju dengan penulis (cuplikan) kolom ini. Karena sebenarnya tujuan mulianya adalah meluruskan apa2 yg selama ini belum lurus. Bagi yang lain, ada baiknya membuka hati dan membuka keikhlasan dalam belajar lebih dalam lagi (ingat wahyu yg pertama : Iqra (bacalah)).

    Dan mohon maaf jika saya ingatkan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam menyatakan bahwa “tidaklah aku diutus kecuali untuk menyempurnakan akhlaq”.
    Silahkan berdiskusi dengan santun dan penuh dengan hujjah-hujjah yang valid dan dapat diurutkan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

    Dan juga saya mohon maaf, buat saudara2ku yang non muslim, jika ingin berdiskusi dan menyatakan pendapat anda, silahkan pelajari mengenai Islam terlebih dahulu dan jika memungkinkan, masuklah menjadi muslim. Jangan berpendapat seasalnya saja.

    Surah Al-Lahab itu isinya adalah tentang kepastian bahwa Abu Lahab dan istrinya itu akan ditempatkan ke tempat orang-orang yang merugi (neraka) dan tidak ada manfaat apapun dari harta yang dimilikinya. pesan saya, lain kali jika lagi ada pembahasan al-qur’an di tempat anda (gereja), tolong juga belajar tentang sebab2 turunnya suatu ayat atau surah dalam al-qur’an.

    Terakhir, saya mohon maaf kepada saudara2 semua, bila kata2 saya tidak berkenan.
    Kiranya pertikaian kata2 ini kita sudahi saja di sini, karena keutamaan yg kita cari adalah ‘Silaturrahmi’. ” … barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka dia selalu menguatkan/menyambung silaturrahmi”

    “Silaturahmi diatas akidah yang benar tentunya,..

  8. Joana Clief Taka Hasimura
    Juli 9, 2011 pada 11:44 pm | #8

    bagaimana kita bisa mendidik anak2 kita untuk mencintai nabinya kalau tanoa maulid……..

    Tahu tidak, apa hakekat ulangtahun?
    Ulang tahun itu pada hakekatnya adalah berkurangnya umur, dan semakin dekatnya menuju akhir kematian, karena masing-masing orang sudah ditentukan akhir kematiannya,..

    kok ada orang tua yang tega merayakan hari semakin dekatnya anaknya meninggal,.. harusnya menyiapkan bekal-bekal buat sang anak untuk perjalanan yang masih jauh ini,.. jangan menyesal kemudian,..

    Orang yang paling mencintai Rasulullah saja, yaitu para sahabat tidak ada yang merayakan ulangtahun nabi, atau istilahnya maulid nabi,

    kenapa kita merayakannya, terus apa yg dirayakan, nabi lahir dan meninggal di tanggal yang sama,.. apa yang dirayakan?

    Apakah kematian nabi anda rayakan?

    na’udzubillahi min dzalik,..

    saudi itu setau saya dajjal mas……tau ga kalau kerajaan itu sudah dilarang oleh rosulullah tapi kenapa masih berdiri di saudi…tanya kenapa mas….jangan pake hadist melarang maulid……

    Tahu ngga mba? apa itu dajjal?
    Dajjal itu sebagaimana Rasulullah jelaskan, ia bermata satu, yang satu pecak, rambutnya kriting, kakinya cacat,

    kalau saudi???

    Rasulullah menggambarkan melalui haditsnya tentang akan munculnya kerajaan, kemudian pemimpin2 yg diktator,

    Dan sekarang terjadi, dan apa yang akan dikabarkan Rasulullah pasti terjadi, dan itu menunjukan kebenaran mukjizat Rasulullah,.

    Sebagaimana Rasulullah mengatakan akan ada di akhir jaman nanti, wanita yang berpakaian tapi telanjang, dan kita saksikan sekarang, sungguh banyak sekali wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, dan bukan hanya wanita-wanita kafir saja, bahkan wanita muslimah, mereka berpakaian tapi telanjang,… termasuk mba juga, ngga tahu apakah gambar wanita yg jadi profil mba adalah mba sendiri, atau orang lain,..

    kalau itu gambar mba sendiri, maka ini musibah besar,.. kok sebagai wanita muslimah berpakaian dengan begitu seronoknya,.. na’udzubillahi min dzalik,..

    Dan Rasulullah mengancam wanita yang berpakaian tapi telanjang, dengan ancaman yang keras,.. takutlah akan ancaman rasulullah tersebut,..

    Dan tahu ngga mba, pengikut dajjal itu banyak dari kaum wanita,..

  9. m,faishal.
    Juli 7, 2011 pada 2:11 pm | #9

    ultah itu budaya siapa ya kalo bukan budaya yahudi???
    monggoo…..

  10. Bukanu
    Juni 5, 2011 pada 2:10 pm | #10

    @Bung Marselo, tidakkah anda berpikir dgn otak yg jernih dan awam saja, merayakan Ultah anak kita adalah wajar karena anak kita masih hidup, nah kalo merayakan Ultah Nabi…apakah Nabi masih hidup atau sudah wafat….trus apanya yg mo dirayakan mas….mikir mas mikir…….gak usah pake dalil2 agama, pake pikiran umum saja sudah salah kaprah.

    merayakan ultah anak, pada hakekatnya merayakan hari semakin dekatnya hari kematian sang anak,… kok ada orangtua yang tega merayakannya?

    Rasulullah tanggal meninggal dan lahirnya adalah sama, lalu, apa yang dirayain?

  11. hasan
    Mei 17, 2011 pada 6:14 am | #11

    Tutup blog ini mas, jaman nabi ga ada da’wah via internet… Tutup smua skolah… Ga ada tuh yg nama’a pesantren, sekolah di jaman nabi

    Kalau jaman nabi lebih canggih mas, otak para sahabat lebih canggih daripada komputer,.. alquran di kepala mereka, hadits di otak mereka, tidak seperti kita dijaman ini,..

    Walaupun para sahabat banyak yang tidak pandai menulis, hafalan mereka luar biasa,..

    Internet hanyalah sarana pembantu, urusan dunia, bukan urusan agama, jika menunjang dalam berdakwah itu bisa mendatangkan pahala,

    Dijaman nabi memang tidak ada sekolah, tapi ada pembelajaran, ada kajian, seperti layaknya sekolah,.. bahkan rasulullah menganjurkan kita sebagai kaum muslimin untuk belajar,.. surat yang pertama kali juga demikian,..

    Jika otak kita seperti otak sahabat, jika hafalan kita seperti hafalan para sahabat,.. ngga perlu ada komputer, atau internet, atau sekolah,… ngga apa-apa tuh mas,…

  12. jepita11
    Februari 13, 2011 pada 11:53 am | #12

    Berikut ini adalah dalil-dalil yang menjadi dasar peringatan maulid nabi besar Muhammad sholallahu ‘alaihi wasalam:
    1. Abu Bakar ash-Shiddiq
    Telah berkata Sayyidina Abu Bakar As-Shiddiq: “Barangsiapa yang menafkahkan satu dirham bagi menggalakkan bacaan Maulid Nabi saw., maka ia akan menjadi temanku di dalam syurga.” (sumber …dari kitab anni’matul kubr…o ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii)

    2. Umar bin Khottob al-Furqon
    Telah berkata Sayyidina ‘Umar: “Siapa yang membesarkan (memuliakan) majlis maulid Nabi saw. maka sesungguhnya ia telah menghidupkan Islam.” (sumber dari kitab anni’matul kubro ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii)

    3. Utsman bin ‘Affan Dzun-Nuraini
    Telah berkata Sayyidina Utsman: “Siapa yang menafkahkan satu dirham untuk majlis membaca maulid Nabi saw. maka seolah-olah ia menyaksikan peperangan Badar dan Hunain” (sumber dari kitab anni’matul kubro ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii)

    bagaimana tangapan hadis2 yg di atas

    Perkatan serupa juga dinisbatkan kepada sahabat Abu Bakr, Umar, Utsman dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhuma, sebagaimana dalam kitab Madarij ash-Shu’udh hal.15 karya Syaikh Nawawi Banten.[3] Bahkan juga dinisbatkan kepada Hasan al-Bashri, Ma’ruf al-Karkhi, al-Junaid dan lainnya sebagaimana dalam Hasyiyah I’anah Tholibin: 3/571-572 karya Abu Bakr Syatho

    TIDAK ADA ASALNYA. Sejak awal kali mendengar ucapan yang dianggap hadits ini, hari penulis langsung mengingkarinya karena bagaimana mungkin hadist ini shohih, sedangkan maulid tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya?!!
    Hadits ini tidak ada asalnya,.. bukan hadits..
    Selengkapnya baca disini

  13. tommi
    November 16, 2010 pada 1:23 pm | #13

    Org2 skrg lebih takut kualat ama habibnya/kyainya padahal…

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang berdusta atas namaku maka hendaknya dia mengambil tempat duduknya di neraka.” (HR. Bukhari, lihat al-Jam’u Baina ash-Shahihain, hal. 8)

    Hiiii…saya mah lebih takut kualat jika berdusta atas nama Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam. Ancamannya neraka coy, ga main2.

    Betul mas, kita sih lebih takut berdusta atas nama Rasulullah,
    Sedangkan para habib itu tidaklah terjaga dari kesalahan sebagaimana Rasulullah, apalagi jika yang disampaikan para habb itu bertentangan dengan ajaran Rasulullah yang mulia, maka tindakan yang benar adalah meninggalkan ajaran habib yang bertentangan dengan ajaran Rasulullah,

    Ajaran Rasulullah yang sekian banyak itu saja tidak mampu kita amalkan semua, kok ya ada orang yang mengamalkan amalan yang diajarkan para habib , yang kalau dirunut, itu bertentangan dengan ajaran Rasulullah,…

  14. marselo salas
    November 14, 2010 pada 12:24 pm | #14

    boss.. jangan sok2kan gitu ahh.. kalau andaa sahabat nabi baru ane percaya, skrg gini za bos.. kalo ente punya anak n nte ngrayain ultah nya.. iitu tanda nte cinta ma anak nte.. tpi lo nte ga paling ga ngucapin slamat brarti nte emank gollongan orang2 pelit.. oya baca surat al lahab bos.. ben sadar..

    boss, saya bukan sok2kan, .. bener boss,
    bos marselo, siapa sih yang paling mencintai Rasulullah setelah sahabat?? Adakah orang yang mencintai Rasulullah sebagaimana Sahabat mencintai Rasulullah?
    Sahabat adalah generasi yang paling mencintai Rasulullah, orang yang paling taat kepada Rasulullah, dan mereka adalah generasi yang dididik oleh Rasulullah secara langsung,
    jadi para Sahabat adalah orang yang paling mengetahui apa yang Rasulullah ajarkan,..

    Lalu, apakah para sahabat merayakan hari kelahiran Rasulullah?? baik ketika Rasulullah hidup, atau sesudah beliau meninggal?
    Tidak ada satupun riwayat yang mengabarkan para sahabat melakukannya,…
    Demikian juga para murid2nya sahabat, yaitu thabi’in,…
    Sesungguhnya perayaan2 itu adalah ikut-ikutan orang2 nasrani yang merayakan hari kelahiran nabi Isa, dengan istilah natalan,.
    lalu orang-orang islam yang bodoh terhadap ajaran Rasulullah pun ikut2an dengan mengdakan maulid nabi,..
    orang2 nasrani merayakan kenaikan isa almasih, lalu ada orang2 bodoh terhadap ajaran rasulullah yang ikut2an dengan merayakan isra miraj nabi

    Apakah benar merayakan hari ultah anak kita sebagai tanda cinta kasih orang tua terhadap anak?
    Jika orang tua tersebut berfikir secara sehat, apakah hari ultah itu?
    Tidakkah mereka berpikir, apakah kita akan hidup selamanya?
    Setiap manusia sudah ditetapkan berapa usianya, dan dengan bertambahnya hari, maka makin dekatlah hari kematian itu,…
    Lalu apa yang dirayaka oleh orang2 yang merayakan ulang tahun anaknya, atau dirinya??
    Wong jatah umurnya semakin berkurang kok dirayakan?? Tidakkah anda berfikir?
    Belum lagi kemungkaran-kemungkaran yang ada ketika perayaan ultah tersebut,… adanya musik, tiup lilin yang merupakan budaya orang kafir, dan ritual-ritual lainnya,…

    Tanda cinta kasih orang tua terhadap anaknya, bukanlah dengan merayakan ultahnya, tapi mendidiknya dengan ilmu yang bermanfaat untuk dunia dan akheratnya,….

    bukan menghambur2kan harta untuk merayakan ultahnya,….
    karena itu termasuk pemborosan, dan para pemboros adalah teman-teman syetan,… gitu bos….
    wallahu’alam…

  15. marselo salas
    November 14, 2010 pada 12:21 pm | #15

    Subhanallah… wahai hambaa allah tak usah kau sebarkan kata- kata busukmu itu.. kalau anda punya anak n anda mmperingati kelahiranya.. itu salah satu tanda anda cinta pd anak anda.. jadi so” otomatis kalau anda cinta ma Rosulullah knapa anda tak mau merayakan kelahiranya.. baca tuh surat al lahab.. abu lahab aza yang kafir, tp pd saat kelahiran rosul ia bergembira maka tiap hari senin hukuman baginya dihilangkan,.. tolong ambil maknanya ummmm…

    Subhanallah,.. wahai hamba Allah, tidakkah engkau memahami akan hal ini…
    Ingatlah, anak anda sudah Allah tetapkan umurnya,… lalu wahai saudaraku…
    Renungkanlah,… apa hakekat bertambahnya umur anakmu??

    Sesungguhnya jika engkau berpikir dengan sehat dan jernih,… anakmu semakin mendekati kepada hari ajalnya,.. kok dirayakan??
    Apakah ini bukti cinta, atau bukti apa??
    Merayakan saat-saat sang anak semakin mendekat dengan hari kematiannya,… walaupun dengan lagu-lagu dan musik selamat panjang umur, dll… yang lagu dan musik sendiri dalam islam adalah haram,..

    Inikah tanda cinta???

    Mana ada orang tua yang tega merayakan momen anaknya, yang pada hakekatnya itu adalah perayaan semakin dekatnya sang anak mendekati hari kematiannya,…

    Sungguh, disamping banyak kemungkaran yang ada pada acara ulang tahun,..

    Mudah-mudahan bisa sedikit mencerahkan pandangan anda tanda cinta kepada anak yang diwujudkan dengan perayaan ulang tahun, yang pada hakekatnya adalah perayaan hari semakin dekatnya sang anak kepada hari kematiannya…. wallahu’alam…

  16. Oktober 31, 2010 pada 5:00 am | #16

    Mengerjakan ibadah yang tidak disyariatkan oleh Rasullullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah suatu Bid’ah.. Dan setan lebih menyukai manusia yang berbuat Bid’ah daripada maksiat.. Karena ketika berbuat maksiat hamba Allah sudah tahu itu salah dan melanggar, ada kemungkinan ia bertaubat.. Sedangkan pelaku Bid’ah tidak merasa ia melakukan kesalahan, meskipun sebenarnya ia sangat berdosa melanggar Sunnah Rasul, dan kemungkinan untuk bertaubat juga kecil karena mereka tidak pernah merasa sesat.. Kecuali orang-orang yang memang diberi petunjuk oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk kembali pada ajaran Sunnah, mereka itulah orang yang beruntung..

    • marselo salas
      November 14, 2010 pada 12:28 pm | #17

      ngerti apa nte..ingat stiap perbuatan tergantung pd niatnyaa.. emange ente tuhan apa?????? jangan sok dehhh… daripada maksiat mending sholawatan atau mauludan.. bodoh banget si luuuu…

      mas marselo salas yang saya hormati,
      mas, niat saja tidak cukup mas, tapi niat juga harus sesuai contoh rasulullah, juga caranya juga harus mengikuti ajaran Rasulullah,
      Niat harus baik dan benar, demikian juga caranya harus baik dan benar,
      Niat yang baik saja tidaklah cukup, jika caranya tidaklah baik,
      Takaran baik, bukanlah baik menurut kita, atau baik menurut masyarakat, atau baik menurut guru kita, akan tetapi takaran baik dan tidak itu adalah menurut pembuat syariat ini, yaitu Allah., menurut rabb kita,… dan menurut pembawa risalah ini, yaitu Rasulullah…
      Jadi bukan asal niatnya mas..
      Mas, syetan itu lebih suka kepada orang yang melakukan kebid’ahan seperti shalawatan, maulidan, yasinan, tahlilan,… daripada kepada orang yang melakukan maksiat seperti mencuri, berzina, mabok, dan perbuatan keji lainnya,
      kenapa??
      Jika ditanyakan kepada pencuri atau pelacur, atau perampok, : apakah perbuatan anda ini berdosa? mereka pasti akan mengakui bahwa perbuatan mereka itu adalah dosa, dan suatu saat nanti akan bertaubat, dan tidak mau anak-anak mereka juga seperti itu,…
      coba tanya yang hobi maulidan, shalawatan, atau yasinan, tahlilan..
      apakah perbuatan kalian itu suatu kebaikan, atau dosa…
      mereka pasti akan menjawab, ini kebaikan, ibadah , dan akan mendapat pahala disisi Allah,..
      dan mereka mengajarkan ajaran tersebut kepada anak2 mereka, tetangga, atau orang lain,
      padahal apa kata Rasulullah, amalan yang tidak ada contohnya dari Rasulullah, pasti tertolak, dan diakherat nanti akan diadzab, dan penyebab diusirnya dari telaga Rasulullah…
      tidak ngeri mas???

  17. pajerianor
    Oktober 27, 2010 pada 6:34 am | #18

    Saya ga percaya masa cucu2 rasulullah melarang maulid, anda aja yang kurang ilmunya.

    Para sahabat percaya bahwa Rasulullah tidak pernah menyuruh mengadakan maulid,..
    Imam yang empat pun, percaya bahwa Rasulullah tidak pernah menyuruh mengadakan maulid..

    Kalau anda tidak percaya , ya itu urusan anda sendiri,…
    Memangnya anda lebih berilmu daripada para Sahabat?
    Para sahabat sangat mencintai Rasulullah, dibandingkan dengan anda, sangat jauh kecintaan para sahabat kepada Rasulullah,… akan tetapi mereka tidak pernah mengadakan maulid nabi… Karena para sahabat tahu, ajaran maulid itu adalah ajaran yang tercela…
    Walaupun banyak orang-orang yang ngaku cinta nabi, atau keturunan nabi, doyan banget mengadakan maulid nabi…

    Apakah sahabat kalah jauh ilmunya ketimbang anda??
    Anda berguru sama siapa??

    Kalau sahabat berguru langsung kepada Rasulullah…

    Mana yang lebih layak diikuti?

    Para sahabat, atau anda, atau para habib yang ngaku-ngaku keturunan nabi itu??
    padahal nabi tidak punya anak laki-laki , karena meninggal waktu masih bayi, kok ada orang-orang yang ngaku keturunan Rasulullah?? Dari siapa?
    Paling banter nasab itu sampai kepada Ali, tidak ada yang bersambung kepada Rasulullah,

    Jadi kedustaan yang besar, jika ada yang ngaku nasabnya sampai kepada Rasulullah,…

    Hanya orang-orang yang bodoh saja yang percaya pada banyolan seperti itu,

    Nasab itu dari pihak laki-laki mas, bukan dari pihak perempuan..

  18. Zain
    Oktober 2, 2010 pada 3:55 pm | #19

    awas Ini tipuan para wahabi ….

    Apa yang dimaksud wahabi?? tolong jelaskan, bagi para pembaca yang ingin tahu sebab munculnya istilah wahabi ini, bisa baca disini

    Kalaupun memang benar nama habaib yg disebutkan maka mereka hanya oknum … awas makar para wahabi …. dimana2 habaib itu cinta akan elahiran rasulnya …

    Siapakah yang paling mencintai Rasulullah??
    Adakah yang mengalahkan cintanya Para Sahabat kepada Rasulullah??
    Kaum yang paling mencintai Rasulullah adalah para Sahabat Nabi,…
    Kaum yang paling getol beribadah dan mengikuti ajaran Rasulullah adalah para Sahabat Nabi….
    Adakah kita dapati para sahabat nabi melakukan Perayaan Hari Kelahiran Rasulullah??
    Baik ketika Rasulullah hidup atau sudah meniggal, tidak pernah kita dapati para Sahabat merayakannya…

    Lalu apakah orang yang merayakannya itu lebih baik dari para sahabat??
    Lalu mengikuti ajaran siapakah orang-orang yang mengadakan perayaan hari kelahiran nabi itu??

    jawabnya, sebenarnya hanya satu…
    Karena kebodohan, mengikuti tradisi orang-orang nasrani yang mengadakan perayaan kelahiran nabi Isa….

    Sungguh benar apa yang disabdakan Rasulullah, bahwa akan ada dari umatnya yang akan mengikuti suatu kaum, sehingga jika kaum tersebut masuk ke lubang biawak skalipun, akan di ikuti juga,…

    Kaum nasrani mengadakan perayaan kelahiran nabi Isa yang disebut dengan Natal,… eh,… kaum muslimin ada yang ikut-ikutan mengadakan perayaan kelahiran nabi,…. dan lebih lucunya lagi, ngakunya mencintai nabi…..

    Orang mencintai nabi kok melakukan ritual yang tidak ada ajarannya sama sekali dari nabi…. waliyadzubillah…

    bukan seperti wahabi yg cinta sama Raja Saudi Dajjal saudara Amerika

    Kenapa saudi mengundang tentara amerika??
    Siapa penyebabnya??
    Saudi tidak begitu saja meminta bantuan orang-orang kafir, ada penyebabnya… ini adalah kelicikan orang-orang syiah juga…

    Kalau anda tahu bagaimana kondisi sekarang?? betapa syiah sangat akrab sekali dengan amerika, bahkan mendoakan pemimpin amerika yang waktu itu dipimpin oleh presiden bush

  19. fe’ik
    Juli 13, 2010 pada 10:21 am | #20

    Mau nanya mas, kl sholat tarawih bid’ah bukan?

    Jelas bukan lah mas, baca disini ya, bagaimana tentang shalat taraweh itu, disini mas : http://aslibumiayu.wordpress.com/2010/07/13/menghidupkan-malam-ramadhan-dengan-shalat-tarawih/

    adapun jika mas mengatakan bidah dengan dalil perkataan Umar bin Al Khaththab pernah menyatakan bahwa shalat tarawih yang dia hidupkan adalah “sebaik-baik bid’ah”? Dari perkataan beliau ini menurut mereka, ada bid’ah hasanah (yang baik).

    Sanggahan: Ingatlah para sahabat tidak mungkin melakukan bid’ah. Yang dimaksud dengan bid’ah dalam perkataan ‘Umar adalah bid’ah secara bahasa Arab yang berarti sesuatu yang baru.

    Jika ada yang masih ngotot bahwa tidak semua bid’ah sesat, ada di sana bid’ah yang baik (hasanah), maka cukup kami katakan: Kalau ‘Umar menghidupkan shalat tarawih dan beliau katakan sebagai bid’ah, hal ini ada dalil dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga melaksanakan shalat tarawih di awal-awal Ramadhan. Namun karena takut amalan tersebut dianggap wajib, maka beliau tidak menunaikannya lagi. Jadi, intinya ‘Umar memiliki dasar dari perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

  20. qorieb
    Juli 4, 2010 pada 11:12 pm | #21

    bro….nggak usah nakut2in pake hadits, mangnya yang buat hadits kamu, sehingga hny kamu ja yang paling benar dalam memahaminya. Org Islam bukan spt itu bro…Kita hny pengikut bro, kalau kamu blh ngikutin ulama’ km, mengapa org lain kamu bid’ah2kan karena ikut ulama’2 mereka? Sadar bro,,Qur’an Hadits itu bukan buatan kamu. yang tahu kebenaran sejati hny Allah semata. salam kenal.

    Kalau orang yang mengaku mencintai Rasulullah, pasti akan menerima hadits-hadits yang shahih dari Rasulullah…

    Kalau orang yang mengaku mencintai Rasulullah, pasti akan takut terhadap ancaman Rasulullah melalui hadits-haditsnya…

    Hadits itu bukan perkataan saya mas, itu perkataan Rasulullah…

    Alquran diturunkan Allah kepada Rasulullah, dan Rasulullah sudah menjelaskan tafsirnya kepada para sahabat,…. Jadi jalan yang paling selamat adalah mengikuti pemahaman para sahabat dalam memahami alquran, dan dalam memahami al hadits.

    Para Ulama yang boleh kita ikuti juga adalah ulama yang mengikuti pemahaman para sahabat, bukan ulama yang mengikuti pemahaman selainnya..

    Kebenaran sejati hanya milik Allah, dan Allah sudah menyampaikan kebenaran itu melalui Rasul-rasulnya.

    Dan para pengikut kebenaran adalah orang-orang yang mengikuti kebenaran yang diajarkan oleh Rasulullah kepada para sahabatnya..

  21. Akbar Caniago
    Juli 3, 2010 pada 9:21 am | #22

    Ini berita basi, semuanya kibulan dari Salafy Wahabi. Awas catut nama Habaib bisa kuwalat tuh yang bikin terjemah beita ini. Setiap malam di Jakarta ada acara Maulid walau pun bukan di bulan Maulid. Baca ini jadwalnya: http://u==delete==mati.wordpress.com/2010/06/01/jadwal-pengajian-habib-munzir-bulan-juni-dan-juli-2010/#more-1732

    Mau tahu apa itu wahabi?? baca ini : http://aslibumiayu.wordpress.com/tag/wahabi/

    Mana dalilnya bisa kuwalat mas?? Ada juga yang bisa kuwalat itu menyandarkan apa-apa yang tidak diajarkan oleh Rasulullah, kemudian dikatakan bahwa ini adalah ajaran rasulullah, berarti itu terhitung dalam perbuatan berdusta atas nama nabi.., seperti contohnya maulid itu….apakah Rasulullah pernah merayakan maulid?? Apakah para sahabat pernah merayakan maulid?? Ataukah para ulama pernah mengadakan maulid??

    Harusnya mas atau para habib itu takut dengan hadits nabi yang artinya:

    Dari Abdullah bin az-Zubair radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang berdusta atas namaku maka hendaknya dia mengambil tempat duduknya di neraka.” (HR. Bukhari, lihat al-Jam’u Baina ash-Shahihain, hal. 8 )

    Hadits yang seperti diatas banyak….

    Dari al-Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya berdusta atas namaku tidak sebagaimana berdusta atas nama orang lain. Maka barangsiapa yang berdusta secara sengaja atas namaku maka hendaknya dia mengambil tempat duduknya di neraka.” (HR. Bukhari, dan juga Muslim dalam Mukadimah Shahihnya, lihat al-Jam’u Baina ash-Shahihain, hal. 9)

    Itu baru namanya kuwalat mas…

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 85 pengikut lainnya.