Beranda > Belajar Nasehat, kuburan > Apakah Orang Yang Sudah Mati Bisa Mendengar Langkah Orang Yang Mengunjunginya, Atau Mendengar Permintaan Para Pemujanya?

Apakah Orang Yang Sudah Mati Bisa Mendengar Langkah Orang Yang Mengunjunginya, Atau Mendengar Permintaan Para Pemujanya?


Oleh : Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal IftaPekuburan yang sesuai dengan sunnah rasul
(Komisi Fatwa Majlis Ulama Saudi Arabia)

Pertanyaan.
Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta ditanya : Apakah para wali yang shalih mendengar panggilan orang-orang yang memanggilnya ? Apa makna sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

“Demi Allah sesungguhnya orang yang telah meninggal dari kalian (di dalam kuburnya) mendengar bunyi langkah terompah kalian”.

Mohon penjelasan !

Jawaban.
Pada dasarnya bahwa orang yang telah meninggal dunia baik yang shalih atau yang tidak shalih, mereka tidak mendengar perkataan manusia, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu ; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan di hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu sebagaimana yang diberikan oleh Yang maha Mengetahui”. [QS. Fathir : 14]
Begitu juga firmanNya Subhanahu wa Ta’ala.
“Dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar” [Fathir : 22]
Akan tetapi terkadang Allah memperdengarkan kepada mayit suara dari salah satu rasulnya untuk suatu hikmah tertentu, seperti Allah memperdengarkan suara Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada orang-orang kafir yang terbunuh di perang Badar, sebagai penghinaan dan penistaan untuk mereka, dan kemuliaan untuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sampai-sampai Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan kepada para sahabatnya ketika sebagian mereka mengingkari hal tersebut.
“Tidaklah kalian lebih mendengar apa yang aku katakan daripada mereka, akan tetapi mereka tidak mampu menjawab”.[Hadits Riwayat Ahmad dan ini lafalnya- (I/27 : III/104, 182, 263 dan 287), Bukhari II/101 dan Nasa-i IV/110]
Lihat pembahasan ini di kitab An-Nubuwat, kitab At-Tawassul Wa-al-Wasilah dan kitab Al-Furqan, seluruhnya karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Maka kitab-kitab tersebut cukup memadai dalam mengupas pembahasan ini.
Adapun mayat yang mendengar suara langkah orang yang mengantarnya (ketika berjalan meninggalkan kuburnya) setelah dia dikubur, maka itu adalah pendengaran khusus yang ditetapkan oleh nash (dalil), dan tidak lebih dari itu (tidak lebih dari sekedar mendengar suara terompah mereka), karena hal itu diperkecualikan dari dalil-dalil yang umum yang menunjukkan bahwa orang yang meninggal tidak bisa mendengar (suara orang yang masih hidup), sebagaimana yang telah lalu.
Shalawat dan salam semoga tercurah atas Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, dan sahabat-shabatnya.
[Fatawa Li Al- Lajnah Ad-Da’imah I/151-152 dari Fatwa no. 7366 Di susun oleh Syaikh Ahmad Abdurrazzak Ad-Duwaisy, Darul Asimah Riyadh. Di salin ulang dari Majalah Fatawa edisi 7/I/ 1424H]
  1. fajar
    Oktober 17, 2014 pukul 2:33 pm

    Dari Abu Darda’, Rasulullah SAW bersabda,
    اَكْثِرُوا الصَّلاَةَ عَلَيَّ يَومَ الْجُمْعَةِ فَإِنَّهُ يَومٌ مَشْهُودٌ تَشْهَدُهُ الْمَلاَئِكَةُ وَ اِنْ اَحَداً لَنْ يُصَلِّيَ عَلَيَّ اِلاَّ عُرِضَتْ عَلَيَّ صَلاَتُهُ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْهاَ
    Artinya : “Perbanyaklah kalian bersholawat kepadaku dihari jum’at, karena hari itu adalah hari yang disaksikan oleh para malaikat. Dan tidaklah seseorang membacakan sholawat kepadaku kecuali akan dilaporkan sholawatnya kepadaku hingga dia selesai darinya.”

    Abu Darda’ berkata, “Aku bertanya, meskipun setelah engkau meninggal?” beliau menjawab,
    وَ بَعْدَ الْمَوتِ اِنَّ اللهَ حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ اَنْ تَأْكُلَ اَجْسَادَ اللأأَنْبِيَاءِ فَنَبِيُّ اللهِ حَيٌّ يُرْزَقُ
    Artinya : “Dan setelah aku meninggal, karena Allah telah mengharamkan bumi dari memakan jasad para Nabi, maka Nabi Allah masih hidup dan diberi rejeki.” (HR. Ibnu Maajah)

    ya, itu dalil dianjurkannya shalawat, ,. dan bukan anjuran untuk meminta kepada rasulullah setelah meninggalnya,.
    sudah saya posting kok, silahkan lihat disini

    Dan shalawatnyapun tidak harus di dekat kuburan nabi, dari indonesiapun bisa, .

  2. kambara
    April 2, 2013 pukul 12:14 am

    assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    saya mau beli kitab yang sesuai dengan tuntunan rosulullah dan pemahaman para sahabat,tapi saya tidak tahu nama-nama kitab tersebut, takutnya saya beli kitab yang banyak mengandung kebid’ahan,mohon di sebutkan kitab yang sesuai tuntunan, kalau di jember saya bisa beli di mana kitab tersebut?terimakasih

    Jika mau membeli di toko online, sangat banyak,. silahkan bisa beli di penerbit imam syafii, alamatnya di http://www.pustakaimamsyafii.com , pustaka attakwa,penerbit daarussunnah,daarul haq, dll masih sangat banyak , anda mau beli buku apa? bisa nanti saya kasih referensi, atau bisa juga saya orderkan,. nanti dikirim ke alamat anda,.

    Coba saja datang ke tempat kajian yg ada di jember, mungkin ada yang jualan juga ketika ada kajian atau tablig akbar,

  3. makmun santosa
    Maret 9, 2013 pukul 9:33 am

    assalamualaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    knpa stiap saya mau download E-book. Koq yg tampil konten porno.ada apa ini? Tlong di jawab.

    Terimakasih mas,
    E-book yang mana, tolong kasih linknya,. nanti coba saya koreksi,

  4. Gagak Seto
    Februari 24, 2013 pukul 8:43 am

    Mohon dipertimbangkan lagi, jangan sampai ayat2 Al Qur-an dilemahkan oleh Al Hadits walaupun Hadits shahih. Kalau ada matan Hadits menyelisihi ayat Al Qur-an maka matan tsb batal demi kebenaran …

    Terimakasih mas,.
    Tidk ada satu hadits shahihpun yg menyelisihi ayat alquran, dan tidak ada ayat alquran yg menyelisihi hadits yang shahih,
    Kalau ada yg seperti itu, silahkan berikan contohnya hadits shahih yg menyelisihi alquran, atau alquran yg menyelisihi hadits yg shahih,..

    Mungkin menurut kita bertentangan, padahal tidak, bacalah penjelasan dari hadits atau ayat alquran tsb melalui syarah/penjelasannya, jangan dipahami secara lafadz atau matan saja,.

  1. No trackbacks yet.

Silahkan tulis komentar anda,.. surel diisi dgn email, nama diisi dengan nama anda ,

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.566 pengikut lainnya.