Terjajah Di Negeri Sendiri..
Bulan agustus, identik dengan kemerdekaan negeri indonesia. Bebas dari penjajahan Belanda selama 360 tahun. Kekayaan alam indonesia dikeruk, dibawa oleh pemerintah belanda. Rakyat indonesia tersiksa, diperas harta dan tenaganya. Kehidupan sehari-hari penuh dengan kesengsaraan, ketakutan, dan ketidakbebasan.
Usai penjajahan belanda usai, rakyat indonesia kembali mengalami penderitaan yang tidak kalah hebat. Penjajah baru dari negeri jepang, walaupun menjajah tidak selama belanda yang 360 tahun, akan tetapi dampak dari penjajahan oleh jepang itu tidak kalah hebat, walaupun menjajah selama kurang dari 3.5 tahun. Sungguh penjajahan menyisakan penderitaan, …
Hingga akhirnya pertolongan Allah datang, negara indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, tepatnya tanggal 17 agustus 1945. Rakyat Indonesia menyambut gembira kemerdekaan tersebut.
Timbul pertanyaan dalam benak kita,.. Apakah Indonesia telah terbebas dari penjajahan yang sesungguhnya? Apakah negeri Indonesia telah merasakan kemerdekaan? Walaupun hari kemerdekaan telah diperingati hingga ke – 66 kali.
Dalam benak kebanyakan orang, mungkin penjajahan itu identik dengan penjajahan dari sisi pisik saja, dengan dikurasnya kekayaan bangsa ini, padahal ada penjajahan yang lebih jahat dari itu semua, penjajahan keyakinan, idiologi bangsa ini,. Penjajahan rohani, penjajahan jiwa, ini juga dialami ketika penjajah belanda menjajah indonesia, selain mereka mengeruk kekayaan alam indonesia, mereka juga menjajah jiwa bangsa ini, menjajah rohani bangsa ini, dengan menjajakan keyakinan yang mereka bawa, yaitu agama nasrani atau agama kristen.
Akibat dari dampak tersebut, peran dakwah agama islam terhambat, dan agama kristen berkembang, karena agama tersebut agama yang dibawa oleh penjajah belanda.
Apakah bangsa indonesia sudah betul-betul terbebas dari penjajahan dalam hal keyakinan ini?
Sangat sulit tuk menjawab dengan kata “sudah” karena fakta di lapangan, begitu banyak jiwa, moral bangsa ini yang rusak.
Ada yang rusak tanpa mereka sadari, ada juga yang disadari oleh mereka, akan tetapi tidak bisa berbuat banyak tuk mengatasi kerusakan tersebut.
Ada juga yang merasa bangga dengan dijajah oleh penjajah keyakinan, penjajah jiwa, bahkan merekapun dengan sukarela, dan tanpa paksaan mengeluarkan biaya yang tidak murah tuk mendatangkan penjajah tersebut.
Sebenarnya sangat banyak penjajah yang merusak moral bangsa ini, namun yang akan saya soroti disini adalah penjajah yang masuk ke rumah-rumah kita tanpa bisa kita cegah, bahkan kita menikmatinya, bahkan ada yang bangga bisa mendatangkan penjajah tersebut.
Apa dan siapa penjajah tersebut?
Mungkin ada pembaca yang bertanyaa-tanya, siapa penjajah yang dimaksud,..
Penjajah tersebut adalah yang selama ini meracuni kehidupan kita sehari-hari, meracuni pemikiran anak-anak kita, sehingga meniru apa yang dilihat di depan matanya. Tak jarang mereka meniru apa yang dilihatnya, mempraktekannya,.. kira-kira pembaca bisa menebak, siapa penjajah yang dimaksud?
Penjajah yang menjajakan hiburan, akan tetapi pada hakekatnya itu adalah pengrusakan moral bangsa ini. Disadari atau tidak, lambat laun bangsa ini akan menuai akibatnya, dan akan terasakan oleh orang yang tidak terkotori oleh penjajah tersebut.
Entah sudah berapa banyak kasus yang terjadi akibat belajar pada penjajah yang satu ini, mulai dari anak yang durhaka kepada orangtua,pembunuhan, pemerkosaan, kegagalan rumah tangga, dan kebejatan remaja.
Dari penjajah inilah banyak orang belajar membunuh, menipu, mencuri, berdusta, membentak, pesta daging manusia ( gosip sana-sini ) bahkan penyusupan akidah dan kristenisasipun sudah terbiasa di penjajah yang satu ini. Bahkan penjajah yang satu ini dijadikan sarana tuk melunturkan wibawa pemimpin, yang ini bukanlah dari ajaran Rasulullah, mengungkap aib penguasa mereka dihadapan masyarakat luas… sungguh ini musibah yang teramat besar.
Belum lagi perkembangan teknologi yang menunjang penjajah yang satu ini semakin menggila, semakin masyarakat disuguhkan acara-acara yang merusak keimanan, dan moral bangsa ini.
Apa itu? Itulah acara-acara televisi yang tidak bisa kita bendung masuk ke rumah-rumah kita, meracuni pikiran remaja indonesia,. Salahsatu yang memperparah dan menunjang penjajah yang satu ini semakin bercokol, adalah parabola, benda inilah yang semakin memperparah posisi sang penjajah ini. Dengan parabola kita disuguhi acara-acara yang semua serba gratis dan mudah, entah berapa puluh, berapa ratus chanel acara , yang semua menampilkan acara yang jika diprosentasi mungkin 99 % menawarkan kejelekan,.. sungguh sangat mengerikan..
Apalagi jika kita melihat parabola yang terpasang di masyarakat kita, dengan menggunakan LNB yang bukan hanya sekedar menerima siaran televisi lokal indonesia, yang mana acara televisi lokal sendiri sudah cukup membuat bangsa ini rusak,.. apalagi ditambah siaran negara luar, yang memang banyak yang tidak sesuai dengan ajaran islam yang mulia,.. apalagi ditambah “chanel biru” apa kira-kira nasib bangsa ini jika semua rumah sudah merata menggunakan parabola ini?
Sungguh benar sabda Rasulullah yang menjelaskan kaum muslimin akan mengikuti yahudi dan nasrani, sejengkal demi sejengkal,.. sekalipun mereka masuk ke lubang biawak, kaum muslimin akan mengikutinya,.. Dan sekarang, kaum muslimin sedang digiring ke arah sana,.. sehingga setelah kaum muslimin mengikuti kebiasaan kaum yahudi dan nasrani ini, maka kekuatan kaum muslimin akan melemah, sehingga sebagaimana diibaratkan oleh Rasulullah, kaum muslimin seperti hidangan yang diperebutkan oleh kaum kafirin, Kaum muslimin berjumlah banyak, akan tetapi seperti buih yang terbawa banjir,. Tidak ada apa-apanya,. Kewibawaan kaum muslimin lenyap, tidak mempunyai kekuatan yang berarti, dicabut rasa takut orang kafir terhadapa islam, dan dijadikan orang islam cinta dunia dan takut mati…
Lalu, apakah bisa kita merubah parabola ini menjadi sesuatu yang bermanfaat? Tentu sangat bisa, bagaimana caranya?
Pergunakanlah parabola ini untuk menangkap siaran yang bermanfaat. Jika kita sudah menguasai bahasa arab, bisa menangkap siaran yang bisa mencerdaskan kita tentang agama islam ini. Akan tetapi jika kita belum menguasai bahasa arab, alhamdulillah, sudah ada media yang bisa kita belajar darinya, yaitu parabola bisa digunakan untuk menangkap siaran radio. Alhamdulillah sekarang sudah ada media radio dakwah yang siaran 24 jam nonstop, sehingga bisa menemani keseharian kita tuk mendalami agama islam ini serta memupuk dan menambah keimanan kita. Alhamdulillah atas segala nikmat Allah atas teknologi yang semakin mempermudah kita tuk mendalami agama ini.
Lalu bagaimana cara bisa menangkap siaran radio ini? Caranya sangat mudah, jika anda bisa menangkap siaran televisi lokal, maka tinggal menekan tombol radio yang ada di remoter receiver parabola, biasanya sudah ada dalam list daftar radio. Lalu pilih radio rodja, maka andapun akan mendengarkan siaran yang disuguhkan oleh radio tersebut,. Anda akan ditemani selama 24 jam sehari untuk mendengarkan siaran radio ini. Jika belum ada dalam daftar radio, maka anda bisa memasukannya secara manual dengan memasukan kode berikut,..
Setelah itu anda akan ditemani dengan tilawah quran dan ilmu yang sangat bermanfaat untuk dunia dan akherat kita,.. mudah bukan??
Sudah saatnya, beralih kepada hiburan yang sebenarnya, bukan hiburan yang membawa kita terjerumus kedalam murka allah dan nerakanya,..
akan tetapi, jadikanlah sarana parabola tersebut tuk meraih pahala, dan menambah takwa, sehinnga bisa memasukan kita ke dalam surga,…
Mau dicoba??..
Terserah anda….
Cara mendengarkan radio rodja bisa anda baca disini tutorialnya,
Peran televisi dalam menghancurkan bangsa, baca disini







Komentar Terakhir