Beranda > bantahan > Tahukah anda,apa arti yang terkandung dalam barzanji?

Tahukah anda,apa arti yang terkandung dalam barzanji?


STUDI KRITIS!
Syair-syair Barzanji & Burdah

Berikut adalah beberapa kalimat kufur dan syirik yang terdapat dalam kitab Barzanji sekaligus komentar dari sebagian ulama.

Hambamu yang miskin mengharapkan
“Karuniamu (wahai Rasul) yang sangat banyak”
Padamu aku telah berbaik sangka
“Wahai pemberi kabar gembira dan Pemberi Peringatan”
Maka tolonglah Aku, selamatkan Aku
“Wahai Penyelamat dari Sa’iir (Neraka)”
Wahai penolongku dan tempat berlindungku
“Dalam perkara-perkara besar dan berat yang menimpaku”

Penjelasan :

Misi dan tujuan kedatangan Rasulullah yang utama adalah untuk membebaskan manusia dari penghambaan diri kepada selain Allah. Sementara penyair dalam petikan syair Barzanji di atas menyatakan penghambaan dirinya kepada Rasulullah (bukan kepada Allah) dan mengharapkan pemberian yang banyak dari beliau. Pada bait yang ke-2 dia telah berbaik sangka kepada Rasulullah (untuk menyelamatkan dirinya). Padahal Nabi sendiri menyuruh untuk berbaik sangka hanya kepada Allah bilamana akan menghadap Allah (akan mati) Hal ini sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Sahabat Jabir bin Abdillah bahwasanya ia pernah mendengar Rasulullah bersabda (3 hari sebelum wafatnya) :

Janganlah mati salah seorang dari kamu melainkan ia berbaik sangka kepada Allah ‘Azza wa Jalla

berbaik sangka dalam hadits tersebut maksudnya adalah mengharap rahmat dan ampunan

Pada bait yang ke-3 penyair minta pertolongan kepada Rasulullah dan minta perlindungan dari beliau supaya diselamatkan dari api neraka, padahal Nabi sendiri melarang umatnya memohon untuk menghilangkan kesusahan dan kesulitan yang menimpa (beristigotsah) kecuali hanya kepada Allah. Bahkan beliau sendiri meminta perlindungan hanya kepada Allah dan memerintahkan ummatnya untuk berlindung serta memohon perlindungan hanya kepada Allah semata. Rasulullah bersabda : “

Tidaklah boleh memohon untuk menghilangkan kesusahan dan kesulitan yang menimpa (beristigotsah) kepadaku (karena Nabi tidak mampu melakukannya), dan beristigotsah itu hanya boleh kepada Allah semata.” [HR. Thabrani, semua periwayatnya shahih kecuali Ibnu luhaiah, dia hasan].

Pada bait yang ke-4 penyair menjadikan Nabi sebagai penolong dan tempat berlindung dalam perkara-perkara besar dan berat yang menimpanya dengan melupakan Allah ‘Azza wa Jalla sebagai penolong dan tempat berlindung yang Nabi sendiri meminta pertolongan dan perlindungan hanya kepada-Nya.

Keempat bait syair ini di dalamnya terdapat kalimat-kalimat yang mengandung kesesatan dan kesyirikan yang sangat berat. Hal ini tidak diketahui oleh orang-orang yang berdiri mendendangkan syair-syair Barzanji tersebut. Berdirinya mereka (pembaca Barazanji) pada acara Maulid dan “Cukuran” (potong rambut bayi) dan acara ziarahan di rumah calon jamaah hajji. dikatakan oleh Ulama bahwa hal itu didasarkan kepada I’tiqad (keyakinan) sesat bahwasanya Nabi menghadiri majelis yang di dalamnya di baca kisah maulid tersebut. Setelah mendapat kritikan Ulama mereka pindah kepada I’tiqad (keyakinan) lain yang sama juga sesatnya yaitu anggapan bahwa Ruh Nabi hadir menyertai mereka. Sehingga terdengar dari mereka ungkapan “Jasadnya tidak menyertai kita akan tetapi rohaniatnya selalu bersama kita.”

Kemudian di dalam Qashidah Burdah yang dicetak bersama kitab Barzanji, ada bait-bait yang dikritik oleh Ulama karena mengandung pujian melampaui batas yang ditujukan kepada Rasulullah (Ithra) sehingga menempatkan Nabi pada posisi dan tingkatan Allah ‘Azza wa Jalla. Diantara bait yang dikritik itu adalah:

Wahai makhluk yang mulia tiadalah bagiku tempat berlindung”
“selain engkau, di kala bencana besar menimpaku”
“Maka sesungguhnya termasuk sebagian dari pemberianmu (adalah) dunia dan akhirat”
“dan termasuk sebagian dari ilmumu adalah ilmu tentang apa yang tercatat
dalam Al-Lauh Al-Mahfudzh
dan apa yang tertulis oleh Pena Allah

Inilah sebagian dari syair Qashidah yang mengandung Pujian kepada Rasululah saw yang melampai batas.

[Al-Hujjah Risalah No: 50 / Thn IV / Rabiul Awal / 1423H ]

sumber: http://www.abusalma.wordpress.com

video penjelasan tentang berjanji:


  1. adam
    September 30, 2014 pukul 2:04 pm

    Terima kasih atas tanggapannya

    Karena pemahaman saya, Rasulullah itu memberikan kita karunia Alloh yang sangat luar biasa yang dapat memberikan keselamatan kebahagiaan dunia akherat yaitu Al Qur’an dan sunah beliau…….
    Memang ada 2 pendapat besar dalam penyebutan Rasulullah saat ini, ada yang menganggap sebagai tawassul sedang pihak lain menganggap sirik…..

    saya sendiri dalam posisi tidak bisa menghakimi 2 pendapat tersebut.

    Memang ada tuntunan tentang cara berdoa dengan wasilah amal kebaikan kita.
    Maka ada juga yang berdoa dengan wasilah kecintaan/kerinduan pada Rasulullah…

    Biasanya adabnya mereka menyebut Yaa Alloh Yaa Rasulullah……..(tidak pernah ada yang seperti kaum nasrani yang menyebutnya (mohon maaf, hanya menyebut yang salah saja) yaa “tuhan muhammad”…..

    Karena Muhammad maqomnya adalah Rasulullah bukan tuhan/bukan anak tuhan.

    penyebutan Yaa Rasulullah ini hanya adab saja, sopan santun yaitu mengingat kemurahan Alloh memberikan kita Rasul manusia termulia yaitu Muhammad saw

    Apakah Rasulullah tidak mengajarkan adab dalam berdoa?
    Doa itu ibadah, dan ibadah itu wajib mengikuti contoh yang diajarkan oleh rasulullah, dan Rasulullah tidak pernah mengajarkan adab berdoa dengan cara seperti itu,.
    Janganlah kita membikin adab-adab sendiri dalam berdoa,.
    Para sahabat yang merupakan generasi yang PALING MENCINTAI rasulullah, tidak melakukannya,..

    sebenarnyalah memuliakan Rasulullah yang tak pernah terucap itu adalah saat anda patuh mendengar dan mentaati Rasulullah dengan berpegang pada Al Qur’an dan sunah, dalam seluruh hidup, kenapa anda tidak takut mematuhi segala perintah dan menjauhi larangan Rasulullah Muhammad saw, dan meyakini seyakin-yakinnya bahwa patuh pada Muhammad saw akan masuk surga padahal anda tahu betul bahwa Muhammad saw itu manusia???

    salah satu jawabnya yang pasti karena firman Alloh adalah kepastian, meskipun seluruh makhluk kafir, adalah : “katakanlah wahai Muhammad : Kalau engkau mencintai Alloh maka patuhlah padaku (Muhammad).

    Orang-orang di akherat akan bersama-sama dengan yang dicintainya….(hadis)

    inti dari komen saya adalah memuliakan dan menghormati Rasulullah itu bisa sebebas setinggi mungkin asal tidak menganggap Muhammad saw sebagai tuhan/dewa/anak tuhan dll tetapi tetap yakin dan pasti bahwa Muhammad saw adalah Rasulullah…–> UTUSAN ALLOH
    barangsiapa yang memusuhi UTUSAN ALLOH berarti melawan ALLOH, barangsiapa patuh pada Rasulullah berarti CINTA ALLOH.

    Dan rasulullah tidak pernah mengajarkan berdoa kepada orang yang sudah mati, sebab itu adalah kesyirikan,
    perkataan Yaa Rasulullah, ini adalah bertawasul kepada nabi, dan ini merupakan salah satu kesyirikan,.

    Dan bukan bentuk kecintaan kepada nabi perbuatan ini, bahkan mendatangkan kemurkaan Allah,. bukan mendatangkan KECINTAAN ALLAH

    Barangsiapa mencintai Rasulullah, maka lakukanlah apa2 yang diperintahkan oleh Rasulullah,.
    Jika ada orang yang mengaku cinta rasul, tapi melakukan amalan yang tidak diperintahkan oleh Rasulullah, maka cintanya adalah PALSU,.. dusta,.

    Dialog bagus tentang tawassul,. silahkan buka link ini

    Memuji nabi juga tidak boleh berlebih-lebihan, padahal nabi masih hidup, apalagi setelah matinya,. silahkan baca postingannya disini

  2. adam
    September 29, 2014 pukul 1:50 am

    Terimakasih kang caca, pertanyaan yg sangat bagus,
    Jika kita meminta tolong kepada makhluk selain allah, dan mereka itu mampu memberikan pertolongan tersebut, maka itu bukanlah syirik,

    Yang dikatakan syirik itu jika kita meminta kepada pihak lain, yang mana pihak lain tsb tidak mampu memberikan pertolongan tersebut, dan yang bisa memberikan hanya Allah,

    contohnya meminta kepada makhluk agar dimasukan ke dalam surga,agar diampuni dosanya, agar dilepaskan dari siksa neraka,

    contoh dalam syair barjanji:
    Hambamu yang miskin mengharapkan
    “Karuniamu (wahai Rasul) yang sangat banyak”
    Padamu aku telah berbaik sangka
    “Wahai pemberi kabar gembira dan Pemberi Peringatan”
    Maka tolonglah Aku, selamatkan Aku
    “Wahai Penyelamat dari Sa’iir (Neraka)”
    Wahai penolongku dan tempat berlindungku
    “Dalam perkara-perkara besar dan berat yang menimpaku”—–>>>

    <>>

    ————
    maaf mungkin pemahaman saya salah, bukankah syair tersebut mengingatkan esok kejadian di hari kiamat, Alloh hanya mengizinkan Rasulullah Muhammad saw yang memberi syafaat..(penolong) ……kalau ingin mendapat pertolongan dari Rasululah maka selama di dunia ini harus banyak-banyak membaca shalawat

    Terimakasih anda masih komentar disini,. dan mengajukan pertanyaan,. baik mas adam , saya nukil komentar anda, dan penjelasan tentang dimana menyimpangnya, atau kesyirikannya,.

    saya nukil dari awal,..

    Terimakasih kang caca, pertanyaan yg sangat bagus,
    Jika kita meminta tolong kepada makhluk selain allah, dan mereka itu mampu memberikan pertolongan tersebut, maka itu bukanlah syirik,

    Yang dikatakan syirik itu jika kita meminta kepada pihak lain, yang mana pihak lain tsb tidak mampu memberikan pertolongan tersebut, dan yang bisa memberikan hanya Allah,

    contohnya meminta kepada makhluk agar dimasukan ke dalam surga,agar diampuni dosanya, agar dilepaskan dari siksa neraka,

    Makhluk tidak ada yang bisa memasukkan ke dalam surga, mengeluarkan dari neraka, tanpa ijin Allah, Jadi hanya Allah yang bisa melakukannya,. Jika meminta kepada makhluk agar dimasukkan ke dalam surga, maka ini sudah termasuk dalam kesyirikan,.

    Lafadz barzanji yang anda nukilkan :
    contoh dalam syair barjanji:
    Hambamu yang miskin mengharapkan
    “Karuniamu (wahai Rasul) yang sangat banyak”

    Ini adalah kesyirikan yang nyata, yang memberikan karunia hanyalah Allah, bukan Rasulullah,. Rasulullah saja meminta karunia kepada Allah, jadi ucapan diatas adalah salah satu bentuk kesyirikan, sebab rasulullah tidak mampu memberikan karunia kepada manusia, yang memberikan karunia adalah Allah saja,

    Padamu aku telah berbaik sangka
    “Wahai pemberi kabar gembira dan Pemberi Peringatan”
    Maka tolonglah Aku, selamatkan Aku
    “Wahai Penyelamat dari Sa’iir (Neraka)”

    kata Yang terakhir, yaitu wahai penyelaman dari sa’iir, siapa yang mampu menyelamatkan dari neraka?
    Hanya Allah saja, Rasulullah tidak mampu menyelamatkan dari neraka,. bahkan rasulullah saja berlindung kepada allah dari siksa neraka,.. bagaimana mungkin rasul bisa menyelamatkan dari neraka?
    Ini adalah kesyirikan yang nyata,.

    Wahai penolongku dan tempat berlindungku
    “Dalam perkara-perkara besar dan berat yang menimpaku”

    kata diatas juga kesyirikan, bahkan bukan syirik kecil, jika diyakini seperti itu, maka bisa mengeluarkan pelakunya dari islam,.
    Tempat berlindung hanyalah Allah, bukan rasulullah,. bukan pula selainnya, hanya kepada Allah kita berlindung,.
    Rasulullah saja minta perlindungan kepada Allah, tidak kepada selainnya,…

    Jadi,.. apakah belum jelas apa kesyirikan dalam syair barzanji tersebut??? Hanya Allah lah yang mampu memberi petunjuk,.. walaupun petunjuk sudah jelas, jika Allah belum memberikan hidayah taufik padanya,.. maka petunjuk tersebut akan tampak sebagai kegelapan,..

  3. Anonymous
    September 14, 2014 pukul 2:46 pm

    Assalamualaikum.. salam sejahtra buat kita semua
    semoga kita selalu dalam lindungannya….

    berarti intinya menurut Anda para ulama yang terdahulu SALAH.. ..

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Terimakasih sudah komentar disini,.

    Perlu kita sepakati dulu, bahwa patokan kebenaran adalah Rasulullah,.
    Apa yang diajarkan oleh Rasulullah adalah kebenaran, kemudian diamalkan oleh para sahabat,.

    Jika ada orang atau tokoh yang dikatakan sebagai ulama, lalu mengamalkan amalan yang tidak diajarkan oleh Rasulullah, tidak diamalkan oleh para sahabat, maka jika ada yang seperti itu, maka orang atau tokoh, atau apapun namanya itu telah melakukan kesalahan, telah menyimpang dari jalan kebenaran,.

    Jadi intinya bukan ulama terdahulu itu salah, tapi intinya apakah apa yang dikerjakan oleh mereka itu pernah diajarkan oleh Rasulullah atau tidak, dan apakah pernah diamalkan oleh para sahabat atau tidak,.. itu intinya,.. jangan salah faham,. bukan menyalahkan para ulama terdahulu,.. tapi dilihat , apakah mereka itu sejalan dengan apa yang diperintahkan oleh Rasulullah atau tidak,.

  4. bukan Ali
    September 10, 2014 pukul 4:49 pm

    Wahabi goblog

    Terimakasih, sdh komentar di blog wahabi goblog,.
    Kenapa anda komentar disini?

    Maaf, nama Ali saya ganti dengan bukan Ali, karena Ali itu pinter, cerdas, dan pemberani,.

  5. Anonymous
    Agustus 23, 2014 pukul 3:09 am

    Assalamu alaikum ,

    Mau nanya apa iya memuji serta meminta pertolongan kepada Rasulullah itu sesat, lalu kenapa ketika dalam sebuah kisah rasulullah mala menghadiakan selimut bergaris pada seorang sahabat yang memujinya, bukan malah memarahi atau murkah padanya.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Pujian Allah kepada manusia yang paling mulia adalah ABDULLAH, HAMBA ALLAH,
    Rasulullah melarang sahabat untuk memuji Rasulullah secara berlebihan, seperti yang ada dalam berzanji,
    sabda beliau:

    لاَ تُطْرُوْنِي كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ، فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ، فَقُوْلُوْا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ.

    “Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam memujiku, sebagai-mana orang-orang Nasrani telah berlebih-lebihan memuji ‘Isa putera Maryam. Aku hanyalah hamba-Nya, maka kata-kanlah, ‘‘Abdullaah wa Rasuuluhu (hamba Allah dan Rasul-Nya).’”[HR. Al-Bukhari (no. 3445)]

    Anas bin Malik Radhiyallahu anhu berkata, “Sebagian orang berkata kepada beliau, ‘Wahai Rasulullah, wahai orang yang terbaik di antara kami dan putera orang yang terbaik di antara kami! Wahai sayyid kami dan putera sayyid kami!’ Maka seketika itu juga Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    يَا أَيُّهَا النَّاسُ قُوْلُوْا بِقَوْلِكُمْ وَلاَ يَسْتَهْوِيَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ، أَنَا مُحَمَّدٌ، عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ، مَا أُحِبُّ أَنْ تَرْفَعُوْنِيْ فَوْقَ مَنْزِلَتِي الَّتِيْ أَنْزَلَنِيَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ.

    “Wahai manusia, ucapkanlah dengan yang biasa (wajar) kalian ucapkan! Jangan kalian terbujuk oleh syaithan, aku (tidak lebih) adalah Muhammad, hamba Allah dan Rasul-Nya. Aku tidak suka kalian mengangkat (menyanjung)ku di atas (melebihi) kedudukan yang telah Allah berikan kepadaku.” [HR. Ahmad (III/153, 241, 249)]

    Selengkapnya bisa dibaca disini

  6. abie ucak
    Agustus 19, 2014 pukul 12:08 pm

    subhanallah…..
    hambe hanye lah ensan yg hina.tiade berelmu…

    hanye lah sang mahe ZAT yg mampu memberi petunjuk,ALQUR’AN sebagai penunjuk jalan dan sunnah sebagai penerang..

    YG MANE yg benar semoge ALLAH kekalkan, seandai nye yg melakukan barjanzi salah.cukop lah ALLAH dan rosul yg tau.. mohon maaf admin.

    Terimakasih abie, sudah komentar disini,
    Yang jelas Allah sudah mengutus Rasulnya, dan sudah menjelaskan seluruh syariatnya,.
    Dan barzanji bukanlah termasuk syariat yang Allah tetapkan, sehingga barzanji bukanlah kebenaran,,.

    Sungguh pelaku barzanji akan dimintai pertanggungjawaban, apalagi isinya ada yang mengandung kesyirikan,. padahal syirik adalah dosa besar,.

  7. arok pramudhita
    Agustus 18, 2014 pukul 7:47 pm

    aslmkm…wr wb.
    mohon saran bagaimana kita harus bersikap…

    ketika harus menerima undangan dari tetangga utk acara yang biasanya selalu diiringi dengan bacaan manaqib maupun barzanji yang notabene selama ini saya tidak faham sama sekali knp harus dibaca…

    dan bahkan ketika baca tulisan bpk justru kesyirikan yg kita dapat ketika membacanya….

    Mengingatkan ttg kssyirikan ini kepada masyarakat dengan tradisi ritual ini blm menjadi kemampuan saya. oleh karena itu bagaimana sebaiknya saya bersikap ketika harus menerima undangan trsebut…???

    apabila saya tidak hadir akan mendapat sanksi sosial tentunya dan merasa tidak enak dengan tetangga, bagaimana pula saya harus bersikap ketika menghadiri acara tersebut???

    mohon saran dari bapak…terima kasih sebelumnya
    wassalam…

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Terimakasih arok,sudah komentar disini,.
    Memang realita kaum muslimin yang terjerumus dalam praktek diatas, itu tidak paham bahasa arab, tidak paham akidah dengan benar, sehingga amalan yang mengandung kesyirikan pun gemar dikerjakan, bahkan dibela mati-matian,. sementara amalan yang betul-betul diajarkan Rasulullah malah dicelanya,. inilah salah satu jebakan setan,

    Cobalah kita pelajari ajaran islam dengan pemahaman yang benar, menghidupkan sunnah-sunnah rasul, seperti shalat berjamaah 5 waktu di masjid bagi laki-laki, yang mana ini sangat langka, kaum muslimin shalat berjamaah yang paling rame adalah ketika shalat jumat doang,. nah anda mulai praktekkan hal ini, shalat di masjid 5 waktu berjamaah, jika di masjid anda shalat jamaahnya cuma saat shalat maghrib,isya,shubuh dan shalat jumat saja, maka anda coba praktekkan, jika tidak ada yang adzan, coba anda yang adzan,.

    Kemudian berakhlak baik dengan masyarakat, bermuka manis,ramah,murah senyum, dan sebarkan salam kepada mereka,.

    Mungkin bisa juga sering memberikan hadiah,.

    Insya Allah dengan sikap-sikap seperti itu, dimana kita lebih rajin beribadah daripada masyarakat yang gemar ritual barjanji, kita lebih berakhlak mulia, menebar salam, maka masyarakat dengan sendirinya bisa menilai, malah mungkin akan lebih menghormati anda, walaupun anda tidak ikut2 ritual mereka,. mungkin anda akan lebih disegani,.

    Perlu diingat pula, jangan menyebutkan kepada masyarakat bahwa barzanji itu mengandung kesyirikan, masyarakat tentu tidak akan terima dan mungkin akan memandang anda berpaham nyeleneh,. karena masyarakat belum paham apa itu syirik,. jadi anda jangan pernah menjelaskan demikian, untuk sementara waktu,. hal tersebu cukup sebagai pengetahuan anda saja, agar anda tidak terjerumus dalam praktek tersebut,.

  8. Antang Bajala Bulau
    Juli 6, 2014 pukul 6:34 am

    Assalamualaikum wr wb ….tetep semangat pak..untuk memberikan susuatu hal yang benar yang berdasarkan alquran dan sunnah rasulullah..semoga alloh swt..melindungi bapak….

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    terimakasih atas suport dan doanya,.

  9. sugeng
    Juni 19, 2014 pukul 10:06 am

    sek ora gek berjanjen ya rono..
    nyong tetep berjanjen…

    sek gak ngarani bid’ah ya rono.. nyong tetep gek berjanjen….

    wong nana sek ngerti ndi sek ibadae ketompo endi sek ora…
    niat baik yakin allah bakal ngewei ganjaran sek apik… kabeh2 sko niat…..

    matur suwun kang sugeng, sampun koment teng mriki,.
    mangga mawon kang, sebab sing bakal tanggung jawab mengko nang ekherat ya dewek-dewek koh..

    Kabeh-kabeh seko niat? bener, tapi niat sing koyo nopo? monggo dipun priksani teng mriki

  10. GP. Ansor Bumiayu
    Juni 19, 2014 pukul 4:07 am

    tertulisnya asli bumiayu….
    saya warga bumiayu, saya merasa kurang pas dengan postingan anda….
    ayo kita duduk bersama dan kita saling berbagi ilmu…..
    saya ada di Kantor MWC Nahdlatul ‘Ulama Bumiayu…..
    Pengurus GP. Anshor Bumiayu

    Alhamdulillah, ada warga bumiayu yang baca blog saya, silahkan diskusi disini saja, silahkan komentar, nanti saya tanggapi, biar pembaca juga bisa mengambil manfaat,.

    kedepankan dalil, yang disebut dalil itu adalah : Perkataan Allah, Perkataan Rasulullah, dan Perkataan para sahabat,.

    Monggo pak yai,.

  11. Andi Surya
    Februari 22, 2014 pukul 12:10 pm

    bisakah anda jelaskan sejarah awal mula barzanji sampai bisa terkenal?

    Terimakasih mas Andi,
    Sudah hal yang umum, jika ada perbuatan jelek dilakukan terus menerus, maka perbuatan jelek tersebut tidak akan tampak sebagai kejelekan, apalagi itu dilakukan terus menerus secara turun temurun, demikian pula dengan barzanji ini,
    Padahal jika kita mengetahui siapa pembuatnya, pemikiran si pembuatnya, kita akan terbelalak sendiri, apalagi jika mengetahui isi dari barzanji, maka akan semakin takut kita kepada Allah, isinya penuh dengan kesyirikan,
    Maklum, kaum muslimin banyak yang tidak paham bahasa arab, jadi tidak paham arti dalam barzanji, silahkan baca disini postingannya

  12. putra
    Februari 15, 2014 pukul 11:25 am

    wahabi itu a historis

    pengin tahu lebih banyak tentang bahya wahabi? silahkan klik link ini

  13. Lastriyanti
    Januari 30, 2014 pukul 4:49 am

    Kalau memang syirik,,, dijelasin dunk di muka umum ato dibuat buku yg menjelaskan kandungan berzanzi,,,

    terimakasih mba, sudah dijelaskan , silahkan tonton videonya mba, disitu jelas sekali penjelasannya,.
    bisa juga dibaca disini

  14. abi fathan
    Januari 24, 2014 pukul 5:06 pm

    “Janganlah kalian berlebih – lebihan dalam memujiku seperti orang – orang Nashrani berlebih – lebihan dalam memuji Isa bin Maryam, saya hanyalah seorang hamba, maka katakanlah: Abdullah (hamba Allah) dan Rasulullah (utusan Allah).” (HR. Bukhari dan Muslim).

  15. Moch Anwar L
    Januari 20, 2014 pukul 8:03 am

    maaf.. kepada saudara pemilik posting ini. rasanya kurang Afdhol jika anda hanya menterjemahkan kata-kata bacaan barzanji tersebut secara langsung (bahasa indonesia). jika anda ingin menunjukan kepada semua umat harusnya diterjemahkan kalimat per kalimat sesuai kaidah bahasa tersebut (nahwu dan sharaf). sehingga dapat di simpulkan secara pasti bahwa kalimat2 yang ada dalam bacaan tersebut memang benar2 menyesatkan. trims sebelumnya.

    Terimakasih sudah komentar disini,.
    Terjemahan perkata sudah jelas, sudah ada postingannya disini, bahkan siapa pengarang barjanji dll silahkan klik link ini

  16. budi
    Januari 19, 2014 pukul 3:41 pm

    bisalah kalo orang ngga suka, mungkin kalo saya dulu ngajinya sama orang yg sama yg nulis blog ini q ikt,, pi alhamdulillah dulu saya ga ketemu rang ini,, lagian nanti semua itu yg akan memblas Allooh..

    Betul mas budi,sebelumnya terima kasih sudah komentar disini, semua yg akan membalas adalah Allah.

    cuma di akherat itu ngga bisa balik lagi ke dunia mas budi, tidak ada kesempatan untuk beramal lagi, jika di dunia mengamalkan amalan bidah, apalagi kesyirikan, maka penyesalan demi penyesalan di akherat kelak yang akan didapatkan..

    Mumpung masih di dunia,… mudah-mudahan Allah menunjuki anda dan kaum muslimin agar mengamalkan sunnah, dan meninggalkan kesyirikan dan bidah,.

    Saya tidak memaksa anda dan pembaca untuk mengikuti apa yang saya posting, saya hanya menyampaikan postingan yang sesuai dengan kebenaran, masalah anda atau pembaca ikut atau menerima, itu hanya hidayah Allah saja,. barang siapa yg Allah menghendaki hidayah bagi seseorang,maka tidak ada orang yang bisa menyesatkannya dan sebaliknya, jika Allah juga menghendaki kesesatan terhadap seseorang,maka tidak ada seorangpun yang bisa memberikan petunjuk padanya,… hidayah itu mahal, dan hidayah itu tidak datang sendiri,. harus dicari,.

  17. Abi_Zahra
    Januari 16, 2014 pukul 8:12 am

    Saya termasuk orang yang sering membaca kitab al barjanji,saya tahu kitab itu baik dari guru saya, dan guru saya tahu itu baik dari gurunya( kalau tidak baik , pasti tidak akan mengajarkannya).

    Terimakasih abi zahra sudah komentar disini,
    Patokan kebenaran bukanlah berdasarkan apa yang diajarkan oleh guru, sehingga kita taklid buta kepada guru kita,.. bukan seperti itu sikap yang benar, tapi lihat dulu, apakah yg disampaikan si guru itu benar atau tidak,. jika kita taklid buta, maka sama saja kita menjadikan kyai atau guru tersebut sebagai sesembahan selain Allah, silahkan baca penjelasannya disini

    sebagai salah satu bentuk kecintaan saya kepada Nabi. karena saya tidak bisa menunjukan kecintaan kecuali dengan mengikuti guru saya yang lebih dulu mendapat pengetahuan tentang kecintaan kepada Nabi.

    Seandainya anda tahu apa arti dari isi barjanji, maka anda tidak akan melakukannya, sebab arti dari syair barjanji itu yang rasulullah marah, menyanjung rasulullah sehingga menduduki kedudukan yang layak hanya untuk Allah, silahkan anda baca penjelasannya disini

    “Kalaulah kitab barjanji sesat menurut anda , maka anda menyesatkan orang yang menbacanya” sedangkan mereka yang membaca adalah sebagian besar kalangan ulama dahulu dan sekarang. Hanya Allah lah yang akan membalas setiap amal manusia.

    Baca penjelasan di link yang diatas, penjelasannya sudah cukup jelas, itu bukan bukti kecintaan kepada rasul, tapi itu adalah penyebab rasulullah murka, bahkan penyebab kita terjerumus dalam dosa besar, dosa kesyirikan,

  18. RISWOYO
    Januari 5, 2014 pukul 12:45 pm

    Assalamualaikum wr wb ….
    Saya bukanlah seorang yg pandai berbahasa arab,saya jg bukan seorang yg ahli kitab.
    bisakah tolong kirim kan arti dari seluruh kitab barjanji .
    tolong kirim kan ke email saya ..

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Terimakasih mas riswoyo, silahkan anda baca disini saja, sudah ada terjemahan dan penjelasan dari BARJANJI tersebut, silahkan klik link ini

  19. jaya umbara
    Desember 23, 2013 pukul 3:45 am

    Menegakan akidah sangat berat.

    memegang ajaran rasulullah sudah seperti memegang bara api yang panas..

    banyak bid’ah yang dilakukan oleh orang-orang yang lebih mengerti dari saya, bahkan para alim ulama yang bisa di bilang amalannya lebih tinggi dan saya tidak ada apa-apanya. kadang saya ingin memberi tahu bahwa itu kesalahan, malah saya di cemoohkan, dan ilmu saya juga yang kurang.. bagaimana cara saya menanggapinya yang ada di masyarakat.

    kadang saya tidak mengikuti tetapi di bilang tidak bergaul kepada masyarakat, saat kita mengikuti tapi hati terasa menentang.. syukron.. atas postingnya..

    Kita mengetahui ajaran islam yang benar, itu adalah untuk menghilangkan kebodohan pada diri kita, lalu orang-orang terdekat kita yang dibawah kekuasaan kita, contoh misalkan seorang suami, dia mendakwahi istri dan anaknya,

    Dan perlu diketahui, untuk mendakwahkan kepada orang lain, ini butuh ilmu, tidak asal kita tahu lalu disampaikan, ini bisa membuat anda malah dicemooh, atau malah masyarakat menjauh dari kebenaran,, menolak ajaran tersebut, apalagi tradisi disitu berseberangan dengan ajaran tersebut,

    Paling tidak kita mengingkari kebidahan yg ada di masyarakat dengan hati kita, jika kita belum mampu dan belum cukup ilmu untuk menyampaikan kepada masyarakat, sebab itu butuh ilmu, ilmu tentang dakwah,

  20. Ripayandi Putra
    November 8, 2013 pukul 3:38 pm

    assalamualaikum, trims atas pencerahannya ,saya tunggu postingan yg lainnya dalam upaya memberangus praktek bid’ah di tengah -tengah masyarakat kita. saya sdh daftar mohon kirmkan postingan terbaru ke email saya

    wa’alaikumussalam warahmatullah
    terimakasih mas Ripayandi sudah komentar disini
    silahkan anda ikuti saja blog ini, atau silahkan kirim sms ke nomer sms center blog ini utk pesan artikel atau bertanya,

  21. hadi
    November 5, 2013 pukul 10:41 pm

    Asslamualaikum warahmatullah

    saya bingung sama orang2 yang komen diblog ini..
    beberapa artikel yg ditulis admin semuanya mengajak untuk melakukan apa yg dilakukan Rasulullah dan jangan ditambah2..so simple
    kenapa begitu sulit untuk diterima

    @admin..terimakasih sudah memberikan pencerahan..

    wassalamualaikum..

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    terimakasih atas suportnya,.

  22. budi
    November 5, 2013 pukul 7:59 am

    Aku memang orang awam. tp.aku mengikuti para ‘ulam’ di pondok2 NU yang memperbolehkan para santri2nya melantunkan maulid berzanji. Dan beliau2 semua aku yakin ilmunya muttasil sampai Rosullulloh SAW..ahahah gitu aja repot,,,,

    terimaksih mas budi,.
    Panutan kita adalah rasululllah, bukan kyiai,bukan habib,
    Jika ilmu para kyai tersebut bersambung kepada rasulullah, kenapa mengamalkan ajaran yg tidak diajarkan oleh rasulullah?
    Ini adalah klaim yg sangat lucu dan tidak masuk diakal,. katanya ilmunya muttasil sampai rasululllah, tapi mengamalkan amalan yg tidak diajarkan oleh rasulullah, bahkan kandungan didalam amalan tersebut mengandung kesyirikan, berlebih-lebihan kepada rasulullah,.

  23. cah AE
    September 1, 2013 pukul 2:21 pm

    Jika kalian bingung kembalilah pada petunjuk yang diberikan Allah yaitu Al Quran.

    Jika kita berpegang kepada Alquran saja, tanpa penjelasan dari Assunnah, maka kita akan tersesat, sebagaimana salah satu kelompok di indonesia, yaitu MTA, maka akan ada keanehan2 penafsiran dari kelompok yg hanya mengedepankan alquran,.

    kembalilah kepada Alquran dan Assunnah dengan pemahaman yang benar, itu solusi dan jawaban bagi yg masih kebingungan,.

  24. rahadian
    Agustus 19, 2013 pukul 4:54 am

    Alhamdullilah, kami diberi masukan yang sangat berarti. Suatu saat ISLAM akan terasing, bersyukurlah karena termasuk yang terasing. Saya termasuk orang awam yang tidak tau bahasa arab, dengan penjelasan diatas sesuai dengan arti syair barjanzi, jelas bertentangan dengan Alquran surat Al-Fatihah ” Hanya kepada-Nya kita menyembah dan Kepada-Nya kita mohon pertolongan” dan surat Al-ikhlas. Terima kasih kawan, terus berjuang menegakkan kebenaran.

    Jazakallahu khairan atas suportnya..

    • anis
      Agustus 25, 2013 pukul 2:56 am

      astaghfirullah…bagi yg tidak setuju berzanji mohon lebih baik diam saja, seandainya di nilai oleh anda semua ada kesesatan ya,,,kalo Allah nantinya memasukkan di neraka , ya..kita akan baca berzanji di neraka,…..jadi kita ramaikan neraka dengan sholawat nabi,,….

      Wah, PEDE banget…

      • danang
        Agustus 26, 2013 pukul 12:24 am

        harus bilang WAW sambil guling guling….
        Istighfar mas anis atw mbak anis nih…
        semoga segera di beri hidayah.
        Aamiin…

      • hendrawan
        September 2, 2013 pukul 6:24 am

        @anis, sudah jelas-jelas kok isi dari barazanji itu tidak benar dan bertentangan dengan al’qur’an dan sunnah rasulullah. percaya diri banget dengan komentar seperti itu.

      • Anonymous
        Agustus 23, 2014 pukul 2:51 am

        Insya Allah yg memuliakan Rasul akan masuk surga tenang saja hanya org bodoh yg menganggap barzanji itu bidah, dia tidak memahami, bahwa ada sunnah

        Rasulullah diutus untuk membasmi kesyirikan,..
        Lha kok ada orang yang mengatakan shalawat barzanji yang isinya mengandung kesyirikan kok dikatakan itu sunnah??

  25. Syamsuddin Palu
    Juni 7, 2013 pukul 4:06 pm

    firman Allah menyatakan sesungguhnya Allah dan para malaikat bersyalawat kepada Rasulullah, dan barzanji banyak mengandung syalawat, jadi sebaiknya janganlah memperbesar jarak karena pengetahuan anda lebih tinggi, agamamu agamamu, agamaku agamaku, sederhana saja.

    dalam islam juga ada 73 faham, jadi sekali lagi marilah sama sama kita jalankan pendapat kita dalam menempuh jalan mencintai Allah.biarlah Allah SWT yang akan menentukan pendapat sampean benar atau tidak, yang jelas penganut barzanji tidak menghujat Rasulullah biarkan saja berjalan.karena ini juga jalan,proses mencintai Allah SWT melalui kecintaan kepada Rasulullah. salam

    terimakasih mas syamsuddin,
    Betul sekali ada anjuran kita untuk bershalawat, dan bagaimana sih tatacara shalawat yang diajarkan oleh rasulullah? Para sahabat saja bertanya kepada rasulullah bagaimana tatacara bershalawat, padahal sahabat adalah orang arab, yg pandai menggubah syair , bahkan sahabat adalah orang yang paling mencintai rasulullah, tapi mereka tidak membuat2 shalawat sendiri, tapi bertanya kepada rasulullah,.. bagaimanakah cara shalawat yang diajarkan oleh rasulullah? sudah ada postingannya , silahkan baca disini

    syair2 yang ada di barjanji berisi kesyirikan, sungguh sangat mustahil meraih kecintaan Allah , meraih kecintaan rasulullah dengan perkara-perkara kesyirikan,. bahkan ini akan mendatangkan murka Allah,. bukan mendatangkan kecintaan Allah,.

    sadarlah wahai saudaraku,..

    Apa bukti kita mencintai Rasulullah? silahkan baca postingannya disini

  26. ngadun riyanto
    Mei 26, 2013 pukul 5:03 pm

    assalamu’alaikum..

    wa’alaikumussalam warahmatullah

    tetapi kecintaanku kepada baginda nabi bertambah setelah membaca AL BARZANZI ,KURASA ANDA JANGAN mengusik yg kamiu anggap benar padahal kamipun tak pernah mengusik anda ?

    Terimakasih mas,
    Bukanlah yang penting itu pengakuan seseorang itu mencintai nabi, siapapun bisa mengatakannya, atau mengaku-akunya,.
    tapi,.
    Apakah orang yg kita cintai tersebut menerima cinta kita,. karena kita telah melakukan hal yang dibenci oleh orang yang kita cintai tersebut,

    Bukanlah tanda kecintaan kepada nabi, jika kita melakukan amalan-amalan yang tidak diajarkan oleh nabi, apalagi didalam amalan-amalan tersebut ada kesyirikan didalamnya, ini pada hakekatnya akan menjauhkan pelakunya dari kecintaan nabinya, walaupun dia mengaku seolah-olah semakin mencintai nabi,

    Jika kita mengaku mencintai nabi, maka beramallah dengan amalan-amalan yang diajarkan oleh nabi, bukan beramal dengan amalan yg tidak ada ajarannya dari nabi, atau beramal dengan amalan-amalan bidah,. ini hanya akan mendatangkan kemurkaan Allah, juga penyebab kita diusir dari telaga Rasulullah kelak di akherat,.

    Mudah-mudahan Allah menunjuki anda ke jalan yang benar,.

  27. zudha
    Maret 4, 2013 pukul 3:02 pm

    yang buat blog ini pasti orang muhammadiyah goblok tingkat Z
    wong muhammadiyah goblok penggaweane ngafir2ne. Jan**K

    terimakasih mas zudha, emangnya anda bukan orang muhammadiyah ya? muhammadiyah kan artinya pengikut nabi muhammad, anda pengikut apa dong,..
    kata siapa orang muhammadiyah pegaweane ngafir2 ne??

    saya bukan pengikut ormas muhammadiyah, tentang bagaimana manhaj ormas muhammadiyah, saya juga sudah mempostingnya disini, silahkan dibaca mas

  28. Dede sulaiman
    Februari 14, 2013 pukul 6:21 am

    Asslm’alaikum!

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    Kang mas sehat? SEMANGAT! Watawa saubil haq watawaa saubil sobri!

    Alhamdulillah mas Dede, sehat,. mudah2an anda juga demikian

    Taukah antum, 40 juta jamaah shalawat di Indonesia mbaca barjanji, saya pastikan semua dari mrka tdk memuja Nabi saw.

    Saya juga bertanya, tahukah anda, bahwa Rasulullah tidak membaca barjanji,
    tahukah anda, Abu Bakar,Umar,Utsman,Ali juga para sahabat yang hidup sejaman dengan rasulullah, dan dibina langsung oleh rasululah, mereka semua tidak membaca barjanji, tidak mengenalnya sama sekali,
    Apakah anda tahu tentang hal tersebut?
    Kemudian para thabiin, tabiut thabiin juga tidak membaca barjanji, padahal mereka murid2 para sahabat,
    Lalu Imam abu hanifah,imam malik,imam syafii,imam ahmad, mereka juga tidak membaca barjanji,..
    Apakah para sahabat,khulafaur rasyidin,lalu keempat imam yg mana mereka semua tidak membaca barjanji itu tidak mencintai rasulullah? tentu mereka sangat mencintai rasulullah, apalagi para sahabat yg rela mengorbankan jiwa,raga dan harta untuk rasulullah,.. TAPI MEREKA SEMUA TIDAK membaca BARJANJI,..

    Apakah kecintaan anda itu melebihi kecintaan mereka? mereka saja tidak membaca barjanji,.

    Apakah betul yang membaca barjanji itu tidak memuja rasulullah? IYA , BETUL, itu menurut mereka, karena yg baca barjanji itu tidak memahami arti dari apa yg dibaca, padahal syair2 yg ada dalam barjanji, isinya itu adalah memuja2 rasulullah, mengangkat rasulullah kepada tempat yg hanya Allah saja yg berhak disebut seperti itu,

    ini lho mas salah satu arti dari barjanji yg anda dan kaum muslimin baca,
    “Wahai makhluk yang mulia tiadalah bagiku tempat berlindung”
    “selain engkau, di kala bencana besar menimpaku”
    “Maka sesungguhnya termasuk sebagian dari pemberianmu (adalah) dunia dan akhirat”
    “dan termasuk sebagian dari ilmumu adalah ilmu tentang apa yang tercatat
    dalam Al-Lauh Al-Mahfudzh dan apa yang tertulis oleh Pena Allah”

    Apakah hal diatas itu bukan memuja rasulullah? menyanjung rasulullah hingga ke derajat Allah, hanya Allah yg mengetahui apa yg ada di Al-Lauh Al-Mahfudz, sedangkan rasulullah tidak bisa mengetahui apa yg ada di Al-Lauh Al-Mahfudz

    Bila antum mnuduh kami guluw,syirik,sesat dlm mencintai Nabi Kami,sungguh kami sdiri merasa masih jauh dpt mencintai secara utuh terhdp baginda Saw.

    kita sangat kasihan kepada orang-orang yang terjerumus kedalam kesyirikan , baik disadari atau tidak,
    Sebagian besar yg membaca berjanji itu tidak memahami arti dari apa yg dibacanya,. hanya ikut-ikutan saja,
    coba renungi petikan dari barjanji berikut..

    يا بشير يا نذير
    فأغثني و أجرني يا مجير من السعير
    يا ولي الحسنات يا رفيع الدرجات
    كفر عني الذنوب و اغفر عني السيأت

    Wahai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan
    Tolonglah aku dan selamatkan aku, wahai penyelamat dari neraka Sa’ir
    Wahai pemilik kebaikan-kebaikan dan pemilik derajat-derajat
    Hapuskanlah dosa-dosa dariku dan ampunilah kesalahan-kesalahanku

    Kami katakan: Ini adalah kesyirikan dan kekufuran yang nyata karena penulis berdoa kepada Nabi dan menjadikan Nabi sebagai penghapus dosa, dan penyelamat dari azab neraka, padahal Allah berfirman:

    قُلْ إِنَّمَا أَدْعُو رَبِّي وَلَا أُشْرِكُ بِهِ أَحَدًا(20)قُلْ إِنِّي لَا أَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا رَشَدًا(21)قُلْ إِنِّي لَنْ يُجِيرَنِي مِنَ اللَّهِ أَحَدٌ وَلَنْ أَجِدَ مِنْ دُونِهِ مُلْتَحَدًا(22

    “Katakanlah: “Sesungguhnya Aku hanya menyembah Rabbku dan akau tidak mempersekutukan sesuatupun denganNya.” Katakanlah: “Sesungguhnya aku tidak kuasa mendatangkan suatu kemudharatan pun kepadamu dan tidak pula suatu kemanfaatan.” Katakanlah: “Sesungguhnya aku sekali-kali tiada seorangpun dapat melindungiku dari (azab) Allah dan sekali-kali aku tidak akan memperoleh tempat berlindung selain daripada-Nya.” (QS. Al-Jin: 20-22)

    Tegakah anda menuduh sbnyak jamaah kami lebih dari 40 juta sesat? Pdhal kami berusaha utk mcintai Nabi kami.Alangkah indahnya bila kehdpan kita tdk saling mngusik

    Kita tidak menuduh lebih dari 40 juta sesat, sebab mereka hanya ikut-ikutan saja, berbeda dengan tokoh-tokoh mereka yg paham bahasa arab, memahami arti dari bacaan barjanji tersebut, tapi dia berpegang pada hawa nafsunya dengan tetap tidak menyampaikan penyimpangan2 yg ada dalam berjanji, maka hukumnya berbeda dengan para pengikutnya yg sekedar ikut2an saja,

    Apakah kita tega??
    Justru karena kita tidak tega melihat saudara2 kita yg melakukan amalan kebidahan akan disiksa kelak di akherat jika tidak taubat dari kebidahannya,.. atas dasar itulah kita mengungkapkan tentang penyimpangan2 yg ada di barjanji, bahkan bukan hanya kebidahan, tapi kesyirikan ada dalam kata2 yg ada dalam barjanji,.. dan dosa syirik adalah dosa besar, bahkan jika itu syirik akbar, maka itu sebagai sebab kekal di neraka,.
    Apkah anda tidak takut?

    Banyak sekali orang yang mengaku mencintai rasulullah,.. tapi jika sekedar pengakuan, maka siapa saja bisa mengaku, bahkan orang yang sedang teler minuman keras pun bisa saja mengaku mencintai rasulullah,

    tapi,…
    cinta perlu bukti, ada konsekwensinya,..

    Jika kita mencintai rasulullah, maka beribadahlah sesuai dengan ajaran yg diajarkan oleh rasullah,..
    bukan beribadah dengan cara-cara yg tidak ada contohnya dari rasulullah,.
    bukan dengan cara bidah, apalagi cara2 yg mengandung kesyirikan didalamnya,

    tapi jika kita mengaku mencintai rasulullah, tapi melakukan apa2 yg menyebabkan datangnya kemurkaan allah,.. maka ini adalah cinta yang palsu, gombal,..

    APA KONSEKWENSI DARI CINTA KEPADA RASULULLAH,. SILAHKAN BACA DISINI MAS

    • arya sandi
      Februari 27, 2014 pukul 1:40 pm

      Yth admin
      Salaam semoga anda selalu dalam lindungan allah swt sehingga terus dapat berjuang menegakkan kebenaran dalam dinul islam saya sangat mengapresiasikan postingan anda dan isinyapun sudah bukan hanya cukup tapi sangatlah jelas bahwa barzanji itu adalah bid’ah lagi sesat dan sudah pasti balasannya adalah neraka seperti kata rasulullah saw :
      Kulubid’atun dholalah wakulu dholalatin finnaar
      Setiap-tiap yang bid’ah itu sesat dan setiap kesesatan tempatnya ialah di neraka.

      Bilahisabililhaq.
      Wassalamu’alaikum wr wb

      Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
      Para pelaku bidah, jika hingga akhir hidupnya masih tetap melakukan kebidahan, tidak bertaubat, maka terkena ancaman rasulullah tersebut, namun jika sebelum nyawanya berada di kerongkongan dia bertaubat dari bidahnya, maka tidak terkena dengan ancaman tersebut, jadi para pelaku bidah belum tentu diadzab di neraka, jika dia tobat dari bidahnya,

    • ibu popon
      Juni 17, 2014 pukul 4:04 pm

      assalamualaikum,,

      sy cuman mau menambahkan,,ini pengalaman sy,,sy termasuk orang yg paling sering baca al berzanji,di setiap pengajian2,,tanpa sy tau arti nya,kerena sering melihat orang2 bersenandung dg baca kitab tsb..

      sampai suatu hari,sy dapat hidayah saat mendengar alunan quran,lalu sy mulai membaca arti dr quran,,mulai membaca hadits nabi.sy merasa bodoh,saat tau ada hadits umatku akan tergolong dalam 73 golongan,,hanya satu yg di terima,maka berpeganglah pada al-quran dan sunnah rasullulah sallallahu alaihi wasalam.

      mulai hari itu,,sy memutuskan untuk tidak membaca kitab tsb,,dan sy sudah membuangnya ke tempat sampah.

      alhamdullillah smpai hari ini,sy mulai mengenal sunnah,,

      hijabku lebih syarii,,bacaan sholatku di sesuaikan dng sunnah,,ahlaq ku mengikuti sunnah..alhamdullillah,,hati sy merasa tenang,, ini setelah mengikuti sunnah.

      Wa’alaikkumussalam warahmatullah,.
      terimaksih bu popon sudah komentar disini
      walhamdulillah,. tidak ada nikmat yang lebih besar dari nikmat mengenal sunnah, mengenal islam dengan pemahaman yang benar, itulah nikmat yang tidak ada bandinganya dengan harta sepenuh bumi,.
      Mudah-mudahan semakin banyak kaum muslimin yang mendapatkan hidayah taufiq ini,.

      • ibu popon
        Juni 17, 2014 pukul 4:11 pm

        lanjutan yg di atas,,maksudnya yg sy buang itu kitab alberzanji nya.

        iya bu, sebaiknya dibakar atau dikubur dalam tanah agar hancur, sebab disitu ada lafadz Allahnya juga,

  29. dede sulaiman
    Januari 22, 2013 pukul 10:32 am

    “wahai makhluq yg mulia,hanya kpdmu kami berlindung ktika bencana menimpa.” maksudnya adalah ketika gelap akibat kejahiliyahan maka Nabi yg menerangi dng al quran.”Termasuk pemberianmu adalah dunia dan akhirat.”Maksudnya Nabi Saw.mnuntun dg teladan(sunnah)utk kbahagiaan dunia akhirat.”Termasuk ilmumu adalah Firman Allah(Wahyu Illahi).”maksudnya sumber ilmu adalah al quran dan sunnah.Begitu maaas,bukan kaya tuduhan ente kami memuja Nabi Saw.

    wah, pinter nih kang dede mentakwil,..
    kata-kata spt ini “wahai makhluq yg mulia,hanya kpdmu kami berlindung ktika bencana menimpa.”
    Ini adalah kesyirikan kang, bukan syirik kecil jika anda berkeyakinan sebagaimana kata2 tsb, ini bisa masuk syirik akbar, yang jika pelakunya tdk bertaubat, maka akan kekal di neraka,

    ini lebih parah lagi,
    “Termasuk pemberianmu adalah dunia dan akhirat.”
    Mensejajarkan Rasulullah dengan Allah, siapa pemberi dunia dan akherat kalau bukan Allah??
    Jangan ditakwil lagi kang dede,

    Makanya aq saranin ngajiii! Biar ente punya fikir ga kacau…!

    Saya saranin sih kang dede belajar memahami ajaran islam ini, tentu dengan pemahaman para sahabat , agar anda bisa selamat dunia akherat,

    tinggal dimana kang?

  30. dede sulaiman
    Januari 21, 2013 pukul 4:07 am

    “BISMILLAH LAAHAULA WALAAQUWWATA ILLA BILLAH” Nabi Saw. Benar adalah manusia biasa, tapi tdk sala kalo mng ktakan nilai Nabi saw sama dg nilai anda.Apakah sama orang yg berilmu dg orang yg Bodoh? Anda katakan Barjanji karya ulama itu sesat, ini mirip kaya anak tk dikasih obat pahit lalu anak itu menolak karna racun katanya.

    Terimakasih kang dede,
    tidak sama antara orang yang paham ilmu agama yang benar, dengan orang yang pinter agama tapi tidak dengan pemahaman yang benar, anda permisalkan dengan anak TK yang dikasih obat yang pahit, ini juga permisalan orang yang sok pinter, dalam prakteknya saja jarang ada obat yang pahit dikasihkan ke anak TK , dan wajar anak TK menolak, secara nalar, anak TK saja menolak, karena anak seumuran anak TK fitrahnya masih suci, berpikir dengan apa yg dia tangkap dari lidahnya, dan tidak akan ngomong itu adalah racun, karena belum tahu apa itu racun, jadi jika dikasih permen yang dicampur narkoba pun mereka akan mau, padahal itu berbahaya bagi mereka,. demikianlah ibarat kaum muslimin dikasih shalawat bidah semacam barzanji, yang didalamnya penuh dengan kesyirikan,

    Wajar emang bilang itu karna tdk tahu, tapi kurang ajar anda bilang sesat terhdp kitab barjanji buah karya ULAMA SALAFUSSHALIHIN.Pencela Ulama ?Adalah SYARAFUDDIN. he he he

    Ini adalah suatu kedustaan yang super dusta, siapa ulama salafus shalih yang mengarang barjanji?? kalau ada ulama salafus shalih yang mengarang barjanji, tentu imam yang 4 spt imam abu hanifah,malik,syafii,ahmad sudah mengamalkannya, tapi ternyata mereka semua tdk mengamalkan ajaran tsb, apalagi isinya adalah kesyirikan, jadi anda jangan ngawur komentarnya mas dede, tidak ada ulama yang mengarang barjanji

    wassalam

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

  31. Igay Firnudin Alamsyah
    November 27, 2012 pukul 8:22 am

    sebagai orang yang awam, saya jadi bingung dengan artikel ini,,, sedang ini menjadi budaya kami. apa salah kalau kami meminta syafaat dari Rasul kami, Rasulullah SAW?

    Terimakasih mas igay,
    wajar sebagai orang awam, akan terbawa dengan tradisi yang tidak ada sumbernya dari rasulullah, tapi dari tradisi turun temurun,
    Islam adalah agama yang paling ilmiah, semua ajaran islam ada dalilnya dari Rasulullah, atau dari perbuatan para sahabatnya,

    Jika kita ingin mendapatkan syafaat dari rasulullah, lakukanlah amalan-amalan yang memang dicontohkan oleh rasulullah, bukan melakukan amalan2 yg tdk ada contohnya dari rasulullah, jika kita melakukannya, maka kita tidak akan pernah mendapatkan syafaat dari rasulullah, bahkan itu penyebab kita diusir dari telaga rasulullah, padahal kita sangat berharap bisa minum air telaga rasulullah,

    Dengan melakukan amalan2 yg tidak ada contohnya dari rasulullah, itu membuat kita semakin jauh dari syafaat rasulullah, apalagi amalan tersebut mengandung kesyirikan, sebagaimana amalan berzanji,. ini hanya semakin menumpuk dosa2 kita,

    Beramal bukanlah dengan perasaan, menurut kita baik, atau menurut tradisi masyarakat ini adalah kebaikan, beramal haruslah berlandaskan dalil yang shahih dari rasulullaha, bukan berasal dari ajaran sang guru, habib,ajengan, atau tradisi masyarakat yg sudah turun temurun,.. tauladan kita adalah rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam

    Agar tidak menjadi orang awam lagi, wajib bagi kaum muslimin utk mempelajari agamanya, tidak mencukupkan diri dengan apa yg kita dapat dari kecil, dari ortu kita, atau dari masyarakat kita, .. wajib bagi kita untuk mencari kebenaran amalan2 kita, apakah sesuai dengan contoh rasulullah, ataukah tidak

    Mudah-mudahan Allah memudahkan anda tuk mencari ilmu tentang agama ini, menurut pemahaman islam yg benar, menurut pemahaman para sahabat

  32. Kang Caca
    November 5, 2012 pukul 10:24 am

    Beginilah emang kalau orang ngaji syareat thok, mudah memusyrikkah n mengkafir2kan orang lain tak sadar dg kafirx sendiri.

    terimakasih kang caca, oh iya, dimana saya mengkafirkan, copas disini ya kata2nya,. ditunggu,

    • Rofiq
      November 13, 2012 pukul 6:29 am

      Berikut petikan kalimat diatas.
      “Berikut adalah beberapa kalimat kufur dan syirik yang terdapat dalam kitab Barzanji”.
      Jika beberapa kalimat berzanji anda katakan kufur & syirik, berarti orang yang mengamalkan berzanji adalah kafir. karena telah menyekutukan Alloh swt.
      itu pemahaman anda.

      Terimakasih mas rofiq atas tanggapannya,
      Tidak seperti itu pemahaman saya, saya tidak mengatakan para pelaku berzanji itu kafir,
      Urusan kafir mengkafirkan itu adalah urusan yang berat,
      Orang yang melakukan perbuatan kesyirikan tidak otomatis menjadi kafir, sama saja begini, jika ada kaum muslimin yang pergi ke pelacuran, dan melakukan perbuatan zina disana, apakah dia itu otomatis disebut pelacur?
      Tidak seperti itu, jadi perkataan anda itu pemahaman saya, mengatakan pelaku berzanji itu kafir, itu adalah tuduhan tanpa bukti,
      Sama saja begini mas, jika ada orang kristen yang melakukan ibadah kaum muslimin, apakah otomatis dia itu dianggap sebagai orang islam? contohnya ada orang kristen melakukan shalat, puasa, atau mungkin melakukan haji,.. tentu orang kristen tsb tidak otomatis menjadi islam,
      Demikian juga, jika ada orang islam yang melakukan perbuatan orang kafir, atau orang musyrik, tidak otomatis dia menjadi kafir keluar dari islam, ini perlu anda perhatikan,.

      Tapi jangan dengan perbedaan pandangan tentang hal ini kita umat islam terpecah-belah. Karena musuh-musuh kita (non islam), saat ini sedang gencar-gencarnya memusuhi kita umat islam.

      Justru umat islam akan terpecah belah dan mudah dihancurkan oleh kaum kafir karena mereka melakukan perbuatan yang tidak diajarkan oleh rasulullah, contohnya berzanji ini,
      Orang kafir akan dengan mudah menghancurkan orang islam yang sudah menjauh dari agama mereka, sebagaimana ini dikabarkan oleh rasulullah dalam haditsnya, kaum muslimin akan menjadi seperti makanan yang diperebutkan , dan saat ini sdh terjadi,

      Mudah-mudahan kita tetap disatukan Alloh swt. amin

      Mudah-mudahan kita dipersatukan diatas akidah yang satu, bukan diatas akidah yang rapuh, diatas amalan-amalan yang tidak ada conthnya dari rasulullah, juga para sahabatnya,

      Persatuan diatas akidah yang satu, akidah salafus shalih, akidah para sahabat, itulah persatuan sesungguhnya,.. tapi persatuan diatas akidah yang rapuh, diatas kebidahan, itulah persatuan yang semu,persatuan yang tidak menjadikan umat islam jaya, bahkan persatuan yang akan mencerai beraikan kaum muslimin sehingga orang kafir bisa menindas kaum muslimin, sebagaimana yang kita lihat sekarang ini, kaum muslimin tertindas, karena mereka menjauh dari ajaran islam yang benar , yaitu islam yang dipahami oleh para sahabat,

  33. Kang Caca
    November 2, 2012 pukul 6:46 pm

    Ketika anda merasa sangat kehausan dan kelaparan kemudian anda meminta pertolongan kpd seseorang yg mempunyai cadangan makanan dan minuman yg sangat banyak,
    apakah perbuatan anda termasuk syirik???
    Walaupun ketika itu anda sangat sadar dan yakin bahwa yg memberi rizki dan pertolongan itu hanyalah Alloh SWT,
    tetap syirik kah…???

    Terimakasih kang caca, pertanyaan yg sangat bagus,
    Jika kita meminta tolong kepada makhluk selain allah, dan mereka itu mampu memberikan pertolongan tersebut, maka itu bukanlah syirik,
    Yang dikatakan syirik itu jika kita meminta kepada pihak lain, yang mana pihak lain tsb tidak mampu memberikan pertolongan tersebut, dan yang bisa memberikan hanya Allah, contohnya meminta kepada makhluk agar dimasukan ke dalam surga,agar diampuni dosanya, agar dilepaskan dari siksa neraka,
    contoh dalam syair barjanji:
    Hambamu yang miskin mengharapkan
    “Karuniamu (wahai Rasul) yang sangat banyak”
    Padamu aku telah berbaik sangka
    “Wahai pemberi kabar gembira dan Pemberi Peringatan”
    Maka tolonglah Aku, selamatkan Aku
    “Wahai Penyelamat dari Sa’iir (Neraka)”
    Wahai penolongku dan tempat berlindungku
    “Dalam perkara-perkara besar dan berat yang menimpaku”

    Apa yg disebutkan diatas adalah hanya Allah yang bisa melakukannya, rasulullah tidak bisa, apalagi rasulullah sudah meninggal, jadi ini adalah kesyirikan,

    Berbeda dgn yg anda katakan :

    Ketika anda merasa sangat kehausan dan kelaparan kemudian anda meminta pertolongan kpd seseorang yg mempunyai cadangan makanan dan minuman yg sangat banyak,
    apakah perbuatan anda termasuk syirik???

    Itu bukan kesyirikan, jika anda memintanya kepada orang yang masih hidup, apalagi orang yang anda mintai mampu memberikannya.
    Tapi hal tersebut bisa menjadi syirik, jika anda memintanya kepada orang yang sudah mati, karena orang mati tdk bisa memberikan makan dan minum kepada orang yang masih hidup , demikian kang, mudah2an jawaban ini bisa mencerahkan anda,
    Jazakallahu khairan

  34. moonzha
    Juli 26, 2012 pukul 4:30 am

    mohon setiap artikelnya … di tag ke blog saya…
    syukron…

    Silahkan follow saja, atau subcribe email anda, sehingga jika ada postingan baru, maka otomatis ada pemberitahuan ke email,

    Oh iya, sebaiknya anda baca juga artikel ini, penting,..

  35. April 17, 2012 pukul 3:00 pm

    Alhamdulillah,kita telah di titip kan hidayah oleh AllAH ,agar akidah kita bersih dari penyimpangan…

  36. rzq
    Februari 7, 2012 pukul 9:52 pm

    ssssssseeeeeeeeeessssssssaaaaaaaaattttttttttttttttttt!!!!!!!

    betul sekali kata anda, dalam berjanji ada kesesatan.. bahkan bukan hanya sesat, tapi kesyirikan,..

  37. Layali
    Desember 14, 2011 pukul 2:56 pm

    Baca Al-barzanji syirik??? koq aq baru tau ya? Kayaknya yg berpendapat demikian perlu ngaji lagi deh…

    Ngga kebalik? belajar bahasa arab dan akidah yang benar dulu, baru berkomentar, sehingga anda mengetahui arti yang terkandung dalam barzanji tersebut,

    silahkan dengarkan penjelasan tentang berzanji dan kandungan artinya disini

  38. Wagiyo Yasasukarta
    Agustus 21, 2011 pukul 9:55 pm

    Perlu sebarluaskan terjemahan Barzanji ke seluruh wong Islam, agar mereka melek bahwa tidak semua yang berbahasa Arab tuh benar dan ada tuntunannya. Terbukti disini bahkan berlaku syirik dosa yang tak terampuni. Naudzubillahi min dzalik.

  39. cah pethuk
  40. Abdul Wahid Al-Faqier
    Juli 13, 2011 pukul 6:35 am

    Artikel spt ini yang sudah lama ana cari… untuk mencounter pasukan penyanyi barjanji di masjid2 kampung ana.. Ada terjemahan ‘kitab’ barjanji yang lengkap ga.. mohon kirim ke email ana, bila ada (abunabiel_01@yahoo.com). syukran jiddan.

    Alhamdulillah,..
    ada vcd yang membahas tentang bedah buku berzanji, bersama ustadz rasul bin dahri dari singapura,.. barangkali berminat, bisa kirim email ke ana, di aslibumiayu@yahoo.co.id

  1. No trackbacks yet.

Silahkan tulis komentar anda,.. surel diisi dgn email, nama diisi dengan nama anda ,

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.558 pengikut lainnya.