Beranda > Belajar Nasehat, jilbab > Ternyata Jilbab Gaul Lebih Mahal Daripada Jilbab Yang Benar,..

Ternyata Jilbab Gaul Lebih Mahal Daripada Jilbab Yang Benar,..


BID’AH ITU MAHAL…SAYANG (BAG. 4) EPISODE JILBAB GAUL

Desain oleh Gizan Herbal.

Ket: Disini kami bukan membid’ahkan inovasi-inovasi dunia seperti kacamata, tas, perhiasan, make up, dll, tapi yang dibid’ahkan disini adalah hijab yang menyelisihi syar’i dan tidak sesuai dengan syarat-syarat hijab syar’i. Wallahu a’lam.

Tambahan:
- Komentar: kayaknya…pakaian dalam yg jilbab syar’inya kemahalan deh…hihihi
=========================
Jawab: Pakaian dalam yg jilbab syar’i gak cuma CD dan Bra doank lho…tapi juga pake celana, kaos kaki, kaos tangan, kaos dalam, atau lainnya…ana gak hafal nama2nya…hehehe

- Komentar: afwan bukannya gimana2 tapi menurut ana ngasih harganya terlalu lebay deh..kesalon untuk rambut ga segitu dan msh bnyak juga yang ga sesuai..afwan jangan sampai kita ingin berdakwah tapi kesan di mereka kita terlalu memaksakan dan berlebih2an..hendaknya diberi harga yang sesual
=====================
Jawab: Ana sudah pernah survei masalah ini.
Bisa kasih contoh apa saja yg lebay?
Salon?
Bisa lihat disini:
http://wolipop.detik.com/read/2012/08/14/134339/1990975/234/15-wanita-rela-habiskan-rp-1-juta-demi-punya-rambut-indah

…Di Sabrina Salon dan Spa, harga yang dipatok untuk sekali skin hair mulai Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu, tergantung pada kesulitannya. Untuk full skin hair Anda perlu merogoh kocek Rp 200 ribu.
http://jambi.tribunnews.com/2012/07/13/mengukir-labirin-di-dasar-mahkota

- Komentar: di gambar ini seakan2 membandingkan wanita berjilbab gaul dengan gaji 20 jt perbulan berbanding dengan wanita berhijab syar’i dengan gaji dibawah 10 jt perbulan.

karena tidak sedikit setelan syar’i yang harganya jutaan (khususunya import Qatar)
======================
Jawab: Coba di kalkulasikan, seandainya masing2 gajinya 20juta, mana yg lebih mahal: jilbab gaul atau jilbab syar’i?
Atau masing2 gajinya 10juta, mana yg lebih mahal: jilbab gaul atau jilbab syar’i?

Setelan syar’i yg diimpor dari Qatar harganya bisa jutaan, misalnya 5 juta. Terlebih lagi jika itu setelan gaul yang diimpor dari Qatar, harganya bisa lebih mahal dari itu, misalnya 10 juta.

- Komentar: ..Sy sgt support artikel bagus ini agar kesadaran muslimah semakin bertambah akan jilbab syar’i..tp akhi/ukhti…mohon lebih bijaksana dan objektif dlm penetapan harganya sesuai masyarakat umum..bkn patokan artis/pejabat agar informasi yg disampaikan lebih objektif dan jujur sehingga yg menerima pun lbh mudah menerima tnp disisipi buruk prasangka.. Maaf bila ad komen yg krg berkenan..wassalam
============================
Jawab: Sekarang ana ingin bertanya, siapakah yang pertama kali mempopulerkan ‘Jilbab Gaul’ di kalangan masyarakat?
Apakah ada dari kita yang sebagai masyarakat biasa bisa mempopulerkan jilbab gaul atau jilbab modis sehingga menjadi terenal dan diikuti oleh banyaknya manusia?

Bukan kita yang mempopulerkan ‘Jilbab Gaul’ karena manusia akan mengatakan “Siapa Anda?”, “Apa kelebihan anda?”
Maka itu, yang pertama kali menciptakan dan mempopulerkan ‘Jilbab Gaul’ tidak lain adalah orang2 yang memiliki nama dan dipandang di mata manusia…siapa lagi kalau bukan artis atau pejabat.

Mana buktinya kalau mereka (artis/pejabat) yang menciptakan dan mempopulerkan Jilbab Gaul yang ada sekarang ini??

Buktinya adalah, jilbab2 gaul tersebut juga memiliki nama bukan? Nama-nama jilbab gaul tersebut kebanyakan diambil dari nama2 mereka (artis). Contoh: Jilbab Inneke, JIlbab Puput Melati, Jilbab KCB, Jilbab Dian Pelangi, Jilbab Zaskia, dan banyak lagi…

Apakah kita mencoba untuk menutup mata akan hal ini???
Itulah sebabnya ana mengambil perbandingan untuk Jilbab Gaul dilihat dari sumbernya yaitu para artis, bukan dilihat dari orang2 biasa, karena mereka yang bertanggung jawab menjadi pelopor untuk urusan Jilbab Gaul ini.
Dan seharusnya pula ana mengambil perbandingan untuk Jilbab Syar’i dilihat dari sumbernya pula, yaitu wanita2 shahabiyah atau Salafush Shalih terdahulu. Mungkin jika dibandingkan harganya akan jauh lebih murah dari gambar diatas.

Jadi, siapa yang berburuk sangka tanpa tabayyun terlebih dahulu, maka akan terlihat sebatas mana wawasan seseorang. Wallahu a’lam.

- Komentar: Sebenarnya kalau tidak ditambah embel2 asesoris, jilbab atau pashmina gaul lbh murah, dan bisa lebih mudah ditemukan dimana saja. Hijab syar’i lebih eksklusif dan hanya bisa didapatkan di toko2 tertentu, dan harganya tentu saja jauh lbh tinggi.
======================
Jawab: Justru karena adanya embel2 atau aksesoris maka disebut Jilbab Gaul. Adapun hijab syar’i banyak ditemukan dimana2, bahkan kain gorden atau sarung sekalipun bisa dijadikan hijab syar’i. Sebenarnya yang membuat susah itu adalah dari kita sendiri.

Imam Bukhari meriwayatkan:
“Bahwasannya ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha. Berkata: “Ketika turun ayat (dan hendaklah mereka menutupkan “khumur” –jilbab- nya ke dada mereka…) maka para wanita segera mengambil kain sarung, kemudian merobek sisinya dan memakainya sebagai jilbab.” (HR. Bukhari).

- Komentar: saya pikir gak perlu menghabiskan uang sebanyak itu untuk tampil modis dalam berhijab. Saya senang make up toh gak sampe sebanyak itu nominalnya. Beli make up sekali bisa dipakai sampai setahun bahkan lebih. utk kerudungnya juga gak sampe segitunya kali. apalagi maaf utk pakaian dalam. menurut saya terlalu lebay harganya.
=======================
Jawab: Sudah dijelaskan diatas, bahwa yang dijadikan rujukan/patokan adalah Jilbab Gaul setingkat Artis. Karena asalnya Jilbab Gaul tidak lain dari mereka. Makanya harganya memang dianggarkan segitu. Adakah artis yang mau pake CD atau Bra yang harganya Rp.15ribu dapet 3 buah?

- Komentar: hei”.. ribet kali pake mukenah begitu.. kalo mao ngejer bus gak bisa. mao jalan.. baju keseret”.. dicuciinya pasti berat bet itu..
=========================
Jawab: Sepertinya ant lebih suka jadi manusia primitif/purba yang tinggal di hutan atau gunung, berpakaian jerami, hobi manjat po’on, berburu, outbond, atau uji nyali lainnya.

- Komentar: Jika dipikir2, saya kira foto ini berpotensi memecah belah sesama muslimah.. Lebih banyak mudhorotnya drpd manfaatnya… Lebih baik mengundang para muslimah lain yg belum menutup auratnya, untuk segera berhijab..
======================
Jawab: Walaa talbisul haqqa bil baathil (janganlah mencampuradukkan antara yang haq dan yang batil). Apakah ant ingin menyatukan antara kebaikan dengan keburukan? Bagaimana bisa wanita yang mengumbar aurat disamakan dengan wanita yang menutup aurat?!
Lebih baik juga mendakwahi muslimah yang belum benar hijabnya untuk berhijab dengan benar.

- Komentar: silahkan menilai yg mana yang syar’i menurut pandangan masing2…kalo mau dakwah jangan pake jelek2in sampe ngasi pertimbangan harga gitu…berdakwalah yg baik…sesama muslim jangan saling menjatuhkan…
======================
Jawab: Wah rusak kalo menilai agama/syar’i itu menurut pandangan masing2…kalo begitu untuk apa Al Quran diturunkan? Untuk apa Nabi Muhammad shalallahu alaihi wsallam diutus ke muka bumi ini? Untuk apa ada amar ma’ruf nahi munkar?
Menilai agama itu dengan dalil sesuai pemahaman salafush Shalih.

- Komentar: Dan jangan terlalu menyalahkan saudari2 yang masih mengenakan jilbab gaul/celana panjang, selagi pakaian yang dikenakan tidak ketat memperlihatkan bentuk tubuh terutama (maaf) dada dan bokong, silahkan saja daripada menggumbar aurat.
+ yang paling menyedihkan buat saya daripada ngomongin soal harga, lebih baik memberitahukan kepada saudari2 mengenai ciput yang ada tonjolan kondenya. Karena ketika dipakai terlihat seperti punuk unta. Rasul melaknat perempuan2 yang menyanggul rambutnya tinggi2 sehingga terlihat seperti punuk unta walaupun itu hanya palsu tapi terlihat asli.
===============================
Jawab: Koq terakhirnya ada senjata makan tuan ya? hehehe…
Ant melarang utk tidak boleh menyalahkan wanita yg masih memakai jilbab gaul, namun diakhir komentar ant sendiri menyalahkan wanita yg masih memakai ciput atau jilbab seperti punuk unta (alias jilbab gaul juga)…jadi bagaimana nih? mau bekerja sama utk mendakwahi mereka?

- Komentar: Dakwah menurutku ga segitunya. Pelan2 jangan ekstrem begitu. Jaman skrg mau pake jilbab sj sdh sangat harus disyukuri, Lagian apa jilbab syari harus panjang sampai bawah spt gambar itu?! Bukankah batasannya terulur hingga dada, apa yg tdk sampai bwh ga syar’i? Pake clana longgar apa menyerupai laki2? Kalo di Arab laki2 pake jubah, perempuan jg pake jubah, apa perempuannya menyerupai laki2?
========================
Jawab: Pandangan seperti itu terasa sempit terlihat. Nanti orang2 akan berkata, “Zaman skr Laki2 yang mau shalat saja sudah hrs disyukuri, walaupun tidak ke masjid, daripada gak shalat?” “Orang yang tidak puasa asalkan masih shalat juga harus disyukuri, daripada kedua-duanya tidak sama sekali?”
Dan gambar hijab syar’i diatas bukan menunjukkan bahwa itu adalah contoh satu-satunya, selain itu tidak ada yg syar’i, itu juga pandangan yg terlalu sempit. Gambar diatas hanya mewakili hijab syar’i walaupun masih byk yg lainnya yg syar’i. Karena dalam gambar tsb hanya ditampilkan 1 contoh setiap perbandingan, masak ana harus menampilkan puluhan contoh hijab syar’i dalam gambar tsb?? ya gak muat entar….

- Komentar: tolong yang punya akun fb ini..
apa benar cara da’wah macam ini sesuai dengan syar’i…
ana liat semua isi foto2nya iisinya bandingin2 doang…
profil info juga tidak jelas… coba perhatikan semua komen yng hadir di fb antum.. isinya berantem doang… memperkeruh suasana…
ana juga ngaji InsyaAlloh ustadznya sama kayak ustadznya antum.. tapi penyampaiannya tidak se EKSTRIM fbnya antum… afwan..
===================
Jawab: Gampang sekali, biar gak berantem…ya jangan baca fb ana…atau ana diremove/diblokir dari ant….atau ana yg perlu ngermove ant biar ant tidak bisa melihat fb ana lagi?

- Komentar: Untuk budget nya memang tdk realistis..karena bid’ah juga bisa lebih murah looh
======================
Jawab: Tema kali ini adalah membahas tentang bid’ah yang mahal, bukan membahas ttg bid’ah yang murah. Kalo ant mengikuti tautan ana sejak dulu, akan bisa memahami karena ana sudah mengumpulkan beberapa catatan ttg bid’ah2 yang mahal sampai 4 episode.

- Komentar: klo ane sih lebih suka dijelasin kenapa ge boleh begitu, ga boleh begini…
klo cm dibandingin seperti ini, org2 malah menilai sebelah mata..
=======================
Jawab: Penjelasannya sudah dijelaskan di komentar paling atas. Makanya sebelumnya dibaca lebih dulu komentar2 semuanya biar nyambung.

Sumber: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2400103579317&set=a.1006164771718.685.1752889223&type=1&comment_id=1032848&ref=notif&notif_t=photo_reply&theater

sumber:  http://gizanherbal.wordpress.com/2012/08/27/bidah-itu-mahal-sayang-bag-4-episode-jilbab-gaul/#more-3623

About these ads
  1. Heru Ganda Putra
    Februari 24, 2014 pukul 2:42 am | #1

    Assalamu’alaikum.
    Mohon add Friend ana di FB akhi/ukhti, nama ana Heru Ganda Putra / heroe_cover@yahoo.com.
    Atau mohon emailkan nama atau link FB antum ke email ana (herugandaputra@gmail.com) , karena ana mau follow / add antum sebagai teman ana.
    Terima Kasih.
    Wassalamu’alaikum.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Silahkan like saja fanpage blog aslibumiayu, nanti otomatis anda bisa mengikuti atau inbox kepada saya, atau bisa juga sms ke sms center yang ada di sidebar blog ini,

  2. anonim
    Januari 25, 2014 pukul 10:12 am | #2

    saya pernah bekerja di sebuah outlet busana muslim branded,memang harga gamisnya 2x lipat dari gamis syar’i

  3. agung
    Oktober 14, 2013 pukul 5:19 pm | #3

    Sangat benar,tampilan muslimah Indonesia hari ini adalah fenomena trend baju populis semata.Hal ini sangatlah wajar karena negara miskin dengan basis ekonomi kapitalis termasuk Indonesia,kebudayaan yang kemudian berkembang secara massive adalah yang berbasis kepada konsumerisme,sederhananya,budaya yang ‘bernilai tukar’ secara langsung.Mau terlihat alim?santun?pakailah baju muslimah,hanya itu saja! Ga ada konsekwensi perlu ganti perilaku kok…gampang dan cepat! Itulah nyawa konsumerisme. Padahal membedakan trend baju muslimah atau gejala melayunisasi saja orang Indonesia lebih suka bingung,jadi buat apa ngobrol semacam ini kalau pada saatnya nanti semua orang tahu bahwa keributan ini hanyalah ‘pesanan politik’ saja sebagaimana heboh komunis jaman 1965.Hari ini semua orang tahu bahwa semua buku yang untuk membacanya harus bertaruh nyawa dijaman ordebaru,sekarang dengan gampang bisa dibeli di gramed!terjangkau lagi!lantas mengapa dulu kita ribut soal komunis?
    Setelah melewati masa-masa sulit itu, justru sekarang mau ribut-ribut hanya masalah bagaimana caranya berpakaian….sekali-sekali pergilah keluar negri,baju yang kita bicarakan saat ini hanyalah baju awek maley’….dikenal sebagai baju bangsa MELAYU! bangsa MALAYSIA!!
    Sementara bahkan seratus perempuan Indonesia berbaju ‘biasa’pun tetap tidak akan ada yang menggubris di tanah arab sana, mengapa? karena memang kita semua tidak dianggap sebagai bangsa arab! dimata bangsa arab saat ini,hanya ada dua ras saja yang perlu dihargai, bangsa kulit putih, dan bangsa mereka sendiri.
    Cobalah merokok dihari jumat ditengah bulan puasa di dubai!

    Terimakasih mas agung atas komentarnya,
    Negeri arab bukanlah patokan kebenaran mas, apalagi anda sebutkan negara seperti dubai, itu sih sama seperti indonesia, mau pakai rok mini juga disana tidak masalah, atau di turki,
    Coba lihat di mekah dan madinah, ada tidak wanita yang buka aurat jika keluar rumah?
    Kata siapa jilbab itu pakaian malasyia? banyak wanita malasyia tidak pakai jilbab, tapi pakai kerudung,. kerudung beda dengan jilbab mas agung,.

    Silahkan buka mata anda, apa definisi jilbab, silahkan klik disini,

    Jilbab bukan budaya arab, justru budaya arab jaman dahulu sebelum datangnya islam, para wanitanya tidak menutup aurat, bahkan ketika thawaf di ka’bah mereka telanjang bulat,

    Justru wanita yang tidak mau menutup auratnya, tidak mau memakai jilbab, itu mengikuti budaya arab jahiliyah mas,..

    OPEN YOUR MIND,.. seandainya anda tahu kehidupan para wanita arab sebelum datangnya islam,

    Kok jadi aneh pemikirannya, jilbab bukan budaya arab, tidak memakai jilban, itu budaya arab mas,.. jangan dibalik-balik,.

    Baju muslimah adalah JILBAB , Itulah baju muslimah,. bukan pakaian orang arab,

  4. aan
    Oktober 14, 2012 pukul 10:51 am | #4

    teruslah berdakwah saudaraku.. teruslah berpegang pada Al-quran dan sunnah rosul…

  5. R Indri Yani
    Oktober 10, 2012 pukul 2:30 pm | #5

    dalam amar ma’ruf nahi munkar memang seseorang akan mendapatkan bbrp kesulitan jadi kita harus lebih ekstra bersabar lagi….saya sebagai muslimah mendukung akan segala kebaikan bagi kaum perempuan dalam berhijab yang sesuai dengan syariah….dan orang2 yang berjihad dengan amar ma’ruf nahi munkar…insyaallah akan memberikan dan memudahkan jalan bagi mereka

  6. hikmah
    Oktober 8, 2012 pukul 1:40 pm | #6

    assalamu’alaykum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    alhamdulillah ana sudah mengenakan jilbab se-paha sejak kelas 3 smp, sekarang ana sudah berkuliah dan masih menggunakan gamis serta jilbab yang sedikit lebih panjang.

    ana terbiasa menempuh perjalanan dengan bis angkot dan kadang motor, alhamdulillah Allah memudahkan sekali. saat naik motor ana memakai jaket sehingga jilbab ana tidak berhamburan-terbang. saat memakai memutuskan berjilbab, bukan jadi hal mudah.

    biaya berhijrah ke jilba syar’i memang lumayan juga. tetapi saat ana yakin ini Adalah perintah Allah, maka urusan harga, repot, dan pandangan masyarakat tidak penting lagi. ana menyampaikan ini bukan memihak kepada siapapun, ana hanya ingin mengajak kepada saudara-saudara yang berlainan pandangan, kembalilah kepada Allah dan Rosulnya, fahami lagi perintah-perintahnya.

    Jazakillahu khairan atas sharingnya

  7. nidya oky dickayati
    September 14, 2012 pukul 6:22 am | #7

    untuk yg punya akun ni sabar ya,orang yang komen di fb kmu mudah2n dibukakan pintu hati,ku setuju dengan tema ni.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.263 pengikut lainnya.