Beranda > Belajar Nasehat, bidah > Apa Dampak Buruk Amalan Bidah? ngeri lho…

Apa Dampak Buruk Amalan Bidah? ngeri lho…


stop-bidah1Sudah sepatutnya kita menjauhi berbagai macam bid’ah mengingat dampak buruk yang ditimbulkan. Berikut beberapa dampak buruk dari bid’ah.

Pertama, amalan bid’ah tertolak

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.” (HR. Bukhari no. 20 dan Muslim no. 1718)

Orang yang berbuat bid’ah inilah yang amalannya merugi. Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا

Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.” (QS. Al Kahfi [18] : 103-104)

Kedua, pelaku bid’ah terhalangi untuk bertaubat selama dia terus menerus dalam bid’ahnya. Oleh karena itu, ditakutkan dia akan mengalami su’ul khotimah

Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَ اللهَ حَجَبَ التَّوْبَةَ عَنْ كُلِّ صَاحِبِ بِدْعَةٍ حَتَّى يَدَعْ بِدْعَتَهُ

Allah betul-betul akan menghalangi setiap pelaku bid’ah untuk bertaubat sampai dia meninggalkan bid’ahnya.” (HR. Thabrani. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih At Targib wa At Tarhib no. 54)

Ketiga, pelaku bid’ah tidak akan minum dari telaga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak akan mendapatkan syafa’at beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ ، لَيُرْفَعَنَّ إِلَىَّ رِجَالٌ مِنْكُمْ حَتَّى إِذَا أَهْوَيْتُ لأُنَاوِلَهُمُ اخْتُلِجُوا دُونِى فَأَقُولُ أَىْ رَبِّ أَصْحَابِى . يَقُولُ لاَ تَدْرِى مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ

“Aku akan mendahului kalian di al haudh (telaga). Dinampakkan di hadapanku beberapa orang di antara kalian. Ketika aku akan mengambilkan (minuman) untuk mereka dari al haudh, mereka dijauhkan dariku. Aku lantas berkata, ‘Wahai Rabbku, ini adalah umatku.’ Lalu Allah berfirman, ‘Engkau sebenarnya tidak mengetahui bid’ah yang mereka buat sesudahmu.’ ” (HR. Bukhari no. 7049)

Dalam riwayat lain dikatakan,

إِنَّهُمْ مِنِّى . فَيُقَالُ إِنَّكَ لاَ تَدْرِى مَا بَدَّلُوا بَعْدَكَ فَأَقُولُ سُحْقًا سُحْقًا لِمَنْ بَدَّلَ بَعْدِى

(Wahai Rabbku), mereka betul-betul pengikutku. Lalu Allah berfirman, ‘Sebenarnya engkau tidak mengetahui bahwa mereka telah mengganti ajaranmu setelahmu.” Kemudian aku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam)mengatakan, “Celaka, celaka bagi orang yang telah mengganti ajaranku sesudahku.” (HR. Bukhari no. 7051)

Inilah do’a laknat untuk orang-orang yang mengganti ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berbuat bid’ah.

Ibnu Baththol mengatakan, “Demikianlah, seluruh perkara bid’ah yang diada-adakan dalam perkara agama tidak diridhoi oleh Allah karena hal ini telah menyelisihi jalan kaum muslimin yang berada di atas kebenaran (al haq). Seluruh pelaku bid’ah termasuk orang-orang yang mengganti ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan yang membuat-buat perkara baru dalam agama. Begitu pula orang yang berbuat zholim dan yang menyelisihi kebenaran, mereka semua telah membuat sesuatu yang baru dan telah mengganti dengan ajaran selain Islam. Oleh karena itu, mereka juga termasuk dalam hadits ini.” (Lihat Syarh Ibnu Baththol, 19/2, Asy Syamilah) -Semoga Allah menjauhkan kita dari berbagai perkara bid’ah dan menjadikan kita sebagai umatnya yang akan menikmati al haudh sehingga kita tidak akan merasakan dahaga yang menyengsarakan di hari kiamat, Amin Ya Mujibad Du’a-

Keempat, pelaku bid’ah akan mendapatkan dosa jika amalan bid’ahnya diikuti orang lain

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَىْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ عَلَيْهِ مِثْلُ وِزْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَىْءٌ

Barangsiapa melakukan suatu amalan kebaikan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya ganjaran semisal ganjaran orang yang mengikutinya dan sedikitpun tidak akan mengurangi ganjaran yang mereka peroleh. Sebaliknya, barangsiapa melakukan suatu amalan kejelekan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikitpun.” (HR. Muslim no. 1017)

Wahai saudaraku, perhatikanlah hadits ini. Sungguh sangat merugi sekali orang yang melestarikan bid’ah dan tradisi-tradisi yang menyelisihi syari’at. Bukan hanya dosa dirinya yang akan dia tanggung, tetapi juga dosa orang yang mengikutinya. Padahal bid’ah itu paling mudah menyebar. Lalu bagaimana yang mengikutinya sampai ratusan bahkan ribuan orang? Berapa banyak dosa yang akan dia tanggung? Seharusnya kita melestarikan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kenapa harus melestarikan tradisi dan budaya yang menyelisihi syari’at? Jika melestarikan ajaran beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam -seperti mentalqinkan mayit menjelang kematiannya bukan dengan talqin setelah dimakamkan- kita akan mendapatkan ganjaran untuk diri kita dan juga dari orang lain yang mengikuti kita. Sedangkan jika kita menyebarkan dan melestarikan tradisi tahlilan, yasinan, maulidan, lalu diikuti  oleh generasi setelah kita, apa yang akan kita dapat? Malah hanya dosa dari yang mengikuti kita yang kita peroleh.

Marilah Bersatu di atas Kebenaran

Saudaraku, kami menyinggung masalah bid’ah ini bukanlah maksud kami untuk memecah belah kaum muslimin sebagaimana disangka oleh sebagian orang jika kami menyinggung masalah ini. Yang hanya kami inginkan adalah bagaimana umat ini bisa bersatu di atas kebenaran dan di atas ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang benar. Yang kami inginkan adalah agar saudara kami mengetahui kebenaran dan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana yang kami ketahui. Kami tidak ingin saudara kami terjerumus dalam kesalahan sebagaimana tidak kami inginkan pada diri kami. Semoga maksud kami ini sama dengan perkataan Nabi Syu’aib,

إِنْ أُرِيدُ إِلَّا الْإِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُ وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ

Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.” (QS. Hud [11] : 88)

Inilah sedikit pembahasan mengenai bid’ah, kerancuan-kerancuan di dalamnya dan dampak buruk yang ditimbulkan. Semoga dengan tulisan yang singkat ini kita dapat semakin mengenalinya dengan baik. Hal ini bukan berarti dengan mengetahuinya kita harus melakukan bid’ah tersebut. Karena sebagaimana perkataan seorang penyair,

عَرَّفْتُ الشَّرَّ لاَ لِلشَّرِّ لَكِنْ لِتَوَقِّيْهِ …

وَمَنْ لاَ يَعْرِفُ الشَّرَّ مِنَ النَّاسِ يَقَعُ فِيْهِ

Aku mengenal kejelekan, bukan berarti ingin melakukannya, tetapi ingin menjauhinya

Karena barangsiapa tidak mengenal kejelekan, mungkin dia bisa terjatuh di dalamnya

Ya Hayyu, Ya Qoyyum. Wahai Zat yang Maha Hidup lagi Maha Kekal. Dengan rahmat-Mu, kami memohon kepada-Mu. Perbaikilah segala urusan kami dan janganlah Engkau sandarkan urusan tersebut pada diri kami, walaupun hanya sekejap mata. Amin Yaa Mujibbas Sa’ilin.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kaum muslimin. Semoga Allah selalu memberikan ilmu yang bermanfaat, rizki yang thoyib, dan menjadikan amalan kita diterima di sisi-Nya. Innahu sami’un qoriibum mujibud da’awaat. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel www.muslim.or.id, dipublish ulang oleh http://rumaysho.com

Selesai disusun di rumah tercinta, Desa Pangukan, Sleman

Saat Allah memberi nikmat hujan di siang hari, Kamis, 9 Syawal 1429 (bertepatan dengan 9 Oktober 2008)

  1. Yusuf baharudin
    Agustus 16, 2013 pukul 1:51 am

    alhamdulilah, saya dan bapak saya asli muhamadiyah. saya baru mengerti mana yg murni dan mana yg bidah ketika smp. dengan jalan ini kami akan berusaha menjadi contoh yg baik.
    di dusun saya, hanya keluarga saya yg muhamadiyah.

    Terimakasih mas Yusuf atas komentarnya,.
    Yang wajib bagi kita adalah mengikuti ajaran nabi muhammad, atau istilahnya menjadi muhammadiyah sejati, bukan menjadi pengikut ormas muhammadiyah, sehingga segala kebijakan ormas ini kita jadikan acuan kebenaran, taklid buta dengan kebijakan ormas ini, sebagaimana ini menimpa kepada anggota2 ormas ini, ini adalah suatu kesalahan, sehingga dampaknya jika ada hadits rasulullah yang menyelisihi kebijakan ormas ini, maka kebijakan ormas yang dipegang, bukan mengedepankan dalil yang shahih, ini melenceng dari tujuan KH Ahmad Dahlan selaku pendiri Muhammadiyah, silahkan baca disini, MANHAJ DAKWAH MUHAMMADIYAH, mudah2an anda dan keluarga tidak seperti itu,

  2. wilis sumara
    Agustus 13, 2013 pukul 1:53 am

    mas,bisa minta bahan2 tentang atau penjelasan hal2 bid’ah yang sering dilakukan umat islam di indonesia??
    terima kasih

    terimakasih mas, kuncinya sebenarnya mudah, semua amalan ibadah itu pasti ada dalilnya yg shahih dari rasulullah,. Rasulullah sudah mengajarkan semuanya,. jadi jika ada dalil yg shahih, itu bukan bidah.

    Dikatakan itu amalan bidah, karena memang tidak ada dalilnya,. itu amalan buatan manusia, bukan merupakan ajaran islam, walaupun diberikan nama dengan nama2 yg seolah2 dari islam,.

    mau lebih jelas contoh detailnya, beli saja buku kumpulan ritual2 bidah bisa beli secara online disini

  3. Abu Nawfal
    Juni 24, 2013 pukul 6:02 pm

    Bid’ah itu MAHAL. Saya mengalami sendiri pertikaian yang melanda keluarga besar saya ketika mengadakan yasinan/tahlilan pendak pindo ibu saya. Biaya yang dikeluarkan sekitar satu jutaan dan diembeli dengan adanya cercaan kepada seorang kakak saya yang tidak bisa menyumbang dalam acara tersebut.

    Saya dan istri malah dicaci maki oleh mertua karena tidak mau membantu sama sekali dalam acara tersebut. Celana cingkrang dan jenggot saya dijadikan bahan cacian dan hinaan. Saya hanya bisa mengelus dada dan istighfar….

    Mudah2an kaum muslimin diberikan hidayah, sehingga menjauhi amalan2 bidah,.

    • dewa
      Mei 7, 2014 pukul 5:38 pm

      sama mas sbenarnya bukan mas abu nawal aja yang mengalaminya tapi banyak kadang-kadang kita itu di cap yang macam-macam. tetapi emang sih bidah itu mahal dan ribet sedangkan sunnah itu mudah dan tidak memberatkan

  4. Bunga nusa indah
    Desember 10, 2012 pukul 1:40 am

    Alhamdulillaah..

    Aq dilahirkan dalam keluarga Muhammadiyah walau tetangga banyak yg dari NU tapi,semangat bapak q untk perjuangkan amal usaha Muhammadiyah takkan pernah surut walau banyak gunjingan dan hinaan.

    saya juga dilahirkan di keluarga muhammadiyah, pengikut ormas muhammadiyah,
    Setelah berjalannya waktu, kira2 tahun 2000an, alhamdulillah saya mengenal kebenaran yang hakiki, yaitu ajaran islam menurut pemahaman para sahabat, bukan menurut pemahaman ormas,
    Seiring berjalannya waktu, saya juga mendakwahi keluarga sendiri, terutama istri saya sendiri, kemudian kakak dan adik,serta ibu,

    Saya menyesal kenapa setelah sekian lama kok baru mengenal ajaran islam menurut pemahaman para sahabat ini, jadi saya tidak sempat mengenalkan pemahaman para sahabat ini kepada ayah saya, karena keburu meninggal dunia. Padahal ayah saya dulu adalah aktifis ormas muhammadiyah dan aktifis partai,..
    saya hanya bisa berdoa, mudah2an Allah mengampuni ayah saya, mudah2an diluaskan kuburnya,..
    Apa yg dilakukan ayah saya dalam membela ormas dan partai, mudah2an Allah mengampuninya, karena ketidaktahuannya atas ajaran islam menurut pemahaman para sahabat,

    Dulu.. waktu saya di ormas muhammadiyah, saya menganggp muhammadiyahlah yg paling benar, yang lain spt NU, dll adalah tdk benar, banyak bidah, dll

    Alhamdulillah setelah mengenal dakwah atas pemahaman para sahabat ini, saya bisa mengambil sikap,..

    Tidak membela kebijakan ormas lagi, tapi patokan kebenaran adalah dalil2 yg shahih, berdasarkan pemahaman para sahabat, ..

    Kebijakan ormas yang sesuai dgn pemahaman para sahabat, itu kita ambil, tapi yang menyelisihinya, itu kita buang,

    Aq bangga dengan kedua orng tua q..

    Aq menyesal, kenapa org tuaku spt itu, dan aq mendoakan kebaikan utk ortu saya,..

  5. Aisyah Ismi
    September 1, 2012 pukul 5:05 am

    masih adakah dimadura ulama yg msh tetap dan teguh melaksanakan syariat islam dgn semurninya bkn kyai gadungan yg bangga dgn pangkat kyai tapi ilmu tak py sehingga pr kyai gadungan tak malu2 menjadi tamu terhormat dalam pelaksanaan bid ah.MASIH ADAKAH ULAMA DIMADURA SEPERTI ULAMA DISAUDI ? masih adakah……….klu ada khabari saya ,sukron

    Kalau selevel ulama , di indonesia sepertinya sangat sedikit, kalau ustadz yang mendakwahkan dakwah yang benar, yaitu dakwah rasulullah dengan pemahaman para sahabat alhamdulillah di indonesia sangat banyak, untuk di madura anda bisa coba lihat disini
    Kajian diadakan di daerah bangkalan, barangkali itu berdekatan dengan tempat anda,t
    Bisa juga anda membeli parabola untuk mendengarkan radio rodja atau rodja tv, alhamdulillah banyak pendengar yang berasal dari daerah pamekasan,
    Jika menggunakan parabola anda bisa mendengarkan kajian secara gratis 24 jam, dan anda bisa bertanya jawab di acara live di radio/tv tersebut

  6. aisyah
    Agustus 30, 2012 pukul 10:13 am

    semoga ALLAH sll memberikan taufiq kpd pr ulama untk sll berdakwah agar km sll belajar menjadi lbh baik,yg kutangisi setiap saat hy keluargaku mhn pertolongan ALLAH DLM DOAKU agar mrk berhenti melakukan bid ah dan ritual2 lainnya krn aku sdh tak mampu merubah kebiasaan mereka.ALLAH KARIM

  7. heri pekalongan
    Agustus 15, 2012 pukul 9:32 pm

    bid’ah akhir2 ini makin marak & variatif bget, aq prtama ngenal bid’ah pas ikut kajian di masjid2 muhammadiyah, mulanya sih nggak sreg krn brtentangan dgn tradisi kampung sya, tp stelah gogling internet jd faham & nyadar, dari situlah mulai timbul keinginan blajar islam lg dr awal sperti bacaan & tata cara shalat yg sesuai tuntunan nabi saw, dsb.

    Yah, begitulah, ketika kita mengetahui sesuatu yg mungkin kita baru tahu,kalau yg selama ini kita lakukan sebenaranya tidak ada contohnya dari rasulullah,.. pasti kita sedikit berontak juga,.. masa sih perbuatan kita itu salah, bidah,.. wajar,.. timbul perasaan seperti itu..
    Akan tetapi islam adalah agama yang berdasarkan dalil, bukan berdasarkan perasaan, atau keumuman masyarakat,..

    Anda mungkin mengetahui dari ormas muhammadiyah, ya, ormas ini memang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan untuk memurnikan ajaran islam,karena beliau termotifasi oleh syaikh muhammad bin abdul wahhab dalam mendakwahkan islam, dalam memurnikan ajaran islam,
    Akan tetapi seiring berjalannya waktu,KH Ahmad Dahlan sudah meninggal, banyak penerus ormas ini yang mulai melenceng dari tujuan didirikannya ormas ini, sehingga kita dapati banyak sekali keputusan majlis tarjih yang dijaman KH Ahmad Dahlan tdk ada majlis tarjih ini,.. keputusan yang dibuat menyalahi ajaran Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, contoh nyata dalam hal ini adlah penggunaan hisab mutlak untuk menentukan awal puasa dan idhul fitri, bacaan-bacaan antara shalat tarawih, dan masih banyak lagi yg lainnya,

    Mari hidupkan sunnah nabi saw & tinggalkan bid’ah

    Mari hidupkan sunnah, dengan mengamalkan ajaran islam sesuai dengan pemahaman para sahabat, generasi yang dibina langsung oleh rasulullah,..

    • Abu Nawfal
      Juni 24, 2013 pukul 5:50 pm

      Kita harus pintar memilah-milah mas. Sekarang di Muhammadiyah banyak yang disusupi orang liberal. Jangan taklid dengan ormas. Memang masih banyak ustadz Muhammadiyah yang bermanhaj salaf, tetapi tidak sedikit pula yang berpaham liberal.

      Betul,..
      Dan banyak yg tidak mengetahui, kalau KH Ahmad Dahlan, pendiri muhammadiyah, beliau bermanhaj salaf, ingin mendakwahkan dakwah salaf,.

  1. No trackbacks yet.

Silahkan tulis komentar anda,.. surel diisi dgn email, nama diisi dengan nama anda ,

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.518 pengikut lainnya.