Yang Mengetahui sesat atau tidak hanya Allah, dan Allah sudah menyampaikannya,.. melalui Rasulnya..
Jakarta – Majelis Ulama Indonesia secara tegas menyatakan bahwa Ahmadiyah sesat karena ajarannya menyimpang dari akidah Islam. Namun tidak demikian dengan Nahdatul Ulama (NU).
Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Mas’udi menyatakan bahwa Ahmadiyah belum tentu sesat. Sesat atau tidak, menurut Masdar bukan manusia yang menentukan.
“Sesat atau tidak, yang paling tahu itu adalah Allah,” ujar Masdar saat rapat dengar pendapat antara Komisi VIII DPR dengan para pemuka Agama di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (17/2/2011) dini hari.
Tidakkah kita membaca ayat quran, Allah sudah menjelaskan tentang berakhirnya kenabian dengan diutusnya nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasalam, konsekwensinya, jika ada orang yang mengaku sebagai nabi setelah diutusnya nabi Muhammad, maka dia adalah orang yang membawa ajaran yang sesat.
مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا
“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Al-Ahzab: 40)
كَانَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ تَسُوسُهُمُ الْأَنْبِيَاءُ، كُلَّمَا هَلَكَ نَبِيٌّ خَلَفَهُ نَبِيٌّ وَإِنَّهُ لَا نَبِيَّ بَعْدِي وَسَيَكُونُ خُلَفَاءُ فَيَكْثُرُونَ…
“Dahulu Bani Israil dipimpin oleh para Nabi. Setiap kali seorang nabi wafat maka diganti oleh nabi yang lain. Dan sesungguhnya tidak ada Nabi setelahku, yang ada adalah para khalifah dan mereka semakin banyak….” (Shahih, HR. Al-Bukhari Kitabul Anbiya`, Bab Ma Dzukira ‘an Bani Isra`il, no. 3268;)
إِنَّ الرِّسَالَةَ وَالنُّبُوَّةَ قَدِ انْقَطَعَتْ فَلَا رَسُولَ بَعْدِي وَلَا نَبِيَّ
“Sesungguhnya kerasulan dan kenabian telah terputus sehingga tidak ada Rasul sepeninggalku dan tidak ada Nabi.” (HR. At-Tirmidzi 4/533 no. 2272, Ahmad 3/267, Al-Hakim 4/433, )
Allah dan Rasulnya sudah mengatakan bahwa tidak ada Nabi setelah Nabi Muhammad, dan Muhammad adalah nabi penutup.
Barangsiapa mengaku sebagai Nabi, maka dia telah mengingkari ayat dan hadits diatas,.. berarti pula dia telah berbuat makar kepada Allah dan Rasulnya. Demikian juga para pengikutnya yang tidak taubat dari pemikiran nabi palsu tersebut.
Dikhawatirkan pula orang-orang yang membela pemikiran nabi palsu tersebut, dengan bermain kata-kata bahwa yang menyatakan sesat adalah Allah, maka akan tercebur ke dalam pemikiran mereka.
Bukankah sudah jelas Allah menyatakan dalam Alquran, dan Rasulullah menyatakan dalam hadits-haditsnya??
Menurut Masdar, agama seharusnya dijadikan landasan untuk kehidupan yang lebih damai. Untuk bisa mewujudkan hal tersebut diperlukan peran dan tugas tokoh serta pemimpin umat beragama untuk menjaga kerukunan.
Yang dijadikan landasan harusnya justru ajaran islam itu sendiri. Bukankah ajaran islam sudah mencakup semua kehidupan manusia? Bukan malah ikut mendukung penodaan terhadap agama islam itu sendiri, islam ditunggangi oleh nabi palsu untuk menyebarkan pemikiran kotornya?
Bukankah Rasulullah diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Apakah Rasulullah diutus untuk membuat kekacauan?
“Kerukunan adalah tanggung jawab pemimpin umat beragama. Yang menentukan wajah umatnya adalah pemimpinnya,” terangnya.
Terkait kekerasan dan aksi main hakim sendiri yang berbalut busana agama, Masdar mendesak pemerintah mengusut para pelakuknya. Ia pun mengusulkan agar pelaku dihukum lebih berat.
Dalam Islam, yang bertindak itu adalah penguasa, bukan bertindak sendiri-sendiri,.. sebab itu berarti merampas hak penguasa. Adapun jika ada tindakan brutal dari masyarakat, maka islam berlepas diri dari itu semua. Karena Rasulullah tidak mengajarkan demikian.
“Kekerasan atas nama agama, saya kira layak diberi hukuman dua kali lipat, yaitu untuk kezaliman dan atas penodaan agama yang diklaimnya,” imbuhnya.
Padahal seharusnya hukuman bagi pengikut agama ahmadiyah mendapat hukuman yang berat, jika mereka tidak mau bertaubat dari ajaran sesatnya. Kenapa? Supaya umat islam terselamatkan , tidak mengikuti pemahaman yang sangat kotor ini.
(her/anw)
sumber berita : http://www.detiknews.com/read/2011/02/18/031741/1573344/10/pbnu-sesat-atau-tidak-allah-yang-menentukan







Maklumlah, kaum bid’ah hasanah ya begitu itu. Saking bangganya dengan bid’ah hasanah akhirnya yg sudah jelas2 sesat pun dikatakan belum tentu sesat. Apa selanjutnya? bakal bilang Ahmadiyyah itu sesat hasanah??????
Bencana bencana…..