Kalangan Habaib Serukan Untuk Tidak Merayakan Maulid Nabi
Jajaran Ulama dari kalangan Habaib menyerukan Ahlul Bait Rasulullah untuk tidak memperturuti hawa nafsu mereka. Karena Perayaan yang mereka sebut dengan Maulid Nabi dengan dalih Cinta Rasul, dan berbagai acara yang menyelisih syari’at, yang secara khusus dimeriahkan/ diperingati oleh sebagian anak keturunan Nabi yang mulia ini jelas merupakan sebuah penyimpangan, dan tidak sesuai dengan Maqasidu asy-Syar’I al-Muthahhar (tujuan-tujuan syari’at yang suci) untuk menjadikan ittiba’ (mengikuti) kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai standar utama yang dijadikan rujukan oleh seluruh manusia dalam segala sikap dan perbuatan (ibadah) mereka.
Dalam sebuah pernyataan yang dilansir ” Islam Today “, para Habaib berkata, “Bahwa Kewajiban Ahlul Bait (Keturunan Rasulullah) adalah hendaklah mereka menjadi orang yang paling yang mulia dalam mengikuti Sunnah Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam, mengikuti petunjuknya, dan wajib atas mereka untuk merealisasikan cinta yang sebenarnya (terhadap beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, red.), serta menjadi manusia yang paling menjauhi hawa nafsu. Karena Syari’at Islam datang untuk menyelisihi penyeru hawa nafsu, sedangkan cinta yang hakiki pasti akan menyeru Ittiba’ yang benar.
Mereka (Para Habaib) menambahkan, “Di antara fenomena yang menyakitkan adalah terlibatnya sebagian anak-cucu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang mulia (Ahlul Bait) dalam berbagai macam penyimpangan syari’at, dan pengagungan terhadap syi’ar-syi’ar yang tidak pernah dibawa oleh al-Habib al-Mushtafa Shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan di antara syiar-syiar tersebut adalah bid’ah peringatan Maulid Nabi dengan dalih cinta.
Para Habaib menekankan dalam pernyataannya, bahwa yang membuat perayaan tersebut sangat jauh dari petunjuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah karena hal itu dapat menyebabkan pengkultusan terhadap beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam yang beliau sendiri tidak membolehkannya, bahkan tidak ridho dengan hal itu. Dan lainnya adalah bahwa peringatan tersebut dibangun di atas Hadits-hadits yang bathil dan aqidah-aqidah yang rusak. Telah valid dari Rasulullahu shallallahu ‘alaihi wasallam akan pengingkaran terhadap sikap-sikap yang berlebihin seperti ini, dengan sabdanya:
Janganlah kalian mengkultuskan aku seperti pengkultusan orang-orang nasrani terhadap putra maryam. (HR. al-Bukhari)
Sedangkan seputar adanya preseden untuk perayaan-perayaan seperti itu pada as-Salafu ash-Shalih, Para Habaib tersebut mengatakan,
“Bahwa perayaan Maulid Nabi merupakan ibadah/ amalan yang tidak pernah dilakukan dan diperintahkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, dan tidak pernah pula dilakukan oleh seorangpun dari kalangan Ahlul Bait yang mulia, seperti Ali bin Abi Thalib, Hasan dan Husein, Ali Zainal Abidin, Ja’far ash-Shadiq, serta tidak pernah pula diamalkan oleh para Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam “Radhiyallahu ‘anhum ajma’in- begitu pula tidak pernah diamalkan oleh seorang pun dari para tabi’in.
Para Habaib tersebut mengatakan kepada Ahlul Bait, Wahai Tuan-tuanYang terhormat! Wahai sebaik-baiknya keturunan di muka bumi, sesungguhnya kemulian Asal usul (Nasab) merupakan kemulian yang diikuti dengan taklif (pembebanan), yakni melaksanakan sunnah Rasululullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan berusaha untuk menyempurnakan amanahnya setelah sepeninggalnya dengan menjaga agama dan menyebarkan dakwah yang dibawanya. Dan karena mengikuti apa yang tidak dibolehkan oleh syari’at tidak mendatangkan kebenaran sedikitpun, bahkan merupakan amalan yang ditolak oleh Allah Ta’ala, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
Barangsiapa mengada-adakan sesuatu yang baru di dalam urusan (agama) kami ini yang bukan termasuk di dalamnya, maka ia tertolak. (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Berikut ini adalah teks pernyataannya:
Risalah untuk Ahlul Bait (Anak-Cucu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam) tentang Peringatan/ perayaan Maulid Nabi.
Di antara Prinsip-prinsip yang agung yang berpadu di atasnya hati-hati para ulama dan kaum Mukminin adalah meyakini (mengimani) bahwa petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah petunjuk yang paling sempurna, dan syari’at yang beliau bawa adalah syari’at yang paling sempurna, Allah Ta’ala berfirman:
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu. (QS. Al maidah:3)
Dan meyakini (mengimani) bahwa mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam merupakan keyakinan atau tanda kesempurnaan iman seorang Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Tidak sempurna iman salah seorang di antara kamu sehingga aku lebih dia cintai dari ayahnya, anaknya, dan semua manusia. (HR. al-Bukhari & Muslim)
Beliau adalah penutup para nabi, Imam orang-orang yang bertaqwa, Raja anak-cucu Adam, Imam Para Nabi jika mereka dikumpulkan, dan Khatib mereka jika mereka diutus, si empu Tempat yang Mulia, Telaga yang akan dikerumuni (oleh manusia), si empu bendera pujian, pemberi syafa’at manusia pada hari kiamat, dan orang yang telah menjadikan umatnya menjadi umat terbaik yang dikeluarkan untuk manusia, Allah Ta’ala berfirman:
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. al-Ahzab: 21)
Dan di antara kecintaan kepada beliau adalah mencintai keluarga beliau (Ahlul Bait/ Habaib), Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Aku mengingatkan kalian kepada Allah pada Ahlu Bait (keluarga)ku. (HR. Muslim).
Maka Kewajiban keluarga Rasulullah (Ahlul Bait/ Habaib) adalah hendaklah mereka menjadi orang yang paling yang mulia dalam mengikuti Sunnah Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam, mengikuti petunjuknya, dan wajib atas mereka untuk merealisasikan cinta yang sebenarnya (terhadap beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, red.), serta menjadi manusia yang paling menjauhi hawa nafsu. Karena Syari’at datang untuk menyelisihi penyeru hawa nafsu, Allah Ta’ala berfirman:
Maka demi Rabbmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (QS. An-Nisa’: 65)
Sedangkan cinta yang hakiki pastilah akan menyeru Ittiba’ yang benar. Allah Ta’ala berfirman:
Katakanlah:”Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali ‘Imran: 31)
Tidak cukup hanya sekedar berafiliasi kepada beliau secara nasab, tetapi keluarga beliau (Ahlul bait) haruslah sesuai dengan al-haq (kebenaran yang beliau bawa) dalam segala hal, dan tidak menyalahi atau menyelisinya.
Dan di antara fenomena menyakitkan adalah orang yang diterangi oleh Allah Ta’ala pandangannya dengan cahaya ilmu, dan mengisi hatinya dengan cinta dan kasih sayang kepada keluarga NabiNya (ahlul bait), khususya jika dia termasuk keluarga beliau pula dari keturunan beliau yang mulia adalah terlibatnya sebagian anak-cucu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang mulia (Ahlul Bait/ Habaib) dalam berbagai macam penyimpangan syari’at, dan pengagungan terhadap syi’ar-syi’ar yang tidak pernah dibawa oleh al-Habib al-Mushtafa Shallallahu ‘alaihi wasallam.
Dan di antara syi’ar-syi’ar yang diagungkan yang tidak berdasarkan petunjuk moyang kami Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam tersebut adalah bid’ah peringatan Maulid Nabi dengan dalih cinta. Dan ini jelas merupakan sebuah penyimpangan terhadap prinsip yang agung, dan tidak sesuai dengan Maqasidu asy-Syar’I al-Muthahhar (tujuan-tujuan syari’at yang suci) untuk menjadikan ittiba’ (mengikuti) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai standar utama yang dijadikan rujukan oleh seluruh manusia dalam segala sikap dan perbuatan (ibadah) mereka.
Karena kecintaan kepada beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mengharuskan ittiba’ (mengikuti) beliau Shallalllahu ‘alaihi wasallam secara lahir dan batin. Dan tidak ada pertentangan antara mencintai beliau dengan mengikuti beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, bahkan mengikuti (ittiba’) kepada beliau merupakan inti/ puncak kecintaan kepadanya. Dan orang yang mengikuti beliau secara benar (Ahlul ittiba’) adalah komitmen dengan sunnahnya, mengikuti petunjuknya, membaca sirah (perjalanan hidup)nya, mengharumi majlis-majlis mereka dengan pujian-pujian terhadapnya tanpa membatasi hari, berlebihan dalam menyifatinya serta menentukan tata cara yang tidak berdasar dalam syari’at Islam.
Dan di antara yang membuat perayaan tersebut sangat jauh dari petunjuk Nabi adalah karena dapat menyebabkan pengkultusan terhadap beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam yang beliau sendiri tidak membolehkannya, bahkan beliau tidak ridho dengan hal itu. Dan hal lainnya adalah bahwa peringatan tersebut dibangun di atas Hadits-hadits yang bathil dan aqidah-aqidah yang rusak. Telah valid dari Rasulullahu shallallahu ‘alaihi wasallam pengingkaran terhadap sikap-sikap yang berlebihan seperti ini, dengan sabdanya:
Janganlah kalian mengkultuskan aku seperti pengkultusan orang-orang nasrani terhadap putra maryam. (HR. al-Bukhari)
Maka bagaimana dengan faktanya, sebagian majlis dan puji-pujian dipenuhi dengan lafazh-lafazh bid’ah, dan istighatsah-istighatsah syirik.
Dan perayaan Maulid Nabi merupakan ibadah/ amalan yang tidak pernah dilakukan dan diperintahkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, dan tidak pernah pula dilakukan oleh seorangpun dari kalangan Ahlul Bait yang mulia, seperti ‘Ali bin Abi Thalib, Hasan dan Husein, Ali Zainal Abidin, Ja’far ash-Shadiq, serta tidak pernah pula diamalkan oleh para Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam –Radhiyallahu ‘anhum ajma’in—begitu pula tidak pernah diamalkan oleh seorang pun dari para tabi’in, dan tidak pula Imam Madzhab yang empat, serta tidak seorangpun dari kaum muslimin pada periode-periode pertama yang diutamakan.
Jika ini tidak dikatakan bid’ah, lalu apa bid’ah itu sebenarnya? Dan Bagaimana pula apabila mereka bersenandung dengan memainkan rebana?, dan terkadang dilakukan di dalam masjid-masjid? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam hal ini secara gamblang dan tanpa pengecualian di dalamnya:
Semua bid’ah itu sesat. (HR. Muslim).
Wahai Tuan-tuanYang terhormat! Wahai sebaik-baiknya keturunan di muka bumi, sesungguhnya kemulian Asal usul/ nasab merupakan kemulian yang diikuti dengan taklif (pembebanan), yakni melaksanakan sunnah Rasululullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan berusaha untuk menyempurnakan amanahnya setelah sepeninggalnya, dengan menjaga agama, menyebarkan dakwah yang dibawanya.
Dan karena mengikuti apa yang tidak dibolehkan oleh syari’at tidak mendatangkan kebenaran sedikitpun, dan merupakan amalan yang ditolak oleh Allah Ta’ala, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
Barangsiapa mengada-adakan sesuatu yang baru di dalam urusan (agama) kami ini yang bukan termasuk di dalamnya, maka ia tertolak. (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Demi Allah, demi Allah, wahai para habaib (Ahlu bait Nabi)! Jangan kalian diperdayakan oleh kesalahan orang yang melakukan kesalahan, dan kesesatan orang yang sesat, dan menjadi pemimpin- pemimpin yang tidak mengajarkan petunjuk beliau! Demi Allah, tidak seorangpun di muka bumi ini lebih kami cintai petunjuknya dari kalian, semata-mata karena kedekatan kalian dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Ini merupakan seruan dari hati-hati yang mencintai dan menginginkan kebaikan bagi kalian, dan menyeru kalian untuk selalu mengikuti sunnah lelulur kalian dengan meninggalkan bid’ah dan seluruh yang tidak diketahui oleh seseorang dengan yakin bahwa itu merupakan sunnah dan agama yang dibawanya, maka bersegeralah, Beliau bersabda:
Barang siapa yang lambat dalam amalnya, niscaya nasabnya tidak mempercepat amalnya tersebut. (HR. Muslim).
Yang menanda tangan risalah di atas yaitu:
1. Habib Syaikh Abu Bakar bin Haddar al-Haddar (Ketua Yayasan Sosial Adhdhamir al-Khairiyah di Traim)
2. Habib Syaikh Aiman bin Salim al-Aththos (Guru Ilmu Syari’ah di SMP dan Khatib di Abu ‘Uraisy)
3. Habib Syaikh Hasan bin Ali al-Bar (Dosen Kebudayaan Islam Fakultas Teknologi di Damam dan Imam serta khatib di Zhahran.
4. Habib Syaikh Husain bin Alawi al-Habsyi (Bendahara Umum ‘Muntada al-Ghail ats-Tsaqafi al-Ijtima’I di Ghail Bawazir)
5. Habib Syaikh Shalih bin Bukhait Maula ad-Duwailah (Pembimbing al-Maktab at-Ta’awuni Li ad-Da’wah wal Irsyad wa Taujih al-Jaliyat, dan Imam serta Khatib di Kharj).
6. Habib Syaikh Abdullah bin Faishal al-Ahdal (Ketua Yayasan ar-Rahmah al-Khairiyah, dan Imam serta Khatib Jami’ ar-Rahmah di Syahr).
7. Habib Syaikh DR. ‘Ishom bin Hasyim al-Jufri (Act. Profesor Fakultas Syari’ah Jurusan Ekonomi Islam di Universitas Ummu al-Qurra’, Imam dan Khotib di Mekkah).
8. Habib Syaikh ‘Alawi bin Abdul Qadir as-Segaf (Pembina Umum Mauqi’ ad-Durar as-Saniyah)
9. Habib Syaikh Muhammad bin Abdullah al-Maqdi (Pembina Umum Mauqi’ ash-Shufiyah, Imam dan Khotib di Damam).
10. Habib Syaikh Muhammad bin Muhsi al-Baiti (Ketua Yayasan al-Fajri al-Khoiriyah, Imam dan Khotib Jami’ ar-Rahman di al-Mukala).
11. Habib Syaikh Muhammad Sami bin Abdullah Syihab (Dosen di LIPIA Jakarta)
12. Habib Syaikh DR. Hasyim bin ‘Ali al-Ahdal (Prof di Universitas Ummul Qurra’ di Mekkah al-Mukarramah Pondok Ta’limu al-Lughah al-‘Arabiyah Li Ghairi an-Nathiqin Biha).
sumber: Milis As-Sunnah
sumber penukilan : http://moslemsunnah.wordpress.com/2009/04/10/kalangan-habaib-serukan-untuk-tidak-merayakan-maulid-nabi/







assalamualaikum ya akhi aslibumiayu…
perkenankan saya mampir si situs sampean. perdebatan yang seru dan nyaris tak berujung ..semoga akhi tetap tabah dan sabar..
menerima cercaan dari orang-2x yg pro maulidan -isro miroj an dll…
hampir semua mereka para pecinta habaib..
mereka tak rela tradisinya yg udah ratusan tahun digagat mendadak.sama sampeyan..
semoga kita semua bersabar dan semoga kita selalu diberi hidayah oleh ALLAH SWT…
Pemahaman agama sampean mirip guru ngaji ana
Assalamualaikum Warohamatullahi Wabarokatuh.
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
Tentang Negara Arab Saudi, pandangan mereka mengenai palestina dan kebijakan luar negeri mereka yang mesra dengan amerika. Bagaimana menurut pendapat antum?
assalamu’alaikum….
klo boleh tau, tolong ditampilkan dalil dari al-Qur’an atau dari hadits Nabi yang secara khusus melarang untuk perayaan Maulid ???
Adakah dalil yang melarang org membaca siroh Nabi di hari kelahiran beliau, atau dg membaca sholawat ???
saya tunggu jawabanx yaa, biar pemahaman saya smakin jelas….
wis..wis.. yang jelas banyak juga remaja2/ umat yang menjadi sadar karena berkah maulid. (titik)
Sesungguhnya yg tdk mmbolehkan Maulid Nabi Saidana Muhammad Rasulullah adalah orng yg picik pikirannya seperti para golongan wahabi &syiah, Apakah ada larangan kita memuliakan Nabi???
assalamualaikum semua.
lebih baik kita baca kembali…asal muasal maulid nabi.apa penyebabnya.atas dasar apa.
dan jika allah SWT tidak meridhoi sesuatu.mengapa acara maulid sampai sekarang masih ada.
sebenarnya acara maulid itu untuk siapa.
apa untuk rasullullah.kekasih allah…rasullullah SAW tidak perlu.
tapi untuk kita yang sangat perlu.karna tidak sedikit barokahnya memperingati maulid untuk ummatnya.
jangan memperdebatkan sesuatu yang hanya allah yang tahu.akal kita ada batasnya..urus iman masing.
jika kita mencintai seseorang….apapu akan terjadi.begitupun mencintai allah SWT dan rasullullah.seperti maulid nabi.acara yang hanya untuk mengingatkan kita kembali sejarah kelahiran rasullullah Saw untuk kita,anak,cucu kita.
dan jka kita mengambil dari peringatan nabi isa yang di buat yahudi.itu karna mereka mencintai nabi isa.apa kita tidak boleh.apa kita harus sangat membenci tiap2 apapun dari yahudi.
jika ya…..jangan berbahasa inggris.
jangan memakai kemeja.jangan memakai celana levis….dll..tanpa anda sadar anda telah bidah………..
jadi berpikirlah…
apakah alguran yang mengikuti zaman atau zaman yang mengikuti alguran.berbicara apapun boleh..tapi ingat tiap perkataan ada pertanggungjawabanya kelak.
Saya sangat setuju dengan penulis (cuplikan) kolom ini. Karena sebenarnya tujuan mulianya adalah meluruskan apa2 yg selama ini belum lurus. Bagi yang lain, ada baiknya membuka hati dan membuka keikhlasan dalam belajar lebih dalam lagi (ingat wahyu yg pertama : Iqra (bacalah)).
Dan mohon maaf jika saya ingatkan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam menyatakan bahwa “tidaklah aku diutus kecuali untuk menyempurnakan akhlaq”.
Silahkan berdiskusi dengan santun dan penuh dengan hujjah-hujjah yang valid dan dapat diurutkan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.
Dan juga saya mohon maaf, buat saudara2ku yang non muslim, jika ingin berdiskusi dan menyatakan pendapat anda, silahkan pelajari mengenai Islam terlebih dahulu dan jika memungkinkan, masuklah menjadi muslim. Jangan berpendapat seasalnya saja.
Surah Al-Lahab itu isinya adalah tentang kepastian bahwa Abu Lahab dan istrinya itu akan ditempatkan ke tempat orang-orang yang merugi (neraka) dan tidak ada manfaat apapun dari harta yang dimilikinya. pesan saya, lain kali jika lagi ada pembahasan al-qur’an di tempat anda (gereja), tolong juga belajar tentang sebab2 turunnya suatu ayat atau surah dalam al-qur’an.
Terakhir, saya mohon maaf kepada saudara2 semua, bila kata2 saya tidak berkenan.
Kiranya pertikaian kata2 ini kita sudahi saja di sini, karena keutamaan yg kita cari adalah ‘Silaturrahmi’. ” … barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka dia selalu menguatkan/menyambung silaturrahmi”
bagaimana kita bisa mendidik anak2 kita untuk mencintai nabinya kalau tanoa maulid……..
saudi itu setau saya dajjal mas……tau ga kalau kerajaan itu sudah dilarang oleh rosulullah tapi kenapa masih berdiri di saudi…tanya kenapa mas….jangan pake hadist melarang maulid……
ultah itu budaya siapa ya kalo bukan budaya yahudi???
monggoo…..
@Bung Marselo, tidakkah anda berpikir dgn otak yg jernih dan awam saja, merayakan Ultah anak kita adalah wajar karena anak kita masih hidup, nah kalo merayakan Ultah Nabi…apakah Nabi masih hidup atau sudah wafat….trus apanya yg mo dirayakan mas….mikir mas mikir…….gak usah pake dalil2 agama, pake pikiran umum saja sudah salah kaprah.
Tutup blog ini mas, jaman nabi ga ada da’wah via internet… Tutup smua skolah… Ga ada tuh yg nama’a pesantren, sekolah di jaman nabi
Kalau jaman nabi lebih canggih mas, otak para sahabat lebih canggih daripada komputer,.. alquran di kepala mereka, hadits di otak mereka, tidak seperti kita dijaman ini,..
Berikut ini adalah dalil-dalil yang menjadi dasar peringatan maulid nabi besar Muhammad sholallahu ‘alaihi wasalam:
1. Abu Bakar ash-Shiddiq
Telah berkata Sayyidina Abu Bakar As-Shiddiq: “Barangsiapa yang menafkahkan satu dirham bagi menggalakkan bacaan Maulid Nabi saw., maka ia akan menjadi temanku di dalam syurga.” (sumber …dari kitab anni’matul kubr…o ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii)
2. Umar bin Khottob al-Furqon
Telah berkata Sayyidina ‘Umar: “Siapa yang membesarkan (memuliakan) majlis maulid Nabi saw. maka sesungguhnya ia telah menghidupkan Islam.” (sumber dari kitab anni’matul kubro ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii)
3. Utsman bin ‘Affan Dzun-Nuraini
Telah berkata Sayyidina Utsman: “Siapa yang menafkahkan satu dirham untuk majlis membaca maulid Nabi saw. maka seolah-olah ia menyaksikan peperangan Badar dan Hunain” (sumber dari kitab anni’matul kubro ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii)
bagaimana tangapan hadis2 yg di atas
Org2 skrg lebih takut kualat ama habibnya/kyainya padahal…
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang berdusta atas namaku maka hendaknya dia mengambil tempat duduknya di neraka.” (HR. Bukhari, lihat al-Jam’u Baina ash-Shahihain, hal. 8)
Hiiii…saya mah lebih takut kualat jika berdusta atas nama Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam. Ancamannya neraka coy, ga main2.
boss.. jangan sok2kan gitu ahh.. kalau andaa sahabat nabi baru ane percaya, skrg gini za bos.. kalo ente punya anak n nte ngrayain ultah nya.. iitu tanda nte cinta ma anak nte.. tpi lo nte ga paling ga ngucapin slamat brarti nte emank gollongan orang2 pelit.. oya baca surat al lahab bos.. ben sadar..
Subhanallah… wahai hambaa allah tak usah kau sebarkan kata- kata busukmu itu.. kalau anda punya anak n anda mmperingati kelahiranya.. itu salah satu tanda anda cinta pd anak anda.. jadi so” otomatis kalau anda cinta ma Rosulullah knapa anda tak mau merayakan kelahiranya.. baca tuh surat al lahab.. abu lahab aza yang kafir, tp pd saat kelahiran rosul ia bergembira maka tiap hari senin hukuman baginya dihilangkan,.. tolong ambil maknanya ummmm…
Mengerjakan ibadah yang tidak disyariatkan oleh Rasullullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah suatu Bid’ah.. Dan setan lebih menyukai manusia yang berbuat Bid’ah daripada maksiat.. Karena ketika berbuat maksiat hamba Allah sudah tahu itu salah dan melanggar, ada kemungkinan ia bertaubat.. Sedangkan pelaku Bid’ah tidak merasa ia melakukan kesalahan, meskipun sebenarnya ia sangat berdosa melanggar Sunnah Rasul, dan kemungkinan untuk bertaubat juga kecil karena mereka tidak pernah merasa sesat.. Kecuali orang-orang yang memang diberi petunjuk oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk kembali pada ajaran Sunnah, mereka itulah orang yang beruntung..
ngerti apa nte..ingat stiap perbuatan tergantung pd niatnyaa.. emange ente tuhan apa?????? jangan sok dehhh… daripada maksiat mending sholawatan atau mauludan.. bodoh banget si luuuu…
Saya ga percaya masa cucu2 rasulullah melarang maulid, anda aja yang kurang ilmunya.
awas Ini tipuan para wahabi ….
Kalaupun memang benar nama habaib yg disebutkan maka mereka hanya oknum … awas makar para wahabi …. dimana2 habaib itu cinta akan elahiran rasulnya …
bukan seperti wahabi yg cinta sama Raja Saudi Dajjal saudara Amerika
Mau nanya mas, kl sholat tarawih bid’ah bukan?
bro….nggak usah nakut2in pake hadits, mangnya yang buat hadits kamu, sehingga hny kamu ja yang paling benar dalam memahaminya. Org Islam bukan spt itu bro…Kita hny pengikut bro, kalau kamu blh ngikutin ulama’ km, mengapa org lain kamu bid’ah2kan karena ikut ulama’2 mereka? Sadar bro,,Qur’an Hadits itu bukan buatan kamu. yang tahu kebenaran sejati hny Allah semata. salam kenal.
Ini berita basi, semuanya kibulan dari Salafy Wahabi. Awas catut nama Habaib bisa kuwalat tuh yang bikin terjemah beita ini. Setiap malam di Jakarta ada acara Maulid walau pun bukan di bulan Maulid. Baca ini jadwalnya: http://u==delete==mati.wordpress.com/2010/06/01/jadwal-pengajian-habib-munzir-bulan-juni-dan-juli-2010/#more-1732