Beranda > Belajar Nasehat > Bagi Yang Ingin Mengetahui Keutamaan Surat Yasin, ini lho hadits-haditsnya..

Bagi Yang Ingin Mengetahui Keutamaan Surat Yasin, ini lho hadits-haditsnya..


MUQADDIMAH

Kebanyakan kaum muslimin membiasakan membaca surat Yasin, baik pada malam Jum’at, ketika mengawali atau menutup majlis ta’lim, ketika ada atau setelah kematian dan pada acara-acara lain yang mereka anggap penting. Saking seringnya surat Yasin dijadikan bacaan di berbagai pertemuan dan kesempatan, sehingga mengesankan, Al-Qur’an itu hanyalah berisi surat Yasin saja. Dan kebanyakan orang membacanya memang karena tergiur oleh fadhilah atau keutamaan surat Yasin dari hadits-hadits yang banyak mereka dengar, atau menurut keterangan dari guru mereka.

Al-Qur’an yang di wahyukan Allah adalah terdiri dari 30 juz. Semua surat dari Al-Fatihah sampai An-Nas, jelas memiliki keutamaan yang setiap umat Islam wajib mengamalkannya. Oleh karena itu sangat dianjurkan agar umat Islam senantiasa membaca Al-Qur’an. Dan kalau sanggup hendaknya menghatamkan Al-Qur’an setiap pekan sekali, atau sepuluh hari sekali, atau dua puluh hari sekali atau khatam setiap bulan sekali. (Hadist Riwayat Bukhari, Muslim dan lainnya).

Sebelum melanjutkan pembahasan, yang perlu dicamkan dan diingat dari tulisan ini, adalah dengan membahas masalah ini bukan berarti penulis melarang atau mengharamkan membaca surat Yasin.

Sebagaimana surat-surat Al-Qur’an yang lain, surat Yasin juga harus kita baca. Akan tetapi di sini penulis hanya ingin menjelaskan kesalahan mereka yang menyandarkan tentang fadhilah dan keutamaan surat Yasin kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Selain itu, untuk menegaskan bahwa tidak ada tauladan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surat Yasin setiap malam Jum’at, setiap memulai atau menutup majlis ilmu, ketika dan setelah kematian dan lain-lain.

Mudah-mudahan keterangan berikut ini tidak membuat patah semangat, tetapi malah memotivasi untuk membaca dan menghafalkan seluruh isi Al-Qur’an serta mengamalkannya.

KELEMAHAN HADITS-HADITS TENTANG FADHILAH SURAT YASIN

Kebanyakan umat Islam membaca surat Yasin karena -sebagaimana dikemukakan di atas- fadhilah dan ganjaran yang disediakan bagi orang yang membacanya. Tetapi, setelah penulis melakukan kajian dan penelitian tentang hadits-hadits yang menerangkan fadhilah surat Yasin, penulis dapati Semuanya Adalah Lemah.

Perlu ditegaskan di sini, jika telah tegak hujjah dan dalil maka kita tidak boleh berdusta atas nama Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebab ancamannya adalah Neraka. (Hadits Riwayat Bukhari, Muslim, Ahmad dan lainnya).

HADITS DHA’IF DAN MAUDHU’

Adapun hadits-hadits yang semuanya dha’if (lemah) dan atau maudhu’ (palsu) yang dijadikan dasar tentang fadhilah surat Yasin diantaranya adalah sebagai berikut :

Hadist 1

Artinya: “Siapa yang membaca surat Yasin dalam suatu malam, maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya dan siapa yang membaca surat Ad-Dukhan pada malam Jum’at maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya.” (Ibnul Jauzi, Al-Maudhu’at, 1/247).

Keterangan: Hadits ini Palsu.

Ibnul Jauzi mengatakan, hadits ini dari semua jalannya adalah batil, tidak ada asalnya. Imam Daruquthni berkata: Muhammad bin Zakaria yang ada dalam sanad hadits ini adalah tukang memalsukan hadits. (Periksa: Al-Maudhu’at, Ibnul Jauzi, I/246-247, Mizanul I’tidal III/549, Lisanul Mizan V/168, Al-Fawaidul Majmua’ah hal. 268 No. 944).

Hadits 2

Artinya: “Siapa yang membaca surat Yasin pada malam hari karena mencari keridhaan Allah, niscaya Allah mengampuni dosanya.”

Keterangan: Hadits ini Lemah.

Diriwayatkan oleh Thabrani dalam kitabnya Mu’jamul Ausath dan As-Shaghir dari Abu Hurairah, tetapi dalam sanadnya ada rawi Aghlab bin Tamim. Kata Imam Bukhari, ia munkarul hadits. Kata Ibnu Ma’in, ia tidak ada apa-apanya (tidak kuat). (Periksa: Mizanul I’tidal I:273-274 dan Lisanul Mizan I : 464-465).

Hadits 3

Artinya: “Siapa yang terus menerus membaca surat Yasin pada setiap malam, kemudian ia mati maka ia mati syahid.”

Keterangan: Hadits ini Palsu.

Hadits ini diriwayatkan oleh Thabrani dalam Mu’jam Shaghir dari Anas, tetapi dalam sanadnya ada Sa’id bin Musa Al-Azdy, ia seorang pendusta dan dituduh oleh Ibnu Hibban sering memalsukan hadits. (Periksa: Tuhfatudz Dzakirin, hal. 340, Mizanul I’tidal II : 159-160, Lisanul Mizan III : 44-45).

Hadits 4

Artinya: “Siapa yang membaca surat Yasin pada permulaan siang (pagi hari) maka akan diluluskan semua hajatnya.”

Keterangan: Hadits ini Lemah.

Ia diriwayatkan oleh Ad-Darimi dari jalur Al-Walid bin Syuja’. Atha’ bin Abi Rabah, pembawa hadits ini tidak pernah bertemu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebab ia lahir sekitar tahun 24H dan wafat tahun 114H.

(Periksa: Sunan Ad-Darimi 2:457, Misykatul Mashabih, takhrij No. 2177, Mizanul I’tidal III:70 dan Taqribut Tahdzib II:22).

Hadits 5

Artinya: “Siapa yang membaca surat Yasin satu kali, seolah-olah ia membaca Al-Qur’an dua kali.” (Hadits Riwayat Baihaqi dalam Syu’abul Iman).

Keterangan: Hadits ini Palsu.

(Lihat Dha’if Jamiush Shaghir, No. 5801 oleh Syaikh Al-Albani).

Hadits 6

Artinya: “Siapa yang membaca surat Yasin satu kali, seolah-olah ia membaca Al-Qur’an sepuluh kali.” (Hadits Riwayat Baihaqi dalam Syu’abul Iman).

Keterangan: Hadits ini Palsu.

(Lihat Dha’if Jami’ush Shagir, No. 5798 oleh Syaikh Al-Albani).

Hadits 7

Artinya: “Sesungguhnya tiap-tiap sesuatu mempunyai hati dan hati (inti) Al-Qur’an itu ialah surat Yasin. Siapa yang membacanya maka Allah akan memberikan pahala bagi bacaannya itu seperti pahala membaca Al-Qur’an sepuluh kali.”

Keterangan: Hadits ini Palsu.

Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (No. 304 8) dan Ad-Darimi 2:456. Di dalamnya terdapat Muqatil bin Sulaiman. Ayah Ibnu Abi Hatim berkata: Aku mendapati hadits ini di awal kitab yang di susun oleh Muqatil bin Sulaiman. Dan ini adalah hadits batil, tidak ada asalnya. (Periksa: Silsilah Hadits Dha’if no. 169, hal. 202-203). Imam Waqi’ berkata: Ia adalah tukang dusta. Kata Imam Nasa’i: Muqatil bin Sulaiman sering dusta.

(Periksa: Mizanul I’tidal IV:173).

Hadits 8

Artinya: “Siapa yang membaca surat Yasin di pagi hari maka akan dimudahkan (untuknya) urusan hari itu sampai sore. Dan siapa yang membacanya di awal malam (sore hari) maka akan dimudahkan urusannya malam itu sampai pagi.”

Keterangan: Hadits ini Lemah.

Hadits ini diriwayatkan Ad-Darimi 2:457 dari jalur Amr bin Zararah. Dalam sanad hadits ini terdapat Syahr bin Hausyab. Kata Ibnu Hajar: Ia banyak memursalkan hadits dan banyak keliru. (Periksa: Taqrib I:355, Mizanul I’tidal II:283).

Hadits 9

Artinya: “Bacakanlah surat Yasin kepada orang yang akan mati di antara kamu.”

Keterangan: Hadits ini Lemah.

Diantara yang meriwayatkan hadits ini adalah Ibnu Abi Syaibah (4:74 cet. India), Abu Daud No. 3121. Hadits ini lemah karena Abu Utsman, di antara perawi hadits ini adalah seorang yang majhul (tidak diketahui), demikian pula dengan ayahnya. Hadits ini juga mudtharib (goncang sanadnya/tidak jelas).

Hadits 10

Artinya: “Tidak seorang pun akan mati, lalu dibacakan Yasin di sisinya (maksudnya sedang naza’) melainkan Allah akan memudahkan (kematian itu) atasnya.”

Keterangan: Hadits ini Palsu.

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam kitab Akhbaru Ashbahan I :188. Dalam sanad hadits ini terdapat Marwan bin Salim Al Jazari. Imam Ahmad dan Nasa’i berkata, ia tidak bisa dipercaya. Imam Bukhari, Muslim dan Abu Hatim berkata, ia munkarul hadits. Kata Abu ‘Arubah Al Harrani, ia sering memalsukan hadits. (Periksa: Mizanul I’tidal IV : 90-91).

PENJELASAN

Abdullah bin Mubarak berkata: Aku berat sangka bahwa orang-orang zindiq (yang pura-pura Islam) itulah yang telah membuat riwayat-riwayat itu (hadits-hadits tentang fadhilah surat-surat tertentu). Dan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata: Semua hadits yang mengatakan, barangsiapa membaca surat ini akan diberikan ganjaran begini dan begitu SEMUA HADITS TENTANG ITU ADALAH PALSU. Sesungguhnya orang-orang yang memalsukan hadits-hadits itu telah mengakuinya sendiri. Mereka berkata, tujuan kami membuat hadits-hadits palsu adalah agar manusia sibuk dengan (membaca surat-surat tertentu dari Al-Qur’an) dan menjauhkan mereka dari isi Al-Qur’an yang lain, juga kitab-kitab selain Al-Qur’an. (Periksa: Al-Manarul Munffish Shahih Wadh-Dha’if, hal. 113-115).

KESIMPULAN

Dengan demikian jelaslah bahwa hadit-hadits tentang fadhilah dan keutamaan surat Yasin, semuanya LEMAH dan PALSU. Oleh karena itu, hadits-hadits tersebut tidak dapat dijadikan hujjah untuk menyatakan keutamaan surat ini dan surat-surat yang lain, dan tidak bisa pula untuk menetapkan ganjaran atau penghapusan dosa bagi mereka yang membaca surat ini. Memang ada hadits-hadits shahih tentang keutamaan surat Al-Qur’an selain surat Yasin, tetapi tidak menyebut soal pahala. Wallahu A’lam.

***

Penyusun: Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Dipublikasikan kembali oleh www.muslim.or.id dari blog Abu Aufa

  1. Maztoyo
    Oktober 31, 2014 pukul 2:36 am

    Ciri-ciri khawarij……

    bukan menyebarkan Islam tapi merusak iIslam dari dalam, sungguh memalukan pemahaman tentang amalan, hingga yang dipermasalahkan adalah masalah waktu hari Jumat……,

    bahkan membid’ahkan bacaan Surah Yasin….(Al Quran).

    Sadar Bung….anda katanya berpegang pada AlQuran dan Hadist…..

    tapi anda menolak bacaan Surah Yasin….(Al Quran),

    ada apa dengan pemikiran anda……

    atau anda lebih suka klo umat Islam tiap malam Jumat baca pantun….syair….atau majalah…….

    Anda mestinya Taubat …….yang sebenar-benar Taubat…..

    Terimakasih maztoyo,. sudah komentar disini,
    Anda belum paham karakteristik pemikiran khawarij?? silahkan baca postingan ini

    Tidak ada hubungannya dengan orang yang menolak yasinan, haduh,.. jangan terlalu dipaksain dong mas,.mas,..

  2. Anonymous
    Oktober 3, 2014 pukul 5:06 pm

    islam akan terpecah jadi 73 golongan,satu yang masuk surga yaitu ahli sunah wal jamaah.

    mengapa harus menyalahkan diantara golongan yg lain.

    orang yang di hujat belum tentu lebih baik dari yang menghujat.

    sesungguhnya muslim itu bersaudara.

    janganlah kamu memakan bangkai saudara kamu sendiri.

    wasalam

    wa’alaikumussalam,
    terimakasih, sudah komentar disini,
    Kita menyeru kepada golongan yang satu tersebut, bukan berarti karena islam akan terpecah menjadi 73 golongan lalu kita membiarkan pemikiran-pemikiran yang menyimpang dari satu golongan yang selamat,. ini sungguh aneh dan lucu,.

    sebagaimana kata rasulullah nanti ada wanita yang berpakaian tapi telanjang, apakah kita biarkan wanita2 tersebut seperti itu?? ini adalah tindakan yang sangat konyol,. sama seperti komentar anda diatas,

    Jadi, marilah kita menjadi golongan yang selamat tersebut, bukan malah membiarkan kaum muslimin menjadi menyimpang,.

  3. Anonymous
    September 3, 2014 pukul 4:32 pm

    orang eropa udh kemana tuh mas…bisa ke bulan bikin ini bikin itu.. kite yasinan tahlilan maulidan di perdebatkn..apa sampai segitunya ISLAM???

    Terimakasih,..
    Masih percaya dengan propaganda orang kafir dah sampai BULAN??? Sekarang bukan jaman batu, jaman teknologi,. jaman sekarang saja ngga ada ceritanya lagi tuh amrik bisa ke bulan, padahal katanya sudah bisa mengirim pesawat tanpa awak ke MARS,.. duh,. mudahnya kita dikibulin orang kafir,. tentang apakah sudah ada yang pernah ke bulan, sudah saya posting disini

    Taruhlah mereka bisa ke bulan,. mereka tidak akan bisa mencapai bintang, mereka tidak akan mencapai langit pertama, atau menembusnya,.

    tapi…

    Dengan mempelajari islam dengan pemahaman yang benar, lalu mengamalkannya, maka kita bisa menembus hingga diatas langit ke tujuh,. ke mana? ke bawah arsy Allah, yaitu surga ..

    Silahkan tinggal pilih mas,. mau ke bulan atau mau ke surga??

    SEcanggih apapun teknologi orang kafir, tidak akan mengalahkan ajaran islam, ini rasulullah yang sudah naik hingga menembus langit ketujuh dalam semalam,. silahkan baca disini

    saat moment kita butuh KEHADIRAN ALLOH apa harus diisi dengan pesta mabok mabokan atau hal2 yg berbau maksiat.. tidakkan.. tapi knp saat moment itu jg ada orang isi dg itikad yg di dasarkn dg hal2 baik menurut hati nurani mereka ..masih ada yg mendebatkn smpai disangka bid’ah lah inilah itulah..

    Coba tanyakan kepada orang yang suka mabok, atau hal-hal yang berbau maksiat, tanyakan kepada mereka, apakah yang mereka lakukan itu adalah DOSA?? maka mereka akan menjawab, IYA, dan mereka ingin bertobat suatu saat nanti, dan mereka tidak ingin anak-anak mereka melakukan itu juga,.

    Tanya kepada orang yang tahlilan, yasinan, maulidan, shalawatan,..
    tanya kepada mereka, apakah itu suatu dosa?? maka akan dijawab, itu bukan dosa, itu pahala,..
    nah…
    Inilah kenapa setan lebih menyukai orang yang berbuat bidah seperti tahlilan, yasinan, maulidan, shalawatan,.. daripada orang yang berbuat maksiat seperti mabok, mencuri,berzina,..

    ini bukan saya nyuruh lebih baik bermaksiat saja yah,. jangan disalah pahami,.

    Tentang IBLIS Lebih menyukai orang yang berbuat bidah daripada orang yang berbuat maksiat, sudah saya posting disini

    apa susahnya kita amiinkan saja apa yg menjadi hajat mereka bereskn..ini malah jd saling salahkn (Alloh Maha Mengetahui)

    Allah tidak akan menerima amalan-amalan bidah, lha kok masih seneng berdoa dengan cara yang bidah?
    Ini hanya semakin menambah murka Allah, dan menambah kesengsaraan pelakunya baik di dunia atau diakherat kelak,.

  4. herman kamil
    Agustus 24, 2014 pukul 12:50 am

    Menarik juga ulasannya. Bila ada waktu silakan bisa mengunjungi blog saya,
    salaam

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    sudah mampir mas herman,.

  5. eko
    Agustus 6, 2014 pukul 3:05 pm

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

    Ijin untuk berkomentardalam menanggapi bid’ah ..

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, terimakasih mas eko, senang saya membaca komentar anda, mudah-mudahan Allah berikan hidayah taufik kepada anda dan pembaca lainnya

    yg bilang tahlil dsb bid’ah bearti tdk menghargai kanjeng sunan kalijaga dalam menyebarkan agama Islam d jawa..

    kanjeng sunan kalijaga dlm menyebarkan agama islam lwt kebudyaan” jawa.

    bearti itu smua bid’ah..

    Kewajiban kita bukanlah mengikuti kanjeng sunan kalijaga, tapi mengikuti Perintah Rasulullah, sunnah rasulullah,
    Jika ada yang lebih mengikuti kanjeng sunan kalijaga, dan amalan itu tidak ada perintahnya dari Rasulullah, berarti dia secara tidak langsung TIDAK MENGHARGAI RASULULLAH,.berpikir cerdaslah,..
    Para wali lain yang bukan WALI LOKAL JAWA seperti kanjeng sunan kalijaga saja mengingkari adanya bidah kok, silahkan baca pendapat wali yang lebih dulu berdakwah sebelum sunan kalijaga, lihat postingannya disini

    SEbaiknya anda baca juga sejarah walisanga dan apa yang mereka dakwahkan, silahkan lihat postingan ini

    Sepak terjang sunan kalijaga juga sudah pernah diposting, silahkan anda lihat penjelasannya, ada video ceramahnya, silahkan lihat disini

    BAgaimanakah Islam menyikapi BUDAYA? sudah saya posting juga, silahkan baca disini

    apakah yg bilang bid’ah itu benar” sudah bersih,,apakah wudlu nya sudah benar.apakah dalam kehidupan sehari”benar”tdk melakukan bid’ah..

    Yang mengatakan semua bidah itu sesat adalah RASULULLAH, nabi kita, dan saya hanya menyampaikan saja melalui blog ini,.
    Mengikuti Rasulullah itu dalam semua hal yang diajarkan, termasuk cara wudhu, saya tanya balik kepada anda, apakah cara wudhu anda sudah sesuai dengan yang rasulullah ajarkan? silahkan cocokkan sendiri cara wudhu anda, bagaimana cara wudhu rasulullah, sudah saya posting disini

    kalau benar” mau mengikuti jejak rossul anda yg menulis blog ini berarti kalau d masjid pakai unta,adzan nya gk pakai toa..(Naik d menara)

    SEbaiknya anda baca artikel ini, mengenal apa itu bidah, sehingga anda akan paham mana yang termasuk bidah dan mana yang bukan, silahkan klik postingan ini

    Maaf, terlalu banyak memberikan referensi, itu semua dengan harapan anda memahaminya, sebab yang anda tanyakan ada disitu semua jawabannya,.
    Mudah-mudahan Allah berikan semangat kepada anda untuk mencari kebeneran tersebut, mudah-mudahan Allah berikan hidayah taufik kepada anda dan pembaca

  6. edi susanto
    Februari 11, 2014 pukul 3:13 pm

    Penulis BLOG Ini JUGA PEMUJA BID’AH, Karena menggunakan Media Internet,
    padahal jaman Rasulullah tdk ada internet.

    he..he..he.. terimakasih mas edi, sudah komentar di mari,.
    betul sekali mas edi, itu bidah, tapi masih banyak lagi lho bang, bukan blog ane aje yang bidah, masih banyak lagi, diantaranye nih bang,.
    hape,mobil,motor, itu bidah juge bang, ada lagi, bala-bala, gado-gado,rujak uleg,mie ayam, bakso, itu juga bidah juga,. kenapa? karena rasulullah juga ga pernah makan mie ayam,bakso, ngga pernah pake hape, naik mobil, apalagi bawa motor, naik pesawat juga ngga pernah

    rasulullah juga ngga pernah internetan,.silahkan baca ulasannya disini ya mas, kenapa internet dan blog saya juga bidah

  7. ahmad
    Januari 9, 2014 pukul 9:17 am

    tentang pengkhususan surat al ikhlas

    Seseorang dari kaum Anshar menjadi imam di masjid Quba. Ia selalu membaca surat Al-Ikhlas sebelum membaca surat lain setelah Al-Fatihah. Ia melakukannya setiap rakaat.
    Jamaah masjid menegurnya:

    ”Kenapa anda selalu memulainya dengan Al-Ikhlas, bukankah surat Al-Ikhlas cukup dan tidak perlu membaca surat lain, atau engkau memilih cukup membaca Al-Ikhlas atau tidak perlu membacanya dan cukup surat lain.”

    Ia menjawab:

    “Saya tidak akan meninggalkan surat Al-Ikhlas, kalau kalian setuju saya mengimami dengan membaca Al-Ikhlas maka saya akan mengimami kalian, tapi kalau kalian tidak setuju maka saya tidak akan jadi imam.” Mereka tahu bahwa orang ini yang paling baik dan tidak ingin kalau yang lain mengimami shalat.

    Ketika Rasulullah datang mengunjungi, mereka menyampaikan hal ini kepada Rasulullah saw. Rasulullah saw bertanya pada orang tersebut;

    ”Apa yang membuatmu menolak saran teman-temanmu? Dan Apa yang membuatmu selalu membaca surat Al-Ikhlas setiap rakaat?” Ia menjawab: ”Saya mencintainya (Al-Ikhlas).”

    Rasulullah berkata:

    ”Kecintaanmu terhadap surat Al-ikhlas memasukanmu kedalam syurga!” (HR Bukhori no.741).

    Nah hadits diatas menjelaskan BIDAH yang dilakukan sahabat dan tidak dilakukan Rasulullah.

    APAKAH SAHABAT ITU PELAKU BID`AH SESAT DAN SESAT MASUK NERAKA ??

    BAGAIMANA WAHABER MENANGGAPINYA JIKA KATANYA SEMUA BID`AH ADALAH SESAT ?? TIDAK ADA HASANAHNYA YA ??

    MONGGO..

    Terimakasih mas ahmad, kisah diatas betul sekali, satu pertanyaan lagi,
    Siapa yang membenarkan perbuatan sahabat tersebut?

    • Abu Izza Pati
      Januari 9, 2014 pukul 1:25 pm

      Pak Ahmad ini belum tahu apa itu bid’ah, tentang sahabat yang selalu membaca Surat Ikhlas ketika sholat, itu namanya sunnah takririyah (perbuatan sahabat yang didiamkan nabi atau disetujui nabi, sekalipun nabi tidak melaksanakannya), dan kita juga diperintahkan oleh nabi sholallaahu alaihi wa sallam untuk mengikuti sahabat beliau. lha kalau nabi telah wafat, lalu ada orang yang membaca surat yasin untuk orang mati, siapa yang membenarkan?

      agama ini milik Allah dan rosulnya

      Betul mas, sengaja saya beri pertanyaan kepada mas ahmad, agar beliau juga paham, yang membolehkan sahabat tersebut membaca surat alikhlas itu adalah rasulullah, dan sahabat tersebut membacanya dalam shalat, karena kecintaan sahabat tsb thd surat alikhlas, dan rasulullah menyetujuinya,. ini yang disebut sunnah karena persetujuan rasulullah, contoh lainnya juga banyak, misalkan adzan dan iqamat, itu kan dari mimpi seorang sahabat, lalu disampaikan kepada rasulullah, dan rasulullah menyetujuinya, dan adzan dan iqamat bukanlah bidah, padahal itu berasal dari mimpi seorang sahabat,.

      Kalau baca yasin setiap malam jumat, atau setiap ada kematian, itu yang menyetujui siapa? Apakah Rasulullah? ,… ini yang jadi masalah,.

    • Azrul Azwar
      April 19, 2014 pukul 3:02 am

      Sahabat Mu’adz suatu kali mengimami dengan membaca surat Al-Baqoroh. Pemuda bani Salamah yang menjadi makmumnya merasa terlalu panjang, lalu keluar dari sholat dan melapor pada Rasulullah SAW. Rasulullah memarahi Mu’adz, “Apakah engkau mau membuat fitnah, wahai Mu’adz?”

      Jadi ini menunjukkan tidak setiap “bid’ah” yang dilakukan sahabat disetujui Rasulullah. Nah sekarang bagaimana kita tahu Rasulullah setuju atau tidak dengan bid’ah2 masa kini?

      TErimakasih mas azrul,.
      Muadz mengimami kaumnya adalah ingin mengamalkan sunnah rasul, yaitu membaca surat panjang dalam shalat isya,
      Namun menjalankan sunnah juga perlu di situasi dan kondisi yang tepat, tidak semua sunnah jika kita lakukan itu bernilai sunnah, bahkan jika kita mengerjakan suatu sunnah bisa menyebabkan masyarakat mencela dan menjauhi sunnah tersebut, maka pelaksanaan sunnah tersebut ditunda, menunggu waktu yang pas,

      Dijaman rasulullah, jika ada sahabat yang melakukan hal yang tidak sesuai maka akan Rasulullah tegur, dan syariat islam belum sempurna sampai rasulullah mengumumkan tentang kesempurnaan islam sebelum beliau wafat, berbeda dengan sekarang, islam sudah sempurna, rasulullah sudah wafat, maka jika kita melihat ada amalan-amalan yang tidak sesuai dengan amalan rasulullah dan para sahabatnya, maka ini masuk ke dalam bidah,

      sebab rasulullah sudah memberikan kaidah yang agung,. jika ada amalan-amalan yang tidak ada contohnya dari rasulullah, maka amalan tersebut tertolak,.

      Hukum asal ibadah itu haram dikerjakan, sebelum ada dalil yang memerintahkannya, berkebalikan dengan urusan dunia, hukum asalnya boleh, hingga ada dalil yang melarangnya,

  8. ahmad
    Januari 9, 2014 pukul 9:06 am

    sesuatu yg baru, yg tidak ada sebelumnya di dalam masalah agama,peribadatan,yg di buat oleh orang kemudian dimasukkan ke dalam agama, menyerupai agama itu sendiri (syari’at) dimaksudkan mengerjakannya utk mendekatkan diri kepada Alloh dg mengharapkan ganjaran pahala” itulah BID’AH
    ===================
    Mari kita bahas bersama
    Berikut saya sertakan dalil yang lengkap :
    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ
    قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا خَطَبَ احْمَرَّتْ عَيْنَاهُ وَعَلاَ صَوْتُهُ وَاشْتَدَّ غَضَبُهُ حَتَّى كَأَنَّهُ مُنْذِرُ جَيْشٍ يَقُولُ « صَبَّحَكُمْ وَمَسَّاكُمْ ». وَيَقُولُ « بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةَ كَهَاتَيْنِ ». وَيَقْرُنُ بَيْنَ إِصْبَعَيْهِ السَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى وَيَقُولُ « أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ »

    Dari Jabir bin Abdillah berkata : Jika Rasulullah berkhutbah maka merahlah kedua mata beliau dan suara beliau tinggi serta keras kemarahan (emosi) beliau, seakan-akan beliau sedang memperingatkan pasukan perang seraya berkata:
    “Waspadalah terhadap musuh yang akan menyerang kalian di pagi hari, waspadalah kalian terhadap musuh yang akan menyerang kalian di sore hari !!”.
    Beliau berkata, “Aku telah diutus dan antara aku dan hari kiamat seperti dua jari jemari ini (Nabi menggandengkan antara dua jari beliau yaitu jari telunjuk dan jari tengah)
    dan beliau berkata :
    “Kemudian daripada itu, sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Al-Qur’an dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, dan seburuk-buruk perkara adalah perkara-perkara yang baru dan sebagian besar bid’ah adalah kesesatan”
    (HR Muslim no 2042)

    Jika saya menjawab dengan pendapat imam Syafi’i,
    ————————–
    البدعة بدعتان: بدعة محمودة، وبدعة مذمومة، فما وافق السنة، فهو محمود، وما خالف السنة، فهو مذموم
    “Bid’ah itu ada dua macam yaitu bid’ah mahmudah (yang terpuji) dan bid’ah madzmumah (yang tercela). Jika suatu amalan bersesuaian dengan tuntunan Rasul, itu termasuk amalan terpuji. Namun jika menyelisihi tuntunan, itu termasuk amalan tercela”
    ————————–
    tentu anda masih ngeyel setenagh mati, karena anda memahami
    وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
    “dan setiap bid’ah adalah kesesatan”
    bukan “dan sebagian besar bid’ah adalah kesesatan”

    BENARKAH SEMUAH BID’AH ADALAH KESESATAN ?
    Jika Muhammad bin Abdul Wahab mengatakan setiap bid’ah adalah kesesatan, Tetapi Rasulullah tidak mengartikannya seperti itu,…

    MARI KITA BUKTIKAN :
    Bagaimana Rasulullah menerapkan hadits diatas,

    حَدَّثَنَا هَنَّادٌ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ أَبِي عَوْنٍ الثَّقَفِيِّ عَنْ الْحَارِثِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ رِجَالٍ مِنْ أَصْحَابِ مُعَاذٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ مُعَاذًا إِلَى الْيَمَنِ فَقَالَ كَيْفَ تَقْضِي فَقَالَ أَقْضِي بِمَا فِي كِتَابِ اللَّهِ قَالَ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِي كِتَابِ اللَّهِ قَالَ فَبِسُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِي سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَجْتَهِدُ رَأْيِي قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَفَّقَ رَسُولَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

    Ketika rasul mengutus Mu’adz RA ke Yaman, beliau bertanya:
    wahai Mu’adz, bagaimana caramu memberikan putusan/hukum?

    Dia menjawab; aku memutuskan/menghukumi berdasarkan ketentuan dari Al-Qur’an.

    Lalu Rasul bertanya lagi: bagaimana kalau tidak ada dalam Al-Quran?

    Mu’adz RA menjawab : maka aku memutuskan berdasarkan sunnah

    Rasul s.a.w. Rasul bertanya lagi: bagaimana bila tidak kau temukan dalam sunnah Rasul ?

    Mu’adz RA menjawab: maka aku berijtihad berdasarkan pendapatku sendiri.

    Rasul bersabda: segala puji bagi Allah yang telah memberikan petunjuk/taufik kepada duta Rasul SAW.
    ——————–
    PERHATIKAN PERTANYAAN RASULULLAH :
    Bagaimana kalau tidak ada dalam Al-Quran? dan
    bagaimana bila tidak kau temukan dalam sunnah Rasul ?

    Jawaban Muadz bin jabal :
    “maka aku berijtihad berdasarkan pendapatku sendiri.”
    dan jawaban Mu’adz dibenarkan oleh Rasulullah.
    ———————
    Anda tau apa maksudnya ?
    Pertanyaan Rasulullah,
    Bagaimana kalau tidak ada dalam Al-Quran? dan
    bagaimana bila tidak kau temukan dalam sunnah Rasul ?
    Pertanyaan ini mengarah “memberi hukum pada perkara baru” yang tidak ditemukan dalam Al Qur’an maupun Sunnah.

    Sedangkan ajaran Muhammad bin Abdul Wahab, sengaja membelokkan pemahaman hadits “وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ” dengan arti :
    “Semua bid’ah adalah sesat !!!”

    Sehingga anda dan teman-teman ada menghukumi :
    Tahlilan, Yasinan, Maulidan dll sebagai perkara yang baru dan sesat.

    Disini terlihat jelas, anda tidak mengikuti Rasulullah, tapi mengikuti pendapat Muhammad bin Abdul Wahab.
    ———————–
    kembali pada hadits diatas
    “Kemudian daripada itu, sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Al-Qur’an dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, dan seburuk-buruk perkara adalah perkara-perkara yang baru dan semua bid’ah adalah kesesatan”

    Jika yang dimaksud Rasulullah “وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ” adalah seluruh bid’ah, maka tidak mungkin Rasulullah membenarkan jawaban Mua’adz bin Jabal :
    “maka aku berijtihad berdasarkan pendapatku sendiri” .

    Dan Rasulullah akan melarang Mu’adz RA dalam berijtihad dalam memberikan hukum pada perkara baru, karena perkara baru yang tidak ada dalam Al Qur’an maupun Sunnah adalah sesat.

    Akan tetapi kenyataannya Rasulullah mebolehkan memberi hukum terhadap perkara baru dengan Ijtihat, jika perkara tersebut tidak bertentangan dengan Qur’an maupun Sunnah.

    Karena membuat perkara baru atau memberi hukum terhadap perkara baru perlu hati-hati, maka Rasulullah pun mendo’akan Muadz RA “segala puji bagi Allah yang telah memberikan petunjuk/taufik kepada duta Rasul SAW”.
    =============
    Dengan demikian, Pendapat imam Syafi’i diatas adalah benar, sedangkan pendapat Muhammad bin Abdul Wahab adalah salah dan menyesatkan.

    Disamping itu anda harus menerima hadits ini sebagai dasar adanya dua bid’ah Bidah yang baik dan bid’ah yang jelek (Bid’ah Hasanah dan bid’ah Sayyi’ah)

    عَنْ جَرِيْرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ الْبَجَلِيِّ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم مَنْ سَنَّ فِي اْلإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِي اْلإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مَنْ بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ
    رواه مسلم

    “Jarir bin Abdullah al-Bajali radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang memulai perbuatan baik dalam Islam, maka ia akan memperoleh pahalanya serta pahala orang-orang yang melakukannya sesudahnya tanpa dikurangi sedikitpun dari pahala mereka. Dan barangsiapa yang memulai perbuatan jelek dalam Islam, maka ia akan memperoleh dosanya dan dosa orang-orang yang melakukannya sesudahnya tanpa dikurangi sedikitpun dari dosa mereka.”
    (HR. Muslim [1017]).
    =====================
    Anda terbukti salah total jika mengatakan Tahlilan, Yasinan, Maulidan dll. adalah perkara baru yang sesat.

    Tahlilan Tahlilan, Yasinan, Maulidan dll. (yang dilakukan kaum Aswaja) merupakan pengamalan dari ayat Al qur’an maupun Hadits, dan tidak bertentangan sama sekali.
    Jika anda menghukumi perkara tersebut, contohlah Rasulullah ketika mengajari Mu’adz RA dalam memberikan hukum pada perkara baru,…

    Tidak langsung berkata :
    BI’DAH !!! BI’DAH !!! BI’DAH !!!
    SESAT !!! SESAT !!! SESAT !!!

    Kembalilah pada ajaran Rasulullah dan tinggalkan ajaran Muhammad bin Abdul Wahab yang terbukti sesat….!!!

    TErimakasih mas ahmad, pertanyaan saya belum dijawab pada komentar sebelumnya, ini lho pertanyaannya

    Siapa yang membenarkan perbuatan sahabat tersebut?

    Saya tambah lagi deh, siapa yang membenarkan pernyataan sahabat muadz bin jabbal?

    Betul sekali imam syafii membagi bidah menjadi dua, tapi baca pula dong apa yang dimaksud bidah hasanah menurut imam syafii, ini lho perkataan imam syafii :

    perkataan Imam As-Syafi’i dan perkatan Al-Izz bin Abdissalam rahimahumallah.

    Adapun perkataan Imam As-Syafi’i maka sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah dengan sanad beliau hingga Harmalah bin Yahya-,

    ثَنَا حَرْمَلَة بْنُ يَحْيَى قَالَ : سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ إِدْرِيْسَ الشَّافِعِي يَقُوْلُ : البِدْعَةُ بِدْعَتَانِ بِدْعَةٌ مَحْمُوْدَةٌ وَبِدْعَةٌ مَذْمُوْمَةٌ، فَمَا وَافَقَ السُّنَّةَ فَهُوَ مَحْمُوْدٌ وَمَا خَالَفَ السُّنَّةَ فَهُوَ مَذْمُومٌ، وَاحْتَجَّ بِقَوْلِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ فِي قِيَامِ رَمَضَانَ : نِعْمَتِ الْبِدْعَةُ هِيَ

    Dari Harmalah bin Yahya berkata, “Saya mendengar Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i berkata, “Bid’ah itu ada dua, bid’ah yang terpuji dan bid’ah yang tercela, maka bid’ah yang sesuai dengan sunnah adalah terpuji dan bid’ah yang menyelisihi sunnah adalah bid’ah yang tercela”, dan Imam Asy-Syafi’i berdalil dengan perkataan Umar bin Al-Khottob tentang sholat tarawih di bulan Ramadhan “Sebaik-baik bid’ah adalah ini” (Hilyatul Auliya’ 9/113)

    yang dimaksud imam syafii itu adalah bid’ah yang sesuai dengan sunnah adalah terpuji dan bid’ah yang menyelisihi sunnah adalah bid’ah yang tercela”,

    silahkan baca artikel selengkapnya disini

  9. ahmad
    Januari 9, 2014 pukul 5:12 am

    mengkhususkan baca surat al ikhlas aja diperbolehkan kenapa yasin tidak diperbolehkan. adakah larangan mengkhususkan suatu ayat Alloh?

    terimakasih mas, siapa yang mengkhususkan membaca surat al ikhlas mas? tolong sebutkan, dan jika ada yang melakukan seperti itu, siapa yang membolehkan orang tersebut melakukan hal tersebut? silahkan jawab,.

    • mahmud kindangen
      Januari 17, 2014 pukul 2:47 am

      MOHON MAAF
      saya orang yang kurang pengetahuan tentang ajaran2 islam . namun jika melihat percakapan yang ada.. ada yang perlu di garis bawahi.. yaitu perkataan ummar bin khattab “sebaik-baik bid’a adalah ini yaitu shalat tarawih” jika dikaitkan lagi bahwa bid’a adalh sesat maka akan terjadi halnya pohon berbuah dan buahnya jatuh lagi dibawah pohon tersebut. artinya adalah jika bid’a dilarang dansesat kenapa sahabat melakukan bid’a??? walaupun kembali dikatakan bahwa hanya bid’anya yang baik.. menurut saya yang awam perbuatan yang kita .lakukan di dunia ini setelah rasul wafat kebanyakan bid’a dan penentang2 nya juga melakukan itu….. segala aspek sudah bercampur dengan bid’a. tapi saya tetap berpendapat bahwa bid’a yang baik itu dibolehkan.. trims

      Terimakasih pak mahmud,. silahkan bapak baca artikel ini
      Mudah-mudahan setelah membaca artikel tersebut, bapak bisa paham dan menghilangkan kebingungan tentang bidah hasanah/bidah yang dianggap baik,

      Ibadah itu milik Allah, dan Allah sudah menetapkan waktu,tatacara dan pelaksanaanya, tidak boleh kita beribadah dengan ketentuan-ketentuan sendiri, atau ketentuan dari guru kita tanpa dalil dari rasulullah, atau hanya karena beranggapan itu kan baik,. niat baik semata tidaklah cukup, silahkan baca disini ulasannya</a

  10. ahmad
    Januari 9, 2014 pukul 4:19 am

    oke saya gk akan yasinan, tpi saya akan menyuruh anda baca yasin saya menirukannya. saya tidak akan tahlilan, tapi saya akan menyuruh anda baca laa ilaaha illalloh trs saya menirukannya

    terimakasih mas,.silahkan saja baca yasin, baca tahlil, tidak ada yang melarang,
    silahkan baca kapan saja, jangan mengkhususkan baca yasin saat momen tertentu, hari tertentu,.
    silahkan baca tahlil kapan saja, jangan mengkhususkan hari tertentu, atau momen tertentu jika mau baca tahlil,.

    silahkan,.. silahkan,… tidak ada yang melarang,.. yasin bagian dari alquran, dan tahlil adalah dzikir yang paling agung,. silahkan dibaca,.

    tapi CATET,…

    jangan mengkhususkan hari tertentu atau momen tertentu membaca kedua hal tersebut, kecuali jika ada dalil yang mengkhususkannya,… monggo mas baca yasin,. tapi bukan yasinan,… monggo mas baca tahlil, tapi bukan tahlilan,… monggo….

    • bocah
      Januari 18, 2014 pukul 4:04 pm

      harusnya ada dalil yg mengatakan bahwa pengkhususan pembacaan surat A, B, C pada saat tertentu adalah tidak boleh kalo mengatakan pada mas ahmad hal2 mengenai pengkhususan tapi paling2 tidak ada yg secara explicit menyatakan sperti itu, ssemua kesimpulan si empu nya web berangkat dari konsepsi yg salah dan metoda penafsiran standar golongan si empu nya web..coba deh sebutin mana dalil kalo baca yasin pada waktu2 tertentu adalah haram?

      TErimakasih bocah,.
      Ibadah itu hukum asalnya adalah terlarang, hingga ada dalil yang menyuruhnya,. jadi pertanyaannya bukan “coba deh sebutin mana dalil kalo baca yasin pada waktu2 tertentu adalah haram?” tapi pertanyaannya adalah “MANA DALIL YANG MEMERINTAHKAN KITA BACA YASIN PADA WAKTU-WAKTU TERTENTU?” begitu mas,. jika anda bertanya seperti diatas, sampai hari kiamatpun ngga ada dalil tersebut,. sampai anda jungkir balik seumur hidup pun ngga bakalan nemu dalil tersebut,.

      seandainya itu yang anda jadikan dalil, maka ajaran islam akan menjadi rusak,.. nanti akan ada orang baca surat alquraisy misalnya dimalam rabu, kan ngga ada dalil yang melarangnya,… nanti akan ada orang shalat maghrib 5 rakaat,. kan ngga ada dalil yang melarangnya,. dll .. rusak deh ajaran islam ini, sama seperti orang nasrani yang beribadah bukan berdasarkan dalil, tapi berdasarkan kebodohan,.

      Silahkan bocah, ikutan KUIS TAHLILAN saja, tuh ada hadiahnya, dari iphone, motorsport,sampai rumah siap huni, pertanyaanya mudah saja, silahkan sebutkan SATU DALIL SAJA TENTANG RITUAL TAHLILAN KEMATIAN,.. gampang toh, silahkan meluncur disini, ikuti kuisnya

      jangan pake deh dalil kalo nabi ndak melakukan ini maka itu ndak boleh..katakan itu pada imam syafii yg selalu qunut pada saat subuh..

      tentang qunut shubuh, kenapa yg orang nu lakukan itu adalah bacaan qunut witir? hayo,.. jika ikut imam syafii maka yang dibaca pada waktu qunut shubuh adalah qunut nazilah dong,. tapi coba lihat di masjid-masjid anda, kalau shubuh tuh yang dibaca qunut witir atau qunut nazilah? “Allahumma ihdini fii man hadaita, wa ‘aafini fiman ‘aafaita… dst itu adalah qunut witir mas,. bukan qunut nazilah,.

      Imam syafii melakukan qunut karen ijtihad beliau, dan beliau pun berkata:

      إذا وجدتم في كتابي خلاف سنة رسول الله صلى الله عليه وسلم فقولوا بسنة رسول الله صلى الله عليه وسلم ودعوا ما قلت

      “Apabila kalian menemukan pendapat di dalam kitabku yang berseberangan dengan sunnah rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka ambillah sunnah tersebut dan tinggalkan pendapatku.” (Al-Majmu’ 1/63).
      Dan ternyata hadits ttg rasul qunut shubuh terus menerus itu haditsnya dhaif, dan imam syafii tidak mengetahui kalau hadits tsb dhaif, makanya imam ahmad selaku murid imam syafii tidak melakukan qunut shubuh, nah koq mungkin anda atau tokoh nu yang jauh dari jaman imam syafii kok ikut-ikutan qunut shubuh? padahal imam ahmad yang murid imam syafii saja tidak melakukan,..

      dan katakan pada anda juga yg memakai internet dan bac qur’an pake laptop..dan jangan ah selalu bilang bid’ah itu untuk urusan agama, mana bisa anda memisahkan dunia dengan agama kalo anda sedekah saja pake uang yg notabenenya urusan dunia..uang itu urusan dunia bang ndak akan bisa anda bawa ke akhirat simpanan bank anda

      Bisa ngebedain mana urusan dunia, mana urusan ibadah tidak mas???
      Rasulullah diutus bukan utk menjelaskan perkara dunia mas, tapi utk perkara akherat,
      internet,laptop, itu adalah sarana dunia, bukan prkara ibadah, adapun jika kedua barang tersebut dipakai untuk berdakwah, dipakai sebagai sarana ibadah, dan bisa menjadi penunjang ibadah, ini adalah nikmat yang perlu disyukuri, bukan lantas memandang itu bidah,.. jika anda memandang itu bidah, maka kita berdakwah dengan bahasa indonesiapun itu bidah dong mas, kan rasulullah tidak pernah berdakwah dengan bahasa indonesia,. tapi menggunakan bahasa arab,.

      Belajar nahwu,sharaf juga bidah dong mas, rasulullah tidak pernah mengajar bahasa arab dgn nahwu dan sharaf,bahkan kedua ilmu tersebut belum ada di jaman rasulullah,

      bukalah wawasan anda tentang bidah, apa saja .. baca ulasannya disini

  11. Yusuf Qordowi
    November 16, 2013 pukul 4:06 am

    JANGAN JANGAN INI BLOG MILIK ORANG WAHABI YG SUKA MENYESATKAN ORANG LAIN YG BIKIN KERUH & BIKIN RUSAK UKHUWAH ISLAMIYAH

    wah, blog saya dikomentari oleh yusuf qordowi, jadi blog ngetop nih,
    Apa itu wahabi, kok wahabi begitu dibenci? sebaiknya baca tulisan ini, penyebab wahabi menjadi dibenci, silahkan klik disini yah,

  12. kabayan saba tokyo
    Oktober 22, 2013 pukul 4:15 am

    Raribut wae sia,,,Islam jeng islam teu daek akur…,
    hey,,,pan sia dakwah di Blog atuh?..pan meureun ieu oge sarua BID’AH..pan kang jeng rosul mah dakwah teu make internet meureun..kunaon kusia di pake dak’wah sagala?….
    jeng deui sia lahir karak kamari ieu..ulah sok ngajaran kolot baheula,bisi katulah…Mun sia dek da’wah nu bener ulah di BLOG….!…tunjukeun beungeut jeng kawani sia di masyarakat,ulah nyumput di komputer….Dasssarrrrr…!..naha nu maca yasin ku sia di larang-larang ari anu maksiat jeng mabok ku sia di arantep..Tololllllllll siaaahhh…..

    Muhun kang kabayan,.
    basa sunda oge bidah kang kabayan, Rasulullah berdakwah nte ngangge basa sunda, demikian pula basa indonesia, eta teh bidah oge,. hayooo kumaha atuh akang,.. ulah dakwah ngangge basa kabayan atuh,..he..he..he.,

    Bala-bala oge bidah kang, kang kabayan sok ngaleueut bala-bala nte? karedok oge bidah kang,. hayoo..

    Seueur nya kang , bidah mulu , waos di dieu kang kabayan, naon nu disebat bidah teh, pesawat,hape,mobil, eta oge bidah? waos artkel nu iyeu heula akang, sok gera didieu,.

    • dandan
      Oktober 22, 2013 pukul 9:28 am

      ciri ciri orang sok tau.
      komentar asal jeplak.
      pelajari islam dari sumber yang ga bertentangan dg quran & sunnah, orang jaman dulu belum tentu benar kang. gak ada istilah kualat kualatan.
      ibadah2 baru dalam islam itu bid’ah, dan bidah dalam perkara agama adalah sesat.
      sok atuh.

      Sing sabar atuh kang Dandan,
      Ari kabayan eta ngges kolot, ulah ngomong kasar ka manehna,
      Ngges wae nu penting mah kita ulah ikut-ikutan ngamalkeun kabidahan, kita mah ngamalkeun nu aya tuntunana ku nabi wae atuh, eta nu disebat sunnah, lawan dari sunnah nya bidah tea,.

      Ari abdi mah sien ngamalkeun amalan bidah, siga nte aya kerjaan wae, nu sunnah oge ncan diamalkeun sadayana, eh,. sempet-sempetna ngamalkeun kabidahan,. iih… ngeri abdi mah nanggung akibatna, waos iye tulisan, sok gera didieu

      • dan
        Oktober 23, 2013 pukul 12:14 am

        oh, hehe, hampura atuh upami tos kolot kang kabayan, teu terang abdi. tapi da kolot oge upami salah mah nya salah wae nya.
        nya kitu waelah.
        mugi2 kang kabayan di pasihan hidayah atuh.

        Nya, kitu atuh, pangdoakeun,. namina oge ges kolot, kudu sabar,.

  13. hidayah
    Juli 30, 2013 pukul 12:21 am

    Ingat Al-Qur’an itu 30 Juz. Isinya bukan Yasin saja. Dan juga ingat Firman Allah di Surah Al-A’raf ayat 204 , jadi bukan kayak orang Nasrani baca rame-2 (koor). Kalau kita ya ….Yasinan…..
    Tapi seorang yang baca , dan yang lain menyimaknya. serta tadabburi isi dan kandungannya.
    Bahkan di dalam Surah Yasin ayat 69 , Allah SWT melarang kita bernyanyi , kenapa ini yg kita lakukan.

    Berdoa dan berzikir bersama .
    Kalau untuk belajar ya silakan saja. Cuma ini mungkin sumber kesalahan, mungkin ulama kita terdahulu membaca beramai-2 untuk belajar. Tapi kok jadinya keterusan. Kayak orang di Gereja aja membaca Injil yg palsu secara koor (beramai-2) atau pastor/pendetanya baca kencang-2 lalu yg hadir bilang Ameeen.

    Ingat surat Al-Baqarah ,ayat 120 ; Tanpa kita sadari kita beribadah tapi dengan cara-2 yg mereka lakukan, seperti :

    Nasrani senang berpesta-2 , kita juga mencontohnya, bahkan dengan makan-minum berdiri (padahal jelas Nabi melarangnya).
    Semua kegiatan kelahiran (Natal) , naiknya Yesus ke langit (hari berbangkit) , paskah , kematian dll mereka rayakan. Kita juga begitu dengan ngerayain Maulid , Isra’ Mi’raj , Nuzul Qur’an , haulan , tahlilan , Yasinan.
    Injil dinyanyi-2in. Sekarang dengan hebatnya Al-Qur’an , Zikir bahkan Do’a pun disampaikan dengan nyanyian-2. Yang jelas-2 Nabi SAW melarang kita bernyanyi.

    Wallahu’alam

    Terimakasih tambahannya,.
    SEsuai dengan apa yang dikabarkan oleh rasulullah, bahwa umat islam akan mengikuti tradisi orang yahudi dan nasrani,..
    Mudah-mudahan kaum muslimin tersadar dari realita ini,.
    Beribadahlah sesuai petunjuk rasulullah, bukan menyelisihi petunjuk rasulullah,sehingga terjatuh kedalam perbuatan bidah

  14. jon
    Juli 13, 2013 pukul 7:37 am

    anda ngomong melulu, justru kasih dong ayatnya, surah nya yang anda bilang malam jumat perbanyak baca surah al kahfi. hari jumat kali

    terimakasih atas komentarnya,
    “Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.” (HR. An Nasa’i dan Baihaqi. )
    sudah ada postingannya mas jon,. silahkan baca disini

  15. Abu Nawfal
    Juni 24, 2013 pukul 5:41 pm

    Kebanyakan dari mereka yang ikut ritual yasinan tidak paham makna dan arti dari surat yasin yang mereka baca, padahal mereka banyak yang hapal lho karena begitu seringnya dibaca.

    Membacanya juga super cepat tanpa memperhatikan panjang pendek, makhroj dan tajwid yang benar. Banyak pelaku yasinan yang tidak shalat dalam keseharian mereka. Ini adalah kenyataan yang terjadi dalam masyarakat kita. Mereka kira hanya dengan yasinan mereka sudah melakukan amalan shalih yang malah mengalahkan amalan wajib bagi setiap muslim.

    Kalau sudah peringatan seribu hari kematian, mengundang orang untuk melakukan khataman yang selesai dibaca hanya dalam beberapa jam. Saya jamin orang Arab sendiri akan kesulitan mengenali surat apa yang sedang dibaca oleh pembaca Al Quran yang ekspres tersebut.

  16. adilubis
    Mei 17, 2013 pukul 7:16 pm

    saya mw bertanya saya orang yang awam dalam beragama:
    1. salahkah bila sehabis shalat berjamaah berzikir bersama lalu berdoa bersama(terangkan dalilnya)
    2.mengapa yasinan disalahkan?

    Terimakasih mas adilubis, yang ditanyakan harusnya mana dalil tentang dzikir bersama setelah shalat berjamaah, dan mana dalil yasinan,
    Jika itu diajarkan oleh rasulullah, dan dalilnya shahih, kita juga akan melakukan kedua hal tersebut,.
    Islam sudah sempurna, semua ajaran sudah rasulullah ajarkan, demikian pula tatacara berdzikir atau tatacara membaca alquran, Rasulullah sudah ajarkan, kewajiban kita adalah mengikuti apa-apa yg diajarkan oleh rasulullah, bukan mengikuti ajaran2 yg kita dapati di masyarakat, namun tidak ada contohnya dari rasulullah,…

    Agama ini milik Allah, makanya dalam beribadaah kita wajib mengikuti tatacara yg sudah Allah tetapkan, dan sudah rasullah sampaikan kepada umatnya, tanpa ada yg tertinggal,.

    3. ta’ziah harusnya seperti apa????

    ta’ziyah yg sesuai contoh rasulullah silahkan baca di postingan ini

    • adilubis
      Mei 18, 2013 pukul 2:22 pm

      dalilnya seperti apa tolong dijelaskan

      Bagi yang mengamalkan amalan tersebut justru yg disuruh menunjukkan dalilnya, juga apakah shahih atau tidak dalilnya, bukan kita yg ditanya mana dalil yang melarang amalan tersebut,.
      Jika mereka tidak bisa menunjukkan dalil yang shahih, berarti kewajiban mereka atau kewajiban kita meninggalkan amalan-amalan yg tidak ada dalilnya, karena hukum asal ibadah adalah terlarang, hingga ada dalil yang memerintahkannya,.

      • adilubis
        Mei 18, 2013 pukul 5:47 pm

        karena saya tidak tahu makanya saya bertanya kepada anda.anda malah menyuruh saya bertanya pada mereka. saya masih awam dalam beragama.mohon penjelasannya?????

        Kalau anda bertanya kepada saya, saya tidak tahu dalilnya, makanya saya tidak melakukan amalan tersebut,
        Jika ada dalilnya, dan dalil tersebut shahih, maka saya akan melakukan amalan tersebut,.. begitu mas,. dan suatu amalan itu adalah nunggu dalil dulu, jika ada dalilnya dikerjakan, tapi jika tidak ada dalilnya, jangan dikerjakan, jadi tanyalah kepada orang yang melakukan perbuatan tersebut, mudah-mudahan mas adi lubis bisa paham dengan jawaban saya,

        sebab apa-apa yg tdk diajarkan oleh rasulullah tentang suatu amalan ibadah, sampai kiamatpun tidak akan menemukan dalilnya, karena memang itu bukan bagian ajaran islam, tapi murni hasil rekayasa manusia,

      • adilubis
        Mei 21, 2013 pukul 5:39 pm

        kalo tidak ada dalil kenapa dilarang dan disalahkan???
        padahal itukan bisa memperkuat shilaturrahmi dan ukhuwah islamiah………..

        Terimakasih mas adilubis,.
        Agama islam ini milik Allah,.
        Demikian pula pembuat syariat ini, yang membuat adalah Allah, dan sudah disampaikan oleh Rasulullah,
        Manusia dan jin diciptakan oleh Allah untuk menyembah dan beribadah kepada Allah,
        Maka dalam tatacara ibadah, wajib mengikuti syariat yang sudah Allah tetapkan, dan rasulullah ajarkan,.

        Syarat diterimanya ibadah ada 2 : 1. Ikhlas 2. mengikuti contoh rasulullah,. KEDUA-DUANYA WAJIB ADA, hilang salah satunya, maka amalan ibadah kita sia-sia, bukan mendapatkan pahala, tapi mendapatkan dosa,. dan amalan yg kita lakukan tidak dianggap sebagai ibadah yang benar,

        Jadi ibadah itu nunggu dalil, ada dalilnya kita kerjakan, jika tidak ada dalilnya kita tinggalkan, dan ISLAM SUDAH SEMPURNA, semua yang mendekatkan kita ke surga,rasulullah sudah ajarkan, dan semua yang menjauhkan kita dari neraka sudah diajarkan pula,. kita TINGGAL MENGIKUTI, bukan membuat tatacara baru dalam beribadah yang tidak ada dalilnya,.

        BUKAN tidak ada dalilnya kok dilarang, atau mana dalil yang melarangnya?
        JUSTRU yang kita tanyakan kepada para pelaku kebidahan, mana dalil yang menyuruh melakukan amalan tersebut,. Rasulullah saja tidak melakukannya, demikian pula para sahabat, imam yang empat,.

        Apakah para pelaku kebidahan itu merasa lebih baik dari amalan rasulullah, sehingga melakukan amalan2 yg tidak dicontohkan oleh rasulullah?

        Jika yang ditanyakan tidak ada dalil yang melarangnya, saya tanya , apakah boleh kita shalat maghrib 5 rakaat? .. kan tidak ada dalil yg melarangnya,.. apa jawab anda?
        sebaiknya anda tonton video durasi 7 menit ini, insya Allah anda akan paham,

        silaturahim tidak dibina diatas kebidahan, karena kebidahan itu hakekatnya adalah kemaksiatan terhadap Allah dan rasulnya,.


        saya mw bertanya ta’ziah di jaman rasulullah seperti apa????

        Untuk ta’ziyah yg diajarkan oleh rasulullah silahkan baca ulasannya disini

  17. cut helda susanty
    April 24, 2013 pukul 6:58 pm

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Pa sy mau tanya:

    1. Apakah ada dalil yg shahih yg mengharuskan kita menganut mahdzab tertentu, jika jwbnnya “harus”, apa tujuannya?.

    sudah diposting tentang hal yang anda tanyakan, selengkapnya baca disini

    2. Apakah Kaum Shalaf jg menganut salah satu mahdzab, jika jwbnya “YA”, lalu mahdzab apakah yg mereka anut/ikuti..?. demikian prtnyaan sy, seblm & sesudahnya sy ucpkn bnyk terimakasih,

    Tidak, kaum salaf hanya mengikuti dalil yg shahih dari rasulullah,. para imam madzhab juga mengikuti pemahaman salafus shalih, dan melarang pengikutnya utk taklid kepada madzhabnya,.

    silahkan baca artikel tentang taklid, silahkan baca disini

    Lihat juga video ini,

    Wassalaam..

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

  18. uci-sby
    April 14, 2013 pukul 4:05 pm

    Dulu Islam itu dianggap ASING dan suatu saat akan kembali TER-ASING. Maka beruntunglah orang-orang yang dianggap asing…!!! Allahu Akbar..!!

  19. mayalusia
    April 14, 2013 pukul 7:05 am

    klw comment sambil mikir donk (jangan sambil b*r*k…) sudah dikasi tau : Islam ini agama Allah yg bikin, jadi Allah juga yg kasih aturan (lewat Pesuruh-Nya), masih juga bikin inovasi baru, Hati2 lho.. juri nya (yakni Sang Pemilik Dunia-Akherat) bisa mendiskualifikasi orang2 yg gak ikut aturan NYA lho…..

  20. Akmal
    April 14, 2013 pukul 3:09 am

    ✽̶┉♏∂ƙ∂șîħ┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴ banyak kepada admin membuka pemikiran saya manjadi cerah, krn dulu saya perna berdebat dengan sahabat saya sendiri tentang membaca surat yasin pada malam jum’at, ϑαπ perdebatan kami gantung ϑαπ saya tidak setuju dengan pemikirannya, setelah saya membaca bahkan melihat jawaban2 dari komentar Чªπğ admin jawab saya menjadi lebih mengerti.

    Khusus di indonesia ini sudah sudah berkaratnya perbadaan fanatisme antara NU ϑαπ Muhammadiah, ϑαπ saya minta kepeda admin, Berniatlah Untuk berdakwah meluruskan agama bukan Fanatisme Ogranisasi, saya setuju dengan ke2 organisasi NU &Muhammadiah, NU penambahannya sangat banyak, ϑαπ muhammadiah keterlaluan singkatnya.

    Tp banyak Чªπğ di lakukan kedua organisasi ini Чªπğ sesuai dengan ajaran agama islam, tapi banyak juga figur2 Чªπğ merusak demi kepentingan ϑαπ sensasi Чªπğ walau pun sensasinya di sadarinya salah.

    Terimakasih mas akmal,
    Kita boleh saja ikut ormas muhammadiyah atau NU , tapi yg terlarang adalah kita berloyal kepada ormas tersebut, sehingga jika ada kebijakan ormas yg menyelisihi ajaran rasulullah, maka kebijakan ormas yg diikuti,, seharusnya sikap yg benar adalah kita wajib loyal kepada hadits yg shahih, walaupun menyelisihi kebijakan ormas,. karena ormas hanyalah sarana saja, bukan patokan kebenaran,

    Sempel Sederhan memang islam ini bahkan ☺яåήԍ awam pun ¦в̳̿¦ȋs̲̅|a̲̅| mengerti, tp terkadang ☺яåήԍ Чªπğ berilmu Чªπğ sering membuat mereka kebingungan, Cukup dengan Mempercayai Adaya اَللّهُ Melaksanakan Kewajiban, Mempedomani Al Qur’an ϑαπ Al Hadis Чªπğ telah ditetapkan Oleh اَللّهُ, Keikhlasan, Niat, ϑαπ Memilih Pemimpin Чªπğ Seakidah, Membantu Чªπğ Tidak mampu ϑαπ tidak tau,

    Setau saya menurut sejarah Чªπğ saya baca Nabi itu tidak pernah memberatkan ummatnya ϑαπ dia tau seberapa kemempuan ummatnya untuk beribadah kepeda اَللّهُ contohnya, sejarah mengapa sholat itu lima yaktu?

    Kenapa tidak lebih dari lima waktu?

    Makanya agama itu jάทgάท ditambah2hi ϑαπ jάทgάท direnovasi, memang kembali kepembahasan duniawai kalaulah semua ummat didunia ini berfikiran lurus ϑαπ satu pemikiran, ϑαπ tidak Ǻϑäª Чªπğ melanggar siapa laigi penghuni neraka,

    Kembali kepada islam yang diajrakan oleh rasulullah kepada para sahabatnya, itulah satu-satunya kunci menuju kejayaan dan persatuan islam yg hakiki,

  21. arshiq
    April 2, 2013 pukul 5:28 pm

    heran….banyak banget yg suka bid’ah… belajar agama itu jgn ikut”an, apa bedanya islam yang hanya ngikut ortu sama agama lain yg juga cuma ngikut ortu…sama aja..
    agama itu masalah keyakinan….keyakinan itu harus dipelajari…, klo dipelajari jadi tau..mana bid’ah, mana yang bukan….jgn yakin cuma “kata orang” bisa aja orang itu salah, baik itu ortu, ulama dll…. balik ke AL-Quran + hadits shoheh…Insya Allah aman…

    Terimakasih mas,
    Kunci dari itu semua adalah kembali kepada Alquran dan Hadits (Assunnah) dengan pemahaman para sahabat,
    Banyak dikalangan kaum muslimin dalam memahami ayat dan hadits bukan dengan pemahaman para sahabat, makanya mereka banyak salah dalam memahaminya,. jadi kembali kepada alquran dan sunnah saja belum cukup, jika memahaminya dgn pemahaman masing-masing,.

    kaum muslimin wajib mengikuti pemahaman para sahabat dalam berislam,.ini perintah Allah, juga anjuran Rasulullah, dan merupakan satu-satunya jalan keselamatan,.

    Manhaj Salaf, satu-satunya jalan keselamatan, silahkan baca disini

  22. Rahmat Bangun
    April 2, 2013 pukul 6:18 am

    afwan pak saya izin share artikel yasin ini,semoga bermanfaat,.
    syukron..

    silahkan saja mas,.. bebas…
    afwan,..

    • Rahmat Bangun
      April 3, 2013 pukul 1:57 pm

      hehehe matur suwun sanget nggeh pak, banyak komentar dan artikel yang jadi ilmu buat saya..
      mugi-mugi kulo saget kepanggih kalian penjenengan..

      nggih, sami-sami, griyone teng pundi mas?

  23. Isan Sandra F
    Maret 27, 2013 pukul 9:52 am

    assalamu’alaikum,

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    sebelummnya saya mau bertanya setiap pagi hari saya membaca surat yassin dan surat al waqiah apa amalan yang saya lakukan tidak diterima oleh Alloh. atau termasuk bid’ah.

    Lebih baik ditinggalkan amalan tersebut, karena rasulullah tidak mengajarkan hal yang demikian,.

    Berikut nukilan pertanyaan yg sama

    Benarkah Membaca Surat Al Waqi’ah Rezeki Jadi Lancar?

    Pertanyaan:
    Assalamu’alaikum

    Saya pernah membaca tentang khasiat Surat Al Waqi’ah yang dapat mendatangkan rezeki. Apakah benar QS. Al Waqi’ah tersebut dapat mendatangkan rezeki/kebaikan? Apakah ada hadis yang shahih mengenai hal ini? Dan apakah boleh saya membaca Alquran setelah itu berdoa memohon kebaikan/rezeki Allah Subhanahu wa Ta’ala? Terus terang saya takut bid’ah namun saya membutuhkan rezeki untuk kepentingan keluarga dan pribadi saya. Mohon penjelasannya Ustadz.

    Terima kasih, wassalamu’alaikum

    Dari: Andri WP

    Jawaban:
    Wa’alaikumussalam

    Keutamaan surat Al Waqi’ah memang disebutkan di dalam banyak hadis, akan tetapi semua hadis tersebut tidak dapat dijadikan hujjah karena sebagiannya lemah, bahkan ada yang palsu. Berikut ini di antara contoh hadis tersebut:

    من قرأ سورة الواقعة في كل ليلة لم تصبه فاقة أبدا

    “Barangsiapa membaca surat Al Waqi’ah setiap malam, maka dia tidak akan jatuh miskin selamanya.”

    Hadis di atas dikeluarkan oleh al Harits bin Abu Usamah dalam kitab Musnad-nya, no. 178, dikeluarkan pula oleh Ibnu Sunniy dalam kitab Amalul Yaum wal Lailah, no. 674, dikeluarkan pula oleh Ibnu Bisyron dalam Al ‘Amali, I:38:20, dikeluarkan juga oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, dan selainnya. Semuanya berasal dari jalan Abu Syuja’ dari Abu Thoyyibah dari Abdullah bin Mas’ud radliallahu’anhu

    Keterangan
    Hadis ini lemah karena dalam silsilah perawinya ada seorang yang lemah.

    Al Imam Adz Dzahabi rahimahullah berkata,” Abu Syuja’ adalah seorang yang tidak jelas, tidak dikenal. Demikian juga ia meriwayatkan dari Abu Thayyibah, siapa Abu Thayyibah itu?” (maksudnya dia adalah perawi yang tidak dikenal juga)

    Al Munawi rahimahullah dalam Fathul Qadir berkata,” Imam Az Zaila’i mengatakan bahwa ada perawi yang riwayatnya banyak cacat dari berbagai sisi. Pertama, riwayatnya terputus sebagaimana dijelaskan oleh Imam Ad Daruquthni dan lainnya. Kedua, isi hadisnya munkar sebagaimana dijelaskan Imam Ahmad. Ketiga, perawi adalah orang-orang yang lemah sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Jazari. Keempat, sungguh hadis ini berguncang dan telah sepakat atas kelemahan hadis ini di antaranya adalah Imam Ahmad, Imam Abu Hatim Ar Razi, putranya, Imam Ad Daruquthni, Al Baihaqi dan selainnya…”
    (diringkas dari buku Silsilah Adh Dha’ifah, no. 289)

    Kemudian hadis lainnya adalah

    من قرأ سورة الواقعة كل ليلة لم تصبه فاقة أبدا، ومن قرأ كل ليلة {لا أقسم بيوم القيامة} لقي الله يوم القيامة ووجهه في صورة القمر ليلة البدر

    “Barangsiapa yang membaca surat Al Waqi’ah setiap malam maka dia tidak akan jatuh miskin selamanya. Dan barangsiapa setiap malam membaca Surat Al Qiyamah maka dia akan berjumpa dengan Allah di hari kiamat sedangkan wajahnya bersinar layaknya rembulan di malam purnama.”

    Keterangan
    Hadis di atas adalah PALSU / MAUDHU’ yang dikeluarkan oleh Ad Dailami dari jalan Ahmad bin Umar Al Yamami dengan sanadnya sampai Ibnu ‘Abbas radliallahu ’anhuma dan disebutkan oleh Al Imam As Suyuthi dalam Dzailul Ahadis al Maudhu’ah no. 177. Imam Ahmad berkata,” Ahmad al Yamami adalah rawi yang kadzdzab (yang suka berdusta).”
    (dikutip dari buku Silsilah Adh Dha’ifah, no. 290)

    Diambil dari majalah AL FURQON edisi 07 th ke-8 1430H / 2009M hal. 04

    Publis ulang oleh KonsultasiSyariah.com

  24. Rahmat Bangun
    Maret 17, 2013 pukul 3:44 am

    Assalaamu’alaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    melihat komentar” orang lain kebanyakan orang yang belum tau tentang manhaj salaf,.
    saya jadi tertawa sendiri karena mengingatkan saya pada masa di mana saya suka melakukan bid’ah..
    masyallah..

    yah, begitulah mas, hidayah itu sungguh mahal,. tidak semua orang memahami dan menerima apa itu manhaj salaf, kita patut mensyukuri nikmat ini, nikmat hidayah manhaj salaf,

    semoga mereka semua di berikan hidayah oleh Allah sehingga bisa lebih mengenal islam secara kaffah,kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah..
    amin..

    Amiin,..

  25. robi
    Maret 16, 2013 pukul 4:52 pm

    tobat mang tobat

    tobat dari amalan yg bidah,.. bener itu,.

  26. japrooot
    Maret 11, 2013 pukul 5:03 pm

    nu nulis blog iemah sesat

    terimakasih kang japroot,.
    Dulu rasulullah yg sangat bagus akhlaknya, disanjung oleh kaum quraisy, tapi setelah mendakwahkan dakwah tauhid, maka rasulullah dicela,dihina, dianggap orang gila, sesat, dll..
    sama dengan sekarang mas,.. org yg mendakwahkan dakwah tauhid, dakwah yg diajarkan rasulullah juga akan dicap sesat,.. wajar kang,..

    • nafisannisa
      Maret 12, 2013 pukul 5:07 am

      hemmm rupanya anda merasa nabi ya ya panteslah semua yang di lakukan orang salah hanya amalan saudara aja yang bener.yang gak ikut anda sesat,cepat tobat mang….

      terimakasih mba nafisa,..
      saya juga mengerjakan shalat maghrib 3 rakaat, sebagaimana rasulullah juga melakukan shalat maghrib 3 rakaat,.. apakah jika saya melakukan seperti itu berarti saya merasa sebagai nabi?.. hadeeh… pusing dah kalo pemahamannya kayak gini mba,..

      Jika kita menyebarkan dakwah rasul, ajaran yg betul2 diajarkan oleh rasulullah, masa kita dituduh merasa sebagai nabi?

  27. nafisannisa
    Februari 23, 2013 pukul 10:16 am

    Mas, knapa coment2 saya di hapusi semua…

    maaf, bikin komentar yg sedikit bermutu dong, biar ditampilin, kemukakan dalilnya, bukan dengan perasaan anda, atau emosi belaka,
    saya sih gampang mas atau mba, jika baca yasin di malam jumat itu ada perintahnya dari rasulullah, saya juga mau mengamalkannya, akan saya posting disini juga, ngga pakai malu-malu mba, mas,..

    Urusan ibadah itu adalah hak Allah dalam penentuan amalannya, tatacaranya,dan waktu serta jumlahnya,. bukan menurut kita,
    janganlah kita membuat cara-cara sendiri dalam beribadah, dalam berislam,.. islam sudah sempurna,

    kreatif dalam urusan dunia, mungkin ada bagusnya, ada baiknya, tapi kreatif dalam urusan ibadah, urusan syariat Allah, mengoplos ajaran2 ibadah sesuai selera kita, itu tercela di dalam islam,

    Kita ibaratkan begini saja mas,.. mba,..
    jika kita habis dioperasi, atau sakit jantung parah, lalu oleh dokter kita diberi obat, atau diberikan resep yg mana obat tersebut, atau resep, apakah kita berani menebus dengan hal yg selain dari ketentuan yg ada dalam resep tersebut? kita mereka2 sendiri obatnya,..

    tentu sangat riskan,. bisa berbahaya bagi pasien tsb,.. nah,.. urusan akherat, urusan agama , ini lebih berat lagi mas, mba,. konsekwensinya adalah akherat kita yg dipertaruhkan gara2 kita beribadah sesuai cara2 yg tidak diajarkan oleh rasulullah,

    Apakah anda mau menyesal kelak ketika di akherat, dan penyesalan di akherat tidak ada gunanya,…

    • annisa_nafis
      Februari 24, 2013 pukul 8:26 am

      ya salaf memang harus di ikuti tapi bukan salafi seperti kalian, alasan anda ngelerang orang baca yasin gak bisa di trima….kami akan lakukan terus yang anda anggap bid’ah.
      sekali lagi berdakwahlah untuk mempersatu umat bukan memecah beleh umat.
      amalmu untuk mu.dan amal kami untuk kami,anda gak ada hak membidahkan amalan kami
      .trima kasih.

      saya copaskan komentar orang yg hobi yasinan, padahal sudah diberikan penjelasan yg panjang lebar dan sangat jelas, silahkan baca disini
      Muslim.or.id
      20 Feb 2009 [#]
      Jaafar Dahlan, komentar tuan hanyalah mengulang-ulang komentar tuan yang terdahulu.

      Jika tuan ingin Yasinan seumur hidup tuan, silakan tuan! yang jelas sudah kami sampaikan ilmu untuk tuan, tinggal lagi tuan mau tunduk dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

      Tuan Jaafar, tolong tuan simak pernyataan kami berikut ini:
      Salafi adalah pengikut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya.

      Salafi memahami agama Islam ini berdasarkan pemahaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya.

      Semua permasalahan ibadah sudah tuntas diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena agama Islam ini sudah sempurna, maka tidak perlu lagi tuan mengada-adakan suatu amalan yang tidak diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

      Sungguh sangat mengherankan sekali tuan begitu fanatik buta dengan ibadah bid’ah Yasinan… Subhanallah… seakan-akan tidak ada ibadah lainnya yang lebih afdhol untk tuan perjuangkan!

      Perlu tuan ketahui, bahwa Salafi bukanlah pengikut negara Saudi Arabia (Arab Saudi). Dan segala perbuatan negara Arab Saudi BUKANLAH DALIL KEBENARAN!

      Ingat wahai tuan Jaafar, bahwa Islam ini tidaklah identik dengan Arab! Salafi yang mengikuti Islam yang masih murni pun tidaklah identik dengan negara Arab Saudi.

      Semua orang memiliki hak untuk menjadi Salafi (pengikut Rasulullallah shallallahu ‘alaihi wa sallam)…

      Salafi bukanlah pengikut Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.

      Salafiyah sudah ada dari sejak zaman dahulu, bahkan sudah ada sebelum Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab lahir ke bumi ini. Bahkan seandainya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab kembali hidup ke dunia dan kemudian beliau mengatakan bahwa ajaran-ajaran yang disampaikan oleh beliau lewat kitab-kitab beliau adalah salah, maka kami tidak akan menghiraukannya, karena Salafi adalah tunduk kepada ajaran-ajaran Allah dan Rasul-Nya dan bukan kepada orang tertentu…
      Mohon ini jadi renungan Anda wahai tuan Jaafar…

      Dari artikel ‘Derajat Hadits Fadhilah Surat Yasin — Muslim.Or.Id’

      • Marwan
        April 4, 2013 pukul 4:47 pm

        Yang tidak mau mengikuti sunnahku bukan golongan umatku dan pelaku bid’ah lebih susah tobatnya dari pelaku maksiat.

  28. Farrel
    Februari 23, 2013 pukul 8:11 am

    Sepertinya memang susah beri pencerahan pada mereka yang sudah terbiasa dengan kebiasaan nenek moyang, meski itu kebiasaan yang salah.

    Diberi tahu dengan bukti yang kuat, bukannya difikir pakai otak yang telah Allah anugerahkan ke manusia, malah mengedepankan emosi tanpa dasar.

    Itu juga terjadi di keluarga saya, sangat susah untuk mengajak mereka ke sunnah Rasulullah yang shohih dan cenderung malas mengkaji. Apalagi orang Jawa punya watak ‘sungkan’, jadi serba repot.

    Teruskan berdakwah sesuai sunnah Nabi yang mulia mas, kami yang haus pencerahan senantiasa memberi support dan dukungan do’a. Farrel.

    Terimakasih mas,.
    Kita harus bersabar menghadapi itu semua, dan yang lebih utama, pelajarilah ilmu itu untuk diri kita dahulu,.
    Jangan bersemangat untuk menyampaikannya dahulu, apalagi yg kita sampaikan itu bertentangan dengan tradisi masyarakat,
    Jadi berdakwah juga perlu kepada ilmu berdakwah, bukan sekedar menyampaikan,. berdakwahlah dengan hikmah, sampaikan yg lebih panting terlebih dahulu, baru yg penting, dan semuanya butuh kepada ilmu,

    Jika salah kita dalam menyampaikan kebenaran, maka akibatnyapun kita juga yang menanggung, kita akan dijauhi, bahkan dicap ikut aliran sesat, jadi ini malah berdampak buruk bagi dakwah itu sendiri,. dan jika kita sudah dicap sesat, maka apa yg kita sampaikan tdk akan didengar oleh mereka,

    Dan ini menunjukan bahwa mendakwahi orang yang sudah terbiasa melakukan kebidahan, ini lebih sulit, dan butuh kesabaran,.

    • nafisannisa
      Februari 23, 2013 pukul 10:14 am

      taunya kalian berdakwah dengan hikmah,tapi kenyataannya sedikitpun kalian gak menggunakan hikmah dalam menyampaikan..kalian memponis sesat dengan orang2 yang baru mau beribadah.apalagi salafi tempat saya,keterlaluan sifat sok pinternya..

      terimakasih mba,.
      Perbuatan person atau akhlak person yg mengaku salafi, tapi akhlak atau cara dakwahnya jelek, itu bukan berarti manhaj salaf itu jelek,
      salafi (pengikut manhaj salaf) itu juga manusia, bukan malaikat, bukan nabi, jadi terkadang cara-cara mereka berdakwah, atau akhlak mereka ada yg kurang bagus,.. apalagi kadang ini terjadi pada orang yang baru pertama kali mengenal manhaj salaf, sedang semangat-semangatnya, sehingga bertindak yg diluar kendali, atau tanpa ilmu berdakwah,.. ini juga dulu saya alami sendiri, alhamdulillah sekarang sdh tahu, cara saya dulu adalah salah,.. ibarat orang yang baru pertama kali belajar pencak silat dan baru sabuk hitam, baru belajar jurus, sdh “petakilan”, banyak tingkah, padahal gurunya saja yg sdh tinggi jurusnya tdk seperti itu,.. itu gambarannya

      seandainya mba hanya menilai dari person salafi, maka kita bisa saksikan kebanyakan di negeri kita, para koruptor adalah orang islam, pelacur org islam, garong juga orang islam, bahkan para teroris juga orang islam mba, pencopet yg di bis org islam juga,.. nah, apakah berarti islam itu jelek???

      Hanya org bodoh saja yg menilai seperti itu

      ya Alloh jauhkan sifat2 orang salafi yang merasa pinter dari Alloh dan Rosullnya dari diri ku dan semua anak keturunan ku.
      AMIIIIIN.

      Semua kaum muslimin wajib mengikuti manhaj salaf ( cara beragama dengan pemahaman para sahabat) jika ingin selamat dunia akherat,.
      Kata siapa? Allah yang mengatakannya,baca surat attaubah ayat 100 dan Allah mengancam kepada mereka yg menyelisihi manhaj salaf, Allah ancam dengan kesesatan dan neraka, silahkan baca surat annisa ayat 115

      Saya aminkan doa anda,,, dan saya juga berlindung dari sifat salafi yang seperti itu,.

      Mudah-mudahan Allah tetapkan hidayah kepada saya, anda, dan kaum muslimin semua, sehingga bisa merasakan manisnya manhaj salaf ini, karena inilah satu-satunya jalan keselamatan

    • annisa_nafis
      Februari 24, 2013 pukul 3:05 pm

      ya memang personnya,tapi nyatanya smua yang saya jumpai salafy versi kalian seperti itu semua.angkuh.gak bersopan sok pinter.sok suci

      Oh iya, anda tinggal dimana? person-person seperti itu ada dimana, soalnya ada juga orang-orang yang mengaku sebagai salafi, tapi akhlaknya jelek,sikapnya ngawur, bukan kepada orang-orang seperti anda saja, bahkan kepada sesama salafi sendiri mereka mencela,mencaci,mengata-ngatai dengan perkataan yg buruk,
      saya juga pernah melihat video orang yg mengaku sebagai salafi yang membubarkan maulid secara paksa,dan berakhir ribut,.. saya sendiri menilai tindakan orang tersebut sungguh sangat konyol, alhamdulillah dia tidak dibantai disitu,.itu bukan cara hikmah, walaupun dia ngakunya sebagai salafi

      yang jelas dialah manusia yang paling bener,lebih bagus anda dakwahi teman2 anda itu dari pada ngurusi ibadah orang.

      Tidak ada ajaranya dari manhaj salaf yang menyatakan person dari salafi itu paling benar, manusia yg paling bener, mana buktinya?? jika ini dikatakan oleh orang yang mengaku sebagai salafi, maka ini perkataan yg tidak benar, person salafi bisa saja salah, tapi manhaj salaf itu yang paling benar,paling selamat.. ingat ya, manhaj salaf berbeda dengan sikap person yg mengikuti manhaj salaf, sebagaimana ajaran islam berbeda dengan sikap orang yang memeluk islam,

      kalau boleh jujur gara2 kalian banyak orang yang enggan ke masjid itu karna apa,karna dakwah kalian tidak dengan hikmah.

      Kalau mau jujur, alhamdulillah, berkat dakwah manhaj salaf ini, banyak kaum muslimin yg rajin ke masjid,meninggalkan kesyirikan,meninggalkan muamalah ribawi,menjadi pedagang yg jujur, dll banyak sekali, walhamdulillah… dakwah manhaj salaf di indonesia baru gencar belum lama, tapi hasilnya,. subhanallah, sangat bagus,. sehingga banyak kaum muslimin yg tersadarkan dari perbuatan2 yg menyelisihi ajaran rasulullah, sehingga mereka merasa baru mengenal islam,.. walhamdulillah,

      biarkan amalan kita masing2 dan hasilnya juga masing.karna kita gak ada hak untuk nentui amalan seserang.

      Sebenarnya perkaranya mudah, jangan dibuat susah,
      Selama itu ada dalilnya yg shahih dari rasulullah, kenapa anda merasa terusik? Seharusnya anda berterimakasih telah diingatkan, sebab ancaman rasulullah bagi orang yang beribadah tidak sesuai dengan perintahnya, maka akan diancam neraka, tidakkah anda merasa takut dengan ancaman rasulllah?

      anda punya pendapat sendiri dan kami punya pendapat sendiri jangan nyalah menyalahkan.

      perlu anda ketahui, saya tidak berpendapat, siapa saya,.. saya hanya menukilkan hadits rasulullah, jika ada pendapat kita yg menyelisih hadits rasulullah yg shahih, kenapa kita mempertahankan pendapat kita, dan membuang hadits tersebut, lalu mengatakan kepada orang yang memberitahukan hadits tersebut dengan perkataan “jangan nyalah menyalahkan”?? siapa yg menyalahkan dalam hal ini, atau siapa yang salah dalam hal ini, apakah perkataan rasulullah yg salah? padahal rasulullah terjaga dari kesalahan, tidak pernah berkata dusta, sedangkan kita bisa saja salah,. jadi berbesar hatilah dalam menerima kebenaran, bukan angkuh mempertahankan pendapat atau amalan sendiri, sementara pendapat atau amalan tersebut menyelisihi ajaran rasulullah?..
      Mudah-mudahan Allah memberikan hidayah kepada saya, anda, dan kaum muslimin semua

      SEMUA BIDAH ITU SESAT MAS,MBA kata siapa? kata rasulullah, bukan kata salafi

      Apa dampak amalan bidah? NGERI LHO..

  29. Galuh Ayu Nilasari
    Februari 17, 2013 pukul 4:47 pm

    Andai jika Rosul masih ada,,,saya mau bertanya; Ya Rosul bolehkah saya membaca surat yasin pada malam jumat,dan mudah2an jawabanmu” BOLEH

    ngimpi kali yee..
    Seandainya itu baik, tentu para sahabat sudah mendahului kita dalam mempraktekannya,..
    seandainya baca yasin di malam jumat itu baik, tentu para sahabat sudah melakukannya,.
    Ada koq surat yg dibaca tiap malam jumat, atau dihari jumat,.. silahkan baca surat alkahfi,

  30. roni
    Februari 14, 2013 pukul 4:40 am

    kalo ente begini, sama aja ente melecehkan alquran. Yassin itu bagian dari alquran. jadi 1 ayat mana saja ente baca ente dapet pahala. mau itu yassin atau alfatihah. trus salah kalo tiap hari orang baca yassin, al-ikhlas, alfatihah saja gitu?

    Terimakasih mas roni,
    betul sekali yasin itu bagian dari alquran, membaca satu ayat alquran itu berpahala, jangankan membaca satu ayat, Allah memberikan pahala perhuruf yang dibaca

    masalahnya,.. kenapa kok dimalam jumat dibacanya? mana dalil dari rasulullah bahwa yasin itu dibaca di malam jumat?
    justru yang ada,..
    Malam jumat itu disuruh membaca surat alkahfi,.

    Saya kasih gambaran mas,.. anda tahu shalat maghrib? apakah itu ibadah yg mulia? tentu jawabnya iya,..
    Lalu jika ada orang yang sengaja melakukan shalat maghrib diwaktu shalat dzuhur, apakah itu berpahala? kan itu shalat juga, harusnya kan shalat dzuhur,tapi orang tersebut melakukan shalat maghrib,

    tentu amalan orang tsb yang sengaja mengerjakan shalat maghrib di waktu shalat dzuhur tidaklah berpahala, bahkan jika dia meyakini itu adalah ibadah yg benar, maka dia telah berbuat dosa,.. meletakkan sesuatu tdk pada tempatnya, dia telah berbuat kedzaliman,.

    • roni
      Februari 14, 2013 pukul 4:23 pm

      berdasar apa anda bilang setiap malam jumat. banyak kok baik musholah maupun masjid tiap malam jumat tidak hanya yassin yang di baca, surah2 lain juga di baca. makanya anda ikut dulu, baru bisa membantah. jangan hanya bisa bilang sesuai kehendak anda. blok ini aneh. jawaban nya jg aneh.

      Mas roni,..
      jika anda jujur, di mana saya bisa melihat atau mendengar, jika malam jumat itu bukan membaca yasin,. tapi membaca surat selain yasin,. tolong tunjukkan,.. saya juga disini mendengar sendiri, dimasjid yg biasa yasinan, pasti melakukannya dimalam jumat,.. dan yg dibaca ya mesti surat yasin,..

      • roni
        Februari 14, 2013 pukul 4:32 pm

        anda tidak mendengar surah al ikhlas? al falaq? an nas? istighfar? itu yang mudah di dengar mas selain surrah yassin.

        mas, emang ada aturannya kalau surat alikhlas,alfalaq,annas, itu dibaca setiap malam jumat?
        malah ketiga surat tersebut dibaca ketika selesai dzikir shalat 5 waktu,. ini ada dalilnya mas, kalau dibaca di malam jumat , mana dalilnya mas,. kalau ada haditsnya yg shahih,, saya akan melakukannya mas,.. yg ada dalilnya malah baca surat alkahfi mas,.. tapi lucunya mereka yg membaca yasin di malam jumat tidak mau mengganti dgn surat alkahfi,.

        Sepertinya anda harus nonton video ceramah singkat ini mas roni, silahkan, durasi 7 menit kok

      • roni
        Februari 14, 2013 pukul 4:34 pm

        ayat kursi, bahkan doa di surrah albaqarah pun ikut terbaca. justru saya bertanya kepada mas, mas pernah ke masjid dan mushalah tidak untuk ikut pengajian. jadi sekali lagi tidak yassin saja yang di baca.

        kalau ayat kursi ada dalilnya, tuk dibaca bukan malam jumat saja mas, tapi setiap malam, karena setan tdk bisa masuk ke dalam rumah yg dibacakan surat albaqarah,. dan ayat kursi masuk di surat albaqarah,.. kalau yasin di malam jumat, mana dalilnya mas?

    • roni
      Februari 14, 2013 pukul 5:03 pm

      saya setaip hari mas baca yasin, tadarus walau 1 ain. maaf bukan ria. tapi menunjukkan kepada anda kalau yang anda bilang itu salah. mau surah apa saja, di hari apa saja, malam apa saja gk masalah. jadi jangan pernah anda permasalahkan malam jumat. justru anda itu terlalu sibuk mencari dalil makanya anda bingung sendir, sampai jawab saja ngalor ngidul

      setiap hari baca yasin??
      yang dianjurkan oleh rasulullah membaca alquran itu berurut, dibaca setiap hari, sehingga kita bisa sering mengkhatamkan alquran tersebut, masa setiap hari baca yasin terus?

      • didi
        April 11, 2013 pukul 12:43 am

        ini masalah sudah melenceng banget mas roni … belajarlah dulu untuk dapat ilmu,mou berdebat kok asal jeplak.

    • sulaiman
      Maret 30, 2013 pukul 2:43 am

      untuk admin. terus terang saja jika yang anda katakan benar maka argumentasi yang digunakan pun harus tepat, jika logika yang digunakan adalah soal sholat magrib tentu itu tidak tepat, karena sholat dibatasi oleh aturan dan waktu, sedang baca alquran asal tidak dalam kondisi hadast dan ditempat yang selayaknya bukankah hal itu boleh saja.

      Terimakasih mas sulaiman,
      Masalahnya bukan di bacaan alqurannya, tapi pengkhususan waktunya, kenapa kok harus malam jumat? dan kenapa harus surat yasin? ini butuh kepada dalil,..
      Agama islam ini yang membuat adalah Allah, demikian pula tatacara beribadah, itu hak Allah dalam mengatur tatacaranya,
      Seandainya ada kaum muslimin yg membuat tatacara sendiri yg tdk ada contohnya dari rasulullah, maka dia telah menandingi Allah dalam hal pensyariatan ini,

      disini argumentasi anda akan mudah terbantahkan. saya takutnya jika semisal argumentasi anda dibalik, bagaimana hukumnya orang yang ikut pengajian,halaqoh setiap hari minggu? sesatkah mereka..?

      Jika mereka meyakini pengajian atau halaqah itu harus hari minggu, maka mereka dalam hal ini sama, terjerumus kedalam kebidahan,. karena mengkhususkan hari tertentu utk acara tertentu yg tdk ada contoh penentuannya dari rasulullah,

      berbeda halnya jika hari itu karena memang senggangnya dihari tsb, atau kebetulan ngadainya di hari minggu, tanpa ada keyakinan bahwa dihari minggu itu lebih utama/afdhal,

      jauh berbeda sekali dgn pembacaan yasin malam jumat, mereka meyakini itu sebagai ibadah yang afdhal, baca yasin malam jumat,.

      mungkin akan dianggap aneh oleh masyarakat jika baca yasinnya diganti di malam ahad, atau surat yasinnya diganti surat alfajr misalnya,.. padahal sunnahnya, ajaran yg diajarkan oleh rasulullah di malam jumat atau hari jumat adalah baca surat alkahfi,... nah ini malah ditinggalkan oleh para penggemar yasinan tsb,.. aneh bukan??

    • nas
      Agustus 13, 2013 pukul 2:13 am

      menganalogikan baca surat yasin dan al kahfi dengan pengerjaan sholat magrib diwaktu sholat dzuhur adalah sangat tidak tepat karena yang satu perbuatan sunah sedang yang satunya lagi perbuatan wajib yang jika salah melakukannya maka akan berdosa sedang membaca al quran tidak demikian tetap aan mendaatkan pahala.
      mungkin kalau mau membuat analogi harus dipikirkan dengan sebaik-baiknya.

      Okelah jika anda ingin menyandingkannya dengan yang sunnah juga,.
      shalat maghribnya diganti dengan shalat sunnah rawatib, tapi kita menambah rukunya menjadi 2 kali dalam satu rakaat, apakah ini boleh? silahakan anda jawab,.

      • Syaiful
        Agustus 16, 2013 pukul 3:19 am

        ASTAGHFIRULLAH. KENAPA BERLARUT-LARUT BEGINI. UMAT ISLAM JANGANLAH BERPECAH BELAH.

        Perbuatan bidah akan menjadikan kaum muslimin berpecah belah, tapi perbuatan sunnah akan membuat kaum muslimin bersatu,.

  31. twoeasyenglish
    Februari 13, 2013 pukul 7:16 am

    Mas Admin, judulnya Keutamaan baca Yasin dan hadist2nya. Tapi yang ada malah hadist2 dhaif sampai palsu. Sengaja tidak menampilkan hadist yang shahih atau memang tidak ada?
    Dari sekian hadist dhaif adakah yang hasan? Terima kasih….

    Terimakasih mas,. memang tidak ada hadits yang shahih tentang ritual yasinan,.
    Buat mengundang orang yang demen yasinan agar mau membaca mas,. jadi pakai bahasa ironi gitu, gak ada hadits shahihnya kok mau-maunya dikerjain terus ritual yasinan tsb,.. mdh2an sih mereka sadar,

    Ada buku bagus, buku saku kecil, bentuknya juga persis dengan buku yasinan, judulnya pun yasinan bisa dibeli disini

  32. paul
    Januari 31, 2013 pukul 6:56 am

    Hadits Nabi sangat banyak, dan orang yang mengharamkan yasin tentunya mencari-cari dalil untuk mengharamkannya.

    Tidak ada yang mengharamkan yasin, sebab yasin itu salah satu surat dalam alquran,
    Berbeda dengan yasinan, yaitu ritual khusus malam jumat dengan membaca yasin, maka tidak perlu juga mencari-cari dalil yang mengharamkannya, sebab ritual itu butuh dalil yang memerintahkannya,.. ada dimana perintahnya, baik dalil alquran atau hadits yang menyuruh kita membaca yasin di malam jumat? tolong datangkan dalilnya,. dan jika tidak ada dalilnya, maka otomatis perbuatan tersebut adalah haram dilakukan,. simpel, mudah ,.. ngga perlu repot2 mencari dalil yang mengharamkan,.. sampai kiamatpun tidak akan mendapatkannya

    atau bahkan hal yang halal pun bisa jadi haram.
    lihat itu para teroris !!! Mereka menggunakan dalil Qur’an, tidak hanya hadits

    Kenapa mereka menjadi teroris?? karena kesalahpahaman mereka dalam memahami alquran,
    Karena kebodohan mereka dalam memahami alquran, alquran dipahami menurut akal mereka, menurut hawa nafsu mereka, bukan mengikuti pemahaman para sahabat,
    merekalah orang2 yg terpengaruh pemikiran khawarij,. rasulullah sendiri menyebut orang khawarij ini sebagai anjing-anjing neraka,.

    jika anda belum paham apa itu pemikiran khawarij, bisa baca disini

  33. mamat
    Januari 16, 2013 pukul 8:49 am

    doif itu lemah , bukan palsu, dan hadist doif itu memiliki kedudukan sebab bersumber jua dari rasulullah saw,

    Terimakasih mas mamat,
    Hadits dhaif adalah hadits lemah, dan itu bukan bersumber dari rasulullah, makanya disebut hadits dhaif, jadi anggapan anda bahwa hadits dhaif itu juga bersumber dari rasulullah, itu anggapan yang sangat lucu, jikan hadits tsb betul bersumber dari rasulullah, maka bukan disebut hadits dhaif, tapi disebut hadits shahih,

    dan kalau hadist palsu tu dia punya kedudukan yang jauh sangat berbeda dengan hadust daif, anda harap belajar kembali kepada ust yang faham sebelum mempublikasikan hal yang sangat bodoh,,,,, yaitu menyamaratakan kedudukan hadist daif dengan hadist palsu.

    Hadits dhaif berbeda dengan hadits palsu, tidak sama derajatnya, kalau hadits dhaif ada kemungkinan menjadi hadits hasan, jika ada hadits2 lain yang menjadi penguatnya, sedangkan hadits palsu selamanya tidak akan menjadi hadits shahih, karena hadits palsu dibuat oleh manusia, bukan berasal dari rasulullah,

  34. RIO
    Desember 19, 2012 pukul 1:36 pm

    yang larang larang baca surah yasin itu sudah benar belum baca al Qur’an nya, banyak orang hafal al qur’ an saja masih mengikuti yasinan mereka adalah orang yang dapat hidayah. memahami agama gak usah banyak dalil, keiklasan hati mencarai ridho Alloh lebih utama kalo pemikiran demikian di pakai nanti islam akan kehilangan roh nya sebab mereka beragama hanya sibuk ngafirne liyani kafire dewe ra digatekke . yen isih kotor ati akale lebih baik memperbanyak istigfar biar dapat hidayah dari Alloh S.W.T.jangan jangan baca istigfar juga gak boleh.?

    Terimakasih mas RIO,
    saya mau tanya, jika ada orang yang shalat maghrib 5 rakaat, apakah anda berani mengatakan kalau orang tersebut salah mengerjakan shalat maghrib, kan harusnya 3 rakaat,

    lalu jika orang tersebut anda larang, lalu dia ngomong, “anda melarang saya shalat?” kira2 apa jawaban anda, ‘ org tersebut menambahkan, bukankah shalat itu baik? yang dibaca adalah alquran, dzikir, dan semakin bertambah rakaatnya, maka akan semakin baik, karena alquran yg dibaca juga semakin banyak?.. apa kira2 jawaban anda?”

  35. joehary
    November 17, 2012 pukul 11:25 pm

    saya jadi tidak habis pikir,,,,
    gimana ya cara para wali menyebarkan agama islam?
    karna kalo bid’ah di dahulukan maka perselisihan yg terjadi, jadi kaya meng obok2 air yg sudah bersih,y beginilah jadinya…..

    Terimakasih mas, jangan kehabisan pikir mas joe, lihatlah rasulullah, bagaimana kurang baiknya rasulullah, akhlak beliau sangat mulia,hingga digelari alamin oleh kaumnya,
    Tapi ketika beliau mulai mendakwahkan dakwah tauhid, dakwah yang menyelisihi tradisi kaumnya, apa akibat yg diterima oleh rasulullah?
    Celaan,hinaan,makian, rasulullah diludahin,bahkan usaha pembunuhan pernah dilakukan oleh kaumnya, demikian juga orang-orang yang mengikuti ajaran rasulullah, mereka disiksa, lihat bilal,amar bin yasir, dan masih sangat banyak lagi kisah pengikut rasulullah disiksa ,
    nah, apakah trik rasulullah dalam mengajak kaumnya? apakah rasulullah memasukkan tradisi-tradisi kaumnya kedalam islam?? TIDAK, bahkan rasulullah menolak dengan tegas ajakan kaumnya untuk sesekali beribadah kepada tuhan mereka, dan sesekali beribadah kepada allah,
    Apakah dengan dalih menjaga agar tidak terjadi perselisihan lalu mengorbankan ajaran islam, dengan cara memasukkan tradisi kedalam ajaran islam?
    Ini bukan metode rasulullah dalam berdakwah,

    Jadi, jika wali itu mengikuti dakwah yang diajarkan oleh rasulullah, maka mereka tidak melakukan hal tsb,..
    Dan perlu diingat, walisanga tidak mendakwahkan islam dengan cara memasukkan tradisi masyarakat ke dalam islam, dan ini dilakukan oleh wali lokal, yaitu mulai dari generasi sunan kalijaga , sedangkan walisanga mendakwahkan dakwah rasul dengan pemahaman para sahabat, silahakan dibaca kisahnya disini

    coba anda ajak mereka yg non muslim masuk islam,itu baru jempolan…………..

    Mengajak orang non muslim untuk masuk islam, itu lebih ringan urusannya daripada memperbaiki akidah kaum muslimin yang sudah terkontaminasi dengan kebidahan, kecuali jika non muslim itu diajak masuk islam oleh kaum muslimin yang terbiasa melakukan kebidahan juga,.

    • joehary
      November 18, 2012 pukul 10:53 am

      ok,mksh atas pencerahannya,…tapi masih ada yg bikin penasaran ,mengapa mereka yg disebut oleh yahudi ” teroris” dia kayaknya sudah tidak peduli dengan gelar,yg mereka sandang,contoh dr.azhari,dan bahkan anak istrinya dia tinggalkan begitu saja. dan itu bukan tanpa dalil tentunya, nah pertanyaan saya dalil apa yg membuat mereka seperti itu?……

      Terimakasih mas,
      Orang-orang yang terjerumus jadi pelaku teroris, pelaku bom bunuh diri, itu akibat memahami islam bukan dengan pemahaman para sahabat, akan tetapi mereka terpengaruh dengan pemikiran khawarij, sehingga terjadilah pengkafiran terhadap penguasa, sehingga menurut mereka karena penguasa tersebut tidak berhukum dengan hukum islam,maka boleh dibom, sehingga terjadilah apa yg terjadi,
      Para teroris tersebut melakukan bom bunuh diri di tempat umum, bahkan mereka melakukan bom bunuh diri di dalam masjid ketika shalat jumat,
      Mereka meledakkan bom di masjid polisi di cirebon, karena menurut mereka polisi itu aparat penguasa, karena penguasanya itu dianggap kafir,maka polisipun dikafirkan juga, sehingga boleh di bom,.. itulah akidah rusak mereka,
      Jika belum mengetahui karakter pemikiran khawarij,bisa dibaca disini mas,

      Dan hukuman bagi teroris yang tidak mau bertaubat adalah hukuman mati

  36. taufi
    November 16, 2012 pukul 1:07 pm

    ribet banget nih kayaknya
    Islam tidaklah sulit
    selama niat ibadahnya karna ALLAH
    mo baca ini kek mo baca itu kek ALLAH menjanjikan hal indah

    Terimakasih mas taufi,
    Islam tidaklah ribet,..islam agama yang paling mudah,
    Islam mengajarkan beribadah hanya yang ada perintahnya saja, kita tidak disuruh mikir untuk melakukan ibadah dengan cara-cara sendiri, atau cara-cara orang lain,.. tapi islam sudah sempurna, semua tatacara beribadah sudah dijelaskan,.. tinggal menjalankan saja,..
    Mudah bukan?
    Jika niat ibadahnya itu karena Allah, maka tatacaranya pun harus mengikuti tatacara yg sudah Allah tetapkan, bukan menggunakan tatacara sendiri, atau tatacara nenek moyang kita,

    Niat yang baik tidaklah cukup

    Menjalankan amalan ibadah dengan mengikuti tatacara yang sudah Allah tetapkan, itu adalah bukti ketaatan kita kepada Allah, dan itu mendatangkan keridhaan dan kecintaan Allah, akan tetapi jika kita melakukan dengan tatacara sendiri yang kita anggap baik, maka itu mendatangkan kemurkaan Allah,.. boro-boro amalan kita diterima, malah mendapatkan dosa,.. mau sudah cape beramal tapi amalan kita sia-sia, bahkan menambah dosa? tentu kita tidak mau,

    islam gak berbelit-belit
    baiknya kalo mau bahas hadist lebih baik focus ma dasar inti dalam Islam dulu tu apa.
    dari itu hadis yg menurut anda anda sekalian tu menahan sesuatu akan menjurus pada satu hal yang sama

    Islam agama yg indah, agama yg mudah, bkn agama yg berbelit-belit,..
    Justru org2 yg beribadah dengan cara sendiri2 yg tidak ada contohnyalah yang membuat islam seperti berbelit2, islam menjadi agama yg susah, berat, ribet,..
    Beramallah dengn dalil2 yg shahih, hadits yg shahih,
    Ingat, semua amalan ibadah itu jelas, tertulis dalil2nya,

  37. jalmi awam
    Oktober 28, 2012 pukul 6:41 am

    jalmi awam :

    jalmi awam :
    Assalamualaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    Terimakasih mas, mudah-mudahan Allah menjadikan anda orang yang cerdas, bukan jalmi awam lagi, menjadikan sebagai orang yang memahami agama dengan dalil-dalil yang shahih, yang jelas, dan menjadi orang yang ma’rifatullah dengan benar,

    seringkali dalam ibadah, kita selalu dibenturkan dg hadits lemah/palsu. Tapi apa yg org lakukan adalah berdasarkan ajaran para ulama2 terdahulu. Apakah mereka sengaja membodohi kita? Rasanya sulit dipercaya. Apalagi ulama adalah pewaris nabi.

    Kita tentu sepakat, jika Rasulullah adalah manusia yang paling mengetahui ajaran Allah, sebab beliau sebagai rasulullah,
    Ulama adalah pewaris para nabi, itu juga Rasulullah yang mengatakannya, tapi apakah ada ulama yang bukan pewaris para nabi? ADA, dan Rasulullah sudah menjelaskannya, untuk lebih jelas siapa ulama yg menyeru kepada kesesatan,silahkan baca dipostingan ini,

    Saya lebih percaya Ulama indalloh yaitu ulma ma’rifat billah.Secerdas apa pun anda jika belum ma’rifat billah….
    segala sesuatu masih ngambang.Dan saya yakin jika anda memang sudah menjelajah berbagai keterangan kitab salaf, anda mengerti itu ma’rifat billah.
    Orang yang bener-bener ahli ilmu adalah orang yang senantiasa membuat semakin dekat kepada Alloh, dan bukan orang yang selalu membuat perselisihan.

    Sekali lagi, anda tentu sepakat, jika Rasulullah adalah orang yang paling ma’rifatullah, secerdas apapun manusia di muka bumi ini, tidak akan mengalahkan kecerdasan rasulullah dalam mengenal Allah, anda yakin?
    Nah, jika anda sudah yakin, Anda wajib menerima ajaran Rasulullah,
    Apakah rasulullah membuat perselisihan?
    Sebenarnya siapa sih yang menyelisihi ajaran Rasulullah? Orang-orang yang mengadakan ritual yasinan atau tahlilan tersebut, ataukah Rasulullah??
    Jadi apa sih sebenarnya yang dilakukan umat rasulullah?
    Mengerjakan apa2 yg diperintahkan oleh Rasulullah, atau membuat2 ajaran sendiri, dan dipraktekkan di tengah2 kaum muslimin?
    Selancang itukah kita kepada Allah dan yang telah menetapkan ajaran Islam ini?
    Selancang itukah kita mendahului Rasulullah dengan cara membuat-buat ajaran baru yang tdk dikerjakan oleh Rasulullah??
    Inikah yg diperbuat oleh orang-orang atau ulama yg ma’rifat billah??

    jadi menurut bpk to semua bid’ah..?
    maaf sebelumnya saya mau tanya. knp para ulama atau kyai mengajarkanya kpda kami lo tdk ada asal usulnya..?

    Pertanyaan bagus nih kang, justru anda yang harusnya nanya ke kyai tersebut, mana dalil dari rasulullah tentang ritual tersebut, hadits riwayat siapa, ada dalam kitab apa, kan enak mas,.. jika kyiai tsb tidak bisa menunjukkan darimana dalil tersebut, berarti dari siapa amalan tersebut?
    Banyak kok orang-orang yang membuat2 dalil atau hadits palsu, dan motivasi mereka bukan untuk kejelekan lho, tapi untuk kebaikan, agar kaum muslimin takut, sehingga menjalankan perintah Allah, . tidak semua motivasi para pembuat hadits palsu itu adalah motivasi yang jelek, ada juga motivasi yg bagus,

    Lo menurut bpk,jam tangan or speker yg ada di masjid to mengumandangkan adzan to bid’ah bkan..?

    Ya, itu bidah, tapi bidah secara bahasa, bukan bidah secara istilah, silahkan lihat penjelasannya disini

    knp blzan dari saya di hapus pak….?

    ngga koq, sdh dijawab tuh

  38. aksan
    Oktober 28, 2012 pukul 1:54 am

    Mas, ada orang ngaji (surat yasin) kok nggak boleh, apa jadinya umat islam mendatang..?
    (teman saya sukanya surat yasin aja..)

    Terimakasih mas aksan atas komentarnya yang cukup bagus,
    siapa manusia yang paling mencintai alquran di dunia ini? jawabnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam,
    Siapa yang manusia yang paling mencintai surat yasin dan surat-surat lainnya? tentu Rasulullah,

    Lalu bagaimanakah bentuk realisasi dari kecintaan beliau terhadap alquran?
    Beliau sering mengkhatamkan alquran tersebut, bukan mengkhususkan salah satu surat dari alquran tersebut,

    Beliau tidak mengkhususkan membaca surat tertentu, dihari tertentu, kecuali yang memang itu ada syariatnya dari Allah selaku pembuat syariat ini, contohnya beliau membaca surat alkahfi di malam jumat atau hari jumat, sebagaimana pernah diulas disini pembahasannya

    Kira-kira apa jadinya umat islam mendatang, jika mereka melakukan amalan-amalan yang tidak ada contohnya dari Rasulullah?
    Tentu kemunduran yang akan diperoleh oleh umat islam, dan umat kafir bisa mengobok-obok umat islam itu sendiri,.. bukankah demikian?
    Dan apakah anda mau menjadi salahsatu pelaku dari perbuatan yang tdk ada contohnya dari Rasulullah??

  39. jalmi awam
    Oktober 25, 2012 pukul 1:50 pm

    Assalamualaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    Terimakasih mas, mudah-mudahan Allah menjadikan anda orang yang cerdas, bukan jalmi awam lagi, menjadikan sebagai orang yang memahami agama dengan dalil-dalil yang shahih, yang jelas, dan menjadi orang yang ma’rifatullah dengan benar,

    seringkali dalam ibadah, kita selalu dibenturkan dg hadits lemah/palsu. Tapi apa yg org lakukan adalah berdasarkan ajaran para ulama2 terdahulu. Apakah mereka sengaja membodohi kita? Rasanya sulit dipercaya. Apalagi ulama adalah pewaris nabi.

    Kita tentu sepakat, jika Rasulullah adalah manusia yang paling mengetahui ajaran Allah, sebab beliau sebagai rasulullah,
    Ulama adalah pewaris para nabi, itu juga Rasulullah yang mengatakannya, tapi apakah ada ulama yang bukan pewaris para nabi? ADA, dan Rasulullah sudah menjelaskannya, untuk lebih jelas siapa ulama yg menyeru kepada kesesatan,silahkan baca dipostingan ini,

    Saya lebih percaya Ulama indalloh yaitu ulma ma’rifat billah.Secerdas apa pun anda jika belum ma’rifat billah….
    segala sesuatu masih ngambang.Dan saya yakin jika anda memang sudah menjelajah berbagai keterangan kitab salaf, anda mengerti itu ma’rifat billah.

    Orang yang bener-bener ahli ilmu adalah orang yang senantiasa membuat semakin dekat kepada Alloh, dan bukan orang yang selalu membuat perselisihan.

    Sekali lagi, anda tentu sepakat, jika Rasulullah adalah orang yang paling ma’rifatullah, secerdas apapun manusia di muka bumi ini, tidak akan mengalahkan kecerdasan rasulullah dalam mengenal Allah, anda yakin?

    Nah, jika anda sudah yakin, Anda wajib menerima ajaran Rasulullah,
    Apakah rasulullah membuat perselisihan?

    Sebenarnya siapa sih yang menyelisihi ajaran Rasulullah? Orang-orang yang mengadakan ritual yasinan atau tahlilan tersebut, ataukah Rasulullah??

    Jadi apa sih sebenarnya yang dilakukan umat rasulullah?
    Mengerjakan apa2 yg diperintahkan oleh Rasulullah, atau membuat2 ajaran sendiri, dan dipraktekkan di tengah2 kaum muslimin?

    Selancang itukah kita kepada Allah dan yang telah menetapkan ajaran Islam ini?

    Selancang itukah kita mendahului Rasulullah dengan cara membuat-buat ajaran baru yang tdk dikerjakan oleh Rasulullah??

    Inikah yg diperbuat oleh orang-orang atau ulama yg ma’rifat billah??

    • jalmi awam
      Oktober 26, 2012 pukul 7:52 am

      jalmi awam :
      Assalamualaikum

      Wa’alaikumussalam warahmatullah

      Terimakasih mas, mudah-mudahan Allah menjadikan anda orang yang cerdas, bukan jalmi awam lagi, menjadikan sebagai orang yang memahami agama dengan dalil-dalil yang shahih, yang jelas, dan menjadi orang yang ma’rifatullah dengan benar,

      seringkali dalam ibadah, kita selalu dibenturkan dg hadits lemah/palsu. Tapi apa yg org lakukan adalah berdasarkan ajaran para ulama2 terdahulu. Apakah mereka sengaja membodohi kita? Rasanya sulit dipercaya. Apalagi ulama adalah pewaris nabi.

      Kita tentu sepakat, jika Rasulullah adalah manusia yang paling mengetahui ajaran Allah, sebab beliau sebagai rasulullah,
      Ulama adalah pewaris para nabi, itu juga Rasulullah yang mengatakannya, tapi apakah ada ulama yang bukan pewaris para nabi? ADA, dan Rasulullah sudah menjelaskannya, untuk lebih jelas siapa ulama yg menyeru kepada kesesatan,silahkan baca dipostingan ini,

      Saya lebih percaya Ulama indalloh yaitu ulma ma’rifat billah.Secerdas apa pun anda jika belum ma’rifat billah….
      segala sesuatu masih ngambang.Dan saya yakin jika anda memang sudah menjelajah berbagai keterangan kitab salaf, anda mengerti itu ma’rifat billah.
      Orang yang bener-bener ahli ilmu adalah orang yang senantiasa membuat semakin dekat kepada Alloh, dan bukan orang yang selalu membuat perselisihan.

      Sekali lagi, anda tentu sepakat, jika Rasulullah adalah orang yang paling ma’rifatullah, secerdas apapun manusia di muka bumi ini, tidak akan mengalahkan kecerdasan rasulullah dalam mengenal Allah, anda yakin?
      Nah, jika anda sudah yakin, Anda wajib menerima ajaran Rasulullah,
      Apakah rasulullah membuat perselisihan?
      Sebenarnya siapa sih yang menyelisihi ajaran Rasulullah? Orang-orang yang mengadakan ritual yasinan atau tahlilan tersebut, ataukah Rasulullah??
      Jadi apa sih sebenarnya yang dilakukan umat rasulullah?
      Mengerjakan apa2 yg diperintahkan oleh Rasulullah, atau membuat2 ajaran sendiri, dan dipraktekkan di tengah2 kaum muslimin?
      Selancang itukah kita kepada Allah dan yang telah menetapkan ajaran Islam ini?
      Selancang itukah kita mendahului Rasulullah dengan cara membuat-buat ajaran baru yang tdk dikerjakan oleh Rasulullah??
      Inikah yg diperbuat oleh orang-orang atau ulama yg ma’rifat billah??

      jadi menurut bpk to semua bid’ah..?
      maaf sebelumnya saya mau tanya. knp para ulama atau kyai mengajarkanya kpda kami lo tdk ada asal usulnya..?

      Pertanyaan bagus nih kang, justru anda yang harusnya nanya ke kyai tersebut, mana dalil dari rasulullah tentang ritual tersebut, hadits riwayat siapa, ada dalam kitab apa, kan enak mas,.. jika kyiai tsb tidak bisa menunjukkan darimana dalil tersebut, berarti dari siapa amalan tersebut?
      Banyak kok orang-orang yang membuat2 dalil atau hadits palsu, dan motivasi mereka bukan untuk kejelekan lho, tapi untuk kebaikan, agar kaum muslimin takut, sehingga menjalankan perintah Allah, . tidak semua motivasi para pembuat hadits palsu itu adalah motivasi yang jelek, ada juga motivasi yg bagus,

      Lo menurut bpk,jam tangan or speker yg ada di masjid to mengumandangkan adzan to bid’ah bkan..?

      Ya, itu bidah, tapi bidah secara bahasa, bukan bidah secara istilah, silahkan lihat penjelasannya disini

      • jalmi awam
        Oktober 26, 2012 pukul 3:31 pm

        jalmi awam :

        jalmi awam :
        Assalamualaikum

        Wa’alaikumussalam warahmatullah

        Terimakasih mas, mudah-mudahan Allah menjadikan anda orang yang cerdas, bukan jalmi awam lagi, menjadikan sebagai orang yang memahami agama dengan dalil-dalil yang shahih, yang jelas, dan menjadi orang yang ma’rifatullah dengan benar,

        seringkali dalam ibadah, kita selalu dibenturkan dg hadits lemah/palsu. Tapi apa yg org lakukan adalah berdasarkan ajaran para ulama2 terdahulu. Apakah mereka sengaja membodohi kita? Rasanya sulit dipercaya. Apalagi ulama adalah pewaris nabi.

        Kita tentu sepakat, jika Rasulullah adalah manusia yang paling mengetahui ajaran Allah, sebab beliau sebagai rasulullah,
        Ulama adalah pewaris para nabi, itu juga Rasulullah yang mengatakannya, tapi apakah ada ulama yang bukan pewaris para nabi? ADA, dan Rasulullah sudah menjelaskannya, untuk lebih jelas siapa ulama yg menyeru kepada kesesatan,silahkan baca dipostingan ini,

        Saya lebih percaya Ulama indalloh yaitu ulma ma’rifat billah.Secerdas apa pun anda jika belum ma’rifat billah….
        segala sesuatu masih ngambang.Dan saya yakin jika anda memang sudah menjelajah berbagai keterangan kitab salaf, anda mengerti itu ma’rifat billah.
        Orang yang bener-bener ahli ilmu adalah orang yang senantiasa membuat semakin dekat kepada Alloh, dan bukan orang yang selalu membuat perselisihan.

        Sekali lagi, anda tentu sepakat, jika Rasulullah adalah orang yang paling ma’rifatullah, secerdas apapun manusia di muka bumi ini, tidak akan mengalahkan kecerdasan rasulullah dalam mengenal Allah, anda yakin?
        Nah, jika anda sudah yakin, Anda wajib menerima ajaran Rasulullah,
        Apakah rasulullah membuat perselisihan?
        Sebenarnya siapa sih yang menyelisihi ajaran Rasulullah? Orang-orang yang mengadakan ritual yasinan atau tahlilan tersebut, ataukah Rasulullah??
        Jadi apa sih sebenarnya yang dilakukan umat rasulullah?
        Mengerjakan apa2 yg diperintahkan oleh Rasulullah, atau membuat2 ajaran sendiri, dan dipraktekkan di tengah2 kaum muslimin?
        Selancang itukah kita kepada Allah dan yang telah menetapkan ajaran Islam ini?
        Selancang itukah kita mendahului Rasulullah dengan cara membuat-buat ajaran baru yang tdk dikerjakan oleh Rasulullah??
        Inikah yg diperbuat oleh orang-orang atau ulama yg ma’rifat billah??

        jadi menurut bpk to semua bid’ah..?
        maaf sebelumnya saya mau tanya. knp para ulama atau kyai mengajarkanya kpda kami lo tdk ada asal usulnya..?

        Pertanyaan bagus nih kang, justru anda yang harusnya nanya ke kyai tersebut, mana dalil dari rasulullah tentang ritual tersebut, hadits riwayat siapa, ada dalam kitab apa, kan enak mas,.. jika kyiai tsb tidak bisa menunjukkan darimana dalil tersebut, berarti dari siapa amalan tersebut?
        Banyak kok orang-orang yang membuat2 dalil atau hadits palsu, dan motivasi mereka bukan untuk kejelekan lho, tapi untuk kebaikan, agar kaum muslimin takut, sehingga menjalankan perintah Allah, . tidak semua motivasi para pembuat hadits palsu itu adalah motivasi yang jelek, ada juga motivasi yg bagus,

        Lo menurut bpk,jam tangan or speker yg ada di masjid to mengumandangkan adzan to bid’ah bkan..?

        Ya, itu bidah, tapi bidah secara bahasa, bukan bidah secara istilah, silahkan lihat penjelasannya disini

        hadist Nabi yang termaktub dalam kitab Riyadlus Sholihin Halaman 63 yang berbunyi :
        مَنْ سَنَّ فِى اْلاِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ اَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْئٌ, وَمَنْ سَنَّ فِى اْلاِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِئَةً فَعَلَيْهِ وِزْرُهَا وَ وِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِاَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْئٌ. رواه مسلم

        Yang artinya : “Barang siapa yang mengada-adakan satu cara yang baik dalam Islam maka ia akan mendapatkan pahala orang yang turut mengerjakannya dengan tidak mengurangi dari pahala mereka sedikit pun, dan barang siapa yang mengada-adakan suatu cara yang jelek maka ia akan mendapat dosa dan dosa-dosa orang yang ikut mengerjakan dengan tidak mengurangi dosa-dosa mereka sedikit pun”…

        apakah dgn hadist di atas menandakan bahwa baca yasin jelek,bukankah to salah satu surat dari al-quran..

        mank to bid’ah,tp bid’ah hasanah..

        Terimakasih atas tambahan dalil dari anda, bagus sekali mas,

        saya tambahkan penjelasannya,
        mudah2an Allah memberikan hidayah kepada anda, begini bunyi hadits serta maknanya
        Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
        مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ
        “Barang siapa yang membuat contoh dalam Islam contoh yang baik, maka ia mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya setelahnya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun” (HR. Muslim)

        kalimat مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً sering diterjemahkan ‘barangsiapa membuat-buat hal baru yang baik dalam Islam’ sehingga mengesankan boleh berbuat bid’ah. Padahal hadits ini dijelaskan dalam riwayat yang lain:
        من أحيا سنة من سنتي فعمل بها الناس كان له مثل أجر من عمل بها لا ينقص من أجورهم شيئًا
        “Barangsiapa menghidupkan sebuah sunnah DARI SUNNAHKU, sehingga orang-orang mengamalkannya, ia akan mendapatkan pahala orang yang mengamalkannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun” (HR. Ibnu Maajah 15, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Maajah 209)

        Jadi yang dimaksud sunnah dalam hadits pertama adalah perbuatan yang sesuai dengan sunnah Nabi, bukan semua jenis perbuatan manusia, apalagi perkara ibadah yang diada-adakan.

        qta mungkin berbeda madzhab,,

        Tidak ada kewajiban untuk mengikuti madzhab tertentu, kewajiban kita adalah mengikuti dalil yang shahih dari rasulullah, ini pula diucapkan oleh imam madzhab itu sendiri, mereka mengatakan jika ada hadits shahih, itulah madzhabku,

        Haruskah kita bermadzhab? silahkan baca disini ulasannya

        apkh dgn perbedaan itu,qta akan bersilih,bukanya qta sesama islam sodara..

        mungkin bpk dari unversity,,

        Kita tidak berselisih, tidak mengajak kepada perselisihan, justru kita mengajak supaya kita beribadah dengan cara-cara yang betul-betul diajarkan oleh Rasulullah, sebab beliau sudah mengajarkan semua ajaran islam ini, tidak ada yang tertinggal, malamnya bagaikan siangnya,
        Tatacara ke WC saja sudah rasulullah ajarkan, masa ada ritual2 lain yang ketinggalan? bukankah islam sudah sempurna, silahkan baca surat almaidah ayat 3, tidak perlu penambahan dan pengurangan, tinggal kita jalani yang ada, enak bukan?

        Hukum asal ibadah adalah haram, hingga ada dalil yang menyuruh agar kita melakukannya,
        Jika amalan tersebut ada dalilnya yang shahih dari rasulullah, saya sendiri insya Allah akan mengamalkannya, ngga malu-malu lagi,.. tolong tunjukkan mana dalilnya kalau ritual tahlilan kematian itu dikerjakan dan diperintahkan oleh Rasulullah,.

        ya skarng mah amaluna amlukum z..maaf bila da kta” yg tidak berkenan..

        Wah, amalunaa amalukum? wah, itu nantang syariat rasulullah atau gimana? maksud amalunaa amalukum itu apa? membandingkan amalan2 yang anda kerjakan dengan amalan2 yang dicontohkan oleh rasulullah? atau gimana?
        Kalau kita hanya mau mengerjakan amalan2 yg ada contohnya dari rasulullah saja, jika anda menetapkan kaidah tsb, maka anda bukan dalam posisi yang benar, anda mempertahankan amalan anda yg tidak ada contohnya dari rasulullah, ini sebuah kelancangan atau kurang adab kepada rasulullah,bukan perkara yang kecil, dan pelakunya wajbi bertaubat kepada allah,..

        Siapakah tauladan kita? Rasulullah, atau tradisi masyarakat kebanyakan?

        wassalammualaikum

        Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  40. Abi Nhaifakiranaadhie
    Oktober 25, 2012 pukul 9:44 am

    Kalo kita bacain surat Yaasin atau surat Al fatihah untuk orang tua kita yang sudah meninggal apakah pahalanya sampai kpd Almarhum??
    jazzakumulloh khair

    Terimakasih mas atas komentarnya,
    Perlu anda ketahui, semua amalan shalih seorang anak, pahalanya akan mengalir kepada orang tuanya juga, walaupun tidak dihadiahkan,
    Sebab anak merupakan hasil usaha orangtua,
    Jadi jangan membaca surat alfatihah dan yasin saja, tapi bacalah alquran semuanya, dari surat alfatihah hingga annaas, jadi bisa khatam alquran berkali-kali, dan dibaca rutin, bukan mengkhususkan hari malam jumat baca yasin, justru hari jumat disunnahkan membaca surat alkahfi,bukan yasin

    Jika mengkhususkan malam jumat baca yasin, maka sudah terjerumus kedalam kebidahan, dan itu bukan amal shalih,

    Jazakumullahu khairan

  41. Budi
    Oktober 16, 2012 pukul 2:40 am

    Sy terlhir dr lingkup NU, awalnya sy kurang paham setelh baca artikel ini sy mulai mengerti ……

    Alhamdulillah,

  42. Muhd Sabikin
    Oktober 14, 2012 pukul 1:57 pm

    Muhd Sabikin :

    Muhd Sabikin :
    shalat maghrib ya mmg ttp 3 rakaat tp blh diqashar….

    Terimakasih mas sabikin, shalat maghrib itu tidak bisa diqashar mas, shalat yg 3 rakaat dan 2 rakaat tidak bisa diqashar, yang bisa diqashar itu shalat dzuhur,ashar,dan isya,.. ngerti arti qashar tidak? qashar itu diringkas,yang tadinya 4 rakaat jadi 2 rakaat, dan utk maghrib jika diqashar tidak bisa,. demikian juga shubuh,.. bedain mas sabikin, antara jamak dan qashar,

    maksud saya ketentuannya jelas yaitu kapan dan saat bagaimana. beda sekali dgn membaca ayat2 al-qur’an bisa dilakukan kapan saja baik dilakukan sendiri2 ataupun bersama2. klupun ada orang membaca surat2 tertentu misalnya alfatihah disetiap pagi dan sore sebelum dan selepas beraktifitas insyaAllah tetap ada barakah pahala atasnya tiada dalil yg melarangnya.

    Ini juga tidak boleh, mana dalil yang menyuruh kita membaca surat alfatihah setiap pagi dan sore sebelum dan selepas beraktifitas?? yang ada justru membaca ayat kursi di pagi dan petang,.. ini yg diperintahkan oleh Allah, juga membaca surat alikhlas,alfalaq , dan annaas,

    utk membaca surat yasin dalam acara yasinan tdk semestinya pada hari tertentu malam jum’at misalnya, kalau dilingkungan saya melakukannya justru dihari minggu pagi karena mayoritas pekerja dan pegawai. jadi intinya memang tiada larangan membaca surat/ayat al qur’an diwaktu2 tertentu.

    Ini juga masih salah mas, tidak benar, kenapa yang dibaca surat yasin? dan kenapa hari ahad?
    Kita disuruh membaca alquran itu kapan saja, dan sebaiknya berurutan, agar kita bisa menghatamkan alquran setiap bulannya,..
    Jadi bukan yasin terus yang dibaca,

    Demikian mas, mudah2an bisa dipahami

    jazakallahu khair
    ..ya begitulah perbedaan antara membaca ayat2 alquran dgn shalat, kalau shalat ada ketentuan waktu dan rakaatnya… tp membaca ayat2 alqur’an tidak terikat oleh waktu dan ayat/surat apa yg ingin dibaca misalnya dalam shalat sesudah alfatihah rakaat 1 dan 2 blh memilih bacaan surat2 panjang/pendek dan tdk hrs berurutan.

    Tentang tatacara membaca alquran dalam shalat juga sudah ada tuntunannya mas, sesudah membaca alfatihah boleh membaca surat lain, itu ada dalilnya, jika ritual tahlilan dan yasinan, mana dalilnya?

    mengkhatam alquran insyaAllah tetap dilakukan walau tdk setiap bln.
    ..begitu juga dzikrullah blh dilakukan kapan saja tdk terikat oleh waktu siang dan malam. atau sekedar sehabis shalat saja.
    tahlilan, yasinan, itu hanya istilah dan intinya tetap memohon ampunan, memuji, bersykur, mengAgungkan, nengEsakan Allah.

    Nah, jika dzikir setelah shalat, itu juga ada dalilnya, dan dzikirnya pun sudah ditentukan, bukan dzikir tahlilan yg kita lakukan setelah shalat 5 waktu, karena itu tdk ada dalilnya, dan kita bisa saksikan di sebagian kaum muslimin, mereka membaca dzikir2 yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah ketika mereka selesai shalat 5 waktu,
    Jadi bukan intinya tetap memohon ampunan, tap caranya menyelisihi tuntunan yang ditetapkan oleh Allah yang kita mintai ampunan,.. tentu ini hanya membuat murka Allah, bukan mendapat ampunan Allah,

    saya kira dzikir sehabis shalat akan melakukan seperti biasa walau kadang setengah org habis salam trs pergi, dan meminta ampunan Allah tdk pernah membatasi berapa kali dlm sehari beristighfar. bisa juga setiap hembusan nafas org beristghfar atau tdk pernah sama sekali.
    Allah adalah juri yg maha adil didunia dan akhirat,

    Bagus sekali komentar anda yang ini, dan juri akan mendiskualifikasi hal-hal yang itu tidak sesuai dengan apa-apa yang telah ditentukan dalam suatu perlombaan, demikian juga ttg amalan ibadah,
    Allah sudah menentukan tatacara beribadah, lalu kita melakukan diluar ketentuan Allah tersebut,… bagaimanakah nilai ibadah kita tersebut?
    Tentu tidak ada nilainya ,. belum dinilai sudah di diskualifikasi,.. sayang kan?
    Jika jurinya manusia, mungkin bisa saja disogok,.. Tapi Allah,.. mau disogok dengan apa? Allah maha kaya, Allah maha kuasa,
    Kerjakan ibadah kita sesuai tuntunan yang ditetapkan oleh Allah, jangan sampai ibadah kita sia-sia disebabkan ibadah hasil inovasi manusia,

    maaf ada ibadah yg sudah ditetapkan oleh Allah berupa wajib yg tdk bisa diubah2 misalnya shalat,puasa, haji. ini yg tdk blh keluar dari ketentuan Allah.
    dan misalnya dzikir, membaca alqur’an, berbagi ilmu / belajar mengajar, berdoa dan byk lg contoh2 yg lain itu tdk ada ketetapannya yg hrs begini begitu ini bukan inovasi. jadi Allah tetap akan memberi nilai pahala sesuai kesungguhan hati masing2.

    Waduh, jika seperti ini, maka semakin bertambah tahun akan semakin banyak ibadah dzikir,membaca alquran yang bisa dimodifikasi,.. innalillahi wa inna ilaihi raji’uun..

    Perlu anda ketahui, hukum asal ibadah hukumnya adalah terlarang/haram sebelum ada dalil yang memerintahkannya, kebalikan dengan hukum asal urusan dunia,

    “Barangsiapa membuat buat hal baru yang baik dalam islam, maka baginya pahalanya dan pahala orang yang mengikutinya dan tak berkurang sedikitpun dari pahalanya, dan barangsiapa membuat-buat hal baru yang buruk dalam Islam, maka baginya dosanya dan dosa orang yang mengikutinya dan tak dikurangkan sedikitpun dari dosanya”(Shahih Muslim hadits no.1017).

    Kang Muhamad sobikin yang mudah2an Allah memberikan hidayah kepada anda, begini bunyi hadits serta maknanya
    Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
    مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ
    “Barang siapa yang membuat contoh dalam Islam contoh yang baik, maka ia mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya setelahnya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun” (HR. Muslim)

    kalimat مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً sering diterjemahkan ‘barangsiapa membuat-buat hal baru yang baik dalam Islam’ sehingga mengesankan boleh berbuat bid’ah. Padahal hadits ini dijelaskan dalam riwayat yang lain:
    من أحيا سنة من سنتي فعمل بها الناس كان له مثل أجر من عمل بها لا ينقص من أجورهم شيئًا
    “Barangsiapa menghidupkan sebuah sunnah DARI SUNNAHKU, sehingga orang-orang mengamalkannya, ia akan mendapatkan pahala orang yang mengamalkannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun” (HR. Ibnu Maajah 15, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Maajah 209)

    Jadi yang dimaksud sunnah dalam hadits pertama adalah perbuatan yang sesuai dengan sunnah Nabi, bukan semua jenis perbuatan manusia, apalagi perkara ibadah yang diada-adakan.

    barakallahu fiik…

    Wa fiikum Baarakallah

  43. Muhd Sabikin
    Oktober 13, 2012 pukul 4:23 pm

    Muhd Sabikin :
    shalat maghrib ya mmg ttp 3 rakaat tp blh diqashar….

    Terimakasih mas sabikin, shalat maghrib itu tidak bisa diqashar mas, shalat yg 3 rakaat dan 2 rakaat tidak bisa diqashar, yang bisa diqashar itu shalat dzuhur,ashar,dan isya,.. ngerti arti qashar tidak? qashar itu diringkas,yang tadinya 4 rakaat jadi 2 rakaat, dan utk maghrib jika diqashar tidak bisa,. demikian juga shubuh,.. bedain mas sabikin, antara jamak dan qashar,

    maksud saya ketentuannya jelas yaitu kapan dan saat bagaimana. beda sekali dgn membaca ayat2 al-qur’an bisa dilakukan kapan saja baik dilakukan sendiri2 ataupun bersama2. klupun ada orang membaca surat2 tertentu misalnya alfatihah disetiap pagi dan sore sebelum dan selepas beraktifitas insyaAllah tetap ada barakah pahala atasnya tiada dalil yg melarangnya.

    Ini juga tidak boleh, mana dalil yang menyuruh kita membaca surat alfatihah setiap pagi dan sore sebelum dan selepas beraktifitas?? yang ada justru membaca ayat kursi di pagi dan petang,.. ini yg diperintahkan oleh Allah, juga membaca surat alikhlas,alfalaq , dan annaas,

    utk membaca surat yasin dalam acara yasinan tdk semestinya pada hari tertentu malam jum’at misalnya, kalau dilingkungan saya melakukannya justru dihari minggu pagi karena mayoritas pekerja dan pegawai. jadi intinya memang tiada larangan membaca surat/ayat al qur’an diwaktu2 tertentu.

    Ini juga masih salah mas, tidak benar, kenapa yang dibaca surat yasin? dan kenapa hari ahad?
    Kita disuruh membaca alquran itu kapan saja, dan sebaiknya berurutan, agar kita bisa menghatamkan alquran setiap bulannya,..
    Jadi bukan yasin terus yang dibaca,

    Demikian mas, mudah2an bisa dipahami

    jazakallahu khair
    ..ya begitulah perbedaan antara membaca ayat2 alquran dgn shalat, kalau shalat ada ketentuan waktu dan rakaatnya… tp membaca ayat2 alqur’an tidak terikat oleh waktu dan ayat/surat apa yg ingin dibaca misalnya dalam shalat sesudah alfatihah rakaat 1 dan 2 blh memilih bacaan surat2 panjang/pendek dan tdk hrs berurutan.

    Tentang tatacara membaca alquran dalam shalat juga sudah ada tuntunannya mas, sesudah membaca alfatihah boleh membaca surat lain, itu ada dalilnya, jika ritual tahlilan dan yasinan, mana dalilnya?

    mengkhatam alquran insyaAllah tetap dilakukan walau tdk setiap bln.
    ..begitu juga dzikrullah blh dilakukan kapan saja tdk terikat oleh waktu siang dan malam. atau sekedar sehabis shalat saja.
    tahlilan, yasinan, itu hanya istilah dan intinya tetap memohon ampunan, memuji, bersykur, mengAgungkan, nengEsakan Allah.

    Nah, jika dzikir setelah shalat, itu juga ada dalilnya, dan dzikirnya pun sudah ditentukan, bukan dzikir tahlilan yg kita lakukan setelah shalat 5 waktu, karena itu tdk ada dalilnya, dan kita bisa saksikan di sebagian kaum muslimin, mereka membaca dzikir2 yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah ketika mereka selesai shalat 5 waktu,

    Jadi bukan intinya tetap memohon ampunan, tap caranya menyelisihi tuntunan yang ditetapkan oleh Allah yang kita mintai ampunan,.. tentu ini hanya membuat murka Allah, bukan mendapat ampunan Allah,

    Allah adalah juri yg maha adil didunia dan akhirat,

    Bagus sekali komentar anda yang ini, dan juri akan mendiskualifikasi hal-hal yang itu tidak sesuai dengan apa-apa yang telah ditentukan dalam suatu perlombaan, demikian juga ttg amalan ibadah,
    Allah sudah menentukan tatacara beribadah, lalu kita melakukan diluar ketentuan Allah tersebut,… bagaimanakah nilai ibadah kita tersebut?
    Tentu tidak ada nilainya ,. belum dinilai sudah di diskualifikasi,.. sayang kan?

    Jika jurinya manusia, mungkin bisa saja disogok,.. Tapi Allah,.. mau disogok dengan apa? Allah maha kaya, Allah maha kuasa,

    Kerjakan ibadah kita sesuai tuntunan yang ditetapkan oleh Allah, jangan sampai ibadah kita sia-sia disebabkan ibadah hasil inovasi manusia,

    barakallahu fiik…

    Wa fiikum Baarakallah

  44. Saiman
    September 12, 2012 pukul 10:07 pm

    Assalamualaikum,

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    dimana ya dapat belajar agama sesuai tuntunan? Tolong info ke saya via email+nohp,sy di kalsel- kota Batulicin

    coba saja hubungi nomer ini 05117685544/087815345567 mudah-mudahan bisa membantu, saya dapatkan dari sini

    • Emil Salim
      September 28, 2012 pukul 3:33 am

      Bolehkah belajar agama… sya masih awam dgn pengetahuan agama..

      Semuanya boleh belajar agama, bahkan kaum muslimin wajib mempelajari agamanya,

  45. sumarno
    September 2, 2012 pukul 12:08 pm

    saya sngat awam masalah agama islam hanya sedikit sekali yg aku tau.klo ada tempat curhat .tolong bantu saya kemana saya harus mengeluarkan semua isi hati saya.

    Tinggal dimana? tolong beritahu dimana anda tinggal, insya Allah akan kita bantu,

  46. adjie sasmito
    Juli 12, 2012 pukul 3:36 am

    assalammualaikum…

    Wa’alaikumussalam warahmatullahiwabarakatuh

    mohon maaf jika saya salah kamar untuk curhat… :'(

    pak, saya lelaki berumur 22th, dan tinggal di lingkungan yg kurang mendukung untuk ilmu agama saya.

    pernah saya melewati masjid yg sdang ada majlis talim nya… saat itu saya ingin skali bergabung, tp saya malu krn penampilan saya “suram” dan saya pun tidak mengenal satu pun dr mereka.

    jujur saya memiliki banyak pertanyaan yg ingin sekali bsa d jawab oleh org yg tau tentang agama.

    dan sampai saat ini semua prtanyaan itu masih tersimpan rapi d hati saya…

    mohon kira nya jika di ijin kan agar pertanyaan saya di jawab oleh org yg benar, agar saya tidak tersesat.

    nb: serius

    Pertanyaannya mana mas, silahkan saja bertanya, jika bisa saya jawab, akan saya jawab,..
    mohon yang jelas pertanyaannya, dan dimana lokasi tempat talim tersebut, atau lokasi anda,

    wassalammualaikum….

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  47. edi
    Juni 27, 2012 pukul 1:46 pm

    belum bertemu ada larangan yang melarang membaca Ayat Al-Qur’an pada hari dan waktu2 tertentu

    Saya juga belum menemukan ada larangan shalat maghrib 5 rakaat atau shalat shubuh 7 rakaat, baik dari Alquran maupun hadits,

    Lalu apakah dengan tidak ada larangan shalat maghrib 5 rakaat, dan shalat shubuh 7 rakaat, kita boleh mengerjakan shalat maghrib 5 rakaat, dan shubuh 7 rakaat?

    Bukankah dengan ditambahnya rakaat, maka semakin banyak ruku dan sujudnya?
    Semakin banyak membaca alqurannya?

    Mudah-Mudahan Allah menunjuki anda dan kaum muslimin kepada kebaikan dan keridhaanya,, ..

    • Muhd Sabikin
      Oktober 9, 2012 pukul 4:06 pm

      shalat maghrib memang tiada larangan kalau dilakukan lebih atau kurang dari 3 rakaat, tp sudah ada ketentuannya yaitu harus 3 rakaat dan tidak boleh diubah2 kecuali bagi musyafir yg memenuhi syarat jarak tempuh,,,, kan?!!

      Terimakasih Mas Muhd Sabikin, sudah komentar disini, komentar yg sangat bagus, tapi perlu diluruskan juga nih, karena mas mengatakan “tidak boleh diubah2 kecuali bagi musyafir yg memenuhi syarat jarak tempuh” , ini tidak benar, sebab shalat maghrib tdk bisa diringkas rakaatnya jika kita safar, yg bisa adalah yg jmlh rakaatnya 4 rakaat, sedangkan maghrib 3 rakaat itu tetap, tidak bisa jadi kurang dari 3 rakaat,

      Betul sekali kata mas sabikin, “sudah ada ketentuannya yaitu harus 3 rakaat” , demikian juga dgn tahlil, Rasulullah sudah mengajarkannya, dan sudah mengajarkan bagaimana cara melakukannya,.. so.. jangan buat2 tatacara sendiri, seperti ritual tahlilan kematian, yasinan malam jumat,.. karena semua itu bukanlah tatacara yg diajarkan oleh Rasulullah,.. demikian mas, mudah2an bisa dipahami, jazakallahu khairan

      • Muhd Sabikin
        Oktober 11, 2012 pukul 7:54 am

        shalat maghrib ya mmg ttp 3 rakaat tp blh diqashar….

        Terimakasih mas sabikin, shalat maghrib itu tidak bisa diqashar mas, shalat yg 3 rakaat dan 2 rakaat tidak bisa diqashar, yang bisa diqashar itu shalat dzuhur,ashar,dan isya,.. ngerti arti qashar tidak? qashar itu diringkas,yang tadinya 4 rakaat jadi 2 rakaat, dan utk maghrib jika diqashar tidak bisa,. demikian juga shubuh,.. bedain mas sabikin, antara jamak dan qashar,

        maksud saya ketentuannya jelas yaitu kapan dan saat bagaimana. beda sekali dgn membaca ayat2 al-qur’an bisa dilakukan kapan saja baik dilakukan sendiri2 ataupun bersama2. klupun ada orang membaca surat2 tertentu misalnya alfatihah disetiap pagi dan sore sebelum dan selepas beraktifitas insyaAllah tetap ada barakah pahala atasnya tiada dalil yg melarangnya.

        Ini juga tidak boleh, mana dalil yang menyuruh kita membaca surat alfatihah setiap pagi dan sore sebelum dan selepas beraktifitas?? yang ada justru membaca ayat kursi di pagi dan petang,.. ini yg diperintahkan oleh Allah, juga membaca surat alikhlas,alfalaq , dan annaas,

        utk membaca surat yasin dalam acara yasinan tdk semestinya pada hari tertentu malam jum’at misalnya, kalau dilingkungan saya melakukannya justru dihari minggu pagi karena mayoritas pekerja dan pegawai. jadi intinya memang tiada larangan membaca surat/ayat al qur’an diwaktu2 tertentu.

        Ini juga masih salah mas, tidak benar, kenapa yang dibaca surat yasin? dan kenapa hari ahad?
        Kita disuruh membaca alquran itu kapan saja, dan sebaiknya berurutan, agar kita bisa menghatamkan alquran setiap bulannya,..
        Jadi bukan yasin terus yang dibaca,

        Demikian mas, mudah2an bisa dipahami

  48. rohim
    Juni 21, 2012 pukul 2:58 am

    jika itu semua demi kebaikan apakah salah bos??

    Jika anda seorang bos yang kaya raya, lalu ada orang yang menjarah seluruh harta anda, dengan tujuan mulia, ingin membangun masjid dan pesantren,.. apakah tindakan itu dibenarkan??

    Kan niatnya untuk kebaikan,. bukan untuk kejelekan,..
    Apa kira-kira jawaban anda bos,

    • Muhd Sabikin
      Oktober 11, 2012 pukul 8:25 am

      membaca surat yasin dgn ikhlas ya jelas beda dgn merampok, kok disamakan,,, Allah tidak pernah melarang hambanya membaca ayat2/surat2 tertentu dalam alquran tp dgn tegas melarang merampok walau dgn dalih untuk kebaikan.

      Wah, terimakasih mas Sabikin, komentarnya bagus sekali nih, harus saya jawab nih,
      Saya ganti permisalannya begini mas,.. jika ada orang yang ikhlas mengerjakan shalat maghrib 6 rakaat, kira-kira gimana mas, apakah amalannya diterima?
      Bukankah shalat maghrib itu bagus, bahkan wajib,.. bukan lagi merampok mas,
      Orang tsb shalat maghrib juga ikhlas dan mengharapkan ridha Allah,

      • Muhd Sabikin
        Oktober 11, 2012 pukul 2:11 pm

        maaf utk shalat wajib 5 waktu sudah ada ketentuannya yg sgt jelas sekali rakaat dan waktunya…. sekarang tunjukkan satu ayat saja atau hadits yg melarang umat islam membaca sebagian saja ayat2 al qur’an.

        Terimakasih mas, demikian jga untuk pembacaan dizikir yang berupa kalimat tahlil, telah jelas sekali bagaimana tatacara mengamalkan dzikir ini, sdh ada ketentuannya dgn jelas, kenapa malah membuat ketentuan2 sendiri??

  49. hye hety kyurniawati
    Juni 14, 2012 pukul 3:20 pm

    astaghfirullah……..
    berarti selama ini aq salah tanggapan tntang surah yasin…
    terima kasih ustadz pnjelasan ilmunya,,,
    sngat bermanfaat bgi sya pribadi….

    Alhamdulillah, mudah-mudahan semakin banyak kaum muslimin yang mendapat petunjuk,

  50. widaningsih
    Maret 21, 2012 pukul 11:00 am

    Assalamualaikum

    wa’alaikumussalam warahmatullah

    mau tanya bagaimana dengan lingkungan yang saya tempati masih begitu fanatik terhadap yasin sehingga buat saya sulit untuk merubahnya walau hanya sekedar baca al qur’an seminggu sekali tapi nanti gaada yang datang

    tapi kalau yasinan penuh hampir datang semua.

    Kadang saya berfikir ingin meninggalkan saja pengajian ini rasanya sia-sia saja tapi menurut teman saya jangan dulu karena biar bagaimanapun masih ada yang bisa kita sampaikan pada mereka seperti kultum misalnya karena sesudah baca yasin biasanya saya ngisi kultum.

    Mohon jawabannya ya,jazakumullah,

    Anda tinggal dimana, biar nanti saya kasih tahu gimana caranya, nanti saya kasih tahu ustadz yang dekat dengan tempat tinggal anda, sehingga anda bisa berkonsultasi langsung tuk mengambil sikap yang benar terhadap lingkungan anda,

    wassalam.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

  51. yoto
    Maret 11, 2012 pukul 3:20 am

    Kadang menggelikan kalau memikirkan adat kebiasaan masyarakat indonesia, Quran yg suci diturunkan untuk petunjuk manusia tuk menjalani kehidupan sehari-hari malah cuman dibaca baca doang tanpa berusaha mengamalkan isinya,hmmmmm……saya gak benci org baca quran malah seneng pi klu cuman buat acara seremonial aja buat apa?

  52. Yoyok
    Maret 4, 2012 pukul 2:02 am

    Assalamualaikum,

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Syukron atas penjelasannya, Kalau saya curiga buku-buku saku Yasin yang sekarang lumrah dijadikan cendera mata takziah itu jangan-jangan dikarang oleh orang yang akan melemahkan Islam. Dengan meyakini fadilah Surat Yasin maka umat Islam hanya tahu AL Quran adalah Yasin, itupun tanpa memahami isi atau maknanya. Terlihat jelas bahwa para tokoh agama sekarang ini lebih mementingkan mengahdiri jamaah Yasinan daripada jamaah shalat Isya di Masjid.

    Tidak tanggung-tanggung penulis buku Yasin bergelar Prof.Dt.KH , ini adalah gelar yang luarbiasa hebatnya, masak menulis buku tanpa menjelaskan darimana sumber itu diperolehnya. Alamat penerbit juga tidak dicantumkan, hanya Penerbit Anu Solo. Dimana letak tanggung jawab penulis?

    Biasalah, yang namanya perbuatan bidah, cari dalil itu belakangan, berbuat dulu, baru cari-cari dalil,..

    Kalau ahlus sunnah kan, nunggu dalil dulu, baru berbuat,

    Memang tidak mudah Ustadz mengubah kebiasaan yang sudah mendarah daging ini, hanya orang-orang yang tidak mau berugilah yang berusaha mengubah dirinya menjadi lebih baik daripada hari kemarin. Perubahan akan terjadi kalu mau belajar dan secara terbuka menerima kebenaran.
    Jazakumullah, Wassalamualaikum,

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  53. Muhd Sabikin
    Oktober 29, 2012 pukul 3:22 am

    assalamu’alaikum ya akhi….

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    maaf kenapa komentar saya pada saudara jalmi awam gak di moderasi?

    Terlalu panjang, komentar yg pendek saja tidak dipahami, gimana komentar yg panjang,
    Antum mencari jawaban, atau ngajakin berdebat tanpa mencari kebenaran, alias mempertahankan pendapat sendiri?

    Jika ingin di moderasi, komentar jgn terlalu panjang, dan tlg jawaban dari komentar anda dipahami dan dibaca, jgn dilewat begitu saja,sehingga anda terus menulis bantahan, kecuali jika memang benar2 anda tidak paham dgn jawaban yg diberikan, silahkan berkomentar, lanjutkan diskusinya, bukan komentar di artikel yg berbeda,

  54. mamat
    Januari 17, 2013 pukul 6:12 am

    wahai umat islam , tidak ada larangan dari alqur’an dan hadist nabi membaca surah yasin kalau ada orang yang meninggal , ataupun kalau ada acara acara keagamaan , ataupun ketika ada orang yang sakit , demi allah tidak ada satu hadist ataupun satu ayat alqur’an yang melarang membaca surat yasin,

    Mas mamat, kalau itu anggapan anda, tidak ada dalil yang melarang, maka shalat maghrib 7 rakaat pun boleh dong, shalat shubuh 5 rakaat pun boleh dong, atau melakukan adzan lebih dari satu orangpun boleh dong, misalkan adzan rame-rame dalam satu masjid, kan tidak ada larangannya , berani ngga mas mamat melakukannya?? silahkan kalau berani mas, kan tdk ada larangannya,..

    yang dilarang itu ,,,,,,,,, J A NGA LAH KALIAN ,,,, MEMBACA SURAT YASIN SAMBIL BERAK!!!!!!!!! ATAUPUN SAMBIL BERJUNUB ,,,,,,,,,,, ITU AJA GA ADA LAGI LARANGANNYA,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, CUKUP SEKIAN AJA , HIMBAUWAN BUAT MAMANG MAMANG SALAFY ,,,,,, YANG ASBUN ASAL BUNYI,,,,,

    Terimakasih mas mamat, jika anda tidak asbun, tolong datangkan dalilnya tentang larangan membaca surat yasin sambil berak, dimana haditsnya? dimana ayatnya?

    ditunggu mas dalil larangan baca yasin sambil berak, jika anda tidak asbun , silahkan copas disini dalilnya,

  55. didi
    April 11, 2013 pukul 12:57 am

    yahh…mas mamat ngasih komentar kok begitu…sepertinya anda ingin menampakan kebodohan nafsu anda,belajarlah ilmu agama yang syar”i.
    semoga ALLAh memberikan rahmat dan hidayah kepada anda

  56. hasan
    Juli 20, 2014 pukul 3:40 pm

    orang tua saya shalat dri muda smp tua tpi JIDADnya ga item2,,,
    tpi tmn kampus saya masi muda jidadnya udh item,,kata dy si ada cara buat bikin tuh JIDAD jdi item,,,
    ahahaha
    lucu yah
    terimakasih

    Terimakasih mas hasan, mudah-mudahan Allah berikan kebaikan kepada anda, sesuai dengan namanya, hasan, artinya kan bagus,
    Komentar yang bagus,. saya jawab singkat saja, jika ada orang yang shala dengan tujuan supaya JIDADNYA HITAM, Maka shalatnya tidak berpahala, bahkan akan mendatangkan dosa bagi dirinya,.

  1. No trackbacks yet.

Silahkan tulis komentar anda,.. surel diisi dgn email, nama diisi dengan nama anda ,

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.586 pengikut lainnya.