Beranda > ahlul bait, syiah > Peringatan Kematian Imam Husein, yang dijadikan ritual tahunan oleh pengikut syiah..

Peringatan Kematian Imam Husein, yang dijadikan ritual tahunan oleh pengikut syiah..


Peringatan Kematian Imam Husein
 Peringatan Kematian Imam Husein

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum,
Di beberapa negara, pada saat tanggal 10 Muharram ada peringatan tahunan yang dilaksanakan secara masif (dilakukan banyak orang) dengan menampakkan kesedihan. Alasannya, sebagai bentuk rasa belasungkawa atas kematian Imam Husein yang dibunuh pada hari itu. Apakah acara semacam ini dibenarkan?

Jawaban:
Hari Asyura menggoreskan satu kenangan pahit bagi kaum muslimin. Bagi orang yang memuliakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sahabatnya, dan keluarganya. Di hari Asyura, Allah memuliakan Husein bin Ali bin Abi Thalib dengan syahadah (mati syahid). Beliau dibunuh di tanah Karbala oleh para penghianat dari Irak. Kita anggap ini adalah musibah. Innalillahi wa inna ilaihi raaji’un

Namun sungguh sangat disayangkan, setelah kejadian musibah tersebut, ternyata datang musibah yang jauh lebih besar. Munculnya sikap ekstrim sebagian kaum muslimin dengan motivasi mengagungkan Husein. Mereka menjadikan hari itu sebagai hari berkabung, hari belasungkawa dengan acara besar-besaran. Padahal, sama sekali hal ini tidak pernah dicontohkan para sahabat Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam yang sangat mencintai Husein pun tidak pernah melakukan apa yang telah mereka lakukan hari ini.

Pada sepuluh hari pertama bulan Muharram, di sebagian negara seperti: Iran, sebagian wilayah Pakistan dan Irak, cahaya dimatikan, orang-orang keluar rumah, anak-anak memenuhi jalan, mereka meneriakkan: wahai Husein,.wahai Husein…bunyi gendang terdengar di mana-mana. Ada juga yang menusuk dan menyayat tubuhnya dengan pedang. Sebagai bentuk belasungkawa yang mendalam atas kematian Husein. Pada saat yang sama, tokoh mereka berkhutbah menyampaikan kebaikan-kebaikan Husein dan mencela para sahabat lainnya. Mereka mencela Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khatab, dan Utsman bin Affan.

Sementara itu, ketika tanggal 10 Muharram (hari Asyura), dihidangkan berbagai makanan khusus. Semua orang keluar rumah, berkumpul di satu tempat yang disebut ‘tanah suci karbala’. Di sinilah mereka melampiaskan berbagai bentuk kesyirikan, thawaf mengelilingi kuburan, mencari berkah dengan mengusap-usap berbagai tempat yang mereka anggap suci, sambil mendendangkan lagu dan menabuh rebana.

Agar suasana semakin panas, para tokoh mereka memberikan motivasi yang diambilkan dari hadis dusta, palsu dan buatan pemuka masyarakat.

Merekalah gerombolan Syiah Rafidhah, sekelompok orang yang membangun agama dan keyakinannya berdasarkan kedustaan tokoh dan pemuka Syiah. Orang-orang yang beraqidah sesat. (Al-Bida’ Al-Hailiyah, Hal. 56 – 57). Mereka melakukan suatu ritual memukulkan pedang ke kepala, melukai punggung dengan cambuk besi, dsb. Tentu saja hal ini sangat bertentangan dengan esensi ajaran Islam yang sesuai dengan akal sehat, melarang melukai diri, tidak boleh meratapi mayat, dan nilai-nilai humanis (manusiawi) lainnya.

Berbagai rekaman kegiatan mereka tersebar di internet. Anda yang ingin melihat gambar ritual Syiah, bisa mengakses di google atau youtube dengan kata kunci: كربلاء.

Semoga Allah menjauhkan dan menyelamatkan kaum muslimin dari pengaruh buruk mereka. Amin

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

  1. eri - Dlingo
    Agustus 24, 2015 pukul 11:25 am

    Tanya aja sendiri, yang mengaitkan syahidnya Imam Husain r.a ke syiah kan ya anda sendiri. Mengenai cara mereka melukai diri, saya pun juga nggak suka cara seperti itu, daripada gitu mending disalurkan ke hal2 yang lebih produktip. Kembali pada pokok bahasan yaitu terbunuhnya Imam Husain di Karbala, saya pribadi ikut bersedih dan berbelasungkawa atas wafatnya Beliau, bagi si pembunuh Husain r.a biar Allah swt saja yg menghukumnya.

    Apakah sahabat rasul tidak ikut bersedih dan berbela sungkawa?
    Tentu mereka bersedih, bahkan kesedihannya tentu lebih dari anda, lebih dari orang yang ga hidup sejaman,>
    Tapi, apa yang dilakukan oleh para sahabat?… Tidak meratap, tidak memukul-mukul dada, tidak mengadakan ritual khusus atau bulan khusus utk memperingati terbunuhnya cucu rasulullah tersebut,.

    Tidak ada peringatan hari kematian atau kelahiran dalam islam mas,.
    Memperingati hari kelahiran, kematian, itu bukan ajaran islam, dan yang pertama mengadakan ya orang-orang syiah,. sehingga lahirlah maulid,. sejarah maulid, syiah pelopornya, silahkan baca disini

    Yang membunuh husein juga adalah orang syiah,. silahkan baca kisahnya disini

  2. eri - Dlingo
    Agustus 23, 2015 pukul 9:25 pm

    Mohon maaf ya kang Min, yg jelas2 ngomongin syiah kan anda sendiri, gimana sich kok malah nuduh saya yg bukan2. Mmmm.. tapi tenang saja Min, anda sudah saya maafkan. Yang pasti saya itu hanya mengaitkan peristiwa syahidnya sayyidina Husain r.a tsb ke adat orang jawa pada bulan Suro, eh ternyata berita wafatnya Husain telah lama sampai ke leluhur kita. Lalu mengenai cara mengenangnya biarlah jadi urusannya masing-masing kepada Allah swt, saya tidak masuki area tsb Min, lha wong juga bukan ritual ibadah. Yg jelas sama2 kita tahu, ritual ibadah terkait mayit kan sudah ada keterangannya yaitu dimandikan, dikafani, dishalatkan, lalu dikubur.

    Melukai diri bukan ibadah bagi syiah???… he..he..he.. tanya sono ke orang syiah mas,.

  3. eri - Dlingo
    Agustus 23, 2015 pukul 2:36 pm

    Meskipun tragedi tsb telah lama berlalu, tapi rasa sedih ini masih tetap ada je. Kemudian bisa jadi cara luapan perasaan sedih tsb di lain daerah bisa lain cara, kan juga bukan acara ibadah, lha wong cuman acara peluapan perasaan emosional saja, dan tiap orang pun bisa beda-beda, ada yg mampu meredam perasaan ada juga yg tidak mampu. Terkait hal tsb mungkin cara orang jawa leluhur kita ya seperti itu, ogah ngadain acara suka ria tiap bulan Suro dlm rangka mengenang dan ikut belasungkawa atas syahidnya Husain r.a, dan diadainnya tiap2 tahun pun juga ndak apa2, kan bukan acara ibadah.

    Berkabung karena kematian itu cuma 3 hari, itu yang diajarkan oleh Rasulullah, bukan diperingati setiap tahun,.
    Rasulullah melarang memukul-mukul dada ketika terkena musibah,.lihat orang syiah dalam meratapi husein, apa yang dilakukan? memukuli dada mereka,. terus melukai tubuh mereka,. apakah ini dari islam??? BUKAN, dan memang SYIAH ITU BUKAN ISLAM,. (saya menduga anda itu ga paham ttg syiah, atau terindikasi simpatisan syiah,.)
    Silahkan tonton video cara syiah meratapi kematian husein, silahkan tonton disini:

  4. eri - Dlingo
    Agustus 23, 2015 pukul 6:22 am

    Kang Min, izin mau nanggapi. Kalo orang jawa sudah sejak dahulu pada bulan Suro/Muharam biasanya ogah/pantang ngadain hajatan senang-senang atau acara suka ria. Karena yaitu tadi, ikut belasungkawa, ikut sedih atas syahidnya Husain r.a cucunya Rasulullah saw.

    Bukankah ada Hadits bahwa orang Islam itu bagaikan satu tubuh, jika ada sebagian yg sakit maka seluruhnya akan merasakan sakit.

    Mas eri, sederhana saja,
    Siapa yang lebih sedih, para sahabat yang menyaksikan terbunuhnya husein, apakah orang indonesia, apakah para sahabat??
    Tentu para sahabat lebih bersedih dengan terbunuhnya cucu rasulullah tersebut,. bukan orang indonesia yang hidup jauh dari masa tersebut,.
    Tapi para sahabat tidak melakukan seperti yg orang indon lakukan, siapa yang lebih paham islam, para sahabat atau orang indon?

    Mas eri, tahukah anda, berapa lama berkabung itu? Rasulullah sudah mengajarkan, bukan diperingati setiap tahun mas,… jadi bersedih ketika ditinggal kematian itu bukan diperingati setiap tahun,.

  1. No trackbacks yet.

silahkan komentar jika kurang jelas atau ada yang ingin ditanyakan..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.238 pengikut lainnya.