APAKAH YESUS MEMBAWA AJARAN BARU?
Banyak kaum Kristiani dengan penuh keyakinan mengimani bahwa Yesus (‘alaihi as-Salâm) datang dengan membawa syariat yang berbeda dengan syariat yang diajarkan oleh nabi-nabi sebelumnya. Mereka dengan penuh keimanan meyakini bahwa Tuhan merubah hukum peraturan di tengah-tengah permainan dan bahkan memaksa setiap orang untuk menyesuaikan jalan mereka tentang bagaimana mereka mempersepsikan Dia.
Konsep ketuhanan di dalam Perjanjian Lama (Old Testament) adalah tegas, jelas (tidak mengandung ambiguitas) dan sederhana. Hanya ada satu Tuhan, dan tidak ada selain-Nya sesuatu yang disebut dengan Rūhul Quddūs (Holy Spirit) ditambahkan ke dalamnya, dan ia juga tuhan!
Pondasi paling mendasar dari doktrin ini adalah ketidaklogisan dan tidak berdiri di atas akal sehat. Di dalam matematika sederhana, tiga tidak sama dengan satu, walau bagaimanapun anda berupaya untuk mencocokkannya.
Bagaimana jika setiap satu dollar yang saya miliki, bank mempertimbangkannya sebagai tiga dollar, dan bagaimana pula jika bank menghitung satu dollar dari setiap tiga dollar yang anda miliki? Kecondongan logis tersebut, secara matematis menantang kaum Kristiani untuk menjadi pakar matematika yang semalaman suntuk akan menjelaskan kepada bank bahwa satu = satu dan tiga = tiga!
Tuhan menciptakan alam semesta ini berdasarkan kelogisan bagi kebaikan kita sendiri. Namun, menurut orang Kristen, Tuhan memaksa kita untuk menyembah-Nya dengan suatu cara yang tidak dapat dijangkau oleh akal kita.
Berdasarkan ajaran ini, kita diharapkan mengarungi kehidupan ini dengan akal sehat yang logis dan beralasan di dunia nyata. Namun, pada hari Sun-day (Minggu), kita melangkahkan diri kepada suatu tempat yang tidak logis dimana tiga adalah satu. ’Tuhan mampu melakukan segala hal’, ini mungkin yang akan mereka katakan. Mari kita telaah pernyataan tersebut. Jangan berhenti membaca buku ini! Izinkan saya menyelesaikannya dulu…
Tuhan tidaklah melakukan sesuatu hal yang tidak konsisten bagi sifat ketuhanan. Atau dengan kata lain, Tuhan adalah maha sempurna dan Ia tidak melakukan sesuatu perbuatan yang akan mengurangi sifat kemahasempurnaannya.
Sebagai contoh, dapatkah Tuhan mewujudkan diri-Nya dalam bentuk seekor nyamuk? Anda pasti akan mengatakan, ’Tentu’. Baiklah, kemudian lalat tersebut terbang di sekitar piring makan malam seseorang lalu ia dipukul dan mati. Apakah ini sifat alamiah bagi Tuhan?
Tuhan tidak akan melakukan suatu hal yang tidak konsisten dengan sifat-Nya yang Maha Pencipta, Yang Maha Tinggi. Gunakanlah logika yang sama dengan Tuhan yang mewujudkan diri-Nya sebagai manusia. Manusia yang terluka, menangis, berdoa, dan pada kenyataannya, dapat dibunuh.
Menurut Matius (Mathew), juz 5, ayat 17-19, Yesus secara eksplisit menyatakan :
”Think not that I am come to destroy the law, or the prophets: I am not come to destroy but to fulfill. For verily I say unto you, Till heaven and earth pass, one jot or one little shall in no wise pass from the law, till all be fulfilled. Whosoever therefore shall break one of these least commandments, and shall teach men so, he shall be called the least in the kingdom of heaven: but whosoever shall do and teach them, the same shall be called great in kingdom of heaven.”
“Janganlah mengira bahwa saya datang untuk menghancurkan hukum atau para nabi: Saya datang tidak untuk menghancurkan namun untuk memenuhi (menyempurnakan). Sungguh-sungguh saya berkata kepada kalian, sampai langit dan bumi berlalu, seseorang janganlah secuil atau sedikitpun berharap dapat berlalu dari hukum sampai semuanya dipenuhi. Karena itu sesiapapun yang melanggar sekecil dari perintah-perintah ini dan akan mengajarkannya kepada manusia, ia akan disebut sebagai yang paling sedikit di kerajaan langit, namun sesiapa saja yang mau melakukan dan mengajarkan mereka, maka hal yang sama ia akan dipanggil yang paling besar di kerajaan langit.”
Di dalam Matius 19:16,17 dikatakan :
“And behold, one came and said unto me, Good Master, what good thing shall I do, that I may have eternal life? And He said unto him, why callest thou me good? There is none good but one, that is, God: but if thou enter into life, keep the commendments.”
“Dan perhatikanlah, seseorang datang dan berkata kepadaku, wahai tuhanku, perbuatan bajik apakah yang patut saya lakukan, sehingga saya dapat memperoleh kehidupan abadi? Dan Ia (Yesus) berkata kepadanya, kenapa engkau menyebutku tuhan? Tidak ada tuhan kecuali satu, yaitu tuhan Allah: namun jika engkau memasuki kehidupan, jagalah perintah-perintah (Tuhan).”
Di dalam Markus (Mark) 10:10, dinyatakan :
“Thou knowest the commandments. Do not commit adultery, Do not Kill, Do not steal, Do not bear false witness, Defraud not. Honor thy father and mother.”
“Engkau mengetahui perintah-perintah Tuhan, janganlah berzina, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan bersaksi palsu, jangan bersikap curang dan berbaktilah kepada ayah dan ibu.”
Ayat-ayat di atas tidak hanya menyatakan secara eksplisit bahwa Yesus datang adalah sebagai kesinambungan hukum (syariat) Moses (Mūsa), namun pada ayat setelahnya, Yesus
secara tegas membedakan diri-Nya dengan Tuhan, ketika seseorang menyebutnya ‘good’ (tuhan).
Di dalam Markus 12:29, Yesus bersabda :
“… The first of all commandments is, Hear, O Israel, The Lord our God is one Lord…”
“…Perintah pertama adalah, dengarkan wahai Israil, bahwa Tuhan sesembahan kita hanya satu Tuhan…”
Penekanannya di sini adalah, tidak adanya tuhan kecuali hanya satu Tuhan.
Apakah hal ini merupakan fokus dari ajaran Kristiani pada hari ini? Kenapa kata ’our’ (kita) pada ayat di atas digunakan? Sekiranya Yesus adalah Tuhan atau sepertiga Tuhan, lantas kenapa Ia mengatakan, ”bahwa Tuhan sesembahan kita hanya satu Tuhan…” Apakah dirinya (Yesus) adalah tuhannya sendiri?
Kita sedang mencari kebenaran wahai para pembaca budiman, dan kita harus mengakui ketidakkonsistensian berkenaan dengan sabda-sabda (perkataan) yang disandarkan kepada Yesus dan ajaran Kristiani ini, apabila kita memang jujur di dalam pencarian ini.
Berkenaan dengan aspek lain dari syariat Musa, hal ini dinyatakan di dalam Lukas (Luke) 2:21,22 :
”And when eight days were accomplished for the circumcising of the child, his name was called Jesus, which was so named of the angel before he was conceived in the womb. And when the days of purification according to the law of Moses accomplised, they brought him to Jerusalem, to present him to the Lord”
“Dan ketika delapan hari diselesaikannya khinat bagi sang anak, dia diberi nama Isa, sebagaimana nama yang diberikan oleh malaikat sebelum ia dikandung di dalam rahim. Dan ketika hari pensucian berdasarkan syariat Musa diselesaikan, mereka membawanya ke Yerussalem, mempersembahkannya kepada Tuhan.”
Sekiranya kita jujur membaca Gospel (Injil), dapatkah kita sampai kepada kesimpulan bahwa Yesus datang untuk membatalkan pemahaman satu Tuhan (tauhid) yang diajarkan oleh Noah (Nūh), Abraham (Ibrâhîm) dan Moses (Mūsâ) lalu menggantikannya dengan agama ‘baru’ yang mengajarkan tiga tuhan dalam satu oknum, inkarnasi tuhan ke dalam manusia, ritual pengobanan darah dan penebus dosa? Dimana gerangan Yesus menyatakan kesemua hal ini?
Kesemua ideologi ini tidak pernah jauh dari risalah sederhana Yesus yang secara tulus setia kepada hukum Tuhan di dalam berserah diri.
Dinukil dari ebook www.abusalma.wordpress.com







iya yah berati kalau masuk Islam, kami diampuni yah o………..h tapi dalam hak azasi manusia menyatakan manusia berhak meyakini agamanya tanpa ada pembunuhan dan Undang Undang dasar 1945 menyataan bahwa setiap orang bebas meyakini kepercaanya berarti Allah mu bukan Allah yang menghormati hak azasi manusia yah
Yesus adalah manusia,Kristus adalah roh Allah/keilahianNya, Yesus Kristus adalah manusia Ilahi, roh Allah sendiri yg berkenan tinggal padaNya, itu mengapa Dia sebut Bapa kepadaNya. KehadiranNya adalah Firman atau sabda Allah sendiri kepada umatNya. Dia harus mati krn pengorbanan tertinggi dari seorang anak manusia adalah dengan menyerahakan/mengorbankan nyawanya untuk dijadikan tumbal bagi dosa. Dan kebangkitanNya adalah tanda kemenangan atau Kasih Allah kepadaNya.
Yang diwarisi dan di ajarkannya adalah
Bapa Kami yang ada di surga
dimuliakanlah namaMU
jadilah kehendakMu
Diatas bumi seperti didalam surga
berilah kami rezeki pada hari ini
dan ampunilah kesalahan kami
seperti kami mengampuni yang bersalah kepada kami
dan janganlah masukan kami dari percobaan
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat