Beranda > Belajar Nasehat > Kitab Fadhail Amal, Kitab Pokok Pegangan Jamaah Tabligh, apakah isinya?

Kitab Fadhail Amal, Kitab Pokok Pegangan Jamaah Tabligh, apakah isinya?


Kitab FADHAIL AMAL

Ustadz Abu Nu’aim Al-Atsari

Kitab Fadhail Amal atau dikenal pula dengan nama Tablighi Nishab adalah kitab pegangan suatu jama’ah yang dikenal dengan nama Jama’ah Tabligh. Kitab ini karya Syaikh Muhammad Zakariyah AI Kandahlawi salah satu tokoh Jama’ah Tabligh.

Kitab ini selain telah tersebar di kalangan mereka juga di kalangan masyarakat luas, padahal kitab tersebut memuat hal-hal yang menyimpang dari syariat. Lantaran itu banyak ulama yang menyingkap penyimpangan­nya agar kaum muslimin berhati-­hati. Di antaranya adalah Ustadz Muhammad Aslam Al-Bakistani (Pakistan) dalam risalah Jama’atut Tabligh, ‘Agidatuha wa Afkaru Masyayikhiha, Syaikh Hamud bin Abdullah At-Tuwaijiri rahimahullah dalam kitab Al-Qaulul Baligh fir Raddi’ala Jama’atut Tabligh, Ustadz Sa`d Al-Husain, Atase Arab Saudi di Yordania dalam risalahnya kepada Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah, Syaikh Falih Al-Harbi dalam Ad-Dienun Nashihah.

Tulisan berikut menukil dari dua kitab yaitu Zawabi’ fi Wajhis Sunnah Qadiiman wa Hadiitsan, bab Penjelasan Sebagian Kitab yang Sarat dengan Hadits-Hadits Dha’if dan Palsu, Syaikh Shalahuddin Maqbul Ahmad dan kitab Jama’atut Tabligh fi Syibhil Qaratil Hindiyyah, ‘Aga’iduhata’rifuha karya Syaikh Abu Usamah Sayyid Thalibur Rahman cet. Dar Bayan li Nashr wat Tauzi’ Islamabad Pakistan.

Pembahasan ini ringkas, sehingga untuk mudahnya dibagi dalam beberapa sub bagian.

Banyak memuat hadits-hadits dhaif dan palsu.

Memang penulis kitab ini, Syaikh Muhammad Zakariya Al-­Kandahlawi menyebutkan derajat hadits-hadits dengan menukil perkataan para ulama, seperti keterangan Ustadz Tabasy Mandi. Kata beliau, “Yang sangat mengherankan, kedudukan kitab ini di sisi penulis tidak sepenting anggapan para pembacanya.

Sebab usai membawakan riwayat hadits, penulis menyebutkan hukum dari hadits-­hadits tersebut, shahih, dhaif, palsu, batil, tidak dapat dijadikan sandaran atau pada sanadnya terdapat rawi pendusta. Akan tetapi kami tidak memikulkan kesalahan di pundak pembaca, sebab mayoritas mereka tidak memahami bahasa Arab. Penulis hanya menyebutkan riwayat dalam bahasa Urdu tanpa disertai hukum hadits seperti pada edisi bahasa Arabnya.” (Tablighi Nishab, Dirasat Naqdiyyah ha1.15 Maktabah Al-Iman Deobandi).[1]

Hadits-hadits tersebut diantaranya :

  1. Dari Umar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda”:

Ketika Adam berbuat dosa, dia menengadahkan kepalanya ke langit dan berkata, “Aku memohon kepadaMu dengan hak Muhammad agar Engkau mengampuniku. “Alloh lantas mewahyukan kepadanya. Adam berkata, “Maha Tinggi namaMu, tatkala Engkau ciptakan aku, aku angkat kepala ke Arsy ternyata di sana tertulis. Maka mengertilah aku, tidak ada seorang pun yang lebih tinggi kedudukannya di sisiMu dibanding orang yang namanya Engkau sandingkan dengan namaNya.

Alloh lantas mewahyukan kepadanya, “Wahai Adam, dia adalah nabi terakhir dari keturunanmu. Andaikan bukan karena dia niscaya Aku tidak ciptakan kamu.”

Syaikh Muhammad Zakariya berkata, “Dikeluarkan oleh Thabrani dalam Mu’jam Shaghir, Al-Hakim, Abu Nua’im dan Baihaqi pada kitab Dala’il karya keduanya, dan Ibnu ‘Asakir dalam Ad-Dur Dalam Majma’ Zawaid, Al-Haitsami berkata, “Diriwayatkan oleh Thabrani dalam Mu’jam Ausath dan Shaghir, pada sanadnya terdapat rawi yang aku tidak kenal.” (Fadhail Dzikr haI.95­-96). Katanya,” Al-Qari dalam Al-­Maudhu‘ah Al-Kabirah berkata, “Palsu.” (Fadhail Dzikr ha1.96)

Imam Dzahabi rahimahullah dalam Talkhish Mustadrak 2/615 berkata, “Palsu.” Begitu pula Imam Al-­Albani rahimahullah dalam Silsilah Ahadits Dha’ifah 1/38 berkata, “Palsu.”

  1. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, “Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan berduka. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya, “Aku melihat engkau bersedih, ada apa denganmu?” Jawabnya. “Wahai Rasulullah, tadi malam aku berada di rumah fulan, sepupuku. Dia menipu dirinya sendiri.” Kata Nabi “Apakah engkau talqin dia dengan lailahaillalloh?” Jawab Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu, “Aku telah lakukan itu wahai Rasulullah.” Tanya beliau. “Apakah dia mengucapkannya?” “Ya,” jawab Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu. Kata Nabi “Dia masuk surga.” Tanya Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu, “Wahai Rasulullah, apa manfaat kalimat ini bagi yang masih hidup?” Jawab beliau “Dia menghapus dosa-dosa mereka, dia menghapus dosa­-dosa mereka.”

Dikeluarkan oleh Dailami dalam Tarikh Hamdan, Rafi’i, Ibnu Najaar seperti termaktub dalam Muntakhab Kanzul Umal. Hanya saja Suyuthi meriwayatkannya dalam Dzail Lala’i dan membicarakan sanadnya. Katanya, “Semua sanadnya gelap, para rawinya dituduh berdusta.” Kata Syaikh, “Ada riwayat lain yang semakna dan marfu’ tetapi mereka menghukuminya palsu seperti dalam Lala’i.” (Fadhail Dzikr ha1.102-103).[2]

  1. Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Siapa yang menziarahiku maka wajib masuk surga.

Diriwayatkan oleh Al-Bazzar dan Daruquthni. Nawawi berkata, “Dan berkata Ibnu Hajar rahimahullah dalam Manasik, “Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah rahimahullah dalam Shahihnya. Dishahihkan oleh sekelompok orang seperti Abdul Haq dan Taqiyuddin As-Subki. Al-Qari dalam Asy-Syifa’ berkata, “Dishahihkan oleh sekelompok ahli hadits.”

Hadits ini Palsu, lihat Dha’if Jami’ karya Syaikh Al-Albani rahimahullah 5618[3]

  1. Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Siapa yang berhaji ke Baitullah namun tidak menziarahiku sungguh dia telah melecehkanku.

Diriwayatkan lbnu Adi dalam AI-Kamil seperti dikatakan dalam Syifa’ul Asgam.[4] Dalam Syarhu Lubab dikatakan, “Diriwayatkan oleh Ibnu Adi dengan sanad hasan. Pemilik kitab Ithaf membahas panjang lebar takhrijnya dan berkata, “As-­Suyuthi membantah Ibnul Jauzi karena memuat hadits ini dalam Maudhu’at, dan berkata, “Dia salah.” Al-Qari dalam Syarhu Syifa’ berkata, “Hadits ini diriwayatkan Ibnu Adi dengan sanad yang dapat dipakai hujjah.”[5]

Memuat Khurafat dan Hikayat Sufiyah

  1. Yang paling aneh, cerita yang dinukil dari Al-Hawi karya As­-Suyuthi, bahwa Sayyid Ahmad Rifa’i berziarah ke makam Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam usai berhaji tahun 555 H, lantas menyenandungkan bait syair :

Di kala jiwaku menjauh, akau ,kirimkan dia

Diterima oleh kubur (Nabi) dan dia adalah wakilku.

Ini orang yang menjulurkan tangannya telah hadir

Julurkan tangan kananmu agar dikecup kedua bibirku

Maka terjulurlah tangan beliau dari dalam kuburnya yang mulia lalu dicium oleh Ar-Rifa’i.

Syaikh Muhammad Zakariya menambahkan dari kitab Bunyan Musyayyad, bahwa peristiwa tersebut dihadiri oleh sembilan puluh ribu orang. Dihadiri pula oleh wali Quthub Syaikh Abdul Qadir Jailani. (Fadhail Hajj 137­-138, akhir basal sembilan, hikayat no.13)

  1. Syaikh Al-Kandahlawi bermimpi diperintah untuk menggabungkan qasidah (syair) ke dalam kitabnya Fadhailush Shalat ‘ala Nabi. Terlintas pada pikirannya yang dimaksud adalah qasidah Maulana Jaami. Qasidah ini merupakan bentuk istighatsah kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bait pertama isinya :

Karena berpisah denganmu nafas terakhir seluruh alam berembus

Rahmatilah wahai Nabi Alloh, rahmttillah

Usai itu menuturkan, suatu kali Maulana Jaami berhaji. Dia ingin pergi ke Madinah untuk menyenandungkan qasidah ini di sisi kubur Nabi. Nabi memerintahkan penguasa Makkah dalam mimpinya agar melarang Maulana Jaami pergi ke Madinah. Sebabnya, bila dia bersyair di sisi kuburku maka tanganku akan keluar dari kubur untuk menyalaminya, hal itu akan menimbulkan fitnah.”

Kata Kandahlawi, “Aku yakin adanya kisah ini, namun aku tidak mengetahui di mana letaknya. Siapa yang tahu hendaknya memberitahukanku. Bila aku sudah mati hendaknya menuliskan pada catatan pinggir kitab ini. “Katanya lagi, “Tidak ada yang dapat membatalkan kisah ini karena kisah Sayid Ar-Rifa’i sudah dikenal. Telah berlalu pula penyebutan dalam kita ini kisah lain berupa jawaban salam dengan suara yang keras dari makam Nabi yang mulia. Beberapa temanku berpendapat, pembenar dari mimpiku adalah qasidah burdah ini.” Syaikh banyak menyebutkan bait syair berikut ini sampai lima puluh kali dalam Fadhail Shalat.

Wahai Rabb, berilah shalat dan salam yang langgeng kepada kekasihMu, manusia terbaik. (Fadhail Shalat `ala Nabi ha1.109-119 kisah no.50)

  1. Syaikh Abul Khair Al-Aqtha’ bertutur, “Dulu aku pernah kelaparan selama lima hari, tidak makan sesuatu pun. Usai bershalawat kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam aku tidur di Raudhah yang suci sebagai tamu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku bermimpi, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama dua syaikh ; Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu dan Umar radhiyallahu ‘anhu disertai Ali radhiyallahu ‘anhu mendatangiku. Beliau memberiku roti lantas aku makan separuhnya. Ketika aku terbangun separuh roti itu masih ada di tanganku.” (Fadhail Hajj ha1.133)
  1. Syaikh Syamsuddin Ash­-Shawwab, mantan kepala pelayan Masjid Madinah, bercerita, “Sekelompok orang dari Halb (Syiria) menyogok penguasa Madinah agar diizinkan mem­bongkar kubur Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu dan Umar radhiyallahu ‘anhu untuk dibawa jasadnya. Malam hari empat puluh orang datang disertai para pembantu mereka. Tiba-tiba mereka semua ditelan bumi. Penguasa Madinah berkata kepada Ash-Shawwab, “Engkau jangan sekali-sekali membuka rahasia ini, kalau tidak kupenggal kepalamu!” (Fadhail Hajj ha1.141)

Dan masih banyak khurafat, kebatilan, bid’ah seperti ini.

Sikap Syaikh Al-Kandahlawi terhadap hadits palsu (421-427)

Syaikh membawakan hadits pada Fadhilah Shalat :

Siapa yang menjamak dua shalat tanpa alasan berarti dia telah mendatangi salah satu pintu dosa-­dosa besar.

Lantas berkata, “Riwayat Al-Hakim, Hunsyun adalah Ibnu Qais, dia terpercaya. Tetapi Al-­Hafizh berkata, “Dia justru dha’if, tidak ada yang mentsiqahkannya kecuali Hushain bin Numair. Inilah yang termaktub dalam At-Targhib… lantas menyebutkan kalau hadits ini memiliki penguat dalam kitab Al-Lala’i. Katanya, hadits tersebut dikeluarkan oleh Tirmidzi. Khunsyun dha’if, didha’ifkan oleh Ahmad dan selainnya. Hadits seperti ini diamalkan menurut ahlil ilmi.” Lantas mengisyaratkan bahwa hadits dapat terangkat karena adanya ucapan ulama. Banyak orang menegaskan, termasuk petunjuk keshahihan hadits adalah ucapan ahlu ilmi meskipun hadits itu tidak memiliki sanad yang dapat dijadikan sandaran.”

Dengan begitu syaikh yang dianggap ahlu hadits ini telah merobohkan kaidah ilmu hadits!

Syaikh juga membawakan hadits pada bab Fadhail Shalat ;

Diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Siapa yang meninggalkan shalat sehingga habis waktunya lalu menqadha’nya maka akan diadzab di neraka selama haqban. Haqbu adalah delapan puluh tahun, setahun adalah tiga ratus enam puluh hari. Satu hari lamanya sama dengan seribu tahun.

Lantas mengalikan angka-­angka tersebut. Katanya, “Satu haqbu adalah dua puluh delapan juta dan delapan ratus ribu tahun. Namun aku tidak mendapati hadits ini dalam kitab-kitab hadits yang aku miliki”. (Tablighi Nishab ha1.355)

Ketika salah seorang yang fanatik kepada Jama’ah Tabligh mengatakan, “Hadits tersebut didha’ifkan oleh sebagian orang, maka tidak layak apabila dimuat dalam kitab dan lebih baik dihilangkan saja. Apa pendapat anda? Syaikh Kandahlawi menjawab, “Andaikan orang yang lemah ini (dirinya) menyebutkan sebelumnya tentu dia akan menghapus hadits itu. Tetapi selama dia menukil dari kitab terpercaya maka tidak mengapa untuk disebutkan sebagai peringatan bagi manusia kendatipun hadits itu dha’if. Selain itu, pahala shalat berjama’ah dilipatkan tiga ratus juta seperti kami sebutkan dalam hadits kedua pada Fadhail Shalat. Maka tidak aneh bila siksa orang yang meninggalkan shalat seberat itu pula. Aku telah meminta pendapat sahabat-sahabatku, namun aku belum mantap untuk menghapus hadits tersebut.” (Al-Isykalat wal Ajwibah ha1.131)

Pikirkanlah wahai para pembaca, semoga Alloh merahmati kalian. Di muka Syaikh berkata, “Aku tidak mendapati hadits ini dalam kitab-kitab hadits yang aku miliki”, kemudian membantah dirinya sendiri dengan mengatakan, dia telah menukil dari kitab terper­caya. Lantas bolehkan hal semisal ini disandarkan kepada Rasulullah yang shadiq mashduq (jujur dan benar sabdanya dan dibenarkan wahyu yang disampaikannya).

Kata Syaikh Kandahlawi, “Para ulama telah menyebutkan hadits yang marfu’, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang bershalawat kepadaku dalam suatu kitab, senantiasa malaikat akan memintakan ampunan baginya selama namaku tertera dalam kitab tersebut.” Hadits ini meskipun dha’if tetapi layak untuk disebutkan pada tempat ini. Tidak usah pedulikan Ibnul Jauzi yang memasukkan hadits ini dalam kitab Maudhu’at (kitab yang berisi hadits-hadits palsu–pen), sebab hadits ini memiliki banyak jalan yang menunjukkan bahwa hadits ini memiliki asal-asul.”

Begitulah Syaikh hadits ini, membuat kaidah yang menyelisihi metode Para ahli hadits. Perlu diketahui bahwa Imam Dzahabi rahimahullah menghukumi hadits ini sebagai hadits batil. (Mizanul I’tidal 1/320). (no.3 ini diambil dari kitab Jama’atut Tabligh, Sayyid Thalibur Rahman, ha1.436-427)

Inilah sekelumit pembahasan tentang kitab Fadhail Amal atau Tablighi Nishab dengan harapan menjadi bahan renungan bagi kaum muslimin agar tidak membaca kitab tersebut dan kitab yang semisalnya. Pepatah mengatakan, “Cukuplah isyarat itu bagi orang yang cerdik”. Allohu a’lam.


Oleh: Abu Nu’aim Al-Atsari rahimahullah

Sumber : Majalah Al Furqon. Srowo, Sidayu, Gresik, Jatim. Edisi 1 Tahun V / Sya’ban 1426 H

Artikel: ibnuabbaskendari.wordpress.com

Catatan Kaki:


[1]Tetapi yang saya dapati pada cetakan Indonesia (terjemah) edisi revisi terbitan Ash Shaft Yogyakarta tidak semuanya seperti dikatakan Syaikh Tabasy. Ada hadits yang oleh penulis sekedar dikatakan, “Seperti tercantum dalam Dur Mantsur”, Silakan lihat hal. 224, 228, 235, 262, bahkan ternyata ada yang haditsnya sangat dhaif, lihat hal. 262. Ada juga yang belum diberikan hukum pasti, seperti pada hal. 381, “Dikeluarkan oleh Thabrani seperti tercantum dalam Dur Mantsur dan Majma Zawaid. Dikeluarkan Thabrani dalam Ausath dan perawinya ditsiqahkan’. Keterangan seperti ini dapat menipu pembaca karena melihat perawinya ditiqahkan berarti hadits shahih, padahal belum tentu demikian. Terlebih Penerjemah tidak menerjemahkan derajat hadits yang dipaparkan oleh penulis. Ini lebih berbahaya lagi karena para pembacanya kebanyakan tidak mengerti bahasa Arab dan husnuzhan kepada pengarang sehingga menyangka semua haditsnya adalah shahih atau boleh diamalkan.

Yang dipertanyakan adalah dimuatnya banyak hadits dhaif dan palsu. Kalaulah maksudnya sebagai landasan fadhail amal, jelas tidak benar, karena suatu amalan ibadah harus didasarkan pada hadits yang maqbul, diterima baik shahih atau minimal hasan. Andaikan boleh, harus disertai syarat-syarat yang tidak ringan dan kenyataannya tidak mungkin diamalkan para pengamalnya. Lebih-lebih lagi hadits maudhu’ alias palsu! Allohul Musta’an. Dari sinilah bermunculan bidah-bidan itu.

Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah dalam Tabyiinul Ujab hal 3-4 berkata, “Telah masyhur bahwa ahlu ilmi bermudah-mudah membawakan hadits-hadits untuk fadhilah aural meskipun hadits tersebut dhaif selama tidak palsu. Namun seharusnya disertai syarat ; pengamalnya harus meyakini bahwa hadits itu dhaif, tidak memasyhurkannya agar tidak ada orang yang beramal dengan hadits dha’if tersebut yang berakibat pensyariatan suatu amalan padahal tidak disyariatkan, atau sebagian orang jahil memandang bahwa amalan tersebut adalah sunnah yang benar. Yang menegaskan hal ini adalah ustadz Abu Muhammad bin Abdis Salam dan selainnya. Hendaknya seseorang itu waspada agar tidak termasuk dalam sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapa yang membawakan suatu hadits dariku, dipandang hadits itu dusta maka dia termasuk dua pendusta”. Lantas bagaimana dengan orang yang mengamaikannya ?! Tidak ada bedanya apakah hadits itu diamalkan pada masalah hukum-hukum atau fadhilah amal, karena semuanya adalah syariat”. Usai membawakan nukilan tadi, al Muhaddits, “Ironisnya, kami melihat banyak ulama apalagi orang awam, melalaikan syarat-syarat tadi. Mereka mengamalkan hadits tanpa mengerti hadits itu shahih atau dhaif. Jika tahu kedhaifannya, tidak tahu tingkatan dhaifnya, apakah dhaif ringan atau berat yang dilarang mengamalkannya. Selain itu mereka memasyhurkannya dalam amalan. Layaknya hadits shahih ! Oleh karena itu banyak sekali muncul ibadah yang tidak benar ditengah kaum muslimin. Ibadah ini memalingkan mereka dari ibadah yang benar yang didasari sanad yang shahih”. (Tamamul Minnah, hal. 36-37)

[2] Hadits ini juga termuat dalam Dhu’afa’ karya Al-Uqili 2/81 no. biografi 531.

[3] Al-Hafizh Muhammad bin Abdil Hadi dalam Sharimul Munki fir Raddi ‘alas Subki hal.20 menilai hadits ini mungkar. Lantas menginformasikan bahwa Al-‘Uqaili memasukkan hadist ini dalam Dhu’afa 4/170, Ibnu Adi dalam Al-Kamil, begitu juga Imam Baihaqi dalam Syu’abul Iman menilai mungkar.

[4] Nama kitab, Syifa’us Saqam fi Ziyarati khairil Anam, karya As-Subki.

[5] Al-Hafizh Muhammad bin Abdil Hadi dalam Sharimul Munki fir Raddi ‘alas Subki ha1.87 berkata, “Hadits tersebut sangat mungkar, tidak ada asalnya, bahkan termasuk hadits yang dibuat-buat dan palsu. Hadits ini didustakan atas Imam Malik. Syaikh Abul Faraj Ibnul Jauzi telah benar dengan memuatnya dalam Maudhu’at.” Cacat hadits ini karena ada rawi Muhammad bin Muhammad bin An Nu’man, tertuduh berdusta dan memalsukan hadits dari kakeknya, An-Nu’man bin Syibl. Ibnu Hibban memuatnya dalam kitab Majruhin 3/73. Kata Al-Hafizh Ibnu Abdil Hadi pada ha1.89, “Shalih bin Ahmad bin Abi Muqatil, guru Ibnu Adi, dikenal dengan Al-Qiirathi tertuduh berdusta, memalsukan, dan mencuri hadits …. Daruquthni berkata, “Dia matruk, pendusta, dajjal, kami menjumpainya tetapi kami tidak menulis darinya. Dia menceritakan hadits yang tidak dia dengar.” Ibnu Adi berkata, “Dia mencuri hadits-hadits, merafa’kan hadits mauquf, menyambung hadits mursal, keadaanya sangat jelas”. Ibnu Hibban berkata,”Kami mencatat darinya di Baghdad, dia itu mencuri hadits dan membolak-balik hadits. Mungkin dia telah membolak-balik lebih dari sepuluh ribu hadits….” Lantas bagaimana mungkin sanad hadits ini hasan? Dan masih banyak lagi hadits-hadits semacam ini, belum lagi yang dha’if.

sumber : http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2010/06/28/kitab-fadhail-amal/

  1. abyadi
    Oktober 18, 2014 pukul 6:22 am

    Assalamualaikum,
    jamaah tabligh itu yg biasa dtang k mesjid-mesjid dlam selang beberapa waktu itu ya?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    ya, betul,dan penyimpangan jamaah tablig sudah saya posting disini

  2. ahmad jadimualaf
    Oktober 17, 2014 pukul 7:47 am

    Assalaamu’alaykum.
    saya muallaf dari pematangsiantar (SUMUT). cuma mau mmbrikan saran, sesama muslim jngan bertengkr, bkankah saudara-saudara smua sudah tau.

    jka pemahaman berbeda, y udah, sama-sama mncri kbenaran, bkan sling mnghujat. malu kita sama agama lain.
    saya z dlu mnjdi islam yg mensyahadatkan jamaah tabligh dan yg mnampung dan mmbiayai saya salafi. begitu kan enak sling berdampingan. salam ukhuwah.

    Terimakasih mas ahmad,
    Alhamdulillah, turut senang anda menjadi saudara kami seislam, telah melepaskan diri dari kebinasaan dari agama sebelumnya,.
    Orang kafir kita dakwahkan kepada islam,
    Dan orang islam kita dakwahkan kepada tauhid, kepada pemahaman para sahabat, kepada akidah yang benar, sebab dengan akidah yang benarlah baru Allah menerima amalan-amalan kita,
    Kita tidak mengajak kepada kelompok, jamaah, ormas, atau gerakan-gerakan lainnya,.
    Kita mengajak kepada dakwah Rasulullah, kepada dalil yang shahih, dengan pemahaman para sahabat, dan WAJIB seluruh kaum muslimin untuk mengikuti pemahaman para sahabat,. silahkan anda baca ulasannya disini

    Ada pahala surga bagi yang mau mengikutinya, silahkan baca surat attaubah ayat 100
    Ada balasan neraka dan kesesatan bagi orang yang tidak mau mengikutinya, silahkan baca surat annisa ayat 115

    Dan mengingatkan bahaya pemikiran kelompok yang merusak akidah itu bukan dalam rangka menghujat atau mengolokk-olok, atau membikin malu umat islam,.

    Justru pemikiran2 yang menyimpang tersebut telah sangat membantu tugas orang-orang kafir untuk menghancurkan islam dari dalam tubuh umat islam,.
    Dan mengingatkan pemikiran mereka kepada umat islam, itu adalah bentuk amar ma’ruf nahi mungkar,. silahkan baca ulasannya disini

    Dan islam itu bukan agama doktrin, sebagaimana kristen, harus manut saja sama pendetanya,.
    Islam itu agama yang berdasarkan dalil, baik dari alquran, juga hadits,
    Dan Rasulullah sudah menjelaskannya kepada para sahabatnya,. oleh karena itu kita wajib memahami islam dengan pemahaman para sahabat, bukan pemahaman kelompok, ustadz,kyai,atau gerakan-gerakan lainnya,.

  3. hamba allah.
    Juni 15, 2014 pukul 6:54 pm

    tolong di Cerna lg mas tulisan Anda.. Semoga allah Mengampuni dosa anda.. Astagfirullah ya allah Buka kan pintu Hatinya.. amin y allah

    Terimakasih sudah komentar disini,.
    Saya beristighfar dari perbuatan maksiat atau dosa yang saya pernah lakukan,. tapi bukan istighfar dari memberikan wawasan kepada kaum muslimin tentang penyimpangan jamaah tablig,.
    Mungkin anda atau pembaca bisa baca pandangan tentang kelompok ini oleh mantan2 petinggi jamaah tablig, silahkan baca disini

  4. salapi
    Februari 11, 2014 pukul 6:21 am

    Dan jika ada kaum muslimin yang merasa dicela atau ajarannya itu menyelisihi ajaran rasulullah, lalu ada orang yang mengikuti manhaj salaf
    yang menjelaskan bahwa ajaran yang dilakukan itu tidak sesuai dengan ajaran rasulullah (bidah) maka bukanlah sedang mencela para pelaku kebidahan, ini justru bentuk kasih sayang kita kepada para pelaku bidah, tidak ingin para pelaku bidah itu terjerumus ke dalam neraka karena perbuatan bidahnya,

    mungkin bisa di cerna kembali tulisan anda…

    kurang paham gitu mas? yang mana yg membingungkan anda?

  5. A,syaiful jamil
    Februari 10, 2014 pukul 5:10 pm

    Assalamualikum Wr.Wb,

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Subhanallah………..Alhamdulillah saya kenal dan faham tentang Manhaj salaf,yang penekanannya pada Tauhid.

    Saya sangat bersyukur mengenal Dakwah ini.saya sudah malang melintang di dunia pencarian ilmu, masuk tarekat sufi, Dzikir2 Bid”ah dll.

    Sebagai contoh, Banyak orang terjebak pada pemujaan Kuburan tapi tidak pernah jamaah di Masjid, Banyak orang terjebak pada dzikir2 bid’ah padahal dzikir pagi dan sore sesuai Sunnah sangat luar biasa pahalanya.

    Jadi tidak usah saling berdebat,yang jelas Rasulullah SAW tidak pernah Khuruj spt Jamaah Tabligh,hrs diakui.Sudah jelas itu dan terlalu mengkeramatkatkan Kitab fadilatu amal juga tdk pernah dilakukan oleh para Salaf.

    Saya sangat bersyukur, krn dakwah salaf bukan mengkafirkan, tapi meluruskan.

    Ibarat Jalan meluruskan jalan yang berlobang dan membersihkan yang berduri. ini pengalaman nyata dari saya pribadi.

    Alhamdulillah, nikmat yang sangat besar bagi orang kafir adalah ketika dia masuk islam,
    Dan nikmat yang sangat besar bagi kaum muslimin adalah ketika dia paham pemahaman islam yang benar, sungguh nikmat yang tidak ternilai dgn harta sepenuh dunia,.

    Dakwah salaf bukanlah dakwah yang suka mengkafirkan, mencela,menghina,mengolok-olok sesama muslim, tidak ada sama sekali ajaran seperti itu dari manhaj salaf,

    Adapun jika ternyata ada yang seperti itu yg dilakukan oleh orang yang mengaku mengikuti manhaj salaf, itu adalah oknum saja, dan manhaj salaf berlepas diri dari hal tersebut,.

    Dan jika ada kaum muslimin yang merasa dicela atau ajarannya itu menyelisihi ajaran rasulullah, lalu ada orang yang mengikuti manhaj salaf yang menjelaskan bahwa ajaran yang dilakukan itu tidak sesuai dengan ajaran rasulullah (bidah) maka bukanlah sedang mencela para pelaku kebidahan, ini justru bentuk kasih sayang kita kepada para pelaku bidah, tidak ingin para pelaku bidah itu terjerumus ke dalam neraka karena perbuatan bidahnya,

    Jadi orang yang membiarkan para pelaku bidah tetap dalam bidahnya, itu pada hakekatnya dia tidak menyayangi kaum muslimin tersebut, membiarkan mereka terus menerus dalam kebidahan,

    jadi jangan terbalik berpikirnya,..

    Kita sayang sama para pelaku bidah, makanya kita jelaskan tentang perbuatan-perbuatan/amalan-amalan yg termasuk amalan kebidahan,.

    Manhaj salaf menyayangi kaum muslimin, makanya dengan manhaj salaf, mengajak kaum muslimin kepada pemurnian ibadah hanya kepada Allah saja, dengan ajaran dan tatacara yang Allah tentukan saja, bukan tatacara yang dibuat-buat oleh manusia

  6. salapi
    Februari 8, 2014 pukul 11:01 am

    http://sarape.wp.com/2012/08/02/web-aslibumiayu-wordpress-com/ gak usah di klik,, daripada malu.. eh… masih ada rasa malu gak yaaa… gitu deh….

    terimakasih,… SUDAH TURUT SERTA MENGIKLANKAN BLOG SAYA,. alhamdulillah, IKLAN GRATIS,…

    sering-sering dishare yo mas,. matursuwun sanget,..

  7. salapi
    Februari 8, 2014 pukul 10:40 am

    http://aliy.blogspot.com/2013/06/pemalsuan-data-yang-dilakukan-oleh-aslibumiayu-wordrpres-com-1.html?m=1

    terimakasih, IKLAN GRATIS LAGI,. khusus yg ini, yang dimasalahkan kan cuma gambar postingannya saja toh, sudah diganti tuh gambarnya, coba saja anda akurkan, tapi kalau isi postingan masih sama,. sekali lagi, TERIMAKASIH,. telah ikut serta menggiring pembaca untuk melihat blog saya,.

    silahkan lihat link yg dituduhkan diatas, meluncur saja kemari masbro,.

  8. salapi
    Februari 8, 2014 pukul 10:29 am

    kenapa ngumpet??? oh ya…. kalo anda bilang saya “wahabyes” tak jawab: memang iya !!

    ngumpet kemana mas salap? ngapain juga ngumpet,. makasih ya, masih betah komentar di blog saya,.. terimakasih telah ngiklanin blog saya ini, mudah-mudahan Allah menunjuki anda kepada jalan kebenaran, dan istiqamah diatas kebenaran tersebut hingga akhir hayat anda, sehingga akan datang kepada Allah dengan hati yang selamat,.. amiin…

  9. wahabyes
    Februari 6, 2014 pukul 1:08 am

    sudah diklik, pengin tahu,. dan
    ternyata,.. blog saya ini jadi blog top
    deh, banyak dikenal.. terimakasih pada
    yang mosting di kompasiana,. sebuah pengakuan tanpa rasa malu,ok deh maju terus aslibumiayu

    siip…

  10. wahabyes
    Februari 5, 2014 pukul 2:00 pm

    link dari kompasiana langsung di hapus aja yaa…

    ngga perlu ditampilin mas, gambarnya sudah diganti yang asli kok, artikelnya masih yang lama,
    kan yang dikritik oleh link tersebut adalah gambarnya doang,. silahkan buka saja linknya, masih sama link dari kompasiana kok,IKLAN GRATIS,.. masih pede lho mas,. kalem saja, silahkan klik disini

  11. wahabyes
    Februari 5, 2014 pukul 1:56 pm

    gak usah di klik link td,, klopun sdh terlanjur di klik sambil tutup mata yaaaaa….

    sudah diklik, pengin tahu,. dan ternyata,.. blog saya ini jadi blog top deh, banyak dikenal.. terimakasih pada yang mosting di kompasiana,.

  12. wahabyes
    Februari 5, 2014 pukul 10:30 am

    apakah nama2 di bawah ini bagian dari anda?? 1. Ust. Dr. M. Arifin Baderi, Lc. MA.
    2. Ust. Abdullah Taslim, Lc., MA.
    3. Ust. Abdullah Zaen, Lc. MA.
    4. Ust. Firanda Andirja, Lc., MA.
    5. Ust. Anas Burhanuddin, Lc. MA.
    6. Ust. Sufyan Basweidan, Lc. MA.
    7. Ust. Sa’id Ya’i Ardiansyah, Lc. MA.
    8. Ust. Kholid Syamhudi, Lc.
    9. Ust. Ahmad Zainuddin, Lc.
    10. Ust. Aris Munandar, Ss., MPi.
    11. Ust. M. Abduh Tuasikal, ST., M.Sc.
    12. Ust. Ari Wahyudi, SSi.
    13. Ust. dr. Raehanul Bahraen
    14. Ust. M. Nur Ichwan Muslim

    KURANG BANYAK MAS, masih banyak yang belum anda sebutkan,

  13. wahabyes
    Februari 5, 2014 pukul 5:02 am

    waduh…. jd ingat imam samudra. istilah orang buta pegang gajah… dia meng ibaratkan org buta pegang gajah,, terus anda termasuk pegang yg mana bagian dari gajah itu?? kalo pegang semuanya ya gak mungkin lah….. semoga ALLAH mengampuni saya dan anda

    kok ke imam samudra? kita dah jelas paham bagaimana sepak terjang pemikiran imam samudra dan orang-orang sejenisnya,.silahkan lihat postingan ini

    .

  14. wahabyes
    Februari 5, 2014 pukul 4:27 am

    sementara kesimpulan saya,,, anda memang “paling” benar.. dan anda tdk mampu atau “belum mampu” mengakui kebenaran firqoh lain selain firqoh anda sendiri,,, & ma’af dari link-link yg anda berikan,, di firqoh anda sendiri kayaknya ada pendapat yg berbeda beda seolah memang sengaja atau tdk sengaja membikin opini bahwa yg paling “salaf” yg ber”manhaj salaf” dari firqoh anda walau itu terbagi beberapa sub dari “salafussholeh”yg anda klaim itu… sekali lagi ma’af, ini memang gak nyambung dari post yg anda tulis…. anda bingung kan?? wong saya jg bingung anda itu termasuk makhluq jenis apa.. kalo di biologi ada istilah herbivora,carnivora,omnivora,,, ma’af !! saya yakin anda bukan termasuk dalam istilah biologi itu

    he..he..he.. ibarat orang buta ngomong tentang gajah,. dia ngga pernah lihat gajah, lalu dengan pedenya bilang, gajah itu kecil, seperti pecut,.. kebetulan yang dipegang buntutnya,.

    ada lagi yg bilang gajah itu besar, seperti drum, kebetulan yang dipegang perutnya,.

    ada lagi yang bilang, gajah itu bau, kebetulan yang dipegang EE nya,.

    Orang yang tidak buta melihat pengakuan orang buta tersebut ya akan terkekeh-kekeh,

    Dan orang buta tersebut jika tidak mau menerima penjelasan orang yang tidak buta, ya dia akan tetap berpegang pada pendapatnya, dengan pede, bahkan akan mengatakan kepada orang yang tidak buta tersebut bahwa dia yang benar, orang yg tidak buta yg salah,.

    Begitulah,.. gambaran saya kepada anda,.. anda ga paham apa itu wahabi atau salafi, tapi pede banget,…

    cape deh,… kacian deh….

  15. wahabyes
    Februari 4, 2014 pukul 8:59 am

    di sangkal dong berita nyata tadi,…. kenapa ngumpet? atau alasan apa gitu?? repot apa gak ada waktu ,, atau anak lagi sakit, pokoknya yg penting di sangkal & beralasan.

    silahkan dibaca , sudah saya kasih bonus tuh, makasih ya,. sudah memberikan inspirasi kepada saya dengan komentar-komentar bagus anda,

  16. wahabyes
    Februari 4, 2014 pukul 7:06 am

    oh iya aku juga punya berita nyata….. tolong nanti disangkal yaaaa… http://socio-politica.com/2012/03/08/wahabi-menghalalkan-kekerasan-atas-nama-agama-3/

    Oh terimakasih, masih betah koment di blog saya, oh anda bukan dari jamaah tablig yah, kirain dari jamaah tablig, sebab komennya di postingan tentang kitab andalan jamaah tablig, jadi saya kasih link tentang sepak terjang jamaah tablig yg katanya akhlaknya bagus, ternyata begitu tindakannya, maaf kalau gitu, tapi bisa buat nambah wawasan anda atau kaum muslimin yang membaca link tentang jamaah tablig,.

    oh iya, link yang anda berikan saya sudah baca, dan isinya sangat lucu, apa yang mau dijawab, lha wong isinya juga cuma dugaan, dan dugaannya ngga bener, hanya berdasarkan analisa yang salah, masa ada salafi yamani,salafi apa lagi? he..he..he. jadi lucu,.

    saya kasih link nih mas, apa sih salafi itu, dan apa itu wahabi,
    Hati-hati lho mas tentang pemikiran wahabi, sangat berbahaya jika kita ikut memiliki pemikiran tersebut, silahkan dibaca disini

    Semua tentang WAHABI sudah saya rangkum disini mas, silahkan dibaca dulu ya? langsung kesini mas bro,..

    Salafi, apa sih salafi itu? silahkan mas jika ingin tahu, ini tulisan pengamat juga, bukan dari ulama yang mendakwahkan manhaj salaf, silahkan masbro bisa lihat disini

    Sudah pernah main futsal bareng KOMUNITAS SALAFI? baca disini mas bro,

    Buat nambah wawasan juga nih,. dibaca yah, masih dari pengamat nih, monggo dibaca

  17. wahabyes
    Februari 4, 2014 pukul 6:54 am

    asal tw,, aku bkn dari jamaah tabligh… apalagi jamaah wahab i… eh “manhaj salaf” katanya

    terimakasih,.. sekali lagi terima kasih mas bro,.

  18. wahabyes
    Februari 4, 2014 pukul 2:28 am

    dimana mana kalo ada generasi wahab i selalu ada sengketa masalah dalil dan dalil,,, eh…… wahaby apa salafi.. katanya ber amar ma’ruf jg nahi munkar,, tp tlong sebutkan kapn amar ma’ruf jg nahi munkar dari groupmu itu.. sebutkan 1 aja.. klo tdk ada, setengah jg gpp.. oh iya groupmu itu wahab i cs… orgnya mudah tersinggung.. jd ma’af banget yaa kira2 tulisan ini di publikasikan gak yaaaa..

    terimakasih sudah berkomentar disini,
    komentarnya lumayan bagus,

    Mau satu bukti bentuk amar maruf nahi mungkarnya ya mas? ada kok, saya membawakan postingan tentang penyimpangan2 yang dilakukan oleh jamaah tertentu, itu juga sebagai bentuk amar maruf nahi munkar mas,.

    Salah satunya menjelaskan tentang kitab andalan jamaah tablig, yaitu fadhail amal yang banyak berisi hadits palsu dan lemah, ini juga bentuk amar maruf nahi munkar,.

    anda minta bukti satu saja kan mas? jadi saya sebutkan satu saja,

    Saya kasih bonus lagi nih mas, APA SIH JAMAAH TABLIG ITU? baca postingannya disini

    Perkataan PARA PETINGGI JAMAAH TABLIG, silahkan baca disini

    Kalau yang ini bagaimana mas, ini kisah nyata ustadz salafi dianiaya oleh orang jamaah tablig, kok sebegitunya mas,INI BENTUK AMAR MARUF NAHI MUNKAR ALA JAMAAH TABLIG YA MAS? silahkan baca disini

  19. wahabyes
    Februari 4, 2014 pukul 2:27 am

    dimana mana kalo ada generasi wahab i selalu ada sengketa masalah dalil dan dalil,,, eh…… wahaby apa salafi.. katanya ber amar ma’ruf jg nahi munkar,, tp tlong sebutkan kapn amar ma’ruf jg nahi munkar dari groupmu itu.. sebutkan 1 aja.. klo tdk ada, setengah jg gpp.. oh iya groupmu itu wahab i cs… orgnya mudah tersinggung.. jd ma’af banget yaa

    Mudah tersinggung? yang bener aja lah mas, mungkin kebetulan anda ketemu dengan orang yang ngakunya mengikuti manhaj salaf, tapi orangnya tersinggungan, jadi bukan salah manhaj salafnya mas,. itu oknum,

    Kalau yang ini bagaimana mas, ini kisah nyata ustadz salafi dianiaya oleh orang jamaah tablig, kok sebegitunya mas, silahkan baca disini

  20. muhammad
    Februari 3, 2014 pukul 9:52 am

    Semoga Allah Memberikan Hidayah Untuk Kita Semua Tertama Engkau Wahai Yg Mencela Para Sufi,dulu para sufi sibuk mengislamkan eeeh malah engkau sibuk menuduh orng Berbuat Syirik ,,

    Terimakasih sudah koment disini,.
    Sebelumnya ada lho yang mencela sufi, bahkan menghukum orang yang belajar sufi, beliau adalah imam syafii,.
    Ini lho mas perkataan imam syafii kepada orang yang belajar sufi :
    “Kalau seorang menganut ajaran tasawuf (tashawwuf) pada awal siang hari, tidak datang waktu zhuhur kepadanya melainkan engkau mendapatkan dia menjadi dungu.” (Manaqib Imam As-Syafii 2/207, karya Imam Al-Baihaqi)

    “Tidaklah ada seorang yang berteman dengan orang-orang sufi selama 40 (empat puluh) hari, kemudian akalnya akan kembali selama-lamanya.”

    “Dasar landasan tasawwuf adalah kemalasan.”

    Silahkan baca selengkapnya disini tentang pandangan imam syafii terhadap sufi/tasawuf, monggo dibaca

    Apakah nabi muhammad mengajarkan sufi? silahkan baca disini

  21. nafisannisa
    Februari 15, 2013 pukul 4:12 pm

    kalau anda gak mampu berdakwah seperti orang tabliqh jangan sebar fitnah dong…memang orang2 seperti anda ini penghancur persatuan umat.kerja nya nyalahi orang aja.
    bagus orang tabliqh dalam dakwahnya gak pernah nyalahi orang kalau SALAFY anda dakwahnya nyalahi orang melulu yahudi berkedok Islam.

    Kalau dakwah model orang tablig, tidak ada nahi munkar, tapi amar ma’ruf terus,. jika ada anggotanya yg berbuat syirik, tidak diingkari, karena bisa timbul cekcok, yang penting dia mau shalat berjamaah, mau khuruj bersama mereka,
    banyak sekali anggota ,bahkan pimpinan rombongan khuruj jamaah tablig yg terjerumus kedalam kebidahan, bahkan kesyirikan,.. sangat banyak contoh-contohnya,.
    tampilan mereka seperti orang-orang yang berilmu, padahal miskin ilmu , di markas mereka di kebon jeruk jakarta, rokok sudah menjadi teman setianya,.. begitu banyak jamaah diluar masjid tersebut yg merokok,.. para pembaca bisa membuktikannya jika mau,..

    Dan yang lebih aneh, Jamaah tabliglah yg bebas bisa masuk ke negara zionis yahudi,.. apa penyebabnya?? karena prinsip mereka sama dengan yahudi, tidak ada nahi munkar, hanya amar maruf saja,.KLOP DEH,..

  22. Abdillah santoso
    Februari 14, 2013 pukul 8:00 am

    Jika orang desa Bum ayu ini mampu, buatlah kitab yang sepadan dengan Fadoil Amal, insya Alloh kami akan gunakan , daripada antum menilai kita Maulana Zakarya, Saya khawatir jika antum akan di konfrontir dg Maulana Zakarya di akhirat.

    ngapain repot-repot mas bikin kitab, para ulama yg luas ilmunya sudah menulis kitab kok, bahkan jika seumur hidup kita digunakan untuk mengkaji kitab para ulama, tidak akan cukup umur kita untuk mengkajinya, walaupun usia kita 100tahun,.

    ada shahih bukhari muslim, yg berisi hadits2 shahih,.. ngapain repot-repot baca fadhail amal yg banyak berisi hadits palsu dan dhaif,.

    Sepertinya anda harus nonton video ceramah singkat ini mas Abdullah, silahkan, durasi 7 menit kok

    • Ari Budianto
      Februari 15, 2013 pukul 11:51 am

      #Abdilla: antum bilang kl ada kitab yg sekelas fadhail amal,maka antum akan pake…

      terus kenapa kl lg khuruj buku wajibnya harus fadhail amal?

      padahal kitab shahih bukhari ato Muslim lebih tinggi derajatnya dari fadhail amal,tp tidak pernah dipake utk menggantikan fadhail amal(alasanya krn utk meningkatkan ghirah beribadah)…

      jd intinya kitab fadhail amal adlh kitab wajib para jama’ah tabligh…

      lagipula inti pokok dari kesalahan jama’ah ini bukanlah terletak hanya pd kitab fadhilah amal..

      tp terletak pada keyakinan dari pendiri jama’ah ini..yakni sufi

      Jazakallahu khairan atas tambahannya, mudah2an bisa menyadarkan atau mencerahkan masyarakat yg belum tahu hakekat jamaah tablig ini

  23. rassam al saefudin
    Januari 5, 2013 pukul 2:02 pm

    Bagaimana hukumnya sholat yang di dalamnya ada toiletnya atau pemandiannya?

    Tidak apa-apa, asal bukan shalat di dalam toilet yang ada di dalam ruangan tersebut,.
    bukankah ruangan toilet tersebut ada dalam ruangan tersendiri, biasanya punya pintu tersendiri,

  24. hasan
    Januari 2, 2013 pukul 8:33 am

    Jangan terlalu cepat mengatakan sesat…
    Karena akan bisa berbalik pada orang yang mengatakannya…
    Mengomentari suatu buku dengan ikhlas untuk perbaikan jamaah tablig akan lebih bermanfaat…
    Dari pada mengomentari untuk menjatuhkan atau menyesatkan itu perlu di pertimbangkan karena akan bisa kembali pada orang yang mengatakannya, apalagi karena takut kehilangan jamaah di sebabkan jamaahnya ikut bertablig…dll

    Terimakasih mas hasan atas komentarnya,
    Menjelaskan tentang penyimpangan yg ada dalam suatu kitab, itu hal yang biasa, dan banyak manfaatnya bagi kaum muslimin agar tidak tertipu dengan apa yg disampaikan, apalagi banyak di kitab tersebut hadits2 yang palsu dan dhaif,
    Tidak ada maksud yg lain, apalagi kehilangan jamaah,.. sebab dakwah ini bukan untuk menambah jamaah, kita hanya menyampaikan kebenaran, ajaran islam berdasarkan pemahaman para sahabat,.
    Sedangkan hidayah ada ditangan Allah, bukan ditangan kita,. perkara mereka menerima atau tidak, ikut atau tidak,.. itu bukanlah keharusan,. dakwah ini bukanlah paksaan,.

  25. teguh al humayon
    Desember 24, 2012 pukul 12:45 am

    Jadi kesimpulanya apa.
    Apakah haram membaca atau menulis hadist dhoif doif tersebut dan apa dalilnya?

    Terimakasih mas teguh,
    ada ancaman bagi orang yang mengetahui itu hadits dhaif, dan dia menyebarkannya,
    Dalam kitab tsb banyak sekali hadits dhaif dan palsu, alangkah lebih baiknya jika kita tdk mengetahuinya, kita tinggalkan kitab tsb, dan bisa mempelajari kitab yg ditulis oleh ulama seperti imam bukhari,
    ancaman bagi penyebar hadits dhaif dan palsu, silahkan baca postingan ini

  26. Oktober 11, 2012 pukul 5:42 am

    kuburannya di sebelah barat atau di sebelah timur

    Kuburannya ada disamping kanan masjid, satu bangunan dengan masjid, yang bersebelahan dengan bank bali, silahkan cek sendiri,

    • Ari Budianto
      Oktober 11, 2012 pukul 7:28 am

      kuburannya sekarang udah dipagar semen,yg ada pohonnya…kl hanya melintas nggak akan ngeh kl itu kuburan…saya kesana wkt taon 2006

      Betul sekali, saya sendiri ngga tahu, justru dikasih tahu paman saya yang jualan disitu, tapi ngga shalat di masjid tersebut, pas saya tanya,kenapa ngga shalat disitu, dijawab karena ada kuburannya,

  27. Ari Budianto
    Oktober 8, 2012 pukul 3:17 am

    buku ini termasuk buku wajib yg harus selalu dibawa apabila jama’ah tabligh sedang keluar,bahkan kl lupa,maka mereka akan membeli buku yg baru.

    jika disuruh utk mengganti dgn buku shahih Bukhari ataupun buku hadits2 yg shohih lainnya,maka jawabannya bhw kitab fadhail amal ini dipake utk meningkatkan ghirah(semangat) dlm beramal ketika sedang khuruj(keluar) 3,40,4bln,1 thn.

    tetapi yg anehnya,utk jama’ah dari Arab saudi mereka tdk diwajibkan utk memakai kitab fadhail amal tsb.boleh diganti dgn kitab Riyadhus Sholihin…

    He..he..he.. lucu ya?
    Emang lucu-lucu dan culun-culun jamaah ini, dulu saya sempet juga ikut nginep di masjid markas mereka di indonesia yang ada di kebon jeruk jakarta,
    Di masjidnya ada kuburanya juga ternyata, padahal shalat di masjid yg ada kuburannya kan ngga sah shalatnya,.. parah..

    • lupalagi
      Oktober 15, 2012 pukul 2:56 pm

      maaf, sy baru tau kl shalat di masjid yg ada kuburannya nggak sah..
      kl di masjid nabawi gmn mas? apakah sah?

      Terimakasih sudah berkomentar disini, mudah-mudahan tidak lupa lagi,
      Hukum shalat di masjid yang ada kuburannya, silahkan baca disini
      Bagaimana tentang kuburan Rasulullah yang masuk ke dalam masjid nabawi, silahkan bisa lihat disini

  1. No trackbacks yet.

Silahkan tulis komentar anda,.. surel diisi dgn email, nama diisi dengan nama anda ,

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.566 pengikut lainnya.