Tanya Jawab

Bismillah,

Ini adalah kolom khusus menampilkan tanya jawab tentang agama yang saya ambilkan dari website yang dikelola oleh para Ustadz. Silahkan bagi para pembaca yang ingin bertanya bisa mengisi di kolom ini, Insya Allah akan saya sampaikan kepada ustadz yang mempunyai cukup ilmu, kalau saya sendiri masih belajar, masih sangat sedikit sekali, dan tidak berani untuk menjawab permasalahan agama, kalau bertanya tentang masalah komputer sih, insya Allah akan saya jawab sebatas dengan ilmu yang saya miliki…  Silahkan bagi para pembaca sekalian mengirimkan pertanyaannya… ditunggu…. jazakumullahu khairan..

  1. agus widodo
    Mei 26, 2012 pada 2:16 pm | #1

    Apakah benar ayah dan bunda Nabi Muhammad SAW kafir?

    Betul, ayah dan bunda nabi adalah mati bukan diatas islam,

    KATA SIAPA? bukan kata saya mas, kata Rasulullah sendiri, berikut ini hadits-hadits yang menjelaskan tentang kedua orangtua nabi masuk neraka, karena mati diatas kemusyrikan,

    عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ أَبِي قَالَ فِي النَّارِ فَلَمَّا قَفَّى دَعَاهُ فَقَالَ إِنَّ أَبِي وَأَبَاكَ فِي النَّارِ
    Dari Anas radliyallaahu ‘anhu : Bahwasannya ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam :
    “Wahai Rasulullah, dimanakah tempat ayahku (yang telah meninggal) sekarang berada ?”.
    Beliau menjawab :
    “Di neraka”.
    Ketika orang tersebut menyingkir, maka beliau memanggilnya lalu berkata :
    “Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka”. [HR. Muslim no. 203, Abu Dawud no. 4718, Ahmad no. 13861, Ibnu Hibban no. 578, Al-Baihaqi dalam Al-Kubraa no. 13856, Abu ‘Awanah no. 289, dan Abu Ya’la no. 3516].

    Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata : “Di dalam hadits tersebut [yaitu hadits : إن أبي وأباك في النار – ”Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka”] terdapat pengertian bahwa orang yang meninggal dunia dalam keadaan kafir, maka dia akan masuk neraka. Dan kedekatannya dengan orang-orang yang mendekatkan diri (dengan Allah) tidak memberikan manfaat kepadanya. Selain itu, hadits tersebut juga mengandung makna bahwa orang yang meninggal dunia pada masa dimana bangsa Arab tenggelam dalam penyembahan berhala, maka diapun masuk penghuni neraka. Hal itu bukan termasuk pemberian siksaan terhadapnya sebelum penyampaian dakwah, karena kepada mereka telah disampaikan dakwah Ibrahim dan juga para Nabi yang lain shalawaatullaah wa salaamuhu ‘alaihim” [Syarah Shahih Muslim oleh An-Nawawi juz 3 hal. 79 melalui perantara Naqdu Masaalikis-Suyuthi fii Waalidayil-Musthafaa oleh Dr. Ahmad bin Shalih Az-Zahrani hal. 26, Cet. 1425 H].

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم اسْتَأْذَنْتُ رَبِّي أَنْ أَسْتَغْفِرَ لِأُمِّي فَلَمْ يُؤْذَنْ لِي وَاسْتَأْذَنْتُهُ أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأُذِنَ لِي
    Dari Abi Hurairah radliyallaahu ’anhu ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam :
    ”Sesungguhnya aku telah memohon ijin Rabb-ku untuk memintakan ampun ibuku, dan Ia tidak mengijinkanku. Namun Ia mengijinkan aku untuk menziarahi kuburnya” [HR. Muslim no. 976, Abu Dawud no. 3234, An-Nasa’i dalam Ash-Shughraa no. 2034, Ibnu Majah no. 1572, dan Ahmad no. 9686].

    Al-Imam Al-Baihaqi rahimahullah berkata :
    وأبواه كانا مشركين, بدليل ما أخبرنا
    ”Sesungguhnya kedua orang tua Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam adalah musyrik dengan dalil apa yang telah kami khabarkan….”. Kemudian beliau membawakan dalil hadits dalam Shahih Muslim di atas (no. 203 dan 976) di atas [Lihat As-Sunanul-Kubraa juz 7 Bab Nikaahi Ahlisy-Syirk wa Thalaaqihim] [1].
    Al-’Allamah Syamsul-Haq ’Adhim ’Abadi berkata :
    فلم يأذن لي :‏‏ لأنها كافرة والاستغفار للكافرين لا يجوز

    ”Sabda beliau shallallaahu ’alaihi wasallam : ”Dan Ia (Allah) tidak mengijinkanku” adalah disebabkan Aminah adalah seorang yang kafir, sedangkan memintakan ampun terhadap orang yang kafir adalah tidak diperbolehkan” [’Aunul-Ma’bud Syarh Sunan Abi Dawud, Kitaabul-Janaaiz, Baab Fii Ziyaaratil-Qubuur]. [2]

    عن ابن مسعود رضي الله عنه قال “جاء ابنا مليكة – وهما من الأنصار – فقالا: يَا رَسولَ الله إنَ أمَنَا كَانَت تحفظ عَلَى البَعل وَتكرم الضَيف، وَقَد وئدت في الجَاهليَة فَأَينَ أمنَا؟ فَقَالَ: أمكمَا في النَار. فَقَامَا وَقَد شَق ذَلكَ عَلَيهمَا، فَدَعَاهمَا رَسول الله صَلَى الله عَلَيه وَسَلَمَ فَرَجَعَا، فَقَالَ: أَلا أَنَ أمي مَعَ أمكمَا
    Dari Ibnu Mas’ud radliyallaahu ‘anhu ia berkata : Datang dua orang anak laki-laki Mulaikah – mereka berdua dari kalangan Anshar – lalu berkata :
    “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibu kami semasa hidupnya memelihara onta dan memuliakan tamu. Dia dibunuh di jaman Jahiliyyah. Dimana ibu kami sekarang berada ?”.
    Maka beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam menjawab :
    “Di neraka”.
    Lalu mereka berdiri dan merasa berat mendengar perkataan beliau. Lalu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam memanggil keduanya lalu berkata :
    “Bukankah ibuku bersama ibu kalian berdua (di neraka) ?”
    [Lihat Tafsir Ad-Durrul-Mantsur juz 4 halaman 298 – Diriwayatkan oleh Ahmad no. 3787, Thabarani dalam Al-Kabiir 10/98-99 no. 10017, Al-Bazzar 4/175 no. 3478, dan yang lainnya; shahih].

    • agus widodo
      Mei 28, 2012 pada 10:04 pm | #2

      Bagi yg sdh terbiasa mengkafirkan ayah bunda Nabi saw, coba renungkan do’a-do’a Nabi yg ada dalam Al Qur’an berikut ini:

      Robbanaghfir lii wa lii waalidayya wa lilmu’miniina yawma yaquumul hisaab

      “Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” [Ibrahim:41]

      Robbighfir lii wa li waalidayya wa li man dakhola baytiya mu’minan wa lilmu’miniina wal mu’minaati wa laa tazidizh zhoolimiina illa tabaaro

      Beranikah anda mengatakan Rasulullah mengkafirkan orang tuanya sendiri?

      sebab yang mengatakan orangtua rasulullah ada di neraka adalah rasulullah sendiri,
      عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ أَبِي قَالَ فِي النَّارِ فَلَمَّا قَفَّى دَعَاهُ فَقَالَ إِنَّ أَبِي وَأَبَاكَ فِي النَّارِ
      Dari Anas radliyallaahu ‘anhu : Bahwasannya ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam : “Wahai Rasulullah, dimanakah tempat ayahku (yang telah meninggal) sekarang berada ?”. Beliau menjawab : “Di neraka”. Ketika orang tersebut menyingkir, maka beliau memanggilnya lalu berkata : “Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka”. [HR. Muslim no. 203, Abu Dawud no. 4718, Ahmad no. 13861, Ibnu Hibban no. 578, Al-Baihaqi dalam Al-Kubraa no. 13856, Abu ‘Awanah no. 289, dan Abu Ya’la no. 3516].

      Beranikah anda mengatakan Rasulullah durhaka kepada orang tuanya, karena beliau tidak mendoakan kedua orang tuanya?
      عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم اسْتَأْذَنْتُ رَبِّي أَنْ أَسْتَغْفِرَ لِأُمِّي فَلَمْ يُؤْذَنْ لِي وَاسْتَأْذَنْتُهُ أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأُذِنَ لِي
      Dari Abi Hurairah radliyallaahu ’anhu ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam : ”Sesungguhnya aku telah memohon ijin Rabb-ku untuk memintakan ampun ibuku, dan Ia tidak mengijinkanku. Namun Ia mengijinkan aku untuk menziarahi kuburnya” [HR. Muslim no. 976, Abu Dawud no. 3234, An-Nasa’i dalam Ash-Shughraa no. 2034, Ibnu Majah no. 1572, dan Ahmad no. 9686].

      عن ابن مسعود رضي الله عنه قال “جاء ابنا مليكة – وهما من الأنصار – فقالا: يَا رَسولَ الله إنَ أمَنَا كَانَت تحفظ عَلَى البَعل وَتكرم الضَيف، وَقَد وئدت في الجَاهليَة فَأَينَ أمنَا؟ فَقَالَ: أمكمَا في النَار. فَقَامَا وَقَد شَق ذَلكَ عَلَيهمَا، فَدَعَاهمَا رَسول الله صَلَى الله عَلَيه وَسَلَمَ فَرَجَعَا، فَقَالَ: أَلا أَنَ أمي مَعَ أمكمَا
      Dari Ibnu Mas’ud radliyallaahu ‘anhu ia berkata : Datang dua orang anak laki-laki Mulaikah – mereka berdua dari kalangan Anshar – lalu berkata : “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibu kami semasa hidupnya memelihara onta dan memuliakan tamu. Dia dibunuh di jaman Jahiliyyah. Dimana ibu kami sekarang berada ?”. Maka beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam menjawab : “Di neraka”. Lalu mereka berdiri dan merasa berat mendengar perkataan beliau. Lalu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam memanggil keduanya lalu berkata : “Bukankah ibuku bersama ibu kalian berdua (di neraka) ?” [Lihat Tafsir Ad-Durrul-Mantsur juz 4 halaman 298 – Diriwayatkan oleh Ahmad no. 3787, Thabarani dalam Al-Kabiir 10/98-99 no. 10017, Al-Bazzar 4/175 no. 3478, dan yang lainnya; shahih].

      tolong sebutkan dalil anda, yang menunjukan kalau kedua orang tua rasulullah itu mati diatas iman,bukan diatas kesyirikan

      “Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.” [Nuh:28]

      Robbirhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo

      “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” [Al Israa’:24]

      Silahkan direnungkan supaya sembuh dari penyakit ketagihan mengkafirkan AYAH BUNDA Nabi Saw.

      • agus widodo
        Mei 29, 2012 pada 6:39 am | #3

        Apa Dalil dari Alqur’an itu masih kurang……..??

        Untuk mengamalkan islam ini, tidak cukup jika hanya berpegang dengan alquran saja, jika kita hanya berpegang pada alquran saja, kita akan tersesat, dan tidak bisa mengamalkan banyak dari ajaran islam itu sendiri,..

        apa betul?

        mau bukti??

        Mudah sekali,

        Shalat 5 waktu, mana dalilnya dari alquran tentang jumlah rakaatnya?
        Bacaan-bacaan dalam shalat, mana dalilnya dari alquran?

        Semuanya ada dalam sunnah, dalam hadits-hadits rasulullah yang shahih, sebagai penjelas dari alquran,

        yang lebih lucu, malah ada yang ngambil bukan dari alquran, bukan dari assunnah, tapi kreasi sendiri,..

        contohnya,.. buanyakkk… sekali,.. ngga usah dijelasin, nanti disangka memecah belah umat, menyalah-nyalahkan orang lain,.. padahal kita sedang menjelaskan amalan-amalan yang bukan berasal dari alquran, bukan juga dari assunnah yang shahih,

  2. rita
    Mei 22, 2012 pada 12:44 pm | #4

    assalamualikum

    wa’alaikumussalam warahmatullah

    saya mohon bantu doa,semoga allah segera mempertemukan saya dgn jodoh saya. saya ingin segera mengenapkan diin saya.

    mudah-mudahan Allah memberikan yang terbaik kepada anda,

    wasalam

    wa’alaikumussalam warahmatullah

    rita (duri-riau)

  3. zulk50
    Mei 17, 2012 pada 7:31 pm | #5

    Assalaamu’alaykum warahmatullah

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    ana mau bertanya: apakah sah jual beli dengan sistem “warung kejujuran”? Sistem jual beli ini memungkinkan pembeli untuk mengambil sendiri barang (yg sudah diletakkan penjualnya disuatu tempat), kemudian meletakkan uang sesuai dengan harga yg tertera, pd tempat yg juga sudah disediakan untuk membayarnya, tanpa adanya tatap muka secara langsung antara penjual dan pembelinya.

    Jika barang dan harganya sudah jelas, dan sdh ada kesepakatan, insya Allah sah jual belinya

    Lalu bagaimana pula membeli (misal minuman/makanan ringan) pada mesin otomatis, yg bisa dioperasikan setelah kita memasukkan sejumlah uang ke mesin tersebut? Mengingat zaman sekarang, tidak sedikit jual beli yang menggunakan sistem pembayaran yang serupa dengan ini.

    Jual beli seperti ini sah, karena barangnya sudah jelas, dan harga juga sudah jelas, dan pembelipun menyepakatinya, bukan seperti menjual kucing dalam karung,

    Jazakumullah khayran.

    waiyyaka

    • Yanto
      Mei 24, 2012 pada 4:59 am | #6

      Assalmu’alaikum warahmatullahi wabaro katuh….

      Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

      ustad, mengenai jual beli ataupun bisnis melalu internet (sistem online) bagaimana…? karena tidak bertemunya antara penjual dan pembeli….

      Boleh jual beli secara online, silahkan dengarkan sendiri penjelasannya di video ini

      terima kasih

      wassalamu’alaikum warohmatullahiwabarokatuh

      wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  4. christian
    Mei 15, 2012 pada 5:20 pm | #7

    maaf saya bertanya lagi…
    setelah membaca al-quran sebaiknya diakhiri dengan kata “cukup” atau membaca Subhanakallahumma wa bihamdika laa ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaika.karena di katakan membaca Shadaqallahul ‘azhim tidak ada dalil/hadist nya

    Rasulullah ketika selesai membaca alquran tidak mengucapkan shadaqallahu ‘adzim,

  5. christian
    Mei 15, 2012 pada 4:31 pm | #8

    assalamualaikum….
    saya ada beberapa pertanyaan yang membuat saya bimbang mengenai :
    1.masalah mengusap wajah setelah sholat.semua ulama salaf sepakat mengenai hukum mengusap wajah setelah sholat hukumnya bid’ah ( disertai dalil/hadist yang shaih),tetapi sebagian ulama juga mengatakan itu di perbolehkan mengusap wajah setelah sholat dari hadist shahih Dari Ibn Sunni Riwayat Anas ra, bahwa Rasul saw bila selesai dari shalat, beliau mengusap wajahnya dengan tangan kanannya, lalu berkata : ?Asyhadu an Laa ilaah illallahu Arrahmaanurrahiim, Allahumma Idzhib ?anniy alhammu walhazn?. (Al Adzkar Imam Nawawi hal.69).
    2.masalah amalan ibadah yg tidak di ajarkan oleh rosul yg kita ada-adakan menurut ulama salaf adalah bid’ah,sedang kan menurut ulama lain itu adalah sunah,seperti yg saya kutip dari tanya jawab majelis ro******* ( maaf di sensor untuk tidak menyakiti jamaah lain ):
    tanya:
    Apakah kita boleh menggunakan dalil-dalil yang tidak kuat atau dhoif maupun maudhu sebagai hujjah.?
    karena hal-hal tersebut diatas tentunya sangat menggangu sekali hati saya ini , sebab pengetahuan agama saya masih sangat minim dan ana mencoba terus bertanya kepada habieb setiap permasalahan yang saya temukan ditempat saya bekerja. mohon habieb mu**** yang dimulaikan Allah SWT kiranya bisa menjelaskan semuanya itu apakah memang benar yang dikatakan pengajar itu.
    jawab:
    saran saya, anda tak usah terlalu was was dengan pertanyaan mereka, berbuat hal dengan mengada ada tanpa dalil, selama itu baik, maka itu sunnah dan diperbolehkan Rasul saw sebagaimana Hadits beliau saw : ?Barangsiapa yg membuat buat didalam islam suatu bimbingan/ajaran yg baik, lalu diamalkan oleh orang orang sesudahnya, maka dituliskan baginya pahalanya sebagaimana yg mengamalkannya, dan tiadalah pahalanya dikurangi sedikitpun, dan barangsiapa yg membuat buat didalam islam, suatu bimbingan/ajaran yg buruk, dan lalu diamalkan oleh orang orang sesudahnya, maka dituliskan baginya dosanya sebagaimana yg mengamalkannya, dan tiadalah dosanya dikurangi sedikitpun?. (Shahih Muslim no.1017)

    wallahu a’lam

    saya sangat berharap pencerahannya atas pertanyaan di atas dikarenakan ke dangkalan ilmu agama saya.
    Jazakallahu Khairan Katsira…..

    Tidak boleh hadits yang lemah dijadikan dalil atau hujjah, apalagi hadits palsu dijadikan hujjah,
    Bukan permasalahan sepele, sebab itu sama saja berdusta atas nama Rasulullah,
    Ancaman berdusta atas nama rasulullah adalah, akan disiapkan tempat duduk dari api neraka bagi orang-orang yang berdusta atas nama Rasulullah,

    Hukum asal ibadah itu adalah terlarang/haram, sebelum ada dalil yang memerintahkannya,
    Jadi beribadah itu nunggu dalil, baru dikerjakan, selama tidak ada dalil yang memerintahkannya, maka jangan dikerjakan, sebab itu bisa menjerumuskan pelakunya kepada perbuatan bidah, dan semua bidah adalah kesesatan, walaupun dipandang baik oleh sebagian manusia,

    NIat yg baik saja tidaklah cukup, bukan baik menurut kita sebagai patokan, tapi baik menurut Allah dan Rasululullah, bukan baik menurut habib, atau ajengan, atau kyai, maupun tokoh2 tertentu,..

    Banyak sekali apa yg disampaikan oleh pak habib ini yang menyelisihi ajaran Rasulullah,
    Janganlah tertipu dengan nama, Majlis Rasulullah, .. tapi yang disampaikan bnyk yg menyelisihi ajaran rasulullah, contohnya sangat banyak, bisa dilihat disini http://www.firanda.com , ada beberapa bantahan artikel utk pak habib tsb,

    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  6. anti
    Mei 15, 2012 pada 10:56 am | #9

    assalamualikum Wr Wb

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

    bissmillah….
    begini saya mau tanya apa sih hukumnya mengidolakan seseorang?

    Tergantung siapa yang diidolakannya, dan untuk apa mengidolakannya, apakah yang diidolakan itu adalah orang yang bertakwa, ataukah orang-orang yang dimurkai oleh Allah? Cinta dan benci harus karena Allah,
    Kita mengidolakan seseorang, karena orang tersebut bertakwa kepada Allah, sebab diakherat nanti, kita akan dikumpulkan bersama orang-orang yang kita idolakan,

    trus gimana hukumnya memandang seorang lelaki yang bukan mukhrimnya yang bisa membangkitkan syahwat kita.? saya sangat butuh jawabannya
    terimaksih :)

    Memandang laki-laki yang bukan mahram hukumnya adalah haram, wajib bagi kita untuk menundukan pandangan dari lawan jenis kita yang bukan mahram,

    Seandainya itu mahram kita, tapi bisa membangkitkan syahwat, itu juga dilarang, apalagi orang-orang yang sudah jelas-jelas bukan mahram kita,

    Bertakwalah, atau menikah saja agar kita bisa membendung fitnah syahwat yang begitu besar pada jaman ini,

    • anti
      Mei 16, 2012 pada 12:13 am | #10

      hmmm mav, saya mau ajukan pertanyaan lagi,
      1. yang diidolakan itu seorang penyanyi korea, biasanya kalau udah lht foto mereka atau lht mereka di tv, rasanya tuh kaya pengen ketemu, jadi gimana dong?

      Tidak boleh kita sebagai orang islam mengidolakan orang-orang kafir, apalagi dia seorang penyanyi, padahal menyanyi diharamkan dalam islam,
      Itulah salahsatu perangkap setan, makanya tidak usah menonton televisi, karena acara televisi yang ada di indonesia lebih dari 90 % adalah merusak moral bangsa ini.

      Dan nyanyian dan alat musik, itu adalah salah satu senjata orang kafir buat menyerang kaum muslimin,..

      2. saya belum siap menikah, saya ini baru mau masuk sma, nah pada saat seperti inilah kebanyakan orang hawa nafsunya sangat besar seperti pacaran nah kalau yang berpacaran itu yang cman lewat hp gimana?

      Pelajarilah ilmu agama, sekarang media sangat banyak, ada buku,majalah,radio,dan internet, itu bisa dijadikan sarana tuk belajar.
      Jika anda mau, saya akan kasih tahu tempat yg dekat dgn tempat tinggal anda tuk mempelajari agama ini.
      Untuk majalah remaja, anda bisa membeli majalah Elfata

      Bentengi diri kita dgn ilmu agama, jangan berpacaran , baik pacaran ketemu langsung, atau via hape, jagalah pergaulan anda. memilih teman yang baik agamanya,.. jangan bergaul dengan lawan jenis kita, justru kita disuruh menundukan pandangan dari lawan jenis kita,

      kalau boleh, kasih tahu dimana tinggalnya, biar nanti saya kasih tahu tempat kajian yg dekat dgn rumah anda, terimakasih

      • anti
        Mei 18, 2012 pada 11:24 am | #11

        saya ingin mengucapkan banyak terimaksih karna sudah menjawab pertanyaan saya tapi saya masih punya banyak, sebenarnya sebelum menghadapi ujian tanpa sengaja saya mendapatkan artikel mengenai islam, dan artikel itu mampu merubah saya.

        alhamdulillah saya sudah jrng menonton tv karena dampak buruknya, saya juga ingin mengajukan pertanyaan lagi mengenai pertemanan antara perempuan dan laki” dan sampaimana batasanya?,

        Tidak boleh laki-laki dan perempuan yang bukan mahram menjalin pertemanan, bertemanlah dengan teman-teman wanita yang shalih, demikian juga laki-laki bertemanlah dengan laki-laki yang shalih,. sebab setan sangat pandai menjerumuskan manusia melalui jalan pertemanan laki-laki dan perempuan..

        Tidaklah timbul rasa suka kecuali akibat pertemanan laki-laki dan perempuan,.. setelah suka, tak jarang berlanjut ke maksiat berikutnya, yaitu pacaran, kemudian berlanjut ke maksiat yang lebih berat lagi,hingga akhirnya zina tdk terelakan lagi,. itulah salah satu cara-cara setan menjerumuskan manusia kedalam perzinaan,

        Jika anda sudah ingin menikah, islam sudah mengatur tatacaranya,bukan melalui jalan pacaran,.. tidak ada dalam islam yang disebut pacaran islami,.

        dan terimakasih juga sudah mau membantu mencarikan tempat kajian sebenarnya sejak selesai ujian, saya sdh malas keluar rmh, karna saat saya keluar rumah saya tidak tahu harus menggunakan pakaian mana untuk menutupi aurat saya, jadinya malah ribet makanya saya memutuskan untuk tetap tinggal d rmh sj. disini tempat kajiannya sangat jauh (mungkin, karna saya juga tdk tahu dimana), lagi pula bagi saya internet sudah cukup bagi saya untuk memperluas mempelajari islam, untuk saat ini.

        Kalau boleh tahu, dimana lokasinya, insya Allah ngga akan saya sebutkan tempat tinggalnya, saya hanya akan ngasih tahu lokasi kajian yg dekat,

        alhamdulillah media tuk mempelajari agama ini sudah tersebar,
        anda bisa mendengarkan ceramah kajian di http://www.kajian.net
        bisa menyimak radio di http://www.radiorodja.com , bisa download rekaman kajiannya juga,
        ingin artikel tanya jawab, bisa lihat http://www.konsultasisyariah.com
        bisa baca artikel yg dikelola oleh muslimah, di http://www.muslimah.or.id
        dan masih sangat banyak lagi,

        tivi juga sudah ada, bisa dilihat melalui parabola, ada rodja tv dan insan tv

        sekali lagi terimakasihbanyak, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatu.

        wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

  7. Yanto
    Mei 14, 2012 pada 3:05 am | #12

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    tolong di jelaskan tentang zakat pendapatan(penghasilan) dan zakat yang lainnya menurut hadist atau ijma’ para ulama..

    Untuk zakat pendapatan/profesi, silahkan baca di link ini

    • Yanto
      Mei 21, 2012 pada 12:53 am | #13

      pak ustadz, maaf linknya tidak dapat di buka…. “Maaf, tidak ada tulisan yang cocok dengan kriteria Anda”

      link yg mana ya?

      • Yanto
        Mei 21, 2012 pada 6:11 am | #14

        yang zakat professi, Alhamdulillah sudah bisa di buka…

        oya ustadz, td saya baca di tentang keutamaan surat dalanm Al-Qur’an 10 Surah dapat Menghalang daripada 10 ujian Besar Allah.

        1- Surah Al-Fatihah …dapat memadam kemurkaan Allah SWT.

        2- Surah Yasin dapat menghilangkan rasa dahaga atau kehausan pada hari Kiamat.

        3- Surah Dukhan dapat membantu kita ketika menghadapi ujian Allah SWT pada hari kiamat.

        4- Surah Al-Waqiah dapat melindungi kita daripada ditimpa kesusahan atau fakir.

        5- Surah Al-Mulk dapat meringankan azab di dalam kubur. 6- Surah Al-Kauthar dapat merelaikan segala perbalahan.

        7- Surah Al-Kafirun dapat menghalang kita daripada menjadi kafir ketika menghadapi kematian.

        8- Surah Al-Ikhlas dapat melindungi kita daripada menjadi golongan munafiq.

        9- Surah Al-Falq dapat menghapuskan perasaan hasad dengki.

        10- Surah An-Nas dapat melindungi kita daripada ditimpa penyakit

        apakah ini benar…?
        apa ada hadist yang menerangkannnya…?

        Siapa penyusun atau yang menulis buku yang memuat ttg keutamaan ayat alquran tsb?
        Selama tidak ada hadits atau keterangan dari Rasulullah yang menjelaskan tentang hal tersebut, maka kita tidak usah mempercayai apa yg disampaikan orang tersebut,

        Ada juga keterangan dari Rasulullah tentang surat tertentu, seperti membaca surat Alkahfi di hari jumat, itu dapat membentengi kita dari fitnah dajjal,

  8. Widy
    April 9, 2012 pada 5:00 pm | #15

    Sebab utama Syi’ah bisa masuk ke Indonesia adalah (dengan) membungkus ‘aqidah mereka dengan TAQIYYAH, lalu dibungkus lagi dengan ajaran-ajaran SUFI.
    apakah sufi ajaran yang harus di waspadai sebagaimana postingan bahawa harus wapada terhadap SYIAH ?

    Betul, sufi adalah aliran yang mengajarkan kesyirikan,penymbahan terhadap kuburan, dan di indonesia sangat banyak kuburan-kuburan yang disembah atau dikeramatkan,.. padahal kesyirikan adalah dosa yang tidak diampuni oleh Allah, dan penyebab seseorang kekal di neraka,

    Dan syiah dan sufi sama-sama membenci dakwah dengan pemahaman para sahabat, sehingga wajar merekapun gencar menuduh dakwah salaf adalah dakwah wahhabi,..

    Padahal tuduhan mereka jauh dari ilmu, hanya kedustaan belaka, silahkan baca dan dengarkan penjelasannya disini,

    [audio http://archive.org/download/MenepisTuduhanDakwahSalafiyahDakwahWahabiyah/MenepisTuduhanDakwahSalafiyahDakwahWahabiyah_ustadzBadrusalam.mp3 |width=250|bg=0xde43e9 |leftbg=0x357DCE|lefticon=0xF2F2F2|rightbg=0xff3361|rightbghover=0xde43e9|righticon=0x002ded|righticonhover=0x46ff33|text=0x357DCE|slider=0xff3361|track=0xFFFFFF|border=0x46ff33|loader=0xffff00 |titles=Menjawab Tuduhan wahabi terhadap dakwah salaf |artists=ust badrusalam.]

    DOWLOAD DENGAN MENG KLIK LINK INI

    kajian ini merupakan bantahan terhadap buku yang ditulis oleh syaikh idahram alias marhadi, orang binaan pak said aqil sirad, (menurut pengakuan pak said aqil sirad sendiri )

  9. Nuryanto
    April 9, 2012 pada 5:51 am | #16

    Assalamu’alaikum Wr.Wb…..?

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

    Pak,Apakah boleh saya mengucapkan salam dngan saya singkat “Assalamu’alaikum Wr.Wb…..?” Seperti diatas..?

    Sebaiknya sih tidak usah disingkat, ditulis lengkap, atau cukup assalamu’alaikum, kalau dilengkapi itu lebih afdhal,

    dan apakah adzan magrib merupakan batasan orang untuk berbuka saumnya..? karena selama ini yang ada di masyarakat setelah orang mendengarkan adzan langsung berbuka.

    Batasan berbuka bukan setelah terdengar adzan, akan tetapi setelah matahari terbenam,
    Kalau nunggu adzan, gimana dengan tukang adzan, masa adzan dulu baru berbuka,.. padahal yang disyariatkan adalah begitu tenggelamnya matahari, lalu berbuka,.. jika sebagai muadzin, ya berbuka dulu dengan minum atau beberapa butir kurma, baru adzan,

    oya ustadz, macam2 sholat sunah itu apa aja ya yang meniru Rasulullah SAW.

    (sebaiknya nulis salam jangan disingkat, ada pahala jika menuliskan lengkap, “shalallahu ‘alaihi wasalam” tinggal copas saja,)

    Banyak, ada shalat sunnah rawatib, yaitu shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu, shalat tahiyatul masjid,shalat tahajjud,shalat witir,shalat syukur wudhu, insya allah nanti kita posting,

    Trima kasih

    Wassalamu’alaikum Wr.Wb

    Wassalamu’alaikumu warahmatullahi wabarakatuh

  10. Yanto
    April 5, 2012 pada 1:46 am | #17

    Trima kasih penjelasaanya tentang Saum Senin – Kamis.

    Wassalamu’alaikum Wr, Wb

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  11. Yanto
    April 4, 2012 pada 1:27 am | #18

    apakah pada ibadah sunah puasa senin-kamis karena untuk memperingati kelahiran Rasulullah SAW (pada seninnya) dan karena setiap amal di tutup amalmnya pada hari kamis..?

    kalau memang Rasulullah mencontohkan puasa kelahiran (Senin) berarti kalau saya lahir hari minggu saya saumnya hari minggu ya…?

    Apakah ada anjurannya atau dalilnya tuk puasa di hari kelahiran?
    Para sahabat lebih mengetahui tentang puasa yang rasulullah lakukan,.. akan tetapi tidak kita dapati Abu Bakar melakukan puasa di hari kelahirannya, atau Umar berpuasa di hari kelahirannya, utsman,ali, atau aisyah dan istri-istri Rasulullah, tidak kita dapati mereka melakukannya,

    Jadi jika ingin selamat, ikutilah amalan para sahabat, jika ingin melakukan puasa senin kamis, lakukanlah karena ingin melaksanakan perintah Rasulullah, bukan dalam rangka puasa dihari kelahiran kita sendiri-sendiri,

    Memahami dalil tidak boleh sepotong-sepotong, berikut beberapa dalil tentang puasa senin-kamis

    ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيهِ

    “Hari tersebut adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkannya wahyu untukku.”[HR. Muslim no. 1162.]

    [Dalil kedua]

    Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ

    “Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.”[HR. Tirmidzi no. 747. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih lighoirihi (shahih dilihat dari jalur lainnya). Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1041.]

    [Dalil ketiga]

    Dari ‘Aisyah, beliau mengatakan,

    إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يَتَحَرَّى صِيَامَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ.

    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menaruh pilihan berpuasa pada hari senin dan kamis.”[HR. An Nasai no. 2360 dan Ibnu Majah no. 1739. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahihul Jaami’ no. 4897.]

    Faedah Puasa Senin-Kamis

    1. Beramal pada waktu utama yaitu ketika catatan amal dihadapkan di hadapan Allah.
    2. Kemaslahatan untuk badan dikarenakan ada waktu istirahat setiap pekannya.

    JADI, tidak boleh puasa di hari kelahiran kita, itu merupakan perbuatan bidah,

  12. Yanto
    April 3, 2012 pada 5:24 am | #19

    Aslamu’alikum Wr.Wb..?

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    apakah wanita yang hamil di luar pernikahan (Hamil terlebih dahulu sebelum menikah/Zina) boleh dinikahkan selama dia hamil (Belum melahirkan)…?

    untuk lebih luasnya silahkan baca disini

    Atau disini

  13. Nuryanto
    April 3, 2012 pada 5:20 am | #20

    apakah cara sholat wanita dan pria berbeda, kalau berbeda dimana letak perbedaannya…?

    Tatacara shalat antara laki-laki dan perempuan adalah sama, tidak ada perbedaan, wallahu a’lam

  14. Nuryanto
    Maret 29, 2012 pada 7:48 am | #21

    Asslmu’lakum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    maaf ya klo saya bolak-balik nanya terus…, dalam Sholat waktu sujud bagaimana posisi tumit, apakah merapat atau terbuka lebar pada umumnya,

    Ketika posisi sujud, kaki dirapatkan, bukan membuka lebar, silahkan anda membaca dibuku sifat shalat nabi, penyusun Syaikh Muhammad Nasiruddin Albani,

    dan juga apakah waktu mau berdiri dari rokaat 1 dan atau 3 (bukan magrib) langsung berdiri atau duduk terlebih dahulu..? klau duduk terlebih dahulu bagaimana posisinya terangkan sesuai hadist ya,

    Betul, duduk istirahat, yaitu duduk sebentar sebelum berdiri, kemudian pas mau berdiri kita bersangga pada tangan, baik dengan menggenggam, atau tidak, untuk selengkapnya, silahkan lihat postingan tata cara shalat disini

    Video tatacara shalat dan wudhu yang diajarkan oleh Rasulullah

    Trima kasih

    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

  15. Jumadi
    Maret 23, 2012 pada 9:46 am | #22

    Assalamu’alaikum …

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    saya mau bertanya
    Saya mempunyai teman yang telah beristri dan dikaruniai 3 orang anak kemudian teman saya ini berzinah pula dengan adik iparnya sampai hamil dan melahirkan. Adik ipar teman saya ini tinggal serumah dengannya. Tiga tahun kemudian istrinya meninggal dunia lalu ia menikahi adik iparnya ….
    Sekarang ini anak hasil berzinah itu sudah menikah dan sudah mempunyai anak, pertanyaannya Pak Ustadz : Wajibkah teman saya ini berterusterang kepada anak hasil zinahnya bahwa anak tersebut adalah akibat perbuatan maksiatnya di masa lalu …
    Terima kasih sebelumnya …

    Apakah anak hasil zina yang sudah menikah itu perempuan? Jika anak hasil zina tersebut perempuan, maka anak tersebut tidak dinasabkan kepada laki-laki yang menzinahi, jadi nasabnya kepada ibunya,

    Akibatnya, ketika si anak ini menikah, maka laki-laki yang menzinai sehingga lahir sang anak tsb, tidak boleh menjadi walinya, jadi harus wali hakim (dalam hal ini adalah KUA) , dan sang anak juga tidak ada bagian waris dari laki-laki tersebut,

    Jika dulu ketika akad nikah yang menjadi wali adalah laki-laki tersebut, maka nikahnya tidak sah, dan dianggap berzina, jadi nikahnya harus diulang dengan wali hakim, jika tidak, maka sang anak berzina selama-lamanya,

    wallahu a’lam,..

  16. Nuryanto
    Maret 15, 2012 pada 6:13 am | #23

    Asalalamu’alakum wr.wb….?

    Wa’alaikumussaam warahmatullahi wabarakatuh

    saya mau nanya lagi ni, saat sholat pada tahiyat awal dan akhir kita mengacungkan telujuk mulai dari awal membaca attahiyat…. atau setelah mebaca Allahummma sholi ‘ala muhammad….? apakah ada sunnah untuk menggerakkan jari telunuk kita atau diam tidak di gerakkan selama kita mengacungkannya..?

    Berisyarat dengan jari telunjuk dimulai ketika membaca doa tahiyat, dari awal hingga akhir, sedangkan yang berisyarat dengan jari telunjuk ketika membaca shalawat, itu tidak ada contohnya dari rasulullah, tapi mengikuti contoh nenek moyang saja,.. maka dari itu, pelajarilah sifat shalat nabi,..
    bisa dilihat di postingan ini

    Cara berisyarat dengan jari telunjuk, bisa dilihat di video ini

    apakah orang yang telah hilang wudhunya dan wanita haidz tidak boleh menyentuh Al-Qur’an..?

    tidak ada dalil yang melarang tuk menyentuh alquran bagi wanita seperti diatas, silahkan baca disini

    trima kasih..
    Assalamu’alakum wr.wb…..

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  17. alwan
    Maret 12, 2012 pada 2:50 pm | #24

    ana sangat suka baca blog ni. trim moga bermanfaat bagi umat

  18. Hasan
    Maret 12, 2012 pada 5:36 am | #25

    Assalamua’alaikum….

    Wa’alaikumussalam warahmatullahiwabarakatuh

    jazakalloh khoiron.. atas jawaban pertanyaan sebelumnya
    ana mau tanya lagi boleh ya akh? :-)

    bagaimana hukumnya jika membantu membuatkan Tugas Akhir (sekripsi) seseorang
    dengan imbalan uang
    demikian jazakalloh khoiron…..

    Belum jelas maksud membantunya, apakah membantu pengetikannya, seperti jasa-jasa pengetikan, ataukah bimbingan, ataukah anda sendiri yang mengerjakannya,.. tolong dijelaskan,

  19. andre_bagajo
    Maret 5, 2012 pada 1:36 pm | #26

    mengapa file ms word tidak bisa dibuka?

    maksudnya ngga bisa dibuka dimana?

  20. hafid hadilang
    Maret 5, 2012 pada 1:32 pm | #27

    Assalamu alaikum wr.wb

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

    Kemarin sy punya tmn yg menanyakn tentang hukum tentang halal ato haramnya oral sex dgn istri..??
    Mohon bantuannya
    Jazakumullahu khoiro

    silahkan baca link ini

  21. Riz
    Februari 27, 2012 pada 12:43 pm | #28

    assalamualaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    nama saya riz##, saya telah melakukan perbuatan jinah, saya telah membaca artikel anda yang ini:
    http://aslibumiayu.wordpress.com/2011/02/19/akibat-buruk-zina-dan-bagaimana-cara-taubatnya/
    jujur saya kurang mengerti, mohon dengan sangat anda bisa sms saya di 08578100##### untuk membantu saya bertaubat, saya sangat memohon, semoga allah membalas kebaikan anda, terimakasih

    Mudah-mudahan Allah menunjuki dan mempermudah anda tuk bertaubat dengan taubat yang sebenar-benarnya (taubat nasuha)
    cara taubat dari perbuatan tsb, sdh dijelskan di postingan tsb, dan mudah-mudahan anda mau mengikuti saran saya yg sdh saya kirimkan via sms

  22. hazby
    Februari 25, 2012 pada 2:37 pm | #29

    assalamu’alaikum,

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,

    saya mau tanya apakah dalam islam ada amalan tarekoh n ilmu ma’rifat n apa itu tarekoh n ilmu ma’rifat n apakah Rosululloh saw n para sahabatnya menganjurkan n apakah ada dalil atau haditsnya y shahih saya orang awam tolong penjelasan ustadz,sebelumnya terima kasih

    silahkan dibaca disini

    semua itu adalah pemahaman sufi/tasawuf, apakah itu ajaran rasulullah, silahkan baca disini

    wassalamu’alaikum warohmatullohi wabratu,….

    • hazby
      Februari 28, 2012 pada 12:09 am | #30

      assalamu’alaikum wr.wb

      Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

      Sebelumnya terima kasih atas balasan pertanyaan kemarin n saya sudah membacanya,tapi kali ini saya mau bertanya lagi n sekiranya ustadz tidak bosan dengan pertanyaan saya n ini masih sambungan pertanyaan yang kemarin,…

      Tapi mengapa masih banyak sekali di negeri kita n sering sekali saya jumpai acara dzikir y di sebut torekoh n itu katanya memang ajaranx para ulama,n mereka sangat khusuk dengan dzikir2 yang banyak n ga tau saya jumlahnya?

      bagaimana itu ustadz?

      saya sebagai orang awan bingung di buatnya karena katanya orang awam dengan orang y ikut torekoh katanya pahala dzikirnya 1 banding 500 per dzikir,jadi orang awan ucapin dzikir 1 phla 1 n orang torekoh dzikir 1 phla 500,semoga Alloh SWT menunjukanku jalan y lurus n benar,……tolong di jelaskan ustadz?

      Terima kasih sebelumnya

      Kebenaran bukanlah apa yang dilakukan oleh orang banyak yang tidak ada sumbernya dari Rasulullah,

      Makanya biar ngga bingung, pelajarilah kebenaran itu, bukan melihat kepada orang-orang yang melakukan perbuatan-perbuatan yang membuat kita jadi bingung,..

      Semua dzikir-dzikir sudah rasulullah ajarkan, tidak ada yang terlewat satupun,.. jadi pelajarilah dzikir-dzikir yang pernah diajarkan oleh Rasulullah,.. bukan melihat praktek-praktek dzikir yg dilakukan oleh sebagian masyarakat indonesia, yg itu tidak ada sumbernya dari rasulullah,..

      Anda bisa membeli buku wirid dan dzikir dari alquran dan dari hadits-hadits yg shahih, ada catatan kaki buat rujukannya, silahkan beli buku “Dzikir Dan Wirid, mengobati guna-guna dan sihir” penyusun ust yazid bin abdul qadir jawaz, harga kisaran 60 ribuan, disitu termuat dzikir dari kita bangun tidur, hingga kita mau tidur,.. silahkan dipelajari,

      Wassalamu’alaikum wr.wb

      Wa’alaikumussalam warahmatullahai wabarakatuh,

      buka link ini juga

  23. Nuryanto
    Februari 22, 2012 pada 3:55 am | #31

    Assalamu’alikum Wr.Wb….?

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

    Ustadz, tlng di jelaskan tentang sholat tasbih, bagaimana caranya dan waktu pengerjaannya…?
    trima kasih….

    sudah diposting kok disini

    Wassalamu’alkum wr.wb..

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabaraktuh

  24. Nuryanto
    Februari 10, 2012 pada 3:39 am | #32

    Assalamu’alaikum Wr.wb…?

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Mohon di terang kan tata cara Aqiqah sesuai dengan ajaran islam…?
    Semisal tidak bisa 7 hari kelahiran apakah boleh Aqiqah ini di ganti dengan hari yang lain, misal 1 tahun setelah kelahiran…?

    akikah dilakukan di hari ke 7, atau 14, atau 21
    selengkapnya bisa lihat disini

    Trima kasih

    Wassalamu’alaikum Wr.Wb…

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  25. yantodray
    Januari 29, 2012 pada 10:37 am | #33

    Bismillah,Assalamu’alaikum….apa saja yg kita lakukan/kerjakan kalo ziarah kubur,dan bacaan doa apa yg menurut syar’i…jazakallahu khairan..akhi

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    Pertama: Hendaknya mengingat tujuan utama berziarah

    Ingatlah selalu hikmah disyari’atkannya ziarah kubur, yakni untuk mengambil pelajaran dan mengingat kematian.

    Imam Ash Shan’ani rahimahullah berkata : “Semua hadits di atas menunjukkan akan disyari’atkannya ziarah kubur dan menjelaskan hikmah dari ziarah kubur, yakni untuk mengambil pelajaran seperti di dalam hadits Ibnu Mas’ud (yang artinya) : “Karena di dalam ziarah terdapat pelajaran dan peringatan terhadap akhirat dan membuat zuhud terhadap dunia”. Jika tujuan ini tidak tercapai, maka ziarah tersebut bukanlah ziarah yang diinginkan secara syari’at”[17]

    Kedua: Tidak boleh melakukan safar untuk berziarah

    Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

    لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ: المَسْجِدِ الحَرَامِ، وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَمَسْجِدِ الأَقْصَى

    “Janganlah melakukan perjalanan jauh (dalam rangka ibadah, ed) kecuali ke tiga masjid : Masjidil Haram, Masjid Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam (Masjid Nabawi), dan Masjidil Aqsha”[18]

    Ketiga: Mengucapkan salam ketika masuk kompleks pekuburan

    “Dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu, dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan mereka (para shahabat) jika mereka keluar menuju pekuburan agar mengucapkan :

    اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ لَلاَحِقُوْنَ نَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

    “Salam keselamatan atas penghuni rumah-rumah (kuburan) dan kaum mu’minin dan muslimin, mudah-mudahan Allah merahmati orang-orang yang terdahulu dari kita dan orang-orang yang belakangan, dan kami Insya Allah akan menyusul kalian, kami memohon kepada Allah keselamatan bagi kami dan bagi kalian”[19]

    Keempat: Tidak memakai sandal ketika memasuki pekuburan

    Dari shahabat Basyir bin Khashashiyah radhiyallahu ‘anhu : “Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang berjalan, tiba-tiba beliau melihat seseorang sedang berjalan diantara kuburan dengan memakai sandal. Lalu Rasulullah bersabda,

    يَا صَاحِبَ السِّبْتِيَّتَيْنِ، وَيْحَكَ أَلْقِ سِبْتِيَّتَيْكَ» فَنَظَرَ الرَّجُلُ فَلَمَّا عَرَفَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَلَعَهُمَا فَرَمَى بِهِمَا

    “Wahai pemakai sandal, celakalah engkau! Lepaskan sandalmu!” Lalu orang tersebut melihat (orang yang meneriakinya). Tatkala ia mengenali (kalau orang itu adalah) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia melepas kedua sandalnya dan melemparnya”[20]

    Kelima: Tidak duduk di atas kuburan dan menginjaknya

    Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    لَأَنْ يَجْلِسَ أَحَدُكُمْ عَلَى جَمْرَةٍ فَتُحْرِقَ ثِيَابَهُ، فَتَخْلُصَ إِلَى جِلْدِهِ، خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَجْلِسَ عَلَى قَبْرٍ

    “Sungguh jika salah seorang dari kalian duduk di atas bara api sehingga membakar bajunya dan menembus kulitnya, itu lebih baik daripada duduk di atas kubur”[21]

    Keenam: Mendo’akan mayit jika dia seorang muslim

    Telah lewat haditsnya di footnote no. 14. Adapun jika mayit adalah orang kafir, maka tidak boleh mendo’akannya.

    Ketujuh: Boleh mengangkat tangan ketika mendo’akan mayit tetapi tidak boleh menghadap kuburnya ketika mendo’akannya (yang dituntunkan adalah menghadap kiblat)

    Hal ini berdasarkan hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ketika beliau mengutus Barirah untuk membuntuti Nabi yang pergi ke Baqi’ Al Gharqad. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berhenti di dekat Baqi’, lalu mengangkat tangan beliau untuk mendo’akan mereka.[22] Dan ketika berdo’a, hendaknya tidak menghadap kubur karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang shalat menghadap kuburan. Sedangkan do’a adalah intisari sholat.

    Kedelapan: Tidak mengucapkan al hujr

    Telah lewat keterangan dari Imam An Nawawi rahimahullah bahwa al hujr adalah ucapan yang bathil. Syaikh Al Albani rahimahullah mengatakan : “Tidaklah samar lagi bahwa apa yang orang-orang awam lakukan ketika berziarah semisal berdo’a pada mayit, beristighotsah kepadanya, dan meminta sesuatu kepada Allah dengan perantaranya, adalah termasuk al hujr yang paling berat dan ucapan bathil yang paling besar. Maka wajib bagi para ulama untuk menjelaskan kepada mereka tentang hukum Allah dalam hal itu. Dan memahamkan mereka tentang ziarah yang disyari’atkan dan tujuan syar’i dari ziarah tersebut”[23]

    Kesembilan: Diperbolehkan menangis tetapi tidak boleh meratapi mayit

    Menangis yang wajar diperbolehkan sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menangis ketika menziarahi kubur ibu beliau sehingga membuat orang-orang disekitar beliau ikut menangis. Tetapi jika sampai tingkat meratapi mayit, menangis dengan histeris, menampar pipi, merobek kerah, maka hal ini diharamkan.


    Untuk selengkapnya silahkan baca di link ini

    Jazakallahu khairan telah sudi mampir di blog ini

  26. Abu Falejs
    Januari 27, 2012 pada 3:55 pm | #34

    admin blog :
    berdasarkan komentar-komentar antum, ana melihat antum terkena syubhat orang-orang yang mempunyai pemahaman ***[b]KHAWARIJ[/B]***, yang mudah mengkafirkan penguasa, dan ujung-ujungnya memberontak kepada penguasa, melakukan teror dengan bom frustasinya (ASTAGHFIRULLAH AL ADZIM) atau bom bunuh diri (MASYA ALLAH), bukan bom jihad (WALLAHU ‘ALAM HANYA ALLAH YG TAU INI JIHAD ATAU, ITU BUKAN JIHAD) ,

    Bom bunuh diri tetaplah bom bunuh diri,.. meledakkan bom kok di negara muslim,
    Kasihan para pemuda tersebut, yang didoktrin dengan bidadari surga,..
    Bom bunuh diri bukan jihad,..

    Seorang muslim itu pemberani, perang ya perang, bukan dengan meledakkan diri sendiri, apalagi yg terakhir, meledakkan diri di dalam masjid ketika sedang shalat jumat,.. inna lillahi wa inna ilaihi raji’uun…

    Inikah yg dinamakan jihad?

    itu bom orang stress akhi,

    waahhh mulai ngatain khawarij nih .. hehehehe
    gak masalah akh.. Dr kutipan ente diatas juga.. seharusnya ente bisa buka mata!!!

    ngga ada statement ana yg mengatakan anta khawarij, tapi terkena syubhat orang-orang yang berpemahaman khawarij, beda, antara terkena syubhat, dan vonis anta khawarij,

    perhatikan lagi, berdasarkan komentar-komentar antum, ana melihat antum terkena syubhat orang-orang yang mempunyai pemahaman khawarij

    ente mengutip: “… selama tidak diperintah berbuat maksiat. Jika diperintah berbuat maksiat, maka tidak boleh patuh dan taat. [HR Bukhari dan Muslim].”

    Apakah menghalalkan riba, judi, miras, tidak kembali kepada Al-quran dan Hadist saat berlainan pendapat / saat memutuskan sesuatu dan mengharamkan POLIGAMI, bukan perbuatan maksiaT???

    akhi, apakah membuka aib penguasa bukan maksiat, buka juga mata anda,.. sadarlah akhi,

    Ente mengutip: “Tidak boleh memberontak kepada penguasa kecuali dengan dua syarat. Pertama, telah tampak kekafiran secara nyata pada penguasa itu, dan memiliki keterangan yang jelas (tentang kekafirannya itu) dari Allah (Al Qur’an) dan As Sunnah. Kedua, memiliki kemampuan untuk menggantikan penguasa tersebut, tanpa harus merugikan rakyat banyak.”

    Apakah merubah syariat Allah bukan bentuk kekafiran yg nyata???
    Buka hatimu yaa akhi..

    akhi, apakah membuka aib penguasa bukan maksiat, buka juga mata anda,.. sadarlah akhi,

    Wahai saudaraku.. Cukup sekian pembahasan kita.. Gak masalah ente mau balas atau tidak yg pasti ane ga akan balas lagi.. Ane khawatir bukan hanya kata2 khawarij saja yg keluar dari mulut ente utk ane. Padahal semua yg ana quote dari al-quran yg di syarah Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahab dan Syarah hadits dari para ulama salaf…

    Ane mencukupkan diri utk hal ini… Semoga Allah menunjukkan kita kebenaran, dan semoga Allah tidak mengunci mati hati kita. Dan semoga Allah menjauhkan kita dari sifat taqlid buta. Aamiin..

    NB: Jangan gampang ngatain khawarij lah… Nanti kalo ada yg bales ngatain Murji’ah marah ga?? Hehehehe

    ===***Sekian***===

    ana ngga pernah mengatakan anda khawarij, hanya terkena syubhat orang-orang yang berpemahaman khawarij,

    Saya tanyakan kepada anda, apa yg anda lakukan terhadap penguasa, ini hukum apa yg sedang anda pakai?
    tolong tunjukan pendahulu anda dari kalangan sahabat atau ulama ahlussunnah yg melakukan sebagaimana yg anda lakukan,..

    • Randy, Abu Ahdy
      Januari 28, 2012 pada 3:55 am | #35

      Mudah-mudahan kami bisa meneladani seperti yang diajarkan oleh Syaikh Abdullah Azzam, berperang melawan kaum kafir dengan jihad yang sebenarnya…

      Oh, teladan anda adalah syaikh abdullah azzam ya? oh pantes, wajar anda bersikap seperti itu, anggapan ana betul, melihat komentar-komentar antum,.. ana sudah menduga sebelumnya, karena memang orang-orang yg terpengaruh dgn syubhat orang-orang yg mempunyai pemikiran khawarij senjatanya memang itu-itu aja,..

      Kalau di indonesia mungkin antum salah satu pengikut aman abdurrahman juga ya? ana menduga sih seprti itu,
      Kasihan memang,..

      Mudah-mudahan kita bisa meneladani para sahabat Rasulullah dalam bersikap kepada penguasa
      Mudah-mudahan kita dijauhkan dari binasa karena melawan atau memberontak kepada penguasa
      Mudah-mudahan Allah berikan petunjuk kepada pemuda-pemuda yang terdoktrin dengan paham-paham khawarij, sehingga mereka mengorbankan jiwa raga mereka secara hina, dengan melakukan bom bunuh diri

    • hasan
      Maret 10, 2012 pada 11:52 pm | #36

      Assalamu’alaikum…..

      wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

      ana mau tanya, apakah benar jika siksa kubur seorang yang bunuh diri adalah sama dengan pada saat dia bunuh diri? (misal orang yang melakukan bom bunuh diri akan disiksa dalam kuburnya yaitu ngebom diri sendiri sampai hari kiamat)
      mohon penjelasannya
      Jazakumulloh…

      Silahkan baca postingan terbaru, disini

  27. Abu Falejs As Sayegh Jibreel
    Januari 26, 2012 pada 3:17 am | #37

    Randy, Abu Ahdy :
    Afwan akh, baca yang satu ini jadi sedikit gimana ya…
    Anta yakin pemerintah kita ulil amr yang dimaksud Rasulullah

    Jazakallahu khairan atas komentarnya,

    Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul(Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS. 4:59)
    Afwan akh, tau sndiri yang dimaksud ulil amr dinegara ini kan maunya menghalalkan segala cara, dan sedikit banget bahkan langka dari mereka yang berada DIATAS memahami sunnah…

    Sebelumnya ana bertanya dengan pertanyaan ini
    1. Sudah pernahkah anda mendoakan pemerintah kita dengan kebaikan,
    2. Apa yang pertama kita lakukan ketika mendengar tindakan penguasa kita yang tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah, membeberkan aibnya, atau mendoakannya?
    Itu buat renungan kita juga,.. seandainya kita menyikapi dengan mendoakannya, maka insya allah hasilnya kebaikan buat kita, juga penguasa kita,
    Jika kita mencelanya, malah membeberkan aib-aibnya, maka keburukan yang akan menimpa kita, juga tidak menyelesaikan masalah penguasa kita, mungkin akan timbul keburukan yang lebih jauh lagi,..

    Ingat sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
    “Akan ada sesudahku nanti penguasa maka hormatilah dia, barangsiapa yang mencari-cari kesalahannya maka ia berarti benar-benar merobohkan sendi-sendi Islam dan tidak akan diterima taubatnya sampai mengembalikannya seperti semula.” (Hadits shahih dalam As Sunnah Ibnu Abi Ashim no. 1079)

    “Barangsiapa yang memuliakan penguasa (yang dijadikan) Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi di dunia maka Allah memuliakannya pada hari kiamat dan siapa yang menghinakan penguasa Allah Yang Maha Suci dan Mah a Tinggi di dunia maka Allah hinakan dia pada hari kiamat.” (Ash Shahihah Al Albani 2297)

    “Dengar dan taatilah mereka baik –dalam– kesulitan atau kemudahan, gembira dan tidak suka, dan (meskipun) mereka bersikap egois (sewenang-wenang) terhadapmu, walaupun mereka memakan hartamu dan memukul punggungmu.” (Ibid, dishahihkan Al Albani 1026)

    “Barangsiapa yang melihat pada amirnya terdapat satu hal yang dia benci hendaknya ia (tetap) bersabar.” (Hadits dalam As Sunnah Ibnu Abi Ashim 1101)

    Mudah-mudahan hadits-hadits diatas bisa menjelaskan dan memberikan pengarahan kepada kita, agar bisa bersikap kepada penguasa, dengan cara yang benar,..

    satu lagi buat rujukan akh…
    Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat didalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. (QS. 5:44)

    Kalau itu diterapkan terhadap pemerintahan indonesia,itu sangatlah tidak tepat,
    Coba perhatikan, dan renungi,.. apa sih hukum islam yang besar-besar itu?
    diantaranya, Shalat,Puasa,Zakat,Haji,
    Apakah pemerintah indonesia melarang hal tersebut?
    Adzan berkumandang dimana-mana, shalat berjamaah juga bebas dilakukan, Zakat, Puasa, dan haji,.. pemerintah membantu untuk terselenggaranya ibadah tersebut,..
    ADAKAH HUKUM ISLAM YANG LEBIH BESAR DARI HAL TERSEBUT?
    Bagaimana cara nikah kaum muslimin, hukum islam atau bukan yang dipakai,..
    Bahkan bidah-bidahnya juga bebas dilaksanakn,
    Sungguh picik, jika ada yang mengatakan pemeritah indonesia tidak berhukum dengan hukum islam, hanya karena tidak menggunakan hukum potong tangan, rejam, atau menggunakan UUD 45,
    coba anda renungkan, lebih besar mana antara hukum potong tangan dan hukum shalat 5 waktu,Puasa, Haji,
    Jika ingin mencari negara yang berhukum islam secara murni, 100 persen menggunakan hukum islam, mungkin hanya pada jaman khulafaur rasyidin saja kali, ..
    Ketika jaman sahabat masih hidup, kekhilafahan masih berdiri, ada yang berhukum dengan hukum selain Allah,.. dimana para ulama dibunuh oleh penguasa tersebut, contohnya pada jaman hajjaj bin yusuf,.. apakah itu hukum islam yang dipakai? bukan….
    Jadi, jika ada sebuah negara yang tidak menjalankan hukum islam secara total, maka jangan dengan mudah mengatakan negara itu tidak berhukum dengan hukum islam, contohnya seperti negara indonesia,.. banyak kok hukum islam yang diterapkan oleh pemeritah indonesia, bahkan hukum islam yg merupakan syiar islam itu sendiri,..

    Dan kalau mereka orang-orang yang menjelek-jelekkan penguasa mereka, karena kedzaliman mereka,.. tindakan seperti itu, kira-kira hukum yang mereka pakai itu hukum dari siapa?
    Rasulullah tidak mengajarkan kita tuk mencela atau membeberkan aib penguasa, kedzaliman penguasa,.. jadi…
    Hukum siapa dong yang mereka pakai?
    Jadi kasihan memang mereka itu,.. hasrat hati ingin penguasa tuk menggunakan hukum islam, eh… mereka sendiri terjatuh ke dalam hukum yang tidak datang dari islam,..

    Afwan akh, ana msh perlu banyak belajar, tapi ana yakin ana dikasih hidayah yang sangat luar biasa oleh ALLOH Aza Wa Jala…

    Hidayah akan Allah berikan kepada orang yang berusaha tuk mendapatkannya,

    Afwan klo ga berkenan…

    Gak apa-apa, senang bisa berdiskusi dengan anda,

    Jazakallahu Khairan Katsira

    Jazakallahu khairan

    Kalo kita membahas hanya sebatas shalat, zakat, puasa, dan haji… Yaa benar, pemerintah saat ini membolehkan.. (kalo berani ngelarang.. Ga ada alasan lagi buat memerangi mereka!!!)

    Tidakkah akhi ingat pembicaraan Adi bin Hatim dengan Rasulullah? Saat Adi bin Hatim baru masuk Islam?

    Saat itu Rasulullah membacakan ayat : “Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai Robb-Robb selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putra Maryam;” (QS.at-taubah :31)

    Lalu Adi bin Hatim menolak, bahwa saat ia masih seorang Nashrani, ia tidak pernah membungkuk menyebah pendetanya…

    Apa jawaban Rasulullah???

    بلى، إنهم حرموا عليهم الحلال، وأحلوا لهم الحرام، فاتبعوهم، فذلك عبادتهم إياهم

    “iya memang benar, akan tetapi bukankah mereka (para pendeta itu) mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram untuk para pengikutnya, kemudian para pengikutnya mengikuti mereka ?.. itulah bentuk ibadah (penyembahan) mereka kepada para pendeta mereka” (HR.Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Jarir dari jalur Adi bin hatim).

    Nah.. Akhi, bukankah pemerintah kita, ulil ‘amri bagi anda telah berlaku seperti diatas??

    Baru2 saja

    1. Melokalisasi Judi: Menghalalkan yang Haram ( http://www.voa-islam.com/islamia/aqidah/2010/07/02/7702/melokalisasi-judi-menghalalkan-yang-haram/ )

    Mari kita berlindung ke pada Allah dari penghambaan selain dari pada-Nya…

    Jadi, ibadah adalah ketaatan. Karena itu orang-orang yang mentaati suatu pemerintahan dalam hal menghalalkan apa yang diharamkan oleh ALLAH dan mengharamkan apa yang dihalalkan oleh ALLAH, berarti mereka telah beribadah kepada pemerintahan itu dan tidak beribadah kepada ALLAH. Mentaati para pemimpin dengan sukarela dalam hal pembuatan undang-undang yang tidak bersumber dari apa yang diturunkan oleh ALLAH adalah bentuk kekafiran yang mengeluarkan pelakunya dari millah (agama Islam). Karena pembuat peraturan dengan sesuatu yang tidak bersumber dari apa yang diturunkan oleh ALLAH menurut ijma’ (kesepakatan) ulama adalah kekafiran yang mengeluarkan dari Islam.

    Ana pernah baca qoidah syar’i “Barangsiapa yang menghalalkan yang haram, maka ia telah kafir. Dan barangsiapa yang mengharamkan yang halal maka ia telah kafir”. Dan ini telah disepakati!!!

    Dan Syaikul Islam Ibnu Taymiyah berkata

    “Barangsiapa yang menghalalkan an-nazhroh (melihat wanita ajnabi) maka ia telah kafir menurut ijma’ .Dan barangsiapa yang mengharamkan roti maka ia telah kafir menurut ijma’ “.

    Wallahu ‘Alam

    Terimakasih atas komentarnya,..

    Saya mau tanya kepada anda, lebih parah manakah antara menyatakan alquran itu makhluk, dengan melokalisasi tempat perjudian??
    Meyakini alquran itu adalah makhluk, bukan kalamullah, maka bisa mengeluarkan pelakunya dari islam,
    Imam ahmad masih hidup, bahkan menjadi korban penyiksaan pemimpin tersebut, akan tetapi imam ahmad tidak mengkafirkannya, atau memberontak kepadanya,.. padahal sudah banyak ulama yang dibunuh karena tidak mau mengakui alquran itu makhluk,..

    Tidakkah anda berpikir jernih dari kejadian diatas??

    Apa sih untungnya mengkafirkan penguasa?
    Apakah bisa menyebabkan pelakunya masuk surga dengan cara memponisnya??

    Mudah-mudahan Allah menunjuki kita ke jalan yang benar, dan istiqamah dijalannya,

    • Abu Falejs As Sayegh Jibreel
      Januari 26, 2012 pada 4:05 am | #38

      Sama parahnya akhi…
      Kalau kita memandang suatu masalah dengan sudut pandang, -ini parah, itu tidak parah- maka akan terlihat sumir, abstrak, subjektif dan akibatnya justru kita tidak bergerak untuk membenahi (Baca: Amar ma’ruf Nahi Munkar)..

      Bagaimanakah bimbingan rasulullah dalam rangka menasehati penguasa? sudahkah anda mengetahuinya?
      perhatikan hadits-hadits berikut ini:
      Dari Ibnu Hakam meriwayatkan, bahwa Nabi bersabda,”Barangsiapa yang ingin menasihati pemimpin, maka jangan melakukannya secara terang-terangan. Akan tetapi, nasihatilah dia di tempat yang sepi. Jika menerima nasihat, itu sangat baik. Dan bila tidak menerimanya, maka kamu telah menyampaikan kewajiban nasihat kepadanya.” [HR Imam Ahmad].

      Sangat tidak bijaksana mengoreksi dan mengkritik kekeliruan para pemimpin melalui mimbar-mimbar terbuka, tempat-tempat umum ataupun media massa, baik elektronik maupun cetak. Yang demikian itu menimbulkan banyak fitnah. Bahkan terkadang disertai dengan hujatan dan cacian kepada orang per orang. Seharusnya, menasihati para pemimpin dengan cara lemah lembut dan di tempat rahasia, sebagaimana yang dilakukan oleh Usamah bin Zaid tatkala menasihati Utsman bin Affan, bukan dengan cara mencaci-maki mereka di tempat umum atau mimbar.

      Imam Ibnu Hajar berkata, bahwa Usamah telah menasihati Utsman bin Affan dengan cara yang sangat bijaksana dan beretika tanpa menimbulkan fitnah dan keresahan.

      Imam Syafi’i berkata,”Barangsiapa yang menasihati temannya dengan rahasia, maka ia telah menasihati dan menghiasinya. Dan barangsiapa yang menasihatinya dengan terang-terangan, maka ia telah mempermalukan dan merusaknya.”

      Imam Fudhail bin Iyadh berkata,”Orang mukmin menasihati dengan cara rahasia; dan orang jahat menasihati dengan cara melecehkan dan memaki-maki.”

      Syaikh bin Baz berkata,”Menasihati para pemimpin dengan cara terang-terangan melalui mimbar-mimbar atau tempat-tempat umum, bukan (merupakan) cara atau manhaj Salaf. Sebab, hal itu akan mengakibatkan keresahan dan menjatuhkan martabat para pemimpin. Akan tetapi, (cara) manhaj Salaf dalam menasihati pemimpin yaitu dengan mendatanginya, mengirim surat atau menyuruh salah seorang ulama yang dikenal untuk menyampaikan nasihat tersebut.”

      Terimakasih anta ingat kan ana utk berfikir jernih.. Dan mari kita lihat fitnah yg disebabkan dari merubah hukum Allah!!!!

      ancaman rasulullah bagi orang yang mengungkit kesalahan penguasa:
      “Akan ada sesudahku nanti penguasa maka hormatilah dia, barangsiapa yang mencari-cari kesalahannya maka ia berarti benar-benar merobohkan sendi-sendi Islam dan tidak akan diterima taubatnya sampai mengembalikannya seperti semula.” (Hadits shahih dalam As Sunnah Ibnu Abi Ashim no. 1079)

      “Barangsiapa yang memuliakan penguasa (yang dijadikan) Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi di dunia maka Allah memuliakannya pada hari kiamat dan siapa yang menghinakan penguasa Allah Yang Maha Suci dan Mah a Tinggi di dunia maka Allah hinakan dia pada hari kiamat.” (Ash Shahihah Al Albani 2297)

      Keuntungan mengkafirkan penguasa?
      Bagi ana tidak ada.. Ana hanya berbagi, berbagi dalam kebaikkan berbagi berlandaskan Al Quran dan As Sunnah

      Anda mengatakan berdasarkan alquran dan as sunnah??
      Jika anda mengatakan berdasarkan alquran dan as sunnah, tentu anda tidak bersikap yang menyelisihi alquran dan assunnah, sebagaimana komentar2 diatas, sungguh sangat bertolak belakang,..

      sebutkan contoh orang-orang yang mengamalkan alquran dan assunnah yang mengatakan sebagaimana yg antum katakan??
      perhatikan tuntunan Rasulullah berikut ini:
      “Dengar dan taatilah mereka baik –dalam– kesulitan atau kemudahan, gembira dan tidak suka, dan (meskipun) mereka bersikap egois (sewenang-wenang) terhadapmu, walaupun mereka memakan hartamu dan memukul punggungmu.” (Ibid, dishahihkan Al Albani 1026)

      “Barangsiapa yang melihat pada amirnya terdapat satu hal yang dia benci hendaknya ia (tetap) bersabar.” (Hadits dalam As Sunnah Ibnu Abi Ashim 1101)

      Menyebabkan masuk sorga?

      Perhatikanlah perkataan para sahabat dan para ulama berikut ini:

      Barangsiapa yang tidak memiliki kemampuan untuk menasihati pemimpin yang zhalim, maka sebaiknya berdiam diri dan bersabar, sebagaimana sabda Rasulullah,”Barangsiapa yang mendapatkan dari pemimpin(nya) sesuatu yang tidak menyenangkan, maka hendaklah bersabar. (Karena) sesungguhnya, barangsiapa yang keluar dari pemimpin, maka meninggal dalam keadaan jahiliyah.” [HR Al Bukhari].

      Abdullah Ibnu Abbas berkata,”Pemimpin adalah ujian bagi kalian. Apabila mereka bersikap adil, maka dia mendapatkan pahala dan kamu harus bersyukur. Dan apabila dia zhalim, maka dia mendapatkan siksa dan kamu harus bersabar.”

      Imam Nawawi berkata,”Barangsiapa yang mendiamkan kemungkaran seorang pemimpin, tidaklah dia berdosa, kecuali (jika) dia menunjukan sikap rela, setuju atau mengikuti kemungkaran itu.”

      Wallahu ‘alam.. Bukankah Allah yg menetapkan?

      Mudah-mudahan Allah tidak menetapkan kita menjadi orang-orang yang suka mencela pemimpinnya, membuka aib-aib pemimpinnya, apalagi dengan dalih amar maruf nahi mungkar, padahal pada hakekatnya sedang mengungkap aib-aib pemimpinnya, innalillahi wa inna ilaihi raji’uun…

      Ciri ahlussunnah adalah mendoakan pemimpinnya dengan kebaikan, bukan membeberkan aib-aibnya kepada masyarakat,..

      Aamiin.. Barakallahu Fiyk

      Mudah-mudahan Allah menunjuki kita semua, agar tidak mudah mencela pemimpin bangsa ini, dan menjadikan pemimpin bangsa ini sebagai pemimpin yang diridhai oleh Allah,.. marilah kita mendoakannya,… bukan mencelanya,..

      Wafiika barakallah,

      • Randy, Abu Ahdy
        Januari 27, 2012 pada 2:24 am | #39

        terus terang disini kita bicara keadaannya memang seperti itu, disini yang ditekankan bukan menghujat, tapi kita semua bisa melihat bahwa keadaan di Indonesia seharusnya lebih baik dari sekarang dan pemerintah mau berfikir Islami.

        Anta yakin bisa ngajak pemimpin diajak diskusi ditempat yang sepi secara diam-diam, yang ada mereka malahan takut, atau malahan kitanya yang ditangkap…

        Alhamdulillah, ada koq ustadz2 kita yang sudah menasehati penguasa, dan mereka diterima dengan baik, tidak ditangkap,
        Dan jika sudah dinasehati, urusan penguasa menerima nasehat kita atau tidak, itu bukan tanggungjawab kita, bukan otomatis kalau sudah dinasehati terus wajib menerima, dan menjalankan nasehat kita,.. walaupun itu yg kita harapkan,

        Banyak dari ustadz yang justru mengajarkan sunnah yang benar walhasil difitnah, ditangkap. baru sedikit mereka berbicara langsung dianggap salah…

        mungkin ini terakhir ane comment, takut masuk kepada pembahasan yang tidak berujung.
        Afwan kalo ngga berkenan.

        Jazakallahu khairan,..
        akhi, siapa yang bisa memberikan nasehat kepada penguasa? tentu orang yang dipandang oleh penguasa tersebut, jadi ada orang khusus, dan orang tersebut mempunyai ilmu dien yang lurus,
        Jadi tidak sembarangan orang yang bisa menasehati penguasa, apalagi orang yang seperti kita,.. ya emang siapa kita?
        Jadi akhi, kewajiban menasehati penguasa secara langsung itu bukan kewajiban setiap orang, bukan kewajiban sembarang orang,.

        Contoh nyata saja, misalkan di suatu daerah ada ketua RT yang berbuat kemungkaran, dan anda sedang bertamu, sebagai pendatang didaerah tersebut, lalu anda menasehati ketua RT tersebut secara 4 mata, maka kemungkinan ketua RT ini akan bertanya,.. siapa anda?

        akan berbeda halnya jika warga RT tersebut yang menasehatinya,

        Begitu gambarannya,

        akhi, jika ingin selamat, ikutilah petunjuk Rasulullah dalam hal menasehati penguasa,

      • Abu Falejs As Sayegh Jibreel
        Januari 27, 2012 pada 12:11 pm | #40

        Baik…
        Sepertinya saya ga perlu membahas post anda diatas karena pada dasarnya kita punya rujukkan yg sama dan tidak ada alasan saya utk menyanggah.

        kenapa sih kita gak bahas kriteria pemimpin yg Rasulullah dan para ulama salaf sifati utk kita patuhi, taati dan jika salah tetep gak boleh bughot?

        Masih baca fathul bari kan?

        Ibnu Hajar selain menyatakan wajibnya memberontak, ia juga berkata dalam Fathul Bari : “Ringkasnya menurut ijma` bahwasanya penguasa dimakzulkan (dilengserkan) karena melakukan kekafiran, maka wajib atas setiap muslim ikut andil dalam hal itu, maka barangsiapa yang kuat melakukannya meraih pahala dan barangsiapa yang bermudahanah (cari muka dan menjilat) mendapat dosa, dan barangsiapa yang lemah wajib berhijrah dari negeri itu.” (Fathul Bari 13/176 dan selebihnya bisa dibaca pada 13/8-13).

        Dari mana akhi antum nukilnya?
        nih baca hadits bukhari muslim,
        . Jika penguasa memerintahkan kepada perkara yang munkar, maka tidak wajib dipatuhi, namun tidak berarti dibolehkan memberontak mereka, sebab Rasulullah bersada:

        مَنْ رَأَى مِنْ أَمِيرِهِ شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلْيَصْبِرْ عَلَيْهِ فَإِنَّهُ مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ شِبْرًا فَمَاتَ إِلَّا مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً.

        Barangsiapa melihat sebuah perkara yang membuat ia benci pada pemimpinya, maka hendaknya ia bersabar dan janganlah ia membangkang kepada pemimpinnya. Sebab, barangsiapa melepaskan diri dari jama’ah, lalu mati, maka ia mati secara jahiliyah. [HR Bukhari dan Muslim]

        Tolong dibaca nih, fathul bari kan syarh dari shahih bukhari,
        Barangsiapa yang tidak memiliki kemampuan untuk menasihati pemimpin yang zhalim, maka sebaiknya berdiam diri dan bersabar, sebagaimana sabda Rasulullah,”Barangsiapa yang mendapatkan dari pemimpin(nya) sesuatu yang tidak menyenangkan, maka hendaklah bersabar. (Karena) sesungguhnya, barangsiapa yang keluar dari pemimpin, maka meninggal dalam keadaan jahiliyah.” [HR Al Bukhari].

        Sabda beliau:

        السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ عَلَى الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ فِيمَا أَحَبَّ وَكَرِهَ مَا لَمْ يُؤْمَرْ بِمَعْصِيَةٍ فَإِذَا أُمِرَ بِمَعْصِيَةٍ فَلَا سَمْعَ وَلَا طَاعَةَ

        Seorang muslim wajib patuh dan taat (kepada umara) ketika lapang maupun sempit pada perkara yang disukainya ataupun yang dibencinya, selama tidak diperintah berbuat maksiat. Jika diperintah berbuat maksiat, maka tidak boleh patuh dan taat. [HR Bukhari dan Muslim].

        Tidak boleh memberontak kepada penguasa kecuali dengan dua syarat. Pertama, telah tampak kekafiran secara nyata pada penguasa itu, dan memiliki keterangan yang jelas (tentang kekafirannya itu) dari Allah (Al Qur’an) dan As Sunnah. Kedua, memiliki kemampuan untuk menggantikan penguasa tersebut, tanpa harus merugikan rakyat banyak.

        6. Jika tidak memiliki kemampuan, maka tidak boleh memberontak, meskipun telah terlihat kekafiran yang nyata. Hal ini demi menjaga kemaslahat bersama.

        7. Kaidah syar’i yang harus disepakati bersama, bahwa tidak boleh menghilangkan kejahatan dengan kejahatan yang lebih buruk dari sebelumnya, namun mestinya perkara yang benar menghilangkan kejahatan itu atau menguranginya.

        8. Tidak boleh memberontak penguasa jika akan menimbulkan kerusakan yang lebih besar, stabilitas keamanan terguncang, kesewenang-wenangan terhadap hak-hak asasi manusia dan pembunuhan orang-orang yang semestinya tidak boleh dibunuh.

        9. Wajib bersabar, patuh dan taat dalam perkara yang ma’ruf, serta memberi nasihat kepada pemerintah, mendo’akan kebaikan bagi mereka, berusaha sekuat tenaga meminimalkan kejahatan dan menyebarkan sebanyak-banyaknya nilai-nilai kebaikan.

        10. Barangsiapa beranggapan bahwa pemikiran semacam ini merupakan kekalahan dan kelemahan, maka sesungguhnya angapan seperti itu menunjukkan kekeliruan dan kedangkalan pemahamannya. Artinya, mereka tidak memahami dan tidak mengenal Sunnah Nabi sebagaimana mestinya. Dalam menghilangkan kemungkaran, mereka hanya dibakar oleh semangat dan emosi untuk menghilangkannya saja, sehingga (kemudian) mereka melanggar rambu-rambu syari’at, sebagaimana Khawarij dan Mu’tazilah.

        11. Siapapun orangnya, baik pemuda atau bukan, tidaklah layak mencontoh Khawarij dan Mu’tazilah. Mereka harus meniti madzhab Ahlu Sunnah Wal Jama’ah.

        12. Bagi yang memiliki semangat membela agama Allah dan para da’i, wajib untuk mengikatkan diri dengan ketentuan-ketentuan syari’at. Wajib memberi nasihat kepada para penguasa dengan perkataan yang bagus dan dengan cara yang baik.

        13. Tidak dibolehkan membunuh kafir musta’min (orang kafir yang mendapat perlindungan pemerintah Islam) yang diterima oleh pemerintah yang berdaulat secara damai. Tidak boleh pula menghukum pelaku maksiat dan berbuat aniaya terhadap mereka. Namun kejahatan mereka diangkat ke mahkamah syari’at. Jika tidak ada, maka cukup dengan nasihat saja.

        14. Wajib hukumnya mematuhi dan mentaati peraturan-peraturan pemerintah yang tidak bertentangan dengan syari’at, seperti: peraturan lalu-lintas dan imigrasi (seperti kewajiban SIM pengendara dan paspor). Barangsiapa mengangggap dirinya memiliki hak untuk melanggarnya, maka perbuatannya itu bathil dan mungkar.

        15. Diantara konsekuensi bai’at, yaitu menasihati waliyul amri (penguasa). Dan diantara wujud nasihat, yaitu mendo’akan kepada penguasa supaya mendapatkan taufiq dan hidayah.

        16. Setiap individu rakyat wajib bekerja sama dengan pemerintah dalam mengadakan perbaikan dan menumpas kejahatan.

        17. Maksud didirikan pemerintah, ialah untuk merealisasikan maslahat syar’i dan mencegah mafsadat. Maka setiap tindakan yang diinginkan darinya adalah kebaikan. Adapun yang dapat menimbulkan kerusakan yang lebih besar, maka hal itu dilarang.

        18. Mendo’akan kebaikan bagi penguasa merupakan ibadah yang paling agung dan ketaatan yang paling utama. Al Fudhail bin Iyadh berkata,”Bila aku punya do’a yang terkabulkan, maka aku akan memanjatkan untuk penguasa. Karena baiknya mereka akan menentukan kebaikan orang banyak.”

        Ibnu Hajar rahimahullah berkata :
        قال النووي المراد بالكفر هنا المعصية ومعنى الحديث لا تنازعوا ولاة الأمور في ولايتهم ولا تعترضوا عليهم إلا أن تروا منهم منكرا حققا تعلمونه من قواعد الإسلام فإذا رأيتم ذلك فانكروا عليهم وقولوا بالحق حيثما كنتم انتهى وقال غيره المراد بالإثم هنا المعصية والكفر فلا يعترض على السلطان إلا إذا وقع في الكفر الظاهر

        ”Telah berkata An-Nawawi : Yang dimaksudkan dengan kufur di sini adalah kemaksiatan. Jadi makna hadits adalah : Jangan kalian menentang ulil-amri (pemimpin/penguasa) dalam kekuasaan mereka dan janganlah kalian membangkang kecuali apabila kalian melihat kemunkaran yang nyata dari mereka, yang kalian ketahui bahwa hal itu termasuk sendi-sendi Islam (min qawaa’idil-Islaam). Apabila kalian melihat yang demikian itu, maka ingkarilah dan sampaikanlah yang benar dimanapun kalian berada” – selesai –…. (Ibnu Hajar melanjutkan : ) Dan berkata ulama selain beliau (An-Nawawi) : ”Bahwasannya yang dimaksudkan dengan dosa adalah kemaksiatan dan kekufuran. Maka dari itu, tidak diperbolehkan melakukan penyerangan kepada sulthan kecuali bila ia telah terjatuh dalam kekufuran yang nyata” [selesai – Fathul-Bari, 13/8].

        Dan ini dari Syarh Shahîh Muslimnya Imam Nawawi
        Qadhi Iyadh juga berkata: “Seandainya (penguasa atau pemimpin) terbukti melakukan dan merubah syariat atau membuat bid’ah, dia keluar dari wilayah kepemimpinannya, dan gugur ketaatan kepadanya, dan wajib atas kaum muslimin memberontaknya dan melengserkanya serta mengangkat imam yang adil jika memungkinkan, maka jika hal itu tidak terjadi melainkan bagi suatu kelompok maka wajib atas kelompok itu memberontak untuk mencopot penguasa kafir itu. Dan tidak wajib terhadap penguasa mubtadi’ (yang membuat bid’ah) kecuali jika mereka yakin mampu melakukannya, maka jika terbukti lemah tidak wajib melakukannya, dan seorang muslim hendaklah berhijrah dari negerinya ke negeri lainnya, dan lari untuk menyelamatkan agamanya”.
        (Syarh Shahîh Muslim: XII/229).

        akhi, ini perkataan ibnu abbas dan imam nawawi
        Abdullah Ibnu Abbas berkata,”Pemimpin adalah ujian bagi kalian. Apabila mereka bersikap adil, maka dia mendapatkan pahala dan kamu harus bersyukur. Dan apabila dia zhalim, maka dia mendapatkan siksa dan kamu harus bersabar.”

        Imam Nawawi berkata,”Barangsiapa yang mendiamkan kemungkaran seorang pemimpin, tidaklah dia berdosa, kecuali (jika) dia menunjukan sikap rela, setuju atau mengikuti kemungkaran itu.”

        BERSABAR TERHADAP PEMIMPIN YANG ZHALIM
        Pemimpin yang zhalim dan jahat, adalah sosok pemimpin yang hanya berambisi terhadap kekuasaan belaka. Perbuatan mereka tidak pernah sepi dari penganiayaan dan kezhaliman, dan tidak segan-segan melibas siapapun yang mencoba menggoyang kekuasaannya, meskipun dia melanggar syari’at. Dia juga tidak adil dalam memberikan hak-hak umat serta boros terhadap harta negara.

        Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab rusaknya para pemimpin.
        1. Lemahnya pengamalan prinsip agama.
        2. Senang mengikuti hawa nafsu dan kesenangan dunia belaka.
        3. Sikap kolusi dan nepotisme yang berlebihan.
        4. Teman dan penasihat (orang kepercayaannya) yang tidak baik, atau menjadikan orang-orang kafir sebagai pembantu (kepercayaannya).
        5. Menyerahkan kekuasaan dan jabatan kepada orang-orang yang tidak berjiwa patriot dan ikhlas.
        6. Diktator dalam mengendalikan kekuasaan.
        7. Tekanan internasional terhadap para pemimpin Islam.
        8. Terpengaruh dengan sisitim negara-negara kafir dan meninggalkan sistim Islam.

        silahkan baca selengkapnya disini

      • Januari 27, 2012 pada 1:24 pm | #41

        berdasarkan komentar-komentar antum, ana melihat antum terkena syubhat orang-orang yang mempunyai pemahaman khawarij, yang mudah mengkafirkan penguasa, dan ujung-ujungnya memberontak kepada penguasa, melakukan teror dengan bom frustasinya atau bom bunuh diri, bukan bom jihad,

  28. Nuryanto
    Januari 21, 2012 pada 1:29 am | #42

    Asslmu’lkum Wr.Wb…? Mau nanya pak Ustadz,

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.. wah saya bukan ustadz,

    1. Sujud sahwi itu bagaimna caranya dan bagaimna bacaannya….?

    Caranya, silahkan baca disini
    caranya, baca disini
    Tidak ada doa khusus ketika sujud sahwi, sehingga bacaannya adalah sebagaimana bacaan sujud ketika shalat, misalnya: Subhana Rabbiyal A’la.
    bisa lihat disini

    2. Do’a pagi dan sore menurut Rasulullah bagaimana lafasnya…?

    Bacaannya bisa dilihat disini

  29. rian
    Januari 20, 2012 pada 5:53 pm | #43

    mau tanya hukum membaca al-qur’an bagi waniita haidh….

    Jazakallahu khairan atas komentarnya, silahkan baca disini

  30. Nuryanto
    Januari 19, 2012 pada 3:07 am | #44

    Assalamu’alaikum,…?

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    1. Saya mau nanya Untuk adzan jum’at itu satu kali atau dua kali,…?

    Bisa satu kali, bisa dua kali,
    Jika dilakukan 2 kali, maka adzan yang pertama dilakukan di tempat keramaian, seperti pasar, dan dilakukan sebelum masuk waktu dzuhur,.. tujuannya untuk mengingatkan manusia bahwa hari ini hari jumat, dan akan dilakukan shalat jumat,

    Adzan kedua sebagaimana shalat jumat dengan adzan satu kali,

    Itu yang jika ingin adzan 2 kali dengan mengikuti sunnah rasul,.. bukan adzan 2 kali sebagaimana yang dilakukan di kebanyakan kaum muslimin, adzan 2 kali dilakukan setelah masuk waktu dzuhur, ini menyelisihi sunnah rasul

    Tentu cara yang dilakukan oleh Rasulullah, yaitu adzan 1 kali, itu yg lebih utama

    dan bagaimana pandangan MUI (majelis Ulama Indonesia) tentang adzan jum’at..?

    Tanyakan saja ke MUI, jika sejalan dengan sunnah rasul, kita ikuti, jika tidak, ya ditinggalkan,.. sebab MUI bukanlah patokan kebenaran secara mutlak,

    2. waktu ada acara pernikahan teman saya, ada yang seorang ustadz yang memanggil roh kakek temen saya, apa benar roh itu datang, karena setau saya orang yang telah meninggal tidak kembali lagi ke dunia, karena telah masuk ke dalam alam kubur..? mohon penjelasannya….

    Orang yang sudah meninggal, maka rohnya tidak bisa lagi ke alam dunia, sudah dialam barzakh, dan antara alam dunia dan alam barzakh ada pemisah,
    Jika ada orang yg bisa memanggil roh, itu kedustaan, walaupun bertitel ustadz,.. seandainya roh itu datang, pada hakekatnya bukanlah roh yang datang, tapi setan atau jin yang menjelma sebagai roh tersebut,.. yang pada hakekatnya si ustadz tersebut sedang kerjasama dengan jin ataus setan tersebut,..
    Jin dan setan bisa menyerupai makhluk apapun, kecuali menyerupai nabi, setan dan jin tidak bisa menyerupai nabi,
    Wallahu a’lam..

    Trima kasih…

  31. Wahyu
    Januari 6, 2012 pada 6:59 pm | #45

    Assalamu’alaikum …

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

    Mohon penjelasan untuk kutipan artikel subhat berikut ini:
    (sumber: http://www.sarkub.com/2011/anjuran-untuk-tahlilan-7-hari-berturut-turut/)

    Maka tradisi bersedekah selama mitung dino / tujuh hari atau empat puluh hari pasca kematian, merupakan warisan budaya dari para tabi’in dan sahabat Nabi Saw, bahkan telah dilihat dan diakui keabsahannya pula oleh beliau Nabi Muhammad Saw.

    Tidak ada riwayatpun yang shahih dari Rasulullah, semua yang disampaikan dalam artikel website pengagum ibadah dikuburan tersebut berisi kedustaan,

    Bahkan dalil-dalil yang shahih tentang acara tersebut ada didalam kitab-kitab agama budha dan hindu,
    Innalillahi wa inna ilaihi raji’uun.. umat islam mengambil ritual keagamaan berdasarkan ajaran hindu dan budha,..

    Wassallam wr wb

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

  32. Nuryanto
    Desember 14, 2011 pada 1:54 am | #46

    Asslamu’lkum..?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,

    saya mau nanya, saya pernah lhat hadist di bawah ini,apa benar puasa Asyura’ dapat menghapuskan dosa 1 tahun sebelumnnya..? jika ada berapa hari kita menjalankan ibadah ini…? Wassalamu’alaikum wr.wb….
    “Dari Abu Qotadah Radhiyallahu’anhu bahwasannya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah ditanya tentang puasa hari Asyura’, Beliau menjawab,” Dapat menghapuskan dosa 1 tahun sebelumnya.” ( HR. Muslim no 1162).

    Silahkan anda baca postingan yang ada disini
    Insya Allah jawabanya ada disana,

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  33. ridwan
    Oktober 2, 2011 pada 5:32 am | #47

    Assalammualaikum ..

    wa’alaikumussalam warahmatullahiwabarakatuh

    mas mufti, ada 2 pertanyaan yg mau saya tanyakan…yang pertama mengenai adzan dan iqomah di telinga bayi yg baru lahir,

    tidak ada hadits yang shahih tentang hal ini, silahkan dibaca disini

    lalu yg kedua soal istilah/kata “silaturahmi” dan “silaturahim”.

    orang tua saya bilang kata/istilah yg benar adalah silaturahim (menyambung kasih sayang), ada sifat alloh dalam asmaul husna ar-rahim (maha penyayang),

    yang benar adalah silaturahim, dan silaturahim itu artinya menyambung tali kekerabatan.
    Sedangkan silaturahmi, itu hanya pengucapan orang indonesia, sebenarnya yg dimaksud adalah silaturahim,

    sedangkan silaturahmi adalah tali penyambung di rahim ibu ke jabang bayi.
    mohon penjelasan nya mas…

    Penjelasanya, baca disini

    syukron..

    afwan

    wassalammualaikum…

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  34. zerahanong
    Agustus 1, 2011 pada 7:58 am | #48

    Assalamu’alaikum…

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    apakah ada hadits yang menyatakan tidak bolehnya berpuasa saat mendengar takbir, Padahal mereka meyakini belum lebaran. Jadi, mereka sudah tidak berpuasa tapi lebaran belum.
    Padahal sepengetahuan saya, takbir itu menunjukkan kalo kita berlebaran. Jadi kalo saya meyakini belum masuk syawal meski telah mendegar takbir saya tetap berpuasa.

    wallahu a’lam, saya tdk tahu,..

    Memulai puasa ramadhan, dan mengakhiri puasa ramadhan (berbuka, atau idhul fitri) adalah bersama penguasa kaum muslimin, dalam hal ini di indonesia, tentu bersama pemerintah indonesi,..

    Jadi nunggu keputusan pemerintah,.. itu yang dianjurkan oleh Rasulullah,.. bukan menurut keyakinan kita, atau keyakinan kelompok atau organisasi,… tapi,. mengikuti keputusan pemerintah,.. wallahu a’lam..

    • Randy, Abu Ahdy
      Januari 23, 2012 pada 4:44 am | #49

      Afwan akh, baca yang satu ini jadi sedikit gimana ya…
      Anta yakin pemerintah kita ulil amr yang dimaksud Rasulullah

      Jazakallahu khairan atas komentarnya,

      Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul(Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS. 4:59)

      Afwan akh, tau sndiri yang dimaksud ulil amr dinegara ini kan maunya menghalalkan segala cara, dan sedikit banget bahkan langka dari mereka yang berada DIATAS memahami sunnah…

      Sebelumnya ana bertanya dengan pertanyaan ini
      1. Sudah pernahkah anda mendoakan pemerintah kita dengan kebaikan,
      2. Apa yang pertama kita lakukan ketika mendengar tindakan penguasa kita yang tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah, membeberkan aibnya, atau mendoakannya?

      Itu buat renungan kita juga,.. seandainya kita menyikapi dengan mendoakannya, maka insya allah hasilnya kebaikan buat kita, juga penguasa kita,
      Jika kita mencelanya, malah membeberkan aib-aibnya, maka keburukan yang akan menimpa kita, juga tidak menyelesaikan masalah penguasa kita, mungkin akan timbul keburukan yang lebih jauh lagi,..

      Ingat sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :

      “Akan ada sesudahku nanti penguasa maka hormatilah dia, barangsiapa yang mencari-cari kesalahannya maka ia berarti benar-benar merobohkan sendi-sendi Islam dan tidak akan diterima taubatnya sampai mengembalikannya seperti semula.” (Hadits shahih dalam As Sunnah Ibnu Abi Ashim no. 1079)

      “Barangsiapa yang memuliakan penguasa (yang dijadikan) Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi di dunia maka Allah memuliakannya pada hari kiamat dan siapa yang menghinakan penguasa Allah Yang Maha Suci dan Mah a Tinggi di dunia maka Allah hinakan dia pada hari kiamat.” (Ash Shahihah Al Albani 2297)

      “Dengar dan taatilah mereka baik –dalam– kesulitan atau kemudahan, gembira dan tidak suka, dan (meskipun) mereka bersikap egois (sewenang-wenang) terhadapmu, walaupun mereka memakan hartamu dan memukul punggungmu.” (Ibid, dishahihkan Al Albani 1026)

      “Barangsiapa yang melihat pada amirnya terdapat satu hal yang dia benci hendaknya ia (tetap) bersabar.” (Hadits dalam As Sunnah Ibnu Abi Ashim 1101)

      Mudah-mudahan hadits-hadits diatas bisa menjelaskan dan memberikan pengarahan kepada kita, agar bisa bersikap kepada penguasa, dengan cara yang benar,..

      satu lagi buat rujukan akh…

      Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat didalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. (QS. 5:44)

      Kalau itu diterapkan terhadap pemerintahan indonesia,itu sangatlah tidak tepat,
      Coba perhatikan, dan renungi,.. apa sih hukum islam yang besar-besar itu?
      diantaranya, Shalat,Puasa,Zakat,Haji,
      Apakah pemerintah indonesia melarang hal tersebut?
      Adzan berkumandang dimana-mana, shalat berjamaah juga bebas dilakukan, Zakat, Puasa, dan haji,.. pemerintah membantu untuk terselenggaranya ibadah tersebut,..
      ADAKAH HUKUM ISLAM YANG LEBIH BESAR DARI HAL TERSEBUT?
      Bagaimana cara nikah kaum muslimin, hukum islam atau bukan yang dipakai,..
      Bahkan bidah-bidahnya juga bebas dilaksanakn,

      Sungguh picik, jika ada yang mengatakan pemeritah indonesia tidak berhukum dengan hukum islam, hanya karena tidak menggunakan hukum potong tangan, rejam, atau menggunakan UUD 45,

      coba anda renungkan, lebih besar mana antara hukum potong tangan dan hukum shalat 5 waktu,Puasa, Haji,

      Jika ingin mencari negara yang berhukum islam secara murni, 100 persen menggunakan hukum islam, mungkin hanya pada jaman khulafaur rasyidin saja kali, ..

      Ketika jaman sahabat masih hidup, kekhilafahan masih berdiri, ada yang berhukum dengan hukum selain Allah,.. dimana para ulama dibunuh oleh penguasa tersebut, contohnya pada jaman hajjaj bin yusuf,.. apakah itu hukum islam yang dipakai? bukan….

      Jadi, jika ada sebuah negara yang tidak menjalankan hukum islam secara total, maka jangan dengan mudah mengatakan negara itu tidak berhukum dengan hukum islam, contohnya seperti negara indonesia,.. banyak kok hukum islam yang diterapkan oleh pemeritah indonesia, bahkan hukum islam yg merupakan syiar islam itu sendiri,..

      Dan kalau mereka orang-orang yang menjelek-jelekkan penguasa mereka, karena kedzaliman mereka,.. tindakan seperti itu, kira-kira hukum yang mereka pakai itu hukum dari siapa?
      Rasulullah tidak mengajarkan kita tuk mencela atau membeberkan aib penguasa, kedzaliman penguasa,.. jadi…
      Hukum siapa dong yang mereka pakai?
      Jadi kasihan memang mereka itu,.. hasrat hati ingin penguasa tuk menggunakan hukum islam, eh… mereka sendiri terjatuh ke dalam hukum yang tidak datang dari islam,..

      Afwan akh, ana msh perlu banyak belajar, tapi ana yakin ana dikasih hidayah yang sangat luar biasa oleh ALLOH Aza Wa Jala…

      Hidayah akan Allah berikan kepada orang yang berusaha tuk mendapatkannya,

      Afwan klo ga berkenan…

      Gak apa-apa, senang bisa berdiskusi dengan anda,

      Jazakallahu Khairan Katsira

      Jazakallahu khairan

      • Randy, Abu Ahdy
        Januari 26, 2012 pada 3:06 am | #50

        yah gimana juga, masa iya prostitusi, judi, khamr, riba dan yg lainnya tdk terbendung di negara ini… itu kan sama saja mencampur adukkan yang bathil dengan yang Haq…
        Afwan ane sekedar berbagi aja semua kembali kepada anta, tapi yg jelas kalo berdoa mengharap pemerintah lebih baik masa iya ga mau ketegasan dan yang haq ada di indonesia…
        justru pada saat kebatilan ALLOH menyatakan agar kita mengembalikan kepada Qur’an dan Sunnah, Wallahu ‘Alam…

        Saya ambil permisalan sederhana tentang pemimpin,. seandainya anda sebagai ketua RT, lalu anda berbuat maksiat, misalnya anda suka mabuk-mabukan, lalu ada seseorang yang ada di lingkungan RT yang anda pimpin membuka aib anda di komplek RT tersebut, atau RT lainnya,. lalu anda mengetahuinya,.. kira-kira apa yang akan anda lakukan??

        Apakah anda menganggap perbuatan orang tersebut sudah tepat?

        Mengikuti alquran dan sunnah, dan apakah anda merasa senang dengan perbuatan orang tersebut, sehingga semua warga akhirnya mengetahui perbuatan anda tersebut??

        Jika anda merasa ngga senang dengan perbuatan orang tersebut, apalagi jika yang dibeberkan aibnya adalah penguasa negara, pemimpin negara,..

        Tapi jika anda merasa senang dengan perbuatan orang tersebut, dan menganggap orang tersebut sedang beramar maruf dan nahi mungkar, sungguh sikap anda itu sangat aneh sekali,

  35. Amatulloh Al-Kadiriyyah
    Juni 16, 2011 pada 3:32 am | #51

    Assalamu’alaikum warohmatullohi wa barokatuh…

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

    Afwan, saya mau tanya. Adakah menjawab salam dengan ucapan ” Wa’alaikumussalam wa rohmatulloh wa barokatuhu wa maghfirotuhu” ?

    Silahkan baca artikel selengkapnya disini

    Berkata Imam Nawawi, “Ucapan salam minimal dengan perkataan ‘assalamu’alaikum’, jika yang disalami seorang diri, maka minimal ia mengucapkan ‘assalamu’alaika’, namun adalah lebih utama jika mengucapkannya dengan ‘assalamu’alaikum’, karena kalimat ini mencakup do’a bagi dirinya dan penyertanya (malaikat, pent.). Dan alangkah sempurna lagi ia menambahkan ‘warohmatullahi’ dan ‘wabarokatuh’, walau sebenarnya kalimat ‘assalamu’alaikum’ telah cukup.”

    MENJAWAB SALAM

    Imam Nawawi berkata, “Adapun cara membalas salam, lebih utama dan lebih sempurna jika mengucapkan ‘wa’alaikum as-Salam wa rohmatullahi wa barokatuh’, dengan menambahkan huruf ‘wawu’ (yang mendahului kata ‘alaikum) ataupun tidak menggunakannya (membuangnya), hal ini diperbolehkan namun meninggalkan keutamaan. Adapun meringkasnya menjadi ‘wa’alaikumus salam’ atau ‘alaikumus salam’ saja sudah mencukupi. Sedangkan meringkasnya menjadi ‘alaikum’ saja, menurut kesepakatan ulama’ tidaklah mencukupi, demikian pula dengan ‘wa’alaikum’ saja yang diawali dengan huruf ‘wawu’.

    TINGKATAN SALAM

    Salam memiliki 3 tingkatan, tingkatan yang paling tinggi, paling sempurna dan paling utama adalah ‘Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh’, kemudian yang lebih rendah darinya ucapan ‘assalamu’alaikum warohmatullah’ dan terakhir yang paling rendah adalah ‘assalamu’alaikum’. Seorang yang mengucapkan salam (Musallim), bisa jadi mendapatkan ganjaran yang sempurna dan bisa jadi mendapatkan ganjaran di bawahnya, sesuai dengan salam yang ia ucapkan.” Hal ini sesuai dengan kisah tentang seorang laki-laki yang masuk ke dalam masjid dan saat itu Rasulullah dan para sahabat-sahabatnya sedang duduk-duduk, berkata lelaki tadi, “Assalamu’alaikum”, maka Nabi menjawab, “wa’alaikumus salam, sepuluh atasmu”, kemudian masuk lelaki lain dan berkata, “Assalamu’alaikum warohmatullah”, Rasulullah menjawab, “Wa’alaikumus Salam warohmatullah, dua puluh atasmu”. Tak lama kemudian datang lagi seorang lelaki sambil mengucapkan “Assalamu’alaikum warohmaatullahi wabarokatuh”, maka jawab Rasulullah, “Wa’alaikumus Salam warohmatullahi wabarokatuh, tiga puluh atasmu”. (HR Abu Dawud dan Turmudzi), yang dimaksud adalah sepuluh, dua puluh dan tiga puluh kebaikan.

    Saya pernah membaca buku yang judulnya Amalan Sehari Semalam karya ustadz Abu Ihsan Al-Atsary. Disana juga disebutkan haditsnya, apakah benar seperti itu?

    Saya belum membaca buku itu, tapi kalau dilihat penulisnya, beliau adalah ustadz salafiyin yang bagus ilmunya, juga penterjemah buku-buku ulama salaf, dengan bahasa terjemahan yang mudah dipahami,. insya Allah bagus bukuny,.

    Jazakumulloh khoir…

    Waiyyaaka

  36. fando
    Desember 3, 2010 pada 7:01 pm | #52

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

    Apa kabar pak?

    Alhamdulillah baik,

    Saya ingin menanyakan masalah dzikir untuk sehari hari.
    Saya mempunyai buku asmaul husna, disitu disebutkan apabila kita membaca salah satu Asmaul husna tersebut secara berkali dalam jumlah tertentu mempunyai manfaat yang masing2.
    Apakah ini ada di dalam ajaran Rosulullah?
    kalau tidak ada, dzikir yang bagaimana yang baik untuk diamalkan sehari hari diluar waktu sholat yang sesuai dengan sunah.

    Untuk lebih jelasnya, bapak bisa beli aja buku Doa dan Wirid yang disusun oleh Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawwas, sudah beredar dan banyak kok, termasuk best seller juga,..
    Insya Allah disitu komplit, doa yang dari Asma’ul husna juga ada, beserta penjelasannya.

    Kalau mau download dzikir-dzikir yang versi ebook, bisa juga bapak mendownload di link ini:
    http://alqiyamah.wordpress.com/ebook/ebook-shalat-dzikir-doa/

    Terimakasih atas perhatiaanya

    wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  37. Farid`
    November 26, 2010 pada 9:37 pm | #53

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Apa Kabar pak ustadz,

    Alhamdulillah baik, saya bukan pak ustadz, masih harus banyak belajar, Insya Allah semua pertanyaan disini tentang permasalahan agama akan saya sampaikan kepada ustadz yang mempunyai cukup ilmu untuk menjawabnya..

    Saya menyukai artikel anda, alhamdulillah semoga bermanfaat bagi saya dan keluarga.
    Kalo boleh saya minta ijin dari anda untuk mencopy dan menyebarkan kepada teman dan keluarga besar, siapa tau bisa bermanfaat untuk sesama.
    Terima kasih sebelumnya.

    Silahkan, dengan senang hati saya mengijinkan siapa saja yang mau mencopy dan menyebarkan artikel-artikel yang bermanfaat bagi sesama kaum muslimin, juga mudah-mudahan dapat memberikan hidayah bagi orang kafir untuk kemudian masuk islam,

    Dan mudah-mudahan ini dicatat oleh Allah sebagai bentuk tolong-menolong dalam kebaikan dan taqwa, dan menjadi tabungan amal kebaikan kita di akhirat kelak,… amiin..

    Saya ada sedikit pertanyaan kepada pak ustadz,
    Perkenalkan nama saya farid fanani, saya seorang pelaut.
    Saya ingin bertanya mengenai hukum sholat apabila berada di kapal
    kebetulan jam kerja saya adalah jam 12 – 16 sore dan 0000 – 0400 pagi.
    yang jadi kendala adalah untuk sholat dzuhur.
    kalo pas ada waktu luang, saya bisa meninggalkan pekerjaan saya untuk sholat dzuhur.
    tp apabila kapal lagi sibuk sangat susah untuk melaksanakan sholat dzuhur sehingga saya menggabung dengan sholat asar.
    pernah saya bertanya dengan teman saya satu profesi, tp dia berpandangan seorang pelaut itu musafir karena jauh dari rumah jadi sholatnya bisa di jama’
    kalo km sholat pada waktu kerja dengan mencuri curi, itu tidak baek katanya…

    Benar safar adalah salah satu sebab yang membolehkan seseorang untuk safar, di antara dalilnya adalah:

    Adapun dalilnya adalah:
    مُعاذ قال: «خَرجنا مع النبيِّ صلى الله عليه وسلم في غَزوة تبوك فكان يُصلّي الظُّهر والعَصر جميعاً، والمغرب والعشاء جَميعاً» رواه مسلم
    Dari Muadz bin Jabal radiyallahu’anhu berkata, Kami bepergian bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dalam perang Tabuk. Beliau shalat Dzhuhur dan Ashar dengan dijama’. Demikian juga Maghrib dan Isya’ dengan dijama’.

    Tapi dalam benak saya berpikir selama saya bisa melaksanakan sholat itu sesuai waktu, InsyAllah saya lakukan. tp kalo memang berhalangan karena sibuknya kerja dsb saya biasa jama’

    Dan sebab lainnya adalah masyaqqah (kesulitan)

    Jadi dalam kasus anda tadi, anda bisa menjamak shalat zhuhur dengan ashar
    Jamak adalah keringanan yang Allah subhanahu wa ta’ala berikan, dan Allah senang jika keringanannya itu dilakukan
    Wallahu ta’ala a’lam

    Yang saya tanyakan, bagaimana hukumnya islam mengenai masalah yang saya hadapi ini.
    Terimakasih atas perhatiannya

    Mudah-mudahan jawabannya bisa mencukupi terhadap yang anda tanyakan, mudah-mudahan Allah memberikan yang terbaik buat usaha dan upaya anda dalam melaksanakan perintah Allah ini, dan diberikan jalan yang terbaik sehingga bisa melakukan ibadah shalat dengan tenang…. ((ini tambahan tulisan dari saya sendiri, sedangkan jawaban diatas adalah jawaban dari ustadz saya))

    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

    Farid.F

  38. FANDO
    November 21, 2010 pada 3:46 pm | #54

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh,

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

    Apa kabar pak ustadz?

    alhamdulillah baik, tapi saya bukan ustadz lho,..

    Saya ingin mengajukan sedikit pertanyaan yang selalu mengganjal di pikiran saya pak.
    Saya seorang pegawai swasta, yang alhamdulillah mempunyai gaji yang lumayan.
    dan alhamdulillah setiap bulan saya bisa menyisihkan 2,5% gaji saya utk infaq pendapatan.

    Oh iya, itu infak atau zakat (zakat profesi), karena tidak dikenal dalam islam ini yang namanya zakat profesi, sebagaimana banyak digembar-gemborkan oleh sebagian kaum muslimin, atau sebagian lembaga-lembaga pengumpul zakat yang ada di indonesia,. silahkan baca ulasannya disini

    beberapa bulan yang lalu saya menikah, selama beberapa bulan setelah saya tidak bekerja karena kontrak kerja habis yang menyebabkan saya mempunyai hutang.
    setelah bekerja kembali sampai sekarang, gajian saya habis untuk keperluan rumah dan untuk membayar hutang,sampai saya mau sisihkan yang biasa saya lakukan sebelom menikah 2,5% untuk infaq saja tidak ada.
    yang saya tanyakan apakah saya masih berkewajiban untuk membayar infaq tersebut?

    kalau masih, apa bisa di bayarkan setelah semua hutang lunas dan ada uang lebih untuk membyarnya.
    karena jujur saya merasa berdosa,karena menurut pandangan saya sendiri saya telah makan uang dari anak yatim,orang miskin yang bukan hak saya.
    hanya itu pertnyaan saya pak ustadz.
    terimakasih atas perhatiannya
    wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Apakah anda berinfak itu karena nadzar? atau karena sukarela dari anda sendiri?
    Kalau itu suka rela sendiri, maka perlu anda ketahui, hukum membayar hutang adalah wajib, sedangkan hukum infak atau sedekah tidaklah wajib, jadi tentunya anda harus mendahulukan membayar hutang anda, jika masih ada lebihnya, itu bisa anda gunakan untuk memenuhi kebutuhan anda sendiri, dan jika harta anda habis untuk keperluan menafkahi istri, maka anda tidak usah bersedih karena tidak bisa menyisihkan yang 2,5% sebagaimana biasanya.

    Perlu anda ketahui juga, menafkahi istri dan anak adalah sedekah yang paling utama, jadi anda tidak usah bersedih jika anda tidak bisa menyisihkan 2,5 % buat infak, karena sesungguhnya anda sendiri sudah berinfak lebih dri 2,5% dari harta yang biasa anda sisihkan,

    Dan tidak bisa menyisihkan 2,5% dari harta untuk infak itu bukanlah menjadi hutang yang harus dibayar di kemudian hari, sehingga anda merasa berdosa, atau memakan harta anak yatim, orang miskin, malahan justru dengan kondisi seperti itu, maka anda menjadi orang yang layak untuk menjadi penerima zakat,

    Dan terlebih lagi jika anda berpandangan dari 2,5% itu bukan sebagai infak, akan tetapi sebagai istilahnya zakat profesi, maka sebagaimana artikel yang saya posting disini, sebaiknya keyakinan anda terhadap zakat profesi dengan cara menyisihkan 2,5% dari penghasilan anda, dibuang jauh2 saja, sehingga tidak timbul rasa bersalah,.. karena memang dalam islam tidak dikenal adanya zakat profesi,… wallahu a’lam,…

    • FANDO
      November 26, 2010 pada 9:17 pm | #55

      Alhamdulillah, terimakasih atas penjelasannya
      Semoga juga bermanfaat utk saudara muslim laennya.
      Amin

  39. Akh.Sunarto
    November 13, 2010 pada 4:33 am | #56

    assalamu’alaikum, wr wb
    Akhi,dalam pembuatan blog antum, planing bagaimana dan untuk Uploadnya dibutuhkan berapa Quotanya dan Program software aplikasi apa aja yang dipakai.Please ya, ana sharing ilmunya.
    Syukron

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    akhi, ini blog gratis, tinggal pakai saja, sudah ada fasilitasnya, jika masih ada yang antum tanyakan, bisa kirim email ke ana, di aslibumiayu@yahoo.co.id, atau ym ana di aslibumiayu,
    mudah2 an bisa membantu,

    afwan….

  40. Admin
    Agustus 28, 2010 pada 7:27 pm | #57

    terima kasih banyak atas tanggapannya, alhamdulllah tanggapan ant sangat bermanfaat bagi an.
    mohon maaf sekira an baru sempat balas postingan ant.

  41. azizah
    Agustus 14, 2010 pada 3:12 am | #58

    assalamualaikum,,, saya adalah pengguna WP tahap pemula,,, pada Wp ini apakah bisa di beri efek2 suara???? mohon tutorialnya,, trims,,,wassalam, ^_^

    wa’alaikumussalam,,
    saya juga pemula nih, mba bisa nyari tutorialnya di internet,

  42. Ahmad Yusuf Octamidakesri
    Mei 1, 2010 pada 7:55 pm | #59

    assalamu’alaikum
    sebelumnya terima kasih telah berkunjung ke blog saya.
    saya punya sedikit permasalahan perihal komputer (networking), bagaimanakah caranya jika ingin menginstal komputer lewat jaringan?
    misalkan mau mengintasl komputer (PC) 10 unit lewat lan.
    mohon bantuannya.
    wassalam.

    Wa’alaikumussalam,
    Oh iya, sebelumnya saya tidak tahu, OS apa yang mau anda install.. dan kebetulan saya tidak pernah melakukan instalasi OS lewat jaringan, jadi belum tahu. Kalau instalasi software via jaringan, itu sih sering, dan mungkin anda jg sudah bisa yah,
    Saya nukilkan nih, nyari di internet, silahkan anda baca sendiri ya, alamatnya ada disini:

    Pertanyaan :mau tanya nih,,,saya masih lom ngerti nih gmana sih instalasi OS (windows or linux) lewat jaringan?
    jawabannya: setau saya itu pake opsi remote installation service (RIS) dan setau saya lagi itu cuman utk klas nya win server:

    http://en.wikipedia.org/w…lation_Services
    http://support.microsoft.com/kb/325862
    http://support.microsoft.com/kb/298750

    tapi kalo mau make di Windows XP bisa liat dimari :

    http://www.mcmcse.com/microsoft/guides/ris.shtml
    http://www.learnthat.com/…70-Free/page/8/

    yg perlu dibaca2 dulu ada di halaman ini:

    http://labmice.techtarget…ll/unattend.htm

    Mudah-mudahan bisa membantu menyelesaikan masalah anda,
    Trimakasih atas kunjungannya
    Wa’alaikum salam..

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 85 pengikut lainnya.