Beranda > Video > Ritual Tahlilan mirip sekali dengan ritual orang yahudi,.. masa sih… lihat saja videonya

Ritual Tahlilan mirip sekali dengan ritual orang yahudi,.. masa sih… lihat saja videonya


Apakah anda pernah melihat dan menghadiri ritual tahlilan? Sebenarnya darimana sih ritual tahlilan itu, dan siapa pencetusnya?

Rasulullah tidak pernah melakukan ritual tahlilan, demikian juga para sahabat, tabiin, atau tabi’ut tabiin,

Imam syafii juga tidak melakukannya, demikian juga imam bukhari, imam muslim, dan lain-lainnya,..

Kalau anda melihat video ritual orang-orang yahudi ini, mirip sekali dengan apa yang dilakukan sebagian kaum muslimin di indonesia, silahkan lihat sendiri videonya

  1. suryana
    Februari 26, 2012 pada 7:16 am | #1

    “wahai saudara ku semua, jangan meributkan sesuatu yang dapat memecah belah persaudaraan kita. ayo kita sama-sama menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.tidak ada satu golongan pun yang tahu bahwa mereka lah ahli surga, tapi yang pasti masuk surga adalah orang-orang yang bertakwa.”

    iya, dan ritual tahlilan bukanlah perintah Allah, bukan perintah Rasulullah, jadi, mari kita kembali kepada apa-apa yg diajarkan oleh Rasulullah,

    Sungguh sebuah kabar gembira bagi kaum muslimin, umat Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam, ketika beliau bersabda:

    كُلُّ أُمَّتِيْ يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ إِلاَّ مَنْ أَبَـى، فَقِيْلَ: وَمَنْ يَأْبَى يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: مَنْ أَطَاعَنِيْ دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِيْ فَقَدْ أَبَى

    “Setiap ummatku akan masuk surga kecuali yang enggan. (Lalu) dikatakan kepada beliau:
    ‘Siapa yang enggan itu wahai Rasulullah?’
    Maka beliau menjawab:
    ‘Barangsiapa mentaati aku ia pasti masuk surga, dan barangsiapa yang mendurhakaiku maka berarti ia enggan (masuk surga).” [Shahih Bukhari: 7280]

    Dan ritual tahlilan bukanlah perintah Rasulullah, jadi janganlah kita mendurhakai rasulullah dengan ritual-ritual yang tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah,

    • abuerzha
      Februari 28, 2012 pada 5:10 am | #2

      Assalamualaykum…

      mas..mas..lha wong disuruh MENCONTOH ibadahnya Rosululloh kok dibilang memecah belah umat..:) bukan zamannya jadi pahlawan kesiangan mas (afwan)
      apa susahnya sih mencontoh ibadahnya Rosululloh..??apa memang susah yaa??yaa susah dan berat kl ga ikhlas menjalankannya..:)

      apa takut dijauhi masyarakat sekitar krn ga melakukan Tahlian/Yasinan,Maulidan,dsb?? :)

      karena orang2 yg mencontoh ibadahnya dan Ittiba kpd Rosululloh dan para salaful ummah langsung di CAP perusak ISlam,pemecah belah umat,WAHABI,paling benar sendiri dsb. :)

      pertanyaannya:
      lantas bagaimana dgn para sahabat Rosululloh yg mencontoh ibadahnya Rosululloh??apakah KALIAN akan men-CAP para sahabat Rosululloh spt Abu Bakar,Umar,Ustman,ali sebagai pemecah belah umat,WAHABI,paling benar sendiri juga??!!

      lihat perkataannya Abu Bakr ash-Shiddiq sahabat Rosululloh lhoo mas yg hidup bersama Rosululloh dan menerima ajaran Islam Langsung dari Beliau..

      Beliau berkata:

      “Tidaklah saya meninggalkan sesuatu pun yang TELAH dikerjakan oleh Rasulullah , melainkan saya mengerjakannya juga. Jika saya tidak melakukannya, saya khawatir akan menyimpang.” (Al-Ibanah, Ibnu Baththah 1/246)

      coba fahami dan renungi baik-baik..

      Allah Ta’ala berfirman,

      “Barang siapa yang menaati Rasul, sesungguhnya ia telah menaati Allah.” (QS. An Nisa’: 80)
      nah ayat diatas membuktikan lho mas..orang yg selamat itu siapa..yaitu orang yg taat kpd Alloh Ta’ala dan Rosul-NYA..kalau kita membuat ibadah2/ritual yg TIDAK di perintahkan atau di contohkan Rosululloh bukankah kita sudah ber-KHIANAT dan TIDAK menaati Alloh Ta’ala..??

      mas pasti sudah pernah mendengar hadist Rosululloh berikut:

      “Sesungguhnya barangsiapa di antara kalian yang tetap hidup (setelah kematianku –pen), niscaya akan menyaksikan banyak perselisihan. Maka, berpegang teguhlah kalian dengan sunnahku dan sunnah khulafa’ur rasyidin yang memperoleh petunjuk dan berilmu. Gigitlah sunnah tersebut dengan gigi geraham kalian, serta berhati-hatilah terhadap perkara-perkara baru yang dibuat-buat. Sungguh, setiap perkara baru yang dibuat-buat adalah bid’ah, dan setiap bid’ah itu sesat!” (Hadits ini dikeluarkan oleh Abu Daud [4607] -–lafal hadits ini adalah milik beliau–, dikeluarkan pula oleh At-Tirmidzi [2676] dan Ibnu Majah [43—44]; At-Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan shahih”)

      Hadist mulia diatas bermakna kita umat Islam WAJIB bersatu diatas Sunnah Rosululloh dan sunnah khulafa’ur rasyidin (contoh ibadah dari para sahabat (salafusholeh)) serta mencontoh dan mengamalkannya BUKAN bersatu diatas pemahaman aliran,sekte,kelompok,partai,organisasi,bid’ah..

      Rosululloh juga bersabda:

      “Sesungguhnya telah aku tinggalkan dua hal bagi kalian sehingga kalian tidak akan tersesat selamanya setelah berpegang teguh dengan kedua hal tersebut: (yaitu) Kitabullah dan sunnahku.”
      diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam Mustadrak beliau (I/93).

      nah sudah menjadi KONSEKUENSI seorang muslim adalah taat kpd Alloh Ta’ala dan meneladani serta ittiba kpd Rosululloh dengan TIDAK membuat ritual-ritual,ibadah-ibadah,perayaan-perayaan yang BUKAN datangnya dari Alloh Ta’ala dan Rosululloh karena agama ISlam sudah sempurna tidak membutuhkan PENAMBAHAN apalagi PENGURANGAN..

      Firman Allah :

      Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu. (QS. Al Maidah : 3)

      mudah bukan?? singkirkan dahulu emosi,ego,amarah,benci kalian niatkan diri-diri kalian utk selalu belajar dan duduk2 di majelis2 ilmu ,hadir di tempat2 kajian2 agar kita mendapatkan dan memahami ILMU agama ini dari sumber yg shohih..

      smg bisa difahami..
      Allohuta’a ‘alam..

  2. ahmad fitrie
    Februari 10, 2012 pada 7:52 am | #3

    kalo gitu kita ga usah tahlilan yasinan ato apa segalanya biar masjid ramenya pas solat jamaah aja. dan kesannya angker kaya kuburan.. :P

    Tahlil bagus, kalau tahlilan itu jelek, baca surat yasin bagus, tapi kalau yasinan itu jelek, seolah-olah alquran itu cuma surat yasin aja,.. kenapa ngga di ganti saja sekali-kali pakai surat albaqarah, besoknya ali imran, dan seterusnya, kan bisa cepet khatam tuh 30 juzz,.. jangan dari jaman eyang buyut sampai cucu,.. yasiin… mulu,..

    shalat jamaah di masjid itu dilakukan 5 waktu di masjid mas,.. bukan kalau shalat jumat saja, tapi 5 waktu wajib berjamaah bagi laki-laki,.. ngapain juga dirameinnya pake yasinan,tahlilan,.. . ini musibah… inna lillahi wa inna ilaihi raji’uun..

    masjid jadi kesannya angker itu bukan karena ngga ada tahlilan,yasinan,.. karena ngga dipakai shalat jamaah 5 waktu mas,. jamaahnya cuma shalat jumat, maghrib dan isya, shubuh juga susah,. coba 5 waktu jamaah di masjid,.. di jamin ngga angker mas,.. ngga paek tahlilan dan yasinan juga,..

  3. muha lu
    Januari 11, 2012 pada 5:07 am | #4

    wah ya beda bgt lah.lah wong tahlilan yg dibaca asma allah dan sholawat..itu sih alesan sekelompok organisasi islam yg orangnya pelit2 aja rumahnya buat tahlilan..gak mutu sampean mas bikin tulisan yg mutu gitu lho..

    terimakasih telah meninggalkan komentar disini,..
    Beda bacaan, tapi ritual ngumpul-ngumpulnya itu lho, sama,.. , yg disoroti dlm hal ini adalah ritualnya, ..

    logikanya gini aja mas,.. yasin, adalah surat alquran, itu surat yg mulia, bukan kedustaan.. akan tetapi kalau ditambahi “an”, jadi “Yasinan” maka ini merupakan pelecehan terhadap surat yasin tersebut, bukan pengagungan terhadap surat alquran tersebut,..

    demikian juga “Tahlil” itu kalimat yang mulia, bahkan dzikir yg paling utama, … ketika ditambahi “an” jadi “Tahlilan” maka ini merupakan pelecehan terhadap tahlil tersebut,..

    Bermutu atau tidak, bukan ditilik dari cocok atau tidaknya dengan hawa nafsu sendiri,.. tapi berdasarkan ilmu,.. apakah yg disampaikan itu sejalan dengan ajaran Rasulullah atau tidak,.. jika sejalan maka itu bagus,. jika tidak, maka itu tdk bagus, bahkan mungkin secara sadar atau tidak sadar sedang melecehkan islam itu sendiri,..

    moga-moga sampean ngerti juga mas,.. menawi dereng ngertos ya monggo “takon maning”, he..he..he..

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 85 pengikut lainnya.