Beranda > tahlilan > Ternyata Ritual Tahlilan 7hari,10,40,dan seterusnya Bukan Dari ajaran Agama Islam, tapi dari agama hindu,..

Ternyata Ritual Tahlilan 7hari,10,40,dan seterusnya Bukan Dari ajaran Agama Islam, tapi dari agama hindu,..


Bismillah

Sudah kita ketahui bersama bahwa sering kita lihat bahkan sering kita lakukan suatu ibadah dalam islam yaitu Tahlilan atau kirim doa atau Fatihah ke orang tua atau keluarga yg telah meninggal dunia.

Apakah kita sudah memeriksa atau meneliti asal muasal tahlilan tersebut?
Karena kita dalam beribadah harus mengikuti Ajaran yg telah dicontohkan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalam apabila tidak dicontohkan makan amal tersebut tidak diterima

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalam

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ أحْدَثَ فيِ أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيْهِ فَهُوَ رَدٌّ.
وفي رواية لمسلم: مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

Dari ‘Aisyah radliyallâhu ‘anha dia berkata, Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi Wa Sallam bersabda, “Barangsiapa yang mengada-ada (memperbuat sesuatu yang baru) di dalam urusan kami ini (agama) sesuatu yang bukan bersumber padanya (tidak disyari’atkan), maka ia tertolak.” (HR.al-Bukhari)

Di dalam riwayat Imam Muslim dinyatakan, “Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang bukan termasuk urusan kami (agama), maka ia tertolak.”

Maka dari hadits diatas apabila suatu ibadah tidak didasari oleh Syariat islam maka amalnya tidak diterima

oleh karena itu Apakah Ibadah Tahlilan itu Berdasarkan dari Islam atau dari Agama Lain

silahkan di simak Videonya untuk mengetahui jawabannya

Download 
Nara Sumber: Ustadz Abdul Aziz (Mantan Pendeta Hindu)

TRANSKRIP CERAMAH DIATAS SILAHKAN BACA DISINI….

Sumber Link: islamika.situsdownload.com

Publish: artikelassunnah.blogspot.com

  1. Rudianto Sabur
    September 19, 2014 pukul 1:31 pm

    Maaf bang admin… knapa g ajukan sj ke pemerintah RI ( Mentri Agama) bahwa di buatkan undang2 sj dengan keterangan Tahlilan di larang di Indonesia krn Bidah,,dan pelakunya mendapatkan sanksi berat…!..,

    klo di lihat dari kerasnya hati saudaraku..pastilah mampu mengajukan hal ini…

    krna siapa yg berjihad di jalan Allah termasuk memberantas yg hal2 bidah akan menerima ganjaran setimpal….

    bukti keimanan itu harus di uji bukan sekedar retorika…

    smoga kebaikan yg kami terima hanyalah dari Allah SWT…yang benar tetaplah benar yang slah tetaplah salah…

    Terimakasih mas Rudianto , sudah komentar disini,
    Mudah-mudahan semakin banyak penyelenggara pemerintahan RI ini yang memahami islam dengan pemahaman yang benar, pemahaman para sahabat, generasi yang dibina langsung oleh Rasulullah,.
    Mari kita doakan pemerintah kita, sehingga negara kita menjadi negara yang diridhai oleh Allah, menjadi negara yang penuh barakah, aamiin,..

  2. Agus Tular
    September 17, 2014 pukul 5:52 am

    Saya orang awam yang sedang belajar dari yang terkecil dulu,

    kalau melihat gontok-gontokan antar Islam sungguh sangat disayangkan.

    Kalau menurut saya Rasulullah Muhammad saw adalah merupakan contoh yang sempurna.

    Kalau suatu contoh sudah sempurna gak usah kita menambahkan (walaupun menurut kita baik) karena kesempurnaan akan hilang, Tapi kalau bisa kita coba contoh semampu kita (karena saya yakin kita tidak akan bisa mencontoh secara sempurna.)

    Dan nggak usah takut kalau di bilang bid’ah.

    Tapi kita wajib waspada dan pelajari lebih hati-hati dengan merujuk Al Qur’an dan Hadist yang Shohih jika amalan kita dibilang Bid’ah. Saya rasa itu jalan terbaik. Terima kasih.

    Terimakasih mas Agus, komentar yang bagus,.
    Ada kata-kata anda yang bagus di akhir komentar, yaitu,:
    “wajib waspada dan pelajari lebih hati-hati dengan merujuk Al Qur’an dan Hadist yang Shohih”
    Perlu ditambahkan sebenarnya, Alquran dan hadits shahih saja tidak cukup, perlu ditambahkan dengan PEMAHAMAN YANG SHAHIH,. karena semua kelompok yang sesatpun mengaku pegangan mereka adalah Alquran dan Hadits Shahih, bahkan mengaku sebagai Ahlusunnah waljamaah, walaupun praktek amalannya penuh bidah, bukan penuh dengan sunnah, ini yg sangat lucu,

    Seharusnya, jika tidak mau dikatakan amalannya sebagai amalan bidah, maka dia dengan mudah bisa menunjukkan dalilnya, tentang amalan yang dibidahkan tersebut, bukan malah marah-marah dikatain amalannya bidah,

    Tentang amalan tahlilan, belum ada satupun yang sanggup mendatangkan dalilnya, saya sudah menyediakan hadiah bagi yang bisa mendatangkan dalilnya, bahkan ada hadiah istimewa, dari Iphone, motorsport, hingga rumah siap huni, dengan satu pertanyaan saja,. dan pertanyaannya mudah, datangkan SATU DALIL SAJA TENTANG AMALAN TAHLILAN, silahkan ikuti kuisnya disini

  3. ikbal
    Agustus 18, 2014 pukul 3:01 am

    asslmkm akhi .

    kok jawaban dari saya tidak di posting ya…..

    saya sedang menunggu jawaban dari akhi. ini kan tanya jawab masalah agama yang ilmiyah , mari kita sama2 berhujah. apa Akhi takut tidak bisa menjawab.
    syukron

    Wa’alaikumusalam warahmatullah,.
    terimakasih akhi ikbal, sudah komentar disini,.
    Saya belum bisa menjawab pertanyaan anda, soalnya banyak sekali komentar yang masuk, dan pertanyaan anda termasuk yang tidak bisa cepat saya jawab,. butuh penjelasan ekstra, paling nanti saya tuangkan dalam bentuk postingan saja,.

    afwan jika lama menunggu jawaban saya,.

  4. aji
    Agustus 17, 2014 pukul 6:15 am

    Apakah Alqur’an yg sekarang / termasuk bid’ah?

    Bukankh Alqur’an yg sekarang ini tidak ada di jaman nabi, dan nabi tdk pernah melakukan atau memweintahkan utk membukukannya?

    Saya kira analog ini utk menjawab seputar tahlil yg dikatagorikn bida’ah. Tapi kalau ada yg nambahin sholat lima waktu jadi enam waktu …nah ini baru bisa bilang bida’ah…..

    Terimakasih Aji, sudah komentar disini,.
    apakah pembukuan alquran adalah bidah, apakah Rasulullah tidak memerintahkan membukukan?
    Mungkin anda tahu, nama lain dari alquran adalah alkitab, anda tahu apa arti alkitab? apakah itu tidak berupa buku? untuk menambah wawasan anda, juga para pembaca lainnya, silahkan baca postingan tentang pembukuan alquran, apakah itu bidah? silahkan klik link ini

  5. Fuadi Mukhlis
    Agustus 14, 2014 pukul 7:04 pm

    Saya baru saja tahlilan mas, “nyewu”. Saya beranggapan bahwa ini adalah bid’ah baik.

    Hormati keyakinan saya ya, cukup posting mengenai bid’ah baik dan bid’ah buruk itu saja.

    Terimakasih mas Fuadi, sudah komentar disini,
    Saya hormati amalan anda, tapi anda tidak menghormati ajaran nabi anda, apakah amalan seperti itu akan membawa keridhaan Allah dan Rasulnya?

    TIDAK SAMA SEKALI, justru sebaliknya,.
    Semua amalan bidah akan membawa keburukan bagi pelakunya, kesengsaraan di akherat, dan penyesalan yang tidak terbayangkan sebelumnya, diusir dari telaga rasulullah, dan boro-boro langsung masuk surga, tapi mampir dulu di neraka,..seberapa lama?? tergantung amalan bidah yang dikerjakannya,.

    so.. berpikir cerdaslah,.. yang mengatakan semua bidah itu adalah sesat bukanlah saya, TAPI RASULULLAH, nabi kita semua, pembawa ajaran islam ini, dan islam sudah sempurna, tidak perlu tambahan dan pengurangan,.

    Ajaran yang betul-betul diajarkan oleh Rasulullah saja belum kita kerjakan semua, KOK SEMPET-SEMPETNYA mengerjakan amalan YANG TIDAK ADA PERINTAHNYA DARI RASULULLAH,.

    Jangan men-vonis Tahlilan bid’ah buruk. Biar adem, yang komentar disini baca artikel ini ya, ..

    http://deleted===.com/petunjuk-jalan-menuju-surga-firdaus-bagi-orang-orang-mukmin-itulah-tempat-kembali/

    Saya ganti linknya mas, yg lebih bermanfaat, Ternyata BANYAK UMAT ISLAM YANG ENGGAN MASUK SURGA, kenapa? baca disini

    Justru dengan perbuatan bidah, akan diusir dari telaga rasulullah, jadi boro-boro masuk surga, walaupun amalan bidahnya setinggi gunung, justru semakin banyak amalan bidahnya, maka semakin lama mampir di nerakanya,. sayang toh mas Fuadi?

    Daripada melakukan bidah hasanah, mending melakukan sunnah hasanah saja mas, silahkan baca disini

    Mau tahu dampak perbuatan bidah? mengerikan lho mas, mungkin anda belum tahu? jika tahu, anda akan berpikir banyak untuk melakukannya, dampak perbuatan bidah,silahkan lihat disini

  6. Eko Kanoman
    Agustus 13, 2014 pukul 2:16 am

    Bismillah….
    Saya tidak akan menjadikan mu seorang yang aku idolakan, tapi aku akan selalu haus oleh artikel artikel mu. Adakah acount yang bisa mengingatkan aku bahwa anda membuat artikel lagi ?? sukron

    Terimakasih mas eko, sudah mampir disini,.
    Mudah jika ingin seperti itu, daftarkan saja email mas eko di kolom langganan surel, ada di sisi kanan blog ini,.nanti otomatis setiap ada artikel baru akan mendapatkan email pemberitahuan,.
    Bisa juga follow tweeter blog ini, atau like fanpage facebook aslibumiayu

    Afwan..

  7. saif
    Juli 26, 2014 pukul 6:14 am

    nalar aja deh,, mereka kelihatannya meninggal,, tapi kan msih hdup rohnya,, percuma didik anak biar soleh kalo tidak do’akan orang tuanya,,,

    Terimakasih saif,.
    Orang yang sudah meninggal butuh doa orang yang masih hidup, apalagi orangtua, maka akan sangat terbantu dengan doa anak yang shalih,.

    Berdoa untuk orang yang meninggal tidak dilarang, bahkan dianjurkan. mohon ini dicermati,.

    YANG DILARANG ADALAH :
    Membuat cara-cara tertentu untuk mendoakan orang yang sudah meninggal, seperti menentukan harinya, di hari ke 7,40,100,1000,dan seterusnya,.

    SEHRUSNYA,.
    Berdoa kapan saja, setiap waktu, setiap hari,. ga usah ditentukan dengan ritual tertentu, hari tertentu, sebab berdoa itu ibadah, dan penentuan waktu seperti 7 hari dst, itu butuh dalil,.

    Mana dalil yang memerintahkan demikian?
    Jika ada satu dalil saja yang shahih tentang penentuan hari tersebut, silahkan datangkan , tuliskan disini mas, akan ada hadiah,.
    Anda bisa ikuti kuisnya deh, KUIS TAHLILAN,. silahkan klik link ini, hadiahnya seru lho, ada hape,motor sport,rumah, nanti saya tambahin deh, kebon warisan saya akan saya kasihkan, jika bisa mendatangkan 1 saja dalil tentang ritual tahlilan kematian ini,. silahkan ikutan ya,?

  8. John alawiy
    Juli 13, 2014 pukul 6:58 am

    Dari kata “Karena kita dalam beribadah harus mengikuti Ajaran yg telah dicontohkan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalam apabila tidak dicontohkan makan amal tersebut tidak diterima.”

    Apakah nabi mengajarkan kita adzan dengan speaker???
    Apakah nabi mengajarkan Kita sholat dengan adanya lampu dalam masjid,???
    Apakah nabi mengajarkan kita sholat dengan memakai kopyah???
    Jika tidak, berarti semua itu tidak di terima.
    Begitu ya?

    Terimakasih John alawy, sudah komentar disini, komentar yang sangat bagus,. saya acungi jempol atas komentarnya,.
    Saya bertanya pada anda, apakah speaker,lampu masjid,kopyah itu adalah perkara ibadah?
    Apakah orang yang buat speaker,lampu,kopyah itu ketika membuatnya mereka berniat agar dia dekat dengan allah, dimasukan kedalam surga karena apa yang dia buat? tentu jawabnya tidak, bahkan kadang yang buat speaker,lampu dan kopyah itu bukan orang islam, tapi murni pebisnis,.

    Jadi mohon dibedakan, bidah itu hanya terbatas dalam masalah ibadah saja, bukan dalam hal urusan dunia,.

    Speaker,lampu,kopyah, itu bukan urusan ibadah, tapi urusan dunia, hanya sarana saja,.

    Jadi jika adzan dengan speaker, masjid diberi lampu, atau pakai kopyah, itu boleh-boleh saja,. dan tidak merupakan amalan bidah,.
    Silahkan baca ulasan tentang bidah dengan penjelasan yang mungkin mudah untuk dipahami, silahkan klik link ini

    • ikbal
      Agustus 15, 2014 pukul 7:47 am

      tidak ada sesuatu di dunia ini yang bukan ibadah, yang membawa maslahat bagi umat adalah ibadah , apakah anda kalau makan niat untuk kenyang….
      tidak usa niat kenyang kalau makan pasti akan kenyang.
      itu hanya argument anda tentang bidah.

      hadist yang anda sering anda kemukan kan adalah semua perkara baru dalam agama , yg tdk ada contoh dari rosul di sebut bidah.

      lalu apa di dunia ini tidak terlepas dari perkara agama.
      alloh swt menciptakan mahluk nya untuk beribadah, jadi tidak ada sedikit pun perbuatan yang tidak ada nilai balasan nya ( kalau yang tidak pahala, dosa / nihil ).

      Sepertinya anda belum paham apa sih yang dimaksud dengan bidah, silahkan baca dialog ini, sepertinya mewakili, klik disini

  9. bayu yoga
    Juni 13, 2014 pukul 2:43 pm

    Seandainya tahlilan di salahkan , berarti ajaran wali ya di salahkan juga

    Terimakasih mas bayu, sudah komentar disini,.
    Komentar yang bagus sekali,..
    Rasulullah memerintahkan kita bukan untuk mentaati orang yang dianggap wali, mentaati kyai,ajengan, habib,. tapi dilihat dulu apa yang diajarkan tersebut, jika sesuai dengan perintah rasulullah, ada contohnya dari Rasulullah, maka kita ikuti, tapi jika tidak sesuai, maka wajib kita tolak, tidak boleh diikuti, siapapun tokoh tersebut,. apa resikonya? lihat postingannya disini

    Rasulullah, para sahabat, juga ulama setelahnya, tidak pernah satu kalipun melakukan tahlilan, lihat postingannya disini

  10. Agus keh
    Mei 27, 2014 pukul 2:57 pm

    Sampean goblok ato gmn,,,,,,?

    jangan mnamakan ritual, itu tradisi yang di ajarkan para wali. agar mudah menarik simpati masyarakat sekitar waktu itu yang mayoritas beragama hindu m budha,,,,,,,
    makanya, belajar sejarah

    Terimakasih kang Agus, sudah komentar disini,
    Betul sekali kang, itu bukan amalan islam, tapi merupakan ritual, dan ritual atau budaya itu dilihat dulu dengan patokan ajaran islam,

    Apakah ritual atau budaya itu sesuai tidak dengan ajaran islam yang sudah sempurna? Jika itu menyelisihi ajaran islam maka ritual atau budaya tersebut WAJIB ditinggalkan.

    Bagaimanakah cara mendakwahi orang non muslim/kafir supaya masuk islam? Apakah dengan memasukkan salah satu ajaran agama mereka kedalam islam, walaupun dipoles dikit-dikit, atau bacaannya diganti dengan bacaan-bacaan tahlil atau yang lainnya, apakah cara2 seperti ini dilakukan oleh Rasulullah? jawabnya, cara seperti ini tidak diajarkan oleh rasulullah, bahkan rasulullah menolak dan menentangnya mentah-mentah, bukan berdalih agar orang kafir tersebut masuk islam lalu mencampuradukkan ajaran agama mereka kedalam islam, ini adalah bentuk kekonyolan dan pelecehan terhadap ajaran islam itu sendiri, dan dilakukan oleh orang-orang yang tidak paham cara dakwahnya rasulullah, walaupun orang tersebut dianggap sebagai wali. Bahkan walisanga pun tidak melakukan hal tersebut,. sudah saya posting dakwah walisanga , silahkan baca di postingan ini

    Siapakah yang mencampuradukkan ajaran hindu budha kedalam islam, sudah bukan hal aneh, banyak yang mengetahuinya, dia adalah sunan kalijaga, sunan lokal asli jawa,. silahkan baca sejarah dakwah sunan kalijaga, agar kang agus tidak ketinggalan sejarah, bisa dibaca disini kang , monggo diklik mawon nggih,

    OH iya, niki wonten postingan, TAHLILAN MENURUT WALISANGA, diwaca nggih kang, klik link ini

  11. Hasan Al Fikri
    Mei 25, 2014 pukul 2:44 am

    mas admin.—>>>> dasar yang anda gunakan sangatlah minim.tahlilan hanya sebagai istilah agar masyarakat bisa dengan mudah memahaminya.

    tahlilan/kenduri semacam ini di aceh bernama syamadiyah,di yaman bernama ‘aza’,di maroko bernama zardah/salkah,dan semua itu tdk jauh beda dgn tahlilan.apa dinegara mayoritas muslim tsb ada pengaruh agama hindu…???

    apa anda sendiri blm prnh membaca kitab Al-Hawi lil Fatawi karya imam jalaludin syuyuthi?

    disitu diterangkan bhwa kenduri semacam itu tlah ada sjak jaman tabi’in,khulafa’urrasyidin.

    maaf mas,ilmu anda masih lokal.

    andaikan kita bisa bersanding utk berdiskusi ttg ini

    terimakasih mas Hasan Al Fikri, sudah komentar disini,.
    silahkan saja jika mau berdiskusi, disini saja, silahkan keluarkan argumen anda tentang tahlilan,

    Oh iya mas, ikutan juga KUIS TAHLILAN, caranya sangat mudah, ikuti disini kang,

    Tahlilan, banyak sekali dalilnya yang sudah dipoosting disini, coba anda baca disini

    Dan sepertinya tahlilan itu budaya lokal saja kang,

  12. syekhablahni
    Maret 24, 2014 pukul 1:29 pm

    asli bumi ayu menulis :
    terima kasih syaikh, ini postingan tentang walisanga yang menyinggung masalah tahlilan, silahkan bisa dibaca disini

    Saya sudah baca seluruhnya posting kamu tidak ada penjelasan gamblang dari para wali itu bahwa tahlil berasal dari ajaran Hindu. Sehingga nyaris tidak cocok dengan headline artikel kamu yg membawa nama Walisongo.

    Penjelasan gamblang hanya kutipan dari Mahrus Ali, padahal orang ini tukang bohong ngaku mantan Kyai NU padahal setelah di satroni dikediamannya ia mengaku bahwa title itu ulah penerbit bukunya. Adakah sumber lebih meyakinkan, selain dari Mahrus Ali, BAHWA TAHLIL DARI AJARAN HINDU MENURUT PENJELASAN WALI SONGO?

    wah, saya ngga nukil sama sekali dari mahrus ali, bahkan di kolom komentar saya menjelaskan siapa mahrus ali tsb,

    sejarah walisanga bisa dibaca di postingan ini, silahkan dibaca

    asli bumi ayu menulis :Ada pendeta hindu yang membantahnya? dia bukan membantah dengan menyebutkan bunyi ayat yang ada di kitab hindu yang disebutkan, bagaimana itu disebut sebagai bantahan?? itu sih pendeta yang ga paham kitabnya sendiri kali, atau ngga pernah baca kitab hindu,.
    Silahkan anda beli kitab hindu, dan cek sendiri, sudah saya posting disini

    Antum meyakini sekali berita dari Abdul Aziz itu, sudahkah antum membaca kitab” yang di jadikan bukti oleh Abdul Aziz? Sedangkan penjelasan langsung dari seorang beragama Hindu sendiri antum tolak.

    Istilah selamatan tidak ada di dalam Hindu, apalagi selamatan atas kematian. Adapun rangkaian upacara kematian di dalam Hindu seperti nelun, ngaben, ngeroras (memukur) dll. pada intinya merupakan penyucian sang jiwa dari unsur badan fisik,

    Antum rupanya hanya mau menerima berita dari golongan sendiri.

    Ini link yang lebih lengkap, dan silahkan baca di kitab hindu yang disebutkan di link tersebut, ada nama kitabnya dan ayatnya, klik link ini

    O iya kenapa link artikel saya tidak di tayangkan?

    Kalau linknya ilmiah, maka akan saya tampilkan, tapi setelah saya baca, isinya ngga ilmiah sama sekali,

  13. syekh ablahni
    Maret 22, 2014 pukul 7:43 pm

    Begitupun antum wahai admin, belajar dan cari tahu, agar pinter dan ga mudah dibodohi….tuduhan bahwa Tahllan dari agamar Hindu, sudah dibantah sendiri oleh penganut Hindu…

    terimakasih syaikh sudah komentar disini,. suatu kehormatan bagi saya , he..he..he..
    ini lho saya nukilkan trik sunan kalijaga dalam mendakwahkan islam, dicampur-campur dengan ajaran hindu,

    Adapun cara-cara atau jalan yang ditempuh oleh para Wali dalam memasukkan ajaran Islam kepada rakyat di tanah Jawa antara lain ialah :
    1- Ajaran agama Islam itu diperkenalkan kepada rak­yat dengan cara memasukkan sedikit demi sedikit agar mereka tidak kaget atau tidak menolak. Dihindarkan cara-cara yang dapat menyinggung perasaan atau jiwa mereka yang sudah lama menganut kepercayaan-kepercayaan agama Hindu, Budha dan lainnya.
    2 – Apabila memungkinkan ajaran-ajaran agama Islam itu dikawinkan dengan kepercayaan ajaran agama Hindu dan Budha, sehingga rakyat tidak terasa bahwa dirinya telah merubah kepercayaan lamanya dengan kepercayaan atau ajaran agama Islam.
    3- Adat-istiadat atau kebudayaan yang selama ini mereka hidupkan sesuai dengan ajaran agama Hin­du, Budha atau kepercayaan nenek moyang yang ditinggalkan kepada mereka, lalu oleh para Wali­songo adat-istiadat atau kebudayaan itu secara pelan-pelan diganti dengan bentuk upacara-upacara tradisional yang berbau ajaran Islam.

    Jadi para Walisongo tidak begitu saja memberantas adat-istiadat mereka dengan cara kasar yang dapat me­nimbulkan sikap antipati terhadap ajaran agama Islam.

    jadi bantahan oleh pendeta hindu itu dibantah sendiri oleh praktek sunan kalijaga, ini saya nukil dari web ini

    • syekh ablahni
      Maret 23, 2014 pukul 7:39 pm

      Para Walisongo itu apakah menyinggung tentang TAHLIL? Apakah mereka mengatakan bahwa tahlil sngaja diambil dari agama Hindu? Mana penjelasan walisongo yg mengatakan itu coba antum posting.

      terima kasih syaikh, ini postingan tentang walisanga yang menyinggung masalah tahlilan, silahkan bisa dibaca disini

      Sekali lagi pelajari masalah ini jangan mau dibohongi dan terima mentah2x bualan orang yg mengatakan Tahlil dari agama Hindu, orang hindu sendiri aja membantahnya.

      Ada pendeta hindu yang membantahnya? dia bukan membantah dengan menyebutkan bunyi ayat yang ada di kitab hindu yang disebutkan, bagaimana itu disebut sebagai bantahan?? itu sih pendeta yang ga paham kitabnya sendiri kali, atau ngga pernah baca kitab hindu,.
      Silahkan anda beli kitab hindu, dan cek sendiri, sudah saya posting disini

      Di kitab rujukan NU juga malah disebutin, silahkan baca postingannya disini

      Kalau anda tahu dalilnya tentang tahlilan kematian, boleh ikutan kuis tahlilan, silahkan baca kuisnya disini

  14. al bashiran
    Februari 27, 2014 pukul 11:07 pm

    asslamualakum.
    saya org awam yang masih ingin menjadi muslim yang taat, berilmu, serta beraklak baik. sebelumnya jika ada komentar saya yang salah siapapun boleh mengkoreksi sehingga tidak terjadi fitnah. ini hanya sekedar sepengetahuan saya saja.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahiwabarakatuh
    Terimakasih, sudah komentar disini, mudah-mudahan anda menjadi orang yang paham ajaran islam yang benar, tidak menjadi orang awam lagi, semangat untuk mempelajari ajaran islam yang benar, dan istiqamah diatasnya,

    saya setuju kalo Tahlilan 7hari,10,40,dan seterusnya bukan berasal dari ajaran islam. kita nostalgia dulu y… sejarah jawa sebelum masuknya islam penduduknya beragama hindu dan budha. ketika para pendakwa dari timur tengah yang org2 jawa memanggilnya dengan sebutan para wali, mendakwakan islam ditanah jawa yg saat itu orang2nya mayoritas beragama hindu dan senang sekali dengan acara2 tradisi serta upacara hindu.

    yang dihadapin para wali ini bukan orang timur tengah atau barat, tetapi orang jawa beragama hindu pula.

    orang jawa itu dikenal tidak akan mau menerima kalo tradisi ajaran leluhur mereka dihilangkan begitu saja. oleh karena itu para wali menyisipkan ajaran islam kedalam tradisi2 hindu jawa saat itu. contoh melalui kesenian gamelan,wayang selamatan dll dalam menyebarkan ajaran islam.. untuk tahlilan, memang rasullah tidak pernah mengajarkan. berarti para wali mengajarkan ajaran bukan dari rasullah dong… g juga kok,,

    kita intip dulu apa sih isi tahlilan itu,, isi bacaan tahlilan terdiri dari sebagian surat2 didalam alquran,, tasbih… dan sholawat atas nabi muhammad. yang dikemas dan dikenal sekarang dengan bacaan tahlilan. membaca sebagian surat alquran… tasbih.. sholawat menurut saya itu tidak berdosa. adapun dibaca 7hari,10,40, itu hanyalah mengikuti tradisi jawa. karna membaca alquran, tasbih, dan sholawat tidak harus hari2 tertentu. setiap hari itu juga boleh.

    Betul sekali mas, mba, yang menyebarkan islam di indonesia itu adalah dari timur tengah, dan mereka adalah utusan dari khilafah turki utsmani,.
    Nah mereka mendakwahkan islam yang murni, tidak dicampuri amalan-amalan agama hindu,.
    Silahkan baca sejarah dakwah walisanga, apa yang mereka dakwahkan? bisa dibaca disini mas

    Siapa yang memulai mencampur adukkan ritual hindu dan musik yang haram dalam berdakwah? dia adalah wali lokal orang jawa, yang bernama sunan kalijaga, yang saya pernah dengar ceritanya, (kurang kerjaan, masa nungguin tongkat di pinggir kali, hingga ada sarang burung di kepalanya, berarti dia ngga ninggalin shalat berapa bulan? sampai tongkatnya menjadi serumpun pohon bambu,. ngga ada kerjaan tuh wali, mungkin EE di celana, kencing di celana,)
    Untuk sejarah sunan kalijaga, silahkan bisa dibaca disini

    Baca juga, tahlilan menurut walisanga, silahkan baca disini

    Tahlilan yang dipermasalahkan bukan karena isinya baik, tahlil, shalawat,doa , dll tapi yang jadi masalah adalah tatacaranya, dimana rasulullah tidak pernah melakukan, dan itu memang murni ASli WArisan JAwa (ASWAJA) dan ASli WAli JAwa yang bikin tradisi tersebut, makanya wali dari timur tengah tidak melakukan hal tersebut, bahkan membidahkan tahlilan,. sudah ada linknya diatas

    wasasslamulaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    • al bashiran
      Februari 28, 2014 pukul 4:17 am

      untuk masalah sunan kalijaga nunggui tongkat hingga beberapa bulan. ada cerita yang menyatakan ia dalam keadaan tertidur atau tidak terjaga(sadar) sebagaimana allah menidurkan hamba allah ashabul kahfi,,allah hu a’lam, hanya allah yg tau ,, jadi untuk masalah EE di celana, kencing di celana dan ninggalin shalat berapa bulan saya tidak bisa memberikan argument. karna itu diluar kemampuan saya.

      Terimakasih, dimana saya bisa melihat rujukannya, bahwa sunan kalijaga itu ditidurkan oleh Allah? tolong kasih tahu kitabnya, atau tulisan sejarah tersebut,.

      Tentang argumen saya, itu hanya secara nalar saja, orang yang duduk di pinggir kali, nungguin tongkat (ngga ada kerjaan saja) lalu tongkatnya sampai tumbuh menjadi rimbunan bambu yang sangat banyak, lalu di kepala sang tukang jaga kali tersebut sampai ada sarang burungnya,. lha kok ya mau dibohongin dengan kisah-kisah yang ngga jelas tersebut,.

      Secara historis, keberadaan tahlil adalah salah satu wujud keberhasilan islamisasi terhadap tradisi-tradisi masyarakat Indonesia pr-Islam. Tradisi masyarakat Indonesia ketika ada orang meninggal dunia adalah berkumpul di rumah duka pada malam hari untuk berjudi, mabuk-mabukan dan sebagainya. Lambat laun seiring dengan Islam yang mulai menyentuh mereka, acara tersebut diisi dengan nilai-nilai keislaman. Tentunya kelenturan dan cara beradaptasi baik yang dijadikan senjata ampuh oleh penyebar Islam tempo dulu. sehingga upaya ekspansi Islam ini dengan fleksibelitasnya mampu mengislamkan orang Nusantara ini dengan mudah dan tanpa kekerasan apapun serta menumpahkan darah seperti….

      Walisanga sendiri mengingkari adanya tahlilan tersebut mas,. sudah baca belum pandangan WALISANGA TERHADAP TAHLILAN, silahkan dibaca lagi disini

      ini salah satu nukilannya :
      naskah kuno tentang jawa yang tersimpan di musium Leiden, Sunan Ampel memperingatkan Sunan Kalijogo yang masih melestarikan selamatan tersebut:“Jangan ditiru perbuatan semacam itu karena termasuk bid’ah”. Sunan Kalijogo menjawab: “Biarlah nanti generasi setelah kita ketika Islam telah tertanam di hati masyarakat yang akan menghilangkan budaya tahlilan itu”.

      Dalam buku Kisah dan Ajaran Wali Songo yang ditulis H. Lawrens Rasyidi dan diterbitkan Penerbit Terbit Terang Surabaya juga mengupas panjang lebar mengenai masalah ini. Dimana Sunan Kalijaga, Sunan Bonang, Sunan Kudus, Sunan Gunungjati dan Sunan Muria (kaum abangan) berbeda pandangan mengenai adat istiadat dengan Sunan Ampel, Sunan Giri dan Sunan Drajat (kaum putihan).

      Sunan Kalijaga mengusulkan agar adat istiadat lama seperti selamatan, bersaji, wayang dan gamelan dimasuki rasa keislaman.

      Sunan Ampel berpandangan lain: “Apakah tidak mengkhawatirkannya di kemudian hari bahwa adat istiadat dan upacara lama itu nanti dianggap sebagai ajaran yang berasal dari agama Islam? Jika hal ini dibiarkan nantinya akan menjadi bid’ah?” Sunan kudus menjawabnya bahwa ia mempunyai keyakinan bahwa di belakang hari akan ada yang menyempurnakannya. (hal 41, 64)

      ya allah, ya rahman, ya rakhim, ya ghofur.. semoga kita dimatikan dalam keadaaan khusnul khatimah, termasuk orang yang beruntung dan dikumpulkan dengan orang saleh serta nabi mukhammad saw kelak dihari kiamat. amin

      Amiin,.. mudah-mudahan anda diberi hidayah oleh Allah agar bisa mengikuti manhaj salafus shalih, sehingga kelak dikumpulkan bersama orang-orang yang shalih,. bersama orang-orang yang beruntung,. sebagaimana tersebut dalam surat attaubah ayat 100

      Dan orang-orang yang ingin selamat dunia dan akherat, kata Allah, wajib mengikuti generasi terbaik umat ini, siapa mereka? silahkan baca disini

  15. hamba Allah
    Februari 24, 2014 pukul 3:20 pm

    Agar tidak timbul pertentangan dan konflik yang berkepanjangan di kalangan internal umat Islam, maka jalur tengahnya adalah saling mentolerir dan membuka diri antar sesama muslim.

    Bagi pihak yang pro-tahlilan, dipersilakan untuk melakukannya asal tidak menganggapnya sebagai hal yang mutlak wajib dilakukan.

    Namun bagi yang sangat antipati terhadap tahlilan, alangkah baiknya jika diam dengan tidak menjelek-jelekkan apalagi membid’ahkan pihak yang menyukai tradisi ini, atau lebih baik men-tabayyun-i (menyampaikan argumennya secara bijak) kepada pihak yang menyukai tahlilan maupun tidak. Sebab Islam adalah agama yang tidak mengajarkan perpecahan dan permusuhan antar sesama umat muslim.

    Justru perbedaan ini akan semakin memperkaya ajaran Islam yang berdampak pada umat Islam dan non-muslim akan semakin tertarik untuk mempelajari dan mendalami agama Islam.

    Terimakasih wahai hamba Allah , mudah-mudahan anda diberi hidayah oleh Allah agar menjadi hamba Allah yang tulus dalam beribadah kepada Allah, mengikuti sunnah-sunnah rasulullah, sehingga anda betul-betul akan menjadi hamba Allah yang berbahagia dunia dan akherat, amiin…

    Mungkin apa yang dipaparkan oleh anda, itu baik,. tapi baik menurut siapa? patokan baik adalah baik menurut Allah dan Rasulnya, bukan baik menurut kita,.

    Menjelaskan amalan-amalan yang tidak sesuai dengan perintah Allah dan yang dicontohkan oleh Rasulullah, itu adalah dalam rangka menjaga kemurnian ajaran islam, bukan dalam rangka menjelek-jelekkan para pelaku amalan tersebut. Tidak ada satupun artikel disini yang berisi menjelek-jelekkan person-person yang melakukan amalan tersebut, kita hanya menjelaskan tentang amalan tersebut, bukan orang-per orangnya, mohon ini dipahami.

    Saya kasih contoh begini, misalkan saya melihat anda, ternyata di hidung anda ada upil yg cukup besar, lalu saya memberitahu anda, tuh dihidungnya ada upilnya, apakah lantas saya dikatakan menjelek-jelekkan anda? ini tentu hal yang sangat konyol, seharusnya anda berterimakasih telah saya ingatkan, jika hal tsb tdk saya ingatkan mungkin anda merasa malu, anda telah memamerkan upil anda di banyak orang,.

    Sama juga dengan penjelasan tentang amalan-amalan bidah seperti tahlilan,yasinan,maulidan,.

    Saya memposting artikel ttg hal tsb bukan dalam rangka menjelek-jelekkan pelakunya, tidak ada ungkapan seperti itu,. justru karena saya sayang sama para pelakunya, tidak ingin karena perbuatan amalan bidah tersebut mereka diadzab di neraka karena kebidahan tsb,

    jadi, jangan berpikir terbalik, menganggap orang yang mengingatkan bahaya amalan bidah itu dituduh sebagai orang yg suka menjelek-jelekkan, atau mungkin sebagai orang yang suka memecah belah ukhuwah, tentang hal ini saya sudah posting disini, silahkan dibaca

    Seandainya kita membiarkan perbuatan bidah tersebut, sungguh mengerikan dampak yang timbul, musibah akan bertubi-tubi menerpa kita, tidakkah kita mengambil pelajaran dari musibah-musibah yang menimpa indonesia?

    Seandainya para pelaku bidah mengetahui dampak dari perbuatan mereka, mereka tidak akan mungkin melakukan perbuatan bidah tersebut, apa dampaknya? sudah saya posting disini, silahkan dibaca

    Masih tentang bahaya bidah, mengerikan sekali wahai hamba Allah,. justru perbuatan bidah lah yang merupakan penyebab kaum muslimin terpecah belah, merusak ukhuwah, silahkan baca disini

  16. Rhezi Ramdhani
    November 24, 2013 pukul 12:02 pm

    Saya Mu’allaf Mantan Kristen, Ritual memperingati kematian 1-7, 40, 100 di kristen juga ada loch..!!!

    INGATLAH Islam itu harus menyelisihi bukan meniru
    “Man tasyabbaha bi qaumin fahuwa minhum”
    (Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari mereka

    Kalian ngeyel tidak percaya..!! ini situs orang kafir kristen :D

    http://albertrumampuk.blogspot.com/2012/03/haruskah-peringatan-empat-puluh-hari.html

    Alhamdulillah, Allah memberikan hidayah kepada anda masuk ke dalam islam, mudah2an semakin banyak yang mengikuti jejak anda,. ini sungguh keuntungan dan rahmat yang sangat besar sekali,.

    Bagi penggemar ritual tahlillan kematian, ini nambah referensinya, ternyata bukan dari ajaran hindu saja, dalam agama kristenpun diperingati juga ritual 40 hari kematian,.

    silahkan anda berpikir,..

  17. ciciwati
    November 5, 2013 pukul 12:03 pm

    dapat pengetahuan baru dari cerita ini asiik sekali
    from:chici fatmawati

    Mudah-mudahan bermanfaat dan bisa memberikan pencerahan,. terimakasih,.

  18. ismail
    Oktober 26, 2013 pukul 6:25 am

    hahahaha,, yang bener yg mana nih min, tahlilan dr zaman syafi’i apa hindu..
    Admine mencla mencle, apa belum turun bonus fee-nya. . .hhaha

    terimakasih mas ismail, menurut anda darimana dong, Imam Syafii kan tidak pernah hidup di indonesia, tapi di negeri arab, tapi kok ritual tahlilan kematian ini tidak dikenal di kalangan bangsa arab yah, tapi di indonesia dan sekitarnya saja, gimana dong nih mas,

    wah, bonus fee darimana nih, justru saya kasih bonus, hadiah yg lumayan jika anda atau siapapun bisa mendatangkan dalil tentang ritual tahlilan, silahkan ikuti kuis tahlilan disini mas, siapa tahu anda yang beruntung, silahkan klik link ini

  19. Orang awam
    September 9, 2013 pukul 7:24 am

    Baik mas klo bgtu. Skg yg mau saya tanyakan, apakah yg tidak ada contohnya dari Rasululloh itu termasuk bid’ah yg mana?

    Semua yang tidak ada contohnya dari rasulullah, DALAM URUSAN IBADAH, itu adalah BIDAH, dan kata rasulullah, SEMUA BIDAH ITU SESAT,.

    Berbeda halnya dengan urusan dunia, semua urusan dunia yg tidak ada contohnya dari rasulullah, seperti mobil,hape,pesawat, dll itu bukan masuk katagori bidah yang dikatakan oleh rasulullah,. itu bidah secara bahasa saja, bukan bidah menurut istilah syar’i/agama, sebagaimana perkataan umar bin khattab yang mengomentari ttg cara shalat tarawih oleh satu imam, beliau mengatakan ” sebaik-baik bidah adalah ini” yg dimaksud adalah bidah secara bahasa,

    Contoh bidah secara bahasa, bisa lihat dipostingan ini

    • Orang awam
      September 10, 2013 pukul 3:29 am

      Memang pada waktu itu sayyidina Umar ibnu Khatab berdiri sebagai seorang dosen di universitas atau sebagai khalifah umat islam,? sampe anda bisa bilang bahwa bid’ah yg dimaksd adalh bid’ah secara bhsa. mna mngkin seorang pemimpin umat islam menggolongkan bid’ahnya itu ke dalam bid’ah scara bhsa smntara beliau tahu bahwa shalat terawih berjamaah itu adalah hal baru dalam beribadah. jelas bukan, mnrut anda “SETIAP BID’AH ITU ADL SESAT”. dari penggalan hadist diatas jg jelas, “SETIAP” dan tidak ada kata “KECUALI BID’AH SECARA BAHASA. Makna SETIAP itu “MELIPUTI KESELURUHAN tanpa kecuali”. Bagaimana juga menurut anda tentang adzan jum’at yg ditambahi jadi dua kali pada masa kepemimpinan Sayyidina Ustman Ibnu Affan?apakah anda juga berani bahwa beliau melakukan bid’ahnya dalam urusan dunia atau bid’ah secara bahasa juga??

      Terimakasih mas, mudah2an Allah memberikan semangat kepada anda utk mendalami ajaran islam ini,
      Yang menjelaskan tentang bidah secara bahasa atau istilah adalah para ulama, demikian pula kita kenal islam menurut bahasa, atau menurut istilah, demikian pula arti shalat, ada arti menurut bahasa, dan arti menurut istilah, demikian pula dengan bidah,. bukan umar yang mengatakan ini bidah menurut bahasa,. karena tidak ada satu sahabatpun yang membuat bidah, apalagi umar bin khattab atau utsman bin affan,. sebab rasulullah sendiri yg merekomendasi mereka, kita disuruh mengikuti sunnah rasululullah dan sunnah khulafaur rasyidin, dan umar , utsman masuk dalam khulafaur rasyidin,

      Apa yang dilakukan oleh utsman adalah sunnah, bukan bidah, dan jika kita melakukannya, maka itu mengikuti sunnah, caranyapun harus seperti utsman , yaitu adzan pertama dilakukan sebelum masuk waktu dzuhur, dilakukan ditempat keramaian, bukan di masjid, dengan tujuan utk mengingatkan manusia bahwa hari itu adalah hari jumat, mau masuk waktu shalat jumat,. bukan seperti yg kita lihat sekarang ini, adzan dua kali dilakukan didalam masjid setelah masuk waktu shalat dzuhur, ini menyelisihi sunnah,. bukan amalan sunnah, tapi amalan bidah,.

  20. rezaperdana7
    Mei 18, 2013 pukul 10:20 pm

    Barokalloh admin. Saya mendapat pembelajaran berharga dengan dalil yang kuat, Syukron

    Wafiika baarakallah , alhamdulillah,..
    afwan,..

    • aly dory
      Oktober 29, 2013 pukul 4:27 pm

      wahabi lagi-wahabi lagi….
      g bakalan laku di indonesia….
      nyatanya tahlil mlhn merajalela…..

      Alhamdulillah, semakin banyak orang yang tahlilan mengikuti ajaran wahabi,
      Jangan-jangan anda belum tahu apa itu wahabi yah, makanya baca artikel ini mas, silahkan dibaca disini

      Apakah yang dimaksud wahabi itu adalah salafi? baca artikel ini mas, MEMBAJAK SALAFI, silahkan baca disini

  21. Sarah
    Mei 18, 2013 pukul 3:17 am

    Alhamdulillah ada yang mau meluruskan tradisi yang salah kaprah ini.
    Saya heran dengan orang2 yang melakukan tahlilan, mereka membayar orang2 dengan amplop ataupun besek buat mendoakan keluarga mereka.
    Sementara saat tahlil sedang dibacakan, keluarga si mayit sibuk di dapur mengurus konsumsi, bahkan tak jarang bercanda sambil tertawa2 dengan suara keras.
    Bukankan sudah jelas bahwa setelah kematian maka amalan kita terputus kecuali 3 perkara:
    shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat & doa anak yang shaleh.

    Miris kalau mendengar orang sampai2 berhutang untuk ritual tahlilan, bahkan tak jarang mereka suka mengeluh bagaimana para tamu yg membaca tahlil begitu rakus menghabiskan makanan yang mereka sajikan.
    Demikian juga si pembaca tahlil yang sambil berangkat menuju tempat undangan dengan bertanya2, apa besek yang akan mereka bawa pulang nantinya, berapa uang di amplop yang akan mereka terima.
    Tentunya jika demikian tanpa keikhlasan, maka hal ini semakin sia2.

    Tentunya ritual ini sulit dihapus, karena banyak orang2 yang bergantung hidup dari sini, sangat disayangkan, mencari rizki di ritual bid’ah.

    Bukankah seharusnya kita berta’ziah ke keluarga si mayit, membesarkan dan menghibur hati mereka, bukannya justru memberatkan mereka….

    Mudah-mudahan semakin banyak kaum muslimin yang mengetahui ajaran yg rasululla ajarkan, dan mengamalkan ajaran yang betul-betul ada tuntunannya dari rasulullah, bukan mengamalkan amalan modifikasi masyarakat yg sudah mentradisi,.namun tidak diajarkan oleh rasulullah

  22. Abdullah
    Maret 24, 2013 pukul 11:34 pm

    Al Hafizh Ahmad Ibn Hajar al Haitami ditanya tentang ucapan yang redaksinya disampaikan berupa; “Sesungguhnya mayit diuji (ditanya) dalam kuburnya selama 7 hari,” adakah pernyataan tsb memiliki asal (dasar)?… Beliau Ibnu Hajar menjawab; “Benar pernyataan tersebut memiliki sumber yang kuat dan telah diriwayatkan oleh sekelompok (jama’ah) dari Thowus dengan sanad yang shohih, dan (pernyataan tsb juga diriwayatkan) dari ‘Ubaid ibn ‘Umair dengan sanad yang shohih yang dijadikan hujjah oleh Ibn Abdil Barr, dan dia lebih tua dari Thowus dari kalangan Tabi’in, bahkan ada yang mengatakan dia (Ubaid ibn ‘Umair) termasuk Sohabiy (generasi sahabat) karena dilahirkan pada masa Rosululloh saw, dan dia tinggal di Makkah pada masa Umar ra, dan (juga diriwayatkan dari) Mujahid, sedang hukum tiga riwayat tersebut termasuk hadits-hadits mursal yang marfu’, karena apa yang tidak diucapkan bersumber dari pendapat (pikiran semata) jika ia datang dari seorang tabi’in maka keberadaannya masuk dalam kategori hadits Mursal yang Marfu’ pada Nabi saw, sebagaimana telah dijelaskan oleh para Imam Hadits, dan hadits Mursal adalah Hujjah bagi tiga Imam dan juga bagi kami…. dst.
    Selanjutnya :
    “Dan pada sebagian riwayat itu ada tambahan sesungguhnya orang munafiq itu diuji dalam kubur selama 40 pagi. Dan dari sanalah sah dari Thowus juga. Sesungguhnya mereka menyukai bersedekah untuk mayit pada hari hari itu”
    (Al Fatawa Al Fiqhiyyah Al Kubro, Bab Janaiz, 2/30)

    Terimakasih mas Abdullah,
    Apakah Para tabiin, seperti thawus mempraktekkan hadits tersebut dengan cara melakukan ritual tahlilan selama 7 hari, lalu di hari ke 40 juga melakukan ritual tahlilan??

    Seandainya itu dilakukan oleh tabiin, tentu tabiin mengetahui hal tersebut dari praktek para sahabat,.. nah, sahabat siapakah yang melakukan praktek ritual tahlilan selama 7 hari atau di hari ke 40?

    Tidak ada seorang sahabatpun yg melakukan demikian,. jadi,.. pikirkanlah kembali, dari siapakah ajaran ritual tahlilan ini,.. dan SUNGGUH SATU KEANEHAN JUGA,. di arab sendiri tidak ada praktek ritual tahlilan ini,.. seandainya itu betul dari tabiin, tentu sudah tersebar praktek ini di negeri arab,

    LUCUNYA, praktek ini paling banyak di Indonesia dan sekitarnya,.
    Jadi, sepertinya ritual tahlilan ini budaya lokal indonesia dan sekitarnya, bukan tuntunan rasulullah,

  23. Maret 13, 2013 pukul 4:46 am

    setahu ane ritual tahlilan (7, 40, 100, 1000 hari)yg terbanyak dilakukan di pulau jawa. ane berandai2 JIKALAU ritual tahlilan ini BENAR dapat meringankan siksa, menambah pahala, melapangkan kubur dan manfaat2 yg baik bagi si mayit, maka orang2 muslim arab, turki, china, palestina, rusia, eropa, amerika dan umat muslim yg tidak pernah mengenal ritual ini MUNGKIN di akherat kelak akan bertanya kepada Rasulullah : WAHAI RASULULLOH, INI ADA MAYIT YG MENDAPAT PAHALA DAN MANFAAT DARI RITUAL TAHLILAN YG DULU DIKIRIMKAN DARI KELUARGANYA YG MASIH HIDUP. JIKA RITUAL TAHLILAN DAPAT MENDATANGKAN MANFAAT KEPADA UMATMU YG SUDAH MATI, MENGAPA DULU TIDAK ENGKAU AJARKAN? KAMI RUGI YA RASULULLOH. padahal sepertinya lebih banyak muslim yg tidak tahlilan drpd yg tahlilan…
    ampuni aku ya ALLOH

    Terimakasih mas anto,
    Islam sudah sempurna, semua yg mendekatkan kita ke surga sudah rasulullah sampaikan, dan semua yg menjauhkan kita dari neraka sudah rasulullah sampaikan,.. tidak ada yg terlewat,. wong mau buang air besar saja diajarkan, masa hal2 yg lebih besar dari itu terlewat??

    Sebenarnya perkaranya mudah,. kalau rasulullah melakukan ritual2 tsb, ya kita akan ikut, tapi jika rasulullah tdk melakukannya, ya kita juga tdk akan melakukannya,.. gitu aja kok repot,

    trus, mendoakan orang yg sudah mati kok pelit amat, masa cuma 4 kali, yaitu di hari ke 7, 40, 100, 1000 ,
    kasihan amat mereka yg sudah mati, apalagi itu orangtua kita,.. berdoa itu setiap hari,.. setiap saat,. dan bukan dgn ritual2 tertentu,.

  24. toelprabangkara
    Maret 11, 2013 pukul 8:36 am

    inilah Admin tdk paham tentang APA ITU TAHLILAN!!!

    BEtul sekali mas, saya tidak paham apa itu tahlilan yg dilakukan oleh sebagian kaum muslimin (ASWAJA) di indonesia,.. tapi saya paham amalan tahlil yg diajarkan oleh rasulullah,.

    Mau tahlilan kok pelit amat sih, masa cuma ketika ada kematian saja,.. tiap hari dong mas baca tahlil,

  25. okta
    Januari 25, 2013 pukul 2:19 am

    Budaya tahlilan menguras harta yang tidak sedikit. MEREPOTKAN!! harus ada kembang melati, kembang 7 rupa, sesaji dll. setahu saya, dalam islam TIDAK ADA sesaji. ini seolah-olah menjadi kebiasaan yang wajib diadakan.

    Terimakasih mas okta, betul apa yg anda katakan,

    padahal perkara wajib itu, sholat fardhu, puasa ramadhan, zakat, dan haji bagi yang mampu. itu sj, ga kurang, ga lebih.

    Sebenarnya masih ada lagi perkara yg wajib selain hal tsb, contoh berbakti kepada orang tua, muamalah yg baik kepada sesama manusia,dan hal-hal lainnya yg diajarkan rasulullah,
    Intinya sih, ngapain kita repot2 melakukan amalan2 yg tdk ada contohnya dari rasulullah,
    Amalan yg diajarkan rasulullah saja jika kita mengamalkan, kita tdk tahu mana yang akan dinilai disisi Allah sebagai pahala, kok masih sempet2nya melakukan amalan bidah yg sdh pasti itu dicatat sebagai dosa,.. na’udzubillahi min dzalik

  26. yoel
    Desember 9, 2012 pukul 2:45 pm

    Saya doakan semoga admin diberi kekuatan dan istiqomah dalam menyampaikan kebenaran..bukankah yang dijanjikan syurga adalah segolongan kecil saja?

    Amiin,. mudah-mudahan semua kaum muslimin diberi kekuatan untuk istiqamah dalam menyampaikan kebenaran

    • Ariel
      Desember 16, 2012 pukul 6:12 am

      masuk surga !!! “ngimpi kali yeee,, golongan kecil yang ahli bid’ah teriak bid’ah,yang wajahnya gelap tak ada cahaya sedikitpun walaupun selalu sholat,gelap wajah cerminan gelapnya hati.

      wajah gelap atau tidak ada cahaya itu bukan dihadapan manusia, para artis yg sering bermaksiat, wajahnya cerah-cerah tuh, apalagi ariel yang berzina, itu juga ngga gelap tuh, pasangan zinanya juga ngga gelap,.. walaupun suka kumpul kebo,

      Kalau gelap dan tidak dimata manusia, itu relatif mas ariel,bisa kelihatan gelap dimata anda, tapi tidak demikian jika yang melihat orang selain anda,

  27. November 30, 2012 pukul 5:33 pm

    Barokallahufikum buat admin.. semoga kita semua diberikan tambahan ilmu syar’i dan istiqomah diatas manhaj salaf..

    wa fiika baarakallah,.. amiin

  28. ari
    November 16, 2012 pukul 9:19 am

    ari :
    Kalau tahlilan di hari ke 7 , 10,40,100,dst .. itu ada sumber dari rasulullah atau tidak?
    tahlilan adalah berdzikir dan bisa dilakukan kapan aja,bisa pagi, bisa siang,sore,malam seminggu sekali,atau sebulan sekali juga ndak masalah.bahkan 24 jam kalau bisa alhamdulillah.hukumnya aja ndak wajibbegitu juga tahlilan pada 7,10,100 dst apa menyalahi syari’at?
    Gimana dgn ritual tahlilan, di hari tertentu? tolong datangkan darimana sumbernya, bukan permainan kata2,.. sumber yang jelas yg saya minta, tanyakan kpd kyiai anda,
    tahlilan di hari tertentu, salah satu dasarnya adalah bagaimana yg pernah dicontohkan nabi dalam menghadapi budaya jahiliyah yaitu aqiqoh
    Dari ‘Aisyah, ia berkata, “Dahulu orang-orang pada masa jahiliyah apabila mereka ber’aqiqah untuk seorang bayi, mereka melumuri kapas dengan darah ‘aqiqah, lalu ketika mencukur rambut si bayi mereka melumurkan pada kepalanya”. Maka Nabi SAW bersabda, “Gantilah darah itu dengan minyak wangi”
    wah, terimakasih, itu penjelasan dari Kyiai anda , atau ada ulama yang menjelaskan seprti itu?
    Kalau ada ulama yang menjelaskan seperti itu, tolong sebutkan siapa nama ulama tersebut,
    Kalau itu murni dari kyai anda, insya allah ditanggapi menyusul
    Allah menurunkan ulama sampai hari akhir,dan tersebar diseluruh dunia,bukan cuma di arab saja.ulama adalah benyambung lidah nabi.jadi ulama harus mempunyai sanad keilmuan yg jelas dan sampai ke rosulullah.
    alhamdulillah kyai saya jelas sanad keilmuannya.kyai saya Gus Mus,dari ayahnya mustofa bisri,dari mbah kholil bangkalan.dari sini keatas sudah jelas sanad kelimuanya bahkan mbah kholil juga bersanad keturunan langsung dg rosulullah.

    guru mencontohkan 5+10=15,ketika dilapangan ada soal beda 4+11 trus ndak bisa jawab dan bilang soalnya yg salah krn gurunya ndak mengasih contoh

    Dalil tentang ibadah itu tidak sama dengan rumus matematika kang ari,.
    Dalil tentang ibadah itu sudah paten, kita tinggal menjalankan saja, kita tidak disuruh memodifikasi ajaran islam
    Di matematika 5+5 = 10 , bisa juga 2×5=10 , atau 4+4+2=10 , dan banyak lagi,.. islam tidak seperti itu,.seandainya islam seperti itu, maka amalan islam yang satu di jaman rasulullah,sekarang sudah jutaan tatacara pelaksanaanya,.. ini musibah, akibat jauhnya kaum muslimin tentang ajaran islam itu sendiri,.. walaupun yg melakukan itu KYIAI, punya pondok pesantren,punya pengikut banyak, .. itu bukan menjadi standar kebenaran, yang menjadi tauladan dan standar kebenaran adalah ajaran rasulullah,

  29. nizar
    November 15, 2012 pukul 2:20 pm

    Astghfirullah, Artikel Menyesatkan.
    Adminnya tdk paham tentang bid’ah.

    Terimakasih bang nizar,
    saya minta maaf, jika saya ngga paham tentang bidah,.. nah, menurut bang nizar bidah itu apa sih? kok pake istighfar segala, berarti bang nizar punya pengertian bidah yang bener ya,. silahkan di share disini bang, kita diskusikan,.

  30. ari
    November 14, 2012 pukul 10:22 pm

    maaf ndak ada kerancuan antara perkataan umar dan hadits,cuma kita aja yg kurang begitu memahaminya.ketika pembukuan al quran,umar mengatakan hal yg sama walaupun sebelumnya abu bakar dan said bin sabit menolaknya.

    Terimakasih kang ari,
    Perlu anda ketahui, semua yang dilakukan oleh khulafa’ur rasyidin, dan tidak ada pengingkaran dari sahabat yang lain, itu adalah termasuk sunnah yg wajib kita ikuti, dan rasulullahpun menyuruhnya , tidakkah anda membaca hadits ini:
    dari Al-‘Irbadh bin Sariyah, dia berkata:

    وَعَظَنَا مَوْعِظَةً بَلِيغَةً ذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُونُ وَوَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوبُ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللهِ كَأَنَّ هَذِهِ مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَمَاذَا تَعْهَدُ إِلَيْنَا فَقَالَ أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى الهُِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menasehati kami dengan nasehat yang menyentuh, meneteslah air mata dan bergetarlah hati-hati. Maka ada seseorang yang berkata: “Wahai Rasulullah, seakan-akan ini adalah nasehat perpisahan. Maka apa yang akan engkau wasiatkan pada kami?” Beliau bersabda: “Aku wasiatkan pada kalian untuk bertakwa kepada Allah serta mendengarkan dan mentaati (pemerintah Islam), meskipun yang memerintah kalian seorang budak Habsyi. Dan sesungguhnya orang yang hidup sesudahku di antara kalian akan melihat banyak perselisihan. Wajib kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin Mahdiyyin (para pemimpin yang menggantikan Rasulullah, yang berada di atas jalan yang lurus, dan mendapatkan petunjuk). Berpegang teguhlah kalian padanya dan gigitlah ia dengan geraham-geraham kalian. Serta jauhilah perkara-perkara yang baru. Karena setiap perkara yang baru adalah bid’ah. Dan setiap bid’ah adalah sesat.“[Diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 4607; At-Tirmidzi no. 2676; Ahmad 4/126-127; Ad-Darimi 1/44; Ibnu Majah no. 43,44; Ibnu Abi ‘Ashim dalam As-Sunnah no. 27; Ath-Thahawi dalam Syarh Musykilil-Atsar 2/69; Al-Baghawi no. 102; Al-Ajjuri dalam Asy-Syari’ah hal. 46; Al-Baihaqi 6/541; Al-Lalika’i dalam Ushulul-I’tiqad no. 81; Al-Marwadzi dalam As-Sunnah no. 69-72; Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah 5/220, 10/115; dan Al-Hakim 1/95-97. Hadits tersebut berkualitas shahih].

    Siapa khulafaur rasyidin? kang ari pasti sdh tahu, siapa mereka, hadits diatas sangat jelas sekali, semua yang dilakukan oleh khulafaur rasyidin termasuk disini adalah abu bakar dan umar , itu disejajarkan dgn sunnah rasul, dan wajib bagi kita untuk mengikutinya

    kalau menurut saya, apa yg dicontohkan nabi belum tentu nabi melakukan.maksutnya apa yg tidak dilakukan nabi itu tidak boleh dilakukan.
    contoh ketika nabi dan saahabat bertemu suatu kaum,dimana mereka disuguhkan daging dhop (biawak padang pasir) panggang,nabi mau mengambil daging tsb dan serta merta sahabat mengatakan wahai rosululla,itu adalah daging dhop,lgsg rosulullah menatik tangannya kembali tidak jadi mencicipi. Kemudian para sahabat bertanya, “Apakah ianya haram wahai Rasulullah?” Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak, hanya saja daging dhob ini tidak ada di tempatku maka aku merasa tidak suka untuk memakannya. Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh para sahabat untuk melahap daging itu dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat dan membiarkan mereka.

    Perlu kang ari ketahui, persetujuan nabi kepada perbuatan para sahabat, itu juga merupakan sunnah rasul,
    saya kasih contoh, kang ari tahu kan lafadz adzan dan iqamah?
    siapa yang mengajarkan? apakah rasulullah? bukan kang ari, itu adalah dari mimpi seorang sahabat, lalu disampaikan kepada rasulullah, dan rasulullah menyetujuinya,maka itu menjadi sunnah yang wajib kita ikuti,.. begitu kang, jadi persetujuan rasulullah, atau diamnya rasulullah tidak mengingkari perbuatan para sahabat, itu menjadi sunnah rasul juga,
    Berbeda dengan perbuatan kaum muslimin sekarang ini yang membuat2 ajaran baru, dengan mengambil salah satu amalan2 yg ada dalam islam, contoh bacaan tahlil dijadikan sebagai rituat tahlilan kematian, atau surat yasin dijadikan sebagai ritual yasinan di malam jumat,.. ini adalah perkara2 yg baru , para sahabat saja tidak melakukannya, dan rasulullah sdh meninggal, siapa yang mengkoreksi perbuatan sebagian kaum muslimin tersebut?? jika para sahabat yang mengkoreksi adalah rasulullah,

    Islam adalah sebagai agama penyempurna (al quran),yg artinya bisa menghapus,bisa meluruskan dan bisa membiarkan yg sudah ada ketika tidak mengandung unsur-unsur kemusyrikan dan kedhaliman serta tidak bertentangan dengan agama.dan semua itu sudah dicontohkan oleh rosulullah.yg di hapus dah jelas,yg diluruskan contohnya aqiqoh sbg warisan budaya jahiliyah.yg dibiarkan dan nabipun tidak melaksnakan dah saya contohkan diatas.begitulah islam menghadapi budaya yg ada

    Perlu kang ari ketahui, ajaran rasul sebelum nabi muhammad, ada yang dihapus dan ada yang tidak, contoh, apa syariat taubat bagi umat nabi musa? taubatnya dgn cara bunuh diri, dan itu dihapus dalam syariat nabi muhammad,adapun puasa daud, masih dilestarikan, bahkan itu sebaik2 puasa setelah puasa ramadhan

    Dan tentunya semua berdasarkan dalil yang jelas dari rasulullah,

    Demikian juga dalam memahami alquran, sebaik-baik pentafsir alquran adalah rasulullah, kemudian para sahabat, kita wajib merujuk kepada pemahaman rasulullah dan para sahabat,. bukan pemahaman sendiri, (menurut saya, emang saya itu siapa?), atau menurut kyiai,ajengan, habib, sunan, walisanga,.. itu semua bukan sebagai rujukan utama kaum muslimin, yang jadi rujukan adalah rasulullah, dan dalil2 yg shahih,

    kalau sholat subuh dibuat 3 rokaat,itu jelas bid’ah,kerena menyalahi syariat.apa tahlilan menyalahi syariat

    shalat subuh 3 rakaat itu jelas bidah, karena menyelisihi syariat,.. wah , tahu tuh kang ari, tapi tahlilan,.. kok kang ari ngga tahu ya,.

    Tahlil adalah ibadah dzikir yang utama, tapi jika tahlil dikerjakan dalam rangka kematian seseorang, ini sudah jauh menyimpang dari ajaran rasulullah,..disebutlah acara tsb dgn nama tahlilan,

    contoh lain, yasin adalah salah satu surat dalam alquran, tapi jika dimasukan ke dalam ritual yg seolah2 dari islam yg dilakukan setiap malam jumat, jadilah itu amalan yang menhyelisihi ajaran rasulullah, jadilah yasinan

    baiklah, saya tanya kang ari,..
    Rasulullah pernah melakukan ritual tahlilan kematian tdk?
    Abu bakar, umar, utsman,ali, ketika rasulullah meninggal apakah melakukan ritual tahlilan kematian atas meninggalnya rasulullah??
    Imam syafii ketika gurunya meninggal, yaitu imam malik, apakah imam syafii melakukan ritual tahlilan kematian???
    Imam bukhari, atau muslim, apakah pernah melakukan ritual tahlilan kematian????
    jawabannya TIDAK PERNAH, .. nah, kalau mereka pernah melakukannya, pasti ada riwayatnya, pasti tercatat dalam kitab2 para ulama, mereka melakukan ritual tahlilan di hari ke 7, 10, 40, 100 dst,..
    Ada tidak? tolong tanyakan ke guru anda, kyiai anda, silahkan datangkan dalil dari rasulullah atau para sahabat, atau imam yang 4, ttg ritual tahlilan kematian ini, saya tunggu ya, atau perlu hadiah?

    afwan

    ngga perlu minta maaf kang ari, saya senang kok diskusi dgn antum,

    • Abu Fadhilah
      November 15, 2012 pukul 9:08 am

      Kang Ari, coba antum dengerkan penjelasan kaidah ushul bid’ah..download di radiorodja.com, penceramahnya abu yahya barussalam, lc..mudah-mudahan bermanfaat..

      Silahkan kang ari, insya Allah bermanfaat,download disini dengerin disini,

  31. ari
    November 14, 2012 pukul 9:13 am

    Dialog Ujang dan Abu Talafi tentang fitnah tahlil
    _____________________________________________________

    Abu talafi : Ujang tahlilan itu ajaran hindu
    Ujang : bang abu yg bener nih…..sambil senyum.
    Abu : jang coba deh kalau antum gak percaya lihat di kitab weda.
    Ujang : bang abu sy gak tau tuh kitab weda, emang ada yg di ajaran hindu kalaimah2 thoyibah…?
    Abu : apa jang kalaimah2 thoyibah, yg ana tau si thoyib dan bang thoyib.
    Ujang : bang abu, maaf kalau sy lancang dgn yg tuaan, tapi sy untuk kebenaran.
    apa ada ajaran hindu kalimah2 ini.

    1. Subhanalloh wabihamdzihi subhanallohil ‘adzim…?
    2. Laa ilaha illaa Alloh…?
    3. apa ada sholawat dan syuroh fatihah…?
    4. apa adan syuroh Al-baqoroh, al-ikhlas, binas, falaq dan ayat kursyi….?
    5. istighfar, syahadat, dan di tutip do’a…?

    Kalau memang ada, berarti dia muslim dan bang abu yg gak ada semua itu berarti bang abu nonmuslim

    Abu : gak ada jang…

    Ujang : kenapa kalau gak ada bang abu bilang ajaran hindu dan bilang lebih di sukai iblis orang berkumpul beribadah berkumpul dgn ayat2 suci Al-Qur’an…?
    apa ada larang dari Al-Qur’an, hadits dan jumhur para ulama yg melarang kebaikan semua itu…?

    Abu : Hanya diam malu.

    Ujang : bang abu ada juga dalil2 pelarangan berdzikir itu di tempat2 kotor, seperti MCK/toliet.

    Ujang : bang abu kalau gak tau ilmunya dan belum sampai kesini atau bang abu hanya dengar katanya dan katanya, lebih baik bang abu belajar cari mursyid dan kitab2 ulama itu petunjuk penyambung lidah dari Rosulalloh, shohabat, tabi’in, tabi’at-tabi’I, imam madzhab dan qoul imam madzhab dan hati2 loh kitab2 ulama klasik banyak yg dibajak/dimanipulasi isinya oleh pihak2 yg menjerumuskan kesesatan.

    Allah Berfirman;

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا
    (QS 33 : 41)

    Hai orang2 yg beriman, berdzikirlah dgn menyebut nama. Allah , dzikir yg sebanyak-banyaknya.

    فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ فَإِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
    (QS 4 : 103)

    Maka apabila kamu telah menyelesaikan sholat mu, ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah sholat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yg ditentukan waktunya atas orang2 yg beriman.

    Rosulalloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda,

    إن أعمالكم تعرض على أقاربكم وعشائركم من الأموات فإن كان خيرا استبشروا، وإن كان غير ذلك قالوا: اللهم لا تمتهم حتى تهديهم كما هديتنا)

    Sesungguhnya perbuatan kalian diperlihatkan kepada karib-kerabat dan keluarga kalian yang telah meninggal dunia. Jika perbuatan kalian baik, maka mereka mendapatkan kabar gembira, namun jika selain daripada itu, maka mereka berkata: “Ya Allah, janganlah engkau matikan mereka sampai Engkau memberikan hidayah kepada mereka seperti engkau memberikan hidayah kepada kami.
    (HR. Ahmad dalam musnadznya).

    Abu : diam dan muka merah, pergi tanpa pamit.

    Ujang : tua kok otaknya anak2, bodoh kok menyalahkan orang2 berilmu,

    Terimakasih, saya tambahin nih dialognya, dialog saya dengan anda saja ya,
    Ari : Bang admin, sdh baca belum, dialog diatas?

    Admin : sudah kang ari, kenapa emangnya?

    Ari : Tuh kan, bang abu mukanya merah dan pergi tanpa pamit,

    Admin : Oh gitu, kenapa emangnya kang ari?

    Ari : Dia merasa malu, tidak bisa ngejawab bantahan ane,.

    Admin : Oh gitu ya, oh iya kang ari, saya mau nanya nih,

    Ari : silahkan bang, nanya apa nih, dengan senang hati ane jawab,

    Admin : Gini kang ari, Dulu di jaman Rasulullah, apakah beliau pernah mengalami keluarganya yg meninggal?

    Ari : Pernah bang, kan khadijah, istrinya meninggal dikala rasulullah masih hidup,

    Admin : Bener kang ari, Rasulullah masih hidup ketika Khadijah meninggal,

    Ari : Bener bang, masa bang admin tidak tahu, atau ane harus bersumpah nih bang,

    Admin : Iya deh kang ari, admin percaya, admin juga tahu, hanya mastiin aje kang, trus gini kang ari, Rasulullah mencintai khadijah tidak?

    Ari : iya lah, rasulullah sangat mencintai khadijah,

    Admin : Apakah Rasulullah mengadakan ritual tahlilan setelah kematian khadijah?

    Ari : Ngga tuh bang, ngga tahu saya bang

    Admin : Oh ngga tahu ya kang, oh iya kang, Apakah Rasulullah pernah mengalami kematian anaknya?

    Ari : Pernah bang, anak beliau yang masih bayi yang bernama ibrahim meninggal,

    Admin : Apakah Rasulullah mencintai anak tersebut?

    Ari : Iya bang, bahkan rasulullah menangis ketika anak beliau meninggal

    Admin : Apakah Rasulullah mengadakan ritual tahlilan kematian setelah meninggalnya anak beliau?

    Ari : Tidak tuh bang,

    Admin : Kenapa rasulullah tidak melakukannya kang, kan anaknya itu sangat beliau cintai,

    Ari : wah, ngga tahu tuh bang,

    Admin : Oh iya kang, mau nanya juga nih, apakah para sahabat itu mencintai Rasulullah?

    Ari : Iya lah bang, kan rasulullah yang mendidik mereka,

    Admin : Oh iya yah, trus, waktu rasulullah meninggal dunia, apakah para sahabat melakukan ritual tahlilan kematian kang?

    Ari : Tidak bang, tidak ada sahabat yang melakukan ritual tahlilan kematian,..

    Admin : Nah, kok mereka tidak melakukannya yah, oh iya, berarti abu bakar, umar, utsman dan ali tidak melakukan ritual tahlilan kematian ya kang?

    Ari : Iya bang, mereka tidak melakukan ritual tahlilan kematian setelah meninggalnya rasulullah,.

    Admin : OOh… tidak melakukannya ya,

    Maaf para pembaca, dialognya masih panjang, .. mudah2an pembaca sabar dalam membacanya, kita lanjutkan ..

    Admin : Kang ari, mau nanya lagi nih, siapa guru imam syafii?

    Ari : salah satunya imam malik , aswaja di indonesia juga kebanyakan mengikuti madzhab imam syafii bang,

    Admin : Nah, apakah ketika imam malik meninggal, apakah imam syafii melakukan ritual tahlilan kematian?

    Ari : Ngga tuh bang,

    Admin : Lho kok mereka semua tidak melakukan ritual tahlilan kematian ya? Apakah yang mereka lakukan itu salah atau benar?

    Ari : (mikir-mikir, lantas berkata: bang, kata kyiai saya boleh melakukan ritual tahlilan kematian, bahkan kata walisanga juga begitu,

    Admin : Kang ari, siapakah tauladan yang bisa kita jadikan contoh dalam hal ini, apakah rasulullah dan para sahabatnya, ataukah pak kyiai?

    Ari : Tentu Rasulullah dong bang,

    Admin : Iya, betul kang, seharusnya Rasulullah lah panutan kita, rasulullah saja tidak melakukannya, demikian juga para sahabatnya,

    Ari : oh iya, betul juga ya bang, berarti apa yang diucapkan guru saya itu salah bang?

    Admin : kang ari, semua manusia, termasuk kyiai itu bisa salah, bisa benar, tapi yang terjaga dari kesalahan diantaranya adalah rasulullah, beliau terjaga dari kesalahan , jadi jika beliau tidak melakukan ritual tahlilan kematian, itu bukan suatu kesalahan, tapi memang itu tidak diajarkan,

    Ari : Oh begitu ya bang, saya baru mulai sadar,

    Admin : yah, namanya juga manusia kang, kadang bisa sadar dengan cara diskusi, seperti sekarang ini, tapi tentunya dengan niat mencari kebenaran, bukan debat kusir,

    Ari : iya bang, terimakasih atas penjelasannya, mudah2an bisa bermanfaat buat saya,

    Admin : Iya kang, senang berdiskusi dengan anda,

  32. raffi
    November 14, 2012 pukul 5:48 am

    alhamdulilah terima kasih atas pencerahanya mas saya jadi tau…lagian ritual.tahlilan di daerah saya itu bikin ribet aja mas..mesti nyiapin makanan minuman dan sbgny…lha iya klo pas kita lagi punya uang mas…..dan saya juga yakin nabi kita tidak pernah mengajarkan itu…sekali lagi terima kasih atas pencerahanya…

    Terimakasih mas raffi atas komentarnya, .. walaupun kita kaya juga tidak ada manfaatnya kita membuang biaya untuk ritual tahlilan, malah rugi berkali-kali, sudah keluar biaya, tidak mendapatkan pahala, apalagi biasanya habis acara mereka terkadang pada merokok, ada juga yg main kartu, dll.. ruginya berkali-kali, manfaat untuk akhirat tdk ada sama sekali, bahkan rugi didunia, dan rugi di akherat, kasihan ya,..

    wassalam…..

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  33. ari
    November 10, 2012 pukul 2:08 am

    assalamu’alaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    bagaimana pendapat anda tentang bid’ah yg dilakukan Imam Bukhori dan Muslim ketika sebelum menulis haidts mereka ambil wudlu dan sholat 2 rokaat?

    Terimakasih mas ari atas pertanyaannya,
    Apa yang dilakukan imam bukhari bukanlah bidah, beliau akan menulis perkataan Rasulullah berupa hadits, jadi beliau beradab terhadap hadits2 rasulullah, diantaranya adalah dengan bersuci dengan cara wudhu,
    Adapun shalat dua rakaat setelah wudhu, itu ada anjurannya dari rasulullah, berdasarkan kisah bilal, dimana rasulullah mendengar suara terompah bilal di surga, lalu rasulullah bertanya kepada bilal, amalan apa yang membuat rasulullah mendengar terompah bilal di surga, lalu bilal menjawab, setiap saya selesai wudhu, beliau shalat 2 rakaat, ini yg dinamakan shalat syukur wudhu,
    Jadi kemungkinannya bisa saja imam bukhari melakukan shalat syukur wudhu, atau shalat sunnah mutlak lainnya, atau shalat istikharah agar beliau dipermudah untuk melakukan penulisan hadits,

    • ari
      November 11, 2012 pukul 8:11 am

      bagaimana pendapat anda dg tiwayat ini :
      Imam Bukhari dalam kitab shahihnya yang dinukil dari Abdurrahman bin Abdul Qori yang menjelaskan: “Pada salah satu malam di bulan Ramadhan, aku berjalan bersama Umar (bin Khattab). Kami melihat orang-orang nampak sendiri-sendiri dan berpencar-pencar. Mereka melakukan shalat ada yang sendiri-sendiri ataupun dengan kelompoknya masing-masing. Lantas Umar berkata: “Menurutku alangkah baiknya jika mereka mengikuti satu imam (untuk berjamaah)”. Lantas ia memerintahkan agar orang-orang itu melakukan shalat dibelakang Ubay bin Ka’ab. Malam berikutnya, kami kembali datang ke masjid. Kami melihat orang-orang melakukan shalat sunnah malam Ramadhan (tarawih) dengan berjamaah. Melihat hal itu lantas Umar mengatakan: “Inilah sebaik-baik bid’ah!””

      Terimakasih mas ari, ada apa dgn riwayat dan perkataan umar tersebut? apakah umar melakukan bidah? ataukah umar menghidupkan kembali apa2 yang dulu rasulullah kerjakan?
      Silahkan baca link ini penjelasan ttg perkataan umar tersebut,

  34. sukisman
    November 4, 2012 pukul 9:27 am

    apakah tahlil yg sdr maksudkan pernah dibicarakan kepada mui atau depag setempat kalau sudah apakah mui sudah mengeluarkan fatwa lerangan tahlil yang sdr maksudkan, jadi sdrt tidak melakukan kontak langsung ke publika ini kurang baik bisa menimbulkan keresahan. saya ingat hadis rosul, apabila tidak ada di alquran dan hadis maka bermusyawarahlan kalian.

    Terimaksih mas atas komentarnya,..
    perlu diketahui, yang jadi rujukan betul atau tidak bukanlah MUI, tapi ayat dan hadits yang shahih , serta ijma para ulama,
    Dan perlu diketahui, MUI adalah salah satu lembaga pemerintah yang mengurusi masalah keagamaan, dalam hal ini agama islam,
    Jadi semua putusan MUI pun timbangan kebenarannya adalah ayat dan hadits yg shahih, jika sesuai kita terima,dan jika salah kita tidak terima fatwa MUI tsb,

    Adapun jika MUI blm mengeluarkan fatwa, maka tidak ada pengaruhnya, sebab MUI bukan patokan kebenaran, dan di jaman Rasulullah, sahabat, MUI ngga ada, dan adanya juga cuma di indonesia,.. sedangkan ayat dan hadits yg shahih berlaku untuk seluruh dunia,.. bukan di indonesia saja

    Rasulullah adalah tauladan kita
    Rasulullah orang yang sangat sayang kepada umatnya, sangat sayang kepada istrinya, kepada para sahabatnya,
    Ketika istrinya meninggal, beliau tdk melakukan ritual tahlilan, ketika sahabatnya banyak yg meninggal, rasulullah tdk melakukan ritual tahlilan,
    Demikian juga ketika rasulullah meninggal, para sahabat tidak melakukan ritual tahlilan,
    Ritual tahlilan hanya ada mungkin di indonesia saja, imam abu hanifah,mali,syafii,juga imam ahmad saja tidak melakukannya
    Coba dipikir mana yang benar, mereka yg tidak melakukan, atau mereka yang melakukannya?

    SEandainya itu baik, pasti kita sudah keduluan oleh mereka,

    • ari
      November 12, 2012 pukul 10:44 pm

      kalau tahlilan dulu dah ada di masa sahabat, niscaya mereka akan melakukannya

  35. cak chamid
    Oktober 22, 2012 pukul 6:55 am

    ironis…..sungguh ironis…

    Terimakasih cak chamid atas komentarnya yg cukup bagus,

    Sering umat islam di Indonesia tercinta ini mengadakan Khaul untuk kyai ini….kyai itu… dan seterusnya, tapi ironisnya kita nggak pernah mengadakan khaul untuk nabi Muhammad SAW atau para sahabatnya

    Justru terbalik mas,
    Kita tahu, siapa yang lebih mencintai Rasulullah? Pasti jawabnya para Sahabat Rasulullah orang yang paling mencintai Rasulullah,
    Namun tidak kita dapati satupun riwayat jika para sahabat itu melakukan khaul utk Rasulullah,
    Kita tidak mendapati Abu bakar melakukan khaul Rasulullah
    Kita tidak mendapati Umar, Utsman, juga Ali melakukan khaul rasulullah
    Kita tidak mendapati salah satu sahabat yang melakukannya,
    Kita juga tidak mendapati jika imam abu hafifah,imam malik,imam syafii,imam ahmad melakukan khaul rasulullah,
    Kita tidak mendapati imam bukhari,muslim, dan imam-imam ahlussunnah melakukannya,

    Nah, apakah tindakan kita yg melakukan khaul tsb merupakan tindakan mulia yang bernilai ibadah?? SANGAT MUSTAHIL,

    Justru kita dapati orang-orang syiah yang pertama kali melakukan ritual khaul kematian,.
    Syiah kah panutan kita? na’udzubillahi min dzalik

    terus, pertanyaannya…. siapakan yang lebih mulia diantara yang dirayakan khaul atau yang tidak ?

    Yang lebih mulia adalah apa yang dilakukan oleh para sahabat sebagai generasi yang dibina langsung oleh Rasulullah, yaitu tidak melakukan ritual khaul tsb,

  36. hariy
    Oktober 20, 2012 pukul 2:29 am

    Pendpt yg dangkal, klau maulud nabi bgmn ? Klau sekaten bgmn ? Kalau haul gus dur bgmn ? Kalau idul qurban bgmn ? Aliran baru?

    Terimakasih kang hariy atas komentar dan tanggapannya,
    Dari beberapa hal yang anda sampaikan, hanya satu yang ada tuntunan dari Rasulullah, yaitu idul qurban , selainnya itu tidak sesuai dengan ajaran rasulullah,

  37. fulan
    Oktober 18, 2012 pukul 4:06 pm

    Mas, habaib itu apa sih??
    Terimakasih komentarnya mas fulan,

    Habaib itu orang yang katanya keturunan rasul, keturunan arab, itu yg biasa dikenal,
    Padahal tidak ada istimewanya keturunan rasul,jika amalannya tidak sesuai dengan ajaran rasulullah, walaupun dia seorang habaib,

    Koq setiap saya jelasin ke temen saya kalo tahlilan itu ga ada nash nya saya dibalikin lagi disuruh nanya ke habaib,,. Sdangkan saya sndiri blom faham orang yang udah bisa disebut habaib/ habib atau apalah namanya itu kriterianya atau ciri² fisiknya sperti apa??
    Mohon saya dikasih tau…

    Silahkan baca disini tentang orang yang mengaku keturunan rasul

  38. Oktober 18, 2012 pukul 3:24 am

    fin’s :
    Assalamu’alaikum..

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    Mas, saya sering merenung dgn Islam yg saya pelajari slama ini..
    itulah kalau mencari ilmu bukan dari sumbernya, semakin bertanya semakin tersesat ..
    mudah-mudahan Allah membuka hati orang orang hati nya tersesat ..

    Betul sekali mas, jika mengamalkan ajaran islam dari sumber yang salah, maka penyimpangan yg akan didapatkan,
    Dan mereka bertanya, bukan dalam rangka mencari kebenaran(walaupun tidak semuanya, ada jugga yang betul2 mencari kebenaran tsb) tapi sekedar ngetes atau ngajakin debat, juga banyak yang mencela,
    Mudah-mudahan Allah tunjuki mereka,

    sumber yg benar tentunya alqur’an dan alhadits,,, tp untuk mentafsir maksud dari kedua pegangan seluruh umat islam tsb harus membutuhkan guru yg arif dlm bidangnya lantas kemana kita harus mencari guru tsb?

    Jika anda mau berpikir, coba jawab pertanyaan ini, kepada siapakah Rasulullah mengajarkan Alquran dan Hadits?
    Jika anda sudah tahu jawabnya, silahkan anda komentar lagi, agar nyambung diskusinya

  39. fin's
    Oktober 7, 2012 pukul 8:38 am

    Assalamu’alaikum..

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    Mas, saya sering merenung dgn Islam yg saya pelajari slama ini..
    itulah kalau mencari ilmu bukan dari sumbernya, semakin bertanya semakin tersesat ..
    mudah-mudahan Allah membuka hati orang orang hati nya tersesat ..

    Betul sekali mas, jika mengamalkan ajaran islam dari sumber yang salah, maka penyimpangan yg akan didapatkan,
    Dan mereka bertanya, bukan dalam rangka mencari kebenaran(walaupun tidak semuanya, ada jugga yang betul2 mencari kebenaran tsb) tapi sekedar ngetes atau ngajakin debat, juga banyak yang mencela,
    Mudah-mudahan Allah tunjuki mereka,

  40. Halilullah
    Oktober 7, 2012 pukul 4:48 am

    Ma’af mas sebelumnya, saya juga orang Wahabi, tapi saya tidak menganggap tahlil dan membaca yasin itu bid’ah. karena tidak ada satu hadistpun yang melarang perbuatan itu. jaga tidak ada ayat dalam Al Qur’an yang melarang orang membaca tahlihl dan surat yasin. Anda jangan memperkeruh masalah ini.

    Terimakasih sudah komentar disini,
    Anda wahabi ya? emangnya apa sih arti wahabi?
    Kalau anda mencari hadits tentang pelarangan ritual tahlilan,yasinan, maka sampai kiamatpun tidak akan menemukan haditsnya mas,
    Sama saja gini mas, misalkan ada orang shalat shubuh 4 rakaat, bolehkah kita melarangnya?
    Jika orang tersebut mengatakan, anda itu salah, kenapa melarang saya shalat? tolong carikan haditsnya tentang larangan shalat shubuh 4 rakaat, apakah akan anda temukan hadits tersebut?

    Nanti anda juga akan dituduh memperkeruh suasana, melarang orang shalat

    Kalau anda menganggab tahlil, zikir membaca surat yasin dan Al Qur’an itu bid’ah, jelas ini kesesatan yang nyata. Sebaiknya anda hentikan sebelum Allah melaknat anda. Dan jangan terlau dangkal menafsirkan sebuah hadist dan ayat-ayat Al Qur’an. Pernyataan anda sama sekali tidak ada dasarnya, baik dalil Aqli ataupun Naqlinya. Jadi cukupkan saja masalah ini sampai disini.

    Jawaban diatas sudah mewakili mas, bukan saya menganggap tahlil,zikir,membaca surat yasin dan alquran itu bidah, BUKAN,..
    Sebagaimana saya jawab diatas, boleh ngga shalat shubuh 4 rakaat?

    atau saya tambahkan , boleh ngga ketika shalat idhul fitri sebelum shalat kita adzan dahulu, lalu pas mau shalat kita iqamat? bukankah adzan itu panggilan untuk shalat, dan iqamat itu saat imam mau memulai shalat?
    Bukankah tidak kita dapati larangan adzan ketika mau shalat idhul fitri? silahkan anda cari, dijamin sampai kiamat juga ngga bakalan nemu mas

    Biarkanlah mereka yang membaca tahlil, surat yasin, Al Qur’an, sholat tarawih tetap mereka lakukan. Kenapa anda yang sibuk. Memangnya anda siapa sih ? Nabi ? Khalifah ? Imam Besar Masjidil Haram ? Orang yang hafal Al Qur’an ? Penafsir Hadist ? Ulama Besar ? Atau Dajjal ? Ini tidak perlu anda jawab, tapi anda pikirkan sendiri dan fahami.

    Sekali lagi mas, siapa yg melarang hal itu? yang kita larang adalah kenapa ritual tersebut dikaitkan dengan hari kematian???
    Nabi saja tidak melakukannya, Khalifah juga tidak melakukkannya,.. Imam Besar Masjidil Haram juga tidak melakukannya,Ulama besar tidak melakukannya
    Abu Bakar, Umar, Utsman,Ali, tidak melakukannya,
    Imam Abu Hanifah,Imam Malik, Imam Syafii, Imam Ahmad , mereka tidak melakukannya,
    Imam Bukhari, Imam Muslim, dan ulama2 ahlus sunnah lainya, mereka tidak melakukannya,
    Dajjal sendiri, kayaknya juga tidak melakukannya,.. ngga ada ceritanya soalnya dajjal melakukan ritual tahlilan,
    Jadi SIAPA YANG PERTAMA KALI MELAKUKANNYA??
    PERTANYAAN BESAR NIH MAS,. cari siapa pelakunya.. bingung bingung deeeh…

    Silahkan dipikir mas, ngga usah anda jawab,.. he..he..he.. sampai rambut mas beruban pun sptnya ngga tahu jawabnya

    Apakah sholat anda sudah benar. sehingga anda berani mengatakan segala sesuatu itu bidah.

    Insya Allah cara shalat saya sudah benar, mengikuti contoh shalat yg diajarkan oleh Rasulullah, nah, apakah cara shalat mas sudah benar?
    Kalau belum tahu, silahkan baca ini mas,. insya Allah bermanfaat sekali,
    Untuk video tatacara shalat dan wudhu juga ada mas, silahkan lihat disini

    Jalan di aspal, bid’ah, noton TV bid’ad, Naik mobi, pesawat, kapal juga bid’ah. Jika anda tinggal di Indonesia, ketika anda melaksanakan haji ke tanah suci, apa anda harus jalan kaki ? Bagai mana anda menyeberangi lautan ? Bagai mana anda berjalan diatas aspal ? yang logika sajalah.

    Waduh mas, kurang banyak, ada lagi, combro bidah mas, nabi ngga pernah makan combro, hape juga bidah mas, nabi ngga pernah smsan,internet juga bidah mas, nabi ngga pernah chating, bala-bala,gudeg jogja,itu juga bidah mas,. selengkapnya bisa baca disini mas,

    Bicara so’al bid’ah tapi tidak ada dasar, sedangkan togel, judi, pelacuran anda tidak menganggapnya dosa, apa lagi bid’ah ?

    Kata siapa mas, jangan asal nuduh gitu dong,togel ,judi,pelacuran, itu semua adalah dosa dan maksiat, tapi bukan bidah mas,
    Dan bidah itu pasti maksiat, makanya setan itu lebih suka kepada pelaku bidah daripada pelaku maksiat, jangan salah paham lho mas, bukan berarti saya nyuruh kalau gitu maksiat saja,

    Semoga Allah memberikan petunjuk kepada anda, dan mengampuni kekhilafan anda ini. Dan menerangkan hati anda yang saat ini buta dan mati. Amin.

    Jazakallahu khairan atas doanya,

    Bagi kaum muslimin dan muslimah yang lain, jangan terpengaruh dengan permasalahan bid’ah yang beliau paparkan pada blog ini. Anggap saja sebagai bahan intropeksi agar kita lebi dekat dan lebih khusyu’ lagi beribadah kepada Allah.

    Alhamdulillah, banyak pembaca setelah membaca tulisan di blog ini pemahamannya tentang ajaran islam bertambah, mengetahui mana ibadah yg betul-betul diajarkan oleh Rasulullah, dan mana yang tidak,
    Mudah-mudahan Semakin banyak kaum muslimin yg mendapatkan petunjuk di jalannya, menuju keridhaan Allah subhanahu wata’ala

    • vall as sunnah
      Oktober 11, 2012 pukul 11:23 am

      halillah… yg dia mksud bid’ah bukan dari dzikir, baca surat yasin atau yg lainnya. TETAPI caranya mengamalkannya itu loh,……….. Rasullah tdk prnah baca dzikir di tmpat tahlilan. dzikir itu di baca setelah shalat fardu.

  41. rudi
    Oktober 5, 2012 pukul 10:27 am

    Kita masing-masing punya imam/guru/panutan atau yang lain yang lebih berilmu dari kita dalam melakukan ibadah, kenapa tidak sebaiknya saja para imam/guru/panutan dari masing-masing yang mereka contoh (setuju/tidak setuju dengan tahlilan atau jenis ibadah lain yang dianggap bid’ah) duduk bareng dan saling berdiskusi, berargumentasi dan bisa saling menerima untuk menyelesaikan masalah tersebut dan hasilnya dijelaskan dibawahnya.

    kalau mereka saja belum bisa menyelesaikan, kenapa justru kita yang kadang dibawah lebih sering mempermasalahkannya ?????

    Terimakasih mas rudi atas tanggapannya yg cukup bagus,
    Betul mas, kita masing-masing punya guru,.. dan kita wajib mengikuti gurunya para guru, yaitu Rasulullah ,.
    Dan rasulullah tidak mengajarkan ritual tahlilan kematian, justru, kenapa kok ada guru yg mengajarkan ritual yang tidak diajarkan oleh Rasulullah sama sekali??

    Yang salah siapa nih mas? tentu guru yg mengajarkan,..

    Makanya sekarang, tinggalin ajaran guru tersebut, dan kita mengajarkan yg benar-benar diajarkan oleh gurunya para guru,..

    Jadi bukan mempermasalahkan mas, tapi menyadarkan,…

  42. amin
    Oktober 1, 2012 pukul 3:24 pm

    assalamualaikum,

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    nuwunsewu apa sampeyan sudah pernah meninggal?
    sehingga tahu benar orang yang meninggal tidak perlu didoakan / ditahlilkan…
    untuk sekedar meringankan siksa kuburnya…

    Matursuwun mas amin atas komentare sing apik,
    Orang yg sdh mati tdk akan bisa balik lagi ke alam dunia, apalagi bikin blog , atau njawab pertanyaan anda, begitu mas
    Orang yg sdh meninggal justru butuh doa, sehingga kita dianjurkan utk mendoakan orang yg sdh meninggal, dan inipun dipraktekkan dan diajarkan oleh rasulullah,
    Adapun ritual tahlilan, rasulullah tidak pernah mengajarkannya, melakukan tahlilan utk sahabatnya yg meninggal, atau istrinya, anaknya yg meninggal.

    Jika rasulullah saja tidak melakukannya, kenapa kita lancang melakukannya?? apakah kita lebih baik dari rasulullah?
    Bukankah tauladan kita adalah rasulullah?

    Mas amin, seandainya rasulullah mengajarkan ritual tahlilan ini, saya juga mau malakukannya,

    wassalamualaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

  43. mae
    September 29, 2012 pukul 5:09 am

    bukankah khalifah umar bin khatabb,,,membuat peraturannya sendiri,,,yg mereka anggap baik bagi umatnya,,meskipun rasul tidak mengajarkannya,,,

    Terimakasih atas komentarnya yang cukup bagus
    Misalkan khalifah umar bin khattab membuat aturan sendiri, dan tidak ada pengingkaran dari sahabat lainnya, maka ini merupakan sunnah yang boleh diikuti, sebab kita disuruh berpegang kepada sunnah rasulullah, dan sunnah khulafaur rasyidin, sebagaimana hadits rasulullah:
    فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين من بعدي عضوا عليها بالنواجذ وإياكم ومحدثات الأمور فإن كل بدعة ضلالة
    “Hendaklah kalian berpegang pada sunnahku, dan sunnah khulafaur rasyidin al mahdiyin setelahku, berpeganglah kepadanya, dan gigitlah dengan geraham dan jauhilah perkara yang diada-adakan, sesungguhnya setiap yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat.” [Dikeluarkan oleh Abu Dawud, Kitabus Sunnah bab Filuzumis Sunnah 4: 607

    Dan Umar bin khattab adalah termasuk khulafa’ur rasyidin, masuk kedalam perintah rasulullah bahwa kita disuruh berpegang teguh dengan sunnah rasulullah, dan sunnah khulafaur rasyidin,

    Dan apa yang dilakukan umar bukanlah hal baru, bahkan umar menghidupkan kembali apa yang pernah rasulullah lakukan, yaitu shalat tarawih dengan satu imam,

  44. waethol bodo
    September 22, 2012 pukul 6:29 pm

    Jadi menurut Anda SUNAN KALIJOGO adalah pencetus tahlilan yang bid’ah tersebut? Dan sebagai gembong orang2 yang tidak termasuk umat Rosululloh SAW? walopun banyak orang yang melafalkan syahadat dihadapan beliau ? JAWABAN anda saya tunggu

    Terimakasih mas atas komentarnya, silahkan anda baca sejarah walisanga disini, mudah2an bisa menjawab pertanyaan anda

  45. Murni Islam
    September 14, 2012 pukul 5:36 am

    Setelah membaca komentar2 di atas Saya Sangat puas sekali dan sependapat dengan Jawaban admin,Semoga Allah memberi kesabaran kepada admin dalam menyampaikan nasehatnya kepada kaum muslimin…

  46. Abdul Mukti Nasution
    September 13, 2012 pukul 2:34 pm

    Assalamualaikum……..

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,

    Saya mau bertanya.!!
    mana lebih tepat untuk menyebut rang yang sudah meninggal.
    Apa Almarhum Atau Mendiang.??

    Terimakasih sudah meninggalkan komentar disini, mudah-mudahan Allah memberikan hidayahnya kepada anda, dan kaum muslimin semua
    Jika dia seorang muslim, kita sebutkan dgn doa rahmat, yaitu kata rahimahullah, contoh jika yg meninggal bernama abdullah, maka kita ucapkan Abdullah rahimahullah, bukan abdullah almarhum

  47. bibul
    September 5, 2012 pukul 6:40 am

    ya dh sekarang klu tahlill tu bidah. ketika ente mati apa ente tu pilih hanya dikuburkan dan tidak didoakan.

    cuma dimasukin tanah dan dikubur lalu ditinggal trus gak di doakan…

    seperti bangkai yang mati lalu dikubur bgt saaja?????

    Terimakasih atas komentar kang bibul, mudah2an Allah menunjuki anda kepada pemahaman islam yang benar, sebagaimana pemahaman para sahabat, generasi yang dibina langsung oleh Rasulullah,

    Kang bibul, ketika istri Rasulullah meninggal, rasulullah mengubur dan tidak diadakan ritual tahlilan, jadi ketika dikubur tidak ada ritual2 lain lagi,
    Rasulullah ketika meninggal, bahkan rasulullah adalah sebaik-baik manusia, beliau yang pertama kali akan membuka pintu surga,.. beliau ketika meninggal setelah dikuburkan, tidak ada ritual apapun, dikubur begitu saja, bahkan kuburannya tidak diapa2kan, hanya ditandai dengan batu,
    Para sahabat dimasa rasulullah hidup, mereka banyak yang meninggal, sementara rasulullah tidak melakukan ritual apapun, dan kuburannya juga tidak dibangung, hanya ditandai dengan batu,.. dikubur begitu saja,.

    Apakah anda berani mereka itu meninggal ketika dikubur diperlakukan seperti bangkai? tidak ada ritual apa2 lagi?????
    Mana yang lebih baik, perlakuan yang dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya, ataukah ritual yang mungkin anda yakini???

    Beranikah anda mengatakan rasulullah diperlakukan seperti bangkai ketika beliau dikubur??

    Dengan kisah diatas, saya pun lebih memilih diperlakukan sebagaimana rasulullah mempraktekannya, ketika dikubur maka tidak ada ritual2 lain seperti ritual tahlilan 7 hari,10 ,40,100 dst,.. sebab itu bukanlah petunjuk rasulullah,..

    Dan tentu, petunjuk rasulullah jauh lebih baik daripada petunjuk selainnya,..

    Biarlah dikatakan kok diperlakukan seperti bangkai, padahal jika org seprti itu sadar mengucapkan hal tersebut, secara tidak sadar dia sedang melecehkan ajaran rasulullah,.. Rasulullah tidak mengajarkan ritual seperti itu, lalu orng tersebut mengatakan kepada org yg tidak melakukannya dengan perkataan yg sangat keji, memperlakukan orang yg dikubur seperti bangkai,.. na’udzubillahi min dzalik dari melecehkan ajara rasulullah yg mulia,..

    Mudah-mudahan Allah mengampuni dan memberikan hidayah kepada anda khususnya, dan kepada kaum muslimin semuanya,.. amiin..

  48. Bunda Fajri
    Agustus 27, 2012 pukul 2:48 pm

    Setidaknya para wali sudah meng islamkan orang indonesia khususnya jawa, Apakah anda mampu meng islamkan yahudi atow israel mungkin????

    Terimakasih bunda fajri atas komentarnya,
    Kita wajib berterimakasih kepada para wali yg telah menyebarkan islam di indonesia,
    Apa yang diajarkan para wali tersebut adalah benar, mereka para wali itu adalah utusan dari khilafah turki utsmaniyah,
    Ajaran islam mulai distorsi ketika ada wali-wali lokal, wali ASWAJA (ASli WAjah JAwa) yang mulai mencampur adukkan ajaran hindu kedalam islam, dengan dalih ingin mengajak umat hindu kedalam islam, ini tentu sesuatu yang bertolak belakang dari ajaran islam yg mulia,
    Rasulullah saja tidak mau mencampur adukkan ajaran jahiliyah quraisy utk tujuan menarik orang quraisy ke dalam islam

    Jika Bunda Fajri ingin membaca sejarah walisanga, silahkan bisa lihat disini

  49. aunk
    Agustus 27, 2012 pukul 12:59 pm

    hari gini urusan bid’ah dan tahlilan masih saja dibahas…

    Terimakasih sebelumnya telah berkomentar disini mas,

    Rasulullah juga setiap mau taklim mengingatkan para sahabatnya dari perbuatan bidah mas, jadi kita mencontoh Rasulullah dalam hal ini,

    sudah bisa menjalankan rukun islam dan rukun iman saja sudah untung…

    Ini juga termasuk konsekwensi dari iman kepada Rasul mas, jangan salah lho, jika kita beriman Nabi muhammad rasul kita, maka ikuti apa-apa yang beliau ajarkan saja, dan jangan melakukan amalan2 yg tidak berasal dari rasulullah,.. hayo mas, siapa tauladan anda? Rasulullah atau selain rasulullah? ini konsekwensi dari syahadat rasul juga loh, wa asyhadu anna muhammadan rasuulullah,

    mendingan ente dakwahin orang2 non islam supaya bisa masuk islam tanpa paksaan aja….

    daripada ngurusin bid’ah terus2an….

    gak bakal ada habisnya…

    Betul sekali, ngga ada habisnya, inilah dampak dari bidah, lebih mudah mendakwahkan orang kafir agar masuk islam, daripada mendakwahkan para pelaku bidah agar taubat dari bidahnya,.. lebih mudah mendakwahi para pelacur,pemabok,pencuri,garong, koruptor,agar mereka tobat dari perbuatannya, daripada mendakwahi para pelaku bidah,
    Makanya ngga heran, kalau setan itu lebih mencintai para pelaku bidah daripada pelaku maksiat,

    internet juga buatan yahudi, kok ente make internet???…

    entar dianggap bid’ah lagi dah… capek deh…

    Emang internet bidah, pesawat juga, hape,dodol garut,bala-bala,mobil,itu semua bidah mas, tapi bidah secara bahasa, silahkan dibaca disini penjelasannya..

  50. awan
    Agustus 15, 2012 pukul 7:50 pm

    Oke. . .jadi gni. . . .wayang it hindu??

    Betul sekali,

    Tp islam masuk lewat wayang. . ..it sejarah yg g bs d tampik. . . Mau apa lage? Bidah?

    Betul, itulah islam yang sampai ke indonesia setelah generasi wali asli keturunan jawa,yang memasukan ajaran hindu kedalam islam yang mulia, yaitu jaman sunan kali jaga, yang ngga ada kerjaan nungguin kali, ngga mandi,ngga shalat, selama berbulan-bulan,hingga ada sarang burung di kepalanya,.. itukah org yang kita bangga-banggakan??
    Hukum meninggalkan shalat jumat 3 kali saja Allah tutup hatinya, apalagi meninggalkan shalat jumat berbulan-bulan….Belum lagi dimana dia EE dan Kencingnya? dicelana? yang bener aja dong mas,.. jangan mau dibohongin terus-terusan,..

    Islam itu agama yang paling ilmiah, semua berdasarkan dalil, bukan cerita turun temurun, bukan sekedar dari cerita guru kita,cerita ajengan kita, atau cerita masyarakat,

    Islam ada dalilnya, sangat jelas, dan dalil yang dipakai adalah dalil yang shahih,bukan dalil lemah atau palsu,

    Rasulullah menyebarkan dakwah islam ke segala penjuru, beliau mengutus para sahabatnya, akan tetapi tidak kita dapatkan para sahabat mencampurkan budaya lokal kedalam ajran islam yang mulia, untuk menarik masyarakat tersebut agar memeluk islam,

    Lihat juga para wali sebelum jaman sunan kalijaga, mereka mendakwahkan islam dengan cara yang benar, silahkan baca sejarah walisanga disini

    Bid ah tetap ada btasan. . Batasanya di ibadah mahdoh. . .

    Kata siapa bidah ada batasannya? hanya kepada ibadah mahdah saja? kalau kepada ibadah ghaira mahdah berarti ngga apa2?? Bukankah Rasulullah mengatakan semua bidah adalah sesat? Dikemanakan perkataan rasulullah ini, seandainya anda mengatakan seperti hal diatas,.. tentu perkataan rasulullah yang lebih layak untuk kita pegang,

    Lalu kalau dr hindu trz qt hindu gt? Kalo iy. . Indonesia g ad islam. Krn masuk lewat wayang dan it dr hindu

    Tidak semua islam yang masuk ke indonesia lewat wayang,
    Kewajiban kita yg sudah tahu, berusaha membersihkan ajaran islam sebagaimana yang rasulullah ajarkan,.. dan itu perlu waktu, dan cara-cara yang penuh dengan hikmah,.. sabar dalam menjelaskan, dan penuh dengan kelemahlembutan,..

    Seandainya kita sudah tahu sejarah ttg masuknya islam ke indonesia ada yang terkontaminasi dgn ajaran hindu, maka kewajiban kita adalah mempelajari islam ini, sesuai dengan islam yang diajarkan Rasulullah kepada para sahabatnya,.. merekalah generasi yang perlu kita contoh, bukan mengikuti kebanyakan masyarakat,.

  51. boymin13687
    Agustus 15, 2012 pukul 2:08 pm

    para ahli bidah menyukai segala sesuatu yang dari nenek moyang mereka yang biasa mereka sebut sebagai tradisi. maka saksikanlah Ya Allah, Saya menentang Tahlilan, karena telah jelas yang hak dan batil, barang siapa yang berpaling setelahnya merekalah orang orang yang merugi.

  52. Primitif
    Agustus 14, 2012 pukul 10:50 pm

    Mau nanya nih. saya orang awam. tapi blom pernah sy mengengar sy di cap sebagai orang gila. KALO TAHLIL BISA DILAKUKAN KAPAN SAJA, APAKAH 7 HARI, 40 HARI, 100 HARI DAN 1000 HARI TIDAK TERMASUK DIDALAM WAKTU KAPAN SAJA ?

    Ya jelas tidak lah, kenapa ditetapkan 7 hari,40 hari,100 hari, 1000hari,.. ini adalah pengkhususan yang perlu kepada dalil yang memerintahkannya,..

    Ini bukan termasuk KAPAN SAJA,.. kalau kapan saja, ya ngga perlu dilakukan di 7,40,100,1000 hari,.. PAHAM?

    Mudah-mudahan tidak jadi orang awam lagi, dan jangan betah menjadi orang awam terus,..

  53. aun
    Agustus 14, 2012 pukul 9:15 am

    berarti kita jangan hidup di negara indonesia karena semua peraturan hukum di indonesia bukan berasal dari syari’at islam?….

    Kata siapa hukum yang di indonesia bukan dari syariat islam? sebagian besar hukum islam banyak diterapkan di indonesia kok, mau bukti?

    Apakah pemerintah indonesia sudah berhukum dengan hukum Allah atau belum? jawabnya.. SUDAH, bahkan sebagian besarnya sudah menerapkan, mau bukti?? ini buktinya:

    1. Adzan shalat 5 waktu, apakah itu hukum islam? Bagaimana penerapannya di indonesia, apakah pemerintah melarangnya? TIDAK, bahkan membolehkannya, bahkan menggunakan speaker sehingga suaranya terdengar jauh, tidak seperti di singapura,di jepang,jerman, dimana adzan dilarang suaranya keluar masjid , apakah adzan bukan hukum islam? hanya orang bodoh saja yg mengatakan adzan bukan hukum islam, bahkan adzan adalah syiar islam, Rasulullah saja jika ingin menyerang suatu negeri, maka beliau menunggu pagi hari, jika terdengar suara adzan, maka beliau urungkan penyerangan tersebut, karena negeri tersebut adalah negeri islam,..

    2. Shalat 5 waktu, apakah pemerintah melarangnya? TIDAK, bahkan memberikan fasilitas, shalat 5 waktu bebas dilakukan,masjid-masjid bebas dibangun,
    Apakah ini bukan hukum islam?? Hanya orang bodoh yang mengatakan ini bukan hukum islam,

    3. Puasa ramadhan,. apakah pemerintah indonesia melarang puasa? bahkan pemerintah membantu pelaksanaanya, penentuan hilal,..apakah ini bukan hukum islam? Hanya orang bodoh yang mengatakan ini bukan hukum islam,

    Demikian pula Zakat, Haji, pemerintah menyokongnya,.. ini semua hukum islam,

    4. Bagaimana cara nikah di indonesia, cara waris, apakah tdk menerapkan aturan islam? menerapkan,..

    Syariat islam yang besar-besar tegak di negeri ini, Alhamdulillah,

    Janganlah hanya karena pemerintah belum menegakkan hukum pidana secara islam, lalu menganggap pemerintah blm menerapkan syariat islam…

    sementara mengesampingkan syariat islam yang merupakan syiar islam terbesar, sdh ada di negeri ini,..

    Berbuat adil lah, dan jangan berpikir picik, melupakan penegakan syariat islam yang sudah ditegakkan oleh pemerintah indonesia hanya karena pemerintah belum menegakkan hukum pidana secara islam, tapi menggunakan hukum pidana buatan manusia,

    Jadi suatu kedustaan perkataan yang mengatakan jika indonesia semua hukum-hukumnya bukan berasal dari islam,.. Hukum islam yang besar-besar sudah diterapkan di indonesia,

  54. wandhi
    Agustus 9, 2012 pukul 7:02 am

    Kiranya anda bisa kasih pencerahan soal mendoakan orang tua,,,, apkh itu аϑα tuntunanya ato tidak……
    Krn saya rasa tahlil ato yasin itu bermaksud mendoakan orang tua.

    -terimakasih-

    Mendoakan orang tua sudah rasulullah ajarkan, bahkan doanya juga sudah rasulullah ajarkan, anak-anak TK saja hafal
    Rabbighfirly waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiira.
    Sedangkan cara mendoakan orang tua dengan cara ritual tahlilan,atau ritual yasinan itu bukan ajaran yg diajarkan oleh rasulullah

    Kalau kalimat tahlil, itu dzikir yg diajarkan oleh rasulullah,bahkan dzikir yg paling utama, tapi kalau diritualkan menjadi ritual tahlilan, ini adalah pelecehan terhadap kalimat tahlil tersebut,
    Tahlil yang benar, silahkan baca disini

    Demikian juga surat yasin, itu surat dalam alquran, dibaca kapan saja, dan hendaknya bukan yasin saja yang dibaca, tapi seluruh alquran, dibaca setiap hari, sehinnga kita bisa mengkhatamkan alquran,.. bukan yasin terus setiap malam jumat,.. padahal sunnahnya di malam jumat yg dibaca surat alkahfi, bukan surat yasin

    Mau tahu tentang yasinan, silahkan baca artikel ini

    Apa sih yang dibaca ketika malam jumat? silahkan baca disini

    • wandhi
      Agustus 13, 2012 pukul 8:02 am

      Terima ksih atas pencerahannya….
      Tp mohon maaf sblumnya,,,,,saya rasa anda krg pas berskap demikian,,,dr Ŷªήğ sy bca dr tanggpn dn tulisan anda seolah2 andalh Ŷªήğ pling benar,,,, kt manusia bro…..merasa benar itu boleh tp Ĵgn mrasa pling benar,,,,
      Smga jd renungan kt bersama.

      Yang paling benar adalah apa yang diajarkan oleh rasulullah,..
      Jika itu diajarkan oleh rasulullah, pasti ada hadits-haditsnya yang sampai kepada kita,..

      Seandainya itu diajarkan oleh rasulullah, dan ada haditsnya yang shahih,.. tentu saya juga mau melaksanakannya kok, ngga pake malu-malu lagi,..

      Sekarang , jika itu benar, mana dalil yang memerintahkannya,…

      Jika tidak ada dalil yang memerintahkannya,. siapakah yang paling benar dalam hal ini?
      Orang yang mengingatkan akan tidak adanya ritual tersebut,.. atau orang yang melaksanakan ritual tersebut?

      Semoga bisa menjadi bahan renungan bersama,.. sehingga kita tidak terjerumus kedalam amalan yang sia-sia, bahkan mendatangkan dosa,.. renungkanlah..

  55. abu ghina
    Agustus 8, 2012 pukul 6:09 pm

    DALIL UMUM UNTUK KHUSUS TAHLILAN

    kalo di telaah, Dalil2 yg di bawakan oleh ahlul tahlilan ini adalah dalil umum !!! …

    Kesalahannya pemakmur tahlilan kepaten ini adalah … dalil umum di bawakan pada pendalilan khusus.

    Itu gak mecing ! … jelaslah salafy membantahnya !!! …

    pemakmur tahlilan ini terlalu memaksakan dalil2 tersebut ! ..
    sy tegesin kalo, …

    tidak ada yg melarang dzikir tahlil .. tidak ada yg melarang membaca AQ .. dst.

    Tetapi …

    Kalo dzikir2 tahlil, bacaan AQ .. dst .. itu di IKAT dng “SEBAB” kematian seseorang …

    INI PERLU CONTOH … INI PERLU DALIL … INI PERLU PETUNJUK … DARI YG PUNYA SYARIAT !!! …

    terlebih jika pemakmur tahlilan ini menganggap kalo sarana koor tahlilan ini adalah sarana ibadah.

    sudah sesat jauh dehhh !

  56. Agunk Jampank El-Bazul Asyhab
    Agustus 6, 2012 pukul 5:23 am

    ziah :
    Masalah kecil jangan terlalu dibesar-besarkan, lebih baik larang orang2 yang berjudi, pelacuran dan kemaksiatan laiinya….. ulama arab tidak ada yang protes terkait dengan tahlilan di indonesia…. masalah qunut, taraweh, puasa, tahlil, yasinan adalah masalah yg sdh sering di perdebatkan…… biarkan ibadah dengan keyakinan yg di pegang.

    Ini bukan masalah kecil mba, mas,
    Justru ini masalah besar, dan ini lebih buruk dari kemaksiatan,
    Tanya pelacur, tanya tukang judi, apakah perbuatan mereka itu perbuatan baik atau dosa?
    pasti jawabnya, ini perbuatan dosa, suatu saat nanti saya akan taubat, dan saya ngga ingin anak keturunan saya mengikuti profesi saya,
    Tanya orang yang demen ritual tahlilan,.. apakah perbuatan anda itu dosa atau maksiat,.
    Pasti marah-marah, wong ibadah kok dituduh maksiat,..
    Itulah kuncinya, kenapa setan lebih menyukai para pelaku bidah, daripada para pelaku maksiat,
    Pelaku maksiat, lebih mudah untuk bertaubat daripada pelaku bidah,..
    Pelaku maksiat menyadari yang dilakukan adalah dosa, pelaku bidah menganggap perbuatanya adalah ibadah,

    Karena rasa sayang saya kepada kaum muslimin yang masih terjerumus kedalam perbuatan bidah seperti ritual tahlilan dan ritual2 lainnya, saya postingkan tulisan ini
    Bagi yang membiarkan kaum muslimin terus menerus terjatuh ke dalam perbuatan bidah, pada hakekatnya mereka tidak menyayangi sesama muslim,..
    masa membiarkan saudaranya terus menerus di dalam kebidahan, dan membiarkan mereka diadzab di neraka,..

    klo anda sayang sama sesama muslim, silahkan dakwahnya langsung k dpan orang2 yg sdang tahlilan atw kpda para kiyai yg sring mngajarkan tahlilan. jgn cuma ngoceh d internet. ingat mas rasul tdk prnah brdakwah pke internet. jd anda tlh mlkukn ibadah yg bidah krn dakwah kn trmasuk ibadah jg… (kcuali niat anda cm pamer kpintaran agr trlihat lebih faham dan lebih benar dibandingkan para kiyai)

    Mas, anda pernah lihat orang lagi mabok minuman keras atau ngga?
    Menurut mas minuman keras itu haram atau tidak?
    Jika jawabannya TIDAK haram, ya sudah, ngga perlu dilanjutkan pertanyaan saya, mungkin anda juga suka minuman keras, atau tidak simpati, atau sbagai penjualnya, pokoknya anda mungkin merasa diuntungkan,.

    Jika jawabannya IYA, itu haram,.. saya ajukan pertanyaan kepada anda,.

    Apakah anda berani mengingatkan bahaya minuman keras, mengatakan itu haram, dibuang, jangan diminum,.. anda mengatakannya di depan orang yang sedang mabok,

    Apakah anda berani? bukankah kita mikir berapa kali untuk melakukan hal tersebut,.
    Bisa saja orang mabok tsb memukul anda dengan botol minuman kerasnya, sehingga anda sendiri yang celaka,

    Bukankah Rasulullah setiap memulai kajian beliau membaca khutbatul haajah, yg isi dari khutbtul haajah tersebut adalah mengingakan akan bahaya bidah, bahwa bidah itu sesat, dan kesesatan tempatnya di neraka,.. tak bosan2 rasulullah mengatakan hal tersebut,..

  57. ipung gamunafix
    Agustus 5, 2012 pukul 9:21 am

    mas keliling aja,jelasin keorang2..jangan lewat blog, ini buatan yahudi..bid,ah tau…

    Lewat blog saja sudah banyak yg gerah, kalau keliling kampung ya ngajak perang nanti, ogah ah,..

    • roziq bin sufyan
      Agustus 23, 2012 pukul 1:47 am

      bid’ah itu harus melihat perkaranya, kalo masalah dunia yg penting tdk bertentangan dg syareat islam itu malah di anjurkan oleh nabi,, tapi kalo masalah ibadah ya tidak bisa kita berbuat bid’ah, harus ada dallil yg jelas dr al qur’an, sunnah maupun dr para atsar sahabat

    • surya pranata
      Februari 16, 2013 pukul 4:47 pm

      ISLAM itu mengikuti perkembangan JAMAN broooooowwwwwww,jangan jadi orang ISLAM yang berfikiran ORTODOK tauuuuuuuuuuu………….

      Betul, dan ISLAM Itu cocok utk semua JAMAN brooooowwwww, jangan jadi orang ISLAM yang berfikiran ORTODOK tauuuuuuuuuuu………….
      Ajaran ISLAM tidak akan berubah dengan perkembangan jaman, walaupn sekarang jaman dah canggih, tatacara peribadahan dalam islam tidak berubah, tatacara shalat,puasa,zakat,haji,nikah,waris, dll..

      Sarana bisa bisa berubah, tapi pokok2 syariat yg sdh jelas dalilnya tidak akan berubah,. begitu cara berpikirnya broooowww…

  58. kangkung
    Agustus 5, 2012 pukul 3:51 am

    petikan komen diatas.. hayo.. jangan dihapus.. :

    Al Wahhab adalah salah satu nama Allah, kalau Wahabi berarti pengikut Allah,..
    apakah anda bukan wahabi? kalau anda bukan wahabi, berarti apa dong??

    Rosul mo kamu taroh dimana?

    Pengin jadi rosul baru yo…

    Rasulullah juga pengikut Allah ,
    Bukankah disebutnya itu Rasulullah, apa artinya? Utusan Allah, apakah utusan Allah itu bukan pengikut Allah??
    Allah juga menyebut rasulullah sebagai hambanya, hamba Allah, apakah hamba Allah bukan pengikut Allah?

    Anda sendiri pengikut siapa,..hayoo, pengikut rasul baru?

    Saya wahabi, kalau anda?

  59. the sanp
    Agustus 3, 2012 pukul 7:27 am

    sebenernya sederhana aja. asal mula hukum ibadah (ritual) itu haram, kecuali ada dalil yang menjelaskannya (contoh: shalat, zakat, puasa). sebaliknya untuk kaidah makanan, semua makanan itu halal kecuali ada dalil yang menjelaskannya (contoh: daging babi).

    Betul sekali, mudah,

  60. sudirman
    Juli 30, 2012 pukul 10:53 am

    sudirman :
    Terima kasih atas pencerahannya…
    Namun apakah ketika kita berwudhu berdasarkan Kitabullah , yang seperti yang dijelaskan dalam (QS Al Maidah:6), sah adanya?
    mohon sekali lagi pencerahannya?

    Lebih utama mengikuti apa yang diajarkan oleh rasulullah, karena siapa yang lebih mengetahui ayat tersebut setelah rasulullah?
    Rasulullah saja tidak mencukupkan dengan apa yang disebutkan dalam ayat tersebut, tetapi melakukan sebagaimana yang diajarkan kepada sahabatnya,
    Padahal Rasulullah orang yang paling mulia, paling bagus ibadahnya, dan sudah dihapus dosanya, lebih dari itu beliau sudah dijanjikan masuk surga,.. akan tetapi beliau berwudhu dengan sempurna, sebagaimana yg disebutkan di dalam hadits,
    Seandainya kita berpegang kepada membaca basmalah adalah wajib, maka jika mengamalkan ayat diatas wudhunya tidak sah, silahkan baca artikel ini

    Mohon maaf, saya juga baru tahu klo ada kewajiban membaca basmalah sebelum berwudhu.. , apalagi hadist tersebut diriwayatkan oleh Abu Hurairah, dimana ada sebagian pihak yang menyatakan bahwa banyak sekali yang menyebut Abu Hurairah sebagai “pabrik Hadist”, dimana jumlah hadistnya bisa berjumlah ribuan (mohon maaf klo saya salah) dibanding dengan perawi2 lainnya yang jumlahnya jauh lebih sedikit…,

    Ada kelompok yang berusaha mencela Abu Hurairah ini, dan berusaha memberikan gelaran-gelaran jelek kepada beliau,. diantara kelompok tersebut adalah orang-orang syiah,

    Wajar sekali Abu Hurairah meriwayatkan hadits dalam jumlah yang sangat banyak, apa sebabnya? silahkan baca postingan baru ini, terimakasih sebelumnya atas komentar anda yang bertanya tentang abu hurairah

    apakah hadist2 ini bisa dianggap shahih.. saya masih sangat awam dengan hal2 seperti ini, tapi saya sedang mencoba belajar agar tidak terdapat kekeliruan dalam menjalankan syariat Islam..

    Sebagaimana Alquran akan tetap terjaga keasliannya, demikian juga dengan hadits, akan terjaga keasliannya dengan usaha para ahlul hadits yang menelitinya,

    Sebagaimana Allah sebutkan dalam alquran, Allah menurunkan Alquran, dan yang akan memelihara kemurniannya, demikian juga dengan hadits, karena Allah menurunkan Alquran, dan yang semisalnya kepada Rasulullah, yaitu hadits

    Seperti penjelasan sebelumnya mengenai bahwa saudara mengatakan Al-Quran dan hadist Shahih adalah sama nilainya, namun poin yang saya maksud adalah bahwa tidak ada keraguan didalam Al-Quran tentang kebenarannya, namun untuk Hadist Ke shahihannya apa bisa dipertanggungjawabkan…

    Sangat bisa,

    apalagi ada sebagian yang menyatakan , misalnya hadist inii tidak shahih…

    Itu adalah bukti dari ayat alquran, bahwa allah akan menjaga kemurnian alquran, dan penjelasnya, yaitu hadits,..

    dan ketika saya menjalankan isi perintah yang “jelas” didalam Al-Quran malah dianggap tidak sah…

    Dari Miqdam bin Ma’d Yakrib Radhiyallahu ‘anhu berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    أَلاَ إِنِّي أُتِيْتُ الْكِتَابَ وَ مِثْلَهُ مَعَهُ

    Ketahuilah sesungguhnya aku diberi Al-Kitab dan yang semisalnya bersamanya.

    Kita semua membutuhkan Sunah Nabi, namun ketika Sunah msh sebagian kalangan meragukan, apakah salah ketika kita mengikuti yang sudah pasti yang tertulis didalam Al-Quran..

    Dari mana anda tahu tentang alquran tersebut? Tentu dari Rasulullah, lalu dijelaskan kepada para sahabat bukan?
    Nah, Rasulullah menjelaskan ayat tersebut kepada para sahabat dijabarkan dengan tatacara wudhu tersebut, bukan mencukupkan dengan apa yang ada dalam konteks teks alquran saja,

    Jika anda hanya mengamalkan apa yang ada dalam alquran saja, maka anda mencontoh siapa? bukankah Alquran bukan turun kepada anda, tapi kepada Rasulullah, dan Rasulullah mempraktekan cara wudhu sebagaimana yang rasulullah ajarkan? bukan cukup seperti yg ada dalam ayat,

    Sebagai tambahan, jika anda misalkan mempraktekan apa yang ada dalam alquran, tanpa penjelasan dari penerima wahyu tersebut, yaitu Rasulullah, maka anda bisa tersesat, bukan dalam hal masalah wudhu saja, banyak perintah-perintah lain dalam ayat alquran yang perlu penjelasan,..

    Dan ini pula penyebab para ingkarus sunnah tersesat, mereka mencukupkan dengan alquran saja, dan tidak mau menggunakan hadits-hadits, karena beralasan ayat alquran semuanya sdh pasti shahih, dan hadits rasulullah itu ada yg shahih, dan banyak yg tidak shahih,

    Misalnya hadis tentang berwudhu di bawah :
    1. Baihaqi meriwayatkan dalam Sunan-nya, dari Rifa’ah bin Rafi’, yang mengatakan bahwa Rasulullah (saw) bersabda : “Sungguh tidaklah kalian mengerjakan sholat, hingga kalian mengerjakan wudhu sebagaimana perintah Allah, yakni “basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, serta usaplah kepalamu dan kakimu sampai dengan kedua mata kaki”.” [7]

    2. Ibn Abi Hatim meriwayatkan dari Ibn Abbas, yang berkata bahwa ayat “usaplah kepalamu dan kakimu sampai dengan kedua mata kaki” mengandung makna “mengusap”. [8]

    3. Abdurrazzaq, Ibn Abi Syaibah, dan Ibn Majah meriwayatkan dari Ibn Abbas, yang berkata : “Orang-orang telah membasuh, padahal tidak aku jumpai dalam Kitabullah kecuali mengusap.” [9]

    Jelas Hadist diatas ini lebih menyarankan kita mengikuti sesuai dengan yang ada di dalam Al-Quran… Dan menurut saya pribadi Hadist ini lebih bisa diterima akal dan sejalan tanpa penambahan2 ‘sunah’ dan sesuai dengan Al-Quran yang tiada keraguan didalamnya..

    Dalam memahami ayat maupun hadits, perlu adanya penjelas atau syarahnya mas, tidak dipahami secara kontekstual saja,
    Kalau ayat atau hadits dipahami secara kontekstual saja, niscaya banyak juga yang salah memahami, bukankah banyak para ulama yang mensyarah hadits-hadits,.. demikian juga ulama yang mensyarah ayat alquran dalam kitab-kitab tafsir mereka,..

    Jika ingin selamat dalam memahami ayat atau hadits, bacalah tafsirnya, seperti tafsir ibnu katsir,tafsir qurtubi, tafsir assa’di,.. jangan membaca tafsir2 yang nyeleneh, sebab ada juga tafsir2 alquran yang memiliki penjelasan yang tidak benar,

    Untuk memahami hadits, bacalah kitab-kitab syarahnya, seprti shahih bukhari syarahnya adalah fathul bari, dll sangat banyak kitab2 syarah hadits,

    Dan dalam memahami ayat atau hadits bukan mengedepankan akal, tugas akal adalah membenarkan ayat atau hadits rasulullah yg shahih, terlepas masuk akal atau tidak,

  61. sudirman
    Juli 30, 2012 pukul 6:33 am

    klo berbicara bid’ah.. mohon pencerahan dan penjelasan dari ayat ini :
    PERBAHASAN WUDHU’

    يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنُوا إِذا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَ أَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرافِقِ وَ امْسَحُوا بِرُؤُسِكُمْ وَ أَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ وَ إِنْ كُنْتُمْ جُنُباً فَاطَّهَّرُوا وَ إِنْ كُنْتُمْ مَرْضى أَوْ عَلى سَفَرٍ أَوْ جاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغائِطِ أَوْ لامَسْتُمُ النِّساءَ فَلَمْ تَجِدُوا ماءً فَتَيَمَّمُوا صَعيداً طَيِّباً فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَ أَيْديكُمْ مِنْهُ ما يُريدُ اللهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَ لكِنْ يُريدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَ لِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

    Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah muka dan tanganmu sampai dengan siku, dan usaplah kepala dan kakimu sampai dengan kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit, berada dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyetubuhi perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan menggunakan tanah yang baik (bersih); usaplah muka dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkanmu, tetapi Dia hendak membersihkanmu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur. (QS Al Maidah:6)

    Apakah wudhu yang kita lakukan tidak bertentangan dengan apa yang ada di dalam kitab suci kita Al-Quran, dan perintahnya sudah jelas… Kalaupun ada hadist seperti dibawah ini :

    حُمْرَانَ مَوْلَى عُثْمَانَ أَخْبَرَهُ أَنَّ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ – رضى الله عنه – دَعَا بِوَضُوءٍ فَتَوَضَّأَ فَغَسَلَ كَفَّيْهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ مَضْمَضَ وَاسْتَنْثَرَ ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْمِرْفَقِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ مَسَحَ رَأْسَهُ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْكَعْبَيْنِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ غَسَلَ الْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِى هَذَا ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِى هَذَا ثُمَّ قَامَ فَرَكَعَ رَكْعَتَيْنِ لاَ يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ ». قَالَ ابْنُ شِهَابٍ وَكَانَ عُلَمَاؤُنَا يَقُولُونَ هَذَا الْوُضُوءُ أَسْبَغُ مَا يَتَوَضَّأُ بِهِ أَحَدٌ لِلصَّلاَةِ.

    Humran pembantu Utsman menceritakan bahwa Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu pernah meminta air untuk wudhu kemudian dia ingin berwudhu. Beliau membasuh kedua telapak tangannya 3 kali, kemudian berkumur-kumur diiringi memasukkan air ke hidung, kemudian membasuh mukanya 3 kali, kemudian membasuh tangan kanan sampai ke siku tiga kali, kemudian mencuci tangan yang kiri seperti itu juga, kemudian mengusap kepala, kemudian membasuh kaki kanan sampai mata kaki tiga kali, kemudian kaki yang kiri seperti itu juga. Kemudian Utsman berkata, “Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian beliau bersabda, “Barangsiapa berwudhu seperti wudhuku ini kemudian dia shalat dua rakaat dengan khusyuk (tidak memikirkan urusan dunia dan yang tidak punya kaitan dengan shalat[5]), maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. Ibnu Syihab berkata, “Ulama kita mengatakan bahwa wudhu seperti ini adalah contoh wudhu yang paling sempurna yang dilakukan seorang hamba untuk shalat”.[6]

    Dari hadits ini dan hadits lainnya, kita dapat meringkas tata cara wudhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai berikut.

    Berniat –dalam hati- untuk menghilangkan hadats.
    Membaca basmalah: ‘bismillah’.
    Membasuh kedua telapak tangan sebanyak tiga kali.
    Mengambil air dengan tangan kanan, lalu dimasukkan dalam mulut (berkumur-kumur atau madmadho) dan dimasukkan dalam hidung (istinsyaq) sekaligus –melalui satu cidukan-. Kemudian air tersebut dikeluarkan (istintsar) dengan tangan kiri. Hal ini dilakukan sebanyak tiga kali.
    Membasuh seluruh wajah sebanyak tiga kali dan menyela-nyela jenggot.
    Membasuh tangan –kanan kemudian kiri- hingga siku dan sambil menyela-nyela jari-jemari.
    Membasuh kepala 1 kali dan termasuk di dalamnya telinga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kedua telinga termasuk bagian dari kepala” (HR Ibnu Majah, disahihkan oleh Al Albani). Tatacara membasuh kepala ini adalah sebagai berikut, kedua telapak tangan dibasahi dengan air. Kemudian kepala bagian depan dibasahi lalu menarik tangan hingga kepala bagian belakang, kemudian menarik tangan kembali hingga kepala bagian depan. Setelah itu langsung dilanjutkan dengan memasukkan jari telunjuk ke lubang telinga, sedangkan ibu jari menggosok telinga bagian luar.
    Membasuh kaki 3 kali hingga ke mata kaki dengan mendahulukan kaki kanan sambil membersihkan sela-sela jemari kaki.

    Sebagai umat Islam yang diwasiatkan oleh Rasulullah SAW, yakni Al-Quran dan Hadist, apakah diperbolehkan dengan menjalankan perintah hadist, dalam hal ini mengenai berwudhu tidak sesuai dengan isi Al-Quran, jelas2 Al Quran memerintahkan kita untuk berwudhu dengan cara:

    Ada 3 Amalan Bersuci (QS. 4: 43 dan QS. 5: 6) dengan perintah mandi, membasuh dan mengusap:

    1.Basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan

    2.Sapulah kepalamu dan kakimu sampai dengan kedua mata kaki.

    3. Sapulah mukamu dan tanganmu.(tayamum)

    Jadi jelas apa yang kita lakukan selama ini tidak sesuai dengan apa yang di perintahkan Al-Quran Nur Karim.

    Jikalau ada Hadist yang memerintahkan berbeda atau menambahkan dengan yg ada didalam Al- Quran, manakah yang harus kita ikuti dan jalani ?..

    Kalau kita berbicara Sunnah nabi, apakah akan jauh lebih baik dengan melaksanakan apa yang jelas2 diperintahkan oleh Allah SWT di dalam Al-Quran..

    Yang perlu kita sadari dan fahami bahwa tidak ada keraguan dan kesalahan sedikitpun di dalam Al-Quran, sedangkan hadist masih bisa kita temukan baik yang Shahih maupun yg Dhaif..

    jadi , Apakah ini bisa dimasukkan dalam kategori bid’ah… mohon pencerahan nya !

    Hadits tersebut adalah penjelas dari Alquran tentang perintah wudhu yang ada dalam alquran,
    Jadi tidak ada pertentangan,
    Alquran dan Hadits adalah dua hujjah, dan dalam penetapan hukum tidak ada bedanya, baik dari alquran ataupun hadits, dan tentunya jika hadits tersebut shahih,

    Bukankah dalam alquran ada perintah supaya kita mengikuti perintah Rasulullah?

    Dan semua perkataan Rasulullah bukanlah datang dari Rasulullah sendiri, tapi itu adalah wahyu dari Allah,

    Dan tatacara wudhu yang dijelaskan dalam hadits tersebut adalah wahyu Allah untuk menjelaskan ayat Alquran tentang wudhu tersebut,

    Alquran lebih butuh kepada hadits, dan Hadits sebagai penjelas dari ayat alquran,.
    Contohnya tentang wudhu,

    Ada contoh lain, ini mungkin yg rada ekstrim, di Alquran, ada perintah untuk shalat, tapi tidak ada dalam alquran dijelaskan ada maghrib,isya,shubuh, dzuhur, ashar, kapan waktunya, jumlah rakaatnya, bacaan-bacaannya, pembatal-pembatalnya,..

    Seandainya tidak ada hadits yang menjelaskannya, kita tidak bisa melakukan shalat,

    Jadi jangan ada dibenak kita, kalau Alquran itu lebih utama daripada hadits derajatnya,.. akan tetapi Alquran dan Hadits yang shahih adalah dua hukum yang saling menjelaskan, dan derajatnya sama, karena keduanya adalah wahyu Allah,

    Jadi jangan timbul dibenak kita, saya lebih mengutamakan apa yg ada dalam alquran saja, daripada mengamalkan apa yang didalam hadits, jika kita seperti ini pemikirannya, kita akan tersesat, sebab sangat banyak sekali hal-hal yang ada dalam alquran yang tidak bisa kita pahami, kecuali setelah dijelaskan oleh rasulullah melalui haditsnya,..

    Untuka masalah wudhu, apa yang ada didalam hadits rasulullah lebih komplit, bahkan ada hadits yang menjelaskan, jika kita wudhu tidak membaca basmalah, maka tidak ada wudhu baginya, dan ini tidak ada dalam alquran, demikian juga pembatal-pembatal wudhu, tidak ada dalam alquran secara lengkap,

    Dan yang lebih utama adalah mengamalkan apa yang ada dalam hadits, karena apa yang ada dalam hadits tersebut mencakup apa yang ada di dalam ayat tentang wudhu tersebut

    Bukankah Rasulullah suri tauladan bagi kita? Rasulullah mengajarkan cara wudhu seperti hadits di atas, tentu sikap kita, sebagaimana sikap para sahabat, yaitu sami’na wa atha’na,.. mengikuti apa yang dicontohkan oleh Rasulullah

    • sudirman
      Juli 30, 2012 pukul 9:06 am

      Terima kasih atas pencerahannya…

      Namun apakah ketika kita berwudhu berdasarkan Kitabullah , yang seperti yang dijelaskan dalam (QS Al Maidah:6), sah adanya?

      mohon sekali lagi pencerahannya?

      Lebih utama mengikuti apa yang diajarkan oleh rasulullah, karena siapa yang lebih mengetahui ayat tersebut setelah rasulullah?

      Rasulullah saja tidak mencukupkan dengan apa yang disebutkan dalam ayat tersebut, tetapi melakukan sebagaimana yang diajarkan kepada sahabatnya,

      Padahal Rasulullah orang yang paling mulia, paling bagus ibadahnya, dan sudah dihapus dosanya, lebih dari itu beliau sudah dijanjikan masuk surga,.. akan tetapi beliau berwudhu dengan sempurna, sebagaimana yg disebutkan di dalam hadits,

      Seandainya kita berpegang kepada membaca basmalah adalah wajib, maka jika mengamalkan ayat diatas wudhunya tidak sah, silahkan baca artikel ini

      • sudirman
        Agustus 1, 2012 pukul 9:46 am

        Waah… penjelasan dan pertanyaan saya koq ga ada nih…..?
        terhapus atau sengaja dihilangkan ? wallaahualam…

        Untuk anda, saya postingkan artikel ini, mudah-mudahan terjawab apa yang anda tanyakan, setelah membaca artikel ini,

  62. BOS
    Juli 29, 2012 pukul 12:20 pm

    YANG TIDAK SETUJU DENGAN TAHLILAN, MAULID, QUNUT DLL SUDAH PASTI WAHABI !!!!

    Al Wahhab adalah salah satu nama Allah, kalau Wahabi berarti pengikut Allah,..
    apakah anda bukan wahabi? kalau anda bukan wahabi, berarti apa dong??

    Kalau yang dimaksud wahabi menurut anda adalah bukan itu, mungkin anda perlu membaca artikel ini

    Dan silahkan download rekamannya

  63. ziah
    Juli 25, 2012 pukul 9:53 am

    Masalah kecil jangan terlalu dibesar-besarkan, lebih baik larang orang2 yang berjudi, pelacuran dan kemaksiatan laiinya….. ulama arab tidak ada yang protes terkait dengan tahlilan di indonesia…. masalah qunut, taraweh, puasa, tahlil, yasinan adalah masalah yg sdh sering di perdebatkan…… biarkan ibadah dengan keyakinan yg di pegang.

    Ini bukan masalah kecil mba, mas,
    Justru ini masalah besar, dan ini lebih buruk dari kemaksiatan,
    Tanya pelacur, tanya tukang judi, apakah perbuatan mereka itu perbuatan baik atau dosa?
    pasti jawabnya, ini perbuatan dosa, suatu saat nanti saya akan taubat, dan saya ngga ingin anak keturunan saya mengikuti profesi saya,

    Tanya orang yang demen ritual tahlilan,.. apakah perbuatan anda itu dosa atau maksiat,.
    Pasti marah-marah, wong ibadah kok dituduh maksiat,..

    Itulah kuncinya, kenapa setan lebih menyukai para pelaku bidah, daripada para pelaku maksiat,
    Pelaku maksiat, lebih mudah untuk bertaubat daripada pelaku bidah,..

    Pelaku maksiat menyadari yang dilakukan adalah dosa, pelaku bidah menganggap perbuatanya adalah ibadah,

    Karena rasa sayang saya kepada kaum muslimin yang masih terjerumus kedalam perbuatan bidah seperti ritual tahlilan dan ritual2 lainnya, saya postingkan tulisan ini

    Bagi yang membiarkan kaum muslimin terus menerus terjatuh ke dalam perbuatan bidah, pada hakekatnya mereka tidak menyayangi sesama muslim,..

    masa membiarkan saudaranya terus menerus di dalam kebidahan, dan membiarkan mereka diadzab di neraka,..

  64. heru
    Juli 25, 2012 pukul 8:34 am

    Alhamdulillah.., jwelas banget Maz, matur suwun.., mari kita ikuti ptunjuk Rasulullah dan meninggalkan tradisi nenek moyang yang tak jelas

    ya jwelase por mas,..

  65. Qamar al-Barqy
    Juli 23, 2012 pukul 2:14 am

    Lalu cara berislam siapa yang paling benar?

    Jalan kebenaran hanya satu, yaitu jalannya generasi terbaik umat ini, mereka adalah 3 generasi pertama,Tidak kenal, maka tak sayang, silahkan baca disini

    Duh, Cahaya Allah subhanahu wa ta’ala itu warna warna, hanya manusia picik saja yang mengambil hanya satu warna-Nya.

    Picik menurut siapa?
    Tidakkah anda pernah mendengar hadits, bahwa umat islam akan terpecah menjadi 73 golongan, 72 terancam neraka, dan hanya 1 golongan yang akan dimasukan ke dalam surga,.. lalu jika anda ingin mnjadi manusia yang tidak picik, maukah anda memilih yang 72 golongan?
    Kalau saya sih milih yang 1 golongan, walaupun anda katakan picik, ngga apa-apa,.. picik menurut anda, tapi tidak demikian menurut Allah dan Rasulullah

    Teringat sejarah orang-orang Khawarij yang menghalalkan darah sesama dan merasa memegang kebenaran yang absolut.

    Apa kata rasulullah tentang orang-orang khawarij?
    Orang-orang khawarij adalah anjing-anjing neraka

    Orang-orang khawarij menyimpang karena mereka memahami dalil bukan dengan pemahaman para sahabat,sehingga mereka menyimpang, padahal ibadah mereka sangat rajin, bahkan utsman bin affan pun dibunuh oleh orang-orang khawarij,.mereka menyembelih utsman bin affan sambil membaca ayat alquran

    Itulah akibat tidak memahami islam menurut pemahaman para sahabat,

    Bagi yang menyelisihi pemahaman sahabat, dan tidak mau mengikuti mereka, Allah ancam dengan neraka dan kesesatan, silahkan baca surat annisa ayat 115

    Na’udzu billahi min dzalik

  66. Abdee
    Juli 22, 2012 pukul 7:04 am

    Aneh, komen-komenku ada yang di hapus..Hati-hati akhi, bisa-bisa anda tidak mendapatkan Syafa’at Rasulullah S.A.W karena sudah banyak menuduh dan Su’udzon kepada orang lain..

    Ini blog saya, terserah saya dong,mau mengapprove atau tidak, jika komentar anda memang bermutu, atau berdasarkan dalil yang jelas, maka akan saya approve,

    Jika hanya basa-basi belaka,tidak mendatangkan ilmu, ya dengan terpaksa saya masukan ke spam,

    Jangan marah ya, seperti komentar anda yg sekarang, tadinya tidak akan saya approve, karena termasuk komentar ngawur, apa hubungannya menghapus koment anda dengan tidak mendapatkan syafaat rasulullah, emangnya anda siapa?

    • Abdee
      Juli 22, 2012 pukul 11:03 pm

      Kalau memang tidak bermutu kan dari Dalil yang dikemukakan bisa anda jelaskan tiap bagian-bagian tersebut.Tidak mendapatkan Syafa’at Rasulullah S.A.W yang dimaksud adalah sudah menafikan pendapat-pendapat dari ulama-ulama dari dzurriyah (keturunan) Rasulullah S.A.W dan telah menuduh orang lain syirik..

      Rasulullah tidak pernah melakukan ritual tahlilan, kok ada yang ngaku sebagai keturunan rasulullah melakukan ritual tahlilan? justru orang-orang yang mengaku keturunan tersebut adalah keturunan yang lancang terhadap rasulullah,
      Tidak perlu diikuti,
      Tidak ada istimewanya yang mengaku keturunan rasulullah, tapi ajarannya menyelisihi ajaran rasulullah,
      Rasulullah sendiri tidak bisa membela anaknya sendiri, jika anaknya itu menyelisihi ajaran rasulullah, apalagi ada orang yang hidup jauh dari jaman rasulullah, mengaku-ngaku sebagai keturunannya, lalu mengajarkan ritual yang itu tidak pernah diajarkan oleh rasulullah,..

      Tahukah anda, apa penyebab orang tidak mendapatkan syafaat rasululah? salah satu sebabnya adalah orang tersebut melakukan amalan-amalan yang tidak diajarkan oleh rasulullah, salah satu contohnya ya ritual tahlilan setelah kematian, dan perbuatan2 lainnya masih sangat banyak,

      Sebagai contoh anda punya cucu, dan cucu anda di nafikan atau di sakiti, di maki-maki, dituduh macam-macam..Apakah anda langsung menolong orang tersebut jika punya keperluan dengan anda? Atau anda masih mikir-mikir??

      Kalau cucu saya itu durhaka, menyelisihi ajaran-ajaran rasulullah yang shahih, dan misalkan sudah dinasehati tapi ngga mau, ngeyel, tetep dalam kesesatannya mengamalkan ajaran-ajaran bidah, apalagi syirik,.. ya buat apa punya cucu seperti itu,.. paling berdoa, mudah-mudahan mendapat hidayah, taubat dari bidahnya, dari syiriknya,..

      Demikian juga para pengaku keturunan rasulullah tersebut, paling saya berdoa, mudah-mudahan mereka kembali ke jalan yang benar, kembali kepada sunnah rasulullah yg shahih, meninggalkan bidah dan kesyirikan,. sebab tidak ada manfaatnya nasab, keturunan rasulullah , jika amalannya menyelisihi ajaran rasulullah

      Begitu juga Dzurriyah Rasulullah S.A.W di tuduh macam-macam, apakah anda yakin Rasulullah S.A.W akan memberikan Syafa’at kepada orang yang tersebut??

      Jika yang mengaku keturunan rasulululah tersebut mendakwahkan ajaran2 yg bukan dari ajaran rasulullah, apalagi kesyirikan, jika dia tidak taubat hingga matinya, maka saya tidak yakin orang tersebut akan mendapatkan syafaat dari rasulullah

      Bukankah banyak dalil yang kuat tentang tahlilan dikemukakan dari ulama-ulama besar dari Dzurriyah Rasulullah S.A.W spt yang dikemukakan oleh Sayyid Muhammad Ibn ‘Alawi Almaliki Al Hasani..Apakah anda sudah membaca buku tersebut?

      Siapa orang terdekat Rasulullah? Abu bakar, anda tahu kan? apakah abu bakar mengadakan ritual tahlilan ketika rasulullah meninggal?? Apakah iman abu bakar berkurang, tidak mencintai rasulullah lagi, sehingga tidak melakukan ritual tahlilan?
      Aisyah, istri rasulullah, tidak melakukan ritual tahlilan kematian di saat rasulullah meninggal,
      Di jaman sahabat, banyak sekali kematian, tapi tidak kita dapati ritual tahlilan ini,
      Imam yang empat, tidak melakukan ritual tahlilan,
      Imam bukhari, muslim, dan banyak ulama ahlus sunnah lainnya, tidak melakukan ritual tahlilan,

      lalu ada syaikh yang hidup jauh sekali dari jaman rasulullah, melakukan ritual tahlilan,..?
      Lucu sekali mas, dapet wangsit dari mana tuh , dari jin kali ya,

      Saya faham anda mengikuti manhaj salaf yang tidak langsung adalah mengikuti manhaj yang ada di Saudi Arabia, apakah anda sudah membaca sejarah bagaimana perlakuan mereka Ulama-Ulama Saudi Arabia terhadap Dzurriyah Rasulullah S.A.W?

      Anda memeluk islam atau bukan? Itu dari saudi arabia atau bukan, anda tahu kan, madinah ada dimana? mekah ada dimana?
      Apakah anda berislam , itu bukan islam dari sana??

      Banyak Ulama-Ulama dari Dzurriyah Rasulullah S.A.W dibunuh oleh mereka saat awal-awal menguasai Saudi Arabia yang punya nama sesungguhnya Negeri Hijaz (Pada zaman Rasulullah S.A.W) dan diubah menjadi Saudi arabia. .

      Kebanyakan orang-orang yang mengaku keturunan rasulullah itu mengajarkan kesesatan, ya wajar saja mereka dihukum, bahkan jauh sebelum berdiri negara saudi, para ulama, para pemimpin islam, banyak menghukum mati orang-orang yang menyimpang dari ajaran rasulullah,
      Banyak dari mereka adalah dari orang-orang syiah dan tarekat sufi , sebab syiah dan sufi itu seperti saudara kandung,
      Bagaiman sikap anda, jika ada seseorang yang membunuh orang lain, dengan cara dipotong-potong, apakah layak orang seperti ini dihukum mati?

      Padahal, nasib orang yang dibunuh, itu dosanya berpindah kepada si pembunuh, dan bisa jadi orang yang dibunuh itu diampuni dosanya oleh Allah, jika dia orang yang bertakwa,

      Coba jika ada orang yang mengaku keturunan rasulullah, lalu dia mengajarkan ajaranya kepda kaum muslimin, bukan satu orang saja,.. lalu ajarannya diikuti, padahal ajaran tersebut tidak diajarkan oleh rasulullah, bahkan ada juga isinnya adalah kesyirikan,..
      Sehinnga karena ajaran tersebut, kaum muslimin allah adzab di neraka,.. kira-kira apa hukuman yang layak bagi orang yang ngaku keturunan rasulullah ini??

      Seandainya ada hukuman yang lebih berat dari hukuman mati, agara tidak ada kaum muslimin yang terjerumus lagi karena ulanhnya,..

  67. Antonov
    Juli 13, 2012 pukul 3:27 am

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    waduh terus gimana pak..?

    Katanya pahala yang tidak terputus salah satunya adalah anak yang mendoakan ortunya.
    Kalau saya ingin mendoakan arwah almarhum bapak saya ada caranya gak?

    terimakasih atas jawabannya.

    Caranya sangat mudah, anda bisa mendoakan kapan saja, dan dimana saja,
    Ada beberapa waktu juga dimana doa bisa dikabulkan, diantaranya waktu antara adzan dan iqamat,ketika hujan turun,pada waktu sujud ketika shalat, setelah shalat malam,sepertiga malam terakhir,

    Adapun dengan cara ritual tahlilan setelah kematian, itu tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah, tidak dilakkan oleh para sahabat, dan tidak ada ulama ahlussunnah yang melakukannya,..

    Itu asli buatan orang indonesia, ASWAJA , ASli WAjah JAwa

  68. Ibnu Umar
    Juli 12, 2012 pukul 3:30 am

    Assalamu’alaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    Saya jadi bingung mas, sesuai judul sepertinya artikel ini seolah-olah memfonis tahlilan berasal dari agama hindu, apa maksudnya??. Setahu saya saudara kita dari Hindu TuhanNya bukan Allah seperti kita kaum Muslim. Kalau berdasarkan pengetahuan saya yang minim soal agama, Tahlil (Tahlil, Tahmid dan Takbir) adalah ucapan-ucapan toyibah yang perlu selalu kita ucapkan waktunya kapanpun dan tempatnya dimanapun. (memang ada tempat dan waktu yang lebih baik untuk mengucapkan kalimat tersebut atau sebaliknya).

    Mudah-mudahan jawaban saya bisa mengobati kebingungan anda,
    Kenpa itu disebut ajaran dari hindu?
    Ritual tersebut, jika anda melihat videonya, disitu akan jelas sekali yaitu ritual 7hari,10,40,dan seterusnya itu ada dalam kitab2 agama hindu. banyak sekali kitab-kitabnya,.

    Nah, lalu ada orang yang ingin mengajak umat hindu ke dalam islam, dengan cara yang salah, yaitu mengambil ajaran ritual mereka, hanya saja diganti bacaan-bacaanya, yaitu yg tadinya ajaran hindu, sekarang diganti dengan bacaan-bacaan tahlil, dan doa-doa untuk mendoakan orang yg sudah mati,

    Ini adalah pelecehan terhadap ajaran islam yang mulia. ajaran hindu adalah buatan manusia, ajaran islam Allah yang menetapkannya, maka ajaran islam sudah sempurna, tidak boleh ditambah atau dikurangi,apalagi dicampur adukkan dengan agama buatan manusia.

    Ritual agama lain yang sudah dimodifikasi seperti seolah-olah islami, ini bukanlah termasuk ajaran islam, justru pelakunya itu telah melakukan dosa besar, sebab syariat ini adalah hak Allah, allah yang menetapkannya, menentukan tatacaranya,waktunya, bukan manusia.

    Jadi kesimpulan saya kalimat toyibah (tahlil dll.) sangat dianjurkan (dalam Agama Islam) kapanpun dan dimanapun, apakah pada saat ada kematian, ulang tahun kelahiran, saat duduk dirumah, atau sedang bepergian naik kendaraan atau sebelum dan sesudah selesai sholat ataupun kesempatan-kesempatan lainya yang mempunyai momen yang baik. Yang penting niatnya jangan sampai keliru.

    Niat yang baik, bukanlah penentu suatu amalan itu otomatis menjadi baik, akan tetapi TATACARANYA pun harus baik,

    Islam itu agama yang sudah patent, sdh ditentukan tatacaranya oleh pembuat syariat ini, kita tinggal menjalani apa adanya, tidak ditambah, dan tidak dikurangi, apalagi dicampuradukkan dengan ajaran agama lain

    Kalau cukup niat baik saja, niscaya agama islam ini akan menjadi agama yg rusak, karena akan ada berjuta manusia yang dengan niat baik menurut dirinya, akan membuat-buat ajaran dalam islam ini,

    Silahkan baca ulasan ini , NIAT BAIK SAJA TIDAKLAH CUKUP

  69. maman sudarman
    Juli 7, 2012 pukul 6:48 pm

    maaf ya ikut menyimak….sedikit keluar dari permasalahan tahlil dan tahlilan..di atas sy baca ada kata kata bid’ah,,,(atau sesuatu yang tidak di lakukan Rosulluloh)..menurut saya tidak semua bid’ah itu sesat…contonya kalau kita mau pergi mencari rizqi (muamalah) naik kendaraan bukan unta apa kita sesat ?…mohon jawabannya

    Mencari rizki, Rasulullah sudah memberikan ketentuan, yaitu carilah rizki yang halal, tentang naik kendaraan, itu bukan menjadi ketentuan , krn itu bukan urusan ibadah… hanya wasilah saja,

    Saya tanya kepada anda, agar anda akan paham mana yang bidah dan mana yang bukan, karena bidah itu bukan menyangkut urusan dunia, tapi urusan ibadah.

    Orang yang melakukan ritual tahlilan setelah kematian, itu diniatkan untuk ibadah, ingin mendapatkan pahala dari Allah, ingin si mayat mendapatkan ampunan dari Allah, bukankah demikian??

    Apakah orang yang melakukan ritual tahlilan setelah kematian itu melakukan ritual tersebut seperti orang naik kendaraan, atau naik mobil?

    Apakah ketika anda naik mobil, anda berniat dengan naik mobil ini anda ingin mendapatkan pahala dari Allah, ingin mendapatkan kecintaan dari Allah, ingin dimasukan kedalam surga lantaran naik mobil tersebut??

    Itulah bedanya, mana urusan ibadah, dan mana urusan dunia..

    Dalam urusan ibadah, wajib mengikuti apa-apa yang diajarkan oleh rasulullah, baik waktunya, atau tatacaranya,… bukan sekedar ada tatacara tahlil, lalu dimasuk-masukan ke dalam ritual kematian, lalu otomatis ritual tersebut menjadi suatu amal ibadah yang akan mendapatkan pahala..

    Islam sudah sempurna, tidk ada satu amalan ibadahpun yang belum rasulullah ajarkan,.

    Mau ke WC saja sudah Rasulullah ajarkan, masa sih masalah yang lebih besar dari itu tidak diajarkan??

    Sehingga kita membuat ritual2 sendiri,..

    Jika ritual tahlilan setelah kematian diajarkan oleh Rasulullah, saya pun mau tuh melakukannya, dan mendakwahkannya,..

  70. angahudin
    Juli 7, 2012 pukul 2:24 pm

    assalamuallaikum.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    saya bingung membaca komen dari yang punya blog ?………

    katanya tahlilan ajaran Sunan Kali Jaga tapi hadistnya yang melarang imam Safii, pertanyaan saya sunan Kali Jaga dan Imam Safii duluan mana ?……….

    . duluan Sunan Kali Jaga wajar Imam Safii melarang, tapi kalau dulun Imam Safii berarti sudah dari jaman Imam Safii ada acara tersebut. mohon penjelasannya.

    Maaf jika bingung, perlu anda ketahui, imam syafii melarang kita kumpul-kumpul di rumah orang setelah tertimpa kematian keluarganya, dan dijaman imam syafii belum ada ritual tahlilan,

    Ritual tahlilan hanya ada di indonesia, atau mungkin malasyia dan singapura, karena memang ritual tahlilan itu yg buatan orang indonesia yang kreatip, sehingga ajaran agamapun dimodifikasi, diambil dari ritual agama hindu, hanya bacaannya saja diambil dari kalimat tahlil, jadilah tahlilan,..

    Mudah-mudahan bisa dipahami,.. Imam syafii melarang kita ngumpul-ngumpul dirumah keluarga yg tertimpa kematian, dan itu ngga ada ngumpul di hari ke 7, dstrsnya, karena memang di jaman imam syafii ngga ada, karena ritual tahlilan itu hasil rekayasa ASWAJA (asli wajah jawa)

    Dan perlu anda ketahui, para wali yang dikirim ke indonesia tidak mendakwahkan ritual tahlilan, ritual tahlilan ada setelah muncul wali yang asli jawa, yaitu sunan kalijaga

  71. SYIFAA
    Juli 7, 2012 pukul 5:09 am

    Menggugat Kesaksian Ustadz “Ida Bagus” Abdul Aziz

    (Oleh: I. K. Sugiartha)

    Apakah sama agama dan tradisi?

    Tradisi bukan agama, dan agama bukan tradisi,
    Kalau ritual tahlilan setelah kematian, itu adalah tradisi yang dimasukan kedalam agama islam,.. ini merupakan pelecehan terhadap syariat agama islam yang mulia

    Secara umum dapat dijelaskan, bahwa Agama adalah pengikat jiwa yang menuntun jalan mencapai Tuhan. Sementara tradisi adalah kebiasaan-kebiasaan di dalam melaksanakan ajaran agama.

    Namun seorang Ustadz Abdul Aziz, yang mengaku mantan Hindu, mengidentikan tradisi dengan agama Hindu. Padahal Pak Ustadz ini, katanya, sudah menyandang gelar sarjana agama (SAg) Hindu dan sudah belajar Hindu selama 25 tahun, serta menguasai Yoga Samadi. Bukan main. Tetapi, kenapa dia meninggalkan Hindu. Benarkah Mantram Tryambakam kalah dengan suara Takbir?

    Anda lihat saja sendiri apa yg disampaikan oleh ustadz abdul aziz, banyak kok videonya di internet, beliau menunjukan tentang ritual sekian hari setelah kematian itu ada dalam kitab2 hindu,
    Alhamdulillah ustadz abdul aziz bisa rujuk kepada agama yang benar,yaitu agama islam, dan menunjukan kepada kaum muslimin tentang ritual-ritual kematian dari kitab hindu sendiri,.. karena dalam kitab-kitab islam, tidak ada ritual kematian tersebut,..

    Kita seharusnya berterimakasih kepada ust abdul aziz, dan terbuka hati dan pikiran kita, sehingga kitapun taubat dari melakukan ritual2 setelah kematian yang itu tdk ada contohnya baik dari alquran maupun hadits yang shahih,

    silahkan lihat dan perhatikan dengan seksama

  72. zee
    Juli 7, 2012 pukul 5:05 am

    http://www.sarkub.com/2011/kebohongan

    ini adalah salah satu website yang mengajak kita kepada kesyirikan, innalillahi wa innailaihi raji’uun..
    Mudah-mudahan kaum muslimin mewaspadai akan bahaya syirik,
    Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan kesyirikan (syirik akbar) adalah penyebab orang kekal di neraka

    • Abdee
      Juli 21, 2012 pukul 1:55 pm

      Anda sudah konfirmasi kepada I. K. Sugiartha yang Menggugat Kesaksian Ustadz “Ida Bagus” Abdul Aziz?
      Anda menuduh postingan website (http://www.sarkub.com/2011/kebohongan) syirik? Anda dengan mudahnya menuduh orang lain syirik..Apakah anda sudah pernah mendapatkan Lailatul Qadar? Jika anda mengatakan orang lain syirik dan anda sudah pernah mendapatkan Lailatul Qadar, saya salut..Karena Hamba Allah yang mendapatkan Lailatul Qadar adalah Hamba Allah yang bersih hatinya..Kalau belum? Maka alangkah bijaksana nya koreksi diri sebelum su’udzon terhadap orang lain.
      Ini kan isi website tersebut :

      banyak sekali artikel website sarkub isinya mengajak kepada kesyirikan, innalillahi wa inna ilaihi raji’uun..

  73. Fatkhurohman
    Juli 6, 2012 pukul 9:45 am

    Saya sangat setuju banget dengan ulasan anda mengenai tahlilan ini dan mudah2an saya bisa meninggalkan sesuatu yang saya masih ragu2 tentang tahlilan,nyadran,yasinan meskipun di daerah saya bahkan keluarga saya adalah pelaku hal2 tersebut.

    Minta doanya aja agar saya bisa tegar menghadapi konsekuensi yang saya ambil untuk meninggalkan tahlilan demi tegaknya agama yang saya yakini HaQ

    Mudah-mudahan Allah berikan istiqamah kepada anda, juga berikan petunjuk kepada keluarga anda,juga kaum muslimin di daerah anda, dan kaum muslimin seluruhnya agar mengamalkan ajaran islam yg betul-betul diajarkan oleh Rasulullah,

    Oh iya, jangan pula setelah anda tahu tentang kebenaran ini, lalu anda frontal dan menjelaskan tentang kebatilan ritual2 diatas kepada mereka,. paling tidak untuk anda sendiri, sambil anda terus mempelajari islam ini, sehingga anda mempunyai ilmu yang cukup, sehingga anda akan bisa mengambil sikap yang benar dalam mendakwahi mereka,..

    Dakwah itu perlu kepada ilmu, tidak sekedar bermodal ini perbuatan salah, lalu kita menjelaskan kesalahan tersebut, sementara masyarakat sudah melakukan kesalahan tersebut turun temurun,..

    Dulu, waktu saya baru mengenal dakwah yg hak ini, saya juga bersikap seperti itu, saking semangatnya,. malah dikucilkan sama masyarakat,.. dan ternyata tindakan saya itu adalah salah,..

    Jadi untuk diri sendiri aja dulu, kecuali jika ada orang yang bertanya kepada kita, dgn tujuan untuk mengetahui kebenaran, bukan sekedar mengetes saja,

  74. abu ghina
    Juni 18, 2012 pukul 4:58 pm

    BIDAH APA SAJA YG TERDAPAT DALAM RITUAL TAHLILAN ???

    +++

    1. SUATU JALAN DALAM AGAMA YANG DIBUAT-BUAT (tanpa ada dalil, pen):
    Benarkah ?? …

    Bukankah ritual tahlilan itu suatu jalan baru dalam agama yg tidak pernah sekalipun Rosul ajarkan – contohkan ??? …

    Bukankah ritual tahlilan itu suatu jalan baru dalam agama yg tidak pernah sekalipun para sahabat Nabi kerjakan ??? …

    Pertanyaan sy ..

    SIAPA YG MENGAJARKAN “TATA CARA” JUMLAH & SEBAB DZIKIR TAHLIL YG DI LAKUKAN PADA RITUAL KEMATIAN SESEORANG ???? …

    APAKAH TATA CARA DZIKIR TERSEBUT DATANG DARI ROSUL ??? ..

    ATO ..

    SELAIN DARI ROSUL ??? …

    +++

    ITULAH HAKIKAT BIDAH PADA DZIKIR2 TAHLILAN …

    Semoga antum memahami kekeliruannya …

    2. MENYERUPAI SYARI’AT (ajaran islam)
    Apa yg diserupai dari ritual tahlilan ??? …

    1. Syariat berdoa
    2. Syariat berdzikir “tahlil”
    3. Syariat membaca al Quran
    4. Dst …

    Berdoa … silahkan !!!
    Berdzikir tahlil … Silahkan !!!
    Membaca al Quran … silahkan !!!

    Tetapi …

    Jika berdoa (kirim pahala), berdzikir tahlil, membaca Al Quran .. itu di “IKAT” pada ritual tahlilan …

    Pertanyaan sy ..

    SIAPA YG MENGAJARKAN “TATA CARA” JUMLAH & SEBAB DZIKIR TAHLIL YG DI LAKUKAN PADA RITUAL KEMATIAN SESEORANG ???? …

    APAKAH TATA CARA DZIKIR TERSEBUT DATANG DARI ROSUL ??? ..

    ATO ..

    SELAIN DARI ROSUL ??? …

    +++

    ITULAH HAKIKAT BIDAH PADA DZIKIR2 TAHLILAN …

    Semoga antum memahami kekeliruannya …

    3. YANG DIMAKSUDKAN KETIKA MELAKUKAN (adat tersebut) ADALAH SEBAGAIMANA NIAT KETIKA MENJALANI SYARI’AT (yaitu untuk mendekatkan diri pada allah)”.

    Bukankah ketika mengerjakan ritual tahlilan kalian BERKEYAKINAN bahwa amalan ritual tahlilan itu sebagai SARANA IBADAH untuk mendekatkan diri pada Alloh SWT dan sebagai sarana mengharapkan PAHALA ???? …

    Jika demikian …

    BUKANKAH KALIAN SEDANG MEMBUAT SYARIAT BARU ??????? …

    Man istahsana faqod saro’a !!! …

    4. BID’AH ADALAH I’TIQOD (keyakinan) DAN IBADAH YANG MENYELISHI AL KITAB DAN AS SUNNAH ATAU IJMA’ (kesepakatan) SALAF :
    Menyelisihi al Quran ??? … sudah pasti !!! … tidak ada dalil yg rojih dalam Al Quran terkait ritual – ceremony tahlilan.

    Menyelisihi as Sunnah ??? … sudah pasti !!! … tidak pernah Rosul mensyariatkan tata cara berdoa ala ritual tahlilan.

    Menyelisihi ijma’ (kesepakatan) SALAF ??? … sudah pasti !!! … tidak pernah tercatat dalam sejarah, para sahabat Nabi kumpul-kumpul mengadakan ritual tahlilan ketika ada sahabat yg lain meninggal.

    jazakallahu khairan

    • fauzi
      Juni 25, 2012 pukul 3:39 am

      anda dari MTA ya…,pimpinan syeh ASUKINO?yang hanya bisa membaca kitab bukhori muslim terjemahan,

      Bukan MTA , sebab Majelis Tafsir al-Quran pun tidak mendasarkan pemahaman aqidahnya melalui nash-nash hadits, sehingga banyak persoalan aqidah yang diyakini secara keliru.

      Manhajnya dalam memahami Islam tidak sejalan dengan manhaj Salaf.

      Misalnya, keyakinan bahwa orang yang masuk neraka tidak akan masuk sorga.

      Mudah-mudahan pemahaman ini hanya karena ketidak mengertian, sehingga bila sudah mengerti akan berubah pemahamannya menjadi benar.

      Silahkan baca selengkapnya disini

      • kakak
        November 3, 2012 pukul 2:39 pm

        Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

        Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

        Maaf, saya ikut berkomentar. Saya simpati dengan Majlis Tafsir Al Quran{(MTA) (tulisannya bukan Majelis Tafsir Al-Quran)} yang dikomentari agak miring. Barangkali kalau komentarnya kepada syeh ASUKINO yang hanya bisa baca kitab bukhori muslim terjemahan itu sudah biasa beredar di masyarakat, saya rasa tidak perlu saling bantah benar-salah, pinter atau tidak antar sesama muslim, seperti mas fauzi yang meninggalkan pesan 25 Juni, 2012 pada 3:39 am di blog ini.

        Memang Majlis Tafsir Alquran itu bukan majlis tafsir alquran, karena alquran sudah ditafsirkan oleh Rasulullah, dan sudah diajarkan kepada para sahabat beliau, jadi kita sudah dicukupkan dengan tafsir tersebut, bukan tafsir menurut MTA

        Perlu saya komentari pernyataan Admin, seolah-olah Majlis Tafsir Al-Quran itu ingkarus sunnah. Yang saya tau, tidaklah demikian adanya. Nash hadits senantiasa menyertai firman Allah dalam Al Quran pada tiap brosur kajian Majlis Tafsir Al-Quran yang membahas suatu tema. Seolah-olah Admin paling tau apa yang ada di Majlis Tafsir Al-Quran, sehingga benar-benar menabrak Al Hujurat 11-12. Bukankah Admin mengutip dari almanhaj.or.id berjudul “Bentuk-Bentuk Ingkarus Sunnah” Minggu, 19 Desember 2010 22:50:03 WIB yang ditulis oleh Muhammad Ashim Musthofa itu cara memanggil saudara muslim yang berada di Majlis Tafsir Al-Quran dengan sebutan INGKARUS SUNNAH? Bukankah itu panggilan yang buruk sesudah iman? Janganlah berbuat demikian. Janganlah bersangka buruk, mencari-cari kesalahan, dan menggunjing di dunia maya melalui almanhaj.or.id terhadap mereka (mereka sujud, ruku’, membayar zakat, puasa, meyakini dan membenarkan Kitab Allah dan Kerasulan Muhammad saw sebagai penutup para Nabi dan Rasul dan semuanya yang Allah dan Rasul-Nya ajarkan kepada seluruh umat manusia). Padahal Admin belum tau apa-apa (mempersilakan membaca artikel di almanhaj.or.id), kecuali yang dikatakan/diberitakan almanhaj.or.id melalui tulisan Muhammad Ashim Musthofa!!!
        Setau saya di Majlis Tafsir Al-Quran adalah tempat belajar yang terbaik, karena mengajarkan Al-Quran dan Sunnah.

        Perlu anda ketahu pula, LDII juga mengajarkan Alquran dan Sunnah, demikian juga ormas-ormas lainnya juga, tap, apakah MTA mau disamakan dengan LDII?
        Betul yg diajarkan adalah alquran dan sunnah, tapi pemahamannya itu menggunakan pemahaman siapa? pemahaman sendiri, atau pemahaman para sahabat, generasi yg dibina langsung oleh rasulullah?
        Jika MTA itu mengajarkan Alquran dan Assunnah menurut pemahaman para sahabat, maka ngga ada masalah, tapi kalau menurut pemahaman MTA, ya disini masalahnya,

        Kebetulan saya juga punya temen yang rajin shalat di masjid tempat saya kerja, kebetulan pesantren yang bermanhaj salaf, kemudian kok tiba2 temen saya ini menghilang ngga shalat berjamaah lagi di masjid pesantren, .. setelah ditanya, usut punya usut, ternyata beliau pulang kampung, dan dikampungnya ada pengajian yang diadakan oleh MTA , dan hasil dari ikut di MTA beliau menganggap salafi itu ngga bener, sehingga beliau ngga shalat berjamaah lagi di masjid tempat saya, inna lillahi wa inna ilaihi raji’uun,..

        Saya sendiri pernah berdialog dengan pengurus MTA di bandung, dan bertanya bagaimana ttg MTA dalam menjelaskan alquran dan sunnah, apakah menggunakan pemahaman para sahabat? jawabnya tidak, tapi lebih mengedepankan akal, agar ayat atau hadits tersebut lebih diterima oleh akal, dan dijelaskan menurut pemahaman akal, bukan pemahaman para sahabat, bukan menurut tafsir dari rasulullah,
        makanya MTA itu disebut sebagai salah satu kelompok ingkarus sunnah, tidak menafsirkan alquran berdasarkan sunnah rasulullah, tapi atas dasar akal atau hawa nafsu belaka

        Dan setau saya Majlis Tafsir Al-Quran berupaya semaksimalnya mengamalkan Al-Quran dan Sunnah dalam kehidupan sehari-hari, sehingga banyak yang menentang, mengusir, melecehkan, tapi itupun tidak akan pernah dibalas, kecuali yang menyangkut hukum pidana. Dan setau saya tidak mau dan tidak pernah Majlis Tafsir Al-Quran menjelek-jelekkan gerakan/ormas/partai Islam/yayasan Islam apakah itu salafi, wahabi, Muhammadiyah, NU, Partai-partai Islam, karena mereka semua saudara. Kalaupun ada pemahaman yang berbeda, silakan bertanggung jawab sendiri-sendiri di hadapan Allah apa yang diyakininya, termasuk di dalamnya apa yang Admin tulis “Misalnya, keyakinan bahwa orang yang masuk neraka tidak akan masuk sorga.” Ya jelaslah masak seenaknya manusia keluar masuk sorga atau neraka. Allah akan menghisab seluruh tiap-tiap anak Adam, lalu Allah membuat ketetapan dengan kehendak-Nya.
        Selama beberapa kali saya mengikuti kajian Majlis Tafsir Al-Quran, hadis yang terang dan shahih tidak akan bertentangan dengan Al-Quran, pasti Majlis Tafsir Al-Quran menerima dan meyakininya benar, tetapi jika dipahami seolah-olah bertentangan dengan Al-Quran, maka hadis tersebut pasti memiliki makna yang khusus yang perlu ditakwil. Demikian,mudah-mudahan dapat dipahami.

        Pemahaman siapa yg dipakai dalam mentafsirkan alquran dan sunnah?
        Jika menggunakan pemahaman para sahabat, maka no problem, tapi jika menggunakan penafsiran sendiri,, maka disini masalahnya,
        Dan lebih lucu lagi, anda tahu kan, siapa JIL ? Jaringan Islam Liberal? Apakah JIL itu menyesatkan atau tidak? yang menganggap jilbab itu budaya arab, dan keanehan2 lainnya,
        Lalu kenapa radio MTA di parabola direlay juga oleh radio JIL? anda tahu radio jil? radio 68H
        Apa jawabanya? karena kesamaan cara beragama, JIL menafsirkan Alquran dan hadits dengan akal mereka, demikian juga MTA

  75. abu
    Juni 12, 2012 pukul 3:09 am

    assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    yaa muqoollibal quluub, tsabbit qolbi ‘alddiinik wa ‘alaa tho’aatik.

    moga Allah menguatkan hati kita untuk selalu istiqomah dalam manhaj shohihah, manhaj salaafussaalih.

    afwan, sedikit ana berkomentar. tidak mudah untuk mengajak orang yang sudah terlanjur dalam mengikuti budaya nenek moyang untuk kembali ke Islam yang haq dan sempurna.

    mari kita selamatkan keluarga kita dengan mengenal tauhid yang benar.

    amalan yang benar.

    sehingga tidak akan menjadi bahan bakar api neraka. Islam datang dengan asing dan redup pun akan asing sebagaimana datangnya.

    wallaahu musta’an.

    Kita hanya bisa berdoa, mudah-mudahan semakin banyak kaum muslimin yang mendapat petunjuk, dan mengamalkan ajaran-ajaran islam yang betul-betul diajarkan oleh rasulullah,

  76. adam
    Mei 14, 2012 pukul 1:39 am

    Apakah do’a, bacaan Al-Qur’an, tahlil dan shadaqoh itu pahalanya akan sampai kepada orang mati? Dalam hal ini ada segolongan yang yang berkata bahwa do’a, bacaan Al-Qur’an, tahlil dan shadaqoh tidak sampai pahalanya kepada orang mati dengan alasan dalilnya, sebagai berikut:

    وَاَنْ لَيْسَ لِلْلاِءنْسنِ اِلاَّ مَاسَعَى

    “Dan tidaklah bagi seseorang kecuali apa yang telah dia kerjakan”. (QS An-Najm 53: 39)

    Juga hadits Nabi MUhammad SAW:

    اِذَامَاتَ ابْنُ ادَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ اِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَوْعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ اَوْوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْلَهُ

    “Apakah anak Adam mati, putuslah segala amal perbuatannya kecuali tiga perkara; shadaqoh jariyah, ilmu yang dimanfa’atkan, dan anak yang sholeh yang mendo’akan dia.”

    Mereka sepertinya, hanya secara letterlezk (harfiyah) memahami kedua dalil di atas, tanpa menghubungkan dengan dalil-dalil lain. Sehingga kesimpulan yang mereka ambil, do’a, bacaan Al-Qur’an, shadaqoh dan tahlil tidak berguna bagi orang mati. Pemahaman itu bertentangan dengan banyak ayat dan hadits Rasulullah SAW beberapa di antaranya :

    وَالَّذِيْنَ جَاءُوْامِنْ بَعْدِ هِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَااغْفِرْلَنَا وَلاِءخْوَنِنَاالَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلاِءْيمن

    “Dan orang-orang yang datang setelah mereka, berkata: Yaa Tuhan kami, ampunilah kami dan ampunilah saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dengan beriman.” (QS Al-Hasyr 59: 10)

    Dalam hal ini hubungan orang mu’min dengan orang mu’min tidak putus dari Dunia sampai Akherat.

    وَاسْتَغْفِرْلِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنتِ

    “Dan mintalah engkau ampun (Muhammad) untuk dosamu dan dosa-dosa mu’min laki dan perempuan.” (QS Muhammad 47: 19)

    سَأَلَ رَجُلٌ النَّبِىَّ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَارَسُوْلَ اللهِ اِنَّ اُمِى مَاتَتْ افَيَنْفَعُهَا اِنْ تَصَدَّقْتَ عَنْهَا ؟ قَالَ نَعَمْ

    “Bertanya seorang laki-laki kepada Nabi SAW; Ya Rasulullah sesungguhnya ibu saya telah mati, apakah berguna bagi saya, seandainya saua bersedekah untuknya? Rasulullah menjawab; yaa berguna untuk ibumu.” (HR Abu Dawud).

    Dan masih banyak pula dalil-dalil yang memperkuat bahwa orang mati masih mendapat manfa’at do’a perbuatan orang lain. Ayat ke 39 Surat An-Najm di atas juga dapat diambil maksud, bahwa secara umum yang menjadi hak seseorang adalah apa yang ia kerjakan, sehingga seseorang tidak menyandarkan kepada perbuatan orang, tetapi tidak berarti menghilangkan perbuatan seseorang untuk orang lain.

    Di dalam Tafsir ath-Thobari jilid 9 juz 27 dijelaskan bahwa ayat tersebut diturunkan tatkala Walid ibnu Mughirah masuk Islam diejek oleh orang musyrik, dan orang musyrik tadi berkata; “Kalau engkau kembali kepada agama kami dan memberi uang kepada kami, kami yang menanggung siksaanmu di akherat”.

    Maka Allah SWT menurunkan ayat di atas yang menunjukan bahwa seseorang tidak bisa menanggung dosa orang lain, bagi seseorang apa yang telah dikerjakan, bukan berarti menghilangkan pekerjaan seseorang untuk orang lain, seperti do’a kepada orang mati dan lain-lainnya.

    Dalam Tafsir ath-Thobari juga dijelaskan, dari sahabat ibnu Abbas; bahwa ayat tersebut telah di-mansukh atau digantikan hukumnya:

    عَنِ ابْنِى عَبَّاسٍ: قَوْلُهُ تَعَالى وَأَنْ لَيْسَ لِلاِءنْسنِ اِلاَّ مَا سَعَى فَأَنْزَلَ اللهُ بَعْدَ هذَا: وَالَّذِيْنَ أَمَنُوْاوَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِيَتُهُمْ بِاِءْيمنٍ أَلْحَقْنَابِهِمْ ذُرِيَتَهُمْ فَأَدْخَلَ اللهُ الأَبْنَاءَ بِصَلاَحِ اْلابَاءِاْلجَنَّةَ

    “Dari sahabat Ibnu Abbas dalam firman Allah SWT Tidaklah bagi seseorang kecuali apa yang telah dikerjakan, kemudian Allah menurunkan ayat surat At-Thuur; 21. “dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, kami pertemukan anak cucu mereka dengan mereka, maka Allah memasukkan anak kecil ke surga karena kebaikan orang tua.”
    Syaekhul Islam Al-Imam Ibnu Taimiyah dalam Kitab Majmu’ Fatawa jilid 24, berkata: “Orang yang berkata bahwa do’a tidak sampai kepada orang mati dan perbuatan baik, pahalanya tidak sampai kepada orang mati,” mereka itu ahli bid’ah, sebab para ulama’ telah sepakat bahwa mayyit mendapat manfa’at dari do’a dan amal shaleh orang yang hidup.

    Dalil diatas tidak menunjukan ada ritual tahlilan khusus setelah meninggal dunia dihari ke 7,10,40, dstrsnya,..

    • fauzi
      Juni 25, 2012 pukul 3:52 am

      JAWABAN YANG MENYEBABKAN ORANG MASUK SURGA MANA??????

      Jawabannya? mudah, silahkan baca disini,

      gini ja deh sekarang anda mati dulu trus saya kirim tahlil, gimana???

      Saya ngga mau dikirimi doa dengan ritual tahlilan mas, ngga butuh, kalau mau mendoakan dengan selain ritual tahlilan sih boleh, silahkan mendoakan kapan saja, tidak harus nunggu saya mati mas, karena kita tidak tahu, apakah saya dulu yang mati, atau mas duluan yang mati,..

      Mudah-mudahan mas fauzi mendapatkan hidayah, memahami islam menurut pemahaman para sahabat, sehingga mas bisa masuk surga yang dijanjikan oleh Allah, bagi orang-orang yang mengikuti pemahaman para sahabat, silahkan mas buka surat attaubah ayat 100, juga annisa ayat 115,

      ini juga menjadi jawaban, bagi orang-orang yang ingin masuk surga,

  77. Hendy Norman
    Mei 14, 2012 pukul 12:49 am

    Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh,

    Bagus dan menarik sekali tulisan ini. Sampai saya tulis komenta ini, insya Allah saya tetap tidak meyakini bahwa ada rujukan yang shahih mengenai tahlilan dan yasinan. Jazzakumullahi khairan katsira. Waktu ayahanda meninggal pun saya termasuk yang berada di posisi berseberangan (tidak setuju dilakukan tahlilan), namun karena ilmu saya masih rendah; saya tidak kuasa menolak. Apalagi pihak yang berinisiatif, justru bukan dari saya. Saya berucap terima kasih atas informasi dari penulis. Semoga amal ibadah penulis mendapat pahala dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala berupa ampunan dan karunia lainnya. Amien.

    Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

  78. R. efik junaedi
    Mei 9, 2012 pukul 11:43 am

    Assalamualaikum…

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Maaf ya sebelumna buat kaum muslimin wal muslimat saya mencoba berpendapat dlm hal ini. meski mungkin ilmu pengetahuan saya jauh dri kesempurnaan, tapi karena paparan ini terbuka dan mudah2xan minimal bisa saling bertukar pendapat maka saya coba sedikit berpendapat, setelah saya menyimak semua pendapat tsb diatas.

    Bukan kebaikan versi kita, seperti TAHLILAN, itu kan berisi tahlil, doa, bacaan alquran,.. itu baik menurut sebagian orang,..

    saya ambil permisalan gini pak ustadz,..

    Jika ada orang shalat maghrib 5 rakaat,.. apakah anda berani melarangnya? apakah sah shalat orang tersebut?
    Bukankah bacaan alqurannya jadi banyak, tadinya cuma tiga rakaat, akan tetapi ditambah jadi 2 rakaat lagi,..
    Bukankah sujud dan rukunya jadi lebih banyak,..
    Kalau anda melarangnya, apa alasan anda?

    Jika orang tersebut berkata kepada anda: ” kok anda melarang saya shalat?” apa jawab anda?

    Saya merasa permisalan ini tidak etis dan tidak pada kondisinya, karena sgt jauh menyimpang dari pokok permasalahan, dan jelas tidak mewakili apapun dari isi persoalan dri tahlil atau tahlilan tersebut. jika anda om pembuat blog ini menyampaikan pendapat berdasarkan sudut pandang anda sendiri maka jadinya begini…

    Mungkin anda menjawab, sebab shalat maghrib 5 rakaat tidak diajarkan oleh Rasulullah,..

    Bahkan jika ada orang sengaja shalat maghrib 5 rakaat, maka shalatnya tidaklah sah,

    Dengan cara yang sama saya katakan juga, ritual tahlilan berkaitan dengan kematian seseorang juga tidak diajarkan sama sekali oleh Rasulullah,… jadi amalan tersebut tidak akan diterima disisi Allah,

    Tahlil bisa kapan aja dilakukan, om pembuat blog ini benar, umumnya bahasa indonesia menyederhanakan ucapan berdasarkan kebiasaan, jdi tahlil dikatakan menjadi tahlilan, niatnya sama dan pengerjaannya pun bertujuan baik, om pembuat blog ini juga benar bahwa baik saja tidak cukup untuk dibenarkan, dlm hal ini om mengembalikan urusan ini kepada alqur’an dan hadist hingga menampilkan sbb:

    Dan apa-apa yang tidak datang dari rasulullah dalam hal perkara ibadah, maka itu dihukumi sebagai bidah, dan semua bidah adalah kesesatan, dan setiap kesesatan tempatnya dineraka,
    itu bukan saya yang mengatakan, baca sendiri nih haditsnya
    مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

    “Barangsiapa yang mengada-adakan suatu perkara dalam agama ini tanpa ada tuntunannya maka amalannya tersebut tertolak.” (HR. Bukhari Muslim)
    فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ, وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ, وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا, وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ, وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ, وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.
    Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah (al-Qur’an) dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad (as-Sunnah). Seburuk-buruk perkara adalah perkara yang diada-adakan (dalam agama), setiap yang diada-adakan (dalam agama) adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan tempatnya di Neraka.

    Jadi, yang mengatakan bidah itu sesat dan sesat itu di neraka bukan saya mas,.. itu Rasulullah sndiri,.. iqra…iqra…

    itu jelas benar om… yg salah adalah penafsirannya yg tidak dilandasi bukti yg konkrit dan real. gak ada tertulis disitu tahlilan menjadi salah satu perkara yg menyimpang dari ajaran rasulloh dan para sahabatnya. Jika pada pengerjaannya tahlil itu seperti umat hindu jelas salah, tetapi jika saduran atau pengerjaannya berdasarkan niat ibadah dan isinya penuh nilai2x islami insya Allah menjadi berkah adanya. jadi tolong jangan melihat pada satu sisi aja menuturkan pendapat tanpa lebih jauh mendalami makna secara keseluruhan. mungkin contoh yg benarnya begini om:

    Jika ada sekelompok/kaum islam yg mengerjakan tahlilan sama pengerjaannya dgn yg orang hindu lakukan, dri mulai niat, pengerjaan, dan isi bacaannya sama dgn bacaan orang hindu maka boleh dikatakan itulah yg sesat, bidah, dan yg celaka dikemudian hari sesuai hadist2x yg om paparkan diatas.

    Yang menyerupai hindu adalah penetapan harinya, kenapa harus 7hari,10hari,40hari,dst, itu ada dikitab-kitab hindu, dan memang ritual itu sendiri dibuat oleh “wali” agar orang hindu tertarik kepada islam, bukankah rasulullah sudah mengajarkan tahlil, tatacaranyapun sdh rasulullah ajarkan, jangan membuat cara-cara sendiri,.. makanya saya contohkan dengan shalat maghrib 5 rakaat, walaupun khusyu sekali, dan ikhlas, mengharapkan pahala allah semata, maka amalan seperti itu tidak akan diterima, bahkan mendatangkan dosa,

    NIAT BAIK SEMATA TIDAKLAH CUKUP, caranya pun haruslah baik, sesuai dengan petunjuk rasulullah

    orang arab bilang tahlil, kita bilang tahlilan… kenapa c mesti jdi persoalan dan dikaitkan dgn pengerjaannya? om kan bilang diatas kita bisa tahlil kapan aja, saya bilang iya kita bisa tahlilan kapan aja.. apa itu saya salah? orang yg mengupayakan tahlil di 3.4, atau 7 hari setelah mayit dikubur mungkin bertujuan berusaha membantu mayit lewat doa banyak orang, karena terputus ibadah dan amalna setelah mati kecuali yg tiga yaitu, Sedekah jariyah atau ilmu yang bermanfaat sesudahnya atau anak yang shalih yang mendo’akannya” hadist riwayat Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Nasa’i dan Ahmad. Insya Allah doa kluarga, sahabat dan kerabatnya disaat tahlilan itu di ijabah wallohu’alam…

    “Apa yang kita takutkan belum tentu terjadi, tapi Sangat mungkun sesuatu itu terjadi jika terus kita pikirkan dan ucapkan So…. Pikirkanlah yang baik-baik saja karena sesungguhnya Allah itu mengikuti persangkaan hamba-Nya” *********************************************** Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah berfirman; ‘Aku mengikuti persangkaan hamba-Ku, dan Aku akan senantiasa bersama-Nya jika dia berdoa kepada-Ku.’.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    demikian om, terimakasih.

    Rasulullah ketika anaknya meninggal, tidak melakukan tahlilan 7hari,10hari,40hari, dstrsnya,. demikian juga ketika ada sahabat yang meninggal, rasulullah tidak melakukan ritual tahlilan, padahal rasulullah menyaksikan banyak dari para sahabatnya yang meninggal dunia,

    Abu bakar ketika rasulullah meninggal, tdk melakukan ritual tahlilan,
    Demikian juga umar,utsman ,ali, tidak pernah melakukan ritual tahlilan,
    Imam hanafi,Imam malik,Imam syafii,Imam ahmad, imam bukhari,muslim,dll tidak pernah melakukan ritual tahlilan ini, yg tentunya dengan pelaksanaan berhubungan dengan hari kematian seseorang,

    Sunan giri,sunan bonang,maulana malik ibrahim, tidak melakukannya, bahkan mereka mendakwahkan dakwah salaf,

    Mulai sunan kalijaga, yang aswaja (asli wajah jawa) mulailah islam dicampur aduk dengan budaya hindu, memasukan wayang,musik, dgn dalih agar umat hindu tertarik kedalam islam,.. ini tentu menyelisihi ajaran Rasulullah yang mendakwahkan dakwah tauhid, bukan mencampur adukan agama islam dengan ajaran kesyirikan,

    • abu ghina
      Agustus 8, 2012 pukul 5:45 pm

      MEMBENCI SUNNAH NABI !!!!

      Naudzubillah ! …

      حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ أَخْبَرَنَا حُمَيْدُ بْنُ أَبِي حُمَيْدٍ الطَّوِيلُ أَنَّهُ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ
      جَاءَ ثَلَاثَةُ رَهْطٍ إِلَى بُيُوتِ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْأَلُونَ عَنْ عِبَادَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا أُخْبِرُوا كَأَنَّهُمْ تَقَالُّوهَا فَقَالُوا وَأَيْنَ نَحْنُ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ قَالَ أَحَدُهُمْ أَمَّا أَنَا فَإِنِّي أُصَلِّي اللَّيْلَ أَبَدًا وَقَالَ آخَرُ أَنَا أَصُومُ الدَّهْرَ وَلَا أُفْطِرُ وَقَالَ آخَرُ أَنَا أَعْتَزِلُ النِّسَاءَ فَلَا أَتَزَوَّجُ أَبَدًا فَجَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَيْهِمْ فَقَالَ أَنْتُمْ الَّذِينَ قُلْتُمْ كَذَا وَكَذَا أَمَا وَاللَّهِ إِنِّي لَأَخْشَاكُمْ لِلَّهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ لَكِنِّي أَصُومُ وَأُفْطِرُ وَأُصَلِّي وَأَرْقُدُ وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي

      Telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Amir Abu Maryam Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ja’far Telah mengabarkan kepada kami Humaid bin Abu Humaid Ath Thawil bahwa ia mendengar Anas bin Malik radliallahu ‘anhu berkata; Ada tiga orang mendatangi rumah isteri-isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan bertanya tentang ibadah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan setelah diberitakan kepada mereka, sepertinya mereka merasa hal itu masih sedikit bagi mereka. Mereka berkata, “Ibadah kita tak ada apa-apanya dibanding Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bukankah beliau sudah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan juga yang akan datang?” Salah seorang dari mereka berkata, “Sungguh, aku akan shalat malam selama-lamanya.” Kemudian yang lain berkata, “Kalau aku, maka sungguh, aku akan berpuasa Dahr (setahun penuh) dan aku tidak akan berbuka.” Dan yang lain lagi berkata, “Aku akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selama-lamanya.” Kemudian datanglah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada mereka seraya bertanya: “Kalian berkata begini dan begitu. Ada pun aku, demi Allah, adalah orang yang paling takut kepada Allah di antara kalian, dan juga paling bertakwa. Aku berpuasa dan juga berbuka, aku shalat dan juga tidur serta menikahi wanita. Barangsiapa yang benci sunnahku, maka bukanlah dari golonganku.” (HR. BUKHARI )

      +++

      Ada beberapa point yg ingin sy garis bawahi dari kandungan makna hadist di atas :

      1. 3 orang sahabat Nabi tersebut “MENGANGGAP REMEH” amalan/ibadah yg di lakukan Nabi.

      Dan merekapun berkata:

      “Ibadah kita tak ada apa-apanya dibanding Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bukankah beliau sudah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan juga yang akan datang?”

      2. Tujuan 3 sahabat tersebut adalah “BAIK” menurut UKURAN dan KADAR mereka.
      Merekapun sepakat untuk melakukan IBADAH yg “LEBIH” dari amalan ibadah yg di lakukan Nabi.

      Sahabat 1:
      “Sungguh, aku akan shalat malam selama-lamanya.”

      Sahabat 2:
      “Kalau aku, maka sungguh, aku akan berpuasa Dahr (setahun penuh) dan aku tidak akan berbuka.”

      Sahabat 3:
      “Aku akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selama-lamanya.”

      Demi Alloh !!!

      Kita semua akan sepakat bahwa:

      Sholat, berpuasa dan menjauhi wanita adalah suatu amalan yg rojih .. ahsan … toyiban !!!

      Amalan-amalan tersebut merupakan termasuk rukun Islam (sholat & puasa:pen).

      Tetapi yg menjadi masalah …

      >>> PARA SAHABAT NABI TERSEBUT BERAMAL TANPA MENGIKUTI PETUNJUK NABI << PARA SAHABAT NABI TERSEBUT MEMBUAT “TATA CARA BERIBADAH SENDIRI”, TANPA MENGIKUTI ATURAN DARI NABI <~

      3. KLIMAKSNYA…

      Nabipun menutup kisah ini dng memberikan PENEGASAN !!! :

      Ada pun AKU, DEMI ALLOH !!! …

      ADALAH ORANG YANG PALING TAKUT KEPADA ALLOH DI ANTARA KALIAN, dan juga PALING BERTAKWA.

      Aku berpuasa dan juga berbuka, aku shalat dan juga tidur serta menikahi wanita.

      “BARANGSIAPA YANG BENCI SUNNAHKU, MAKA BUKANLAH DARI GOLONGANKU … !!!"

      RIDHA-kah KITA …. JIKA KITA BUKAN TERMASUK GOLONGAN MUHAMMAD SAAW ???? ….

      +++

      Sodaraku !

      Itulah hakikat BIDAH … mengada-ngada dalam urusan agama !
      Nabi pun melaknat pelaku bidah !

      Hakikat orang yg memakmurkan & membuat bidah adalah mereka yg MEMBENCI SUNNAH NABI ! …

      Pantaskah kita membuat syariat baru ??? …

      Pantaskah kita mengoreksi syariat Nabi ??? …

      Pantaskah kita membuat tata cara ibadah baru ??? …

      Tidak takutkah kalian dng ancaman Nabi ??? …

      Siapakah kita ???? …

      Sodaraku !

      Ketika di alam kekal nanti kita bukan termasuk golongan Muhammad SAAW …

      lantas kepada siapa lagi kita mengaku ??? …

      Sodaraku !

      Nasehat buat ku ! … & buat mu ! …

      AYOOO BERHENTILAH DARI AMALAN BIDAH NYA !

  79. humanaja
    Mei 7, 2012 pukul 3:20 am

    Intinya, baca kalimat Tahlil itu baik, datang dan menghibur keluarga mayit itu baik,

    yang tidak baik itu Tahlilan alias baca Tahlil dengan tujuan memperingati 1- 7 hari, 30 hari dan 1000 hari kematian mayit karena tidak ada perintah Al Qur’an maupun Hadits untuk Tahlilan.

    Para Wali sudah kehabisan akal meng Islamkan umat Hindu yang fanatik sehingga mau “mengalah” demi meng Islamkan mereka.

    Para wali sebelum sunan jaga kali adalah para ulama salaf, yang mendakwahkan dakwah salaf, seperti sunan maulana malik ibrahim,sunan giri, sunan bonang,.. adapun setelah sunan ASWAJA, asli wajah jawa, yaitu sunan kalijaga dan generasi setelahnya, mereka mencampuradukan ajaran hindu kedalam islam, seperti sunan kalijaga yang memasukan wayang kedalam islam untuk berdakwah, padahal wayang adalah dari hindu,

    Lalu setelah sekian ratus tahun kita yang notabene keturunan Hindu Jawa masa lalu apa masih menuntut kepada keturunan Wali untuk terus melaksanakan ritual 7 hari, 30 hari dan 100 hari memperingati kematian mayit masih harus dilaksanakan ?

    Walisanga bukanlah panutan kita, panutan kita adalah Rasulullah,.. jika ada ajaran orang yang disebut wali tapi ajaranya tdk sesuai dengan ajaran rasulullah,.. maka wajib kita tinggalkan ajaran tsb,..

    • Agus Widodo
      Mei 12, 2012 pukul 8:02 am

      Kalau zaman dahulu tidak ada para Wali khususnya wali songo yang memperkenalkan Islam, kita yang hidup di zaman sekarang tidak akan menikmati Indahnya Islam.

      Kata siapa mas, wali yang dari negeri arab masih mendakwahkan islam yang benar, seperti maulana malik ibrahim,sunan giri,sunan bonang,.. mereka semua mendakwahkan islam yang benar,

      Mulai sunan aswaja (asli wajah jawa) seperti sunan kalijaga yang mencampuradukan ajaran hindu kedalam islam, mulailah islam jadi rusak,

    • boymin13687
      Mei 13, 2012 pukul 4:13 am

      Setuju sekali *_*b , menurut saya.
      urutan perujukan itu dari Al-Qur’an dulu yang, kemudian Hadits Nabi salallah alaihi wasalam(yang shahih), baru kemudian kemudian para ulama

      bukan dari Ulama dulu, baru kemudian Qur’an dan Hadits
      saya kira Sunan Kalijaga adalah ulama paling ngeyel, niatnya bener untuk mengajak kepada Islam tapi caranya yang salah dengan mencampur adukkan Islam dengan Hindu dan Budaya Jawa.

      Dan menurut saya lagi,
      Islam itulah budaya. Islam yang bercampur dengan budaya lokal dan ajaran agama lain bukanlah Islam.

      Islam bukanlah budaya,.. budaya itu buatan manusia, sedangkan Islam adalah syariat yang Allah buat, dan kewajiban manusia adalah menjalankan syariat yang telah Allah syariatkan,.

      sedangkan budaya itu adalah kreasi manusia, makanya tidak cocok disetiap tempat, berbeda halnya dengan islam,..cocok dimana saja berada,

      Wallahualam

    • M_Aslam
      Juli 10, 2012 pukul 4:24 am

      mohon maaf mas” apakah ada dalil khusus yg melarang” mengenai tahlilan ” oya n apakah hadist2 tersebut diats [asbabul furudnya} berkenaan dengan khusus tahlilan??..terima kasih sebelumnya….

      terimakasih sebelumnya telah berkomentar disini,
      Jika kita menanyakan apakah ada hadits yang melarang ritual tahlilan setelah kematian? sampai kiamatpun tidak akan menemukan hadits larangan tersebut,

      saya ambil contoh buat memahamkan anda,.
      Kita mengetahui shalat maghrib 3 rakaat,.
      Lalu ada orang yang shalat maghrib 5 rakaat, dengan dalih, dia ikhlas kok melaksanakannya, dan menganggap karena bacaan alqurannya lebih banyak, sujud dan rukunya juga lebih banyak. itu kan baik,. begitu pikirnya,..

      Lalu ada orang yang mengingatkan orang tersebut, lalu si orang ini berkata,
      “Ada tidak dalil yang melarang shalat maghrib 5 rakaat?'”
      Jawabanya sama dengan diatas,.. sampai kiamatpun tidak akan pernah menemukan dalil larangan shalat maghrib 5 rakaat,..

      Apakah berarti boleh melakukan shalat maghrib 5 rakaat??
      Bukankah shalat itu perbuatan baik,..
      Jika org tersebut mengatakan, saya shalat kok dilarang,..

      Gimana jawaban anda??

      Masalah ini sama dengan ritual tahlilan,.

      Tahlil tidak dilarang, bahkan disuruh, itu dzikir yg paling utama,

      Kalau ritual tahlilan, tidak ada dalil yang melarangnya,..

      Apakah berarti boleh??

      Jawabnya TIDAK BOLEH,.

      Karena hukum asal ibadah adalah HARAM / TERLARANG , sebelum ada dalil yang menyuruhnya,..

      Jadi pertanyaan seharusnya tentang urusan ibadah,

      MANA DALIL YANG MENYURUH KITA UNTUK MELAKUKAN RITUAL TAHLILAN KEMATIAN,..

      Bukan mana dalil yang melarang,.. sebab sebelum ada dalil yang menyuruh tuk mengerjakannya, hukum ibadah tersebut adalah HARAM / TERLARANG,..

      Berbeda dengan HUKUM ASAL selain ibadah, HUKUM ASALNYA BOLEH , selama tidak ada dalil yang melarang kita melakukan hal tersebut,

      Contoh, tentang hukum makanan atau minuman,.. SELAMA TIDAK ADA DALIL yang MELARANG, maka hukumnya BOLEH,.

  80. Abdulloh
    Maret 17, 2012 pukul 2:23 am

    Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh……

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

    Artikel disini mantap sekali….., ana suka membaca disini
    dan ana juga baru mengenal manhaj ini yang sungguh indah…

    Alhamdulillah, sungguh nikmat yang paling besar adalah mengenal manhaj salaf ini, tidak ada nilainya jika ditukar dengan harta sepenuh dunia ini, dan kita berdoa, semoga semakin banyak kaum muslimin yang mengerti manhaj salaf ini, karena inilah satu-satunya jalan yang selamat dalam beragama, sebagaimana firman Allah dalam surat attaubah ayat 100 dan ada ancaman bagi kaum muslimin yang tidak mau mengikuti manhaj salaf ini, sebagaimana tercantum dalam surat annisa ayat 115 ,

    Manhaj salaf bukanlah ormas, bukanlah kelompok, ada pendirinya, ada anggaran dasar, atau ada keanggotaan,..
    Manhaj salaf adalah metode beragama, yaitu apa-apa yang diajarkan Rasulullah kepada para sahabatnya, dan Rasulullah sudah merekomendasi mereka dalam haditsnya, Rasulullah memerintahkan kita untuk mengikutinya dengan kebaikan,

    mohon saran dari ustad untuk ana, bagaimana caranya agar bisa tetap istiqomah diatas jalan ini dan ana juga mohon izin untuk copast artikel2nya..
    Jazakumullah kharian katsiran……

    Bergaulah dengan teman-teman yang lurus manhajnya, hadir di kajian-kajian ustadz-ustadz yang mendakwahkan dakwah salaf,
    Alhamdulillah dijaman ini sarana tuk mempelajari manhaj salaf sangat banyak, ada majalah,buku,radio,website,dan cd/dvd kajian.. dengan mudah kita bisa mendapatkannya,

    Boleh dikasih tahu, dimana anda tinggal/ biar saya kasih tahu tempat-tempat kajian salaf yang ada didekat daerah anda,

    silahkan copas saja artikel yg ada disini, mudah2an bermanfaat,
    Jazakallahu khairan

    • Abdulloh
      Maret 17, 2012 pukul 6:31 am

      ana tinggal di Lampung, apakah ada info ustad2 kita (Ustd Abdul Hakim, Ustd Yazid dll) akan dauroh di Lampung?
      Jazakallahu khairan

      Di lampung ada pesantren Salafi, dan ada radio rodja lampung, akan tetapi di lampung timur, anda bisa nyari info lewat sana, atau membeli majalah ASSUNNAH, lalu lihat kolom agen tuk lampung, silahkan hubungi nomor tersebut, dan tanyakan kajian yang dekat dengan tempat tinggal antum, jazakallahu khairan,..

  81. wong_Negaradaha
    Maret 16, 2012 pukul 2:06 am

    Ust. Abdul Aziz (yang mengaku mantan pendeta Hindu) tadi malam tanggal 16 November 2011, ia ditahan di Mapolres Kulonprogo Jogjakarta, setelah mengisi ceramah di Masjid Agung Wates Kulon Progo.

    info dari berita ya mas? sudah lihat videonya belum, yang ceramah dengan pimpinan pesantren yang sudah rujuk kepada pemahaman yang benar, yaitu mengikuti pemahaman para sahabat, bukan mengikuti pemahaman ormas, apapun nama ormas tersebut,

    Patokan kebenaran bukan ngikut ormas, wong abu bakar , umar , utsman, atau Ali, juga imam syafii,dan ulama-ulama ahlus sunnah ngga ada tuh yg ngikut ormas,.. apalagi ormas tersebut didirikan oleh orang indonesia jauh sekali dari jaman Rasulullah, mbok ya mikir mas,.. banser adanya tahun kapan ya? sengaja saya hapus,

    Silahkan lihat videone nang kene mas,..






  82. Ubiet Abdillah
    Maret 8, 2012 pukul 10:06 am

    Apa betul seseorang dapat disebut telah beribadah kepada Alloh, jika memenuhi tiga syarat pokok yang harus di penuhi. 1. Beriman 2. Bersyairáh 3. Ikhlas, tolong jelaskan ?

    Syarat diterimanya ibadah ada 2 :
    1. Ikhlas
    2. Mengikuti Contoh Rasulullah,
    Kedua hal tersebut harus ada, hilang salah satunya, maka tidak akan diterima amal ibadah yang dilakukannya,

  83. Toton
    Maret 6, 2012 pukul 6:37 pm

    Melakukan ibadah diluar tuntunan Rasulullah ibarat menuduh Rasulullah telah berdusta dan menyembunyikan risalah yang harus disampaikan pada umatnya. Biaya untuk mengadakan yasinan/tahlilan itu lebih baik disedekahkan pada orang-orang yang membutuhkan (itu kalau bukan dari hasil utangan).

    Islam itu sudah sempurna dan mudah. Kenapa dipersulit?

    iya, betul,.. seandainya saja para pelaku bidah itu mengetahui,.. islam sudah sempurna,..
    mudah-mudahan allah memberi petunjuk kepada pelaku kebidahan,.. dan menunjuki kita agar tetap istiqamah diatasa sunnah

  84. anis mujiono
    Maret 4, 2012 pukul 2:35 pm

    kalau suruh menyebutkan dalilnya, ada banyak sekali. tetapi karena memang sudah beda pemahaman dan kuatnya doktrin masing- masing, maka mendingan gak usah lah saya sebutkan. yang jelas, baik sunni maupun salafi sama islamnya.

    Salafi adalah sunni, tetapi yang ikut ormas sih perlu ditanyakan,
    Kalau salafi itu loyalnya kepada dalil yang shahi dari rasulullah, menurut pemahaman para sahabat, bukan loyal kepada ormas, karena tidak ada perintah tuk loyal pada ormas, walaupun ormas islam,.. sebab itu pada hakekatnya adalah mengkotak-kotakkan kaum muslimin itu sendiri, pemecah belah kaum muslimin,.. lihat saja, sesama ormas membanggakan ormas yang diikutinya,..

  85. nuharis
    Februari 29, 2012 pukul 8:30 am

    saya mau bertanya hukum bid,ah dalam ajaran islam terbagi dalm berapa hal …………………?

    terima kasih telah bertanya,.. yang membagi bidah menjadi bermacam-macam itu siapa ya?

    kata Rasulullah, setiap bidah itu sesat,.. mana yang lebih layak kita ambil? gunakanlah akal sehat kita tuk memilihnya,..

  86. wanca
    Februari 26, 2012 pukul 9:54 pm

    assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    sangatlah banyak saudara kita yang tak setuju apabila tahlilan dianggap satu amalan yang bid’ah dan menyesatkan bahkan mereka akan membalas dengan komentar yang keras

    itu merupakan satu hal yg wajar yang boleh terjadi di negeri ini yg mayoritas ISLAM KETURUNAN tanpa landasan ilmu yaitu alqur’an dan hadits,MEREKA HANYA MELIHAT DAN MENIRU APA APA YANG DILAKUKAN OLEH ORANG TUA DAN KEBANYAKAN ORANG TERDAHULU.(smg ALLAH SWT memberikan hIdayah dan petunjuk bagi mereka amin)

    ana juga dahulu rajin ikut tahlilan,karena menurut ana dahulu itu satu ibadah yang baik
    tapi skrg ana jadi takut ..karna tidak diperintahkan dlm alqur’an dan hadits
    dari kajian ana yg sangat sederhana :

    – suatu hari teman dari teman ana mengeluh,ia tlp teman ana untuk pinjam duit Rp.1jt utk keperluan acara 40 hari orang tuanya yg baru meninggal,mereka tinggal di daerah pagar alam sum sel. ( bukankah ini merupakan beban yang berat bagi kelrga yang ditinggalkan? setelah mereka berpisah dengan orang tua mereka juga harus cari dana utk 1,3,7.40.100.1000 ? )

    -bagi tetangga dan kerabat yang meninggal ; mereka merasa malu jika tak datang menghadiri acara sprt itu dan mereka mewajibkan datang,tetapi apakah mereka akan merasa malu jika saat berkumandang azan yang sudah wajib hukumnya bagi laki laki untuk shalat di mesjid mereka seakan tak dengar dan berlalu.. shalat berjamaah bagi laki laki wajib hukumnya dan itu jelas dalam alQur’an dan merupakan perintah ALLAH SWT

    semoga bermanfaat

    jazakumulloh khoir

  87. anis mujiono
    Februari 26, 2012 pukul 3:21 pm

    acara tahlilan dan yasinan menurut saya bagus kok. susunan acaranya bagus dan sesuai perintah rasulullah. seperti membaca berbagai ayat Alqur’an, berdzikir, berdoa, bermusyawarah, silaturrahm, ramah tamah, ada sodaqohnya, ada kajian agama juga. itu semua disusun oleh ulama zaman dahulu supaya orang- orang tetap punya semangat beribadah.

    semua pelaku bidah berniat untuk kebaikan, niat yang baik saja tidak cukup,

    Kenapa harus malam jumat yasinannya? mana perintah dari rasulullah, coba aja diganti malam jumat baca surat albaqarah, ditempat yang biasa malam jumat baca yasin, apa komentar mereka kira2?

    itu disusun oleh ulama jaman dulu, ulama siapa, kan yg biasa ngadain yasinan atau tahlilan ngakunya biasanya sih pengikut imam syafii,.. nah mana dong bukti kalau imam syafii ngadain tahlilan, yasinan, bukan menurut sunan kalijaga yang ga ada kerjaan nungguin tongkat, ngga mandi, ngga shalat jumat, karena nungguin tongkat hingga ada sarang burung di kepalanya,.

    ada juga acaranya orang PKS yaitu LIQO setiap seminggu sekali. di dalam liqo ada baca qur’annya, ada diskusinya, bermusyawarah, silaturrahm, berdzikir juga, ada sodaqohnya dan makan- makannya. ada juga ritual yang lebih ngeri lagi yaitu MABIT (malam bina amal takwa) yang biasa dilakukan orang-orang muhamadiyah, tarbiyah, PKS, dll di tengah malam.
    ada juga ritual pembacaan Al Ma’tsurot karangan Al Banna.

    mabit=malam bidah, kalau mabit di mina, itu baru yg sunnah

    Dulu juga sempat ikut liqa, sebelum mengenal dakwah salaf,.. alhamdulillah, setelah tahu, dan bnyk penyimpangan manhaj disana, saya ngga ikut lagi,.. dan banyak sekali kok mantan-mantan pks yang akhirnya rujuk ke salaf, dulunya membenci salaf dengan benci yg sangat, akhirnya rujuk ke salaf, dan menyesali perbuatannya dulu,.. yg dari nu jg banyak, bahkan salahsatunya jadi ustadz, padahal dulu sempat jadi tukang nuntun gusdur, mondok di tambak beras jombang,.. dari muhammadiyah jg banyk yg rujuk ke salaf, demikian jg dari persis, atau ldii, jamaah tablig, juga dari nii atau ikhwanul muslimin,..
    ada semua mas,.. dan kalau dah kenal manhaj salaf, ngga akan kemana2 lagi, dah tahu,, sekalipun ngga di salafi lagi, di hati kecilnya dia tahu, sebenarnya gimana sih manhaj salaf itu,. hanya karena peran hawa nafsunya yg lebih besar, sehingga mengambil sikap yg keliru,..

    orang salafi juga saya kira melakukan pertemuan- pertemuan seperti itu. jadi apa yang kalian perdebatkan?? semua sudah jelas. semua memetik dari dalil- dalil yang jelas. berbagai dalil itu kemudian dikumpulkan menjadi satu acara yang banyak manfaatnya. saya sarankan bagi saudara- saudaraku semua seiman dan seislam. jangan bertengkar ya.. supaya kita kuat ukhuwahny.

    Kalau disalafi ngga ada mengkhususkan hari anu kajian, kalau selain hari anu berarti kurang afdhal, bebas saja,.. beda dengan yasinan,.. ada yang berani merubah yasinan bukan di hari malam jumat, misalkan yasinan ganti di malam minggu, … atau suratnya diganti, gimana kira-kira komentar penggemar yasinan, atau kyainya? kalau di salafi mah mau kajian hari apa saja terserah, yang penting ada keluangan waktu, bahkan dibeberapa kota tiap hari ada kajian,.. apalagi di radio, tiap hari berpuluh kajian ditempat yg berbeda,.. nah yasinan,.. malam jumat tok,..

    • abuerzha
      Februari 28, 2012 pukul 4:11 am

      @anis mujiono : smg Alloh Ta’ala selalu memberikan hidayah dan petunjuk-NYA kepada antum dan kita semua..
      ana hanya menomentari sedikit komennya bung Anis mujiono..
      di paragraph awal antum mengatakan : “acara tahlilan dan yasinan menurut saya bagus kok..” ana juga mo tanya nih coba antum sebutkan ‘ulama’ mana yg mengadakan ritual Tahlil-an/Yasin-an??jgn berdusta atas nama Ulama lhoo mas..:)

      komentar saya : mas..perlu diingat agama Islam ini dibangun diatas Dalil yakni Al-Qur’an,As-sunnah serta Ijma para sahabat rohdiallohuanhuma..bukan perkataan saya,anda,admin,si fulan,si fulanah,kyai,ustadz,ustadzah,anjengan,guru-guru dsb. dan bukan prasangka-prasangka hati dan perasaan baik belaka karena agama Islam dibangun diatas ILMU.
      Kalau semua orang berbicara Agama yg mulia ini berdasarkan perasaan,hawa nafsu tanpa melihat kaidah-kaidah serta syariat ibadah yg sudah ditetapkan Alloh Ta’ala melalui ROsululloh serta contoh dari para sahabat Rosululloh maka bersiap-siaplah akan kehancuran agama Islam yg mulia ini..lhoo kenapa?? karena umat Islam sudah MENYELISIHI ibadah yg sudah ditetapkan Alloh Ta’ala melalui Rosululloh..
      fahami baik-baik..Agama Islam ini diturunkan oleh Alloh Ta’ala melalui Rosululloh dan umat ini hanya mengikuti apa2 yg sudah ditetapkan dan TIDAK membuat perkara-perkara BARU dalam ber-agama..mudah bukan..??tinggal mencontoh saja apa susahnya.. :)

      ROsululloh telah mengisyaratkan akan datang keadaan ini:
      “Sungguh-sungguh aku akan dapati salah seorang dari kalian bertelekan di atas dipan datang kepada sebuah perintah dari perintahku atau larangan dari laranganku lalu dia mangatakan: ‘Saya tdk tahu itu apa yg kami dapatkan dlm kitab Allah yg kami ikuti.’”{Shahih HR Ahmad Abu Dawud At Tirmidzi dari Abu Rafi’ dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani dlm Shahihul Jami’ 7172)

      Ibnu Katsir dalam tafsirnya (I/231) berkata, “Sesungguhnya amal yang di terima harus memenuhi dua syarat. Pertama, ikhlas karena Allah. Kedua, benar dan sesuai syari’at. Jika dilakukan dengna ikhlas, tetapi tidak benar, maka tidak akan diterima”.

      Pernyataan itu dikuatkan dan dijelaskan oleh Ibnu Ajlan, ia berkata, “Amal tidak dikatakan baik kecuali dengan tiga kriteria : takwa kepada Allah, niat baik dan tepat (sesuai sunnah)” [Jami Al-Ulum wal Hikam : 10]

      Dari ’Abdullah (bin Mas’ud) radliyallaahu ’anhu ia berkata : ”Sederhana dalam sunnah itu lebih baik daripada bersungguh-sungguh dalam bid’ah” [Diriwayatkan oleh Ad-Darimi no. 223, Al-Laalikaiy dalam Syarh Ushuulil-I’tiqad no. 14, 114, Al-Haakim 1/103, dan yang lainnya; sanad riwayat ini jayyid].

      Ibnu Mas’ud juga berkata :
      “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian akan mengadakan perkara baru dan akan diadakan perkara baru untuk kalian. Apabila kalian melihat perkara yang baru (muhdatsah), maka wajib bagi kalian untuk menetapi perkara yang pertama (yaitu apa yang dilakukan oleh para Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam beserta para shahabat radliyallaahu ‘anhum)”.

      Ibnu Mas’ud juga berkata :
      “Jauhilah oleh kalian perbuatan bid’ah, berlebih-lebihan, dan berdalam-dalam. Dan wajib atas kalian berpegang pada generasi yang terdahulu” [Thabaqaat Al-Hanaabilah 1/69,71].

      Semoga Alloh Ta’ala memudahkan kita dalam mempelajari agama Islam yg mulia ini dan selalu taat serta ittiba kpd Rosullloh dalam beribadah..

      smg bisa difahami..
      Allohuta’a ‘alam..

  88. laskar jihad return
    Februari 25, 2012 pukul 5:00 pm

    TAHLILAN , berasal dari bahasa arab , dgn tasrif nya HALLALA – YUHALLILU-TAHLILAN. TAHLILAN artinya mengucap : LA ILAHA ILLALLAH ( tdk ada tuhan kecuali Allah )..

    jika dikaitkan dgn judu; topik diatas :( Ternyata Tahlilan Bukan Dari ajaran Agama Islam, tapi dari agama hindu,..) saya hanya bisa ngakak , sebab si pembuat topik atau admin , tdk paham dgn topik nya sendiri ..

    Mas, siapa yg lebih ngerti bahasa arab? anda atau para sahabat? para sahabat ngga ada tuh ritual tahlilan setelah kematian,.. emang topik diatas itu arahnya kemana? kalau baca jgn sepotong-sepotong dong,.. ada ngga ritual tahlilan setelah kematian, terkait dgn hari? emang ritual tahlilan yg ada di indonesia dilakukan setiap ada kejadian apa? sebagaimana yasinan,..

    siapa kata rasul tdk mengajar kita agar sentiasa TAHLILAN ?

    mengucapkan tahlil, kapan saja , tdk terikat waktu,.. kalau tahlilan yg di indonesia, itu kan setelah kematian, berapa hari,.. dst,.. emang ini ajaran siapa? ya ada tuh di kitab-kitab hindu,.. kalau di ritual hindu yg dibaca mungkin mantra-mantra, lalu bacaan itu dirubah menjadi tahlil,..ini ya pelecehan terhadap tahlil itu sendiri,.. musibah,..

    Kalimat tahlil, itu ibadah yg agung,.. kalau tahlilan, ya kebanyakan cuma ada di indonesia, para pelakunya adalah ASWAJA (ASli WAjah JAwa)

    siapa kata sahabat nabi tdk TAHLILAN ?

    justru admin yg perlu di pertanyakan ttg iman dan islam nya ..

    admin : jgn di pliara bodohnya.. oke ??

    mending jadi orang bodoh, sehingga tdk membuat-buat ritual agama sendiri, mencukupkan diri dgn ajaran-ajaran yg betul-betul diajarkan oleh Rasulullah,.. daripada jadi orang pinter yang membuat-buat ajaran baru dalam islam, apalagi memasukan ritual-ritual dari agama lain ke dalam islam,.. ini musibah, inna lillahi wa inna ilaihi raji’uun..

    Ada juga tahlil mas, di indonesia jadi tahlilan,
    Ada juga yasin mas, di indonesia jadi yasinan

    Kalau tahlilan kata anda dari bahasa arab, itu buat berkilah saja,.. wong di arab ngga dikenal istilah ritual tahlilan,.. Abu bakar tdk pernah merayakan ritual tahlilan, Umar, Utsman, Ali juga tdk melakukan ritual tahlilan,
    Imam syafii yg jadi tokoh oleh para pengikut imam syafii yg dalam hal ini sering melakukan ritual tahlilan,.. juga tdak melakukan ritual tahlilan,.. jadi ritual tahlilan itu ngikutin siapa?… eh ternyata ngikutin tradisi hindu, katanya supaya orang hindu tertarik kepada islam, dibuatlah ritual yg harinya spt ada di kitab hindu, cuma bacaannya dirubah, diisi tahlil,.. ini mah mencampuradukkan yg batil dgn yg hak,.. agama sdh sempurna mas, ngga perlu modifikasi,.. jgn buat-buat syariat baru dalam islam,.. islam sudah sempurna, ngga perlu ditambah dan dikurangi,..

    • boymin13687
      Mei 13, 2012 pukul 4:32 am

      bukan masalah siapa yang bodoh dan siapa yang pinter…..

      Bukan pula Tahlil-nya(lafaz “Lailahailallah”) yang dipermasalahkan kang…. :p
      tapi rangkaian acara Tahlilan( dilakukan pada malam ke-1, 3, 7, 1,3,7.40.100.1000) setelah seseorang meninggal, itu yang menjadi masalah….

      soalnya Nabi tidak pernah mensyariatkan dan mengadakan acara Tahlilan, ketika putranya, Ibrahim meninggal dunia Rasulullah shalallah alaihi wasalam tidak mengadakan acara tahlilan untuknya,

      dan kalau ada hadits Shahih(shahih Bhukhari, Muslim, dst) yang menganjurkan untuk mengadakan acara Tahlilan…. saya sudah dari dulu mendukung acara Tahlilan…. :p

    • abu ghina
      Agustus 8, 2012 pukul 5:57 pm

      ” DALIL PERAYAAN HAUL KEMATIAN ASWAJA”

      … At the yearly anniversary of the death (according to the moon calendar), a priest conducts the shraddha rites in the home, offering pinda to the ancestors. This ceremony is done yearly as long as the sons of the deceased are alive (or for a specified period). It is now common in India to observe shraddha for ancestors just prior to the yearly Navaratri festival. This time is also appropriate for cases where the day of death is unknown.

      http://www.religiousportal.com/HinduDeathRituals.html

      +++

      1. yearly anniversary of the death
      2. shraddha rites
      3. offering pinda to the ancestors
      4. yearly Navaratri festival

      ritual-ritual umat Hindu tersebut di asimilasi kedalam Islam.

      > . PERAYAAN HAUL KEMATIAN TAHUNAN INI TIDAK PERNAH DI LAKUKAN OLEH GENERASI YG PALING FAHAM AGAMA

      >. PERAYAAN HAUL KEMATIAN TAHUNAN INI TIDAK PERNAH DI SYARIATKAN OLEH ROSUL

  89. afif
    Februari 25, 2012 pukul 5:36 am

    Amien… ada blog yg mengulas tradisi ritual tahlilan, yasinan dll. ane tidak mengomentari komen2 sebelumnya. Ana hanya bertanya istilah ‘ASWAJA’. Dalam kesempatan dan waktu ana sebelumnya pernah mendengar jika ASWAJA tsb kepanjangan dari Ahlu Sunnah WAl JAmaah… ?? Sementara di blog ini disampaikan ASli WAjah Jawa (ASWAJA juga…???) jadi dari mana dan dimana kedudukan dan hubungan kedua asal usul ASWAJA tersebut ? Terimakasih atas pencerahannya
    wassalam………….

    Alhamdulillah, terimakasih telah berkomentar disini,
    Mungkin antum atau orang lain ada yg bertanya, kok ada ASWAJA artinya bukan hanya Ahlussunnah Wal Jamaah, kenapa? ya, ini sekedar tuk membedakan mana ASwaja yg sesungguhnya, dan mana yg hanya mengaku-ngaku saja,

    Orang yg getol mengamalkan amalan tahlilan, yasinan, 7hari, dstrsnya, itu kebanyakan orang jawa, kebetulan dapet di facebook ada yg menyingkat spt itu, dan pas, jadi ASli WAjah JAwa,

    Kemudian jika kita ingatkan ttg kebidahannya, mereka ngeyel, dan tidak malu-malu mengerjakan kebidahannya, seperti bermuka tembok, dan ini bkn bermuka tembok lagi, tapi lebih keras dari tembok, jadi sprti bermuka baja, maka jadilah ASli WAjah waJA

    Sebenarnya ada satu lagi, dimana jika kita mengingatkan, ini tdk ada contohnya dari rasulullah, maka mereka menjawab, mereka mendapati nenek moyang mereka melakukannya,.. maka inipun mirip dengan orang-orang jahiliyah,.. jadi ini adalah warisan jahiliyah,. maka jadilah ASli WArisan JAhiliyah,

    itulah yg melatarbelakangi sebutan ASWAJA bagi pelaku kebidahan,..

    ASWAJA yg asli adalah orang-orang yg benar-benar mengamalkan sunnah-sunnah rsulullah, amalan-amalan yg betul-betul diajarkan oleh Rasulullah,.. bukan sekedar mengaku-ngaku sebagai aswaja saja,.. sehingga ada di indonesia ormas islma yg cukup besar,. jika tdk jadi pengikut ormas tersebut, bukanlah tmsk aswaja, aswaja sejati adalah yg mengikuti ormas tersebut,.. kasihan kalo spt ini,. Abu bakar bkn aswaja dong, karena waktu abu bakar hidup, blm ada tuh ormas tsb,..

  90. coolis noer
    Februari 16, 2012 pukul 12:20 pm

    Terimakasih telah berkomentar disini

    menurut saya, selama amal perbuatan itu hasanah, artinya tidak melanggar syar’i, dan diniatkan karena allah semata, maka amal tersebut berpahala.

    Kalau tidak melanggar syar’i, itu sih bukan bidah hasanah, tapi itu sunnah,.. ada dalilnya,

    Termasuk tahlilan, karena dalam tahlilan itu dibaca kalimat2 tayyibah dan bacaan alquran, selain itu juga dipanjatkan doa-doa untuk meminta keselamatan.

    Tahlil itu bagus, merupakan dzikir yg paling utama, kalau TAHLILAN itu jelek, termasuk melecehkan kalimat tahlil itu sendiri, Rasulullah tidak mengajarkan ritual tahlilan, demikian juga para sahabat, dan ulama-ulama ahlus sunnah setelahnya,.. ritual tahlilan dilakukan oleh ASWAJA (ASli WAjah JAwa) sebab ngga ada tuh ritual tahlilan di negeri asalnya islam,

    Walaupun tidak diajarkan oleh nabi, tetapi para ulamak dahulu mengmalkannya untuk kebaikan dan diniatkan hanya karena Allah semata.

    Semua kebaikan sudah diajarkan oleh Rasulullah,.. islam sudah sempurna, jangan ditambahi, jangan dikurangi,

    Niat yang baik, harus dengan cara yang baik, .. niat ikhlas semata tidaklah cukup, sebab syarat diterimanya ibadah ada 2, 1.ikhlas, 2. mengikuti contoh rasulullah, kedua syarat tsb harus ada,

    Jadi hal itu walaupun tidak diajarkan scr lgsung oleh Nabi, tetapi kebiasaan itu berfaedah dan berpahala yang akan berdosa jika kita melarang2nya. Dan soal diterima atau tidak, itu urusan Allah, wallahu a’lamu, yg tp terpenting adalah kita berusaha mengamalkan kebaikan untuk memohon ridho-Nya.

    Niat yang baik saja tidaklah cukup, baca ulasanya disini

    Setiap yg diada-adakan dalam ibadah adalah bidah, dan semua bidah adalah sesat, dan setiap kesesatan tempatnya di neraka, kita berlindung dari melakukan perbuatan bidah, mudah-mudahan Allah memberikan hidayah kepada kita…

  91. aank
    Februari 12, 2012 pukul 2:24 am

    ass.wr wb .

    (ini bukti apa ya, salam kok nulisnya spt ini?)

    inilah bukti bahwa seorang yang hanya bisa secuil berani memecah belah ummat dengan dagelannya yang konyol .

    ritual 3 ,7 hari dst adalah sebagai penggingat bagi kita akan kematian sekaligus mengingatkan kita agar selalu mendoakan almarhum agar selamat di alam kubur.

    Mendoakan orang yg sdh meninggal bisa kapan saja, islam mengajarkan bisa setiap saat, kok pelit amat sih, cuma di hari ke 3,7, dstrsnya,.. kenapa gak setiap saat?
    Dan setelah dilihat, ternyata hari ke 3,7, dstrsnya, itu ada dikitab agama hindu,.. Rasulullah saja ngga berdoa di hari ke 3,7, dst,.. Imam syafii juga tidak, emang ini adalah amalan ASWAJA (ASli WAjah JAwa)

    tahlilan adalah hal yang baik dan sebaiknya bapak(sy sebut bapak kana mungkn anda marah dibilang ustad karna itu mungkin pangglan ( ustd) bidah menurut bapak karna tdak ada di jaman rasulllah).

    Kalimat tahlil adalah kalimat yang mulia, dzikir yang paling agung,.. kalau TAHLILAN, itu adalah pelecehan terhadap kalimat tahlil yang agung tersebut,.. inna lillahi wa inna ilaihi raji’uun..
    Sebagaimana surat Yasin, itu surat yang mulia, akan tetapi YASINAN, itu pelecehan terhadap surat yasin itu sendiri,.. emangnya quran cuma yasin aja,.. kenapa gak tiap hari dibaca, dari mulai surat alfatihah, besoknya albaqarah, besoknya ali imran, dst hingga surat annas,.. kan bisa khatam tuh alquran,.. ini ngga,.. YASIN mulu yang dibaca,..

    dan bagi saya lebih baik ada kotoran di wajah kita ketimbang hati kita yang kotor oleh hasut, dengki dan adu domba .

    TAHLILAN merupakan penyebab kotornya hati, karena itu merupakan perbuatan bidah,
    Dan sangat aneh jika ada orang yang berusaha mengembalikan ajaran islam yang asli sebagaimana yang rasulullah ajarkan, kok dibilang mengadu domba,..

    ini sunnatullah,..dulu rasulullah dijuluki al amin, stelah mendakwahkan dakwah tauhid, maka dijuluki oleh kaumnya dengan julukan majnun,…

    Apakah Rasulullah melakukan ritual tahlilan?
    Apakah Abu Bakar melakukannya?
    Apakah Umar,Utsman, Ali melakukannya?
    Apakah imam yang 4 melakukannya?
    Apakah imam bukhari,muslim, dan para ulama lainnya melakukannya?
    jawabanya mereka TIDAK MELAKUKANNYA,..
    Lalu ritual tahlilan itu ajaran siapa? tolong jawab ya?

    bapak yang terhormat mari kita lebih banyak bertaubat dan beribadah kepada Allah.karna bagaimanapun Allah telah berfirman agar kita berlomba dalam kebaikan.

    Betul sekali kata ustadz aank,
    kita lebih banyak bertaubat dan beribadah kepada Allah,
    Tentu cara beribadah kita juga wajib seperti yang diajarkan oleh Rasulullah,.. bukan beribadah dengan cara-cara baru, modifikasi sendiri,.. sebagaimana ritual tahlilan, yasinan, dan an an yg lainnya,..
    Karena semua itu bukan mendatangkan ridha Allah, akan tetapi mendatangkan murka Allah,..

    Bukankah sebagaimana kata ustadz aank “karna bagaimanapun Allah telah berfirman agar kita berlomba dalam kebaikan”

    Nah kebaikan itu bukan menurut versi kita pak ustadz, tapi kebaikan menurut Allah,..
    Apa kebaikan menurut Allah,.. Allah yang membuat syariat ibadah ini, dan Rasulullah sudah menyampaikannya seluruhnya,
    Kita tinggal melaksanakan sesuai perintah Rasulullah, jangan ditambah, jangan dikurangi,.. apa adanya saja,..
    Itulah kebaikan,..

    Bukan kebaikan versi kita, seperti TAHLILAN, itu kan berisi tahlil, doa, bacaan alquran,.. itu baik menurut sebagian orang,..

    saya ambil permisalan gini pak ustadz,..

    Jika ada orang shalat maghrib 5 rakaat,.. apakah anda berani melarangnya? apakah sah shalat orang tersebut?
    Bukankah bacaan alqurannya jadi banyak, tadinya cuma tiga rakaat, akan tetapi ditambah jadi 2 rakaat lagi,..
    Bukankah sujud dan rukunya jadi lebih banyak,..
    Kalau anda melarangnya, apa alasan anda?

    Jika orang tersebut berkata kepada anda: ” kok anda melarang saya shalat?” apa jawab anda?

    Mudah-mudahan Allah menunjuki kita kepada pemahaman islam yang benar, pemahaman para sahabat yang merupakan generasi yang dibina langsung oleh Rasulullah,

    wassalam

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

  92. M Isa Bharata
    Februari 6, 2012 pukul 5:56 am

    Trm ksh banyak atas ilmunya.

  93. Januari 30, 2012 pukul 6:58 am

    jazakallahu khairan

    Memang lebih mudah membuat insyaf pelaku maksiat bila dibanding menyadarkan para pelaku bid’ah, semoga kita selalu mendapat rahmat serta Hidayah allah untuk selalu dalam akidah yang lurus dalam agama ini. Amiien.

  94. AGUS SYAHRUL ADIB
    Januari 22, 2012 pukul 8:15 am

    Mungkin anda membuat tulisan ini masih sebagai PENDETA HINDU ya ? seandainya anda benar-benar sekarang MENGAKU sebagai MUSLIM, PASTI dan PASTI anda tidak akan menyerang orang sesama Islam, paham gak ? kalo gak paham datanglah ke Pondok Pesantrenku…!

    Terimakasih atas komentarnya,
    Bukan saya yang ngarang sendiri, tapi setelah melihat video mantan pendeta hindu yang masuk islam, lalu menjelaskan tentang ritual kematian, yang itu tertera di kitab agama hindu dan budha,..

    harusnya bukan kemarahan yang timbul, justru bertrimakasih, telah ada yang mengingatkan, mantan pendeta menjelaskan dari kitab hindunya, bahkan disebutkan kitab-kitabnya,..

    Seandainya anda yang mengaku islam, trus ada pesantren juga, tolong tunjukin, mana dalil dari islam tentang ritual kematian 3 hari, 7, 10, 40, dan seterusnya,.. tolong ada di kitab apa, hadits riwayat siapa,..

    Jika ada seorang muslim yang ngasih tahu, ada kotoran di wajahmu, apakah anda marah? apakah anda menuduh seorang muslim itu telah menyerang diri anda? tentu ini anggapan yang naif,..

  95. RIZAL
    Januari 14, 2012 pukul 4:19 pm

    SAATNYA KITA BICARA UNTUNTUK MENGAJAK KEBAIKAN BUKAN MEMBUAT ORANG MENINGGALKAN KEBAIKAN YANG SUDAH DIKERJAKAN

    Jazakallahu khairan,
    Betul kata anda, kita mengajak kepada kebaikan, dengan mengamalkan tahlil yang diajarkan Rasulullah, dan meninggalkan keburukan dari tahlilan yang bukan diajarkan oleh Rasulullah, tapi diadopsi dari ajaran hindu dan budha, hanya saja ditambahi dengan bacaan-bacaan tahlil,… jadi dianggapnya seolah-olah itu ajaran islam, bisa mendekatkan diri dengan ritual tahlilan tersebut, padahal pada hakekatnya pelaku tahlilan semakin jauh dari ajaran islam ini, dan setanpun gembira melihat orang-orang yang melakukan ritual tahlilan ini,.. kenpa? karena pelaku bidah tahlilan ini lebih disukai setan daripada pelaku kemaksiatan,..

    Nama, tidaklah merubah hakekat,..

  96. jaelan..
    Januari 14, 2012 pukul 5:17 am

    Jazakallahu khairan atas tanggapannya,

    1……poin poin yg anda ungkapkan dalam kitab ianatuttolibin….memang demikian . sy sependapat dgn anda…karna kitab tsb memang terbiasa bg sy di psntren2.menjadi rujukan dan sy pun dibesarkan dipesantren yg memperdalam kitab2 tsb

    Ilmu itu untuk diamalkan, bukan untuk dikoleksi,.. jika anda sudah mengetahui, lalu kenapa tidak diamalkan apa yang telah anda ketahui dari tahlilan,.. dikitab tersebut juga dijelaskan,.. bahkan muktamar NU sendiri memutuskan bahwa acara tahlilan adalah makruh, apakah anda tidak tahu?
    Jangan menganggap, lah wong makruh ini, ngga apa-apa dikerjakan jg,… hati-hati,.. setan itu pinter dalam menggoda manusia,.. pertama kali mungkin diajak tuk ngerjain yang makruh-makruh dulu,.. hingga suatu saat, dia akan diseret tuk mengerjakan yg haram,.

    2……masalah mayoritas….maksud sy begini bagi jamaah NU…tahlilan itu amalan biasa…. hanya sebatas membaca wirid2.. doa2.. dan mendoakan orang yg tlah mati…………………..
    trus anda katakan bid~ah…. hmm coba baca diulang-ulang spy anda termasuk orang2 yg beruntung…..iqro…iqro…iqro…..telaah apa yg salah dr tahlil….itu maksud sy ustad.

    Kalimat tahlil bukan bidah, yang bidah adalah tahlilannya, Rasulullah tidak melakukannya, padahal banyak sahabat yang meninggal ketika Rasulullah masih hidup, beilau tidak melakukan tahlilan,
    Abu bakar juga tidak melakukan tahlilan ketika Rasulullah meninggal,
    coba baca diulang-ulang spy anda termasuk orang2 yg beruntung…..iqro…iqro…iqro.. adakah hadits dari rasulullah tentang ritual tahlilan ini?

    saya tanya kepada anda, Apakah ritual tahlilan yang dilakukan oleh orang NU itu suatu perkara ibadah atau bukan?
    Jika itu perkara ibadah, maka hak pensyariatan ibadah itu hanya milik Allah, maka jika itu ibadah, ada perintahnya dari Allah,
    Jika tidak ada dalilnya, lalu menyeru tuk mengerjakan amalan tahlilan tersebut, maka sama saja telah mensejajarkan diri dengan allah selaku pembuat syariat ibadah ini,.. innalillahi wa inna ilaihi raji’uun..

    ketika nabi mau wafat…beliau berjiarah kekuburan…dan nabipun mendoakannya……apakah anda tau riwayat/hadis ini………………………………………???

    Nabi berziarah kubur dengan membaca doa ketika mau masuk pekuburan, itu yang dibaca nabi,
    Hubungannya dengan tahlilan? ngga nyambung, tahlilan dilakukan dimana, Rasulullah ziarah kubur juga dimana,
    Rasulullah membaca doa ketika mau ke pekuburan, kalau tahlilan dilakukan dirumah, berkaitan dengan hari kematian,..
    Kok nabi ziarah kubur dan mendoakan ahli kubur dari kalangan kaum muslimin, diqiaskan dengan tahlilan, ya ini sangat jauh sekali, ini qias yang batil, jika anda melakukan apa yang dikerjakan nabi ketika ziarah kubur, itu anda mencocoki sunnah, jika melakukan ritual tahlilan, ya itu menyelisihi sunnah Rasul

    terus ketika nabi berperang badar……..nabi berkata kepada orang2 yg dimasukkan kedalam sumur badar…..hmmm mengapa sampai nabi berkata kepada mayat2 yg ada didalam sumur tsb melainkan dia mendengar dan tau….ustad anda tau hadis yg mengatakan……bahwa ida mata ibnu adam inqotoa amaluhu….hmmm sy tdk bs menulis arab dgn benar disini….cobalah tengok makna hadis tsb…..ada doa ntuk yg tlah mati….
    anda keukeuh pendapat anda yg benar…saya pun begitu…keukeuh dgn pendapat sy…
    Apa hubungannya dengan ritual tahlilan kejadian diatas?

    Bukan kalimat tahlil yang dimasalahkan, tapi ritual tahlilannya,.. mendoakan kaum muslimin bisa kapan saja, tidak mesti seperti ritual tahlilan, ada 3 hari, 7, 10 , 40,.100, dll,.. itu darimana sumbernya?
    Ingat mas, ibadah yang agung seperti ucapan kalimat tahlil, jika ditempatkan tidak pada tempatnya, maka itu pada hakekatnya pelecehan terhadap amalan tersebut,.. tidak mendatangkan pahala, bahkan mendatangkan dosa,..

    Dan apa-apa yang tidak datang dari rasulullah dalam hal perkara ibadah, maka itu dihukumi sebagai bidah, dan semua bidah adalah kesesatan, dan setiap kesesatan tempatnya dineraka,
    itu bukan saya yang mengatakan, baca sendiri nih haditsnya
    مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

    “Barangsiapa yang mengada-adakan suatu perkara dalam agama ini tanpa ada tuntunannya maka amalannya tersebut tertolak.” (HR. Bukhari Muslim)
    فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ, وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ, وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا, وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ, وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ, وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.
    Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah (al-Qur’an) dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad (as-Sunnah). Seburuk-buruk perkara adalah perkara yang diada-adakan (dalam agama), setiap yang diada-adakan (dalam agama) adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan tempatnya di Neraka.

    Jadi, yang mengatakan bidah itu sesat dan sesat itu di neraka bukan saya mas,.. itu Rasulullah sndiri,.. iqra…iqra…

    Maaf, kalau komentar jangan kebanyakan, biar bisa langsung ditanggapin, jadi diskusinya bisa enak, cukup segini dulu, sisanya saya hapus,

  97. jaelan..
    Januari 13, 2012 pukul 5:59 am

    klo begitu…..jamaah NU sesat dong ustad….hmmm…sy NU jg…tp klo kita liat pendapat2 ulama dlm kitab maktabah syamillah…itu semua khilafiyah alias beda pendapat….baca…baca…dan sering membaca kitab harus bisa mencernanya
    tapi alangkah baiknya ustad tdk mengatakan bahwa hal tsb sesat..karna mayoritas negara ini NU….. mereka terbiasa dlm hal tsb. sy kira justru klo kita sering baca2 kitab2 karangan ulama…sperti kaol2 madhab dan ulama2nya tdk demikian ustad…………
    SY rasa ustad blm memahami mslh tahlilan tsb…secara mendalam…
    tahlilan dlm NU bukan suatu ibadah yg rutin dan suatu keharusan baginya..tapi hanya sekedar ibadah biasa yg isinya berdikir thdp alloh membaca solawat salam thdp nabi.. berdoa bagi dirinya…dan mendoakan orang yg tlah mati ….. klo ada yg meminta minta thdp yg mati maka itu memang sesuatu yg dilarang dlm agama dan bkn termasuk dlm tahlilan tsb…..sekian wassalam semoga ustad bersikap dewasa..dan dewasa dlm berpendapat..

    Terimakasih telah berkomentar disini,
    Menanggapi komentar anda,seperti “klo begitu…..jamaah NU sesat dong ustad….hmmm…sy NU jg…tp klo kita liat pendapat2 ulama dlm kitab maktabah syamillah…itu semua khilafiyah alias beda pendapat….baca…baca…dan sering membaca kitab harus bisa mencernanya
    tapi alangkah baiknya ustad tdk mengatakan bahwa hal tsb sesat..karna mayoritas negara ini NU….. mereka terbiasa dlm hal tsb.”
    Saya tidak pernah menilai NU itu sesat, tidak ada, dan itu pernyataan anda sendiri,
    Perlu anda ketahui juga, ajaran yang diada-adakan, dan dinisbatkan itu adalah ajaran islam padahal rasulullah tidak pernah mengajarkannya, maka itu semua adalah bidah,… dan Rasulullah mengatakan, semua bidah adalah sesat, dan kesesatan tempatnya di neraka,… , jika ada yang mengerjakan perbuatan tersebut, maka terkena ancaman yang dikatakan oleh Rasulullah tersebut,.. dan hendaknya kita takut terkena kedalam ancaman ini,..

    sekali lagi, saya tidak memponis NU itu sesat,.. karena itu bukanlah kapasitas saya,..

    Lihat juga dalam kitab rujukan ulama NU,
    Terjemahan kalimat yang telah digaris bawahi atau ditulis tebal di atas, di dalam Kitab I’anatut Thalibin yang sdh diposting disini:

    1. Ya, apa yang dikerjakan orang, yaitu berkumpul di rumah keluarga mayit dan dihidangkannya makanan untuk itu, adalah termasuk Bid’ah Mungkar, yang bagi orang yang melarangnya akan diberi pahala.

    2. Dan apa yang telah menjadi kebiasaan, ahli mayit membuat makanan untuk orang-orang yang diundang datang padanya, adalah Bid’ah yang dibenci.

    3. Dan tidak diragukan lagi bahwa melarang orang-orang untuk melakukan Bid’ah Mungkarah itu (Haulan/Tahlilan : red) adalah menghidupkan Sunnah, mematikan Bid’ah, membuka banyak pintu kebaikan, dan menutup banyak pintu keburukan.

    4. Dan dibenci bagi para tamu memakan makanan keluarga mayit, karena telah disyari’atkan tentang keburukannya, dan perkara itu adalah Bid’ah. Telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah dengan sanad yang Shahih, dari Jarir ibnu Abdullah, berkata : “Kami menganggap berkumpulnya manusia di rumah keluarga mayit dan dihidangkan makanan , adalah termasuk Niyahah”

    5. Dan dibenci menyelenggarakan makanan pada hari pertama, ketiga, dan sesudah seminggu dst.

    Jumlah mayoritas, bukanlah menunjukan itu berarti kebenaran, karena memang kondisi kaum muslimin di indonesia, mereka sudah jauh dari agamanya, sehingga tidak mengerti ajaran islam yang sesungguhnya yang diajarkan oleh Rasulullah, malah kok sempat-sempatnya mengamalkan ajaran yang tidak diajarkan oleh Rasulullah sama sekali,..

    Jika ritual tahlilan itu bagus dan dianjurkan, tentu kita telah keduluan oleh para sahabat dalam mengamalkannya,.. karena merekalah yang paling getol dalam beribadah, paling rakus terhadap kebaikan, sebab mereka didikan Rasulullah langsung, dan merupakan 3 generasi yang telah direkomendasikan untuk diikuti,.. lihat surat attaubah ayat 100 dan annisa ayat 115

    anda mengatakan begini : tapi hanya sekedar ibadah biasa yg isinya berdikir thdp alloh membaca solawat salam thdp nabi.. berdoa bagi dirinya…dan mendoakan orang yg tlah mati …..

    Perlu anda ketahui, ibadah itu hak Allah dalam pensyariaatannya,.
    dan merupakan sudah satu paket, kita tinggal melaksanakannya saja,
    Jika amalan tersebut merupakan ibadah, maka tolong tunjukanlah mana dalil perintah amalan tersebut,.

    Jika tidak ada dalilnya, maka itu bukanlah suatu ibadah,.. dan perlu anda ketahui, hukum asal ibadah adalah haram, sebelum ada dalil yang menyuruhnya,..

    Jadi, jika ritual tahlilan itu tidak ada perintahnya, maka para pelakunya sedang melakukan perbuatan yang diharamkan oleh Allah,
    sehingga perbuatan tersebut bukan mendatangkan pahala, justru mendatangkan dosa,

    Mudah-mudahan Allah menunjuki kita ke jalan yang benar, dan menunjuki kaum muslimin agar mengenal agama mereka, sehingga kejayaan islam akan bisa terealisasi,
    Menyadari akan mulianya mengamalkan sunnah Rasulullah, dan memahami bahayanya mengamalkan kebidahan,

  98. jucki
    Januari 8, 2012 pukul 3:57 am

    hmm~ menarik. bisaa diambil pelajaran dan ajaran.

    jazakallahu khairan telah sudi ninggalin komentar, dan membaca blog sederhana ini, mudah-mudahan bisa bermanfaat..

  99. fitri
    Januari 8, 2012 pukul 1:15 am

    maksudnya?????
    mang lafadz apa yg ada di dalam tahlil?
    cba dch lihat dulu sistematikanya. sebenarnya didalamnya itu ada kandungan apa?
    di dalamnya itu ayat al quran, dan dzikir2 lain. seperti Lailaha illallah, istighfat, dll.
    dan dzikir2 semacam itu pun merupakan perintah dari allah. juga amalan yg di dawamkan oleh rosul. “Ala bidzikrillahi tathmainnul qulub”. dan itu secara ekspisit di perintahkan dalam al quran.
    lalu, menurut pean yg tidak di ajarkan oleh rosul itu yg mana?

    Jazakillahu khairan, telah sudi meninggalkan komentar disini, mudah-mudahan bisa saling berbagi ilmu,
    Lafadz “laa ilaaha illallah” adalah dzikir yang paling agung, kandungannya sangat bagus, dan bukan itu masalahnya. Tahlil boleh, dan sangat dianjurkan. akan tetapi yang jadi masalah adalah jika ritual tahlil itu dikaitkan dengan acara kematian, itu tidaklah diajarkan oleh Rasulullah, ini yang menjadikan amalan tersebut menjadi tercela, bahkan membawa pelakunya terancam neraka, innalillahi wa inna ilaihi raji’uun…

    Dzikir dengan cara ritual tahlilan, bukan menyebabkan hati menjadi lembut, bahkan menjadikan hati semakin keras,..

    Saya ambilkan gambaran begini, anda tentu tahu kan bacaan-bacaan dalam shalat, semua yang dibaca adalah doa dan ayat-ayat quran, apakah anda berani ketika shalat maghrib 3 rakaat ditambah menjadi 5 rakaat?
    bukankah yang dibaca adalah doa dan ayat-ayat alquran?
    Bukankah dengan rakaat bertambah, jadi semakin banyak bacaan alquran dan doa yang dibaca?
    Apakah jika kita shalat maghrib 5 rakaat itu menyalahi ajaran Rasulullah?
    Apakah jika anda melarang orang yang shalat maghrib 5 rakaat berarti anda dalam posisi yang benar,
    Lalu jika orang yang dilarang tersebut menjawab, kok anda melarang saya shalat maghrib, bukankah itu perintah Allah,.. apa kira-kira jawaban anda?

    Mungkin anda menjawab, sebab shalat maghrib 5 rakaat tidak diajarkan oleh Rasulullah,..

    Bahkan jika ada orang sengaja shalat maghrib 5 rakaat, maka shalatnya tidaklah sah,

    Dengan cara yang sama saya katakan juga, ritual tahlilan berkaitan dengan kematian seseorang juga tidak diajarkan sama sekali oleh Rasulullah,… jadi amalan tersebut tidak akan diterima disisi Allah,

    mudah-mudahan bisa dimengerti dari pertanyaan anda, menurut pean yg tidak di ajarkan oleh rosul itu yg mana?

  100. fitri
    Januari 8, 2012 pukul 1:00 am

    memang pada masa nabi tahlilan secara konseptual belum ada, tapi apakah lafadz-lafadz didalamnya tidak di amalkan oleh nabi?

    cba sejenak kita renungkan, makna apa yang ada di dalam bacaan tahlil itu. selagi ia mengandung doa-doa yang baik, dan sesuai dengan yang diperintahkan oleh Allah. menurut saya sah-sah saja. terlepas dari aspek historis adanya kajian ini.

    meskipun dalam satu agama, tak dapat dipungkiri kita mempunyai pandangan-pandangan yang berbeda. dan itu tak menjadi soal.

    hujjah kami, dzikir dan amalan-amalan sunnah lainnya kami lakukan untuk membantu kita agar lebih khusyuk dalam beribadah.

    Terimakasih telah meninggalkan komentar disini,
    Sebelumnya apakah anda sudah yakin bahwa islam sudah sempurna?
    Apakah anda yakin jika Rasulullah sudah mengajarkan semua ajaran islam ini?
    Apakah ada yang luput dari Rasulullah, sehingga kita perlu membuat tatacara pelaksanaan ibadah yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah?
    Allah berfirman dalam surat almaidah ayat 3 bahwa islam sudah sempurna, apakah anda sudah memahami ayat tersebut,
    Tatacara ke WC saja sudah rasulullah ajarkan, apalagi yang lebih besar dari itu,.

    Semua yang mendekatkan ke surga sudah rasulullah ajarkan,..
    Semua yang menjauhkan dari neraka juga sudah rasulullah ajarkan,..

    Jika kita mencintai rasulullah, kerjakanlah apa-apa yang diajarkan oleh Rasulullah, bukan dengan cara-cara sendiri,.. contohnya, kalimat tahlil diajarkan oleh rasulullah,. akan tetapi tatacara tahlilan yang berkaitan dengan ritual kematian, ini tidak pernah diajarkan oleh rasulullah sama sekali,

    Mana kira-kira yang akan kita amalkan?

    Suatu amalan yang agung, yang diajarkan oleh Rasulullah, jika dalam pelaksanaan ibadah tersebut menyelisihi tatacara yang diajarkan oleh Rasulullah, maka amalan tersebut tidak akan mendatangkan manfaat sama sekali, bahkan membawa kerusakan bagi pelakunya, dan kerusakan bagi agama islam itu sendiri,.. mudah-mudahan kita dijauhkan dari hal tersebut,..

  101. YOYOK
    Januari 3, 2012 pukul 10:32 pm

    Yahh tinggal kita lah yang bersikap, kalau menjalankan Islam berdasarkan syahadatain ya kita tinggalkan yang tidak diajarkan Rasululloh. Apapun alasannya, SEKARANG

    Terima kasih telah sudi berkomentar dan membaca blog ini,
    Betul mas,.. yang diajarkan Rasulullah saja belum kita laksanakan semua, kok sempet-sempetnya menjalankan apa yang tidak diajarkan Rasulullah ya… buang-buang tenaga dan waktu saja, dah gitu dapet dosa lagi,.. na’udzubillahi min dzalik..

  102. anis mujiopno
    Januari 2, 2012 pukul 2:56 pm

    Terimakasih telah sudi ninggalin komentar disini,

    betapa bijaksananya para wali dan ulama zaman dulu. mereka mengajarkan islam tanpa menyakiti perasaan masyarakat hindu. orang- orang hindu tidak hanya berbondong- bondong masuk islam, bahkan acara- acara hindu juga berhasil diislamkan seperti acara tahlilan yang sering kami lakukan.

    Itulah akibat tidak memahami islam berdasarkan pemahaman para sahabat, sehingga para wali tersebut mencampuradukkan ajaran hindu agar seolah-olah bernuansa islam,..

    justru ini bukanlah tindakan bijaksana,.. bahkan rasulullah tidak melakukan cara-cara tersebut tuk merekrut orang kafir quraisy agar memeluk islam,..

    Rasulullah mengajak kaum quraisy tuk masuk islam, dan meninggalkan agama mereka secara total, Rasulullah tidak memasukan tradisi agama kaum quraisy kedalam islam, dengan dalih supaya mereka masuk islam,

    Bahkan kaum quraisy menawarkan tuk menyembah secara bergantian, sesekali menyembah Allah, dan sesekali menyembah berhala, akan tetapi Rasulullah menolaknya,.. baca surat alkaafiruun dan artinya

    Apakah para wali itu lebih bijak daripada Rasulullah?? sangat aneh jika ada orang islam yang berpemahaman seperti ini,.

    sebelum diislamkan namanya bukanlah tahlilan. nama tahlilan adalah pemberian para ulama karna terdapat bacaan laailaahaillallaah. jadi, acara tahlilan jelas sesuai syareat, bukan bersumber dari hindu. Tapi justru hindulah yang masuk dan menjadi islam (agama rahmatan lil’aalamiin).
    semoga bermanfaat.

    kalimat tahlil adalah kalimat yang agung, mulia, dzikir yang paling utama, kalau tahlilan, maka ini menjadi pelecehan terhadap kalimat tahlil tersebut,
    Kenapa Abu Bakar yg mendampingi RAsulullah ngga pernah melakukan ritual tahlilan?
    Apakah Umar,Utsman, Ali juga melakukan ritual tahlilan?
    Apakah Imam Syafii,Imam Bukhari,Muslim, melakukan ritual tahlilan?
    Apakah para wali itu lebih baik dari Rasulullah dan para sahabatnya?

    Islam sudah sempurna, jangankan masalah tahdzir,. mau EE aja dah diajarkan mas,.. ngga perlu ritual-ritual tambahan atau modifikasi para wali, atau modifikasi sendiri,
    Memang banyak ya orang indonesia yg jago modifikasi,.. kalau motor dimodifikasi mungkin masalahnhya ngga terlalu besar,.. nah ini agama dimodifikasi,.. tanggungjawabnya itu lho,.. Allah akan mintai pertanggungjawabannya,..

    Janganlah kita mencampuradukan antara yang hak dengan yang batil , dan kita tidak boleh mengikutinya, terlepas siapa pencetusnya,.. apakah wali,guru kita,ajengan,kyai, Gus,..

    dan janganlah karna perbedaan kita saling bermusuhan.

    Menjelaskan penyimpangan atau penambahan/pengurangan dalam ajaran agama islam, bukanlah mengajak bermusuhan, akan tetapi demi terjaganya ajaran islam yang murni, tidak ditambah-tambahi, atau dikurang-kurangi,

    masing- masing punya dalil dan pemahaman sendiri- sendiri. terkadang yang satu belum tahu dalil yang digunakan oleh yang lainnya.

    Kalau gitu, mudah sekali solusinya,.. tunjukan mana dalil anda, dalil yang betul-betul shahih dari Rasulullah, bukan dalil buatan wali-wali anda, kyai anda, atau ajengan anda,.. itu sih bukan dalil,..

    yang namanya dalil adalah, apa yg dikatakan Allah, apa yang dikatakan Rasulullah, dan apa yang dikatakan oleh para sahabat,.. karena para sahabatlah yang menjadi binaan langsung rasulullah,..

    Kalau ada dalil yang shahih tentang tahlilan,.. saya juga mau tuh tahlilan,.. dan pasti para sahabat sudah mendahului kita mengamalkannya,..

    • Agus Widodo
      Mei 9, 2012 pukul 9:18 am

      “Barangsiapa yang ingin dimudahkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturrahim.” (Muttafaqun ‘alaih, dari hadits Anas bin Malik. Al-Bukhari 10/348, Muslim 2557, dan Abu Daud 1693)

      “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturrahim, …” (Muttafaqun ‘alaih, al-Bukhari 10/336 dan Muslim no. 85.)

      ini dalil tuk anjuran silaturahim dan memuliakan tamu, ngga ada hubungannya dengan ritual tahlilan,.

      Kalau ini dijadikan tuk ritual tahlilan, tentu kita mendapatkan atsar atau kabar para sahabat melakukannya, karena sahabat yg dibina langsung oleh rasulullah, maka mustahil rasulullah tdk menjelaskannya,.. dan diketahui oleh orang belakangan, lebih lucunya lagi, cuma di indonesia,..

      ini bukan dalil bolehnya ritual tahlilan 7hari,10,40, dst..

      • abu ghina
        Agustus 8, 2012 pukul 6:02 pm

        CARA MENDOAKAN ORANG YANG MENINGGAL SEBAGAI BERIKUT:

        1. Mendoakan mereka melalui shalat janazah. Dimana dalam shalat itu dibacakan doa untuk simayit, sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Saw dalam hadits riwayat Muslim:

        اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

        2. Setelah si mayit dikebumikan: memohonkan ampun dan memohonkan keteguhan bagi si mayit. Sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah Saw:

        عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رضي الله عنه قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا فَرَغَ مِنْ دَفْنِ الْمَيِّتِ وَقَفَ عَلَيْهِ فَقَالَ اسْتَغْفِرُوا لِأَخِيكُمْ وَسَلُوا لَهُ بِالتَّثْبِيتِ فَإِنَّهُ الْآنَ يُسْأَلُ

        Dari Usman bin Affan –radliyallahu `anhu, beliau berkata: adalah Rasulullah Saw bila selesai mengebumikan mayit beliau berdiri dan berkata: mohonkanlah ampunan untuk saudara kalian (si mayit), dan mohonkan baginya keteguhan karena ia sekarang ditanya.” (HR. Abu Daud)

        3. SETELAH ITU DOA YANG BISA DIBACA KAPANPUN DAN DENGAN TANPA BATASAN WAKTU ADALAH:

        رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلا تَبَارًا

        Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.”

        Menurut Ibnu Katsir –rahimahullah- doa untuk mukminin dan mukminah tercakup di dalamnya mereka yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.
        Atau doa berikut:
        رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

        “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”

        +++

        adakah Nabiulloh mengajarkan ummatnya Kirim doa melalui Koor tahlilan kepaten ???

        jika ada …

        silahkan bawa dalilnya kemari !!!

        +++

        sungguh !!!

        pemakmur ritual tahlilan ini adalah suatu kaum pembangkang yg hobbi-nya mengoreksi syariat Nabi !

    • Orang awam
      September 6, 2013 pukul 10:27 am

      tahlilah dari ajaran hindu, yang bnar? klo bnr tahlilah dri ajaran hindu, kenapa dikitab Al’um karangan iman Syafi’i terdapat yang menerangkan hukum tahlilan trsebut??? dan bagaimana menurut anda tentang Al qur’an yang diberi harokat?apakah ada dalilnya juga?

      Terimakasih mas, mudah2an menjadi orang yang berilmu, bukan orang awam lagi,.
      Dalam kitab al’umm tdk ada penjelasan ttg hukum tahlilan, tapi hukum berkumpul-kumpul dirumah org yg mengalami kematian, jadi bukan hukum tahlilan,. dan di indonesia orangnya terlalu kreatif, agar kumpul-kumpul tersebut menjadi seolah-olah sebagai amalan islam yg bagus, maka dimasukanlah bacaan-bacaan tahlil, jadilah ritual tahlilan,.. begitu mas,. bukan dalam kitab al’umm ada penjelasan ttg hukum tahlilan, dan imam syafii sendiri membenci perbuatan tersebut,..kok orang-orang yang mengaku sebagai pengikut imam syafii malah gandrung ritual yg dibenci oleh imam syafii? .. ono opo iki? ora nyambung,..

      Tentang alquran diberi harakat, itu demi kemaslahatan, utk mempermudah, bahkan jaman dahulu belum ada tanda titiknya juga, jadi huruf ba,ta,tsa,nun itu sama saja,.

      wong sudah diberi harakat saja masih banyak yg tdk bisa baca alquran, apalagi kalau tidak diberi harakat,.

      Sama saja dengan bahasa arab, jaman dahulu tidak ada pelajaran nahwu,sharaf,. namun utk memudahkan agar kaum muslimin bisa mempelajari alquran dan hadits, maka dibuatlah kaidah2 bahasa arab, nahwu,sharaf,.

      begitu mas,. semangatlah belajar, agar jadi orang yang pinter, dan mengamalkan ilmu yg sdh didapatkan,..
      jangan betah jadi orang awam,.

      • farda
        Juli 18, 2014 pukul 1:05 am

        mas saya setuju sekali dgn tahlilan itu bidah tdk diajarkn rasulullah, dan dzikir jg tdk diajrkn utk memakai benda sprti biji2an, krna rasul mengjrkn kita utk menggunakan tangn

        saya sampai mimpi krna saking galau.a perkara tahlilan, di mimpi itu saya diberi tahu seseorang yg telah mninggal bhwa tahlilan,selametan itu tidK ada,

        saya bisa mengambil hikmah dr mimpi itu bhwa mngkin itu allah memberitahu saya lewat mimpi klo tahlilan atau semacam.a tuh adlh bidah

  1. No trackbacks yet.

Silahkan tulis komentar anda,.. surel diisi dgn email, nama diisi dengan nama anda ,

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.502 pengikut lainnya.