Beranda > Belajar Nasehat, musik > Ini Dalil Diharamkannya Lagu Dan Musik Oleh Allah Dalam Alquran

Ini Dalil Diharamkannya Lagu Dan Musik Oleh Allah Dalam Alquran


HUKUM MUSIK DAN LAGU Menurut Alquran Dan Sunnah

PANDANGAN AL QUR’AN DAN AS SUNNAH:ACARA di rancaekek

Allah Ta’ala berfirman: “Dan di antara manusia (ada) yang mempergunakan lahwul hadits untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu bahan olok-olokan.” (Luqman: 6)

Sebagian besar mufassir berkomen-tar, yang dimaksud dengan lahwul hadits dalam ayat tersebut adalah nyanyian. Hasan Al Basri berkata,ayat itu turun dalam masalah musik dan lagu.

Allah berfirman kepada setan: “Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan suaramu.” Maksudnya dengan lagu (nyanyian) dan musik. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah bersabda:

“Kelak akan ada dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras dan musik.” (HR. Bukhari dan Abu Daud)

Dengan kata lain, akan datang suatu masa di mana beberapa golongan dari umat Islam mempercayai bahwa zina, memakai sutera asli, minum-minuman keras dan musik hukumnya halal, padahal semua itu adalah haram.

Adapun yang dimaksud dengan musik di sini adalah segala sesuatu yang menghasilkan bunyi dan suara yang indah serta menyenangkan. Seperti kecapi, gendang, rebana, seruling, serta berbagai alat musik modern yang kini sangat banyak dan beragam.

Bahkan termasuk di dalamnya jaros (lonceng, bel, klentengan).

“Lonceng adalah nyanyian setan.” (HR. Muslim)

Padahal di masa dahulu mereka hanya mengalungkan klentengan pada leher binatang. Hadits di atas menun-ukkan betapa dibencinya suara bel tersebut. Penggunaan lonceng juga ber-arti menyerupai orang-orang nasrani, di mana lonceng bagi mereka merupakan suatu yang prinsip dalam aktivitas gereja.

Imam Syafi’i dalam kitabnya Al Qadha’ berkata: “Nyanyian adalah kesia-siaan yang dibenci, bahkan menyerupai perkara batil. Barangsiapa memperbanyak nyanyian maka dia adalah orang dungu, syahadat (kesaksiannya) tidak dapat diterima.”

Nyanyian di masa kini:

Kebanyakan lagu dan musik pada saat ini di adakan dalam berbagai pesta juga dalam tayangan televisi dan siaran radio. Mayoritas lagu-lagunya berbicara tentang asmara, kecantikan, ketampanan dan hal lain yang lebih banyak mengarah kepada problematika biologis, sehingga membangkitkan nafsu birahi terutama bagi kawula muda dan remaja.

Pada tingkat selanjutnya membuat mereka lupa segala-galanya sehingga terjadilah kemaksiatan, zina dan dekadensi moral lainnya.

Lagu dan musik pada saat ini tak sekedar sebagai hiburan tetapi sudah merupakan profesi dan salah satu lahan untuk mencari rizki. Dari hasil menyanyi, para biduan dan biduanita bisa mem-bangun rumah megah, membeli mobil mewah atau berwisata keliling dunia, baik sekedar pelesir atau untuk pentas dalam sebuah acara pesta musik.

Tak diragukan lagi hura-hura musik baik dari dalam atau manca negara sangat merusak dan banyak menimbulkan bencana besar bagi generasi muda.

Lihatlah betapa setiap ada pesta kolosal musik, selalu ada saja yang menjadi korban. Baik berupa mobil yang hancur, kehilangan uang atau barang lainnya, cacat fisik hingga korban meninggal dunia.

Orang-orang berjejal dan mau saja membayar meski dengan harga tiket yang tinggi. Bagi yang tak memiliki uang terpaksa mencari akal apapun yang penting bisa masuk stadion, akhirnya merusak pagar, memanjat dinding atau merusak barang lainnya demi bisa menyaksikan pertunjukan musik kolosal tersebut.

Jika pentas dimulai, seketika para penonton hanyut bersama alunan musik. Ada yang menghentak, menjerit histeris bahkan pingsan karena mabuk musik.

Para pemuda itu mencintai para penyanyi idola mereka melebihi kecintaan mereka kepada Allah Ta’ala yang menciptakannya, ini adalah fitnah yang amat besar.

Tersebutlah pada saat terjadi perang antara Bangsa Arab dengan Yahudi tahun 1967, para pembakar semangat menyeru kepada para pejuang: “Maju terus, bersama kalian biduan fulan dan biduanita folanah … “, kemudian mereka menderita kekalahan di tangan para Yahudi yang pendosa.

Semestinya diserukan: Maju terus, Allah bersama kalian, Allah akan menolong kalian.”

Dalam peperangan itu pula, salah seorang biduanita memaklumkan jika mereka menang maka ia akan menyelenggarakan pentas bulanannya di Tel Aviv, ibukota Israel -padahal biasanya digelar di Mesir-. Sebaliknya yang dilakukan orang-orang Yahudi setelah merebut kemenangan adalah mereka bersimpuh di Ha’ith Mabka (dinding ratapan) sebagai tanda syukurnya kepada Tuhan mereka.

Semua nyanyian itu hampir sama, bahkan hingga nyanyian-nyanyian yang bernafaskan Islam sekalipun tidak akan lepas dari kemungkaran.

Bahkan di antara sya’ir lagunya ada yang berbunyi:

“Dan besok akan dikatakan, setiap nabi berada pada kedudukannya … Ya Muhammad inilah Arsy, terimalah …” Bait terakhir dari sya’ir tersebut adalah suatu kebohongan besar terhadap Allah dan RasulNya, tidak sesuai dengan kenyataan dan termasuk salah satu bentuk pengkultusan terhadap diri Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, padahal hal semacam itu dilarang.

Kiat Mengobati virus nyanyian dan musik :

Di antara beberapa langkah yang dianjurkan adalah: Jauhilah dari mendengarnya baik dari radio, televisi atau lainnya, apalagi jika berupa lagu-lagu yang tak sesuai dengan nilai-nilai akhlak dan diiringi dengan musik.

Di antara lawan paling jitu untuk menangkal ketergantungan kepada musik adalah dengan selalu mengingat Allah dan membaca Al Qur’an, terutama surat Al Baqarah.

Dalam hal ini Allah Ta’ala telah berfirman:

“Sesungguhnya setan itu lari dari rumah yang di dalamnya dibaca surat Al Baqarah.” (HR. Muslim)

“Hai manusia sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan sebagai penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Yunus: 57)

Membaca sirah nabawiyah (riwayat hidup Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam) , demikian pula sejarah hidup para sahabat beliau.

Nyanyian yang diperbolehkan:

Ada beberapa nyanyian yang diperbolehkan yaitu: Menyanyi pada hari raya. Hal itu berdasarkan hadits A’isyah: “Suatu ketika Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam masuk ke bilik ‘Aisyah, sedang di sisinya ada dua orang hamba sahaya wanita yang masing-masing memukul rebana (dalam riwayat lain ia berkata: “… dan di sisi saya terdapat dua orang hamba sahaya yang sedang menyanyi.”), lalu Abu Bakar mencegah keduanya. Tetapi Rasulullah malah bersabda: “Biarkanlah mereka karena sesungguhnya masing-masing kaum memiliki hari raya, sedangkan hari raya kita adalah pada hari ini.” (HR. Bukhari)

Menyanyi dengan rebana ketika berlangsung pesta pernikahan, untuk menyemarakkan suasana sekaligus memperluas kabar pernikahannya.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Pembeda antara yang halal dengan yang haram adalah memukul rebana dan suara (lagu) pada saat pernikahan.” (Hadits shahih riwayat Ahmad). Yang dimaksud di sini adalah khusus untuk kaum wanita.

Nasyid Islami (nyanyian Islami tanpa diiringi dengan musik) yang disenandungkan saat bekerja sehingga bisa lebih membangkitkan semangat, terutama jika di dalamnya terdapat do’a. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menyenandungkan sya’ir Ibnu Rawahah dan menyemangati para sahabat saat menggali parit.

Beliau bersenandung: “Ya Allah tiada kehidupan kecuali kehidupan akherat maka ampunilah kaum Anshar dan Muhajirin.”

Seketika kaum Muhajirin dan Anshar menyambutnya dengan senandung lain: “Kita telah membai’at Muhammad, kita selamanya selalu dalam jihad.”

Ketika menggali tanah bersama para sahabatnya, Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga bersenandung dengan sya’ir Ibnu Rawahah yang lain: “Demi Allah, jika bukan karena Allah, tentu kita tidak mendapat petunjuk, tidak pula kita bersedekah, tidak pula mengerjakan shalat.

Maka turunkanlah ketenangan kepada kami, mantapkan langkah dan pendirian kami jika bertemu (musuh) Orang-orang musyrik telah mendurhakai kami, jika mereka mengingin-kan fitnah maka kami menolaknya.” Dengan suara koor dan tinggi mereka balas bersenandung “Kami menolaknya, … kami menolaknya.” (Muttafaq ‘Alaih)

Nyanyian yang mengandung pengesaan Allah, kecintaan kepada Rasululah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dengan menyebutkan sifat-sifat beliau yang terpuji; atau mengandung anjuran berjihad, teguh pendirian dan memper-baiki akhlak; atau seruan kepada saling mencintai, tomenolong di antara sesama; atau menyebutkan beberapa kebaikan Islam, berbagai prinsipnya serta hal-hal lain yang bermanfaat buat masyarakat Islam, baik dalam agama atau akhlak mereka.

Di antara berbagai alat musik yang diperbolehkan hanyalah rebana.

Itupun penggunaannya terbatas hanya saat pesta pernikahan dan khusus bagi para wanita.

Kaum laki-laki sama sekali tidak dibolehkan memakainya.

Sebab Rasul Shallallahu ‘Alahih Wasallam tidak memakainya, demikian pula halnya dengan para sahabat beliau Radhiallahu ‘Anhum Ajma’in.

Orang-orang sufi memperbolehkan rebana, bahkan mereka berpendapat bahwa menabuh rebana ketika dzikir hukumnya sunnat, padahal ia adalah bid’ah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Jauhilah perkara-perkara yang diada-adakan, karena sesungguhnya setiap perkara yang diada-adakan adalah bid’ah. dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Turmudzi, beliau berkata: hadits hasan shahih).

Sumber dari: Rasa’ilut Taujihat Al Islamiyah, 1/ 514 – 516. Oleh: Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

sumber: http://artikelassunnah.blogspot.com/2009/11/hukum-musik-dan-lagu.html

  1. eri - Dlingo
    September 1, 2015 pukul 12:02 am

    Hujjah itu cuma 2 sumbernya, anda apa gak ingat Hadits yaitu: “Aku tinggalkan padamu dua perkara yang kalian tidak akan tersesat apabila (berpegang teguh) kepadanya, yaitu Kitabullah dan Sunnahku. Tidak akan bercerai berai sehingga keduanya menghantarku ke telaga (Surga). (Dishahihkan oleh Al Albani dalam kitab Shahihul Jami), mana ada sunah Sahabat? ada-ada saja anda ini.

    Salah besar anda,. perbuatan sahabat juga termasuk sunnah yang wajib diikuti,. ini perintah Rasulullah, silahkan baca disini

    Lalu ini tak kasih Hadits yg menunjukkan kalo sahabat Nabi saw tidak seluruhnya adil, diriwayat oleh Muslim: “Pada hari penghisaban nanti sekelompok sahabatku akan datang menemuiku di telaga Al-Haudh, dan mereka itu dilarang untuk meminum air darinya. Aku kelak akan berkata: ‘Ya, Rabbi! Mereka ini adalah para sahabatku’. Kemudian Allah akan berkata: ‘Engkau tidak tahu apa yang mereka telah lakukan sepeninggalmu. Mereka telah meninggalkan ajaranmu.” (HR Muslim volume 15, halaman 53—54).

    Oh, anda salah paham lagi,. anda ga paham apa arti sahabat ya,.sahabat itu adalah orang yang selalu mengikuti ajaran Rasulullah, bukan disebut sebagai sahabat orang yang hidup di jaman Rasulullah tapi tidak mengikuti ajaran rasulullah, atau meninggalkan ajaran rasulullah, silahkan baca disini

    Siapa yang diusir dari telaga rasulullah tersebut? bukan para sahabat mas eri, tapi orang-orang yang meninggalkan ajaran rasulullah, dan mengamalkan amalan yang tidak ada perintahnya dari rasulullah, sehingga mereka diusir dari telaga rasulullah, sudah saya ulas disini mas

    Semoga pada akhirnya nanti anda bisa memahami bahwa Dalil itu cuma ada dua yaitu Qaalallah,
    Qaala Rasul.

    Mudah-mudahan anda akan menjadi paham, bahwa dalil itu bukan cuma Qaalallah dan Qaalarasul saja, sebab tanpa Qaala sahabat, maka MUSTAHIL bisa memahami Qaalallah dan Qaala Rasul, baca disini

    Barakallahu fik, wassalamualaikum..

    wafiikum baarakallah, haadanallah wa iyyaakum
    wa’alaikumussalam warahmatullah,.

  2. eri - Dlingo
    Agustus 31, 2015 pukul 6:25 am

    Hujjah yang nyata itu hanya ada pada Allah (Al Quran) dan RasulNya (Hadist).

    Dan gak ada sumber Hujjah/Dalil selain dari Allah dan Rasulullah saw, kedudukan sahabat hanya sebatas rowi pertama dari Nabi saw.

    Dan memang benar jasa mereka (para sahabat ra) besar krn telah meriwayatkan Hadist, jasa perowi Hadist setelah mereka pun juga tak kalah besar yaitu tabiin …

    hingga para ulama pengumpul Hadist (Bukhari, Muslim, Ahmad, dll).

    Kedudukan mereka sbg perantara seperti itu anda gak paham ya?

    Mungkin kang min ini mengenal Islam tidak melewati para perowi Hadist, tapi langsung ke para Sahabat, wuahh berarti umur anda panjang sekali dong ..

    Anda paham apa sih arti dalil itu?
    Jangan-jangan anda ngga paham,.

    Dalil itu adalah Qaalallah, Qaala Rasul, dan Qaala sahabat,. selain itu bukanlah dalil

  3. eri - Dlingo
    Agustus 30, 2015 pukul 5:52 am

    Keterangan Allah dalam Al Hasyr 7 dan Al
    Ahzab 36 tadi sebenernya sudah cukup jelas, bahwa pegangan/dalil hanya ada pada Rasulullah saw. Dikuatkan lagi pada ayat yg anda nukilkan diatas; “Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku (mengikutiku : mengikuti Nabi saw) mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”.

    Ya semoga lain hari alur logika anda bisa faham pada ayat2 tsb.

    Mas, baca dong penjelasan Rasulullah tentang ayat tersebut, jangan cuma baca ayatnya,..

    Siapa manusia yang paling berpegang dengan jalan Rasulullah, jawabnya,.. PARA SAHABAT,.
    Siapa manusia yang paling tahu jalan Rasulullah,. jawabnya PARA SAHABAT,
    Siapakah yang dimaksud dalam ayat diatas “dan orang-orang yang mengikutiku?.. jawabnya PARA SAHABAT,.
    Sehingga PENGAMALAN PARA SAHABAT itu menjadi HUJJAH YANG NYATA,. bagi orang yang masih waras akalnya,.

    Masihkan akal anda bisa berpikir sehat mas??

    Makanya ikuti dalil, bukan ikuti logika,.. logika itu bukan utk melogikan dalil, tapi untuk membenarkan dalil,. gunakan logika anda secara benar, kalau tidak, ya kengawuran yang akan timbul, baca ulasannya disini

    • Ahmad
      Agustus 30, 2015 pukul 11:22 am

      mas eri…
      apa anda sdh mengetahui apa yg Rasulullah sampaikan di akhir hayat beliau? Beliau mewasiatkan agar kita berpegang teguh pada Al-Quran, Sunnah Beliau dan sunnah para kulafaur rasyidin yang mendapat petunjuk beliau termasuk di sini para sahabat yg dididik langsung oleh Rasulullah sendiri.
      seharusnya anda berterimakasih telah diingatkan akan kebenaran bukannya mencari pembenaran

      Sabar mas ahmad,.
      Mungkin mas eri belum paham, banyak dari komentarnya sih menunjukkan dia gagal paham,.
      Tapi mudah-mudahan walaupun dia gagal paham, banyak pembaca yang bisa paham,.
      Makanya saya juga berterimakasih atas komentar-komentar dari mas eri ini,. jadi menambah inspirasi bagi saya,.

  4. eri - Dlingo
    Agustus 29, 2015 pukul 9:57 pm

    Tunjukan mana keterangannya bahwa Sahabat itu
    SELURUHNYA ADIL? Kalau pun bener seluruhnya adil, tapi Kedudukan sahabat hanyalah sebatas perantara/rowi pertama dari Rasulullah saw dan mereka juga tidak punya kewenangan untuk ikut campur menetapkan suatu hukum, misal dlm meriwayatkan suatu Hadits, sahabat tsb harus mengatasnamakan Nabi saw, sbg contoh; …”Rasulullah saw telah bersabda: …] dan gak kuat kalo cuma kata dia sendiri, terkait musik/nyanyian, Nabi saw telah membolehkannya, tapi entah kenapa ibnu Mas’ud hanya mengatakan nyanyian doang tanpa disertai keterangan lebih lanjut terkait Lahwul hadiist, memang nyanyian tertentu bisa masuk ke Lahwul hadiist, tapi kan ggak semua nyanyian masuk ke Lahwul hadiist. Dan mengenai Dalil, Dalil itu hanya ada pada Rasulullah saw, manut hanya ke Rasulullah saw itu juga sudah sangat gamblang, Bacalah lagi kang, Al Hasyr 7. #
    [QS; Al Hasyr 7] : Apa yang diberikan
    Rasul kepadamu
    maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya
    bagimu maka tinggalkanlah dan
    bertakwalah kepada
    Allah. Sesungguhnya
    Allah sangat keras
    hukumanNya.
    (QS ; Al Ahzab 36) : Dan tidak patut bagi
    laki-laki yang mukmin
    dan perempuan yang
    mukmin, apabila Allah
    dan RasulNya telah
    menetapkan suatu
    Ketetapan, akan ada
    bagi mereka pilihan
    (yang lain) tentang
    urusan mereka. Dan
    barangsiapa mendurhakai Allah dan
    RasulNya maka sungguhlah dia telah
    sesat, sesat yang
    nyata. #
    Barakallahu fikum.

    Mudah-mudahan Allah memberikan anda hidayah taufik, agar memahami islam ini menurut pemahaman para sahabat,. generasi terbaik umat ini,.
    Sahabat adalah adil, generasi yang paling tunduk kepada islam, paling paham tentang islam,.

    Tanpa melalui para sahabat, mustahil islam sampai ke negeri ini,.
    Walaupun anda tidak bisa mencerna hujjah yang saya sampaikan, tentang keutamaan sahabat,. keridhaan Allah padanya dan orang-orang yang mengikutinya dengan kebaikan, tidak mengapa,. mudah-mudahan banyak pembaca yang paham,..

    Terimakasih atas tanggapan komentar anda,. karena dengannya saya bisa memposting artikel-artikel penting tentang sahabat, yang kaum muslimin banyak belum tahu,.

    Tidak mengapa anda tidak paham, atau mempertahankan pendapat anda,. ini DALIL-DALIL BAWHA SELURUH SAHABAT ITU ADIL , klik disini

  5. eri - Dlingo
    Agustus 29, 2015 pukul 5:29 am

    Oo.. Hadits yg mengenai mengikuti sunnah
    rasulullah dan sunnah
    para sahabatnya. Sayangnya hadits tsb Dhoif kang, gak kuat dibuat pegangan.
    Okelah Ini tak kasih penegasan dari Al Quran mengenai berpegang hanya pada Rasullah saw, bukannya para sahabat.
    # Apa yang diberikan
    Rasul kepadamu maka
    terimalah dia. Dan apa
    yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah dan
    bertakwalah kepada
    Allah .Sesungguhnya
    Allah sangat keras
    hukumanNya. (QS ; Al
    Hasyr 7).
    Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi
    orang yang berharap
    (rahmat) Allah dan
    (kedatangan) hari
    kiamat dan dia banyak
    menyebut Allah. (QS ; Al
    Ahzab 21).
    Barang siapa yang
    mentaati Rasul itu,
    sesungguhnya ia telah
    mentaati Allah .Dan
    barang siapa yang
    berpaling (dari ketaatan
    itu) maka Kami tidak
    mengutusmu untuk
    menjadi pemelihara bagi
    mereka. (QS ; An Nisa
    80).
    Sesungguhnya jawaban
    orang-orang mukmin,
    bila mereka dipanggil
    kepada Allah dan
    RasulNya agar Rasul
    menghukum (mengadili)
    diantara mereka ialah
    ucapan “kami
    mendengar dan kami
    patuh”. Dan mereka
    Itulah orang-orang yang
    beruntung. Dan
    barangsiapa yang taat
    kepada Allah dan
    RasulNya dan takut
    kepada Allah dan
    bertakwa kepadaNya
    maka mereka adalah
    orang-orang yang
    mendapat kemenangan.
    (QS ; An Nur 51-52).
    Dan tidaklah patut bagi
    laki-laki yang mukmin
    dan tidak (pula) bagi
    perempuan yang
    mukmin, apabila Allah
    dan RasulNya telah
    menetapkan suatu
    Ketetapan , akan ada
    bagi mereka pilihan
    (yang lain) tentang
    urusan mereka. Dan
    barangsiapa
    mendurhakai Allah dan
    RasulNya maka
    sungguhlah dia telah
    sesat, sesat yang
    nyata. (QS ; Al Ahzab
    36). #
    Mengenai Duff, ya memang alat musiknya ketika itu cuma duff. Qiyasnya itu alat musiknya.
    Ya udah kang, sy hanya ngingetin doang kok. Semoga saja anda tidak masuk pada golongan orang2 yg mendahului Allah dan Rasul-Nya.

    Bukan hadits, tapi ayat Alquran,.
    Ada ayat alquran yg dhaif mas eri? baca surat attaubah ayat 100, baca pula surat annisa ayat 115,.

    Sahabat itu SELURUHNYA ADIL, tidak ada sahabat yang berdusta atas nama Rasulullah,.
    Sahabat itu adalah manusia pilihan Allah untuk menemani rasulullah,. silahkan baca ulasannya disini

    Mustahil kita bisa memahami islam tanpa melalui perantara para sahabat,.
    Siapapun orang atau ormas yang menyelisihi pemahaman para sahabat, PASTI AKAN TERSESAT, Allah yang mengatakannya,.
    Wajib hukumnya seluruh kaum muslimin untuk mengikuti pemahaman para sahabat, ulasannya baca disini

    • Ahmad
      Agustus 29, 2015 pukul 3:40 pm

      anda memberikan dalil apa pembenaran menurut hawa nafsu anda? Jika Allah belum memberikan hidayah,akan sulit bagimu untuk menerima. Kita tinggal mengimani yg Rasulullah sampaikan.itu saja sdh cukup,tanpa mencari pembenaran thd apa yg hati anda inginkan. Anda menuliskan sendiri agar kita mengimani Allah dan Rasulnya. Kenapa anda msh meragukan thd yg Rasulullah sampaikan ?

      Betul sekali mas ahmad, mas eri ini tidak paham, perkataan Rasulullah, hanya memahami sepotong saja,.
      Sahabat itu merupakan generasi yang dibina langsung oleh Rasulullah,.
      Paling tahu hukum-hukum yang RAsulullah jelaskan,.
      para sahabat tidak akan berani berdusta atas nama Rasulullah,.

      Lebih paham siapa antara mas eri dan para sahabat, para sahabat termasuk ibnu mas’ud menyatakan lagu itu haram,.
      Apalagi jika diiringi musik,..
      Aisyah juga mengatakan, gempa bumi itu terjadi salah satunya karena musik sudah merajalela,.

  6. eri - Dlingo
    Agustus 29, 2015 pukul 2:31 am

    Kang, Hadis yg saya sampaikan itu langsung ke Rasulullah saw dan beliau mempersilahkan alias membolehkannya orang tsb menunaikan nadzarnya, dan hanya nadzar hal yg halal atau hal yg mubah saja yg dapat/boleh dilaksanakan, itu artinya bermain musik itu boleh buktinya Rasulullah saw mempersilahkan.

    Mengenai riwayat Aisyah r.a tsb, mana keterangan haramnya? Gak ada to? Ucapan Beliau r.a pun tidak langsung dari Nabi saw. Jadi pedoman anda itu siapa?

    Rasulullah po Aisyah ??

    Semoga saja anda bisa mudeng, dan bisa segera merubah judul post diatas menjadi “Bermain musik dan bernyanyi itu Boleh dalam Islam”. Barakallahu fikum.

    Apakah Aisyah tahu dari dirinya sendiri?
    Aisyah adalah ISTRI RASULULLAH, sehari-hari bersama rasulullah,. dan Aisyah paham, bagaimana hukum berdusta atas nama Rasulullah,.
    Demikian pula Ibnu mas’ud, beliau paham hadits berdusta atas nama rasulullah,.

    Aisyah mengatakan begitu karena Rasulullah yang mengajarkan,.
    Panutan kita Adalah Rasulullah,.
    Aisyah, ibnu mas’ud itu lebih paham tentang apa yang disampaikan oleh Rasulullah,
    Aisyah, ibnu mas’ud tidak berani mengharamkan mendahului Allah dan Rasulnya,.

    Tahukah anda, apa nadzar budak wanita tersebut yang oleh Rasulullah disuruh menunaikannya?
    Anda paham? si budak wanita atau jariyah tersebut memukul DUFF, dan duff ini termasuk alat musik yang dibolehkan, saya sudah mempostingnya mas,. apa anda tidak baca? silahkan baca disini

    Mudah-mudahan Allah berikan hidayah taufik utk saya dan anda,. semoga anda diberikan kepahaman ttg islam menurut pemahaman para sahabat,.

    Ucapan sahabat adalah DALIL, bisa dijadikan hujjah jika tidak ada sahabat lain yang mengingkarinya,.. ini patut anda ingat,.
    Jadi ucapan ibnu mas’ud, ucapan Aisyah, itu adalah DALIL juga,. karena Rasulullah sendiri yang menyuruh kita untuk mengikuti sunnah rasulullah, dan sunnah para sahabatnya,.

    Bahkan Allah sendiri memerintahkan kita utk mengikuti jalannya para sahabat,

  7. eri - Dlingo
    Agustus 28, 2015 pukul 7:02 am

    Ini kang ada Hadist, bahkan ini langsung ke Rasulullah saw, dan gak cuma sampai ke Ibnu Mas’ud seperti riwayat yang anda sampaikan.
    # Diriwayatkan oleh
    Buraidah bahwa
    Rasulullah SAW hendak
    menuju perperangan,
    ketika kembali dari
    perperangan seorang
    Jariyyah hitam datang
    menghampiri Rasulullah
    SAW seraya berkata
    ”wahai Rasulullah SAW
    sesungguhnya aku telah bernadzar apabila
    Engkau kembali dengan
    selamat aku akan
    menabuh Duff dan
    bernyanyi di hadapanmu, Rasulullah
    SAW bersabda
    ”apabila kau telah
    bernadzar maka tabuhlah sekarang
    karena apabila tidak
    maka engkau telah
    melanggar nadzarmu”. Kemudian Jariyyah tersebut menabuh Duff dan bernyanyi, kemudian Abu Bakar ra masuk ke rumah Rasulullah SAW ketika Jariyyah itu masih menabuh Duff dan bernyanyi, kemudian ketika Ali ra masuk dia masih menabuhnya dan ketika Utsman ra masuk dia juga tetap menabuh, ketika Umar ra masuk beliau langsung melemparkan Duff itu ke arahnya yang kemudian Jariyyah itu duduk. Lalu Rasulullah SAW bersabda ”wahai Umar sungguh setan akan takut kepadamu, sungguh ketika Aku duduk, dia menabuh Duff, ketika Abu Bakar
    masuk dia juga masih
    demikian, Ketika Ali masuk juga demikian,
    ketika Utsman masuk
    dia juga tetap menabuhnya akan
    tetapi ketika engkau
    masuk wahai Umar
    engkau lemparkan Duff
    itu”.
    [Hadist Sunan Tirmidzi
    no 3690 dimana At
    Tirmidzi mengatakan
    hadist ini hasan shahih
    gharib, juga
    dinyatakan shahih oleh
    Syaikh Al Albani dalam
    Shahih Sunan Tirmidzi,
    juga diriwayatkan
    dalam Musnad Ahmad
    bab Buraidah no 22989
    dengan sanad yang
    kuat, dan diriwayatkan
    dalam Shahih Ibnu
    Hibban hadis no 6892] #

    Mas, baca link yang saya berikan tidak?
    Sudah saya posting,. alat musik yang dibolehkan, dan siapa yang menabuhnya, makanya dibaca dong linknya,. silahkan baca disini

    INI DALIL YANG SANGAT JELAS,.

    Diceritakan oleh Ibn Abi Dunya dari Anas bin Malik, bahwa beliau bersama seorang lelaki lainnya pernah menemui Aisyah. Lelaki ini bertanya, “Wahai Ummul Mukminin, jelaskan kepada kami tentang fenomena gempa bumi!” Aisyah menjawab,

    إذا استباحوا الزنا ، وشربوا الخمور ، وضربوا بالمعازف ، غار الله عز وجل في سمائه ، فقال للأرض : تزلزلي بهم ، فإن تابوا ونزعوا ، وإلا أهدمها عليهم

    “Jika mereka sudah membiarkan zina, minum khamar, bermain musik, maka Allah yang ada di atas akan cemburu. Kemudian Allah perintahkan kepada bumi:

    ‘Berguncanglah, jika mereka bertaubat dan meninggalkan maksiat, berhentilah. Jika tidak, hancurkan mereka’.”

    Orang ini bertanya lagi, “Wahai Ummul Mukminin, apakah itu siksa untuk mereka?”

    Beliau menjawab,

    بل موعظة ورحمة للمؤمنين ، ونكالاً وعذاباً وسخطاً على الكافرين ..

    “Itu adalah peringatan dan rahmat bagi kaum mukminin, serta hukuman, adzab, dan murka untuk orang kafir.” (Al-Jawab Al-Kafi, Hal. 87–88)

    Selengkapnya bisa dibaca disini

  8. eri - Dlingo
    Agustus 28, 2015 pukul 1:17 am

    Ya terserah anda kalo mau mengharamkan musik dan alat musiknya. Namun adanya beda penafsiran mengenai hukum nyanyian/musik udah dari dulu juga. Dan yg menentukan haram maupun bolehnya itu bukan alat musik/nyanyiannya, tapi content/isi dari nyanyian tsb, jadi klop kan sama makna Lahwul Hadiitsi/perkataan sia2 dan pendapat Ibnu Masud yaitu Beliau r.a mengatakan nyanyian (tertentu), bukannya mengatakan musik/alat musik. Burung pun bisa berkicau/bernyanyi, jangan2 nanti anda juga mengharamkan kicauan burung, haddehww ;-(.

    Mas,. kalau burung tidak terbebani syariat mas,., lah kok larinya ke kicauan burung??.. lucu sekali dirimu? hadeehww ;-(.

    Ibnu mas’ud sedang menjelaskan makna lahwul hadits dalam ayat tsb adalah LAGU,.
    Kan anda pengin tahu dalil dari Alquran, itu ibnu mas’ud sudah menjelaskan, dengannnn jelaassss sekali,. kok masih belum mudeng?

  9. eri - Dlingo
    Agustus 27, 2015 pukul 3:45 pm

    Lha yo mana mas Bro, ayo dong tunjukkan dalil tegas dari Al Quran tentang haramnya musik? Gak ada kan.

    Ada, itu penjelasan Ibnu mas’ud, sampai ibnu mas’ud bersumpah, ayat tersebut utk haramnya lagu,.
    Lagu saja haram, apalagi musiknya,.
    Itu sudah sangat tegas, bagi yang paham dalil berdasarkan penjelasan ahlinya, tapi menjadi ngga tegas bagi orang yang mengedepankan akalnya,. seperti orang-orang MTA,.

    Juga mau nambahin bahwa ada Hadits dari Rasulullah saw yg membolehkan bernyanyi/bermusik, saya pernah membaca Hadist tsb dan kedudukan Hadits tsb adalah soheh berdasarkan ilmu Hadits.

    Oh ada, bolehnya menabuh alat musik DUFF, dan yang menabuh adalah wanita kecil yang blm baligh, saat pernikahan,saat hari raya,.
    Jadi bukan wanita dewasa atau laki-laki,. jadi laki-laki yang main musik itu sama dengan banci,. karena yang dibolehkan menabuh duff adalah wanita,. silahkan sudah saya posting hal tersebut disini

  10. eri - Dlingo
    Agustus 27, 2015 pukul 7:19 am

    Berarti memang bener musik/alat musik/nyanyian itu tidak haram, dan jatuhnya hanya mubah/boleh/netral.

    Mungkin dulu Ibnu Mas’ud lihat nyanyian/musik-nya pas kebetulan untuk mengiringi tarian perut, lha kalo seperti ya bisa masuk ke Lahwul haditsiy. Intinya anda itu gak pas kalo mengharamkan musik.

    (tulisan2 saya adalah seperti yg lain, hanya sebuah pendapat. Bisa benar dan bisa salah). Barakallahu fikum..

    Ngawure,..
    Pengharaman musik bukanlah pendapat ulama, tapi dalil,. dalil dari alquran dan sunnah,.

    Musik sudah ada sebelum nabi muhammad lahir,.
    Makanya ada hadits tentang haramnya musik,.
    Jadi jika anda katakan tulisan anda adalah pendapat, dan pendapat anda musik itu tidak haram, saya katakan, itu adalah pendapat yang super ngawur, menyelisihi penjelasan sahabat yang dibina langsung oleh rasulullah,.

  11. Asap Kelabu
    Agustus 27, 2015 pukul 2:18 am

    Bisa pula yang dimaksud oleh Ibnu Masud r.a tentang nyayian yaitu ada suatu nyayian-nyanyian tertentu yg bisa masuk ke kategori Lahwul hadiitsiy.

    kalau sudah begitu berarti segala perkataan dgn beragam bentuknya (nyanyian, pidato, nasehat, ngobrol, stand up dst) yg isinya cuma perkataan yg sia-sia, maka beragam bentuk perbuatan cangkeman tsb bisa masuk ke kategori Lahwul hadiitsiy.

    Bukankah yang menyebabkan orang masuk ke neraka adalah karena dua lubang,. salah satunya karena lisan kita,.
    Maka, semua ucapan yang mengarah kepada kesia-siaan, itu akan Allah mintai pertanggungjawaban,.
    Pidato yang mengajak kepada kesia-siaan, akan allah mintai pertanggungjawaban,. ngobrol yang membawa kepada kesia-siaan, akan Allah mintai pertanggungjawaban,.

  12. eri - Dlingo
    Agustus 26, 2015 pukul 3:40 pm

    Kang. Ath Thabariy sendiri pun mengatakan bahwa para pakar tafsir berselisih pendapat berkenaan makna lafadz tsb, itu artinya dari dulu sudah ada silang pendapat. Lebih lagi yg mengatakan nyanyian adalah Ibnu Mas’ud sendiri alias pendapatnya pribadi dan bukan keterangan yg berasal dari Rasulullah saw.

    Dan kalo dibaca lafadznya pun dah cukup jelas ‎‏ ﻟَﻬْﻮَ‏ﺍﻟْﺤَﺪِﻳﺚ / perkataan sia-sia, tapi kenapa kok anda kaitkan ke musik ya? Namun musik sebetulnya ya bisa juga masuk ke kategori lahwul hadits yaitu musik2 yg bersyair cabul, bersyair porno, dll.

    Jadi jatuhnya tidak ke musik/alat musik tapi ke syair2/perkataan2/kalimat2 yang sia-sia dan tidak berguna. Jadi pendapat saya musik itu cuma sekedar alat saja/netral, semacam pisau, korek api, dll.

    Dan yg menentukan adalah si penggunanya, bisa berdosa kalo pisau untuk bunuh orang sebaliknya bisa berpahala kalo pisau tsb untuk iris2 sayuran buat hidangan untuk suami. Begitu pula musik ya sama persamaannya.
    Barakallahufikum..

    Pendapat sahabat, yang itu tidak diingkari oleh sahabat lainnya, maka itu adalah DALIL,. hujjah yang nyata,.

    Ibnu mas’ud berkata dari pendapat pribadi??.. ini juga kengawuran karena pemikiran akal anda,.
    Ibnu mas’ud seorang yang didoakan oleh Rasulullah agar paham ttg tafsir Alquran,.
    Ibnu mas’ud bersumpah ketika menyebut itu yang dimaksud adalah lagu,. kok anda bilang itu pendapat pribadi?.. dimana adab anda kepada para sahabat?

    Memang betul, kelihatan sekali akibat ngaji di Majlis Tafsir Akal, akal yang dikedepankan, sudah gitu ga paham apa itu syiah,.

  13. eri - Dlingo
    Agustus 26, 2015 pukul 4:24 am

    Kalo dibaca dgn seksama ayat tsb ditujukan untuk orang yg berbicara yang omongannya tsb diniatkan utk menyesatkan manusia dari jalan Allah. Mungkin sebenarnya dia tahu jalan yg Lurus, karena dia cenderung ke bengkok akhirnya dia mengajak manusia lainnya menuju ke jalan bengkok, lebih jahat lagi dia ingin jalan Allah dijadikan olok2an. Jadi sebenarnya mereka ini tahu jalan Allah dan tahu jalan bengkok [mungkin mereka gol org munafiq], lalu kalo membaca ayat selanjutnya yaitu ayat 7 jelas ayat-ayat tsb menerangkan perihal orang kafir munafiq sebab ayat selanjutnya yaitu ayat 8, Allah swt menerangkan perihal orang-orang beriman. Jadi kalo anda mengaitkan surat Luqman ayat 6 ke musik mungkin tidak pas Min. Lengkap ayatnya ini;
    –> Surat Luqman ayat 6 – 8.
    6. Dan di antara
    manusia (ada) orang
    yang mempergunakan
    perkataan yang tidak
    berguna untuk
    menyesatkan
    (manusia) dari jalan
    Allah tanpa
    pengetahuan, dan
    menjadikan jalan Allah
    itu olok-olokan. Mereka
    itu akan memperoleh
    azab yang
    menghinakan.
    7. Dan apabila dibacakan
    kepadanya ayat-
    ayat Kami, dia berpaling
    dengan
    menyombongkan diri
    seolah-olah dia belum
    mendengarnya, seakan-
    akan ada sumbat di
    kedua telinganya, maka
    beri kabar gembiralah
    dia dengan azab yang
    pedih
    8. Sesungguhnya orang-
    orang yang beriman dan
    mengerjakan amal-amal
    saleh, bagi mereka
    syurga-syurga yang
    penuh keni’matan.

    Mas, siapa anda???
    Ini perkataan Sahabat rasulullah yang menyaksikan ayat itu turun,.
    Hidup bersama rasulullah, bahkan didoakan oleh Rasulullah agar paham tentang tafsir Alquran,.

    Inilah Ibnu Mas’ud yang menjelaskan ayat diatas,. bukan orang sekarang, bukan anda mas,. tapi IBNU MAS’UD,.
    Apa kata ibnu mas’ud tentang ayat diatas?

    Saya nukilkan mas, dan jangan gunakan akal anda dalam memahami Alquran, seprti yang dilakukan oleh MTA,.

    Nyanyian dikatakan sebagai “lahwal hadits” (perkataan yang tidak berguna)

    Allah Ta’ala berfirman,

    وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ آيَاتُنَا وَلَّى مُسْتَكْبِرًا كَأَنْ لَمْ يَسْمَعْهَا كَأَنَّ فِي أُذُنَيْهِ وَقْرًا فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

    “Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah padanya dengan azab yang pedih.” (QS. Luqman: 6-7)

    Ibnu Jarir Ath Thabariy -rahimahullah- dalam kitab tafsirnya mengatakan bahwa para pakar tafsir berselisih pendapat apa yang dimaksud dengan لَهْوَ الْحَدِيثِ “lahwal hadits” dalam ayat tersebut. Sebagian mereka mengatakan bahwa yang dimaksudkan adalah nyanyian dan mendengarkannya. Lalu setelah itu Ibnu Jarir menyebutkan beberapa perkataan ulama salaf mengenai tafsir ayat tersebut. Di antaranya adalah dari Abu Ash Shobaa’ Al Bakri –rahimahullah-. Beliau mengatakan bahwa dia mendengar Ibnu Mas’ud ditanya mengenai tafsir ayat tersebut, lantas beliau –radhiyallahu ‘anhu– berkata,

    الغِنَاءُ، وَالَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ، يُرَدِّدُهَا ثَلاَث َمَرَّاتٍ.

    “Yang dimaksud adalah nyanyian, demi Dzat yang tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi selain Dia.” Beliau menyebutkan makna tersebut sebanyak tiga kali.

    Selengkapnya disini

  14. jay
    Juli 30, 2015 pukul 12:37 am

    Assalammualaikum
    klu sufi ama salafi sama g yaa

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    beda kang jay, bedanya bagaikan langit dan bumi

  15. Anonymous
    Juli 16, 2015 pukul 10:36 pm

    Bgmn kl nyanyian tersebut bertemakan islami?

    Tidak ada nyanyian islami, sudah saya posting ulasannya disini

  16. arman
    Juli 6, 2015 pukul 3:26 am

    Mangstap surantap

    emang mangstap

  17. dymas
    Juli 5, 2015 pukul 6:09 am

    kok saya bingung y?? tadi dibagian awal bilang bahwa musik itu haram. lalu bagian dari musik itu termasuk rebana. lalu di bagian akhir dibilang rebana itu diperbolehkan. lalu yg benar yg mana??
    lalu apakah yg dihasilkan rebana itu juga bukan musik??
    kok saya tambah bingung…???
    terus dulu saya pernah dengar bahwa bila wanita bernyanyi dan bergoyang di tv maka yg dengar dan melihat itu dosa…
    kalo wanita berebana di tv itu dosa juga g?
    tp itu juga bermusik…

    Bukan rebana,. tapi istilah arabnya adalah DUFF, semacam rebana kecil yang tidak ada kicrik-kicriknya, tidak seperti rebana yg di indonesia,.
    Lalu yang memukulnya adalah anak-anak gadis kecil yg belum baligh,.
    Dan itu adalah budaya arab,.
    Dipukul HANYA KALAU ADA ACARA WALIMAH DAN HARI RAYA,. selain itu tidak ada,.
    Dan itu bukan musik sperti musik2 sekarang yang mengikuti aturan do re mi fa so la si do,. tapi itu memang murni budaya arab.,

    Jika itu dikatakan musik, itu musik yang di kecualikan,. dibolehkan,.
    Jadi tidak usah bingung,.
    Adapun yg di tv atau di kita, yang memukul rebana itu wanita-wanita dewasa, bahkan laki-laki, dalam hal ini laki-laki tersebut sudah menyerupai wanita,. alias banci,

  18. Titik Hitam
    Juli 3, 2015 pukul 8:18 am

    Maaf sblumnya saya bukan sunni dan bukan wahabi.
    Saya cuma muslim biasa. sya stuju klau musik yg keras dan melantunkan kata2 yg sia2 itu haram.
    Tp klau hrus mnghindar atau pura2 tidak mndengar mnurut sya tidak mungkin, krna saya punya telinga.

    Terimakasih,.
    Mendengar musik tidak haram, yang haram adalah mendengarkan, berbeda antara mendengar dan mendengarkan, kita punya telinga, maka akan terdengar suara apapun, tapi kalau mendengarkan,itu bukan sekedar mendengar, tapi mendegar sambil menikmati, merasa terhibur dengan alunan musik tsb, ini yang diharamkan, sama halnya kita melihat yg porno atau aurat,. pandangan pertama itu dimaafkan,yang dosa adalah pandangan kedua dan seterusnya

    Dan kalau hanya rebana yg di perbolehkan di tabuh, keistimewaanya apa knp d perbolehkan? Bukanya jaman dahulu tidak ada piano dan gitar makanya yg di perbolehkan itu rebana?.

    Salah besar jika anda menganggap jaman dahulu tidak ada alat musik, sebelum Rasulullah lahir sudah dikenal alat-alat musik,.
    Kenapa hanya rebana yang dibolehkan? karena itu rasulullah yang mengatakan, namanya DUFF, rebana kecil, dan yang menabuh juga gadis2 kecil yang belum baligh, bukan laki-laki, atau wanita dewasa,. dan bukan rebana yang kita lihat sekarang ini, besar, dan ada asesorisnya, itu sih sudah termasuk alat musik yang diharamkan

    Sama ketika nabi menggunakan onta, krena jaman dlu tidak ada mobil. Jadi klau kita menggunakan mobil bukan onta juga haram krena tidak mengikuti nabi?.

    Beda mas,.. jaman dulu juga rasul tidak selalu naik onta, dan lagian itu juga bukan termasuk urusan ibadah, itu urusan dunia, sudah saya ulas, silahkan baca disini

  19. Wahabi bukan sunni asli.
    Mei 29, 2015 pukul 7:13 am

    wahabi salafi beda tafsir dg kaum sunni ttg lagu dan alat musik.
    Makanya banyak kaum wahabi salafi yg stres jadi teroris…

    Apa sih arti sunni? orang yang rajin mengamalkan sunnah ya? nah musik itu HARAM, bukan sunnah, kok bisanya ngaku sunni kok melakukan yang haram ? Sunni palsu berarti ya,…

    Ini lho Rasulullah yang menyatakan bahwa nanti ada orang yang menhalalkan musik,.. itu artinya hukum musik itu HARAM,..
    ====“Akan datang pada umatku beberapa kaum yang menghalalkan zina, sutra, khomr (minuman keras) dan alat musik.====
    Baca disini

    Teroris menurut wahabi malah hukumannya adalah hukuman MATI, silahkan baca disini

  20. wababi sisapi
    Mei 29, 2015 pukul 7:10 am

    Yg cipatakan nada musik Allah s.w.t demikian juga Allah menciptakan alat2 musik, jika musik itu haram maka sama saja mengatakan bahwa Allah menciptakan sesuatu dg sia2, atau kekuasaan Allah tidak meliputi musik dan lagu.

    Jika Allah menciptakan lagu atau musik itu tdk sia2 berarti ada manfaatnya. Tapi saya yakin lagu itu boleh dan musik itu boleh tetapi bukan lagu2 erotis dan yg menjauhkan kita dari Allah s.w.t.,

    namun kaum kaum wahabi salafi memang sangat kaku dan jumud dalam berfikir lantas mengkafirkan kaum sunni yg memuji Allah dan RasulNya dg aneka kasidah yg indah.

    Kurang seru deh kalau itu, ada yang lebih seru nih,.
    Allah menciptakan IBLIS, SETAN,. lalu Allah akan memasukan IBLIS dan SETAN kedalam neraka, kekal selamanya,.. apakah anda berani ngomong juga bahwa Allah sia-sia juga menciptakan IBLIS dan SETAN?

    Ada lagi nih,.
    Allah menciptakan langit,bumi,dan alam semesta ini,. nanti di hari kiamat Allah hancurkan langit dan bumi beserta segala isinya,. apakah anda berani ngomong Allah sia-sia dong menciptakan bumi,langit dan segala isinya??

    Jangan koplak dong mas,.. kalau koplak ya jangan keterlaluan,..

    Jangan tertipu dengan tipu daya setan,.

    Yang Allah larang, pasti ada hikmahnya,.
    Ibarat anda diberikan Racun dan Madu,.. mana yang anda pilih?? Milih Racun? atau milih madu,.
    Orang cerdas akan memilih madu,. bukan milih racun,.

    Allah mengharamkan lagu dan musik, dan masih banyak yang Allah halalkan,. orang cerdas akan milih mana??
    Jika milih yang dilarang oleh Allah, maka bukan salah Allah yang telah menciptakan musik dan lagu,..

    • Anonymous
      Juli 4, 2015 pukul 1:16 am

      Mantap ni akhi balasanx,sungguh yg buta itu hati bukan mata,hingga tertutup sudah untuk menerima kebenaran, Jazakallahu khairan, atas ilmunya

      Jazakallahu khairan

  21. Aditya Pandu Kurniawan
    Mei 22, 2015 pukul 11:42 am

    Subhanallah.. jujur dalam hati menolak.. trus harus gmn ini? :'(

    terimakasih aditya,. sudah komentar disini,.
    harus bagaimana?
    tinggalin musik dan lagu, karena itu adalah nyanyian setan,.
    Tidak ada lagu religi, tidak ada album religi,atau lagu islami,.
    tidak ada musik untuk dakwah walaupun bang haji yang menyanyikannya,. silahkan baca ulasannya disini

  22. Irvan Mikail
    Mei 18, 2015 pukul 9:44 am

    beberapa dalil hadis tentang alat musik termasuk rebana (duf)
    http://www.quranhadis.com/2015/04/musik-adalah-haram-meskipun-musik-atau.html

    Jazakumullahu khairan atas tambahan referensinya,

  23. anto
    April 10, 2015 pukul 1:47 am

    klo lagu religi O***k gmna hukum nya pak??

    Terimakasih mas anto,.
    sama saja mas anto,. mau lagunya opick atau bang haji, atau lagunya habib,sunan kalijaga. sama saja,… HARAM hukumnya dalam islam,.
    Tidak ada musik untuk dakwah,. silahkan lihat disini postingannya

  24. akhanggit
    Juni 28, 2010 pukul 12:49 am

    salam kenal…

    salam kenal kembali..

  1. No trackbacks yet.

silahkan komentar jika kurang jelas atau ada yang ingin ditanyakan..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.247 pengikut lainnya.