Beranda > Belajar Akidah, Belajar Nasehat, Belajar Tauhid > Makna Dua Kalimat Syahadat, sudahkah anda mengetahuinya?

Makna Dua Kalimat Syahadat, sudahkah anda mengetahuinya?


Asyhadu alla ilaaha illallah

Wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah

Setiap hari, dua kalimat ini selalu dikumandangkan dalam adzan, iqomah, khutbah, ceramah, dan pembicaraan-pembicaraan lainnya. Setiap hari pula, kita sebagai seorang muslim membacanya ketika sholat. Namun, sudahkah kita faham akan maknanya?

Dua Kalimat Syahadat Merupakan Syarat Sah Islam

Suatu ketika, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus Mu’adz bin Jabal, untuk meng-islam-kan sekelompok orang yang tinggal di negeri Yaman. Sebelum Sahabat Mu’adz bin Jabal berangkat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan kepada Mu’adz : “Ajaklah mereka agar mau bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, dan bahwasanya aku adalah utusan Allah. Apabila mereka telah melakukan hal tersebut (bersyahadat) maka beritahulah kepada mereka bahwasanya Allah telah mewajibkan kepada mereka solat lima waktu sehari semalam. Lalu apabila mereka telah melakukan hal tersebut, maka beritahulah kepada mereka bahwasanya Allah telah mewajibkan kepada mereka untuk mensedekahkan harta mereka, yang sedekah tersebut diambil dari orang-orang kaya dari mereka, dan diberikan kepada orang-orang miskin dari mereka” (HR. Bukhori)

Dari hadits di atas, kita bisa mengambil pelajaran bahwasanya bersaksi dengan dua kalimat syahadat adalah syarat sah islam. Sholat dan zakat barulah diperintahkan setelah mereka mau bersaksi dengan dua kalimat syahadat. Jika mereka tidak mau bersaksi, maka sholat, zakat, dan amalan-amalan lainnya tidak akan diterima oleh Allah Ta’ala.

Makna Syahadat

Syahadat artinya adalah persaksian. Dalam hal ini, persaksian barulah dianggap sebagai sebuah persaksian ketika telah mencakup tiga hal : [1] Mengilmui dan meyakini kebenaran yang dipersaksikan. [2] Mengucapkan dengan lisannya. [3] Menyampaikan persaksian tersebut kepada yang lain (Mutiara Faedah Kitab Tauhid, Ustadz Abu Isa).

Persaksian tidaklah cukup di lisan saja, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang munafik yang diancam oleh Allah dengan adzab neraka. Orang-orang munafik mengucapkan dua kalimat syahadat dengan lisan, namun hati mereka tidak membenarkannya. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: “Kami bersaksi bahwasanya engkau benar-benar Rasul Allah”. Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya engkau benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwasanya orang-orang munafik itu benar-benar pendusta.” (QS. Al Munafiquun: 1)

Begitu juga sebaliknya, syahadat ini tidak cukup diyakini dalam hati tanpa diucapkan. Paman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (Abu Thalib) adalah orang yang dengan segenap kekuatan, harta benda dan jabatannya telah membantu dakwah Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kenapa dia rela melakukan hal demikian? Suatu ketika dia pernah mengakui bahwa sebenarnya ajaran agama yang paling benar adalah agama yang dibawa keponakannya. Namun sayang seribu sayang, sampai nyawanya sudah di tenggorokan dia tidak mau mengucapkan dua kalimat syahadat. Akhirnya dia pun mati dalam keadaan kafir. Kita mohon perlindungan kepada Allah dari keadaan seperti itu.

Makna Asyhadu alla ilaaha illallah

Asyhadu alla ilaaha illallah artinya aku bersaksi bahwasanya tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah. Dalam syahadat ini terdapat penafian (penolakan) sesembahan selain Allah dan penetapan bahwa sesembahan yang benar hanya Allah. Adalah sebuah kenyataan bahwasanya di dunia ini terdapat banyak sesembahan selain Allah. Ada orang yang menyembah kuburan, pohon, batu, jin, wali, dan lain-lain. Akan tetapi semua sesembahan tersebut tidak berhak untuk disembah, yang berhak disembah hanya Allah.

Allah berfirman (yang artinya): “Yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya Allah Dialah (tuhan) yang haq dan Sesungguhnya segala sesuatu yang mereka seru selain Allah, itulah yang batil. Dan Sesungguhnya Allah, Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. Al Hajj: 62). Allah juga berfirman (yang artinya): “Maka barangsiapa yang ingkar kepada sesembahan selain Allah dan beriman pada Allah, sungguh dia telah berpegang pada tali yang sangat kuat.” (QS. Al Baqarah:256)

Makna Asyahadu anna Muhammadar Rasulullah

Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah artinya aku bersaksi bahwasanya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah Rasul Allah. Rasul adalah seseorang yang diberi wahyu oleh Allah berupa syari’at dan ia diperintahkan untuk mendakwahkan syari’at tersebut (Syarah Arba’in an Nawawiyah, Syaikh Al ‘Utsaimin). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tanganNya! Tidaklah mendengar kenabianku salah seorang dari umat ini, baik itu Yahudi atau pun Nasrani, lalu ia meninggal sementara ia tidak beriman dengan apa yang aku bawa, kecuali ia akan termasuk penduduk neraka” (HR. Muslim)

Perlu diingat, selain beliau adalah seorang Rasul Allah, beliau juga berstatus sebagai Hamba Allah. Di satu sisi kita harus mencintai dan mengagungkan beliau sebagai seorang Rasul, di sisi lain kita tidak boleh mengagungkan beliau secara berlebihan. Beliau bersabda: “Sesungguhnya aku hanyalah hamba, maka sebutlah: hamba Allah dan Rasul-Nya.”

Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam tidak boleh kita anggap memiliki sifat-sifat yang berlebihan, atau memiliki sifat-sifat yang hanya dimiliki oleh Allah, semisal: menganggap beliau mengetahui perkara yang ghaib, mampu mengabulkan do’a, mampu menghilangkan kesulitan kita, dan lain-lain.

Syahadat harus diterapkan

Ketahuilah, jika seseorang telah bersaksi dengan dua kalimat syahadat, ada hak dan kewajiban yang harus ia lakukan. Diantara hak yang didapatkannya adalah haramnya darah dan hartanya. Maksudnya, seseorang yang telah bersaksi dengan dua kalimat syahadat tidak boleh untuk diperangi, ditumpahkan darahnya, dan dirampas hartanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia, sampai mereka mau bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, dan mendirikan sholat, serta menunaikan zakat. Apabila mereka telah melakukan hal tersebut, mereka telah menjaga darah dan harta mereka dariku, kecuali dengan hak islam. Adapun hisab mereka adalah urusan Allah Ta’ala” (HR. Bukhori dan Muslim)

Adapun kewajiban yang harus dilakukan adalah :

1. Kewajiban setelah bersaksi Asyahadu alla ilaaha illallah

Konsekuensi orang yang bersaksi Asyahadu alla ilaaha illallah adalah wajib meninggalkan segala bentuk peribadahan dan ketergantungan hati kepada selain Allah. Seluruh ibadah haruslah ia lakukan ikhlas kepada Allah semata. Dan juga, ia wajib mencintai orang yang bertauhid (menyembah Allah semata) dan membenci orang yang berbuat syirik (menyekutukan Allah).

2. Kewajiban setelah bersaksi Asyahadu anna Muhammadar Rasulullah

Orang yang telah bersaksi Asyahadu anna Muhammadar Rasulullah maka konsekuensinya ia wajib membenarkan segala yang dikabarkan oleh Rasulullah tanpa meragukannya, melakukan apa yang Beliau perintahkan, menjauhi apa yang beliau larang, mendahulukan dan menghormati sabda beliau di atas perkataan selainnya, beribadah kepada Allah sesuai tuntunannya, tidak menambah-nambah ajarannya, serta melahirkan sikap cinta terhadap orang yang taat dengan sunnah beliau dan benci terhadap orang yang mengingkari sunnah beliau. Dan termasuk pula meyakini beliau sebagai penutup para Nabi dan Rasul, tidak ada lagi nabi setelah beliau.

Keduanya Harus Beriringan

Belumlah sah keislaman seseorang jika ia hanya bersaksi dengan salah satu dari dua kalimat syahadat saja. Didalam banyak ayat di dalam Al Qur’an Allah menggandengkan ketaatan kepada diri-Nya dengan ketaatan kepada Rasul-Nya. Diantaranya, Allah berfirman (yang artinya): “Katakanlah: ‘Taatilah Allah dan Rasul-Nya’.” (QS. Ali Imran: 32). Juga didalam banyak hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggandengkan ketaatan kepada Allah dengan ketaatan kepada Rasul-Nya yang menunjukkan bahwa dua kalimat syahadat haruslah digandengkan.

Dari sini, para Ulama’ menarik kesimpulan bahwasanya tidaklah sah amal ibadah seseorang kecuali memenuhi dua syarat, yaitu: Ikhlas dan Ittiba’. Ikhlas adalah konsekuensi dari syahadat Asyahadu alla ilaaha illallah. Maksudnya amal ibadah seseorang tidak akan diterima jika ia tujukan kepada selain Allah, atau jika ia campuri ibadah kepada Allah dengan ibadah kepada selain Allah. Amal ibadah seseorang akan diterima jika hanya kepada Allah semata. Adapun Ittiba’ adalah konsekuensi dari syahadat Asyahadu anna Muhammadar Rasulullah. Maksudnya amal ibadah seseorang juga tidak akan diterima oleh Allah jika ia beramal ibadah dengan suatu cara yang tidak dicontohkan dan diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Amal ibadah tersebut akan diterima Allah jika mencocoki ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jadi, keislaman seseorang akan sempurna dan amal ibadah seseorang akan diterima jika telah mengumpulkan kedua hal tersebut.

Syahadat Pun Bisa Batal

Dua kalimat syahadat yang telah dipersaksikan oleh seseorang bisa saja batal jika ia melakukan amalan-amalan yang bisa membatalkannya. Amal-amalan tersebut bisa berupa perkataan, perbuatan, keyakinan, atau keraguan. Banyak amalan yang bisa membatalkan dua kalimat syhadat sehingga perlu diketahui dan diwaspadai. Perlu pembahasan tersendiri untuk membahas tentang pembatal-pembatal syahadat.

Demikian pembahasan yang singkat ini. Semoga Allah menjaga kita dari kemunafikan dan kekafiran. Dan semoga kita bisa beribadah ikhlas karena Allah semata dan bisa mengikuti tuntunan Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. [Muhammad Rezki Hr*]

At Tauhid edisi VII/12

Oleh: Muhammad Rezki Hr.

* Penulis adalah santri Ma’had al-‘Ilmi Yogyakarta, menjadi mudir Ma’had Umar Bin Khattab, dan sedang menempuh studi S1 Perencanaan Wilayah dan Kota Jurusan Teknik Arsitektur UGM.

sumber : http://buletin.muslim.or.id/aqidah/makna-dua-kalimat-syahadat

  1. Devan
    Juli 27, 2014 pukul 2:48 pm

    assalamualaikum.
    saya mau bertanya. apa hukum umat islam ikut merayakan tahun baru. ? dulu saya ikut merayakan tahun baru , walaupun niat nya cuma buat seneng seneng . ngumpul ngumpul sama teman . dan lihat kembang api. saya tidak ada niat mengikuti ajaran agama nasrani.
    pak maaf di ralat . mungkin bukan merayakan. tapi cuma ikut pesta nya aja.
    saya pernah baca. katanya tergantung niat. nya. apakah saya sudah kafir ? lalu dapatkah menghancurkan sahadat saya ?
    seandainya iya. saya harus bagaimana.
    terimakasih.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Terimakasih devan,.
    Kebanyakan kaum muslimin hanya ikut-ikutan atau latah, mereka tidak paham dari sisi syar’inya,
    Jadi apa yang mereka lakukan itu tidak membatalkan syahadat mereka, karena mereka melakukan karena kebodohan,
    Untuk perayaan tahun baru, sudah saya posting, silahkan anda baca disini

    Masih rententan acara tahun baru, diantaranya meniup terompet, sudah saya posting juga disini

    Silahkan anda baca kedua postingan tersebut, dan jangan ulangi lagi ikut2an merayakan atau ikut pesta acara tsb,. berbahaya bagi agama anda,. yang sudah berlalu, cukup anda tobati saja,

  2. Dika
    Juli 27, 2014 pukul 11:12 am

    maaf pak. tetapi saya tidak sependapat.
    menurut saya tergantung musik nya dari lirik dan faktor lain yg menyebabkan musik halal atau haram.

    menurut saya musik ada yg boleh. dan ada yg haram.
    terimakasih :)

    Itu terserah anda,tidak perlu anda minta maaf ke saya, mau sependapat atau tidak itu anda sendiri yang akan mempertanggungjawabkan kelak di akherat, saya hanya sekedar memberitahukan bahwa Rasulullah yang mengatakan tentang haramnya musik,
    Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :

    يكون في آخر الزمان خسف وقذف ومسخٌ. قيل : ومتى ذلك يا رسول الله ؟ قال : إذا ظهرَت المعازف والقَيناتُ

    “Di akhir zaman nanti akan ada (peristiwa) di mana orang-orang ditenggelamkan (kedalam bumi), dilempari batu dan dirubah rupanya”. Beliau ditanya : “Kapankah hal itu terjadi wahai Rasulullah?” Beliau menjawab : “Ketika alat-alat musik dan para penyanyi telah merajalela” (HR. Ibnu Majah dalam Sunannya)

    Diceritakan oleh Ibn Abi Dunya dari Anas bin Malik, bahwa beliau bersama seorang lelaki lainnya pernah menemui Aisyah. Lelaki ini bertanya, “Wahai Ummul Mukminin, jelaskan kepada kami tentang fenomena gempa bumi!” Aisyah menjawab,

    إذا استباحوا الزنا ، وشربوا الخمور ، وضربوا بالمعازف ، غار الله عز وجل في سمائه ، فقال للأرض : تزلزلي بهم ، فإن تابوا ونزعوا ، وإلا أهدمها عليهم

    “Jika mereka sudah membiarkan zina, minum khamar, bermain musik, maka Allah yang ada di atas akan cemburu. Kemudian Allah perintahkan kepada bumi:

    ‘Berguncanglah, jika mereka bertaubat dan meninggalkan maksiat, berhentilah. Jika tidak, hancurkan mereka’.”

    Orang ini bertanya lagi, “Wahai Ummul Mukminin, apakah itu siksa untuk mereka?”

    Beliau menjawab,

    بل موعظة ورحمة للمؤمنين ، ونكالاً وعذاباً وسخطاً على الكافرين ..

    “Itu adalah peringatan dan rahmat bagi kaum mukminin, serta hukuman, adzab, dan murka untuk orang kafir.” (Al-Jawab Al-Kafi, Hal. 87–88)

    Imam syafii menyamakan musik dengan khamr, bahkan jika ada orang yang mencuri alat musik atau merusaknya, maka tidak ada kewajiban untuk menggantinya, silahkan baca link ini

  3. Dika
    Juli 27, 2014 pukul 4:24 am

    saya jual baju

    baju apa? soalnya di link web yang anda sertakan, itu web yang menjual asesoris grup musik, sedang musik haram hukumnya dalam islam, jadi anda menjual baju atau asesoris grup tersebut? apakah betul?

    • dika
      Juli 27, 2014 pukul 7:28 am

      baju grup musik itu,,,
      yg mau saya tanyakan gimana dgn konsumen yg barang nya minta di tukar ?
      jika saya sudah tidak tau kabar dia lagi,,,

      bukan kah musik yg di larang itu musik yg menjelek jelekan allah..
      menurut saya tidak semua musik di larang,

      Terimakasih dika,
      Musik itu hukumnya HARAM, walaupun digunakan untuk DAKWAH, tetap tidak merubah hukum musik, yang haram tetaplah haram, dan tidak boleh berdakwah dengan hal yang haram. Itu jika musik digunakan untuk berdakwah, bukankah berdakwah tidak menjelek-jelekkan Allah, bahkan mengajak supaya mengenal Allah, tapi kenapa tetap diharamkan? sebab musik memang sudah diharamkan, Allah yang mengharamkannya,silahkan baca postingan MUSIK UNTUK DAKWAH, klik link ini

      Karena musik haram, maka penghasilan dari jualan alat musikpun menjadi haram, menjual asesoris penunjangnyapun jadi haram, apalagi menjual baju grup pemusik tersebut, ini juga haram,
      Kisah taubat dari main musik, dikemanakan alat-alat musik yg mahal tersebut? bolehkah dijual dan hasilnya disedekahkan? jawabannya TIDAK BOLEH , karena alat musik adalah haram, dan tidak boleh jual beli barang haram, lalu apa solusinya, baca di postingan ini

      Kisah negara yang kuat menjadi hancur karena merebaknya musik, silahkan baca kisahnya disini

      Anda bisa menyimak pemaparan dari ustadz, juga mantan-mantan grup musik terkenal, mungkin anda juga mengenalnya, silahkan lihat di postingan ini

      Jadi melihat kasus anda, karena anda jual beli barang haram, maka anda tidak perlu mengganti, dan segera meninggalkan perbuatan tersebut, dan bertaubat darinya,.

      Masih banyak pekerjaan yang halal, silahkan ganti barang jualan anda dengan barang-barang yang halal, jangan sampai anda mendapatkan dosa karena telah tolong menolong dalam menyebarkan asesoris grup musik tersebut,. apalagi menggandrungi grup tersebut, sebab nanti di akherat, masing-masing orang itu akan dikumpulkan dengan orang yang diidolakannya,. jika yang diidolakan adalah orang-orang yang berprofesi sebagai pemusik,artis,.. ini musibah,. silahkan baca disini

      Mau tahu apa dampak ketika alat musik dan biduanita sudah merajalela? ada ancaman Rasulullah, silahkan baca disini

      Mudah-mudahan link-link yang saya berikan anda baca semua, biar anda semakin paham tentang hakekat hukum alat musik, mudah-mudahan Allah menunjuki anda,.. sudah banyak teman2 yang taubat dari musik, saya juga dulu kerjanya di dunia musik, bahkan dari studio rekaman ke studio rekaman di jakarta,. banyak kawan2 saya yg jadi pemusik, mudah2an Allah menunjuki mereka, hingga mau hijrah dari dunia yang haram tersebut,

  4. dika
    Juli 26, 2014 pukul 3:26 pm

    terimakasih mas jawaban nya.
    Tapi pertanya’an yg no 2.
    kejadian itu sudah sekitar 1 bulan yg lalu. karna saya tidak tahu bisa begitu. saya memutus kontak dgn pembeli tsb. dgn cara mengganti nomor. padahal dia ingin menukar.

    setelah tau bisa di tukar , saya menyesal. dan saya harus gimana ?
    apa harus mencari dia ?
    gimana jika tidak ketemu ?
    dan seandainya ketemu. itu kan kejadian Sudah lama. jika barang saya yg di dia sudah tidak ada atau tidak bisa di jual . bagaimana ?
    bukankah merugikan saya ?

    Kalau boleh tahu, apa sih barang yang dijual tersebut?

  5. dika
    Juli 26, 2014 pukul 12:51 pm

    asalamualaikum mas admin yg saya hormati.
    mau nanya tp diluar syahadat. masalah perniaga’an

    1 . saya punya bisniS online. ada orang yg memesan barang ke saya. semua data dia ada di hp. tapi belum sempat saya kirim , hp saya ilang. hingga saya kehilangan data konsumen saya. sampai kini barang nya blm saya kirim. saya sedang berusaha mencari data datanya lg. tp bagaimana jika tidak ketemu . apa yg harus saya perbuat ?

    2 . misal orang mesan barang A. saya salah bawa , saya bawa B. lalu saya bertemu dgn dia. dia tau saya salah bawa barang. dia sudah melihat lihat barang nya. dan akhirnya dia mau membayar. tetapi begitu pulang , ibunya menelfon katanya barang nya salah.
    menurut mas admin salahkah saya jika tidak mau menukar barang. karna dia tau saya salah. tp dia waktu ketemu sudah mau.
    mohon jawaban nya.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Terimakasih dika, maaf baru bisa dijawab,
    1. Anda berusaha memberitahukan hal tersebut , kan sekarang sarana banyak dengan adanya internet, coba anda umumkan, cari tahu, barangkali saja konsumen anda tersebut membacanya, pokoknya anda semaksimal mungkin berusaha untuk hal tersebut, bisa via toko online anda, via fb,tweeter, dll
    Jika tidak ketemu juga maka uang pembayaran dari konsumen itu bisa disedekahkan dan diniatkan atas nama konsumen tsb, namun jika suatu saat nanti data konsumen tersebut ditemukan, atau konsumen tersebut menghubungi anda, maka anda harus mengirimkan barang yang dibelinya

    2. pembeli tersebut boleh menukar barang yang salah tersebut, karena barang yang dibeli bukanlah barang yang dimaksud, apalagi kalau membaca kasus yang anda tanyakan si pembeli itu adalah suruhan dari ibunya, sehingga si ibu menelpon minta ditukar,
    saya postingkan ulasan tentang aturan jual beli yang tidak sesuai dengan aturan islam, silahkan baca disini

  6. anto
    Juli 25, 2014 pukul 1:46 pm

    menurut saya. mustahil pak. berjalan tanpa nahkoda.
    kalau berjalanpun akan menabrak dan tenggelam

    Jawaban yang sangat cerdas mas anto,.
    Begitu pula alam semesta ini yang begitu luas dan sangat komplek, sangat jauh lebih rumit, siapa yang mengatur jalannya matahari,rembulan,,siang dan malam,bintang,planet,angin,dll,. apakah berjalan dengan sendirinya tanpa ada yang mengatur?
    Allah sang pencipta alam semesta ini yang mengaturnya,.
    Cara mengenal Allah adalah dengan mengenal ciptaannya, sehingga akan tertanam keyakinan yang sangat kuat,.
    Lihat diri kita, siapa yang mendetakkan jantung kita, siapa yang mengalirkan darah kita, memberi nyawa kita,mengedipkan mata kita, apa itu kemampuan diri kita? bukan, Allah yang memberi kemampuan , bukan kita sendiri, tanpa kemampuan dari Allah, sangat mustahil hal itu terjadi,.

    Namun,..
    Kita jangan pernah memikirkan Allah itu seperti apa, sebab akal kita tidak mampu menjangkaunya, sebab itu urusan ghaib, jika ingin melihat Allah, nanti di surga,
    Ciptaan Allah saja yang bisa kita rasakan keberadaannya, kita tidak bisa meliha wujud aslinya, contoh, udara yang kita hirup, seperti apakah wujud aslinya, padahal kita merasakan, menghirup, bahkan meniupnya, tapi kita tdk bisa melihatnya secara langsung, hanya merasakan saja keberadaanya, contoh lain, listrik, bisakah kita melihat wujud asli listrik? tidak bisa, kita hanya bisa mengukurnya,mendeteksi keberadaanya, atau menggunakannya, tapi wujud aslinya seperti apa, kita tdk tahu, kita cukup mempercayai saja,.

    Demikian dengan Alllah, yang diperintahkan kita mempercayai, mengimaninya dengan keyakinan yang sangat, kuatkeberadaannya bisa kita ketahui dari makhluk ciptaan Allah

    Mudah-mudahan mas anto tidak ragu lagi tentang keberadaan Allah, jangan terbawa bisikan-bisikan setan yang memang bertujuan untuk menyesatkan manusia agar tidak yakin akan adanya Allah,.

    • anto
      Juli 26, 2014 pukul 4:20 am

      terimakasih jawaban nya pak. insya allah saya tidak ragu lagi,

      Walhamdulillah,.

      tapi masih ada 1 yg mengganjal,
      saya dulu sempat ragu kan, bahkan sampai tidak yakin pada allah dan agama mana yg benar, lalu setelah saya mencari cari akhir nya saya menjadi yakin.
      nah… bukan kah jika saya ragu dan tidak yakin menurut postingan di atas sahadat bisa batal atau rusak…dan jika sahadat batal atau rusak .. maka sahadat harus di ulang..

      tapi kata komentar bapak di bawah.. sahadat saya tidak perlu di ulang,,, karna saya sudah islam sejak lahir,,,

      bukan kah itu bertentangan antara komentar bapak di bawah dan postingan bapak di atas ?
      bisa jelaskan pak ??????

      Terimakasih mas anto, mohon dibedakan antara ragu karena kebodohan, dengan ragu karena keyakinan,.
      Ragu karena kebodohan tidak menyebabkan keluar dari islam, sehingga tidak perlu mengulang syahadat,.
      Tapi kalau ragu karena keyakinan itu seperti seseorang sudah dijelaskan tentang adanya allah, dengan penjelasan yang sangat jelas, tapi masih ragu juga, nah itu yang dimaksud, bisa mengeluarkan dia dari islam, dan yang menetapkan dia keluar dari islam pun bukan sembarang orang, apalagi cuma katanya-katanya saja,.

      lalu ada 1 lagi nih pak .
      saya dulu punya pacar.. dia sudah niat ingin masuk islam ,,
      keesokan hari nya rencana nya dia akan membaca sahadat di salah satu masjid
      tapi belum sempat dia membaca sahadat,, malam hari sebelum dia membaca sahadat dia meninggal pak. kecelaka’an
      yg mau saya tanyakan bagaimana ke islaman nya pak ?
      terimakasih ya pak :)

      Jika ingin masuk islam, hendaknya jangan ditunda-tunda, misalkan ada orang yang ingin masuk islam di pagi hari, maka jgn ditunda-tunda hingga siang atau sore hari, tapi langsung dilakukan saat itu, mengingat kita tidak tahu apakah siang atau sore hari orang tersebut belum dicabut nyawanya atau tidak, atau mungkin bisa jadi keinginannya itu terkalahkan oleh hawa nafsunya sehingga niatnya berubah,

      Untuk kasus teman anda tersebut, saya tidak tahu, kalau berdasarkan cerita anda, teman anda tersebut berarti belum mengucapkan syahadat, karena baru akan, namun keburu meninggal akibat kecelakaan, jadi tidak diketahui kapan dia membaca syahadatnya, karena keburu meninggal, jadi belum bisa dikatakan masuk islam, alias mati tidak diatas agama islam,

  7. anto
    Juli 25, 2014 pukul 12:47 pm

    emh begitu .
    dari perumpama’an tadi. saya tambah bingung -_-

    tp saya mengerti maksud dr tulisan sebelum Perumpama’an itu.

    Kenapa bingung, tinggal jawab aja, mungkin tidak ada kejadian seperti itu, ada kapal berlayar, berlabuh, lalu bongkar muat sendiri, tanpa orang yang mengatur, artinya semua berjalan sendiri, dan kapal tsb tidak punya nahkoda juga,..
    apakah mungkin?

    Silahkan jawab mungkin, atau hal tersebut sangat mustahil,
    sebab masa ada kapal berlayar dan berlabuh,bongkar muat, tanpa ada yang mengaturnya, nahkodanyapun ngga ada,
    Nah kira-kira apa jawaban anda?

  8. anto
    Juli 25, 2014 pukul 11:17 am

    terimakasih jawaban nya pak. tp saya masih bingug.
    misal di 1 waktu saya mikir apakah tuhan itu ada. atau agama mana yg benar pikiran itu muncul tiba – tiba. menurut buku yg saya baca jika tidak yakin Pd allah maka sahadat rusak. tapi setelah itu saya yakin lg pada allah.
    dan di lain waktu pikiran itu muncul lagi , tiba tiba
    yg mau saya tanya.
    apa yg harus saya lakukan. bagaimana cara menumbuhkan keyakinan
    dan sahadat saya tetap tidak rusak’ an . ?

    Untuk mendapatkan keyakinan Allah itu ada itu bukan dengan perasaan mas anto, tapi dengan ilmu,.
    Saya kasih permisalan sederhana saja untuk meyakinkan mas anto,.
    begini,.
    Misalkan mas anto jalan-jalan ke pelabuhan, lalu tiba-tiba ada kapal besar yang sarat dengan muatan barang, kapal tersebut singgah di pelabuhan, merapat lalu melakukan bongkar muat barang di pelabuhan tersebut, manurunkan muatan yang besar-besar , lalu menaikkan muatan yang akan diangkutnya, kemudian kapal tersebut berlayar kembali meninggalkan pelabuhan melanjutkan perjalanannya,.

    Mungkin ini tidak aneh, tapi ada satu pertanyaan saya ajukan ke mas anto,
    Kapal tersebut berlayar, singgah, menaikan dan menurunkan muatan, itu tidak ada yang mengaturnya, tidak ada nahkoda, atau petugas yang menurunkan dan menaikan muatan, tapi itu berjalan dengan sendirinya,.

    Kira-kira apakah ini masuk diakal anda, kapal besar, berlayar, berlabuh, bongkar muat barang, tapi tidak ada satupun yang mengendalikan semua itu, alias berjalan dengan sendirinya,.

    silahkan jawab mas anto,

  9. anto
    Juli 24, 2014 pukul 7:17 am

    asalamualaikum saya islam sejak lahir
    dulu saya sempat ragu pd islam. tp kini saya yakin. lalu saya membaca sahadat ulang. tp tanpa saksi. apakah saya sudah benar ?

    trs sesudah itu. sering muncul pikiran pikiran aneh tiba tiba. yg membuat saya takut jika sahadat saya rusak lg.

    saya hrs bagaimana?

    terimakasih jawaban nya :)

    wa’alaikumussalam warahmatullah
    terimakasih mas anto, sudah komentar disini,.
    Seorang anak yang terlahir dari orangtua muslim, maka otomatis menjadi muslim juga, tidak perlu mengucapkan syahadat, sudah saya posting tentang hal tersebut, silahkan baca disini

    Jadi tidak perlu ada rasa takut bahwa syahadatnya rusak, itu adalah was-was dari setan,.
    Pelajarilah ajaran islam ini, ajaran islam yg benar dengan pemahaman para sahabat, sehingga anda paham islam berdasarkan dalil, sehingga tidak akan timbul rasa was-was lagi,.

  10. Kirito
    Juli 17, 2014 pukul 5:21 pm

    Bagaimana kah hukumnya dzikir syahadat 2 ……..???????

    Apa yang dimaksud dzikir syahadat 2? apakah dzikir dgn mengucapkan kedua kalimat syahadat?

  1. No trackbacks yet.

Silahkan tulis komentar anda,.. surel diisi dgn email, nama diisi dengan nama anda ,

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.453 pengikut lainnya.