Beranda > Belajar Nasehat > Banyak Yang Tidak Percaya Bahwa Kedua Orangtua Rasulullah Ada Di NERAKA, Karena Mati Diatas Kekafiran

Banyak Yang Tidak Percaya Bahwa Kedua Orangtua Rasulullah Ada Di NERAKA, Karena Mati Diatas Kekafiran


Kafirkah Kedua Orang Tua Nabi ? (sebuah ringkasan)kafirkah orangtua nabi

Tidak dipungkiri bahwa kedudukan para Nabi dan Rasul itu tinggi di mata Allah. Namun hal itu bukanlah sebagai jaminan bahwa seluruh keluarga Nabi dan Rasul mendapatkan petunjuk dan keselamatan serta aman dari ancaman siksa neraka karena keterkaitan hubungan keluarga dan nasab. Allah telah berfirman tentang kekafiran anak Nabi Nuh ‘alaihis-salaam yang akhirnya termasuk orang-orang yang ditenggelamkan Allah bersama orang-orang kafir :

وَقِيلَ يَأَرْضُ ابْلَعِي مَآءَكِ وَيَسَمَآءُ أَقْلِعِي وَغِيضَ الْمَآءُ وَقُضِيَ الأمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُودِيّ وَقِيلَ بُعْداً لّلْقَوْمِ الظّالِمِينَ * وَنَادَى نُوحٌ رّبّهُ فَقَالَ رَبّ إِنّ ابُنِي مِنْ أَهْلِي وَإِنّ وَعْدَكَ الْحَقّ وَأَنتَ أَحْكَمُ الْحَاكِمِينَ قَالَ يَنُوحُ إِنّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ إِنّهُ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ فَلاَ تَسْأَلْنِـي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنّيَ أَعِظُكَ أَن تَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ

Dan difirmankan: “Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim “. Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya”. Allah berfirman: “Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan.” [QS. Huud : 44-46].

Allah juga berfirman tentang keingkaran Azar ayah Nabi Ibrahim ’alaihis-salaam :

وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ إِبْرَاهِيمَ لأبِيهِ إِلاّ عَن مّوْعِدَةٍ وَعَدَهَآ إِيّاهُ فَلَمّا تَبَيّنَ لَهُ أَنّهُ عَدُوّ للّهِ تَبَرّأَ مِنْهُ إِنّ إِبْرَاهِيمَ لأوّاهٌ حَلِيمٌ

Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun” [QS. At-Taubah : 114].

Dan Allah pun berfirman tentang istri Nabi Luth sebagai orang yang dibinasakan oleh adzab Allah :

فَأَنجَيْنَاهُ وَأَهْلَهُ إِلاّ امْرَأَتَهُ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ

Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). [QS. Al-A’raf : 83].

Tidak terkecuali hal itu terjadi pada kedua orang tua Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam. Mereka berdua – sesuai dengan kehendak kauni Allah ta’ala – mati dalam keadaan kafir. Hal itu ditegaskan oleh beberapa nash di antaranya :

1.    Al-Qur’an Al-Kariim

مَا كَانَ لِلنّبِيّ وَالّذِينَ آمَنُوَاْ أَن يَسْتَغْفِرُواْ لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوَاْ أُوْلِي قُرْبَىَ مِن بَعْدِ مَا تَبَيّنَ لَهُمْ أَنّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam” [QS. At-Taubah : 113].

Sababun-Nuzul (sebab turunnya) ayat ini adalah berkaitan dengan permohonan Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam kepada Allah ta’ala untuk memintakan ampun ibunya (namun kemudian Allah tidak mengijinkannya) [Lihat Tafsir Ath-Thabari dan Tafsir Ibnu Katsir QS. At-Taubah : 113].

2.    As-Sunnah Ash-Shahiihah

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ أَبِي قَالَ فِي النَّارِ فَلَمَّا قَفَّى دَعَاهُ فَقَالَ إِنَّ أَبِي وَأَبَاكَ فِي النَّارِ

Dari Anas radliyallaahu ‘anhu : Bahwasannya ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam : “Wahai Rasulullah, dimanakah tempat ayahku (yang telah meninggal) sekarang berada ?”. Beliau menjawab : “Di neraka”. Ketika orang tersebut menyingkir, maka beliau memanggilnya lalu berkata : “Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka”. [HR. Muslim no. 203, Abu Dawud no. 4718, Ahmad no. 13861, Ibnu Hibban no. 578, Al-Baihaqi dalam Al-Kubraa no. 13856, Abu ‘Awanah no. 289, dan Abu Ya’la no. 3516].

Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata : “Di dalam hadits tersebut [yaitu hadits :  إن أبي وأباك في النار – ”Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka”] terdapat pengertian bahwa orang yang meninggal dunia dalam keadaan kafir, maka dia akan masuk neraka. Dan kedekatannya dengan orang-orang yang mendekatkan diri (dengan Allah) tidak memberikan manfaat kepadanya. Selain itu, hadits tersebut juga mengandung makna bahwa orang yang meninggal dunia pada masa dimana bangsa Arab tenggelam dalam penyembahan berhala, maka diapun masuk penghuni neraka. Hal itu bukan termasuk pemberian siksaan terhadapnya sebelum penyampaian dakwah, karena kepada mereka telah disampaikan dakwah Ibrahim dan juga para Nabi yang lain shalawaatullaah wa salaamuhu ‘alaihim” [Syarah Shahih Muslim oleh An-Nawawi juz 3 hal. 79 melalui perantara Naqdu Masaalikis-Suyuthi fii Waalidayil-Musthafaa oleh Dr. Ahmad bin Shalih Az-Zahrani hal. 26, Cet. 1425 H].

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم اسْتَأْذَنْتُ رَبِّي أَنْ أَسْتَغْفِرَ لِأُمِّي فَلَمْ يُؤْذَنْ لِي وَاسْتَأْذَنْتُهُ أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأُذِنَ لِي

Dari Abi Hurairah radliyallaahu ’anhu ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam : ”Sesungguhnya aku telah memohon ijin Rabb-ku untuk memintakan ampun ibuku, dan Ia tidak mengijinkanku. Namun Ia mengijinkan aku untuk menziarahi kuburnya” [HR. Muslim no. 976, Abu Dawud no. 3234, An-Nasa’i dalam Ash-Shughraa no. 2034, Ibnu Majah no. 1572, dan Ahmad no. 9686].

Al-Imam Al-Baihaqi rahimahullah berkata :

وأبواه كانا مشركين, بدليل ما أخبرنا

”Sesungguhnya kedua orang tua Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam adalah musyrik dengan dalil apa yang telah kami khabarkan….”. Kemudian beliau membawakan dalil hadits dalam Shahih Muslim di atas (no. 203 dan 976) di atas [Lihat As-Sunanul-Kubraa juz 7 Bab Nikaahi Ahlisy-Syirk wa Thalaaqihim] [1].

Al-’Allamah Syamsul-Haq ’Adhim ’Abadi berkata :

فلم يأذن لي :‏‏ لأنها كافرة والاستغفار للكافرين لا يجوز

”Sabda beliau shallallaahu ’alaihi wasallam : ”Dan Ia (Allah) tidak mengijinkanku”  adalah disebabkan Aminah adalah seorang yang kafir, sedangkan memintakan ampun terhadap orang yang kafir adalah tidak diperbolehkan” [’Aunul-Ma’bud Syarh Sunan Abi Dawud, Kitaabul-Janaaiz, Baab Fii Ziyaaratil-Qubuur]. [2]

عن ابن مسعود رضي الله عنه قال جاء ابنا مليكة - وهما من الأنصار - فقالا: يَا رَسولَ الله إنَ أمَنَا كَانَت تحفظ عَلَى البَعل وَتكرم الضَيف، وَقَد وئدت في الجَاهليَة فَأَينَ أمنَا؟ فَقَالَ: أمكمَا في النَار. فَقَامَا وَقَد شَق ذَلكَ عَلَيهمَا، فَدَعَاهمَا رَسول الله صَلَى الله عَلَيه وَسَلَمَ فَرَجَعَا، فَقَالَ: أَلا أَنَ أمي مَعَ أمكمَا

Dari Ibnu Mas’ud radliyallaahu ‘anhu ia berkata : Datang dua orang anak laki-laki Mulaikah – mereka berdua dari kalangan Anshar – lalu berkata : “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibu kami semasa hidupnya memelihara onta dan memuliakan tamu. Dia dibunuh di jaman Jahiliyyah. Dimana ibu kami sekarang berada ?”. Maka beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam menjawab : “Di neraka”. Lalu mereka berdiri dan merasa berat mendengar perkataan beliau. Lalu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam memanggil keduanya lalu berkata : “Bukankah ibuku bersama ibu kalian berdua (di neraka) ?” [Lihat Tafsir Ad-Durrul-Mantsur juz 4 halaman 298 – Diriwayatkan oleh Ahmad no. 3787, Thabarani dalam Al-Kabiir 10/98-99 no. 10017, Al-Bazzar 4/175 no. 3478, dan yang lainnya; shahih].

3.    Ijma’

Al-Imam Ibnul-Jauzi berkata :

وأما عبد الله فإنه مات ورسول الله صلى الله عليه وسلم حمل ولا خلاف أنه مات كافراً، وكذلك آمنة ماتت ولرسول الله صلى الله عليه وسلم ست سنين

”Adapun ’Abdullah (ayah Nabi), ia mati ketika Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam masih berada dalam kandungan, dan ia mati dalam keadaan kafir tanpa ada khilaf. Begitu pula Aminah (tentang kekafirannya tanpa ada khilaf), dimana ia mati ketika Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam berusia enam tahun” [Al-Maudlu’aat juz 1 hal. 283].

Al-’Allamah ’Ali bin Muhammad Sulthan Al-Qaari telah menukil adanya ijma’ tentang kafirnya kedua orang tua Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam dengan perkataannya :

وأما الإجماع فقد اتفق السلف والخلف من الصحابة والتابعين والأئمة الأربعة وسائر المجتهدين على ذلك من غير إظهار خلاف لما هنالك والخلاف من اللاحق لا يقدح في الإجماع السابق سواء يكون من جنس المخالف أو صنف الموافق

”Adapun ijma’, maka sungguh ulama salaf dan khalaf dari kalangan shahabat, tabi’in, imam empat, serta seluruh mujtahidin telah bersepakat tentang hal tersebut (kafirnya kedua orang tua Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam) tanpa adanya khilaf. Jika memang terdapat khilaf setelah adanya ijma’, maka tidak mengurangi nilai ijma’ yang telah terjadi sebelumnya. Sama saja apakah hal itu terjadi pada orang-orang menyelisihi ijma’ (di era setelahnya) atau dari orang-orang yang telah bersepakat (yang kemudian ia berubah pendapat menyelisihi ijma’) [Adilltaul-Mu’taqad Abi Haniifah hal. 7 - download dari www.alsoufia.com].

Al-Imam Abu Hanifah rahimahullah berkata :

ووالدا رسول الله مات على الكفر

”Dan kedua orang tua Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam mati dalam keadaan kafir” [Al-Adillatul-Mu’taqad Abi Haniifah hal. 1 – download dari www.alsoufia.com].

Al-Imam Abu Ja’far Ath-Thabari rahimahullah berkata dalam Tafsirnya ketika menjelaskan QS. Al-Baqarah : 119 :

فإن فـي استـحالة الشكّ من الرسول علـيه السلام فـي أن أهل الشرك من أهل الـجحيـم, وأن أبويه كانا منهم

”Semua ini berdasar atas keyakinan dari Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam bahwa orang-orang musyrik itu akan masuk Neraka Jahim dan kedua orang tua Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam termasuk bagian dari mereka”.

Al-Imam Ibnul-Jauzi berkata ketika berhujjah dengan hadits ” Sesungguhnya aku telah memohon ijin Rabb-ku untuk memintakan ampun ibuku” ; yaitu berdasarkan kenyataan bahwa Aminah bukanlah seorang wanita mukminah” [Al-Maudlu’aat juz 1 hal. 284].

Beberapa imam ahli hadits pun memasukkan hadits-hadits yang disebutkan di atas dalam Bab-Bab yang tegas menunjukkan fiqh (pemahaman) dan i’tiqad mereka tentang kekafiran kedua orang tua Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam. Misalnya, Al-Imam Muslim memasukkannya dalam Bab [بيان أن من مات على الكفر فهو في النار ولا تناله شفاعة ولا تنفعه قرابة المقربين] “Penjelasan bahwasannya siapa saja meninggal dalam kekafiran maka ia berada di neraka dan ia akan memperoleh syafa’at dan tidak bermanfaat baginya hubungan kekerabatan”. Al-Imam Ibnu Majah memasukkannya dalam Bab [ما جاء في زيارة قبور المشركين] ”Apa-Apa yang Datang Mengenai Ziyarah ke Kubur Orang-Orang Musyrik”. Al-Imam An-Nasa’i memasukkannya dalam Bab [زيارة قبر المشرك] ”Ziyarah ke Kubur Orang-Orang Musyrik. Dan yang lainnya.

Keterangan di atas adalah hujjah yang sangat jelas yang menunjukkan kekafiran kedua orang tua Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam. Namun, sebagian orang-orang yang datang belakangan menolak ’aqidah ini dimana mereka membuat khilaf setelah adanya ijma’ (tentang kekafiran kedua orang tua Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam). Mereka mengklaim bahwa kedua orang tua beliau termasuk ahli surga. Yang paling menonjol dalam membela pendapat ini adalah Al-Haafidh As-Suyuthi. Ia telah menulis beberapa judul khusus yang membahas tentang status kedua orang tua Nabi seperti : Masaalikul-Hunafaa fii Waalidayal-MusthafaaAt-Ta’dhiim wal-Minnah fii Anna Abawai Rasuulillah fil-Jannah, As-Subulul-Jaliyyah fil-Aabaail-’’Aliyyah, dan lain-lain.

Bantahan terhadap Syubuhaat

1.    Mereka menganggap bahwa kedua orang tua nabi termasuk ahli fatrah sehingga mereka dimaafkan.

Kita Jawab :

Definisi fatrah menurut bahasa kelemahan dan penurunan [Lisaanul-’Arab oleh Ibnul-Mandhur 5/43]. Adapun secara istilah, maka fatrah bermakna tenggang waktu antara dua orang Rasul, dimana ia tidak mendapati Rasul pertama dan tidak pula menjumpai Rasul kedua” [Jam’ul-Jawaami’ 1/63]. Hal ini seperti selang waktu antara Nabi Nuh dan Idris ’alaihimas-salaam serta seperti selang waktu antara Nabi ’Isa ’alaihis-salaam dan Muhammad shallallaahu ’alaihi wasallam. Definisi ini dikuatkan oleh firman Allah ta’ala :

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ عَلَى فَتْرَةٍ مِنَ الرُّسُلِ أَنْ تَقُولُوا مَا جَاءَنَا مِنْ بَشِيرٍ وَلا نَذِيرٍ

Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepada kamu Rasul Kami, menjelaskan (syariat Kami) kepadamu ketika terputus (pengiriman) rasul-rasul, agar kamu tidak mengatakan: “Tidak datang kepada kami baik seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan” [QS. Al-Maaidah : 19].

Ahli fatrah terbagi menjadi dua macam :

  1. Yang telah sampai kepadanya ajaran Nabi.

  2. Yang tidak sampai kepadanya ajaran/dakwah Nabi dan dia dalam keadaan lalai.
    Golongan pertama di atas dibagi menjadi dua, yaitu : Pertama, Yang sampai kepadanya dakwah dan dia bertauhid serta tidak berbuat syirik. Maka mereka dihukumi seperti ahlul-islam/ahlul-iman. Contohnya adalah Waraqah bin Naufal, Qus bin Saa’idah, Zaid bin ’Amr bin Naufal, dan yang lainnya. Kedua, Yang tidak sampai kepadanya dakwah namun ia merubah ajaran dan berbuat syirik. Golongan ini tidaklah disebut sebagai ahlul-islam/ahlul iman. Tidak ada perselisihan di antara ulama bahwa mereka merupakan ahli neraka. Contohnya adalah ’Amr bin Luhay[3], Abdullah bin Ja’dan, shahiibul-mihjan, kedua orang tua Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam, Abu Thalib, dan yang lainnya.

Golongan kedua, maka mereka akan diuji oleh Allah kelak di hari kiamat.

Kedua orang tua Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam memang termasuk ahli fatrah, namun telah sampai kepada mereka dakwah Nabi Ibrahim ’alaihis-salaam. Maka, mereka tidaklah dimaafkan akan kekafiran mereka sehingga layak sebagai ahli neraka.

2.    Hadits-hadits yang menceritakan tentang dihidupkannya kembali kedua orang tua Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam ke dunia, lalu mereka beriman kepada ajaran beliau.

Di antara hadits-hadits tersebut adalah :

عن عائشة رضي الله عنها قالت: حج بنا رسول الله حجة الوداع ، فمرّ بي على عقبة الحجون وهو باكٍ حزين مغتم فنزل فمكث عني طويلاً ثم عاد إلي وهو فرِحٌ مبتسم ، فقلت له فقال : ذهبت لقبر أمي فسألت الله أن يحييها فأحياها فآمنت بي وردها الله

Dari ’Aisyah radliyallaahu ’anhaa ia berkata : ”Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam melakukan haji bersama kami dalam haji wada’. Beliau melewati satu tempat yang bernama Hajun dalam keadaan menangis dan sedih. Lalu beliau shallallaahu ’alaihi wasallam turun dan menjauh lama dariku kemudian kembali kepadaku dalam keadaan gembira dan tersenyum. Maka akupun bertanya kepada beliau (tentang apa yang terjadi), dan beliau pun menjawab : ”Aku pergi ke kuburan ibuku untuk berdoa kepada Allah agar Ia menghidupkannya kembali. Maka Allah pun menghidupkannya dan mengembalikan ke dunia dan beriman kepadaku” [Diriwayatkan oleh Ibnu Syahin dalam An-Nasikh wal-Mansukh no. 656, Al-Jauzaqaani dalam Al-Abaathil 1/222, dan Ibnul-Jauzi dalam Al-Maudlu’aat 1/283-284].

Hadits ini tidak shahih karena perawi yang bernama Muhammad bin Yahya Az-Zuhri dan Abu Zinaad. Tentang Abu Zinaad, maka telah berkata Yahya bin Ma’in : Ia bukanlah orang yang dijadikan hujjah oleh Ashhaabul-Hadiits, tidak ada apapanya”. Ahmad berkata : ”Orang yang goncang haditsnya (mudltharibul-hadiits)”. Berkata Ibnul-Madiinii : ”Menurut para shahabat kami ia adalah seorang yang dla’if”. Ia juga berkata pula : ”Aku melihat Abdurrahman bin Mahdi menulis haditsnya”. An-Nasa’i berkata : ”Haditsnya tidak boleh dijadikan hujjah”. Ibnu ’Adi berkata : ”Ia termasuk orang yang ditulis haditsnya” [silakan lihat selengkapnya dalam Tahdzibut-Tahdzib]. Ringkasnya, maka ia termasuk perawi yang ditulis haditsnya namun riwayatnya sangat lemah jika ia bersendirian.

Adapun Muhammad bin Yahya Az-Zuhri, maka Ad-Daruquthni berkata : ”Matruk”. Ia juga berkata : ”Munkarul-Hadits, ia dituduh memalsukan hadits” [lihat selengkapnya dalam Lisaanul-Miizaan 4/234].

Dengan melihat kelemahan itu, maka para ahli hadits menyimpulkan sebagai berikut : Ibnul-Jauzi dalam Al-Maudlu’aat (1/284) berkata : ”Palsu tanpa ragu lagi”. Ad-Daruquthni dalam Lisaanul Mizan (biografi ’Ali bin Ahmad Al-Ka’by) : ”Munkar lagi bathil”. Ibnu ’Asakir dalam Lisanul-Mizan (4/111) : ”Hadits munkar”. Adz-Dzahabi berkata (dalam biografi ’Abdul-Wahhab bin Musa) : ”Hadits ini adalah dusta”.

عن ابن عمر رضي الله عنهما قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إذا كان يوم القيامة شفعت لأبي وأمي وعمي أبي طالب وأخ لي كان في الجاهلية

Dari Ibnu ’Umar radliyallaahu ’anhuma ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam : ”Pada hari kiamat nanti aku akan memberi syafa’at kepada ayahku, ibuku, pamanku Abu Thalib, dan saudaraku di waktu Jahiliyyah” [Diriwayatkan oleh Tamam Ar-Razi dalam Al-Fawaaid 2/45].

Hadits ini adalah palsu karena rawi yang bernama Al-Waliid bin Salamah. Ia adalah pemalsu lagi ditinggalkan haditsnya [lihat Al-Majruhiin oleh Ibnu Hibban 3/80 dan Mizaanul-I’tidaal oleh Adz-Dzahabi 4/339]. Pembahasan selengkapnya hadits ini dapat dibaca dalam Silsilah Al-Ahaadits Adl-Dla’iifah wal-Ma’udluu’ah oleh Asy-Syaikh Al-Albani no. 322.

عن علي مرفوعاً : « هبط جبريل علي فقال إن الله يقرئك السلام ويقول إني حرمت النار على صلبٍ أنزلك وبطنٍ حملك وحجرٍ كفلك »

Dari ’Ali radliyallaahu ’anhu secara marfu’ : ”Jibril turun kepadaku dan berkata : ’Sesungguhnya Allah mengucapkan salaam dan berfirman : Sesungguhnya Aku haramkan neraka bagi tulang rusuk yang telah mengeluarkanmu (yaitu Abdullah), perut yang mengandungmu (yaitu Aminah), dan pangkuan yang merawatmu (yaitu Abu Thalib)” [Diriwayatkan oleh Al-Jauzaqaani dalam Al-Abaathil 1/222-223 dan Ibnul-Jauzi dalam Al-Maudlu’aat 1/283].

Hadits ini adalah palsu (maudlu’) tanpa ada keraguan sebagaimana dijelaskan oleh Ibnul-Jauzi dalam Al-Maudlu’aat (1/283) dan Adz-Dzahabi dalam Ahaadiitsul-Mukhtarah no. 67.

Dan hadits lain yang senada yang tidak lepas dari status sangat lemah, munkar, atau palsu.

3.    Hadits-hadits yang menjelaskan tentang kafirnya kedua orang tua Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam dinasakh (dihapus) oleh hadits-hadits yang menjelaskan tentang berimannya kedua orang tua beliau. 

Kita jawab : 

Klaim nasakh hanyalah diterima bila nash naasikh (penghapus) berderajat shahih. Namun, kedudukan haditsnya yang dianggap naasikh adalah sebagaimana yang kita lihat (sangat lemah, munkar, atau palsu). Maka bagaimana bisa diterima hadits shahih di-nasakh oleh hadits yang kedudukannya sangat jauh di bawahnya ? Itu yang pertama. Adapun yang kedua, nasakh hanyalah ada dalam masalah-masalah hukum, bukan dalam masalah khabar. Walhasil, anggapan nasakh adalah anggapan yang sangat lemah.

Pada akhirnya, orang-orang yang menolak hal ini berhujjah dengan dalil-dalil yang sangat lemah. Penyelisihan dalam perkara ini bukan termasuk khilaf yang diterima dalam Islam (karena tidak didasari oleh hujjahyang kuat). Orang-orang Syi’ah berada pada barisan terdepan dalam memperjuangkan pendapat bathil ini. Di susul kemudian sebagian habaaib (orang yang mengaku keturunan Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam) dimana mereka menginginkan atas pendapat itu agar orang berkeyakinan tentang kemuliaan kedudukan mereka sebagai keturunan Rasulullah. Hakekatnya, motif dua golongan ini adalah sama. Kultus individu.

Keturunan Nabi adalah nasab yang mulia dalam Islam. Akan tetapi hal itu bukanlah jaminan – sekali lagi – bahwa mereka akan dimasukkan ke dalam surga dan selamat dari api neraka. Allah hanya akan menilai seseorang – termasuk mereka yang mengaku memiliki nasab mulia – dari amalnya. Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam bersabda :

وَمَنْ بَطَأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ

Barangsiapa yang lambat amalnya, maka kemuliaan nasabnya tidak bisa mempercepatnya”  [HR. Muslim – Arba’un Nawawiyyah  no. 36].

Kesimpulan : Kedua orang tua Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam adalah meninggal dalam keadaan kafir. Wallaahu a’lam.

[direvisi dan diperbaiki tanggal 11-5-2011].


[1]     Perkataan Imam Al-Baihaqi tentang kekafiran kedua orang tua Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam juga dapat ditemui dalam kitab Dalaailun-Nubuwwah juz 1 hal. 192, Daarul-Kutub, Cet. I, 1405 H, tahqiq : Dr. Abdul-Mu’thi Al-Qal’aji].

[2]     Karena ibu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam termasuk orang-orang kafir. Allah telah melarang Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam dan kaum mukminin secara umum untuk memintakan ampun orang-orang yang meninggal dalam keadaan kafir sebagaimana firman-Nya :

      مَا كَانَ لِلنّبِيّ وَالّذِينَ آمَنُوَاْ أَن يَسْتَغْفِرُواْ لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوَاْ أُوْلِي قُرْبَىَ مِن بَعْدِ مَا تَبَيّنَ لَهُمْ أَنّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

      “Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam” [QS. At-Taubah : 113].

[3]     Dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu ia berkata :

قال النبي صلى الله عليه وسلم رأيت عمرو بن عامر بن لحي الخزاعي يجر قصبه في النار وكان أول من سيب السوائب

Telah berkata Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu : Telah bersabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam“Aku melihat ‘Amru bin ‘Amir bin Luhay Al-Khuzaa’i menarik-narik ususnya di neraka. Dia adalah orang pertama yang melepaskan onta-onta (untuk dipersembahkan kepada berhala)” [HR. Bukhari no. 3333 – tartib maktabah sahab, Muslim no. 2856].

Nisbah Al-Khuzaa’i merupakan nisbah kepada sebuah suku besar Arab, yaitu Bani Khuza’ah. Ibnu Katsir menjelaskan sebagai berikut :

عمرو هذا هو ابن لحي بن قمعة, أحد رؤساء خزاعة الذين ولوا البيت بعد جرهم وكان أول من غير دين إبراهيم الخليل, فأدخل الأصنام إلى الحجاز, ودعا الرعاع من الناس إلى عبادتها والتقرب بها, وشرع لهم هذه الشرائع الجاهلية في الأنعام وغيرها

“‘Amru bin ‘Amir bin Luhay Al-Khuza’i merupakan salah satu pemimpin Khuza’ah yang memegang kekuasaan atas Ka’bah setelah Kabilah Jurhum. Ia adalah orang yang pertama kali mengubah agama Ibrahim (atas bangsa Arab). Ia memasukkan berhala-berhala ke Hijaz, lalu menyeru kepada beberapa orang jahil untuk menyembahnya dan bertaqarrub dengannya, dan ia membuat beberapa ketentuan jahiliyyah ini bagi mereka yang berkenaan dengan binatang ternak dan lain-lain……” [lihat Tafsir Ibnu Katsir 2/148 QS. Al-Maidah ayat 103].

sumber: http://abul-jauzaa.blogspot.com/2008/06/kafirkah-kedua-orang-tua-nabi-sebuah.html

 

  1. gresdo
    Juli 7, 2014 pukul 6:14 pm

    ne admin kayak nya udah sok paling bener ne..
    dan sprtinya anda terlalu tinggi bljar agamanya…saking tinggi nya jadi begok…
    udah jelas rasulullah lahir dari nasab yg mulia…
    masih ngotot juga anda klo ayah dan ibunda rasulullah masuk neraka…
    klo belajar hadis..jgn setengah2..ntar otak anda jadi bubur…ntar anda dimurkai allah…

    Terimakasih mas gresdo, sudah komentar disini,.
    komentar yang bagus menurut saya sih,.
    Nasab yang mulia tidak berarti anak yang dilahirkan itu juga otomatis menjadi mulia, demikian pula sebaliknya, seorang anak yang mulia belum tentu bapaknya juga mulia pula,
    mau contoh?
    Ini contoh seorang nabi, dan anaknya durhaka, tidak mau mengikuti agama Allah, dialah Nabi Nuh, memiliki anak bernama kan’an, dan kan’an tidak mau mengikuti anjuran bapaknya, tapi malah memilih bersama kaumnya yang durhaka,
    Lalu nabi ibrahim, ayah beliau adalah pembuat patung, bukan sembarang patung, tapi patung yang disembah,..

    Jadi,.. nasab yang mulia, tidak otomatis melahirkan keturunan yang mulia,.
    Mulianya nasab nabi muhammad adalah, bukan berarti terlahir dari manusia calon penghuni surga, tapi mulia disini adalah terlahir dari hasil perkawinan yang sah, bukan anak hasil zina, sebab budaya arab kala itu, zina sangatlah banyak, wanita begitu rendah harganya, bahkan tak jarang mereka membunuh anak wanita mereka,. ini budaya arab kala itu, silahkan klik disini

    Terus,.
    yang mengatakan kedua orang tua nabi berada di neraka, ITU ADALAH RASULULLAH,.
    Apakah anda tidak mempercayai ucapan Rasulullah? bukankah anda sudah bersaksi bahwa nabi muhammad itu utusan Allah?
    Rasulullah tahu bahwa kedua orangtuanya di neraka itu berdasarkan wahyu dari Allah,.

    Berat lho menolak kebenaran yang berasal dari Allah dan Rasulnya,.

    • firman
      Juli 8, 2014 pukul 12:49 pm

      Ikut bales juga…
      trus kalo emang ortu nya rosululloh masuk nereka,, knpa dia tda menyelamatn ortunya…?
      Saya prnah dnger kalo yg mnyelmtkan ortu itu anak sholeh…
      Nah ini apalgi seorang rosul mana mungkin membiarkan mereka d neraka..
      Pastinya nurani sbagai anak pasti ada dong, apalagi beliau ini seorang rosul…

      terimakasih firman,.
      Anak seshalih apapun tidak akan bermanfaat bagi orangtua yang mati dalam kondisi berbuat kesyirikan, sebagaimana nabi ibrahim tidak bisa menolong bapaknya yang pembuat patung untuk disembah,

      Jangankan setelah mati, ketika masih hiduppun anak dilarang mendoakan agar orangtuanya diampuni dosanya jika orang tua tersebut masih berbuat kesyirikan,

      Allah sendiri yang mengatakan dalam alquran:

      مَا كَانَ لِلنّبِيّ وَالّذِينَ آمَنُوَاْ أَن يَسْتَغْفِرُواْ لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوَاْ أُوْلِي قُرْبَىَ مِن بَعْدِ مَا تَبَيّنَ لَهُمْ أَنّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

      “Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam” [QS. At-Taubah : 113].

  2. Nofirman Firdaus
    Mei 20, 2014 pukul 4:38 pm

    Mas admin bumi ayu yang saya sayangi….
    Ada yang saya ingin tanyakan kepada sampean untuk menambah ilmu saya yang sedikit ini. Semoga mas berkenan memberikan ilmunya kepada saya.

    ( Ibrahim:35 ﴿:
    Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala

    Bukannya Nabi Ibrahim AS berdoa kepada Allah, supaya anak cucu beliau terhindar dari menyembah berhala. Menurut mas admin apakah doa ini di Tolak atau di kabulkan oleh Allah ???

    Terimakasih mas,. komentar yang bagus,.
    anda bertanya seperti itu, bukankah Rasulullah diutus di mekah, dan diutus untuk memurnikan ibadah hanya kepada Allah, tidak menyekutukannya, dan didapati penentangan dari kaum quraisy yg menyembah berhala,.
    Bahkan Rasulullah diusir oleh mereka, bahkan ada upaya untuk membunuh rasulullah,.
    Tidakkah fakta ini menyadarkan anda, kaum quraisypun menyembah berhala,. itulah jaman ketika rasulullah diutus sebagai nabi,. nah, jaman rasulullah belum lahir tentu lebih parah lagi,. bukankah demikian?

    Negeri mekah tetap menjadi negeri yang aman hingga saat ini, dan disana penyembahan terhadap berhala dikikis habis, hingga saat ini, jadi doa nabi ibrahim terkabul,.

    ﴾ Ibrahim:37 ﴿:
    Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.

    Dari ayat diatas nabi Ibrahim as, juga berdoa agar keturunan beliau mendirikan sholat. Menurut mas admin doa diatas dikabulkan atau ditolak oleh Allah ???

    Doa tersebut terkabul,. bahkan hingga saat ini, buah-buahan selalu ada di mekah,
    bahkan kaum musyrikin qurasy juga melaksanakan haji,. tapi kesalahan mereka adalah mereka menyembah Allah, dan bersamaan dengan itu mereka menyembah sesembahan yang lain,. bukankah mereka menyembah berhala, dan Allah nyatakan sendiri dalam alquran,.

    ﴾ Ibrahim:39 ﴿
    Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.

    ﴾ Ibrahim:40 ﴿
    Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.

    Ayat diatas juga doa nabi ibrahim as agar beliau dan anak cucunya tetap mendirikan sholat. Apakah doa tersebut dikabulkan atau ditolak oleh Allah swt menurut mas admin ???

    Satu pertanyaan lagi untuk menambah ilmu saya:
    Ibunda mukminin Khadijah, sebelum menikah dengan Rasulullah apakah termasuk penyembah berhala/musyrik berdasarkan riwayat2 yang ada ???

    Tidakkah anda melihat sejarah? khadijah menerima dakwah rasulullah, bahkan yang menghibur rasulullah ketika rasul mendapatkan wahyu,. bagaimana dikatakan khadijah itu musyrik? bahkan khadijah dijanjikan akan masuk surga,sebagaimana aisyah,abu bakar,umar,utsman,ali,. ada riwayatnya

    Semoga kita semua selalu dalam petunjuk dan Rahmat Allah SWT.

    aamiin,.

    Ayat-ayat diatas bukan menjadikan semua keturunan

    tidak,.. ayat2 diatas tidak menjadikan semua keturunan itu terjaga dari kesalahan,.
    lihat faktanya,. paman nabi sendiri seperti abu jahal, abu lahab, bahkan kakek nabi yaitu abdul muthalib,
    bahkan paman nabi yang mengalami nabi diutus, beliau tidak mau menerima dakwahnya nabi muhammad, beliau adalah Abu Thalib,. hingga meninggal dalam kondisi musyrik, mengikuti agama abdul muthalib,. tidakkah hal tersebut membukakan mata hati anda?

    Tidak dipungkiri bahwa kedudukan para Nabi dan Rasul itu sangat tinggi di mata Allah Ta’ala..

    Namun..

    Hal itu bukanlah sebagai jaminan bahwa seluruh keluarga Nabi dan Rasul mendapatkan petunjuk dan keselamatan serta aman dari ancaman siksa neraka karena keterkaitan hubungan keluarga dan nasab..

    Dan memang keyataanya : Memang ada sebagian dari keluarga para Nabi dan Rasul adalah tergolong orang musyrik dan penghuni neraka..

    Allah telah berfirman tentang kekafiran anak Nabi Nuh ‘alaihis-salaam -yang akhirnya termasuk orang-orang yang ditenggelamkan Allah bersama orang-orang kafir :

    Dan difirmankan :”Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,”dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan :
    ”Binasalah orang-orang yang zalim “.
    Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata :
    ”Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya” -.

    Allah berfirman :”Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan. -”[QS.Huud : 44-46].

    Allah juga berfirman tentang keingkaran Azar ayah Nabi Ibrahim ’alaihis-salaam -:

    “Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun” [QS. At-Taubah : 114].

    Dan Allah pun berfirman tentang istri Nabi Luth sebagai orang yang dibinasakan oleh adzab Allah :
    “Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan)”. -[QS. Al-A’raf : 83].

    Maka satu hal yang harus dipahami dan digaris bawahi :

    Bahwa ketika ada seorang yang membahas dan menjelaskan ttg kafirnya para keluarga Nabi dan Rasul tsb, itu bukan berarti orang tsb sedang mengkafir2kan keluarga Nabi.. Justru yang ia katakan adalah apa adanya berdasar keterangan dari nash..

    Maka begitu juga ketika ada yang menjelaskan tentang kedua orang tua Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam.. Karena : Ternyata hal tsb tidak terkecuali terjadi pada kedua orang tua Rasulullah shallallaahu ’alaihi wa sallam.

    saya sudah posting artikel tentang KAFIRNYA KEDUA ORANG TUA NABI,. untuk melengkapi, dan saya tidak akan menghapusnya, mungkin saya akan menambah lagi agar anda paham,. kewajiban membenarkan apa yang rasulullah sampaikan,. silahkan klik link ini

  3. Nofirman Firdaus
    Mei 20, 2014 pukul 4:28 pm

    Mas Admin bumi ayu….
    Oke saya coba pelajari dengan bimbangan anda, semoga Allah memberi saya petunjuk. Amin Ya Allah.Saya tidak mengingkari apa yang dikatakan Rasulullah, karena itu adalah konsekuensi syahadat. Tetapi ada beberapa ulama yang tentu saja bukan ulama sembarangan dalam ilmu hadits, mengkritisi hadits tersebut. Yang perlu diingat adalah bahwa yang dikritisi bukan perkataan Rasulullah secara langsung tetapi proses penshahihan hadits tersebut oleh ulama hadits bersangkutan.

    Tapi kita harus ingat bagaimana cara suatu hadits disyahihkan. Tentu mas admin lebih paham dari saya. Setelah berakhirnya zaman Khulafaur Rasyidin, banyak hadits2 palsu yang beredar. Pada waktu itulah para ulama terutama ahli hadits membuat suatu metodologi untuk menentukan derajat suatu hadits. Secara garis besar difokuskan kepada dua hal:
    1. Matan
    Matan bertentangan dengan Al quran atau tidak.
    Matan bertentangan dengan hadits yang lebih kuat atau tidak
    Kalau lulus tahap ini maka akan dilanjutkan ke analisa selanjutnya.
    2. Sanad
    Dalam sanad akan diteliti dan dianalisa diantara: jalur periwayatan apakah terputus atau tidak. Kedua kualitas periwayat termasuk kekuatan hafalan, akhlak, dapat dipercaya dan sejarah hidup periwayat secara mendetail. Dalam hal ini pula, ghibah atau mencari kejelekan seseorang diperbolehkan sehingga dapat dipastikan bahwa perkataan tersebut berasal dari Rasulullah.

    Yang membuat metode ini adalah manusia, tetapi tentu saja bukan manusia sembarang tetapi mereka para ulama ahli hadits yang imannya mantaf, hafalan kuat, dan kualitas akhlak dan pribadinya juga mulia. Akan tetapi mereka tidak terbebas dari kesalahan.
    Alhamdulillah dengan usaha para ulama2 hadits yang jumlahnya ratusan ribu tersebut dapat diseleksi untuk menentukan mana yang shahih. Kita sangat berutang kepada para ulama hadits dalam hal ini karena mereka adalah penegak dan pembela ajaran sunnah.

    Prosentasi akurasi kebenaran dapatlah kita katakan 99% atau 99,9% atau 99,99% akan tetapi tidak 100%, karena sehebatnya2 metode yang para ulama hadits gunakan adalah buatan manusia.

    Jika dikatakan akurasi kebenaran pensyahihan suatu hadits 99,99%:
    Maka jika dari 100.000 hadits, kemungkinan ada 0,01% atau 10 hadits yang bermasalah (masih dapat diperdebatkan statusnya) dalam proses pensyahihan tersebut.
    Jika ada 1.000.000 hadits , kemungkina ada 0,01% atau 100 hadits yang bisa jadi bermasalah dalam proses pensyahihan tersebut.
    Makanya tidak heran, jika ada hadits2 shahih didalam kitab-kitab 9 Imam Hadits, dikemudian hari beberapa hadits tersebut didhaifkan oleh Ulama hadits Khalaf seperti Syekh Albani. Apakah berarti Albani pendusta hadits ??? tentu saja tidak, tetapi beliau berusaha yang terbaik berdasarkan metode penyeleksian hadits yang beliau kuasai

    Saya pernah membaca suatu literatur, ulama hadits seperti Albani pernah mendhaifkan suatu hadits pada suatu kitab, tapi dikitab yang lain beliau shahihkan untuk hadits yang sama, dan dikitab yang berbeda beliau justru hadits tersebut masuk ketegori dhaif yang paling rendah. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada syekh Albani, disini terlihat sekali bahwa beliau juga manusia biasa. Semoga Allah selalu merahmati dan mengampuni dosa-dosa beliau. Tapi tidak ada satupun ulama yang mengatakan bahwa Albani pendusta hadits pada saat beliau mendhaifkan suatu hadits.

    Begitu juga dengan ulama2 hadits lainnya baik ulama salaf maupun khalaf pada saat ada diantara mereka mendhaifkan suatu hadits tidak ada yang mencela mereka sebagai Pendusta perkataan Rasulullah, karena semua masih di kawasan proses penyeleksian suatu hadits dan masing2 ahli dibidang hadits dengan kelebihan dan kekuranggannya.

    Saya kira hal inilah yang ingin dikatakan teman2 muslim yang tidak sependapat dengan anda, tapi anda langsung saja mencap mereka anti hadits, mendustai perkataan Rasulullah dan segala macam cap lainnya. Mohon maklum ilmu agama mereka dan saya yang tidak sependapat dengan anda sangat jauh dibawah ilmu mas admin yang sepertinya sudah mutlak benar sehingga dengan entengnya mengatakan mereka yang tidak sependapat sebagai pendusta perkataan Rasulullah, padahal maksud kawan2 muslim yang berbeda pendapat bukanlah itu.

    Semoga kita selalu dalam pentunjuk dan rahmat Allah sampai ajal menjemput.
    (Bersambung….)

    Terimakasih, komentar yang puanjang,.
    Saya hadiahkan postingan untuk anda dan orang-orang yang setipe dengan anda dalam memandang apa itu hadits,. silahkan klik disini
    Mudah-mudahan bisa membuka wawasan anda, mengetahui hakekat kebenaran tersebut, sebagaimana doa anda,.

    Seandainya anda belajar ilmu musthalah hadits, anda akan paham, dan anda mustahil akan berkomentar seperti komentar diatas,.

  4. abu azzam
    Mei 19, 2014 pukul 11:31 pm

    Assalamualaikum, mohon maaf apakah ayahanda Rasul tidak termasuk mengikuti millah ibrahim alaihissalam?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    terimakasih abu azzam,
    Rasulullah yang lebih tahu dari kita, tugas kita adalah mengimani apa yang disampaikan rasulullah itu benar,. dan Rasulullah yang mengatakan bahwa kedua orang tuanya berada di neraka,. seandainya orangtua rasululullah mengikuti agama nabi ibrahim, dan tidak berbuat kesyirikan, niscaya Rasulullah tidak mengatakan seperti itu,..

    Dan rasulullah mengatakan seperti itu juga karena wahyu dari Allah,.

  5. Nofirman Firdaus
    Mei 19, 2014 pukul 8:53 pm

    Saudara mas admin yang saya sayangi…

    Saya tidak mau berpolemik panjang lebar mengenai hal apakah orang tua nabi di neraka atau surga (walaupun saya meyakini kebalikannya dengan anda)
    Tapi mohon tolong dijaga adab/akhlaknya terhadap Rasulullah:

    Apakah sampean tidak takut termasuk orang yang menyakiti hati Rasulullah :

    ﴾ Al Ahzab:57 ﴿:
    Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.

    Dan masih banyak lagi ayat-ayat serupa yang melaknat orang yang menyakiti Rasulullah.
    Lebih baik tulisan mengenai ini jangan dipublikasikan secara luas karena yang namanya internet bisa dibaca siapa saja baik muslim maupun non-muslim, baik muslim yang kuat imannya atau yang lemah, baik muslim yang tinggi ilmunya atau yang sedikit ilmunya dll….

    Ingat …Sampean belum tentu masuk syurga karena memposting tulisan ini ataupun sebaliknya

    Ingat…Sampean juga belum tentu masuk neraka karena tidak memposting tulisan ini ataupun sebaliknya

    Yang pasti Insha Allah, Allah tidak akan menanyai sampean atau saya di akhirat nanti apakah orang tua nabi masuk surga atau neraka, yang ditanya adalah niat (hati) dan amal kita.

    Sampean mengaku mengikuti salaf, tapi hanya ilmu salaf yang sampean ikuti, tapi akhlak kaum salaf tidak tercermin dalam posting sampean ini. Bagaimana ulama salaf menyikap hal2 seperti ini ???

    Saya menarik kesimpulan seakan2 sampean bangga orang tua nabi berada di Neraka…. Maafkan saya jika berburuk sangka.
    Ingat…. Internet dapat diakses 24 jam oleh banyak orang.

    Jika sampean hidup dimasa sahabat, Misalkan di zaman khalifah Umar bin Khattab RA apakah sampean berani teriak2 atau membuat ribuan selebaran yang sampean sebarkan diseluruh jazirah arab dan negeri2 sekitarnya, selebaran yang berisi “orang tua nabi di Neraka”.

    Menurut sampean kalau seandainya sampean hidup dimasa Umar bin Khattab RA, sampean akan dipeluk2 atau disayang2 ama Umar karena KEBENARAN HAL INI yang sampean sampaikan ????
    Atau jangan2 sampean di HUKUM atau DIPENGGAL oleh Umar RA ???

    Apakah sampean berani atau sanggup, jika hidup di masa Rasulullah SAW, dan mengatakan kepada Nabi : Ya Nabi, Orang tua anda di NERAKA …di NERAKA….di NERAKA… ???

    Atau yang lebih ringan aja deh… Apakah sampean sanggup jika bertemu Rasulullah di dalam mimpi dan mengatakan : “ Ya Rasulullah, Orang tua anda di NERAKA….di NERAKA… di… NERAKA ????

    Saya yakin pasti sampean tidak akan sanggup, karena hal tersebut walaupun kebenaran akan menyakiti Rasulullah SAW.

    Saya mendoakan semoga Allah mengampuni dosa-dosa sampean dan saya dan seluruh muslimin seluruhnya…dan kita selalu dalam hidayah Allah dan RahmatNYA.
    Postingan2 sampean selama ini banyak yang benar dan bagus….jujur…saya banyak belajar dari postingan2 sampean yang berhaluan salaf. Tapi untuk hal2 yang seperti ini saya mohon dengan sangat demi kebaikan semua agar dihapus saja. Saya tidak memaksa sampean merubah pendapat sampean, itu hak sampean, tapi hal ini menurut saya kurang bermanfaat jika disebarluaskan seperti ini walaupun isinya kebenara.

    Semoga Mas admin mau saran dari saya yang fakir ilmu ini.

    Terimakasih mas firman, sudah memberikan komentar yang panjang lebar, dan bagus sekali,.
    Mas firman, siapa sih yang merasa gembira mendengar orang yang kita cintai ternyata orangtuanya berada di neraka, kita sedih,.

    namun…..

    Disisi lain kita diuji, sejauh manakah kita membenarkan ucapan Rasulullah,..
    Janganlah kecintaan kita kepada rasulullah itu membuat kita malah tidak membenarkan ucapan Rasulullah,.

    Ingat,…

    Rasulullah tidak berkata dari hawa nafsunya sendiri,. Apa yang rasulullah ucapkan, sampaikan adalah wahyu dari Allah,.

    Demikian pula tentang ucapan rasulullah bahwa kedua orangtua rasulullah itu berada di neraka, itu adalah wahyu dari Allah, yang disampaikan oleh lisan Rasulullah yang mulia, itu adalah benar, bukan dusta,.

    Lalu,…

    Apa masalahnya? Anda tidak menerima dan membenarkan apa yang rasulullah ucapkan? bahkan meminta postingan ini dihapus?

    Apa keberatan anda? Rasulullah DILARANG MEMINTAKAN AMPUN bagi orangtuanya, karena kedua orangtuanya itu MATI DIATAS KEMUSYRIKAN,.. tidakkah anda paham akan hal ini?

    Mungkin saya akan postingkan lagi artikel yang serupa dengan ini, bahkan mungkin dengan bahasa yang lebih mengena di benak kaum muslimin,..

    Kita mencintai rasulullah, membenarkan ucapan rasulullah,.

    Lalu,. apa dengan keberadaan kedua orangtua rasulullah itu di neraka, itu membuat rasulullah turun harga dirinya? …

    tidak sama sekali,. sudah ada contoh nabi-nabi sebelum rasulullah,..

    NABI IBRAHIM, bapaknya adalah PEMBUAT BERHALA,.. nabi ibrahim sendiri tidak bisa mendakwahi bapaknya sendiri,.
    NABI NUH,.. anaknya memilih ikut dengan kaum nabi nuh yang tidak beriman, sehingga anaknya mati ditelan banjir,..
    NABI LUTH,.. istrinya durhaka kepadanya,.
    Lalu anda merasa heran dengan keberadaan keduaorangtua nabi muhammad yang dimasukan ke dalam neraka?

    Disini nilai ujinya,..

    Syahadat anda diuji, bukankah anda mengucapkan Wa asyhaduanna muhammadan rasulullah? bukankah anda bersaksi bahwa nabi muhammad itu adalah utusan Allah,.. lalu kenapa anda tidak mau membenarkan ucapan Rasulullah? ini ucapan rasulullah:

    عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ أَبِي قَالَ فِي النَّارِ فَلَمَّا قَفَّى دَعَاهُ فَقَالَ إِنَّ أَبِي وَأَبَاكَ فِي النَّارِ

    Dari Anas radliyallaahu ‘anhu : Bahwasannya ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam :
    “Wahai Rasulullah, dimanakah tempat ayahku (yang telah meninggal) sekarang berada ?”.
    Beliau menjawab :
    “Di neraka”.
    Ketika orang tersebut menyingkir, maka beliau memanggilnya lalu berkata :
    “Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka”.
    [HR. Muslim no. 203, Abu Dawud no. 4718, Ahmad no. 13861, Ibnu Hibban no. 578, Al-Baihaqi dalam Al-Kubraa no. 13856, Abu ‘Awanah no. 289, dan Abu Ya’la no. 3516].

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم اسْتَأْذَنْتُ رَبِّي أَنْ أَسْتَغْفِرَ لِأُمِّي فَلَمْ يُؤْذَنْ لِي وَاسْتَأْذَنْتُهُ أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأُذِنَ لِي

    Dari Abi Hurairah radliyallaahu ’anhu ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam :
    ”Sesungguhnya aku telah memohon ijin Rabb-ku untuk memintakan ampun ibuku, dan Ia tidak mengijinkanku. Namun Ia mengijinkan aku untuk menziarahi kuburnya”
    [HR. Muslim no. 976, Abu Dawud no. 3234, An-Nasa’i dalam Ash-Shughraa no. 2034, Ibnu Majah no. 1572, dan Ahmad no. 9686].

  6. Abu Izza Pati
    Mei 15, 2014 pukul 8:02 am

    begitulah manusia, tempatnya salah dan lupa, tapi yang luar biasa dari antum, jika salah/lupa segera mengakui dan segera membetulkannya, jarang yang seperti itu, apalagi dalam urusan agama, banyak orang yang ditunjukkan kepada kebenaran dengan dibuktikan dalil ayat Qur’an, hadits, penjelasan shohabat, dan penjelasan para ulama yang tertulis dalam kitab kitab mereka, namun mereka tetap keras kepala. semoga antum tetap istiqomah di zaman yang penuh fitnah ini.

    Jazakumullahu khairan atas pemberitahuannya,.

  7. Abu Izza Pati
    Mei 14, 2014 pukul 11:12 pm

    coba lihat jawaban Akhi atas comentar benny dzar al ghifari, Mei 12, 2014 pukul 1:20 am

    oh iya, jazakumullahu khairan,. sudah saya ralat,.

  8. Abu Izza Pati
    Mei 14, 2014 pukul 1:44 am

    mohon dikoreksi, paman nabi kan abu tholib, bukan abdul mutholib, coba dibaca lagi.

    yang dikoreksi yang mana mas? paman nabi adalah abu thalib, dan paman nabi mati dalam kondisi mengikuti agama abdul muthalib, kakenya rasulullah,. coba kasih tahu di mana yang perlu dikoreksi,

  9. benny dzar al ghifari
    Mei 12, 2014 pukul 1:55 am

    Maaf akhy , untuk komentar saya yang diatas, saya yang keliru baca .

    Mohon maaf :)

    info nya the best :)

    ngga perlu minta maaf sama saya kang,.

  10. benny dzar al ghifari
    Mei 12, 2014 pukul 1:20 am

    Sedih sekali mendengar berita ini , tapi apa boleh buat . Ini menjadikan kita akan pelajaran , kedua orang tua nabi aja masuk neraka karena kafir , apa lagi kita kalau masih kafir. Wallahu’alaam . Aku berlindung kepada Allah, semoga Allah menetapkan nikmat islam sampai akhir ayat .

    Correction
    Pda bagian ini tolong di cek lagi , bukannya ayah nya meninggal ketika nabi dalam kandungan , dan ibu nya meninggal ketika berumur 6 tahun , terus bagaimana pulaa nabi berdakwah pada mereka .

    Tolong di koreksi ntar takut ada apa apa
    “Kedua orang tua Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam memang termasuk ahli fatrah, namun telah sampai kepada mereka dakwah Nabi Ibrahim ’alaihis-salaam. Maka, mereka tidaklah dimaafkan akan kekafiran mereka sehingga layak sebagai ahli neraka”
    Syukraan :)

    Terimakasih kang benny,. sudah komentar disini,
    Dalam usia berapa nabi diutus menjadi nabi, sehingga beliau berdakwah?
    Paman nabi sendiri, Abu Thalib tidak mau mengikuti dakwahnya nabi muhammad, dia lebih memilih agama abdul muthalib, sama seperti abu jahal,

    Kaum quraisy bukannya tidak mengenal Allah sebagai Sesembahan mereka, mereka ingat,.
    Ingat pada peristiwa raja abrahah mau menyerang ka’bah, apa yang dilakukan Abdul Muthalib? dia lebih memilih membawa ternaknya, dan meninggalkan ka’bah, sebab dia yakin, ka’bah akan Allah lindungi dari makar abrahah,.

    Jadi dikala itu bukan jaman fatrah, bukankah ayah nabi muhammad sendiri bernama ABDULLAH, artinya kan hamba Allah,. tetapi sebagaimana kaum quraisy, mereka menyembah Allah dan menyembah berhala, ini yang menyebabkan mereka diadzab di neraka,

  11. sigit budi
    April 5, 2014 pukul 4:00 pm

    alhamdulillah akhi, penjelasan antum cukup bagus.namun ada syubhat mengenai syarah hadits ini.berikut syarah yg disampaikan oleh seorang yg tdk percaya orang tua Rasul masuk neraka yang mungkin bisa antum jelaskan kebenarannya :
    Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu bahwa
    sesungguhnya seorang laki-laki
    bertanya: “Wahai Rasulullah Shallallahu

    ‘alaihi wa sallam, di manakah ayahku
    (setelah mati)?” Beliau Shallallahu ‘alaihi
    wa sallam bersabda: “Dia berada di Neraka.” Ketika orang itu pergi, beliau
    Shallallahu alaihi wa sallam
    memanggilnya dan bersabda:
    “Sesungguhnya bapakku dan
    bapakmu berada di Neraka”. Mereka mengutip pendapat Imam
    Nawawi sebagai berikut Imam Nawawi rahimahullah berkata:
    ”Makna hadits ini adalah bahwa
    barangsiapa yang mati dalam keadaan
    kafir, ia kelak berada di Neraka dan
    tidak berguna baginya kedekatan
    kerabat. Begitu juga orang yang mati pada masa fatrah (jahiliyah) dari
    kalangan orang Arab penyembah
    berhala, maka ia berada di Neraka. Ini
    tidak menafikan penyampaian dakwah
    kepada mereka, karena sudah sampai
    kepada mereka dakwah nabi Ibrahim Alaihissalam dan yang lainnya.” Pendapat Imam Nawawi tersebut
    adalah pendapat terhadap orang tua si
    penanya bahwa “tidak menafikan
    penyampaian dakwah kepada mereka,
    karena sudah sampai kepada mereka
    dakwah nabi Ibrahim Alaihissalam dan yang lainnya bahwa orang yang mati
    pada masa fatrah jika menyembah
    berhala maka ia berada di neraka” Sedang kan kedua orang tua Nabi
    adalah orang-orang yang baik. Orang
    yang menyembah berhala tentu tidak
    termasuk orang-orang yang baik Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
    tentang nasabnya bersabda, “Allah
    telah memilih aku dari Kinanah, dan
    memilih Kinanah dari suku Quraisy
    bangsa Arab. Aku berasal dari
    keturunan orang-orang yang baik, dari orang-orang yang baik, dari orang-
    orang yang baik.” Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
    menegaskan dalam sabdanya bahwa
    “Tidaklah saya dilahirkan dari orang
    yang jahat sejak Adam sampai berakhir
    pada Ayah dan Ibuku” selengkapnya “Saya Muhammad bin Abdullah bin
    Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdi
    Manaf bin Qushay bin Kinanah bin
    Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin
    Mudhar bin Nizaar, tidaklah berpisah
    manusia menjadi dua kelompok (nasab) kecuali saya berada di antara
    yang terbaik dari keduanya .Maka saya
    lahir dari ayah ibuku dan tidaklah saya
    terkena ajaran jahiliyah. Dan saya
    terlahir dari pernikahan (yang sah).
    Tidaklah saya dilahirkan dari orang yang jahat sejak Adam sampai berakhir
    pada Ayah dan ibuku. Maka saya
    adalah pemilik nasab yang terbaik di
    antara kalian dan sebaik baik nasab
    (dari pihak) ayah (HR.Baihaqi dlm
    dalailun Nubuwwah dan Imam Hakim dari Anas r.a. , Hadits ini diriwayatkan
    pula oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya j.
    h.404 dan juga oleh Imam At Thobari
    dalam Tafsirnya j.11 h.76)

    TErimakasih mas sigit,.
    Tahukah anda, siapa nama ayah nabi muhammad? bukankah namanya adalah Abdullah? apa artinya? hamba Allah, berarti ayah nabi muhammad paham apa itu Allah, sebagaimana bangsa quraisy, mereka ketika berlayar di lautan, dan ada badai, maka mereka berdoa kepada Allah, tapi ketika selamat sampai ke daratan, maka mereka menyekutukan Allah kembali, menyembah berhala,

    Demikian pula ayahnya nabi muhammad, ia mati diatas agama abdul muthalib, mati diatas agama kesyirikan, menyembah berhala,.
    Ingatkah bagaimana Abu Thalib ketika mau meninggal?
    Rasulullah mengajak pamannya agar mau mengucapkan syahadat, tapi pamannya tidak mau, dia lebih memilih ikut agama Abdul muthalib, sehingga abu thalib mati diatas agama kesyirikan,. makanya abu thalib juga kekal di neraka, dan nabi dilarang untuk mendoakan ampunan baginya,.

    Nasab rasulullah dari keturunan yang baik-baik, artinya dari pernikahan yang sah, bukan berarti baik disini adalah baik agamanya,

  12. SEPTA ARIANDA
    Maret 2, 2014 pukul 5:39 am

    jadi gini mas kalau menurut saya orang tua nabi muhammad shallahualihi wasallam
    itu berada di surga karna hadist yg lemah itu soalny langsung dari sabda beliau
    nah mau di buat2 atau di gmna hadist lemah tersebut itu mereka yg tanggung dosa kita mengimani saja
    KESIMPULAN : ORANG TUA NABI MUHAMMAD SHALLAHUALIHI WASALLAM MENURUT SAYA ADA DI SURGA KARAN SUDAH DI HIDUPKAN KEMBALI DAN BERIMAN KPD BELIAU
    TERIMA KASIH !

    terimakasih mas septa sudah komentar disini,.
    Itu menurut anda kan, saya sih ikut perkataan RAsulullah saja mas, tidak mengikuti perkataan anda,.
    Kata rasulullah kedua orang tua beliau berada di neraka, dan itu tidak membuat Rasulullah terhina,

    Tidakkah anda melihat paman rasulullah yaitu Abu Thalib, Abu Thalib begitu mencintai Rasul, bahkan membela dakwah Rasulullah, namun bagaimana akhir hidupnya? Abu Thalib tidak mau mengikuti Islam, tapi memilih memeluk agama nenek moyangnya, agama kesyirikan, agamanya abdul muthalib, agamanya abu jahal, sehingga Abu Thalib pun berada di neraka juga,.

    Jika Abu Thalib yang mengalami jaman Rasulullah saja masuk neraka,. berarti agama yang dianut oleh orangtua nabi pun sama dengan agama abdul muthalib, yaitu agama kesyirikan, wajar pengikut agama kesyirikan diadzab di neraka,.

  13. aku
    Februari 20, 2014 pukul 9:06 am

    Inilah ujian bagi kaum muslimin, ketika mereka mengucapkan rukun iman yang ke 4, tinggal aplikasinya mau ga dia beriman atau dia mengingkarinya. Ingat ya ikhwatal islam tidaklah rosulullah berkata dan beramal mengikuti hawa nafsunya, melainkan hal tersebut adalah wahyu dari Allah.

    Betul sekali, orang yang tidak menerima perkataan rasulullah tentang kedua orang tua rasulullah berada di neraka, dia sedang diuji tentang persaksiannya terhadap rasulullah,. Tidaklah Rasulullah mengucapkan perkataan yang salah, perkataan rasulullah itu benar, perkataan Rasulullah itu wahyu dari Allah,

    Jika kita mengaku beriman kepada Rasulullah, maka WAJIB mempercayai dan menerima semua perkataan Rasulullah, tidak boleh kita menyangkalnya dengan keterbatasan akal kita,.

    Tidaklah menjadikan Rasulullah jatuh kehormatannya karena kedua orangtuanya berada di neraka, lihatlah nabi-nabi sebelumnya, lihat nabi ibrahim, bapaknya sendiri adalah pembuat berhala yang disembah,. lihat nabi Luth, istrinya sendiri durhaka kepadanya,. lihat nabi Nuh, anaknya sendiri tidak mau mengikuti ajaran yang dibawanya,.. apakah membuat mereka para nabi itu terhina?.. tidak,.

    Kewajiban umat islam, membenarkan semua perkataan Rasulullah,.

  14. Andhika Permana
    Februari 10, 2014 pukul 8:57 am

    Untuk admin baca tautan ini terima kasih. http://answeringkristen.wp.com/menjawab-fitnah-abdullah-dan-siti-aminah-berada-dineraka/

    Terimakasih mas andhika permana, saya sudah membaca link tersebut, ini kesimpulan dari link tersebut, yang intinya mengingkari bahwa kedua orang tua nabi berada di neraka, saya bawakan nukilan dari tulisan di blog tersebut:

    “Bahwa hadits riwayat Muslim abii wa abaaka finnaar (ayahku dan ayahmu di neraka), dan tidak diizinkannya nabi saw untuk beristighfar bagi ibunya telah MANSUKH dengan firman Allah swt : Al-Isra 15 “Dan kami tak akan menyiksa suatu kaum sebelum kami membangkitkan Rasul”.

    Dari kisah diatas tergambar jelaslah bahwa Abdul Muthalib menganut ajaran yang hanif sesuai dengan ajaran yang dibawa oleh Ibrahim. Begitu pula dengan Abdullah yang merupakan putra kesayangan dari Abdul Muthalib sudah barang tentu mengikut ajaran yang dianut oleh Ayahandanya yang merupakan pembesar Quraisy yang termasyur keseluruh penjuru. Apatah lagi Siti Aminah yang merupakan wanita shalihah dan istri dari Abdullah bin Abdul Muthalib sudah barang tentu mengikut ajaran yang dianut suaminya.

    Apa yang dijelaskan dalam blog tersebut tidaklah demikian, dalam postingan saya sudah sangat jelas, dalil tentang kedua orang tua nabi berada di neraka, itu tidak di mansukh, justru yang ada malah sebaliknya,

    lihat dalil ini

    Ayat alquran yang menjelaskan,

    Al-Qur’an Al-Kariim

    مَا كَانَ لِلنّبِيّ وَالّذِينَ آمَنُوَاْ أَن يَسْتَغْفِرُواْ لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوَاْ أُوْلِي قُرْبَىَ مِن بَعْدِ مَا تَبَيّنَ لَهُمْ أَنّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

    “Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam” [QS. At-Taubah : 113].

    Sababun-Nuzul (sebab turunnya) ayat ini adalah berkaitan dengan permohonan Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam kepada Allah ta’ala untuk memintakan ampun ibunya (namun kemudian Allah tidak mengijinkannya) [Lihat Tafsir Ath-Thabari dan Tafsir Ibnu Katsir QS. At-Taubah : 113].

    As-Sunnah Ash-Shahiihah

    عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ أَبِي قَالَ فِي النَّارِ فَلَمَّا قَفَّى دَعَاهُ فَقَالَ إِنَّ أَبِي وَأَبَاكَ فِي النَّارِ

    Dari Anas radliyallaahu ‘anhu : Bahwasannya ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam : “Wahai Rasulullah, dimanakah tempat ayahku (yang telah meninggal) sekarang berada ?”. Beliau menjawab : “Di neraka”. Ketika orang tersebut menyingkir, maka beliau memanggilnya lalu berkata : “Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka”. [HR. Muslim no. 203, Abu Dawud no. 4718, Ahmad no. 13861, Ibnu Hibban no. 578, Al-Baihaqi dalam Al-Kubraa no. 13856, Abu ‘Awanah no. 289, dan Abu Ya’la no. 3516].

    Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata : “Di dalam hadits tersebut [yaitu hadits : إن أبي وأباك في النار – ”Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka”] terdapat pengertian bahwa orang yang meninggal dunia dalam keadaan kafir, maka dia akan masuk neraka. Dan kedekatannya dengan orang-orang yang mendekatkan diri (dengan Allah) tidak memberikan manfaat kepadanya. Selain itu, hadits tersebut juga mengandung makna bahwa orang yang meninggal dunia pada masa dimana bangsa Arab tenggelam dalam penyembahan berhala, maka diapun masuk penghuni neraka. Hal itu bukan termasuk pemberian siksaan terhadapnya sebelum penyampaian dakwah, karena kepada mereka telah disampaikan dakwah Ibrahim dan juga para Nabi yang lain shalawaatullaah wa salaamuhu ‘alaihim” [Syarah Shahih Muslim oleh An-Nawawi juz 3 hal. 79 melalui perantara Naqdu Masaalikis-Suyuthi fii Waalidayil-Musthafaa oleh Dr. Ahmad bin Shalih Az-Zahrani hal. 26, Cet. 1425 H].

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم اسْتَأْذَنْتُ رَبِّي أَنْ أَسْتَغْفِرَ لِأُمِّي فَلَمْ يُؤْذَنْ لِي وَاسْتَأْذَنْتُهُ أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأُذِنَ لِي

    Dari Abi Hurairah radliyallaahu ’anhu ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam : ”Sesungguhnya aku telah memohon ijin Rabb-ku untuk memintakan ampun ibuku, dan Ia tidak mengijinkanku. Namun Ia mengijinkan aku untuk menziarahi kuburnya” [HR. Muslim no. 976, Abu Dawud no. 3234, An-Nasa’i dalam Ash-Shughraa no. 2034, Ibnu Majah no. 1572, dan Ahmad no. 9686].

    Al-Imam Al-Baihaqi rahimahullah berkata :

    وأبواه كانا مشركين, بدليل ما أخبرنا

    ”Sesungguhnya kedua orang tua Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam adalah musyrik dengan dalil apa yang telah kami khabarkan….”. Kemudian beliau membawakan dalil hadits dalam Shahih Muslim di atas (no. 203 dan 976) di atas [Lihat As-Sunanul-Kubraa juz 7 Bab Nikaahi Ahlisy-Syirk wa Thalaaqihim] [1].

    Al-’Allamah Syamsul-Haq ’Adhim ’Abadi berkata :

    فلم يأذن لي :‏‏ لأنها كافرة والاستغفار للكافرين لا يجوز

    ”Sabda beliau shallallaahu ’alaihi wasallam : ”Dan Ia (Allah) tidak mengijinkanku” adalah disebabkan Aminah adalah seorang yang kafir, sedangkan memintakan ampun terhadap orang yang kafir adalah tidak diperbolehkan” [’Aunul-Ma’bud Syarh Sunan Abi Dawud, Kitaabul-Janaaiz, Baab Fii Ziyaaratil-Qubuur]. [2]

    عن ابن مسعود رضي الله عنه قال “جاء ابنا مليكة – وهما من الأنصار – فقالا: يَا رَسولَ الله إنَ أمَنَا كَانَت تحفظ عَلَى البَعل وَتكرم الضَيف، وَقَد وئدت في الجَاهليَة فَأَينَ أمنَا؟ فَقَالَ: أمكمَا في النَار. فَقَامَا وَقَد شَق ذَلكَ عَلَيهمَا، فَدَعَاهمَا رَسول الله صَلَى الله عَلَيه وَسَلَمَ فَرَجَعَا، فَقَالَ: أَلا أَنَ أمي مَعَ أمكمَا

    Dari Ibnu Mas’ud radliyallaahu ‘anhu ia berkata : Datang dua orang anak laki-laki Mulaikah – mereka berdua dari kalangan Anshar – lalu berkata : “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibu kami semasa hidupnya memelihara onta dan memuliakan tamu. Dia dibunuh di jaman Jahiliyyah. Dimana ibu kami sekarang berada ?”. Maka beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam menjawab : “Di neraka”. Lalu mereka berdiri dan merasa berat mendengar perkataan beliau. Lalu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam memanggil keduanya lalu berkata : “Bukankah ibuku bersama ibu kalian berdua (di neraka) ?” [Lihat Tafsir Ad-Durrul-Mantsur juz 4 halaman 298 – Diriwayatkan oleh Ahmad no. 3787, Thabarani dalam Al-Kabiir 10/98-99 no. 10017, Al-Bazzar 4/175 no. 3478, dan yang lainnya; shahih].

    Hadits diatas tidaklah dimansukh,

    Jadi apa yg disampaikan oleh blog tersebut tidaklah benar, oleh karena itu saya tidak mencantumkan link blog tersebut, menyebutkan nama ibu rasulullah saja sudah salah, apalagi menjelaskan hadits rasulullah yang menyatakan kedua orangtua nabi berada di neraka

  15. Roihan Ihan
    November 4, 2013 pukul 1:34 am

    Hadist bermasalah koq yo d jadikan Hujjah, pye to sampean kaaang – kang…

    sopo sing mempermasalahkan kang? sampean, nopo sinten? masalahe nopo, monggo dicopas disini masalahe,.

  16. budi
    Juni 22, 2013 pukul 6:27 am

    wah takut ya? akhirnya, g bisa bles dihapus deh komen gua . Hapus ja skalian blognya…!!!! bener antek2 wahabi itu semuanya pengecut, sama dgn Mr. Wahabnya, berada diantara ketiak yahudi untuk mendapatkan kedudukan, begitu muawiyahnya gembong munafik dan petunjuk jalan keneraka.

    terimakasih mas budi,
    Anda berani mengatakan muawiyah itu gembong munafik? padahal muawiyah itu sekertaris rasulullah, apakah anda menyadari akan kata-kata anda? sanggupkah anda mempertanggungjawabkan perkataan anda kelak di akherat? silahkan baca postingan tentang siapa muawiyah, baca disini

  17. supriman
    Juni 21, 2013 pukul 7:33 am

    Saya pernah mendengar ucapan aorg yg mencela Syaikh Albani sbg org yg mendlaifkan hadits2 Imam Bukhari, padahal setelah dicek maksudny hadits2 dalam kitab Adabul Mufrod. Lah sekarang org tsb menolak hadits dalam SHAHIH Muslim (tentang keadaan ortu Rasulullah) karena bertentangan dg perasaan mereka. Aneh memang klo agama ini dibangun diatas perasaan yg subyektif dan emosi…

    Mudah2an Allah menunjuki org2 yg salah dalam memahami dalil,.

  18. muhammad budi
    Juni 21, 2013 pukul 6:52 am

    nah skrang dimana tempat kembalinya klo ortu anda meninggal(mati) dlm keadaan tidak memeluk agama islam? Tlng pertanyaan yg satu lg nganggur blum dijawab

    Terimakasih kang,..
    Sebelum saya menjawab, darimana anda tahu jika ortu saya tidak memeluk agama islam? apakah anda menuduh orangtua saya itu kafir? wong saya melihat ortu saya shalat, bahkan menjadi salah satu pelopor pengajian di kampung, aktif berdakwah, bagaimana anda menyebut ortu saya tidak memeluk islam?

    Cara menjawab pertanyaan anda mudah,.. seandainya, ini seandainya yah, seandainya orang tua saya mati bukan diatas agama islam, maka ortu saya akan masuk neraka,. bahkan bukan ortu saya saja, ortu siapa saja jika mati tidak diatas islam, baik ortu anda, ortu kyiai anda, atau ortu siapa saja ,. maka tempat kembalinya di neraka,… catet, ortu siapa saja jika mati tidak diatas islam, maka akan masuk neraka,. PUAS DENGAN JAWABAN SAYA??

  19. muhammad budi
    Juni 20, 2013 pukul 4:51 pm

    disurga ato dineraka kah orang yg mati dalam keadaan tidak memeluk islam?

    Knpa yg satunya lg g dijawab?

    Orang yang mati tidak diatas islam, tidak memeluk islam maka tempat kembalinya di neraka,. dan seluruh nabi dan rasul mendakwahkan manusia kepada islam,

  20. muhammad budi
    Juni 20, 2013 pukul 10:41 am

    skrang saya mau tau bgmna sikap anda bila hal serupa terjadi sama anda(ortu anda meninggal dlm keadaan tidak memeluk islam) bgmna sikap anda bila murid anda menanyakan dimanakah ortu anda skrang? Apa anda Akan jujur ato tidak?

    Terimakasih mas,.
    Yang memberitahukan bahwa orangtua rasulullah ada di neraka adalah Allah sendiri, lalu darimana saya mengetahui kalau orangtua saya itu di neraka atau di surga?? Saya bukan nabi, dan tidak ada seorangpun yang mengetahui apakah orang tersebut bakal ke surga atau neraka, kecuali Allah yang mengabarkannya, sebagaimana yang terjadi kepada orang tua nabi, Allah yang mengabarkan kepada nabi, Apakah kabar yang disampaikan Allah kepada nabi itu dusta? kalau tidak dusta, apa repotnya anda mengimani apa yg dikabarkan kepada rasulullah, lalu rasulullahpun mengabarkan kepada para sahabatnya,.. perkaranya mudah bukan, tinggal mengimani bahwa perkataan Rasulullah itu benar,.

    Trus bgmna sikap anda pabila kbr tsb dah menyebar diantara murid2 anda sedangkan anda sebagai pemuka agama islam dan panutan masyarakat tetapi ada salah satu murid anda yg mempublikasikan, mengumumkan dan menjadikan hujjah bg orang2 yg tdk mempercayainya, bahkan dia jg mencantumkan nama anda bahwa anda sendiri yg berkata begitu biar orang yg tidak percaya menjadi percaya dan meyakiyakininya bahwa ortu anda penghuni neraka. Apa anda akan menjadikan murid tsb sbg murid tauladan?ato sbg yg berbakti?Sbg pembwa kebenaran? Atokah akan anda anggap sbg murid yg durhaka sekaligus musuh anda?,

    Ini tentu masalah berbeda, tidak ada seorangpun yang mengetahui apakah ortu kita menjadi penghuni neraka atau surga, berbeda dengan Rasulullah yg mendapat kabar Dari Allah,… kalau saya, dapet kabar dari siapa mas? wong saya bukan nabi,..
    Jadi perumpamaan anda sangat tidak tepat,. kias anda sangat tidak pas,.. ngga nyambung sama sekali,

    nah skrang kasus anda,anda berdalih bhwa rosululloh sholalloohu ‘alaihi wa sallam jg memberi taukan khobar ini kpd laki2 yg bertanya, atas landasan hadist riwayat imam muslim, skrang saya mau bertanya SIAPAKAHNYA ANDA ORTU ROSULULLOOH SHOLALLOOHU ‘ALAIHI WA SALLAM ITU?

    sehingga anda menghujah orang2 yg tidak meyakininya(orang yg tidak mau berkomentar) krn bukan urusannya dan itu adalah urusan rosulullooh sholalloohu ‘alaìhi wa sallam dgn ALLOOH, serta kedudukan hadist tsb dalam pemahamannya tidak bisa dijadikan “hujjah” ttpi hanya sbg “kabar” sehingga tidak bisa dijadikan keyakinan dan itu menurut keyakinan para ulama ahlussunah, Klo pun ada yg bertanya kpd anda tentang masalah ini anda cukup memberitaukan kpd orang yg bertanya dgn melihat aspek MANFAAT, MASHLAHAT, MUDHOROTnya terhada orang tsb,

    Padahal sudah saya sampaikan berulang2,.. yang mengabarkan demikian itu adalah rasulullah sendiri,.

    Apakah anda beriman bahwa nabi muhammad itu rasulullah??
    Apakah anda beriman bahwa rasulullah itu terjaga dari kesalahan, terjaga dari kedustaan?

    Jika anda beriman bahwa rasulullah bukanlah pendusta, Rasulullah berkata benar, lalu apa susahnya anda mengimani perkataan Rasulullah bahwa orangtua rasulullah berada di neraka?

    Apa rasa berat anda mengimani bahwa perkataan Rasulullah itu benar?.. ini adalah konsekwensi dari syahadat yang anda ucapkan juga, WAASYHADU ANNA MUHAMMADAN RASUULULLAH,. lalu, kenapa anda mengingkari ucapan rasulullah tersebut?

    • reza
      Juni 21, 2013 pukul 2:38 am

      Perlu di ketahui mas budi, jika kita mempunyai ilmu/informasi dengan kebenaran yang pasti apalagi dari Nabi Muhammad SAW sendiri, wajib bagi kita untuk menyampaikannya, jadi jangan terbalik menanggapinya.

      jangan sampai kesalahpahaman/ketidaktahuan orang tentang sesuatu hal terus berlanjut.
      masalah nanti ada orang non muslim baca artikel ttg ini dan menjadikannya bahan olok2an ya itu urusan mereka, memang sudah wataknya mereka mencari2 cara untuk menjatuhkan islam.

      tugas kita meluruskan pandangan2 yang salah dikalangan umat.

      mudah2an bisa dimengerti.

  21. Haikal
    Juni 7, 2013 pukul 1:56 pm

    Allahu Akbar. Lanjutkan admin, kalau mengurus orang kaget akan banyak mnghabiskan waktu. Awalnya saya kaget juga. Kemudian Kaget lagi pada ceramah yg lain. Akhirnya, saya piikir utk apa kaget wong yg mengatakan adalah Rasul sendiri. Saya beriman kepada Allah dan membenarkan perkataan Rasul. Hujjah agama jelas.

    Alhamdulillah, ini juga sebenarnya merupakan ujian, benarkah kita mempercayai ucapan rasulullah, atau kita mendustakannya,.
    Padahal kita sudah bersyahadat, syahadat yang kedua adalah Kita bersaksi bahwa rasulullah adalah utusan Allah,
    Yang mengatakan kedua orang tua rasul di neraka adalah rasulullah sendiri, bukan orang lain, lalu kita mendustakan perkataan Rasulullah? sungguh ini adalah kekurangajaran kepada rasulullah, walaupun kita mengakui mencintainya, tapi kok mendustakan ucapan rasulullah,..

  22. awam
    Mei 31, 2013 pukul 5:46 pm

    afwan, saya orang bodoh dan masih awam, mohon diluruskan jika tidak pas..
    dri manusia prtama(adam) yg mjd nabi sampai nabi2 sesudahnya smua ajaranya tauhid,stelah nabi Muhamad diutus maka lahirlah islam.

    Terimakasih mas, mudah-mudahan Allah memberikan ilmu dan pemahaman yang benar kepada anda, dan jangan betah menjadi orang awam terus, rajin-rajinlah menuntut ilmu, apalagi kajian2 ilmu sudah tersebar diseluruh kota2 di indonesia, media belajar agama pun sudah sangat mudah dan banyak pilihannya, baik radio atau website, tentu datang langsung ke majlis taklim, itu lebih utama, dan jadwal taklim saya posting juga disini, jika anda menyebutkan kota anda, mungkin bisa saya postingkan jadwal dan tempat taklim di kota anda,

    Semua nabi dan rasul membawa dakwah yang satu, yaitu dakwah tauhid, atau ISLAM itu sendiri, bahkan semua manusia lahir diatas fitrah AGAMA ISLAM, jadi anggapan yang keliru jika islam lahir di masa nabi Muhammad,. akan tetapi islam di masa nabi muhammad Islam sudah sempurna, dengan diturunkannya surat almaidah ayat 3, semua ajaran islam sudah sempurna, tidak perlu ditambah atau dikurangi,

    dri stiap nabi mmpunyai pengikut/umat..manusia sbelum Muhammad diutus adalah umatnya nabi2 trdahulu.. smua umat Rasul Muhammad akan masuk surga tp dgn proses yg gak mudah, tentunya akan merasakan neraka dahulu,kadar lamanya dineraka trgntung amal didunia..stlah umat Nabi Muhammad hbis dineraka dan masuk kesurga baru umat2 Nabi sebelum nabi Muhammad dimasukan ke surga itu pun jg melalui proses yg panjang dan atas kehendak Allah.

    Tentang manusia yang masuk surga, khususnya umat nabi muhammad, sebab kita termasuk umat nabi muhammad, Rasulullah menggambarkan pula tentang umatnya yang masuk surga tanpa hisab, tanpa adzab, adapula umatnya yang masuk surga namun disiksa dulu di neraka, ada pula umat nabi muhammad yang ENGGAN MASUK SURGA, postingannya bisa dibaca disini,

    untuk penghuni neraka yg kekal adalah smua manusia yg menentang ajaran Rasul2nya akan ke Esa an Allah.

    Yang kekal di neraka adalah orang2 yang tidak memeluk islam ,
    Apakah ada orang yang mengamalkan islam, tapi kekal di neraka? ada, diantaranya adalah pelaku syirik akbar yg tidak bertaubat, juga orang2 munafik, orang munafik menampakkan keislaman, namun hatinya membenci islam, sehingga allah menghukum orang munafik dengan menempatkannya di neraka yang paling dalam,dan kekal di neraka,

    afwan mgkin bahasa penulisanya jelek dan sulit dipaham..

    Insya allah bisa dipahami, mudah2an Allah memberikan anda kepahaman terhadap ajaran islam yang benar,.

  23. hamba
    Mei 30, 2013 pukul 6:13 am

    Saya termasuk awam dan msh proses belajar juga baru membaca artikel spt ini, salut dgn penjelasan/komentar admin yg datar, santun dan konsisten. Terima kasih Pak share-nya. Dengan dasar kecintaan pada Rasulullah SAW.

    Terimakasih sudah berkomentar disini, dan atas apresiasinya,

    saya berharap orang tua beliau berada ‘di neraka’ nya hanya dalam kurun waktu tertentu, tentunya atas Rachmat dan kasih sayang Allah.

    Jika anda berharap, apakah rasulullah sebagai seorang anak tidak berharap Allah mengampuni kedua orangtuanya? Namun rasululllah lebih memilih mentaati Allah, Allah melarang mendoakan agar diampuni dosa-dosanya orang-orang musyrik, dalil-dalil tentang hal itu ada,

    Makanya kita sebagai umat muhammad, tentu wajib mengikuti anjuran rasulullah, berlepas diri dari kesyirikan, dan para pelakunya, siapapun pelaku tersebut, apakah orang yang paling dekat dengan kita, atau orangtua kita,saudara, atau anak-anak kita,.

  24. hermansyah
    Mei 14, 2013 pukul 12:35 pm

    Hadist riwayat muslim mengenai org tua Nabi SAW.bertentangan dgn dalil2 yg lebih kuat dan mutawatir,sehingga hadist diatas tidak bisa dibuat sebagai hujjah.hadist ini telah menjadi perselisihan para ulama baik dari sisi matan dan sanad nya.

    Dari sisi matan sangat kontradiktif dgn nash2 qoth’i dan Al-Quran.
    Ayah ibu Nabi SAW hidup pada masa fatrah.waktu itu belum ada pemberi peringatan dan tidak sampai dakwah pada mereka.sebagaimana firman ALLAH SWT,”agar kamu memperingatkan suatu kaum yg tidak ada seorang pemberi peringatan pada mereka sebelum kamu,supaya mereka mendapat petunjuk (QS.As-Sajdah :3)ayat diatas jelas lah menunjukkan org tua nabi Saw ahli fatrah.
    “dan kami tidak mengazab sebelum kami mengutus seorang rasul(QS al isra :15.
    Hadist yg menjadi dalil admin hadist riwayat muslim dari jalur hammad yg pada masa tuanya amat buruk hafalannya.
    Kepada admin diharapkan lebih bijak karna sudut pandang anda belum tentu benar,terlebih selaku seorang muslim kita seharusnya punya ahlak utk tidak menceritakan aib dan keburukannya,terlebih lagi orang tua Nabi Saw dan parahnya lagi hal itu belum tentu benar.

    Terimakasih mas hermansyah,.
    Apakah mereka tidak mengenal ajaran nabi sebelum nabi muhammad? ini tidaklah benar, mereka mengenal Allah, tapi mereka berbuat syirik,.
    Bukankah nama ayah rasulullah adalah Abdullah , anda tahu, apa arti Abdullah? artinya Hamba Allah,. berarti kaum quraisy paham siapa Rabb mereka,. inipun dinyatakan dalam alquran, ketika mereka terombang-ambing ditengah laut, mereka beribadah hanya kepada Allah saja, namun ketika mereka sudah selamat ke daratan, mereka kembali berbuat syirik,.
    Lihat juga paman nabi, Abu thalib, beliau meninggal dalam agama abdul muthalib, agama nenek moyangnya, dan tidak mau memeluk islam,.

  25. Younedi Chaniago
    Mei 2, 2013 pukul 3:25 pm

    PENUTUP
    ada suatu cerita seorang penghujat yg ngotot mengatakan bahwa kedua orang tua nabi adalah mati dalam kedaan musryik atau kafir. lalu

    lawan bicaranya berkata : Bagaimana menurutmu status orang musryik dimata Allah dan rasulnya ?
    sipenghujat : orang musryik adalak NAJIS. berdasarkan ayat Al-quran : “Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis [9:28].

    lawan bicara : Mungkinkah sesuatu yg suci dikeluarkan atau berasal dari suatu najis. dan apa pandangansyeikh ttg nabi saw

    sepenghujat : Tidak mungkin. karena suatu najis dan sesuatu yg suci tdk mungkin bersatu. dan tentang rasulullah saw adalah beliau adalah manusia paling mulia dan suci dari dosa dan kesalahan.

    lawan bicara: kalo begitu bagaimana mungkin rasulullah yg suci, manusia terbaik didunia dan menjadi penghulu para rasul dikeluarkan dari benih yg mengandung najis seperti aminah ? bukankah aminah seorang musryik dan setiap musryik adalah najis ? ( baca: org musryik adalah najis dlm Al-quran)

    sipenghujat : binggung..dan menjawab a…a…. maksud saya…a….aa.

    lawan bicara: sudahlah lupakan saja itu. saya ingin bertanya satu lagi pada anda

    sipenghujat : dengan muka merah berkata : ” silahkan teman

    lawan bicara : Apakah anda dilahirkan dari kedua orang tua muslim atau dari kedua orang tua kafir atau musryik ? bagaimana nasab engkau wahai syeikh ?

    penghujat : saya dilahirkan dari kedua orang tua muslim. Bahkan nasab saya
    dari ortu, kakek dan kakek dari kakek saya semua terlahir dalam keadaan muslim yg beriman kepada Allah.

    lawan bicara : Selamat wahai syeikh !! Nasab dan keturunnya anda JAUH LEBIH BAIK DARI NASAB DAN KETURUNAN RASULULLAH.

    sipenghujat : dengan heran sambil berkata : apa maksud antum wahai teman ?

    lawan bicara : bukankah anda meyakini rasulullah adalah keturunan musryik mulai dari kakeknya abdulmuthalib, ibunya aminah dan bapaknya abdullah bahkan pamannyapun abu thalib. Dan semuanya syeikh vonis adalah orang-orang musryik sedangkan berdasarkan Al-quran setiap musryik adalah najis. Dan kita ketahui bersama orang beriman (muslim) jauh lebih baik dari orang musryik dalam pandangan Allah dan RasulNYA.

    Bukankah ini dapat disimpulkan KETURUNAN ATAU NASAB SYEIKH JAUH LEBIH BAIK DARI KETURUNAN DAN NASAB NABI SAW ?….(sambil berkata lawan bicara meninggalkan syeihk tsb dalam kebinggungan )

    INILAH KALO ORANG BODOH BERBICARA TANPA ILMU MEREKA SESAT DAN MENYESATKAN. SEMOGA CERITA INI DAPAT MEMBUKA MATA HATI KAUM NASHIBI DAN MEREKA LANGSUNG TAUBAT. ….SEMOGA…

    note: saya berani jamin antum seorang pengecut yg sembunyi dibalik real arab saudi untuk mendapatkan keuntungan dunia yg sedikit, sehingga antum rela menjadi budak syaithon yg menghamba pada manusia demi harta. dan saya juga berani jamin tulisan antum adalah ciri org yg hanya mencari pembenaran bukan mencari kebenaran. JIKA BUKAN KARENA HAL-HAL ITU MUSTAHIL ANTUM TIDAK MENCANTUMKAN KOMENT SAYA. DAN INGAT BEGITU BANYAK MANUSIA YG BODOH DAN TAQLID BUTA YG ANTUM DOKTRIN LEWAT TULISAN INI. SEMOGA ANTUM KEMBALI KEJALAN YG BENAR……SEMOGA

    Terimakasih atas komentarnya yang cukup panjang,
    Jawabannya mudah sekali mas,.
    Rasulullah diangkat sebagai nabi dan diberi wahyu Alquran pada umur berapa kang? Jaman Orang tua rasulullah masih hidup Alquran sudah turun atau belum?? he..he..he.. sungguh sangat lucu dialog diatas,. ngga tahu ngarang sendiri atau betulan,..

    Anda tahu nabi Ibrahim bukan? Siapa bapaknya? pembuat berhala, anda tahu kan apa itu berhala? patung mas,. patung yang disembah,.
    Apakah karena bapaknya itu pembuat berhala, maka kehormatan nabi ibrahim sebagai seorang nabi dan rasul akan menjadi hina?
    Logika mana yang mengatakan seperti ini?
    Demikian pula nabi muhammad, beliau dilahirkan dari orangtua yang musyrik,. itu tidak mengurangi kehormatan beliau sebagai seorang nabi, seandainya Rasulullah ketika diutus menjadi rasul mendapati orangtuanya masih hidup, tentu rasulullah akan mendakwahi orang tuanya, sebagaimana ibrahim mendakwahi bapaknya, juga sebagaimana rasulullah mendakwahi pamannya Abu thalib, namun Abu thalib tetap berpegang teguh kepada agama abdul muthalib,

    Yang mengatakan orang tua rasulullah ada di neraka adalah Rasulullah sendiri, berdasarkan wahyu dari Allah,.
    Lalu, kenapa anda tidak percaya ucapan rasulullah, dan lebih mempercayai ucapan orang yang hidup jauh dari jaman rasulullah?
    Bukankah anda bersyahadat Waasyhadu anna muhammadan rasuulullah? anda bersaksi bahwa nabi muhammad itu rasul allah? Apakah nabi muhammad berdusta??

    Ini konsekwensi dari syahadat lho, mempercayai ucapan rasulullah,.. dan rasulullah mengatakan orangtua beliau ada di neraka,.. lalu, anda menggunakan logika anda dengan menolak bahwa orang tua rasulullah itu ada di neraka, dan anda berlogika dengan alquran, tapi ANDA TIDAK MIKIR, KAPAN ALQURAN TURUN??…

    ALQURAN TURUN KETIKA NABI DIANGKAT MENJADI RASUL, DI USIA 40 TAHUN,. kok anda berdalil dengan alquran? ya tidak nyambung sama sekali,..

    Mudah-mudahan Allah menunjuki anda kepada jalan yang benar,.

    • Juni 21, 2013 pukul 6:40 am

      @Younedi Chaniago : Dialog yang anda sampaikan sungguh menyesatkan jika dibaca orang awam, kalo saya bilang itu NGACO..
      dari cara penyampaian andapun sebetulnya kelihatan siapa yg harusnya kembali ke jalan yg benar.
      percayalah dengan apa yg disampaikan Rosululloh, jangan percaya sama cerita2 dari sumber yang ga jelas, apalagi yg cuma katanya katanya.

      • younedi
        Juli 18, 2013 pukul 8:35 am

        pemilik bloq
        terimakasih atas komentarnya yang cukup panjang,
        Jawabannya mudah sekali mas,.
        Rasulullah diangkat sebagai nabi dan diberi wahyu Alquran pada umur berapa kang? Jaman Orang tua rasulullah masih hidup Alquran sudah turun atau belum?? he..he..he.. sungguh sangat lucu dialog diatas,. ngga tahu ngarang sendiri atau betulan,..

        jawab
        jawaban saya juga gampang kang. apa buktinya ortu nabi saw adalah manusia “musryik”.? bisa antum berikan dalil bahwa semasa hidup ortu nabi adalah penyembah berhala ? atau org yg tak beragama ( kafir). Ini penting karena suatu hadist harus sejalan dengan fakta. jika tidak maka hadis tersebut adalah dhoif atau
        bathil.

        Dalilnya? dalilnya bukan hadits saja, bahkan ayat alquran,.
        mana dalilnya? dalilnya adalah Allah melarang Rasulullah memintakan ampun untuk kedua orangtuanya,. itu dalilnya mas,. dan itu membuktikan bahwa kedua orangtua nabi itu meninggal diatas kemusyrikan,. sehingga dari dalil tersebut sebagai pedoman bagi kaum muslimin , yaitu dilarang memintakan ampun kepada orang yg sudh meninggal diatas kemusyrikan,walaupun itu orangtua kita sendiri,

        mana dalilnya, tidakkah anda membaca postingan diatas? ini saya copas lagi mas,.
        مَا كَانَ لِلنّبِيّ وَالّذِينَ آمَنُوَاْ أَن يَسْتَغْفِرُواْ لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوَاْ أُوْلِي قُرْبَىَ مِن بَعْدِ مَا تَبَيّنَ لَهُمْ أَنّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

        “Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam” [QS. At-Taubah : 113].

        Sababun-Nuzul (sebab turunnya) ayat ini adalah berkaitan dengan permohonan Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam kepada Allah ta’ala untuk memintakan ampun ibunya (namun kemudian Allah tidak mengijinkannya) [Lihat Tafsir Ath-Thabari dan Tafsir Ibnu Katsir QS. At-Taubah : 113].

        عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ أَبِي قَالَ فِي النَّارِ فَلَمَّا قَفَّى دَعَاهُ فَقَالَ إِنَّ أَبِي وَأَبَاكَ فِي النَّارِ

        Dari Anas radliyallaahu ‘anhu : Bahwasannya ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam : “Wahai Rasulullah, dimanakah tempat ayahku (yang telah meninggal) sekarang berada ?”. Beliau menjawab : “Di neraka”. Ketika orang tersebut menyingkir, maka beliau memanggilnya lalu berkata : “Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka”. [HR. Muslim no. 203, Abu Dawud no. 4718, Ahmad no. 13861, Ibnu Hibban no. 578, Al-Baihaqi dalam Al-Kubraa no. 13856, Abu ‘Awanah no. 289, dan Abu Ya’la no. 3516].

        2. ayat at-taubah 113 adalah ayat yg turun dimadinah pada 9 h. bukti ini didukung dgn dikirimnya abu bakar atau ali ra untuk mengabarkan ayat ini kepada penduduk mekah. Tapi anehnya ayat at-taubah 113 adalah ayat multi fungsi yg diarahkan oleh para pembenci keluarga nabi ( nashibi) kepada ahlul bait dan kerabat dekat nabi saw. Ayat ini juga sebagai senjata menuduh abu thalib mati dalam keadaan kafir .

        Tentang kafirnya abu thalib sdh sangat jelas, Rasulullah menyuruh abu thalib utk mengucapkan syahadat di akhir hidupnya, namun karena keengganan dia, diantaranya krn abu jahal yg brtanya apakah ingin meninggalkan agama abdul mutthalib, sehingga abu thalib memilih agama abdul mutthalib, bukan memeluk islam,. dan rasulullah bersedih, akhirnya rasulullah berdoa,hingga abu thalib mendapat siksa paling ringan, yaitu diberikan sandal dari api nerakaa, dan mendidihlah otaknya,

        Siapa pembenci keluarga nabi? ini adalah tuduhan org2 syiah laknatullah, padahal merekalah dalang terbunuhnya ahlulbait, silahkan baca postingan ini, plus ebook

        Ahlulbait menurut ahlussunnah, baca ulasannya disini

        PERTANYAANNYA ADALAH BISA ANTUM BUKTIKAN SEBENARNYA ASBABUN NUZUL AYAT AT-TAUBAH 113 INI TURUN DIMEKAH ATAU MADINAH ? SAYA TUNGGU JAWABAN ANTUM.

        Dimana abu thalib meninggal? ya di mekah,. silahkan baca tafsir ibnu katsir tentang penjelasana ayat tsb,disitu jelas sekali, anda bisa mendownload tafsir tersebut, silahkan dowload disini , baca di halaman 124

        Apakah surat madaniyah itu pasti turunnya di madinah semua? tidak, ada juga yg di mekah, contoh, surat almaidah ayat 3 ,surat almaidah adalah surat madaniyah, tapi ayat tsb turun di mekah, waktu rasulullah melakukan haji wada’

  26. aendei
    April 16, 2013 pukul 1:31 pm

    weleh2, kog pas ya antara judul sama komentar2nya, banyak yg tidak percaya… xixixixi… lanjut akhi

    Banyak yg terkaget-kaget, terheran-heran, terbengong-bengong,..

  27. firmansyah
    Maret 19, 2013 pukul 4:41 pm

    nte jangan sembarang menfitnah keluargA nabih!!!!

    hadist tersebut yang nte berikan memang soheh tapi menurut ilmu hadist kalau hadist tersebut ada yang lebih kuat yaitu dari nas alquran hadist tersebut bisa dibilang hadist sar….liat q.s alisra’ ayat 15 allah tidak akan menghukum suatu kaum sebelum allah mengutus seorang nabi..orang tua nabih meninggal sebelum nabih menjadi rasull…dan tidak ada keterangan satu pun bahwa orang tua nabi menyembah berhala……ingat jangan sembarang memfitnah belajar lagi sebelum mengkomentari sebuah tautan…..ingat setiap perbuatan akan dipertanggung jawabkan apa lagi berbicara tanpa didasari oleh ilmu hanya ikut-ikutan

    Yang mengatakan orangtua nabi berada di neraka adalah nabi sendiri, dan yang mengatakan orang tua nabi tidak berada di neraka adalah orang2 yg tidak mempercayai hadits nabi, yang hidup jauh dimasa nabi, mana yg lebih kita ikuti? TENTU UCAPAN RASULULLAH YG KITA PEGANG,

    Apakah orangtua nabi hidup sebelum nabi diutus? bukankah sebelum nabi muhammad ada nabi isa?

    jadi kaum quraisy mengikuti ajaran nabi isa, sebagaimana pendeta waraqah yg hidup juga ketika orgtua nabi masih hidup, akan tetapi orangtua rasulullah mengikuti agama kaum quraisy yaitu mnyembah berhala,

    Bukankah nama ayah rasulullah itu adalah ABDULLAH?.. apa arti Abdullah? bukankah hamba Allah? berarti dakwah sudah sampai,. bahkan kaum quraisy paham apa itu Allah,.

    Jika anda tdk ikut-ikutan, tentu anda akan meyakini ucapan rasul adalah benar, memang suatu aib jika orgtua nabi masuk neraka?

    bukankah nabi ibrahim jg orgtuanya adalah pembuat patung yg disembah?

  28. Iwan Permana Naufal (Abu Muhammad Naufal Zaki)
    Maret 12, 2013 pukul 3:51 am

    Ana dan keturunan ana mengimani Hadits dari nabi dan mengimani bahwa kedua orang tua Nabi dan pamannya adalah penghuni neraka….

    Jika Ali sendiri keras menyebutkan ayahnya si kafir dan Nabi juga menjelaskan kedua orang tuanya di neraka maka apa keberatan kita mengimaninya..

    Nabi sendiri tidak malu menyebutkian agar diambil pelajaran bahwa keturunan dan nasab bukan menjadi penyebab seseorang masuk surga namun atas amal ibadahnya yang sesuai dg yg Alloh syariatkan..

    ya, betul ,.. dan itu juga berkonsekwensi kepada syahadat kita, bukankah kita sudah mengucapkan waasyhaduanna muhammadan rasulullah? tapi kenapa kita kok mendustakan perkataan rasulullah, ini kan sungguh lucu,..
    seharusnya kita mengimani apa yg dikatakan oleh rasulullah,.. yaitu mempercayai ucapan rasulullah bahwa orangtuanya di neraka

  29. orang awam
    Februari 20, 2013 pukul 4:32 pm

    mas admin maaf ya yg sebener nya.,.,. kan udah ada hadis nya.,.,. bahwa sanya rasulullah bisa memberi safaat buat umat nya masa buat orang tua nya ga bisa.,.,. kalo admin nyangkut2 ke nabi nuh ga bisa tolong ank nya ya wajar beliau aja ga bisa beri safaat ama umat nya.,.,. sama aja ama nabi ibrahim .,.,. klo nabi muhammad SAW kan smua umat nya di padang ma’syar kan berbondong2 mnta syafaat beliau masa nolong orang tua nya ja ga bisa.,.,. tolong penjelasan nya ADMIN ini jadi tanda tanya besar di kepala saya.,.,.

    Terimakasih mas,Rasulullah hanya memberikan syafaat kepada orang yg tidak berbuat syirik kepada Allah, dan Rasulullah bisa memberikan syafaat atas ijin Allah,
    Orangtua rasulullah meninggal dunia dalam keadaan menyekutukan allah, beragama dengan agamanya kaum quraisy,

    Yang mengatakan orangtua rasulullah ada di neraka adalah rasulullah sendiri, apakah rasulullah dalam hal ini berdusta?
    Janganlah kecintaan kita kepada rasulullah itu menjadikan kita bersikap menggunakan perasaan, masa sih orangtua rasulullah ada di neraka?

    Bukankah paman rasulullah saja ketika mau meninggal rasulullah tidak bisa mengajaknya kedalam islam? sehingga paman beliau itu meninggal dengan memeluk agama abdul muthalib? .. padahal rasulullah masih hidup, dan berusaha mengajarkan kalimat laa ilaaha illallah kepada pamannya, tapi pamannya tidak mau,.

    Dari hal diatas saja akan bisa diambil kesimpulan yg mudah, orangtua rasulullah memeluk agama abdul muthalib juga,
    wallahu a’lam

  30. supriman
    Januari 31, 2013 pukul 7:29 am

    Alhamdulillah…. Tercerahkan dengan artikel ini, sebelumnya sempet ragu2 karena kebanyakan mengatakan: “Masak sie Ortunya Rasul masuk Neraka”?!?!?!….

    Alhamdulillah,..
    Islam bukan agama yang mengedepankan perasaan,. tapi berdasarkan dalil yang shahih,.

  31. Abdullah yang berusaha menjadi lebih Islam Kaffah
    Januari 30, 2013 pukul 5:37 am

    masuk surga atau neraka itu urusan Allah SWT, dari pada mikirin Orang Tua Rasulullah lebih baik mikirin diri sendiri masuk Neraka atau Surga.

    Terimakasih mas abdullah,.. betul sekali, masuk surga atau neraka Allah yang menentukannya, dan itu sudah ditentukan oleh Allah 50ribu tahun sebelum alam semesta ini diciptakan, Semua manusia sudah ditakdirkan akan masuk neraka atau surga, ini juga terkait ttg iman kepada takdir,.. dan ini juga rasulullah yang mengabarkannya,. wajib kita percayai atau imani,.

    Kata rasulullah, semua umat rasulullah akan masuk surga, kecuali yang enggan, siapakah orang yang enggan tersebut? baca link ini

    Jangan sombong karena berilmu karena Alah SWT membenci orang yang sombong. Allah SWT yang punya kuasa mau ditempatkan seorang manusia dimanapun.

    Siapa yang sombong mas, orang yang menolak kabar dari rasulullah, atau orang yang membenarkan ucapan rasulullah?
    Dan Rasulullah juga mengabarkan berita tentang kedua orangtuanya itu dari Allah juga, ,.
    Berarti orang yang menolak kabar kedua orang tua rasulullah ada dineraka, berarti menolak kabar dari Allah juga,.
    jadi kalau begitu siapa yang sombong dalam hal ini….

  32. obby
    Januari 30, 2013 pukul 1:43 am

    komentar yang mencaci maki dan tidak menerima perkataan dan berita dari rasulullah seperti para komentator diatas bagaimana hukumnya pak?
    apakah mereka berpikir dengan logika bukan dengan pemahaman ?
    sangat mengoyahkan hati atas kebenaran

    Terimakasih mas obby,
    kenapa mereka berkomentar seperti itu? sebab karena ketidakpahaman tentang hakekat rasulullah itu sebagai utusan Allah yang tidak mungkin berdusta,
    Apa yang dikatakan oleh rasulullah adalah benar, tapi kenapa kok ada orang islam yang mengedepankan perasaan mereka menolaknya, dengan dalih masa sih nabi dilahirkan dari orangtua yang kafir, atau masa sih orang tua nabi ada di neraka??
    Mungkin jika yang mengatakan orangtua nabi itu ada di neraka itu adalah orang lain selain rasulullah, mungkin kita bisa menolaknya,.. nah, ini yang mengatakan adalah rasulullah, apakah kita mau menolak perkataan rasulullah dalam hal ini??
    Lalu dimana konsekwensi syahadat kita, bukankah kita bersaksi bahwa rasul itu adalah utusan Allah? tapi kita mendustakan apa yang disampaikan oleh rasulullah?

    apakah ada jaminan bahwa keluarga rasulullah itu pasti masuk surga?? tidak ada, lihat paman rasulullah yg sangat baik kepada rasulullah di masa hidupnya, membela rasulullah, tapi beliau meninggal diatas kekafiran, meninggal dengan memeluk agama abdul muthalib,. tidak mau mengucapkan syahadat, padahal rasulullah sudah berusaha menuntuntun dan membujuknya, tapi abu thalib terpengaruh dengan bujukan abu jahal,
    anda tahu siapa abu jahal? siapa abu thalib? mereka adalah paman rasulullah sendiri, tapi walaupun itu paman nabi,jika tidak mengikuti ajaran rasulullah,maka nerakalah tempat kembalinya,.

  33. agnostic
    Januari 11, 2013 pukul 7:30 am

    Dasar, semakin menjadi2 nih admin. Sekarang saya tidak akan menggunakan kata “Anda” lagi, tapi “Kamu” kepada admin ini. Kalo memang orang tuanya Nabi Muhammad ga masuk surga n masuk neraka , itu semua karena Islam belum dilahirkan dan mereka semua abelum tau tentang ajarannya Islam, apa menurut kamu Tuhan kamu adil? Nih admin ngaco, memalukan orang2Islam laennya, saya sih ga peduli karena sy seorang agnostic, cuma kesian aja orang2 islam, tambah terpuruk coy citranya gara2 tulisan kamu!!

    Terimakasih mas,
    Apakah anda masih mempercayai apa yang disampaikan oleh Rasulullah?
    Apakah anda mau membenarkan apa yang disampaikan oleh rasulullah?
    Jika memang demikian, lalu kenapa anda sendiri tidak mau mempercayai tentang kabar dari rasulullah bahwa keduanya ada di neraka??

    Apakah dengan diadzabnya kedua orang tua rasulullah itu menjadikan citra rasulullah itu jatuh? menjadikan islam itu rendah?
    Justru banyak hikmah disana, ini menunjukkan bahwa tingginya nasab, maka itu bukan jaminan, selama tidak bertakwa, apalagi terjerumus dalam kemusyrikan,
    Walaupun orangtua nabi, tapi melakukan kesyirikan, maka nabi pun tidak bisa menolong orang tuanya,
    Bukankah ada nabi yang istrinya durhaka (nabi luth), ada yang anaknya durhaka (nabi nuh),bahkan ada pula yang ayahnya juga jadi pembuat berhala?? (nabi ibrahim) namun semua itu tidak menjatuhkan harga diri mereka sebagai nabi

    Lalu kenapa Rasulullah mengabarkan bahwa orangtuanya di neraka anda merasa bingung??

  34. ubaidillah
    Januari 7, 2013 pukul 7:19 pm

    ayu bareng2 n sama memperbanyak baca istighfar …
    bagi penulis n pembaca nya ..

    terimakasih mas ubaidillah,
    kita semua disuruh sering-sering beristighfar, Rasulullah saja beristighfar dalam sehari sebanyak 100 kali,
    tapi tidak ada tuntunannya membaca istighfar bareng-bareng mas, bacalah sendiri-sendiri, bukan dikomando,

    • Sudirman
      Januari 21, 2013 pukul 10:46 am

      Seumur hidup aku baru mendengar kalau kedua orang tua Rassullah (yang mulia kanjeng nabi MUHAMMAD SAW) orang tuanya ada di neraka, dari kamu. Kalau kau berani dengan resikonya ceritakan ini kepada seluruh dunia. Aku orang awam gak begitu-gitu amat kalau ngomong ya dipikir-pikir (AKU INI SIAPA). Pandainya cuma ngotak ngatik bahasa tok.

      Terimakasih pak, banyak yang kaget , sebagaimana dulu juga saya kaget ,
      Alhamdulillah saya sudah bersyahadat, diantaranya adalah waasyhaduanna muhammadan rasulullah, saya bersaksi bahwa Rasulullah itu adalah utusan Allah,
      Rasulullah tidak pernah berdusta, semua ucapannya terjaga dari kesalahan, demikian juga tentang ucapan beliau dalam haditsnya yg shahih, beliau menyatakan bahwa kedua orangtuanya ada di neraka,.. Darimana Rasulullah tahu? Tentu Allah yang mengabarkannya, ketika Rasulullah mau memintakan ampun untuk orangtuanya, tapi Allah melarangnya, dan Rasulullah menangis,.

      Janganlah kita mengedepankan perasaan kita, dalam islam yang dikedepankan adalah dalil, bukan perasaan,
      Apakah kita mau mendustakan perkataan Rasulullah tentang kondisi orangtuanya???
      Apakah karena Rasulullah itu seorang Rasul, lalu merasa aneh jika kedua orangtuanya ada di neraka??
      Rasulullah sendiri mengalami ketika paman beliau yaitu abu thalib mau meninggal, lalu rasulullah mengajak pamannya tersebut untuk masuk kedalam islam dgn cara menyuruh pamannya megucapkan kalimat laa ilaaha illallah, tapi pemannya karena dipengaruhi oleh abu jahal, sehingga pamannya meninggal diatas agama abdul muthalib,.. tidakkah anda melihat dari kasus ini, kedua orangtua rasulullah juga meninggal diatas agama abdul muthalib? padahal abu thalib sendiri sangat membela nabi ketika nabi berdakwah kepada islam, tapi pembelaan abu thalib itu tidak ada manfaatnya, karena abu thalib tidak mau masuk ke dalam islam, sehingga beliaupun kekal di neraka,.

      Tidakkah anda melihat kisah nabi-nabi sebelumnya? Ada seorang nabi, istrinya durhaka dan tidak mau mengikuti dakwahnya, ada seorang nabi anaknya durhaka, dan ada seorang nabi yang ayahnya adalah pembuat berhala,namun semua itu tidak mengurangi kemuliaan nabi tersebut, demikian juga rasulullah yg dikabarkan bahwa kedua orangtuanya ada di neraka , dan hadits tsb adalah shahih, jadi kewajiban kita sebagai umat nabi muhammad, adalah mempercayainya, mengimaninya, bahwa perkataan rasul tersebut adalah benar, bukan menolaknya karena kita mengedepankan perasaan kita, kok nabi orangtuanya ada di neraka?? masa sih??

      Islam bukan agama perasaan mas, pak,.. tapi islam agama yg berdasarkan dalil,

  35. aryo
    Januari 7, 2013 pukul 1:19 pm

    sepertinya ni orang perlu dicuci otaknya,,,,
    nulis artikel kyk gini 7an nya APA???
    mencari ridho Allah,,,,?? bullshittt kamu,,,,
    gimana pandangan non muslim kalo baca??
    yah, syafaati ortunya aja gak bisa apalagi umatnya??? kalo emang pemahaman kmu secetek itu gak usah disebar deh,,,, bikin kaum2 SAWAH SEMAKIN KELIATAN ‘CETEK’NYA,,,,

    Terimakasih mas aryo,
    Ini merupakan ujian juga buat umat rasulullah apakah mereka mempercayai ucapan rasulullah atau tidak,
    Jangan heran dengan kondisi nabi dan rasul yang mana orang tuanya ada di neraka, bukan rasulullah saja, bahkan ayah nabi ibrahimpun, bapaknya tauhid, bahkan dalam shalawat pun disebut, bapaknya adalah musyrik, pembuat berhala,
    Lalu ada nabi yang istrinya juga berada di neraka, seperti nabi luth, ada nabi yang anaknya masuk neraka, seperti anaknya nabi nuh,..

    Maka, kenapa anda terheran-heran atau mengatakan pemahaman orang yg membenarkan ucapan rasulullah bahwa orangtua rasul itu di neraka karena mati dalam kemusyrikan itu sebagai org yg memiliki pemahaman cetek,..

    Tidakkah anda ingat kisah meninggalnya abu thalib? Rasulullah berusaha menuntun abu thalib utk mengucapkan syahadat, tapi abu jahal mempengaruhi abu thalib supaya jgn meninggalkan agamanya abdul muthalib,..
    dari sini bisa diambil kesimpulan jika kedua orang tua rasulullah juga mengikuti agama abdul muthalib, bukan mengikuti islam

  36. tuan dhemang
    Januari 7, 2013 pukul 3:08 am

    Pak Admin bsk mau ikut NATALAN GAK???

    boro-boro natalan tuan, maulidan juga ngga ikut-ikutan, karena itu sama saja menyerupai orang-orang nasrani yg ngadain natalan,.

  37. kripik
    Januari 5, 2013 pukul 7:35 pm

    masuk neraka atau surga kita ngga akan tau…..kiamat masih jauh dan manusia juga belum dikumpulkan di padang makhsyar bagaimana kita bisa tau……..saya kira itu urusan Allah tak seorangpun tau……sebelum datang kebenaran / wahyu maka orang yang belum beriman, tak bisa kita menjudgenya masuk neraka atau surga……..itu urusan Allah

    Rasulullah diberitahu melalui wahyu,
    Bukankah Rasulullah juga telah mengabarkan akan 10 orang yang masuk surga? bahkan disebutkan nama-namanya,
    Demikian pula orang yang masuk neraka, diantaranya adalah kedua orangtua rasulullah, dimana rasulullah dilarang oleh Allah untuk memintakan ampun kedua orangtuanya, sebab mereka mati diatas kemusyrikan,
    Dan kita wajib mempercayai apa yg disampaikan oleh rasulullah

    • Abu Fadhilah
      Januari 7, 2013 pukul 12:46 am

      Kita-kita, ustadz, kyiai, habib, ulama dan lain-lain tidak tau apa yg terjadi nanti setelah kiamat, tapi Allah Subhanahu wa ta’ala mengetahuinya dan kabar siapa yang masuk surga dan neraka di beritahu kepada Rosululloh Sallallohu’alaihi wassalam, yg wajib kita lakukan adalah mengikuti Allah dan Rosulnya dan wajib percaya perkataan Rosululloh Sallallohu’alaihi wassalam..

      Betul sekali, walaupun kata-kata rasulullah itu seolah2 tidak masuk di akal atau nalar kita, jika itu betul-betul diucapkan oleh rasulullah, kita wajib menerima dan mengimaninya,.. bukan menolaknya karena akal2 kita,

  38. 17081945
    Januari 3, 2013 pukul 2:39 am

    JANGAN NGASIH ARTIKEL BODOH LAH, KALO CUMA JADI KADER TINGKAT RENDAH WAHABI SALAFI, ……. YANG DI CUCI OTAK DAN MERASA BENAR SENDIRI, ……………
    ENTE MUNDUR AZAH LAH JADI ADMIN BLOG INI JADI PETANI AZA HALAL,…………….

    Jika hadits Rasulullah dianggap sebagai artikel bodoh,
    Jika menyampaikan berita dari rasulullah dianggap cuci otak,
    Kira-kira, siapa yang bodoh dalam hal ini?

    Harusnya anda bisa mengecek sendiri, bukankah dalam artikel tersebut ada rujukan haditsnya, jika anda sudah bisa membaca kitab hadits, silahkan buka dalam hadits tsb, jika belum bisa, silahkan buka terjemahannya,.. mudah, bukan malah menuduh membabi buta, dan malah menuduh dgn yang tidak2,.. silahkan anda buka sendiri kitabnya,.. monggo, ,, jika tidak ada, baru komentar lagi disini

    • muhammad budi
      Juni 19, 2013 pukul 8:31 am

      hai orang yg menulis artikel kedua orang tua rosulullooh sholalloohu ‘alaihi wa sallam kafir belajarlah adab(sopan santun) biar kamu tidak seperti biyawak, dikitab t’alim muta’alim disebutkan “tidaklah menjadi kufur bagi orang ya m’asiat tp menjadi kufur bagi orang yg meninggalkan penghormatan” menurut saya orang yg tidak beradab(tidak ada sopan santunnya) itu adalah orang yg meninggalkan penghormatan, coba anda fikir apa pantas umat rosulullooh mempublikasikan kejelekan orang tua nabinya kehalayak umum?

      Terimakasih atas komentar anda yg cukup bagus,
      Jika anda mengatakan saya orang tidak beradab hanya karena saya memposting artikel tentang kafirnya kedua orang tua nabi, apakah anda sadar mengatakannya demikian, sebab yang pertamakali mengatakan hal itu adalah rasulullah sendiri,. dimanakah adab anda terhadap ucapan rasulullah?

      Apa kamu g malu klo artikelmu dibaca orang no muslim?

      Emangnya apa yang membuat malu? Apakah malu memiliki nabi dari kedua orang tua kafir? Apakah berarti derajat nabi itu turun hanya karena keduaorangtuanya itu kafir? tidak,.. bahkan nabi ibrahim ayahnya adalah pembuat patung yang disembah,. , nabi luth istrinya durhaka, nabi nuh anaknya durhaka,. itu semua tidak mengurangi harga diri seorang nabi,.. dan itu pula menunjukkan bahwa memiliki hubungan nasab atau kerabat dengan nabi bukanlah jaminan masuk surga,.

      Ato…anda seorang non muslim berkedok muslim?

      Sekali lagi, anda sadar ngomong seperti itu? berat lho mas resikonya, jika anda menuduh saya seperti itu, dan ternyata saya tidak seperti yg anda tuduhkan, maka tuduhan itu akan kembali kepada anda sendiri,. mudah2an Allah mengampuni kekeliruan anda, dan memberikan hidayah taufik kepada anda,.

      Sungguh jelek akhalaqmu…, hai orang yg berilmu tp tak berada “sesungguhnya ilmu mu ada disurga dan dirimu ada dineraka(bila tidak betaubat)” ini alamat facebook ku “incu_eyang@yahoo.com, silahkan berkomentar, ketemuan jg boleh.

      Mudah2an Allah memberikan hidayah kepada anda, juga kepada kaum muslimin semua,.
      Orangtua rasulullah meninggal dunia dalam keadaan menyekutukan allah, beragama dengan agamanya kaum quraisy,

      Yang mengatakan orangtua rasulullah ada di neraka adalah rasulullah sendiri, apakah rasulullah dalam hal ini berdusta?
      Janganlah kecintaan kita kepada rasulullah itu menjadikan kita bersikap menggunakan perasaan, masa sih orangtua rasulullah ada di neraka?

      Bukankah paman rasulullah saja ketika mau meninggal rasulullah tidak bisa mengajaknya kedalam islam? sehingga paman beliau itu meninggal dengan memeluk agama abdul muthalib? .. padahal rasulullah masih hidup, dan berusaha mengajarkan kalimat laa ilaaha illallah kepada pamannya, tapi pamannya tidak mau,.

      Dari hal diatas saja akan bisa diambil kesimpulan yg mudah, orangtua rasulullah memeluk agama abdul muthalib juga,
      wallahu a’lam

  1. No trackbacks yet.

Silahkan tulis komentar anda,.. surel diisi dgn email, nama diisi dengan nama anda ,

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.505 pengikut lainnya.