Beranda > Tanya Jawab > Mendahulukan Hak Suami Dari Orangtua

Mendahulukan Hak Suami Dari Orangtua


Tanya:
Assalamu’alaikum.

Mana yang harus didahulukan bagi seorang istri antara berbakti kepada suami dan mengurusi anak, dengan berbakti dan mengurus orang tua? Keduanya tidak bisa dikerjakan secara bersamaan karena tempat tinggal yang saling berjauhan. Memilih salah satunya berarti mengabaikan yang lain. Dua adik belum menikah dan masih tinggal dengan orang tua. Jazakumullah. Nuryati Wassalam. 08139xxxx

Jawab:

Wassalamu’alaikum warahmatullah,

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لأَحَدٍ لأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا ».

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Andai boleh kuperintahkan seseorang untuk bersujud kepada yang lain tentu kuperintahkan seorang istri untuk bersujud kepada suaminya” (HR Tirmidzi no 1159, dinilai oleh al Albani sebagai hadits hasan shahih).

Ketika menjelaskan hadits di atas penulis Tuhfatul Ahwadzi mengatakan, “Demikian itu dikarenakan banyaknya hak suami yang wajib dipenuhi oleh istri dan tidak mampunya istri untuk berterima kasih kepada suaminya. Dalam hadits ini terdapat ungkapan yang sangat hiperbola menunjukkan wajibnya istri untuk menunaikan hak suaminya karena tidak diperbolehkan bersujud kepada selain Allah”.

Berdasarkan hadits di atas maka seorang istri berkewajiban untuk lebih mendahulukan hak suami dari pada orang tuanya jika tidak mungkin untuk menyelaraskan dua hal ini.
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, “Seorang perempuan jika telah menikah maka suami lebih berhak terhadap dirinya dibandingkan kedua orang tuanya dan mentaati suami itu lebih wajib dari pada taat orang tua” (Majmu Fatawa 32/261).

Di halaman yang lain beliau mengatakan,
“Seorang istri tidak boleh keluar dari rumah kecuali dengan izin suami meski diperintahkan oleh bapak atau ibunya apalagi selain keduanya. Hukum ini adalah suatu yang disepakati oleh para imam. Jika suami ingin berpindah tempat tinggal dari tempat semula dan dia adalah seorang suami yang memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang suami serta menunaikan hak-hak istrinya lalu orang tua istri melarang anaknya untuk pergi bersama suami padahal suami memerintahkannya untuk turut pindah maka kewajiban istri adalah mentaati suami, bukan mentaati orang tuanya karena orang tua dalam hal ini dalam kondisi zalim. Orang tua tidak boleh melarang anak perempuannya untuk mentaati suami dalam masalah-masalah semacam ini” (Majmu Fatawa 32/263).

[Konsultasi dari Majalah Swara Qur’an]

sumbe: http://ustadzaris.com/mendahulukan-hak-suami-dari-orang-tua

  1. Februari 11, 2015 pukul 11:26 am

    assalamu alaikum,,
    saya sdh nikah, trus saya punya anak 1 umur.nya baru 3 bulan, suami sy ingin mengakikah anak saya dikampung.y tapi orang tua sy tdk maw, jadi suami sy bilang mumpung ada rejeki qt mw akikah, tp org tua tdk mau jd suami sy mengalah dia mau di akikah dirumahku, tp org tuaku jg tdk mau kata.y uang suami sy blum ckup. maka.y suami sy ingin mengakikah di kampung.y krn klw di sana uang.y sdh ckup.
    nah disamping itu org tuaku tdk maw kalau anakku di bawa kekampung.y suami. kata.y nanti kalau sdh jalan baru bisa. jadi suamiku ingin jg melihatkan keluarga.y, jd suamiku berfkir kalu org tuaku tdk maw kalaw ikut dgn anak.y.
    sbenar.y org tuaku tdk suka dngan suamiku, krn masa lalu, jdi stiap suamiku dirumah org tuaku dy tdk prn dibicarai, dan slalu disindir, jd suamiku ingin aku ikut dngan.y. nah terus aku maw ikut tp org tua murka atw marah, jika sy ikut dgn suami maka saya bukan anak.y lg, dan diusir dari rumah,, di samping itu jika sy tdk ikut suami tkut brdosa jg,, kasihan dy selama ini slalu mengalah demi sy.
    jujur bingung spa yg harus sy pilih. sbenar.y sy tdk mW memilih,, kasihan org tua sy dy sakit, bagaimana harus aku lakukan tolong bantu sy…

    wa’alaikumussalam warahmatullah
    Terimakasih ibu,.
    Seorang istri itu WAJIB TAAT DAN BERBAKTI KEPADA SUAMINYA,. melebihi dari ortunya sendiri,.
    Jadi sikap ibu, ikuti suami, taati suami, dan berbaktilah kepada suami,.
    Dan tetap ibu berakhlak baik kepada ortu, jelasin kepada ortu, kewajiban istri itu adalah berbakti kepada suaminya,. dengan berbaktinya istri kepada suami, maka ortu anda mendapatkan keutamaan, mendapatkan pahala,. tapi dengan tidak berbaktinya istri, maka si istri mendapat dosa, dan bisa dianggap sebgai istri yang durhaka,.
    Jika ortu yang menyuruh, maka ortu tersebut berdosa,.

    Jika ibu memilih ikut suami dan tidak dianggap sebagai anaknya lagi, maka ini bukan dosa anda, ini dosa ortu,. tapi anda tetap menganggap ortu anda sebagai ortu anda, biarlah ortu menganggap anda bukan anaknya, itu mungkin karena ortu kecewa, berdoalah kepada Allah utk melembutkan hati ortu anda, berdoa utk kebaikan ortu anda, mudah2an dgn berjalannya waktu, sikap ortu anda akan melunak,.

    berbaktilah kepada suami,.taatilah suamimu, pahala besar menantimu, silahkan baca ulasannya disini

    • Asriani
      Februari 11, 2015 pukul 12:18 pm

      tetapi keluargaku apalagi tanteku sangat memarahi ku,, dy bilang tega skali qm skiti hati.

      y ortumu tdk qm pkirkan prjuangan.y demi qm,, tp ini yg qm balaskan,, kalw qm mang maw plih suamimu, jgn prn datang lg kerumah ini, spa tahu di lain hari qm menyesal dan qm jgn coba datang kesini, dan bapak ku sndiri yg mengusirku, sedih rasa.y.
      semua org di keluargaku menyalahkanku, kata.y aku lbih pilih mertuaku daripada ortuku sndiri, pdahal bukan sperti itu, aku hanya ikut dengan suamiku,,
      dan aku satu2.y anak perempuan dikeluargaku,

      Ibu, bahkan jika disuruh memilih, ikut ortu atau ikut mertua, maka pilih ikut mertua,.
      Berbeda dengan suami, maka dia lebih wajib berbakti kepada ortunya,. beda dengan istri, dia wajib lebih berbakti kepada suaminya,.melebihi baktinya kepada ortu sendiri,. silahkan baca postingan ini

      Jadi tidak usah dianggap omongan keluargamu,. walaupun ibu tetap berakhlak baik kepada mereka,.
      Jangan menjadi istri durhaka kepada suami,.
      Ingat, penduduk neraka itu mayoritas wanita,.. apa penyebabnya? karena durhaka kepada suaminya,..

      • Asriani
        Februari 11, 2015 pukul 12:33 pm

        makasih ya.. sy sdh merasa tenang, semalaman brfikir,, karn minggu depan suamiku mw datang kerumah untuk menjemput saya,, apa yg harus sy katakan kepada org tua sy???

        Katakan saja kepada ortu ibu,.
        Ibu, saya ingin berbuat baik kepada ibu, bapak,. saya ingin menjadi anak shalehah,. untuk kebaikan ibu dan bapak,.
        Salah satu jalan menjadi anak shalihah itu bagi seorang anak wanita yang sudah bersuami adalah dengan berbakti kepada suaminya,. Karena Allah memerintahkan agar seorang istri wajib taat dan berbakti kepada suaminya, melebihi taat dan baktinya kepada ortunya,.

        saya tidak ingin Allah murka kepada saya karena saya durhaka kepada Suami,.. Tidak mengapa saya dimarahi oleh ortu sendiri lantaran saya ingin berbakti kepada suami karena Allah memerintahkannya,.
        Saya lebih takut kepada siksa yang akan Allah timpakan kepada saya jika saya durhaka kepada suami,. siksa neraka begitu pedih, dan saya juga tidak ingin ibu dan bapak disiksa karena menyuruh saya untuk tidak mengikuti suami,. dan saya akan terus mendoakan ibu dan bapak,.

        Itu dikatakan nanti saja mba, setelah suami sudah ada di rumah ibu dan siap menjemput ibu,.
        Yang sekarang ibu lakukan adalah, berbuat baik, berakhlak baik kepada ortu ibu,.. sampai suami nanti datang,. sampaikan hal diatas dengan sebaik2nya ucapan,.. lemah lembut,..

      • Asriani
        Februari 12, 2015 pukul 6:15 am

        makasih ya ,, terima kasih banyak,,, muda-mudahan bpk dan ibu sy bisa mengerti, dan tidak memarahi saya,,
        assalamu alaikum,,,

        wa’alaikumussalam warahmatullah,

  2. Berlian
    Desember 13, 2014 pukul 1:40 pm

    Assalamualaikum..
    Saya baru menikah 4 bulan, tapi sudah 2 minggu saya dn suami berpisah karna adaa konflik antara ortu dañ suami, ortu saya tidak mengijinkan saya ikut suami karna suami saya mementingkan dirinya daripada sya mka x ortu saya marah dan jika sayaa ikut suami ortu tidk menganggaap sya anak lg, sedangkan suami tidak mau lagi kerumah ortu saya dan dia ingin saya tinggal di rumh x,,

    saya ikut suami atau ortu??

    dan
    selma 2 minggu ini ada teman dekat laki laki saya yg ngasih perhatian lebih dari suami saya, apa yg hrus lakukan, sedangkan dia jauh lebih baik dari suami saya..???

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    terimakasih mba,. sudah komentar disini,.
    yang anda lakukan, berbaktilah kepada suami sebaik-baiknya,. berilah pelayanan sebaik-baiknya kepada suami,. karena suami anda yang lebih berhak untuk anda berbakti, melebihi baktinya anda kepada ortu anda sendiri,.

    Jangan kamu berikan kesempatan pada laki-laki yang sok baik sama kamu, dia adalah setan yang ingin mengganggu rumah tangga kamu, ngga usah dianggap, dan tidak ada satupun laki-laki yang berbuat baik pada wanita non mahram, tanpa pamrih, ada udang di balik batu,.

    Ikutlah dengan suami anda, masalah anda tidak diakui oleh ortu sebagai anak, itu mungkin hanya saat ini saja, nanti dengan berjalannya waktu, dengan hadirnya sang buah hati, maka akan luluh sendiri, biasa ortu malah lebih sayang kepada cucunya,.. makanya,. segera temui suami, dan berbuat baiklah, dan segera punya momongan,. dan ga usah hiraukan laki-laki lain mengganggu kehidupan anda, buang nomornya, ganti nomor anda,. sehingga dia ga bisa mendekati anda, dan anda jangan sampai berhubungan dengan dia,.

  3. Tary
    September 19, 2014 pukul 6:01 am

    Assalamualaikum wr wb
    saya mau tanya, jujur saya kemarin-marin mencari masalah ingin cerai dari suami saya, tapi setelah saya pikir2 saya menyesal,

    lalu karena orang tua saya benci ama suami ku karena dia udah jelek2 kan sifat nya kepada bulek saya dan gara2 dia slalu ngutang,

    tapi kan dia utang karena buat aku, aku ndak di ijin kan bila suami saya ndak datang kerumah ku, tapi suami ku ndak merasa bersalah dan ndak mau datang,

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Terimakasih tary,.
    Anda sdh berbuat durhaka kepada suami,. seharusnya istri lebih berbakti kepada suaminya, menjaga harga diri suaminya, tidak menjatuhkan kehormatan suami dan mencari-cari cara agar cerai dari suami, resikonya berat, wanita yang minta cerai tanpa alasan yang dibenarkan dalam islam, maka wanita seperti itu diharamkan aroma surga untuknya, silahkan baca postingannya disini

    trus bila aku yg datang maka orang tua ku marah2 sampai2 mau ngusir aku dan ndak boleh balik kerumah, dan mau melaporkan polisi dan akan masuk kan ke penjara.. Lalu saya harus bagai mana.

    Istri harus lebih wajib berbakti kepada suami daripada kepada orangtuanya sendiri,. silahkan baca postingan diatas, juga postingan ini

    Jalan menuju surga bagi seorang istri adalah dengan mentaati suami, berbakti kepadanya, silahkan baca ulasannya disini

  4. hudzaifah
    Agustus 14, 2014 pukul 1:18 am

    hak istri terhadap suami memang besar …….
    saya tahu itu yg saya tanyakan….

    apakah kita tidak boleh mengajukan cerai atas keburukan ahlak seorang suami…..? seperti posting diatas seorang suami mengambil uang dr atm milik ayah si istri tampa sepengetahuannya….

    bukan kah itu mencuri…..dan istrinya diharuskan taat dengan seorang pencuri…

    Terimakasih hudzaifah,
    Perbuatan mencuri itu maksiat, jika suami berbuat maksiat, apakah istri boleh minta cerai?
    Jika kita lihat, suami yang mengambil uang dari atm, itu bukan mencuri, bagaimana suami bisa tahu pin ATM milik ayah mertuanya?
    Ini sama seperti kita menaruh motor di luar rumah, lalu motor tersebut tidak dikunci ganda, bahkan kunci kontaknya menempel di motor tersebut, lalu motor tersebut ada yang membawa kabur, ini bukan pencurian namanya, tapi memberikan kesempatan pada orang lain untuk membawa kabur,
    Yang disebut perbuatan mencuri adalah mengambil barang yang disimpan dengan aman, seperti barang yang ada dilemari,lemarinya dikunci, atau mobil yang di garasi, garasi sdh dikunci, mobilnya juga dikunci,.. itu baru yg disebu mencuri,

    Suami mengambil hak orang lain, jangan dibalas istri mengambil hak suami, yaitu hak taat kepada suami, dan bukan berarti dia taat kepada orang yang bermaksiat, ini beda, bukankah yang mengambil uanga adalah suami, bukan suaminya nyuruh istri untuk mengambil uang tsb, beda halnya jika suami yang nyuruh istri ngambil, ini tidak boleh ditaati, karena itu adalah perbuatan maksiat, dan tidak ada ketaatan kepada suami dalam hal maksiat,.

    bukan kah itu menandakan pengetahuan agama suami yg kurang…..

    apakah salah orang tua perempuan berharap anaknya mendapatkan jodoh yg lain yg lebih mengerti agama(bukan kah hak seorang istri mendapatkan pendidikan agama dr suaminya?)….

    Jika ingin mendapatkan jodoh yang baik, ya carikan calon suami yang baik, bukan setelah menikah disuruh cerai dari suaminya,
    Perlu diingat, putusan cerai ada di tangan suami, istri atau mertua, tidak boleh menyuruh si istri minta cerai kepada suaminya tanpa alasan yang syar’i , kondisi seperti apakah dibolehkan istri minta cerai? silahkan baca postingan ini

    lalu jika dia menuntut cerai atas kelakuan buruk suaminya….dan diharamkan diatasnya bau surga…..selamanya…?

    bagaimana jika dia berniat hijrah dengan menemukan suami yg lebih baik ….?

    apakah itu tidak diperbolehkan?….

    Niat yang baik, harus dengan cara yang baik,.
    BAgaimana sikap si istri menghadapi suami yang buruk perangainya? silahkan baca postingan ini

  5. iis
    Juni 17, 2014 pukul 4:04 am

    asalamualaikum
    saya punya masalah tentang keluarga saya saya baru satu tahun menikah rencana saya dan suami saya akan membangun rumha tapi keinginan suami saya membangun rumah nya di dekat rumah orang tua di mana letak posisnya itu bila jadi di bangun melewati rumah keluarga saya dan

    Kaka saya Pun bilang bagai mana kalau kamu punya rumah di sana apa kamu gak kasian setiap kamu pulang berbelanja hanya lewat dan orang tua kamu hanya bisa melihat anak nya lewat begitu saja dan ayah saya pun Kurang menyetujui nya

    Dan dia menyarankan untuk membangun rumah sebelum rumah orang tua saya dan orang tua suami saya agar tidak adak perselisihan

    Permaslahan nya suami saya bersikeras ingin membangun rumah di dekat rumah nya tanpa berpikir perasaan orang tua saya yang mana bila jadi pasti akan sakit hati karena saran nya tidak diikuti padahal ini demi kebaikan bersama dan sampe sekarang itu masih jadi perdebatan dalam hal ini orang tua saya menurut saya benar tapi menurut suami saya salah .

    Tolong saran nya dan apa yang harus saya lakukan …?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    terimakasih mba iis, sudah komentar disini,
    Seorang wanita jika sudah menjadi istri, maka dia wajib berbakti kepada suaminya, melebihi baktinya kepada orangtuanya sendiri, wajib mentaati suaminya melebihi taatnya kepada orangtuanya sendiri, ini yang perlu mba pahami.
    Seorang suami wajib memberikan kebutuhan istrinya, baik sandang,pangan,atau tempat tinggal, dan dalam hal ini suami ibu sudah benar, adapun yang ibu khawatirkan itu hanya kekhawatiran yang dihembuskan oleh saudara ibu yang tidak paham tentang wajibnya istri berbakti kepada suami, wajib mentaati suami melebihi taatnya kepada orangtua ibu sendiri.
    Tentang masalah belanja yang melewati rumah orangtua ibu, apa masalahnya, apakah belanjanya itu setiap hari?
    Bukankah orangtua akan merasa bahagia dan gembira jika melihat anak putrinya bahagia dengan suaminya, atau mungkin setiap hari berbelanja, ini permisalan saja. Betapa banyak istri mengeluh kepada orangtuanya akibat suami tidak memenuhi kebutuhan hidupnya sehingga si istri meminta kepada orangtuanya.. namun hal tersebut tidak menimpa anda kan? justru mba wajib bersyukur,

    Masalah berbuat baik kepada orangtua mba, mba bisa lakukan, tentu dengan seijin suami.. ingat,. mba sudah menjadi istri, jadi jika ingin berbuat baik kepada orangtua, misalkan memberikan harta, atau makanan yang didapat dari harta suami, maka ibu wajib meminta ijin kepada suami.

    Cara berbuat baik kepada orangtua tidak hanya dengan memberikan sesuatu ketika kita lewat depan rumahnya,. bukankah demikian?

    Ingat, mba sudah menjadi istri, dan mba wajib berbakti dan taat kepada suami, jangan melawan perintahnya, justru harus mendukung kebijakan suami.

    Perlu mba ingat juga, perbedaan dgn istri, kalau istri wajib taat kepada suaminya melebihi taatnya kepada orangtuanya, berbeda dengan suami, kalau suami wajib taat kepada orangtuanya,. dan ini banyak kaum muslimin yang tidak paham, sehingga banyak kasus istri lebih taat kepada orangtuanya, ketimbang kepada suaminya,. sehingga istri mau saja diatur-atur oleh orangtuanya sendiri, seharusnya istri taat kepada suami, dan menghormati orangtua suami (mertua).

  6. Anonymous
    Juni 17, 2014 pukul 3:50 am

    asalamualaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

  7. heni
    Mei 28, 2014 pukul 11:24 am

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

    Saya adalah seorang perempuan berumur 22 thn, sya sudah menikah dan mempunyai 1 ank laki2, umur pernikahan sya sudh hampir 3 thn,ϑi awal pernikahan kami,

    sebelum ΏΥ̲̣̥ǻ keluarga dari pihak saya tidak menyetujui,tapi karna saya memaksa,maka bapak sya maΰ menikahkan, tapi setelah menikah dan saat itu saya sedang hamil muda,kakak saya yang bekerja sebagai TNI menyuruh saya untuk cerai dan mengugurkan kandungan,karna suami saya tidak berpendidikan dan pekerjaan nya tdk sbesar yg ϑi harapkan ortu sya,

    tapi sya menolak lalu saya ikut pergi dg suami saya,lalu ortu sya mnyuruh sya pulang dg alasan ibu saya sakit,

    akhirnya sya pulang,dan melahirkan disana,setelah anak sya berumur 20 bln, suami sya melakukan kesalahan yaitu mengambil uang bpk sya ϑi bank lewat atm,dan sya jga tdk tau tntang hal itu,

    saat itu pula keluarga sya benci kpada suami sya,dan menyuruh sya untuk cerai,sbenarnya sy tdk mau,tpi ortu+kakak sya memksa,dan mengncam kalo tdk cerai sy tdk akan ϑi anggap ank lagi dan sya ϑi cap anak durhaka,

    lalu dg keadaan terpaksa,sya maΰ mengikuti printah kluarga sya,tapi sbnarnya sya tdk maΰ cerai dg suami sya,dan suami sya ngajak sya untuk pergi dan mencari kontrakan sja,apakah sya berdosa kpda ortu sya,jika sya mengikuti langkah suami sya?

    sedangkan ibu sya sakit tumor otak,Appa yang hrus sy lakukan ??

    Tolong kasih sya pencerahan apa Чάnƍ hrus sya lakukan sekarang

    Wa’alaikumussalam warahmatullahiwabarakatuh,
    Terimakasih bu heni, sudah komentar disini
    Seorang istri, dia WAJIB lebih berbakti kepada suaminya melebihi berbaktinya istri kepada orangtuanya sendiri,.
    Istri wajib mentaati perintah suami dalam hal yang tidak maksiat,.
    Dan istri jika keluar rumah wajib seijin suami, misalkan istri ingin pergi mengunjungi orangtuanya, itu juga harus seijin suami, jika suami tidak mengijinkannya, maka si istri wajib mentaati suami, yaitu tidak pergi kerumah orangtuanya,. karena suami yang lebih berhak untuk ditaati daripada orangtuanya,. betapa besar hak suami terhadap istrinya.

    Jadi apa yang dilakukan oleh keluarga ibu yang menyuruh agar bercerai dari suami, ini adalah tindakan yang salah, ibu tidak semestinya mengikuti anjuran seperti itu, dan ibu tidak akan dicap sebagai anak durhaka karena ibu mentaati dan berbakti kepada suami, walaupun orangtua ibu menganggap ibu sebagai anak durhaka, tapi secara islam jika ibu memilih ikut suami, maka ibu tidak termasuk anak yang durhaka, jadi ibu tidak perlu bersedih dicap sebagai anak durhaka,

    Tentang sikap suami yang mengambil uang di ATM , tidak harus disikapi dengan mengikuti saran keluarga supaya ibu minta cerai, tapi nasehati suami dengan cara yang terbaik, dan mengembalikan apa yang sdh diambil,

    Perlu ibu ketahui, ada ancaman Allah bagi istri yang meminta cerai tanpa alasan yang dibenarkan oleh islam, ancamanya adalah diharamkan bagi wanita tersebut aroma surga,. padahal aroma surga bisa tercium dari jarak perjalanan yang sangat jauh,.

    Dan kasus seperti yang ibu ceritakan, menurut saya ngga usah mengikuti anjuran keluarga yang meminta cerai, apalagi jika suami sendiri bersikap baik, dan mentaati aturan Allah, justru anjuran keluarga yang menyuruh cerai, itu adalah perbuatan dosa, tidak usah diikuti,

    Menyikapi ibu yang sedang sakit, berdoalah kepada Allah untuk kesembuhannya, dan berikan hidayah kepada ibu agar memahami posisi istri yang ingin berbakti kepada suami, sebab berbaktinya istri kepada suami akan membawa kebaikan bagi ortu si istri,.

    Jika ibu anda paham tentang islam, mungkin bisa beritahu hadits rasulullah tentang ancaman bagi istri yg meminta cerai tanpa alasan syar’i,.. katakan kepada ibu anda, maukah ibu melihat anak ibu tidak mencium aroma surga, sebab meminta cerai tanpa alasan yang dibenarkan islam,.

    sudah saya postingkan postingan baru tentang istri yang minta cerai, silahkan baca disini

    • heni
      Mei 29, 2014 pukul 2:55 am

      Terimakasih atas arahannya,,
      Sya jdi lebih mengerti,,dan saya tidak akan merasa berdosa,

      Tapi Αϑα Ɣaήğ мαsίн menjanggal ϑi hati saya, soalnya bapak saya pernah bilang kalo seandainya saya ikut suami,maka saya tidak bleh nganggap ortu sya lagi, dan jika ibu saya meninggal sya tidak akan ϑi beritahu tentang hal itu,

      jadi intinya ,saya tdk akan Αϑα tempat L̤̈̊ǡҨί ϑi keluarga sya,,, dan tdk boleh ke rumah orng tua sya lgi,sya belum siapp untuk itu,, makanya saya bingung

      Ibu, bukankah ibu ingin masuk surga? cara istri meraih surga, itu melalui cara berbakti kepada suami, ibu lebih wajib berbakti kepada suami daripada ke orangtua kandung ibu sendiri,. tapi tetap berbuat baik kepada orangtua ibu, masalah orang tua ngga mengakui anak kepada ibu, ngga usah ibu pikirkan, toh ibu sudah melakukan kebenaran, yaitu taat dan berbakti kepada suami,. berdoalah kepada allah agar allah menunjuki hati kedua orangtua ibu,.

      Salah satu jalan istri agar masuk surga, taatilah suami anda , silahkan baca postingan ini

  8. alia
    Maret 18, 2014 pukul 4:02 am

    assalamaualaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    saya sudah menikah mau 3 tahun. orang tua saya terutama ibu saya menganggap setelah saya menikah saya berubah tidak seperti dulu lagi yang selalu terbuka mengenai (cerita/curhat)apapun masalah saya, dan katanya “saya tidak membutuhkan doa orang tua lagi.” ini berawal karena saya pindah ikut suami, dan sebelumnya ibu saya bilang “kamu jangan seperti kerbau dicocok hidung, terlalu manut, kamu harus punya pendapat, kamu sarjana, sia-sia kamu saya sekolahin tinggi, dan bla..bla..bla”. sambil nangis, teriak2 dan banting apa saja yg ada didepannya. dan sekarang ibu saya terus sms mempengaruhi saya agar cepat pindah dan punya rumah di bandung yang berdekatan dengan rumah ortu di bandung, padahal suami saya bekerja si bogor. dan akhirnya suami saya mengalah berencana membeli tempat tinggal di bandung yg dekat lokasinya dengan rumah ortu. tapi ortu terlalu dalam menanyakan ini itu…harus begini…harus begitu, beda saja sedikit pendapat, saya dianggap melawan, padahal sudah saya utarakan baik-baik maksudnya.

    beliau selalu merasa benar, beliau tidak merasa mencampuri urusan kami.
    katanya “saya sudah tidak nurut dan patuh lagi.”
    dan mengungkit2 bahwa beliau sudah melahirkan, merawat, menyekolahkan saya.
    saya jadi takut sendiri itu baru diawal apalagi nanti ketika saya pindah dan menempati rumah itu, ibu saya pasti terus ikut campur.
    bagaimana ini,,,mohon penjelasannya T.T

    Terimakasih mba alia, sudah berkomentar disini,
    seorang wanita, sebelum dia menikah, maka wajib berbakti kepada orang tua, taat kepada orangtuanya pada perkara-perkara yang baik, dalam perkara-perkara yang bukan maksiat kepada Allah,

    Namun setelah menikah, maka wanita tersebut lebih wajib berbakti kepada suaminya, bukan lebih mentaati arahan orangtuanya, namun berbuat baik kepada orangtua tetap wajib, boleh juga wanita tsb memberikan harta kepada orangtuanya, tapi harus seijin suaminya,
    Adapun perkataan orangtua mba yang mengatakan kamu jangan seperti kerbau dicocok hidung, terlalu manut,dll, itu tidaklah benar, justru tanca istri shalihah adalah manut kepada suami, bahkan jika dibolehkan wanita itu suruh bersujud di kaki suami, itu saking besarnya hak suami kepada istri, namun ada larangan sujud kepada makhluk,.

    Jadi sikap mba mengikuti suami, itu sudah benar,.. bahkan kewajiban suami memberikan tempat tinggal kepada istri dan anaknya, apa yang dilakukan suami sudah benar.

    Kalau menurut saya, jika anda tinggal di bandung, maka orangtua akan terlalu banyak merecoki kehidupan anda, bahkan bisa jadi mba akan terpengaruh oleh arahan ortu anda, dan bisa menyebabkan mba durhaka kepada suami.

    Ingat, neraka itu kebanyakan penghuninya adalah WANITA,. salah satu sebabnya adalah karena durhaka kepada suaminya
    HAK SUAMI YANG HARUS DIPENUHI ISTERI
    Ketaatan Istri Kepada Suaminya.
    Setelah wali (orang tua) sang isteri menyerahkan kepada suaminya, maka kewajiban taat kepada sang suami menjadi hak yang tertinggi yang harus dipenuhi, setelah kewajiban taatnya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan RasulNya Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

    لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لأَِ حَدٍ لأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

    “Kalau seandainya aku boleh menyuruh seorang sujud kepada seseorang, maka aku akan perintahkan seorang wanita sujud kepada suaminya”.[12]

    Sang isteri harus taat kepada suaminya, dalam hal-hal yang ma’ruf (mengandung kebaikan dalam hal agama), misalnya ketika diperintahkan untuk shalat, berpuasa, mengenakan busana muslimah, menghadiri majelis ilmu, dan bentuk-bentuk perintah lainnya sepanjang tidak bertentangan dengan syari’at. Hal inilah yang justru akan mendatangkan surga bagi dirinya, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

    إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَصَّنَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ بَعْلَهَا، دَخَلَتْ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَةِ شَاءَتْ

    “Apabila seorang wanita mengerjakan shalat yang lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, menjaga kehormatannya dan dia taat kepada suaminya, niscaya ia akan masuk surga dari pintu surga mana saja yang dia kehendaki”. [13]

    Istri Harus Banyak Bersyukur Dan Tidak Banyak Menuntut.
    Perintah ini sangat ditekankan dalam Islam, bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan melihatnya pada hari kiamat, manakala sang isteri banyak menuntut kepada suaminya dan tidak bersyukur kepadanya.

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

    أُرِيْتُ النَّارَ، فَإِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ. يَكْفُرْنَ. قِيْلَ : أَيَكْفُرْنَ بِاللهِ ؟ يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ، وَيَكْفُرْنَ الإِحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئاً، قَالَتْ : مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطٌّ

    “Sesungguhnya aku diperlihatkan neraka dan melihat kebanyakan penghuni neraka adalah wanita.” Sahabat bertanya: “Sebab apa yang menjadikan mereka paling banyak menghuni neraka?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Dengan sebab kufur”. Sahabat bertanya: “Apakah dengan sebab mereka kufur kepada Allah?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “(Tidak), mereka kufur kepada suaminya dan mereka kufur kepada kebaikan. Seandainya seorang suami dari kalian berbuat kebaikan kepada isterinya selama setahun, kemudian isterinya melihat sesuatu yang jelek pada diri suaminya, maka dia mengatakan ‘Aku tidak pernah melihat kebaikan pada dirimu”. [14]

    Selengkapnya silahkan baca disini

    Kalau seorang suami justru lebih wajib untuk berbakti kepada orangtuanya, tentu tanpa mengesampingkan haknya kepada istri , jika istri itu lebih wajib berbakti kepada suami , tentu dgn tetap berbuat baik kepada ortu istri,

  9. sindia desirasifa
    Juni 19, 2013 pukul 2:03 pm

    trs satu lg ibu saya jg blg kya gni.

    “sana km ikut sumi km jgn anggap lg orang tua”dan dia jg selalu mengancam akan bunuh diri,dan menyuruh saya untuk bercerai dgn suami saya sendri,apakah orangtua seperti itu berdosa?

    dan bagaimana cara menyadarkan ibu saya biar luluh hatinya,saya sangat tersiksa sekali dgn sikap ibu saya sendiri,,

    Tidak boleh mentaati orang tua dalam hal yg maksiat, misalkan orang tua menyuruh minta cerai tanpa alasan yg dibenarkan oleh islam,

    Tentang ancaman akan bunuh diri, beritahukan adzab yg akan didapatkan oleh orang yg mati bunuh diri, dia akan disiksa dengan hal yg dia gunakan utk bunuh diri, misalkan dia bunuh diri dengan minum racun, nanti dia disiksa disuruh minum racun di neraka,
    Dan bunuh diri bukanlah menyelesaikan masalah, setelah mati ada masalah yg lebih besar yg menghadang,.

    Berdoalah kepada allah, . atau kalau bisa selesaikan apa pemicu masalah ibu anda bisa seperti itu, jika tidak mampu sendiri, minta bantuan orang yg dipandang oleh ibu anda, bisa saudara atau siapa yg kira2 bisa, atau minta bantuan ustadz utk menasehati ibu anda,.

    • dewinidaulhaqiqi
      Juni 20, 2013 pukul 4:26 am

      yang sabar mbak sindia.. musyawarahkan dengan suami, pasti ada jalan keluar..

  10. sindia desirasifa
    Juni 19, 2013 pukul 1:56 pm

    saya mau mnt pendapatnya saya jg punya problema bagaimana cara mengatasi ibu saya yang keras hati dan merasa benar, pernah terjadi konflik antara ibu saya dan suami saya hanya gara gara suami saya mengajak saya untuk pindah rmh,dn gk tnggal lg dgn orang tua saya,tp ibu saya keukeuh tdk setuju klw saya d bwa oleh suami saya,

    sampai saat ini saya m suami blm pisah ma ortu krn kita mengalah,yang lbh parah lg ibu saya selalu menggosipkan suami saya k org lain,dan buruk sangka trs trhadap suami saya,dan dia jg merasa benar,sampai dia mendoakan sya yg tdk pantas di katakan oleh seorang ortu kpd anakny,

    sampai saat ini saya dan smwmi lbh memilih mengalah dri ibu sya,
    yang mau jdi pertanyaan saya hrs lbh turut sma spa ortu atau swmi?

    Seorang istri wajib lebih berbakti kepada suaminya daripada kepada ortunya sendiri, jadi jika disuruh lebih menurut siapa, tentu wajib lebih menurut kepada suami, berbeda halnya ketika belum menjadi istri, setelah menjadi istri suami yg lebih berhak kepada istri,

    apa yang hrs saya lakukan jika seorang ibu d tegur oleh anakny sedangkan yg dilakukan ibuny itu salah,tp dia merasa benar trs?

    Boleh memberikan nasehat kepada ibu, tentu dengan cara yang baik, tidak dengan kata2 yg kasar

    dan ketiga bagaiman cara meluluhkan hati orangtua seprti itu?

    Tetaplah berakhlak baik kepada ortu, mendoakannya dengan kebaikan, minta kepada Allah agar melunakkan hati ortu anda,
    Cobalah ikuti ajakan suami untuk pindah tempat tinggal, apalagi dengan kondisi seperti itu, paling tidak dengan cara seperti itu mengurangi konflik langsung anda dgn ortu, atau mengurangi perasaan kurang enak akibat mendengar gosipan ibu anda thd suami,.. dan mudah2an dengan pindahnya anda bisa membuat ibu anda berpikir lagi,.. dan ingat, anda wajib lebih berbakti kepada suami,. silahkan baca postingannya disini

    apakah doany kejelekany akan terkabul ?

    Insya Allah jika anda tidak seperti yg orgtua katakan, atau anda tdk durhaka kepada ortu, doa kejelekan spt itu tdk dikabulkan,

    trimskash d tunggu blsany

  11. chacha
    Februari 17, 2013 pukul 12:46 pm

    assalammualaikum,

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    saya mau bertanya,saya juga memiliki problem yg teramat berat klo menurut saya…
    akhir2 ini suami dan ibu saya sering berbeda pendapat sampai2 ibu saya membenci suami saya dan tidak mau melihatnya lagi…yang saya ingin tanyakan mana yg harus saya pilih atau bela ibu kandung saya atau suami saya?

    saya benar2 pusing memikirkan ini semua…dan adakah cara lain supaya saya bsa adil dalam memilih dikarenakan saya anak satu2nya ibu dan bapak saya tidak ada anak lagi selain saya…mohon jawabannya makasih…

    Berbeda pendapatnya dalam hal apa?
    Kewajiban seorang istri adalah berbakti kepada suaminya, Suaminya harus lebih diutamakan daripada orangtua kandungnya sendiri,
    Taati suamimu, surga bagimu, silahkan lihat postingannya disini

    wassalammualaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

  12. Adinda Fitria Meina
    Februari 13, 2013 pukul 7:23 am

    sama seperti problema saya saat ini, saya harus mengikuti keinginan ibu saya yg sngat bertentangan dengan keinginan saya dan suami. tapi demi kebaikan semua suami saya akhirnya mengalah.

    saya sekarang harus tinggal brsama orang tua, sdgkan suami saya harus rela bolak balik mengunjungi saya di samping dia juga harus bekerja menafkahi saya.

    di depan orang tua saya mencoba bersikap biasa saja tapi batin saya rasanya tersiksa, padahal saya menikah baru saja 4 bulan, tapi rasanya begitu berat di lalui. di rumah trkadang saya sering mnangis sendiri, seperti nggak bisa berbuat apa2.

    Jika sudah menikah, maka kewajiban seorang istri itu adalah berbakti kepada suaminya, melebihi berbaktinya kepada orangtua kandungnya,. dan orang tua kandungnya tdk berhak melarang anaknya untuk dibawa mengikuti suaminya, berdoalah kepada Allah, mudah2an Allah berikan hidayah kepada ortu anda,. dan berakhlak baiklah kepada ortu, mudah-mudahan ortu anda bisa memahami dan membiarkan anda pergi bersama suami,..

  13. munasipah
    Januari 19, 2013 pukul 5:49 am

    saya punya problem yg sedikt mirip. Bedanya ayah saya sudh meninggal. Sebelum meninggal ayah berpesan kepada saya untuk mengurus ibu saya.waktu itu belum menikah. Tp saya mash punya kakak laki2 yg belum menikah dan belum bekerja. Setelah menikah Saya bingung mana yg harus saya laksanakan pesan almarhum ayah saya atau patuh ikut suami pindah?

    Silahkan diskusikan dengan suami anda, mudah2an bisa menemukan jalan tengah yang terbaik, dan suami anda bisa membantu memecahkan masalahnya,

  14. munasipah
    Januari 19, 2013 pukul 4:33 am

    jadi berdosa dong kalau lebih patuh orang tua dari pada suami?

    Betul sekali mba, seorang istri harus lebih berbakti kepada suami melebihi berbaktinya kepada orangtua sendiri, berbeda dengan seorang suami, maka seorang suami wajib berbakti kepada orangtuanya walaupun sudah memiliki istri

  15. Zahra Ummu Ibrahim
    November 13, 2012 pukul 2:26 am

    Jazaakumullaahu khayran atas ‘ilmuny. Bermanfa’at insyaa Allaah.

  16. Kang Caca
    November 2, 2012 pukul 2:50 am

    Tlong di sertakan hadits tentang mendahulukan hak suami drpda ortu

    Terimakasih kang caca atas komentarnya, silahkan baca postingan ini

  1. No trackbacks yet.

silahkan komentar jika kurang jelas atau ada yang ingin ditanyakan..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.863 pengikut lainnya.