Beranda > Belajar Fikih > Tata Cara Wudhu Yang Diajarkan Oleh Rasulullah sangat mudah dan gampang, banyak sekali kaum muslimin yang tidak mengetahuinya

Tata Cara Wudhu Yang Diajarkan Oleh Rasulullah sangat mudah dan gampang, banyak sekali kaum muslimin yang tidak mengetahuinya


SIFAT WUDHU’ NABI Shallallahu ‘alaihi wa Salam

sifat wudhu nabi shalallahu 'alaihi wasalam Secara syri’at wudhu’ ialah menggunakan air yang suci untuk mencuci anggota-anggota tertentu yang sudah diterangkan dan disyari’at kan Allah subhanahu wata’ala. Allah memerintahkan:

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak melakukan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan , kedua mata-kaki (Al-Maaidah:6).

Allah tidak akan menerima shalat seseorang sebelum ia berwudhu’ (HSR. Bukhari di Fathul Baari, I/206; Muslim, no.255 dan imam lainnya).

Rasulullah juga mengatakan bahwa wudhu’ merupakan kunci diterimanya shalat. (HSR. Abu Dawud, no. 60).

Utsman bin Affan ra berkata: “Barangsiapa berwudhu’ seperti yang dicontohkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, dan perjalanannya menuju masjid dan shalatnya sebagai tambahan pahala baginya” (HSR. Muslim, I/142, lihat Syarah Muslim, III/13).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa menyempurnakan wudhu’nya, kemudian ia pergi mengerjakan shalat wajib bersama orang-orang dengan berjama’ah atau di masjid (berjama’ah), niscaya Allah mengampuni dosa-dosanya” (HSR. Muslim, I//44, lihat Mukhtashar Shahih Muslim, no. 132).

Maka wajiblah bagi segenap kaum muslimin untuk mencontoh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam dalam segala hal, lebih-lebih dalam berwudhu’. Al-Hujjah kali ini memaparkan secara ringkas tentang tatacara wudhu’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam melakukan wudhu’:

1. Memulai wudhu’ dengan niat.

Niat artinya menyengaja dengan kesungguhan hati untuk mengerjakan wudhu’ karena melaksanakan perintah Allah subhanahu wata’ala dan mengikuti perintah Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa Salam.

Ibnu Taimiyah berkata: “Menurut kesepakatan para imam kaum muslimin, tempat niat itu di hati bukan lisan dalam semua masalah ibadah, baik bersuci, shalat, zakat, puasa, haji, memerdekakan budak, berjihad dan lainnya. Karena niat adalah kesengajaan dan kesungguhan dalam hati. (Majmu’atu ar-Rasaaili al-Kubra, I/243)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menerangkan bahwa segala perbuatan tergantung kepada niatnya, dan seseorang akan mendapatkan balasan menurut apa yang diniatkannya… (HSR. Bukhari dalam Fathul Baary, 1:9; Muslim, 6:48).


2. Tasmiyah (membaca bismillah)

Beliau memerintahkan membaca bismillah saat memulai wudhu’. Beliau bersabda:

Tidak sah/sempurna wudhu’ sesorang jika tidak menyebut nama Allah, (yakni bismillah) (HR. Ibnu Majah, 339; Tirmidzi, 26; Abu Dawud, 101. Hadits ini Shahih, lihat Shahih Jami’u ash-Shaghir, no. 744).

Abu Bakar, Hasan Al-Bashri dan Ishak bin Raahawaih mewajibkan membaca bismillah saat berwudhu’. Pendapat ini diikuti pula oleh Imam Ahmad, Ibnu Qudamah serta imam-imam yang lain, dengan berpegang pada hadits dari Anas tentang perintah Rasulullah untuk membaca bismillah saat berwudhu’. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Berwudhu’lah kalian dengan membaca bismillah!” (HSR. Bukhari, I: 236, Muslim, 8: 441 dan Nasa’i, no. 78)

Dengan ucapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam: ”Berwudhu’lah kalian dengan membaca bismillah” maka wajiblah tasmiyah itu. Adapun bagi orang yang lupa hendaknya dia membaca bismillah ketika dia ingat. Wallahu a’lam.


3. Mencuci kedua telapak tangan

Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam mencuci kedua telapak tangan saat berwudhu’ sebanyak tiga kali. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam juga membolehkan mengambil air dari bejancdengan telapak tangan lalu mencuci kedua telapak tangan itu. Tetapi Rasulullah melarang bagi orang yang bangan tidur mencelupkan tangannya ke dalam bejana kecuali setelah mencucinya. (HR. Bukhari-Muslim)


4. Berkumur-kumur dan menghirup air ke hidung

Yaitu mengambil air sepenuh telapak tangan kanan lalu memasukkan air kedalam hidung dengan cara menghirupnya dengan sekali nafas sampai air itu masuk ke dalam hidung yang paling ujung, kemudian menyemburkannya dengan cara memencet hidung dengan tangan kiri. Beliau melakukan perbuatan ini dengan tiga kali cidukan air. (HR. Bukhari-Muslim. Abu Dawud no. 140)

Imam Nawawi berkata: “Dalam hadits ini ada penunjukkan yang jelas bagi pendapat yang shahih dan terpilih, yaitu bahwasanya berkumur dengan menghirup air ke hidung dari tiga cidukan dan setiap cidukan ia berkumur dan menghirup air ke hidung, adalah sunnah. (Syarah Muslim, 3/122).

Demikian pula Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menganjurkan untuk bersungguh-sungguh menghirup air ke hidung, kecuali dalam keadaan berpuasa, berdasarkan hadits Laqith bin Shabrah. (HR. Abu Dawud, no. 142; Tirmidzi, no. 38, Nasa’i )


5. Membasuh muka sambil menyela-nyela jenggot.

Yakni mengalirkan air keseluruh bagian muka. Batas muka itu adalah dari tumbuhnya rambut di kening sampai jenggot dan dagu, dan kedua pipi hingga pinggir telinga. Sedangkan Allah memerintahkan kita:

Dan basuhlah muka-muka kamu.” (Al-Maidah: 6)

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Humran bin Abaan, bahwa cara Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam membasuh mukanya saat wudhu’ sebanyak tiga kali”. (HR Bukhari, I/48), Fathul Bari, I/259. no.159 dan Muslim I/14)

Setalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam membasuh mukanya beliau mengambil seciduk air lagi (di telapak tangan), kemudian dimasukkannya ke bawah dagunya, lalu ia menyela-nyela jenggotnya, dan beliau bersabda bahwa hal tersebut diperintahkan oleh Allah subhanahu wata’ala. (HR. Tirmidzi no.31, Abu Dawud, no. 145; Baihaqi, I/154 dan Hakim, I/149, Shahih Jaami’u ash-Shaghir no. 4572).

6. Membasuh kedua tangan sampai siku

Menyiram air pada tangan sampai membasahi kedua siku, Allah subhanahu wata’ala berfirman:

Dan bashlah tangan-tanganmu sampai siku” (Al-Maaidah: 6)

Rasulullah membasuh tangannya yang kanan sampai melewati sikunya, dilakukan tiga kali, dan yang kiri demikian pula, Rasulullah mengalirkan air dari sikunya (Bukhari-Muslim, HR. Daraquthni, I/15, Baihaqz, I/56)

Rasulullah juga menyarankan agar melebihkan basuhan air dari batas wudhu’ pada wajah, tangan dan kaki agar kecemerlangan bagian-bagian itu lebih panjang dan cemerlang pada hari kiamat (HR. Muslim I/149)

7. Mengusap kepada, telinga dan sorban

Mengusap kepala, haruslah dibedakan dengan mengusap dahi atau sebagian kepala. Sebab Allah subhanahu wata’ala memerintahkan:

Dan usaplah kepala-kepala kalian…” (Al-Maidah: 6).

Rasulullah mencontohkan tentang caranya mengusap kepala, yaitu dengan kedua telapak tangannya yang telah dibasahkan dengan air, lalu ia menjalankan kedua tangannya mulai dari bagian depan kepalanya ke belakangnya tengkuknya kemudian mengambalikan lagi ke depan kepalanya. (HSR. Bukhari, Muslim, no. 235 dan Tirmidzi no. 28 lih. Fathul Baari, I/251)

Setelah itu tanpa mengambil air baru Rasulullah langsung mengusap kedua telingannya. Dengan cara memasukkan jari telunjuk ke dalam telinga, kemudian ibu jari mengusap-usap kedua daun telinga. Karena Rasulullah bersabda: ”Dua telinga itu termasuk kepala.”(HSR. Tirmidzi, no. 37, Ibnu Majah, no. 442 dan 444, Abu Dawud no. 134 dan 135, Nasa’i no. 140)

Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ahadits adh-Dha’ifah, no. 995 mengatakan: “Tidak terdapat di dalam sunnah (hadits-hadits nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam) yang mewajibkan mengambil air baru untuk mengusap dua telinga. Keduanya diusap dengan sisa air dari mengusap kepala berdasarkan hadits Rubayyi’:

Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam mengusap kepalanya dengan air sisa yang ada di tangannya. (HR. Abu Dawud dan lainnya dengan sanad hasan)

Dalam mengusap kepala Rasulullah melakukannya satu kali, bukan dua kali dan bukan tiga kali. Berkata Ali bin Abi Thalib ra : “Aku melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam mengusap kepalanya satu kali. (lihat _Shahih Abu Dawud, no. 106). Kata Rubayyi bin Muawwidz: “Aku pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam berwudhu’, lalu ia mengusap kepalanya yaitu mengusap bagian depan dan belakang darinya, kedua pelipisnya, dan kedua telinganya satu kali.“ (HSR Tirmidzi, no. 34 dan Shahih Tirmidzi no. 31)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam juga mencontohkan bahwa bagi orang yang memakai sorban atau sepatu maka dibolehkan untuk tidak membukanya saat berwudhu’, cukup dengan menyapu diatasnya, (HSR. Bukhari dalam Fathul Baari I/266 dan selainnya) asal saja sorban dan sepatunya itu dipakai saat shalat, serta tidak bernajis.

Adapun peci/kopiah/songkok bukan termasuk sorban, sebagaimana dijelaskan oleh para Imam dan tidak boleh diusap diatasnya saat berwudhu’ seperti layaknya sorban. Alasannya karena:

  1. Peci/kopiah/songkok diluar kebiasaan dan juga tidak menutupi seluruh kepala.

  2. Tidak ada kesulitan bagi seseorang untuk melepaskannya.

Adapun Kerudung, jilbab bagi wanita, maka dibolehkan untuk mengusap diatasnya, karena ummu Salamah (salah satu isteri Nabi) pernah mengusap jilbabnya, hal ini disebutkan oleh Ibnu Mundzir. (Lihat al-Mughni, I/312 atau I/383-384).

8. Membasuh kedua kaki sampai kedua mata kaki

Allah subhanahu wata’ala berfirman: ”Dan basuhlah kaki-kakimu hingga dua mata kaki” (Al-Maidah: 6)

Rasulullah menyuruh umatnya agar berhati-hati dalam membasuh kaki, karena kaki yang tidak sempurna cara membasuhnya akan terkena ancaman neraka, sebagaimana beliau mengistilahkannya dengan tumit-tumit neraka. Beliau memerintahkan agar membasuh kaki sampai kena mata kaki bahkan beliau mencontohkan sampai membasahi betisnya. Beliau mendahulukan kaki kanan dibasuh hingga tiga kali kemudian kaki kiri juga demikian. Saat membasuh kaki Rasulullah menggosok-gosokan jari kelingkingnya pada sela-sela jari kaki. (HSR. Bukhari; Fathul Baari, I/232 dan Muslim, I/149, 3/128)

Imam Nawai di dalam Syarh Muslim berkata. “Maksud Imam Muslim berdalil dari hadits ini menunjukkan wajibnya membasuh kedua kaki, serta tidak cukup jika dengan cara mengusap saja.”

Sedangkan pendapat menyela-nyela jari kaki dengan jari kelingking tidak ada keterangan di dalam hadits. Ini hanyalah pendapat dari Imam Ghazali karena ia mengqiyaskannya dengan istinja’.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “…barangsiapa diantara kalian yang sanggup, maka hendaklahnya ia memanjangkan kecermerlangan muka, dua tangan dan kakinya.” (HSR. Muslim, 1/149 atau Syarah Shahih Muslim no. 246)

9. Tertib

Semua tatacara wudhu’ tersebut dilakukan dengan tertib (berurutan) muwalat (menyegerakan dengan basuhan berikutnya) dan disunahkan tayaamun (mendahulukan yang kanan atas yang kiri) [Bukhari-Muslim]

Dalam penggunaan air hendaknya secukupnya dan tidak berlebihan, sebab Rasulullah pernah mengerjakan dengan sekali basuhan, dua kali basuhan atau tiga kali basuhan [Bukhari]

10. Berdoa

Yakni membaca do’a yang diajarkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam:


“Asyahdu anlaa ilaa ha illalah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abdullahi wa rasuulahu. Allahummaj ‘alni minattawwabiina waja’alni minal mutathohhiriin (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah)

Dan ada beberapa bacaan lain yang diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam.

Semoga tulisan ini menjadi risalah dalam berwudhu’ yang benar serta merupakan pedoman kita sehari-hari.

Maraji’:

  1. Sifat Wudhu’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, Syaikh Fadh asy Syuwaib.

  2. At-Tadzkirah, Syaikh Ali Hasan al-Halabi al-Atsari

 Al-Hujjah Risalah No: 27 / Thn IV / 1422H

sumber : http://ummusalma.wordpress.com/2007/04/09/sifat-wudhu-nabi/

video praktek wudhu bisa dilihat disini:

1. Tatacara wudhu dan tayamum yang diajarkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam

2. Pembatal Wudhu dan tata cara shalat yang diajarkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam

  1. Annisa Justistia
    Oktober 12, 2014 pukul 1:09 am

    Assalamu’alaiykum..
    Izin share dan save ya.. Terimakasih :)

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    silahkan mba,. jazakumullahu khairan,

  2. NAGASARI
    September 12, 2014 pukul 11:54 pm

    BANYAK YANG INGIN SAYA TANYAKAN TENTANG IMU SUNNAH,WAJIB ATAU TIDAK WAJIB MASALAH NASAR, KARNA SAYA DARI KELUARGA YANG MASIH MEMPERCAYAI TAHAYYUL.SAYA INGIN MENAMBAH PENGETAHUAN NAMUN TERBENTUR PEMAHAMAN2 YANG KADANG MEMBUAT SAYA BINGUNG SAYA INGIN MENDIDIK.MOHON SARANYA

    Sebaiknya anda datang langsung ke tempat taklim, silahkan sebutkan dimana anda tinggal?
    Untuk mendakwahi keluarga itu butuh ilmu, tidak sembarangan, tidak asal yang kita ketahui itu benar lalu disampaikan, sehingga malah kita yang dicap sesat duluan, silahkan download ebook bagus tentang contoh sikap hikmah dalam berdakwah, silahkan klik link ini

    • NAGASARI
      September 14, 2014 pukul 11:18 am

      saya tinggal di kalimantan tepatnya di balikpapan

      Lebih baik anda datang saja ke tempat taklim yang ada di balikpapan, lumayan banyak kok, dan silahkan apa yang menjadi ganjalan di hati anda ditanyakan di taklim tersebut pas sesi tanya jawab, bebas kok, gratis, dan mudah-mudahan semua uneg-uneg anda terjawab, silahkan lihat tempat dan jadwal taklim di balikpapan di link ini

  3. khaidir
    September 9, 2014 pukul 11:53 am

    terima kasih atas informasinya

    sama-sama,.

  4. Anonymous
    September 9, 2014 pukul 3:50 am

    Syukron mas admin, ketika membaca ini saya lebih tau mana yg tata cara wudhu saya yang salah yang harus saya perbaiki. Jazakallah khairan katsiran.

    alhamdulillah,.
    mudah2an semakin banyak kaum muslimin mengikuti tatacara wudhu yang diajarkan rasulullah, bukan wudhu mengikuti tradisi,kyai,ustadz,ajengan,. tapi menyelisihi cara wudhu nabi

  5. rapida ag
    September 3, 2014 pukul 2:17 am

    bsa d jelaskan kenapa rukun wudhu trdpat 6 poin sdangkan dlm alquran hanya 4 poin.

    Terimakasih, yang di alquran adalah batasan yang wajib, sedangkan yang di hadits itu tambahannya, sunnah-sunnahnya sehingga menjadikan wudhu kita bertambah sempurna,

  6. ibihabibisurbakty
    Agustus 21, 2014 pukul 12:29 am

    Sekarang saya tau,tapi saya kurang paham. Sebab buku yg saya baca untuk tuntunan wudhuk ada bacaan niat nya setelah membasuh mukan. Inti niat itu membuang hadast. Kenapa berlawanan dengan niat rasull???

    Terimakasih,.
    Itulah akibat tidak beramal berdasarkan dalil, dalil dari rasulullah,
    Adapun yang diajarkan di buku-buku fikih yang ada, baik cara shalat atau cara wudhu, tidak dicantumkan sumbernya dari Rasulullah, tidak dicantumkan hadits-haditsnya, jadi mudah saja di selewengkan,

    Padahal rasulullah sudah mengajarkan cara wudhu dan shalat, ada hadits2nya,.
    Dan celakanya, amalan yang dari buku2 yg tidak bisa dipertanggungjawabkan tersebut yang beredar di masyarakat, yang ada di buku-buku pelajaran yang ada disekolah-sekolah, dari TK hingga perguruan tinggi,.

    Disini musibahnya,. sehingga selevel kyai, ustadz, atau pimpinan pondok pesantren , cara wudhunya pun salah, tidk berdasarkan dalil dari Rasulullah, tapi ikut2an tradisi,.

  7. ZuLpan
    Juli 17, 2014 pukul 3:32 pm

    Terimakasih banyak atas ilmunya,.
    Smoga keberkahan slalu di limpahkan kepada kita,.amiin

    aamiin,

  8. xamthone plus
    Juli 1, 2014 pukul 3:44 am

    whhh terimkasih pak atas tuntunannya..
    maaf pak kalo boleh saya tny, apa saja yang bisa membatalkan wudhu?
    terimkasih ;)

    terimakasih,.
    pembatal wudhu :
    1. keluar sesuatu dari dua lubang, (kentut, buaang air besar/kecil)
    2. tidur lelap
    3. hilang akal (gila) , mabuk,
    4. memegang kemaluan tanpa penghalang dengan syahwat
    5. makan daging unta

  9. tri
    Juni 22, 2014 pukul 12:19 am

    assalamu’alaykum
    alhamdulillah bwt sharing ilmunya pak
    mau tanya, klo wudhu nya pake air dari botol, gapapa ya
    terima kasih

    wa’alaikumussalam warahmatullah,
    terimakasih sudah koment disini,.
    itu tidak mengapa, silahkan lihat video ini, berwudhu dengan menggunakan air SATU GELAS,..

  10. mdiliyanto
    Mei 30, 2014 pukul 11:38 am

    saya ga tau apa saya golongan nu apa muhamadiyah..

    saya besar dikeluarga prajurit..saya kurang paham tentang agama..

    hususnya cara wudhu.ada doa mencuci telapak tangan ampe kedua kaki..

    apa boleh saya membaca nawaetu wudhua..illahi taala..saja..trimakasih

    Terimakasih pak, mudah2an anda menjadi prajurit yang paham ilmu agama islam, sehingga menjadi prajurit yang beriman dan bertakwa,.

    Cara wudhu yang diajarkan oleh rasulullah sangat mudah pak, tidak ada bacaan-bacaan khusus dari mencuci tangan hingga mencuci kaki, itu doa-doa yang tidak rasulullah ajarkan,.

    Rasulullah ketika mau wudhu, sebelum mencuci tangan beliau cuma membaca “bismillah” gitu saja, dan setelah selesai wudhu beliau membaca doa, seperti yang sudah saya posting di cara wudhu nabi, silahkan bapak baca lagi dipostingan tersebut,

    Dan tidak ada bacaan niat seperti nawaitul wudhu dst,. itu tidak diajarkan oleh rasulullah, jadi wajib ditinggalkan amalan tersebut,. sebab niat itu perbuatan hati, bukan perbuatan mulut,.

    Semua perbuatan yang kita lakukan dalam kondisi sadar, pasti disertai dengan niat, itu sudah otomatis,

  11. Amrullah
    Maret 19, 2014 pukul 8:50 am

    Alhamdulillah, sangat bermanfaat jadi tahu wudhu, dari pengertian niat dan tatacaranya yg benar seperti yg dicontohkan rasulullah. Juga saya baca hukum lafadz niat beribadah diblog ini. Trimakasih

    alhamdulillah,.

  12. abu dany ashari
    Maret 17, 2014 pukul 9:40 am

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Pak, saya hanya mau koreksi dikit nih kok nama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam di singkat sih itu kan salawat kenapa di singkat SAW.bukan kah itu tidak diperbolehkan menyingkat nama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam.
    jazakumullahu khairan,

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Terimakasih sudah berkomentar disini, memang sebaiknya penulisannya tidak disingkat, saya hanya mengkopi saja dari sumbernya, tapi sekarang alhamdulillah sudah diganti, tidak disingkat lagi,.
    Jazakumullahu khairan,.

    Namun penyingkatan tersebut bukanlah sampai kepada derajat tidak diperbolehkan, atau mendatangkan dosa, buat menambah wawasan antum, bisa buka link ini, silahkan,.

    • abu dany ashari
      Maret 18, 2014 pukul 1:29 am

      Alhamdulillah , sangat bermanfa’at, Insya Allah. Barakallahu fiikum yaa mas admin,.

      Alhamdulillah,.

  13. Donny R
    Maret 16, 2014 pukul 1:27 am

    Niat wudlu nya diawal ya kang…bukan pada saat hendak membasuh muka/wajah. Mohon penjelasannya.

    terimakasih mas Donny,. semua perkerjaan yang kita lakukan dengan kondisi sadar, maka otomatis sudah ada niatnya, dan niat itu tidak perlu diucapkan, karena niat itu perbuatan hati,.

    Jika kita mengucapkan niat dengan mulut, maka sebelum mengucapkan maka otomatis ada niat untuk mengucapkan niat dimulut,.

    silahkan pahami arti niat, bukan bacaan niat, karena tidak ada bacaan niat untuk ibadah tertentu, karena niat merupakan amalan hati, bukan amalan mulut

  14. sewa mobil semarang
    Februari 10, 2014 pukul 5:32 pm

    alhamdulillah.. saya bisa jadi ikut belajar cara berwudzu yg benar..

    Alhamdulillah,.

  15. Actora
    Februari 8, 2014 pukul 2:16 pm

    Saya mau tanya, apa bacaan yg benar dlm berwudhu mulai dari membasuh muka s/d kaki. Dan apa hukumnya jika tdk membaca bacaan wudhu? Apakah wudhu nya sah atau tdk. Trm kasih..

    Terimakasih sudah berkomentar disini,
    Dalam melakukan wudhu kita harus mengikuti tatacara wudhu yang rasulullah ajarkan,
    Rasulullah tidak mengajarkan bacaan-bacaan khusus mulai dari membasuh muka s/d kaki, jadi kita juga tidak perlu membaca bacaan-bacaan khusus, sebab itu bisa menjerumuskan kita kepada perbuatan bidah, dan itu malah mendatangkan dosa,

    Rasulullah ketika mau berwudhu beliau membaca “bismillah” lalu mulai berwudhu dengan mencuci tangan, dst,. hingga akhir wudhu, yaitu mencuci kaki, setelah mencuci kaki baru rasullah berdoa,. silahkan baca lagi ulasan tatacara wudhu diatas,. insya allah sangat mudah,.

    Jika kita tidak membaca doa ketika mulai membasuh muka hingga mencuci kaki, ini justru yg sesuai ajaran rasulullah, jadi wudhunya ya sah, bahkan jika kita membaca, itu membuat wudhu kita ternodai amalan bidah, bukan dapat pahala, malah dapat dosa,.

  16. arief
    Januari 27, 2014 pukul 2:35 pm

    Terima kasih. Ijin Share ya.

    silahkan mas arief, jazakumullahu khairan,

  17. Muslimin Mappe
    Agustus 3, 2013 pukul 1:39 am

    terima kasih sangat membantu putra putri saya dalam mengerjakan tata cara wudhu yang baik sekaligus menjadi pemahaman yang sangat berharga bagi umat islam diseluruh dunia

    Alhamdulillah,

  18. Faruk Parker Assassinnaterz SnesaLa
    Juli 14, 2013 pukul 5:36 am

    Wah, terima kasih atas infonya. Saya mencoba berusaha melaksanakan wudhu, namun ada sedkit keraguan dengan air yang tidak mengalir untuk digunakan wudhu. Alhamdulillah, setelah mampir ke sini pengetahuan saya bertambah dan tidak ragu lagi.

    Alhamdulillah,.

  19. ivannaufal
    Mei 30, 2013 pukul 7:32 am

    assalamualaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    permisi mas saya mau tanya jika shalat membaca niat seperti “ushalli” baik itu di mulut atau di hati, apakah hukumnya bidah?

    Terimakasih mas ivan,.
    Shalat adalah ibadah yang mulia, dan rasulullah sudah mengajarkan tatacaranya,
    Rasulullah tidak pernah membaca niat dalam shalatnya, karena niat adalah perbuatan hati,bukan perbuatan mulut atau lisan,
    Rasulullah juga tidak pernah mengajarkan lafadz niat shalat dengan ushalli, dst,. demikian pula para sahabat, tidak pernah melakukannya,
    Imam syafii juga tidak pernah melakukan shalat dengan melafadzkan ushalli, dst,.

    Lalu jika kita melakukan hal tersebut, apakah kita menganggap lebih baik dari shalat rasulullah, padahal rasulullah memerintahkan kita untuk shalat sebagaimana tatacara shalat yang rasulullah ajarkan,.

    Tatacara shalat sesuai yang rasulullah ajarkan silahkan anda bisa baca disini, juga disini bisa lihat videonya disini
    Tentang bacaan ushalli, sudah saya posting disini

  20. Herpikasari Arifin
    Mei 26, 2013 pukul 2:59 pm

    Jazakumullahu khairan… :)

    Jazakumullahu khairan… :)

  21. argo
    April 2, 2013 pukul 1:58 pm

    sama kaya muhammadiyah…hehe

    terimakasih mas argo,
    saya gede di muhammadiyah juga mas, tapi cara wudhunya tdk seperti itu,. bahkan org2 muhammadiyah di tempat asal saya hingga sekarang, cara wudhunya tdk seperti itu,. karena muhammadiyah kan patokannya HPT , Himpunan Putusan Tarjih,.

    tentang manhaj muhammadiyah, silahkan baca disini

    • aery
      Juli 11, 2013 pukul 6:02 am

      Saya juga dari keluarga Muhammadiyah..dari TK sampai SMA di perguruan Muh.
      Dan memang yang saya terima ajaran wudhunya sangat mendekati uraian di atas kalo tidak dibilang sama. Yah bisa jadi ditempat lain berbeda ngajarinnya.

      Tapi yang pasti memang ada beberapa hal yang saya pahami berbeda dengan keumuman pemahaman warga Muhammadiyah terutama di tempatku..dan pada prakteknya memang di warga Muhammadiyah banyak degadrasi dalam pengamalan ibadah… warga NU terlihat lebih bagus dan saya respek terhadap mereka..
      Bagi saya Muhammadiyah atau NU atau lainnya sama-sama ada kelebihan dan kelemahannya, yang penting orang-orangnya berusaha menjalankan ajaran sesuai/semakin mendekati ajaran Rosul..semampunya dan tidak menutup mata terhadap ilmu

      Seperti saat ini meskipun Muhammadiyah mulai puasa 9 Juli tapi saya mulai di 10 Juli..
      Seperti juga pernyataan pak Din tentang ulil amri yang saya juga tidak sepaham (meskipun begitu saya tetap menghormati pak Din sebagai ahli ilmu)
      ya begitu aja…bagi saya putusan Majelis Tarjih hanya sebagai salah satu referensi dari sekian banyak referensi lainnya…

      Semoga Muhammadiyah tetap berkembang dan semakin mendekat kepada ajaran Rosululloh..janganlah menjauh.

      Mudah-mudahan warga muhammadiyah semakin sadar, putusan tarjih bukan segalanya, bukanlah patokan kebenaran,
      Saya juga besar di muhammadiyah,. dan begitu taklidnya warga muhammadiyah, atau pimpinan-pimpinan muhammadiyah kepada kebijakan ormas, sehingga jika ada amalan dari rasulullah yang itu blum ada dalam putusan tarjih, maka akan dipermasalahkan,.. seolah-olah putusan tarjih adalah sumber rujukan utama,..

      Putusan tarjih bukan menjadikan kaum muslimin atau warga muhamadiyah mengenal dalil-dalil dari rasulullah, tapi hanya semakin menumbuhkan taklid buta kepada putusan ormas ini, ini adalah satu kesalahan,..

      Harusnya ormas ini mengedepankan dalil dan penyadaran kepada warganya akan dalil-dalil dari alquran atau hadits2 yg shahih, sampaikan rujukannya, bukan hanya menyimpulkan saja, lalu dituliskan dalam HPT , sehingga yg dikenal warga muhammadiyah adalah HPT, bukan dalil dari rasulullah,

      Jadikanlah timbangan kebenaran itu adalah dalil, dahulukan dalil daripada HPT, bukan dahulukan HPT baru dalil,.

  22. fredian
    Desember 16, 2012 pukul 11:24 am

    kang boleh gak wudlu tdak dengan air yg mengalir(air keran)??
    misal qta wudhu dari sebuah air satu timba, jadi d situ qta mengambilnya dngan tangan untuk membasuh anggota tubuh saat berwudhu (tanpa mengalirkannya).

    katanya sih gak boleh. , mhon jwabannya.
    terima kasih.

    Terimakasih mas fredian atas pertanyaannya, pertanyaan yang bagus,
    Kita disuruh menggunakan air sehemat mungkin dalam berwudhu, air satu timba sangat cukup untuk berwudhu lebih dari satu orang, bahkan bisa hingga lima orang, sebab air satu gayungpun bisa digunakan utk berwudhu oleh satu orang,
    Dan tidak mengapa kita mengambil langsung, tanpa harus dialirkan,atau dikucurkan,tapi diciduk dengan tangan,

    • fredian
      Desember 16, 2012 pukul 12:19 pm

      ow gitu, y akhrnya jdi gk ragu lagi. nambah lage pengetahuan saya. .
      ma kasih y kang.

  23. Aisyah Ismi
    Desember 9, 2012 pukul 4:34 am

    ini sangatlah bagus dan bagus sekali tuk muslimin semuanya,seperti saya misalnya krn sy berasal dr desa yg mayoritas pelaku Bid ah merupakan hal biasa2 saja dimasyarakat.sukron kathiir siapapun anda saya sendiri sangat2lah berterimakasih dgn blog anda.

  1. No trackbacks yet.

Silahkan tulis komentar anda,.. surel diisi dgn email, nama diisi dengan nama anda ,

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.568 pengikut lainnya.