Beranda > alat musik, Belajar Nasehat, homo, lesbian, musik, musik dan lagu, porno, pornografi > Faktor-faktor Hancurnya Sebuah Negeri.. Bukan Faktor Alam, Tapi Karena Manusianya Yang Sudah Error,..

Faktor-faktor Hancurnya Sebuah Negeri.. Bukan Faktor Alam, Tapi Karena Manusianya Yang Sudah Error,..


MAKSIAT Adalah Penyebab Hancurnya Negeri, Penyebab Allah Timpakan Bencana

maksiat itu pemicu turunnya musibahPenyebab hancurnya negeri selanjutnya adalah maksiat. Sebagaimana diketahui, semua maksiat bersifat jelek dan sangat berdampak negatif terhadap fisik dan non fisik (hati dan kejiwaan). Maksiat adalah salah satu penyebab datangnya adzab dan kutukan. Bagaimana penjelasan terhadap masalah ini?

 Maksiat, salah satu penyebab datangnya adzab dan kutukan.

Rasullulah bersabda dalam sebuah hadits:

Akan ada pada umat ini nanti gempa yang menengelamkan, hujan yang membinasakan dan kutukan yang menghinakan yang demikian itu jika mereka telah meminum khamar, mengambil gadis-gadis penghibur dan memainkan alat musik.

Cobalah lihat nasib yang menimpa kaum Luth, yang menampakan terang-terangan maksiat (yaitu homoseksual) sehingga Allah menempatkan adzab atas mereka.

Sesungguhnya Kami akan menurunkan adzab dari langit atas penduduk kota ini karena mereka berbuat fasik. (al-Ankabut: 34)

Yaitu terhadap penduduk kota Sodom, negerinya kaum Luth.

Dalam sebuah hadits Rasullulah bersabda:

Wahai para Muhajirin: ada 5 perkara (sebab kehancuran). Jika kalian ditimpa 5 perkara tersebut dan aku belindung kepada Allah agar kalian tidak menjumpainya.

  1. Tidaklah muncul perbuatan keji pada suatu kaum hingga mereka melakukan terang-terangan melainkan akan menyebar di tengah-tengah mereka wabah tha’un dan kelaparan yang belum pernah terjadi pada nenek moyang sebelum mereka.
  2. Tidaklah megurangi takaran dan timbanagnn melainkan akan ditimpakan kepada mereka paceklik, kesempitan (krisis) ekonomi dan kesewenang-wenangan (kezhaliman) para penguasa atas mereka.
  3. Tidaklah mereka menahan zakat harta mereka melainkan akan ditahan hujan atas mereka, seandainya bukan karena hewan ternak, niscaya tidak akan turun hujan atas mereka.
  4. Tidaklah mereka melanggar perjanjian yang ditetapkan Allah dan Rasul-nya melainkan Allah akan menguasakan musuh-musuh dari luar kalangan mereka atas mereka, lalu merampas sebagian yang ada ditangan mereka.
  5. Selama pemimpin-pemimpin mereka tidak berhukum kepada Kitabullah dan memilih yang terbaik dari yang diturunkan Allah melainkan akan Allah jadikan musibah diantara mereka sendiri. 

Hadits Nabi yang mulia ini seakan membuka mata kita bangsa Indonesia khusunya (terkhusus lagi kaum Muslimin) akan bencana dan malapetaka yang sedang menimpa kita ! Penyakit-penyakit dan borok-borok yang ada di tengah-tengah kita yang merupakan sebab bencana!

Sungguh amat menakutkan ! Betapa tidak, tidak ada satu perkarapun yang Rasullulah berlindung diri kepada Allah darinya, melainkan telah terjadi ditengah-tengah masyarakat kita dan tidak ada satu bencanapun yang disebutkan Rasullulah melainkan telah menimpa kita. Innaa lilahi wa ilaihi raji’un.

Mulai dari perbuatan keji seperti zina, penjarahan, kekerasan dan kejahatan lainnya yang dilakukan secara terang-terangan tanpa malu dan ditutup-tutupi lagi.

Kecurangan-kecurangan dalam praktek ekonomi dan perdagangan yang dijumpai dimana-mana, serta praktek-praktek korupsi dan monopoli dan lain-lain.

Orang-orang kaya yang acuh tak acuh dengan kewajiban zakat mereka hingga lebih senang menimbun barang/harta, walau dengan praktek riba seperti deposito atau menghambur-hamburkan harta dengan rekreasi ke negera-negara kafir.

Aturan-aturan dan Rasul-Nya yang bukan saja dilanggar bahkan dilecehkan, sampai pemimpin-pemimpin mengambil hukum-hukum jahiliyah sebagai undang-undang mereka.

Maka janganlah ratapi nasib bangsa yang seperti itu keadaannya, tidak ada gunanya teriakan-teriakan, ratapan-ratapan di jalan-jalan, demonstrasi, unjuk rasa, aksi mogok makan, atau teriakan reformasi.

Jika demikian kondisi bangsa ini, tidak akan berubah walaupun tangisan air mata darah ! Apabila hal-hal tersebut (demonstrasi, unjuk rasa, mogok makan) adalah bid’ah munkarah!

Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatau kaum maka tidak ada yang dapat menolaknya dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (ar-Ra’d: 11)

Maka terjadilah ketentuan Allah: wabah penyakit yang merenggut banyak korban, kelapan, krisis moneter, kezhaliman (kelaliaman) penguasa, musuh-musuh dari selain kalangan kaum Muslimin dan menjarah harta mereka, perpecahan dan perang saudara yang mengakibatkan jatuhnya koban karena fanatisme daerah, partai bahkan karena fanatisme klub sepak bola!!

Benar-benar semua itu merupakan bala dan azab bagi bangsa ini. Hendaknya bangsa ini mengambil pelajaran bagimana Allah membinasakan kaum Nuh, kaum `Ad, kaum Tsamud, kaum Luth, penduduk Madyan dan nasib Fir’aun dan kroni-kroninya dengan azabnya yang amat keras, disebabkan kedurahakaan dan kezhaliman mereka. Dan jangan terpedaya dengan keadaan dunia, kemegahan dan segala kekuasaan serta kekuatan mereka. Ingatlah firman Allah :

Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang dzalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka, sampai hari yang pada waktu itu semata (mereka) terbelalak. (Ibrahim: 42)

Adzab Allah pasti akan mengenai orang-orang dzalim, lihatlah kehancuran umat-umat yang zhalim sebelum mereka!!

Dan begitulah adzab Rabbmu apabila ia mengazab penduduk-penduduk negeri yang berbuat dzalim, sesungguhnya adzab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras. (Hud : 102)

sumber: http://blog.vbaitullah.or.id

  1. firman alfarisyi
    April 25, 2015 pukul 2:56 am

    assalamualaikum wr.wb.
    begn pak mau nanyak tentang perbuatan doso berzina,
    apakah daso berzina itu pd orgnya x berdosa apa dosanya pd allah?
    termakasi mohon jwbanya

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    terimakasih firman,.
    Jika dia berzina karena pacaran,suka sama suka, maka kedua pasangan tersebut berdosa,
    Jika dia berzina dengan cara memperkosa, maka yang berdosa adalah orang yang memperkosa, dia dapat dosa telah merusak kehormatan wanita, juga dia berdosa karena zina,

  2. Bintang Zakariya Shasa
    Januari 27, 2015 pukul 2:33 pm

    Maaf, mas admin.. Kalau bisa dalilnya Di sertai riwayatnya..
    Agar pembacanya yg masih kurang ilmu seperti saya bisa lebih mudah memahami Hadist2 Nabinya..
    Sukron… :-)

    terimakasih mas bintang, bisa dilihat di postingan ini

  3. Bintang Zakariya Shasa
    Januari 27, 2015 pukul 2:09 pm

    Artikel yang sangat menarik… Semoga banyak manfaaatnya dan menjadikan cermin diri bagi siapa saja yang membacanya…

    Aamiin,

  4. kangsemar
    Juni 27, 2010 pukul 2:22 am

    assalamu’alaikum,
    aku sependapat sahabatku dengan article yg sdh agan tulis diatas,pd hakekatnya seseorang kl mampu menghindari apa yg namanya MAKSIAT insyallah negara ini akn bisa aman selamanya.aku tgg kunjungan baliknya ya trims,wassallam

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

  5. nurrahman
    Juni 22, 2010 pukul 12:13 am

    moralitas dan budaya harus dipertahankan berakhlak mulia, walaupun itu perlu kerja keras..

  6. arka79
    Juni 14, 2010 pukul 3:55 am

    setuju!!!! minimalnya kita sendiri mulai berbenah. sambil saling menasehati…. ah… sungguh banyak cobaan di jaman sekarang ini.
    salam kenal sahabat….

    Salam kenal kembali…

  1. No trackbacks yet.

silahkan komentar jika kurang jelas atau ada yang ingin ditanyakan..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.235 pengikut lainnya.