Beranda > Belajar Nasehat, tahlilan > Lebih 200 DALIL DARI KITAB WEDHA (KITAB SUCI UMAT HINDU) TENTANG SELAMATAN 1,7,10,100 hari,nyewu, dll.

Lebih 200 DALIL DARI KITAB WEDHA (KITAB SUCI UMAT HINDU) TENTANG SELAMATAN 1,7,10,100 hari,nyewu, dll.



0leh : ROMO PINANDHITA SULINGGIH WINARNO, (sarjana agama hindu(s1)&pendeta berkasta brahmana, kasta brahmana adalah kasta/tingkatan tertinggi pada umat hindu).

Alhamdulillah yang sekarang beliau Romo Pinandhita Sulinggih Winarno menjadi Mualaf/masuk Islam lalu beliau mengubah namanya menjadi Abdul Aziz, sekarang beliau tinggal di Blitar-Jawa Timur. Dulu beliau tinggal di Bali bersama keluarganya yang hindu, Beliau hampir dibunuh karena ingin masuk islam, beliau sering di ludahi mukanya karena ingin beragama islam & alhamdulillah ayahnya sebelum meninggal beliau juga memeluk agama islam. Abdul aziz berharap seluruh kaum muslimin membantu mempublikasikan,menyebarkan materi dibawah ini. Jazakumullahu khoiran katsira.

Kesaksian mantan pendeta hindu: abdul aziz bersumpah atas asma Allah bahwa selamatan, ketupat, tingkepan, & sebahagian budaya jawa lainnya adalah keyakinan umat hindu dan beliau menyatakan tidak kurang dari 200 dalil dari kitab wedha (kitab suci umat hindu) yang menjelaskan tentang keharusan selamatan bagi pemeluk umat hindu, demikian akan saya uraikan fakta dengan jelas dan ilmiyah dibawah ini :

1. Di dalam prosesi menuju alam nirwana menghadap ida sang hyang widhi wasa mencapai alam moksa, diperintahkan untuk selamatan/kirim do’a pada 1 harinya, 2 harinya, 7 harinya, 40 harinya, 100 harinya, mendak pisan, mendak pindho, nyewu (1000 harinya).

Pertanyaan ????? apakah anda orang islam juga melakukan itu ?????

ketahuilah bahwa TIDAK AKAN PERNAH ANDA TEMUKAN DALIL DARI AL-QUR’AN & AS-SUNNAH/hadits shahih TENTANG PERINTAH MELAKUKAN SELAMATAN, bahkan hadits yang dhoif(lemah)pun tidak akan anda temukan ,akan tetapi kenyataan dan fakta membuktikan bahwa anda akan menemukan dalil/dasar selamatan,dkk,justru ada dalam kitab suci umat hindu,

COBA ANDA BACA SENDIRI DALIL DARI KITAB WEDHA (kitab suci umat hindu) DIBAWAH INI:

a. Anda buka kitab SAMAWEDHA halaman 373 ayat pertama, kurang lebih bunyinya dalam bahasa SANSEKERTA sebagai berikut: PRATYASMAHI BIBISATHE KUWI KWIWEWIBISHIBAHRA ARAM GAYAMAYA JENGI PETRISADA DWENENARA.

ANDA BELUM PUAS, BELUM YAKIN, ???

b. Anda buka lagi KITAB SAMAWEDHA SAMHITA BUKU SATU,BAGIAN SATU,HALAMAN 20. Bunyinya : PURWACIKA PRATAKA PRATAKA PRAMOREDYA RSI BARAWAJAH MEDANTITISUDI PURMURTI TAYURWANTARA MAWAEDA DEWATA AGNI CANDRA GAYATRI AYATNYA AGNA AYAHI WITHAIGRANO HAMYADITAHI LILTASTASI BARNESI AGNE.

Di paparkan dengan jelas pada ayat wedha diatas bahwa lakukanlah pengorbanan pada orang tuamu dan lakukanlah kirim do’a pada orang tuamu dihari pertama, ke tiga, ke tujuh, empat puluh, seratus, mendak pisan, mendhak pindho, nyewu(1000 harinya).

Dan dalil-dalil dari wedha selengkapnya silahkan anda bisa baca di dalam buku karya Abdul aziz (mantan pendeta hindu) berjudul “mualaf menggugat selamatan”, di paparkan TIDAK KURANG DARI 200 DALIL DARI “WEDHA” kitab suci umat hindu semua.

JIKA ANDA BELUM YAKIN, MASIH NGEYEL,,, ?

c. Silahkan anda Buka dan baca kitab MAHANARAYANA UPANISAD.

d. Baca juga buku dengan judul ,“NILAI-NILAI HINDU DALAM BUDAYA JAWA”, karya Prof.Dr. Ida Bedande Adi Suripto (BELIAU ADALAH DUTA DARI AGAMA HINDU UNTUK NEGARA NEPAL, INDIA, VATIKAN, ROMA, & BELIAU MENJABAT SEBAGAI SEKRETARIS PARISADA HINDU DHARMA INDONESIA).

Beliau menyatakan SELAMATAN SURTANAH, GEBLAK, HARI PERTAMA, KE TIGA, KE TUJUH, KE SERATUS, MENDHAK PISAN, MENDHAK PINDHO, NYEWU (1000 harinya) ADALAH IBADAH UMAT HINDU dan beliau menyatakan pula NILAI-NILAI HINDU SANGAT KUAT MEMPENGARUHI BUDAYA JAWA,

ADI SURIPTO DENGAN BANGGA MENYATAKAN UMAT HINDU JUMLAH PENGANUTNYA MINORITAS AKAN TETAPI AJARANNYA BANYAK DI AMALKAN MASYARAKAT , yang maksudnya sejak masih dalam kandungan ibu-pun sebagian masyarakat melakukan ritual TELONAN (selamatan bayi pada hari ke 105 (tiap telon 35 hari x 3 =105 hari sejak hari kelahiran )), TINGKEPAN (selamatan untuk janin berusia 7 bulan).

e. Baca majalah “media hindu” tentang filosofis upacara NYEWU (ritual selamatan pada 1000 harinya sejak meninggal). Dan budaya jawa hanya tinggal sejarah bila orang jawa keluar dari agama hindu.

f. Jika anda kurang yakin, Masih ngeyel dan ingin membuktikan sendiri anda bisa meneliti kitab wedha datang saja ke DINAS KEBUDAYAAN BALI, mereka siap membantu anda. atau Telephon Nyi Ketut Suratni : o857 3880 7015 (dia beragama Hindu tinggal di Bali, wawasanya tentang hindu cukup luas dia bekerja sebagai pemandu wisata ).

g. APA DASAR YANG LAIN DIDALAM HINDU ??? :

# RUKUN IMAN HINDU (PANCA SRADA) yang harus diyakini umat hindu

1. Percaya adanya sang hyang widhi.

2. Percaya adanya roh leluhur.

3. Percaya adanya karmapala.

4. Percaya adanya smskra manitis.

5. Percaya adanya moksa.

# PANCA SRADA punya rukun, yaitu:

• PANCA YAJNA (artinya 5 macam selamatan).

1. Selamatan DEWA YAJNA (selamatan yang ditujukan pada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau biasa dikenal orang dalam istilah dengan,” memetri bapa kuasa ibu pertiwi “).

2. Selamatan PRITRA YAJNA (selamatan yang DI TUJUKAN PADA LELUHUR).

3. Selamatan RSI YAJNA (selamatan yang ditujukan pada guru atau kirim do’a yang ditujukan pada Guru, biasanya di punden/ndanyangan ). Kalau di kota di namakan dengan nama lain yaitu “SELAMATAN KHAUL” memperingati kiyainya/gurunya &semisalnya , yang meninggal dunia.

4. Selamatan MANUSIA YAJNA (selamatan yang ditujukan pada hari kelahiran atau dikota disebut “ULANG TAHUN” ).

5. Selamatan BUTA YAJNA (selamatan yang ditujukan pada hari kebaikan ), misalnya kita ambil contoh biasanya pada beberapa masyarakat islam (jawa) melakukan selamatan hari kebaikan pada awal bulan ramadhan yang disebut “selamatan MEGENGAN”.

Fenomena diatas tidak diragukan lagi karena pengaruh agama hindu/budaya jawa/nenekmoyang .

Allah berfirman: “ dan apabila dikatakan kepada mereka ,”ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab ,”(tidak) kami mengikuti apa yang kami dapati pada nenek moyang kami(melakukan-nya).”padahal, nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa pun, dan tidak mendapat petunjuk.(QS.Al-Baqarah,170).

“mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka”(QS.An-Najm,23).

Dan Allah juga berfirman: dan apabila dikatakan pada mereka,”mari lah (mengikuti) apa yang diturunkan Allah dan (mengikuti) Rasul.”mereka menjawab,”cukuplah bagi kami apa yang kami dapati nenek moyang kami (mengerjakannya) .”apakah (mereka akan mengikuti)juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk ? (QS.Al-Maidah,104)

# AKIBAT YANG TIDAK DI SELAMATI DALAM KEYAKINAN HINDU, yaitu:

Pertanyaan ?

orang tua kalau tidak diselamati apa rohnya gentayangan?

Buka dalilnya DIKITAB SUCI UMAT HINDU dikitab SIWASASANA HALAMAN 46-47 CETAKAN TAHUN 1979. Bagi yang tidak mau selamatan mereka di peralina hidup kembali dalam dunia bisa berwujud menjadi hewan atau bersemayam di dalam pohon, makanya kalau anda ke Bali banyak pohon yang dikasih kain-kain dan sajen-sajen itu, karena mereka meyakini roh nya ada dalam pohon itu, dan bersemayam dalam benda-benda bertuah misal keris dan jimat, di hari sukra umanis (jum’at legi) keris atau jimat di beri bunga&sajen-sajen.

DEWA ASURA akan marah besar jika orang tidak mau melakukan selamatan maka dewa asura akan mendatangkan bala/bencana & membunuh manusia yang ada di dunia.

DEWA ASURA atau dikenal dalam masyarakat dengan nama BETHARAKALA , anak ontang anting harus diruwat(ritual dengan selamatan&sajen) karena takut betharakala , sendhang kapit pancuran(anak wanita diantara kedua saudara kandung anak laki-laki) diruwat karena takut betharakala, rabi ngalor ngulon merga rawani karo betharakala (nikah tidak boleh karena rumahnya menghadap utara&barat, karena takut celaka ).

# AKIBAT YANG DI SELAMATI DALAM KEYAKINAN HINDU, yaitu:

Dalam keyakinan hindu bagi yang mau selamatan maka mereka langsung punya tiket ke surga.

2. NASI TUMPENG

Konsep dalam agama hindu : dalam kitab MANAWA DHARMA SASTRA WEDHA SMRTI ,BAGI ORANG YANG BERKASTA SUDRA(KASTA YANG RENDAH) YANG TIDAK BISA MEMBACA KALIMAT PERSAKSIAN :

HOM SUWASTIASU HOM AWI KNAMASTU EKAM EVA ADITYAM BRAHMAN ,BAGI YANG TIDAK BISA MENGUCAPKAN KALIMAT DALAM BAHASA SANSEKERTA DIATAS SEBAGAI PENGGANTINYA MAKA MEREKA CUKUP MEMBIKIN TUMPENG, BENTUKNYA ADALAH SEGITIGA, SEGITIGA YANG DIMAKSUT ADALAH TRIMURTI (SHIVA, VISHNU, BRAHMA=>BRAHMAN) ARTINYA TIGA MANIFESTASI IDA SANG HYANG WIDHI WASA , UMAT HINDU MENGATAKAN BARANGSIAPA YANG MEMBIKIN TUMPENG MAKA DIA SUDAH BERAGAMA HINDU.

Dikitab BAGHAWAGHITA di jelaskan TUHAN nya orang hindu lagi minum dan ditengahnya ada tumpeng, dan di depan dewa brahma ada sajen-sajen

3. Pemberangkatan mayat diwajibkan dipamitkan di depan rumah lalu beberapa sanak keluarga akan lewat di bawah tandu mayat (tradisi brobosan), karena umat hindu meyakini brobosan sebagai wujud bakti pada orang tua dan salam pada dewa, dalam hindu mayat di tandu lalu diatasnya diberi payung, pemberangkatan mayat menggunakan sebar/sawur bunga, uanglogam, beraskuning,dll, lalu bunga di ronce(dirangkai dengan benang )lalu di taruh/dikalungkan di atas beranda mayat. Hindu meyakini :

a. Bunga warna putih mempunyai kekuatan dewa brahma.

b. Bunga warna merah mempunyai kekuatan dewa wisnu.

c. Bunga warna kuning mempunyai kekuatan dewa siwa.

Umat hindu berkeyakinan bunga itu berfungsi sebagai pendorong do’a (muspha/trisandya)&pewangi.

4. KETUPAT

Didalam hindu roh anak menjelang hari raya pulang kerumah, sebagai penghormatan orang tua kepada anak, maka biasanya hindu setelah hari raya di pasang kupat diatas pintu dan di bagi-bagikan tetangga.

Pertanyaan ? apakah anda tahu dasarnya setelah hariraya idulfitri ada hari raya kupatan/ketupat ? apa dasarnya? DEMI ALLAH tidak ada satu dalilpun perintah Allah dari Al-Qur’an dan As-sunnah tentang perbuatan tersebut diatas.

sungguh Allah berfirman: “mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka”(QS.An-NAJM:23).

“ dan apabila dikatakan kepada mereka ,”ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab ,”(tidak) kami mengikuti apa yang kami dapati pada nenek moyang kami(melakukan-nya).”padahal, nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa pun, dan tidak mendapat petunjuk.(QS.Al-Baqarah:170)

# KESIMPULAN

TRADISI-TRADISI SALAH YANG MEMBUDAYA : tradisi keliru dan telah membudaya pada masyarakat kita yang kita sebutkan diatas, bukan untuk diikuti akan tetapi untuk dijauhi. Bahwa setidaknya ada dua alasan mereka melakukan tradisi-tradisi tersebut :

1. Mereka berpedoman dengan hadits palsu;

2. Sebagian dari mereka hanya sekedar ikut-ikutan (mengekor) terhadap tradisi yang berjalan disuatu tempat.

Mereka akan mengatakan bahwa ini adalah keyakinan para pendahulu dan nenek moyang mereka !

Saudaraku sekalian, argumentasi”apa kata orang tua”, bukan lah jawaban ilmiyah dari seorang muslim yang mencari kebenaran. Apalagi masalah ini menyangkut baik buruknya aqidah seseorang. Maka, permasalahan ini harus didudukkan dengan timbangan AL-QUR’AN AS-SUNNAH AS SHAHIHAH.

Sikap mengekor kepada pendahulu dan nenek moyang dengan tanpa memperdulikan dalil-dalil syar’i merupakan perbuatan yang keliru, karena sikap tersebut menyerupai orang-orang quraysy, ketika diseru oleh Rasulullah untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

Apa jawab mereka ? silahkan anda baca al-qur’an surat az-zuhruf ayat 22 & asy-syu’ara ayat 74.

“bahkan mereka berkata,’sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu agama (bukan agama yang engkau bawa)dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan mengikuti jejak mereka”(Qs.az Zuhruf,22).

Jawaban seperti ini serupa dengan apa yang dikatakan kaum Nabi Ibrahim, ketika mereka diajak meninggalkan peribadatan kepada selain Allah. Mereka mengatakan,” kami dapati bapak-bapak kami berbuat demikian(yakni beribadah kepada berhala).”(QS.Asy Syu’ara,74).

# PENUTUP

Demikian wahai saudaraku persaksian yang dapat saya sampaikan. mari janganlah mencampur adukkan ajaran hindu dengan ajaran islam. misalnya jika anda tidak berani mendakwahi atau menyampaikan pada saudara kita sebahagian umat islam yang masih melakukan selamatan dan sebagainya adalah dari Hindu bukan ajaran islam.

misal Jika anda merasa malu, gak enak (ewuh pakewuh) menyampaikan atau mendakwahi kepada saudara kita muslim yang masih melakukan selamatan dan sebagainya atau malu gara-gara kita menegakkan Al-Qur’an & As-Sunnah , anda keliru besar.

Ingat janji-Nya, Allah berfirman: sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka-,,,,(QS.At-Taubah,111).

Marilah masing-masing kita selalu berbenah dan memperbaiki diri. Semoga Allah memberikan hidayah dan taufiq-Nya kepada kita dan seluruh kaum muslimin. Aamiin.

Wallahu a’lam.

Oleh : Abdul Aziz.

Allah berfirman : Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, maka niscaya DIA(Allah) akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu (Qs.Muhammad,7) .

Mohon disebarluaskan dengan menjaga keaslian tulisan tanpa di tambah maupun dikurangi.

Barakallahu fikum…

riwayat Anas bin malik-,,,- Rasulullah bersabda: diantara tanda-tanda hari kiamat adalah hilangnya ilmu (keislaman), maraknya kebodohan(tentang islam),,,-(HR.bukhari(no,81)).

HR.muslim,no1856)).

riwayat dari abdullah bin amru bin al-ash-,,,-,bahwa Rasul bersabda :sesungguhnya Allah azzawajalla tidak menghilangkan ilmu (keislaman)dengan cara mencabutnya dari dada umat manusia, tetapi Allah menghilangkan ilmu (keislaman)dengan memwafatkan para ulama ,sehingga tidak ada seorang ulama pun yang tertinggal. kemudian orang-orang mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh, lalu mereka di tanya, lalu mereka berfatwa tanpa ilmu, sehingga mereka sesat dan menyesatkan. (HR.Muslim,no:1858), dengan sanad sahih

Diposkan oleh:

www. SHAFWAHMEDIA.wordpress.com.

facebook : SMS SHAFWAH

About these ads
  1. Pompom
    April 24, 2014 pukul 12:03 pm | #1

    Apakah bingung balas komentar dari saya?

    anda yang bingung kali,.

    seperti komentar sebelumnya, anda ganti nama ya,.. jangan bingung, Allah telah menetapkan kehidupan seluruh makhluk, itu limapuluhribu tahun sebelum alam semesta ini diciptakan, termasuk anda komentar disini, anda memeluk agama hindu, itu juga sdh Allah tetapkan,. jadi jangan bingung mas, saya aja aja ngga bingung kalau anda komentar seperti itu,.

    Mudah-mudahan Allah tunjuki anda kepada hidayah islam, sehingga tidak bingung lagi,

    komentar yg tdk saya tanggapi, bukan karena bingung, karena ngga ada manfaatnya saya tanggapi,. kecuali jika ada manfaatnya, paling tidak ada manfaatnya utk pembaca yang lain juga, maka akan saya tanggapi, seperti pertanyaan anda tentang Allah menciptakan makhluk, lalu Allah masukkan makhluk tersebut ke neraka,. anda bingung?? saya tidak,.

  2. Mamang
    April 24, 2014 pukul 8:09 am | #2

    Allah sangat membeci orang2 kafir. Tapi kalau Allah membeci mereka, kenapa mereka harus diciptakan?

    Kenapa Allah harus membeci ciptaannya sendiri?

    Kalau begitu, ngapain diciptain?

    Bingung deh…

    Terimakasih Mamang,.
    pertanyaan yang sangat bagus mang,.
    Salah satu rukun iman adalah umat islam wajib beriman kepada takdir, baik takdir baik ataupun buruk,.
    Semua ciptaan Allah, baik manusia atau jin, sudah ditentukan apakah ia masuk surga atau neraka, apakah ia islam atau kafir, semua bukan karen Allah menciptakan mereka sia-sia,. sama saja seperti kita membuat mainan dari tanah liat, atau dari kertas, kita bikin sebagus mungkin, lalu setelah bagus kita robek-robek, kita bakar, kita buang, itu kan suka-suka kita, ngga masalah toh??

    Allah menciptakan alam semesta ini, menciptakan gunung, matahari,bulan,langit, bumi,. di hari kiamat nanti semua alam semesta ini akan Allah hancur leburkan, gunung-gunung akan diterbangkan dan ditabrakkan, langit juga akan dihancurkan,. itu semua jangan membuat anda bingung mang,..

    Allah juga sudah menentukan tempat kembalinya manusia, apakah ke surga atau ke neraka, itu sudah ditentukan limapuluhribu tahun sebelum Allah menciptakan alam semesta ini,. silahkan baca ulasannya disini

    Mudah-mudahan setelah membaca postingan tentang takdir, anda tidak bingung lagi, sebab kita sendiri tidak tahu, apakah kita akan masuk surga atau neraka, itu rahasia Allah semata,..

    Jangan PEDE jika kita merasa sebagai umat islam, lantas yakin tidak akan masuk neraka,.
    Akhir hidup manusia, itu rahasia Allah,. kita tidak mengetahuinya,.
    Kita hanya berusaha menempuh jalan-jalan menuju surga, kita berusaha menitinya, karena kita takut, jangan-jangan kita akan dimasukan ke dalam neraka,

    Iman kepada takdir, itu salah satu rukun iman, jika kita tidak beriman kepada takdir, maka kita bisa celaka dunia dan akherat ,. bahkan bisa keluar dari islam,

    Apakah seseorang itu beragama islam,kristen,hindu,budha, atau atheis, itu sdh ditetapkan 50 ribu tahun sebelum alam semesta ini diciptakan,..

    mungkin anda bingung?? kalau saya ngga bingung,.. mudah-mudahan Allah menunjuki anda kepada hidayah islam, sebab hanya islam SATU-SATUNYA AGAMA yang diterima disisi Allah, agama selain islam tidak akan pernah diterima oleh Allah, Dan Allah menyiapkan neraka bagi orang yang tidak mau masuk islam, mereka kekal selama-lamanya,.

    Silahkan baca tentang kengerian di neraka, silahkan klik link ini

  3. Uswatun
    April 19, 2014 pukul 7:45 am | #3

    Emang kalo tetep jalanin bisa dapat dosa, atau itu dilarang agar kita ikutin hadits saja?

    Terimakasih mba Uswatun, sudah berkomentar disini,.
    Jika kita tidak melakukan amalan-amalan yang tidak ada contohnya dari rasulullah dalam rangka mengikuti sunnah rasulullah, maka akan mendapatkan pahala,. contoh, Rasulullah meninggalkan melakukan amalan-amalan tersebut, maka jika kita meninggalkan amalan tersebut, tidak melakukannya, maka KITA DAPAT PAHALA,.

    Jika kita melakukan amalan-amalan yang rasulullah tidak contohkan, maka kita akan mendapat dosa, DOSANYA AKAN MENJADI BESAR, jika kita berkeyakinan bahwa amalan-amalan tersebut merupakan ajaran rasulullah, contoh seperti tahlilan kematian, yasinan, maulidan, itu semua tidak ada contohnya dari rasulullah,.

    Jadi enak kan, tidak melakukan itu semua mendapat pahala, dan jika kita melakukan malah dapat dosa,.

    Mau dapat dosa kok repot, harusnya kan jika mau dapet pahala tapi ngga pake repot,. ngapain kita repot-repot? mbela-mbelain melakukan amalan yg tidak ada tuntunannya dari rasulullah,.

    Silahkan baca ulasan BAHAYA BIDAH, klik link ini

    Terapi buat para pelaku amalan yang tidak ada contohnya dari rasulullah, silahkan klik disini

    • Pompom
      April 20, 2014 pukul 12:29 pm | #4

      Terima kasih buat jawabannya. Soal yang tidak jelas, kan saya sudah bilang mending bertanya kepada tokoh agama Hindu yang lebih mengetahui. Sebenarnya Hindu juga memang diciptakan oleh Sang Hyang Widhi(Tuhan), maka saya bilang bahwa Hindu ada sejak alam semesta inia ada dan bahkan sampai pralaya. Karena Tuhan dalam Hindu itu kekal abdi.Juga, maaf sudah berprasangka buruk,itu hanya pesan,

      Saya baca sejarah hindu, itu berasal dari india, sekarang jaman canggih, mencari info tentang agama apapun begitu mudah, tinggal klik,.
      Jadi utk agama selain islam, adalah bukan agama yang ilmiah, agama buatan manusia,. sehingga banyak sekali keanehan-keanehan didalamnya,

      Saya punya pertanyaan lagi. Apakah di Islam diajarkan untuk menghargai agama lain?
      Saya sangat penasaran.

      Anda bertanya seperti itu, sangat mudah jawabnya,.
      saya jawab dengan apa itu islam,.
      Defenisi Islam
      Secara etimologi, Islam berarti tunduk dan menyerah sepenuhnya kepada Allah Azza wa Jalla. Adapun secara terminology, disebutkan :

      الإِ سلامُ: اَلإِستِسلاَمُ للهِ بِالتَوحَيدِ وَاالإِنقِياَدُ لَهُ بِالطَّاعَةِ وَالبَرَاءَةُ مِنَ الشِّركِ وَأَهلِه

      Islam adalah patuh dan tunduk kepada Allah dengan cara mentauhidkan, mentaati dan membebaskan diri dari kemusyrikan dan ahli syirik.

      catatan : semua yang diluar islam adalah kesyirikan, pengikutnya disebut ahli syirik, dan orang yang mengaku beragama islam WAJIB berlepas diri dari kesyirikan dan para pengikutnya,..
      Itulah ISLAM, jika ada yang mengaku beragama islam tapi tidak berlepas diri dari kesyirikan dan pengikutnya, maka dia belum paham apa itu islam,

      Jadi jangan anda kira orang yang beragama islam itu pasti mengetahui arti islam, paham ajaran islam,. banyak umat islam yang tidak paham arti islam, tidak paham ajaran islam, sehingga dalam mereka beribadah banyak terjatuh dalam kesalahan-kesalahan,
      banyak sekali postingan-postingan disini yang menjelaskan tentang amalan-amalan yang dilakukan oleh umat islam, tapi itu bukanlah ajaran islam,

      Islam satu-satunya agama yang diterima disisi Allah,.
      Islam satu-satunya agama yang ilmiah,

      Islam menghargai agama lain, ya… itu dalam hal apa?

      sudah saya posting dalam postingan yang merupakan jawaban pertanyaan anda tentang toleransi, apakah sudah anda baca? coba baca lagi disini , disitu dijelaskan koq, jadi apa yang menjadi pertanyaan anda sudah ada jawabannya di postingan tersebut,. bahkan ada di paragraf kedua, baca lagi ya disini

  4. abdul ghofar
    April 19, 2014 pukul 7:29 am | #5

    Wah, ternyata Hindu hebat bangat budayanya…

    Islam bukan agama budaya, dan bagaimana budaya menurut pandangan islam? sudah saya posting, silahkan baca disini

    Orang islam sendiri banyak yang terperosok kedalam budaya bangsa arab jahiliyah, dan islam bukanlah budaya arab, silahkan bandingkan , lebih parah mana, budaya arab atau budaya indonesia, silahkan klik disini

  5. Adi
    April 17, 2014 pukul 9:05 am | #6

    Maaf, ‘bumi datar seperti karpet’ itu ada di Al-Quran atau Hadist?

    Saya baru masuk Islam bulan lalu. dan saya baru belajar Islam.

    Maksud dari kata-kata itu apa ya?
    Padahal kan sudah sangat jelas bahwa bumi itu bulat, kok Islam bisa punya konsep seperti itu?

    Terimakasih mas Adi, Alhamdulillah, anda sudah masuk islam,.

    Bumi itu bulat, dan para ulama menyepakatinya, silahkan anda dengarkan penjelasannya di link ini

    Kalau bisa anda beli buku yang mengulas tentang hal tersebut, judul bukunya ” Matahari Mengelilingi Bumi ” dibuku tersebut dijelaskan secara detail,.

    Jika anda baca buku tersebut ada di BAB 4 , bumi dan langit itu bulat , resensi bukunya bisa dibaca disini

  6. igusti widiastawa
    April 16, 2014 pukul 6:25 pm | #7

    matahari tidak akan memberikan sinarnya hanya pada sekuntum bunga saja, bahkan ia tidak akan memalingkan sinarnya walau sinarnya harus menerpa kotoran anjing sekalipun.

    terimakasih igusti sudah komentar disini
    Bukti Allah maha pengasih,
    Allah menciptakan alam semesta ini, menciptakan udara untuk bernafas, air, makanan,. dan Allah tidak memberikan semua itu hanya untuk orang islam saja, namun diluar islam pun Allah berikan juga,.

    Namun bedanya, jika orang islam di akherat nanti dijanjikan masuk surga, dan kekal selamanya, namun orang yang tidak mau masuk ke dalam islam , maka akan Allah siksa di neraka, kekal selama-lamanya,.

    Silahkan pilih sendiri, mau masuk surga atau neraka,.

    Gambaran surga dan neraka, silahkan bisa dibaca disini

    Mudah-mudahan Allah menunjuki anda kepada islam,

    • Pompom
      April 17, 2014 pukul 8:40 am | #8

      Maaf, tujuan agama Hindu yang utama itu bukan surga, tetapi Moksa. Kalau dibandingkan dengan Surga itu tidak sebanding.

      Karena Moksa itu adalah penyatuan Atman dengan Brahman yang merupakan kebahagiaan yang tak terkira bila kita mencapainya.

      Sebelumnya saya mau bertanya, kalau surga di Islam itu bagaimana?( cuma ingin tahu saja,untuk pengetahuan)

      Sebelum saya jawab tentang surga, saya mau nanya mas,..
      Siapa sih pembuat agama hindu,. masih hidup atau sudah mati?

      • Pompom
        April 19, 2014 pukul 12:04 pm | #9

        Saya bukan mas-mas, saya baru kelas 7 SMP.

        Setahu saya, Hindu itu bukan dibuat,tapi sudah ada sejak alam semesta ini diciptakan bahkan sebelumnya dan sampai sesudah pralaya(kiamat)pun juga akan tetap ada. Namun untuk lebih jelasnya, mending tanya tokoh agama Hindu yang sudah mempelajari agama Hindu lebih mendalam.

        Terimakasih, tentang sejarah hindu, ngga jelas ,. berbeda dengan islam,

        Memangnya Islam dibuat oleh siapa?

        Dan pembuatnya masih hidup atau sudah meninggal?

        Yang membuat islam adalah Allah, pembuat alam semesta ini, Allah tidak akan mati, dan Allah maha kuasa, Maha Besar, Maha Sempurna, dan itu bisa dibuktikan,. kita bisa saksikan sendiri tanda kebesaran dan kesempurnaanya

        Dan pertanyaan saya yang paling awal kan belum dijawab, surga di dalam Islam itu bagaimana?

        Mau tahu tentang surga? sudah saya posting disini

        Apakah kita bakal masuk surga atau neraka, itu sudah Allah tetapkan, apakah anda beragama hindu, atau akhirnya masuk islam, itu juga sudah allah tetapkan, silahkan baca linknya disini

        Serta pesan saya, kalau ada orang bertanya tolong dijawab dahulu, jangan balik bertanya. Itu namanya menghargai orang lain

        Saya bertanya balik, bukan karena tidak mau menjawab, tapi untuk mengetahui dan menjadi bahan jawaban supaya anda paham, bukan karena saya tidak menghargai,.

  7. heru
    April 7, 2014 pukul 4:30 pm | #10

    membaca yasin dan mendoakan org yg sudah mati bukan merupakan bid’ah. cba siapa d sni yg brni blg bid’ah ?

    Terimakasih mas heru, sudah komentar disini,.
    bukan bidah mas, tapi menyelisihi sunnah rasulullah , kenapa? silahkan baca disini ulasannya

    anda sepertinya belum paham apa arti bidah, baiklah mas heru, silahkan anda buka link ini, disitu dijelasin ttg apa itu bidah, silahkan baca dulu disini ya? langsung klik aja

    Jika belum paham juga, bisa lah klik link yang ini

    Setelah itu tonton video durasi 7 menitan ini,. bagus mas heru, buat ngebuka wawasan anda

    tahlilan memang tidak ada pada zaman rasul maupun para sahabat.

    nah, tuh mas heru tahu, kalau tahlilan ngga ada pada zaman rasul atau para sahabat,. kalau itu ada, saya juga mau melakukannya mas,. akan saya posting disini,.

    tp dlm tahlilan pun isinya semua yg telah di ajarkan nabi, sprti membaca kalimah2 toyibah. kecuali anda tahlilan dgn mmbaca mantra, baru sy tdk setuju.

    wah, mas heru, saya mau nanya nih, jika kita shalat maghrib, tapi rakaatnya kita tambah mas, bukan 3 rakaat, tapi jadi 6 rakaat, boleh tidak mas, sah tidak shalatnya?
    Bukankah yang kita baca dalam shalat itu alquran, suratnya jadi tambah banyak, ruku dan sujudnya juga jadi banyak, kan isinya kalimat thayibah,. hayo,. kira-kira gimana mas? apalagi shalatnya yang dibaca bukan bacaan mantra,.

    mas heru, ibadah itu bukan dengan niat itu kan baik, kalimat thayibah yg dibaca,. bukan baik menurut kita, tapi apakah itu baik menurut Allah tidak, apakah itu baik menurut rasulullah atau tidak?

    Jika itu baik menurut Allah, pasti rasulullah sudah mengerjakannya,.
    tapi kenapa rasulullah tidak mengerjakannya?
    apakah rasulullah itu tidak tahu bahwa itu kebaikan, lalu kebaikan itu diketahui oleh orang yang hidup jauh dari jaman rasulullah??
    Ibadah itu nunggu dalil mas, harus sesuai dengan persetujuan Allah, Allah perintahkan baru kita kerjakan,. jangan buat-buat aturan sendiri dalam beribadah,. silahkan lihat disini ulasannya

    bukankah rasul mengatakan bhwa anak adam mati tdk mninggalkn apapun kcuali 3 prkara: shodaqoh jariyah, ilmu yg brmnfaat, & ank yg shaleh yg mndoaknya.

    sdangkan mnurut kami pribadi tahlilan mrupakan cara seorang ank untk mndoakan org tuanya.
    nah dgn tahlilan trsbut seorg ank mndoakan org tuanya dgn di Amini oleh org2 bnyak.
    krna blm tntu doa anda sbgai ank d kabulkan oleh Allaah. dan dgn mmnta doa dr org bnyak insyaallaah doa anda trkabul & itu jg mrupakan salah satu cara agr org2 yg msih hdup mmaafkn & mrelakan sang mayit yg sdah mninggal.
    think again !!

    Mas heru, tahukah anda, apa sih yang dimaksud amal shalih itu?
    Amal shalih adalah amalan yang ada perintah atau contohnya dari Rasulullah, itu yg dinamakan amal shalih,.
    Tapi jika tidak pernah diajarkan oleh rasulullah, maka itu bukan amal shalih namanya, tapi amalan thaalih,. amal yang rusak,.
    Sebanyak apapun amalan yang bukan amal shalih, maka tidak ada artinya, bahkan menuai dosa,..

    please think again,… open your mind,..

    mau tahu apa yang disebut amal shalih, bagaimana syaratnya, silahkan klik link ini

    jgn trlalu mudah mnjastis. toh ilmu islam luas n kt sudah d brikan AKAL oleh Allaah agar bsa brfkir.

    Akal yang allah berikan bukanlah kita gunakan untuk membuat-buat amalan yang tidak ada contohnya dari rasulullah,.
    Akal yang Allah berikan itu seharusnya digunakan untuk menerima dan melaksanakan amalan-amalan yang sudah jelas-jelas diperintahkan oleh rasulullah, tidak menambahinya dgn akal kita, atau menguranginya, islam sudah sempurna, semuanya sudah rasulullah ajarkan,.
    Berpikirlah dengan akal anda, supaya anda selamat di akherat kelak,. gunakan akal anda untuk berpikir dengan benar,.

    menjelaskan tentang amalan yang tidak ada contohnya dari rasulullah, bukanlah berarti menjustis, itu anggapan yang salah, silahkan baca ulasan ini

    maaf jika ada kt2 sy yg kasar. skedar mngingatkn bhwa umur kita sangat trbatas untuk mnemukan kebenaran hakiki.
    kalo misalkn sy blg ilmu sy bnar maka yg berbeda dgn apa yg sy amalkan bathil dong ?
    blm tntu kan ?
    ga mungkin kan anda menerima jika anda sy bilang sesat ? sma halnya dgn org lain yg tdk mau anda katakan sesat. Baarokallaah Lanaa wa ‘asaa ayyahdiyanaa ila l ittihaad fii diinihi.

    Kebenaran patokannya bukan menurut anda atau menurut saya, kebenaran patokannya adalah menurut Allah dan rasulnya,.
    Demikian pula kesesatan, patokannya bukan menurut anda atau menurut saya, tapi menurut Allah dan Rasulnya,.
    Silahkan datangkan hujjah anda, dalil anda tentang amalan yang anda lakukan,. jika ada dalilnya, dan dalilnya shahih,demikian pula penerapan dari dalil tersebut oleh generasi yang dibina langsung oleh rasulullah itulah kebenaran,

    Jika seperti itu, saya juga mau mengamalkannya mas heru,. silahkan tunjukkan dalil anda,.

    Jika anda bisa menunjukannya, maka saya akan ikut amalan anda tsb,. monggo mas heru,

  8. Muslim
    Maret 30, 2014 pukul 6:24 pm | #11

    yg mengelola web, jawaban anda kok banyak yg gak nyambung dengan pertanyaan ya? terlebih dengan pertanyaan yang kritis… makasih..

    terimakasih mas muslim,.
    bisa berikan contoh tidak nyambungnya, silahkan copas disini, ada dipertanyaan mana,.

  9. asfar al farabi
    Maret 13, 2014 pukul 3:37 am | #12

    agama itu pngamalan…jgn smpai pemahaman membuat kita terpecah..insyaALLAH smua niat baik dan untuk ibadah,

    Terimakasih, komentar yang bagus, apakah dengan mengingatkan bahaya bidah dalam ibadah, itu membuat umat terpecah? silahkan baca postingannya disini

    urusan syurga neraka, bid;ah tdak itu bukan urusan anda,saya,atau siapapun..itu urusan Allah..kita ketemu dihari pengadilannya nnti..

    Agama ini milik Allah, Dan Allah sudah menciptakan aturannya, sudah mengeluarkan juklaknya, bagi yang mengikuti aturan Allah, maka akan Allah masukan ke dalam surga, dan barangsiapa memodifikasi aturan Allah, maka akan Allah usir dari telaga, dan akan Allah siksa di neraka,.

    Kata rasulullah, BETAPA BANYAK UMAT NABI MUHAMMAD yang ENGGAN MASUK SURGA,. siapa mereka? silahkan baca postingan ini

    Seandainya di indonesia ada orang yang berani menghapus pancasila menjadi 4 sila saja, atau menambahkan pancasila menjadi tujuh, pasti orang tersebut akan ditangkap, dianggap melecehkan dasar negara, yaitu pancasila,.

    namun,…

    sangat banyak manusia yang lancang kepada Allah, mereka berani menambah dan mengurangi ajaran Allah yang sudah baku, tanpa melihat siapa Allah, Allah yang menciptakan alam semesta ini, yang memiliki surga dan neraka,. tidakkah para pelaku bidah itu takut kepada Allah, sudah berani memodifikasi ajaran islam dalam melakukan amalan ibadahnya??

  10. Rudi Restu Bumi
    Maret 9, 2014 pukul 11:08 pm | #13

    Diluar dari yg ada pada Al-Qur’an dan sunnah itu adalah bid’ah, sesuatu yang ditambah-tambahkan atau dilebih-kebihkan. dan setiap yg brlebihan itu adalah dosa

    yang bidah hanya dalam perkara ibadah saja, bukan urusan dunia, urusan dunia yang tidak ada dalam alquran dan sunnah hal-hal yang melarangnya, maka itu bukan bidah, boleh dilakukan,

  11. Roy Java
    Februari 9, 2014 pukul 9:42 am | #14

    Sbg umat Nabi Muhammad SAW, kita hrs selalu ingat
    bhw Panutan kita itu bukanlah PENCACI, bukan PENCELA & bukan ORANG YG KASAR.

    terimakasih bang Roy, sudah komentar disini,
    Bang roy, tidak selamanya obat bagi orang yang sakit itu terasa manis, bahkan sebagian besar obat itu rasanya tidak enak, pahit, bau,. tapi itu diperlukan bagi orang yang sedang sakit, agar sakitnya sembuh,.

    Bahkan terkadang dalam sakit tertentu, perlu dilakukan amputasi, pemotongan tangan atau kaki,.

    Apakah obat yang tidak manis, atau tindakan amputasi itu tindakan yang kejam? tentu tidak,.. ini berguna bagi yang sakit tersebut, agar sembuh penyakitnya,.

    Maka tidak ada orang yang sakit mengatakan yang memberikan obat itu adalah kejam, masa dikasih yg pahit, masa diamputasi,. tapi si penderita sakit tersebut pasrah, bahkan berterimakasih kepada orang yang mengobatinya, bahkan terkadang bayarnya mahal, sudah dikasih pahit, diamputasi, mbayar lagi,..

    Demikian pula apa yang saya nukil di blog ini, mungkin terasa pahit, namun itu semua akan terasa manis bagi yang dalam kondisi normal, bukan hal pahit lagi, banyak sekali manfaatnya,.

    Manakah dalam postingan ini yang berisi celaan? tolong di copy paste disini bang roy,.

  12. herman
    Januari 4, 2014 pukul 4:09 am | #15

    Alhamdulillah yg tlh menunjuki ISLAM pd Ust Abdul Aziz,smg pak ustadz istiqomah dan ttp bersabar..jazakallah

  13. Rhezi Ramdhani
    November 22, 2013 pukul 4:37 pm | #16

    di Kristen mantan agama saya juga ada tahlilan kematian :D
    aneh ada orang islam kok meniru kristen, :D
    Anda tidak percaya ?? ini situs orang kafir kristen :D
    Saya Copas sedikit :

    Hari ini tanggal 25 Maret 2012, ayah saya genap empat puluh hari setelah kematiannya pada tanggal 14 Pebruari 2012. Seperti kebiasaan pada umumnya, acara mingguan, empat puluh hari, seratus hari dan bahkan setahun setelah kematian seseorang selalu diadakan acara kebaktian / ibadah oleh pihak keluarga Kristen. Hal inipun terjadi didalam keluarga kami. Pihak keluarga telah mengadakan acara mingguan dan rencananya akan mengadakan peringatan ke- 40 puluh harinya.

    lanjut>>>
    http://albertrumampuk.blogspot.com/2012/03/haruskah-peringatan-empat-puluh-hari.html

    Wah, ini orang kristen yang niru aswaja, atau aswaja niru kristen, atau kolaborasi,. ada-ada saja.

  14. cahyadi wahyu pratama
    Oktober 7, 2013 pukul 12:17 am | #17

    SUBHANALLAH… terimaksih atas postingnya. Dan terimakasih juga atas setiapppp komentar yg dilontarkan, terlebih jawaban yg telah dipaparkan dengan jelas dengan informasi2 tambahan dari link yg dibagikan. sangatttt bermanfaat bagi diri saya dan semoga allah memberi saya kemampuan untuk mengamalkan sebagaian dari isi dakwah ini, dan
    SEMOGA QTA SEMUA BISA BERSAMA2 MEMELUK ISLAM SECARA KAFFAH… AMIIINN YAA RABBAL ALAMIINN…

    Alhamdulillah,.
    Mudah2an Allah menunjuki kita semua ke jalan yang benar, dan mengamalkan kebeneran tersebut,. Amiin,.

    Terimakasih mas cahyadi, sudah komentar disini,

    • iwan
      Oktober 7, 2013 pukul 7:17 am | #18

      Ritual ibadah haji itupun sebelumnya tradisi jahiliah/pra islam yg diperbolehkan oleh Allah asal niatnya untuk tujuan mengingat Allah semata. (misal ayat quran menyebut bahwa tradisi jahiliah berlari kecil sai antara sofa dan marwah bukanlah perbuatan dosa, tahu gak awal tradisi ini sebelum di mana akhirnya diperbolehkan dengan berganti tujuan ritual untuk mengenang perjuangan siti hajar mencarikan air buat Ismail.

      Demikian pula tingkeban, tujuhbulanan siraman calon penanten, boleh dan sah saja asal niatannya diganti dengan niatan Allah semata APA SALAHNYA. apakah salahnya karena itu bukan TRADISI ARAB. MEMANG ARAB DAN ISLAM SAMA IDENTIK???

      Terimakasih mas iwan sudah komentar disini,
      Betul sekali ibadah haji adalah sudah ada sebelum diutusnya rasulullah, dan ketika rasulullah diutus Rasulullah membawa risalah baru,
      Adapun syariat2 nabi sebelumnya yang tidak dihapuskan oleh Rasulullah, berarti itu menjadi risalah rasulullah, contoh seperti thawaf, atau haji,

      Ada syariat nabi sebelumnya juga yang boleh diamalkan, contoh puasa daud, namun ada juga syariat nabi sebelumnya yang dihapuskan, contoh syariat nabi musa jika ingin taubat maka harus membunuh diri mereka sendiri, sedangkan syariat rasulullah tidak demikian,

      Jadi tidak bisa disamakan dengan tingkeban,tujuhbulanan, siraman manten, yang itu semua berasal dari agama buatan manusia, agama hindu yang menyembah dewa-dewa,.

      Islam satu-satunya agama yang diterima disisi Allah,

      Jika ada orang yang memasukan ritual agama hindu kedalam islam, ini sama seperti melecehkan ajaran islam itu sendiri,

      Ajaran islam sangat tinggi, tidak perlu tambahan ritual dari ajaran agama bikinan manusia,.

      Seharusnya kita sebagai umat islam merasa marah, ajaran agama islam yang begitu tinggi dicampuradukkan dengan ajaran agama hindu,.

      Namun karena tradisi ini sudah membudaya,. ini menjadi bencana bagi umat islam yang tidak mau belajar tentang agamanya, sehingga mudah dicampuri dengan ajaran2 agama lain,.

      Mudah2an kaum muslimin segera tersadarkan dari hakekat ritual ini,

      Agama islam sudah sempurna,. tidak perlu ditambah atau dikurangi,namun alquran diturunkan dengan bahasa arab, demikian pula tatacara shalat,

      Niat yang baik saja tidaklah cukup, silahkan baca postingannya disini

      Islam tidak identik dengan arab, dan arab tidak identik dengan islam

      • Ali
        Desember 5, 2013 pukul 3:40 pm | #19

        ini kajian Ikhtilaf jgn terlalu di blow up,karena dapat menimbulkan peperangan antara kita kaum muslimin.anda sudah ditahapan mana memiliki pengetahuan ttg islam,apakah anda menganggap kami syirik apakah anda menganggap para ulama kami syrik?

        terimakasih mas,.
        Ini kajian ikhtilaf mas? tolong datangkan bukti tersebut jika ini adalah ikhtilaf, ulama siapa saja yang ikhtilaf dalam hal ini,

        perlu anda ketahui banyak ulama yg melakukan tahlilan selamatan dsb yg telah hapal al-Qur’an al-Hadits,kalo bukan para alim ulama yg kita ikuti kita mau ikutin siapa lagi,cukupkah dengan membaca buku karangan org yg belum jelas jargon keilmuannya sudah bisa apa sudah sejauhmana tingkat keilmuan mereka

        Wah, boleh tuh mas, datangkan satu dalil saja tentang ritual tahlilan kematian ini, dapet hadiah lho mas, ngga tanggung-tanggung hadiahnya, motor sport, bahkan rumah siap huni, silahkan datangkan satu dalil saja mas,. ikuti KUIS TAHLILAN, gratis, berhadiah,. silahkan klik link ini

  15. baxooljelly
    September 7, 2013 pukul 1:34 pm | #20

    hayo…masih branikah kalian menentang syariat Allah SWT yg disampaikan Rosululloh SAW dg pemahaman para sahabat …..yg seharusnya kita brjalan diatasnya ……ato kalian akan mengambil jalan selainnya dlm kesesatan yg nyata… ketahuilah hanya satu jalan kebenaran….yaitu mengikuti salafush sholih….

  16. eliyani
    Agustus 13, 2013 pukul 1:27 pm | #21

    Jadi orang HINDU tahlilan dan YASINAN juga ya…???

    Bukan, tapi ritual harinya itu diambil dari ritual orang hindu, dengan tujuan agar orang hindu tertarik masuk islam,. jadi bacaan mantera2nya diganti dengan bacaan tahlil,.

    INi pada hakekatnya adalah penodaan terhadap ajaran islam yang mulia,. Rasulullah tidak pernah mengajarkan ritual tahlilan kematian di hari2 tertentu,.

  17. dewa
    Agustus 10, 2013 pukul 6:35 am | #22

    bagi yang menganggap jalannya paling benar,dan menganggap jalan orang lain salah,,sesungguhnya telah menebar kebencian. mereka benci kpd orang yang mengambil jalan lain. walaupun kebencian itu sedikit,benci tetap benci. itu asalnya dari setan. mari kita bersama hidup rukun dan damai. tanya hati nuranimu. itu kalau kau masih punya hati nurani….

    Siapa yang menganggap jalannya paling benar?
    Yang mengatakan manhaj salaf adalah jalan yang paling benar, bahkan satu-satunya jalan menuju keselamatan adalah Allah sendiri yang mengatakan,dalam alquran pun disebutkan, ada iming-iming bagi yang mau mengikuti jalan keselamatan tsb,baca attaubah ayat 100 dan ada ancaman bagi orang yang tidak mau mengikutinya dengan ancaman neraka jahannam dan kesesatan, baca surat annisa 115
    Baca ulasan ini, jalan keselamatan hanya satu

  18. Abdullah
    Juli 23, 2013 pukul 3:53 am | #23

    Oalah ini nggak usah ditanggapi…!
    Yang punya web ini, orangnya nggak ngerti agama,
    sekolahnya sejak kecil hanya sekolah umum,
    nggak pernah di Madrasah, apalagi pondok pesantren? (bahasa jawanya : “orang abangan”), jadi…. untuk saudara2ku muslim, semuanya, nggak usah ditanggapi. bahwa orang yang mengaku pinter dan suka menyalahkan orang lain, adalah bukan ajaran Islam. titik…!.

    Terimakasih mas Abdullah,
    Anda pernah di pesantren yah, tolong datangkan dalilnya satu saja tentang tahlilan ini mas,
    Lumayan loh, ada hadiahnya, dari Iphone, motorsport, hingga rumah siap huni,. silahkan ikuti kuis tahlilan disini

    Jika anda ikut ritual tahlilan, paling mbawa pulang berkat / nasi ponggol, atau makanan lainnya,
    Kalau saya ngasih satu pertanyaan saja, dan anda bisa membawa pulang Iphone, atau motorsport, silahkan kang,. enak toh..

    • Ali
      Desember 5, 2013 pukul 5:03 pm | #24

      Islam adalah PENYEMPURNA agama2 terdahulu,
      Ritual Ibadahnyapun menyempurnakan ritual2 agama terdahulu artinya ada kebiasaan ritual yg diambil dari agama2 terdahulu contoh Ibadah haji,memotong hewan utk Qurban dsb namun ada juga yg ditinggalkan seperti Taubat jaman Nabi Musa A.S yg hrs bunuh diri.
      “al adatu muhkamatun = Adat/kebiasaan bisa menjadi landasan hukum”

      Terimakasih mas Ali, sudah berkomentar disini, komentar anda sangat bagus, bisa menjadi renungan bagi kita semua,
      Betul sekali, Islam adalah penyempurna, namun bukan penyempurna agama-agama yang telah lalu, sebab seluruh rasul membawa agama yang satu, yaitu agama islam, hanya syariatnya saja yang berbeda,
      Islam sudah sempurna, demikian pula syariatnya, sehingga dengan diturunkannya surat almaidah ayat 3, maka Islam tidak perlu lagi penambahan dan pengurangan, semua sudah rasulullah ajarkan,
      Seandainya ada yang menganggap ada ritual tahlilan kematian, maka orang yang seperti itu menganggap Rasulullah telah berkhianat, tidak menyampaikan seluruh syariat yang sudah Allah amanahkan, ini adalah tindakan lancang kepada Allah dan Rasulnya, membuat-buat syariat yang diatasnamakan islam, padahal Islam sudah sempurna,

      Tentang syariat nabi-nabi sebelum Rasulullah, syariat rasulullah itu adalah penghapus syariat nabi-nabi sebelumnya, kecuali jika ada yang dikhususkan, contohnya puasa nabi daud, itu tdk dihapus, masih ada, dan merupakan puasa yang terbaik setelah puasa ramadhan,
      contoh syariat yang dihapus sangat banyak, contoh, taubatnya umat nabi musa adalah dengan cara membunuh dirinya, jika badan mereka terkena najis harus dibuang bagian yang terkena, yaitu dgn mengirisnya, berbeda dgn syariat rasulullah, cukup dibasuh saja,

      Jadi syariat nabi-nabi sebelumnya yang tidak dihapus, maka tetap akan menjadi syariat yang boleh diamalkan, bahkan berpahala jika mengamalkannya,

      Tahlilan,Haulan,selamatan adalah salah satu ritual Agama Hindu yg sangat sulit ditinggalkan karena sdh mengakar dan mendarah daging. Ritual tsb baik karena disana mengandung unsur silaturahmi antar keluarga,menghibur keluarga yg sedang berduka(Tahlil dan Haol) dan syukur ni’mat bagi org yg sedang sukacita(Selamatan).

      Nah, itulah salah satu jeleknya amalan bidah, jika sudah mendarah daging akan dianggap sebagai bagian ajaran islam, sehingga jika ada orang yang mengingatkan maka akan diberi julukan-julukan jelek,
      Itulah salah satu sebab kenapa IBLIS LEBIH MENCINTAI BIDAH DARIPADA MAKSIAT,baca ulasannya disini, kenapa? Sebab pelaku perbuatan bidah akan menganggap apa yang dilakukannya adalah ibadah, bukan maksiat, sedangkan pelaku maksiat akan mengakui kalau perbuatannya itu maksiat, contoh, seorang maling akan mengakui jika perbuatannya itu adalah maksiat, dan suatu saat pasti ada keinginan utk bertaubat, dia tidak ingin anak keturunannya juga menjadi maling, bahkan dia juga merasa malu jika masyarakat mengetahui profesi dia sebagai maling,. berbeda dengan pelaku bidah, dia merasa bangga terhadap perbuatan bidahnya, mengajarkannya kepada anak istrinya,kepada masyarakat, membelanya, menganggap orang yang mengingatkan akan bidahnya itu sebagai orang yang memecah belah umat, dan tuduhan-tuduhan jelek lainnya,.
      Setan merasa terbantu dalam hal ini, oleh sebab itu setan atau iblis lebih mencintai perbuatan bidah dan pelakunya, sehingga setanpun menghiasi amalan-amalan bidah sehingga pelakunya merasa nyaman dan seoalah-olah semakin mencintai allah, padahal kelak diakherat, amalan-amalan mereka akan dicampakkan ke mukanya,.. TIDAK BERARTI APA-APA,.. sungguh kasihan,.

      Islam sebagai agama penyempurna harus menyikapi hal yg sangat positif tersebut,namun karena ada unsur syrik disana yaitu dgn adanya mantera2 dupa dsb.akantetapi hal ini sgt sulit ditinggalkan oleh org2 karena sudah menjadi budaya #liat keterangan diatas.sikap Islam adalah menyempurnakan denga memodifikasinya tp hanya mantera2 nya saja yg harus dirubah karena yg lainnya sudah baik kemudian Mantera2 tsb dirubah menjadi bacaan Tasbih,Tahmid,Taqbir dan Tahlil serta diniatkan karena Alloh.Hal ini sama dengan yg dilakukan Sunan Bonang, Sunan Kalijaga dsb yg menyebarkan agama Islam dengan adat Budaya kebiasaan serta hal yg sgt disukai org2 dijaman itu.

      Nah, ini adalah salah satu perangkap iblis untuk menyesatkan manusia, dengan perbuatan-perbuatan diatas justru menunjukkan bodohnya tokoh tersebut terhadap syariat islam yang begitu mulia, mencampuradukkan antara kebenaran dan kebatilan, dan merupakan perbuatan LANCANG KEPADA ALLAH,
      Dan perbuata tersebut dilakukan oleh sunan kalijaga, sedangkan sunan bonang tidaklah demikian, silahkan baca kiprah dakwah sunan kalijaga , baca disini

      SUNAN BONANG MENGANGGAP TAHLILAN ADALAH BIDAH, silahkan baca disini ulasannya

      Dengan sikap anda seperti ini,anda telah menuduh kami Syrik,para alim ulama kami Syrik dan Para Waliyulloh pun anda tuduh Syrik.
      perdalam lg ilmu agama anda sebelum anda menuduh syirik kafir kepada saudara sesama muslim yg lain secara membabi buta.

      Wali Allah adalah orang yang takut dengan Allah, sehingga dirinya tidak berani menambah-nambah syariat yang sudah sempurna ini, tidak akan mungkin membuat-buat syariat baru dengan memasukan ajaran agama lain kedalam islam, hanya merubah mantra-mantra menjadi lafadz dzikir-dzikir,

      Perlu kita ketahui, siapa sih yang disebut sebagai WALI ALLAH, apakah orang yang memiliki keluarbiasaan, jangan tertipu dengan gelaran wali ini, dan kaum muslimin mudah-mudahan tidak tertipu, mana yang merupakan WALI ALLAH, dan mana yang merupakan WALI SETAN, silahkan baca disini ulasannya,

      Saya mau bertanya kepada anda sesuatu yg sederhana kenapa Huruf Ba nya lafadz Bismillah harus dibaca Kasroh knp tdk Basmallah (fathah) atau Busmillah(dlomah) apa keterangannya?
      Ulama kami tdk main2 loh dalam mempelajari ilmu agama sampai hal itu ada ilmunya dan ada alat utk bisa membacanya( Nahwu Shorof – Jurumiah Kailani Alfiyah ).
      belajarkah anda???

      Terimakasih, jika anda membaca seperti itu, merubah harakat, maka anda atau kyiai anda telah merubah ayat alquran, bahkan jika merubahnya dengan keyakinan, maka bisa berakibat murtad, keluar dari islam.
      Dan perlu anda ingat pula, Rasulullah tidak mengajakan ilmu nahwu dan sharaf, Rasulullah tidak pernah menjelaskan Alquran dengan nahwu dan sharaf, jadi memahami makna Alquran HANYA DENGAN NAHWU DAN SHARAF, ini adalah suatu kesalahan besar, sebab ilmu nahwu dan sharaf muncul di jaman ALI BIN ABI THALIB,.
      Untuk memahami Alquran, silahkan baca tafsirnya, bukan memahami dengan ilmu nahwu dan sharaf,
      Percuma saja jika kita memiliki keahlian ilmu nahwu dan sharaf yang sangat tinggi, seperti guru-guru anda misalnya, namun BODOH TERHADAP TAFSIR ALQURAN, maka orang yang seperti ini akan banyak terjatuh dalam kesalahan dalam memahami Alquran,
      Silahkan anda download tafsir ibnu katsir yang ada di blog ini, silahkan klik link ini

      klo belum belajar bagaimana anda bisa menjelaskan al-Qur’an contoh ayat ini
      Innalloha ‘alaal’arsyistawa(Alloh bersemyam di arrsy=apakah Alloh membutuhkan tempat tinggal klo begitu apa bedanya dengan makhluknya yg butuh tempat tinggal klo begitu berarti benar Yesus itu Tuhan dan sama dengan dewa yg tempatnya di nirwana

      Sungguh picik anda atau siapa saja yang memahami dengan pemahaman demikian,
      Saya tanya, Apakah Allah mendengar? Apakah Allah melihat?
      Jika anda katakan TIDAK, Allah tidak melihat, Allah tidak mendengar, beranikah anda berkata demikian?
      Jika anda katakan IYA, Allah melihat, Allah mendengar, saya tanya kepada Anda, bukankah manusia juga mendengar, manusia juga bisa melihat, bahkan hewan juga demikian, Apakah berarti Allah sama dengan manusia, sama dengan hewan?
      Manusia punya mata, punya telinga, MONYET Juga punya mata, punya telinga, apakah berarti mata manusia sama dengan mata monyet?
      Di surga ada sungai, ada madu, ada delima, ada anggur, apakah sama dengan sungai,madu,delima,anggur yang ada di dunia? Sama sekali tidak sama, baik rupa,rasanya, sama sekali berbeda, karena kenikmatan surga tidak pernah terbetik dalam hati, dilihat oleh mata,

      Sesama makhluk saja, dengan kesamaan nama, tidak mesti wujudnya itu sama, apalagi kesamaan nama Allah dibandingkan dengan kesamaan nama yang ada makhluknya, sedangkan Allah berfirman bahwa dia tidak serupa dengan makhluknya,

      Tentang Allah bersemayam diatas arsy, apakah berarti Allah memerlukan tempat? Ini adalah keyakinan orang yang tidak paham tentang Alquran, memahami dalil dengan nahwu dan sharaf, bukan dengan penjelasan Rasulullah, sehingga memahami kata bersemayam dia membayangkan bersemayamnya makhluk, sehingga berkesimpulan aneh bin ajaib, Allah memerlukan tempat tinggal,. Na’udzubillahi min dzalik,
      Sungguh ini pemahaman yang sangat BODOH, walaupun KYAI ATAU GURU ANDA yang mengatakannya,

      Inna Nahnu Nazalna Dzikro wa Innalahuu Lahafidun( Inna Nahnu artinya Kami (kata Alloh) apakah Alloh sendiri mengakui dlm al-Qur’an tuhan itu banyak spt yg di klaim Hindu,Keristen dll)

      Sekali lagi, jangan memahami Alquran dengan nahwu dan sharaf saja, karena anda akan tersesat dalam memahami alquran, tapi baca juga tafsirnya,
      Allah berkata NAHNU, bukan berarti allah itu lebih dari satu, tapi dalam proses penciptaan atau penjagaan tersebut melibatkan makhluknya,. Contohnya alquran, kenapa Allah menggunakan kata NAHNU? Sebab dalam penjagaan alquran itu melibatkan makhluknya, yaitu dijaga dengan hafalan-hafalan mereka,
      Contoh lagi, Allah menurunkan Alquran, Allah menyebut NAHNU juga , sebab turunnya itu melibatkan makhluknya, yaitu malaikat jibril,

      Namun jika Allah menggunakan kata ANA, maka tidak ada peran makhluk dalam hal tsb, contoh Allah menciptakan nabi adam dengan tangannya sendiri, sehingga Allah tidak mengatakan kami,
      Contoh Allah menciptakan alam semesta tanpa bantuan siapapun, maka Allah menyebut bukan dengan kata KAMI,

      Contoh yang sederhana saja, jika presiden berceramah, padahal presiden dimana-mana adalah satu, tidak ada dua presiden dalam satu negara,.
      Sering presiden dalam ceramah mengakatan KAMI , padahal dia seorang diri, bukan menyebut SAYA,

      Dan Allah tidaklah sama dengan makhluknya dalam segala sesuatunya,..

      Allah melihat, tapi tidak sama dengan melihatnya makhluk, Allah mendengar, tapi tidak sama dengan mendengarnya makhluk,.. Allah maha kuasa atas segala sesuatu,

      Allah bersemayam,.. NAMUN…. jangan pernah anda bayangkan semayamnya makhluk dengan semayamnya Allah,.

      Mudah-mudahan bisa dipahami penjelasan ini,

      Mudah-mudahan Allah menunjuki anda kepada kebenaran yang hakiki,.

  19. Saidi
    Juli 14, 2013 pukul 2:57 am | #25

    Mas kalau khul itu milik agama hindu, terus islam bagai mana untuk memperingati kiyai yang sudah meningal?? Mohon jawabannya

    Terimakasih mas saidi,
    Orang yang sudah meninggal tidak perlu diperingati hari kematiannya, demikan pula orang yang masih hidup, tidak perlu diperingati hari lahirnya,.
    Itu semua adalah bukan dari islam, jadi ditinggalkan saja ritual tersebut, sebab ada larangan dari Allah, dilarang menyerupai tradisi orang kafir, jika kita menyerupai mereka, maka kita termasuk bagian dari mereka,

    Terhadap orangtua yg sudah meninggal, atau kyiai yg sudah meninggal, doakanlah mereka, doakan dengan kebaikan, di shalat kita, di setiap kesempatan, bukan hanya ingat mereka pada tanggal kematiannya,. amalkan kebaikan2 yg diajarkan oleh orang tua, kyiai, itupun akan menambah pahala kebaikan orangtua kita, kyiai kita,.

    • Saidi
      Agustus 1, 2013 pukul 4:09 pm | #26

      Mas seandainya saya memperingati kematian kiyai saya bersama murid-murid kiyai saya yang lain tetapi saya memperingtinya tidak bertepatan hari kematian kiyai saya.
      Apakah boleh seperti itu mas?

      Terimakasih mas Saidi,
      Itu tetap tidak boleh mas, sebab Rasulullah sebagai nabi kita, tidak pernah melakukan hal seperti itu, demikian pula para sahabat,.
      Apakah para sahabat tidak mencintai Rasulullah di masa hidup dan matinya?
      Para sahabat demikian mencintai Rasulullah,
      Namun para sahabat tidak pernah merayakan kelahiran Rasulullah dimasa hidup atau sesudah matinya,
      Para Sahabat juga tidak pernah merayakan hari kematian Rasulullah,.

      Apakah orang2 yang merayakan kelahiran dan kematian Rasulullah itu keimanannya lebih baik dari para Sahabat?
      Atau sebaliknya?
      Apakah kecintaan kita kepada Rasulullah itu lebih baik dari kecintaan para Sahabat kepada Rasulullah?

      Para Sahabat yang sangat besar sekali kecintaanya kepada Rasulullah, sehingga mereka rela mengorbankan harta, jiwa dan raganya utk Rasulullah,.
      NAMUN…
      Mereka tidak pernah sekalipun merayakan hari kelahiran dan kematian Rasulullah..

      Siapakah yg layak kita tiru?..

  20. Aldo
    Juli 2, 2013 pukul 6:37 pm | #27

    ini berita bohong mau lebih jelas lihat ke sarkub http://www.sarkub.com/2011/abd-aziz-mantan-hindu-ustad-provokator-ditangkap-polisi/

    Terimakasih mas aldo, memang betul web SARJANA KUBURAN, alias sarkub itu web yang penuh kebohongan, bahkan menganjurkan utk berbuat kesyirikan terhadap kuburan, sesuai dengan nama webnya, dan web sarkub tersebut masih merupakan web yang sejalan dengan web yang menebarkan propaganda tentang RADIO RODJA 756 AM, yaitu web suara-muslim, sebagaimana sudah saya posting disini

    Ini tanggapan tentang artikel sarkub, tidak ada penangkapan atau provokasi, ini adalah artikel kebencian yang diposting oleh sarkub yang menebarkan postingan kesyirikan, penyembahan kepada kuburan,. na’udzubillahi mindzalik,

    TPM : Tak Ada Provokasi dari Ustadz Abdul Aziz
    Rabu, 23 November 2011 02:28 administrator
    Jogja (an-najah.net)-Terkait kejadian yang menimpa Ustadz Abdul Aziz di Kulonprogo, Kamis lalu, TPM menyatakan tidak ada motif provokasi dalam ceramah Ustadz yang mantan pendeta Hindu itu.

    TPM Jogja yang diwakili Mirzen, SH. menyatakan telah menanyakan ke pihak panitia penyelenggara tabligh terkait konten ceramah Ustadz Abdul Aziz. “Tidak ada provokasi. Isiannya standar,” ujar Mirzen mengutip keterangan dari panitia.

    Tentang penangkapan Ustadz Abdul Aziz, Mirzen sendiri mendapat kabar dari TPM Pusat Jakarta. “Saya diberitahu Pak Michdan yang meminta saya mengecek berita (penangkapan) itu,” katanya yang dihubungi an-najah melalui telepon.

    Selanjutnya, ditemani Ustadz Abdurrohman dan MH Nafi’, Mirzen mendatangi Mapolres Kulonprogo, Kamis 17 Nop.
    Dari keterangan petugas di Mapolres ditegaskan bahwa tidak ada penangkapan.

    “Yang ada hanya pengamanan, bukan penangkapan,” kata Mirzen. Karena hanya pengamanan, Ustadz Abdul Aziz pun bisa segera pulang, meski sebelumnya diminta membuat surat pernyataan. Selanjutnya, Ustadz menyerahkan urusannya kepada TPM Jogja. Belum diketahui apa isi surat pernyataan yang disyaratkan pihak Polres kepada Ustadz Abdul Aziz tersebut. (anto/ridho)

    http://an-najah.net/index.php?option=com_content&view=article&id=351:news&catid=58:nasional&Itemid=102

  21. alimi
    April 8, 2013 pukul 4:58 am | #28

    Alhamdulillah… saya mulai mengikuti kajian ini. saya beserta keluarga mengucapkan beribu terima kasih kpd RodjaTV yg telah memberi ilmu dan pemahaman agama yg benar. terutama Ibunda saya sering menangis mendenganrkan ceramah di rodjotv, selama ini kami mendapatkan ilmu agama dari sumber yg salah. Semoga Allah memudah kan perjalanan dakwah kalian. Amiiin.

    Alhamdulillah, sungguh nikmat yang tiada taranya, mendapatkan hidayah manhaj salaf, walaupun ditukar dengan harta sepenuh dunia, tidak ada bandingannya,..

    Jazakumullahu khairan atas doanya,.

  22. ALITEAC
    Maret 20, 2013 pukul 5:07 am | #29

    ILMU ITU LUAS DAN TIDAK LINEAR, ALLAH MENCIPTAKAN KEANEKARAGAMAN DAN KEILMUAN TIDAK SESEDERHANA ILMU LINEAR, JIKA KITA YAKIN ISLAM ITU RAHMATAN LIL ALAMIN MAKA IA AKAN JADI RAHMAT BUKAN HANYA BAGI ARAB, ISLAM DI ARAB PASTI BERBAUR DENGAN BUDAYA ARAB, ISLAM HARUS DITERIMA JUGA MENJADI RAHMAT UNTUK ORANG CHINA MAKA IA HARUS BERBAUR DENGAN BUDAYA CHINA, JIKA AGAMA TIDAK MAMPU BERBAUR DENGAN BUDAYA LOKAL IA AKAN MENJADI MAHLUK ASING DAN TIDAK MENJADI RAHMAT, SECARA INDIVIDUAL KITA DICIPTAKAN DENGAN TALENTA YANG BERVARIASI DAN ISLAM YANG RAHMATAN LIL ALAMIN HARUS MAMPU MENJADI RAHMAT BAGI INDIVIDU-INDIVDU YANG BERBEDA TALENTA TSB. ILMU ALQURAN JANGAN DISEMPITKAN MENJADI ILMU LINEAR, ISLAM BAGI MANUSIA HARUS SELARAS DENGAN AKAL, RASA DAN JIWA.
    Sebagai orang muslim saya pribadi masih banyak belajar mencari jawaban2 dari diri pribadi dengan mencari dari semua sumber tanpa harus menilai, apalagi mengadili.
    harus kita akui dan sadari bahwa kita sebagai muslim sering terjebak sebagai “manusia yang paling benar dan paling berhak memiliki kebenaran dan syurga” BUKTI ILMIAHNYA MANA? KAN CUMA KEYAKINAN DOANG.
    ISLAM YANG DIBAWA NABI MUHAMMAD DIAJARKAN KL.TH 600 M, SAAT ITU MANUSIA SUDAH TERSEBAR DIBERBAGAI PULAU BENUA DI MUKA BUMI DAN SUDAH ADA “agama” ATAU “BUDAYA” YANG MUNGKIN SECARA “FORMIL” TIDAK SAMA DENGAN AJARAN NABI MUHAMMAD. SAAT ITU DI NUSANTARA SUDAH “MAJU” DENGAN KERAJAAN SRIWIJAYA DAN MAJAPAHIT, SELAMA MANUSIA YG BELUM MENERIMA AJARAN NABI KARENA KETERBATASAN WAKTU DAN TEMPAT APAKAH “MASUK NERAKA” KARENA BELUM MENJADI MUSLIM???? KALAU BEGITU KENAPA ALLAH HANYA MENURUNKAN NABI DAN RASUL AGAMA SAMAWI DI DAERAH TIMUR TENGAH???? DAN DIWILAYAH BUMI LAIN MUNCUL AGAMA NON SAMAWI YANG KEMUDIAN DICAP “SESAT” AHHHH GAK MASUK AKAL JUGA TUH. KARENA TUHAN ALLAH ITU SATU MAKA NABI2 DAN PEMUKA AGAMA YANG TERSEBAR DI SELURUH PENJURU DUNIA DI SETIAP LORONG WAKTU MESTINYA MENDAPAT ILHAM DARI TUHAN YANG SAMA TAPI KENAPA MENJADI BERBENTURAN DAN CAKAR-CAKARAN DAN SALING MEMPEREBUTKAN TUHAN DAN KEBENARAN?
    ………MARI KITA SAMA-SAMA MENCARI KEBENARAN SEJATI DENGAN MEMOHON PETUNJUK TUHAN ALLAH YANG MAHA L;UAS DAN MAHA VARIATIF ILMUNYA UNTUK KITA YANG JUGA BERVARIATIF TALENTANYA………… SALAM DAMAI DALAM SANDIWARA DUNIA INI, KITA INGIN JADI TOKOH PROTAGONIS BUKAN ANTAGONIS SEPERTI IBLIS YANG LAYAK MENDAPAT PIALA CITRA SEBAGAI TOKOH ANTAGONIS YANG PIAWAI……. MUDAH-MUDAHAN KITA JUGA DAPAT CITRA SEBAGI PEMERAN TOKOH PROTAGONIS… AMIIN

    Terimakasih,.
    Budaya atau tradisi masyarakat itu wajib disesuaikan dengan ajaran islam, jika ada budaya yg bertentangan dengan ajaran islam, maka budaya tsb tdk boleh dikerjakan,
    Jadi bukan ajaran islam yang harus disesuaikan dengan budaya atau tradisi masyarakat,

    Ajaran islam bukan budaya arab, atau pembauran dgn budaya arab,. justru islam datang utk menghapus budaya dan tradisi arab jahiliyah yg bertentangan dengan ajaran islam itu sendiri,
    Islam agama ilmiah, agaman yg berdasarkan dalil, bukan berdasarkan tradisi atau budaya, dan islam sudah sempurna, tdk perlu penambahan atau pengurangan,

    • Agus
      Februari 13, 2014 pukul 4:55 am | #30

      Sedikit menambahkan, buat mas ALITEAC, sepertinya anda blm faham makna ISLAM RAHMATAN LIL ALAMIN, mungkin dalam benak anda krn Islam Rahmat (sayang) kpd seluruh alam, jadi yang syirik biarkan saja, yg bid’ah biarkan saja, yang munkar biarkan saja, demi agar diri anda sendiri nyaman dan tentram.

      Padahal makna Rahmat itu bukan demikian, artinya rhmatan lil ‘alamin/sayang kpd seluruhnya itu bahwa Islam ingin semua alam ini selamat…. jadi ya yang masih kafir didakwahi dg baik supaya beriman, yg masih syirik didakwahi dg hikmah supaya tauhid, yg masih bid’ah dinasehati supaya tidak bid’ah… bgt seterusnya agar semuanya selamat.

      Bukan rahmat namanya kalo membiarkan yg sesat tetap sesat, yg salah tidak diingatkan. Walaupun semua sudah ditaqdirkan samapai surga & neraka, tapi dakwah dan nasehat tetap harus disampaikan dg baik dan hikmah.

      Ckup ini saja sedikit tambahan dr saya. semoga bermanfat.

      Terimakasih mas agus, sudah menambahkan,.

      Betul sekali mas, perbuatan orang kafir, perbuatan syirik, perbuatan bidah, itu mendatangkan keburukan bagi alam semesta, mengundang bencana, itulah salah satu sebab bahwa islam rahmatan lil alamin, itu jika berislam yang bebas dari syirik, bidah, islam yang mentauhidkan allah semata, itu baru namanya islam yang rahmatan lil alamin,

      kalau bidah tetap dibiarkan, maka itu akan mengundang bencana, apalagi jika kesyirikan dibiarkan,.

  23. yadunandana
    Maret 14, 2013 pukul 12:10 am | #31

    bagaimana anda tau klo msuk islam itu bsa ke surga,, sedangkan yg agama lainnya akan msuk neraka…
    Apa anda prnah membuktikannya sendiri???

    terimakasih mas yadunandana, mudah2an Allah menunjuki anda, jika anda belum beragama islam, mudah2an Allah tunjuki anda agar masuk islam,
    sebelum menjawab pertanyaan anda, saya bawakan permisalan,

    Jika anda berada di pelabuhan, lalu ada seseorang yg menceritakan kepada anda, akan datang kapal besar yg sarat muatan akan berlabuh di pelabuhan, setelah kapal itu datang, kapal segera merapat ke pelabuhan yg penuh dgn kapal2 lain, kapal tersebut merapat dengan selamat, lalu menurunkan barang-barang yg dimuatnya, menaikan barang-barang lain, dan menaikan penumpang juga,. setelah itu kapal tersebut berangkat kembali,.. nah ajaibnya, kapal tersebut tidak ada nahkodanya, tidak ada operatornya, semua berjalan begitu saja, tanpa ada yg mengendalikannya,. dan yg lebih dahsyat, kapal itu tdk ada yg membuatnya, jadi ada begitu saja,.. nah kira2 apakah anda percaya ucapan org tsb?? ada kapal berlabuh, menaikan dan menurunkan barang dan penumpang, semuanya tanpa ada yg mengendalikannya, tdk ada nahkoda, dan prosesnya berjalan begitu saja, tdk ada kecelakaan,.. kan sungguh ajaib,.. dan mustahil,.. pasti kita tdk percaya, harusnya yg masuk akal, semua itu ada kendalinya, nahkodanya,..

    Sekarang kita melihat matahari, bulan, bumi, dan planet2 yg lain,.. apakah mereka berjalan dengan sendirinya?? apakah tidak ada yg mengendalikannya, tdk ada yg menciptakannya? ini sama dgn kisah kapal,.. apakah betul?? tentu tidak,.. alam semesta ini ada penciptanya, ada pengaturnya, yaitu Allah yg maha esa,.

    Nah, yang mengatakan Hanya dengan masuk islam kita bisa masuk surga adalah Allah, bukan manusia yg mengatakan,.

    Dan islam adalah agama ciptaan Allah, satu2nya Agama yg diterima disisi Allah,.. selain agama islam tidaklah diterima,.
    Jadi sangat merugi orang2 yg memeluk agama selain islam, mereka akan kekal di neraka, dan akan merugi selama-lamanya,..

    Begitu kira2 penjelasannya mas, mudah2an Allah menunjuki anda kepada Islam,..

  24. pan kobar
    Februari 27, 2013 pukul 7:07 am | #32

    Bagi saya hindu adalah kedamaian
    Bisa menjawab semua pertanyaan saya mengenai hidup
    Klo islam bisa jawab kenapa tuhan anda melahirkan manusia itu berbeda2 tanpa bisa memilih jalannya sendiri

    terimakasih pan kobar,.. mudah2an Allah berikan hidayah kepada anda agar memeluk islam,.. agama kedamaian yg sesungguhnya,..
    Agama yg diterima disisi Allah hanyalah islam, selain islam tidak diterima, dan pengikutnya akan kekal selama-lamanya dalam neraka, dan mereka sungguh merugi,.. penyesalan di akheratpun tiada arti,.

    Allah tuhan kami menciptakan seluruh manusia di muka bumi ini, dan sudah menentukan apakah manusia tersebut masuk surga atau neraka, dan itu sudah ditentukan 50ribu tahun sebelum alam semesta ini diciptakan,.. jadi jika anda memeluk agama hindu, itu sudah Allah tetapkan,.. tidak ada satu orangpun yg bisa luput dari ketentuan ini,. tidak ada yang meleset,…

    Barangsiapa yg ditakdirkan / ditentukan masuk surga, maka Allah berikan jalan-jalan menuju surga,
    Barangsiapa ditakdirkan masuk neraka, maka akan Allah berikan/mudahkan jalan-jalan menuju neraka,
    Jalan ke surga tentu dengan memeluk islam, dan sudah pasti, agama selain islam, maka pemeluknya berada di neraka, kekal selama-lamanya,.. walaupun di dunia mungkin dia merasa berkecukupan harta,.
    Dan manusia diberi pilihan,

    Tinggal anda gunakan akal sehat anda,.. apakah milih surga atau neraka,..

  25. Aan
    Februari 24, 2013 pukul 9:27 am | #33

    Jazakallahu khoir atas jawabannya.

    Berikut ada hal yang ingin saya tanyakan juga. perihal ILMU BATIN, atau Ilmu Kebal. Ada sebagian organisasi, kepada pengikutnya dalam memperoleh ilmu ini menggunakan zikir2 (tasbih, tahmid, takbir, dn tahlil) dalam setiap gerakan menarik nafas diselingi dg zikir2 tersebut, sebagian maksudnya agar tidak dipengaruhi oleh jin (karena mereka berkeyakinan, ilmu kebal yg mereka peroleh dari amalan tsbt adalah berasal dari Allah).
    1) Bagaimana dengan amalan tersebut, yang di iringi dg zikir2..??

    nah, disinilah penyimpangannya, Rasulullah saja tidak melakukan hal tersebut, apa rasulullah itu terlalu bodoh, sehingga lebih pinter orang sekarang yg bisa menggunakan amalan tersebut agar kebal??
    Itu hakekatnya datang dari setan, dengan cara menghinakan amalan2 tersebut utk kekebalan, atau tujuan2 lainnya, yg itu tidaklah diajarkan dalam islam,. amalan tersebut bukan untuk itu tujuannya,

    Jadi agar tidak dicap perbuatan sihir tersebut ( kekebalan, dll) itu dianggap menyimpang, maka yg dibaca bukan mantera-mantera, tapi ayat alquran atau dzikir2 yg lainnya,. ini hakekatnya adalah sama, bahkan itu sebagai pelecehan thd ayat alquran atau lafadz dzikir tersebut,. hakekatnya kekuatan tersebut datang dari setan, masuk ke dalam perbuatan sihir, dan ini dosa besar, bukan dosa kecil,

    2) Sebgian dari mereka, dg mengamalkan ajaran dari organisasi trsbut (zikir, puasa, dan amalan tertentu yg ditetapkan jumlah, t4 dan waktunya) hingga tingkatan yg “lebih tinggi” sehingga mereka bisa kasyaf (bisa melihat keadaan hati seseorang), bisa melihat Jin, dan hal2 lain yg diluar kemampuan manusia biasa..? Apakah benar yg mereka yakini itu sesuai dengan Syariat Islam…?? Mohon penjelasannya, smoga kami mendapat manfaat.

    Itu tidaklah benar, itu dari pemahaman sufi/tasawuf, dan dalam islam tidak dikenal ajaran tasawuf, bahkan imam syafii menghukum orang yang belajar ilmu kalam/tasawuf ini,.. tapi lucunya … para pelaku amalan diatas itu mengaku sebagai pengikut imam syafii,.. dgn ormasnya yg cukup besar,.. tapi jika dibandingkan dengan ajaran yg didakwahkan imam syafii, kok bertentangan,.. jadi pengakuan mereka itu palsu,. harusnya ikuti juga dong akidah yg dipegang oleh imam syafii,.. bukan mengikuti dalam urusan ibadah saja,..

    • Pimpim
      April 17, 2014 pukul 8:25 am | #34

      Saya pilih Moksa aja, karena itu adalah tujuan utama agama Hindu

      mas pimpim, mau nanya nih, siapa sih pencipta alam semesta ini?
      agama hindu itu diciptakan tahun berapa ya?

  26. Aan
    Februari 24, 2013 pukul 1:52 am | #35

    Saya ingin menyampaikan ada beberapa hal terkait masalah ibadah dan bid’ah. ada yg mengatakan bahwa :

    1) ibadah itu Ada 2 yaitu ibadah mahgdoh & ghoirmaghdoh..
    Ibadah maghdoh itu adalah Ibadah yang diatur secara implisit oleh Islam,badah dalam rukun Islam, sedangkan ghoir maghdoh adalah Ibadah yg tidak diatur secara implisit sperti dzikir,dll.

    dengannya mereka (yg berpendapat demikian) membolehkan yasinan, tahlilan, dan maulidan dg alasan tdk adanya pelarangan secara khusus akan amalan trsbut, dan amalan tsbt adanya amalan2 kebaikan didalamnya (berdzikir, membaca shalawat, ceramah dll).

    Terimakasih mas Aan, untuk anda, saya postingkan artikel ini, pengertian ibadah mahdhah dan ghair mahdhah

    membaca alquran,dzikir,membaca shalawat dan acara ied adalah ibadah mahdah, dan itu sdh diatur dalam islam, jadi yg menganggap itu adalah ibadah ghaira mahdhah, maka dia belum paham definisi ibadah mahdhah dan ghair mahdhah

    2) Pertanyaan lain, tentang hadirnya Rasulullah di acara maulid Nabi, bahkn sebagian mereka mengklaim, hadirny Nabi Muhammad di acara tersebut, dan ini juga (melihat Nabi) bisa dilakukan dg ritual shuluk (berkhalwat)..

    Ini adalah klaim dusta , jangankan mereka yg hidup jaman sekarang, para sahabat seperti abu bakar,umar,utsman,ali dan para sahabat lainnya saja tidak meyakini hal tersebut, dan tidak mengatakan perkataan atau anggapan bodoh seperti itu, padahal para sahabat hidup bersama rasulullah,dibina oleh rasulullah langsung,

    Orang yang sudah mati tidak akan mungkin bisa kembali ke dunia, sebab antara alam dunia dan alam kubur ada pemisah,
    apa yg mereka katakan datang dari keyakinan ajaran sufi, sebagaimana dikatakan oleh tokoh mereka, bisa ditonton disini

    Video ust zainal abidin, mantan santri NU tambak beras jombang, dan sempat jadi tukang tuntun gusdur

    Bagaimana dengan pendapat seperti ini…? mohon penjelasannya dan pencerahannya dg gamblang.. Barakallahufik.

    Silahkan dibaca link diatas, insya Allah jelas dan gamblang, wafiika baarakallah

    Mau tahu tentang manhaj salaf, silahkan lihat video ini

    Semua mengklaim sebagai ahlussunnah waljamaah yg berpegang kepada Alquran dan Sunnah, tapi mengapa terjadi perbedaan??

  27. Abdul
    Januari 30, 2013 pukul 4:45 am | #36

    maf skedar brtnya, apa yg d’jbrkn insya allah benar dgn fakta yg trjadi. Tp apkah pmnyampaian dakwah ini tdk mengandung unsur memojokan agama lain??

    Jika saya sebarkan, Saya takut jika ini akn mngusik kerukunan antar umat bragama, trmasuk jg merusak citra islam d’mata publik. Agama lain.

    terimakasih mas abdul,
    apa yg kita ketahui, jika kita sebarkan akan menimbulkan mafsadat/kerusakan bagi diri kita, maka janganlah disebarkan hingga waktu yang pas, dan ilmu kita juga sdh cukup,
    apa yg kita ketahui dari pemahaman yg benar, paling tidak itu untuk pengetahuan kita dulu, dan orang terdekat kita seperti istri,anak,.. atau jika mampu mendakwahkan kepada kerabat dekat, itu juga jika tidak menimbulkan mafsadat/kerusakan,

    jadi , intinya kita belajar utk diri kita dulu mas,.. jangan baru tahu kebenaran langsung sebarkan, nanti takut timbul fitnah/gejolak yang berefek jelek bagi diri kita, demikian mas,..

    silahkan mas abdul belajar saja dahulu, bisa juga mendatangi kajian-kajian islam yang ada dibandung, bisa dilihat disini jadwal kajiannya

  28. Al maidani
    Januari 14, 2013 pukul 4:53 pm | #37

    Afwan ada sedikit pertanyaan..

    Apakah wali songo dlm kehidupannya bnr2 brd di atas manhaj salalafus sholeh..?

    Setahu sy yg menceritakkan kehidupan mrk begitu banyak versi dan tdk ada satupun yg bs di jadikan sandaran..dn apa yg ustd katakan bhwa mrk utusan daulah turki utsmaniyah apakah benar..?

    Sebatas yg sy ketahui bhwa daulah utsmaniyah sebab runtuhnya di krnkan kerusakan2 dn kesesatan2 yg ada pada mereka..wallahu a’lam

    Terimakasih mas,
    Silahkan baca kisah walisanga yang sesungguhnya, bahkan walisanga tsb adalah wali utusan daru daulah utsmaniyah, baca ulasannya disini

  29. abdullah
    Desember 12, 2012 pukul 4:46 am | #38

    SUBHANALLAH.., ADMIN MANTAP.. TERUSKAN BERIKAN PENCERAHAN BAGI UMAT YG MASIH AWAM, TETAP SEMANGAT.., KEEP THE SPIRIT.. THE SPIRIT OF SUNNAH…, SALAM UKHUWAH SMOGA ALLAH AZZA WAJALLA MEMATIKAN KITA DI ATAS IMAN ISLAM YG KAFFAH, AHLUSUNNAH WAL JAMAAH, MANHAJNYA PARA SALAFUS SHOLEH……. AMIN…

    Jazakallahu khairan atas suportnya,..

  30. fato
    Desember 11, 2012 pukul 2:02 pm | #39

    hm.. artikelnya menarik.. tp sy ingin sedikti mengungkapkan uneg2 sederhana n beberapa pertanyaan.. ttg islam itu sendiri..

    pertama: manusia hidup dalam beragam budaya tersebar di seluruh dunia, apakah mungkin semua bntuk budaya itu dihilangkan sedangkan budaya ada dalam konsepsi keyakinan yg sudah mengakar sebelum islam tiba misalnya..

    Terimakasih mas fato atas komentarnya,
    Perlu anda ketahui, islam itu bukanlah budaya, dan ajaran islam itu lebih tinggi nilainya daripada budaya setinggi apapun yang ada di muka bumi ini. Ajaran islam itu seluruhnya bermanfaat untuk manusia, berbeda dengan budaya,
    Sikap islam terhadap budaya, jika budaya tersebut menyelisihi ajaran islam, maka budaya tersebut wajib ditinggalkan,bukan dilestarikan,
    Bagaimanakah islam menyikapi budaya? bisa dibaca disini mas,

    kedua: Indonesia sebetulnya mesti berterimkasih kepada para wali songo sebab beliau2 ini menyebarkan islam dengan damai justru ketika menyatu dengan budaya. Mereka juga yg membuat konsep gamelan, sekatenan, dongeng untuk anak-anak, dan semua itu memang tidak ada dalam AlQuran… tp dg itu Islam akhirnya dapat diterima…. dan si Ind, khususnya jawa, justru memiliki kondisi jauh lebih tenteram dan damai untuk dihuni masyarakatnya…. bagaimana menurut pandangan anda mengenai ini?

    Walisanga generasi pertama itu mendakwahkan ajaran islam yang benar, yaitu islam menurut pemahaman para sahabat, dan mereka merupakan utusan dari daulah turki utsmaniyah , silahkan lihat disini kisah dakwah walisanga
    Ajaran islam mulai tercemar dgn aliran kepercayaan warga lokal setelah munculnya wali-wali lokal jawa, yaitu generasi sunan kalijaga, sehingga paham agama hindu pun dimasukkan kedalam islam, dengan dalih agar orng hindu mau masuk islam,
    Padahal cara2 seperti itu tdk diajarkan rasulullah, bahkan rasulullah menolak dengan tegas ketika kaum kafir qurasy menawarkan opsi seperti itu, sehingga turunlah surat alkaafiruun,

    Dan ajaran islam adalah ajaran yang mulia, janganlah dicampur adukkan dengan ajaran2 agama buatan manusia, ini terlalu hina, ini merendahkan syariat Allah yang mulia, dan ajaran islam akan rusak karenanya, dengan seiring berlalunya waktu, maka akan semakin banyak ajaran2 yang dimasuk2kan kedalam islam, ini adalah musibah besar, bukan perkara yang sepele

    ketiga, saya setuju islam adalah agama yg datang dalam sederet makna, meskipun dijalani orang jutaan manusia dalam keberagaman alam pikiran dan hati mereka sendiri2.. namun, bagaimana pendapat anda… di Arab dan Malaysia sana, Islam jelas tidak mengenal ketupat, selamatan, 1000 harian dsb, tapi kenapa justru banyak kasus pemerkosaan dan penganiayaan thd TKW? di ind sendiri para pemerintah yg tidak melakukan ritual adat pun melakukan korupsi….
    apakah mereka yg menjalani agama dengan rasa kemanusiaan tinggi (menghargai mansuia, mencintai Tuhan, bertoleransi terhadap perbedaan) meski tidak meninggalkan filosofi ketupat, dianggap bid’ah oleh pemahaman itu?

    Perlu mas ketahui, orang yang memeluk agama islam itu bukanlah orang yang ma’sum, terbebas dari kesalahan dan dosa, seandainya itu patokannya, diluar sana, orang2 yang tidak memeluk agama islam, mereka bebas melakukan seks bebas, minum2an keras, berjudi, bahkan membunuh,

    Bukankah setan sudah berjanji untuk menyesatkan manusia agar nanti masuk neraka bersama mereka?
    Godaan setan kepada orang islam itu jauh lebih besar daripada godaan setan kepada orang2 diluar islam, makanya kita sebagai umat islam harus membentengi diri kita supaya tidak tergelincir oleh bujuk rayu setan, sehingga kita melakukan hal2 yang disebutkan diatas,

    Adanya orang islam yang melakukan perbuatan dosa, itu bukan berarti islam mengajarkan perbuatan dosa tersebut, itu adalah kesalahan person-person tersebut,
    Jika kita membaca alquran atau hadits, tidak akan kita dapati perintah untuk melakukan hal2 spt diatas bukan?

    bagaimana pandangan Anda mengenai perbedaan2 di seluruh dunia ini?

    Wajar saja semua itu terjadi, apalagi dengan semakin dekatnya hari kiamat,
    Makanya kewajiban kita adalah kembali kepada agama rasulullah, ajaran islam dengan paemahaman para sahabat, itu adalah solusi untuk keluar dari permasalahan perbedaan2 yang ada,
    Kenapa mereka berbeda? padahal sama2 org islam? karena islam yang dipahami oleh mereka itu adalah islam menurut pemahaman kelompok mereka, jamaah mereka, ormas mereka, atau pemahaman mereka sendiri, bukan dengan pemahaman generasi yg dibina langsung oleh rasulullah, yaitu generasi para sahabat,

    Apa itu pemahaman para sahabat? silahkan baca disini
    juga bisa dibaca disini

    trimaksih jawabannya…

    sama-sama mas,.

  31. Mulyono Abi Hanifah
    Oktober 31, 2012 pukul 3:43 am | #40

    Alhamdulillah…..
    Banyak sekali mendapatkan pencerahan dari ‘Romo Pandhito’ Abdul Azis… Semoga keluarga di Jawa mulai mengerti ajaran Hindu ini dan mulai meninggalkannya demi menggapai ajaran Islam yang kaffah yang sesuai dengan sunnah. Jazakallohu khoiron…
    Assalaamu’alaikum…

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

  32. Akos
    Oktober 6, 2012 pukul 10:55 am | #41

    Membaca situs ini saya jadi gatel ingin ikutan ngasih komentar.

    Saya mencoba bandingkan dengan lingkungan kampung saya juga. Ritual tahlilan memang sudah sangat biasa di kampung saya. Demikian juga selamatan 7 bulan kehamilan.

    Sulit memang mengubah tradisi yang sudah membudaya. Saya hanya bisa mengingkari dalam hati. Tidak mampu mencegah bahkan untuk keluarga dekat saya sendiri.

    Pernah suatu hari ada ibu2 tetangga kampung yang curhat ke istri saya. Dia ditinggal suaminya pada saat anak2nya masih kecil. Rumah sendiri masih kontrak, jauh dari sanak saudara. Dia tidak mampu mentahlilkan suaminya karena keadaan ekonomi.

    Dia bilang jadi gunjingan tetangga karena memperlakukan suaminya seperti mengubur binatang. Sayang wanita itu gak ketemu saya. Inilah kenyataan beragama kita.

    Saya jadi tambah cinta pada Rasulullah yang pasti sangat kesulitan pada saat harus mengubah tradisi jahiliyah kaumnya.

    Sebenarnya wahai ikhwan fiddin, logika beragama itu sangat sederhana. Jika kita meyakini bahwa suatu agama itu benar, ya kita ikuti saja apa yang diajarkan pembawanya, tidak perlu lagi menurut yang lain.

    Anda yang percaya bahwa Agama Hindu yang benar, pegang ajaran yang dibawa oleh “nabi” hindu. Demikian juga Budha, kristen kejawen dan lain2.

    Namun perlu saya tambahkan dari pernyataan diatas, kepercayaan yg seperti itu akan membuat anda tetap dalam kerugian yang nyata,baik di dunia atau di akherat, sebab hanya islamlah satu-satunya agama yang diterima disisi Allah

    Seandainya umat hindu dan budha menjalankan shalat,puasa dan ibadah yang benar lainnya, selama belum masuk islam, maka tidak akan diterima amalan ibadah tersebut

    Kalo anda percaya bahwa Allah telah mengutus Muhammad sebagai pembawa ajaran Agama yang benar, ya ikuti saja ajaran yang dibawanya, tidak perlu memakai cara2 yang hanya kata orang baik. Apa lagi anda yakin bahwa ajaran Islam itu sudah sempurna.

    Kenapa sich harus mempertahankan sebuah tradisi yang hanya menurut perkiraan kita baik.

    Kalo “hanya” mau mendoakan mayit di kubur, masih banyak waktu-waktu yang jelas diajarkan Nabi. Tiap Ba’da sholat 5, sholat malam dan waktu-waktu lain yang makbul dan tidak diperselisihkan hukumnya, silahkan do’akan sebanyak-banyaknya dengan kalimat do’a yang juga telah diajarkan Nabi.

    Kalimat do’anya udah diajarkan, waktu yang makbulpun sudah diberitahu, kurang apa lagi?.

    Dengan “hanya” mengamalkan ajaran yang tidak diperselisihkan hukumnya pun saya kira (khusus saya pribadi bukan perkiraan) sudah merasa cukup banyak ritual ibadah yang belum bisa secara istiqomah dijalankan.

    Ingat! kita yakin bahwa abu jahal cs itu sesat, kaum kristen itu sesat. Apa penyebabnya. Saya kira mayoritas bukan karena sengaja disesatkan orang lain, tapi karena mereka mencoba membuat buat pemahaman atau juga ritual yang tidak diajarkan oleh pembawanya tapi menurut mereka baik.

    Sungguh di Indonesia ini kalo dari dulu tidak ada penyeru ke pemurnian ajaran Islam saya kira sudah teramat banyak bid’ah-bid’ah yang dibuat orang.

    Hanya sayang, seiring perjalanan waktu, mungkin karena musuh kita (syetan) sangat gigih menyesatkan umat, para penyeru yang bergabung di organisasi seperti NU, Muhammadiyah, Persis dan lain-lain semangatnya jadi agak mengendur untuk masalah khurapat ini. Mereka lebih fokus ke perbaikan ekonomi umat.

    Disini saya mendoakan para pembela manhaj salaf, semoga tetap istiqomah.

    Jazakallahu khairan akhi,

  33. udud
    September 7, 2012 pukul 4:33 pm | #42

    Islam adalah Agama Allah bukan agama tradisi nenek moyang.

  34. Jepret
    September 5, 2012 pukul 12:40 am | #43

    semoga menjadi pencerahan

  35. Alexandria
    Agustus 31, 2012 pukul 7:27 am | #44

    Heran sama sebagian saudara2 kita ini….

    sdh dikasih pnjelasan yg panjang lebar olh ustadz Aziz dg bukti2 kitab org budha kok msh ngeyel ya?

    Ada ap denganmu?

    tk pernakah merasa takut/rugi jika ap yg kita lakukan tanpa dalil itu ternyata tidak diterima olh Allah atau malah mendatangkan kemurkaan Allah…

    knp tidak mencari yg aman2 aj sprti yg diperintahkan Rasulullah untuk tidak membuat sesuatu yg baru dlm agama, toh kita tidak akan berdosa klo tidak menambah sesuatu yg baru, malah kita mengikuti Sunnatullah, dg begitu kita kan sama aj dg mencari aman..

    daripada menambah2 sesuatu yg baru yg kita tidak tau apakah akan diterima olh ALlah atau malah membuat Allah murka.. ya toh?

    bner toh?

    mantep toh?

    Mantep kang, Kalau dalam dunia medis, jika ada orang yang ngoplos obat menjadi macem2 obat, maka bisa diprotes sama yang punya obat, bahkan dituntut ke pengadilan, karena bisa merugikan produsen aslinya,

    Kalau dalam islam, banyak orang islam yang mengoplos ajaran islam dengan ajaran lainnya, kok ngga pada takut nanti diakherat dimintai pertanggung jawaban oleh Allah yang membuat syariat islam ini,..

  36. sabikin
    Agustus 24, 2012 pukul 3:26 pm | #45

    BID`AH ITU SESAT?

    Saya pernah dengar hadits:
    كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
    Semua bid’ah itu sesat

    Tetapi saya juga dengar dari kyai-kyai katanya bid’ah itu ada bid’ah hasanah dan ada bid’ah sayyiah, mana itu yang benar?
    —–

    Yang mengatakan semua bidah itu adalah sesat itu Rasulullah,
    Yang mengatakan bidah itu dibagi menjadi bidah hasanah dan bidah sayyiah itu kyiai-kyiai,
    MANA YANG LEBIH LAYAK KITA IKUTI?
    Yang lebih layak kita ikuti adalah Rasulullah, bukan kyiai-kyiai itu, kalau kyiai, di kota solo ada kerbau dipanggilnya kyiai slamet,
    Jadi wajar, jika kyiai berkata seperti itu,
    Tidak ada kewajiban mengikuti kyiai jika kyiai tersebut menyelisihi ajaran Rasulullah

    Kalau bid’ah Dholalah itu lafadnya umum, tiap-tiap lafad umum yaitu biasanya kemasukan takhsis, contohnya: Hadits:
    كُلُّ شَيْئٍ خُلِقَ مِنَ اْلمَاءِ
    Segala sesuatu itu dibikin dari air Apakah malaikat juga dibikin dari air? Iblis apakah dari air?

    Hadits:
    كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ خَمْرٍ حَرَامٌ
    Segala yang memabukan itu khomer, dan semua khomer itu haram Kecubung itu memabukan, apakah itu juga namanya khomer? Khomer bagi orang yang مُضْطَرٌّ apakah juga haram hukumnya?

    Hadits: كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَتِهِ

    Semua kamu itu penggembala, dan semua kamu itu ditanya dari hal ro’iyahnya Apakah orang gila dan orang makruh, juga masuk dalam hadits ini? Kesemuanya itu dijawab tidak? Demikian pula kalau bid’ah dholalah.

    Apakah karena hadits ini maka saudara sampai hati mengatakan bahwa perbuatan Utsman bin Affan yang memerintahkan adzan jum’at dua kali itu dholalah? Dan Umar bin Khottob yang menjalankan tarawih dua puluh rakaat itu juga dholalah? Baca Barzanji yang isinya sejarah Maulid Nabi itu juga dholalah?

    Mendirikan pondok pesantren dan madarasah itu juga dholalah? Dan saudara sendiri yang tidak dholalah.

    Apalagi kalau menurut riwayat yang diriwayatakan oleh Ad Dailamy Fi Musnadil Firdausi, hadits itu berbunyi:

    كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ إِلاَّ فِي عِبَادَةٍ

    Kami persilahkan melihat Kunuzul Haqoiq fi Hadits Khoirul Kholaiq juz Tsani Shohifah 39.

    Bagaimana kebenaran hadits berikut?
    مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هذَا مَا َليْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

    Hadits itu memang benar diceritakan oleh Bukhori wa Muslim wa Abi Dawud wa Ibnu Majah dari Aisyah, akan tetapi perhatikanlah benar-benar terjemahannya!

    “Barang siapa mengada-ada (menimbulkan) di dalam agama kita ini, sesuatu yang tidak bersumber darinya, maka ia ditolak”.

    Lalu apalagi yang saudara maksud? Kalau kita mengerjakan sholat shubuh empat rakaat, atau sholat mayit pakai ruku’, sujud, itu memang ditolak, sebab yang demikian itu tidak ada sumbernya dari agama. Adapun yang ada sumbernya dari agama, sebagaimana masalah-masalah yang disebut dimuka (adzan jum’at dua kali, tarawih dua puluh rakaat dan lain sebagainya) ia tidak termasuk yang ditolak.

    Sesungguhnya apakah yang disebut bid’ah itu? Memang arti Bid’ah ini sesungguhnya harus ditanyakan terlebih dahulu, sebelum disodorkannya hadits:

    كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

    Bid’ah itu ada dua macam:
    Bid’ah syar’iyah
    bid’ah lughowiyah.

    Tiap-tiap ucapan, perbuatan atau i’tikad yang tidak bisa disaksikan kebenarannya oleh ushulis syar’iyah (Al Kitab, Sunah, Al Ijma’, Qiyas) maka itu Bid’ah Mardudah. Inilah yang dimaksud oleh haditsnya Aisyah tersebut di atas.
    Ini pula yang disebut Bid’ah Syar’iyah.

    Adapun Bid’ah lughowiyah, yaitu segala yang belum pernah terjadi pada zaman Rasululah SAW.

    Bid’ah lughowiyah terbagi menjadi lima: Bid’ah Wajibu Ala Kifayah, misal mempelajari Al Ulumul Arabiyah sebagai alat masuk memahami Al-Qur’an Dan Hadits.

    Bid’ah Muharromah, misanya seperti I’tiqod dan hal ihwal ahli bid’i yang bertentangan dengan thoriqoh Ahli Sunnah Wal Jama’ah.

    Bid’ah Mandubah, yaitu perbuatan-perbuatan yang baik tidak terjadi pada zaman Rasulullah SAW.seperti mendirikan madrasah-madrasah untuk memudahkan cara-cara memberi pelajaran agama kepada murid-murid.

    Bid’ah Makruhah, misalnya seperti menghias masjid dengan hiasan yang berlebih-lebihan.

    Bid’ah Mubahah, sepeti bermewah-mewah dalam makan minum.
    Sumber : Tanya Jawab KH. Mustofa Bisri

    Abu bakar tidak memahami hadits tersebut seperti paparan yg dibawakan oleh Kyiai indonesia ini
    Umar,utsman,ali juga tidak memahami hadits tsb sprti paparan kyiai indonesia ini
    Para sahabat,thabiin,tabiut thabiin juga tdak memahami hadits tsb spt paparan kyiai indonesia ini,
    Imam yg 4, yaitu imam abu hanifah,malik,syafii,ahmad, tidak memahami hadits tsb spt paparan kyiai indonesia ini,
    Imam bukhari,muslim dan banyak lagi ulama2 lainnya dari kalangan ulama ahlussunnah tdk memahami hadits tsb spt paparan kyiai indonesia ini,

    Lalu, siapa yang benar dalam hal ini? mereka yang hidup bersama rasulullah dan mengikuti pemahaman para sahabat, atau kyiai indonesia ini yang hidup jauh dari jaman keemasan islam tersebut??

    Hendakany anda atau kaum muslimin takut akibat yang akan ditanggung ketika melakukan perbuatan bidah hasanah

    Semua bidah itu sesat wahai saudaraku,

  37. H. Winarto A. RASUL
    Agustus 20, 2012 pukul 2:12 am | #46

    Subhanallah .. bismillahi allahu akbar!
    Saya sungguh bangga dengan sifat dan sikap Ustadz Abdul Aziz (Mantan Pendeta Hindu), Rupanya penentangan tidak hanya datang dari umat Hindu .. bahkan orang Islam pun menentang. Tapi begitulah .. sifat dakwah dan syiar Islam sebagaimana dilakukan Rasulullah SAW dulu. Tak hanya orang-orang di luar lingkungan Rasulullah SAW, sebab, bahkan orang-orang Quraisy pun menentang risalah kebenaran yang dibawanya dan disampaikannya.

    Karena hal di atas, maka saya pun memuji cara-cara yang telah dilakukan oleh Ustadz Abdul Aziz (Mantan Pendeta Hindu) dalam menyampaikan risalah kebenaran ajaran Islam serta menjawab berbagai pertanyaan, kritikan dan bahkan cemoohan baik yang datang dari kalangan umat Hindu maupun umat Islam sendiri. Melalui kesempatan ini saya menyampaikan saran agar Ustadz Abdul Aziz (Mantan Pendeta Hindu) tetap sabar dan ikhas melakukan itu semua, sebab mereka-mereka itu orang-orang yang tidak mengerti.

    Akhirul kata .. semoga apa-apa yang telah dilakukan Ustadz Abdul Aziz (Mantan Pendeta Hindu) tidak saja bermanfaat baik buat beliau tetapi juga buat orang banyak. Artinya, buat kita semua hal tersebut semakin menebalkan keimanan dan ketaqwaan kita. Dan karena saat ini masih dalam suasana Lebaran, maka saya pun mengucapkan “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H – Taqobbal allahu minnaa waminkum”.

    Taqabbalallahu minnaa wa minkum,..

    H. Winarto A. RASUL

    E-mail : wienereply@yahoo.com

    HP : 0813 86 5050 83

  38. Jonh
    Agustus 13, 2012 pukul 8:15 am | #47

    Dalam Ajaran Hindu tidak ada yang namanya selamatan. kalau mau tahu tentang Hindu jangan dengarkan Orang sepihak, seperti anda memakan mentah2 apa yang di gembar gemborkan oleh Uztad penipu ini..dia bukan orang bali bahkan bukan orang Hindu, semoga cara kalian mencari pengikut bukan menyebarkan pembenaran..
    Cek : http://portalhindu.com/2011/10/19/menggugat-kesaksian-ustadz-%E2%80%98%E2%80%99ida-bagus%E2%80%99%E2%80%99-abdul-aziz-2/comment-page-1/#comment-64

    Bantahan tersebut tidak mencantumkan apa yang disebutkan oleh ust abdul aziz langsung dalam kitab-kitab hindu,..
    Masih lebih ilmiah ust abdul aziz,
    Jadi apa yang dibantah oleh orang Lombok barat tersebut bukanlah bantahan ilmiah,. buktinya dia tidak berani menyebutkan ayat-ayat wedha yg disebutkan oleh ust abdul aziz, bagaimana bunyi ayat tsb,..
    Orang itu hanya membantah ucapan ust abdul aziz..
    Jika caranya seperti itu, orang juga mudah untuk membantah,.. coba tolong sebutkan bunyi ayat yg disebutkan oleh ust abdul aziz, lalu jelaskan maksud ayat tsb,.. semuanya diambil dari kitab-kitab hindu,..

    Demikian juga para komentatornya, tidak ada yg menyebutkan bunyi ayat-ayat dari kitab hindu tsb,. entah kenapa, hanya mengemukakan pendapat pribadi saja,.. takut terbukti perkataan ustadz abdul aziz?? Wallahu a’lam,

    • vivi
      Oktober 4, 2012 pukul 6:39 am | #48

      SETUJU

      • Wiyono Yoyon
        Oktober 7, 2012 pukul 11:11 am | #49

        .sungguh yg batil akan hilang dengan datangnya yg hak. subhanallah

  39. I Gusti Ngurah Kusuma wijaya
    Agustus 5, 2012 pukul 3:50 am | #50

    Semoga Semua mendapatkan kedamaian di muka bumi ini, perbedaan adalah kasih tuhan yang merupakan Kehendaknya. Seperti layaknya taman yang indah jika diisi oleh bunga yang berwarna – warni. alangkah Indahnya hidup ini jika kita selalu menundukkan hati kehadapan-NYA dan mencintai semua ciptaannya. Jika kita menebarkan kebencian kepada makhluk ciptaannnya berati kita juga menentang kehendak-NYA yang telah menciptakan perbedaan. Semoga Semua saudaraku hidup dalam kedamaian. Semoga semua makhluk Hidup berbahagia.

    Kedamaian hanya ada dalam agama islam, bukan dalam agama lain,
    Kita akan merasakan kedamaian jika kita menyembah pencipta alam semesta ini, yaitu Allah yang telah membuat agama islam ini, bukan dengan agama lain buatan manusia,
    Manusia sudah dicukupkan dengan islam,
    Jika anda ingin kedamaian dunia akherat, maka peluklah agama islam,..
    Jika tidak, hingga anda meninggal masih dalam agama anda, maka kerugian yang akan anda dapatkan kelak di akherat, kekal di neraka selama-lamanya,.. tidakkah anda ingin meraih kedamaian tersebut?

  40. Gun’s
    Juli 24, 2012 pukul 6:57 am | #51

    Sepintas sy tidak sengaja melihat situs ini seorang Hindu yg masuk ake agama Islam. tidak ada sesuatu yg buruk. Sy hanya mau berpendapat saja dari yg saya baca diatas ini. sy tinggal diJawa Barat, orang jawa maupun sunda juga sama klo kematian ada hari 1, 3, 7, 100 dan seterusnya. Apakah ini budaya jawa (KEJAWEN) atauKah ajaran Hindu sy tidak ingin membenarKan. karna klo sy liat orang2 Tionghoa pun ada acara2 ritual mnurut hari2 itu. sy juga tidak tau ada hubungannya atau tidak..

    islam masuk dengan damai ke Tanah jawa lewat budaya lokal disinilah terjadi campur baur antara ajaran islam dan Jawa notabennya sudah beragama Hindu, Budha atw Kejawen. Pencampurbauran iniLah yg ada sampai sekarang. Karna Jika islam masuk dengan cara Perang maka bukan tidak mungkin agama islam diTolak diTanah Jawa, MakaNya tidak aneh jika wayang kulit yg tadinya bercerita tentang mahabarata atau ramayan diGanti dengan yang berNuansa Islami. Waktu Kecil sy suka liat wayang Golek dikampung, sering dalang mengeluarkan kata Kalimat syahadat yang tadinya adalah jimat Batu kalimusada.

    Menurut sy orang2 Islam yang mash memengang teguh aturan budaya nenek moyangnya, Mereka mungkin mempunyai pemikiran selagi itu tidak meyembah selain dari pada Allah Tidak DipermasalahKan, apa lagi sudah diRubah tujuan ibadahnya bukan lagi untuk perayaan ummat agama lain.

    Salam…

    Islam itu bukan menurut saya, Rasululah saja menyebarkan ajaran islam bukan menurut hawa nafsu beliau pribadi, tapi semuanya adalah wahyu dari Allah,

    Dan ajaran islam itu sangat mulia, Allah yang menciptakannya,
    Layakkah ajaran islam yang mulia itu disandingkan dengan ajaran ciptaan nya yang terbuat dari tanah, dari air yang hina?

    Harusnya kita semua berpikir, islam sudah sempurna, tidak perlu ditambah, dan tidak perlu dikurangi,

    Ajaran islam yang betul-betul diajarkan oleh Rasulullah sja belum kita amalkan semua, kok bisa-bisanya mengamalkan ajaran2 buatan manusia??

    Jika kita sadar, Ini adalah pelecehan terhadap ajaran islam yang mulia,</blockqu

    ote>

    Dan Ajaran islam ini, yang membuat syariatnya adalah Allah,

    Maka para pembuat ajaran baru itu secara langsung atau tidak langsung telah mensejajarkan dirinya dengan pembuat syariat ini, yaitu Allah,.. sungguh nanti Allah akan mengadzab dengan adzab yang pedih terhadap orang yang melakukan perbuatan tersebut, jika pelakunya tidak taubat dari hal tersebut,

    Dan jika semakin banyak pelaku yang mengamalkan amalan tersebut, maka siksa pembuat amalan tersebut semakin bertumpuk-tumpuk,. sebagai balasan atas tindakannya,, na’udzubillahi min dzalik

    • Juli 24, 2012 pukul 7:13 am | #52

      Ya sy Setuju Dengan Anda. sy hanya memberi pendapat saja. dari apa yg ada dimayarakat tentang hari2 tersebut. Jika diAjaran Islam tidak ada aturan tersebut, Ya berarti itu bukan salah satu ajaran Islam.

  41. Juli 21, 2012 pukul 5:32 am | #53

    Masya Allah, mantap sekali jawaban-jawabannya. Terima kasih,

    Alhamdulillah

  42. arif
    Juli 18, 2012 pukul 11:58 am | #54

    pertanyaan saya.
    Apakah sama TAHLILAN dg SELAMATAN.?

    Setahu saya Tahlil adl bacaan kalimat toyib. Isinya Tahmid, takbir, tahmid,tasbih & doa

    Selamatan / bancaan adl upacara di Hindu

    Yang jelas rasulullah tidak pernah membaca tahmid,takbir,tahlil ketika ada keluarganya yang meninggal,
    Padahal Rasulullah mengalami banyak kematian keluarga atau para sahabatnya,.
    Akan tetapi tidak kita dapati jika rasulullah melakukan seperti yang kita dapatkan di indonesia,.. TAHLILAN,..

    • dika
      Agustus 24, 2012 pukul 11:46 am | #55

      yg di atas ini, kyk udh tau hidungnya Rasulullah saja. Anda lahir tahun brapa dari kelahiran dan sepeninggal Rasulullah? la konteks dan letaknya lho udh beda. Indonesia gk bs di samakan dg Arab. berarti tugas para penyiar dan penyebar Agama Islam di Indonesia, stlh adanya wahabisme dan muncul perang padri. Akulturasi budaya menjadi jawabannya.

      Emangnya islam diturunkan utk orang arab saja ya mas??
      Islam diturunkan utk umat terakhir mas, umat nabi muhammad bukan orang arab saja, tapi semua manusia di muka bumi ini, bahkan bukan dari bangsa manusia saja, bangsa jin juga terkena syariat Rasulullah, nabi muhammad,

      Syariat islam cocok dimana saja, bukan hanya di indonesia, mau di afrika,amerika,india,ataupun di kutub utara,
      Islam agama yang paling sempurna untuk semua manusia,.

      • pengingat
        Juni 1, 2013 pukul 8:19 pm | #56

        Anda sebaiknya belajar islam di timur Tengah mas???

        jawaban anda sangat ngaco tentang Islam,Agama tidak bisa kita buat dengan selera kita atau kebudayaan kita sendiri,kalau semua aturan atau budaya yang dilarang oleh syariat maka semuanya harus ditinggalkan,islam memang lahir di tanah Arab dan nabinya orang Arab serta AL-QURAN-nya berbahasa Arab,tapi Islam ada untuk seluruh mahluk yang ada di Alam semesta mas?

        jangankan orang Indonesia untuk semut-pun berlaku,jadi kalau tidak setuju harus dibuktikan dengan dalil yang kuat mas,buka dengan hawa nafsu dan pikiran kita sendiri,nanti bisa sesat menyesatkan.

        Terimakasihatas tambahannya,

  43. roby
    Juni 7, 2012 pukul 4:00 pm | #57

    alhamdulillah y allah..hari ini sy bnr2 dapat ilmu, trimakasih jg buat saudara abdul aziz.

  44. Ja
    Juni 7, 2012 pukul 8:14 am | #58

    assalamualaikum warahmatullah..,

    wa’alaikumumussalam warahmtullahi wabaraktuh

    justru karena tidak ada ajaran seperti itu dalam ajaran hindu.., makanya saya mengatakan itu adalah fitnah.., saya amat haqqul yakin bahwa tidak ada ajaran selamatan 1 hari.., 7hari..dll dalam hindu, karena saya hidup puluhan tahun di tengah2 umat hindu. bahkan keluarga istri saya mualaf dari hindu. saya yakin ustadz aziz tidak akan berani di konfrontir tentang tulisannya mengenahi ajaran hindu di hadapan cendekiawan hindu. apalagi tulisannya sangat tendensius sekali, menyamakan tradisi umat islam tertentu dengan tradisi hindu. yg sebetulnya tidak ada tradisi dan ajaran seperti itu di hindu.

    tolong dibaca di kitab yang disebutkan oleh ustadz abdul aziz, mungkin kalau orang biasa dari kalangan hindu tdk punya kitabnya ya?

    jadi yang punya itu adalah pendeta2nya saja,

    orang islam aja punya alquran, tapi banyak sekali yg tidak membukanya, apalagi mempelajarinya,.. padahal alquran adalah perkataan allah, apalagi kitab2 agama hindu yang buatan manusia,.. mungkin lebih banyak lagi,.. wallahu a’lam

    Bukan menyamakan ajaran hindu dengan islam, tapi pencampur adukan antara yang hak dengan yang batil yang perlu dijelaskan kepada kaum muslimin,

    Bacaan tahlil adalah bacaan yang agung, dzikir yang paling utama,
    Lalu ritual 7hari dan seterusnya setelah kematian, itu tdk ada dalam ajaran islam, tapi ada dalam ajaran hindu, tertulis dalam kitab-kitab hindu,..

    lalu,..

    dengan dimasukannya bacaan tahlil kedalam ritual 7hari dan seterusnya,.. tidak otomatis lalu ritual tsb menjadi ritual islam,..

    justru ini penodaan terhadap islam itu sendiri,..

    jadi orang-orang yang melakukan perbuatan bidah, pada hakekatnya sedang menodai ajaran agama islam, merendahkan agama islam,.. dan ini bukan membawa kepada kebaikan, justru membawa kepada kehancuran islam,

  45. Ja
    Juni 7, 2012 pukul 5:39 am | #59

    Assalamualaikum warahmatullah..

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Saya harap bersikaplah tabayyun.., karena ini bisa benimbulkan fitnah.., kepada ustad aziz, janganlah berdusta atas nama agama (termasuk terhadap agama lama ustadz..). sebagai seorang sarjana agama hindu, apalagi mantan pendeta, pemaparan ustadz aziz tentang ajaran hindu begitu dangkal, tidak mencerminkan seorang yg sudah lama mempelajari hindu. saya kira ini akan sangat memalukan bila dibaca sama orang yang mengerti hindu.

    Janganlah karena kebnecianmu terhadap suatu kaum menjadikanmu berbuat tidak adil..

    Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS Al-An’am : 108)

    Kok heran yah, ada orang islam yang merasa tidak suka, ketika ada orang mantan hindu yang masuk islam, lalu menjelaskan kepada orang islam tentang kesamaan ritual yg dilakukan oleh orang islam, yang mana tidak ada contohnya dari rasulullah, dan ternyata ada di kitab-kitab hindu,..

    Dimana sisi mencelanya? bukankah di kitab-kitab hindu tertulis demikian adanya, ritual beberapa hari setelah kematian,…

    kalau mau tabayyun, silahkan buka kitab yang diucapkan oleh ust abdul aziz, itu jika anda sendiri ingin membuktikannya,

    bukan malah menyampaikan dalil ayat alquran tentang mencela sesembahan2 agama lain,.. mana unsur mencelanya??

    Apakah ust abdul aziz mencela berhala-berhala atau sesembahan-sesembahan agama hindu??

    Lalu untuk apa ayat diatas anda bawakan,.. harusnya kita berterima kasih, sudah dikasih tahu, ternyata ajaran ritual hari-hari kematian, itu bukan dari islam, akan tetapi dari ajaran hindu, ada di kitab-kitab mereka,..

    Kewajiban dan keyakinan umat muhammad, adalah wajib mengingkari ajaran-ajaran diluar islam, ini perintah Allah, bukan memberikan toleransi, apalgi membiarkan ajaran islam terkontaminasi oleh ajaran-ajaran diluar islam, ini adalah salah satu konsekwensi dua kalimat syahadat…

  46. kk
    Mei 31, 2012 pukul 2:08 am | #60

    http://ashhabur-royi ====deleted====

    seperti namanya ashabur-ro’yi,.. pas bener,.. mendewakan akal, maka yg diposting isinya berita yang mengedepankan hawa nafsu,

    Tentang diamankannya ustadz abdul aziz, itu berita yang terlalu dibesar2kan, karena mungkin menohok pemikiran orang-orang yang mengamalkan ritual yang dimasuk2an ke dalam islam,.. memang ustadz abdul aziz diamankan polisi, akan tetapi keesokan harinya beliau dilepaskan,

  47. andi
    Mei 24, 2012 pukul 8:03 am | #61

    Assalammualaikum,

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Mas apa bener ustadz AbdulAziz ditangkap karena dianggap isi ceramahnya dan kesaksiannya adalah bohong mohon penjelasanya.

    Betul , ust abdul aziz pernah dibawa ke kantor polisi, karena laporan orang-orang yang tidak suka terhadap dakwah rasulullah, karena ust abdul aziz menjelaskan tentang ajaran2 islam yang menjadi tradisi masyarakat, ormas terbesar di indonesia, yang mana amalan tersebut tidak ada sumbernya dari ajaran rasulullah, malah sumbernya ada dalam kitab-kitab agama hindu,

    nah, mereka melapor ke polisi, dan polisi membawa ust tsb.

    Sudah sunnatullah, orang yang berusaha mendakwahkan dakwah yang hak, yang betul-betul berdasarkan kepada hadits yang shahih dari rasulullah, pasti akan mendapat rintangan,

    Alhamdulillah, ust abdul aziz akhirnya dibebaskan, beliau diamankan polisi pada tanggal 16 november, dan pada tanggal 17 november dibebaskan

    yang gembira dengan ditangkapnya ust abd aziz adalah orang-orang yang gemar mengamalkan ritual yang tdk ada contohnya dari rasulullah, dan mereka terusik dengan dibeberkannya penyimpangan tsb kepada kaum muslimin,..blockquote>

  48. Agus Widodo
    Mei 8, 2012 pukul 11:30 am | #62

    Yasinan dan Tahlilan untuk selamatan/kirim do’a pada 1 harinya, 2 harinya, 7 harinya, 40 harinya, 100 harinya, atau bahkan 1000 harinya keluarga kita yang meninggal dunia adalah tinggalan dari Waliyulloh khususnya Wali Songo para Salafus Sholih ditanah Jawa dulu.

    Walisanga yang mendakwahkan dakwah salafus shalih adalah wali yang merupakan utusan khalifah turki utsmani, diantaranya syaikh maulana malik ibrahim,sunan giri,sunan bonang ,

    Setelah generasi sunan yang asli wajah jawa (aswaja) yaitu dari mulai sunan kalijaga, syeikh siti jenar, joko tingkir, dll maka islam sdh dicampur dengan ajaran hindu, diantaranya wayang,alat musik,juga ritual-ritual setelah kematian, dengan cara memasukan beberapa ajaran islam, sehingga seolah-olah jadi ajaran islam,..

    Dan sampai sekarang pun masih dilestarikan oleh mayoritas penduduk Islam ditanah jawa, dan sampai saat inipun tidak ada satupun fatwa MUI yang mengharamkanya.

    Mayoritas bukan pertanda kebenaran, justru kalau kita mengikuti kebanyakan orang, niscaya kita akan tersesat, apalagi mengikuti tradisi nenek moyang yang itu bertentangan dengan ajaran rasulullah,

    Patokan kebenaran bukan adanya fatwa MUI, tapi apakah itu sejalan dengan ajaran rasulullah atau tidak,..
    Mau berfatwa haramnya rokok aja susah sekali, padahal tidak ada satu ulama pun yg menghalalkan rokok, bahkan orang kafir, di negara kafir, mereka memerangi rokok ini, karena dampaknya yang sangat berbahaya bagi kesehatan pelaku dan orang disekitarnya,
    kapan MUI lahir, abu bakar aja ngga kenal, apalagi umar,utsman,ali, mereka ngga mengenal apa itu MUI,

    Fatwa MUI yang sejalan dengan ajaran rasulullah, maka kita ikuti, dan jika ada amalan yang menyelisihi ajaran rasulullah, ya kita jauhi, walaupun MUI belum mengeluarkan fatwa,..

    Menurut saya yang penting ritual2 itu diisi oleh do’a2 yang islamy. Dari pada disi dg hura-hura yang gak jelas khan lebih baik disi do’a2 yang Islamy.

    Menurut saya?, emang anda siapa???
    Imam syafii aja tidak berani berkata menurut saya,.. kok anda begitu mudah mengatakan menurut saya,.. emang siapa anda?

    Ingat yang meninggal salah satu keluarga kita adalah manusia, bukan hewan yang kalau mati tinggal digelundungkan atau dipendam begitu saja seperti hewan. Pertanyaanya, apakah kita nanti kalau meninggal ingin diperlakukan sebagaimana manusia atau hewan :)

    Sungguh perkataan yg tidak berdasarkan ilmu,

    Anda mengetahui siapa manusia terbaik di bumi ini??
    Muhammad rasulullah, beliau manusia terbaik,..
    Bagaimana ketika beliau meninggal?
    Apakah Abu bakar melakukan tahlilan untuk beliau?
    Ketika aisyah meninggal, apakah para sahabat melakukan ritual tahlilan?
    Ketika Abu Bakar, Umar,Utsman, atau Ali meninggal, apakah para sahabat melakukan ritual tahlilan??

    Apakah anda berani mengatakan mereka semua meninggal diperlakukan seperti hewan?? dikubur begitu saja,..

    Ini hanya dilontarkan oleh orang yang tidak mengenal tentang ajaran islam yang diajarkan oleh Rasulullah,

    Justru jika ada seseorang yang meninggal, lalu dia tidak berwasiat kepada ahli warisnya, agar nanti jika meninggal jangan diadakan ritual tahlilan, atau ritual lainya, maka jika dia meninggal dan ahli warisnya melakukan ritual-ritual tersebut, maka dia mendapatkan dosa atas perbuatan yang dilakukan oleh ahli warisnya,

    • aji
      Oktober 8, 2012 pukul 5:37 am | #63

      makasih min.sampean udah memberi pengetahuan kpd saya…
      saya jdi lbih teguh sekarang
      saya mau minta pndapat sampean min
      saya pernah mnentang mereka mslh ysin thlil
      jwbn mereka”udah pak ikut aja ga papa.lagian acara ini untuk mmpererat silaturohmi,klu ga gni kpn kita umt islam kmpul.aplgi di rt kita sekarang bnyak non muslim”

      terimakasih mas aji, mudah-mudahan Allah menunjuki kita ke jalan yang benar,
      Justru dengan cara-cara yg tidak dicontohkan seperti itu, kita semakin mudah dikalahkan oleh orang non muslim
      Masih banyak cara, contohnya shalat 5 waktu di masjid secara berjamaah, itu adalah wajib bagi laki-laki, bukan shalat jumat saja, harusnya shalat 5 waktupun seperti shalat jumat jamaahnya, sekarang lihat fakta di lapangan,

      Bahkan seandainya semua laki-laki umat islam shalat 5 waktunya berjamaah di masjid, orang-orang non muslim akan gentar kepada umat islam,
      Orang yahudi pun akan merasa takut, jika laki-laki muslim semua melakukan shalat 5 waktu di masjid secara berjamaah,

      Lalu kenapa ketika acara ritual tahlilan mereka bisa ngumpul, tapi shalat jamaah 5 waktu tidak, bahkan banyak kita jumpai masjid hanya penuh ketika shalat maghrib dan isya, shubuh sedikit, dzuhur dan ashar tdk ada yang berjamaah, innalillahi wa inna ilaihi raji’uun..

    • pengingat
      Juni 1, 2013 pukul 8:11 pm | #64

      sampeyan Islamnya mengikuti Al-QURAN dan SUNNAH apa mengikuti wali????

      trus kebenaran kalau itu ajaran wali dari mane???kenapa ngak mengambil ajaran Rasulullah dan para Sahabatnya yang jelas2 benar????

      sampeyan beragama hanya kata kyai apa mempelajari Agama itu sendiri???

      kalau mau belajar Islam itui pada sumbernya???

      yang jelas bukan di Indonesia???

      disono mas ditimur tengah,Islam diturunkan di tanah Arab,Al-QURAN-nya berbahasa Arab dan nabinya juga orang Arab???

      bukan dari sini,Indonesia??

      belajar lagi Islam kepada Ulama Ahlu Sunah yang lurus dan benar mas???

      Agama tidak bisa disesuaikan dengan selera diri kita masing2???

      Terlalu banyak pertanyaan yang perlu dijawab,.
      Mudah-mudahan Allah memberikan hidayah kepada mereka, kaum muslimin yang masih mengamalkan islam tradisi, bukan ajaran islam yang betul-betul diajarkan oleh nabi,

  49. iwwn
    Oktober 7, 2013 pukul 10:30 am | #65

    Tatacara ajaran Imam MadzaB memang baik untuk menseragamkan UMAT dan “memurnikan” tetapi kalau sudah sesuatu wajib dan disakralkan hanya ada satu cara saja maka itu yang salah.

    Para imam madzab menukil-nukil ingatan hadits karena hanya berpedoman Quran satu-satunya maka dianggap Fiqih belum bunyi maka diklimlah bahwa ini itu adlah katanya sesuai yg dicontohkan nabi. Sedangkan nabi saja pernah melarang menuliskan hadits, mengapa yag ditaati cuma melarang menggambar wajah nabi.

    TErimakasih,
    Madzhab bukanlah dalil yang perlu diikuti, tapi yang perlu diikuti adalah dalil baik dari alquran atau hadits yg shahih,
    Hasil ijtihad ulama madzhab, jika itu tdk menyelisihi dalil dari alquran dan hadits yg shahih, maka itu boleh kita ambil, namun jika menyelisihi dalil, maka kita tinggalkan pendapat ulama madzhab tsb,
    ini saya nukilkan perkataan imam malik:

    ما منا إلا رادٌ ومردود عليه إلا صاحب هذا القبر

    ‘Setiap orang boleh diterima dan boleh ditolak pendapatnya, kecuali pemilik kuburan ini“, yaitu Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam

    Untuk lebih jelasnya, silahkan baca postingan HARUSKAH KITA BERMADZHAB, silahkan baca disini

  50. pompom
    April 20, 2014 pukul 3:33 am | #66

    Kenapa pertanyaan saya tidak di jawab2 dan komentar saya tidak ditampilkan.
    Maaf bila saya bersikap tidak sabar, tapi saya sangat ingin tahu bagaimana jawaban mas.
    Apakah mas belum mempunyai jawaban yang tepat untuk pertanyaan dan komentar dari saya, atau mas memang tidak bisa menjawab.
    Bila mas tidak bisa jawab, tidak apa2, saya akan bertanya kepada orang muslim lainnya yang lebih mengetahui.

    Terimaksih pompom atas kesetiaanya mengikuti blog saya,. saya senang kok,.
    Tentang saya belum jawab pertanyaannya, karena saya sedang ada kesibukan, dan pertanyaan yang diajukan membutuhkan jawaban yang lumayan,.

    alhamdulillah karena pertanyaan anda, saya postingkan artikel yang merupakan jawaban buat pertanyaan, silahkan dibaca disini

    Mudah-mudahan bisa menjawab pertanyaan anda, silahkan komentar lagi jika belum paham,.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.271 pengikut lainnya.