Beranda > muhammadiyah > Manhaj Dakwah Muhammadiyah (Wajib dibaca!)

Manhaj Dakwah Muhammadiyah (Wajib dibaca!)

September 25, 2011 Tinggalkan komentar Go to comments

logo muhammadiyahMANHAJ DAKWAH MUHAMMADIYAH

(Kembali kepada Al Qur’an dan Sunnah)

Dakwah Kyai Ahmad Dahlan Rahimahullah

Satu abad sudah, Harakah Islamiyah Muhammadiyah berdiri tegak diatas bumi Indonesia kita tercinta ini. Salah satu agenda Dakwah Muhammadiyah yang diusung oleh Syaikh Ahmad Dahlan Rahimahullah adalah dakwah ar ruju’ illa Qur’an wa Sunnah. Beliau rahimahullahu ta’ala adalah salah satu tokoh Islam di Indonesia yang mengibarkan bendera dakwah Salafiyah Ahlusunnah Wal Jama’ah.

Dalam sejarah dakwah Islam di Indonesia, KH. Ahmad Dahlan adalah salah satu tokoh penting dari gerakan salafiyah, yakni gerakan pemurnian Islam seperti dirintis oleh Imam Ahmad ibn Hanbal, Ibnu Taimiyyah, Ibnul Qayyim al-Jauziyyah, Muhammad ibn Abdul Wahhab, Muhammad Rasyid Ridha dan seterusnya. Di Indonesia sendiri dakwah salafiyyah dipelopori oleh tokoh yang dikenal dengan pemimpin kaum Paderi, yakni Imam Bonjol, yang selanjutnya diteruskan oleh gerakan Sumatera Tawalib. Itulah sebabnya, ketika Dakwah Muhammadiyah merambah ke Sumatera Barat, sambutannya begitu dahsyat, dan banyak tokoh Tawalib yang bergabung dengan Muhammadiyah, dan Muhammadiyah Sumatera Barat menjadi daerah kantong Muhammadiyah dengan kualitas dan kuantitas anggota yang sangat spektakuler, bahkan melebihi Yogyakarta tempat kelahirannya.

”Ideologi Salafiyah” yang menjadi manhaj KH. Ahmad Dahlan memang benar-benar merujuk kepada para ulama yang dikenal memiliki kommitmen terhadap manhaj salaf. Beliau membaca buku-buku Ibnu Taimiyyah dan Ibnu Qayyim, seperti kitab ”al-Tawassul wal Wasilah, Madarij al-Salikin, Al-Aqidah al-Wasitiyyah, juga membaca Kitab Tauhid Ibnu Wahhab, serta buku-buku Rasyid Ridha. Bahkan ada riwayat yang menyebutkan bahwa Ahmad Dahlan sempat berjumpa dengan Syaikh Rasyid Ridha tersebut di Mekkah saat beliau bermukim di sana.

Kalau kita baca buku ”Pelajaran KHA Dahlan: 7 Falsafah Ajaran dan 17 Kelompok Ayat Al-Quran” yang dihimpun oleh KHR. Hajid, sangat terasa sentuhan manhaj salaf, yang sangat tegas dan dalam memurnikan aqidah, ibadah dan penguatan akan tazkiyatun nafs, sebagaimana banyak diajarkan oleh ulama-ulama salaf.

Untuk itu, sangat tidak berlebihan, kalau warga Muhammadiyah kembali mengkaji falsafah dan ajaran KH Ahmad Dahlan, yang benar-benar menanamkan jiwa berjuang yang tinggi untuk menegakkan syari’at agama Islam secara kaffah dan murni. Bersih dari takhayyul, bid’ah, churafat (TBC) dan kemusyrikan, baik syirik asghar maupun syirik akbar.

Sangat aneh apabila ada Pimpinan atau anggota Muhammadiyah yang ingin menghidupkan amalan bid’ah dan khurafat, seperti Yasinan, Maulid Nabi, Istighosah Bighoirillah, Tahlilan untuk orang mati pada hari ke 3, 7, 40, 100, Tabarruk kepada orang-orang mati dan seterusnya. Juga getol menghidupkan ruwatan, dan sejenisnya, yang semuanya itu dilakukan dengan mengatasnamakan dakwah kultural. Sementara banyak kita jumpai, para santri dan beberapa kyai yang selama ini getol menghidupkan TBC, dan menggunakannya sebagai media dakwah, justru telah menyadari kekeliruannya, kemudian diteruskan dengan menulis buku-buku yang menguraikan kebid’ahan dan penyimpangan ritual-ritual seperti tahlilan, manakiban, yasinan dan istighasahan dan seterusnya.

Kita bersyukur atas kembalinya para kyai dan santri kepada dakwah salafiyah, dakwah pemurnian aqidah, ibadah dan akhlak, dengan pengendalian muamalah agar sesuai dengan prinsip muamalah Islam dengan mengikuti perkembangan jaman. Kita berharap mereka bisa gayung bersambut membantu Muhammadiyah dalam menguatkan dan menyebarkan dakwah salafiyah, dakwah yang bijak dan santun kepada setiap mad’u. Dakwah yang membimbing umat kepada jalan yang benar sesuai pesan-pesan al-Quran dan al-Sunnah, sejalan dengan manhaj salafush shalih.

Kewajiban untuk menuntut ‘Ilmu Syar’i bagi setiap warga Muhammadiyah

Muhammadiyah sebagai ormas islam keagamaan diakui secara nyata tidak banyak memiliki pondok pesantren sebanyak pendidikan formal non pesantren yang dimiliki. Sehingga akhir-akhir ini di Muhammadiyah terasa kekurangan tenaga da’i atau dan mubaligh pesantren untuk kepentingan dakwah di persyarikatan. Di Muhammadiyah sekarang yang banyak adalah da’i atau mubaligh kampus bukan da’i atau mubaligh pesantren hal ini dikatakan oleh KH.MS. Ibnu Juraimi Rahimahullah.

Selaras dengan hal itu apa yang diungkapkan KH. Ahmad Azhar Basyir kepada Bpk. Zaini Munir Fadhali (saat itu ketua Majelis Tarjih PWM DIY) bahwa kalau Muhammadiyah tidak mengembangkan basis pendidikan keagamaan seperti pesantren, maka 20 tahun kedepan Muhammadiyah tidak layak lagi menyandang titel ormas keagamaan. Bahkan Muhammadiyah tidak ada bedanya dengan organisasi umum seperti KOSGORO, KNPI dll.

Warga Muhammadiyah juga wajib mengapresiasi putusan-putusan para ulamanya yang terhimpun dalam Majelis Tarjih dan Tajdid, terutama HPT (Himpunan Putusan Tarjih), tetapi tetap harus membuka wawasan bahwa diluar HPT, masih banyak yang harus dikaji dan diamalkan. Artinya warga Muhammadiyah tidak boleh berhenti belajar dengan menganggap HPT adalah segala-galanya. Insya Allah dengan beginilah kita meneguhkan identitas dan ideologi persyarikatan. Istilahnya Pak Amien Rais, kader dan anggota Muhammadiyah haruslah memiliki komitmen dan wawasan dalam bermuhammadiyah. KH. Ahmad Dahlan pun pernah aktif dalam Sarekat Islam dan Budi Utomo, juga bergaul akrab dengan tokoh Al-Irsyad, seperti Ahmad Syurkati. Beliau belajar kepada para ulama yang bermanhaj Salaf, seperti Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qayyim lewat kitab-kitabnya, juga Muhammad bin Abdul Wahhab, Rahmatullah al-Hind, dan Rasyid Ridha. Dan kita sebagai warga Muhammadiyah dan khususnya para Pimpinannya harus terus mempelajari kitab-kitab Ulama’ yang dahulu juga dikaji  dan dipelajari oleh tokoh-tokoh Muhammadiyah generasi awal, bukan malah meninggalkannya dengan menganggap sudah kuno, lapuk dan tidak sesuai dengan zamannya lagi.

Dari sini dapat dimengerti bahwa teguhnya ideologi Muhammadiyah tidak dengan menutup diri dan fanatik buta (terhadap tokoh-tokohnya dan siapa saja), Tetapi justru harus membuka diri untuk menerima kebenaran dari siapa pun selama sejalan dengan Al-Quran dan Al-Sunnah sesuai dengan pemahaman Salafush Shalih.

Semoga Allah Ta’ala senantiasa menunjukkan kita kepada jalan yang lurus, yaitu jalan yang ditempuh oleh orang-orang yang diberikan ni’mat, bukan jalannya orang-orang yang dimurkai dan orang-orang tersesat. Nasrun minallah wa fathun qarib. 

 Maraji’ :

  1. Manhaj Dakwah Muhammadiyah, DR.Syamsul Hidayat, M.A., Wakil Ketua MTDK Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Dosen UMS.
  2. Ahlusunnah wal Jama’ah, Bid’ah dan Khurofat, Djarnawi Hadikusumo (Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tempo Doeloe, Anaknye Ki Bagus HK yang ga’ mau nyembah Matahari Pas lagi Jaman Jepun, mungkin karena bliau memiliki kemurnian Aqidah Ahlusunnah+Baca Kitab Tauhid).

  3. Muqodimah Profil Ponpes Muhammadiyah Al Manar Kulonprogo.

Buletin At Tashfiyah Edisi Perdana (7 Juli 2010)

Ma’had Ki Bagus Hadikusumo Sekolah Kader Muhammadiyah

Abu Umar Al Jawi

  1. Nurrohman Habibi Sideqi
    Juli 8, 2013 pukul 5:51 pm

    trus pak saran anda bagaimana…. apa muhammadiyah perlu dibubarkan atau ganti ke organisasi lainnya……..

    ya tidak lah mas,.
    Tapi kembalilah kepada cita-cita KH Ahmad Dahlan , kenapa beliau mendirikan muhammadiyah,. apa motivasi KH Ahmad Dahlan mendirikan muhammadiyah? karena beliau ingin memurnikan ajaran islam, mendakwahkan ajaran islam yg betul2 diajarkan oleh rasulullah,. bukan malah mengajak anggotanya untuk taklid kepada ormas muhammadiyah,.

    Cobalah kembali kepada tujuan mulia KH Ahmad Dahlan,. yaitu mendakwahkan dakwah tauhid, mendakwahkan manhaj salaf,

  2. abdul
    Juli 7, 2013 pukul 12:50 pm

    Mas Admin, ikutan dikit ya. setelah mengikuti komentar komentar di judul ini, saya berkesimpulan bahwa: (mohon diluruskan kalau salah/tidak tepat)
    1. Rosul dan para Sahabat serta Ulama ulama salaf tidak berorganisasi/membentuk organisasi dalam berdakwah. Betul Mas?

    saya luruskan, jika yang dimaksud organisasi itu semacam ormas,atau jamaah yang kita loyal atau fanatik kepadanya, maka ini tidak ada, bahkan hal tersebut merupakan hal yang tercela,

    2. Artinya membentuk organisasi untuk/dalam rangka berdakwah tidak dicontohkan oleh Rosul dan pengikut pengikutnya alias ini salah/bid’ah.

    Perlu diluruskan lagi, membentuk organisasi atau yayasan untuk berdakwah, itu boleh saja, itu hanya sarana, namun kita tidak membangun loyalitas di atas organisasi atau yayasan tersebut,.. loyalitas kita hanya kepada dalil yang shahih dan pemahaman yang benar,.. bukan loyal kepada organisasi (ORMAS) atau yayasan , sebagaimana kita lihat di indonesia,.

    3. Kalau no 1 dan 2 betul, berarti yang dilakukan oleh KH Ahmad Dahlan dengan mendirikan Muhammadiyah untuk berdakwah itu salah/bid’ah.

    Perlu diluruskan juga,. KH Ahmad Dahlan mendirikan muhammadiyah itu sekedar sarana untuk mendakwahkan dakwah salaf, memberantas Tahayul,Bidah dan Khurofat,. itu tujuan mulia KH Ahmad Dahlan,.. namun dengan seiringnya waktu, muhammadiyah terkontaminasi oleh pemikiran2 generasi penerusnya,. silahkan dibaca postingan tentng MANHAJ DAKWAH MUHAMMADIYAH, baca disini

    Dan konsekuensinya organisasi dakwah Muhammadiyah itu harus dibubarkan agar tidak terjadi salah/bid’ah berkelanjutan. Paling tidak kita keluar dari keanggotaan organisasi tersebut.

    Tidak harus mas, kita bisa saja aktif di ormas muhammadiyah, apa yang sejalan dengan ajaran rasulullah kita dakwahkan, kita amalkan,.
    Apapun kebijakan ormas ini yg menyalahi ajaran rasulullah, seperti dalam kasus metode hisab utk menentukan awal puasa, yang mana rasulullah tidak pernah melakukan, juga KH Ahmad Dahlan juga tidak melakukan dengan cara hisab ini, maka ini jangan di ikuti,.

    Jadi buang taklid buta terhadap ormas apapun namanya,..

    Mas Admin, saya juga ada pertanyaan:
    1. Teman saya yang anggota Muhammadiyah menjawab kenapa perlu berorganisasi dalah berdakwah:” Kejahatan yang terorganisir bisa mengalahkan kebenaran yang tidak terorganisir”. Saya lupa itu hadist atau apa? Benarkah landasan ini?

    Itu bukan hadits,.dan tidak bisa dijadikan sebagai dalil
    nyatanya Rasulullah, juga para sahabat, atau imam madzhab yang 4, mereka juga tidak membuat jamaah atau organisasi, ..

    2. Kumpul dalam salah satu rumah warga secara bergilir kemudian diisi ceramah dakwah/kajian agama apakah salah/bid’ah?

    Tergantung mas, bisa menjadi bidah, bisa juga tidak,.
    Jika acara tersebut menjadi seremonial, dan ada keyakinan itu merupakan bagian dari ibadah, dinisbatkan kepada islam, misalkan acaranya itu harus di malam jumat, sebagaimana acara yasinan di rumah-rumah secara bergilir, ini bisa masuk ke dalam bidah,

    Dan acara ini kadang merepotkan penghuni rumah yang kebagian giliran, karena mereka harus menyiapkan makanan utk konsumsi jamaahnya, terkadang ini memberatkan bagi yg tidak mampu,

    3. Apakah hanya Masjid yang dicontohkan sebagai tempat berdakwah oleh Rosul dan para Sahabat? Dalam hidup banyak sekali pertemuan yang kita miliki/alami salahkah bila dalam pertemuan yang bukan di Masjid itu diisi ceramah dakwah/kajian agama?

    Tidak mesti masjid mas, kita berdakwah bisa dimana saja, dimana ada kesempatan,.
    Janganlah dipahami dakwah itu hanya ceramah di masjid,. bukan seperti itu, tapi semua aktifitas kita bisa kita manfaatkan utk berdakwah,
    berdakwah tidak mesti dihadapan org banyak, bisa juga cuma berdua, misalkan dengn istri, anak, kita dakwahi mereka,.
    Kita juga bisa berdakwah di mobil, di pasar, atau ditempat umum lainnya,.

    Terima kasih atas jawaban dan penjelasan Mas admin . . . .

    sama-sama mas,.

  3. Ruhani
    Juli 5, 2013 pukul 12:37 pm

    Selama ini Muhammadiyah selalu menetapkan waktu awal puasa Ramadhan jauh hari sebelum penetapan yang dikeluarkan oleh Pemerintah.

    Bahkan 2 bulan sebelum waktu puasa pun sudah ditetapkan.

    Dan mereka selalu beranggapan yang paling benar, fanatik sekali.

    Bagaimana tanggapan anda mengenai waktu penetapan puasa Ramadhan ini? Saya berharap ada artikel tentang waktu penetapan puasa Ramadhan yang benar menurut para sahabat. Terimakasih.

    Yah, begitulah, nama tidaklah merubah hakekat, adakalanya ada orang yang mengaku sebagai pengikut nabi muhammad, namun kita lihat, betulkah pengakuan tersebut?

    Karena kalau sekedar mengaku-ngaku saja, siapa saja bisa, tapi lihatlah bagaimana prakteknya, salah satu bentuk dari konsekwensi pengakuannya, apakah dia melaksanakan ajaran2 rasulullah? atau malah menyelsihinya?

    Tentang tatacara menentukan awal puasa atau hari raya iedul fitri contohnya, bagaimanakah cara rasulullah menentukannya, dan bagaimana tatacara orang yang mengaku sebagai pengikut nabi muhammad (muhammadiyah)? silahkan lihat sendiri,

    Adapun cara rasulullah sangat mudah, bahkan orang baduipun bisa, tidak butuh orang yang ahli astronomi atau pinter hisab,. sangat mudah, yaitu dengan melihat hilal, jika hilal tidak terlihat karena tertutup awan, maka genapkan bulan menjadi 30,.. mudah sekali, tidak perlu teropong yang mahal, atau orang jago hisab, silahkan baca disini ulasannya,

    Bisa lihat video ini juga,

    Jaman Rasulullah sudah ada ahli astronomi dan ahli hisab, tapi rasulullah tidak menggunakan metode hisab dalam menentukan awal puasa dan berhari raya,
    lihat video ini

    Siapa yang lebih berhak diikuti dalam penentuan awal puasa ini, apakah ORMAS? ataukah pemerintah? lihat videonya

  4. Keyra
    Mei 28, 2013 pukul 1:01 am

    website ini tidak bisa dijadikan pedoman! ! !

    Betul kang, pedoman kita Alquran dan Assunnah dengan pemahaman para sahabat, bukan website ini,..

    Apa itu pemahaman sahabat? silahkan baca disini

  5. Dede Aries Nofrianto
    Maret 19, 2013 pukul 12:35 am

    assalamualaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    minta link fb biar saya bisa sharing masalah2 agama……….ditunggu ya

    silahkan klik disini :http://www.facebook.com/pages/Aslibumiayu/197928337011486
    atau sms ke nmr 082317757628 ( untuk sms dijawab bisa langsung atau nunggu waktu senggang)

  6. Purnomo
    November 10, 2012 pukul 7:14 am

    Muhammadiyah seharusnya menjadi payung dalam berdakwah dan beramal sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadhist jauh dari syirik dan bid’ah, semoga Hidayah Allah dilimpahkan untuk kita semua.. Amiin..

    Yap, betul sekali, sebagaimana namanya, bukan menjadi pengikut ormas, tapi mengikuti sunnah rasulullah dengan pemahaman para sahabat, sebagaimana tujuan KH Ahmad Dahlan mendirikan muhammadiyah, beliau ingin mendakwahkan dakwah islam yang murni, yaitu islam dengan pemahaman para sahabat,
    KH Ahmad Dahlan tidak pernah mendakwahkan agar kaum muslimin mengikuti ormas muhammadiyah, tapi beliau mendakwahkan kepada alquran dan sunnah, berdasarkan pemahaman para sahabat, bukan malah mengkotak-kotakkan manusia kedalam ormas-ormas,
    Jadilah muhammadiyah sejati, muhammadiyah yang sesungguhnya, yaitu pengikut nabi muhammad, bukan pengikut ormas,
    Ormas boleh apa saja, tapi dalam mengamalkan ajaran islam, peganglah alquran dan sunnah berdasarkan pemahaman para sahabat, bukan memegang kebijakan ormas,

  7. Saud
    November 10, 2012 pukul 1:03 am

    Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh…

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Sebelumnya mohon maaf, di sini saya hanya ingin sedikit bercerita tentang keluarga saya yang merupakan pengikut muhammadiyah sejati karena mulai dari kakek buyut saya dulu beliau – beliau sudah ber – muhammadiyah dan sampai saat ini ayah saya juga merupakan salah satu pengurus PWM Jawa Timur. Maka dari itu yang ingin saya tanyakan di sini adalah apa saja contoh sunnah rasulullah yang tidak ada di dalam HPT dan Apa saja keputusan – keputusan HPT yang tidak ada/sesuai dengan sunnah rasulullah
    berikut dengan sumber yang jelas. Sekian yang saya sampaikan dan terima kasih.

    Terimakasih atas komentar dan pertanyaannya pak saud, mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan hidayah kepada bapak dan kaum muslimin semua,
    Oh iya, saya juga dulu dari keluarga muhammadiyah, ayah saya pernah jadi pimpinan ranting, dan aktif mengadakan pangajian dan acara2 muhammadiyah lainnya,
    Dan kala itu saya juga beranggapan muhammadiyahlah yang paling benar, yang lain kurang, dan banyak melakukan kebidahan,
    Dulu di sekolah, kebetulan Mts Muhammadiyah, ada pelajaran kemuhammadiyahan, alhamdulillah nilai ulangan pelajaran dapat nilai 9 , dan paling tidak saya masih ingat motivasi KH Ahmad Dahlan mendirikan muhammadiyah, karena beliau ingin memurnikan ajaran islam, beliau ingin mendakwahkan ajaran islam yang betul2 diajarkan oleh Rasulullah, beliau termotivasi oleh dakwah yang dilakukan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab,

    Langsung saja pak, saya kasih contoh dulu sunnah-sunnah atau ajaran rasulullah yang mungkin tidak disebutkan di HPT, dan banyak tidak dilakukan oleh pengurus muhammadiyah, atau warga muhammadiyah itu sendiri, bukti-buktinya sangat banyak, dan bisa kita saksikan sendiri,
    1. Rasulullah mewajibkan memelihara jenggot, dan merapikan kumis, sebagaimana banyak sekali hadits2 tentang hal ini, semua nabi dan rasul berjenggot, coba anda lihat sendiri, bagaimana dengan orang yang mengaku sebagai pengikut nabi muhammad (muhammadiyah)
    KH Ahmad Dahlan saja berjenggot, tapi kita lihat petinggi2 muhammadiyah sekarang, bapak bisa lihat sendiri, apalagi warga muhammadiyah,.. nah apakah di HPT ada hal tersebut, ini kan sudah jelas sunnah rasulullah,
    2. Shalat wajib 5 waktu bagi laki-laki, hukumnya wajib berjamaah dan dilakukan di masjid, bukan dirumah,.. apakah ini ada di HPT? padahal ini sudah jelas anjuran rasulullah, dan rasulullah bersikap keras dalam hal ini, sehingga beliau ingin membakar rumah-rumah orang yang laki-lakinya tidak shalat berjamaah di masjid,
    3. Tatacara berpakaian bagi laki-laki, yaitu tidak boleh melampaui mata kaki, apakah ini ada di HPT? padahal haditsnya sdh sangat jelas, ancaman yg keras bagi laki-laki yang memakai pakaian melewati mata kaki, dan ini banyak dijumpai di tokoh2 petinggi muhammadiyah, dan juga warganya, juga sekolah2 atau universitas muhammadiyah,..
    4. Tatacara penentuan ramadhan dengan melihat hilal, bukan hisab, .. ini sih bukan rahasia umum lagi, muhammadiyah sdh melakukan hisab secara mutlak, dengan dalil akalnya, diantaranya, gerhana matahari saja bisa ditebak dengan tepat menggunakan hisab,.
    5. Pakaian bagi wanita muslimah, tentang jilbab, apakah ada di HPT tentang kriteria jilbab yang syari? banyak kita jumpai istri atau anak tokoh ormas muhammadiyah ini tidak mengenakan jilbab syari, padahal anjurannya jelas, baik di alquran atau hadits,.. dan jilbab syari itu bisa digunakan untuk shalat,. malah kebanyakan kaum musimah mengenakan pakaian yg betul2 menutup aurat itu hanya ketika shalat, tapi setelah shalat, mereka buka aurat lagi,.. adakah fatwa ttg hal ini di HPT?

    Mungkin segitu dulu, hal2 yg sdh jelas ada tuntunannya dari rasululah, tapi tdk ada di HPT, dan realisi dari hal tsb secara benar,
    Jadi, jika ingin jadi muhammadiyah sejati, ikutilah petunjuk rasulullah dengan pemahaman para sahabat, itu sudah jelas jaminannya, jaminan akan keselamatanya, silahkan baca surat attaubah ayat 100 dan annisa 115, bukan menjadi pengikut ormas sejati, perlu dibedakan,. demikian pak, jazakallahu khairan, mohon maaf jika ada kata2 yg kurang berkenan

    Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh….

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  8. Syah Agung Hardiyanto
    November 9, 2012 pukul 12:53 pm

    setelah saya tulis metode tarjih Muhammadiyah, admin tidak paham juga apa itu majelis tarjih, apa tujuan didirikannya majelis tarjih dan apa saja dasar2 yang diambil majelis tarjih,
    majelis tarjih dibentuk atas kebutuhan umat pada saat itu untuk menentukan hukum2 agama, kenapa harus dibentuk lembaga tersendiri karena ulama2 muhammadiyah pada waktu itu merasa tidak sehebat KH Akhmad Dahlan dalam bidang agama dan merasa penting untuk berjamaah dalam menggali hukum2 agama seperti yang dilakukan para sahabat, yang menjadi dasar2 untuk menentukan hukum2 agama di majelis tarjih adalah Al-Quran dan Assunah maqbullah,

    Siapa yg ga paham mas?
    Justru ini seharusnya menjadi peringatan, Ulama sehebat KH Ahmad Dahlan saja tidak mau membuat Majlis Tarjih, apalagi ulama setelah generasi KH Ahmad Dahlan yang ilmunya tidak seluas KH Ahmad Dahlan, harusnya lebih tidak berani lagi dong, bukan malah berani membuat majlis tarjih, makanya ngga aneh jika hasil putusan majlis tarjih banyak menyelisihi tuntunan Rasulullah, bahkan banyak juga bidah2 yg dihasilkan oleh majlis tarjih ini,

    sekarang saya akan jawab pertanyaan admin dengan pertanyaan juga, apakah para sahabat juga menjadi warga negara Indonesia, Malaysia, Arab saudi ?, kenapa anda ada di Indonesia, kenapa anda punya KTP Indonesia ?!,

    Mas, islam lahir dimana? diturunkan dengan bahasa apa? bukankah di arab, mekah, di madinah, kenapa kita tidak mengikuti apa yang diajarkan disana, banyak kok apa yang terjadi dimasyarakat itu ada dikitab2 para ulama, di kumpulan fatwa2 ulama, kita tinggal membukanya, mengkajinya, tidak usah membuat majlis tarjih sendiri,

    harus kita pahami situasi dan kondisi pada saat Muhammadiyah didirikan, pada saat itu tidak seperti zaman nabi dan masa para sahabat yang umat islam dipimpin dalam satu kepemimpinan yang mengurus semua masalah2 umat, bahkan bisa dibilang umat yang paling terorganisir pada saat itu, pada masa pra Muhammadiyah umat islam di indonesia sama sekali tidak punya pemimpin yang mengurusi masalah2 umat karena dibawah kendali Hindia-Belanda, bahkan umat islam rawan menjadi korban para misionaris kristen karena msalah2 yang sangat komplek pada masa itu, para ulama pada masa itu sibuk mengurusi ilmu2 agama dan ritual2 dan mengabaikan ibadah2 muamalah yang sebenarnya juga menjadi masalah pokok dalam islam, kita bisa lihat bahwa sangat terorganisirnya masyarakat islam pada masa nabi dan para sahabat, pada masa kemerdekaan, indonesia bukanlah negara islam yang mengatur masalah2 umat secara syar’i, maka Muhammadiyah masih dirasa perlu untuk membina umat, saat Presiden Soekarno berencana membubarkan Muhammadiyah karena perbedaan panddangan tentang NASAKOM, ketua Muhammadiyah pada waktu itu menemui presiden dan menyerahkan semua dokumen2 amal usaha Muhammadiyah untuk diurus pemerintah pada saat itu dan presiden merasa keberatan untuk mengurusnya dan membatalkan pembubaran persyarikatan tersebut, kalo anda tidak suka pendapat2 majelis tarjih, kan anda bisa berdialog dengan mereka, kan mereka juga sudah mengambil prinsip bahwa dalam menggali masalah2 agama mereka membuka diri dan siap berdialog untuk mencari kebenaran bukan pembenaran !!!!

    Kejadian yang nyata, yang terjadi di masyarakat muhammadiyah, mereka lebih mengedepankan HPT (himpunan putusan tarjih) dari pada hadits rasulullah,
    Jika ada praktek sunnah rasul, dan mereka baru tahu, maka mereka bertanya, kok tidak ada di HPT? ..
    Bahkan ini dialami temen saya yang mempraktekkan cara shalat nabi, padahal itu sesuai dgn tatacara yg dilakukan oleh rasulullah, maka orang tersebut mempermasalahkannya, dan pergi ke jogjakarta untuk melaporkan kepada pusat ,..

    wah, kok lucu,
    contoh lain lagi, di muhammadiyah, tata cara shalat tarawih ada bacaan2 khusus, dzikir2 khusus diantara shalat tarawih, sebelum memulai tarawih ada shalat iftitah,.. padahal yang diajarkan rasulullah tidak seperti itu,.. dan masih banyak lagi,

  9. Syah Agung Hardiyanto
    November 9, 2012 pukul 6:27 am

    berhubung komen saya tidak ditampilkan oleh admin, maka saya coba untuk menulisnya kembali, dan jika tidak juga ditampilkan lagi, maka saya berkesimpulan admin terlalu fanatik dengan Manhajnya dan tidak punya itikad baik untuk mencari kebenaran, dan admin hanya mencari pembenaran karena hanya menampilkan komen2 yang sefaham dengannya !!!!

    majelis tarjih muhammadiyah

    Bab I
    Pendahuluan
    Muhammadiyah adalah organisasi masyarakat yang sampai ini masih eksis di antara kita dan masyarakat. Banyak hal yang dapat kita pelajari dari muhammadiyah, entah itu dari tata nilai sejarah atau perkembangannya di indonesia, yang mana berdirinya organisasi ini dipelopori oleh KH. Achmad Dahlan yang mana berdomisili di jogjakarta pada 8 Dzulhijjah 1330 H bertepatan dengan tanggal 18 November 1912 M.
    Gerakan ini diberi nama oleh pendirinya dengan maksud untuk bertafa’ul(berpengharapan baik) dapat mencontoh dan meneladani jejak perjuangannya dalam rangka menegakkan dan menjunjung tinggi agama islam semata-mata demi terwujudnya ‘izzul islam wal muslimin, kejayaan islam sebagai realita dan kemuliaan hidup umat islam sebagai realita.
    Satu hal yang menjadi permasalahan pokok dalam benak kita sebagai seorang muslim, bagaimana kita mengetahui suatu hukum dapat ditentukan?, karena yang kita bahas disini adalah Muhammadiyah, maka kita akan membahas bagaimana muhammadiyah menentukan suatu hukum dengan cara dan metode ijtihadnya, agar kita mengetahui langkah-langkah yang diambil dalam penetapan hukum tersebut.

    Bab II
    Pembahasan

    Dalam Muhammadiyah metode yang digunakan adalah majlis tarjih atau lebih lengkapnya disebut dengan Majlis Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam (MT-PPI) Muhammadiyah, MT-PPI Muhammadiyah dipercaya oleh Muhammadiyah untuk melakukan kajian terhadap masalah-masalah sosial keagamaan yang berkembang di Masyarakat.
    Manhaj yang dikembangkan dalam MT-PPI yaitu manhaj yang bersifat relatifitas, pedoman MT-PPI secara umum dapay dikelompokkan menjadi dua: manhaj ijtihad hukum dan manhaj pengembangan pemikiran islam.
    Ada enam belas teknis yang digunakan dalm MT-PPI yaitu: pengertian jtihad, maqashidal-syari’at, al-ittiba’, al-taqlid, al-talfiq, al-tarjih, al-sunat, al-maqbulat, al-ta’abbudiy, al-ta’aquly, sumber hukum, qth’iy al-wurud, qhat’iy al-dalalat, zhanniy al-dalalat, al-tajdid, dan pemikiran.[1]
    Sumber hukum Muhammadiyah adalah Al-Qur’an dan Al-sunat Al-maqbulat. Sedangkan ruang lingkup ijtihad bagi Muhammadiyah adalah :
    a. Masalah-masalah yang terdapat dalam dalil zhanny
    b. Masalah-masalah yang secara eksplisitbtidak terdapat dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.
    Muhammadiyah membedakan tiga istilah teknis dalam metodenya yaitu antara lain:
    a. Bayani (semantik), yaitu metode istinbath hukum dengan pendekatan kebahasaan.
    b. Ta’lili (rasional), yaitu metode istinbath hukum dengan pendekatan berfikir logis (nalar).
    c. Istishlahi (filosofis), yaitu metode istinbath hukum dengan pendekatan kemaslahatan.
    Dan juga menggunakan dua sistem dalam ijtihadnya yaitu pendekatan dan teknik. Pendekatan MT-PPI dalam berijtihad adalah pendekatan:
    a. Sejarah
    b. Sosiologi
    c. Antropologi
    d. Hermenetik

    Sedangkan teknik ijtihad MT-PPI adalah:
    a. Ijmak
    b. Qiyas
    c. Mashlih mursalat
    d. Al-‘urf

    Di dalam MT-PPI dikala menemukan pertentangan dalil yang mana masing-masing menunjukkan ketentuan hukum yang berbeda-beda (ta’arrudh al-adillat), maka langkah-langkah yang diambil adalah:
    a. Al-jam’wa al-taufiq, yaitu menerima semua dalil walaupun secara eksplisit terdapat pertentangan. Sedangkan untuk kebutuhan praktis, MT-PPI mempersilahkan umatnya untuk memilih salah satu dalil tersebut.
    b. Al-tarjih, yaitu memilih dalil yang lebih kuat unutk diamalkan dan meninggalkan dalil yang lebih lemah.
    c. Al-naskh, yaitu mengamalkan dalil yang munculnya lebih akhir.
    d. Al-tawaqquf, yaitu menghentikan penelitian terhadap dalil yang dipakai dengan cara mencari dalil baru.
    Metode tarjih terhadap nash yang dilakukan oleh MT-PPI dengan memperhatikan beberapa segi:
    1. Sanad; tarjih terhadap sanad dilakukan dengan memperhatikan:
    a. Kualitas dan kuantitas rawi,
    b. Bentuk dan sifat periwayatan,
    c. Sighat penerimaan dan pemberian hadits (kayfiyyat al-tahammul wa al-ada’)
    2. Matan; tarjih terhadap matan dilakukan dengan memperhatikan:
    a. Matan yang menggunakan sighat cegahan (al-nahy) lebih diutamakan dari pada matan yang menggunakan sighat perintah (al-amr)
    b. Matan yang menggunakan sighat khusus (al-khasb)lebih diutamakan atas matan yang digunakan sighat umum (al-‘amm)
    3. Materi hukum
    4. Eksternal
    Prinsip-prinsip pengembangan pemikiran islam MT-Ppi adalah:
    a. Konservasi (turats, al-muhafadzhat)
    b. Inovasi (al-tahdist)
    c. Kreasi (ibtikari)
    Kerangka metodologi pemikiran islam adalah dengan menggunakan pendekatan bayani, burhani, dan ‘irfani.[2]
    Pendekatan bayani adalah pendekatan untuk memahami dan menganalisi teks guna mendapatkan makna yang dikandungnya dengan menggunakan empat macam bayan:
    1. Bayan al-i’tibar, yaitu penjelasan mengenai keadaan sesuatu yang melliputi al-qiyas al-bayani dan al-khabar yang bresifat yaqin atau tashdiq,
    2. Bayan al-i’tiqad, yaitu penjelasan mengenai keadaan sesuatu yang meliputi makna haqq, mutasyabbih, dan bathil.
    3. Bayan al-‘ibarot, yaitu penjelasan mengenai keadaan sesuatu yang meliputi bayan zhahir dan bayan bathin.
    4. Bayan al-kitab, yaitu media unutk menukil pendapat-pendapat, yaitu kitab-kitab.

    Pendekatan burhani adalah pendekatan rasional argumentatif, yaitu pendekatan yang didasarkan pada kekuatan rasio melalui instrumen logika dan metode diskurif (bathiniy), dan pebdekatan irfani adalah pemahaman yang tertumpu pada pengalaman bathin, al-zawq, qalb, wijdan, bashirot, dan intuisi.
    Ada juga beberapa pokok manhaj majlis tarjih yang telah dilakukan dalam menetapkan keputusan selain diatas antara lain:
    1. Dalam memutuskan suatu dilakukan dengan cara musyawrah. Dalam berijtihad digunakan sistem ijtihad jama’iy. Dengan demikian pendapat perorangan dari anggota majlis tidak dapat dipandang sebagai anggota majlis.
    2. Tidak mengikat diri sebagai madzhab, tetapi pendapay imam madzhab dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam menetapkan hukum, sepanjanh sesuai dengan jiwa Al-qur’an dan As-sunnah serta dasar-dasar alin yang dipandang kuat.
    3. Berprinsip toleran dan terbuka, dan tidak beranggapan hanya keputusan Majlis Tarjih yang paling benar. Keputusan diambil berdasarkan pada dalil-dalil yang dipandang paling kuat saat keputusan diambil. Dan koreksi dari siapapun akan diterima, sepanjang mendasari dengan dalil yang lebih kuat sehingga memungkinkan Majlis Tarjih Mengubah keputusan yang pernah ditetapkan.
    4. Di dalam masalah ‘Aqidah (Tauhid), hanya digunakan dalil-dalil yang mutawatir saja.
    5. Tidak menolak suatu ijma’ Sahabat, sebagai suatu dasar keputusan.
    6. Menta’lil dapat digunakan untuk memahami kandungan dalil-dalil Al-qur’an dan As-sunnah sepanjang sesuai dengan tujuan syari’ah.
    7. Penggunaan dalil-dalil untuk menetapakan suatu hukum dilakukan dengan cara komperhensip, utuh dan bulat, tidak terpisah.
    8. Dalil-dalil umu dalam Al-qur’an bisa ditakhsis dengan Hadits Ahad, kecuali dalam bidang Aqidah.
    9. Dalam bidang ibadah yang diperoleh ketentuan-ketentuannya dari Al-qur’an dan As-sunnah, pemahamannya dapat menggunakan akal sepanjang diketahui latar belakang dan tujuannya, meskipun diakui akal bersifat relatif, sehingga prinsip mendahulukan nash daripada akal memiliki kelenturan dalam menghadapi perubahan dan situasi.
    10. Dalam hal-hal yang termasuk Al-umurud Duniawiyah yang tidak termasuk tugas para Nabi, penggunaan akal sangat diperlukan demi untuk tercapainya kemaslakhatan umat.
    11. Dalam memahami nash, makan dzahir didahulukan dari pada ta’wil dalam bidamg Aqidah. Dan ta’wil sahabat pada hal ini tidak harus diterima.
    12. Jalan ijtihad yang telah ditempuh meliputi:
    a. Ijtihad Bayani, yaitu ijtihad terhadap nash yang mujmal, baik belum jelas makna lafadz yang dimaksud, maupun karena lafadz tersebut mempunyai makna ganda, mengndung arti musytarak, ataupun karena pengertian lafadz dalam ungkapan yang konteksnya mempunyai arti yang mutasyabbih, ataupun adanya beberapa dalil yang bertentangan ta’arudh. Dalam hal yang terakhir digunakan jalan ijtihad dengan cara tarjih.
    b. Ijtihad Qiyasy, yaitu nmenyeberangkan hukum yang tealah ada nashnya kepada masalah baru yang belum ada hukumnya berdasarkan nash, karena adanya kesamaan ‘illah.
    c. Ijtihad Istislakhiy, yaitu ijtihad terhadap masalah yang tidak ditunjuki sama sekali nash secara khusus, maupun tidak adanya nash mengenai masalah yang ada kesamaannya. Dalam masalah demikian penetapan hukum dilakukan berdasarkan ‘illah untuk kemaslakhatan.
    Dalam menggunakan Hadits, ada beberapa akaidah yang telah menjadi keputusan Majlis Tarjih yaitu sebagai berikut:
    a. Hadits mauquf tidak dapat dijadikan Hujjah. Yang dimaksud dengan Hadits mauquf adalah apa yang telah disandarkan kepada sahabat baik ucapan maupun perbuatan atau semacamnya, baiak bersambung atau tidak.
    b. Hadits mauquf yang dihukum marfu’ dapat dijadikan hujjah. Hadits mauquf dihukum marfu’ apabila ada qorinah yang dapat dipahami daripadanya bahwa hadits itu marfu’.
    c. Hadits mursal sahabi dapat dijadikan hujjah apabila ada qorinah yang menunjukkan persambungan sanadnya.
    d. Hadits mursal tabi’i semata, tidak dapat dijadikan hujjah. Hadits ini dapat dijadikan hujjah jika ada qarinah yang menunjukkan persambungan sanad samapai kepada Nabi.
    e. Hadits-hadits dhaif yang kuat menguatkan, tidak dapat dijadikan hujjah, kecuali jika banyak jalan periwayatannya, ada qarinah yang dijadikan hujjah dan tidak bertentangan dengan Al-qur’an dan Hadits sahih.
    f. Dalam menilai perawi hadits jarh didahulukan dari pada ta’dil setelah adanya keterangan yang mu’tabar berdasarkan alasan syara’.
    g. Periwayatan orang yang dikenal melakukan tadlis dapat diterima riwayatnya, jika ada petunjuk bahwa hadits itu mustahil, sedangkan tadlis tidak mengurangi keadialan.

    Bab III
    Penutup
    Muhammadiyah mempercayai Majlis Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam dalam menetapkan suatu hukum yang lalu djalankan dan dianut oleh para pengikutnya, kesimpulannya muhammadiyah bersifat terbuka dan toleran, tidak menilai bahwa keputusannya lah yang paling benar, bila ada pendapat dari siapapun akan diterima sepanjang memiliki landasan yang lebih kuat dan arjah, maka pendapat yang telah ditetapkan oleh majlis kemungkinan akan berubah.
    Itulah salah satu kesimpulan yang bisa kita ambil, adapun kesimpulan-kesimpulan yang lain bisa kita temui kala kita mempelajari bagaimana Majlis Tarjih Muhammadiyah bisa dapat menetapkan hukum lebih dalam. Yang dipandang secara global maupun khusus, sehingga kita tahu dan mengerti apa dan bagaimana tindak kita kala menemui kebingungan dalam mengetahui suatu hukum dan menjalankannya.

    Terimakasih mas, atas komentarnya yg super panjang ..
    Pertanyaan saya mudah saja,
    Apakah abu bakar ikut Muhammadiyah?
    Apakah Umar, utsman , Ali ikut Muhammadiyah?
    Apakah Imam yang 4, imam abu hanifat,imam malik,imam syafii,imam ahmad, ikut muhammadiyah?
    Apakah imam bukhari,muslim, dan banyak lagi ulama ahlussunnah lainnya, ikut muhammadiyah?
    Jawabannya, TIDAK , bahkan mereka mengikuti pemahaman para sahabat, salafus shalih, bahkan generasi sahabat adalah para salafus shalih,

    Lalu , Bagaimanakah dengn KH Ahmad Dahlan sendiri? Beliau mendirikan Muhammadiyah karena ingin mendakwahkan dakwah salaf, bukan mendakwahkan ormas muhammadiyah,… bahkan majlis tarjih tidak ada di jaman KH Ahmad Dahlan dan beberapa generasi kepemimpinan setelahnya,. bahkan dibentuknya majlis tarjih mendapat pertentangan dari tokoh muhammadiyah,

    Dan kenyataan yg ada di masyarakat muhammadiyah, mereka lebih mengedepankan HPT daripada Sunnah rasuullah, dan banyak sekali hasil putusan majlis tarjih yang menyelisihi contoh ajaran rasulullah,..

    Sehingga nama, tidak akan merubah hakekat,.. bukankah muhammadiyah artinya pengikut nabi muhammad? Apa yang diikuti? bukankah ajaran beliau? tapi prakteknya, banyak ajaran rasulullah yg tidak dipraktekkan oleh tokoh ormas ini, dan juga pengikutnya,.. ini sangat ironi,

  10. Syah Agung Hardiyanto
    November 7, 2012 pukul 2:42 pm

    tidak ada salahnya untuk disimak :

    terimakasih mas atas linknya, saya ganti aja linknya, ini mas, anda tahu kan bapak patrialis akbar, alhamdulillah beliau sudah mengerti dakwah yang hak ini, yaitu dakwah kepada islam yang dipahami oleh para sahabat, lihat videonya disini:

  11. ikhsan utomo
    September 13, 2012 pukul 5:30 am

    Abshar :
    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Insya Allah yang anda sampaikan ini benar adanya, karena memang begitulah keadaannya sekarang. Berorganisasi, bermasyarakat, beramal usaha, berolahraga dan berbagai kegiatan lainnya tidak salah untuk dilakukan sepanjang mengikuti ajaran yang telah diteruskan Rasulullah SAW kepada kita.
    Kecenderungan yang ada sekarang, muhammadiyah memang sudah melenceng. Nah, inilah fungsi kita yang mungkin menjadi simpatisan organisasi ini untuk meluruskannya.
    Yang salah bukan organisasinya, yang salah bukan anggaran dasarnya, yang salah bukan himpunan keputusan majelis tarjihnya, tapi yang salah adalah orang2 yang mengambil keputusan dibalik semua ini.
    Salah satu contohnya adalah, pendidikan keislaman yang didengung2kan oleh sekolah2 Muhammadiyah justru melenceng menjadi perebutan penguasa sekolah.
    Mereka lupa dengan amanah yang telah diemban sebagai pengelola amal usaha, malah sibuk mempertahankan kekuasaan karena memikirkan uang yang bergulir di sana.
    Ketika kuliah, saya pernah terlibat dalam IMM. Dalam tataran komisariat kami, Insya Allah apa yang anda takutkan tidak terjadi atau mungkin bisa katakan tidak separah penuturan yang saudara sampaikan. Tetapi, dalam tataran yang lebih luas, ketika berdiskusi dan mengkaji sesuatu saya merasakan bahwa personil yang terlibat dalam organisasi ini tidak ada bedanya dengan JIL ataupun HMI yang mengaku sekuler. Itulah sebenarnya yang ingin kami luruskan waktu itu.
    Sekali lagi, bolehlah kita kecewa dengan organisasi ini, tetapi jangan menjadikan kita apatis atau tidak peduli, karena bagaimanapun juga pesan2 keislaman lebih efektif dan mengena jika disampaikan melalui organisasi yang mempunyai basis massa yang besar seperti Muhammadiyah.
    Mari kita tegakkkan amar ma’ruf nahi munkar dengan bersandar pada Al-Qur’an dan sunnah rasullullah dengan tetap menjaga ukhuwah dan saling mengingatkan. Saya cinta Muhammadiyah yang murni menegakkkan ajaran Islam di Indonesia tercinta.

    Betul kata anda, Mari kita tegakkan amar ma’ruf nahi munkar dgn bersandar pada Alquran dan sunnah rasulullah, tentunya dengan pemahaman para sahabat, bukan dengan pemahaman person atau kelompok/ormas,dengan dalih menjaga ukhuwah, .. dan jadilah muhammadiyah sejati, yaitu menjadi pengikut ajaran rasulullah dgn pemahaman para sahabat,sebagaimana tujuan KH Ahmad Dahlan mendirikan muhammadiyah ini,.. bukan jadi pengikut ormas muhammadiyah atau taklid buta dgn kebijakan putusan ormas muhammadiyah, yang ternyata putusan itu berseberangan dgn ajaran rasulullah,.. banyak sekali contohnya,

    Baharuddin Suryo Nugroho :
    assalamu’alaikum wr.wb

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    di daerah saya masjid NU dan Muhamaddiyah dekat. tpi saya berada di lingkungan muhammadiyah setiap salat sunah saya selalu tidak bisa konsentrasi sewaktu saya mendengar puji pujian. tapi saya juga tidak menampik jika dari pengurus ormas di daerah saya merasa selalu benar dalam melakukan ibadah.

    memang begitulah ,kita dilarang untuk berkelompok-kelompok, sebagaimana Allah melarang kita untuk berkelompok-kelompok, dan masing-masing kelompok membangga-banggakan apa yang ada di kelmpoknya,

    sekarang saya baru sadar apakah itu yang dikatakan umat islam saling menyaalahkan satu sama lain. pertanyaan pertama bagaimanakah hukum melakukan puji pujian?tolong berikan sumbernya,

    Puji-pujian tidak ada contoh ajarannya dari rasulullah, jika itu diajarkan oleh rasulullah maka akan ada dalil tersebut,.. jika tidak ada dalilnya, maka perbuatan tersebut adalah perbuatan bidah, dan terkadang puji-pujian itu mengganggu orang lain yang berada dekat dgn masjid yang ada puji-pujiannya tsb, sedangkan dalam islam dilarang untuk mengganggu kenyamanan tetangganya,

    pertanyaan kedua dimana saya bisa belajar islam yang benar melalui internet apakah ada blog/web?

    Anda bisa membuka website ini: http://www.almanhaj.or.id , http://www.muslim.or.id ,http://www.radiorodja.com,

    Yang paling bagus tentu belajar langsung, tidak hanya melalui website saja, kalau boleh tahu,dimana anda tinggal, sebab sekarang sudah banyak kok tempat-tempat untuk mempelajari agama ini, menurut pemahaman yang benar, yaitu pemahaman para sahabat/salafus shalih, generasi yang dibina langsung oleh Rasulullah

    yang ketiga bagaimana hukum mmbangunkan orang untuk melakukan sahur menggunakan pengeras masjid? apakah ada tuntunanannya? .

    Tidak ada tuntunannya, bahkan terkadang itu mengganggu kenyamanan orang yang sedang tertidur,apalagi membangunkannya adalah di jam-jam yang sangat jauh dari terbitnya fajar, misalkan jam 1 malam, atau jam 2,.. padahal waktu yg afdhal untuk sahur adalah yang paling akhir, sebelum terbit fajar,.. atau yang dikatakan waktu imsak,.. kalau di indonesia,waktu imsak malah tidak boleh makan,.. dengan suara dari speaker IMSAAAKK… atau suara sirine,..

    saya selalu membeyangkan jika kita semua umat muslim melakukan ibadah berdasarkan apa yang di ajarkan Nabi Muhammad SAW pasti akan terasa sangat indah..

    Betul sekali kata anda, seandainya umat islam mengamalkan amalan-amalan yang benar-benar diajarkan oleh Rasulullah, islam akan terasa indah,mudah, dan ini bisa mempersatukan kaum muslimin, dan akan mendatangkan kejayaan islam, sehingga musuh-musuh islam gentar melihat kaum muslimin,

    wassalamu’alaikum wr wb

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  12. auazanan
    September 1, 2012 pukul 8:51 am

    saya pernah bertanya kepada sekretaris umum pp Muhammadiyah (bp Muqoddas) waktu beliau berkunjung ke kotabaru, pertanyaan saya pada beliau : Berdasarkan apa organisasi Muhammadiyah dalam memutuskan suatu perkara dalam agama atau berinstinbath dlm mslh hukum di dlm agama ?,

    beliau menjawab :

    Muhammadiyah menetapkan suatu perkara dlm agama berdasarkan Al Qur’an dan Hadist Nabi Shallallahu alaihi wasallam dan Al Qur’an dan Hadist tsb sesuai dengan apa yg dipahami oleh Ulama Tarjih yg ada di Pimpinan Pusat Muhammadiyah…..

    bagaimana pendapat anda dlm masalah ini ?

    Terimakasih atas komentarnya,.. jawaban yang bagus, dan membuktikan bahwa muhammadiyah yang sekarang tidak seperti tujuan KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah ini. KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah dengan tujuan untuk memurnikan ajaran islam sesuai dengan pemahaman para sahabat, sebab beliau termotivasi oleh dakwahnya syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang mendakwahkan dakwah tauhid, dan mengikuti pemahaman para sahabat.
    KH Ahmad Dahlan tidak menginginkan kaum muslimin mengikuti kebijakan ormas, tapi berusaha mengenalkan kaum muslimin kepada Quran dan Sunnah, bukan kepada Tarjih, sehingga kaum muslimin mengenalnya itu kan hasil keputusan Tarjih, tapi tidak mengenal itu bersumber dari Alquran dan Sunnah, dan ini berakibat fatal, jika kita menyampaikan hal-hal yang bersumber dari Alquran dan Sunnah kepada anggota muhammadiyah, maka mereka akan bersikeras mempertahankan pendapat putusan Tarjih,.. meninggalkan apa yang ada dalam Alquran dan Sunnah,. kenapa? Karena itu tadi, Alquran dan Sunnah dipahami bukan menurut pemahaman para sahabat,. tapi menurut pemahaman orang yang dianggap sebagai ulama tarjih yang ada dalam ormas muhammadiyah ini.

    Contoh putusan tarjih yg bertentangan dengan Quran dan Sunnah diantaranya tentang penggunaan hisab secara mutlak untuk penentuan awal puasa,
    Tatacara shalat tarawih, yaitu adanya bacaan2 diantara shalat tarawih, dll..

    Imam yang empat saja mengharamkan pengikutnya untuk taklid kepada madzhabnya, tanpa mengetahui darimana imam tersebut mengambil dalil tersebut.

  13. Abshar
    Agustus 16, 2012 pukul 2:21 am

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Insya Allah yang anda sampaikan ini benar adanya, karena memang begitulah keadaannya sekarang. Berorganisasi, bermasyarakat, beramal usaha, berolahraga dan berbagai kegiatan lainnya tidak salah untuk dilakukan sepanjang mengikuti ajaran yang telah diteruskan Rasulullah SAW kepada kita.

    Kecenderungan yang ada sekarang, muhammadiyah memang sudah melenceng. Nah, inilah fungsi kita yang mungkin menjadi simpatisan organisasi ini untuk meluruskannya.

    Yang salah bukan organisasinya, yang salah bukan anggaran dasarnya, yang salah bukan himpunan keputusan majelis tarjihnya, tapi yang salah adalah orang2 yang mengambil keputusan dibalik semua ini.

    Salah satu contohnya adalah, pendidikan keislaman yang didengung2kan oleh sekolah2 Muhammadiyah justru melenceng menjadi perebutan penguasa sekolah.

    Mereka lupa dengan amanah yang telah diemban sebagai pengelola amal usaha, malah sibuk mempertahankan kekuasaan karena memikirkan uang yang bergulir di sana.

    Ketika kuliah, saya pernah terlibat dalam IMM. Dalam tataran komisariat kami, Insya Allah apa yang anda takutkan tidak terjadi atau mungkin bisa katakan tidak separah penuturan yang saudara sampaikan. Tetapi, dalam tataran yang lebih luas, ketika berdiskusi dan mengkaji sesuatu saya merasakan bahwa personil yang terlibat dalam organisasi ini tidak ada bedanya dengan JIL ataupun HMI yang mengaku sekuler. Itulah sebenarnya yang ingin kami luruskan waktu itu.

    Sekali lagi, bolehlah kita kecewa dengan organisasi ini, tetapi jangan menjadikan kita apatis atau tidak peduli, karena bagaimanapun juga pesan2 keislaman lebih efektif dan mengena jika disampaikan melalui organisasi yang mempunyai basis massa yang besar seperti Muhammadiyah.

    Mari kita tegakkkan amar ma’ruf nahi munkar dengan bersandar pada Al-Qur’an dan sunnah rasullullah dengan tetap menjaga ukhuwah dan saling mengingatkan. Saya cinta Muhammadiyah yang murni menegakkkan ajaran Islam di Indonesia tercinta.

    Betul kata anda, Mari kita tegakkan amar ma’ruf nahi munkar dgn bersandar pada Alquran dan sunnah rasulullah, tentunya dengan pemahaman para sahabat, bukan dengan pemahaman person atau kelompok/ormas,dengan dalih menjaga ukhuwah, .. dan jadilah muhammadiyah sejati, yaitu menjadi pengikut ajaran rasulullah dgn pemahaman para sahabat,sebagaimana tujuan KH Ahmad Dahlan mendirikan muhammadiyah ini,.. bukan jadi pengikut ormas muhammadiyah atau taklid buta dgn kebijakan putusan ormas muhammadiyah, yang ternyata putusan itu berseberangan dgn ajaran rasulullah,.. banyak sekali contohnya,

  14. Baharuddin Suryo Nugroho
    Agustus 14, 2012 pukul 6:37 am

    assalamu’alaikum wr.wb

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    di daerah saya masjid NU dan Muhamaddiyah dekat. tpi saya berada di lingkungan muhammadiyah setiap salat sunah saya selalu tidak bisa konsentrasi sewaktu saya mendengar puji pujian. tapi saya juga tidak menampik jika dari pengurus ormas di daerah saya merasa selalu benar dalam melakukan ibadah.

    memang begitulah ,kita dilarang untuk berkelompok-kelompok, sebagaimana Allah melarang kita untuk berkelompok-kelompok, dan masing-masing kelompok membangga-banggakan apa yang ada di kelmpoknya,

    sekarang saya baru sadar apakah itu yang dikatakan umat islam saling menyaalahkan satu sama lain. pertanyaan pertama bagaimanakah hukum melakukan puji pujian?tolong berikan sumbernya,

    Puji-pujian tidak ada contoh ajarannya dari rasulullah, jika itu diajarkan oleh rasulullah maka akan ada dalil tersebut,.. jika tidak ada dalilnya, maka perbuatan tersebut adalah perbuatan bidah, dan terkadang puji-pujian itu mengganggu orang lain yang berada dekat dgn masjid yang ada puji-pujiannya tsb, sedangkan dalam islam dilarang untuk mengganggu kenyamanan tetangganya,

    pertanyaan kedua dimana saya bisa belajar islam yang benar melalui internet apakah ada blog/web?

    Anda bisa membuka website ini: http://www.almanhaj.or.id , http://www.muslim.or.id ,http://www.radiorodja.com,

    Yang paling bagus tentu belajar langsung, tidak hanya melalui website saja, kalau boleh tahu,dimana anda tinggal, sebab sekarang sudah banyak kok tempat-tempat untuk mempelajari agama ini, menurut pemahaman yang benar, yaitu pemahaman para sahabat/salafus shalih, generasi yang dibina langsung oleh Rasulullah

    yang ketiga bagaimana hukum mmbangunkan orang untuk melakukan sahur menggunakan pengeras masjid? apakah ada tuntunanannya? .

    Tidak ada tuntunannya, bahkan terkadang itu mengganggu kenyamanan orang yang sedang tertidur,apalagi membangunkannya adalah di jam-jam yang sangat jauh dari terbitnya fajar, misalkan jam 1 malam, atau jam 2,.. padahal waktu yg afdhal untuk sahur adalah yang paling akhir, sebelum terbit fajar,.. atau yang dikatakan waktu imsak,.. kalau di indonesia,waktu imsak malah tidak boleh makan,.. dengan suara dari speaker IMSAAAKK… atau suara sirine,..

    saya selalu membeyangkan jika kita semua umat muslim melakukan ibadah berdasarkan apa yang di ajarkan Nabi Muhammad SAW pasti akan terasa sangat indah..

    Betul sekali kata anda, seandainya umat islam mengamalkan amalan-amalan yang benar-benar diajarkan oleh Rasulullah, islam akan terasa indah,mudah, dan ini bisa mempersatukan kaum muslimin, dan akan mendatangkan kejayaan islam, sehingga musuh-musuh islam gentar melihat kaum muslimin,

    wassalamu’alaikum wr wb

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    • Baharuddin Suryo Nugroho
      Agustus 15, 2012 pukul 7:49 am

      saya tinggal di kota yang islam nya masih bercampur dengan adat jawa yang cukup kental..dan saya berjuang untuk mendalami ilmu islam agar di masa saya nanti tradisi tradisi yang bid’ah semoga sudah tidak ada di kampung saya..

      dimana tinggalnya?

      • Baharuddin Suryo Nugroho
        Agustus 15, 2012 pukul 1:16 pm

        saya tinggal di ponorogo pak..menurut ilmu yang anda peroleh, sewaktu salat qiyamul lail 2 rakaat salam, sewaktu rakaat terakhir apakah boleh kita sebelum salam menggunakan duduk tasyahud awal?

        Shalat malam itu setiap 2 rakaat salam, jika ingin mengakhiri dengan witir 3 rakaat,maka mengerjakannya 2 rakaat lalu salam,lalu 1 rakaat lalu salam, atau 3 rakaat langsung salam di rakaat ke 3 tanpa tasyahud awal,karena shalat witir 3 rakaat tidak boleh menyerupai shalat maghrib,.

        Alhamdulillah untuk daerah ponorogo sudah ada islamic center dan radio yang menyebarkan dakwah dengan pemahaman yang benar,yaitu pemahaman para sahabat,bisa dilihat disini

        Atau di madiun ada ponpesnya juga, bisa dilihat disini

        Anda bisa juga mendatangi majlis taklim yang dekat dengan tempat tinggal anda di daerah tersebut, silahkan lihat diwebsite tersebut,ada kontak personnya, coba juga anda putar radio di frekwensi 92,6 mhz, radio Idza’atul Khair
        Insya Allah banyak manfaatnya,..

    • Baharuddin Suryo Nugroho
      Agustus 16, 2012 pukul 11:43 am

      alhamdulillah ana sekarang sering ke islamic center banyak ilmu yang ana dapat dari sana..

      Alhamdulillah,.. dan ingat, dakwah dengan hikmah,.. mungkin di lingkungan anda banyak sekali hal-hal yang tidak sesuai dengan ajaran rasulullah, tapi janganlah anda langsung menjelaskan kesalahan2 tsb, tapi bersabarlah, paling tidak untuk anda sendiri, sehingga anda memiliki ilmu yang cukup, sehingga bisa mendakwahkan mereka secara pelan-pelan.. jangan sampai ketika anda menjelaskan tentang kebenaran tersebut,anda di cap membawa aliran baru,atau anda malah di cap yang membawa ajaran sesat,..

      Ini pelajaran dari kejadian saya juga, waktu pertama kali mengenal islam yang hak ini,.. sehingga masyarakat menilai saya lah yang tersesat,..

      Jadi, ambil pelajaran, dan bersabar dalam berdakwah, tidak sekedar bermodalkan semangat ingin memberi tahu yang benar, sementara lingkungan banyak bertolak belakang,..

      Lingkungan kita sudah puluhan tahun terbiasa melakukan amalan yang bidah, tiba-tiba kita yang baru belajar sebentar ingin menghapus kebiasaan tersebut,… tentu sangatlah sulit,..

  15. sujarwo
    Juli 21, 2012 pukul 8:15 am

    ” ana juga pernah di muhammadiyah, tapi setelah saya ketemu kawan2 utamanya yang ngaji di pondok manhaj salaf….ketahuan bahwa Muhammadiyah banyak kelemahannya utamanya terkait dengan pemahaman agama (ilmu Syar’i) sehingga sekarang ana banyak ngaji di tempat lain dan makin mantap beragama islam ……….. ”

    Alhamdulillah, sama dengan ana,.. dulu ana juga di muhammadiyah,..
    Alhamdulillah ana mendapatkan hidayah dakwah salaf ini tahun 2000-an,
    Mudah-mudahan banyak saudara-saudara kita di muhammadiyah yang melihat kembali tujuan KH Ahmad Dahlan mendirikan muhammadiyah,. yaitu ingin memurnikan ajaran islam ini, mendakwahkan dakwah salaf

  16. hamba allah
    Juli 13, 2012 pukul 3:43 pm

    assalamualaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    saudaraku se muslim, sebenarnya allah menyuruh kita hanya untuk beribadah yang bener sesuai dengan al-quran dan sunah rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam dan tidak menyuruh kita mendirikan suatu organisasi yang timbul suatu perbedaan hanya mencari kebenaran dengan tafsir-tafsir yang mereka anggap bener, sesungguhnya yg bener hanya ada pd kitab al-quran……..

    smg kt tergolong orang yg tidak tergelincir dengan banyaknya suatu tafsir dan pendapat

  17. alfaqiir
    Juni 26, 2012 pukul 1:52 am

    Harus bijak melihat persoalan, andaikan Muhammadiyah mendirikan RS, Sekolah, Pantai Asuhan adalah bagian dari dakwah, dakwah bukan semata-mata pengajian, majlis ilmu dll. Implementasi dari keilmuan yang dikaji itu apa ?….amal nyata, sedekah, menyantuni orang yatim.
    Mereka tidak mendirikan organisasi, tapi yayasan, Bedanya kalau Muhammadiyah mendirikan sekolah dan Rumah sakit yang kelola adalah organisasi, kalau orang lain nggak buat organisasi tapi bikin yayasan dan mendirikan sekolah juga tapi yang kelola para ustadnya…duitnya banyak masuk kemana ? pikir sendiri saja deh….

    Membangung sekolah,rumah sakit, panti asuhan, itu kebaikan,

    Yang jadi masalah adalah fakta yang ada, yaitu mengikuti fatwa/tarjih ormas muhammadiyah, yang mana tarjih/fatwa ormas tersebut menyelisihi apa yang diajarkan Rasulullah,..

    Sangat banyak contoh-contohnya,

    Jadi bukan permasalahan ormas muhammadiyah dan apa yg sdh dilakukan oleh muhammadiyah,

    Akan tetapi, janganlah mendahulukan fatwa/tarjih muhammadiyah daripada dalil-dalil yg shahih dari alquran maupun hadits,

    Kalau ada HPT yang menyelisihi ajaran Rasulullah, maka tinggalkanlah HPT tersebut,

  18. Sofie
    Mei 20, 2012 pukul 9:00 am

    Muhammadiyah bukan salafi, apalagi wahabi. Muhammadiyah adalah gerakan dakwah Islam yang berkemajuan, jadi yg mengatakan Muhammadiyah melenceng dari tujuan pendirinya, tidak tahu Muhammadiyah. Jangan sok Islam dengan pemahaman anda.

    Silahkan baca lagi di buku pelajaran KEMUHAMMADIYAHAN , dulu saya sekolah di MTS Muhammadiyah, dan belajar ttg muhammadiyah, dan motivasi KH Ahmad Dahlan mendirikan muhammadiyah,.. silahkan dibuka lagi bukunya,.

  19. kang isa
    April 4, 2012 pukul 12:38 am

    Assalam’mualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Alhamdulillah penjelasannya insyaAllah manfaat bagi saya yg ikut muhammadiyah,yg tidak tahu sejarahnya muhammadiyah, syukron Akhi saya setuju “Muhammadiyah adalah, pengikut nabi muhammad,.. bukan pengikut organisasi muhammadiyah”
    insyaAllah saya hanya taklid kepada ajaran Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih, walaupun itu menyelisihi keputusan tarjih muhammadiyah,jika ada putusan tarjih muhammadiyah yg sesuai dengan ajaran rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam saya ambil dan putusan tarjih yang menyelisihi ajaran rasulullah akan saya tinggalkan putusan tarjih tersebut,…

    iya akh, saya juga gede di muhammadiyah,.. jadilah muhammadiyah sejati, pengikut nabi muhammad, bukan pengikut ormas muhammadiyah, seperti tujuan KH Ahmad Dahlan mendirikan muhammadiyah,..

    Jazakallahu Khairan ,
    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  20. ikhsan utomo
    Februari 16, 2012 pukul 12:23 am

    mari kembali ke ajaran islam secra kaffah, dan bersih dari penyakit TBC yang akan menghalangi kita ke syurga yang indah dan bergembirah bersama muhammadiyah

    Mari kita menjadi muhammadiyah sejati, sebagaimana tujuan KH Ahmad Dahlan mendirikan muhammadiyah ini,..
    Tujuan muhammadiyah didirikan adalah tuk memurnikan ajaran islam sebagaimana yang diamalkan oleh para sahabat, bukan mengajak kaum muslimin tuk mengikuti ormas muhammadiyah, bukan untuk taklid kepada kebijakan ormas muhammadiyah, tapi taklid hanya kepada ajaran Rasulullah yang shahih, walaupun itu menyelisihi keputusan tarjih muhammadiyah,.. jika ada putusan tarjih muhammadiyah yg sesuai dengan ajaran rasulullah kita ambil, tapi jika ada putusan tarjih yang menyelisihi ajaran rasulullah, kewajiban kita meninggalkan putusan tarjih tersebut,…

    Dan majlis tarjih bukanlah KH Ahmad Dahlan yang membentuknya, karena majlis tarjih dibentuk setelah meninggalnya KH Ahmad Dahlan,

  21. sakinah
    Januari 30, 2012 pukul 5:03 am

    saya turut prihatin terhadap perkembangan muhammadiyah…yang tdk tau siapa itu para salaf….gimana yah nanti kader-kader mereka …??

    Kita berdoa, mudah-mudahan mereka diberi petunjuk oleh Allah, banyak juga kok yang sdh mulai memahami dakwah sunnah berdasarkan pemahaman para sahabat ini..

  22. Satirin abdillah
    Desember 26, 2011 pukul 1:24 am

    Semoga jamaah muhammadiyah mau kembali ke manhaj salaf. Jgn sprti skrg di daerah, yg selalu menyerang dakwah salaf di mimbar2 mereka

    Amiin,.. mudah-mudahan bisa kembali kepada tujuan KH Ahmad Dahlan ketika mendirikan muhammadiyah ini,

  23. stevens
    Desember 24, 2011 pukul 6:55 am

    manusia tdk akan terlepas dari kekhilafan shg demi kebaikan saran dan nasehat yg baik kita terima dg lapang dada tetapi muhammadiyah tetaplah jadi arah dalam pemurnian islam

    Jika muhammadiyah seperti tujuan KH Ahmad Dahlan mendirikannya, insya Allah muhammadiyah akan menjadi sarana tuk memurnikan ajaran islam sebagaimana yang dipahami oleh para sahabat,.. bukan menjadi organisasi yang para pengikut atau anggota ormas ini mengikuti kebijakan2 ormas ini, yang mana kebijakannya banyak yang tidak sesuai dengan ajaran rasulullah yang dipahami oleh para sahabat,

    seharusnya ini jadi bahan renungan,.. kembali kepada tujuan KH Ahmad Dahlan ketika mendirikan muhammadiyah ini,. sehingga bisa menjadi muhammadiyah yang sejati,.. yaitu mengikuti ajaran Rasulullah berdasarkan pemahaman para sahabat,..

  24. Sandi Kamarulloh
    Desember 14, 2011 pukul 6:25 pm

    Jazakalloh khoir akhi :) semoga Alloh menetapkan kita pada jalannya yg haq :).,…

    amiin…

  25. Ngabdan Sy
    November 29, 2011 pukul 10:26 pm

    Muammadiyah sepi. soalnya melawan arus ( tahlilan, nyasinan ) tapiiii ngikut arus akibatnya tenggelam hilang dan musnah. Gimana Yaaa

    Seandainya muhammadiyah kembali seperti tujuan didirikannya muhammadiyah oleh KH Ahmad Dahlan,..mendakwahkan ajaran Rasulullah sesuai dengan pemahaman para sahabat,..

  26. ali
    November 21, 2011 pukul 10:52 pm

    ujung ujungnya merasa paling benar, paling haq, paling nyunah paling mendapat hidayah dan sebagainya.

    Manhaj sahabat adalah manhaj yang paling benar dan paling selamat,
    Kata siapa?
    Bukan kata saya, tapi kata Allah sendiri, silahkan baca surat attaubah ayat 100, juga surat annisa ayat 115, baca tafsirnya,

    Demikian juga kata Rasulullah,

    Jika ormas itu jalan kebenaran, tentu imam syafii juga buat ormas, demikian juga imam ahmad,imam bukhari,muslim, dan masih sangat banyak para ulama lainnya,

    Tapi tidak ada kisahnya mereka mendirikan ormas dengan dalih ayat alquran, sebagaimana ormas-ormas yang ada di indonesia,

    Jadi yang mengatakan ujung ujungnya merasa paling benar, paling haq, paling nyunah paling mendapat hidayah dan sebagainya.
    itu adalah penilaian anda sendiri,

  27. Oktober 19, 2011 pukul 2:34 am

    assalamualaikum, jika muhammadyah kembali pada tujuan pendirinya KH Ahmad Dahlan Rahimahullahu ta’ala, insya alloh dakwah salaf akan lebih memasyarakat, karena lembaga pendidikan muhammadyah sudah kokoh dan menyebar di seluruh Indonesia, semoga Allah memudahkan, amiin, izin copas ya akhi…

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Jika muhammadiyah komitmen kepada tujuan KH Ahmad Dahlan mendirikan muhammadiyah, maka yang didakwahkan oleh muhammadiyah adalah dakwah salaf, bukan dakwah ormas muhammadiyah,.. karena KH Ahmad Dahlan sendiri mendirikan muhammadiyah karena terdorong oleh gerakan pembaharuan islam yang dilakukan oleh Syaikh muhammmad bin abdul wahhab,.. itu yang pernah saya pelajari dulu ketika sekolah di MTs Muhammadiyah bumiayu, tentang sejarah didirikannya Muhammadiyah,
    ada pelajaran yang diberi nama kemuhammadiyahan,..

    Jaman KH Ahmad dahlan tidak ada yang namanya majlis tarjih, atau himpunan putusan tarjih yang merupakan patokan hukum bagi muhammadiyah ini,.. bukan berdasarkan alquran dan sunnah menurut pemahaman sahabat,, akan tetapi patokannya adalah HPT,.

    SILAHKAN COPAS, jazakillahu khairan,..

  28. Muhammad Hanif Priatama
    Oktober 14, 2011 pukul 9:27 am

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

    Saya pemuda Muhammadiyah. Ijin copas.

    Saya juga dulu sekolah di Mts Muhammadiyah, ayah saya pimpinan ranting muhammadiyah,.. dan tahunya muhammadiyahlah yang paling benar, paling mengikuti sunnah,.. setelah saya mengenal dakwah salafus shalih, maka tahulah saya, apa itu hakekat kebenaran…

    Saya ingin menjadi muhammadiyah sejati, yaitu pengikut nabi muhammad, yang mengamalkan islam dengan pemahaman para sahabat, generasi yang dibina langsung oleh Rasulullah…
    Bukan mengikuti organisasi muhammadiyah,.. yang ada belakangan,.. Imam syafii aja tidak mengenal apa itu ormas muhammadiyah, apalagi imam bukhari, muslim, dan kebanyakan ulama-ulama ahlus sunnah,.. mereka semua tidak mendirikan organisasi yang hanya menjadikan umat islam berkelompok-kelompok dan fanatik kepada ormas yang diikutinya….

    Jazzakallah.

    waiyyaka..

    silahkan copas, dan mudah-mudahan anda menjadi pemuda muhammadiyah yang sesungguhnya,…

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  29. Rachmat
    September 28, 2011 pukul 12:49 am

    Betul, saya mungkin salah konteks dalam mengomentari, terima kasih atas koreksinya.
    Semoga para ulama yang selama ini “menyimpang” segera sadar akan kesalahannya dan kembali kepada salaf. Dengan demikian manhaj salaf bisa semakin diterima oleh masyarakat luas. Amin.

    Mengikuti manhaj salaf, adalah kewajiban bagi kaum muslimin,..
    Barangsiapa yang menyelisihi manhaj salaf, allah mengancam dengan kesesatan dan neraka jahannam sebagai balasannya..

  30. Rachmat
    September 24, 2011 pukul 4:54 am

    Assalamu’alaikum, saya sangat setuju dengan tulisan Anda dan komentar dari Saudara Ahmad karena saya sendiri dari lingkungan keluarga Muhammadiyah.

    Muhammadiyah sekarang sudah kehilangan arah, memang perjuangan utama Muhammadiyah adalah memurnikan ajaran Islam dari TBC serta mengembangkan dakwah melalui kegiatan sosial (diantaranya pendidikan dan kesehatan).

    Namun saat ini memang sangat tampak bahwa orientasi para pengurus hanya pada aspek bisnis, utamanya bisnis pendidikan dan kesehatan yang didalamnya aspek dakwah kurang diperhatikan.

    Bisa diamati para mahasiswa di Universitas Muhammadiyah utamanya para mahasiswi, meski berkerudung pakaian mereka sangat ketat.

    Saya merasa bahwa aspek dakwah yang diperjuangkan oleh KH Ahmad Dahlan mulai luntur, tidak hanya tampak dari para oknum anggota persyarikatan Muhammadiyah yang juga banyak terlibat dalam kegiatan2 TBC, tetapi juga infiltrasi pemikiran2 liberal dengan kedok toleransi, humanisme universal, dan feminisme.

    Hendaknya pengurus pusat Muhammadiyah membuka mata atas fakta-fakta ini.

    Kembalikan kepada slogan “Islam agamaku Muhammadiyah gerakanku. Hidup-hidupilah Muhammadiyah jangan mencari penghidupan di Muhammadiyah”.

    Meski saya berasal dari lingkungan Muhammadiyah saya tidak taqlid kepada apa pun keputusan organisasi ini, saya berusaha menggali kebenaran dari berbagai sumber yang sahih, khususnya dari manhaj salaf yang saya yakini adalah jalan terbaik dan diridhai Allah ta’ala.

    Jazakallahu khairan,…

    Jika ingin jadi muhammadiyah sejati, ikutilah pemahaman sahabat, generasi yang dididik langsung oleh Rasulullah,..

    Muhammadiyah adalah, pengikut nabi muhammad,.. bukan pengikut organisasi muhammadiyah,…

  31. Juli 9, 2011 pukul 3:54 am

    kembali kepada Al Qur’an dan As sunnah menurut pemahaman Shalafush Shahih, mari mengenal Manhaj Salaf

    • Jakatingkir
      Oktober 24, 2011 pukul 12:12 pm

      Salaf itu siapa ya???

      Silahkan baca link ini, terlalu panjang penjelasannya

      Kenapa mesti ikut Manhaj mereka?. Apakah Salaf itu Rasulullah? atau Lebih Baik daripada Rasul atau ada perintah dari Rasul?

      Jika anda sudah membaca artikel diatas, anda akan mengetahui apa itu salaf, dan hukum mengikuti manhaj salaf adalah wajib bagi seluruh kaum muslimin,
      Tidak akan mungkin kita memeluk islam tanpa melalui mereka, silahkan baca link ini

      Apakah Ibnu Taimiyah itu Salaf atau Pengikut Salaf? apakah Ibnu Wahhab itu Salaf atau Pengikut Salaf?

      Ibnu taimiyah adalah salah satu ulama yang mengikuti pemahaman salafus shalih, sebagaimana ulama2 lain seperti imam malik, imam syafii,imam ahmad, imam bukhari, muslim, dan masih sangat banyak ulama2 lainnya,..
      Anda mungkin mengenal ibnu katsir, beliau adalah ahli tafsir yg bermanhaj salaf juga, beliau muridnya ibnu taimiyah,

      Contoh-Contoh Penggunaan Kata “Salaf”

      Kata salaf sering digunakan oleh Imam Bukhari di dalam kitab Shahihnya. Imam Bukhari rahimahullah mengatakan, “Rasyid bin Sa’ad berkata: Para salaf menyukai kuda jantan. Karena ia lebih lincah dan lebih berani.” Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menafsirkan kata salaf tersebut, “Maksudnya adalah para sahabat dan orang sesudah mereka.”

      Syaikh Salim mengatakan, “Yang dimaksud (oleh Rasyid) adalah para sahabat radhiyallahu’anhum. Karena Rasyid bin Sa’ad adalah seorang tabi’in (murid sahabat), sehingga orang yang disebut salaf olehnya adalah para sahabat tanpa ada keraguan padanya.”

      Demikian pula perkataan Imam Bukhari, “Az Zuhri mengatakan mengenai tulang bangkai semacam gajah dan selainnya: Aku menemui sebagian para ulama salaf yang bersisir dengannya (tulang) dan menggunakannya sebagai tempat minyak rambut. Mereka memandangnya tidaklah mengapa.” Syaikh Salim mengatakan, “Yang dimaksud (dengan salaf di sini) adalah para sahabat radhiyallahu’anhum, karena Az Zuhri adalah seorang tabi’in.” (lihat Limadza, hal. 31-32).

      Kata salaf juga digunakan oleh Imam Muslim di dalam kitab Shahihnya. Di dalam mukaddimahnya Imam Muslim mengeluarkan hadits dari jalan Muhammad bin ‘Abdullah. Ia (Muhammad) mengatakan: Aku mendengar ‘Ali bin Syaqiq mengatakan: Aku mendengar Abdullah bin Al Mubarak mengatakan di hadapan orang banyak, “Tinggalkanlah hadits (yang dibawakan) ‘Amr bin Tsabit. Karena dia mencaci kaum salaf.” Syaikh Salim mengatakan, “Yang dimaksud adalah para sahabat radhiyallahu ‘anhum.” (Limadza, hal. 32).

      Kata salaf juga sering dipakai oleh para ulama akidah di dalam kitab-kitab mereka. Seperti contohnya sebuah riwayat yang dibawakan oleh Imam Al Ajurri di dalam kitabnya yang berjudul Asy Syari’ah bahwa Imam Auza’i pernah berpesan, “Bersabarlah engkau di atas Sunnah. Bersikaplah sebagaimana kaum itu (salaf) bersikap. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan. Tahanlah dirimu sebagaimana sikap mereka menahan diri dari sesuatu. Dan titilah jalan salafmu yang shalih. Karena sesungguhnya sudah cukup bagimu apa yang membuat mereka cukup.” Syaikh Salim mengatakan, “Yang dimaksud adalah sahabat ridhwanullahi ‘alaihim.” (lihat Limadza, hal. 32) Hal ini karena Al Auza’i adalah seorang tabi’in.

      Syaikh muhammad bin abdul wahhab adalah salah satu ulama yang mengikuti jejak mereka,

  32. محمد سهلان رشيدى
    Juni 15, 2011 pukul 5:15 pm

    Saya juga bingung…adakah manusia tangguh yang bisa meng-ishlah-nya…mengembalikannya ke kaidah tarjih…menyegarkan kembali yang sudah jarang dipelajari warganya…
    Kajian tarjih sepi pengunjung…
    Kajian ekonomi, politik dan semacamnya yang tidak diundang pun berbondong-bondong datang…
    dimanakah muhammadiyahku yang benar-benar pengikut Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam…

    Jika tokoh muhammadiyah, dan warga muhammadiyah kembali kepada pokok dimana Kyiai Haji Ahmad Dahlan mendirikan muhammadiyah ini, yaitu ingin memurnikan ajaran islam sebagaimana yang diajarkan Rasulullah kepada para sahabatnya,.. Insya Allah muhammadiyah bener2 menjadi muhammadiyah,… bukan organisasi

  33. ahmad
    Juni 5, 2011 pukul 1:31 am

    sekedar unek-unek tentang ormas muhammadiyah yang saya alami dan saya perhatikan…
    menurut saya ormas muhammadiyah sekarang beda dengan dulu(kalo dilihat dari sejarah,mungkin), sekarang yang lebih diutamakan dari ormas ini adalah amal USAHA. namanya USAHA ya ujung-ujungnya pasti DUIT,

    hal ini terbukti dari banyak didirikannya sekolah2 dan Rumah sakit2 ‘muhammadiyah’, dalam prakteknya (seperti pernah saya alami waktu sekolah di muhammadiyah) hal seperti pemurnian akidah dari TBC dan slogan lainnya itu hanya isapan jempol belaka(kalau ada paling tidak kurang dari 5% lah kira2),

    pendidikan agama sama dengan sekolah negeri, tidak ada pembinaan alquran(lebih tepatnya tidak diajari ngaji!),pendidikan kemuhammadiyahan cuma peng-giringan (taklid) kepada fatwa ulama muhammadiyah pusat, di universitas muhammadiyah saja banyak yang tidak berjilbab dan yang lebih memuakkan adalah pemasangan foto perempuan tak berkerudung di pamplet atau brosur (univ muh.),

    pada kenyataannya juga hal yang sering di tegaskan dalam ormas ini seperti “hindari taklid buta” itu hanya omong kosong, para pendakwah lebih sering melarang dengan tanpa dasar yang jelas (misal berdasar keputusah muktamar muh. no.XXX dsb),

    apalagi di rumah sakit… apa ada dakwah disana? saya yakin tidak.
    so menurut saya(lagi) lebih baik ormas ini lebih baik tidak usah bicara muluk2 tentang TBC, akidah dan masalah agama lainnya, lebih baik bicara BISNIS saja.

    saya sungguh kecewa dengan ormas ini.

    Saya juga dulu sekolah di muhammadiyah, ayah saya fanatikus muhammadiyah,..
    Dan saya tahunya muhammadiyah itu yang paling benar, paling mengikuti ajaran Rasulullah…

    Setelah saya ngerti ajaran islam yang dipahami oleh para sahabat,..

    mengertilah saya,..

    Ternyata muhammadiyah sekarang sudah melenceng dari tujuan pendirinya, KH Ahmad Dahlan rahimahullahu ta’ala,..

    Mudah-mudahan banyak petinggi muhammadiyah yang sadar, sehingga kembali kepada pemahaman salafus shalih,..

  1. Agustus 1, 2013 pukul 3:07 pm

Silahkan tulis komentar anda,.. surel diisi dgn email, nama diisi dengan nama anda ,

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.399 pengikut lainnya.