Beranda > ahlul bait, dusta, keturunan nabi, syiah > Ritual Asyura Orang-Orang Syiah Rafidhah, yang mengaku sebagai ahlul bait,.. kok seperti ini ya?

Ritual Asyura Orang-Orang Syiah Rafidhah, yang mengaku sebagai ahlul bait,.. kok seperti ini ya?


Memukul kepala dan dada

Kaum rafidhah memukul-mukul badan mereka untuk mendekatkan diri mereka kepada Allah dan mendapatkan pahala di sisi-Nya.

Cara memukul badan
Dalam setiap peringatan hari besar mereka mereka, yang berbeda dengan perayaan hari besar kaum muslimin seperti peringatan terbunuhnya Ali bin Abi Tolib dan peringatan terbunuhnya Husein bin Ali, kaum rafidhoh melakukan upacara2 ritual untuk mengekspresikan kesedihan mereka terhadap musibah-musibah yang menimpa ahlul bait, yang kebanyakan cerita2 musibah itu adalah karangan mereka sendiri.

Ritual-ritual ini diadakan di setiap wilayah yang memiliki penduduk kaum rafidhoh, tetapi terlihat sangat jelas di beberapa wilayah Pakistan, Iran, India, Irak dan wilayah Nabtiyah di Lebanon. Dalam merayakan ritual ini pun cara mereka berbeda2, di negara teluk mereka memukul badan mereka dengan tangan kosong karena masyarakat negara teluk lebih “berbudaya”. Tetapi di Pakistan dan Lebanon mereka menyabet badan mereka sendiri dengan pedang dan belati untuk menumpahkan dan melukai anggota badan.

Sementara itu kaum rofidhoh di wilayah lainnya menggunakan rantai untuk memukuli badan mereka sendiri. Acara “pukul memukul” itu tak lupa disertai dengan pembacaan sya’ir2 kesedihan dan musibah, khotbah duka cita untuk ahlul bait,mencaci maki bani umayyah dan para sahabat Nabi. Semua itu dilakukan untuk mendapatkan pahala dan keridhoan Allah ta’ala. Tidak ketinggalan pula acara tangis bersama sampai berteriak-teriak, karena mereka mengatakan bahwa para imam mereka memberi kabar gembira “Barang siapa menangis atau membuat dirinya menangis untuk Husein maka wajib masuk sorga”. Semua ingin masuk sorga, maka semua berlomba-lomba untuk bertambah sedih dan bertambah kencang tangisnya.

Sejarah ritual “pukul memukul”
Acara ritual ini bermula dari rasa sedih para pengikut Ali bin Abi Tolib yang telah berjanji untuk berperang membela Ali namun ketika terjadi perang mereka lari meninggalkan Ali bin Abi Tolib sendirian hingga Ali bin Abi Tolib pun bosan dan membenci mereka karena kemunafikan mereka. Lalu Ali bin Abi Tolib berkhotbah di kepada mereka dan menjuluki mereka dengan sifat-sifat yang jelek seperti pengkhianat, pembohong, kaum yang hina, orang yang berakal kerdil dll ..

”Aku mengajak kalian untuk berjihad dan kalian menolak, aku telah memberitahu kalian tapi kalian tidak mau mendengarkan, aku telah berdakwah kepada kalian mengajak kepada kebenaran tapi kalian tolak dakwahku, aku telah menasehati kalian tapi kalian enggan untuk menerima..”

Hingga Ali bin Abi Tolib berkata:
“Demi Allah..aku ingin agar Mu’awiyah menukar pengikutnya dengan pengikutku seperti menukar uang, maka 10 orang pengikutku akan kutukar dengan 1 orang pengikut Mu’awiyah”. [1]

Kesedihan pengikut Ali bin Abi Tolib makin bertambah ketika mereka menulis surat kepada Husein bin Ali bahwa mereka berbaiat kepada Husein dan berjanji akan menolongnya, tetapi ketika Husein bin Ali benar2 datang mereka tinggalkan mati sendirian bersama keluarganya seperti mereka meninggalkan muslim bin aqil mati sendirian. Maka bertambahlah kesedihan mereka hingga hati kecil mereka merasa bersalah, lalu mereka mulai menghukum diri mereka sendiri dengan memukul dada dan menampar pipi mereka. Semua ini sebagai hukuman atas perbuatan mereka dan sebagai pembalasan kepada diri mereka atas penghianatan mereka kepada Husein bin Ali, Muslim bin Aqil dan sebelumnya Ali bin Abi Tolib. Begitulah, semakin besar rasa bersalah seseorang, maka dia semakin “bersemangat” dalam memukul dirinya sendiri dan semakin keras pula menangisnya. Demikian ritual ini berkesinambungan, setiap generasi menghukum diri mereka sendiri atas kesalahan yang dilakukan oleh generasi yang hidup jauh sebelum mereka, yaitu pengkhianatan terhadap Allah dan Ahlul bait. Selang berlalunya waktu, generasi yang datang belakangan tidak pernah memahami sebab utama ritual ini dan mengira bahwa ritual ini hanya bertujuan untuk mengungkapkan kesedihan atas kejadian yang menimpa Husein bin Ali dan ahlul bait seperti yang didengungkan oleh para ulama, dan bukannya sebagai penyesalan atas pengkhianatan mereka. Sementara itu generasi belakangan tetap meyakini bahwa ritual ini untuk mencara pahala dengan rasa cinta kepada Husein bin Ali dan mereka lupa bahwa sebenarnya ritual ini diadakan sebagai hukuman kepada diri mereka sendiri yang telah menkhianati Husein bin Ali. Ini hukuman di dunia, di akherat Allah akan menghukum mereka dengan hukuman yang lebih berat. Subhanallah, bagaimana mereka mengubah ritual ini dari hukuman menjadi ibadah yang berpahala.

Pendapat di atas dikuatkan oleh perkataan Zainab binti Ali yang ditujukan kepada pengikut Ali (Syi’ah,bukan rafidhoh) : “Wahai penduduk kufah, wahai para pengkhianat, perumpamaan kalian adalah bagaikan seorang perempuan yang mengurai benang yang sudah dipintal. Kalian hanya mempunyai kesombongan, kejahatan, kebencian dan kedustaan. Apakah kalian menangisi saudaraku? Tentu, demi Allah, maka perbanyaklah tangis dan jangan banyak tertawa, sungguh kalian telah diuji dengan kehinaan..bagaimana kalian menganggap enteng membunuh menantu nabi terakhir?. [2]

Perkembangan ritual “pukul memukul”
Ibadah ini mulai berkembang dan meluas di awal berkembangnya syi’ah saat mereka ingin mencari ibadah yang berbeda dengan ibadah bani umayyah dan supaya memperlihatkan perbedaan antara mereka dengan kaum muslimin lainnya. Maka mereka selalu berusaha membesar2kan dan menekankan pentingnya ritual ini. Bahkan mereka membuat pakaian khusus yang dipakai saat upacara yaitu pakaian berwarna hitam dengan alasan duka cita atas kematian Husein bin Ali dan ahlul bait.

Pada periode bani buwaih yang menguasai iran dan irak atas nama melindungi khilafah abbasiyah, mereka ikut mengembangkan upacara ini hingga menjadi bagian dari syi’ah yang tidak bisa dipisahkan lagi. Lalu datanglah syah ismail safawi yang berkhianat kepada khilafah uthmaniyah mengumumkan hari berkabung nasional yang berlaku di seluruh wilayah kekuasaannya pada 10 hari pertama bulan muharram. Bahkan syah sendiri mengadakan open house untuk menerima ucapan duka cita dari rakyat dan mengadakan perayaan khusus yang juga dihadiri oleh syah ismail. Juga syah abbas1 al safawi memakai pakaian hitam pada tanggal 10 muharrom dan melumuri dahinya dengan lumpur serta memimpin pawai di jalan2 sambil bersyair dengan syair duka untuk husien dan melaknat bani umayah.

Peranan iran dalam pengembangan ritual pukul memukul
Sejak berubah menjadi negara islam, iran menggalakkan warganya untuk menghidupkan kembali ritual2 seperti ini bahkan ikut mendanai kaum syiah di mana-mana untuk mengadakan perayaan 10 muharam besar-besaran. Tapi yang aneh, sebagian syiah tidak memiliki uang untuk membeli makanan tetapi iran malah memberikan dana dalam jumlah besar hanya untuk mengadakan perayaan ritual ini dengan alasan agama. Sehabis acara perayaan, kita melihat pemandangan cukup memalukan yang diliput oleh media massa dunia. Darah, gambar orang memukul diri disiarkan oleh media massa dengan menuliskan bahwa ini adalah perayaan hari besar kaum muslimin. Hal ini sangat memalukan kaum muslimin.

Pendapat dunia terhadap ritual ini
Kantor berita reuter bagaikan mendapat “harta karun” berharga ketika wartawannya di wilayah nabtiah lebanon merekam gambar seorang syi’ah sedang memukul kepala anaknya dengan pedang pada perayaan 10 muharam. Begitulah, para pengikut aliran sesat selalu memberikan bukti atas kecaman musuh terhadap islam. Foto-foto berdarah perayaan asyura dimuat di media masa dunia, mereka membahasnya panjang lebar di koran, majalah bahkan channel TV untuk membahas kebuasan dan sifat haus dan ritual ibadah kaum muslimin yang jauh dari kemanusiaan.

[1] Nahjul Balaghoh hal 224.
[2] Al Ihtijaj, 2/29-30.

sumber : http://rafidhah.wordpress.com/2007/03/06/ritual-asyura/

Video Perayaan Asyura di berbagai negara, silahkan lihat di link ini

Syahadat syiah berbeda dengan syahadat islam, silahkan lihat disini videonya

MUI Pusat mengeluarkan buku tentang SESATNYA SYIAH, silahkan lihat disini

Pendiri NU menyatakan bahwa SYIAH ITU KAFIR, silahkan lihat disini postingannya

Lihat VIDEO ASYURA DISINI

  1. Anton Barak
    November 11, 2012 pukul 3:27 pm

    syiah aliran sesat

  2. faruk
    Desember 7, 2011 pukul 3:33 am

    saya tidak mengatakan menyiksa diri itu di perbolehkan,menyiksa diri memang dilarang,menampar bahkan memukul dada mereka dan kepala mereka sampai melangar batas kewajaran untuk memperingati asyura,saya tegaskan bahwa tamparan dan pukulan untuk mengenang asyura bukanlah termasuk rukun dari rukun rukun ajaran syiah,dan mayoritas fuqaha dan ulama tidak membolehkan hal itu sampai pada batas membahayakan.
    Pada hari ‘Asyura orang-orang Islam menunaikan ibadah puasa, dalam rangka mencontoh Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam. Kitab-kitab orang Rafidhah juga memerintahkan untuk berpuasa pada hari ‘Asyura, akan tetapi anehnya orang-orang Rafidhah sendiri mengingkari puasa tersebut, bahkan menuduh bahwa orang-orang kerajaan Umawi-lah yang membuat-buat riwayat-riwayat palsu yang menghasung puasa ‘Asyura.

    Setiap tahun, pada hari-hari bulan Muharam, terutama tanggal sepuluh, orang-orang Rafidhah melakukan perbuatan-perbuatan ‘aib yang memalukan; mulai dari memakai pakaian hitam, mengadakan majelis-majelis Al Husainiyah, mengadakan ceramah-ceramah dan perkumpulan-perkumpulan yang diselingi dengan pelaknatan terhadap Mu’awiyah radhiallahu ‘anhu dan anaknya Yazid serta kepada bani Umayyah secara keseluruhan.

    Juga mereka menganiaya diri mereka sendiri dan memukuli diri mereka dengan rantai dan pedang. Serta masih banyak penyelewengan-penyelewengan syariat lainnya, yang mana itu semua dengan dalih mengungkapkan rasa bela sungkawa dan berkabung atas kematian Husain radhiallahu ‘anhu.

    Dengarlah syaikh mereka Abdul Hamid al-Muhajir yang melegalisir aksi orang-orang Rafidhah pada hari ‘Asyura, “Jangan kalian dengar orang yang berkata bahwa memukul-mukul kepala dengan rantai, menampar dan menangis itu haram, sesungguhnya mereka itu tidak paham agama Islam. Pada asalnya sesuatu itu diharamkan seandainya membahayakan, kalau membahayakan baru bisa dikatakan haram, dan ini tidak ada hubungannya dengan memukul-mukul kepala dan memukul-mukul kaki, siapa bilang itu haram? Mengharamkan sesuatu butuh dalil, karena pada asalnya segala sesuatu itu hukumnya halal!!”

    Inilah ulama kita yang mulia Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah yang mengingkari bid’ah-bid’ah dan kemungkaran-kemungkaran Rafidhah pada hari-hari ‘Asyura dengan perkataannya,

    “Orang yang menjadikan hari ‘Asyura sebagai hari penebusan dosa dan hari berkabung, sebagaimana orang-orang Rafidhah yang pada hari itu mereka memukul-mukul dada-dada dan tubuh-tubuh mereka serta memukul-mukul diri mereka dengan besi, mencaci maki dan melaknat.

    Ini semua merupakan sebagian dari kebodohan, kesesatan serta kebid’ahan mereka yang tercela. Kita memohon kepada Allah keselamatan dari itu semua.

    Niyahah (ratapan), memukul-mukul pipi, serta merobek-robek pakaian, tetap merupakan perbuatan mungkar, kapan saja dan di mana saja sampai pun pada hari di mana Husain terbunuh, atau di saat musibah apapun. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingkari perbuatan itu dan bersabda, ‘Tidak termasuk dari golongan kami: orang-orang yang memukul-mukul pipi dan merobek-robek pakaian serta menyeru dengan seruan jahiliyah.’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, ‘Allah melaknat ash- Shaliqah, al-Haliqah serta asy-Syaqqah.’ Ash-Shaliqah: adalah orang yang meraung-raung ketika terjadi musibah, al-Haliqah: yang menggundul rambutnya, asy-Syaqqah: yang merobek-robek pakaiannya.

    Ini semua merupakan kemungkaran, na’udzubillah!.

    Orang-orang Rafidhah memperbolehkan aksi-aksi tersebut dengan dalih bahwa itu ungkapan dukungan terhadap ahlul bait dan sebagai ungkapan kesedihan. Padahal dengan aksi-aksi tersebut mereka telah menyakiti diri mereka sendiri dan menjadikan Allah murka terhadap perbuatan buruk tersebut, sebab aksi itu telah menyelisihi syariat dan merupakan bid’ah yang mungkar.”

    Pengingkaran anda terhadap perbuatan orang-orang syiah inilah yg disebut dengan taqiyyah, Inilah ajaran syiah, yaitu TAQIYYAH, berdusta, berpura-pura jika ajaran itu tidak boleh,..

    Perlu diketahui bersama, bahwa orang Syi’ah mempunyai suatu ‘senjata’ yang bernama taqiyyah (Silahkan lihat: Min ‘Aqaid asy-Syi’ah, Abdullah bin Muhammad as-Salafy, hal: 32-33). Salah seorang ulama kontemporer mereka mendefinisikan taqiyyah dengan perkataannya, “Taqiyyah adalah mengucapkan atau berbuat sesuatu yang tidak engkau yakini, dengan tujuan untuk melindungi diri dan harta dari marabahaya, atau agar harga dirimu terjaga.” (Asy-Syi’ah Fi al-Mizan, Muhammad Jawad Mughniyah, hal 48).

    Al-Kulaini dalam Ushul al-Kafi (hal 482-483) menyebutkan, ((Abu Abdilah berkata, “Wahai Abu Umar, sesungguhnya 9/10 agama kita terletak di dalam taqiyyah, barang siapa yang tidak bertaqiyyah maka dia dianggap tidak mempunyai agama!!”)).

    Jadi orang-orang Syi’ah menganggap bahwa taqiyyah itu hukumnya wajib. Maka kalau ada di antara mereka yang mengingkari fakta-fakta ini, ketahuilah bahwa mereka sedang bertaqiyyah alias berbohong.

    dan imam khomeini mengatakan Hal tsb harus dijauhi

    Bagaimanakah menurut islam orang-orang yang mencela sahabat nabi, mencela abu bakar dan umar? dan khomeini pun menulis dalam kitabnya tentang celaan tersebut,..

    sapa yang anda maksud penyebar kesesatan?hati2 dgn ucapan anda,dan anda haru bisa mempertanggung jawabkan di hadapan ALLAH SWT nanti,anda jangan mengangap diri anda yang paling benar dan paling susi.Rasullulah membenci seseorang yang menganggap dirinya paling suci

    Tentu gembong-gembong ulama syiah, diantaranya adalah khomeini ini, ada dalam kitab yg dikarang oleh khomeini sendiri,..

    Siapa yg merasa paling suci, bukankah diajaran syiah itu berkeyakinan kalau imam-imam syiah itu suci, terjaga dari kesalahan?? sungguh lucu sekali, padahal menurut ahlussunnah, tidak ada yg terjaga dari kesalahan selain Rasulullah,

    Rasullulah Bersabda
    “janganlah kalian mengaku diri kalian suci,ALLAH maha mengetahui tentang orang orang yang melakukan kebaikan dari antara kalian (HR-MUSLIM)

    Anda membawakan hadits? padahal orang-orang syiah tidak mempercayai para sahabat, bahkan mencelanya,.. sungguh lucu sekali,. kenapa orang-orang syiah mensucikan imam-imam mereka?? tidak kah mereka mengetahui hadits diatas??

    seseorang yang tidak tersentuh dan tidak terpengaruh dengan kisah tragedi karbala perlu bertanya dan melakukan intropeksi diri,apakah ia masih mempunyai hati nurani yang sehat?atau barangkali ALLAH telah mematikan dan mengeraskan hatinya sehingga lebih keras dari batu sekalipun.

    Mudah-mudahan Allah bukakan hati nurani kita, juga anda,.

    bagaimana seseorang tidak menangis mendengar tragedi pembantaian berdarah di karbala yang tidak cukup dijelaskan dgn kata2 dan sulit digambarkan dgn likisan,bagaiman seorang muslim yang berakal sehat tidak menangis sedangkan sejarah menceritakan kepadanya

    Siapakah penyebab terbunuhnya husein? merekalah orang-orang syiah yg menyebabkan terbunuhnya husein,
    Dalam kitab Maqtal al-Husain karya Abdul Razak al-Mukrim (hal 175) disebutkan: ((Bahwa Husain radhiallahu ‘anhu berkata: “Sesungguhnya merekalah yang telah mengkhianatiku, lihatlah surat-surat yang berasal dari Kufah ini! Sesungguhnya merekalah yang telah membunuhku!”)). Hal yang senada disebutkan dalam kitab Muntaha al-Aamal Fi Tarikh an-Nabiy wa al-Aal (jilid I, hal 535).

    Bahkan referensi Syi’ah yang tersohor Muhsin al-Amin dalam A’yaan asy-Syi’ah (jilid I, hal 32) berkata, “Kemudian 20.000 penduduk Irak yang telah membai’at Husain mengkhianatinya dan meninggalkannya, padahal tali bai’at masih tergantung di leher mereka. Kemudian mereka membunuh al-Husain.”

    Dalam kitab al-Ihtijaj karangan ath-Thabarsy (hal 306) disebutkan, ((Bahwa Ali bin Husain yang dikenal dengan julukan Zainal Abidin berkata: “Wahai para manusia, demi Allah tahukah kalian bahwa sesungguhnya kalian-lah yang telah menulis surat terhadap bapakku, lantas kalian tipu dia?! Kalian telah berjanji dan membai’at bapakku lantas kalian bunuh dan terlantarkan dia?! Celakalah kalian atas apa yang telah kalian lakukan. Bagaimana kelak kalian bisa memandang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tatkala beliau kelak berkata, ‘Kalian telah membunuh keluargaku dan kalian rusak kehormatanku, sesungguhnya kalian bukanlah dari golongan kami!’”)).

    wanita-wanita yang tidak memiliki pelindung dan penjaga,anak2 yatim yg tdk mengetahui masa depanya,kemah2 dibakar perampasan dan perampokan,pelarian dan pengusiran,pelecehan kehormatan keluarga MUHAMMAD SAW,saat terjadi tragedi karbala,agama MUHAMMAD di injak-injak oleh para penjahat,dimana mereka baru kemarin mendengar Rasullulah bersabda
    “Hasan dan Husain adalah dua pemuda penghuni Syurga ”
    ironis sekali mereka mengaku sbg seorang muslim,tetapi tega melakukan kebiadaban terhadap keluarga nabi
    Rasullulah bersabda :
    “sesungguhnya terbunuhnya AL-HUSAIN membakar hati orang-orang mukmin dan tidak akan pernah dingin”
    seandainya kalau bukan karena jihad sucinya,niscaya ISLAM akan lenyap bahkan namanya pun tidak akan terdengar
    TAHUKAH KAMU,bahwa nabi Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim As adalah seorang Nabi,anak Nabi dan Cucu Nabi?beliau mempunyai dua belas orang anak,ketika Allah menjauhkan salah seorang dari mereka,rambut kepalanya memutih karena sedih,punggungnya membungkuk karena duka.dan matanya menjadi buta karena selalu menangis,padahal anaknya masi hidup di dunia,SEDANGKAN AKU? aku dengan mata kepalaku sendiri menyaksikan ayah,saudaraku dan tujuh belas orang dari sanak saudaraku dibantai dan terkapar di padang karbala,bagaimana mungkin kesedihanku akan berakhir dan tangisku akan berkurang?”(Imam Ali Zainal Abidin As )

    Dalam kitab Maqtal al-Husain karangan Murtadha ‘Ayyad (hal 83) dan dalam kitab Nafs al-Mahmum karangan ‘Abbas Al Qummy (hal 357) disebutkan, ((Tatkala Imam Zainal Abidin rahimahullah lewat dan melihat orang Kufah menangis dan meratap (berkabung atas meninggalnya Husain), beliau membentak mereka seraya berkata, “Kalian meratapi diri kami??! Lantas siapakah yang membunuh kami? (kalau bukan kalian?? -pen)”)). Hal yang senada disebutkan dalam kitab al-Ihtijaj karya ath-Thabarsy (hal 304).

    Rasullulah SAW dan para imam dari ahlul bait menangis atas musibah Imam husain,maka apakah meneladani Rasulullah SAW termasuk hal yang dibenci dan tercela?

    Rasulullah menangis atas musibah husain? Apakah anda sedang mengigau? Apakah rasulullah masih hidup ketika kematian husain? yang bener saja mas kalau nulis,..

    Siapa yang meneladani Rasulullah, apakah tindakan kalian yg seperti itu meneladani Rasulullah? mana dalil dari Rasulullah tentang hal itu,.. bahkan Rasulullah melarang tuk meratap,

    padahal ALLAH SWT telah memerintahkan kita untuk mengikuti nabi sebagaimana firman-NYA
    ”sungguh terdapat teladan yang baik pada diri Rasullulah SAW bagi kalian dan bagi orang yang mengharapkan(pahala)ALLAH dan hari akhir”(AL-AHZAB : 21)

    Ikutilah tauladan Rasulullah, dan tinggalkanlah ajaran syiah rafidhah itu, dan rujuk kepada ahlussunnah jika anda ingin meneladani Rasulullah,.

    begitu juga para imam,misalnya imam Ali zainal Abidin,yang hidup 35 tahun sepeninggal ayahnya dimana beliau tidak dapat begitu saja melupakan peristiwa karbala,di kisahkan,bahwa setiap kali di hidangkan makanan atau minuman di hadapanya,beliau selalu mengingat ayahnya AL-HUSAIN lalu menangis sambil berkata
    “Bagaimana aku mau makan sedangkan ayahku terbunuh dalam keadaan lapar dan bagaimana aku mau minum sedangkan ayahku terbunuh dalam keadaan haus”
    menangisi para syuhada termasuk sunnah Nabi SAW,ketika rasul SAW kembali dari peperangan uhud dan tidak mendengar seorang pun menangis atas pamannya Hamzah,maka beliau marah terutama setelah melihat perempuan2 menangisi para syuhada anshar,lalu beliaubersabda :
    “orang seperti HAMZAH layak untuk ditangisi para perempuan ”

    Hamzah mati dengan tragis dimana jantungnya dimakan oleh hindun yang terlaknat.tapi kematianHusain lebih tragis lagi,beliau mati dalam keadaan kelaparan dan kehausan,terputus kepalanya,telanjang tanpa busana selama 3 hari serta tersungkur ditanah dengan di injak-injak kaki kuda,Hamzah gugur sebagai syuhada tidak dihadapan anak anaknya dan keluarganya tetapi alhusain dibunuh di depan mata dan telinga anak anaknya dan keluarganya,bahkan sebagaian besar mereka turut terbunuh bersamanya,bahkan putri putrinya ditawan dan dipermalukan setelah mereka sebelumnya (di zaman Nabi) dijaga dan dipingit.

    Fatwa-fatwa yang membolehkan menyiksa diri pada hari Asyuraa telah mendapat pengakuan lebih dari sepuluh ulama terkemuka mereka , yaitu ulama syiah sendiri, Lihat kitab Man Qatalal Husein, hal: 68-69.

    Berkata Ibnu katsir, “Setiap muslim akan merasa sedih atas terbunuhnya Husain radhiallahu ‘anhu, sesunguhnya dia adalah salah seorang dari generasi terkemuka kaum muslimin, juga salah seorang ulama dikalangan para sahabat, dan anak dari anak perempuan kesayangan Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam. ia adalah seorang ahli ibadah, seorang pemberani dan pemurah. Tetapi apa yang dilakukan Syi’ah tidak pantas, dari bersedih dan keluh kesah, boleh jadi mereka lakukan karena pura-pura dan riya’. Sesungguhnya ayahnya (Ali bin Abi thalib radhiallahu ‘anhu) jauh lebih afdhal darinya, ia juga terbunuh. Akan tetapi mereka tidak menjadikan hari kematiannya sebagai hari berduka sebagaimana hari kematian Husain radhiallahu ‘anhu! Sedangkan bapaknya terbunuh pada hari Jum’at saat keluar rumah mau melaksanakan shalat subuh, pada tanggal tujuh belas Ramadhan, tahun 40 H.

    Demikian juga ‘Utsman radhiallahu ‘anhu ia adalah lebih mulia dari Ali dalam pandangan Ahlussunnah waljam’aah. Ia dibunuh saat dikepung di rumahnya, pada hari Tasyriiq di bulan Zulhijjah, tahun 36 H., ia disembelih dari urat nadi ke urat nadi. Tidak pernah manusia menjadikan hari kematiannya sebagai hari berduka.

    Demikian pula halnya Umar bin Khatab radhiallahu ‘anhu dan ia lebih afdhal dari Ustman dan Ali, ia dibunuh di mihrab saat shalat fajar (Subuh), saat sedang membaca Alquran. Tidah ada manusia yang menjadikan hari kematiannya sebagai hari berduka.

    Dan demikian juga Abu Bakar Ash-Shidiq, ia adalah lebih afdhal dari Umar, tidak ada manusia yang menjadikan hari kematiannya sebagai hari berkabung.

    Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam penghulu anak Adam di dunia dan akhirat, Allah telah memangilnya, sebagaimana meninggalnya para nabi sebelumnya. Tidak ada seorangpun menjadikan hari kematian mereka sebagai hari berlasungkawa, atau melakukan apa yang dilakukan orang-orang bodoh dari sekte Rafidhah pada hari kematian Husain. Tidak seorangpun menyebutkan bahwa terjadi sesuatu sebelum atau sesudah hari kematian mereka, seperti apa yang disebutkan Rafidhah pada hari ke”matian Husain. Seperti terjadinya gerhana matahari, adanya cahaya merah di langit, dan sebagainya[11].”

    Berkata salah seorang ulama Dinasti Utsmaniyah Faadhil Ar-Ruumy, “Adapun menjadikan tanggal sepupuluh Muharram sebagai hari berduka karena terbunuhnya Husain bin Ali radhiallahu ‘anhu pada hari tersebut seperti yang dilakukan orang-orang Rafidhah. Maka itu adalah perbuatan orang-orang sesat perjalanannya waktu di dunia tetapi mereka mengira melakukan sesuatu yang amat baik. Allah dan Rasul shallallahu ‘alahi wa sallam tidak pernah memerintahkan untuk menjadikan hari musibah para nabi dan hari kematian mereka sebagai hari berduka. Apalagi hari kematian orang-orang yang di bawah mereka kedudukannya.

    Entah kedustaan apa lagi yg akan anda tulis, atau karena anda terlalu banyak tercekoki dengan buku-buku syiah?

    Dengarlah ulama kita Al ‘Allamah Abdul Aziz bin Baz rahimahullah yang menerangkan kejadian yang sebenarnya tentang Husain radhiallahu ‘anhu, juga menerangkan sikap Ahlusunnah terhadap fitnah tersebut:

    “Tatkala Husain bin Ali radhiallahu ‘anhu mendengar berita tentang kemungkaran-kemungkaran yang dilakukan oleh Yazid bin Mu’awiyah, beliau keluar dari Mekkah menuju Irak, dengan tujuan menyatukan kalimat kaum muslimin di atas kebaikan serta menegakkan syariat Islam.

    Sebagian saudara-saudaranya dari para sahabat telah menasihatinya agar tidak pergi, tapi beliau berijtihad untuk berangkat. (Tatkala mendengar keberangkatan al-Husain) Ubaidullah bin Ziyad mengutus pasukan yang dipimpin Umar bin Sa’id bin Abi Waqqas, hingga terjadilah peperangan antara dua pihak.

    Orang-orang yang bersama Husain saat itu sedikit sekali yaitu keluarga dia. Maka terbunuhlah Husain dan banyak korban berjatuhan dari orang-orang yang bersamanya di suatu tempat yang bernama Karbala.

    Ubaidullah bin Ziyad telah bersalah karena perbuatannya, sebenarnya Husain sudah berkehendak pulang dan meninggalkan fitnah, atau pergi ke Yazid, atau pergi ke daerah sekitar. Akan tetapi pasukan tersebut terus memerangi dia sampai akhirnya membunuh dia dan membunuh siapa saja yang berusaha untuk melindungi dia. Hingga terbunuhlah Husain dalam keadaan terzalimi dan tidak bersalah. Maka terjadilah musibah besar yang membuka pintu keburukan yang besar! nas’alullah al-’afiyah!”

    Mereka (Ubaidullah dkk) telah berbuat salah dengan perbuatan mereka tersebut, semoga Allah meridhai Husain dan memberi rahmat kepadanya, kepada kita serta kepada semua kaum Muslimin. Semoga Allah membalas orang-orang yang melakukan perbuatan-perbuatan itu dengan balasan yang setimpal.

    Semoga Allah melindungi kita dari kejahatan-kejahatan Rafidhah dan perbuatan-perbuatan mereka yang hina, serta Allah kembalikan mereka ke pangkuan Islam dan petunjuk.

  3. faruk
    Desember 6, 2011 pukul 3:42 am

    sebagian orang berkata bahwa orang2 syiah menjerumuskan diri mereka kepada kehancuran dgn menampar bahkan memukul dada mereka dan kepala mereka sampai melangar batas kewajaran untuk memperingati asyura,kami tegaskan bahwa tamparan dan pukulan untuk mengenang asyura bukanlah termasuk rukun dari rukun rukun ajaran syiah,dan mayoritas fuqaha dan ulama tidak membolehkan hal itu sampai pada batas membahayakan,tetapi terkadang seorang yang menjalin ikatan emosi dengan orang lain,dia tidak mampu menguasi dirinya ketika mendengar kabar buruk yang menimpa kekasihnya,lalu dia pingsan atau boleh jadi mati seketika,ketika tersebar kabar kematian imam khomeini,tanpa disadari beberapa orang mati juga di hari itu krn saking cintanya mereka kepada imam khomeini,begitu juga,ketika penyanyi terkenal ummu kultsum meninggal dunia,beberapa pengemarnya juga mati,juga sebagian mereka berteriak teriak histeris dan sebagian yang lain mencoba untuk bunuh diri.

    Hukum menyiksa diri atas peristiwa musibah yang menimpa seseorang.

    فَفِي الصَّحِيحَيْنِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ” {لَيْسَ مِنَّا مَنْ ضَرَبَ الْخُدُودَ وَشَقَّ الْجُيُوبَ وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ

    Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu ia berkata, telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam, “Tidak termasuk golongan kami orang yang memukul-mukul muka, merobek-robek baju dan berteriak-teriak seperti orang-orang jahiliyah .” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Lebih berbahaya lagi adalah yang ditangisi adalah tokoh-tokoh penyebar kesesatan,… ini musibah besar,.. mudah-mudahan kita dijauhkan dari perbuatan ini, sebagaimana anda sebutkan, tentang khomaini, para ulama bnyk menulis tentang siapa khomaini ini, seorang tokoh syiah rafidhah,

    imam husain adlh kekasih setiap mukmin dan mukminah dan teman dekat setiap muslim dan muslimah,sehingga setiap orng mukmin akan merasa sedih atas kepergiannya,terkadang seorang menangis karena kematian seorang aktor atau artis film maka bagaimana mungkin dia tidak menangis atas kematian imam husain yang mengajari dan menjaga nilai nilai dan prinsip-prinsip kebenaran!
    seandainya kalau bukan krn jihad sucinya,niscaya islam akan lenyap bahkan namanya pun tidak akan terdengar
    adakah kalian mencintai Rasullulah?banyak yg jawab pasti!!
    adakah kalian mencintai alhusain?ada yg menjawab pasti
    adakah kalian bersedih atas musibah yg menimpa alhusain?ada yg menjawab luar biasa sedih !!!!
    adakah kalian mengadakan majelis utk kesyahidan alhusain??sebagian berkata yaa husain majelis ini tdk lain tdk bkn utk ibunda zahra
    lantas mana yang menjawab banyak yg mencintai rasullulah tadi?
    apa mmg slamanya dunia ini hnya utk sandiwara?
    lantas salah kah kami yang lebay menangisi alhusain??
    lebay mencintai alhusain spt yg dikatakan rasul”barang siapa mencintai alhusain berarti mencintaiku

    Lebay atau berlebih-lebihan tidak boleh dalam segala hal,..
    Untuk apa yg dilakukan orang-orang yg lebay dalam menyikapi kematian husein, silahkan baca artikel yg baru diposting disini: http://aslibumiayu.wordpress.com/2011/12/06/peringatan-kematian-imam-husein-yang-dijadikan-ritual-tahunan-oleh-pengikut-syiah/

    Saya mau bertanya kepada anda, siapa yg lebih mencintai Rasulullah?
    Saya mau bertanya kepada anda, siapa yg lebih mencintai husein, anda atau para sahabat??
    Jawabanya, tentu para sahabat nabi, yg mengetahui langsung hadits tersebut dari Rasulullah,
    AKAN TETAPI PARA SAHABAT TIDAK MELAKUKAN PERBUATAN SYETAN TERSEBUT,…islam tidak mengajarkan ajaran tuk melukai diri sendiri,..

    Jika anda mengakui mencintai ahlul bait,tentu anda akan mengikuti Rasulullah,
    Tentang menyikapi kematian, berikut sabda Rasulullah,
    فَفِي الصَّحِيحَيْنِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ” {لَيْسَ مِنَّا مَنْ ضَرَبَ الْخُدُودَ وَشَقَّ الْجُيُوبَ وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ

    Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu ia berkata, telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam, “Tidak termasuk golongan kami orang yang memukul-mukul muka, merobek-robek baju dan berteriak-teriak seperti orang-orang jahiliyah .” (HR. Bukhari dan Muslim).

    وَفِي الصَّحِيحَيْنِ عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – قَالَ : أَنَا بَرِيءٌ مِمَّا بَرِئَ مِنْهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَرِيءٌ مِنْ الْحَالِقَةِ ؛ وَالصَّالِقَةِ ؛ وَالشَّاقَّةِ

    Dari Abu Musa Al-Asy’ary radhiallahu ‘anhu ia berkata, “Aku berlepas diri apa-apa yang Rasulullah berlepas diri darinya. Sesungguhnya Rasulullah berlepas diri dari wanita yang mencukur rambutnya, wanita yang berteriak-teriak dan wanita yang merobek-robek baju (saat ditimpa musibah).” (HR. Bukhari dan Muslim).

    وَفِي صَحِيحِ مُسْلِمٍ عَنْ أَبِي مَالِك الْأَشْعَرِيِّ : { أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : أَرْبَعٌ فِي أُمَّتِي مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ لَا يَتْرُكُونَهُنَّ : الْفَخْرُ بِالْأَحْسَابِ وَالطَّعْنُ فِي الْأَنْسَابِ وَالِاسْتِسْقَاءُ بِالنُّجُومِ وَالنِّيَاحَةُ عَلَى الْمَيِّتِ. وَقَالَ : النَّائِحَةُ إذَا لَمْ تَتُبْ قَبْلَ مَوْتِهَا تُقَامُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَعَلَيْهَا سِرْبَالٌ مِنْ قَطْرَانٍ وَدِرْعٌ مِنْ جَرَبٍ

    Dari Abu Musa Al-Asy’ary radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda, “Ada empat perkara diantara perkara jahiliyah terdapat di tengah umatku; berbangga dengan kesukuan, mencela ketuturunan (orang lain), meminta hujan dengan bintang-bintang dan meratapi mayat. Dan beliau bersabda, “Wanita yang meratapi mayat apabila tidak bertaubat sebelium meninggal. Ia akan dibangkit pada hari kiamat dengan memakai mantel dari tembaga panas dan jaket dari penyakit kusta.”

    Tidakkah kalian takut akan ancaman Rasulullah tersebut?
    Dan apa yg orang syiah rafidhah lakukan itu adalah ritual rutin setiap tahunnya,..
    Apalah artinya pengakuan orang syiah sebagai pencinta ahlul bait, akan tetapi dalam prakteknya banyak sekali menyelisihi ajaran Rasulullah yang mulia,..

    Mudah-mudahan Allah menunjuki anda agar rujuk kepada pemahaman yang benar, dari agama syiah menjadi agama islam,.. karena semua ritual-ritual orang syiah bukan dari ajaran islam,..

  1. No trackbacks yet.

Silahkan tulis komentar anda,.. surel diisi dgn email, nama diisi dengan nama anda ,

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.567 pengikut lainnya.