Tanya Jawab

Bismillah,

Ini adalah kolom khusus menampilkan tanya jawab tentang agama yang saya ambilkan dari website yang dikelola oleh para Ustadz. Silahkan bagi para pembaca yang ingin bertanya bisa mengisi di kolom ini, Insya Allah akan saya sampaikan kepada ustadz yang mempunyai cukup ilmu, kalau saya sendiri masih belajar, masih sangat sedikit sekali, dan tidak berani untuk menjawab permasalahan agama, kalau bertanya tentang masalah komputer sih, insya Allah akan saya jawab sebatas dengan ilmu yang saya miliki…  Silahkan bagi para pembaca sekalian KLIK DISINI untuk  mengirimkan pertanyaannya...

Untuk mengecek apakah jawabannya sudah dimuat atau belum, Anda bisa mengeceknya disini

jazakumullahu khairan..

  1. wulan
    Agustus 25, 2014 pukul 1:34 pm

    Assalamu’alaikum, pak admin
    saya mau tayk boleh gak suami yg tidak bertaqwa, istri tidak mengikuti perintahnya?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Istri tetap wajib mentaati dan berbakti kepada suami dalam hal yang tidak maksiat,
    Mudah2an dengan sikap spt itu, si istri bisa memberikan nasehat, dan nasehatnya diterima suami,
    Jika suami bermaksiat, tidak bertakwa, jangan dibalas istri bermaksiat pula, yaitu tidak mentaati suami,.
    Ibu bersabar, dan terus berdoa kepada Allah, jadi ibu tetap wajib berbakti kepada suami,

    Silahkan ibu baca komentar di postingan ini, insya Allah bisa membuka wawasan ibu, klik disini

    • wulan
      Agustus 27, 2014 pukul 6:56 am

      Assalamualaikum pak admin,

      suami disuruh pulang dengan ibunya hanya semata ibunya sendirian karena bapak sudah meninggal namun masih ada adiknya yng berumur 13 th, adiknya tersebut akan dipondokkan sehingga mertua saya tinggal sendirian, padahal daerah sekitar banyak saudara yng dekt dngn mertua dan dkt jg dgn kakak suami saya.

      saya bingung dengn mertua saya,
      anehnya suami saya diajak ibunya untuk tinggal bersamanya, suami saya mau dan siap resign dr pekerjaan yang sudah mapan dan akan mulai merintis usaha di desa, akan tetapi saya tidak mau ikut pulang dikarenakan saya tidak mau ngumpul dengan mertua karena menurut saya, kami sudah berkeluarga dan tidak seharusnya suami ikut ibunya kembali.

      dan saya sempat bilang klo mau pulang ke desa jgn ikut mertua, kita ngontrak rumah aja, klo suami pengn dekt dengan ibunya. yang saya tykan apakah saya salah pak klo bertindak demikian?

      dan apa yg seharusnya saya lakukan?

      Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
      Terimakasih wulan,.
      Anda sebagai istri, WAJIB berbakti kepada suami melebihi WAJIBNYA ANDA BERBAKTI KEPADA ORANGTUA SENDIRI,
      Sementara suami LEBIH WAJIB BERBAKTI KEPADA ORANGTUANYA,. sehingga jika orangtua suami menyuruh suami untuk tinggal di rumah orangtuanya, maka suami wajib taat kepada orangtuanya, bahkan sekiranya orangtuanya menyuruh suami agar menceraikan istrinya dengan alasan syar’i, maka si suami harus nurut, berbeda halnya dengan istri, seandainya mertua suami atau orangtua istri menyuruh cerai, maka tidak bisa, sebab hak cerai itu ada di tangan suami,

      Oleh karena itu, ibu wajib mentaati suami, pahala yang sangat berlimpah menanti untuk istri yang berbakti kepada suaminya, walaupun si suami harus keluar dari tempat kerjanya supaya suami bisa berbakti kepada orangtuanya, ini tidak mengapa,. jadi nanti misalkan pulang ke desa, jangan ngontrak, tapi tinggal di rumah orangtua suami, dan anda juga harus berbakti kepada suami dan orangtua suami,

      Suami adalah surga dan neraka bagi istri, baca ulasannya disini

      Jangan menjadi istri durhaka, taatilah suami wahai para istri, silahkan baca ulasannya disini

  2. reny sri suryani
    Agustus 6, 2014 pukul 11:38 pm

    assalammualaikum, saya mau nanya tentang masalah pemilu menurut mas admin? syukron

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    terimakasih reny, silahkan baca postingan ini</a

  3. dwi
    Agustus 5, 2014 pukul 3:59 pm

    Assalamualaikum pa

    In shaa Allah dalam waktu dekat ini saya dan calon istri akan melangsungkan pernikahan…..

    Tp ada satu masalah yg cukup bikin saya pusing utk solusinya

    Kebetulan saat ini keadaan calon mertua laki2 dalam kondisi sakit dan jarak yg jauh dgn acara yg akan d langsungkan…kondisi calon mertua laki2 tidak memungkinkan utk bisa ikut hadir dalam akad nikah nanti sebagai wali…apa yg sebaiknya harus kami lakukan….apakah haru memakai wali hakim….dan gmn hukumnya

    Besar harapan saya utk mendapatkan solusinya segera mungkin…
    Terima kasih

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Terimakasih dwi, sudah komentar disini,.
    Untuk laki-laki, ngga perlu wali, yang perlu wali adalah pihak wanita, si wanita wajib ada wali, sedangkan laki-laki tidak perlu, walaupun dia datang seorang diri pun, sah saja pernikahan tersebut,

    • agus
      Agustus 25, 2014 pukul 11:43 am

      Saya menangkapnya calon mertua laki laki berarti yg dimaksyd adalah org tua dari calon istri.

      Sehingga ayah dr calon istri bisa mewakilkan ke org lain yg bisa datang dlm acara akad nikah tsb.

      Mohon koreksinya bila salah.

      Oh iya, saya salah, karena dwi itu nama si laki-lakinya ya, dikirain nama perempuan,
      Berarti ayah si laki-laki bisa mewakilkan atau diganti oleh wali si wanita selain ayah,

  4. Abu Nabila
    Juli 30, 2014 pukul 9:10 am

    Assalamualaikum.
    Barakallah fikum. mas admin, ana mau tanya tentang perbedaan pandangan antar salafi. Ana tinggal di gemolong Sragen. Ana sering mengikuti kajian salafi. Tapi ana masih bingung karena ana berseberangan pemahaman dengan mertua. Beliau mengikuti kajian salafi dgn Ust. Dzulqornain, dkk (link yamani), sedangkan ana Ust. Jafar, Ust. Faiz, Ust Zainal Abidin, dkk. Maaf, di daerah kami memang mengenal kajian salaf ada dua kubu link Yamani/keras.

    Ana pernah diajak dialog tentang kajian dan pernah diberi nasehat agar hai-hati dengan kajian yang saya ikuti. Tetapi ana banyak diam. di daerah ana, ada kajian dari ust. Fauzi, MA yang selalu ana ikuti. Beliau berpesan kepada jamaah kajian agar tidak usah menanggapi permasalahan tersebut, tapi yang harus kita lakukan hanya terus mencari ilmu yang syar’i dengan pemahaman salafus shalih. Ana minta nasehat dari antum, bagaimana sikap ana terhadap ayah mertua dan teman-temannya? Jazakumullah Khairan.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    wafiika baarakallah,.
    Jazakumullahu khairan akhi Abu Nabila sudah komentar disini,.
    Kalau mau jujur, sebenarnya link Assewed sudah menyimpang dari dahulu, awalnya sejak mereka melakukan jihad di ambon yang tanpa bimbingan para ulama, juga tidak seijin pemerintah indonesia, sehingga banyak penyimpangan terjadi di lapangan juga, seperti hukum rajam, dll..
    Dan karena pemikiran mereka yang menyimpang, mereka sampai sekarang pun terus berpecah dan berpecah, juga saling mencela sesama mereka,.
    Dulu mereka mendewakan ust jafar umar thalib, setelah itu ust jafar umar thalib mereka tendang, lalu mereka mengagungkan syaikh yahya alhajuri, setelah itu syaikh yahya mereka tendang pula, kemudian terjadi perpecahan demi perpecahan di kelompok mereka,. perseteruan yang sengit,..

    Begitulah akhi, jika manhaj salaf dikotori oleh hasad,dengki,hizbiyah, maka akan selalu terpecah-pecah, dan itu yang terjadi di kubu assewed dan yang berafiliasi padanya,.

    Alhamdulillah sudah banyak yang menyadari akan penyimpangan tersebut, sehingga banyak ustadz-ustadz atau ikhwah yang tadinya ikut kubu tersebut, keluar dan tidak mau lagi terkungkung dalam lingkungan hizbiyah yang mereka terapkan,.

    Tentang menyikapi mertua, antum tetap berbuat baik dengan mertua, tidak usah berbicara ttg masalah yang mertua berseberangan dengan antum, bicara masalah dunia saja, ga usah bicara masalah manhaj, jika mertua ngajak bicara masalah manhaj, maka antum alihkan pembicaraan, bicara urusan dunia saja,
    antum sering kasih hadiah, urusan dunia saja, sehingga antum ga diam seribu bahasa,

    Dan kalau bisa anda jangan tinggal dengan mertua, sebab takut istri anda nanti akan dipengaruhi, akan terkena syubhat yang mereka lontarkan,.

    Kita tidak usah disibukkan dengan fitnah2 yang mereka lontarkan, sebab jika seperti itu, ngga ada dampak positifnya bagi kita,. justru mereka sedang memanen usaha mereka, mereka semakin terpecah dan terkucilkan,.

    Lihat ust faiz, dakwah beliau berkembang, pesantren besar, dan jika kita melihat perkembangan dakwah mereka,.. tidak seperti kita,. perbedaan yang sangat jauh sekali,.

    Jadi, antum ga usah ngurusin ocehan mereka, antum fokus ngaji saja, nanti mereka bosen sendiri,

    • Abu nabila
      Juli 30, 2014 pukul 5:11 pm

      Jazakumullahu khairan. Terima kasih atas jawabannya.
      Bagaimana cara mengajak isteri mau mengikuti kajian. karena sering saya ajak, beliau tidak mau. Apalagi mengajak untuk berhijab sesuai syar’i, masih belum mau..
      walaupun isteri dah pakai jilbab, tetapi masih belum sempurna (jaman modern). Berkali-kali ana memberikan masukan, tetapi hasilnya belum ada… mau minta tolong orang tuanya nanti terjadi salah paham karena orang tua juga tidak berkomentar anaknya tidak berhijab sempurna,padahal ibu sudah berhijab sesuai syar’i. Mohon nasehatnya? Dan apa doanya supaya isteri dapat berubah, karena ana takut ancaman Alloh yang nantinya suami akan dipertanggungjawabkan sebagai imam.

      anda bisa berikan artikel tentang jilbab, atau kisah-kisah tentang jilbab, contoh seperti yang dipostingan ini

      Sekarang media dakwah sangat banyak, jika tidak mau diajak ke tempat kajian, anda bisa bawa rekaman kajian untuk disetel dirumah, sampaikan nasehat disaat yang tepat, di suasana yang nyaman, ajak bicara dari hati ke hati,bersikap baik dengan istri, sering kasih hadiah, dan mungkin lebih jelasnya anda bisa tanyakan langsung ke ustadz tempat anda taklim,.

  5. Zainop riansyah
    Juli 10, 2014 pukul 3:14 am

    assalam mualaikum…

    Bismillah

    Pak saya mau nanya,untuk penulisan insya allah yg benar itu In Shaa Allah Apa Insya Allah
    Mohon Penjelasan nya Pak..

    Terima Kasih

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    jika ditranslate arab ke indonesia, maka yang benar adalah dengan tulisan Insyaa Allah, bukan inshaa Allah,. sebab huruf syin bukan menjadi huruf shad, jika dg tulisan inshaa allah maka akan berubah tulisannya, dan ini adalah kesalahan,.

    Sedangkan orang inggris mentranslate menjadi inshaa allah, tapi membacanya tetap saja seperti membaca insyaa allah,. beda dialek,

    • Zainop riansyah
      Juli 11, 2014 pukul 6:51 am

      saya liat dari kata kata DR. Zakir Naik kata nya klo insya allah itu di aratikan dalam bahasa arab artinya menciptakan Allah,kalo in shaa allah artinya dengan izin allah,yang benar yang mana pak,mohon penjelasan nya pak

      Terima Kasih

      Itu tidak benar, DR. Zakir Naik itu berkata dalam kontek bahasa inggris, sebab jika menggunakan translaritasi bahasa indonesia, maka jika mengikuti penulisan model DR. Zakir Naik maka akan salah penulisannya, kalau menurut Zakir naik kan ditulis inshaa , ini sudah merubah huruf, huruf SYIIN jadi SHAAD,

      Ngga ada hubungannya sama sekali antara tulisan dan pengucapan dengan arti, justru jika mengucapkan sesuai tulisan INSHAA , maka artinyapun berbeda,.

      Bahkan orang yang mengucapkan kalimat insya allah tersebut ngga ada maksud spt yg dijelaskan oleh DR tsb,

  6. adi
    Juli 4, 2014 pukul 1:07 am

    Assalamualaikum Pak Admin,

    Mohon penjelasan anda tentang ISIS yang digembar-gemborkan media saat ini.

    Dalam Adi

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    ISIS adalah salahsatu kelompok yg memiliki pemahamn khawarij,.. sdh bnyk yg mnjadi kekejaman kelompok ini, mereka membunuh mujahidin di suriah yang sedang berjuang melawan syiah,

    Tentang apa itu khawarij, sudah ada postingannya disini, silahkan dibaca

    Utsman bin Affan pun dibunuh oleh tokoh khawarij kala itu,. khawarij adalah musuh dalam selimut, yang akan menghalalkan darah kaum muslimin, sebagaimana di indonesia , mereka yang terpengaruh pemikiran khawarij ini membunuh kaum muslimin dengan cara bom bunuh diri, bahkan di dalam masjidpun mereka meledakkan bom, sebagaimana kasus di cirebon,

    • adi
      Juli 7, 2014 pukul 7:25 am

      Lalu Front mana, mujahidin suriah yang sesuai jihadnya dengan pandangan mas admin? nama pimpinan front tersebut?

      mohon pencerahan

      Diantara mujahidin yang berjuang melawan syiah adalah FSA, jaisyul khur,jabhah islamy, , dan mereka diserang oleh khawarij ISIS/ISIL

  7. Zainop riansyah
    Juni 30, 2014 pukul 2:47 am

    Assalam Mualaikum,

    Bismillah..

    Pak saya mau nanya..boleh gak bersiwak ketika kita puasa, puasa sunnah maupun Ramadhan ???

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    boleh bersiwak, walaupun di bulan ramadhan,.

  8. Yogi Mahendra
    Juni 17, 2014 pukul 8:33 am

    Assalamu’alaikum warrahmahtullahi wabarakatuh,
    pa admin saya mau bertanya, saya sudah hampir satu tahun ditinggal meninggal oleh anak saya yg baru lahir, dan saya pernah mendengar dan membaca artikel
    http://deleted-link -saya-hapus/2011/05/anak-kecil-meninggal-sebelum-baligh.html
    apa benar??
    saya ikhlas dan mudah-mudahn allah memberikan yg terbaik dan kepercayaan dilain waktu,
    mohon penjelasannya pa
    jazakumullahu khairan..

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    terimakasih mas yogi, jika orangtua sabar dalam menghadapi musibah tersebut, maka itu merupakan tabungan pahala bagi orangtua tersebut, sudah saya posting ulasannya, silahkan baca disini

  9. Zainop riansyah
    Juni 11, 2014 pukul 7:13 am

    assalam mualaikum

    Bismillah

    Pak boleh gak kita melangsungkan pernikahan di mesjid ?

    Mohon Penjelasannya pak..

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Terimakasih mas, ulasan tentang akad nikah di masjid baru saya postingkan, spesial buat anda, dan pembaca yang ingin tahu,.silahkan baca disini mas,

  10. Zainop riansyah
    Juni 9, 2014 pukul 3:19 am

    assalam mualaikum

    Bismillah

    pak,boleh gak membaca ayat kursi ketika kita sholat sehabis membaca alfatihah..
    apakah ayat kursi juga termasuk ayat pendek seperti ayat ayat pendek yang lainnya
    mohon penjelasannya pak.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    boleh saja kita membaca sebagian dari surat dalam alquran setelah membaca alfatihah,.
    ayat kursi adalah bagian dari surat albaqarah,

  11. Zainop riansyah
    Juni 4, 2014 pukul 8:08 am

    assalam mu alaikum,

    Pak saya mau nanya,sayakan bekerja di perusahaan distribotur ban.

    saya sebagai warehouse / orang gudang,apa hukumnya menerima uang yang tidak ada pemberitahuan untuk kita,padahal kita sudah di beritahukan hak yang kita terima itu apa saja.

    seperti saya di perusahaan saya,di beritahukan oleh HRD saya hak yang saya terima hanya gaji dan lembur saja di luar itu tidak ada katanya..

    jadi bolehkah saya menerima uang selain gaji dan lembur dari sales saya,karena uang untuk angkat ban masuk atau ban keluar ban tersebut adalah tugas saya..

    bolehkah saya menerima uang upah untuk angkat ban dari sales saya tersebut..

    mohon penjelasannya pak..

    apa status uang tersebut jika saya terima.apakah halal apakah haram..

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Terimakasih Mas riansyah, sudah komentar disini,.

    Uang yang didapatkan dari tugas yang kita kerjakan padahal kita sudah digaji ( uang tip ) itu harus diberikan kepada perusahaan yang menggaji anda, tapi jika pihak perusahaan membolehkan itu menjadi milik anda, maka tidak mengapa,.

    Tapi jika anda tidak memberitahukannya, maka itu termasuk harta korupsi,.
    sebagaimana sabda Rasulullah :
    Dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya, Buraidah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    مَنِ اسْتَعْمَلْنَاهُ عَلَى عَمَلٍ فَرَزَقْنَاهُ رِزْقًا فَمَا أَخَذَ بَعْدَ ذَلِكَ فَهُوَ غُلُولٌ

    “Siapa saja yang kami pekerjakan lalu telah kami beri gaji maka semua harta yang dia dapatkan di luar gaji (dari pekerjaan tersebut, pent) adalah harta yang berstatus ghulul (baca:korupsi)” (HR Abu Daud no 2943, Dalam Kaifa hal 11, Syeikh Abdul Muhsin al Abbad mengatakan, ‘Diriwayatkan oleh Abu Daud dengan sanad yang shahih dan dinilai shahih oleh al Albani’).

    Selengkapnya silahkan baca postingan tentang korupsi di link ini

    Jika pihak perusahaan tidak membolehkannya, maka itu harta yang haram bagi anda, jadi sebaiknya anda sampaikan saja kepada pihak perusahaan masalah tersebut, masalah uang tip tersebut,..

    • Zainop riansyah
      Juni 5, 2014 pukul 2:04 am

      jika uang tersebut kata sales saya di sini ada tapi sebenarnya uang tersebut di peruntukkan untuk SPSI ( Orang upahan ).

      dan ternyata sales saya di sini tidak pernah memakai SPSI ( Orang upahan ) dan mengangkat ban tersebut itu saya dan security kalau sales saya memberikan uang tersebut karna kami yang mengangkat nya,apakah uang tersebut termasuk ghulul pa..?
      mohon penjelasannya pak

      Ya, itu termasuk,karena anda, security sudah mendapatkan gaji dari perusahaan anda, silahkan untuk memperjelas ini saya sudah posting artikel terbaru, klik link ini

      Justru uang spsi yang tidak dibayarkan ke orang upahan karena anda bisa melakukan pekerjaan orang upahan, itu bentuk sikap menguntungkan bagi perusahaan, dan mudah2an perusahaan akan memberi kebijakan yang menguntungkan anda, silahkan sampaikan terus terang kepada atasan atau perusahaan akan hal tsb, bukan anda memakan uang spsi tersebut dan berbagi dengan security,..

      • Zainop riansyah
        Juni 6, 2014 pukul 2:27 am

        assalam muaalaikum

        disini atasan saya sales itu pak..

        itu gimana pak,apakah saya boleh menerima uang itu.
        sedangkan security saya sering menerimanya,saya bukan menuntut uang itu..

        saya itu bingung pak selama saya menolak uang itu saya takut menjadi bomerang bagi saya,takut nya mereka beranggapan lain terhadap saya.
        karna saya belum tau akan uang tersebut baik tuk diri saya apa tidak..

        apakah selama saya tidak menerima uang tersebut menjadi mudharot gak sama saya pak,karna hanya saya yang menolak..
        bukan karna munafik pak tapi karna itu sebagai tindak kehati hatian saya.

        Mohon nasehatnya pak…
        agar saya tidak di benci oleh orang orang sekitar saya.
        kalau saya mau nanya ke atasan sales saya langsung yang di jakarta akan hal tersebut mereka bukan level saya nanti saya di anggap ambil muka gak pak..
        bingung saya pak.

        Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
        anda jelaskan saja kejadiannya, bahwa uang spsi tsb tidak dibayarkan utk orang upahan, karena tugas orang upahan tsb dilakukan oleh anda sendiri dan security,
        Jadi apakah hal seperti itu dibenarkan atau tidak, silahkan tanya ke atasan anda, misalkan dibenarkan dan disetujui oleh atasan anda, maka bisa saja diteruskan spt itu, tapi jika tdk dibenarkan, dan anda disuruh mengganti uang tsb, maka anda wajib mengembalikan uang yang sdh andat terima tsb, karena uang tsb tdk halal bagi anda,

  12. Firmansyah
    Juni 2, 2014 pukul 12:41 pm

    Assalamualaikum wr wb ,,,,,,

    pak saya ingin bertanya ,,,, jadi say mempunyai barang yang bisa di bilang HARAM ,,,,, nah saya menyesal telah melakukannya ,,,, BAGAIMANA solusinya ???? dan di kemanakan barang tersebut ??? mohon balesnnya terimakasih
    wassalamualaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Terimakasih mas firmansyah, sudah komentar disini,.
    Pertanyaannya masih kurang jelas, apa yang dimaksud barang haram tersebut,.
    Apakah barangnya memang barang haram, ataukah barang yang didapatkan dengan cara yang haram, mohon dijelaskan lagi pertanyaanya, dan sebutkan nama barangnya,

  13. adi
    Mei 23, 2014 pukul 2:00 am

    Pak admin,

    Kapan blog ini membahas tentang Buya Hamka, salah seorang ustad besar negeri ini dan memiliki pengaruh luas dalam keawaman masyarakat dahulu.

    Salam,
    Adi

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    tentang buya hamka sudah pernah ada postingannya, silahkan klik link ini

  14. yogi
    Mei 3, 2014 pukul 6:21 am

    Assalamualaikum pak.mau tanya. Pernah baca kalau doa yang paling d kabulkan yaitu salah satunya ketika sedang safar….yg jd pertanyaan safar yang bagaimana pak? apa yang suka khuruj termasuk safat yang d syariatkan.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Tentu safar yang bukan maksiat, sedangkan khuruj model Jamaah Tablig, itu adalah kebidahan, sedangkan semua bidah adalah maksiat, padahal tidak semua maksiat itu masuk katagori bidah, tentang jamaah tablig dan khurujnya bisa anda baca disini

  15. yogi
    Mei 2, 2014 pukul 7:33 am

    Assalamualaikum. Mau tanya pak….hampir 85% d daerah saya kalau jumatan…
    1..setelah adzan pertama ada sholat sunnah
    2..sebelum khatib ceramah. Ada doa yang di pimpin oleh muadzin yang mengumandangkan adzan
    3…setelah sholat jumat dzikir nya baca alfatihah.
    Yang saya mau tanya apakah srmua yang d atas dari no 1 s/d no 3 ada dalil yang shahihnya. Dan apakah setelah sholat jumat. Dzikirnya beda dng setelah shalat. Fardhu….

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    terimakasih mas yogi, hal-hal diatas tidak ada satupun yang diajarkan oleh rasulullah,
    Dzikir setelah shalat jumat adalah sama seperti dzikir setelah shalat wajib, karena shalat jumat adalah pengganti shalat dzuhur bagi yang melaksanakannya, sehingga orang yang shalat jumat tidak shalat dzuhur lagi, dan bagi yang tidak ikut shalat jumat wajib melakukan shalat dzuhur

  16. yogi
    April 30, 2014 pukul 2:50 pm

    Assalamualaikum pak…

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    mau tanya…..apakah bener ada yang namanya bank syariah..yg tanpa bunga ( riba). Dan apa hukum nya kredit kendaraan. Soalnya dlm akad kredit kwndaraan yang kita sepakati hutangnya nilai uang.
    Kendaraan sebagai jaminan.
    Dan kalau telat bayar 2 hari saja kena denda apa itu tdk tetmasuk RIBA…..

    contoh kita nabung d bank syariah katanya!
    Kita nabung 1 jt bulan depan kita saldo pasti nambah nambah uangnya.
    Lebih dari 1 jt apa itu bkan riba.. dan takukah kita kalau kita nabung d salah satu bank…uang yang kita tabung d konvensasikan untuk usaha apa?…
    sebatas sepengetahuan saya bank sama rentenir sama aja pak yang beda bank modalnya dari nasabah sebagian. kalau rentenir rata2 modal sendiri…

    Sampai saat ini di indonesia belum ada bank syariah yang bebas riba, nama syariah cuma embel-embel saja, sudah saya posting disini

    Kisah nyata karyawan bank syariah, dia bercerita tentang penyimpangan syariah yg terjadi di bank tersebut, klik disini kisahnya

  17. yogi
    April 28, 2014 pukul 1:03 pm

    Assalamualikum….mau tnya pak…gmn dalilnya tentang jinah mata..soalnya jmn sekarang udah d anggap lumrah (biasa)..apa kita nonton berita yang pembawa acaranya perempuan g pake jilbab apa termasuk jinah mata…dan bayak lg iklan2 d tv yang memperlihatkan aurat. gmn hukumnya pak….

    wa’alaikumussalam warahmatullah
    Hukum televisi di jaman ini, sudah ada postingannya mas yogi, silahkan baca disini
    Dibalik tayangan televisi, ulasannya bisa dibaca disini
    Ketika televisi menjadi orangtua ketiga, ulasannya bisa dibaca disini
    alhamdulillah sekarang sudah ada tv dakwah yang selamat dari itu semua, silahkan setel RODJA TV, INSAN TV, via parabola, 100 persen bermanfaat,

  18. Jody Rusli
    April 27, 2014 pukul 1:17 pm

    Assala mualaikum WR WB
    saya membaca salah satu artikel di dalam blog ini tentang fakta yang benar mengenai matahari dan bumi. Dan saya iseng-iseng baru-baru ini membeli buku tentang hal itu

    sebenarnya tentang kedua teori itu benar.
    cuma yang menjadikan keduanya berbeda adalah hanya asumsi

    teori 1 : matahari mengelilingi bumi ( teori ini benar apabila asumsinya dilihat di dalam bumi itu sendiri, mungkin Allah melihat dari asumsi manusia yang melihat di bumi, alasan yang paling logis Allah menurunkan ayat melihat dari asumsi manusia dibumi yaitu adalah terkait dengan zaman dahulu yang masih jaman masih serba kurang tahu yang kalau teori 2 bumi yang mengelilingi matahari mungkin akan menyebabkan ketidak percayaan lebih lanjut terhadap Al Qur’an)

    teori 2 : bumi mengelilingi matahari ( Teori ini juga benar apabila asumsinya dilihat dari luar bumi itu sendiri)

    persoalan ini hanya lah sebuah asumsi seperti kalanya teori Relativitas Esintein dan Isaac Newton.

    persoalan ini hanyalah sebuah asumsi seperti manusia dengan amuba melihat sebuah bidang datar. ketika melihat sebuah penggaris kita mengasumsikan melihat itu adalah bidang datar.sedangkan menurut amuba tidak ada bidang datar, yang amuba lihat adalah permukaan yang bergelombang karena amuba adalah makhluk mikro.
    dibumi ini manusia berasumsi bahwa bumi ini diam tapi menurut amuba bumi ini terus bergerak karena amuba bergerak zigzag tak karuan

    dan kedua pernyataan manusia dan amuba benar sesuai dengan asumsinya masing-masing bahkan dalam fungsi komplementer elektron bisa berupa cahaya ataupun gelombang itu bagaiamana kondisi dan asumsi ..

    kalau pemikiran saya keliru dengan senang hati dan tidak ada penyesalan saya akan menerima. demi melihat sebuah ujud maknawi di kenisbian sekarang

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    Terimakasih mas jody,
    Allah sebagai pencipta matahari,bulan,bumi,langit,bintang, dan Allah yang lebih paham tentang makhluk ciptaanya,.

    Manusia adalah salah satu makhluk ciptaan Allah, dan bukan pencipta langit,bumi,bulan,matahari,..

    Teori manusia, itu hanya sekedar teori, bisa benar, dan bisa salah,.
    Adapun penjelasan dari Allah, itu adalah kebenaran mutlak, walaupun teori manusia belum bisa membuktikannya, karena teori itu relatif,

    Adapun jika ada teori manusia, lalu berkesesuaian dengan dalil, itu bukan berarti teori itu benar, tetap dalillah yang benar, dan teori manusia wajib mengikuti dalil,.

    Apalagi teori bumi mengelilingi matahari atau teori matahari mengelilingi bumi adalah teori dari ORANG KAFIR,. kita ngga butuh kedua teori tersebut, karena sudah ada dalil yang menjelaskan,

    Ditambah lagi nama-nama planet dan benda-benda langit dinamai dengan nama-nama DEWA, ini bukan hal sepele, ini adalah pembodohan kepada kaum muslimin,

    Alhamdulillah utk nama matahari,bulan,bumi, mereka tidak bisa menggantinya, karena dalam alquran sudah ada penjelasannya,.

    teori manusia belum bisa menjelaskan bahwa langit berlapis tujuh, tebal langit,jarak antara langit, bahkan jarak antara bumi dan langit saja tidak ada teori manusia yang menjelaskan, bahkan teori manusia bertentangan dengan dalil, yang menyebutkan secara jelas jarak bumi dengan langit,

    Sebenarnya jika kita mendalami islam dengan benar, maka teori2 manusia tersebut sangat mudah ditolak, karenan banyak kejanggalan-kejanggalan, tentang mereka berhasil ke bulan, apalagi mars,. ini juga masih merupakan tanda tanya,. saya sih masih beranggapan itu cuma HOAX doang, berita dusta,

    Simpel saja mas jody,.
    Jika kita mempunyai mobil
    Mana yang lebih kita percayai informasinya tentang mobil yang kita miliki, apakah informasi dari produsen mobil tersebut, ataukah informasi dari produsen roti,.

    Allah adalah yang menciptakan matahari,langit,bumi,bulan,bintang, dan seluruh alam semesta ini,
    Mana yang lebih kita terima keterangannya?? ini merupakan suatu ujian ketaatan kita kepada dalil, dalil yang sangat banyak menunjukan bumi dan langit itu diam,
    Dan kita bisa merasakan dan membuktikannya, adapun jika bumi berputar dan berevolusi, maka kita sendiri tidak bisa membuktikannya, hanya diatas kertas dan perkiraan saja,.

    silahkan jika anda ingin membuktikan bahwa bumi berotasi sehingga terjadi malam dan siang, dan bumi berevolusi mengelilingi matahari, ingat lho menurut teori bumi berotasi dengan kecepatan fantastis, hampir 30km/detik , kita merasakan gempa saja sudah sedemikian panik,. kok bumi berputar secepat itu kita ngga merasakan?

    silahkan mas jodi kemukakan bukti bahwa bumi berputar sehingga terjadi siang dan malam,di komentar yang ada di link ini, biar nyambung diskusinya

    Oh iya, kita bukan berbicara asumsi, tapi bicara hakekat,
    contoh seperti kita naik mobil, kita melihat diluar pohon bergerak , bagi yang tidak naik mobil mereka mengatakan mobil yang bergerak, bagi yang didalam mobil maka tidak cuma mengatakan pohon yang bergerak, tapi mobil juga bergerak,.

    ini jika kita berbicara asumsi,. tapi faktanya tetap diyakini bahwa cuma mobil yang bergerak, betul kan??

    jika memang acuannya asumsi, pernahkah kita merasakan sedang menaiki bumi yang bergerak dengan cepat, sebagaimana kita merasakan naik mobil?.. ini sebenarnya bantahan buat pengagum teori bumi mengelilingi matahari, mereka mengasumsikan dengan naik mobil maka pohon yg diam pun terasa bergerak, padahal yg bergerak adalah mobil, mereka mengibaratkan matahari seperti posisi pohon, jadi matahari tetap diam, dan bumi yang diibaratkan mobil lah yg bergerak,.

    sungguh ini gambaran yang dia sendiri tidak bisa membuktikan, bahwa bumi terasa sedang berputar kenceng,. hampir 30km/detik, tapi ngga kerasa,. wong naik pesawat dengan kecepatan 1000km/jam saja bisa kerasa, apalagi bumi yang kecepatanya jika dijadikan per jam itu sama dengan 1800km/jam,.. tapi ngga kerasa lagi naik bumi,

  19. yogi
    April 27, 2014 pukul 8:42 am

    Assalamualaikum…mau tanya pak…kalau hujan apa boleh kita sholat wajibnya di rumah..

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    terimakasih mas yogi,
    jika hujan, boleh shalat dirumah, bahkan jika hujannya lebat, maka dalam lafadz adzanpun ditambah, yang artinya shalatlah kalian di rumah-rumah kalian, dan ini sangat jarang dikalangan awam kaum muslimin, dan mungkin kaum muslimin akan kaget, jika mendengar bunyi adzan seperti itu,

    islam itu mudah, mengamalkan islam sebenarnya mudah,. tapi kaum muslimin sendiri yang menjadikan islam itu sepertinya susah dan berat, disebabkan kaum muslimin tidak mau mempelajari islam dengan pemahaman yang benar,

  20. yogi
    April 25, 2014 pukul 1:19 pm

    Assalamualaikum….

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,

    mau tanya pak. ini pengalaman pribadi…apa setelah sholat ashar g ada. Dzikir petang…

    Dzikir petang itu waktunya antara ashar hingga maghrib, dan jika kita membacanya, ngga butuh waktu yang lama, namun demikian, banyak yang melupakannya

    apa kalau kita sedang minum air teh bareng teman2. ada orang yang tdk d kenal kita g boleh nawarin ke orang tak d kenal itu..
    soalnya saya ngalamin sendiri pas ikut kajian salah satu ustad yang suka ngisi kajian d radio rodja..
    apa sunnah nya harus begitu….

    Perlu anda ketahui mas, tidak semua yang mengenal manhaj salaf ini, otomatis menjadi malaikat, yang terbebas dari kesalahan, atau akhlaknya jadi otomatis bagus, itu kembali kepada person-person tersebut,

    Jadi tidak usah bingung jika mendapati hal-hal spt diatas, dan kewajiban seorang muslim adalah memberikan udzur kepada saudaranya, tidak mengedepankan prasangka buruk , tapi prasangka baik yang dikedepankan,. cobalah anda bergabung saja, tidak mengucilkan diri,atau merasa rendah diri, bisa jadi orang disikapi itu tergantung sikapnya,
    sebagaimana istilah yang terkenal, tak kenal, maka tak sayang,. makanya coba saja jika nanti anda hadir lagi diacara taklim, anda bergabung saja, dan anda kenalan dengan orang-orang yang ada, sehingga kejadian seperti yg anda alami tidak terulang lagi,

  21. yogi
    April 20, 2014 pukul 6:29 am

    Assalamualaikum….maaf mau tanya kalau batasan sholat syoroq dari adzan shubuh berapa jam pak..

    dan apa boleh kita mengamalkan hadist hasan…

    dan d tempat saya skrang ada acara managib syeih abdul qodir jaelani. mohon penjelasannya pak masalah manaqib abdul qodir nya apa termasuk syrik…

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Terimakasih mas Yogi,.
    Untuk shalat isyraq, sudah saya posting, silahkan baca disini

    boleh mengamalkan hadits hasan,.
    untuk manaqib syaikh abdul qadir jailani, itu adalah termasuk acara-acara yang tidak diajarkan oleh rasulullah,

    silahkan baca siapa itu syaikh Abdul qadir jailani, silahkan klik link ini

  22. yogi
    April 19, 2014 pukul 11:00 pm

    Assalammualaikum..mau tanya?..

    apakah boleh d setiap sujud kita berdoa ato meminta kepada allah. Setelah kita membaca subhanallah…………..

    dan apa ada dalilnya kalau setelah berdoa membaca alfatihah soalnya banyak k daerah saya kalau setelah berdoa d akhiri surat alfatihah…sukron..

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    terimakasih mas yogi,.
    Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

    أقرب ما يكون العبد من ربه وهو ساجد . فأكثروا الدعا

    “Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu” (HR. Muslim, no.482)
    Jika kita shalat berjamaah, maka janganlah karena kita berdoa diwaktu sujud kita ketinggalan gerakan terlalu jauh dengan imam,. berbeda halnya jika kita shalat sendiri,.

    Membaca alfatihah setelah berdoa tidak pernah diajarkan oleh rasulullah, jadi tidak boleh dikerjakan,.
    Keumuman masyarakat melakukan hal demikian bukanlah itu menjadi patokan kebenaran, patokan kebenaran adalah berdasarkan dalil, baik dari alquran, hadits, dan jangan lupa, dengan pemahaman yang benar, yaitu pemahaman para sahabat, bukan berdasarkan pemahaman sendiri , atau pemahaman jamaah/ormas tertentu,.

    Tentang membaca alfatihah setelah berdoa, sudah ada postingannya disini mas, silahkan dibaca

  23. Jody Rusli
    April 11, 2014 pukul 8:07 am

    Assalamualaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    saya kebingungan mengenai masalah tentang demokrasi pancasila menurut pandangan Islam mencari dari berbagai sumber ada pro dan kontra.. saya kebingungan dimana kedua hal tersebut memiliki landasan yang kuat. jadi saya ingin bertanya demokrasi pancasila menurut pandangan Islam yang benar??? terimakasih

    Terimakasih mas Jody, sudah komentar disini,
    Mas jody sebenarnya tidak perlu bingung mencari referensi, mungkin karena mas jodi tinggal di indonesia, jadi adanya demokrasi pancasila, beda lagi jika mas jody tinggal di amerika, bukan demokrasi pancasila, berbeda lagi misalkan tinggal di negeri demokrasi lain, bukankah tidak ada demokrasi pancasila,. demokrasi pancasila hanya ada di indonesia,

    masalahnya, bukanlah demokrasi pancasila itu sesuai atau tidaknya, masalahnya anda tidak paham apa yang dimaksud demokrasi,.

    jadi, karena anda tidak paham apa itu demokrasi, maka dengan ditambah-tambahi embel-embel lain, misalkan dikasih embel-embel islam, menjadi demokrasi islam, maka anda akan tambah bingung,. padahal demokrasi bukan berasal dari islam, walaupun diberi embel-embel islam,.

    Agar anda tidak bingung, silahkan baca apa arti demokrasi, bagaimana sih yang disebut demokrasi,. silahkan baca apa itu demokrasi dari pencetus demokrasi, dan silahkan lihat bagaimana demokrasi di negara asalnya, yaitu yunani, silahkan baca disini

    • Jody Rusli
      April 20, 2014 pukul 2:24 am

      Terimakasih telah memberi respon hehe. sekarang saya sudah mengerti tentang apa itu demokrasi. lantas kalau demokrasi adalah sistem yang rusak, sistem apa yang cocok untuk diterapkan di Indonesia ini?

      Terimakasih mas jody, mudah-mudahan Allah memberikan kepada negara ini sistem yang membuat maju negeri ini,
      Kita wajib belajar bagaimana cara rasulullah membangun negara, seperti apakah? silahkan baca link ini

      • Jody Rusli
        April 20, 2014 pukul 11:42 am

        setuju dengan hal itu kita tidak perlu pusing-pusing memikirkan sistem karena yang terpenting aqidah manusianya seperti kalanya sebagus apapun membuat aturan apabila tidak memiliki moral yang baik maka tidak akan di patuhi..

        karena saya juga berpikirkan yang menjadikan kapitalis dan sbgnya bukanlah sistemnya akan tetapi manusianya itu sendiri.

        Ya, kembali kepada diri kita masing-masing, kembali kepada rakyatnya, pemimpin itu cerminan rakyatnya,.
        Jika rakyatnya jeblok akhlaknya, moralnya, maka Allah akan berikan pemimpin yang serupa,. namun jika rakyatnya bagus akidahnya, maka akan Allah berikan pemimpin yang bagus, apalagi pemimpin yang ada di indonesia adalah pilihan rakyat, sedangkan rakyat indonesia mayoritas bukanlah orang-orang yang cerdas, ditambah dengan sistem demokrasi itu tidak mengenal mana orang yang cerdas dan mana orang yang baru sembuh dari sakit gila, dihargai sama yaitu SATU SUARA ATAU SATU VOTING,. sehingga otak PROFESOR sama dengan otak ORANG YANG BARU SEMBUH DARI GILA, dan malahan pemilu yang barusan kita lakukan, ORANG GILA PUN DIBERI KESEMPATAN NYOBLOS,…. bener-bener deh,. inilah sistem demokrasi,

        Jadi berbeda dengan tatacara islam memilih pemimpin, yang memilih adalah orang-orang yang beriman dan bertakwa saja, yang mengetahui kemaslahatan umum, bukan berdasarkan kepentingan partai atau golongan tertentu,.
        bukan seperti sekelompok serigala yang bersatu padu untuk membunuh seekor gajah, setelah berhasil merobohkan seekor gajah, maka sesama serigala tersebut akan saling memperebutkan si gajah yang sudah roboh,.

        Pemimpin adalah cerminan rakyatnya, jika rakyatnya baik, maka pemimpinnya akan baik, silahkan baca ulasannya disini

  24. adi
    Maret 28, 2014 pukul 1:27 am

    Assalamualaikum,

    Saya pernah mendengar hadits nabi tentang seorang arab badui yang mengencingi mesjid, lalu para sahabat marah, dalam beberapa ceramah yang saya dengar sahabat hanya mengusir, menghardik, dan ada juga yang ingin memukul bahkan ingin membunuh arab badui tersebut. Lalu nabi melarangnya, dan meminta para sahabat untuk mengambil air untuk membersihkan kencing tersebut.
    Setelah itu si arab badui merasa terharu dan berdoa kepada Allah meminta rahmat untuk dirinya dan nabi saja.
    Pertanyaan saya:
    1. Bagaimana hukumnya sehingga terjadi perbedaan cerita ceramah yang saya dengar terhadap reaksi para sahabat?
    2. Hadits yang diceritakan diatas, setelah saya cek ke sumber hadits, ternyata adalah 2 hadits yang berbeda, bagaimana penjelasan ilmiah untuk menyambungkan 2 hadits tersebut.

    Mohon admin berkenan untuk membagi ilmunya.

    Jazakumullahu khairan katsiran

    Wassalam,
    Adi

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Ini saya nukilkan kisah badui yang kencing di masjid dan 10 faidah dari kejadian tersebut,

    10 Pelajaran dari Arab Badui yang Kencing di Masjid Nabi

    Jul 11, 2009Muhammad Abduh Tuasikal, MScThoharoh2

    Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, beliau berkata, Seorang Arab Badui pernah memasuki masjid, lantas dia kencing di salah satu sisi masjid. Lalu para sahabat menghardik orang ini. Namun Nabi shallallahu alaihi wa sallam melarang tindakan para sahabat tersebut.

    Arab Badui adalah pengembara yang ada di Jazirah Arab. Sebagaimana pengembara lainnya, Badui berpindah dari satu tempat ke tempat lain sembari mengggembalakan kambing.

    Badui merupakan salah satu dari asli Arab. Perawakan Badui yang khas menyebabkan dapat langsung dikenali. Perawakannya sebagaimana ditulis dalam buku-buku sejarah Arab: berperawakan tinggi, dengan hidung mancung. Lain halnya dengan pendatang yang ada di Arab, Badui tetap mempertahankan budaya dan cara hidup mengembara. Itulah sedikit info mengenai Arab Badui.

    Orang Arab badui memang terkenal sangat jauh dari ilmu agama (alias jahil). Mereka sering bertingkah aneh. Namun, karena tingkahnya inilah yang membuat para sahabat sering dapat ilmu baru. Sehingga sebagian mereka berharap-harap agar orang badui ini selalu datang dan membuat ulah sehingga mereka bisa menggali ilmu dari sikap Nabi shallallahu alaihi wa sallam terhadap orang Badui tersebut. Berikut kami sajikan kisah mengenai seorang badui yang kencing di masjid Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Semoga dari kisah ini kita bisa mendapatkan faedah ilmu syari yang berharga.

    Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, beliau berkata, Seorang Arab Badui pernah memasuki masjid, lantas dia kencing di salah satu sisi masjid. Lalu para sahabat menghardik orang ini. Namun Nabi shallallahu alaihi wa sallam melarang tindakan para sahabat tersebut. Tatkala orang tadi telah menyelesaikan hajatnya, Nabi shallallahu alaihi wa sallam lantas memerintah para sahabat untuk mengambil air, kemudian bekas kencing itu pun disirami. (HR. Bukhari no. 221 dan Muslim no. 284)

    Silakan melihat teks hadits ini di kitab Bulughul Marom karya Ibnu Hajar. Berikut adalah pelajaran berharga yang disarikan dari penjelasan Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin dalam Fathu Dzil Jalali wal Ikrom Syarh Bulughil Marom, 1/117-120.

    FAEDAH PERTAMA

    Hadits ini menunjukkan bahwa air kencing itu najis karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan para sahabat untuk membersihkan tanah (lantai masjid) yang terkena kencing tadi. Oleh karena itu, kencing dan kotoran yang keluar dari dalam tubuh manusia adalah najis. Namun apakah semuanya najis, termasuk juga darah?

    Adapun darah manusia terdapat perselisihan pendapat di kalangan ulama. Namun, yang lebih tepat darah manusia tidaklah najis. Karena tidak ada dalil Al Quran dan Hadits yang menunjukkan najisnya hal ini. OIeh karena itu, kita kembalikan ke hukum asal bahwa setiap benda adalah suci sampai kita menemukan dalil yang menyatakan bahwa benda tersebut najis. Namun, mayoritas ulama tidak berpendapat demikian. Mereka menilai bahwa darah tetaplah najis, namun jika sedikit dimaafkan. Barangsiapa yang ingin berhati-hati dari perselisihan yang ada ini, maka jika darah tersebut dicuci maka tidaklah mengapa.

    FAEDAH KEDUA

    Wajibnya membersihkan lantai masjid dari najis, karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan para sahabat untuk menyiramkan air pada najis tersebut.

    FAEDAH KETIGA

    Terdapat larangan kencing di masjid karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak mengingkari pengingkaran para sahabat terhadap orang badui tadi. Beliau shallallahu alaihi wa sallam cuma melarang untuk tidak menghardiknya. Sehingga ini menunjukkan bahwa kencing di masjid terlarang.

    FAEDAH KEEMPAT

    Kemungkaran itu wajib diingkari dengan segera sebagaimana yang dilakukan oleh para sahabat tadi. Namun jika mengakhirkan mengingkari kemungkaran ada maslahat, maka itu lebih baik, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Beliau shallallahu alaihi wa sallam membiarkan arab badui tadi kencing di masjid karena memang di situ ada maslahat.

    Oleh karena itu, jika kita melihat seseorang berada di kubur Nabi shallallahu alaihi wa sallam kemudian dia menujukan doa pada beliau shallallahu alaihi wa sallam semacam dia mengatakan : Ya Muhammad, berikanlah aku rizki! ; apakah dalam kondisi semacam ini kita boleh langsung mengingkari perbuatan orang ini dengan mengatakan, “Engkau musyrik, engkau telah berbuat syirik, engkau telah berdoa kepada selain Allah.?” Jawabannya : Jangan lakukan seperti itu. Bahkan kita biarkan hingga dia selesai berdoa lalu kita berdialog dengannya dengan cara yang baik dan penuh hikmah. Mungkin kita bisa katakan padanya, “Akhi, siapakah yang mampu mengabulkan doa, Rasulullah ataukah Allah Taala?” Pasti dia akan mengatakan, “Allah”. Lalu setelah itu kita katakan padanya, “Jika demikian, mintalah doa pada Allah saja, janganlah engkau menujukan satu doa pun pada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Tujukanlah doamu pada Allah semata karena itu memang lebih baik padamu daripada engkau berdoa kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Karena seorang Rasul tidaklah bisa mendatangkan manfaat atau bahaya, juga tidak mengetahui perkara ghoib”. Jika orang ini sudah merasa jelas dengan penjelasan ini, barulah kita katakan bahwa yang dia lakukan adalah kesyirikan yang dapat menjadikan seseorang menjadi penghuni neraka.

    … Masya Allah … Inilah cara berdakwah yang bijak dan mudah diterima yang dicontohkan oleh Syaikh Ibnu Utsaimin. Semoga Allah senantiasa merahmati beliau dan melapangkan kuburnya.

    FAEDAH KELIMA

    Nabi shallallahu alaihi wa sallam memiliki sikap yang sangat bagus dalam menyikapi umatnya. Beliau shallallahu alaihi wa sallam melarang para sahabat untuk menghardik orang ini karena ada bahaya yang ditimbulkan di balik itu. Di antara bahayanya adalah akan memudhorotkan orang ini disebabkan kencing yang diperintahkan dihentikan seketika. Bahaya lainnya adalah aurat orang ini bisa terbuka karena kaget, sehingga berbalik, kemudian para sahabat kemungkinan bisa melihat auratnya. Kalau dia masih tetap kencing lalu dipaksa berhenti, maka celananya kemungkinan bisa terkena najis. Bahkan najisnya akan meluas di tempat dia kencing, namun bisa mengena ke bagian masjid lainnya.

    FAEDAH KEENAM

    Membersihkan najis yang ada di masjid haruslah dilakukan dengan segera. Oleh karena itu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan menggunakan air dalam hal ini. Namun sebenarnya jika kencing tadi dibiarkan begitu saja, maka dia akan hilang dengan sendirinya karena tertiup angin atau terkena terik matahari. Namun, karena tujuannya ingin agar najis hilang dengan segera, maka digunakanlah air.

    FAEDAH KETUJUH

    Membersihkan najis yang ada di masjid, hukumnya adalah fardhu kifayah, yaitu jika sudah mencukupi yang melakukan hal ini, maka orang lain gugur kewajibannya. Kenapa bisa fardhu kifayah? Karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan untuk membersihkan kencing tadi, namun beliau tidak bareng dengan mereka membersihkannya. Jika hukum melakukan hal ini adalah fardhu ain (wajib bagi setiap orang), maka tentu Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang lebih dahulu membersihkan najis tersebut dari sahabat lainnya. Oleh karena itu, barangsiapa melihat najis di masjid maka dia wajib membersihkannya. Jika tidak mampu, maka dia wajib meminta pada orang lain untuk membersihkan najis yang di masjid tersebut.

    FAEDAH KEDELEPAN

    Dari hadits ini dapat kita simpulkan sebuah kaedah yang sudah masyhur di tengah-tengah para ulama yaitu jika kemungkaran tidak dapat dihilangkan kecuali dengan kemungkaran lain yang lebih besar, maka kemungkaran ini tidak boleh diingkari. Ini adalah kaedah yang sudah sangat jelas. Jika kita menghilangkan suatu kemungkaran, namun malah mendatangkan kemungkaran yang lebih besar maka ini sama saja kita melakukan kemungkaran yang pertama tadi dan kita menambah kemungkaran yang baru lagi. Dan tambahan ini tidak diragukan lagi adalah maksiat.

    FAEDAH KESEMBILAN

    Selayaknya bagi orang yang ingin melarang suatu kemungkaran, dia menjelaskan sebab kenapa dia melarang hal itu. Lihatlah Nabi shallallahu alaihi wa sallam tatkala melarang orang badui ini, beliau shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan bahwa hal ini dilarang karena masjid adalah tempat yang tidak diperbolehkan terdapat kotoran dan najis. Masjid adalah tempat untuk berdzikir kepada Allah dan melaksanakan shalat. Sehingga dengan demikian, orang badui yang sebelumnya belum tahu, akhirnya menjadi tahu.

    FAEDAH KESEPULUH

    Hendaklah setiap orang tatkala berinteraksi dengan lainnya, dia menyikapinya sesuai dengan keadaannya. Orang badui ini bukanlah penduduk Madinah. Jika penduduk Madinah yang melakukan demikian tentu Nabi shallallahu alaihi wa sallam akan menyikapinya berbeda. Akan tetapi Nabi shallallahu alaihi wa sallam menyikapi orang ini sesuai dengan keadaannya yang jahil dan kurang paham agama. Demikian faedah yang sangat berharga dari orang badui yang bertamu ke masjid Nabi. Semoga faedah ini bermanfaat.

    Ya Allah berikanlah pada kami ilmu yang bermanfaat, rizki yang thoyib dan amalan yang diterima.

    ***

    Disusun di Gunung Kidul dan dilanjutkan di Pogung Kidul,
    22 Dzulqodah 1429 di pagi hari yang penuh berkah
    Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

    sumber :http://rumaysho.com/thoharoh/10-pelajaran-berharga-dari-arab-badui-yang-kencing-di-masjid-nabi-29

    • Adi
      Maret 30, 2014 pukul 3:22 am

      Pak,
      Pertanyaan saya adalah: bagaimana cara/kaidah menyambung hadits diatas?
      Teks hadits sahabt marah, ada juga yang mengusir… bagaimana hukumnya diceritakan jika tatkala itu sahabat ingin membunuh arab badui itu?
      Berharap dapat jawaban yg pas dari bapak,

      Itu hanya menunjukkan kemarahan para sahabat ketika melihat tempat yang suci dan mulia dikencingin oleh orang badui yang memang terkenal orang yang tidak punya adab, karena merupakan orang pedalaman,
      Namun nabi ada diantara para sahabat, sehingga nabi memberikan arahan, dan ini menjadi ilmu tersendiri bagi para sahabat, dan menjadi manfaat bagi si badui,

      diantaranya :
      1. Jika Nabi membiarkan sahabat menghardik si badui, maka air kencingnya akan kemana-mana, tidak di satu tempat saja, makanya nabi menyuruh sahabat membiarkan si badui kencing disatu tempat saja,
      2. Jika Nabi membiarkan sahabat agar si badui menghentikan kencingnya, maka ini berbahaya bagi si badui, menahan kencing yang sedang keluar,. makanya nabi membiarkan si badui kencing hingga tuntas,
      3. Dengan peristiwa kencingnya si badui di masjid, nabi mengajarkan bagaimana cara mensucikan tempat yang terkena najis kencing,
      4. Dengan peristiwa kencingnya si badui di masjid, nabi mengajarkan bagaimana cara mengingkari kemungkaran dengan cara yang tepat
      5. Dengan peristiwa kencingnya si badui di masjid, nabi mengajarkan sikap lemah lembut terhadap orang yang tidak paham aturan, sehingga nabi setelah itu mengajarkan kepada si badui tsb tentang kemuliaan masjid,
      6. Buah dari mengingkari kemungkaran dengan cara yang kasar, maka hasilnya tidak seperti mengingkari dgn cara yang lembut, sehingga setelah kejadian tsb si badui hanya mendoakan kebaikan bagi rasulullah saja

      Jadi bukan haditsnya disambung-sambungkan,. jika ada hadits yg spt itu yaitu sahabat ingin membunuh si badui, jika hadits tsb shahih, maka itu hanya sebagai penguat saja, bahwa sahabat merasa marah karena melihat si badui mengencingi tempat yang mulia, sehingga sahabat ingin membunuhnya, namun hal itu dicegah oleh rasulullah, bahkan rasulullah menyuruh sahabat membiarkan si badui kencing hingga tuntas,.

      • Adi
        Maret 31, 2014 pukul 12:59 pm

        Pak, terima kasih untuk jawaban pertanyaan saya yang kedua.
        Kembali kepada pertanyaan pertama: hadits itu disambungkan antara, riwayat yang menceritakan hingga nabi menyuruh sahabat untuk membersihkan dan riwayat yang menyebutkan bahwa si arab badui tadi berdoa untuknya dan rasulullah saja kepada allah swt.

        Pertanyaan saya, bagaimana kaidahnya atau tata cara mengetahui hadits ini disambung dengan hadits ini dalam menceritakan suatu riwayat di jaman nabi?

        terimakasih,.
        periwayatan hadits itu terkadang memiliki jalan-jalan sanad yang banyak, dan lebih dari satu sahabat yang meriwayatkan,
        bisa jadi redaksi haditsnya / matannya berbeda,. ini adalah sebagai penguat saja, bukan haditsnya disambungkan,. tapi saling menjelaskan,.

        contoh ttg hadits badui kencing dimasjid, ada sahabat yang ingin menghardik, ingin mencegahnya, atau ingin membunuhnya, dan itu bukan dalam satu hadits, maka ini menjelaskan tentang kondisi sahabat ketika melihat kejadian tersebut,. bukan haditsnya disambung-sambung,.

        BAnyak kok contoh2 hadits yg spt ini, intinya maksudnya sama, tapi redaksi haditsnya berbeda, dan ini malah semakin menjadi penguat, penjelas dari perkara tsb,

  25. Mariezt_Rezpector (@Rezpector_4ever)
    Maret 19, 2014 pukul 5:17 am

    “Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh”,
    saya ingin menanyakan tentang mengangkat tangan untuk berdo’a itu apa perbuatan bid’ah? kalau itu benar terus yg benar sikap dalam berdo’a bagaimana? apakah setelah shalat tahajjud terus berdo’a hanya dengan bersila saja dengan tanpa adanya mengangkat tangan?

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Membaca doa dengan mengangkat tangan sangat dianjurkan, dan tidak semua berdoa itu dengan mengangkat tangan,. contoh ketika mau ke kamar kecil kan berdoa, ketika keluarnya juga berdoa,
    Setelah shalat tahajjud, maka bisa langsung berdoa, dan dengan mengangkat tangan,.
    contoh yang tidak mengangkat tangan adalah ketika khatib jumat sedang membaca doa, maka jamaah yang mendengar tidak disunnahkan utk mengangkat tangan, tapi cukup mengaminkan dengan suara yang lirih ( hanya terdengar oleh diri sendiri, tidak terdengar oleh jamaah disebelah kita)

  26. joko
    Maret 15, 2014 pukul 7:53 pm

    assalamualaikum wr.wb
    pak mau tanya..
    siapa ustad firanda itu?dan bagaimana ajaranya?
    sukron

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    terimakasih mas joko, sudah berkomentar disini,
    Ustadz firanda adalah salah satu ustadz yang mendakwahkan islam yang sesuai dengan pemahaman para sahabat, beliau adalah ustadz ahlusunnah waljamaah,
    Isi blog saya banyak mengutif dari website beliau, http://www.firanda.com
    Video ustadz firanda juga banyak sekali di youtube, dan beliau itu salah satu ustadz dari indonesia yang menjadi pemateri tetap di masjid nabawi madinah, ini salah satu video ceramah beliau di madinah, silahkan lihat,

    Ini video-video singkatnya,

    banyak lagi video yang lain, bisa dilihat di http://www.yufid.tv dan http://www.rodja.tv

  27. adi
    Februari 25, 2014 pukul 5:52 am

    Assalamualaikum Wr. Wb Pak,

    Apakah kuali bekas masak babi bisa dibersihkan secara syariah, kalo bisa dengan cara apa pak?

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Mudah-mudahan Artikel ini bisa menjadi jawaban buat pertanyaan anda, silahkan baca disini

  28. bagyo
    Februari 8, 2014 pukul 5:04 pm

    Assalamualaikum warrakhmatullahi wabarakatuh..

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Mau tanya mas admin, saya diajak teman saya utk ikut training SEFT. Katanya dgn mengikuti seminar/training ini bisa utk sembuhkan diri dr penyakit apapun, bisa jg utk succes dan happy family dll. Bahkan keberuntugnpun digaransi 100% akan meningkat setelah mempraktekkan semua yg dianjurkan. Tanpa klenik,tanpa obat semua atas izin Alloh SWT.
    Apakah aanda mengetahui tentang SEFT ini.
    Apakah hal tsb tidak menyimpang dr ajaran islam.

    Terima kasih
    maaf, saya belum menanggapi pertanyaan anda karena belum mendapat referensi dari ustadz yang menjelaskan hal tersebut,
    Saya mencoba membaca referensi dari web SEFT sendiri, disana seperti YAKIN betul bahkan berani menggaransi sukses 100 persen , jika tidak uang kembali,
    saya juga melihat video penyembuhan perokok oleh pengikut SEFT wanita kpd laki-laki, yang kita tdk tahu itu mahramnya atau bukan,
    Kita juga belum tahu dari org yang mengikuti kegiatan tersebut dari orang yang memahami agama dengan benar, jadi lebih selamat untuk tidak ikut acara-acara seperti itu dulu, sampai jelas bagaimana teknik dari pelatihan tersebut,

    Apakah training tersebut mengandung hipnotis atau tidak, saya juga tidak tahu, namun bisa dibaca postingan tentang hypnotis disini buat wawasan

  29. adi
    Februari 6, 2014 pukul 8:07 am

    Assalamualaikum Pak Admin,

    Jika seseorang hidupnya merasa dibayangi hantu, tanda apakah itu pak?

    Salam, adi

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Jika seorang manusia memiliki iman yang kuat dan memiliki ilmu serta menjaga batasan-batasan Allah. Maka setan akan menjauh darinya.
    postingan terbaru bisa dibaca disini

  30. adi
    Februari 6, 2014 pukul 1:36 am

    Assalamualaikum Pak Admin,

    Jika sebelumnya saya bertanya tentang surat Al Waqiah, bagaimana dengan surat Al-Mulk yang disebutkan dapat membantu kita saat hisab kubur?

    Salam,
    Adi

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Silahkan baca saja ulasannya disini

  31. adi
    Februari 6, 2014 pukul 1:33 am

    Assalamualaikum Pak Admin,

    Jika telah banyak bahasan tentang Natal, bagaimana pandangan kita seharusnya terhadap imlek?

    Salam, adi

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    silahkan baca postingan tentang imlek, baca disini

  32. adi
    Februari 5, 2014 pukul 6:10 am

    Pak admin,
    Apakah memang ada keutamaan khusus surat al waqiah dari hadist nabi? ataukah ia hanya memiliki keutamaan seperti membaca surat-surat dalam alquran yang lainnya?

    Salam,
    Adi

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Keutamaan surat Al Waqi’ah memang disebutkan di dalam banyak hadis, akan tetapi semua hadis tersebut tidak dapat dijadikan hujjah karena sebagiannya lemah, bahkan ada yang palsu.
    Untuk anda, saya postingkan jawabannya disini, silahkan dibaca

  33. abulhusain
    Februari 3, 2014 pukul 9:37 am

    Assalamualaikum,

    Bagaimana hukumnya bekerja di perusahaan tambang (mis; batubara) yg menurut survey LSM dampaknya merusak lingkungan?

    Syukron

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    tentang dampak yang merusak lingkungan atau tidak, bukan menurut survey LSM yang terkadang ditumpangi kepentingan tertentu, tapi harus menurut pakar yang memang ahlinya, afwan,.

  34. Nela
    Januari 28, 2014 pukul 5:56 am

    Assalamualaikum warrakhmatullahi wabarakatu..

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  35. Rafian Rahmatul Iman
    Januari 3, 2014 pukul 5:56 am

    assalamu’alaikum…
    mau bertanya, apa ada ulasan artikel ttg isa bugis?
    sudah lama saya menunggu ulasan tersebut. terima kasih.
    wassalamu’alaikum..

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    silahkan lihat disini

  36. bagyo
    Desember 25, 2013 pukul 3:03 pm

    Assalamualaikum
    Mau tanya.
    1. Apakah anda pernah dengar tentang majelis Alam Bertasbih? Bagaimana ajarannya?
    2. Bagaimana dzikir yg tidak bidah
    Terimakasih

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    1. saya tidak tahu, tidak usah ikut kelompok2 yg tidak jelas, dan tidak usah tertipu dengan nama,.
    2. dzikir yg tidak bidah adalah dzikir2 yang diajarkan oleh rasulullah, silahkan beli buku Doa dan Wirid yang disusun oleh ust Yazid Abdul Qadir Jawas, itu kumpulan doa dan dzikir dari alquran dan hadits2 yg shahih, silahkan beli buku tersebut disini,

  37. Jaya Umbara
    Desember 25, 2013 pukul 7:37 am

    Assalamu’alaikum,
    saya ingin bertanya,
    1. apa hukumnya berdo’a bersama-sama dengan satu imam,??
    2. Apa hukumnya berdo’a di kuburan, dalam pemahaman saya sedangkan beribadah dilarang di kuburan???

    wa’alaikumussalam warahmatullah
    1. untuk doa bersama sudh saya posting disini, silahkan dibaca
    2. kuburan bukanlah tempat beribadah, kita ziarah kubur untuk mengingat mati, bahwa kita akan menyusul mereka, silahkan baca penjelasan ttg syirik beribadah di kuburan, baca disini

    baca juga, kuburan bukan tempat untuk baca quran, atau tempat berdizikir, silahkan baca disini

    • Jaya Umbara
      Desember 26, 2013 pukul 3:14 am

      Maaf sebenarnya masih banyak masalah agama yang mengganjal dihati saya bila di tanyakan semua saya takut admin menjadi bosa..
      ada pertanyaan yang saya ingin tanya,
      Menurut dalil bagaimana dengan do’a bersama saat khotbah jum’at yang dilakukan pada saat khotbah kedua..??
      terima kasih sebelumnya.

      Terimakasih mas, saya nukilkan saja dari http://www.konsultasisyariah.com pertanyaan yg serupa,

      Mengaminkan Doa Khatib ketika Jumatan

      Pertanyaan:
      Apa boleh kita mengaminkan doa khatib ketika kita melaksanakan shalat Jumat padahal kita tidak diperkenankan untuk mengeluarkan suara ketika khatib sedang naik mimbar? Dan apa dalinya?

      Dari: Aburifa

      Jawaban:
      Ulama berbeda pendapat tentang hukum mengaminkan doa khatib ketika jumatan. Perselisihan mereka ini meruapakan turunan dari perbedaan pendapat apakah berbicara ketika khutbah hukumnya haram atau tidak.

      Menurut ulama syafi’iyah, yang berpendapat bahwa berbicara ketika khutbah tidak haram, mereka menegaskan bolehnya makmum mengaminkan doa imam, walaupun didengar banyak orang. Demikian pula pendapat sebagian ulama madzhab hambali yang membolehkan berbicara ketika doa. Mereka mengaskan, makmum boleh mengaminkan doa. (Al-Furu’, 2:125 dan Al-Inshaf, 2:418)

      Sementara ulama yang berpendapat bahwa berbicara ketika khutbah hukumnya haram, mereka membolehkan mengaminkan doa khatib namun pelan. Mereka berpandangan bahwa hal itu dianjurkan. Ini merupakan pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, pernyataan beliau yang dikutip dalam Al-Ikhtiyarot,:

      والسنة في الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم أن يصلي عليه سرا كالدعاء ، أما رفع الصوت بها قدام بعض الخطباء فمكروه

      “Yang sesuai sunah, shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dibaca pelan, sebagaimana (mengaminkan) doa. Sementara mengangkat suara ketika shalawat di depan sebagian khatib hukumnya makruh.” (Al-Ikhtiyarot, 73)

      Insya Allah pendapat kedua inilah yang lebih kuat. Oleh karena itu, selayaknya makmum tidak mengeraskan suara ketika mengaminkan doa imam, karena ini akan mengganggu konsentrasi makmum yang lain.
      Allahu a’lam

      Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)
      Artikel http://www.KonsultasiSyariah.com

      • Jaya Umbara
        Desember 29, 2013 pukul 2:32 am

        Syukron atas jawabanya pak.. dan saya ingin bertanya lagi.
        1. roh orang yang meninggal itu berada dimana..??..

        Ruh orang yang meninggal ada di alam barzakh,

        2. Apakah roh orang yang meninggal (termasuk roh para alim ulama, orang soleh, orang biasa maupun roh para wali dan nabi) itu bisa kembali ke alam manusia? misalnya dengan melalui dipanggil dengan merasuki tubuh seseorang, atau datang sendiri dengan memasuki tubuh seseorang??..

        Ruh orang yang meninggal ada di alam barzakh, dan tidak bisa pindah ke alam dunia, dengan cara apapun, tidak ada orang yang bisa memanggil ruh, itu dusta belaka, jikapun ada yang mengaku bisa memanggil ruh dan memasukan kedalam seseorang, yang datang bukanlah ruh, melainkan jin yang masuk kedalam tubuh orang tersebut,.. dan biasanya ini pekerjaan dukun/hamba jin dan setan,

        3. jika misalnya roh orang meninggal tersebut tidak bisa kembali lagi ke alam dunia, jadi roh siapa yang masuk ketubuh seseorang tersebut.??…

        Sudah saya jawab dipertanyaan nomor dua, itu bukan ruh yang datang, tapi ada campur tangan jin/setan,. tentu untuk menyesatkan manusia agar terjerumus dalam kesyirikan,.
        Silahkan baca postingan ini

      • Jaya Umbara
        Desember 30, 2013 pukul 1:44 am

        syukron pak atas jawabannya..
        jadi dapat disimpulkan bahwa bila melakukan yang begituan termasuk kepada syirik, walaupun jin tersebut menyerukan kepada kebaikan..? ??

        silahkan baca artikel terbaru tentang memanggil ruh, baca disini

  38. bagyo
    Desember 24, 2013 pukul 5:40 am

    Minta tolong balasannya hadist yg menjelaskan tentang kewajiban solat jumat bagi kaum laki laki. Terima kasih

    Kewajiban shalat Jum’at ditunjukkan dalam ayat,

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِي لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ

    “Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah.” (QS. Al Jum’ah: 9). Kata kebanyakan pakar tafsir, yang dimaksud ‘dzikrullah’ atau mengingat Allah di sini adalah shalat Jum’at. Sa’id bin Al Musayyib mengatakan bahwa yang dimaksud adalah mendengar nasehat (khutbah) pada hari Jum’at. (Zaadul Masiir, Ibnul Jauzi, 8: 265)

    Dikuatkan lagi dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

    الْجُمُعَةُ حَقٌّ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فِى جَمَاعَةٍ إِلاَّ أَرْبَعَةً عَبْدٌ مَمْلُوكٌ أَوِ امْرَأَةٌ أَوْ صَبِىٌّ أَوْ مَرِيضٌ

    “(Shalat) Jum’at adalah suatu kewajiban bagi setiap muslim dalam jama’ah kecuali bagi empat orang: budak yang dimiliki, wanita, anak kecil dan orang yang sakit.” (HR. Abu Daud no. 1067. Kata Syaikh Al Albani, hadits ini shahih)

    Begitu pula disebutkan dalam sabda lainnya,

    رَوَاحُ الْجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ

    “Pergi (shalat) Jum’at adalah wajib bagi setiap orang yang telah mimpi basah.” (HR. An Nasai no. 1371. Kata Syaikh Al Albani, hadits ini shahih)

  39. aa
    Desember 14, 2013 pukul 10:00 pm

    Bismillaahirrohmaanirrohiim.

    Apa ciri-ciri yang paling mudah dikenali dari pengikut agama syi’ah?
    Pengikut agama syi’ah sangat membenci WAHABI
    Jika ditanya pendapatnya mengenai wahabi; secara terang-terangan maupun tersembunyi, mereka akan mengungkapkan kebenciannya kepada kaum WAHABI/SALAFI

    Mengapa pengikut agama syi’ah benci wahabi?
    karena kaum WAHABI sangat menentang bid’ah, sementara pengikut agama syi’ah justru ahli bid’ah.

    Apa inti gerakan Wahabi?
    1. Memurnikan Tauhid.
    2. Kembali kepada Al-Qur’an dan Amalan yang dilakukan (sunnah) Rasulullah saw.
    (Mengikis bid’ah dan pemujaan terhadap individu cuma sebagian konsekuensi dari dua hal diatas).

    TIDAK SATUPUN mazhab dalam islam yang keberatan apalagi bertentang aqidah dengan faham WAHABI, sebagaimanapun kerasnya kaum wahabi menentang bid’ah.
    (wahabi bukan mazhab, tapi berupa faham/gerakan yang bisa terdapat di mazhab manapun juga, tidak mungkin dibasmi karena suatu saat kapanpun dan siapapun bisa mendapat hidayah dari Allah)

    Pelopor gerakan wahabi adalah MUHAMMAD, mereka tidak pernah menyebut diri sebagai wahabi. Istilah WAHABI dipopulerkan oleh pengikut agama syi’ah dengan maksud sebagai CEMOOHAN/HINAAN/OLOK-OLOK.
    Pengikut agama syi’ah kuatir jika diambil kata MUHAMMADIYAH, malah akan mendapat simpati, maka diambillah nama ayahnya: Abdul Wahab, menjadi: WAHABI.

    (mereka bermaskud membuat makar, yang justru adalah bagian dari rencana Allah sendiri)

    Sebagai catatan, Al-Wahab adalah SALAH SATU NAMA ALLAH.
    Jadi sengaja atau tidak, WAHABI adalah faham yang dinisbatkan langsung kepada Allah.

    Terimakasih atas tambahannya, betul sekali mereka mengolok-olok dakwah salaf dgn sebutan WAHABI, walaupun dgn maksud nisbat kpd syaikh Muhammad bin abdul wahhab, namun sebutan itu sangat tidak pas,.
    Memang ada WAHABI yang sesat dan berbahaya, seperti bisa dibaca postingannya disini , dan para pembenci dakwah salaf mengarahkan tuduhan dakwah salafi itu sperti dakwah WAHABI yang berbahaya tersebut,.

    Siapa pencetus istilah wahabi yang pertama kali? bisa baca disini
    Download antivirus wahabi, klik disini
    Semua artikel tentang wahabi bisa dibaca disini

  40. hadi
    November 16, 2013 pukul 3:09 pm

    Assalamualaikum warahmatullah

    ketika seseorang menginginkan sesuatu misalnya ingin dapat jodoh atau pekerjaan..banyak ustad atau kiyai menyuruh tirakat yakni berpuasa selama hari tertentu dan membaca surat Alfatihah sampai 1000x..pertanyaanya..adakah hal ini dilakukan Rasulullah…? mohon penjelasannya..

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    Jika kita ingin mendapatkan suatu pekerjaan atau jodoh, maka berusahalah mencarinya,
    Selain berusaha mencari, jangan lupa berdoa kepada Allah,
    Adapun apa yg disampaikan oleh “ustadz” atau kyai tsb adalah perbuatan bidah, tidak diajarkan rasulullah melakukan puasa selama hari tertentu dan membaca surat alfatihah 1000x, tidak usah dilakukan ritual tersebut,

  41. anto
    Oktober 28, 2013 pukul 3:20 am

    Assalamu’alaikum warrahmahtullahi wabarakatuh,
    Yaa akhi ana mw tanya…. knp pemahaman sahabat sesuai Alqur’an dan Sunah kurang disenangi oleh masyarakat, padahal setiap masalah kita bisa menunjukan dalilnya ( jg malah sering di musuhi )…. dan knp kita sepertinya terlambat dalam dakwah ini sedangkan orang 2 yang jahil sudah dulu menyebarkan bid’ah sehingga masyarakat taqlid buta dengan orang2 tersebut…. karena ana juga baru mengenal pemahaman salafus shaleh kurang lebih 2th ini jazakallah khoiron utk jawabannya akhi…

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Sudah merupakan sunnatullah, orang yang mendakwahkan dakwah tauhid akan dimusuhi oleh masyarakat, walaupun tidak semuanya, apalagi dakwah tersebut bertentangan dengan tradisi atau budaya masyarakat,.

    Lihat manusia terbaik, dengan akhlak terbaik yang merupakan panutan kita semua, Rasulullah, beliau memiliki akhlak yang sangat baik kepada masyarakat, bahkan beliau dijuluki dgn al amin,

    namun,..

    Lihat ketika beliau mendakwahkan dakwah tauhid, memurnikan ibadah dari syirik, beliau dimusuhi oleh kaumnya, bahkan dianiaya, bahkan ada usaha utk membunuh rasulullah, beliau pernah dilempari batu hingga kakinya berdarah-darah, sehingga datang malaikat penunggu gunung yang menawarkan diri kepada Rasulullah untuk membalas perbuatan kaum tersebut dengan menimpakan gunung kepada kaum tsb, namun rasullah malah berdoa untuk kebaikan kepada kaum tersebut,

    Jadi,.

    Orang yang mendakwahkan dakwah tauhid, menjauhi syirik, juga menjauhi bidah, pasti akan mengalami hal yang serupa, dan kita bisa saksikan sendiri,

    Itu terjadi karena jauhnya masyarakat dari ajaran islam yang benar, yang betul-betul diajarkan oleh rasulullah, dan tenggelam di dalam kebidahan dan kesyirikan,.

    Dan perlu diketahui, tugas kita hanya menyampaikan, sedangkan hidayah milik Allah, dan yang membuat masyarakat menerima dakwah adalah Allah, Allah menunjuki sebagian mereka, dan Allah pula yang menyesatkan sebagian dari mereka,. jadi kita patut bersyukur atas hidayah ini, dan berdoa kebaikan bagi yang belum mendapatkannya,. HIDAYAH ITU MAHAL,

  42. Nuryanto
    September 9, 2013 pukul 3:55 am

    Assalamu’alaikum warohmatullohi wabaro katuh.?

    Imam Junaed r.a. berkata: “Barang siapa yang belajar fiqih/sareat saja tanpa tasawuf adalah fasiq, siapa yang belajar tasawuf saja tanpa fiqih adalah zindiq. Siapa yang mengumpulkan keduanya (sareat dan hakekat/fiqih dan tasawuf) adalah benar ( maaf ini hanya Copas).

    apakah ilmu hakekat, syariat dan makrifat itu dan adakah hubungan antara ilmu Filsafat. dan bagaimana pandangan ulama tentang ilmu tersebut.?

    oya, bolehkah belajar ilmu agama tanpa adanya pembimbing (guru) di samping kita. karena banyak temen saya bilang itu tidak boleh setiap saya memberikan argumen mereka tanya kitab apa yang kamu baca, siapa gurumu dst.

    Terima kasih

    Assalamu’alaikum warohmatullohi wabaro katuh..?

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    Terimakasih mas Nuryanto,
    salah satu kesesatan dari tasawuf adalah membagi manusia menjadi tingkatan syariat,makrifat,hakekat,. itu bagian dari tasawuf mas, wajar apa yg dilakukan tokoh tasawuf spt aljuned tsb, Imam syafii saja menghukum dgn hukuman yg keras terhadap orang yang belajar tasawuf,dengan cara diarak keliling kampung dan dipukulu punggungnya dengan pelepah kurma,

    Perkataan Imam syafii tentang orang yang belajar tasawuf, silahkan baca disini

    Ilmu tasawuf adalah penyebab kemunduran islam, pencemaran islam, dan celakanya ilmu tasawuf/ilmu kalam itu menjadi pelajaran wajib di IAIN / UIN , sehingga lulusan instansi tsb menjadi org2 yg mempunyai pemikiran aneh ttg islam,

    Apa itu tasawuf/ilmu kalam, silahkan baca ulasannya disini

    Belajar sebaiknya dengan bimbingan guru, jangan belajar sendiri, karena bisa saja org yg belajar tanpa bimbingan guru, akan tersesat,walaupun yg dikaji adalah buku yang benar, dan ini banyak terjadi,

    Jika anda mau, saya bisa menunjukan tempat2 utk belajar di daerah dekat anda, silahkan sebutkan dimana kota tempat anda tinggal,.

    • Nuryanto
      September 10, 2013 pukul 2:31 am

      saya tinggal di pasar kemis tangerang Banten… waktu luang saya hanya sabtu sore dan minggu.. sebenarnya saya di undang oleh temen saya di majelis seperti At-tadzkir, majelis dzikir dan sholat di kuta bumi. tapi saya ragu dengan apa yang sudah saya yakini dengan apa yang mereka ajarkan. http://cahayadzikir ini salah satu web yang jadi acuan rekan saya di at-tadzkir.

      Terimakasih mas,
      Untuk daerah tangerang,ciledug,serpong, bisa lihat di link ini

      Adapun link cahayadzikir, itu sudah saya lihat, dan sepertinya itu adalah aliran sufi, juga dengan dzikir bidahnya,. lebih baik tidak usah ikut kesitu mas, akherat yg dikorbankan,.

      • Nuryanto
        September 13, 2013 pukul 2:06 am

        Assalamu’alaikum..?
        maaf mas, link ini Update sejak mei 2012 sampai sekarang atau bagaimana.? sayalebih dekat di Kajian Rutin Mushola Al-Hikmah Cikupa – Update Mei 2012
        Mushola Al-Hikmah
        Perum Griyayasa, Blok G, Pasir Gadung, Cikupa, Tangerang
        Hari: Ahad
        Pekan: Ke-3
        Materi: Aqidah dan Manhaj
        Pemateri: Ustadz Sirojudin Robani (Pengajar Ma’had Ihya Assunah Tasikmalaya)
        Mohon untuk tempat ini diberikan Informasi yang lebih jelas..?

        Terimakasih..
        Assalamu’alaikum..?

        Wa’alaikumussalam warahmatullah,. silahkan saja datang ke tempat tersebut,. di cikande juga ada, bahkan ada sekolah setingkan SD ditempat tersebut,.

    • Candra
      Desember 9, 2013 pukul 4:43 pm

      Mohon maaf mas untuk daerah Surabaya atau Jombang tempat belajarnya di mana ya?

      Terimakasih mas candra, sudah diposting jadwal kajian di surabaya, silahkan lihat disini

  43. bagyo
    Agustus 25, 2013 pukul 2:51 am

    Assalamu’alaikum…
    mau tanya pak ustadz sebagai orangawam saya bingung yang mana yg hrs dipercaya bagaimana tanggapan anda tentang ini.

    http://www.bukan-suara-muslim.com/2013/06/pemalsuan-data-oleh-media-provokator.html?m=1

    terima kasih

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Semua itu semakin menguatkan, dimana syiah berkuasa, maka pembantaian terhadap ahlusunnah akan terjadi, sebagaimana pengakuan web tsb, itu kejadian di irak, di suriah,.
    jadi walaupun mungkin itu kejadian beda tahun dan tempat, namun pelakunya tetap orang-orang syiah,,

    Dan web tersebut juga tidak layak disebut sebagai suara muslim, apalagi isi postingannya juga ada yang isinya kedustaan, salah satu postingan web tsb adalah tentang ketua PBNU menyerahkan data 12 yayasan berpaham radikal, ini adalah kedustaan ketua pbnu , said aqil siraj, dan web tsb mempostingnya,. jadi semakin jelas, siapa yg berdusta,. dan masalah tersebut akan diusut oleh salah satu yayasan yg disebutkan disitu,. postingan tentang ini bisa dibaca disini

  44. Guruh
    Agustus 21, 2013 pukul 6:36 am

    assalamu’alaikum,,,Pa sy mau tanya,,, kalo solat duha sebelum jam 8 pagi boleh tidak??
    terus doa apa saja yang dibacakan untuk orang yang sudah meninggal???terima kasih.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    terimakasih mas guruh, saya nukilkan saja sebuah pertanyaan dan jawaban ttg shalat dhuha,
    Kapan waktu Sholat Dhuha

    Kami mengerjakan shalat Subuh jam 4.50. Lalu, bolehkah jika shalat Dhuha nya jam 6.30. Mohon jawaban. Jazakallahu khairan.
    Jawaban mengenai waktu sholat dhuha:

    Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menetapkan waktu sholat Dhuha; dimulai dari naiknya matahari setelah terbit sepenggalah atau seukuran tombak, yaitu sekitar satu meter. Perkiraannya sekitar 12 sampai 15 menit setelah terbit dan diakhiri ketika matahari di atas kepala kita menjelang waktu Zhuhur sekitar 10 menit sebelum matahari tergelincir. Lihat Majalah As-Sunnah Rubrik Fiqih edisi 10/XI/1428H/2008M. Dengan dasar ini, maka kami tidak dapat menentukan jam 6.30 telah masuk waktu sholat Dhuha atau belum, karena setiap daerah berbeda dengan daerah lainnya. Cukuplah dengan melihat keterangan waktu di atas, untuk kemudian dijadikan standar ukuran waktu sholat Dhuha di daerah kita masing-masing.

    Sumber: bukhari.or.id
    Dipublikasikan http://www.KonsultasiSyariah.com

  45. Bagyo
    Agustus 20, 2013 pukul 3:00 pm

    Assalamu’alaikum…
    mau tanya lg pak, bagaimana contoh dzikir sesudah sholat dhuha dan tahajjud apakah sama seperti dzikir sesudah sholat wajib.
    terima kasih
    salam,
    Bagyo

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Saya tidak mengetahui ada dzikir khusus setelah shalat tahajjud, kalau melakukan tahajjud dan witir di 1/3 malam terakhir maka berdo’a saat selesai tahajjud atau witir sangat dianjurkan karena itu waktu mustajab, adapun mana yang lebih utama antara setelah tahajjud atau witir maka saya tidak tahu masalah keutamaan masalah ini.

    Tidak ada do’a khusus setelah shalat dhuha.

    Dzikir setelah shalat wajib, itu hanya dibaca ketika selesai shalat wajib, Wallahu a’lam

  46. Agustus 20, 2013 pukul 2:11 am

    Assalamu’alaikum…

    Mau Tanya Pak, untuk melakukan puasa Syawal apakah harus dilakukan 6 hari berturut-turut tidak boleh jeda atau boleh jeda.
    sebelumnya atas jawabannya Terima kasih

    Salam,
    Bagyo

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Tidak mesti berturut-turut, asal masih di bulan syawal,

  47. bagyo
    Agustus 19, 2013 pukul 6:55 am

    Assalamu’alaikum…
    mau tanya lg pak, bagaimana contoh dzikir sesudaj sholat dhuha dan tahajjud apakah sama seperti dzikir sesudaj sholat wajib.
    terima kasih
    salam,
    Bagyo

    wa’alaikumussalam warahmatullah
    Tidak ada bacaan khusus setelah shalat tahajjud atau dhuha,
    Dzikir setelah shalat wajib hanya baca ketika kita telah selesai shalat wajib saja, tidak boleh dibaca ketika kita selesai shalat sunnah, karena rasulullah tdk mencontohkannya,.

  48. Aldi
    Agustus 18, 2013 pukul 4:17 pm

    Assalamu’alaykum mas,saya mau tanya hukumnya bagaimana jika ada orang yang sedang sakit.lalu dia berdoa (membaca alfatihah) atau di doakan (membaca alfatihah) oleh orang lain dengan berdoa diatas air minum,lalu percaya jika air putih yang sudah dibacakan doa (membaca alfatihah) itu akan medatangkan kesembuhan apabila diminum orang yang sakit?
    Jazakumullah khair atas jawabannya mas

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Terimakasih mas Aldi,
    Hendaknya jangan meyakini kesembuhan itu karena air atau surat alfatihahnya, tapi keyakinan kita tetap Allah yang menyembuhkannya, adapun usaha kita dalam berobat, itu karena perintah Allah, kita disuruh berobat jika sakit, dan Allah yang menyembuhkannya , baik mengobatinya dgn cara diatas, atau dengan obat-obatan yang dihalalkan,.

  49. jody rusli
    Agustus 17, 2013 pukul 2:49 pm

    assalamualaikum
    saya mau bertanya mengenai Surat Yasin. kenapa sering di bacakan untuk orang-orang yang sudah meninggal??

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Terimakasih mas jody, amalan membaca surat yasin untuk org yg sdh meninggal tidak pernah diajarkan oleh rasulullah, karena hadits2nya tidak ada satupun yang shahih, silahkan baca postingannya disini

    • Bagyo Subeno
      Agustus 18, 2013 pukul 2:09 pm

      Assalamu’alaikum… malam pak, maaf pak kenapa pertanyaan saya belom juga dibalas ya? mohon pak untuk balasan dan penjelasannya, Terima kasih

      salam Bagyo

      Wa’alaikumussalam warahmatullah,
      Untuk masalah jual beli, bisa melihat ke web http://www.pengusahamuslim.com

      Atau jika pertanyaannya tdk terjawab, silahkan kirim pertanyaan langsung ke http://www.konsultasisyariah.com , ada link form pertanyaannya di blog ini

  50. bagyo
    Agustus 16, 2013 pukul 10:31 pm

    Assalamu’alaikum warrahmahtullahi wabarakatuh, Mau tanya Pak. Saat ini saudara saya menjalani usaha paket lebaran. Dgn cara membagikan brosur kpd pelanggan yg berisi barang dan harga cicilan. Setelah pelanggan memesan sejumlah barang kmudian si pelanggan menyicil setiap minggunya maupun harian sesuai kesepakatan selama 1 tahun dan mendekati lebaran paket tersebut baru dibagikan. Apakah keuntungan dr usaha tersebut halal? Kami tunggu balasannya. Terima kasih Wassalamu’alaikum warohmatullohi

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.

    Transaksi jual beli uang duluan, barang belakangan, ini namanya transaksi salam
    syarat sah transaksi salam

    Salam adalah transaksi jual beli uang duluan barang belakangan dan yang dijual adalah kriteria bukan barang tertentu.

    Transaksi salam adalah transaksi yang sah manakala tujuh syaratnya terpenuhi:

    barang yang dijual adalah barang yang jelas dengan sekedar deskripsi
    barang dideskripsikan secara detail
    disebutkan kadar barang (takaran, timbangan atau ukuran)
    ada batas waktu yang jelas penyerahan barang
    barang yang dipesan bukanlah barang yang langka di pasaran pada waktu yang dijanjikan
    penjual menerima lunas uang pembayaran di majelis transaksi
    objek transaksi adalah kriteria bukan barang tertentu [Fiqh wa Fatawa al Buyu' hal 419].

    selengkapnya silahkan baca disini

  51. Guruh
    Agustus 15, 2013 pukul 10:59 pm

    mas admin, coba deh baca artikel2 di sini http://abusalafy.wp.com/ http://salafytobat.wp.com/ bgamana komentar mas admin,,,,,mohon pencerahannya,,,

    Itu adalah website orang2 yang membenci dakwah rasulullah, membenci manhaj salaf, dan membela syiah, terlihat jelas dari postingan-postingannya, dan ini sudah dijawab oleh ustadz Firanda tentang kedustaan-kedustaan mereka, bisa dibaca disini,
    Mudah2an kaum muslimin bisa tersadarkan akan hakekat syiah, yang akan menghancurkan islam, syiah bukan islam, dan islam bukan syiah,
    Kyiai NU pun berbicara tentang kesesatan syiah, silahkan baca disini

  52. Aldi
    Agustus 3, 2013 pukul 9:23 am

    Assalamu’alaykum mas,mau tanya dong majelis di sekitar rumah saya,rumah saya di daerah pamulang,tangerang selatan mas,.daerah perbatasan antara jakarta selatan dan tangerang selatan hehe

    Terima kasih mas atas tanggapannya

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    silahkan lihat disini untuk jadwal taklim daerah pamulang, klik disini mas
    Untuk daerah tangerang dan sekitarnya, bisa klik disini

  53. Ade Ulfa
    Juli 29, 2013 pukul 4:00 am

    Assalamu’alaikum saya mau nanya lagi, gimana pelaksanaan sholat sunnah rawatib (misalnya,2 rakaat sebelum subuh) jika kita melakukannya di rumah? apakah jika iqamah dari masjid sudah terdengar dan sementara kita masih melakukan sholat sunnah apakah kita wajib menghentikkan sholat sunnah kita jg? seperti halnya jika kita melakukan sholat sunnah di mesjid.

    maaf kalau pertanyaan saya membuat anda bingung

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Shalat sunnah fajar yg dilakukan sebelum shalat shubuh, itu dilakukan setelah masuk waktu shubuh, bisa dilakukan setelah mendengar adzan shubuh, dan ketika pas sedang adzan shubuh,kita bisa menjawab suara adzan tsb, sebab ada keutamaan menjawab adzan,

    Jika kita shalat sunnah di masjid, maka ketika iqamat dikumandangkan, kita wajib menghentikan shalat sunnah, utk mengikuti shalat wajib, yaitu shalat shubuh, sedangkan jika bagi wanita, itu lebih utama shalat di rumah, dan tidak usah menghentikan shalat sunnah ketika iqamat di masjid dikumandangkan, karena wanita yg shalat di rumah tidak mengikuti shalat berjamaah di masjid,.

    Oh iya, maaf, saya ganti nama anda dengan nama asli, tidak menggunakan nama artis korea, juga link blog mba saya hapus,.
    Mudah2an Allah mudahkan utk segera meninggalkan idola yg buruk, apalagi artis korea , yg kita ketahui bukanlah seorang muslim, bahkan banyak merusak moral remaja muslim, dengan pakaiannya yg minim, mengumbar aurat,. maaf sebelumnya ya mba,.

    • Ade Ulfa
      Juli 30, 2013 pukul 9:03 am

      Amin,semoga Allah memudahkan saya untuk meninggalkan itu semua(artis korea).ya tidak apa-apa.Ini juga rencana mau mengganti uname dan link blog dengan nama asli.
      Terima kasih sebelumnya atas jawabannya. Wasalamu’alaikum

      Sebetulnya mudah sih, masih gunakan blog tsb, pas di menu Dasbor Buat blog lagi,nama terserah, jadi kita login pakai user dan password yg lam, lalu blog yang lama dibuat private, setelah blog baru dibuat, maka tinggal menghapus blog yang lama, sebab nama blog tidak bisa dirubah, tapi nama user name, atau nick name, itu bisa dirubah,
      Sebagai panduan ngeblog, silahkan baca postingan ini

      Mudah2an Allah terus memberikan semangat kpd mba utk meraih kecintaan Allah,.. amiin..
      Wa’alaikumussalam warahmatullah

  54. nur ridha
    Juli 28, 2013 pukul 3:02 pm

    Assalamu Alaikum

    apakah sudah ada jawaban untuk pertanyaan saya ?

    terima kasih
    wassalam

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    maaf, baru dijawab,banyak kesibukan, silahkan dilihat,.

  55. Ade Ulfa
    Juli 27, 2013 pukul 2:59 pm

    Assalamu’alaikum saya mau nanya bagaimana cara mengamalkan Al-Quran dengan baik.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Silahkan lihat dipostingan ini, terimakasih

  56. nur ridha
    Juli 26, 2013 pukul 1:24 am

    Assalamu Alaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    • nur ridha
      Juli 27, 2013 pukul 5:36 am

      mau tanya:
      1. Imam membaca surah al-ikhlas, al-falaq, an-naas dan ayat kursi di rakaat ketiga pada shalat witir, apakah Rasulullah pernah membaca ayat kursi di rakaat ketiga shalat witir setelah membaca surah al-ikhlas, al-falaq dan an-naas ? jika ya, apakah ada hadis shahihnya ?

      Silahkan baca disini postingannya, walaupun jika membaca surat selain itu, maka tidak mengapa, dan tentunya mengikuti apa yang dicontohkan oleh rasulullah, itulah yang lebih utama, silahkan baca postingannya disini

      2. Pada saat duduk tasyahud awal atau akhir, tiba-tiba imam “buang gas”, apa yang harus dilakukan oleh imam ? dan bagaimana makmum yang tepat berada di belakangnya ? mohon penjelasaannya.

      Imam bergerak keluar dari shaf, dan menunjuk salah satu makmum untuk menggantikannya, dan meneruskan posisi imam, yaitu melanjutkan kekurangan shalat tersebut hingga salam,

      terima kasih
      wassalam
      Nur Ridha

      Wa’alaikumussalam warahmatullah

  57. beamhullst
    Juli 23, 2013 pukul 5:18 am

    Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Terima kasih banyak mas, alhmadulillah saya banyak dapat tambahan pengetahuan. Satu hal yang saya sukai dari blog ini karena setiap jawaban yang mas berikan selalu mengacu pada referensi, jadi orang bisa banyak membaca dari referensi yang diberikan.

    wassalam

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Alhamdulillah, mudah2an bermanfaat,.

  58. beamhullst
    Juli 22, 2013 pukul 1:18 pm

    Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Mas, saya mau bertanya lagi, sering saya amati imam sering balik ke belakang setelah shalat fardhu, apakah hal ini selalu dilakukan Rasulullah ?

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    Itu sesuai contoh rasulullah, rasulullah setiap selesai salam, setelah membaca istighfar 3 kali, beliau membalikan badannya menghadap makmum, lalu berdzikir secara sendiri2, bukan mememimpin dzikir berjamaah,.

    • beamhullst
      Juli 23, 2013 pukul 4:52 am

      Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

      Mas, mau tanya lagi, kalau imamnya tetap mengahadap kiblat setelah selesai shalat dan berzikir sendiri dan tidak memimpin dzikir berjamaah, tidak apa-apa kan ?

      Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
      Jika imamnya tidak menghadap ke jamaah, itu juga menyelisihi apa yg dilakukan oleh rasulullah, alhamdulillah jika sudah tidak memimpin dzikir berjamaah, tinggal sedikit lagi, yaitu menghadap jamaah, atau menghadap kanan/kiri jamaah, silahkan lihat postingan tentang hal ini, baca disini

  59. beamhullst
    Juli 22, 2013 pukul 1:14 pm

    Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Mas, saya mau bertanya, siapakah yang dimaksud dengan aswaja ?

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Aswaja itu kepanjangan dari Ahlus sunnah wal jamaah,.
    Aswaja bukanlah sekedar pengakuan, tapi itu mengandung konsekwensi, apa itu aswaja? sudah saya posting, silahkan dibaca disini, dan anda bisa menyimpulkan sendiri, siapa mereka,. apakah orang2 yg mengaku-ngaku atau gembar-gembor sebagai aswaja, ataukah siapa, silahkan baca disini

    Mudah-mudahan bermanfaat..

  60. Akbar
    Juli 20, 2013 pukul 11:38 pm

    Assalamu’alaikum…..

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    Mas mau tanya lagi donk. Tapi mohon maaf banget klo mungkin agak sedikit kurang berkenan.
    Seberapa penting sih aliran (aliran agama) itu? terus terang ini cukup mengganggu pikiran saya. 2 kali ada orang yg nanya ke saya “mas aliran mana?” Saya jawab, “saya gk tau mau, saya cuma ikut Al-Qur’an n Al-Hadist sebagai pedoman saya”.
    Terus orang itu menjelaskan berbagai aliran yg ada di Indonesia. Saya jadi kepikiran mas, apakah sepenting itu aliran itu?
    sekali lagi mohon maaf ya mas…..ingin sharing aja.

    Terimakasih mas,.
    Dalam islam kita tidak boleh berkelompok-kelompok atau bergolongan-golongan,. ada larangannya dalam alquran,
    Perintah Allah, sebagaimana ada dalam alquran, kita disuruh mengikuti ajaran rasulullah yang rasul ajarkan kepada para sahabatnya, silahkan baca surat attaubah ayat 100 , Allah menjanjikan surga bagi orang yang mengikuti mereka,.
    Ada ancaman bagi orang yg menyelisihi mereka,. bisa dibaca surat annisa ayat 115 , ada ancaman neraka dan kesesatan bagi orang yg tidak mau mengikuti para sahabat,.

    Jalan kebenaran HANYA SATU, silahkan baca postingannya disini

    Bagaimana ciri-ciri pengikut kebenaran? Silahkan baca disini postingannya

    Wassalamu’alaikum….

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

  61. Akbar
    Juli 16, 2013 pukul 5:23 pm

    Assalamu’alaikum….

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    Ijin bertanya ya :).
    Saya ingin bertanya kedudukan makmum masbuk dalam solat. Yang saya tau klo makmum masbuk itu kan berniat jadi makmum dgn si Imam’a. Nah, misalkan dalam situasi seperti ini, contoh : Saya n teman jadi makmum masbuk salat zuhur (ketinggalan 2 rakaat), arti’a saya n teman harus menyelesaikan 2 rakaat sisa’a. tapi setelah Imam selesai salat’a, lalu saya n teman saya berdiri untuk menyelesaikan 2 rakaat sisa. Tapi tiba2, teman saya itu dgn sendiri’a mundur 1 langkah ke belakang bermakmum sama saya.
    Nah…ini gimana?
    yang saya tau, saya kan dari awal berniat ingin jadi makmum, tapi2 tiba2 di angkat tanpa pemberitahuan (misal’a menepuk pundak 1 kali).
    nah…gimana nih penjelasan’a?
    Karna yg saya tau, klo rakaat’a kurang ya terus sendiri2 mengerjakan’a sesuai dgn jumlah rakaat yg kurang.

    Ketika jadi makmum masbuk, setelah imam selesai maka sisanya kerjakan sendiri2, tidak membuat imam estafet,. jika anda ditepuk pundaknya, ya biarin saja, shalat sendiri2 menyelesaikan kekurangan rakaat yg ada,.

    • Akbar
      Juli 20, 2013 pukul 11:30 pm

      Assalamu’alaikum . . .

      Wa’alaikumussalam warahmatullah

      oh gitu ya, maka’a saya bingung disini kok gitu semua, membuat Imam secara estafet.
      Klo misal’a saya lagi solat wajib sendiri di masjid, terus ada yang menepuk pundak 1 kali ingin bermakmum sama saya itu boleh?

      Kalau disitu begitu semua, ya anda tdk usah ikut2an, jika anda masbuk, lalu imam salam, anda meneruskan sendiri saja,.
      Jika ada orang yang mau bermakmum dengan kita, jika kita sedang shalat sendiri, maka boleh2 saja,. namun caranya bukanlah dengan menepuk pundak imamnya, berikut saya copaskan sebuah pertanyaan dan jawaban spt pertanyaan anda,

      Menepuk Pundak ketika Menjadi Makmum

      Pertanyaan:

      Assalamualaykum,
      Ustadz,bagaimanakah hukumnya seseorang yang hendak bermakmum kepada orang lain yang sudah sholat duluan dengan cara menepuk punggung orang tsb?
      Mohon dijelaskan secara terperinci ustadz. Syukron.

      Dari: Dwi Ariyanto

      Jawaban:

      Wa alaikumus salam

      Yang benar, orang yang datang dan hendak bermakmum, tidak perlu menepuk pundaknya, tapi langsung memposisikan diri di samping kanan orang yang sedang shalat sendirian itu, lurus sejajar, dan tidak geser sedikit ke belakang.

      Kesimpulan ini berdasarkan hadis dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan,

      بِتُّ عِنْدَ خَالَتِي مَيْمُونَةَ لَيْلَةً، فَلَمَّا كَانَ فِي بَعْضِ اللَّيْلِ قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتَوَضَّأَ مِنْ شَنٍّ مُعَلَّقٍ وُضُوءًا خَفِيفًا، وَقَامَ يُصَلِّي، فَتَوَضَّأْتُ نَحْوًا مِمَّا تَوَضَّأَ، ثُمَّ جِئْتُ فَقُمْتُ عَنْ يَسَارِهِ فَحَوَّلَنِي فَجَعَلَنِي عَنْ يَمِينِهِ

      Pada suatu malam, saya menginap di rumah bibiku Maimunah, di Saya shalat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu malam. Setelah larut malam, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bangun dan berwudhu dari air yang terdapat dalam bejana yang menggantung, lalu beliau shalat. Akupun berwudhu seperti wudhu beliau, dan langsung menuju beliau dan aku berdiri di sebelah kiri beliau. Lalu beliau memindahkanku ke sebelah kanan beliau. (HR. Bukhari 138).

      Maimunah adalah salah satu istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sekaligus bibi Ibnu Abbas dari ibunya. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan jatah malam di Maimunah, Ibnu Abbas ikut bersama mereka. Dan ketika itu, Ibnu Abbas belum baligh.

      Dalam hadis di atas, Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma datang ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah mulai shalat. Dan beliau tidak menepuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun langsung berdiri di samping kiri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena posisinya yang salah, Ibnu Abbas dipindah ke posisi sebelah kanan.

      Dijawab oleh ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina http://www.KonsultasiSyariah.com)

      Wassalamu’alaikum . . .

      Wa’alaikumussalam warahmatullah

  62. ayu
    Juli 8, 2013 pukul 5:54 am

    Assalamu’alaikum..
    Mohon info tempat belajar/mengkaji Islam yg sesuai dgn Al-Qur’an & Hadits shohih, lokasi Pontianak, Kalbar.
    Jazakallah khoir

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Sudah saya posting tentang jadwal kajian di indonesia, lihat menu atas, TEMPAT TAKLIM, silahkan pilih lokasi anda.
    Bagi yang ingin minta jadwal taklim di kota anda, silahkan kirimkan atau komentar disini utk minta dicantumkan jadwal taklim di daerah yg anda minta tersebut,. insya Allah akan saya carikan,.

    http://aslibumiayu.wordpress.com/tempat-taklim/kalimantan/pontianak/

    Jazakumullahu khairan,

    • Bagyo Subeno
      Juli 15, 2013 pukul 10:10 am

      Assalamu’alaikum,
      mau tanya mas, klo kita sudah melakukan solat tarawih apakah boleh untuk melaksanakan solat tahajjud. terima kasih wassalam..

      Wa’alaikumussalam warahmatullah
      maaf sebelumnya, mohon kalau menulis salam jangan disingkat, seperti Ass,asskum,tulis lengkap saja, insya allah berpahala,
      shalat tarawih adalah shala tahajjud, bahasa arabnya qiyamul lail/shalat malam, hanya dalam bulan ramadhan disebut sebagai shalat tarawih,. begitu pak, jadi cuma beda istilah saja,
      Jika anda ingin shalat tahajjud lagi setelah shalat tarawih, jika bangun di malam hari, maka boleh2 saja, silahkan, tapi jangan shalat witir lagi, karena tidak ada dua witir dlm satu malam,.

      Mudah-mudahan Allah tambahkan semangat anda dalam melakukan shalat tahajjud,..
      Wa’alaikumussalam warahmatullah

  63. Rofi
    April 8, 2013 pukul 1:32 am

    asalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    akhi ana mau tanya.
    insyaalloah saya mau mengadakan aqiqah untuk anak saya,tapi orang tua saya meminta untuk aqiqah di kampung, padahal di desa menggunakan acara tahlilan dll.
    seharusnya sikap saya terhadap orang tua gimana akhi?

    Jika begitu kondisinya, sebaiknya tidak usah mengikuti kemauan orang tua, apalagi di kampung seperti itu kondisinya,.
    Jika disampaikan kepada org tua alasannya karena ada acara tsb, mungkin orgtua tdk bisa terima, namanya ug org awam, sampaikan saja alasan yang kira2 bisa memahamkan kpda org tua supaya akikah tetap di lakukan ditempat anda, apalagi bayi ada ditempat anda, jadi mungkin bisa dibuat alasan misalkan bayinya masih belum bisa dibawa pulang kampung karena masih rawan, dll , sampaikan dgn cara yg baik,

    wassalamu’alaikum wearohmatullohi weabarokatuh.
    sukron

    Wa’alaikumussalam warahmtullahi wabarakatuh

    • yanto
      Juli 2, 2013 pukul 2:58 am

      Assalamualaikum?
      Mungkin Ini terjadi pada saya juga. jangan kan orang tua di kampung, mertua saya yang di sini yang mayoritas dari pesantren juga melakukan hal yang sama. tapi Alhamdulillah, kemarin saya melakukan aqiqah tidak ada ritual tersebut. karena saya melakukannya di Panti asuhan anak yatim. mungkin ini masukan dari saya. terima kasih.

      Wassalamualaikum Waroh matullohi wabaro katuh?

  64. April 4, 2013 pukul 3:45 am

    assalamualaikum,,

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    saya mau nanya pa,,
    begini, saya ada tawaran kerja disuatu perusahaan. sblmnya saya kerja di perbankan, saya rencana pindah karena saya takut riba, pertanyaannya, saya bisa bekerja di perusahaan tersebut asalkan saya harus membayar uang supaya bisa lolos ataumasuk ke perusahaan itu (nyogok). nah apakah kalau saya bekerja di situ gaji saya selama bekerja di situ haram atau halal??perusahaan ini perusahaan otomotif. trimaksih pa atas waktunya

    Alhamdulillah anda punya niat mulia untuk meninggalkan pekerjaan yg haram, penuh dengan riba seperti di perbankan,.
    Mudah2an Allah berikan yg terbaik atas upaya anda tsb,
    Untuk kaitan nyogok agar mendapatkan pekerjaan, lalu bagaimana hukum gajinya, anda bisa membaca dua artikel yang ada di link ini dan link ini
    Insya Allah kedua bahasan tersebut akan menjawab dengan jelas pertanyaan anda,.

    wassalamualaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

  65. Maret 26, 2013 pukul 4:02 am

    Assalamu’alaikum warrahmahtullahi wabarakatuh,

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    saat ini saya ikut KPR di Bank BNI, hal ini hukumnya gimana

    Terima Kasih.
    Sebaiknya anda mengetahui hakekat KPR , berikut ini saya nukilkan penjelasan ttg KPR Syariah, pada intinya, KPR syariah saja masih melakukan transaksi yang riba, dan ini haram, apalagi KPR bank konvensional

    KPR Syariah

    Pertanyaan:
    Asalamu’alaikum ustadz

    Saya ini kebetulan hidup di Australia. Saya ingin menanyakan bagaimana membeli rumah dari pinjaman bank, karena bisa dibilang membeli rumah dengan cash itu hal yang mustahil. Terimah kasih.

    Dari: Amran

    Jawaban:

    Wa’alaikumussalam

    KPR bank bermasalah secara syariah. Karena hakikat KPR bank adalah kita meminjam uang di bank kemudian melunasinya dengan tambahan bunga, hal ini tentu saja riba. Sementara kita dilarang memberi riba kepada orang lain.

    Penjelasan selengkapnya sebegai berikut:

    KPR syariah yang menjadi produk perbankan syariah menyimpan tAnda tanya besar. Sebagian orang menilai produk ini sebagai solusi paling aman untuk mewujudkan hunian keluarga ekstra instan, yang bebas dari riba. Di sisi lain, banyak kalangan yang mulai mempertanyakan kehalalannya. Mengingat tabulasi akhir yang harus dibayarkan nasabah KPR kepada bank syariah sama persis dengan tabulasi pada KPR konvensional.

    Tinjauan Syariat

    Gambaran singkat KPR melalui perbankan atau lembaga pembiayaan, biasanya melibatkan tiga pihak, yaitu Anda sebagai nasabah, developer, dan bank atau PT. Finance. Ini berlaku baik dalam sistem konvensional maupun syariah.

    Setelah melalui proses administrasi, biasanya Anda diwajibkan membayar uang muka (DP) sebesar 20 %. Setelah mendapatkan bukti pembayaran DP, maka bank terkait akan melunasi sisa pembayaran rumah sebesar 80 %. Tahapan selanjutnya sudah dapat ditebak, yaituAnda menjadi nasabah bank terkait.

    Secara sekilas akad di atas tidak perlu dipersoalkan. Terlebih berbagai lembaga keuangan syariah mengklaim bahwa mereka berserikat (mengadakan musyarakah) dengan Anda dalam pembelian rumah tersebut. Anda membeli 20 % dari rumah itu, sedangkan lembaga keuangan membeli sisanya, yaitu 80 %. Dengan demikian, perbankan menerapkan akad musyarakah (penyertaan modal). Dan selanjutnya bila tempo kerjasama telah usai, lembaga keuangan akan menjual kembali bagiannya yang sebesar 80 % kepada Anda.

    Namun bila Anda cermati lebih jauh, niscaya Anda menemukan berbagai kejanggalan secara hukum syariat. Berikut kesimpulan terkait beberapa hal yang layak untuk dipersoalkan secara hukum syari’at:

    1. Dalam aturan syariat, barang yang dijual secara kredit, secara resmi menjadi milik pembeli, meskipun baru membayar DP.

    2. Nilai 80% yang diberikan bank, hakikatnya adalah pinjaman BUKAN kongsi pembelian rumah. Dengan alasan:

    Bank tidak diperkanankan melakukan bisnis riil. Karena itu, bank tidak dianggap membeli rumah tersebut.
    Dengan adanya DP, sebenarnya nasabah sudah memiliki rumah tersebut.
    Dalam praktiknya, bank sama sekali tidak menanggung beban kerugian dari rumah tersebut selama disewakan.

    3. Konsep KPR syariah tersebut bermasalah karena:

    Uang yang digunakan untuk melunasi pembelian rumah statusnya utang (pinjaman) dari bank.
    Nasabah berkewajiban membayar cicilan, melebihi pinjaman bank.
    Jika bank syariah menganggap telah membeli rumah tersebut maka dalam sistem KPR yang mereka terapkan, pihak bank melanggar larangan menjual barang yang belum mereka terima sepenuhnya.

    Keterangan di atas adalah ringkasan dari artikel yang diulas Ustadz Dr. Muhammad Arifin Baderi dalam majalah Pengusaha Muslim edisi 24, yang secara khusus mengangkat tema studi kritis produk perbankan syariah.

    Anda bisa mendapatkan majalah pengusaha muslim edisi 24 format ebook. Untuk pemesanan, silahkan menghubungi alamat email: majalahpintar@pengusahamuslim.com . Info selengkapnya, di: majalah.pengusahamuslim.com
    Semoga bermanfaat.

    Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)

    Artikel http://www.KonsultasiSyariah.com

    http://www.konsultasisyariah.com/hukum-kpr-syariah/#axzz2OgmGTGZT

    Wasalamu’alaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    • Maret 27, 2013 pukul 3:31 am

      Assalamu’alaikum warrahmahtullahi wabarakatuh

      Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

      Maaf Ustadz, untuk hal KPR ada solusi tidak? untuk menghindari hal itu
      dimana saya hanya seorang Karyawan swasta dgn gaji pas2an dan hal ini sudah jalan 6 thn

      silahkan tanyakan ke ustadz secara langsung, silahkan datangi majlis taklim, atau bisa simak kajian yg membahas masalah muamalah kontemporer di radio rodja,. anda tinggal dimana??

      Wasalamu’alaikum

      Wa’alaikumussalam warahmatullah

  66. Tri andika
    Maret 20, 2013 pukul 2:26 pm

    Assalamualaikum….ada yang sya mau tanyakan<<

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    1.apa perlu ktika ingin mulai shalat fardhu atw sunnah membaca niat,cntoh:usohli,,apa hukumnya?

    Rasulullah tidak pernah shalat dengan membaca ushali,, dst,. dan itu bukan ajaran rasulullah, itu adalah kebidahan, tentang ushali, sudah saya posting, silahkan baca disini , juga disini
    bagaimana klo ada prasaan was-was? ,
    perasaan was-was adalah dari setan, makanya pelajarilah tata cara shalat yg diajarkan oleh rasulullah, insya allah perasaan was-was itu akan hilang,

    2.tahlilan,maulid,yasinan,ziarah dll sya sdh ketahui klo itu perkara bidah,apa prlu sya mmberitahu perkara trsbt pd orng tua sya,krn sya sdh mngetahui perkara tsb,,tanggapannya?

    Jika akan timbul mafsadat(dampak negatif) bagi kita, maka jangan disampaikan dulu, itu utk diri kita dahulu,sambil kita terus belajar ttg pemahaman islam yang benar, menghadiri majlis taklim, dan bertanya kepada pemateri secara langsung, insya allah nanti kita akan bisa mengambil sikap yg benar thd kondisi yg spt itu

    3.bidah kah mengazan bayi ktika bru lahir,bidahkah ketika kita mati stlah d kubur mnggunakan nisan kayu brtuliskan nama d atas kpala qt?

    Hadits ttg mengadzankan bayi ketika baru lahir, haditsnya lemah/dhaif, jadi tdk usah dilaksanakan hal tsb, ada larangan dari rasulullah membuat tulisan diatas kuburan, yg diajarkan rasul adalah memberikan tanda kuburan dgn batu saja, bkn dgn spt kebiasaan di masyarakat kita

    bidahkah adanya acara aqiqahan?

    aqiqah adalah sunnah rasulullah, bukan kebidahan,

    4.pernahkan Rosulullah zikir asma hulhusna?

    rasulullah mengajarkan berdoa dgn asma’ul husna, bkn brdzikir dgn asmaul husna,

    5. ktika shalat brjamaah sya tdk prh selesai baca tahiyat awal smpai hbis krn imam nya ngebuuut,,klo shalawatan smpai Allahuma sholli alaa Muhammad wa alaa alii Muhammad,bolehkah?atw smpai slesai?

    jika shalat brjamaah makmum wajib mengikuti imam, hendaknya jika kita mampu nasehatilah imam tsb, tentu dg cara yg paling baik, tapi jika tdk mampu, makmum tdk menanggung dosa imam,

    bacaan shalawat dlm tahiyat awal dan akhir itu sama

    6.ktika sya shalat berjamaah sya memimpin imam d pabrik sya?tntu sya mngatur dlu shaf para makmun,,tp sebagian makmum msh aja ada yg susah d atur atw tak mngerti mslh kaki hrs lurus mnghadap kiblat<tp sya lgsng sja takbir,yg jd prtanyaan apakah sya terkena perkara mngetahui shaf yg blm rapat n rapi??

    Jika anda tdk bisa menyampaikan dasar dan dalilnya, bisa saja anda beli poster tentang merapatkan shaf, lalu tempel di mading masjid tempat anda kerja, maklum, banyak kaum muslimin yg belum paham sunnah rasul ini,

    7.tuntutan mandi junub Rosulullah & doa sblm msk toilet & sblm makan?scara global saja..
    8.apa saja yg blh d rawatib baik qobliyah maupun badiyah dlm shalat 5 wktu,,krn sya ga mudeng baca postingny alias msh bgung?scara global saja?
    9.tuntutan shalat dhuha?setelah selesai bca ap?scara global saja
    10.tuntutan shalat tahajud,,stlah slesai bcanya apa?scara global saja….

    maaf mas broo kbnyakan prtanyaan,,merepotkaan mas bro..tp smua kbaikan itu psti ada blasannya..

    sebenarnya mudah mas, jika mau mencari artikel ttg hal diatas, mas bisa buka http://www.yufid.com , lalu masukan saja kata kuncinya,. insya Allah sangat banyak referensi jawabannya, dan insya allah linknya semua link yg berdasarkan pemahaman para sahabat,

  67. Maret 20, 2013 pukul 9:03 am

    Assalamu’alaikum warrahmahtullahi wabarakatuh,

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Mau Tanya Uztad, begini sekarang ini saya sering mendengarkan ceramah2 di TV dan saya pernah dengar ada amalan2 seperti membaca surat al waki’ah, dan subhanalloh wabihamdihi subhanalloh hil’adzim 100x setiap hari maka akan dapat jaminan dari ALLOH SWT. apakah ini termasuk bid’ah? mohon di balas.

    Terimakasih mas Bagyo, maaf, rada lama membalas komentar anda,
    Keutamaan surat Al Waqi’ah memang disebutkan di dalam banyak hadis, akan tetapi semua hadis tersebut tidak dapat dijadikan hujjah karena sebagiannya lemah, bahkan ada yang palsu,jadi tidak boleh diamalkan, selengkapnya mas bagyo bisa membaca disini

    Adapun ttg dzikir spt diatas 100x , itu diajarkan oleh rasulullah,
    Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda,
    مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَلَوْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ
    “Barangsiapa yang mengucapkan “Subhanallahi wabihamdihi” dalam sehari sebanyak seratus kali, maka dosa-dosanya akan dihapuskan walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR Bukhari Muslim)

    Wasalamu’alaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

  68. mantan tukang maulid
    Maret 19, 2013 pukul 3:54 pm

    Assalamualaikum..

    wa’alaikumussalam warahmatullah

    Akhi ana sakit hati oleh admin dari.salah satu.web.nahdiyin, jelas sekali ana difitnah oleh admin web tsb,untung nya ana punya bukti.screen shoot,apa yg harus ana lakukan? diam saja atau bertindak? Mohon pencerahannya.

    Sabar saja akhi, mereka melakukan hal tsb bisa jadi karena kebodohan, biarkan saja,

    • mantan tukang maulid
      Maret 21, 2013 pukul 5:31 am

      Subhanalloh,baiklah akhi insya Alloh ana bersabar ,jazakumulloh khoiron katsiro.

  69. Rafian Rahmatul Iman
    Maret 18, 2013 pukul 7:11 am

    Asslamu’alaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    kira-kira dalam syari’at islam ada tidak ya perhitungan yang baik dalam mengambil keuntungan dalam hal transaksi penjualan. jadi agar tidak dianggap riba’ ?.
    terima kasih…

    Terimakasih mba,. sudah mampir di blog saya,
    jika ingin mempelajari tentang muamalah,jual beli atau hal-hal yg berhubungan dengan riba atau masalah kontemporer lainnya, silahkan buka website pengusaha muslim, bisa klik link ini

    mba juga bisa mendownload rekaman kajian tentang fikih muamalah ini di link ini , atau simak acara livenya di radio rodja

  70. rofi
    Maret 18, 2013 pukul 1:38 am

    asalamualaikum,

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    bagaimana tentang vaksin folia yang diberikan oleh pemerintah itu ternyata menurut penelitian mengandung unsur babi,
    terus apakah kita lebih baik menggunakan madu atau sejenis habatusauda yg lain,
    sukron,,jazakumuloh khoiron

    Kalau saya pribadi termasuk yg kontra dengan imunisasi,. sehingga tidak menyarankan untuk imunisasi, sebab selain bahannya yg tdk jelas, tubuh kita pun sudah memiliki daya tahan,. masak dimasukin kuman penyakit yg sdh dilemahkan, agar tubuh kita mempunyai antibodi,.
    Bisa menggunakan madu atau habbatussauda,air zamzam, dan thibun nabawi lainnya,. alhamdulillah sangat banyak,.

    saya juga sudah memposting tentang imunisasi ini, silahkan baca disini

  71. rofi
    Maret 12, 2013 pukul 12:50 am

    ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH,,

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    akhi saya mau tanya, apa hukum bekerja di instansi pemerintah seperti PNS, BUMN dan sejenisnya.

    Sukron.

    Apabila pekerjaan tersebut tidak ada kaitannya dengan perkara-perkara haram, maka hukumnya boleh, bahkan bisa jadi dianjurkan.
    Apabila pekerjaan tersebut berhubungan dengan perkara-perkara haram seperti pajak, pariwisata haram, bank ribawi dan sejenisnya, maka hukum kerjanya juga haram, karena itu termasuk tolong-menolong dalam kejelekan yang jelas diharamkan dalam Islam.

    Baca selengkapnya: http://www.konsultasisyariah.com/hukum-menjadi-pns/#ixzz2NLc8RWgV

    Bagaimana menjadi PNS yang baik, bisa dibaca linknya disini

  72. bedul manis
    Maret 8, 2013 pukul 3:04 am

    Assalamu’alaikum warrahmahtullahi wabarakatuh,

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    bagaimana tata cara mengurus jenazah menurut Ahlussunnah (dari pas kematian sampai di kuburkan mohon penjelasannya yang lengkap ya ..)

    insya Allah cukup lengkap, silahkan lihat disini, ada videonya juga

  73. muslih irawan (@mus2sk)
    Februari 28, 2013 pukul 4:53 am

    assalamualaikum

    wa’alaikumussalam warahmatullah

    akhi saya mau tanya bersentuhan kulit laki2 dan perempuan apakah itu membatalkan wudzu?

    Jika bersentuhan dengan wanita yg bukan mahramnya, ini hukumnya haram, tapi tdk membatalkan wudhu
    Jika menyentuhnya tidak diiringi syahwat, tdk membatalkan wudhu, tapi jika dengan syahwat, maka membatalkan wudhu,

  74. Miftahuddin
    Februari 23, 2013 pukul 2:18 am

    ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH,,

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    akhi sya mo kirim prtanyaan d konsultasi syariah ko pas d kolom captca incorrect trus ya? pdahal saya input ssuai dg yg trtulis.mohon bantuanya

    Coba perhatikan huruf besar kecilnya, kalau belum bisa juga, silahkan ditulis disini saja, nanti saya yg meneruskannya ke konsultasisyariah.com

  75. Miftahuddin
    Februari 22, 2013 pukul 3:01 pm

    assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,, salam kenal akhi,saya rajin bca artkel d blog anta tntang brbgai macam hukum dan sya 100% stuju dgn isiny,”Qullil haqqu walau kaana murran”

    salam kenal kembali,.. artikel ini sangat sedikit yg tulisan saya, semuanya copas kok,.
    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

  76. Daniel B
    Februari 11, 2013 pukul 2:21 pm

    Asslamualaikum wrwb:

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Saya mau bertanya bolehkan kita mengambil pendapat beberapa mazhab (mencampur)? misalnya dalam hal Hukum dan tata cara pernikahan saya mengambil pendapat Imam Hanafi, tapi dalam tata cara sholat saya mengambil pendapat Imam Syafi’i..

    silahkan mas daniel baca postingan ini, insya Allah apa yang anda tanyakan ada jawabannya di artikel tersebut

    Sedangkan menurut teman2 nahdiyin katanya itu tidak boleh harus satu mazhab, malah ibadah saya dikatain tidak sah..?? mohon pencerahan dari admin,

    Tidak benar apa yang mereka katakan, selama syarat sah ibadah kita terpenuhi, maka ibadah yg kita lakukan sah,

    tentang nahdiyin, sikap mereka seperti ini,

    Mengenai mayoritas orang yang menisbahkan diri kepada salah satu mahdzab di negeri kita, yaitu mahdzab Syafi’i, kami pernah menanyakan kepada Syaikh Ali Salim Bukair hafizhahullah saat berkunjung ke Indonesia, beliau adalah seorang faqih (pakar fiqih) Mazhab Syafi’i dan Anggota Majelis Syura negeri Yaman.

    Beliau mengatakan bahwa pada realitanya kebanyakan orang yang mengaku bermadzab Syafi’i adalah pengikut madzhab Syafi’i dalam masalah furu’, dan mereka banyak menyelisihi mahdzab Syafi’i dalam perkara ushul dan banyak mengikuti pendapat ulama Syafi’iyyah zaman belakangan yang menyelisihi qoul mu’tamad (pendapat yang dijadikan pegangang utama madzhab Syafi’i).

    syukron atas tanggapannya

    afwan

    • Daniel
      Februari 12, 2013 pukul 3:48 am

      Alhamdulillah, jazakumullah khairan katsiran,

      waiyyaka

  77. fulan asSalaf
    Februari 5, 2013 pukul 9:23 am

    pak, emang ilmu tasawuf dilarang ya?

    terimakasih atas pertanyaanya,. tentang tasawuf sudah pernah saya posting disini
    Apakah sufi itu ajaran nabi? silahkan baca disini
    Apa kata Imam Syafii tentang orang yang belajar tasawuf? silahkan dibaca disini

    Mengenal ajaran sufi, bisa dibaca disini

  78. faizal
    Januari 29, 2013 pukul 3:41 am

    Assalamulaikum,

    Wa’alaikumusssalam warahmatullah

    ana sring denger kalo ada org baca Al Quran di satu acara pada saat jeda antar ayat para pendengernya mengucap Allah,ada dasarnya ga?

    terimakasih mas faizal, itu tidak ada contohnya dari rasulullah,
    Allah memerintahkan kita untuk diam dan mendengarkan jika ayat quran sedang dibacakan,Dalilnya adalah surat Al-A’raf : 204.

    “Artinya : Apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah dan diamlah agar kalian mendapat rahmat”Dalilnya adalah surat Al-A’raf : 204.

    “Artinya : Apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah dan diamlah agar kalian mendapat rahmat”

  79. wahyu mahmeru
    Januari 28, 2013 pukul 9:54 am

    Untuk masalah pernikahan yaitu antara saudara sepupu (kakak atau adik sepupu (anak dari kakak/adik ayah/ibu)) dengan anak kita boleh ya..????
    seperti Ali bin abi tholib dengan fatima putri Rosulullah… karena tidak disebutkan di dalam Alqur’an maupun yang disebut diatas…?
    kalo antara anak kita dengan anak dari kakak atau adik kandung kita bagaimana..?
    trima kasih

    terimakasih,
    banyak yg tidak mengetahui tentang permasalahan mahram, atau malah mengikuti tradisi masyarakat yg kadang bertentangan dengan ajaran islam,
    pernikahan dengan sepupu adalah boleh, karena sepupu bukanlah mahram, jadi boleh menikah,
    jika anak anda menikah dengan anak kandung saudara anda, maka itu boleh, sebab anak anda dan anak saudara anda itu bukanlah mahram, maka boleh menikah, berbeda jika anda dengan anak saudara anda, itu tidak boleh menikah, sebab keponakan adalah mahram, jadi tidak boleh menikah,

  80. jaylani
    Januari 20, 2013 pukul 5:28 am

    assalamualaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    menurut anda apakah ajaran yang di bawakan para romo kiyai itu salah, dan bukankah bila tidak ada mereka, kita tidak bisa seperti sekarang ini

    Terimakasih kang jaylani
    Ajaran yang diajarkan oleh siapapun, baik kyiai,habib,ajengan atau apapun sebutannya, jika menyalahi ajaran Rasulullah yang diajarkan kepada para sahabatnya, maka itu adalah ajaran yang kurang benar, karena bisa saja itu sudah tercampuri dengan kebidahan,atau malah kesyirikan,
    Kewajiban kita yang sudah berislam dengan ajaran islam turunan, atau ajaran islam yg ada di masyarakat, adalah berusaha mempelajari islam ini, mencari manakah ajaran yang benar-benar diajarkan oleh rasulullah, jangan merasa cukup dengan apa yang didapat dari kecil,
    Untuk urusan dunia saja kita pelajari, sekolah dari jenjang TK,SD,SMP dan seterusnya, pelajarannya berbeda-beda, semakin tinggi, padahal itu untuk urusan dunia,.. kenapa tidak cukup hanya SD saja?
    Tapi untuk islam, yang itu adalah urusan akherat, kok kita mencukupkan islam yang kita dapat semasa SD dan kita percaya saja itulah islam yang benar, padahal banyak sekali ajaran2 islam yg sdh terkontaminasi budaya lokal yang penuh dgn bidah dan kesyirikan

  81. Zandhie
    Januari 19, 2013 pukul 5:43 pm

    Asalamu alaikum…!!!

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    Bos mo nanya nich…??
    1.) kaya’ BANK-BANK yang ngebungain uang tuch hukumnya apa…?? BID”AH… haram…???

    Terimakasih bos,. bank-bank konvensional hukumnya adalah haram, bukan bidah, karena mereka melakukan transaksi riba, dan riba itu lebih buruk dari zina, berdasarkan hadits
    حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ حَدَّثَنِى أَبِى حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ – يَعْنِى ابْنَ حَازِمٍ – عَنْ أَيُّوبَ عَنِ ابْنِ أَبِى مُلَيْكَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حَنْظَلَةَ غَسِيلِ الْمَلاَئِكَةِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « دِرْهَمُ رِباً يَأْكُلُهُ الرَّجُلُ وَهُوَ يَعْلَمُ أَشَدُّ مِنْ سِتَّةٍ وَثَلاَثِينَ زَنْيَةً ».

    Dari Hanzhalah, Rasulullah bersabda, “Satu dirham yang didapatkan dari transaksi riba lantas dimanfaatkan oleh seseorang dalam keadaan dia mengetahui bahwa itu berasal dari riba dosanya lebih ngeri dari pada berzina sebanyak tiga puluh enam kali” [HR Ahmad no 22008].

    Dosa Memakan Riba Seperti Dosa Seseorang yang Menzinai Ibu Kandungnya Sendiri

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    الرِبَا ثَلاَثَةٌ وَسَبْعُوْنَ بَابًا أيْسَرُهَا مِثْلُ أَنْ يَنْكِحَ الرُّجُلُ أُمَّهُ وَإِنْ أَرْبَى الرِّبَا عِرْضُ الرَّجُلِ الْمُسْلِمِ

    “Riba itu ada 73 pintu (dosa). Yang paling ringan adalah semisal dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri. Sedangkan riba yang paling besar adalah apabila seseorang melanggar kehormatan saudaranya.” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih dilihat dari jalur lainnya)

    Tersebarnya riba merupakan “pernyataan tidak langsung” dari suatu kaum bahwa mereka berhak dan layak untuk mendapatkan adzab dari Allah ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    إِذَا ظَهَرَ الزِّناَ وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ فَقَدْ أَحَلُّوْا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللهِ

    “Apabila telah marak perzinaan dan praktek ribawi di suatu negeri, maka sungguh penduduk negeri tersebut telah menghalalkan diri mereka untuk diadzab oleh Allah.” (HR. Al Hakim. Beliau mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan lighoirihi)

    2.) Perkataan seseorang yang membuat orang lain sakit hati//tersinggung… itu hukumnya apa…???

    Tergantung bagaimana perkataan tersebut bos,
    Berbeda halnya jika ada orang yang menjelaskan tentang ajaran rasulullah, petunjuk menuju hidayah, tapi ada orang yang kebetulan membaca artikel tsb lalu org tersebut malah tersinggung,.. harusnya org tersebut berterimakasih, telah ditunjuki kpd hidayah, agar taubat dari apa yg dilakukannya, bukan malah tersinggung dan marah-marah,..
    Memang betul bos, hidayah itu mahal, dan tidak semua orang diberikan hidayah oleh Allah,
    Mudah2an kita dimasukan oleh Allah kepada orang-orang yang mudah menerima hidayah, bukan digolongkan oleh Allah kedalam kelompok yang menolak hidayah, bahkan mencela atau memerangi petunjuk hidayah tsb

    kasihhhh

    makasihhh kembali bos, jangan bosen-bosen mampir kesini,.

    • Zandhie
      Januari 22, 2013 pukul 5:44 pm

      tapi knp setiap suatu negara pasti memiliki BANK… klw itu dikatakan riba mengapa tidak ada usaha untuk melarangnya… bahkan sepertinya malah didukung perkembangannya….

      Itulah salah satu program dari yahudi, bagi yahudi riba bukan hal yang diharamkan, dan bagi umat islam, riba adalah dosa besar, bahkan melebihi dosa zina,

  82. tio
    Desember 28, 2012 pukul 4:19 am

    Assalamu’alaikum.wr.wb.
    Usatdz, saya ingin bertanya mengenai masalah pribadi. Begini ustadz saya seorang remaja berusia 19 tahun. Saya sering kali merasa risih ketika saya mendapat rangsangan (meskipun itu rangsangan kecil) karena cd saya selalu basah (ada cairan bening seperti ingus). Nah, setelah itu saya selalu ketakutan ketika diajak salat dalam kondisi cd saya basah karena terangsang tadi. Kira-kira dalam kondisi seperti yang saya sebutkan di atas apakah saya boleh melakukan salat?
    Terima kasih banyak ustadz.
    Wassalmu’alaikum.wr.wb

    Wa’alaikumussalamwarahmatullahi wabarakatuh,
    Silahkan tanyakan saja disini

    Demikian juga bagi para penanya yg ingin bertanya, silahkan isi saja formnya disini

  83. Andix Setya Selaluuee
    Desember 9, 2012 pukul 12:40 pm

    mas mau tanya apakah orang yang sukannya main kuda lumping terus kesurupan/kerasukan bangsa jin apakah dia dosa atau tidak dan apakah ada dalilnya trimakasih….

    Terimakasih mas andix, mungkin jawaban dari pertanyaan senada ttg kuda lumping dibawah ini bisa menjawab pertanyaan anda,
    Bismillah. Bentuk kesenian apa saja yang dibolehkan dalam Islam?
    Bagaimana tentang kesenian yang marak di daerah Yogya seperti Jathilan/Kuda Lumping?

    Jazakumullahu khoir.

    Jawab :

    Seni adalah: kesanggupan akal untuk menciptakan sesuatu yang bernilai tinggi. (http://kamusbahasaindonesia.org/seni/mirip)

    Dan asalnya gerakan manusia, termasuk menciptakan sesuatu yang bernilai tinggi (kesenian) adalah boleh sampai ada dalil yang melarang (lih. Al-Mustashfa oleh imam Al-Ghazali hal.159).

    Di dalam seni yang dikenal orang pada zaman sekarang ada yang boleh dan ada yang tidak boleh, tapi kalau dibandingkan, maka apa yang diperbolehkan lebih banyak dari yang tidak.
    Diantara yang diperbolehkan: Sastra, arsitektur, dan beladiri dll selama tidak ada unsur di dalamnya yang bertentangan dengan syariat. Diantara yang tidak diperbolehkan adalah seni musik

    Masalah kedua:
    sepengetahuan saya, kuda lumping tidak lepas dari unsur meminta tolong kepada jin dan Musik. Dari cerita yang saya dengar jin diminta masuk ke penari supaya mendapatkan kekebalan dan untuk meminta bantuan ini dukun menggunakan cara yang tidak benar. Jadi kesimpulannya itu tidak boleh.
    Kalaupun seandainya tidak memakai jin tetap saja ada unsur yang tidak dibolehkan dalam seni itu yaitu musik, jadi tetap saja tidak diperbolehkan.

    Wallahu ta’ala a’lam
    Oleh : Redaksi Salam Dakwah

  84. cak chamid
    November 19, 2012 pukul 1:26 pm

    assalamu’alaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    akhi…. saya minta penjelasan mengenahi siapa Syekh Abdul Qodir Jaelani itu, karena saya sering mendengar banyak orang yang mendo’akan khusus untuk beliau di setiap melakukan do’a
    terima kasih

    Terimakasih cak chamid, karena tanggapan anda, saya postingkan tentang biografi syaikh abdul qadir jailani, silahkan dibaca disini

    wassalamu’alaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

  85. Ridoi Nidek
    November 13, 2012 pukul 6:06 am

    dari manapun awal asal kalo isinya tentang kebaikan mohon ampun bacaan tasbih dan sebagainya ikutilah, selama tidak menyesatkan.

    Terimakasih mas atas tanggapannya,
    Saya kasih gambaran begini saja mas, jika kita sedang Buang air kecil atau besar, bolehkah kita sambil membaca tahlil? kita memohon ampun ,membaca tasbih, apakah itu boleh? kan yang kita baca itu bagus, baik,
    Jika anda menjawab itu tdk baik, kurang adab thd Allah, Allah tidak menyuruh kita ketika buang air, maka apa bedanya dengan ritual tahlilan, Allah tidak menyuruhnya, rasulullah juga tidak, para sahabat tidak ada yang mengerjakannya, bahkan imam syafii aja tdk melakukannya,..

  86. tomi
    November 12, 2012 pukul 1:54 pm

    saya setuju dan mendukung tulisan anda tentang kesesatan ld*i
    . ISLAM satu jangan sampai di susupi oleh orang yang ingin punya kepentingan dan kedudukan membuat peraturan sendiri sendiri
    :

  87. earthman
    November 12, 2012 pukul 12:51 pm

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Mohon sharing ilmunya, maaf jika ini kurang berkenan karena saya masih ingin banyak belajar..

    Di Al-Qur’an Surah 6 ayat 130 Allah berfirman

    130. Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayatKu dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata: “Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri”, kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir.

    Pertanyaannya: Siapakah Rasul-rasul dari golongan Jin tersebut?

    Terimakasih atas pertanyaannya, Rasulullah diutus kepada bangsa jin dan manusia, banyak sekali dalil-dalil yang menunjukkan akan hal tersebut, baik dari alquran atau hadits, untuk anda dan orang-orang yang mencari kebenaran, saya postingkan penjelasan tentang hal tersebut disini, silahkan dibaca

    Mudah-mudahan bermanfaat, jazakallahu khairan

    Wassalam,

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    • earthman
      November 20, 2012 pukul 10:38 am

      Terima kasih atas penjelasannya, mungkin saya masih belum benar-benar paham, karena di ayat ini (QS 6/130) penekanannya cukup jelas, …
      “rasul-rasul dari golongan kamu sendiri”….

      Maksudnya Rasul itu diutus dari golongan manusia, jadi bisa dilihat oleh manusia, sedangkan jika rasul itu dari bangsa jin, manusia tdak akan mampu melihat jin, sdangkan jin mampu melihat manusia,dan menyamar sebagai manusia,

      yang saya “tangkap” pengertiannya adalah: rasul dari golongan jin, rasul dari golongan manusia…

      Mohon maaf, sekali lagi ini karena saya semata-mata ingin memahami Al-Qur’an dengan benar.

      silahkan bisa dibaca disini juga agar bisa membuka wawasan anda,

      Wassalamualaikum

      Wa’alaikumussalam warahmatullah

      • earthman
        November 21, 2012 pukul 6:49 am

        terima kasih atas jawabannya,
        Melanjutkan pembahasan; karena di Al-Quran banyak menyeru kepada bangsa jin juga, misalnya di ayat ini (6/130), yang ingin saya tanyakan:
        – bagaimanakah cara bangsa jin dalam membaca qur’an, apakah seperti manusia, atau apakah ada qur’an yang hanya bisa terlihat oleh bangsa jin sendiri (manusia tidak bisa melihat, mengingat bangsa jin tidak dapat terlihat dengan mata normal)?

        Kehidupan Jin sama dengan manusia, jin ada yg bodoh,ada yg pinter, ada jin islam yang baik ada juga yang jahat, ada yg beragama islam,kristen,hindu,budha,atau tdk beragama, intinya ada jin yg islam dan ada yang kafir,
        Mereka beda alam saja, manusia tidak bisa melihat jin,akan tetapi jin bisa melihat manusia, tapi jin bisa merubah wujudnya menyerupai manusia,hewan, dan tidak seperti di film2, katanya kakinya tidak menyentuh tanah, atau hanya berkeliaran dimalam hari saja, jika ayam jantan berkokok maka akan kabur,

        – Untuk saat ini, apakah tidak ada lagi manusia yang dapat memberikan dakwah kepada bangsa jin, apakah hanya rasul saja yang bisa (seperti manusia juga, jika lama tak ada yang mendakwahi / mengingatkan, maka akan lupa), jika ada, apakah seperti kita dapat berkomunikasi dengan mereka, bagaimana caranya, karena saya ingin juga bertemu dan berkomunikasi dengan bangsa jin ini.

        Bukan dijaman rasul saja, karena jin bisa belajar pada manusia tanpa diketahui oleh manusia, mereka bisa mendengarkan ceramah yang disampaikan oleh manusia, jadi sangat mudah bagi jin untuk belajar agama ini,.. namun sebagaimana manusia, ada jin yang mau belajar, dan ada juga yang tidak mau,

        Tidak ada keistimewaan bagi manusia yang bisa berkomunikasi dengan jin,
        Jin juga mempunyai dai dari kalangan mereka sendiri, tentunya dai dari kalangan jin ini belajar dari manusia,

        – apakah bangsa jin dapat berdakwah kepada sesama bangsanya, dan apakah mereka juga bisa berfirqah-firqah seperti layaknya manusia saat ini, dan jika iya apakah mereka juga menjalankan sunnah seperti layaknya manusia? dan jika iya, bagaimanakah contohnya, apakah bisa seluruh sunnah dijalankan oleh mereka, atau ada sunnah-sunnah tertentu, dan adakah dalil-dalilnya?

        Ya, betul, mereka juga berfirqah-firqah, dan bahu membahu untuk menyesatkan manusia, bagi jin yang kafir,

        Jin dan manusia dalam karakter keseharian itu hampir sama, hanya saja mereka beda alam, kita alam manusia, dan mereka adalah alam jin

        Dan jin sangat takut kepada manusia, makanya mereka ketika menampakkan diri sebagai rupa lain, tidak berani lama-lama juga, karena dengan demikian mereka bisa ditangkap, diikat, bahkan bisa dibunuh juga jika dipukul, berbeda jika mereka kembali ke wujud aslinya, maka manusia tidak bisa melihatnya

        Perlu diketahui pula, disetiap rumah kita juga ada jin yang tinggal disitu, apalagi di tempat2 yg kotor seperti wc, makanya kita disuruh ketika masuk wc utk berlindung kepada Allah dari gangguan jin , dengan doa yg sdh rasulullah ajarkan, yaitu doa masuk wc

        terima kasih atas ilmunya, Wassalamualaikum.

        Jazakallahu khairan, wassalamu’alaikum warahmatullah

  88. Mufti
    November 8, 2012 pukul 5:35 pm

    Di indonesia sini
    kalau orang syiah mati
    disolati di masjidnya orang islam
    dan dikubur dikuburan islam
    pertanyannya
    menapa orang islam tidak berani tegas ?

    Bedakan antara tokoh2 syiah yang mendakwahkan syiahnya, dan orang-orang yang ikut-ikutan aliran syiah, karena biasanya namanya orang ikut-ikutan, dia tidak paham apa itu hakekat syiah, berbdea dengan tokoh-tokohnya,

    Bukan masalah tidak berani tegas, akan tetapi banyak sekali tokoh-tokoh pendukung syiah yang duduk dalam MUI, dan ormas-ormas islam,

  89. aji
    November 6, 2012 pukul 7:01 am

    Assalamu’alaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    apa benar rosulullah pernAh menggendong cucu(perempuan)nya ketika solat di masjid?

    dahulu Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam kadang kala mengangkat cucunya, Hasan, Husain, Umamah rodhiallohu anhum ketika sedang sholat, bahkan suatu saat ketika beliau sedang sholat, beliau menggendong cucunya yang bernama Umamah bin Abil ‘Ash, sehingga ketika sedang berdiri, beliau menggendongnya, dan ketika ruku’ dan sujud, beliau menurunkannya, padahal kala itu beliau sholat mengimami para sahabatnya. Kisah ini diriwayatkan oleh Imam Al Bukhori dan Muslim dan juga lainnya. Oleh karena itu para ulama’ menegaskan bahwa boleh bagi orang yang sedang sholat untuk mengangkat, atau menggendong anak kecil.

    Akan tetapi ada satu hal yang perlu diingat, yaitu ketika kita hendak menggendong anak kecil dalam sholat, maka anak tersebut harus dalam keadaan suci, tidak sedang ngompol, atau bajunya dalam keadaan najis, atau mengenakan popok atau diapers yang tentunya berisikan najis. Sebab orang yang sedang sholat diperintahkan untuk meninggalkan atau melepaskan setiap yang najis dari pakaian, atau sandal atau kaus kaki atau tempat ia sholat.

    Baca selengkapnya: http://www.konsultasisyariah.com/sholat-sambil-menggendong-anak/#ixzz2BYIJ6tj1

  90. si cubi
    November 1, 2012 pukul 3:59 am

    bagaimana dengan sumur yg terkubur bangunan itu,,,,apa kita abaikan saja???

    Kenapa sumur tersebut dikubur? apakah ada orang yang terkubur disitu?

    Oh iya, tinggal dimana kalau boleh tahu,saya ada teman yg biasa merukyah / mengusir jin

    • si cubi
      November 5, 2012 pukul 1:42 am

      KAtanya sih Rusak (ga tau rusak fisiknya ato kwalitas airnya) dan yang pasti karena tidak berfungsi, oleh warga dijadikan tempat sampah,,,dan selang beberapa tahun, didirikan bangunan,,,,,saya tinggal di solo jawa tengah,,,,,,makasih sebelumnya

      Kalau gitu cukup cara2 yg sdh saya posting, praktekkan cara tersebut, dan jauhkan rumah anda dari hal2 yg bisa bikin betah setan diam di rumah anda, seperti adanya lukisan atau foto makhluk bernyawa, adanya musik,

      Alhamdulillah Di solo ada pesantren yang cukup besar dengan pemahaman para sahabat, pesantren tersebut menerbitkan majalah Assunnah, anda mungkin bisa bertanya lebih jauh kesitu , termasuk tatacara mengusir jin dari rumah, ini alamat websitenya

      • si cubi
        November 8, 2012 pukul 1:08 am

        adakah hubungan antara Rumah dengan rejeki,,??,,,,dan adakah cara Islam agar rumah menjadi baik bagi manusia yg menempatinya???…

        Rumah yang tidak digunakan untuk berdzikir, untuk shalat sunnah , itu ibarat seperti kuburan,
        Apalagi jika dirumah disetel musik, ada gambar2 makhluk bernyawa baik berupa foto,atau gambar hewan, ini mengundang setan betah dirumah tersebut,
        Jika ada gambar bernyawa dirumah kita, maka malaikat rahmat tidak mau masuk ke dalam rumah kita, dan rizki adalah salah satu rahmat dari allah
        berikut ini hadits2 tentang hal tersebut,
        Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda (yang artinya) : “ Malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing (2), juga tidak memasuki rumah yang didalamnya terdapat gambar (patung)” [Hadits sahih ditakhrij oleh Imam Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa'i dan Ibnu Majah yang semuanya dari Abu Thalhah Radhiyallahu 'anhu. Lihat Shahihul-Jami' No. 7262]

        Rasulullah bersabda (yang artinya) : “ Sesungguhnya malaikat (rahmat) tidak akan memasuki rumah yang didalamnya terdapat anjing” [Hadits sahih ditakhrij oleh Thabrani dan Imam Dhiyauddin dari Abu Umamah Radhiyallahu 'anhu. Lihat pula Shahihul Jami' No. 1962]

        Rasulullah bersabda (yang artinya) : “ Sesungguhnya malaikat tidak akan memasuki rumah yang didalamnya terdapat anjing dan gambar (patung)” [Hadits sahih ditakhrij oleh Ibnu Majah dan lihat Shahihul Jami' No. 1961]

      • si cubi
        November 8, 2012 pukul 5:01 am

        hehehe,,,,begini,,,,,Jujur saya memiliki usaha di bidang barang kuno,,,dan diantaranya patung, lukisan, lonceng dll,,,dan bagaimana menyikapi hal tersebut,,,Harus menyimpan ato menyingkirkan dari rumah kami,,,,makasih

        Waduh, barang-barang diatas itu ya digandrungi sama setan, ya mendingan dibuang atau dihancurkan saja pak, ganti profesi, masih banyak kok usaha yg halal,
        Untuk orang-orang yang seperti anda , spesial postingan ini saya posting

        Mudah-mudahan bermanfaat,

  91. si cubi
    Oktober 31, 2012 pukul 4:52 am

    Assalamualaikum,

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    langsung saja singkat cerita saya baru saja beli rumah bekas dipakai karena yg punya ada masalah angggunan di bank,,,,
    dan setelah saya tempati ternyata yg punya rumah dan kebetulan tetangga juga bercerita kalo rumah tersebut ada sumur tua yg di tutup dengan bangunan oleh warga jaman dulu,,,
    sehingga rumah tersebut menjadi rumah yg tidak baik gabi penghuninya (banyak mala petaka),,,kata yg jual rumah tsb,,,

    dulu setelah beli rumah itu, usahanya yg besar bangkrut dan anaknya juga meninggal karena sakit,,,,

    selang waktu orang yg mengontrak rumah tersebut juga kehilangan istri karena sakit juga,,,,,,

    Yg mau saya tanya apa yg harus saya lakukan dengan keadaan seperti ini,,,,,

    apakah ada pengaruhnya tertutupnya sumur tersebut dengan kejadian2 itu,,,,

    saya beristri dan anak 1 dan istri baru mengandung 7 bulan,,,

    makasih

    Terimakasih atas pertanyaannya,
    Sebenarnya ada untungnya juga membeli rumah yang terkesan angker, sebab harganya itu pasti murah, karena pembeli juga takut,,
    Mungkin ini bisa juga dijadikan trik, agar bisa membeli rumah dengan harga murah,.. he..he..he.. Jadi inget ketika saya ngontrak rumah, saya ditanya oleh tetangga sebelah, ” ada kejadian aneh ngga? gimana anak-anak,.. dijawab sama istri saya, . ngga apa-apa, biasa aja, emangnya kenapa?
    Akhirnya diceritain kalau rumah tersebut angker, sering kesurupan penghuninya, juga pemilik rumah tersebut,
    Dalam hati saya berguman, wah, tahu gitu dulu ditawar murah saja, kan angker, banyak jinnya,..

    Cara mengatasi rumah yg angker, atau banyak jin nya, silahkan baca postingan ini

    Silahkan anda pelajari, dan anda jangan malah menjadikan jin dan setan betah dirumah tersebut, dengan memajang gambar atau foto makhluk bernyawa, tdk membaca alquran dalam rumah, dll silahkan dibaca di artikel trsebut

    Memang, rumah yg jarang ditempati, akan ditempati oleh jin , demikian juga rumah yg ditempati, ada jin nya juga, makanya kita disuruh berlindung kepada allah dari gangguan jin dan setan, dengan cara membentengi kita dgn dzikir2 yg diajarkan oleh Rasulullah

    Wassallam

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    • si cubi
      November 1, 2012 pukul 2:08 am

      Alhamdulillah Penjelasan sesuai dengan apa yang saya harapkan,,,,,,
      jujur saja saya belum paham praktek yg berbau syirik secara kasat mata,,,
      Apabila berkenan ciri2 penggunaan cara syirik meski banyak yg menggunakan Nama Allah SWT dan Rasul,,,,,bagaimana kok bisa terhubung,,,,makasih

      Janganlah menggunakan cara-cara syirik dalam mengusir ganguan jin, karena itu adalah dosa besar, apalagi menggunakan jasa dukun atau paranormal(sebenarnya para orang tidak normal/org super bodoh/hamba setan) sebab jika menggunakan jasa dukun, maka ibadah shalat kita tdk diterima

      Banyak tanda2 menggunakan jasa dukun, contohnya kita disuruh memotong ayam atau hewan lain, lalu darahnya disiramkan dirumah, atau disuruh melakukan amalan2 tertentu yg seolah2 dari islam berupa dzikir2 tertentu, dan cara2 tertentu,tapi tdk ada contohnya dari rasulullah,

      Jika cara mereka berhasil, itu sesungguhnya karena jin yg dipakai si dukun itu lebih kuat,sehingga jin yg tinggal disitu mau pergi, berbeda jika kita menggunakan rukyah syar’i, sebagaimana postingan disini, itu bisa berhasil dgn pertolongan Allah, sesuai dgn cara2 yg diajarkan oleh Rasulullah,

  92. ayu
    September 23, 2012 pukul 1:34 pm

    Assalamu’alaikum wr. wb.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Pak, sy ada bc artikelnya (http://aslibumiayu.wordpress.com/2012/06/16/kegagalan-dalam-membedakan-wahabi-salafy-osama-bin-laden-sufi-thaliban-dan-pengikut-sayyid-qutb/), yg ingin sy tanyakan adakah tuntunan/bolehkah membaca Al-Ma’tsurat yg di covernya tertera nama Hasan Al-Banna yg seorg sufi?

    Bacalah dzikir dan wirid yang disusun oleh ulama ahlussunnah, atau buku wirid dand dzikir yg disusun oleh ust yazid abdul qadir jawas, insya allah banyak dijual di toko-toko buku

  93. lilik Arwanto
    September 12, 2012 pukul 1:10 am

    Assalamu’alaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    …perkenalkan, saya lilik dari bekasi…
    yg ingin saya tanyakan adalah. apabila dalam puasa ramadhan suami istri berhubungan disiang harinya, maka diwajibkan memberi makan 60 orang fakir miskin dan jika tidak mampu maka berpuasa selama 2 bulan, puasa tersebut apakah dilakukan sama seperti puasa di bulan ramadhan yg puasa penuh

    selama 2 bulan atau dilakukan seperti puasa senin kamis yg dilakukan selama 2 bulan?
    kafarat bagi orang yang berhubungan badan disiang hari adalah : memerdekakan seorang budak, jika tdk bisa puasa 2 bulan berturut-turut,jika tidak bisa memberi makan 60 orang,

    Puasa 2 bulan dilakukan secara berturut-turut, bukan seperti shalat senin kamis, akan tetapi berturut-turut 2 bulan ,

  94. muri
    September 2, 2012 pukul 12:59 pm

    Assalamualaikum warohmatullohiwabarokatuh,

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Maaf akhi merepotkan,,, lokasi ane di serang banten, harap di bantu adakah di wilayah ane
    tempat atou orang yg mengajarkan tauhid dan ibadah yg di ajarkan Nabi Muhamad, tentu di sertai dalilnya,, terima kasih

    Silahkan saja lihat di link ini, silahkan pilih yang terdekat dengan tempat tinggal antum,

    Wassalamualaikum warohmatullohiwabarokatuh,

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  95. Sudi Al-Faqir
    Agustus 31, 2012 pukul 1:50 pm

    Assalamu’alaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    Saya mau tanya, jika kita datang ke masjid untuk shalat Jum’at kemudian adzan sudah berkumandang dan menunggu sampai adzan selesai (sambil berdiri di shaf). Setelah adzan selesai, shalat sunnah Tahiyat Masjid atau sunnah Jum’at qobliyah kah yg lebih utama, atau ke dua-duanya bisa dikerjakan (2 kali @ 2 raka’at)?. Jazakallah khoir atas pencerahannya.

    Ketika kita ke masjid untuk shalat jumat, lalu kita menjumpai adzan sedang berlangsung, maka yang kita lakukan adalah langsung shalat tahiyatul masjid tanpa menunggu muadzin selesai adzan,.. shalatlah 2 rakaat secara ringkas, sehingga kita bisa mendengarkan khatib berkhutbah, karena hukum mendengarkan khutbah adalah wajib, sementara menjawab adzan bukan wajib,menjaga yang wajib lebih utama daripada menjaga yang tidak waji

    Dalam shalat jumat rasulullah Tidak mencontohkan adanya shalat qabliyah jumat

    Wassalamu’alaikum wrwb.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  96. yanto
    Agustus 31, 2012 pukul 10:54 am

    Assalamualaikum warohmatullohiwabarokatuh,

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    apakah benar cicak itu binatang yang sunah untuk di bunuh..?

    Terdapat banyak dalil yang memerintahkan kita untuk membunuh cicak, di antaranya:

    Dari Ummu Syarik radhiallahu ‘anha; Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membunuh cicak. Beliau menyatakan, “Dahulu, cicak yang meniup dan memperbesar api yang membakar Ibrahim.” (HR. Muttafaq ‘alaih).
    Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu; Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa saja yang membunuh cicak dengan sekali bantingan maka ia mendapat pahala sekian. Siapa saja yang membunuhnya dengan dua kali bantingan maka ia mendapat pahala sekian (kurang dari yang pertama), ….” (HR. Muslim).
    Dalam riwayat Muslim; dari Sa’ad, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membunuh cicak, dan beliau menyebut (cicak) sebagai hewan fasiq (pengganggu).

    Semua riwayat di atas menunjukkan bahwa membunuh cicak hukumnya sunnah, tanpa pengecualian.

    Baca selengkapnya: http://www.konsultasisyariah.com/hikmah-membunuh-cicak/#ixzz2587aBRIr

    terima kasih wassalamulaikum wrohmatullohiwabrokatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  97. iger
    Agustus 25, 2012 pukul 1:29 pm

    Assalamu’alaikum warrahmahtullahi wabarakatuh,

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    boleh ane minta alamat web yg dapat membantu ane dapetin kumpulan hadits yg sahih ,?

    Alhamdulillah, sekarang jaman sudah dipermudah utk mempelajari agama islam ini, termasuk jika kita bingung dalam masalah tertentu,
    Dengan internet, sangat mudah, anda tinggal masuk ke web ini, http://yufid.com , lalu masukan kata kuncinya, misalkan anda mencari ttg cara shalat, atau cara wudhu, atau terserah anda,. dan anda bisa menggunakan kata kunci apa saja,dan insya Allah hasil pencarian tidak nyasar ke web yg tidak jelas/web global sebagaimana kita menggunakan google, sebab http://yufid.com adalah mesin pencari khusus ilmu2 islam saja, silahkan dicoba,..

  98. udin
    Agustus 24, 2012 pukul 3:04 pm

    Asalamualaikum,

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    haul itu ada tuntunanya gak dlm islam?

    Tidak ada tuntunannya dalam islam, rasulullah tdk pernah melakukannya,demikian juga para sahabat, imam syafii juga tidak pernah melakukan haul,demikian juga imam bukhari,muslim, dan ulama2 ahlussunnah lainnya, tidak pernah melakukan,

    Yang pertama kalai melakukan haul adalah orang-orang syiah, kemudian mereka juga mengadakan maulid nabi,..

  99. oneheart
    Agustus 22, 2012 pukul 11:06 pm

    Assalamualaikum,

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    ana mau tanya sama antum & sekalian minta saran &nasehatnya, tp dmna ya selain di sini?

    silahkan saja tulis pertanyaannya,

  100. Agustus 18, 2012 pukul 8:42 pm

    Assalamu’alaikum .

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    saya mau bertanya,kalo dalam tatacara shalat yg dibahas di artikel Petunjuk Praktis Hukum dan Tatacara Shalat Beserta Dalil-Dalilnya itu saya liat jangan shalat kalau tdk mnghdp ke sutra(pembatas) yg dimaksud pembatas disini seperti apa ya cntohnya? dan katanya bla seseorang lwt dihdapan org yg sdang shlat itu hrus diperangi? ..apa mksdnya?apa dsni qta hrus mmbtalkan shlat dan menegur seseorang itu apakh sprti itu? sprti kutipan berikut ini :
    “Janganlah engkau shalat kecuali menghadap sutrah (pembatas). Dan jangan engkau biarkan seorangpun lewat di hadapanmu (ketika engkau shalat). Jika ia enggan, maka perangilah ia, sesungguhnya ia bersama dengan qarin (syaithan)” [HR. Ibnu Khuzaimah no. 800; shahih].

    maksudnya kita berusaha mencegah orang yang lewat didepan kita, caranya kita menjulurkan tangan kita ke depan,menghalanginya semampu kita,bukan dengan mengeluarkan kata-kata atau teguran,
    silahkan lihat video ini

  101. hartono
    Agustus 17, 2012 pukul 8:18 pm

    apa hukum nya jika wanita menjadi pemimpin kaum laki2?

    silahkan baca disini

  102. Andy Mariangga
    Agustus 16, 2012 pukul 6:12 am

    LDII oke…pengajiannya paling bagus diantara yg lain…

    Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi bergolong-golongan. Maka engkau -wahai Muhammad- tidak ikut bertanggung jawab atas mereka sedikitpun.” (QS. al-An’am: 159).

    Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah berkata, “Ayat yang mulia ini menunjukkan bahwa agama memerintahkan untuk bersatu dan bersepakat, dan agama ini melarang tindak perpecah-belahan dan persengketaan bagi segenap pemeluk agama (Islam), dalam seluruh persoalan agama; yang pokok maupun yang cabang…” (Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 285)

  103. alfian hadi
    Agustus 16, 2012 pukul 3:17 am

    assalamu’alaikum

    wa’alaikumussalam warahmatullah

    bagaimana hukumnya menyewa orang untuk menikahi mantan istri yang sudah kita talak 3 kali supaya kita bisa menikah lagi

    Hukumnya haram, dan jika setelah dicerai wanita tersebut dinikahin oleh orang yang menyuruhnya,maka nikahnya tidak sah, sebab itu hanya rekayasa saja,melakukan perbuatan hilah, akal-akalan saja,

  104. hendra
    Agustus 14, 2012 pukul 2:27 pm

    Assalamu’alaikum warrahmahtullahi wabarakatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    saya mau tanya ,,
    bagaimana hukumnya memberi nama anak pada saat tasmiah tetapi nama tersebut jauh berbeda dengan namanya yang sah sekarang ini di akte dan sekarang di indetitas manapun,,
    mohon penjelasanya untuk meluruskan nama anak saya

    Kita disuruh memberikan nama yang baik dan sesuai dengan sunnah rasulullah,
    Rasulullah dulu sering mengganti nama-nama yang kurang bagus, baik untuk nama manusia atau nama tempat,.
    Demikian juga jika kita mempunyai anak, atau nama kita sendiri kurang sesuai,atau menyalahi apa yang diajarkan oleh Rasulullah,maka sebaiknya nama tersebut diganti, sebab ada nama-nama yang terlarang didalam islam,

    Adapun nama di akte,misalkan pengurusannya itu susah,dan mungkin merepotkan,apalagi di ijazah juga seperti itu, maka tidak mengapa tidak diganti, akan tetapi nama panggilan yang diganti,.

    wasalam
    by hendra

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

  105. fazar
    Agustus 9, 2012 pukul 3:32 am

    Assalamu’alaikum warrahmahtullahi wabarakatuh.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Saya mau brtnya. Bgmn hkum mndngarkn atau memainkan alt msik dan bgmn hkm bkrja d bank konvnsional maupun bank syariah?

    Hukum mendengarkan atau memainkan alat musik adalah haram, silahkan baca disini ulasannya
    Bekerja di bank konvensional juga haram, karena usaha bank tersebut adalah riba, dan dosa riba bukan dosa kecil,bahkan salah satu sebab banyaknya bencana dan musibah yang menimpa negara ini adalah karena telah merebaknya riba dimana-mana, tentang bahaya riba, bisa dibaca disini ulasannya

    Bekerja di bank syariah, jika bank tersebut betul-betul bank syariah, maka boleh,.. akan tetapi, kebanyakan bank-bank syariah yang ada dalam prakteknya tetap tidak terlepas dari praktek riba,.. nama syariah terkadang hanya embel-embel belaka,
    Bank syariah dalam sorotan 1

    Bank syariah dalam sorotan 2

  106. yanto
    Agustus 6, 2012 pukul 10:03 pm

    Assalamu’alaikum warohmatullohiwabaro katuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    pak, pada usia kandungan mencapai usia 4 bulan adakah tuntunana dari rosululloh untuk mengadakan suatu acara, misal membaca ayat Alquran atau sejenisnya? karena sebagian orang beranggapan bahwa pada usia kndungabn 4 bulan ruh manusia dalam kandungan ditiupkan (janin hidup) trima kasih

    Tidak ada ritual tertentu, baik 4 bulan, 7 bulan,.. Rasulullah tidak mencontohkannya, apa yg dilakukan sebagian kaum muslimin, itu bukanlah tuntunan dari islam, wallahu a’lam

    wassalamualaikum warohmatullohiwabarokatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wbarakatuh

  107. Khairul
    Juli 26, 2012 pukul 4:54 am

    assalamualaikum wr rb

    Wa’alaikumussalam warahmatullahiwabarakatuh

    saya mau tanya, kalo orang lain yang menggunakan modal kita untuk usaha tersebut menjanjikan jumlah pengembalian yang konsisten apakah itu termasuk riba? misalnya dia akan mengembalikan “modal + 50%(dari modal)” dalam jangka waktu yang dia tentukan sendiri dan dia sendiri siap menyanggupinya. tolong dijawab

    Ya, itu termasuk riba,

    wassalamu ‘alaikum wr wb

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  108. Yanto
    Juli 5, 2012 pukul 2:20 am

    Assalamu’alaikum warohmatullohi wabaro katuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    saya dengar dari teman tentang sholat

    1. Sholat sunnah Nurul Iman,

    2. Sholat sunnah Awabbin,
    tentang sholat sunnah awabbin ini di bagi menjadi 3 yaitu,
    A. Sholat ma’abaqolil iman.
    B. Sholat istiqorotil iman. dan
    C. Sholat khifdil iman.

    3. Sholat sunah Maghfiroh.
    apakah ada sholat tersebut?, karena saya belum pernah mendengarnya. kalaupun ada tolong berikan sumbernya.

    terima kasih infonya.

    wallahu a’lam, tidak tahu untuk shalat-shalat tersebut,

    Untuk shalat awwabin bisa dibaca disini

    Wassalamu’alaikumwarohmatullohi wabaro katuh.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    • Yanto
      Juli 5, 2012 pukul 7:24 am

      bagaimana dengan pernyataan ini ”

      SOLAT SUNAT AWWABIN

      Bagi memelihara keteguhan iman dan menghapuskan dosa, adalah digalakkan melakukan solat sunat Awwabin/Hizful Iman sebanyak 4 rakaat (2 salam) atau 6 rakaat ( 3 salam). Dilakukan selepas fardhu Maghrib.

      Fadhilat Solat Awwabin

      عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَلَّى بَعْدَ الْمَغْرِبِ سِتَّ رَكَعَاتٍ لَمْ يَتَكَلَّمْ فِيمَا بَيْنَهُنَّ بِسُوءٍ عُدِلْنَ لَهُ بِعِبَادَةِ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ سَنَةً

      Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW telah bersabda ; “Sesiapa yang bersembahyang enam rakaat sesudah Maghrib tiada diselang antaranya dengan sesuatu bicara nescaya samalah pahalanya dengan ibadat dua belas tahun.’Riwayat Ibnu Majah, Ibn Khuzaimah dan At-Turmuzi. ” http://ta==deleted.com/eIslam/solatsunat.htm

      maaf, website tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan isi websitenya, apalagi yg di halaman yg anda cantumkan, tidak ada tatacara shalat seperti itu, makanya saya hapus

      untuk shalat awwabin silahkan baca disini

  109. bila
    Juni 28, 2012 pukul 1:05 am

    Assalamu’alaikum.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,

    Saya pacaran selama 4 tahun 8 bulan.

    kurang lebih 3 thn kami berpacaran jarak dekat dan sudah melakukan hubungan pacaran di luar batas. tetapi sampai saat ini saya masih menjaga kesucian saya. kami mendekati zina tetapi tidak sampai merenggut kesucian saya. dan saya tau itu tetap berdosa. kurang lebih 1 tahunan kami pacaran jarak jauh. kami sama-sama instrospeksi diri dan hanya berkomunikasi lewat telpon atau pun sms. walaupun sesekali kami juga sering melakukan zina pendengaran. kami berniat untuk menikah di tahun depan. namun allah berkata lain. saya dijodohkan dg pilihan ortu saya dan yg mengganjal dihati adalah cara berpacaran sy dg pacar sy dan sy ga takut untuk jujur dg ortu. setelah menjalankan istikharah, sy ingin membahagiakan ortu sy. dan pacar saya ikhlas melepaskan walaupun berat. saya berniat menjalankan solat taubat dan sy dan pacar berniat utk memperbaiki kesalahan kami. benar-benar ingin. yg saya tanyakan adalah…

    1. apakah dengan solat taubat, allah akan mengampuni dosa saya dan pacar saya?

    Cara taubat tidak cukup dgn shalat taubat saja, akan tetapi syarat2nya harus dipenuhi, tentang tatacara taubat dari pacaran (jalan menuju zina) diantaranya,
    1. Anda menyesali perbuatan pacaran tersebut, karena pacaran adalah haram, melihat lawan jenis saja yg bukan mahramnya adalah haram, apalagi pacaran yang lebih dari itu,
    tidak ada pacaran dalam islam, tidak ada pacaran islami
    2.Anda menjauhi jalan-jalan menuju pacaran, diantaranya, anda wajib memutus hubungan dengan laki-laki tsb, lupakanlah dia, karena dia bukan apa2nya anda, buang nomer hape dia, dan ganti nomer hape anda, sehingga anda tidak bisa berkomunikasi lagi,
    Ingat, setan sangat pandai tuk menggoda manusia, iya, mungkin anda belum melepas kesucian anda, itu sebenarnya faktor waktu saja, belum pas waktunya,… tidak ada laki-laki yang berhati mulia dalam pacaran, justru laki-laki yang mau pacaran itu karena hatinya kotor,.. demikian juga wanita yang mau dipacari, itu karena kekotoran hatinya, sudah terbuai oleh bujuk rayu setan, jadi… janganlah tertipu dan terbuai oleh bujuk rayu setan, melalui laki-laki yang pura-pura penuh kasih sayang, via media pacaran,.. semuanya itu kebohongan,..
    3. Perbanyaklah istighfar, bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya,..
    4.Bekali diri dengan keimanan, pelajarilah agama islam ini, sehingga anda akan mengetahui mana yang benar dalam islam, dan mana yang tidak, ,sehingga mudah-mudahan ini bisa membentengi anda dari terjerumus kepada bujuk rayu setan,

    2. apakah sy harus mengakui perbuatan sy kpd ortu dan lelaki pilihan ortu sy, sementara sy sama sekali tidak memiliki keberanian utk itu? apakah cukup dg solat taubat dan melakukan kebaikan sj?

    Tidak usah anda ceritakan, pendamlah masa lalu jika anda sudah betul-betul bertaubat,

    3. apakah sy masih boleh untuk berteman dg pacar saya tersebut karena kami berniat ttp menjalin silaturahim dg syarat sm-sm menjaga dan mengetahui batasan pertemanan itu? dan saat ini kami lbh sering mendiskusikan atau men share ttg kebaikan” yg hrs dilakukan agar menjadi lebih baik.

    Tidak boleh menjalin hubungan dengan lawan jenis yg bukan mahram, apalagi dia pernah pacaran dgn anda, lupakanlah dia, anggaplah tidak pernah mengenalnya,..
    Pacaran terkadang menjadi bumerang pernikahan, sebab pacaran adalah kemaksiatan, dan tidak ada dalam islam,
    Dalam pacaran penuh kebohongan, pura-pura penyayang, dan kedoknya akan terbuka setelah pernikahan,..
    Tak jarang pacaran menjadi musibah bagi sebagian perempuan,.. kehilangan kehormatan,.. akhirnya dibuang,
    Bahkan tak jarang menelan korban, si perempuan mengakhirinya dgn kematian,.. membunuh dirinya masuk ke jurang, atau menjadi wanita jalang,.. jadi santapan hidung belang,..

    Baca tulisan ini
    Nsehat untuk para gadis
    Bukan Cinta sejati
    KISAH YANG BAGUS, PERLU DIBACA

    mohon dibalas
    wassalammu’alaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  110. ira
    Juni 27, 2012 pukul 7:01 am

    assalamualaikum,

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    saya ira ibu rumahtangga yg sedang dalam kebingungan ingin bertanya. Mana yang harus didahulukan bagi seorang istri antara berbakti kepada suami dan mengurusi anak, dengan berbakti dan mengurus orang tua?

    Keduanya tidak bisa dikerjakan secara bersamaan karena tempat tinggal yang saling berjauhan.

    Memilih salah satunya berarti mengabaikan yang lain.

    satu adik belum menikah dan msh sekolah adik yang satu lagi sudah menikah dan suaminya sedang bekerja di luar kota.

    keluarga saya pun sedang dalam kondisi ekonomi yang sangat lemah (butuh biaya untuk hidup) begitupun dengan saya, suami saya adalah suami yg sangat baik, pekerja keras dan sayang terhadap istri dan anak kami.

    alhamdulilah kadang saya juga suka memberi sedikit rejeki untuk orangtua saya dikampung akan tetapi kebutuhan mereka sangat banyak hingga tidak dpt tertutupi, sempat di 3thn yang lalu saya sering menggunakan uang suami tanpa sepengetahuannya untuk diberikan kepada orangtua saya, karena uang pemberian suami untk orangtua saya tidak mencukupi kebutuhan mereka.

    akhirnya perbuatan saya itu diketahui oleh suami, alhamdulilah suami tidak marah dan memaafkan perbuatan saya.

    akan tetapi yg menjadi kebingungan saya adalah orangtua saya menginginkan saya untuk tetap menjadi saya yg dulu sebelum menikah (segala bentuk perhatian tercurah untuk mereka).

    sering sekali orangtua saya mengirimkan sms tentang keadaan disana yg serba kekurangan sehingga membuat saya kepikiran sepanjang hari kadang sampai saya badmood dan kadang pekerjaan rumah saya terbengkalai dan tidak jarang saya jadi gampang emosi terhadap suami dan anak saya.

    Jika sudah berumahtangga, maka kewajiban seorang istri kepada suaminya itu lebih besar daripada kewajiban kepada kedua orangtua sendiri, Anda harus lebih berbakti kepada suami anda, daripada kedua orangtua, dan bukan berarti anda melupakan kedua orangtua anda,

    Berbeda dengan suami, kalau suami kewajiban untuk berbakti kepada orangtua kandungnya tetap didahulukan, daripada kepada istrinya, tanpa menyia-nyiakan hak seorang istri,

    Saking besarnya kewajiban seorang istri kepada suaminya seperti ada dalam hadits:

    حَقُّ الزَّوْجِ عَلَى زَوْجَتِهِ أَنَّ لَوْ كَانَتْ بِهِ قُرْحَةٌ فَلَحِسَتْهَا مَا أَدَّتْ حَقَّهُ

    “Hak seorang suami yang harus ditunaikan oleh istri itu (nilainya begitu besar), sehingga seandainya suami terluka bernanah di badannya, lalu istrinya menjilatinya pun belum dinilai ia telah menunaikan haknya.” (HR. Hakim dalam al-Mustadrok 2717, dan beliau mengatakan hadits ini sanadnya shohih, dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shohihul Jami’ 3148.)

    saya hanya ingin berusaha menjadi istri yang sholehah, saya ingin menunaikan kewajiban sebagai istri dengan keutamaan2nya.

    sama sekali suami saya tidak menjauhkan saya dari keluarga saya, suami saya memperbolehkan saya menginap dirumah orangtua saya yg jaraknya jauh tanpanya, suami juga memperbolehkan hasil berdagang saya diberikan untuk orangtua saya, suami saya tetap membiarkan saya berkomunikasi dengan keluarga saya.

    akan tetapi suami saya mengajarkan untuk mendahulukan suami dan anak dirumah dibanding dengan keluarga saya (tanpa mengurangi rasa hormat).

    Betul, apa yg disampaikan suami, anda harus mendahulukan berbakti kepada suami, daripada kedua orangtua anda, apalagi suami anda itu orang yg baik kepada anda, juga kepada kedua orang tua anda,

    Harusnya anda bersyukur mempunyai suami seperti itu, dan jangan biarkan kesempatan tuk meraih janji allah bagi istri yang berbakti kepada suaminya,.. karena suami bisa menjadi surga atau neraka bagi sang istri

    mohon bantuannya, saya benar2 sangat bingung bersikap. terimakasih.

    Silahkan baca postingan terbaru, saya postingkan untuk anda, dan mungkin wanita-wanita lain yang belum mengetahui besarnya bakti seorang istri kepada suaminya melebihi baktinya kepada kedua orangtuanya sendiri
    Taatilah suamimu, maka surga bagimu
    Mendahulukan Suami dari orangtua
    Surat terbuka dari istri tercinta

    wassalamualaikum warrohmatullahi wabarokatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  111. melissa
    Juni 25, 2012 pukul 8:33 am

    Assalamu’alaikum,

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    apakah seorang muslim yg sering mengerjakan ibadah yg tidak ada tuntunan dari Rasulullah saw, mendapat dosa atas perbuatannya?

    karena mereka sering berdalih dengan alasan tidak tau mereka dengan entengnya menganggap perbuatannya bukan dosa.

    Mudah-mudahan karena tidak tahu, Allah mengampuni dosa-dosanya, dan orang tersebut wajib belajar dan mempelajari ajaran agama islam ini sesuai denga pemahaman para sahabat, karena itulah satu-satunya cara memahami agama yang benar

    kalaupun akhirnya tau, setelah tidak lagi mengerjakannya, apakah sudah dianggap bertobat walaupun mungkin belum ada niat di hatinya utk bertobat?

    Banyak para pelaku perbuatan bidah mengerjakannya karena kebodohan, karena ikut-ikutan saja apa kata kyiai,habib, ajengan.
    Setelah mereka tahu bahwa ajaran tsb adalah bidah, maka wajib meninggalkannya, dan wajib bertaubat darinya, salah satu bentuk taubatnya adalah menyesali perbuatanya, meninggalkan dan mengingkari perbuatan tersebut, dan berusaha menjaga sekuat mungkin untuk tidak melakukan perbuatan tsb, dan mengingatkan orang lain yang mungkin pernah kita ajak untuk melakukan ritual bidah tsb,

    bagaimana dengan orang2 nonmuslim yang dikarenakan ketidaktahuannya tentang ajaran Islam dan tinggal sangat jauh dari sumber2 ajaran Islam, apakah di akhirat nanti mereka mendapat hukuman sebagai kafir? Apakah mungkin hal tersebut (tidak mengenal Islam) masih terjadi pada jaman sekarang ini? Bukankah masih banyak orang2 yg tinggal di pedalaman dan belum mendapat syiar Islam?

    Ditunggu jawabannya ya. terimakasih.

    Selama kaum muslimin, siapa saja, baik muslim sejak kecil atau mualaf, jika mereka berusaham mncari pemahaman islam yang benar, berdoa kepada Allah agar ditunjuki bagaimana cara memahami islam yang benar, insya Allah akan diberikan petunjuk bagaimana cara memahami islam yang benar,..
    Apalagi dijaman sekarang yang serba canggih, dipelosok terpencilpun informasi mudah didapat, jadi tidak ada alasan untuk berusaha mencari pemahaman islam yang benar,

    Mudah-mudahan Allah berikan kemudahan bagi kaum muslimin yang berusaha mencari pemahaman islam yang benar, dimanapun mereka berada,..

    wassalamu’alaikum,

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

  112. arya
    Juni 17, 2012 pukul 6:02 am

    Assalamualikum Wr Wb,

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

    Adakah buku mengenai Ajaran Ahlus Sunnah WalJamaah ? apakah judulnya dan apakah masih beredar di toko2 buku?
    Terima kasih akhi

    Ada, Apa itu ahlussunnah waljamaah, judul bukunya PRINSIP-PRINSIP AKIDAH AHLUS SUNNAH WALJAMAAH
    Untuk buku versi PDF, bisa download disini
    kalau ceramahnya juga ada, bisa di download atau dengarkan disini:
    Kajian.net

    Untuk Buku yang yang disusun oleh ustadz dari indonesia berjudul : Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Po Box 7803/JACC 13340A Jakarta

  113. juheri
    Juni 17, 2012 pukul 5:22 am

    saya pernah berdialog dg teman saya yg nii,katanya nii terpecah menjadi 2 fersi antara yg haq dan yg bathil apakah benar seperti itu?

    Salah, yang anda tanyakan aja nii kw9 , ini sudah pecahan yang ke 9 , jadi bukan terpecah 2, lebih,

    Dan yang KW9 ini menurut NII yg tidak ikut kw 9, merupakan NII yang menyempal, walaupun semua NII itu adalah pemikiran yang menyimpang dalam islam, tidak ada NII yang benar.

    baik NII yg pertama kali muncul yg didirikan oleh kartosuwiryo, atau NII pecahanya, semuanya menyimpang, ingin mendirikan negara islam, akan tetapi tidak memahami islam secara benar, sehingga akibatnya memberontak teradap pemerintahan/negara yang sah, yaitu negara RI

  114. juheri
    Juni 17, 2012 pukul 5:02 am

    bagaimana hukumnya shalat jum,ah bagi perempuan?

    Tidak ada kewajiban shalat jumat bagi perempuan

  115. ady
    Juni 16, 2012 pukul 11:40 pm

    Assalamu’alaikum ya akhi….

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    semoga antum dan keluarga dilindungi oleh Allah subhanawata’ala, ada yang ingin ana klarifikasi dengan antum..ana udah lihat blognya ali reza mengenai mayat anak2 yang ada disuriah ternyata itu merupakan mayat2 yang ada di Irak,, bagaimana pendapat antum ya akhii tolong tabayunnya

    Ali reza itu orang syiah, dia emang sengaja membuat blog yang isinya propaganda orang-orang syiah di indonesia, wajar saja dia bilang begitu,

    Seandainya itu di irak, pelakunya juga sama, pembantaian oleh orang-orang syiah, jadi itu hanya semakin membuka aib orang-orang syiah itu sendiri,

    Bahkan di irak mereka lebih sadis, ada seorang anak kecil dimasukan ke dalam oven yang panas, dihadapan orangtuanya,

  116. juheri
    Juni 16, 2012 pukul 12:09 pm

    bagai mana hukumnya baca,an usholii…dalam sholat.

    Rasulullah, ABu bakar,Umar,utsman,ali,
    Imam abu hanifah,imam malik,syafii,ahmad, imam bukhari,muslim, dan ulama2 ahlus sunnah lainnya

    Tidak pernah mengerjakan shalat dengan bacaan ushalii… dst, dlm shalat,
    Jika tdak kita dapati mereka melakukannya, apalagi rasulullah tidak melakukannya, mengapa kita shalat dengan membaca ushalii..?

    Bukankah kita disuruh shalat sebagaimana cara shalat rasulullah?

    silahkan dibaca disini ulasannya,

    Niat adalah perbuatan hati, bukan perbuatan lisan, jadi niat tidak diucapkan,
    Barangsiapa mengucapkan niat di mulut, tapi hatinya tidak meniatkan niat shalat, maka shalatnya tidak sah,

    Jika hati telah berniat utk shalat, dan lisan tidak mengucapkan, maka shalatnya sah, karena niat itu perbuatan hati,

    Kalau bacaan-bacaan dalam shalat, dan ayat-ayat yg dibaca, itu adalah bacaan lisan, bukan di hati, jadi termsuk kesalahan dalam shalat, jika membaca bacaan shalat dan ayat-ayat alquran, tdk dibaca dgn lisan, akan tetapi hanya dihati, ini cara shalat yg salah, silahkan baca ulasannya disini

  117. juheri
    Juni 16, 2012 pukul 12:02 pm

    assalamu allaikum,

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    saya mau tanya bagai mana hukumnya orang yg mengkafirkan orang lain selain golonganya, dan orang itu merasa paling benar.

    Perkara kafir-mengkafirkan adalah perkara yang sangat besar resikonya, apalagi orang tsb merasa paling benar,
    Barangsiapa menuduh kafir kepada saudaranya sesama muslim, jika orang yg dituduh itu tidak seperti yg dituduhkan, maka aka kembali kepada si penuduh,

    Wajib bagi kaum muslimin untuk berhati-hati dalam urusan kafir mengkafirkan ini, apalagi merasa diri paling benar, na’udzubillahi min dzalik

    mudah-mudahan pertanyaan itu bukan untuk mengetes atau menuduh kepada saya, yg mungkin menganggap saya telah mengkafirkan orang lain, dan merasa saya yang paling benar,

    Jika pertanyaan itu dituduhkan kepada saya, maka saya minta buktinya, dimana, dan tolong tunjukkan ttg pengkafiran yg saya lakukan,.. nukilannya,

    • juheri
      Juni 16, 2012 pukul 1:56 pm

      apa kesesatan nii kw9

      Untuk NII kw 9 sudah pernah saya posting disini , silahkan dibaca sendiri

      Penjelasan yang lain tentang negara bawah tanah ini, bisa juga dibaca disini

      Kebetulan saya punya teman-teman yang dulunya ikut NII ini, alhmadulillah sekarang sudah taubat, dan kembali kepada islam menurut pemahaman para sahabat,

  118. ta qin
    Juni 15, 2012 pukul 11:11 pm

    ttg kesesatan syiah knp tdk bisa di bukak? di mn sy bisa dapt ttg kesesatan nya baik vidio maupun ceramah nya ,tlg di krm ke fb ana , syukron


    silahkan buka
    alamat ini : http://www.videosyiah.com

  119. Via
    Juni 14, 2012 pukul 2:20 am

    apa hukum wanita bekerja? wanita tsb berhijab(bercadar)..ia bekerja dsebuah perusahaan dan statusnya belum menikah….

    silahkan dibaca disini, syarat-syarat jika wanita bekerja di luar rumah

  120. Yanto
    Juni 7, 2012 pukul 2:58 am

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabaro katuh

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    saya mendapat email dari teman yang ada hadistnya

    “Dari Nur’aim bin Hammad meriwayatkan dgn sahabatnya bahwa Rasulullah SAW
    bersabda: “Bila telah muncul suara di bulan Ramadhan, maka akan terjadi
    huru-hara di bulan itu…”.
    Kami bertanya: “Suara apakah, ya Rasulullah..? ”
    Beliau menjawab: “Suara keras di pertengahan bulan Ramadhan pada malam
    Jum’at, akan muncul suara keras yang membangunkan orang tidur, menjadikan
    orang yang berdiri jatuh terduduk, para gadis keluar dari pingitannya,
    pada malam Jum’at di tahun terjadinya banyak gempa. Jika kalian telah
    melaksanakan shalat Subuh pada hari Jum’at, masuklah kalian ke dalam rumah
    kalian, tutuplah pintu-pintunya, sumbatlah lubang-lubangnya, dan
    selimutilah diri kalian, sumbatlah telinga2 kalian Jika kalian merasakan
    adanya suara menggelegar, maka bersujudlah kalian kpd allah SWT.”

    apakah hadist ini shohih…? kalaupun ada tlng sebutkan sumbernya…

    terima kasih

    Hadits tersebut PALSU, silahkan dibaca disini ulasanya

    Wassalamu’alaikum

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    • Yanto
      Juni 27, 2012 pukul 6:58 am

      Assalamu’alikum warohmatullohi wabaro kaatuh

      Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatu

      ucapan salam dalam solat bagaimana lafadznya sesuyai hadist…? karena ada yang baca lengkap, ada yang sampai “Assalamu’alaikum waroh matulloh” itu saja, dan jika ada orang non Muslim Mengucapkan salam kepada kita bagaimana seharusnya jawaban kita…?
      terima kasih

      Berikut tata cara salam yg diajarkan Rasulullah
      Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

      أَنَّهُ كَانَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ يَسَارِهِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ

      “Bahwasanya beliau mengucapkan salam ke arah kanan dan kiri seraya mengucapkan, ‘ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAH, ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAH’.” (HR. Abu Daud no. 845, At-Tirmizi no. 295, An-Nasai no. 1303, dan Ibnu Majah no. 906)

      Dari Wail bin Hujr radhiallahu ‘anhu dia berkata,

      صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَانَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ وَعَنْ شِمَالِهِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ

      “Aku shalat di belakang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau memberi salam ke arah kanan dengan mengucapkan ‘ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAHI WA BARAKAATUH’,” dan ke arah kiri dengan mengucapkan ‘ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAH’.” (HR. Abu Daud no. 997 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Al-Irwa`: 2:31, 32)

      Ibnu Umar menceritakan,

      وَذَكَرَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ عَنْ يَـمِينِهِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ عَنْ يَسَارِهِ

      Beliau membaca ‘ASSALAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAH’ dengan menoleh ke kanan, dan membaca ‘ASSALAMU ‘ALAIKUM’ dengan menoleh ke kiri. (HR. Nasa’i 1321 dan dinyatakan Hasan Shahih oleh Al-Albani)

      Kemudian disebutkan dalam hadis dari A’isyah radliallahu ‘anha, beliau menceritakan,

      أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يُسَلِّمُ فِى الصَّلاَةِ تَسْلِيمَةً وَاحِدَةً تِلْقَاءَ وَجْهِهِ ، يَمِيلُ إِلَى الشِّقِّ الأَيْمَنِ شَيْئًا أَوْ قَلِيلاً

      “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan sekali salam ketika shalat dengan menghadap ke depan, kemudian beliau menoleh sedikit ke kanan.” (HR. Ibn Khuzaimah dalam shahihnya no. 706, Hakim dalam Mustadrak no. 805, An-Nasai dalam Al-Kubro no. 1454 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani)

      Kesimpulan:
      Berdasarkan keterangan di atas dapat kita simpulkan bahwa ada 4 cara salam dalam shalat:

      Pertama, menoleh ke kanan dengan membaca: ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAHI WA BARAKAATUH, dan menoleh ke kiri dengan membaca: ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAH.

      Kedua, menoleh ke kanan dengan membaca: ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAH, demikian pula ketika menoleh ke kiri. (kanan-kiri sama).

      Ketiga, menoleh ke kanan dengan membaca: ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAH, dan menoleh ke kiri dengan membaca: ASSALAAMU ‘ALAIKUM.

      Keempat, menoleh ke kanan sedikit dan hanya membaca: ASSALAAMU ‘ALAIKUM, tanpa menoleh ke kiri.

      Allahu a’lam

      Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)
      Artikel http://www.KonsultasiSyariah.com

      Wassalamu’alaikum waroh matullohi wabaro kaatuh

      Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

      • Yanto
        Juli 5, 2012 pukul 1:52 am

        Bagaimana dengan orang Non muslim mengucapkan salam, sebaiknya kita jawab bagaimana?

        Menjawab salam orang kafir jika mengucapkan salam, cukup di jawab “WA’ALAIKUM”

  121. cebtculz
    Juni 5, 2012 pukul 8:24 am

    niat salat taubat itu gimana

    seperti niat shalat biasa, tidak ada lafadz khusus untuk niat shalat, baik shalat wajib ataupun shalat sunnah, sebab niat itu perbuatan hati, bukan perbuatan lisan,

    Rasulullah tidak mengajarkan bacaan niat, baik utk shalat wajib ataupun shalat sunnah, jadi sebaik-baik contoh adalah apa yang diajarkan oleh Rasulullah

  122. agus widodo
    Mei 26, 2012 pukul 2:16 pm

    Apakah benar ayah dan bunda Nabi Muhammad SAW kafir?

    Betul, ayah dan bunda nabi adalah mati bukan diatas islam,

    KATA SIAPA? bukan kata saya mas, kata Rasulullah sendiri, berikut ini hadits-hadits yang menjelaskan tentang kedua orangtua nabi masuk neraka, karena mati diatas kemusyrikan,

    عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ أَبِي قَالَ فِي النَّارِ فَلَمَّا قَفَّى دَعَاهُ فَقَالَ إِنَّ أَبِي وَأَبَاكَ فِي النَّارِ
    Dari Anas radliyallaahu ‘anhu : Bahwasannya ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam :
    “Wahai Rasulullah, dimanakah tempat ayahku (yang telah meninggal) sekarang berada ?”.
    Beliau menjawab :
    “Di neraka”.
    Ketika orang tersebut menyingkir, maka beliau memanggilnya lalu berkata :
    “Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka”. [HR. Muslim no. 203, Abu Dawud no. 4718, Ahmad no. 13861, Ibnu Hibban no. 578, Al-Baihaqi dalam Al-Kubraa no. 13856, Abu ‘Awanah no. 289, dan Abu Ya’la no. 3516].

    Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata : “Di dalam hadits tersebut [yaitu hadits : إن أبي وأباك في النار – ”Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka”] terdapat pengertian bahwa orang yang meninggal dunia dalam keadaan kafir, maka dia akan masuk neraka. Dan kedekatannya dengan orang-orang yang mendekatkan diri (dengan Allah) tidak memberikan manfaat kepadanya. Selain itu, hadits tersebut juga mengandung makna bahwa orang yang meninggal dunia pada masa dimana bangsa Arab tenggelam dalam penyembahan berhala, maka diapun masuk penghuni neraka. Hal itu bukan termasuk pemberian siksaan terhadapnya sebelum penyampaian dakwah, karena kepada mereka telah disampaikan dakwah Ibrahim dan juga para Nabi yang lain shalawaatullaah wa salaamuhu ‘alaihim” [Syarah Shahih Muslim oleh An-Nawawi juz 3 hal. 79 melalui perantara Naqdu Masaalikis-Suyuthi fii Waalidayil-Musthafaa oleh Dr. Ahmad bin Shalih Az-Zahrani hal. 26, Cet. 1425 H].

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم اسْتَأْذَنْتُ رَبِّي أَنْ أَسْتَغْفِرَ لِأُمِّي فَلَمْ يُؤْذَنْ لِي وَاسْتَأْذَنْتُهُ أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأُذِنَ لِي
    Dari Abi Hurairah radliyallaahu ’anhu ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam :
    ”Sesungguhnya aku telah memohon ijin Rabb-ku untuk memintakan ampun ibuku, dan Ia tidak mengijinkanku. Namun Ia mengijinkan aku untuk menziarahi kuburnya” [HR. Muslim no. 976, Abu Dawud no. 3234, An-Nasa’i dalam Ash-Shughraa no. 2034, Ibnu Majah no. 1572, dan Ahmad no. 9686].

    Al-Imam Al-Baihaqi rahimahullah berkata :
    وأبواه كانا مشركين, بدليل ما أخبرنا
    ”Sesungguhnya kedua orang tua Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam adalah musyrik dengan dalil apa yang telah kami khabarkan….”. Kemudian beliau membawakan dalil hadits dalam Shahih Muslim di atas (no. 203 dan 976) di atas [Lihat As-Sunanul-Kubraa juz 7 Bab Nikaahi Ahlisy-Syirk wa Thalaaqihim] [1].
    Al-’Allamah Syamsul-Haq ’Adhim ’Abadi berkata :
    فلم يأذن لي :‏‏ لأنها كافرة والاستغفار للكافرين لا يجوز

    ”Sabda beliau shallallaahu ’alaihi wasallam : ”Dan Ia (Allah) tidak mengijinkanku” adalah disebabkan Aminah adalah seorang yang kafir, sedangkan memintakan ampun terhadap orang yang kafir adalah tidak diperbolehkan” [’Aunul-Ma’bud Syarh Sunan Abi Dawud, Kitaabul-Janaaiz, Baab Fii Ziyaaratil-Qubuur]. [2]

    عن ابن مسعود رضي الله عنه قال “جاء ابنا مليكة – وهما من الأنصار – فقالا: يَا رَسولَ الله إنَ أمَنَا كَانَت تحفظ عَلَى البَعل وَتكرم الضَيف، وَقَد وئدت في الجَاهليَة فَأَينَ أمنَا؟ فَقَالَ: أمكمَا في النَار. فَقَامَا وَقَد شَق ذَلكَ عَلَيهمَا، فَدَعَاهمَا رَسول الله صَلَى الله عَلَيه وَسَلَمَ فَرَجَعَا، فَقَالَ: أَلا أَنَ أمي مَعَ أمكمَا
    Dari Ibnu Mas’ud radliyallaahu ‘anhu ia berkata : Datang dua orang anak laki-laki Mulaikah – mereka berdua dari kalangan Anshar – lalu berkata :
    “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibu kami semasa hidupnya memelihara onta dan memuliakan tamu. Dia dibunuh di jaman Jahiliyyah. Dimana ibu kami sekarang berada ?”.
    Maka beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam menjawab :
    “Di neraka”.
    Lalu mereka berdiri dan merasa berat mendengar perkataan beliau. Lalu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam memanggil keduanya lalu berkata :
    “Bukankah ibuku bersama ibu kalian berdua (di neraka) ?”
    [Lihat Tafsir Ad-Durrul-Mantsur juz 4 halaman 298 – Diriwayatkan oleh Ahmad no. 3787, Thabarani dalam Al-Kabiir 10/98-99 no. 10017, Al-Bazzar 4/175 no. 3478, dan yang lainnya; shahih].

    • agus widodo
      Mei 28, 2012 pukul 10:04 pm

      Bagi yg sdh terbiasa mengkafirkan ayah bunda Nabi saw, coba renungkan do’a-do’a Nabi yg ada dalam Al Qur’an berikut ini:

      Robbanaghfir lii wa lii waalidayya wa lilmu’miniina yawma yaquumul hisaab

      “Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” [Ibrahim:41]

      Robbighfir lii wa li waalidayya wa li man dakhola baytiya mu’minan wa lilmu’miniina wal mu’minaati wa laa tazidizh zhoolimiina illa tabaaro

      Beranikah anda mengatakan Rasulullah mengkafirkan orang tuanya sendiri?

      sebab yang mengatakan orangtua rasulullah ada di neraka adalah rasulullah sendiri,
      عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ أَبِي قَالَ فِي النَّارِ فَلَمَّا قَفَّى دَعَاهُ فَقَالَ إِنَّ أَبِي وَأَبَاكَ فِي النَّارِ
      Dari Anas radliyallaahu ‘anhu : Bahwasannya ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam : “Wahai Rasulullah, dimanakah tempat ayahku (yang telah meninggal) sekarang berada ?”. Beliau menjawab : “Di neraka”. Ketika orang tersebut menyingkir, maka beliau memanggilnya lalu berkata : “Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka”. [HR. Muslim no. 203, Abu Dawud no. 4718, Ahmad no. 13861, Ibnu Hibban no. 578, Al-Baihaqi dalam Al-Kubraa no. 13856, Abu ‘Awanah no. 289, dan Abu Ya’la no. 3516].

      Beranikah anda mengatakan Rasulullah durhaka kepada orang tuanya, karena beliau tidak mendoakan kedua orang tuanya?
      عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم اسْتَأْذَنْتُ رَبِّي أَنْ أَسْتَغْفِرَ لِأُمِّي فَلَمْ يُؤْذَنْ لِي وَاسْتَأْذَنْتُهُ أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأُذِنَ لِي
      Dari Abi Hurairah radliyallaahu ’anhu ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam : ”Sesungguhnya aku telah memohon ijin Rabb-ku untuk memintakan ampun ibuku, dan Ia tidak mengijinkanku. Namun Ia mengijinkan aku untuk menziarahi kuburnya” [HR. Muslim no. 976, Abu Dawud no. 3234, An-Nasa’i dalam Ash-Shughraa no. 2034, Ibnu Majah no. 1572, dan Ahmad no. 9686].

      عن ابن مسعود رضي الله عنه قال “جاء ابنا مليكة – وهما من الأنصار – فقالا: يَا رَسولَ الله إنَ أمَنَا كَانَت تحفظ عَلَى البَعل وَتكرم الضَيف، وَقَد وئدت في الجَاهليَة فَأَينَ أمنَا؟ فَقَالَ: أمكمَا في النَار. فَقَامَا وَقَد شَق ذَلكَ عَلَيهمَا، فَدَعَاهمَا رَسول الله صَلَى الله عَلَيه وَسَلَمَ فَرَجَعَا، فَقَالَ: أَلا أَنَ أمي مَعَ أمكمَا
      Dari Ibnu Mas’ud radliyallaahu ‘anhu ia berkata : Datang dua orang anak laki-laki Mulaikah – mereka berdua dari kalangan Anshar – lalu berkata : “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibu kami semasa hidupnya memelihara onta dan memuliakan tamu. Dia dibunuh di jaman Jahiliyyah. Dimana ibu kami sekarang berada ?”. Maka beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam menjawab : “Di neraka”. Lalu mereka berdiri dan merasa berat mendengar perkataan beliau. Lalu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam memanggil keduanya lalu berkata : “Bukankah ibuku bersama ibu kalian berdua (di neraka) ?” [Lihat Tafsir Ad-Durrul-Mantsur juz 4 halaman 298 – Diriwayatkan oleh Ahmad no. 3787, Thabarani dalam Al-Kabiir 10/98-99 no. 10017, Al-Bazzar 4/175 no. 3478, dan yang lainnya; shahih].

      tolong sebutkan dalil anda, yang menunjukan kalau kedua orang tua rasulullah itu mati diatas iman,bukan diatas kesyirikan

      “Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.” [Nuh:28]

      Robbirhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo

      “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” [Al Israa’:24]

      Silahkan direnungkan supaya sembuh dari penyakit ketagihan mengkafirkan AYAH BUNDA Nabi Saw.

      • agus widodo
        Mei 29, 2012 pukul 6:39 am

        Apa Dalil dari Alqur’an itu masih kurang……..??

        Untuk mengamalkan islam ini, tidak cukup jika hanya berpegang dengan alquran saja, jika kita hanya berpegang pada alquran saja, kita akan tersesat, dan tidak bisa mengamalkan banyak dari ajaran islam itu sendiri,..

        apa betul?

        mau bukti??

        Mudah sekali,

        Shalat 5 waktu, mana dalilnya dari alquran tentang jumlah rakaatnya?
        Bacaan-bacaan dalam shalat, mana dalilnya dari alquran?

        Semuanya ada dalam sunnah, dalam hadits-hadits rasulullah yang shahih, sebagai penjelas dari alquran,

        yang lebih lucu, malah ada yang ngambil bukan dari alquran, bukan dari assunnah, tapi kreasi sendiri,..

        contohnya,.. buanyakkk… sekali,.. ngga usah dijelasin, nanti disangka memecah belah umat, menyalah-nyalahkan orang lain,.. padahal kita sedang menjelaskan amalan-amalan yang bukan berasal dari alquran, bukan juga dari assunnah yang shahih,

  123. rita
    Mei 22, 2012 pukul 12:44 pm

    assalamualikum

    wa’alaikumussalam warahmatullah

    saya mohon bantu doa,semoga allah segera mempertemukan saya dgn jodoh saya. saya ingin segera mengenapkan diin saya.

    mudah-mudahan Allah memberikan yang terbaik kepada anda,

    wasalam

    wa’alaikumussalam warahmatullah

    rita (duri-riau)

  124. zulk50
    Mei 17, 2012 pukul 7:31 pm

    Assalaamu’alaykum warahmatullah

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    ana mau bertanya: apakah sah jual beli dengan sistem “warung kejujuran”? Sistem jual beli ini memungkinkan pembeli untuk mengambil sendiri barang (yg sudah diletakkan penjualnya disuatu tempat), kemudian meletakkan uang sesuai dengan harga yg tertera, pd tempat yg juga sudah disediakan untuk membayarnya, tanpa adanya tatap muka secara langsung antara penjual dan pembelinya.

    Jika barang dan harganya sudah jelas, dan sdh ada kesepakatan, insya Allah sah jual belinya

    Lalu bagaimana pula membeli (misal minuman/makanan ringan) pada mesin otomatis, yg bisa dioperasikan setelah kita memasukkan sejumlah uang ke mesin tersebut? Mengingat zaman sekarang, tidak sedikit jual beli yang menggunakan sistem pembayaran yang serupa dengan ini.

    Jual beli seperti ini sah, karena barangnya sudah jelas, dan harga juga sudah jelas, dan pembelipun menyepakatinya, bukan seperti menjual kucing dalam karung,

    Jazakumullah khayran.

    waiyyaka

    • Yanto
      Mei 24, 2012 pukul 4:59 am

      Assalmu’alaikum warahmatullahi wabaro katuh….

      Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

      ustad, mengenai jual beli ataupun bisnis melalu internet (sistem online) bagaimana…? karena tidak bertemunya antara penjual dan pembeli….

      Boleh jual beli secara online, silahkan dengarkan sendiri penjelasannya di video ini

      terima kasih

      wassalamu’alaikum warohmatullahiwabarokatuh

      wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  125. christian
    Mei 15, 2012 pukul 5:20 pm

    maaf saya bertanya lagi…
    setelah membaca al-quran sebaiknya diakhiri dengan kata “cukup” atau membaca Subhanakallahumma wa bihamdika laa ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaika.karena di katakan membaca Shadaqallahul ‘azhim tidak ada dalil/hadist nya

    Rasulullah ketika selesai membaca alquran tidak mengucapkan shadaqallahu ‘adzim,

  126. christian
    Mei 15, 2012 pukul 4:31 pm

    assalamualaikum….
    saya ada beberapa pertanyaan yang membuat saya bimbang mengenai :
    1.masalah mengusap wajah setelah sholat.semua ulama salaf sepakat mengenai hukum mengusap wajah setelah sholat hukumnya bid’ah ( disertai dalil/hadist yang shaih),tetapi sebagian ulama juga mengatakan itu di perbolehkan mengusap wajah setelah sholat dari hadist shahih Dari Ibn Sunni Riwayat Anas ra, bahwa Rasul saw bila selesai dari shalat, beliau mengusap wajahnya dengan tangan kanannya, lalu berkata : ?Asyhadu an Laa ilaah illallahu Arrahmaanurrahiim, Allahumma Idzhib ?anniy alhammu walhazn?. (Al Adzkar Imam Nawawi hal.69).
    2.masalah amalan ibadah yg tidak di ajarkan oleh rosul yg kita ada-adakan menurut ulama salaf adalah bid’ah,sedang kan menurut ulama lain itu adalah sunah,seperti yg saya kutip dari tanya jawab majelis ro******* ( maaf di sensor untuk tidak menyakiti jamaah lain ):
    tanya:
    Apakah kita boleh menggunakan dalil-dalil yang tidak kuat atau dhoif maupun maudhu sebagai hujjah.?
    karena hal-hal tersebut diatas tentunya sangat menggangu sekali hati saya ini , sebab pengetahuan agama saya masih sangat minim dan ana mencoba terus bertanya kepada habieb setiap permasalahan yang saya temukan ditempat saya bekerja. mohon habieb mu**** yang dimulaikan Allah SWT kiranya bisa menjelaskan semuanya itu apakah memang benar yang dikatakan pengajar itu.
    jawab:
    saran saya, anda tak usah terlalu was was dengan pertanyaan mereka, berbuat hal dengan mengada ada tanpa dalil, selama itu baik, maka itu sunnah dan diperbolehkan Rasul saw sebagaimana Hadits beliau saw : ?Barangsiapa yg membuat buat didalam islam suatu bimbingan/ajaran yg baik, lalu diamalkan oleh orang orang sesudahnya, maka dituliskan baginya pahalanya sebagaimana yg mengamalkannya, dan tiadalah pahalanya dikurangi sedikitpun, dan barangsiapa yg membuat buat didalam islam, suatu bimbingan/ajaran yg buruk, dan lalu diamalkan oleh orang orang sesudahnya, maka dituliskan baginya dosanya sebagaimana yg mengamalkannya, dan tiadalah dosanya dikurangi sedikitpun?. (Shahih Muslim no.1017)

    wallahu a’lam

    saya sangat berharap pencerahannya atas pertanyaan di atas dikarenakan ke dangkalan ilmu agama saya.
    Jazakallahu Khairan Katsira…..

    Tidak boleh hadits yang lemah dijadikan dalil atau hujjah, apalagi hadits palsu dijadikan hujjah,
    Bukan permasalahan sepele, sebab itu sama saja berdusta atas nama Rasulullah,
    Ancaman berdusta atas nama rasulullah adalah, akan disiapkan tempat duduk dari api neraka bagi orang-orang yang berdusta atas nama Rasulullah,

    Hukum asal ibadah itu adalah terlarang/haram, sebelum ada dalil yang memerintahkannya,
    Jadi beribadah itu nunggu dalil, baru dikerjakan, selama tidak ada dalil yang memerintahkannya, maka jangan dikerjakan, sebab itu bisa menjerumuskan pelakunya kepada perbuatan bidah, dan semua bidah adalah kesesatan, walaupun dipandang baik oleh sebagian manusia,

    NIat yg baik saja tidaklah cukup, bukan baik menurut kita sebagai patokan, tapi baik menurut Allah dan Rasululullah, bukan baik menurut habib, atau ajengan, atau kyai, maupun tokoh2 tertentu,..

    Banyak sekali apa yg disampaikan oleh pak habib ini yang menyelisihi ajaran Rasulullah,
    Janganlah tertipu dengan nama, Majlis Rasulullah, .. tapi yang disampaikan bnyk yg menyelisihi ajaran rasulullah, contohnya sangat banyak, bisa dilihat disini http://www.firanda.com , ada beberapa bantahan artikel utk pak habib tsb,

    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  127. anti
    Mei 15, 2012 pukul 10:56 am

    assalamualikum Wr Wb

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

    bissmillah….
    begini saya mau tanya apa sih hukumnya mengidolakan seseorang?

    Tergantung siapa yang diidolakannya, dan untuk apa mengidolakannya, apakah yang diidolakan itu adalah orang yang bertakwa, ataukah orang-orang yang dimurkai oleh Allah? Cinta dan benci harus karena Allah,
    Kita mengidolakan seseorang, karena orang tersebut bertakwa kepada Allah, sebab diakherat nanti, kita akan dikumpulkan bersama orang-orang yang kita idolakan,

    trus gimana hukumnya memandang seorang lelaki yang bukan mukhrimnya yang bisa membangkitkan syahwat kita.? saya sangat butuh jawabannya
    terimaksih :)

    Memandang laki-laki yang bukan mahram hukumnya adalah haram, wajib bagi kita untuk menundukan pandangan dari lawan jenis kita yang bukan mahram,

    Seandainya itu mahram kita, tapi bisa membangkitkan syahwat, itu juga dilarang, apalagi orang-orang yang sudah jelas-jelas bukan mahram kita,

    Bertakwalah, atau menikah saja agar kita bisa membendung fitnah syahwat yang begitu besar pada jaman ini,

    • anti
      Mei 16, 2012 pukul 12:13 am

      hmmm mav, saya mau ajukan pertanyaan lagi,
      1. yang diidolakan itu seorang penyanyi korea, biasanya kalau udah lht foto mereka atau lht mereka di tv, rasanya tuh kaya pengen ketemu, jadi gimana dong?

      Tidak boleh kita sebagai orang islam mengidolakan orang-orang kafir, apalagi dia seorang penyanyi, padahal menyanyi diharamkan dalam islam,
      Itulah salahsatu perangkap setan, makanya tidak usah menonton televisi, karena acara televisi yang ada di indonesia lebih dari 90 % adalah merusak moral bangsa ini.

      Dan nyanyian dan alat musik, itu adalah salah satu senjata orang kafir buat menyerang kaum muslimin,..

      2. saya belum siap menikah, saya ini baru mau masuk sma, nah pada saat seperti inilah kebanyakan orang hawa nafsunya sangat besar seperti pacaran nah kalau yang berpacaran itu yang cman lewat hp gimana?

      Pelajarilah ilmu agama, sekarang media sangat banyak, ada buku,majalah,radio,dan internet, itu bisa dijadikan sarana tuk belajar.
      Jika anda mau, saya akan kasih tahu tempat yg dekat dgn tempat tinggal anda tuk mempelajari agama ini.
      Untuk majalah remaja, anda bisa membeli majalah Elfata

      Bentengi diri kita dgn ilmu agama, jangan berpacaran , baik pacaran ketemu langsung, atau via hape, jagalah pergaulan anda. memilih teman yang baik agamanya,.. jangan bergaul dengan lawan jenis kita, justru kita disuruh menundukan pandangan dari lawan jenis kita,

      kalau boleh, kasih tahu dimana tinggalnya, biar nanti saya kasih tahu tempat kajian yg dekat dgn rumah anda, terimakasih

      • anti
        Mei 18, 2012 pukul 11:24 am

        saya ingin mengucapkan banyak terimaksih karna sudah menjawab pertanyaan saya tapi saya masih punya banyak, sebenarnya sebelum menghadapi ujian tanpa sengaja saya mendapatkan artikel mengenai islam, dan artikel itu mampu merubah saya.

        alhamdulillah saya sudah jrng menonton tv karena dampak buruknya, saya juga ingin mengajukan pertanyaan lagi mengenai pertemanan antara perempuan dan laki” dan sampaimana batasanya?,

        Tidak boleh laki-laki dan perempuan yang bukan mahram menjalin pertemanan, bertemanlah dengan teman-teman wanita yang shalih, demikian juga laki-laki bertemanlah dengan laki-laki yang shalih,. sebab setan sangat pandai menjerumuskan manusia melalui jalan pertemanan laki-laki dan perempuan..

        Tidaklah timbul rasa suka kecuali akibat pertemanan laki-laki dan perempuan,.. setelah suka, tak jarang berlanjut ke maksiat berikutnya, yaitu pacaran, kemudian berlanjut ke maksiat yang lebih berat lagi,hingga akhirnya zina tdk terelakan lagi,. itulah salah satu cara-cara setan menjerumuskan manusia kedalam perzinaan,

        Jika anda sudah ingin menikah, islam sudah mengatur tatacaranya,bukan melalui jalan pacaran,.. tidak ada dalam islam yang disebut pacaran islami,.

        dan terimakasih juga sudah mau membantu mencarikan tempat kajian sebenarnya sejak selesai ujian, saya sdh malas keluar rmh, karna saat saya keluar rumah saya tidak tahu harus menggunakan pakaian mana untuk menutupi aurat saya, jadinya malah ribet makanya saya memutuskan untuk tetap tinggal d rmh sj. disini tempat kajiannya sangat jauh (mungkin, karna saya juga tdk tahu dimana), lagi pula bagi saya internet sudah cukup bagi saya untuk memperluas mempelajari islam, untuk saat ini.

        Kalau boleh tahu, dimana lokasinya, insya Allah ngga akan saya sebutkan tempat tinggalnya, saya hanya akan ngasih tahu lokasi kajian yg dekat,

        alhamdulillah media tuk mempelajari agama ini sudah tersebar,
        anda bisa mendengarkan ceramah kajian di http://www.kajian.net
        bisa menyimak radio di http://www.radiorodja.com , bisa download rekaman kajiannya juga,
        ingin artikel tanya jawab, bisa lihat http://www.konsultasisyariah.com
        bisa baca artikel yg dikelola oleh muslimah, di http://www.muslimah.or.id
        dan masih sangat banyak lagi,

        tivi juga sudah ada, bisa dilihat melalui parabola, ada rodja tv dan insan tv

        sekali lagi terimakasihbanyak, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatu.

        wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

  128. Yanto
    Mei 14, 2012 pukul 3:05 am

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    tolong di jelaskan tentang zakat pendapatan(penghasilan) dan zakat yang lainnya menurut hadist atau ijma’ para ulama..

    Untuk zakat pendapatan/profesi, silahkan baca di link ini

    • Yanto
      Mei 21, 2012 pukul 12:53 am

      pak ustadz, maaf linknya tidak dapat di buka…. “Maaf, tidak ada tulisan yang cocok dengan kriteria Anda”

      link yg mana ya?

      • Yanto
        Mei 21, 2012 pukul 6:11 am

        yang zakat professi, Alhamdulillah sudah bisa di buka…

        oya ustadz, td saya baca di tentang keutamaan surat dalanm Al-Qur’an 10 Surah dapat Menghalang daripada 10 ujian Besar Allah.

        1- Surah Al-Fatihah …dapat memadam kemurkaan Allah SWT.

        2- Surah Yasin dapat menghilangkan rasa dahaga atau kehausan pada hari Kiamat.

        3- Surah Dukhan dapat membantu kita ketika menghadapi ujian Allah SWT pada hari kiamat.

        4- Surah Al-Waqiah dapat melindungi kita daripada ditimpa kesusahan atau fakir.

        5- Surah Al-Mulk dapat meringankan azab di dalam kubur. 6- Surah Al-Kauthar dapat merelaikan segala perbalahan.

        7- Surah Al-Kafirun dapat menghalang kita daripada menjadi kafir ketika menghadapi kematian.

        8- Surah Al-Ikhlas dapat melindungi kita daripada menjadi golongan munafiq.

        9- Surah Al-Falq dapat menghapuskan perasaan hasad dengki.

        10- Surah An-Nas dapat melindungi kita daripada ditimpa penyakit

        apakah ini benar…?
        apa ada hadist yang menerangkannnya…?

        Siapa penyusun atau yang menulis buku yang memuat ttg keutamaan ayat alquran tsb?
        Selama tidak ada hadits atau keterangan dari Rasulullah yang menjelaskan tentang hal tersebut, maka kita tidak usah mempercayai apa yg disampaikan orang tersebut,

        Ada juga keterangan dari Rasulullah tentang surat tertentu, seperti membaca surat Alkahfi di hari jumat, itu dapat membentengi kita dari fitnah dajjal,

  129. Widy
    April 9, 2012 pukul 5:00 pm

    Sebab utama Syi’ah bisa masuk ke Indonesia adalah (dengan) membungkus ‘aqidah mereka dengan TAQIYYAH, lalu dibungkus lagi dengan ajaran-ajaran SUFI.
    apakah sufi ajaran yang harus di waspadai sebagaimana postingan bahawa harus wapada terhadap SYIAH ?

    Betul, sufi adalah aliran yang mengajarkan kesyirikan,penymbahan terhadap kuburan, dan di indonesia sangat banyak kuburan-kuburan yang disembah atau dikeramatkan,.. padahal kesyirikan adalah dosa yang tidak diampuni oleh Allah, dan penyebab seseorang kekal di neraka,

    Dan syiah dan sufi sama-sama membenci dakwah dengan pemahaman para sahabat, sehingga wajar merekapun gencar menuduh dakwah salaf adalah dakwah wahhabi,..

    Padahal tuduhan mereka jauh dari ilmu, hanya kedustaan belaka, silahkan baca dan dengarkan penjelasannya disini,

    [audio http://archive.org/download/MenepisTuduhanDakwahSalafiyahDakwahWahabiyah/MenepisTuduhanDakwahSalafiyahDakwahWahabiyah_ustadzBadrusalam.mp3 |width=250|bg=0xde43e9 |leftbg=0x357DCE|lefticon=0xF2F2F2|rightbg=0xff3361|rightbghover=0xde43e9|righticon=0x002ded|righticonhover=0x46ff33|text=0x357DCE|slider=0xff3361|track=0xFFFFFF|border=0x46ff33|loader=0xffff00 |titles=Menjawab Tuduhan wahabi terhadap dakwah salaf |artists=ust badrusalam.]

    DOWLOAD DENGAN MENG KLIK LINK INI

    kajian ini merupakan bantahan terhadap buku yang ditulis oleh syaikh idahram alias marhadi, orang binaan pak said aqil sirad, (menurut pengakuan pak said aqil sirad sendiri )

  130. Nuryanto
    April 9, 2012 pukul 5:51 am

    Assalamu’alaikum Wr.Wb…..?

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

    Pak,Apakah boleh saya mengucapkan salam dngan saya singkat “Assalamu’alaikum Wr.Wb…..?” Seperti diatas..?

    Sebaiknya sih tidak usah disingkat, ditulis lengkap, atau cukup assalamu’alaikum, kalau dilengkapi itu lebih afdhal,

    dan apakah adzan magrib merupakan batasan orang untuk berbuka saumnya..? karena selama ini yang ada di masyarakat setelah orang mendengarkan adzan langsung berbuka.

    Batasan berbuka bukan setelah terdengar adzan, akan tetapi setelah matahari terbenam,
    Kalau nunggu adzan, gimana dengan tukang adzan, masa adzan dulu baru berbuka,.. padahal yang disyariatkan adalah begitu tenggelamnya matahari, lalu berbuka,.. jika sebagai muadzin, ya berbuka dulu dengan minum atau beberapa butir kurma, baru adzan,

    oya ustadz, macam2 sholat sunah itu apa aja ya yang meniru Rasulullah SAW.

    (sebaiknya nulis salam jangan disingkat, ada pahala jika menuliskan lengkap, “shalallahu ‘alaihi wasalam” tinggal copas saja,)

    Banyak, ada shalat sunnah rawatib, yaitu shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu, shalat tahiyatul masjid,shalat tahajjud,shalat witir,shalat syukur wudhu, insya allah nanti kita posting,

    Trima kasih

    Wassalamu’alaikum Wr.Wb

    Wassalamu’alaikumu warahmatullahi wabarakatuh

  131. Yanto
    April 5, 2012 pukul 1:46 am

    Trima kasih penjelasaanya tentang Saum Senin – Kamis.

    Wassalamu’alaikum Wr, Wb

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  132. Yanto
    April 4, 2012 pukul 1:27 am

    apakah pada ibadah sunah puasa senin-kamis karena untuk memperingati kelahiran Rasulullah SAW (pada seninnya) dan karena setiap amal di tutup amalmnya pada hari kamis..?

    kalau memang Rasulullah mencontohkan puasa kelahiran (Senin) berarti kalau saya lahir hari minggu saya saumnya hari minggu ya…?

    Apakah ada anjurannya atau dalilnya tuk puasa di hari kelahiran?
    Para sahabat lebih mengetahui tentang puasa yang rasulullah lakukan,.. akan tetapi tidak kita dapati Abu Bakar melakukan puasa di hari kelahirannya, atau Umar berpuasa di hari kelahirannya, utsman,ali, atau aisyah dan istri-istri Rasulullah, tidak kita dapati mereka melakukannya,

    Jadi jika ingin selamat, ikutilah amalan para sahabat, jika ingin melakukan puasa senin kamis, lakukanlah karena ingin melaksanakan perintah Rasulullah, bukan dalam rangka puasa dihari kelahiran kita sendiri-sendiri,

    Memahami dalil tidak boleh sepotong-sepotong, berikut beberapa dalil tentang puasa senin-kamis

    ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيهِ

    “Hari tersebut adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkannya wahyu untukku.”[HR. Muslim no. 1162.]

    [Dalil kedua]

    Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ

    “Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.”[HR. Tirmidzi no. 747. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih lighoirihi (shahih dilihat dari jalur lainnya). Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1041.]

    [Dalil ketiga]

    Dari ‘Aisyah, beliau mengatakan,

    إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يَتَحَرَّى صِيَامَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ.

    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menaruh pilihan berpuasa pada hari senin dan kamis.”[HR. An Nasai no. 2360 dan Ibnu Majah no. 1739. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahihul Jaami’ no. 4897.]

    Faedah Puasa Senin-Kamis

    1. Beramal pada waktu utama yaitu ketika catatan amal dihadapkan di hadapan Allah.
    2. Kemaslahatan untuk badan dikarenakan ada waktu istirahat setiap pekannya.

    JADI, tidak boleh puasa di hari kelahiran kita, itu merupakan perbuatan bidah,

  133. Yanto
    April 3, 2012 pukul 5:24 am

    Aslamu’alikum Wr.Wb..?

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    apakah wanita yang hamil di luar pernikahan (Hamil terlebih dahulu sebelum menikah/Zina) boleh dinikahkan selama dia hamil (Belum melahirkan)…?

    untuk lebih luasnya silahkan baca disini

    Atau disini

  134. Nuryanto
    April 3, 2012 pukul 5:20 am

    apakah cara sholat wanita dan pria berbeda, kalau berbeda dimana letak perbedaannya…?

    Tatacara shalat antara laki-laki dan perempuan adalah sama, tidak ada perbedaan, wallahu a’lam

  135. Nuryanto
    Maret 29, 2012 pukul 7:48 am

    Asslmu’lakum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    maaf ya klo saya bolak-balik nanya terus…, dalam Sholat waktu sujud bagaimana posisi tumit, apakah merapat atau terbuka lebar pada umumnya,

    Ketika posisi sujud, kaki dirapatkan, bukan membuka lebar, silahkan anda membaca dibuku sifat shalat nabi, penyusun Syaikh Muhammad Nasiruddin Albani,

    dan juga apakah waktu mau berdiri dari rokaat 1 dan atau 3 (bukan magrib) langsung berdiri atau duduk terlebih dahulu..? klau duduk terlebih dahulu bagaimana posisinya terangkan sesuai hadist ya,

    Betul, duduk istirahat, yaitu duduk sebentar sebelum berdiri, kemudian pas mau berdiri kita bersangga pada tangan, baik dengan menggenggam, atau tidak, untuk selengkapnya, silahkan lihat postingan tata cara shalat disini

    Video tatacara shalat dan wudhu yang diajarkan oleh Rasulullah

    Trima kasih

    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

  136. Jumadi
    Maret 23, 2012 pukul 9:46 am

    Assalamu’alaikum …

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    saya mau bertanya
    Saya mempunyai teman yang telah beristri dan dikaruniai 3 orang anak kemudian teman saya ini berzinah pula dengan adik iparnya sampai hamil dan melahirkan. Adik ipar teman saya ini tinggal serumah dengannya. Tiga tahun kemudian istrinya meninggal dunia lalu ia menikahi adik iparnya ….
    Sekarang ini anak hasil berzinah itu sudah menikah dan sudah mempunyai anak, pertanyaannya Pak Ustadz : Wajibkah teman saya ini berterusterang kepada anak hasil zinahnya bahwa anak tersebut adalah akibat perbuatan maksiatnya di masa lalu …
    Terima kasih sebelumnya …

    Apakah anak hasil zina yang sudah menikah itu perempuan? Jika anak hasil zina tersebut perempuan, maka anak tersebut tidak dinasabkan kepada laki-laki yang menzinahi, jadi nasabnya kepada ibunya,

    Akibatnya, ketika si anak ini menikah, maka laki-laki yang menzinai sehingga lahir sang anak tsb, tidak boleh menjadi walinya, jadi harus wali hakim (dalam hal ini adalah KUA) , dan sang anak juga tidak ada bagian waris dari laki-laki tersebut,

    Jika dulu ketika akad nikah yang menjadi wali adalah laki-laki tersebut, maka nikahnya tidak sah, dan dianggap berzina, jadi nikahnya harus diulang dengan wali hakim, jika tidak, maka sang anak berzina selama-lamanya,

    wallahu a’lam,..

  137. Nuryanto
    Maret 15, 2012 pukul 6:13 am

    Asalalamu’alakum wr.wb….?

    Wa’alaikumussaam warahmatullahi wabarakatuh

    saya mau nanya lagi ni, saat sholat pada tahiyat awal dan akhir kita mengacungkan telujuk mulai dari awal membaca attahiyat…. atau setelah mebaca Allahummma sholi ‘ala muhammad….? apakah ada sunnah untuk menggerakkan jari telunuk kita atau diam tidak di gerakkan selama kita mengacungkannya..?

    Berisyarat dengan jari telunjuk dimulai ketika membaca doa tahiyat, dari awal hingga akhir, sedangkan yang berisyarat dengan jari telunjuk ketika membaca shalawat, itu tidak ada contohnya dari rasulullah, tapi mengikuti contoh nenek moyang saja,.. maka dari itu, pelajarilah sifat shalat nabi,..
    bisa dilihat di postingan ini

    Cara berisyarat dengan jari telunjuk, bisa dilihat di video ini

    apakah orang yang telah hilang wudhunya dan wanita haidz tidak boleh menyentuh Al-Qur’an..?

    tidak ada dalil yang melarang tuk menyentuh alquran bagi wanita seperti diatas, silahkan baca disini

    trima kasih..
    Assalamu’alakum wr.wb…..

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  138. alwan
    Maret 12, 2012 pukul 2:50 pm

    ana sangat suka baca blog ni. trim moga bermanfaat bagi umat

  139. Hasan
    Maret 12, 2012 pukul 5:36 am

    Assalamua’alaikum….

    Wa’alaikumussalam warahmatullahiwabarakatuh

    jazakalloh khoiron.. atas jawaban pertanyaan sebelumnya
    ana mau tanya lagi boleh ya akh? :-)

    bagaimana hukumnya jika membantu membuatkan Tugas Akhir (sekripsi) seseorang
    dengan imbalan uang
    demikian jazakalloh khoiron…..

    Belum jelas maksud membantunya, apakah membantu pengetikannya, seperti jasa-jasa pengetikan, ataukah bimbingan, ataukah anda sendiri yang mengerjakannya,.. tolong dijelaskan,

  140. andre_bagajo
    Maret 5, 2012 pukul 1:36 pm

    mengapa file ms word tidak bisa dibuka?

    maksudnya ngga bisa dibuka dimana?

  141. hafid hadilang
    Maret 5, 2012 pukul 1:32 pm

    Assalamu alaikum wr.wb

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

    Kemarin sy punya tmn yg menanyakn tentang hukum tentang halal ato haramnya oral sex dgn istri..??
    Mohon bantuannya
    Jazakumullahu khoiro

    silahkan baca link ini

  142. Riz
    Februari 27, 2012 pukul 12:43 pm

    assalamualaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    nama saya riz##, saya telah melakukan perbuatan jinah, saya telah membaca artikel anda yang ini:

    http://aslibumiayu.wordpress.com/2011/02/19/akibat-buruk-zina-dan-bagaimana-cara-taubatnya/

    jujur saya kurang mengerti, mohon dengan sangat anda bisa sms saya di 08578100##### untuk membantu saya bertaubat, saya sangat memohon, semoga allah membalas kebaikan anda, terimakasih

    Mudah-mudahan Allah menunjuki dan mempermudah anda tuk bertaubat dengan taubat yang sebenar-benarnya (taubat nasuha)
    cara taubat dari perbuatan tsb, sdh dijelskan di postingan tsb, dan mudah-mudahan anda mau mengikuti saran saya yg sdh saya kirimkan via sms

  143. hazby
    Februari 25, 2012 pukul 2:37 pm

    assalamu’alaikum,

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,

    saya mau tanya apakah dalam islam ada amalan tarekoh n ilmu ma’rifat n apa itu tarekoh n ilmu ma’rifat n apakah Rosululloh saw n para sahabatnya menganjurkan n apakah ada dalil atau haditsnya y shahih saya orang awam tolong penjelasan ustadz,sebelumnya terima kasih

    silahkan dibaca disini

    semua itu adalah pemahaman sufi/tasawuf, apakah itu ajaran rasulullah, silahkan baca disini

    wassalamu’alaikum warohmatullohi wabratu,….

    • hazby
      Februari 28, 2012 pukul 12:09 am

      assalamu’alaikum wr.wb

      Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

      Sebelumnya terima kasih atas balasan pertanyaan kemarin n saya sudah membacanya,tapi kali ini saya mau bertanya lagi n sekiranya ustadz tidak bosan dengan pertanyaan saya n ini masih sambungan pertanyaan yang kemarin,…

      Tapi mengapa masih banyak sekali di negeri kita n sering sekali saya jumpai acara dzikir y di sebut torekoh n itu katanya memang ajaranx para ulama,n mereka sangat khusuk dengan dzikir2 yang banyak n ga tau saya jumlahnya?

      bagaimana itu ustadz?

      saya sebagai orang awan bingung di buatnya karena katanya orang awam dengan orang y ikut torekoh katanya pahala dzikirnya 1 banding 500 per dzikir,jadi orang awan ucapin dzikir 1 phla 1 n orang torekoh dzikir 1 phla 500,semoga Alloh SWT menunjukanku jalan y lurus n benar,……tolong di jelaskan ustadz?

      Terima kasih sebelumnya

      Kebenaran bukanlah apa yang dilakukan oleh orang banyak yang tidak ada sumbernya dari Rasulullah,

      Makanya biar ngga bingung, pelajarilah kebenaran itu, bukan melihat kepada orang-orang yang melakukan perbuatan-perbuatan yang membuat kita jadi bingung,..

      Semua dzikir-dzikir sudah rasulullah ajarkan, tidak ada yang terlewat satupun,.. jadi pelajarilah dzikir-dzikir yang pernah diajarkan oleh Rasulullah,.. bukan melihat praktek-praktek dzikir yg dilakukan oleh sebagian masyarakat indonesia, yg itu tidak ada sumbernya dari rasulullah,..

      Anda bisa membeli buku wirid dan dzikir dari alquran dan dari hadits-hadits yg shahih, ada catatan kaki buat rujukannya, silahkan beli buku “Dzikir Dan Wirid, mengobati guna-guna dan sihir” penyusun ust yazid bin abdul qadir jawaz, harga kisaran 60 ribuan, disitu termuat dzikir dari kita bangun tidur, hingga kita mau tidur,.. silahkan dipelajari,

      Wassalamu’alaikum wr.wb

      Wa’alaikumussalam warahmatullahai wabarakatuh,

      buka link ini juga

  144. Nuryanto
    Februari 22, 2012 pukul 3:55 am

    Assalamu’alikum Wr.Wb….?

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

    Ustadz, tlng di jelaskan tentang sholat tasbih, bagaimana caranya dan waktu pengerjaannya…?
    trima kasih….

    sudah diposting kok disini

    Wassalamu’alkum wr.wb..

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabaraktuh

  145. Nuryanto
    Februari 10, 2012 pukul 3:39 am

    Assalamu’alaikum Wr.wb…?

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Mohon di terang kan tata cara Aqiqah sesuai dengan ajaran islam…?
    Semisal tidak bisa 7 hari kelahiran apakah boleh Aqiqah ini di ganti dengan hari yang lain, misal 1 tahun setelah kelahiran…?

    akikah dilakukan di hari ke 7, atau 14, atau 21
    selengkapnya bisa lihat disini

    Trima kasih

    Wassalamu’alaikum Wr.Wb…

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  146. yantodray
    Januari 29, 2012 pukul 10:37 am

    Bismillah,Assalamu’alaikum….apa saja yg kita lakukan/kerjakan kalo ziarah kubur,dan bacaan doa apa yg menurut syar’i…jazakallahu khairan..akhi

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    Pertama: Hendaknya mengingat tujuan utama berziarah

    Ingatlah selalu hikmah disyari’atkannya ziarah kubur, yakni untuk mengambil pelajaran dan mengingat kematian.

    Imam Ash Shan’ani rahimahullah berkata : “Semua hadits di atas menunjukkan akan disyari’atkannya ziarah kubur dan menjelaskan hikmah dari ziarah kubur, yakni untuk mengambil pelajaran seperti di dalam hadits Ibnu Mas’ud (yang artinya) : “Karena di dalam ziarah terdapat pelajaran dan peringatan terhadap akhirat dan membuat zuhud terhadap dunia”. Jika tujuan ini tidak tercapai, maka ziarah tersebut bukanlah ziarah yang diinginkan secara syari’at”[17]

    Kedua: Tidak boleh melakukan safar untuk berziarah

    Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

    لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ: المَسْجِدِ الحَرَامِ، وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَمَسْجِدِ الأَقْصَى

    “Janganlah melakukan perjalanan jauh (dalam rangka ibadah, ed) kecuali ke tiga masjid : Masjidil Haram, Masjid Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam (Masjid Nabawi), dan Masjidil Aqsha”[18]

    Ketiga: Mengucapkan salam ketika masuk kompleks pekuburan

    “Dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu, dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan mereka (para shahabat) jika mereka keluar menuju pekuburan agar mengucapkan :

    اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ لَلاَحِقُوْنَ نَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

    “Salam keselamatan atas penghuni rumah-rumah (kuburan) dan kaum mu’minin dan muslimin, mudah-mudahan Allah merahmati orang-orang yang terdahulu dari kita dan orang-orang yang belakangan, dan kami Insya Allah akan menyusul kalian, kami memohon kepada Allah keselamatan bagi kami dan bagi kalian”[19]

    Keempat: Tidak memakai sandal ketika memasuki pekuburan

    Dari shahabat Basyir bin Khashashiyah radhiyallahu ‘anhu : “Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang berjalan, tiba-tiba beliau melihat seseorang sedang berjalan diantara kuburan dengan memakai sandal. Lalu Rasulullah bersabda,

    يَا صَاحِبَ السِّبْتِيَّتَيْنِ، وَيْحَكَ أَلْقِ سِبْتِيَّتَيْكَ» فَنَظَرَ الرَّجُلُ فَلَمَّا عَرَفَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَلَعَهُمَا فَرَمَى بِهِمَا

    “Wahai pemakai sandal, celakalah engkau! Lepaskan sandalmu!” Lalu orang tersebut melihat (orang yang meneriakinya). Tatkala ia mengenali (kalau orang itu adalah) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia melepas kedua sandalnya dan melemparnya”[20]

    Kelima: Tidak duduk di atas kuburan dan menginjaknya

    Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    لَأَنْ يَجْلِسَ أَحَدُكُمْ عَلَى جَمْرَةٍ فَتُحْرِقَ ثِيَابَهُ، فَتَخْلُصَ إِلَى جِلْدِهِ، خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَجْلِسَ عَلَى قَبْرٍ

    “Sungguh jika salah seorang dari kalian duduk di atas bara api sehingga membakar bajunya dan menembus kulitnya, itu lebih baik daripada duduk di atas kubur”[21]

    Keenam: Mendo’akan mayit jika dia seorang muslim

    Telah lewat haditsnya di footnote no. 14. Adapun jika mayit adalah orang kafir, maka tidak boleh mendo’akannya.

    Ketujuh: Boleh mengangkat tangan ketika mendo’akan mayit tetapi tidak boleh menghadap kuburnya ketika mendo’akannya (yang dituntunkan adalah menghadap kiblat)

    Hal ini berdasarkan hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ketika beliau mengutus Barirah untuk membuntuti Nabi yang pergi ke Baqi’ Al Gharqad. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berhenti di dekat Baqi’, lalu mengangkat tangan beliau untuk mendo’akan mereka.[22] Dan ketika berdo’a, hendaknya tidak menghadap kubur karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang shalat menghadap kuburan. Sedangkan do’a adalah intisari sholat.

    Kedelapan: Tidak mengucapkan al hujr

    Telah lewat keterangan dari Imam An Nawawi rahimahullah bahwa al hujr adalah ucapan yang bathil. Syaikh Al Albani rahimahullah mengatakan : “Tidaklah samar lagi bahwa apa yang orang-orang awam lakukan ketika berziarah semisal berdo’a pada mayit, beristighotsah kepadanya, dan meminta sesuatu kepada Allah dengan perantaranya, adalah termasuk al hujr yang paling berat dan ucapan bathil yang paling besar. Maka wajib bagi para ulama untuk menjelaskan kepada mereka tentang hukum Allah dalam hal itu. Dan memahamkan mereka tentang ziarah yang disyari’atkan dan tujuan syar’i dari ziarah tersebut”[23]

    Kesembilan: Diperbolehkan menangis tetapi tidak boleh meratapi mayit

    Menangis yang wajar diperbolehkan sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menangis ketika menziarahi kubur ibu beliau sehingga membuat orang-orang disekitar beliau ikut menangis. Tetapi jika sampai tingkat meratapi mayit, menangis dengan histeris, menampar pipi, merobek kerah, maka hal ini diharamkan.


    Untuk selengkapnya silahkan baca di link ini

    Jazakallahu khairan telah sudi mampir di blog ini

  147. Abu Falejs
    Januari 27, 2012 pukul 3:55 pm

    admin blog :
    berdasarkan komentar-komentar antum, ana melihat antum terkena syubhat orang-orang yang mempunyai pemahaman ***[b]KHAWARIJ[/B]***, yang mudah mengkafirkan penguasa, dan ujung-ujungnya memberontak kepada penguasa, melakukan teror dengan bom frustasinya (ASTAGHFIRULLAH AL ADZIM) atau bom bunuh diri (MASYA ALLAH), bukan bom jihad (WALLAHU ‘ALAM HANYA ALLAH YG TAU INI JIHAD ATAU, ITU BUKAN JIHAD) ,

    Bom bunuh diri tetaplah bom bunuh diri,.. meledakkan bom kok di negara muslim,
    Kasihan para pemuda tersebut, yang didoktrin dengan bidadari surga,..
    Bom bunuh diri bukan jihad,..

    Seorang muslim itu pemberani, perang ya perang, bukan dengan meledakkan diri sendiri, apalagi yg terakhir, meledakkan diri di dalam masjid ketika sedang shalat jumat,.. inna lillahi wa inna ilaihi raji’uun…

    Inikah yg dinamakan jihad?

    itu bom orang stress akhi,

    waahhh mulai ngatain khawarij nih .. hehehehe
    gak masalah akh.. Dr kutipan ente diatas juga.. seharusnya ente bisa buka mata!!!

    ngga ada statement ana yg mengatakan anta khawarij, tapi terkena syubhat orang-orang yang berpemahaman khawarij, beda, antara terkena syubhat, dan vonis anta khawarij,

    perhatikan lagi, berdasarkan komentar-komentar antum, ana melihat antum terkena syubhat orang-orang yang mempunyai pemahaman khawarij

    ente mengutip: “… selama tidak diperintah berbuat maksiat. Jika diperintah berbuat maksiat, maka tidak boleh patuh dan taat. [HR Bukhari dan Muslim].”

    Apakah menghalalkan riba, judi, miras, tidak kembali kepada Al-quran dan Hadist saat berlainan pendapat / saat memutuskan sesuatu dan mengharamkan POLIGAMI, bukan perbuatan maksiaT???

    akhi, apakah membuka aib penguasa bukan maksiat, buka juga mata anda,.. sadarlah akhi,

    Ente mengutip: “Tidak boleh memberontak kepada penguasa kecuali dengan dua syarat. Pertama, telah tampak kekafiran secara nyata pada penguasa itu, dan memiliki keterangan yang jelas (tentang kekafirannya itu) dari Allah (Al Qur’an) dan As Sunnah. Kedua, memiliki kemampuan untuk menggantikan penguasa tersebut, tanpa harus merugikan rakyat banyak.”

    Apakah merubah syariat Allah bukan bentuk kekafiran yg nyata???
    Buka hatimu yaa akhi..

    akhi, apakah membuka aib penguasa bukan maksiat, buka juga mata anda,.. sadarlah akhi,

    Wahai saudaraku.. Cukup sekian pembahasan kita.. Gak masalah ente mau balas atau tidak yg pasti ane ga akan balas lagi.. Ane khawatir bukan hanya kata2 khawarij saja yg keluar dari mulut ente utk ane. Padahal semua yg ana quote dari al-quran yg di syarah Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahab dan Syarah hadits dari para ulama salaf…

    Ane mencukupkan diri utk hal ini… Semoga Allah menunjukkan kita kebenaran, dan semoga Allah tidak mengunci mati hati kita. Dan semoga Allah menjauhkan kita dari sifat taqlid buta. Aamiin..

    NB: Jangan gampang ngatain khawarij lah… Nanti kalo ada yg bales ngatain Murji’ah marah ga?? Hehehehe

    ===***Sekian***===

    ana ngga pernah mengatakan anda khawarij, hanya terkena syubhat orang-orang yang berpemahaman khawarij,

    Saya tanyakan kepada anda, apa yg anda lakukan terhadap penguasa, ini hukum apa yg sedang anda pakai?
    tolong tunjukan pendahulu anda dari kalangan sahabat atau ulama ahlussunnah yg melakukan sebagaimana yg anda lakukan,..

    • Randy, Abu Ahdy
      Januari 28, 2012 pukul 3:55 am

      Mudah-mudahan kami bisa meneladani seperti yang diajarkan oleh Syaikh Abdullah Azzam, berperang melawan kaum kafir dengan jihad yang sebenarnya…

      Oh, teladan anda adalah syaikh abdullah azzam ya? oh pantes, wajar anda bersikap seperti itu, anggapan ana betul, melihat komentar-komentar antum,.. ana sudah menduga sebelumnya, karena memang orang-orang yg terpengaruh dgn syubhat orang-orang yg mempunyai pemikiran khawarij senjatanya memang itu-itu aja,..

      Kalau di indonesia mungkin antum salah satu pengikut aman abdurrahman juga ya? ana menduga sih seprti itu,
      Kasihan memang,..

      Mudah-mudahan kita bisa meneladani para sahabat Rasulullah dalam bersikap kepada penguasa
      Mudah-mudahan kita dijauhkan dari binasa karena melawan atau memberontak kepada penguasa
      Mudah-mudahan Allah berikan petunjuk kepada pemuda-pemuda yang terdoktrin dengan paham-paham khawarij, sehingga mereka mengorbankan jiwa raga mereka secara hina, dengan melakukan bom bunuh diri

    • hasan
      Maret 10, 2012 pukul 11:52 pm

      Assalamu’alaikum…..

      wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

      ana mau tanya, apakah benar jika siksa kubur seorang yang bunuh diri adalah sama dengan pada saat dia bunuh diri? (misal orang yang melakukan bom bunuh diri akan disiksa dalam kuburnya yaitu ngebom diri sendiri sampai hari kiamat)
      mohon penjelasannya
      Jazakumulloh…

      Silahkan baca postingan terbaru, disini

  148. Abu Falejs As Sayegh Jibreel
    Januari 26, 2012 pukul 3:17 am

    Randy, Abu Ahdy :
    Afwan akh, baca yang satu ini jadi sedikit gimana ya…
    Anta yakin pemerintah kita ulil amr yang dimaksud Rasulullah

    Jazakallahu khairan atas komentarnya,

    Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul(Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS. 4:59)
    Afwan akh, tau sndiri yang dimaksud ulil amr dinegara ini kan maunya menghalalkan segala cara, dan sedikit banget bahkan langka dari mereka yang berada DIATAS memahami sunnah…

    Sebelumnya ana bertanya dengan pertanyaan ini
    1. Sudah pernahkah anda mendoakan pemerintah kita dengan kebaikan,
    2. Apa yang pertama kita lakukan ketika mendengar tindakan penguasa kita yang tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah, membeberkan aibnya, atau mendoakannya?
    Itu buat renungan kita juga,.. seandainya kita menyikapi dengan mendoakannya, maka insya allah hasilnya kebaikan buat kita, juga penguasa kita,
    Jika kita mencelanya, malah membeberkan aib-aibnya, maka keburukan yang akan menimpa kita, juga tidak menyelesaikan masalah penguasa kita, mungkin akan timbul keburukan yang lebih jauh lagi,..

    Ingat sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
    “Akan ada sesudahku nanti penguasa maka hormatilah dia, barangsiapa yang mencari-cari kesalahannya maka ia berarti benar-benar merobohkan sendi-sendi Islam dan tidak akan diterima taubatnya sampai mengembalikannya seperti semula.” (Hadits shahih dalam As Sunnah Ibnu Abi Ashim no. 1079)

    “Barangsiapa yang memuliakan penguasa (yang dijadikan) Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi di dunia maka Allah memuliakannya pada hari kiamat dan siapa yang menghinakan penguasa Allah Yang Maha Suci dan Mah a Tinggi di dunia maka Allah hinakan dia pada hari kiamat.” (Ash Shahihah Al Albani 2297)

    “Dengar dan taatilah mereka baik –dalam– kesulitan atau kemudahan, gembira dan tidak suka, dan (meskipun) mereka bersikap egois (sewenang-wenang) terhadapmu, walaupun mereka memakan hartamu dan memukul punggungmu.” (Ibid, dishahihkan Al Albani 1026)

    “Barangsiapa yang melihat pada amirnya terdapat satu hal yang dia benci hendaknya ia (tetap) bersabar.” (Hadits dalam As Sunnah Ibnu Abi Ashim 1101)

    Mudah-mudahan hadits-hadits diatas bisa menjelaskan dan memberikan pengarahan kepada kita, agar bisa bersikap kepada penguasa, dengan cara yang benar,..

    satu lagi buat rujukan akh…
    Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat didalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. (QS. 5:44)

    Kalau itu diterapkan terhadap pemerintahan indonesia,itu sangatlah tidak tepat,
    Coba perhatikan, dan renungi,.. apa sih hukum islam yang besar-besar itu?
    diantaranya, Shalat,Puasa,Zakat,Haji,
    Apakah pemerintah indonesia melarang hal tersebut?
    Adzan berkumandang dimana-mana, shalat berjamaah juga bebas dilakukan, Zakat, Puasa, dan haji,.. pemerintah membantu untuk terselenggaranya ibadah tersebut,..
    ADAKAH HUKUM ISLAM YANG LEBIH BESAR DARI HAL TERSEBUT?
    Bagaimana cara nikah kaum muslimin, hukum islam atau bukan yang dipakai,..
    Bahkan bidah-bidahnya juga bebas dilaksanakn,
    Sungguh picik, jika ada yang mengatakan pemeritah indonesia tidak berhukum dengan hukum islam, hanya karena tidak menggunakan hukum potong tangan, rejam, atau menggunakan UUD 45,
    coba anda renungkan, lebih besar mana antara hukum potong tangan dan hukum shalat 5 waktu,Puasa, Haji,
    Jika ingin mencari negara yang berhukum islam secara murni, 100 persen menggunakan hukum islam, mungkin hanya pada jaman khulafaur rasyidin saja kali, ..
    Ketika jaman sahabat masih hidup, kekhilafahan masih berdiri, ada yang berhukum dengan hukum selain Allah,.. dimana para ulama dibunuh oleh penguasa tersebut, contohnya pada jaman hajjaj bin yusuf,.. apakah itu hukum islam yang dipakai? bukan….
    Jadi, jika ada sebuah negara yang tidak menjalankan hukum islam secara total, maka jangan dengan mudah mengatakan negara itu tidak berhukum dengan hukum islam, contohnya seperti negara indonesia,.. banyak kok hukum islam yang diterapkan oleh pemeritah indonesia, bahkan hukum islam yg merupakan syiar islam itu sendiri,..

    Dan kalau mereka orang-orang yang menjelek-jelekkan penguasa mereka, karena kedzaliman mereka,.. tindakan seperti itu, kira-kira hukum yang mereka pakai itu hukum dari siapa?
    Rasulullah tidak mengajarkan kita tuk mencela atau membeberkan aib penguasa, kedzaliman penguasa,.. jadi…
    Hukum siapa dong yang mereka pakai?
    Jadi kasihan memang mereka itu,.. hasrat hati ingin penguasa tuk menggunakan hukum islam, eh… mereka sendiri terjatuh ke dalam hukum yang tidak datang dari islam,..

    Afwan akh, ana msh perlu banyak belajar, tapi ana yakin ana dikasih hidayah yang sangat luar biasa oleh ALLOH Aza Wa Jala…

    Hidayah akan Allah berikan kepada orang yang berusaha tuk mendapatkannya,

    Afwan klo ga berkenan…

    Gak apa-apa, senang bisa berdiskusi dengan anda,

    Jazakallahu Khairan Katsira

    Jazakallahu khairan

    Kalo kita membahas hanya sebatas shalat, zakat, puasa, dan haji… Yaa benar, pemerintah saat ini membolehkan.. (kalo berani ngelarang.. Ga ada alasan lagi buat memerangi mereka!!!)

    Tidakkah akhi ingat pembicaraan Adi bin Hatim dengan Rasulullah? Saat Adi bin Hatim baru masuk Islam?

    Saat itu Rasulullah membacakan ayat : “Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai Robb-Robb selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putra Maryam;” (QS.at-taubah :31)

    Lalu Adi bin Hatim menolak, bahwa saat ia masih seorang Nashrani, ia tidak pernah membungkuk menyebah pendetanya…

    Apa jawaban Rasulullah???

    بلى، إنهم حرموا عليهم الحلال، وأحلوا لهم الحرام، فاتبعوهم، فذلك عبادتهم إياهم

    “iya memang benar, akan tetapi bukankah mereka (para pendeta itu) mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram untuk para pengikutnya, kemudian para pengikutnya mengikuti mereka ?.. itulah bentuk ibadah (penyembahan) mereka kepada para pendeta mereka” (HR.Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Jarir dari jalur Adi bin hatim).

    Nah.. Akhi, bukankah pemerintah kita, ulil ‘amri bagi anda telah berlaku seperti diatas??

    Baru2 saja

    1. Melokalisasi Judi: Menghalalkan yang Haram ( http://www.voa-islam.com/islamia/aqidah/2010/07/02/7702/melokalisasi-judi-menghalalkan-yang-haram/ )

    Mari kita berlindung ke pada Allah dari penghambaan selain dari pada-Nya…

    Jadi, ibadah adalah ketaatan. Karena itu orang-orang yang mentaati suatu pemerintahan dalam hal menghalalkan apa yang diharamkan oleh ALLAH dan mengharamkan apa yang dihalalkan oleh ALLAH, berarti mereka telah beribadah kepada pemerintahan itu dan tidak beribadah kepada ALLAH. Mentaati para pemimpin dengan sukarela dalam hal pembuatan undang-undang yang tidak bersumber dari apa yang diturunkan oleh ALLAH adalah bentuk kekafiran yang mengeluarkan pelakunya dari millah (agama Islam). Karena pembuat peraturan dengan sesuatu yang tidak bersumber dari apa yang diturunkan oleh ALLAH menurut ijma’ (kesepakatan) ulama adalah kekafiran yang mengeluarkan dari Islam.

    Ana pernah baca qoidah syar’i “Barangsiapa yang menghalalkan yang haram, maka ia telah kafir. Dan barangsiapa yang mengharamkan yang halal maka ia telah kafir”. Dan ini telah disepakati!!!

    Dan Syaikul Islam Ibnu Taymiyah berkata

    “Barangsiapa yang menghalalkan an-nazhroh (melihat wanita ajnabi) maka ia telah kafir menurut ijma’ .Dan barangsiapa yang mengharamkan roti maka ia telah kafir menurut ijma’ “.

    Wallahu ‘Alam

    Terimakasih atas komentarnya,..

    Saya mau tanya kepada anda, lebih parah manakah antara menyatakan alquran itu makhluk, dengan melokalisasi tempat perjudian??
    Meyakini alquran itu adalah makhluk, bukan kalamullah, maka bisa mengeluarkan pelakunya dari islam,
    Imam ahmad masih hidup, bahkan menjadi korban penyiksaan pemimpin tersebut, akan tetapi imam ahmad tidak mengkafirkannya, atau memberontak kepadanya,.. padahal sudah banyak ulama yang dibunuh karena tidak mau mengakui alquran itu makhluk,..

    Tidakkah anda berpikir jernih dari kejadian diatas??

    Apa sih untungnya mengkafirkan penguasa?
    Apakah bisa menyebabkan pelakunya masuk surga dengan cara memponisnya??

    Mudah-mudahan Allah menunjuki kita ke jalan yang benar, dan istiqamah dijalannya,

    • Abu Falejs As Sayegh Jibreel
      Januari 26, 2012 pukul 4:05 am

      Sama parahnya akhi…
      Kalau kita memandang suatu masalah dengan sudut pandang, -ini parah, itu tidak parah- maka akan terlihat sumir, abstrak, subjektif dan akibatnya justru kita tidak bergerak untuk membenahi (Baca: Amar ma’ruf Nahi Munkar)..

      Bagaimanakah bimbingan rasulullah dalam rangka menasehati penguasa? sudahkah anda mengetahuinya?
      perhatikan hadits-hadits berikut ini:
      Dari Ibnu Hakam meriwayatkan, bahwa Nabi bersabda,”Barangsiapa yang ingin menasihati pemimpin, maka jangan melakukannya secara terang-terangan. Akan tetapi, nasihatilah dia di tempat yang sepi. Jika menerima nasihat, itu sangat baik. Dan bila tidak menerimanya, maka kamu telah menyampaikan kewajiban nasihat kepadanya.” [HR Imam Ahmad].

      Sangat tidak bijaksana mengoreksi dan mengkritik kekeliruan para pemimpin melalui mimbar-mimbar terbuka, tempat-tempat umum ataupun media massa, baik elektronik maupun cetak. Yang demikian itu menimbulkan banyak fitnah. Bahkan terkadang disertai dengan hujatan dan cacian kepada orang per orang. Seharusnya, menasihati para pemimpin dengan cara lemah lembut dan di tempat rahasia, sebagaimana yang dilakukan oleh Usamah bin Zaid tatkala menasihati Utsman bin Affan, bukan dengan cara mencaci-maki mereka di tempat umum atau mimbar.

      Imam Ibnu Hajar berkata, bahwa Usamah telah menasihati Utsman bin Affan dengan cara yang sangat bijaksana dan beretika tanpa menimbulkan fitnah dan keresahan.

      Imam Syafi’i berkata,”Barangsiapa yang menasihati temannya dengan rahasia, maka ia telah menasihati dan menghiasinya. Dan barangsiapa yang menasihatinya dengan terang-terangan, maka ia telah mempermalukan dan merusaknya.”

      Imam Fudhail bin Iyadh berkata,”Orang mukmin menasihati dengan cara rahasia; dan orang jahat menasihati dengan cara melecehkan dan memaki-maki.”

      Syaikh bin Baz berkata,”Menasihati para pemimpin dengan cara terang-terangan melalui mimbar-mimbar atau tempat-tempat umum, bukan (merupakan) cara atau manhaj Salaf. Sebab, hal itu akan mengakibatkan keresahan dan menjatuhkan martabat para pemimpin. Akan tetapi, (cara) manhaj Salaf dalam menasihati pemimpin yaitu dengan mendatanginya, mengirim surat atau menyuruh salah seorang ulama yang dikenal untuk menyampaikan nasihat tersebut.”

      Terimakasih anta ingat kan ana utk berfikir jernih.. Dan mari kita lihat fitnah yg disebabkan dari merubah hukum Allah!!!!

      ancaman rasulullah bagi orang yang mengungkit kesalahan penguasa:
      “Akan ada sesudahku nanti penguasa maka hormatilah dia, barangsiapa yang mencari-cari kesalahannya maka ia berarti benar-benar merobohkan sendi-sendi Islam dan tidak akan diterima taubatnya sampai mengembalikannya seperti semula.” (Hadits shahih dalam As Sunnah Ibnu Abi Ashim no. 1079)

      “Barangsiapa yang memuliakan penguasa (yang dijadikan) Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi di dunia maka Allah memuliakannya pada hari kiamat dan siapa yang menghinakan penguasa Allah Yang Maha Suci dan Mah a Tinggi di dunia maka Allah hinakan dia pada hari kiamat.” (Ash Shahihah Al Albani 2297)

      Keuntungan mengkafirkan penguasa?
      Bagi ana tidak ada.. Ana hanya berbagi, berbagi dalam kebaikkan berbagi berlandaskan Al Quran dan As Sunnah

      Anda mengatakan berdasarkan alquran dan as sunnah??
      Jika anda mengatakan berdasarkan alquran dan as sunnah, tentu anda tidak bersikap yang menyelisihi alquran dan assunnah, sebagaimana komentar2 diatas, sungguh sangat bertolak belakang,..

      sebutkan contoh orang-orang yang mengamalkan alquran dan assunnah yang mengatakan sebagaimana yg antum katakan??
      perhatikan tuntunan Rasulullah berikut ini:
      “Dengar dan taatilah mereka baik –dalam– kesulitan atau kemudahan, gembira dan tidak suka, dan (meskipun) mereka bersikap egois (sewenang-wenang) terhadapmu, walaupun mereka memakan hartamu dan memukul punggungmu.” (Ibid, dishahihkan Al Albani 1026)

      “Barangsiapa yang melihat pada amirnya terdapat satu hal yang dia benci hendaknya ia (tetap) bersabar.” (Hadits dalam As Sunnah Ibnu Abi Ashim 1101)

      Menyebabkan masuk sorga?

      Perhatikanlah perkataan para sahabat dan para ulama berikut ini:

      Barangsiapa yang tidak memiliki kemampuan untuk menasihati pemimpin yang zhalim, maka sebaiknya berdiam diri dan bersabar, sebagaimana sabda Rasulullah,”Barangsiapa yang mendapatkan dari pemimpin(nya) sesuatu yang tidak menyenangkan, maka hendaklah bersabar. (Karena) sesungguhnya, barangsiapa yang keluar dari pemimpin, maka meninggal dalam keadaan jahiliyah.” [HR Al Bukhari].

      Abdullah Ibnu Abbas berkata,”Pemimpin adalah ujian bagi kalian. Apabila mereka bersikap adil, maka dia mendapatkan pahala dan kamu harus bersyukur. Dan apabila dia zhalim, maka dia mendapatkan siksa dan kamu harus bersabar.”

      Imam Nawawi berkata,”Barangsiapa yang mendiamkan kemungkaran seorang pemimpin, tidaklah dia berdosa, kecuali (jika) dia menunjukan sikap rela, setuju atau mengikuti kemungkaran itu.”

      Wallahu ‘alam.. Bukankah Allah yg menetapkan?

      Mudah-mudahan Allah tidak menetapkan kita menjadi orang-orang yang suka mencela pemimpinnya, membuka aib-aib pemimpinnya, apalagi dengan dalih amar maruf nahi mungkar, padahal pada hakekatnya sedang mengungkap aib-aib pemimpinnya, innalillahi wa inna ilaihi raji’uun…

      Ciri ahlussunnah adalah mendoakan pemimpinnya dengan kebaikan, bukan membeberkan aib-aibnya kepada masyarakat,..

      Aamiin.. Barakallahu Fiyk

      Mudah-mudahan Allah menunjuki kita semua, agar tidak mudah mencela pemimpin bangsa ini, dan menjadikan pemimpin bangsa ini sebagai pemimpin yang diridhai oleh Allah,.. marilah kita mendoakannya,… bukan mencelanya,..

      Wafiika barakallah,

      • Randy, Abu Ahdy
        Januari 27, 2012 pukul 2:24 am

        terus terang disini kita bicara keadaannya memang seperti itu, disini yang ditekankan bukan menghujat, tapi kita semua bisa melihat bahwa keadaan di Indonesia seharusnya lebih baik dari sekarang dan pemerintah mau berfikir Islami.

        Anta yakin bisa ngajak pemimpin diajak diskusi ditempat yang sepi secara diam-diam, yang ada mereka malahan takut, atau malahan kitanya yang ditangkap…

        Alhamdulillah, ada koq ustadz2 kita yang sudah menasehati penguasa, dan mereka diterima dengan baik, tidak ditangkap,
        Dan jika sudah dinasehati, urusan penguasa menerima nasehat kita atau tidak, itu bukan tanggungjawab kita, bukan otomatis kalau sudah dinasehati terus wajib menerima, dan menjalankan nasehat kita,.. walaupun itu yg kita harapkan,

        Banyak dari ustadz yang justru mengajarkan sunnah yang benar walhasil difitnah, ditangkap. baru sedikit mereka berbicara langsung dianggap salah…

        mungkin ini terakhir ane comment, takut masuk kepada pembahasan yang tidak berujung.
        Afwan kalo ngga berkenan.

        Jazakallahu khairan,..
        akhi, siapa yang bisa memberikan nasehat kepada penguasa? tentu orang yang dipandang oleh penguasa tersebut, jadi ada orang khusus, dan orang tersebut mempunyai ilmu dien yang lurus,
        Jadi tidak sembarangan orang yang bisa menasehati penguasa, apalagi orang yang seperti kita,.. ya emang siapa kita?
        Jadi akhi, kewajiban menasehati penguasa secara langsung itu bukan kewajiban setiap orang, bukan kewajiban sembarang orang,.

        Contoh nyata saja, misalkan di suatu daerah ada ketua RT yang berbuat kemungkaran, dan anda sedang bertamu, sebagai pendatang didaerah tersebut, lalu anda menasehati ketua RT tersebut secara 4 mata, maka kemungkinan ketua RT ini akan bertanya,.. siapa anda?

        akan berbeda halnya jika warga RT tersebut yang menasehatinya,

        Begitu gambarannya,

        akhi, jika ingin selamat, ikutilah petunjuk Rasulullah dalam hal menasehati penguasa,

      • Abu Falejs As Sayegh Jibreel
        Januari 27, 2012 pukul 12:11 pm

        Baik…
        Sepertinya saya ga perlu membahas post anda diatas karena pada dasarnya kita punya rujukkan yg sama dan tidak ada alasan saya utk menyanggah.

        kenapa sih kita gak bahas kriteria pemimpin yg Rasulullah dan para ulama salaf sifati utk kita patuhi, taati dan jika salah tetep gak boleh bughot?

        Masih baca fathul bari kan?

        Ibnu Hajar selain menyatakan wajibnya memberontak, ia juga berkata dalam Fathul Bari : “Ringkasnya menurut ijma` bahwasanya penguasa dimakzulkan (dilengserkan) karena melakukan kekafiran, maka wajib atas setiap muslim ikut andil dalam hal itu, maka barangsiapa yang kuat melakukannya meraih pahala dan barangsiapa yang bermudahanah (cari muka dan menjilat) mendapat dosa, dan barangsiapa yang lemah wajib berhijrah dari negeri itu.” (Fathul Bari 13/176 dan selebihnya bisa dibaca pada 13/8-13).

        Dari mana akhi antum nukilnya?
        nih baca hadits bukhari muslim,
        . Jika penguasa memerintahkan kepada perkara yang munkar, maka tidak wajib dipatuhi, namun tidak berarti dibolehkan memberontak mereka, sebab Rasulullah bersada:

        مَنْ رَأَى مِنْ أَمِيرِهِ شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلْيَصْبِرْ عَلَيْهِ فَإِنَّهُ مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ شِبْرًا فَمَاتَ إِلَّا مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً.

        Barangsiapa melihat sebuah perkara yang membuat ia benci pada pemimpinya, maka hendaknya ia bersabar dan janganlah ia membangkang kepada pemimpinnya. Sebab, barangsiapa melepaskan diri dari jama’ah, lalu mati, maka ia mati secara jahiliyah. [HR Bukhari dan Muslim]

        Tolong dibaca nih, fathul bari kan syarh dari shahih bukhari,
        Barangsiapa yang tidak memiliki kemampuan untuk menasihati pemimpin yang zhalim, maka sebaiknya berdiam diri dan bersabar, sebagaimana sabda Rasulullah,”Barangsiapa yang mendapatkan dari pemimpin(nya) sesuatu yang tidak menyenangkan, maka hendaklah bersabar. (Karena) sesungguhnya, barangsiapa yang keluar dari pemimpin, maka meninggal dalam keadaan jahiliyah.” [HR Al Bukhari].

        Sabda beliau:

        السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ عَلَى الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ فِيمَا أَحَبَّ وَكَرِهَ مَا لَمْ يُؤْمَرْ بِمَعْصِيَةٍ فَإِذَا أُمِرَ بِمَعْصِيَةٍ فَلَا سَمْعَ وَلَا طَاعَةَ

        Seorang muslim wajib patuh dan taat (kepada umara) ketika lapang maupun sempit pada perkara yang disukainya ataupun yang dibencinya, selama tidak diperintah berbuat maksiat. Jika diperintah berbuat maksiat, maka tidak boleh patuh dan taat. [HR Bukhari dan Muslim].

        Tidak boleh memberontak kepada penguasa kecuali dengan dua syarat. Pertama, telah tampak kekafiran secara nyata pada penguasa itu, dan memiliki keterangan yang jelas (tentang kekafirannya itu) dari Allah (Al Qur’an) dan As Sunnah. Kedua, memiliki kemampuan untuk menggantikan penguasa tersebut, tanpa harus merugikan rakyat banyak.

        6. Jika tidak memiliki kemampuan, maka tidak boleh memberontak, meskipun telah terlihat kekafiran yang nyata. Hal ini demi menjaga kemaslahat bersama.

        7. Kaidah syar’i yang harus disepakati bersama, bahwa tidak boleh menghilangkan kejahatan dengan kejahatan yang lebih buruk dari sebelumnya, namun mestinya perkara yang benar menghilangkan kejahatan itu atau menguranginya.

        8. Tidak boleh memberontak penguasa jika akan menimbulkan kerusakan yang lebih besar, stabilitas keamanan terguncang, kesewenang-wenangan terhadap hak-hak asasi manusia dan pembunuhan orang-orang yang semestinya tidak boleh dibunuh.

        9. Wajib bersabar, patuh dan taat dalam perkara yang ma’ruf, serta memberi nasihat kepada pemerintah, mendo’akan kebaikan bagi mereka, berusaha sekuat tenaga meminimalkan kejahatan dan menyebarkan sebanyak-banyaknya nilai-nilai kebaikan.

        10. Barangsiapa beranggapan bahwa pemikiran semacam ini merupakan kekalahan dan kelemahan, maka sesungguhnya angapan seperti itu menunjukkan kekeliruan dan kedangkalan pemahamannya. Artinya, mereka tidak memahami dan tidak mengenal Sunnah Nabi sebagaimana mestinya. Dalam menghilangkan kemungkaran, mereka hanya dibakar oleh semangat dan emosi untuk menghilangkannya saja, sehingga (kemudian) mereka melanggar rambu-rambu syari’at, sebagaimana Khawarij dan Mu’tazilah.

        11. Siapapun orangnya, baik pemuda atau bukan, tidaklah layak mencontoh Khawarij dan Mu’tazilah. Mereka harus meniti madzhab Ahlu Sunnah Wal Jama’ah.

        12. Bagi yang memiliki semangat membela agama Allah dan para da’i, wajib untuk mengikatkan diri dengan ketentuan-ketentuan syari’at. Wajib memberi nasihat kepada para penguasa dengan perkataan yang bagus dan dengan cara yang baik.

        13. Tidak dibolehkan membunuh kafir musta’min (orang kafir yang mendapat perlindungan pemerintah Islam) yang diterima oleh pemerintah yang berdaulat secara damai. Tidak boleh pula menghukum pelaku maksiat dan berbuat aniaya terhadap mereka. Namun kejahatan mereka diangkat ke mahkamah syari’at. Jika tidak ada, maka cukup dengan nasihat saja.

        14. Wajib hukumnya mematuhi dan mentaati peraturan-peraturan pemerintah yang tidak bertentangan dengan syari’at, seperti: peraturan lalu-lintas dan imigrasi (seperti kewajiban SIM pengendara dan paspor). Barangsiapa mengangggap dirinya memiliki hak untuk melanggarnya, maka perbuatannya itu bathil dan mungkar.

        15. Diantara konsekuensi bai’at, yaitu menasihati waliyul amri (penguasa). Dan diantara wujud nasihat, yaitu mendo’akan kepada penguasa supaya mendapatkan taufiq dan hidayah.

        16. Setiap individu rakyat wajib bekerja sama dengan pemerintah dalam mengadakan perbaikan dan menumpas kejahatan.

        17. Maksud didirikan pemerintah, ialah untuk merealisasikan maslahat syar’i dan mencegah mafsadat. Maka setiap tindakan yang diinginkan darinya adalah kebaikan. Adapun yang dapat menimbulkan kerusakan yang lebih besar, maka hal itu dilarang.

        18. Mendo’akan kebaikan bagi penguasa merupakan ibadah yang paling agung dan ketaatan yang paling utama. Al Fudhail bin Iyadh berkata,”Bila aku punya do’a yang terkabulkan, maka aku akan memanjatkan untuk penguasa. Karena baiknya mereka akan menentukan kebaikan orang banyak.”

        Ibnu Hajar rahimahullah berkata :
        قال النووي المراد بالكفر هنا المعصية ومعنى الحديث لا تنازعوا ولاة الأمور في ولايتهم ولا تعترضوا عليهم إلا أن تروا منهم منكرا حققا تعلمونه من قواعد الإسلام فإذا رأيتم ذلك فانكروا عليهم وقولوا بالحق حيثما كنتم انتهى وقال غيره المراد بالإثم هنا المعصية والكفر فلا يعترض على السلطان إلا إذا وقع في الكفر الظاهر

        ”Telah berkata An-Nawawi : Yang dimaksudkan dengan kufur di sini adalah kemaksiatan. Jadi makna hadits adalah : Jangan kalian menentang ulil-amri (pemimpin/penguasa) dalam kekuasaan mereka dan janganlah kalian membangkang kecuali apabila kalian melihat kemunkaran yang nyata dari mereka, yang kalian ketahui bahwa hal itu termasuk sendi-sendi Islam (min qawaa’idil-Islaam). Apabila kalian melihat yang demikian itu, maka ingkarilah dan sampaikanlah yang benar dimanapun kalian berada” – selesai –…. (Ibnu Hajar melanjutkan : ) Dan berkata ulama selain beliau (An-Nawawi) : ”Bahwasannya yang dimaksudkan dengan dosa adalah kemaksiatan dan kekufuran. Maka dari itu, tidak diperbolehkan melakukan penyerangan kepada sulthan kecuali bila ia telah terjatuh dalam kekufuran yang nyata” [selesai – Fathul-Bari, 13/8].

        Dan ini dari Syarh Shahîh Muslimnya Imam Nawawi
        Qadhi Iyadh juga berkata: “Seandainya (penguasa atau pemimpin) terbukti melakukan dan merubah syariat atau membuat bid’ah, dia keluar dari wilayah kepemimpinannya, dan gugur ketaatan kepadanya, dan wajib atas kaum muslimin memberontaknya dan melengserkanya serta mengangkat imam yang adil jika memungkinkan, maka jika hal itu tidak terjadi melainkan bagi suatu kelompok maka wajib atas kelompok itu memberontak untuk mencopot penguasa kafir itu. Dan tidak wajib terhadap penguasa mubtadi’ (yang membuat bid’ah) kecuali jika mereka yakin mampu melakukannya, maka jika terbukti lemah tidak wajib melakukannya, dan seorang muslim hendaklah berhijrah dari negerinya ke negeri lainnya, dan lari untuk menyelamatkan agamanya”.
        (Syarh Shahîh Muslim: XII/229).

        akhi, ini perkataan ibnu abbas dan imam nawawi
        Abdullah Ibnu Abbas berkata,”Pemimpin adalah ujian bagi kalian. Apabila mereka bersikap adil, maka dia mendapatkan pahala dan kamu harus bersyukur. Dan apabila dia zhalim, maka dia mendapatkan siksa dan kamu harus bersabar.”

        Imam Nawawi berkata,”Barangsiapa yang mendiamkan kemungkaran seorang pemimpin, tidaklah dia berdosa, kecuali (jika) dia menunjukan sikap rela, setuju atau mengikuti kemungkaran itu.”

        BERSABAR TERHADAP PEMIMPIN YANG ZHALIM
        Pemimpin yang zhalim dan jahat, adalah sosok pemimpin yang hanya berambisi terhadap kekuasaan belaka. Perbuatan mereka tidak pernah sepi dari penganiayaan dan kezhaliman, dan tidak segan-segan melibas siapapun yang mencoba menggoyang kekuasaannya, meskipun dia melanggar syari’at. Dia juga tidak adil dalam memberikan hak-hak umat serta boros terhadap harta negara.

        Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab rusaknya para pemimpin.
        1. Lemahnya pengamalan prinsip agama.
        2. Senang mengikuti hawa nafsu dan kesenangan dunia belaka.
        3. Sikap kolusi dan nepotisme yang berlebihan.
        4. Teman dan penasihat (orang kepercayaannya) yang tidak baik, atau menjadikan orang-orang kafir sebagai pembantu (kepercayaannya).
        5. Menyerahkan kekuasaan dan jabatan kepada orang-orang yang tidak berjiwa patriot dan ikhlas.
        6. Diktator dalam mengendalikan kekuasaan.
        7. Tekanan internasional terhadap para pemimpin Islam.
        8. Terpengaruh dengan sisitim negara-negara kafir dan meninggalkan sistim Islam.

        silahkan baca selengkapnya disini

      • Januari 27, 2012 pukul 1:24 pm

        berdasarkan komentar-komentar antum, ana melihat antum terkena syubhat orang-orang yang mempunyai pemahaman khawarij, yang mudah mengkafirkan penguasa, dan ujung-ujungnya memberontak kepada penguasa, melakukan teror dengan bom frustasinya atau bom bunuh diri, bukan bom jihad,

  149. Nuryanto
    Januari 21, 2012 pukul 1:29 am

    Asslmu’lkum Wr.Wb…? Mau nanya pak Ustadz,

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.. wah saya bukan ustadz,

    1. Sujud sahwi itu bagaimna caranya dan bagaimna bacaannya….?

    Caranya, silahkan baca disini
    caranya, baca disini
    Tidak ada doa khusus ketika sujud sahwi, sehingga bacaannya adalah sebagaimana bacaan sujud ketika shalat, misalnya: Subhana Rabbiyal A’la.
    bisa lihat disini

    2. Do’a pagi dan sore menurut Rasulullah bagaimana lafasnya…?

    Bacaannya bisa dilihat disini

  150. rian
    Januari 20, 2012 pukul 5:53 pm

    mau tanya hukum membaca al-qur’an bagi waniita haidh….

    Jazakallahu khairan atas komentarnya, silahkan baca disini

  151. Nuryanto
    Januari 19, 2012 pukul 3:07 am

    Assalamu’alaikum,…?

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    1. Saya mau nanya Untuk adzan jum’at itu satu kali atau dua kali,…?

    Bisa satu kali, bisa dua kali,
    Jika dilakukan 2 kali, maka adzan yang pertama dilakukan di tempat keramaian, seperti pasar, dan dilakukan sebelum masuk waktu dzuhur,.. tujuannya untuk mengingatkan manusia bahwa hari ini hari jumat, dan akan dilakukan shalat jumat,

    Adzan kedua sebagaimana shalat jumat dengan adzan satu kali,

    Itu yang jika ingin adzan 2 kali dengan mengikuti sunnah rasul,.. bukan adzan 2 kali sebagaimana yang dilakukan di kebanyakan kaum muslimin, adzan 2 kali dilakukan setelah masuk waktu dzuhur, ini menyelisihi sunnah rasul

    Tentu cara yang dilakukan oleh Rasulullah, yaitu adzan 1 kali, itu yg lebih utama

    dan bagaimana pandangan MUI (majelis Ulama Indonesia) tentang adzan jum’at..?

    Tanyakan saja ke MUI, jika sejalan dengan sunnah rasul, kita ikuti, jika tidak, ya ditinggalkan,.. sebab MUI bukanlah patokan kebenaran secara mutlak,

    2. waktu ada acara pernikahan teman saya, ada yang seorang ustadz yang memanggil roh kakek temen saya, apa benar roh itu datang, karena setau saya orang yang telah meninggal tidak kembali lagi ke dunia, karena telah masuk ke dalam alam kubur..? mohon penjelasannya….

    Orang yang sudah meninggal, maka rohnya tidak bisa lagi ke alam dunia, sudah dialam barzakh, dan antara alam dunia dan alam barzakh ada pemisah,
    Jika ada orang yg bisa memanggil roh, itu kedustaan, walaupun bertitel ustadz,.. seandainya roh itu datang, pada hakekatnya bukanlah roh yang datang, tapi setan atau jin yang menjelma sebagai roh tersebut,.. yang pada hakekatnya si ustadz tersebut sedang kerjasama dengan jin ataus setan tersebut,..
    Jin dan setan bisa menyerupai makhluk apapun, kecuali menyerupai nabi, setan dan jin tidak bisa menyerupai nabi,
    Wallahu a’lam..

    Trima kasih…

  152. Wahyu
    Januari 6, 2012 pukul 6:59 pm

    Assalamu’alaikum …

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

    Mohon penjelasan untuk kutipan artikel subhat berikut ini:
    (sumber: http://www.sarkub.com/2011/anjuran-untuk-tahlilan-7-hari-berturut-turut/)

    Maka tradisi bersedekah selama mitung dino / tujuh hari atau empat puluh hari pasca kematian, merupakan warisan budaya dari para tabi’in dan sahabat Nabi Saw, bahkan telah dilihat dan diakui keabsahannya pula oleh beliau Nabi Muhammad Saw.

    Tidak ada riwayatpun yang shahih dari Rasulullah, semua yang disampaikan dalam artikel website pengagum ibadah dikuburan tersebut berisi kedustaan,

    Bahkan dalil-dalil yang shahih tentang acara tersebut ada didalam kitab-kitab agama budha dan hindu,
    Innalillahi wa inna ilaihi raji’uun.. umat islam mengambil ritual keagamaan berdasarkan ajaran hindu dan budha,..

    Wassallam wr wb

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

  153. Nuryanto
    Desember 14, 2011 pukul 1:54 am

    Asslamu’lkum..?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,

    saya mau nanya, saya pernah lhat hadist di bawah ini,apa benar puasa Asyura’ dapat menghapuskan dosa 1 tahun sebelumnnya..? jika ada berapa hari kita menjalankan ibadah ini…? Wassalamu’alaikum wr.wb….
    “Dari Abu Qotadah Radhiyallahu’anhu bahwasannya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah ditanya tentang puasa hari Asyura’, Beliau menjawab,” Dapat menghapuskan dosa 1 tahun sebelumnya.” ( HR. Muslim no 1162).

    Silahkan anda baca postingan yang ada disini
    Insya Allah jawabanya ada disana,

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  154. ridwan
    Oktober 2, 2011 pukul 5:32 am

    Assalammualaikum ..

    wa’alaikumussalam warahmatullahiwabarakatuh

    mas mufti, ada 2 pertanyaan yg mau saya tanyakan…yang pertama mengenai adzan dan iqomah di telinga bayi yg baru lahir,

    tidak ada hadits yang shahih tentang hal ini, silahkan dibaca disini

    lalu yg kedua soal istilah/kata “silaturahmi” dan “silaturahim”.

    orang tua saya bilang kata/istilah yg benar adalah silaturahim (menyambung kasih sayang), ada sifat alloh dalam asmaul husna ar-rahim (maha penyayang),

    yang benar adalah silaturahim, dan silaturahim itu artinya menyambung tali kekerabatan.
    Sedangkan silaturahmi, itu hanya pengucapan orang indonesia, sebenarnya yg dimaksud adalah silaturahim,

    sedangkan silaturahmi adalah tali penyambung di rahim ibu ke jabang bayi.
    mohon penjelasan nya mas…

    Penjelasanya, baca disini

    syukron..

    afwan

    wassalammualaikum…

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  155. zerahanong
    Agustus 1, 2011 pukul 7:58 am

    Assalamu’alaikum…

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    apakah ada hadits yang menyatakan tidak bolehnya berpuasa saat mendengar takbir, Padahal mereka meyakini belum lebaran. Jadi, mereka sudah tidak berpuasa tapi lebaran belum.
    Padahal sepengetahuan saya, takbir itu menunjukkan kalo kita berlebaran. Jadi kalo saya meyakini belum masuk syawal meski telah mendegar takbir saya tetap berpuasa.

    wallahu a’lam, saya tdk tahu,..

    Memulai puasa ramadhan, dan mengakhiri puasa ramadhan (berbuka, atau idhul fitri) adalah bersama penguasa kaum muslimin, dalam hal ini di indonesia, tentu bersama pemerintah indonesi,..

    Jadi nunggu keputusan pemerintah,.. itu yang dianjurkan oleh Rasulullah,.. bukan menurut keyakinan kita, atau keyakinan kelompok atau organisasi,… tapi,. mengikuti keputusan pemerintah,.. wallahu a’lam..

    • Randy, Abu Ahdy
      Januari 23, 2012 pukul 4:44 am

      Afwan akh, baca yang satu ini jadi sedikit gimana ya…
      Anta yakin pemerintah kita ulil amr yang dimaksud Rasulullah

      Jazakallahu khairan atas komentarnya,

      Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul(Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS. 4:59)

      Afwan akh, tau sndiri yang dimaksud ulil amr dinegara ini kan maunya menghalalkan segala cara, dan sedikit banget bahkan langka dari mereka yang berada DIATAS memahami sunnah…

      Sebelumnya ana bertanya dengan pertanyaan ini
      1. Sudah pernahkah anda mendoakan pemerintah kita dengan kebaikan,
      2. Apa yang pertama kita lakukan ketika mendengar tindakan penguasa kita yang tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah, membeberkan aibnya, atau mendoakannya?

      Itu buat renungan kita juga,.. seandainya kita menyikapi dengan mendoakannya, maka insya allah hasilnya kebaikan buat kita, juga penguasa kita,
      Jika kita mencelanya, malah membeberkan aib-aibnya, maka keburukan yang akan menimpa kita, juga tidak menyelesaikan masalah penguasa kita, mungkin akan timbul keburukan yang lebih jauh lagi,..

      Ingat sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :

      “Akan ada sesudahku nanti penguasa maka hormatilah dia, barangsiapa yang mencari-cari kesalahannya maka ia berarti benar-benar merobohkan sendi-sendi Islam dan tidak akan diterima taubatnya sampai mengembalikannya seperti semula.” (Hadits shahih dalam As Sunnah Ibnu Abi Ashim no. 1079)

      “Barangsiapa yang memuliakan penguasa (yang dijadikan) Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi di dunia maka Allah memuliakannya pada hari kiamat dan siapa yang menghinakan penguasa Allah Yang Maha Suci dan Mah a Tinggi di dunia maka Allah hinakan dia pada hari kiamat.” (Ash Shahihah Al Albani 2297)

      “Dengar dan taatilah mereka baik –dalam– kesulitan atau kemudahan, gembira dan tidak suka, dan (meskipun) mereka bersikap egois (sewenang-wenang) terhadapmu, walaupun mereka memakan hartamu dan memukul punggungmu.” (Ibid, dishahihkan Al Albani 1026)

      “Barangsiapa yang melihat pada amirnya terdapat satu hal yang dia benci hendaknya ia (tetap) bersabar.” (Hadits dalam As Sunnah Ibnu Abi Ashim 1101)

      Mudah-mudahan hadits-hadits diatas bisa menjelaskan dan memberikan pengarahan kepada kita, agar bisa bersikap kepada penguasa, dengan cara yang benar,..

      satu lagi buat rujukan akh…

      Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat didalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. (QS. 5:44)

      Kalau itu diterapkan terhadap pemerintahan indonesia,itu sangatlah tidak tepat,
      Coba perhatikan, dan renungi,.. apa sih hukum islam yang besar-besar itu?
      diantaranya, Shalat,Puasa,Zakat,Haji,
      Apakah pemerintah indonesia melarang hal tersebut?
      Adzan berkumandang dimana-mana, shalat berjamaah juga bebas dilakukan, Zakat, Puasa, dan haji,.. pemerintah membantu untuk terselenggaranya ibadah tersebut,..
      ADAKAH HUKUM ISLAM YANG LEBIH BESAR DARI HAL TERSEBUT?
      Bagaimana cara nikah kaum muslimin, hukum islam atau bukan yang dipakai,..
      Bahkan bidah-bidahnya juga bebas dilaksanakn,

      Sungguh picik, jika ada yang mengatakan pemeritah indonesia tidak berhukum dengan hukum islam, hanya karena tidak menggunakan hukum potong tangan, rejam, atau menggunakan UUD 45,

      coba anda renungkan, lebih besar mana antara hukum potong tangan dan hukum shalat 5 waktu,Puasa, Haji,

      Jika ingin mencari negara yang berhukum islam secara murni, 100 persen menggunakan hukum islam, mungkin hanya pada jaman khulafaur rasyidin saja kali, ..

      Ketika jaman sahabat masih hidup, kekhilafahan masih berdiri, ada yang berhukum dengan hukum selain Allah,.. dimana para ulama dibunuh oleh penguasa tersebut, contohnya pada jaman hajjaj bin yusuf,.. apakah itu hukum islam yang dipakai? bukan….

      Jadi, jika ada sebuah negara yang tidak menjalankan hukum islam secara total, maka jangan dengan mudah mengatakan negara itu tidak berhukum dengan hukum islam, contohnya seperti negara indonesia,.. banyak kok hukum islam yang diterapkan oleh pemeritah indonesia, bahkan hukum islam yg merupakan syiar islam itu sendiri,..

      Dan kalau mereka orang-orang yang menjelek-jelekkan penguasa mereka, karena kedzaliman mereka,.. tindakan seperti itu, kira-kira hukum yang mereka pakai itu hukum dari siapa?
      Rasulullah tidak mengajarkan kita tuk mencela atau membeberkan aib penguasa, kedzaliman penguasa,.. jadi…
      Hukum siapa dong yang mereka pakai?
      Jadi kasihan memang mereka itu,.. hasrat hati ingin penguasa tuk menggunakan hukum islam, eh… mereka sendiri terjatuh ke dalam hukum yang tidak datang dari islam,..

      Afwan akh, ana msh perlu banyak belajar, tapi ana yakin ana dikasih hidayah yang sangat luar biasa oleh ALLOH Aza Wa Jala…

      Hidayah akan Allah berikan kepada orang yang berusaha tuk mendapatkannya,

      Afwan klo ga berkenan…

      Gak apa-apa, senang bisa berdiskusi dengan anda,

      Jazakallahu Khairan Katsira

      Jazakallahu khairan

      • Randy, Abu Ahdy
        Januari 26, 2012 pukul 3:06 am

        yah gimana juga, masa iya prostitusi, judi, khamr, riba dan yg lainnya tdk terbendung di negara ini… itu kan sama saja mencampur adukkan yang bathil dengan yang Haq…
        Afwan ane sekedar berbagi aja semua kembali kepada anta, tapi yg jelas kalo berdoa mengharap pemerintah lebih baik masa iya ga mau ketegasan dan yang haq ada di indonesia…
        justru pada saat kebatilan ALLOH menyatakan agar kita mengembalikan kepada Qur’an dan Sunnah, Wallahu ‘Alam…

        Saya ambil permisalan sederhana tentang pemimpin,. seandainya anda sebagai ketua RT, lalu anda berbuat maksiat, misalnya anda suka mabuk-mabukan, lalu ada seseorang yang ada di lingkungan RT yang anda pimpin membuka aib anda di komplek RT tersebut, atau RT lainnya,. lalu anda mengetahuinya,.. kira-kira apa yang akan anda lakukan??

        Apakah anda menganggap perbuatan orang tersebut sudah tepat?

        Mengikuti alquran dan sunnah, dan apakah anda merasa senang dengan perbuatan orang tersebut, sehingga semua warga akhirnya mengetahui perbuatan anda tersebut??

        Jika anda merasa ngga senang dengan perbuatan orang tersebut, apalagi jika yang dibeberkan aibnya adalah penguasa negara, pemimpin negara,..

        Tapi jika anda merasa senang dengan perbuatan orang tersebut, dan menganggap orang tersebut sedang beramar maruf dan nahi mungkar, sungguh sikap anda itu sangat aneh sekali,

  156. Amatulloh Al-Kadiriyyah
    Juni 16, 2011 pukul 3:32 am

    Assalamu’alaikum warohmatullohi wa barokatuh…

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

    Afwan, saya mau tanya. Adakah menjawab salam dengan ucapan ” Wa’alaikumussalam wa rohmatulloh wa barokatuhu wa maghfirotuhu” ?

    Silahkan baca artikel selengkapnya disini

    Berkata Imam Nawawi, “Ucapan salam minimal dengan perkataan ‘assalamu’alaikum’, jika yang disalami seorang diri, maka minimal ia mengucapkan ‘assalamu’alaika’, namun adalah lebih utama jika mengucapkannya dengan ‘assalamu’alaikum’, karena kalimat ini mencakup do’a bagi dirinya dan penyertanya (malaikat, pent.). Dan alangkah sempurna lagi ia menambahkan ‘warohmatullahi’ dan ‘wabarokatuh’, walau sebenarnya kalimat ‘assalamu’alaikum’ telah cukup.”

    MENJAWAB SALAM

    Imam Nawawi berkata, “Adapun cara membalas salam, lebih utama dan lebih sempurna jika mengucapkan ‘wa’alaikum as-Salam wa rohmatullahi wa barokatuh’, dengan menambahkan huruf ‘wawu’ (yang mendahului kata ‘alaikum) ataupun tidak menggunakannya (membuangnya), hal ini diperbolehkan namun meninggalkan keutamaan. Adapun meringkasnya menjadi ‘wa’alaikumus salam’ atau ‘alaikumus salam’ saja sudah mencukupi. Sedangkan meringkasnya menjadi ‘alaikum’ saja, menurut kesepakatan ulama’ tidaklah mencukupi, demikian pula dengan ‘wa’alaikum’ saja yang diawali dengan huruf ‘wawu’.

    TINGKATAN SALAM

    Salam memiliki 3 tingkatan, tingkatan yang paling tinggi, paling sempurna dan paling utama adalah ‘Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh’, kemudian yang lebih rendah darinya ucapan ‘assalamu’alaikum warohmatullah’ dan terakhir yang paling rendah adalah ‘assalamu’alaikum’. Seorang yang mengucapkan salam (Musallim), bisa jadi mendapatkan ganjaran yang sempurna dan bisa jadi mendapatkan ganjaran di bawahnya, sesuai dengan salam yang ia ucapkan.” Hal ini sesuai dengan kisah tentang seorang laki-laki yang masuk ke dalam masjid dan saat itu Rasulullah dan para sahabat-sahabatnya sedang duduk-duduk, berkata lelaki tadi, “Assalamu’alaikum”, maka Nabi menjawab, “wa’alaikumus salam, sepuluh atasmu”, kemudian masuk lelaki lain dan berkata, “Assalamu’alaikum warohmatullah”, Rasulullah menjawab, “Wa’alaikumus Salam warohmatullah, dua puluh atasmu”. Tak lama kemudian datang lagi seorang lelaki sambil mengucapkan “Assalamu’alaikum warohmaatullahi wabarokatuh”, maka jawab Rasulullah, “Wa’alaikumus Salam warohmatullahi wabarokatuh, tiga puluh atasmu”. (HR Abu Dawud dan Turmudzi), yang dimaksud adalah sepuluh, dua puluh dan tiga puluh kebaikan.

    Saya pernah membaca buku yang judulnya Amalan Sehari Semalam karya ustadz Abu Ihsan Al-Atsary. Disana juga disebutkan haditsnya, apakah benar seperti itu?

    Saya belum membaca buku itu, tapi kalau dilihat penulisnya, beliau adalah ustadz salafiyin yang bagus ilmunya, juga penterjemah buku-buku ulama salaf, dengan bahasa terjemahan yang mudah dipahami,. insya Allah bagus bukuny,.

    Jazakumulloh khoir…

    Waiyyaaka

  157. fando
    Desember 3, 2010 pukul 7:01 pm

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

    Apa kabar pak?

    Alhamdulillah baik,

    Saya ingin menanyakan masalah dzikir untuk sehari hari.
    Saya mempunyai buku asmaul husna, disitu disebutkan apabila kita membaca salah satu Asmaul husna tersebut secara berkali dalam jumlah tertentu mempunyai manfaat yang masing2.
    Apakah ini ada di dalam ajaran Rosulullah?
    kalau tidak ada, dzikir yang bagaimana yang baik untuk diamalkan sehari hari diluar waktu sholat yang sesuai dengan sunah.

    Untuk lebih jelasnya, bapak bisa beli aja buku Doa dan Wirid yang disusun oleh Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawwas, sudah beredar dan banyak kok, termasuk best seller juga,..
    Insya Allah disitu komplit, doa yang dari Asma’ul husna juga ada, beserta penjelasannya.

    Kalau mau download dzikir-dzikir yang versi ebook, bisa juga bapak mendownload di link ini:
    http://alqiyamah.wordpress.com/ebook/ebook-shalat-dzikir-doa/

    Terimakasih atas perhatiaanya

    wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  158. Farid`
    November 26, 2010 pukul 9:37 pm

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Apa Kabar pak ustadz,

    Alhamdulillah baik, saya bukan pak ustadz, masih harus banyak belajar, Insya Allah semua pertanyaan disini tentang permasalahan agama akan saya sampaikan kepada ustadz yang mempunyai cukup ilmu untuk menjawabnya..

    Saya menyukai artikel anda, alhamdulillah semoga bermanfaat bagi saya dan keluarga.
    Kalo boleh saya minta ijin dari anda untuk mencopy dan menyebarkan kepada teman dan keluarga besar, siapa tau bisa bermanfaat untuk sesama.
    Terima kasih sebelumnya.

    Silahkan, dengan senang hati saya mengijinkan siapa saja yang mau mencopy dan menyebarkan artikel-artikel yang bermanfaat bagi sesama kaum muslimin, juga mudah-mudahan dapat memberikan hidayah bagi orang kafir untuk kemudian masuk islam,

    Dan mudah-mudahan ini dicatat oleh Allah sebagai bentuk tolong-menolong dalam kebaikan dan taqwa, dan menjadi tabungan amal kebaikan kita di akhirat kelak,… amiin..

    Saya ada sedikit pertanyaan kepada pak ustadz,
    Perkenalkan nama saya farid fanani, saya seorang pelaut.
    Saya ingin bertanya mengenai hukum sholat apabila berada di kapal
    kebetulan jam kerja saya adalah jam 12 – 16 sore dan 0000 – 0400 pagi.
    yang jadi kendala adalah untuk sholat dzuhur.
    kalo pas ada waktu luang, saya bisa meninggalkan pekerjaan saya untuk sholat dzuhur.
    tp apabila kapal lagi sibuk sangat susah untuk melaksanakan sholat dzuhur sehingga saya menggabung dengan sholat asar.
    pernah saya bertanya dengan teman saya satu profesi, tp dia berpandangan seorang pelaut itu musafir karena jauh dari rumah jadi sholatnya bisa di jama’
    kalo km sholat pada waktu kerja dengan mencuri curi, itu tidak baek katanya…

    Benar safar adalah salah satu sebab yang membolehkan seseorang untuk safar, di antara dalilnya adalah:

    Adapun dalilnya adalah:
    مُعاذ قال: «خَرجنا مع النبيِّ صلى الله عليه وسلم في غَزوة تبوك فكان يُصلّي الظُّهر والعَصر جميعاً، والمغرب والعشاء جَميعاً» رواه مسلم
    Dari Muadz bin Jabal radiyallahu’anhu berkata, Kami bepergian bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dalam perang Tabuk. Beliau shalat Dzhuhur dan Ashar dengan dijama’. Demikian juga Maghrib dan Isya’ dengan dijama’.

    Tapi dalam benak saya berpikir selama saya bisa melaksanakan sholat itu sesuai waktu, InsyAllah saya lakukan. tp kalo memang berhalangan karena sibuknya kerja dsb saya biasa jama’

    Dan sebab lainnya adalah masyaqqah (kesulitan)

    Jadi dalam kasus anda tadi, anda bisa menjamak shalat zhuhur dengan ashar
    Jamak adalah keringanan yang Allah subhanahu wa ta’ala berikan, dan Allah senang jika keringanannya itu dilakukan
    Wallahu ta’ala a’lam

    Yang saya tanyakan, bagaimana hukumnya islam mengenai masalah yang saya hadapi ini.
    Terimakasih atas perhatiannya

    Mudah-mudahan jawabannya bisa mencukupi terhadap yang anda tanyakan, mudah-mudahan Allah memberikan yang terbaik buat usaha dan upaya anda dalam melaksanakan perintah Allah ini, dan diberikan jalan yang terbaik sehingga bisa melakukan ibadah shalat dengan tenang…. ((ini tambahan tulisan dari saya sendiri, sedangkan jawaban diatas adalah jawaban dari ustadz saya))

    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

    Farid.F

  159. FANDO
    November 21, 2010 pukul 3:46 pm

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh,

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

    Apa kabar pak ustadz?

    alhamdulillah baik, tapi saya bukan ustadz lho,..

    Saya ingin mengajukan sedikit pertanyaan yang selalu mengganjal di pikiran saya pak.
    Saya seorang pegawai swasta, yang alhamdulillah mempunyai gaji yang lumayan.
    dan alhamdulillah setiap bulan saya bisa menyisihkan 2,5% gaji saya utk infaq pendapatan.

    Oh iya, itu infak atau zakat (zakat profesi), karena tidak dikenal dalam islam ini yang namanya zakat profesi, sebagaimana banyak digembar-gemborkan oleh sebagian kaum muslimin, atau sebagian lembaga-lembaga pengumpul zakat yang ada di indonesia,. silahkan baca ulasannya disini

    beberapa bulan yang lalu saya menikah, selama beberapa bulan setelah saya tidak bekerja karena kontrak kerja habis yang menyebabkan saya mempunyai hutang.
    setelah bekerja kembali sampai sekarang, gajian saya habis untuk keperluan rumah dan untuk membayar hutang,sampai saya mau sisihkan yang biasa saya lakukan sebelom menikah 2,5% untuk infaq saja tidak ada.
    yang saya tanyakan apakah saya masih berkewajiban untuk membayar infaq tersebut?

    kalau masih, apa bisa di bayarkan setelah semua hutang lunas dan ada uang lebih untuk membyarnya.
    karena jujur saya merasa berdosa,karena menurut pandangan saya sendiri saya telah makan uang dari anak yatim,orang miskin yang bukan hak saya.
    hanya itu pertnyaan saya pak ustadz.
    terimakasih atas perhatiannya
    wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Apakah anda berinfak itu karena nadzar? atau karena sukarela dari anda sendiri?
    Kalau itu suka rela sendiri, maka perlu anda ketahui, hukum membayar hutang adalah wajib, sedangkan hukum infak atau sedekah tidaklah wajib, jadi tentunya anda harus mendahulukan membayar hutang anda, jika masih ada lebihnya, itu bisa anda gunakan untuk memenuhi kebutuhan anda sendiri, dan jika harta anda habis untuk keperluan menafkahi istri, maka anda tidak usah bersedih karena tidak bisa menyisihkan yang 2,5% sebagaimana biasanya.

    Perlu anda ketahui juga, menafkahi istri dan anak adalah sedekah yang paling utama, jadi anda tidak usah bersedih jika anda tidak bisa menyisihkan 2,5 % buat infak, karena sesungguhnya anda sendiri sudah berinfak lebih dri 2,5% dari harta yang biasa anda sisihkan,

    Dan tidak bisa menyisihkan 2,5% dari harta untuk infak itu bukanlah menjadi hutang yang harus dibayar di kemudian hari, sehingga anda merasa berdosa, atau memakan harta anak yatim, orang miskin, malahan justru dengan kondisi seperti itu, maka anda menjadi orang yang layak untuk menjadi penerima zakat,

    Dan terlebih lagi jika anda berpandangan dari 2,5% itu bukan sebagai infak, akan tetapi sebagai istilahnya zakat profesi, maka sebagaimana artikel yang saya posting disini, sebaiknya keyakinan anda terhadap zakat profesi dengan cara menyisihkan 2,5% dari penghasilan anda, dibuang jauh2 saja, sehingga tidak timbul rasa bersalah,.. karena memang dalam islam tidak dikenal adanya zakat profesi,… wallahu a’lam,…

    • FANDO
      November 26, 2010 pukul 9:17 pm

      Alhamdulillah, terimakasih atas penjelasannya
      Semoga juga bermanfaat utk saudara muslim laennya.
      Amin

  160. Akh.Sunarto
    November 13, 2010 pukul 4:33 am

    assalamu’alaikum, wr wb
    Akhi,dalam pembuatan blog antum, planing bagaimana dan untuk Uploadnya dibutuhkan berapa Quotanya dan Program software aplikasi apa aja yang dipakai.Please ya, ana sharing ilmunya.
    Syukron

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    akhi, ini blog gratis, tinggal pakai saja, sudah ada fasilitasnya, jika masih ada yang antum tanyakan, bisa kirim email ke ana, di aslibumiayu@yahoo.co.id, atau ym ana di aslibumiayu,
    mudah2 an bisa membantu,

    afwan….

  161. Admin
    Agustus 28, 2010 pukul 7:27 pm

    terima kasih banyak atas tanggapannya, alhamdulllah tanggapan ant sangat bermanfaat bagi an.
    mohon maaf sekira an baru sempat balas postingan ant.

  162. azizah
    Agustus 14, 2010 pukul 3:12 am

    assalamualaikum,,, saya adalah pengguna WP tahap pemula,,, pada Wp ini apakah bisa di beri efek2 suara???? mohon tutorialnya,, trims,,,wassalam, ^_^

    wa’alaikumussalam,,
    saya juga pemula nih, mba bisa nyari tutorialnya di internet,

  163. Ahmad Yusuf Octamidakesri
    Mei 1, 2010 pukul 7:55 pm

    assalamu’alaikum
    sebelumnya terima kasih telah berkunjung ke blog saya.
    saya punya sedikit permasalahan perihal komputer (networking), bagaimanakah caranya jika ingin menginstal komputer lewat jaringan?
    misalkan mau mengintasl komputer (PC) 10 unit lewat lan.
    mohon bantuannya.
    wassalam.

    Wa’alaikumussalam,
    Oh iya, sebelumnya saya tidak tahu, OS apa yang mau anda install.. dan kebetulan saya tidak pernah melakukan instalasi OS lewat jaringan, jadi belum tahu. Kalau instalasi software via jaringan, itu sih sering, dan mungkin anda jg sudah bisa yah,
    Saya nukilkan nih, nyari di internet, silahkan anda baca sendiri ya, alamatnya ada disini:

    Pertanyaan :mau tanya nih,,,saya masih lom ngerti nih gmana sih instalasi OS (windows or linux) lewat jaringan?
    jawabannya: setau saya itu pake opsi remote installation service (RIS) dan setau saya lagi itu cuman utk klas nya win server:

    http://en.wikipedia.org/w…lation_Services

    http://support.microsoft.com/kb/325862

    http://support.microsoft.com/kb/298750

    tapi kalo mau make di Windows XP bisa liat dimari :

    http://www.mcmcse.com/microsoft/guides/ris.shtml

    http://www.learnthat.com/…70-Free/page/8/

    yg perlu dibaca2 dulu ada di halaman ini:

    http://labmice.techtarget…ll/unattend.htm

    Mudah-mudahan bisa membantu menyelesaikan masalah anda,
    Trimakasih atas kunjungannya
    Wa’alaikum salam..

  164. ningsih
    Juni 6, 2012 pukul 10:18 am

    Assalamu’alaikum warrahmahtullahi wabarakatuh,

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    maaf mengganggu waktu anda lagi,
    Apabila pertanyaan saya kurang berkenaan dengan topik yang sering anda angkat.
    Kalaupun tidak dijawab saya maklum.
    Terima kasih sebelumnya

    Jika bertujuan ingin mengetahui kebenaran, janganlah sungkan2 tuk bertanya, insya Allah akan kita bantu tuk mencarikan jawabannya,
    Bukankah obat dari kebodohan itu adalah bertanya?

    Wasalamu’alaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuhblockquote>

  165. ningsih
    Juni 12, 2012 pukul 2:55 pm

    Kalau begitu akan saya tunggu balasan anda.

    Oh iya, pertanyaanya yg mana ya yang belum dibalas/dijawab?

    Maaf kalau berkesan tidak sabar krn ketika masalah ini muncul ke permukaan kepala terasa buntu dan dada menjadi sesak.
    Sementara boleh bertanya yang lain?
    Beberapa waktu yg lalu saya baca posting di fb ustad YM, topik yg diangkat tthadist yg berkenaan seputar kiamat, dajal, imam mahdi dan nabi isa.
    apakah ahlulsunnah mengakui adanya imam mahdi di saat kiamat?

    Ahlussunnah meyakini akan adanya imam mahdi, adanya dajjal, dan nabi isa yang diangkat ke langit, dan nanti akan turun ke dunia untuk membunuh dajjal, dan menghancurkan salib-salib,
    Tentang dajjal, silahkan baca dipostingan ini

    Apakah benar nabi isa akan kembali disat kiamat, karena kok miri p cerita umat nasrani, tapi bukan dekat tiang putih melainkan pakai kuda putih..

    Nabi isa akan turun ke bumi, dan nanti akan menghancurkan salib-salib, Silahkan baca disini, tentang tugas nabi isa diturunkan ke dunia, turunnya di menara putih, bukan pakai kuda putih

    Mohon jawabannya

    mudah-mudahan jawaban diatas dan postingan yg sdh saya posting bisa menjawab kebingungan anda,

  166. Firmansyah
    Juni 3, 2014 pukul 11:15 am

    barang yang di dapatkan dengan uang yang haram ,,,,, gitar baju sepatu dan lain sebagainya

    Uang haram itu didapatkan dengan cara apa?
    Yang jelas kita tidak boleh memakan harta yang didapatkan dengan cara yang haram, dari harta yang haram,

    Dan Jika harta tersebut didapatkan dengan cara mengambil hak orang lain, maka wajib untuk mengembalikannya,.

  1. No trackbacks yet.

Silahkan tulis komentar anda,.. surel diisi dgn email, nama diisi dengan nama anda ,

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.466 pengikut lainnya.