Sejarah Natal Menurut Sumber Dan Pengakuan Penganut Kristiani Sendiri
Kata natal berasal dari bahasa Latin yang berarti lahir. Secara istilah Natal berarti upacara yang dilakukan oleh orang Kristen untuk memperingati hari kelahiran Isa Al Masih – yang mereka sebut Tuhan Yesus.
Peringatan Natal baru tercetus antara tahun 325 – 354 oleh Paus Liberius, yang ditetapkan tanggal 25 Desember, sekaligus menjadi momentum penyembahan Dewa Matahari, yang kadang juga diperingati pada tanggal 6 Januari, 18 Oktober, 28 April atau 18 Mei. Oleh Kaisar Konstantin, tanggal 25 Desember tersebut akhirnya disahkan sebagai kelahiran Yesus (Natal).
Karena perayaan Natal yang diselenggarakan di seluruh dunia ini berasal dari Katolik Roma, dan tidak memiliki dasar dari kitab suci, maka marilah kita dengarkan penjelasan dari Katolik Roma dalam Catholic Encyclopedia, edisi 1911, dengan judul “Christmas”, anda akan menemukan kalimat yang berbunyi sebagai berikut:
“Christmas was not among the earliest festivals of Church … the first evidence of the feast is from Egypt. Pagan customs centering around the January calends gravitated to christmas.”
“Natal bukanlah diantara upacara-upacara awal Gereja … bukti awal menunjukkan bahwa pesta tersebut berasal dari Mesir. Perayaan ini diselenggarakan oleh para penyembah berhala dan jatuh pada bulan Januari ini, kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus.”
Dalam Ensiklopedi itu pula, dengan judul “Natal Day,” Bapak Katolik pertama, mengakui bahwa:
“In the Scriptures, no one is recorded to have kept a feast or held a great banquet on his birthday. It is only sinners (like Paraoh and Herod) who make great rejoicings over the day in which they were born into this world.”
“Di dalam kitab suci, tidak seorang pun yang mengadakan upacara atau menyelenggarakan perayaan untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Hanyalah orang-orang kafir saja (seperti Firaun dan Herodes) yang berpesta pora merayakan hari kelahirannya ke dunia ini.”
Encyclopedia Britannica, yang terbit tahun 1946, menjelaskan sebagai berikut:
“Christmas was not among the earliest festivals of the church… It was not instituted by Christ or the apostles, or by Bible authority. It was picked up of afterward from paganism.”
“Natal bukanlah upacar – upacara awal gereja. Yesus Kristus atau para muridnya tidak pernah menyelenggarakannya, dan Bible (Alkitab) juga tidak pernah menganjurkannya. Upacara ini diambil oleh gereja dari kepercayaan kafir penyembah berhala.”
Encyclopedia Americana terbitan tahun 1944 juga menyatakan sebagai berikut:
“Christmas…It was, according to many authorities, not celebrated in the first centuries of the Christian church, as the Christian usage in general was to celebrate the death of remarkable persons rather than their birth…” (The “Communion,” which is instituted by New Testament Bible authority, is a memorial of the death of Christ.) “…A feast was established in memory of this event (Christ´s birth) in the fourth century. In the fifth century the Western Church ordered it to be celebrated forever on the day of the old Roman feast of the birth of Sol, as no certain knowledge of the day of Christ´s birth existed.”
“Menurut para ahli, pada abad-abad permulaan, Natal tidak pernah dirayakan oleh umat Kristen. Pada umumnya, umat Kristen hanya merayakan hari kematian orang-orang terkemuka saja, dan tidak pernah merayakan hari kelahiran orang tersebut..” (“Perjamuan Suci” yang termaktub dalam Kitab Perjanjian Baru, hanyalah untuk mengenang kematian Yesus Kristus.) “…Perayaan Natal yang dianggap sebagai hari kelahiran Yesus, mulai diresmikan pada abad keempat Masehi. Pada abad kelima, Gereja Barat memerintahkan kepada umat Kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus, yang diambil dari hari pesta bangsa Roma yang merayakan hari “Kelahiran Dewa Matahari.” Sebab tidak seorang pun yang mengetahui hari kelahiran Yesus.”
Sumber: http://www.einjil.com/cgi-bin/forum_read.pl?forum_id=13660&level=2
Sahabatmu : Anwar Baru Belajar
reposting : http://abangdani.wordpress.com/2010/12/23/sejarah-natal-menurut-sumber-dan-pengakuan-penganut-kristiani-sendiri/







masya Allah… dialog yang ilmiah dan berhujjah. keren bangeeeeeeeeeeet. barakallahu fiik
masya Allah… keren banget …….. saya belajar banyak… barakallahu fiik..
Ooo.. jadi hari natal itu sbenarnya hari perayaan dewa matahari. cuman di cocokin sama kepercayaan mayoritas,maka di sebutlah hari natal..
apa be..ner..kaya kue..?
Natal memang tidak diajarkan didalam Injil, tatapi mengapa Natal menjadi tradisi umat Kristiani?… selalu identik dengan sinterklas dan pohon natal, padahal semua itu tidak diperintahkan bahkan menurut sejarah semua itu bersumber dari adat isitiada romawi sebelum Yesus lahir.
Sama seperti tanda salib menjadi lambang orang Kristen. Sebelum Yesus mati dikayu salib, salib itu adalah lambang yang paling hina diRoma. setiap orang yang melakukan kejahatan paling keji harus mati disalibkan.
Setelah Yesus mati dikayu salib itu lambang salib itu menjadi lambang kemuliaan. begitu juga dengan Natal 25 Des, SinterKlas, Pohon Natal, walaupun itu dulunya tradisi penyembahan berhala tetapi setelah Yesus mati semua itu menjadi kemuliaan. Ibarat saya adalah orang yang jahat, kemudian saya bertobat, saya tidak perlu menggatikan tubuh saya ini dengan tubuh yang lain, dengan tubuh yang sama ketika berdosa saya bertobat dan diterima oleh Tuhan, tentu orang-orang tidak lagi mengingat saya ketika masih berdosa, orang-orang mulai menerima saya karena saya telah bertobat menjadi manusia baru tanpa menggantikan tubuh yang baru.
artikel diatas tiada maksud untuk menghujat..karena sumbernya pun berasal dari kalangan anda sendiri (org nasrani)..
baiknya kalian tanyakan langsung kpd pendeta2/romo2 anda..
mengapa perayaan yg asalnya bukan dari Agama NAsrani malah getol kalian rayakan besar2an ..????
bukankah ini mengada2 dan sebuah kedustaan atas nama agama anda sendiri (nasrani)..!!??
Kalian (nasrani)selalu berkilah kalau Yesus itu bukan Tuhan..namun dalam setiap kesempatan bahkan ketika sy menyaksikan acara MUkjizat di sebuah st.TV swasta,jelas2 pendeta yg memimpin doa mengatakan TUHAN YESUS!!
bukan YAHWEH yg disebut…!!
Bukankah ini sebuah pengkultusan serta pemujaan seseorang yg dianggap TUHAN..
bukankah ini sikap ambigu dan membingungkan dlm beragama??
Shalom. Kami umat Kristen yang sungguh2 mempelajari Alkitab memang SUDAH TAHU bahwa perayaan Natal tidak pernah ada di Alkitab. Ini hanyalah produk kebudayaan, sama seperti pohon Natal dan Santa Claus. Artikel ini hanya memperkenalkan kenyataan ini kepada anda yang belum tahu. Semoga artikel ini tidak menjadi bahan penghujatan antar agama – yang saya ketahui benar, hal tsb sangat dilarang dalam agama anda. Tuhan memberkati.
Tuhan orang Kristen berbeda dgn orang Islam.
Kita orang kristen menyembah Tuhan yang namanNya Yahweh. Tuhan Yesus sendiri nama aslinya adalah Yeshua Hamashiach (Yeshua = Yahweh Shua; yang berarti Yahweh yang menyelamatkan). TIDAK PERNAH Tuhan Yeshua menyeru kepada All*h.
Banyak versi tapi yang jelas natal bukanlah dari jesus.
Apakah nabi muhammad mengajarkan perayaan maulud, perayaan tahun baru islam, perayaan isro miroj dll. janganlah mengkritik kepercayaan orang lain (kristen) menurut kaca mata anda (islam).
Memang benar natal tidak pernah diajarkan oleh yesus, tapi apakah tidak boleh pada setiap 25 desember, orang kristen seluruh dunia berpesta memuji dan membesarkan nama yesus. karena atas kelahirannya maka dia menebus dosa manusia dan mengajarkan untuk mengasihi sesama manusia, tidak melalui jalan peperangan dan kekerasan.
Memang benar juga bahwa tradisi natal adalah diambil dari ajaran penyembahan akan dewa matahari. namun apakah juga tidak boleh apabila demi kebenaran akan kekristenan dan penginjilan kita rubah menjadi penyembahan kepada yesus. kan kita merayakan natal bukan menyembah dewa matahari tapi menyembah yesus.
Bukankah pada waktu umat islam menyebarkan agama islam sampai ke eropa, mereka merubah banyak gereja menjadi masjid dan menjadi tempat ibadah umat islam. kalau begitu umat islam menyembah yesus dong, kan masjidnya berasal dari gereja.
dan juga waktu mengambil harta rampasan perang dari orang non muslim, kok umat islam mau menikmati harta benda orang non muslim. apakah tidak najis umat islam menikmatinya.
Oleh karena itu, saudaraku kaum muslimin, sepengetahuanku pada jaman nabi muhammad, dia tidak pernah berperang dengan kaum nasrani, dan dia juga tidak pernah mengatakan kaum nasrani kafir, yang dikatakan kafir adalah kaum qurais yg tdk mengikut islam.
Al’imron:3 Dia menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil,
Almaa’idah:47. Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah didalamnya[419]. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik[420].
Almaa’idah:68. Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu.” Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.
Almaa’idah:69. Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja[431] (diantara mereka) yang benar-benar saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Dan ini adalah ayat penutup saya = Almaa’idah:82. Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani.” Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri.
Maka itu saudaraku kaum muslimin, biarlah kita ikuti ayat Al’Quran yang mengatakan : ” buatmu agamamu dan buatku agamaku.”
Dan mengenai perayaan natal biarlah hal itu kami selesaikan menurut kepercayaan kami sendiri. Karena alkitab kami mengatakan “segala sesuatu diperbolehkan, tapi apakah hal itu berguna & membangun.
Kalau ada umat kristen yg merasa perayaan natal perlu karena berguna & membangun dirinya serta orang lain, ya laksanakan saja. Tapi kalau ada umat kristen berpendapat perayaan natal tdk perlu, krn tidak ada gunanya dan tidak diatur dalam alkitab, ya tinggalkan saja.
Terimakasih,