Beranda > Belajar Nasehat > Akibat Buruk Zina Dan Bagaimana cara taubatnya?

Akibat Buruk Zina Dan Bagaimana cara taubatnya?


Kerusakan Yang Diakibatkan Zina[1] akibat-zina

Zina merupakan kerusakan besar, keburukan nyata, dan pengaruhnya begitu besar yang mengakibatkan berbagai kerusakan, baik terhadap orang yang melakukan maupun terhadap masyarakat secara umum.

Mengingat perbuatan zina ini sudah sering terjadi, demikian juga penyebabnya pun sudah tersebar dimana-mana, maka berikut ini kami akan berusaha menghadirkan beberapa dampak negatif dari perbuatan kotor ini, serta berbagai kemudharatan dan kerusakan yang diakibatkannya.

1. Dalam perbuatan zina tekumpul semua jenis keburukan, seperti lemahnya agama, hilangnya ketakwaan, hancurnya kesopanan, lenyapnya rasa cemburu, dan terkuburnya akhlak terpuji.

2. Perbuatan zina dapat membunuh rasa malu sehingga menjadikan seseorang tebal muka atau tidak tahu malu.

3. Perbuatan zina mempengaruhi keceriaan wajah sehingga menjadikannya kusam, kelam, dan tampak layu bagaikan orang yang mengalami kesedihan mendalam. Di samping itu, zina dapat memicu kebencian yang bisa disaksikan oleh orang yang melihatnya.

4. Perbuatan zina mengakibatkan kegelapan dan hilangnya cahaya hati.

5. Perbuatan zina menjatuhkan bahkan menghilangkan harga diri pelakunya, menjatuhkan derajatnya di hadapan sang Pencipta dan seluruh makhluk-Nya, serta menghilangkan sebutan hamba yang berbakti, ’afif (pemelihara kehormatan diri), dan orang yang adil. Bahkan sebaliknya, orang banyak akan menjulukinya sebagai hamba yang jahat, fasik, pelacur, dan pengkhianat.

6. Sifat liar yang dicampakkan Allah ke dalam hati pezina merupakan teman akrab yang tampak jelas pada wajah pelakunya. Pada wajah orang yang ‘afif akan terlihat keceriaan, pada hatinya terdapat keramahan, dan semua yang duduk bersamanya akan merasa senang, sedangkan pada wajah pezina malah terlihat sebaliknya.

7. Orang akan melihat seorang pezina dengan pandangan yang meragukan, penuh dengan khianat. Tidak ada seorang pun yang akan percaya tentang kehormatan yang diraihnya dan anak yang dimilikinya.

8. Bau busuk yang keluar dari tubuh seorang pezina dapat dicium oleh setiap orang yang berhati bersih dan selamat. Bau busuk tersebut berhembus dari mulut dan badannya.

9. Perbuatan zina akan mengakibatkan hati yang sempit dan perasaan tertindas. Para pezina akan diperlakukan dengan perlakuan yang tidak sesuai dengan keinginan mereka. Siapa saja yang menginginkan kenikmatan hidup dengan keindahannya, tetapi ia meraihnya dengan cara bermaksiat kepada Allah, maka Allah pasti akan mengadzabnya dengan kebalikan apa yang diinginkannya. Sesungguhnya, semua kenikmatan yang ada di sisi Allah tidak akan bisa diraih kecuali dengan cara mentaati perintah-Nya. Allah sama sekali tidak pernah menjadikan suatu kemaksiatan sebagai penyebab untuk memperoleh kebaikan.

10. Orang yang melakukan perbuatan zina berarti telah mengharamkan dirinya untuk menikmati bidadari Surga di tempat-tempat indah dalam surga ’Adn

11. Perbuatan zina dapat membuat orang berani memutuskan tali shilaturahim, durhaka terhadap orang tua, menghasilkan harta yang haram, membuahkan akhlak tercela, serta menelantarkan keluarga dan keturunan. Kadang-kadang zina dapat menyeret pelakunya untuk melakukan pembunuhan. Bisa jadi untuk melakukan niat jahat itu, ia bekerja sama dengan tukang sihir sehingga menyeretnya ke dalam perbuatan syirik baik ia ketahui maupun tidak. Sebab, perbuatan zina tidak akan sempurna kecuali dengan melakukan kemaksiatan lain yang sebelumnya dan yang dilakukan bersamaan dengannya sehingga akan mengakibatkan munculnya berbagai macam maksiat lainnya. Perbuatan ini dikelilingi oleh berbagai kemaksiatan sebelum dan sesudahnya. Maksiat inilah yang paling cepat menyeret seseorang kepada kesengsaraan dunia dan akhirat serta merupakan penghalang yang paling kuat untuk memperoleh kebaikan dunia dan akhirat.

12. Perbuatan zina menghilangkan kehormatan seorang gadis dan menyelimutinya dengan kehinaan, yang tidak hanya di tanggung seorang diri, tapi juga akan mencemari kehormatan keluarganya. Rasa hina itu akan berpengaruh terhadap keluarga, suami dan kerabatnya, sehingga membuat kepala-kepala mereka tertunduk malu di tengah masyarakat.

13. Kehinaan yang dirasakan oleh orang yang dituduh berbuat zina lebih menyayat dan lebih kekal dibandingkan dengan kehinaan yang dirasakan oleh orang yang dituduh berbuat kafir. Sebab jika seorang yang bertaubat dari perbuatan kufur, justru akan dapat menghilangkan rasa hina di tengah masyarakat, tidak meninggalkan bekas pada masyarakat yang dapat menjatuhkan derajat orang seperti dirinya di hadapan orang yang dilahirkan dalam keadaan Islam.

Lain halnya dengan perbuatan zina, sebab setelah bertaubat dari perbuatan ini –walaupun pelakunya secara agama sudah bersih dan dengan taubat itu pula adzab akhirat yang akan diterimanya sudah terangkat- masih meninggalkan bekas yang sangat mendalam di dalam hati, harga dirinya di mata masyarakat yang tidak pernah melakukan perbuatan tersebut jadi berkurang sesuai dengan kadar perbuatan zina yang ia lakukan.

Lihatlah seorang wanita yang disebut sebagai pezina, bagaimana kaum pria menjauh dan tidak mau menikahinya walaupun ia telah bertaubat. Demi menghindari aib yang dahulu telah mencoreng harga dirinya, mereka pun lebih mengutamakan menikah dengan wanita kafir yang sudah masuk Islam, daripada menikah wanita yang besar dalam agama Islam, namun ia melakukan perbuatan zina.

16. Perbuatan zina merupakan kejahatan moral terhadap anak. Perbuatan zina juga menyebabkan munculnya seorang anak yang miskin kasih sayang yang bisa mengikatnya. Selain merupakan kejahatan terhadap anak yang dilahirkan, zina juga memaksa anak tersebut hidup hina dalam masyarakat dan membuatnya merasa terpojok dari setiap sudut. Perasaan seperti ini muncul sebab pada umumnya masyarakat meremehkan anak zina, nurani mereka mengingkarinya, dan mereka tidak memandangnya dari segi kemasyarakatan sebagai pelajaran. Apakah dosa anak ini ? hati siapakah yang begitu tega membuatnya seperti ini ?

17. Perbuatan zina yang dilakukan seorang pria pezina, dapat menghancurkan wanita baik-baik yang terpelihara dan menjerumuskannya pada jurang kehancuran dan kenistaan.

18. perbuatan zina dapat memicu munculnya berbagai permusuhan dan mengobarkan api balas dendam antara keluarga wanita dengan laki-laki yang menzinainya. Hal itu disebabkan oleh api cemburu terhadap harga diri keluarga. Tatkala seseorang melihat salah seorang pezina telah berbuat lancang terhadap istrinya, api cemburu yang ada dalam dadanya akan membara sehingga dapat memicu terjadinya saling bunuh dan menyebarnya peperangan. Sebab, pencorengan terhadap harga diri seorang suami dan kerabat lainnya dapat membuat malu dan menodai kehormatan mereka. Seandainya seorang suami mendengar bahwa salah satu keluarganya terbunuh, niscaya kabar itu lebih ringan baginya daripada mendengar bahwa istrinya telah berbuat zina.

Sa’ad bin ’Ubadah radliyallahu’anhu berkata, ”Seandainya aku melihat seorang laki-laki bersama istriku, tentu aka akan memenggal lehernya dengan pedang tanpa kumaafkan”.

Kalimat itupun sampai kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, lantas beliau pun bersabda:

”Apakah kalian heran dengan kecemburuan Sa’ad? Demi Allah, aku lebih cemburu daripada Sa’ad dan Allah lebih cemburu daripada aku. Karena kecemburuan Allah tersebutlah, makadi haramkan segala bentuk kekejian yang tampak maupun yang tersembunyi” (HR. Bukhori (5223) dan Muslim (2761))

Lain halnya dengan orang yang membenci perzinaan, menjauhinya, serta tidak rela hal itu terjadi terhadap yang lainnya. Gambaran seperti ini akan memberikannya kewibawaan dalam hati anggota keluarganya dan akan membantu menjadikan rumahnya bersih dan terjaga dari hal-hal buruk.

19. perbuatan zina memberi dampak negatif terhadap kesehatan jasmani pelaku yang sulit diobati atau disembuhkan, bahkan dapat mengancam kelangsungan hidup pelakunya. Perbuatan itu akan memicu munculnya berbagai penyakit, seperti AIDS, penyakit sifilis, penyakit herpes, penyakit kelamin, dan penyakit kotor lainnya.

Beberapa pihak telah mengklaim bahwa penyebab terbesar mewabahnya penyakita AIDS adalah karena sex bebas atau dengan kata lain zina. Seperti di Subang, di klaim bahwa AIDS 73% disebabkan oleh perilaku sex bebas remaja[2], bahkan di Kupang sampai 98% penyebab mewabahnya AIDS adalah karena sex bebas[3].

20. Perbuatan zina merupakan penyebab hancurnya suatu ummat. Sudah menjadi sunnatullah terhadap hamba-Nya bahwa ketika perbuatan zina muncul ke permukaan bumi, Allah azza wa jalla marah dan kemarahan-Nya pun semakin besar sehingga pasti akan mengakibatkan terjadinya balasan berupa bencana di atas muka bumi.

Ibnu Mas’ud Radliyallahu’anhu berkata: ”Tidaklah tampak perbuatan memakan riba dan perzinaan dalam suatu negeri, melainkan Allah mengizinkan kehancurannya.”

Ingatlah, Suatu Perbuatan Akan Dibalas Sesuai Dengan Jenis Perbuatan Tersebut[4]

Kalimat judul poin ini adalah suatu kaidah syar’iyyah dan sunnatullah yang tidak akan pernah berganti. Allah ta’ala akan membalas seseorang sesuai dengan perbuatannya.

Wahai saudaraku….apakah Anda mengira bahwa orang yang mengumbar syahwatnya tanpa ada aturan dan tatanan akan selamat dari adzab Allah? Tidak. Minimal ia akan mendapatkan adzab seperti yang terkandung dalam kaidah di atas. Coba Anda dengarkan ungkapan Imam Asy-Syafi’i rahimahullah:

Jagalah kehormatan kalian, niscaya istri-istri kalian akan terjaga dari perbuatan haram

Hindarilah segala yang tidak pantas dilakukan oleh seorang muslim

Zina adalah hutang, Jika Engkau mengambilnya hutang

Maka, Ketahuilah bahwa tebusannya adalah anggota keluargamu

Barangsiapa berzina, akan dizinai meskipun di dalam rumahnya

Camkanlah, jika engkau termasuk orang yang berakal

Barangsiapa yang berusaha mengoyak kehormatan orang lain, maka dimungkinkan ia akan melihat hal serupa menimpa pada anak perempuan atau saudara perempuannya. Barangsiapa yang tidak mempedulikan larangan-larang Allah, bisa saja (berakibat) istrinya mengkhianatinya. Dan wanita mana saja yang melakukan hal itu, maka dimungkinkan ia akan melihat hal serupa menimpa pada anak perempuan atau anak keturunannya –semoga Allah subhanahu wa ta’ala menjauhkan kita semua dari segala bencana-.

Menuju Taubat Dari Perbuatan Zina[5]

Setelah kita mengetahui besarnya kejahatan dosa zina serta pengaruhnya yang dapat menghancurkan pribadi dan masyarakat, maka perlu sekali diperhatikan kewajiban untuk bertaubat dari perbuatan ini. Wajib bagi mereka yang terperosok ke dalam lembah perzinaan, yang menjadi penyebab ataupun yang membantu terjadinya perbuatan itu, untuk segera bertaubat kepada Allah dengan taubat sebenarnya. Berikut ini beberapa poin cara bertaubat dari perbuatan zina:

1. Hendaklah mereka menyesali apa yang pernah mereka lakukan dan tidak kembali lagi pada perbuatan tersebut walaupun sangat memungkinkan.

2. Tidak harus bagi mereka yang terperosok dalam lembah perzinaan, baik laki-laki ataupun perempuan untuk menyerahkan diri dan mengakui perbuatan dosa yang dilakukannya. Bahkan, cukup baginya dengan bertaubat kepada Allah dan menutup aib dirinya dengan tabir Allah azza wa jalla.

3. Jika orang yang berzina tadi masih menyimpan gambar pasangannya, rekaman suara, atau fotonya, maka hendaklah ia melepaskan diri dari itu semua. Apabila gambar atau rekaman suara tadi sudah diberikan kepada orang lain, maka hendaklah ia tidak memintanya kembali dan segera menyelamatkan diri darinya bagaimanapun caranya.

4. Apabila seorang wanita pernah direkam atau difoto, kemudian ia khawatir masalahnya akan tersebar, maka hendaklah ia segera bertaubat kepada Allah ta’aladan tidak menjadikan hal itu sebagai penghalang antara dirinya dengan Allah ta’ala.

Bahkan, wajib baginya bertaubat kepada Allah. Janganlah ia terpengaruh oleh ancaman dan intimidasi orang lain. Allah subhanahu wa ta’ala yang akan mencukupi dan menguasai dirinya. Sungguh orang yang mengancamnya hanyalah pengecut dan penakut. Orang ini akan membongkar kejelekannya sendiri apabila menyebarkan gambar-gambar dan rekaman suara yang ada padanya.

Lalu apakah yang akan terjadi apabila ia melaksanakan ancaman itu? Manakah yang lebih mudah antara terbongkarnya kejelekan di dunia yang disertai dengan taubat nasuha ataukah terbongkarnya kejelekan di depan seluruh ummat yang menyaksikan pada hari Kiamat sehingga setelah itu ia masuk Neraka yang merupakan sejelek-jelek tempat?

5. Apabila perempuan tadi khawatir aibnya akan tersebar, maka salah satu solusi yang dapat dilakukan dalam menggapai taubat adalah meminta bantuan kepada salah seorang keluarga laki-laki yang bisa diandalkan untuk menolongnya agar terlepas dari kemaksiatan yang pernah dilakukannya. Mungkin saja bantuan keluarga itu dapat berguna dan bermanfaat baginya.

Kesimpulannya, barangsiapa yang terperosok ke dalam kubangan dosa ini hendaklah segera bertaubat dengan sebenar-benar taubat, menyerahkan semuanya kepada Allah, dan memutuskan hubungan dengan semua yang dapat mengingatkannya pada perbuatan itu. Kemudian, hendaklah ia menyesali semua yang telah dilakukannya di hadapan Rabb-nya, dengan penuh tawadlu’, merendahkan diri, dan menyerahkan semuanya kepada-Nya. Semoga dengan begitu, Allah azza wa jalla berkenan menerima taubatnya, mengampuni dosa-dosa yang pernah dilakukannya, dan menggantinya dengan kebaikan-kebaikan.

Allah ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ لاَيَدْعُونَ مَعَ اللهِ إِلَهًا ءَاخَرَ وَلاَيَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ وَلاَيَزْنُونَ وَمَن يَّفْعَلْ ذَلِكَ يَلقَ أَثَامًا {68} يُضَاعَفُ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا {69} إِلاَّ مَنْ تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ عَمَلاً صَالِحًا فَأُوْلَئِكَ يُبَدِّلُ اللهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا {70}

”Dan orang-orang yang tidak menyembah Ilah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan adzab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Furqon: 68-70)

Disusun oleh Maramis Setiawan

2 Desember 2009/ 16 Dzulhijjah 1430

Buku Referensi:

  • Cara Bertaubat menurut al-Qur’an dan as-Sunnah oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim al-Hamd, hal 213-218, penerbit Pustaka Imam Syafi’i.
  • Perang Melawan Syahwat oleh Muhammad bin Abdullah ad-Duwaisy hal 38-39, penerbit Daar an-Naba.

[1] Poin-poin ini dinukil dan diringkas dari buku “Cara Bertaubat menurut al-Qur’an dan as-Sunnah” oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim al-Hamd, hal 213-218, penerbit Pustaka Imam Syafi’i.

[2] http://news.okezone.com/read/2009/12/02/340/280900/seks-bebas-kontribusi-terbesar-hiv-aids

[3] http://www.surya.co.id/2009/11/25/98-persen-penularan-hivaids-dari-hubungan-seks.html

[4] Pembahasan ini dinukil dari buku “Perang Melawan Syahwat” oleh Muhammad bin Abdullah ad-Duwaisy hal 38-39, penerbit Daar an-Naba

[5] “Cara Bertaubat menurut al-Qur’an dan as-Sunnah” oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim al-Hamd, hal 222-224, penerbit Pustaka Imam Syafi’i.

Sumber : http://uswah.net/tazkiyatun-nufus/175-akibat-buruk-perbuatan-zina.html

reposting dari :http://abangdani.wordpress.com/2010/07/12/akibat-buruk-perbuatan-zina-dan-bagaimana-jalan-taubat-dari-zina/#comment-1157

  1. ira
    Oktober 21, 2014 pukul 9:22 am

    Saya mau bertannya apakah ta’aruf itu ?? Bertujuan apa , ? Kan menurut agama ngga boleh pacaran, kalau saya mau taaruf apa hukumnya , ??

    Terimakasih ira, pengin tahu apa itu taaruf, silahkan baca postingan ini

  2. Broor Anwar
    September 27, 2014 pukul 3:53 am

    Semoga artikel inimenjadi amal ilmu bagi penulisnya, aamiin.

    aamiin,

  3. liya
    September 15, 2014 pukul 2:58 am

    subahannallah sangat membantu artikelnya..

    Alhamdulillah,. mudah2an bermanfaat,. terimakasih liya atas kunjungannya

  4. wahyudi eko
    Juli 18, 2014 pukul 2:29 am

    Assalamualaikum Wr. wb.

    saya mw bertanya, apakah ada karmanya bagi keluarga laki-laki , jika seorang laki2 yang bukan pezina menikahi seorang wanita pezina besar????
    *tetapi wanita itu sudah bertaubat.

    terimakasih wassalamualaikum wr.wb

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Wanita yang pernah berzina, atau laki-laki yang pernah berzina, maka wajib bertaubat dari perbuatan zina, bagaimana caranya, silahkan lihat di postingan ini

    Adapun jika sudah bertaubat, maka statusnya bukan lagi menjadi seorang pezina,. jadi boleh saja dinikahi,

    • wahyudi eko
      Juli 19, 2014 pukul 1:05 am

      lalu, jika seorang laki-laki (tidak pezinah) menikah kepada wanita pezinah(belom bertobat) lalu di karuniakan seorang anak, Apakah akan ada hukum karma kepada anak yang di lahirkan nanti??

      Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surat An-Nur:3,

      Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mu’min

      Disebutkan dalam tafsir Ibnu Katsir bahwa Imam Ahmad berkata, “Akad pernikahan lelaki yang menjaga diri terhadap wanita pezina tidaklah sah sampai dia bertaubat. Apabila telah bertaubat, maka pernikahannya sah.Demikian pula tidak sah pernikahan wanita yang menjaga diri dengan lelaki pezina, kecuali jika dia telah bertaubat. Karena Allah berfirman ‘yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mu’min’.”

      saya nukilkan dari link ini

  5. sebutsajasurya
    Juli 12, 2014 pukul 7:54 pm

    Assalamualaikum, saya seorang laki-laki mau bertanya, permasalahannya seperti ini:

    akhir taun lalu saya melakukan dosa zina dengan seorang perempuan, Demi Alloh ini yang pertama kalinya ,sebelumnya saya tidak pernah melakukannya..

    lalu +- 10 hari kemudian kemudian karena rasa dosa dan takut maka saya tanya ke pasangan saya kapan terakhir menstruasi, dan saya minta dia untuk membeli testpack.. alhasil ternyata dia positif hamil..

    kami tidak tinggal sekota, saya berada di kota berlainan dengan dia karena pekerjaan.. akhirnya pacar saya memutuskan untuk menggugurkan kandungannya dengan mencari bantuan teman..

    rasa bersalah yang luar biasa menghinggapi saya karena hal ini,, selama ini saya menjaga diri dari dosa” besar, sekalinya terjerumus langsung gak nanggung..

    setelah kejadian tersebut saya merasa ingin bertanggung jawab dan tidak mau mengulang kesalahan yang sama.. saya berniat menikahinya,, akhirnya bbrapa bulan lalu saya melamarnya dengan niatan untuk menghindari zina dan bertanggung jawab karena sudah “merusak” dia..

    hal yang membuat kaget berikutnya adalah.. beberapa hari setelah lamaran saya menemukan di memory hp’nya ada foto dia telanjang dan juga ada foto mantan pacarnya telanjang (data dari messenger yang dia sndiri tidak tahu masih ada foto itu, mungkin dulu mereka saling bertukar gambar)..

    saya kaget luar biasa dan marah..

    dari situ akhirnya dia malu dan mengakui kalau dia pernah saling bertukar foto tidak pantas dengan mantannya dan dia menyesalinya.. dan setelah beberapa waktu diselidiki ternyata kandungan yang dulu dia gugurkan adalah hasil zina dia dengan mantannya itu (bukan dari saya).

    waktu menggugurkan kandungan ternyata usia kandungan masuk bulan kedua/tiga.. jadi dia bohongin saya, gk jujur itu ternyata bkn ulah saya..

    saat ini saya bingung dengan perasaan saya yang sudah sangat menyayanginya, tapi juga sangat kecewa akan perbuatan dan kebohongannya kepada saya,, rasa percaya saya terhadap pasangan saya ambruk…

    namun keadaan saya sekarang sudah melamar dia..

    mungkin akan lebih mudah bagi saya memutuskan ini jika saya mengetahui kenyataan ini sebelum saya melamar dia, Maha Suci Allah, pada akhirnya saya seolah “ditunjukan kebenaran”, tapi setelah tau kebenaran saya sekarang bingung..

    mohon dibantu nasihatnya, apa langkah terbaik saya.. terima kasih..

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    terimakasih sudah komentar disini,.

    Wajib bagi orang yang berzina, bertaubat dari perbuatan zinanya, baik si laki-laki atau si perempuannya,.
    laki-laki yang bertanggungjawab, maka dia tidak akan bermain-main dengan zina, tidak akan mendekati jalan-jalan zina, demikian pula wanita yang menjaga dirinya, dia tidak akan bermain-main dan mendekati jalan-jalan zina tersebut,.

    Pacaran,. itu jalan menuju zina, dan sudah banyak yang menjadi korban dari pacaran, sehingga ketika menikah, anak pertama mereka itu adalah anak zina, jadi pacaran adalah jalan jitu mencetak anak pertama sebagai anak zina, postingannya bisa dilihat disini

    Menikahi wanita yang pernah dizinai, itu bukanlah salah satu bentuk pertanggungjawaban si laki-laki yang menzinai, justru perbuatan zina adalah perbuatan laki-laki yang tidak bertanggungjawab, jika dilakukan atas dasar suka sama suka, maka keduanya termasuk laki-laki dan wanita yang tidak bertanggungjawab dan menjaga dirinya, sehingga terperosok ke dalam perbuatan hina tersebut,.

    Kewajiban anda berdua adalah bertaubat,. jika anda bertaubat, dan wanita nya juga bertaubat, masalah mau menikahi atau tidak, itu terserah, tidak ada keharusan,.

    Apalagi jika melihat kenyataan wanita tersebut yang ternyata dia sudah dizinai oleh pacarnya, maka ini menunjukkan dia memang wanita yang tidak menjaga dirinya,.

    Apakah si wanita tsb sdh bertaubat?.. saya tidak tahu, dan anda mungkin lebih tahu,

    Membatalkan lamaran boleh-boleh saja, bahkan sudah menikahpun boleh saja dibatalkan, apalagi baru melamar,.

    Jadi pilihan ada di tangan anda, anda bisa membatalkan dan mencari wanita yang betul-betul menjaga dirinya, atau anda meneruskan, tentu dengan resiko,. memori2 kelam itu akan menghantui anda,

    Menikahi wanita yang dizinai bukanlah menjadi keharusan,. yang wajib adalah bertaubat,. silahkan baca disini

  6. ummu yusuf
    Februari 3, 2014 pukul 9:13 am

    assalamu’alaikun warahmatullah…
    saya mau cerita sedikit ttg masalah sy dan saya jg ingin minta nasehatnya,,

    sy skrg berusia 24thn, dulu pergaulan saya sgt bebas, sy pacaran dan sehari harinya sy tdk sholat, dan itu sy jalani dr SMA smpai sy kuliah, ketika sy semester 2 sy pacaran dgn seorang nasrani, 2 tahun kemudian sy hamil, laki2 itu tdk mw masuk islam dan keluarga sy jg tdk merestui kami, jadi sy ikuti keinginan orangtua saya untuk pisah dengan dia, kami sempat menikah (hanya untuk mendapatkan surat nikah agar mudah dlm mengurus akta kelahiran anak saya) setelah proses nikah di KUA itu sy lgsg di bawa keluar kota (tempat tante saya) untuk melahirkan disana, setelah melahirkan sy kembali kekota sy, setelah kembali sy msh menemui laki2 itu sembunyi2 dr ayah sy, tapi lama kemudian sy mulai menyesali perilaku sy dan ingin membenahinya,

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Miris membaca kisah anda, mudah-mudahan ini juga buat pelajaran bagi wanita lainnya, akan tipudaya laki-laki non muslim, dan bahaya pacaran,
    Wanita muslim tidak boleh menikah dengan non muslim, pernikahannya tidak sah, dia terhitung berzina, anak yang dilahirkan pun merupakan anak zina, tidak boleh dinasabkan kepada bapak biologisnya, karena dia anak bukan dari hasil pernikahan yang sah,
    Jadi walaupun ada surat nikahnya, itu tidak menjadikan anak tersebut menjadi anak yang sah, dia tetap sebagai anak zina,

    pertama yg sy lakukan adalah tdk pernah berhubungan dgn laki2 itu lg baik bertemu lgsg ataupun melalui hp,

    Wajib bagi mba utk bertaubat dengan taubat yang benar, bertaubat dari meninggalkan shalat dan maksiat lainnya, juga bertaubat dari zina, meninggalkan hal-hal yang bisa menjerumuskan kedalam perbuatan itu lagi, jangan mendekat kpd laki-laki tsb, buang nomer dia, dan ganti nomer hape anda, kalau perlu pindah tempat tinggal anda supaya dia juga tidak bisa menghubungi mba lagi,

    menggunakan jilbab (meskipun msh jilbab pendek) kemudian sy mulai ikut tarbiyah dan Alhamdulillah sudah menggunakan jilbab syar’i. jadi, byk sekali yg sy mau tanyakan,
    1. meskipun sy selalu merasa menyesal dan malu dgn masalah sy ini, tp terkadang sy malah bersyukur ini terjadi karna sy menganggap bahwa kalo ini tdk terjadi sy blm tentu sprti sekarang, bolehkah sy berfikir demikian?

    Yang mba lakukan adalah wajib bertaubat dengan benar, (taubat nasuha) jadi bukan hanya merasa malu atau menyesal saja, sebab rasa malu atau menyesal saja tidak bisa menyelesaikan masalah, silahkan baca bagaimana cara taubat dari zina, baca link ini

    Oh iya, baca juga komentar dan link2 yg ada di komentar,.

    2. masalah akta kelahiran, karna anak dr zina bkn anak biologis ayahnya, apakah di akta kelahiran anak sy tdk dicantumkan nm ayahnya atau bagaimana?? bgaimana dgn ijazah nya nanti??

    Anak zina dinasabkan kepada ibunya, bukan kepada bapak biologisnya, jika dinasabkan kepada bapak biologisnya, maka ini suatu dosa, bahkan sang ibu harus menjelaskan kepada si anak jika si anak sudah dewasa, tentu dengan cara yang bijak, itulah buruknya dosa zina, sehingga si anakpun terkadang ikut menanggung rasa malu akibat ulah perbuatan zina

    Kalau tidak salah KUA juga menyediakan formulir akta untuk anak hasil zina, jadi tidak ada nama bapaknya,

    3. apakah dosa kalau sy tdk mau mempertemukan anak sy dgn ayahnya??

    Justru anak hasil zina itu tidak boleh dinasabkan kepada bapak biologisnya, walaupun bapak tersebut muslim dan menikah, ini banyak terjadi pada kasus orang pacaran, lalu hamil, baru dinikahkan, seringkali anak pertamanya itu adalah anak zina, beda lagi dengan adik si anak tersebut,. dan ini banyak kaum muslimin yang tidak menyadarinya, anak pertamanya adalah anak hasil zina, namun tetap dinasabkan kepada bapaknya,.. ini musibah akibat zina,.

    jadi, anak anda tidak usah dipertemukan dengan laki-laki yang menzinai anda, sebab dia sama sekali bukan bapaknya, sebab selai dia menzinai anda, dia juga non muslim, pernikahan wanita muslim dengan non muslim statusnya tidak sah, sama seperti berzina

    4. sy ingin sekali menikah lg dgn ikhwan yg tarbiyah, tp terkadang sy merasa minder, mn mungkin mereka mw menikahi janda dgn 1 anak sprti sy,, tolong masukannya,,

    Oh iya, apa yg dimaksud ikhwan tarbiyah?
    Apa yang anda alami simpan dalam-dalam, tidak usah diceritakan kepada orang lain,
    untuk anak anda, bisa saja terus dititipkan kepada orang lain, hingga suatu saat nanti disaat yang tepat mungkin anda bisa menjelaskan,.
    Bertobatlah,.. jangan ingat masa lalu yang kelam jika itu bisa membuat anda putus asa, tapi masa lalu yang kelam dijadikan sebagai motivasi utk semakin memperkokoh taubat anda, semakin giat mengerjakan amal shalih, dan carilah teman-teman yang shalihah,.

    Perdalam ilmu syar’i sebagai benteng amalan anda, alhamdulillah sarana belajar ilmu syar’i sudah sangat banyak sekarang,.

    maaf sebelumnya kalau kepanjangan,, jazakallahu khoir,,

    Tidak mengapa,.. ini ada kisah yang bagus,. silahkan baca disini

    wasalamu’alaikum warahmatullah

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Jazakillahu khairan,.

  7. Asrory
    Desember 1, 2012 pukul 8:00 am

    Assalamu’alaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    saya mau tanya jika seorng pria/ wnita sudah mengetahui hukum, akibat buruk dan dosa zina tapi orang trsebut tetap melakukan nya krena org trsebut berfikir stlah melakukan hal itu trus bertobat sesuai yg diajarkan oleh agama, bagaimana itu hukumnya,

    Terimakasih mas asrory, mudah2 Allah menjauhkan kita dan kaum muslimin dari terjerumus kedalam perbuatan zina,

    Orang yang melakukan perbuatan zina karena ia mengetahui hukum akibat melakukan zina, itu lebih berat lagi dosanya daripada orang yang tidak mengetahui hukum dosa zina, dia sedang melakukan maksiat yang dosanya itu berlipat-lipat,

    Janganlah tertipu oleh bujuk rayu setan, yang membisikkan kepada orang tersebut , nanti juga akan bertobat setelah melakukan zina, iya kalau umur dia masih ada setelah melakukan zina,..

    kalau Allah cabut nyawanya ketika sedang berzina,. na’udzubillahi min dzalik,
    Allah melarang kita tuk mendekati jalan-jalan menuju zina,.. apalagi melakukan zina,..

    Jadi bagi orang yg mempunyai pemikiran tersebut,.. janganlah tertipu dg bujuk rayu setan,..

    ingat, kematian bisa datang kapan saja,.. dan kita tidak tahu, apakah setelah kita berbuat maksiat,kita masih diberi kesempatan bernafas lagi atau tidak,.. tidak ada yg bisa mencegah kita dari kematian,. walaupun kita berlindung dibalik benteng yg kokoh, kematian akan menjemput,..

    syukuron wasalam

    Afwan, wa’alaikumussalam warahmatullah

  8. Putri
    September 4, 2012 pukul 10:03 am

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

    Saya ingin bertanya, apa hukumnya jika saya pacaran dengan seorang lelaki dengan jarak jauh, hanya melewati via hp dan internet.. Kami berdua telah sepakat jika suatu saat nanti bertemu, kami akan menikah.. Dan keluarga kami secara tidak langsung telah mengetahui melewati via internet maupun telepon.. Dan mengizinkan kami berdua..
    Syukron..

    Terimakasih telah berkomentar disini,
    Tidak diperbolehkan pacaran dalam islam, apapun medianya,
    Banyak sekali kejadian muslimah yang taat beribadah, tidak pernah keluar rumah bersama laki-laki, tapi akibat berhubungan via telepon atau internet, maka hilanglah kehormatannya,.. sehingga yg timbul hanyalah penyesalan demi penyesalan,..

    Pacaran hanyalah sarana menuju zina, sarana untuk merendahkan diri kita sendiri kepada lawan jenis kita,.. dan bagi wanita, maka itu saat2 penuh kebohongan,kepalsuan, dan kepura2an,.. akan ketahuan belangnya setelaha menikah nanti, bahkan pacaran merupakan racun yang akan berdampak pada saat menjalani rumah tangga nanti, bisa terjadi peluang perselingkuhan, atau membanding2kan dengan mantan2 pacarnya dulu,.. dan sangat mungkin juga anda sendiri merupakan pacar yang ke sekian atau pacar cadangan,..

    Pacaran via telepon, silahkan anda bisa baca disini
    Pacaran sebagai penjajagan kepribadian? masa sih,. baca disini
    Akibat dari pacaran, apa saja? salah satunya bisa baca disini
    Anda merindukan si dia? bagaimana obatnya? silahkan baca disini
    Pacaran bisa membawa kita kepada zina, apakah zina itu merupakan bukti cinta sejati? baca ulasannya disini
    Jadilah wanita yang cerdas, yang tidak mau dipacari oleh laki-laki manapun,.. karena laki-laki yang baik tidak akan melakukan pacaran, tapi akan menikahinya, tanpa memacarinya terlebih dahulu,.. jadilah wanita yang cerdas, baca disini ulasannya
    Pacaran sangat memungkinkan pelakunya terjerumus ke dalam zina, walaupun akhirnya menikah, jika dia sudah hamil sebelum nikah, maka banyak akibat yang timbul dari hal tersebut, dan ini banyak sekali tidak diketahui oleh masyarakat,. apa itu? silahkan baca disini

    Jika sudah membaca semua hal diatas, jalan selamat adalah, anda menghentikan semua aktifitas pacaran yang anda lakukan,..

    Wassalamualaikum warahmatullahi wabaraktuh..

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    • Putri
      September 5, 2012 pukul 4:04 am

      Terima kasih atas balasannya, sangat berguna bagi saya.. Jadi apakah jalan keluarnya dengan memutuskannya ?
      Tapi bolehkah kami tetap berhubungan namun tidak ada status sebagai berpacaran ataupun semacamnya ?

      Putuskan saja, tidak usah berhubungan lagi, karena ditakutkan setan bisa menggelincirkan anda kedalam perzinahan,
      Tidak ada laki-laki sejati yang melakukan pacaran dengan tujuan mulia, justru laki-laki yang melakukan pacaran itu adalah laki-laki yang sudah digelincirkan oleh setan untuk menodai kehormatan perempuan..

      Dan perempuan yang mau dipacarin, itupun sudah menjatuhkan dirinya/menyerahkan dirinya utk dihinakan, utk direndahkan,.. harusnya yang boleh menikmatinya adalah suaminya yg sah, tapi ini diberikan kepada laki-laki yg bukan suaminya,. na’udzubillahi min dzalik,

      Pelajarilah ajaran islam yang mulia ini, dengan pemahaman para sahabat, sehingga anda akan mengetahui bahaya pacaran ini, jika tidak keberatan mungkin anda bisa memberitahu dimana anda tinggalnya, sehingga saya bisa kasih tahu tempat tuk belajar/taklim yg dekat dengan tempat tinggal anda,..

      Jika anda ingin menikah dengannya, perhatikan bagaimana agama dia, akhlak dia, jika dia laki-laki yg shalih, katakan saja, jika kau jantan, lamarlah aku, bukan kau pacari diriku,.. setelah lamaran jangan nunggu lama utk akad nikah, .. setelah lamaran status anda juga masih seprti orang lain, tidak boleh pacaran,.. boleh pacaran ketika sudah sah menjadi suami istri, silahkan pacaran sepuas2nya,.. sudah sah kok, berpahala lagi..

  9. iwan
    Agustus 23, 2012 pukul 12:35 pm

    Assalammualaikum wr wb

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Saya seorang laki-laki berusia 19th,sedikit bercerita,saya punya pacar dan kita sudah berpacaran selama hampir 2th,sudah banyak rencana yg sudah kita lakukan semata hanya untuk bisa menikah dengan cepat,karna kami saling mencintai…

    saat ini kami kuliah dan menjalani pacaran jarak jauh,namun setiap kali liburan walaupun hanya beberapa hari kami selalu berduaan dan sering berciuman juga berpelukan karna rasa kangen…

    ====sengaja saya hapus, dan saya sudah baca , dan cukup saya saja yg baca,

    ,,,dan setelah kejadian itu saya menjadi frustasi dan telah sangat menyesal karna melakukan hal tersebut dan ingin segera tobat,terlebih pacar saya adalah gadis yg baik-baik dan taat agama,saya sangat menyesal…

    saya ingin segera menikahinya untuk bertanggung jawab atas kejadian itu…

    pertanyaan saya,apa ini termasuk zina?

    Anda sudah melakukan jalan-jalan menuju zina, bahkan hampir-hampir anda melakukannya,..
    Bertaubatlah, jika anda betul2 ingin bertaubat,demikian juga wanita tsb, kedua2nya harus bertaubat,.
    Dalam islam tidak dikenal yang namanya pacaran, sebab pacaran adalah jalan menuju zina,
    Tidak akan bahagia orang yang menikah dengan jalan pacaran,.. bahkan nanti akan berdampak ketika sudah di jenjang pernikahan,.. racun-racun yang timbul ketika pacaran akan mengusik kebahagiaan anda setelah berumah tangga,
    Akan ada perbedaan ketika masih pacaran,dan setelah menikah,.. karena masa pacaran adalah masa kepalsuan, masa kebohongan, masa keberpura-puraan,.. yang itu semua akan terbongkar kedoknya ketika sudah berumahtangga,

    Pacaran buat penjajagan kepribadian? ah omong kosong, silahkan baca ulasannya disini

    Akibat dari pacaran jika sampai hamil duluan, pikirkanlah, dan mungkin anda belum mengetahuinya,silahkan baca disini

    Dan zina bukanlah tanda cinta sejati, tapi itu adalah nafsu berkedok cinta

    apakah ketika saya telah bertobat sebelum menikahinya dan pada akhirnya menikahinya,apakah dosa saya terhapus?

    Tidak ada dosa yang tidak diampuni oleh Allah jika hamba tsb bertaubat dengan taubat yang sebenar-benarnya,
    Anda harus taubat dari perbuatan diatas, dan taubat dari pacaran, karena pacaran haram dalam islam
    “Sungguh bila kepala salah seorang ditusuk dengan besi panas lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya” (HR.Thabrani, dalam Mu’jamul Kabir).,.. dalam pacaran hal tsb sudah biasa,

    Jika anda takut terkena fitnah wanita, anda segera menikah saja, tidak usah melanjutkan pacarannya,.. demikian juga wanita tersebut, disuruh agar bertaubat,
    Jika wanita tersebut mau bertaubat, silahkan anda bisa melamarnya, lalu beranjak ke jenjang pernikahan,.
    Sebelum menjadi istri anda, wanita tsb masih belum halal buat anda,walaupun lamaran anda sudah diterima, jadi tetap tidak boleh berdua-duaan dgb wanita tersebut,

    Bahkan utk berhubungan via hape pun tidak diperbolehkan, silahkan baca ulasannya disini

    dan apakah saya layak menikahinya karna sebenarnya dia gadis yg taat beribadah wajib maupun sunnah?

    Jika anda ingin bahagia, carilah wanita karena agamanya, bukan karena yg lainnya,..

    Dan andapun tentunya harus berusaha juga menjaga diri anda, pelajarilah ilmu agama agar iman dan ketaqwaan anda bertambah,

    dan satu lagi,setelah kita menikah dan apabila dikaruniai anak perempuan apakah anak saya mendapat hukum karma berupa dirusak seperti ibunya…?

    dan apakah masih menerima karma seperti itu ketika saya dan istri saya sudah berupaya semaksimal mungkin membimbing,menjaga,merawat menyayanginya dengan penuh perhatian dan ilmu agama yg baik…?

    Bertaubatlah, dengan taubat yang sebenar-benarnya, banyak beramal shalih,perbanyak istighfar, dan jangan ulangi perbuatan anda tsb, dan segera menikah jika anda takut terjerumus lagi ke dalam perbuatan tsb,

    Jika anda berdua setelah menikah nanti terus berusaha menambah ketakwaan dan keimanan, serta memperbanyak doa kepada Allah agar dikaruniai anak2 yg shalih dan shalihah, mudah2an allah menjauhkan dari apa2 yg anda khawatirkan,

    Mudah2an Allah menjaga kita semua dari terjerumus ke dalam perbuatan zina, dan jalan-jalan menuju perbuatan tersebut,

    Kisah nyata yang patut anda baca, dan bisa dijadikan contoh, silahkan dibaca

    • iwan
      Agustus 24, 2012 pukul 11:34 am

      amin,terima kasih atas kebaikan anda,,,
      saya berencana melamar pacar saya tahun depan walaupun masih kuliah dan belum lulus,dan sekarang masih nabung modalnya dari hasil kerja…
      dan jika dikaruniai keturunan saya akan semaksimal mungkin membentuk kepribadian anak saya biar tidak seperti orang tuanya kelak…

      Silahkan lamar, dan jika diterima lamarannya,itu bukan berarti otomatis boleh berhubungan, ingat, dia masih blm menjadi istri anda, jadi tdk boleh saling ngobrol/smsan utk kangen2an, tidak boleh pacaran dgn dia, dalam islam tdk dikenal adanya pacaran,
      Jika anda menikah,itu juga tidak menghapus dosa pacaran, karena pacaran cara taubatnya adalah dgn menyesali apa yg disebut pacaran tsb, lalu tidak pacaran lagi, jadi wajib taubat dari pacaran, sebab menikah tidak akan menghapus dosa pacaran,

      Boleh tahu dimana anda tinggalnya? nanti saya kasih tahu tempat2 utk mempelajari agama ini,dgn pemahaman yang benar, yaitu pemahaman para sahabat, agar anda nanti bisa membina rumah tangga dengan benar, sehingga bisa menggapai rumah tangga yang diridhai oleh Allah, mawaddah wa rahmah,..

      assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

      Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  10. Dani
    Agustus 15, 2012 pukul 9:14 am

    Assalamualaikum….

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    Pak mo tanya. Sy kan pernah berzina waktunya dah lama skitar 2010 wktu berpacaran, truz skr saya mo nikah dengan wanita yg bukan berzina dengan sy. yg sy tanyakan apakah sy harus memberitahukan k calon istri yg skr bahwa sy prnah berzina atau dpendam dalam hati slamanya sampai ajal datang??

    Anda wajib bertaubat dari zina yang dulu pernah anda lakukan, gimana caranya anda silahkan baca secara seksama carat taubat dari zina,.. ingat, menikah bukanlah penebus dosa zina,

    Kemaksiatan yang dilakukan dimasa lalu, jangan anda ungkapkan kepada siapapun, apalagi anda sudah bertaubat dari hal tersebut,.. pendamlah , karena allah telah menutupi aib anda dimasa silam, jangan sampaikan kepada siapapun hingga ajal menjemput,. anda bisa cerita kepada orang yang berilmu dalam rangka meminta nasehat,. bukan utk membeberkan aib2 masa lalu,

    Sy menyesal telah melakukan perbuatan keji itu, apalagi calon istri sy skr wanita sholehah, sy merasa dihantui rasa bersalah apabila nikahin dy. Tolong pencerahannya Pak, terima kasih

    Mudah2an dgn jawaban diatas sudah cukup bisa mencerahkan perasaan bersalah dihati anda,
    Hendaknya rasa bersalah anda mendorong utk anda semakin berbuat baik,baramal shalih, dan jangan biarkan setan membuat anda semakin mengingat kesalahan masa lalu dengan tujuan membuat anda merasa putus asa, hingga akhirnya setan bisa menjerumuskan anda kepada kemaksiatan lainnya,

  11. d.hermawan
    Agustus 11, 2012 pukul 3:45 pm

    assalamu’alaikum wr.wb

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    pak sya ingin sharing msalah pernikahan
    tolong bantu sya menuju pernikahan agar kami bisa d halalkan
    ada nomr tlp yg bisa sya hubungi??
    Jika tdk ingin d publish nomer tlp nya bisa d kirim via email sya agar bisa bicara langsung
    mksh . . .

    Silahkan tinggalkan nmr telpon anda, tdk akan dipublish,

    Wasalamu’alaikum wr.wb

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  12. abdi
    Agustus 7, 2012 pukul 8:07 pm

    pak..bagaimana hukuman bagi orang yang pernah berzina ? (ghairu muhsan ) perbuatan zina yang di lakukan di luar hubungan pernikahan/ sama sama lajang .

    • Zina termasuk perbuatan dosa besar, dihukum di dunia dengan dirajam sampai meninggal dunia bila dia pernah menikah, dan dicambuk seratus kali dan diusir dari negerinya selama satu tahun apabila pelakunya masih berstatus single. Hal ini apabila diketahui oleh hakim atau dilaporkan kepadanya. Jika tidak dilaksanakan di dunia karena negara tidak menegakkannya, keputusannya di sisi Allah.
    • Pelaku zina hendaknya segera bertaubat dan menyesali perbuatannya dan tidak mengulangi lagi. Hendaknya pelaku meutupi aibnya dengan tidak menceritakan kepada orang lain, kecuali kepada orang alim yang ditubuhkan nasihatnya.

    pernikahan tidak menghapus dosa zina yg sdh dilakukan, jadi wajib bertaubat

    -saya pernah mendengar dari seorang ustadz, bahwa bekas pezina tidak boleh menjadi Imam sholat.. bagaimana dengan itu pak ? apakah benar ?
    kl benar, saya sering menggantikan imam sholat di mushala dkt rumah dgn jamaah berkisar 5 orang. jika tidak,saya tidak akan berani lagi menggantikan,, soalnya ada ibu saya yang sering jamaah. kalo pikiran itu mengganggu,, saya meminta adik saya untuk menggantikan.

    Jika sudah bertaubat dengan benar, insya Allah boleh, apalagi memiliki ilmu yang cukup,

    -mengingat saya pernah melakukan zina dgn istri saya sekarang.
    dan masalahnya satu lagi,,anak kami adalah di luar nikah, hamil duluan baru kita nikah.
    kami putus asa waktu itu,, pacaran 8 tahun tanpa restu orang tuanya, dan intimidasi dari saudaranya..
    terimakasih pak,,

    Anak hasil zina tidak boleh dinasabkan kepada bapaknya, tapi kepada ibunya, walaupun itu benih dari anda sendiri,
    Anak zina tidak mendapatkan warisan dari bapaknya,
    Jika anak zina tersebut adalah wanita, maka bapaknya tidak boleh menjadi wali bagi anaknya, harus wali hakim, jika bapaknya yg menjadi walinya, maka nikahnya tidak sah, silahkan baca postingan tentang hal itu disini

    Itulah buruknya akibat zina, untuk lebih jelasnya silahkan baca link ini

    jazzakallahu khoiir …

    waiyyaaka

  13. meyza
    Agustus 5, 2012 pukul 5:14 pm

    terimakasih untuk sarannya… kini pengetahuan ku tentang menjaga diri dari zinah bertambah.. semoga ilmu ini akan bermanfaat untuk qt semua. amin.

  14. dika
    Agustus 4, 2012 pukul 6:00 am

    Mohon pencerahanny :
    Ada seorang janda berpacaran dengan sorang perjaka, awalnya biasa saja, setalah beberapa bulan mereka melakukan selayaknya suami istri(tidak hamil, dan sudah istibra’), setelah kejadian itu mereka menyesali perbuatan tersebut, kemudia mereka ingin bertaubat dan menikahinya agar tidak terjadi lagi hubungan yang diharamkan itu, apakah zina yang di lakukan itu dapat diampuni??

    Dosa zina bisa diampuni dengan cara bertaubat dengan sebenar-benar taubat, sedangkan menikah bukanlah penghapus dari dosa zina yang mereka lakukan,..
    Bagaimana cara taubat dari zina, sudah diposting, dan mudah2an bisa dipahami, disitu sudah dijelaskan,

    Jika tidak mau bertaubat dari zina tersebut, maka buat apa menikahi orang yang tidak mau bertaubat,.. termasuk syarat taubatnya kan tidak berhubungann lagi dengan lawan jenis yg bukan mahramnya, apalagi sampai bertindak terlampau jauh lagi, memandang lawan jenis saja tidak boleh, apalagi lebih jauh lagi,

    sedangkan awalnya si perjaka mempunyai niat janda tersebut krena ingin membahagiakannya, tetapi mereka berbuat zina, sedangkan menikahi janda adalah sangat baik yaitu memuliakan derajatnya…

    Kalau mau membahagiakanya kenapa tidak langsung dinikahi saja, bukan mengumbar nafsu,

  15. Aminullah Syam
    Agustus 3, 2012 pukul 8:22 am

    assalamualaikmu..

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    maafkan kalo saya bertanya
    saya sering berzina saat kuliah smpai lulus kuliah,saya malu dan takut dosa ,kalo berzina selalu inget Alloh,tapi selalu kalah melawan hawa nafsu,awalnya saya gak pernah maaf<saya suka mengeluarkan spermanya di luar,namun akhirnya saya kebobolan juga,dan ahirnya hamil,udah 2 bulan,l=karena malu pasangan saya mau menggugurkan saya gak mau,tapi dia bersikeras,lalu gimana kedua pasangan ini,akaknkah di ampuni dosa saya,,..
    tapi akhirnya saya menikah juga..

    Anda berdua wajib bertaubat dari dosa-dosa zina yang dulu dilakukan,
    Ingat, menikah tidak menghapuskan dosa zina yang kalian lakukan,.. tapi dosa zina wajib ditaubati, dengan taubat yang sebenar-benarnya, taubat nasuha, silahkan dibaca bagaimana cara taubat dari zina, baca dengan seksama, perbanyaklaha istighfar, amal shalih, pelajari islam ini dengan pemahaman yang benar, agar kalian memiliki bekal tuk membentengi diri kalian dari terjerumus kedalam maksiat, apalagi zina,.. sebab, jika pernah berzina, jika tdk taubat dengan benar, sangat mungkin akan terjatuh ke dalam zina lagi,

    Maafkan saya ..

    Lho kok minta maaf ke saya, bertaubatlah kepada Allah, mohonlah ampunan dari Allah,.. taubat dengan taubat yang sebenar-benarnya,..

    Wassalam..

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

  16. ina
    Agustus 1, 2012 pukul 12:57 pm

    Assalamualaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    pak sy mau bertanya apabila ada seseorang yg melakukan zina dan orang itu sdh bertobat,tapi setelah sekian lama ia terjerat lagi kedalam kemaksiatan dan melakukan perbuatan zina lagi,apakah Allah akan menerima taubatx lg

    Sebelumnya, apakah syarat2 taubat dari zina itu sudah dilakukan??
    Jika sekedar mengucapkan saya taubat, tapi syarat-syaratnya tidak dilakukan, pada hakekatnya itu blum taubat secara benar,

    Jika orang tsb sudah bertaubat dengan memenuhi syarat2 taubat dari zina, dia sudah berusaha sekuat tenaga untuk menjaga taubatnya itu, lalu dengan berjalannya waktu, kondisi iman juga bisa berubah, lalu dia terjatuh lagi ke dalam zina, maka segera bertaubatlah, dan berusaha lebih semangat lagi agar tidak jatuh ke dalam zina lagi,

    Carilah teman2 bergaul yang shalih, bekali dirinya dengan iman yang kuat, tentu dengan cara memupuknya, menjaganya, dengan mendalami ajaran islam ini,sesuai dengan pemahaman para sahabat,..

    Dan allah tidak bosan menerima taubat para hambanya yang ingin bertaubat,

  17. manda
    Juli 26, 2012 pukul 2:26 am

    assalamualaikum wr.wb

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    mau tanya, saya sering melakukan hubungan intim sama pacar saya. padahal hati saya menolak dan saya ga pernah merasa nikmat melakukannya karena saya selalu ingat dosa. saya sering bertaubat setelah melakukan hal terkeji itu. tapi kalau kita ketemu kami sering melakukan hal itu. mohon sarannya saya harus gimana.

    Tahukah anda, bagaimana cara taubat dari berzina?
    Bukanlah taubat sebagaimana sangkaan kita sendiri, hanya menyesal saja, tapi penyebab menuju perzinaan tidak kita tinggalkan,
    Selama anda masih memberikan jalan tersebut, seperti seringnya bertemu,berdekatan, anda tidak akan bisa bertaubat,
    Jika anda takut terjerumus ke dalam perzinahan secara terus menerus, maka segera menikah, tanpa menunggu kuliah selesai, insya Allah tidak akan mengganggu kuliah anda,
    Dan ingat, menikah itu tidak akan menghapus dosa zina yang pernah kalian lakukan,. dosa zina kalian wajib bertaubat secara benar-benar (taubat nasuha)

    saya sangat mencintai dan menyayanginya begitu pula dengan pasangan saya.

    Tidak ada cinta yang tulus antara laki-laki dan wanita kecuali dalam pernikahan,
    Selain dalam pernikahan, bukanlah cinta, tapi nafsu atas nama cinta.
    Masa pacaran adalah masa kebohongan,
    Masa pacaran adalah masa kepalsuan,
    Masa pacaran adalah masa pelampiasan, dan yang banyak jadi korban adalah perempuan,
    Kehormatan hilang, menjadi wanita murahan, menjadi pelampiasan laki-laki jalang, walaupun berdalih kasih sayang,

    Harusnya wanita sadar, tidak ada laki-laki jantan yang mau pacaran,

    kami seoakat untuk menikah kalau saya sudah lulus kuliah.

    Menikah tidak harus menunggu lulus kuliah, siapa yang menjamin nyawa kalian masih ada hingga lulus kuliah, sementara anda belum bertaubat dari zina, malah terus menerus melakukan hal tersebut?

    Menuju Taubat Dari Perbuatan Zina

    Setelah kita mengetahui besarnya kejahatan dosa zina serta pengaruhnya yang dapat menghancurkan pribadi dan masyarakat, maka perlu sekali diperhatikan kewajiban untuk bertaubat dari perbuatan ini. Wajib bagi mereka yang terperosok ke dalam lembah perzinaan, yang menjadi penyebab ataupun yang membantu terjadinya perbuatan itu, untuk segera bertaubat kepada Allah dengan taubat sebenarnya. Berikut ini beberapa poin cara bertaubat dari perbuatan zina:

    1. Hendaklah mereka menyesali apa yang pernah mereka lakukan dan tidak kembali lagi pada perbuatan tersebut walaupun sangat memungkinkan.

    2. Tidak harus bagi mereka yang terperosok dalam lembah perzinaan, baik laki-laki ataupun perempuan untuk menyerahkan diri dan mengakui perbuatan dosa yang dilakukannya. Bahkan, cukup baginya dengan bertaubat kepada Allah dan menutup aib dirinya dengan tabir Allah azza wa jalla.

    3. Jika orang yang berzina tadi masih menyimpan gambar pasangannya, rekaman suara, atau fotonya, maka hendaklah ia melepaskan diri dari itu semua. Apabila gambar atau rekaman suara tadi sudah diberikan kepada orang lain, maka hendaklah ia tidak memintanya kembali dan segera menyelamatkan diri darinya bagaimanapun caranya.

    4. Apabila seorang wanita pernah direkam atau difoto, kemudian ia khawatir masalahnya akan tersebar, maka hendaklah ia segera bertaubat kepada Allah ta’aladan tidak menjadikan hal itu sebagai penghalang antara dirinya dengan Allah ta’ala.

    Bahkan, wajib baginya bertaubat kepada Allah. Janganlah ia terpengaruh oleh ancaman dan intimidasi orang lain. Allah subhanahu wa ta’ala yang akan mencukupi dan menguasai dirinya. Sungguh orang yang mengancamnya hanyalah pengecut dan penakut. Orang ini akan membongkar kejelekannya sendiri apabila menyebarkan gambar-gambar dan rekaman suara yang ada padanya.

    Lalu apakah yang akan terjadi apabila ia melaksanakan ancaman itu? Manakah yang lebih mudah antara terbongkarnya kejelekan di dunia yang disertai dengan taubat nasuha ataukah terbongkarnya kejelekan di depan seluruh ummat yang menyaksikan pada hari Kiamat sehingga setelah itu ia masuk Neraka yang merupakan sejelek-jelek tempat?

    5. Apabila perempuan tadi khawatir aibnya akan tersebar, maka salah satu solusi yang dapat dilakukan dalam menggapai taubat adalah meminta bantuan kepada salah seorang keluarga laki-laki yang bisa diandalkan untuk menolongnya agar terlepas dari kemaksiatan yang pernah dilakukannya. Mungkin saja bantuan keluarga itu dapat berguna dan bermanfaat baginya.

    Kesimpulannya, barangsiapa yang terperosok ke dalam kubangan dosa ini hendaklah segera bertaubat dengan sebenar-benar taubat, menyerahkan semuanya kepada Allah, dan memutuskan hubungan dengan semua yang dapat mengingatkannya pada perbuatan itu. Kemudian, hendaklah ia menyesali semua yang telah dilakukannya di hadapan Rabb-nya, dengan penuh tawadlu’, merendahkan diri, dan menyerahkan semuanya kepada-Nya. Semoga dengan begitu, Allah azza wa jalla berkenan menerima taubatnya, mengampuni dosa-dosa yang pernah dilakukannya, dan menggantinya dengan kebaikan-kebaikan.

    Allah ta’ala berfirman:
    وَالَّذِينَ لاَيَدْعُونَ مَعَ اللهِ إِلَهًا ءَاخَرَ وَلاَيَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ وَلاَيَزْنُونَ وَمَن يَّفْعَلْ ذَلِكَ يَلقَ أَثَامًا {68} يُضَاعَفُ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا {69} إِلاَّ مَنْ تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ عَمَلاً صَالِحًا فَأُوْلَئِكَ يُبَدِّلُ اللهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا {70}

    ”Dan orang-orang yang tidak menyembah Ilah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan adzab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Furqon: 68-70)

    Jika pacar anda tidak mau bertaubat, dan terus mengajak berzina, maka lebih baik anda memutus hubungan dgn dia, jangan diteruskan, dah putus segala jalan tuk dia bisa bertemu dng anda..

  18. gettourism
    Juli 23, 2012 pukul 6:44 pm

    Assalamu’alaikum wr.wb

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    mohon pencerahannya, saya pernah melakukan zina dengan tetangga, teman saya bermain pada waktu itu masih berumur bau kencur dibawah 10 tahun. saya berbuat seperti biasa layaknya anak kecil bermain yang lugu dan polos tidak tau namanya zina. sampai sekarang masih kebayang dibenak memori saya karena perbuatan zina itu. saya berusaha bertobat terus menerus agar terhindar dari adzab Allah. saya ingin terlepas dari rasa bersalah ini…mohon dijelaskan pak?

    Apa yang dilakukan semasa kanak-kanak, dan jika memang betul-betul tidak paham apa itu zina waktu itu, mudah-mudahan Allah mengampuni,

    Namun jika anda sebenarnya sudah tahu, maka anda wajib bertaubat secara benar, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah, perbanyak istighfar, dan bergaul lah dengan org2 yg shalih, sengingga anda akan terbawa menjadi manusia yang shalih juga,.. alhamdulillah sarana tuk belajar sudah sangat mudah,

  19. yanyan
    Juli 23, 2012 pukul 3:07 pm

    Assalamu ‘alaikum…….

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    pa sy mau bertanya apakah dosa berzinah harus d tebus dengan hukum d rajam atau d cambuk,,,,,,,,sedangkan kita hidup bukan didalam hukum islam,,,,,,jika kita bertaubat nasuha tapi tidak di rajam atau di cambuk bagaimana apakah masih di terima tobatnya????mohon jawabannya!!!!

    Apa yang menghalangi Allah untuk menerima taubat para hambanya?
    Jika dia bertaubat secara nasuha, taubat yang sebenar-benarnya, tentu dengan syarat-syarat taubatnya dipenuhi, bukan sekedar taubat di lisan atau dimulut saja , insya Allah diterima taubatnya,..
    Silahkan baca lagi cara taubat dari zina,
    Jangan lupa, perbanyak istighfar, sedekah, dan bergaul dengan orang-orang yang shalih, tuntutlah ilmu dien ini, alhamduillah, di kota bandung juga banyak kajian2 yg membahas ttg dien yg benar, sesuai pemahaman para sahabat,
    Jika anda punya radio, bisa simak rodja bandung di 1476 AM, anda juga bisa bertanya disitu, tanpa harus menyebutkan nama asli,.

    Mudah-mudahan Allah memudahkan anda tuk bertaubat, dan kembali ke jalan yang benar,

  20. wongjogjatulen
    Juli 23, 2012 pukul 2:39 pm

    Assalamu’alaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    Pak saya mau tanya….teman saya bertanya kepada saya…..dia mempunyai mantan pacar yg skrg sama2 sdh berkeluarga…sdh lama hampir 10 th tidak ketemu akhirnya bisa ketemu dan karena kelalaian berdua sampai berciuman tapi tdk sampai zina….apakah hal tersebut termasuk kategori zina besar pak…..mohon penjelasannya…..

    Itu bukan zina yang menyebabkan pelakunya dihukum rejam, tapi itu dosa besar, sekedar memandang lawan jenis saja , maka jika kedua matanya ditusuk dengan besi, itu masih lebih baik, apalagi lebih dari memandang,
    Dan jika itu dibiarkan, tidak menutup kemungkinan akan terjadi zina yang sesungguhnya,

    nasehat saya, cintailah pasangan sah orang tersebut, lupakan mantan pacar , buang nmr hapenya, dan ganti nmr hape , sehingga tdk ada celah untuk berhubungan via hape,internet, dll, kalau perlu ganti alamat rumah, jika memang itu bisa menjadi sarana tuk berhubungan yg lebih jauh,..

    dan itulah dampak dari pacaran, dia akan menjadi benih2 kehancuran kelak disaat sudah berkeluarga,.. karena namanya pacaran, pasti tidak satu kali saja,.. sehingga ketika sudah berumah tangga, maka akan membanding2kan dengan pasangan pacarannya,..

    Dan pacaran, itu sarana menuju perselingkuhan kelak ketika sudah berkeluarga,

    Dan banyak sekali yang berjatuhan di saat pacaran, sehingga malam pertama menjadi malam yg usang, malam penyesalan,

    wassalam.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

  21. pangestu
    Juli 18, 2012 pukul 7:01 pm

    assalamu’alaikum . . .

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    Pak saya telah melakukan zina, saya takut pak terhadap penyakit dari zina, saya sudah tobat pak, tpi rasa takut saya masih ada bagaimana pak, tolong di jawab

    Hendaknya rasa takut itu membuat anda semakin mendekatkan diri kepada Allah, perbanyak istighfar,perbanyak amal shalih, mempelajari dien ini dengan pemahaman yang benar, dan bergaul dengan orang-orang yang shalih,

    Janganlah rasa ketakutan itu menjadikan anda putus asa, sebab bisa jadi setan menakut-nakuti anda, sehingga anda bisa terjerumus lagi ke dalam perbuatan zina,..

    Sebagaimana saya jawab pada pertanyaan pembaca yg mengungkapkan hal serupa dgn anda, saya menanyakan dimana tinggalnya, agar saya bisa tunjukan tempat2 yg dekat dengan tempat tinggal anda utk mempelajari dien ini, menurut pemahaman para sahabat,..

    Alhamdulillah, sarana belajar sudah sangat banyak,.

    Mudah-mudhan Allah menunjuki anda, dan kaum muslimin semua, dan menjauhkan mereka dari jalan-jalan menuju zina, perbuatan yg sangat kotor,

  22. anton
    Juli 9, 2012 pukul 3:49 am

    Bismillahirrohmanirrohim Assalamu’alaikum .

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    pak, saya anton ber umur 24 thn saya sering melakukan perbuatan zina dengan bergonta-ganti pasangan…

    siapa saja yang pernah deket serta berpacaran dengan saya hampir semua kami melakukan perbuatan yang terkeji/zina..

    sungguh saya menyesal telah melalakukan perbuatan yg hina itu..
    karena hawa nafsu yg selalu membayangi diri saya..

    saya selalu meninggalkan sholat lalai dalam menjalankan perintah allah, yg di ajarkan dalam alqur’an serta jadi anak yang durhaka terhadap orang tua…

    banyak sekali dosa yang saya perbuat dosa besar maupun dosa kecil..

    1. Anda wajib bertaubah dengan sebenar-benar taubat
    2. Anda perbanyak amal shalih
    3. Anda perbanyak istighfar,
    4. Anda jangan berputus asa dari rahmat Allah, jika anda bertaubat dengan sebenar-benar taubat, meninggalkan semua maksiat yang pernah anda lakukan karena mengharapkan keridhaan Allah semata, sungguh Allah maha pengampun, dan maha penerima taubat.
    Allah bergembira jika ada hambanya yang mau bertaubat
    5. Janganlah anda ceritakan masa lalu anda kepada orang2, pendamlah masa lalu tersebut, dan perbanyaklah mempelajari agama islam ini, sehingga anda mempunyai bekal tuk membentengi diri dari perbuatan maksiat. dan anda mendapatkan teman-teman bergaul yang shalih, sehingga diharapkan anda juga akan terbawa menjadi laki-laki yang shalih.

    saya mohon di bantu pak untuk jalan penerang hati saya dan tidak melakukan perbuatan keji dan hina itu untuk meminta ampun dan bertobat kepada allah subhanahu wata’ala dan terhindar dari perbuatan seperti itu lagi…

    Anda wajib bertaubat, dgn sebenar-benar taubat,.. saran saya, pelajarilah ajaran islam ini, alhamdulillah, semakin dimudahkan tuk mempelajari agama ini, banyak media yg bisa kita gunakan. Anda juga bisa mendatangi majlis-majlis taklim yang menjelaskan tentang ilmu islam dengan pemahaman yang benar.

    Seandainya anda menyebutkan di daerah mana anda tinggal, insya Allah saya akan memberitahukan dimana anda bisa belajar ttg agama ini, sehingga anda bisa mengetahui banyak hal yang bisa membawa kita menuju keridhaan Allah ta’ala.

    Terima kasih pak.
    Wassalamualaikum wr.wb,

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  23. iwan
    Juli 8, 2012 pukul 8:35 am

    Saya sudah berkeluarga dan saya terjerumus zina dngan teman satu kantor/pekerjaan yg juga sudah berlekuarga.

    Berawal dari seringnya berkomnikasi berinteraksi dalam pekerjaan, kami akhirnya terlibat hubungan selingkuh.

    Itulah salah satu akibat jika wanita bekerja diluar rumah, apalagi bebas bercampur baur dengan laki-laki,
    Islam sudah menjaga wanita agar terjaga kesuciannya, dan tidak menimbulkan fitnah bagi laki-laki lain , yang akhirnya akan membawa kepada kerusakan baik bagi wanita tersebut, atau orang lain

    Saya bener2 sangat menyesal dan hampir2 saya putus asa. Memang ibadah saya buruk sejak masa kuliah. Amal2 saya sangat kurang. Sy bener2 ingin bertaubat. Tp yg saya tau kafaroh zina yg sdh menikah atau pernah menikah adalah rajam.

    Memang betul kafarah zina bagi yg sudah menikah adalah rejam, namun perlu diketahui bahwa yang melakukan adalah penguasa, dan itupun jika penguasa tersebut menerapkan syariat rejam, kalau di indonesia tidak ada,
    Jika tidak ada syariat rejam di negeri kita, maka kewajiban anda adalah bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat, bagaimana cara taubat dari zina, sudah dijelaskan dalam artikel diatas, tinggal anda baca dengan seksama,
    Mudah-mudahan Allah memberikan kemudahan bagi anda untuk bertaubat,

    Jangan lupa juga, pelajarilah dien ini, agama ini, sehingga anda akan mempunyai bekal tuk menjalani hidup ini, agar bisa terhindar dari hal-hal yang dapat merusak kehidupan anda, baik kehidupan dunia atau akherat.

    Alhamdulillah sarana tuk mempelajari agama ini, sudah sangat banyak, baik radio,internet,majalah,rekaman , anda dengan mudah bisa mendapatkannya,
    Saya bisa membantu menunjukan tempat-tempat tuk mempelajari dien ini, jika anda mau menyebutkan di daerah mana anda tinggal, insya Allah alamat lengkap anda tidak akan saya cantumkan disini,

    Sdngkan jika hukuman itu saya terima, bagaimana dengan dosa2 seblm zina itu dan amal2 sy yg buruk amal baik yg kurang? Kalo dosa zina itu teramnpuni, sy pastinya tdk punya kesmpatan untuk minta ampun /taubat pd dosa sebelmnya dan amal saya krna sy sdh dirajam dan mati.

    Hukuman rajam hanya akan menghapus dosa zina yang dilakukan, bukan untuk dosa-dosa yang lain, dan untuk dosa-dosa selain itu maka wajib bertaubat,

    Rencana meminta waktu untuk bertaubat dan memperbaiki semua amalan saya. Setelah itu saya ingin menyerahkan diri dan sy akan ikhlas jika hukum Allah ditegakkan atas saya.

    Mudah-mudahan Allah membalas niat ikhlas anda, dan menerima taubat anda,

  24. D.Herma
    Juli 2, 2012 pukul 12:23 am

    assalamu’alaikum . . .

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    Pak bagaimana ini, saya laki2 umur 22 tahu dan mash kuliah tapi saya dan pacar saya sudah berniat serius sehingga kami sering melakukan hub badan, saya belum bisa menikahinya karena saya belm mampu untuk menafkahinya

    apa yang harus saya lakukan?
    Jika anda berniat serius, bertaubatlah, dan hentikanlah cara-cara diatas, karena zina adalah perbuatan dosa besar,perbuatan yang kotor. Oleh karena itu islam mencegah jalan-jalan menuju zina, diantara jalan tersebut adalah pacaran.

    Anda belum mampu menafkahinya? itu juga tidak selamanya benar, sebab kadangkala biaya untuk pacaran itu lebih besar daripada biaya utk menafkahi istri, bahkan banyak kasus orang-orang yang menikah, dan sebelumnya melakukan pacaran, si suami memberikan nafkah kepada istrinya itu lebih sedikit, daripada ketika masih pacaran. ketika pacaran lebih perhatian, namun ketika sudah berumahtangga, perhatiannya berkurang.. itulah salah satu kebohongan dalam pacaran. Semua serba dibuat-buat, pura-pura sayang,pura-pura cinta, padahal semuanya adalah dusta, nafsu atas nama cinta, itu semua tipuan belaka.

    Saya tidak ingin hubungan kami berakhir dan pasangan saya pun demikian
    menikahpun tidak mungkin mendapat restu karena saya mash kuliah dan belum kerja
    mohon tanggapan nya
    trims . . .

    Sebaiknya anda berdua segera bertaubat, menghentikan apa yg anda berdua lakukan. Hubungan anda sekarang ini bukanlah hubungan yang baik, akan tetapi hubungan yang sangat kotor, akankah anda mempertahankan hubungan yang kotor tersebut, bukankah anda ingin hubungannya berakhir dengan baik? bertaubatlah,ingatlah bahwa zina adalah dosa besar, dimana mereka nanti di akherat akan diadzab dengan adzab yg pedih,

    Seandainya anda menikah perlu diketahui, Pernikahan Tidaklah Menghilangkan Dosa Zina
    Dosa zina tidak bisa hilang hanya dengan menikah. Jangan sampai Anda punya anggapan bahwa dengan menikah berarti pelaku zina telah mendapatkan ampunan. Dosa zina bisa hilang dengan taubat yang sungguh-sungguh. Seseorang akan tetap dianggap sebagai PEZINA selama dia belum bertaubat dari dosa zina.

    Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    التائب من الذنب كمن لا ذنب له

    “Orang yang bertaubat dari perbuatan dosa, seperti orang yang tidak melakukan dosa.” (HR. Ibnu Majah, Baihaqi, dan dishahihkan Al-Albani)

    Untuk bisa disebut sebagai orang yang telah bertaubat, dia harus membuktikan bentuk penyesalannya dalam kehidupannya, di antaranya:

    Dia merasa sangat sedih dengan perbuatannya.
    Meninggalkan semua perbuatan yang menjadi pemicu zina, seperti melihat gambar atau film porno.
    Meninggalkan komunitas dan teman yang menggiring seseorang untuk kembali berzina. Seperti pergaulan bebas, teman yang tidak menjaga adab bergaul, suka menampakkan aurat, dst..
    Berusaha mencari komunitas yang baik, yang menjaga diri, dan hati-hati dalam pergaulan.
    Berusaha membekali diri dengan ilmu syar’i. Karena inilah yang akan membimbing manusia menuju jalan kebenaran.

    Berusaha meningkatkan amal ibadah, sebagai modal untuk terus bersabar dalam menahan maksiat.
    Tahukah anda, jika anda atau salah satu dari anda tidak mau taubat dari perbuatan zina,maka Laki-Laki dan Wanita yang Berzina Tidak Boleh Menikah Sampai Bertaubat
    Allah mengharamkan laki-laki yang baik untuk menikah dengan wanita pezina, dan sebaliknya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

    الزَّانِي لاَ يَنكِحُ إِلاَّ زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لاَ يَنكِحُهَا إِلاّ زَانٍ أَوْ مُشْرِكُ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى المؤْمِنِينَ

    “Lelaki pezina tidak boleh menikah, kecuali dengan wanita pezina atau wanita musyrik. Demikian pula wanita pezina tidak boleh menikah kecuali dengan lelaki pezina atau lelaki musyrik. Dan hal itu diharamkan bagi orang yang beriman.” (QS. An-Nur: 3)

    Selama pelaku zina itu belum bertaubat dengan sungguh-sungguh maka gelar pezina akan senantiasa melekat pada dirinya. Selama gelar ini ada, dia tidak diperkenankan menikah dengan pasangannya, sampai dia bertaubat.

    Mudah-mudahan jawabannya bisa membantu anda utk meninggalkan zina, serta menjauhi pacaran, dan anda bisa memetik kebahagiaan yang sesungguhnya melalui jalan yg diridhai Allah

    Wassalamu’alaikum wr.wb

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  25. Suaib
    Juni 23, 2012 pukul 12:22 am

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    PAk, apakah dosa zina yg sudah kita lakukan dgn pasangan kita akan hilang kalau kita sudah bertaubat. Apakah hukum rajam wajib dilakukan utk seorang pezina walaupun dia sudah bertaubat?

    Jika sudah taubat maka tidak direjam, dan perlu diketahui juga, yang melakukan hukuman rejam adalah penguasa, untuk cara-cara taubat dari zina, mudah-mudahan anda sudah membacanya dengan seksama, sebelum menuliskan komentar

    Lalu, apakah hukumnya menikahi wanita yg dulunya pernah berzina dgn laki-laki lain namun sy jg pernah berbuat hal demikian dgn wanita itu?

    Jika wanita tersebut juga mau bertaubat dari perbuatan zinanya, dengan dgn taubat yang sungguh-sungguh (taubat nasuha) maka tidak apa2 menikahinya,

    Apakah wanita itu akan hilang dosa zinah dg lelaki yg terdahulu, kalu dia sudah bertaubat dan menikah dgn saya.Terima kasih pak…

    Allah mengampuni dosa hambanya, jika hamba tersebut bertaubat dengan sebenar-benar taubat, tentunya dengan memenuhi syarat-syaratnya, wallahu a’lam,

  26. ziaalkhattab
    Juni 9, 2012 pukul 10:33 am

    assalamualaikum..

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    apakah dengan menggosok gosokkan kemaluan tanpa penetrasi (atau hanya kepala penis) juga di katagorikan sebagai zina?

    Zinanya mata adalah dengan memandang kepada lawan jenis yang bukan mahram, kewajiban kaum muslimin untuk menjaga pandangan,
    Zinanya telinga dengan mendengarkan hal-hal yang membangkitkan syahwat,
    Zinanya tangan dengan memegang, meraba hal-hal yang bukan halal baginya dari perkara syahwat,
    Dan kemaluan membuktikannya,

    Jadi hal tersebut adalah perbuatan zina, walaupun blm sampai penetrasi, tapi kemungkinan ke arah itu sudah sangat besar,

    Berdua-duaan dengan wanita tanpa mahram itu dilarang dalam islam, apalagi sampai sprti apa yang anda tanyakan,.. ini tmsk hal yang sangat dilarang,..

    Mudah-mudahan Allah menjauhkan kita dari jalan-jalan menuju perzinahan,

  27. dedi
    Mei 27, 2012 pukul 3:16 pm

    Assalamualaikum

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    mau nanya pak, saya sering bertauabat untuk tidak onani , tapi taubat iu sering saya langgar sendiri,,, yang saya mau tanyakan ialah:
    1, apakah taobat saya diterima??
    2. apakah dosa saya bisa di maafkan??
    mohon di jawab ya pak terimakasih

    1. Berusahalah terus menerus untuk taubat dengan sebenar-benar taubat,

    Pelajarilah agama islam ini, sehingga anda akan mempunyai pemahaman islam yang benar, dan bahaya terjatuh secara terus menerus dalam kemaksiatan,

    Pikirkan juga dampak buruk akibat onani, baik dampak raga anda, atau jiwa anda, sehingga anda akan menyesal yang berkepanjangan akibat perbuatan tersebut, baik sebelum menikah, atau sudah menikah.

    Jika anda sudah mampu untuk menikah, lebih baik menikahlah, jika belum mampu, maka berpuasa,

    2. Tidak ada dosa yang tidak diampuni , asalkan orang tsb bertaubat dengan taubat nasuha, taubat yang sungguh-sungguh, tentu dengan syarat-syarat taubat yg harus dipenuhi

    bukan taubat main-main, atau taubat sambel, jika sudah hilang pedesnya, maka akan mengulangi perbuatan itu lagi,

  28. abdul
    Mei 22, 2012 pukul 1:00 pm

    Bismillahirrohmanirrohim, saya mau tanya bagaimana proses tobat bagi orang yg berzina, terus bagamana menurut ustad tentang Surat An-Nur ayat 2?
    saya pernah melakukan zina sewaktu pacaran tetapi tidak samapai hamil, sekarang kami telah menikah. dan skrng saya sering mengisi pengajian majelis talim dan khutbah jumat. sy sangat menyesali semua perbuatan tersebut. apakah saya sudah termasuk orang yg bertobat tetapi masih mengganjal dengan adanya qur’an surat AnNur trsbt.

    Bertaubatlah dengan sebenar-benar taubat (taubat nasuha)
    Cara-cara taubatnya sudah ada link-link di kolom komentar, anda tinggal mengkliknya,

    Pelajarilah dien ini, menurut pemahaman para sahabat, perbanyak istighfar,
    Datangilah majlis-majlis ilmu yang membahas kajian-kajian islam berdasarkan pemahaman para sahabat, sehingga anda bisa bertanya secara langsung, sehingga anda semakin mendapat kejelasan tentang apa yang masih mengganjal di hati anda,

    Kalau boleh tahu, dimana anda tinggal, biar saya kasih tahu tempat-tempat kajian tersebut, yg dekat dengan tempat tinggal anda,

    Jazakallahu khairan

    • Romi
      September 21, 2012 pukul 11:58 am

      saya tinggal di bandung? tapi selama 2 tahun ini saya sedang bekerja di jepang.
      Di bandung banyak kajian2 dakwah yang benar, jika anda di jepang silahkan klik link ini , disana ada info nmr kontak person jika anda ingin belajar tentang islam yang benar,

  29. afdal
    Mei 7, 2012 pukul 7:56 am

    Apakah kita harus menikahi apa bila kita telah mensetubuhi wanita dan apa hukuman nya apabila kita tidak minikahi nya dan bagaimana cara keluar nya . . .??

    Jalan keluarnya adalah bertaubat dari perbuatan hina tersebut,.
    Cara bertaubat, sudah dijelaskan dalam artikel diatas,..

    Perbuatan zina adalah perbuatan kotor, bukan perbuatan orang-orang yang bertanggung jawab,.. merupakan pandangan yang salah, jika ada wanita yang dizinai, lalu laki-laki yang menzinainya itu akan bertanggung jawab dengan cara menikahinya,.. jika laki-laki tersebut menikahinya berarti dia disebut laki-laki yang bertanggungjawab,.. jika dia tidak menikahinya berarti dia laki-laki yang tidak mau bertanggungjawab,..

    Tindakan berzina bukanlah dilakukan oleh laki-laki atau wanita yang bertanggungjawab, itu dilakukan laki-laki pengecut,.. sebab laki-laki jantan, maka dia akan menyalurkan hasratnya dengan cara yang halal, yaitu dengan cara menikah,..

    Hubungan diluar nikah / zina, adalah perbuatan dosa,. dan tidak ada keharusan tuk menikahi wanita yang dizinai tersebut,, mau dinikahi atau tidak, itu terserah anda, tapi anda sudah berbuat dosa yang tidak kecil, dosa besar yang mana anda wajib bertaubat darinya,.. wajib bagi anda dan wanita yang berzina dengan anda tuk bertaubat,.

    Jika anda ingin bertaubat, demikian juga wanita tersebut, maka lebih baik menikah saja, agar anda tidak berbuat maksiat lagi, dan bertaubat dengan sebenar-benar taubat,

  30. amie
    April 16, 2012 pukul 7:50 am

    assalammualaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

    pak, qu mw tnya apakah dosa berzinah dpat dimpuni olh allah swt & apakah wanita pezinah tidak akn mendapatkan suami yg soleh ?

    Dosa zina bisa diampuni dengan cara taubat, taubat nasuha,
    Taubat ada syarat-syaratnya, silahkan baca disini

    silahkan baca juga tulisan ini

    Mudah-mudahan Allah memudahkan anda dan kita semua untuk bertaubat dari perbuatan maksiat..

  31. kareem
    Februari 23, 2012 pukul 4:04 am

    Salam..Bolehkah mnggugurkn kandungan hasil dr perbuatan zina..kandungan itu baru 3 mnggu.??

    Tidak boleh menggugurkan kandungan hasil dari zina, sebab itu adalah bentuk dosa tersendiri, itu perbuatan dosa besar, sudah berbuat dosa karena zina, ditambah perbuatan dosa menggugurkan bakal janin,.. inna lillahi wa inna ilaihi raji’uun..
    Apa salah janin hasil zina, jika tidak mau menanggung malu akibat perbuatan zina, maka janganlah mendekati jalan-jalan menuju zina, sehingga kita tidak terjerumus kedalam perzinaan,

  32. Ni Umar la
    Februari 6, 2012 pukul 7:33 am

    bagaimanakah cara membuat sembahyang taubat????

    terimakasih telah ninggalin komentar disini,
    cara shalat taubat, intinya sama seperti shalat biasa, selengkapnya silahkan baca tulisan ini

  33. fatma
    Januari 31, 2012 pukul 11:40 am

    Saya ingin konsultasi,.tapi via SMS bsa tdk?? Ini no.saya: 08138776xxxx

    silahkan ke ustadz langsung saja, anda bisa beli majalah ALMAWADDAH , itu membahas seputar keluarga dan muslimah, ada nomer yang bisa ditelpon langsung,

  34. Edy
    Januari 22, 2012 pukul 2:57 pm

    Asslm…

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    pak ustad Q mo tanya Q pernah melakukan zina sekali dg sesama jenis (laki dg laki) dan sering onani….
    Hatiku sebenarnya udah menolak tapi Q msh saja kalah dg napsu
    Q sering puasa senin kamis agar terhindar dari perbuatan zina itu tapi d waktu gak puasa fikiran untuk berzina itu kembali lagi
    Aku ingin bertobat
    Q udh gak kuat menanggung dosa dosa ini….

    Hendaklah anda ingat, bahaya dan siksa akan perbuatan tersebut, baik dampak di dunia maupun di akherat,
    silahkan anda baca disini tentang hal tersebut,

    Dampak dari onani, silahkan baca disini

    Mudah-mudahan Allah mudahkan anda tuk segera bertaubat dari perbuatan hina dan jelek ini,

  35. Ksatria langit
    November 18, 2011 pukul 7:37 am

    Assalamu’alaikum .

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Maaf sebelumnya .
    Saya pernah melakukan zina , dan saya sedang hamil 8 bulan .
    Setelah anak saya lahir , anak ini akan diberikan kepada orang lain .
    Apakah saya tambah berdosa ?

    Anda wajib bertaubat dengan taubat yang sebenar-benarnya (taubat nasuha) , bagaimana cara taubat dari zina, silahkan baca di link ini

    Dan apakah saya boleh menikah dengan laki2 yang bukan menghamili saya , tapi dia pernah berzinah dengan saya,

    wanita yang sedang hamil tidak boleh dinikahi oleh laki-laki lain, kecuali setelah melahirkan anak yang dikandungnya,.. akan tetapi boleh menikah dgn laki-laki yang menghamilinya,

  36. farid
    November 8, 2011 pukul 11:52 pm

    Assalamu Alaikum.

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Sy mau bertanya, Apakah di bolehkan menikah dengan wanita yang telah dizinai namun dia tidak hamil, yang ingin menikahinya orang yang telah menzinai wanita tersebut jg ?

    Silahkan baca link ini, nanti disana ada penjelasannya,
    http://konsultasisyariah.com/solusi-pacar-hamil

  37. Yoyok
    Oktober 26, 2011 pukul 6:09 am

    Assalamu’alaikum, pak ustad sewaktu pacaran pernah melakukan hubungan suami isteri, tidak sampai hamil, kemudian menikah secara baik-baik dan alhamdulilaah menjadi keluarga yang baik pula dikarunia anak yang suci. tapi masih ada ganjalan rasa berdosa. Gimana ya cara bersihkan diri dari dosa itu. Teriam kasih pak Ustadz.
    Wassalamualaikum wr.wb,

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

    silahkan anda kirimkan pertanyaan anda di link ini:
    http://konsultasisyariah.com/

  38. arjuna
    Agustus 17, 2011 pukul 6:30 pm

    Ada 1 hal yang sangat penting menurut saya pribadi selain 5 Hal diatas, yakni mencari Guru/Mursyid (Pembimbing) untuk menuju pada pertaubatan Nasuha tersebut.

    Hal tersebut dikarenakan Iblis tdk akan pernah diam bila manusia yang telah berbuat dosa besar hendak malakukan taubatan nasuha.

    Nah Pembimbing inilah yang lebih paham trik trik untuk mengalahkan Iblis tersebut.

    Kekalahan terbesar Iblis adalah saat anak cucu adam yg melakukan perbuatan dosa besar, namun kemudian dia bertaubat, dan Allah menerima taubatan Nasuha hamba Allah tersebut.

    Dan perlu diingat, pembimbing itu haruslah yang memiliki pemahaman islam yang benar, pemahaman islam sebagaimana yang dipraktekan oleh para sahabat / salafus shalih,..

  39. sri
    Agustus 14, 2011 pukul 5:31 pm

    alhamdulillah, smoga allah mbersihkan jiwa orang yang ingin mensucikan jiwanya. amin. maksih informsinya. smoga allah swt mblasnya.

    • DODI IRAWAN
      Juni 4, 2012 pukul 6:52 am

      Allah swt mencintai orang orang yg bertaubat dan bersuci. semoga kita tergolong orang orang yg ersebut. amin

  40. jhony
    Juni 2, 2011 pukul 3:28 am

    bagaimana bila berbuat zina dan orang itu telah meninggal dunia sebelum menikah dengan aku, padahal aku ingin sekali dia menjadi istriku? dan dia juga sama ingin menikah denganku…

    anda harus taubat dengan sebenar-benar taubat, karena perbuatan zina adalah perbuatan yang keji, apalagi anda masih diberi kesempatan hidup,
    Seorang lelaki muslim sejati yang menginginkan wanita untuk menjadi istrinya, maka akan menempuh jalan yang dibenarkan dalam islam, bukan menempuh jalan yang keji lagi hina, dengan berzina.

    Oleh karena itu, kewajiban anda adalah taubat dengan sebenar-benar taubat, apalagi jika penyebab zina itu adalah anda sendiri, bukan dari wanita yg anda zinai,

    Zina adalah perangkap yg dilemparkan setan kepada manusia, dengan dalih cinta,.. yang sebenarnya adalah hawa nafsu binatang,.. cinta berlepas diri dari semua itu…

  41. nurul
    Mei 26, 2011 pukul 12:44 pm

    makasih byk atas semua sarannya…

    mulai hr ini saya akan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhkan segala larangan-Nya…

    • Oktober 20, 2011 pukul 7:15 am

      Smoga anda diberi kekuatan iman untuk menjauhi segala larangannya dan bertekad dengan lebih sungguh-sungguh untuk menggantikannya dengan kebajikan , demi keselamatan dunia dan akhirat anda..amin..

  42. NAX SPENSABA
    Maret 18, 2011 pukul 4:19 am

    qwu cuka dgn bacaan’a..,, munxkin lbh bgz d buat buku z,,,,

  1. No trackbacks yet.

Silahkan tulis komentar anda,.. surel diisi dgn email, nama diisi dengan nama anda ,

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.586 pengikut lainnya.