Jika Cadar Dianggap Setan,..
Di sebuah pasar seorang wanita berjilbab besar lengkap dengan cadarnya lewat di depan wanita penjual sayur, tiba-tiba penjual sayur itu nyeletuk, “Awas, ada setan lewat!”.
Merasa tidak enak dengan perkataan ibu tersebut Sang wanita bercadar itu kemudian mendekatinya kemudian bertanya, “Apa yang ibu katakan… setan itu adalah saya?“
Dengan tergagap si penjual sayur tersebut terpaksa menjawab, “Ya.”
Wanita bercadar berkata, “Benar, saya adalah setan sehingga saya menutup wajah saya. Jika saya menampakkan wajah saya maka suami ibu akan takluk di hadapan saya.”
Kemudian wanita bercadar itu membuka penutup wajahnya di hadapan wanita penjual sayur, maka terlihatlah wajahnya yang sangat cantik membuat ibu penjual sayur tercengang.
(Kisah ini diceritakan oleh seorang ikhwan dimana beliau juga mendengarnya dari seorang dosen yang mengajar di salah satu fakultas di Universitas Negeri Makassar).
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Salam telah bersabda, “Wanita itu aurat maka bila ia keluar rumah syaitan menyambutnya.” (HR. At-Tirmidzi no. 1183, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Irwaul Ghalil no. 273, dan Asy-Syaikh Muqbil dalam Ash-Shahihul Musnad, 2/36).
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda, “Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah (cobaan) yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita.” (Hadits Shahih Riwayat Bukhari dan Muslim).
sumber: http://gizanherbal.wordpress.com/2012/02/07/jika-cadar-dianggap-setan/







NGALAP BAROKAH
assalam’alaikum. pak, saya punya tulisan cerita yang saya peroleh dari salah satu buku di perpustakaan. mohon ditanggapi.
betul bahwa cadar dan jubah adalah budaya arab. buktinya ABu ahal dan orang-orang kafir juga pakai jubah loh…
perzinaan di indonesia itu bukti merosotnya nilai agama umat islam. para muslimah sudah tidak mencintai agamanya. padahal dahulu wanita NU sangat menjaga auratnya sehingga wanita kafirpun ikut-ikutan menutup aurat. demikian itu karena wibawa muslimah dahulu masih tinggi. tetapi sekarang justru sebaliknya, muslimlah yang mengikuti budaya kafir. itu jelas sudah keluar dari ajaran NU, Muhamadiyah, Aswaja. yang jadi masalah sekarang adalah umat muslim indonesia banyak yang tidak perhatian dengan agamanya. yang harus kita pecahkan adalah bagaimana supaya orang orang muslim indonesia kembali mencintai agamanya dan terhindar dari pengaruh budaya orang kafir.
seorang muslim juga harus menjaga diri dari pandangan haram. ketahuilah, pandangan haram adalah penyebab tertahannya lidah untuk mengucap tahlil ketika sakarotul maut. meskipun berkali- kali ditalqin tetap tidak bisa mengucap tahlil. dan itu mengakibatkan siksa.
oh y, saya sudah mendengar pengakuan 5 TKW yang bekerja di arab. mereka semua mengatakan laki- laki arab itu lebih besar syahwatnya dan membahayakan dari pada laki-laki indonesia. malihat wanita indonesia yang berjilbab saja mereka kerap mengganggu dengan tangannya. apalagi melihat wanita indonesia yang mayoritas membuka aurat dan tidak didampingi mahromnya. pasti lebih ganas. hal itu berbeda dengan laki- laki indonesia.
sebenarnya saya mendukung wanita yang memakai cadar. tetapi saya kurang setuju jika kehidupannya agak jauh dari masyarakat. shingga saya lebih cenderung berkata lebih baik tidak pakai. saya sudah sering kok mendengar ketidaksukaan warga kepada wanita bercadar. malah sebagian mereka berkata yang tidak-tidak. malah timbul fitnah lagi..
para ulama berbeda pendapat mengenai aurat wanita.
1. sebagian mengatakan seluruh tubuh wanita adalah aurat termasuk wajah.
2. sedangkan jumhur ulama (kesepakatan banyak ulama) memberikan kesaksian bahwa seluruh tubuh wanita adalah aurat kecuali wajah dan telapak tangan. maka bagi wanita yang sedang solat, sedangkan dahinya tertutup karna cadar, maka solatnya tidak sah. karena kulit jidat terhalang tidak bisa menempel di bumi atau tempat sujud.
saran saya: kita hidup di indonesia lebih baik ikut pendapat yang nomor 2. karena laki- laki indonesia syahwatnya jauh lebih ringan dari pada laki-laki arab yang setiap hari makan daging kambing dengan porsi yang sangat banyak. maka laki- laki arab lebih ganas daripada laki-laki indonesia. jika kita hidup di arab, mungkin lebih patut kita ikut pendapat nomor 1.
di samping itu, orang islam diharamkan menjadikan dirinya sendiri hina, remeh, dan dibenci di kalangan umum.
jika memakai cadar itu dibenci di kalangan umum, maka lebih baik tidak memakai.
khusus bagi wanita yang cantik dan menimbulkan fitnah, jika dia bercadar untuk menghindari fitnah, maka dia mendapat ridho Allah walaupun dibenci di kalangan orang banyak. tetapi bagi wanita yang tidak dikhawatirkan menimbulkan fitnah, maka lebih baik NGGAK USAH memakai cadar supaya tidak dikucilkan masyarakat. perkara ini adalah “adat muhakkamat”. yaitu adat yang mempengaruhi hukum