Beranda > maulid nabi, wahabi > TIDAK PERNAH MERAYAKAN MAULID NABI TAPI MASUK SURGA

TIDAK PERNAH MERAYAKAN MAULID NABI TAPI MASUK SURGA


Quantcast

Jika para Shahabat Nabi (semisal Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, dll) tidak merayakan Maulid Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam lantaran karena mereka sangat mencintai beliau, maka saksikanlah bahwa kami juga tidak merayakan Maulid Nabi lantaran mengikuti mereka (para shahabat) sebagai bentuk cinta kami kepada beliau shalallahu alaihi wasallam.

Jika mereka (para shahabat Nabi) sudah dijamin masuk surga oleh Allah dan dijamin sebagai manusia terbaik sedangkan mereka tidak pernah merayakan Maulid Nabi, maka saksikanlah bahwa kami tidak akan pernah merayakan Maulid Nabi agar kami bisa dimudahkan oleh Allah untuk bisa masuk surga seperti mereka (para shahabat) insya Allah.

Jika mereka (pecinta Maulid) mengatakan: “Merayakan Maulid Nabi adalah bentuk rasa cinta kepada Nabi Muhammad”,
maka kami juga bisa mengatakan, “Melaksanakan dan mengikuti perintah Nabi seperti menjaga shalat 5 waktu dengan berjamaah di masjid, memelihara jenggot, memendekkan pakaian diatas mata kaki bagi laki2, berhijab syari bagi wanita, dsb adalah bentuk cinta kepada Nabi yang sebenarnya.”

Bagaimana mungkin seseorang mengaku cinta kepada Nabi dengan melakukan sesuatu yang tidak ada perintah dari Nabi, sedangkan perintah2 yang sebenarnya dari Nabi ditinggalkan dan tidak mereka kerjakan?!

Kami tidak peduli atas hinaan atau celaan manusia kepada kami. Dan kami tidak merasa khawatir jika kami dijuluki oleh mereka dengan julukan Wahabi atau GAM (Gerakan Anti Maulid).

Dari Muawiyah Radhiyallahu ‘anhu beliau berkata : Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda.
Artinya: Senantiasa ada dari umatku sekelompok orang yang menegakkan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak merugikannya orang yang menghina dan menyelisihi mereka sampai datang hari kiamat dan mereka berada dalam keadaan demikian” [Mutafaqun Alaihi dan hadits ini dari Muawiyah memiliki delapan jalan periwayatan].

Wallahu a’lam

Oleh Abu Fahd Negara Tauhid

sumber : http://gizanherbal.wordpress.com/2012/02/06/tidak-pernah-merayakan-maulid-nabi-tapi-masuk-surga/

About these ads
  1. abu saifan
    Januari 19, 2014 pukul 12:12 am | #1

    Sok merasa palung cinta, paling bener, paling ahli dalm mnjalnkan sunnah, pdhal gara2 nT umat ini mnjadi trpecah blah, lihat sjarah awal abdul wahhab mnyebarkn pahamnya dijazirah Arab,,,!!!

    Dia sbrkan pahamnya dngan pdang terhunus, dan mmbabi buta dngan mmbantai orng2 yg ga spham, dzaman skrng ini pngikut kya nT brani mlkukn bom bunuh dri yg bnyk mrugikan bnyk orang. APAKAH SEPERTI ITU ORANG YG MNCINTAI NABINYA, PIKIR DONG KHIMAR,, ,,!!!!”

    Terimakasih abu saifan, sudah komentar disini,.
    sebenarnya siapa yang merasa seperti itu?
    Apakah orang yang MENCINTAI NABINYA Itu melakukan hal-hal yang DILARANG OLEH NABI? melakukan hal-hal yang NABI SENDIRI TIDAK MELAKUKANNYA, demikian pula PARA SAHABAT TIDAK MELAKUKANNYA,… sungguh ini aneh tapi nyata,.
    NGAKU MENCINTAI NABI, tapi melakukan amalan-amalan YANG NABI TIDAK MENGAJARKAN DAN MENGAMALKANNYA,. apalagi anda berkomentar dengan kata-kata dusta dan keji,.

    Inikah akhlak orang yang mengaku MENCINTAI NABI??

  2. miqdad
    Juli 28, 2012 pukul 7:26 am | #2

    memangnya pa hukum dari melaksanakan maulid Nabi saw. kalau dalam sebuah pengajian da tema maulid Nabi membahas kehidupan Nabi saw, mengambil pelajaran dari sunnahnya gmn pa tu jg maulid Nabi.

    Apa hukum kita melacurkan diri, tapi ketika melacur itu kita membahas tentang tercelanya perbuatan seperti melacur,.. apakah otomatis kita melacurkan diri itu menjadi halal, menjadi berpahala,

    Kan tujuannya bagus, menasehati para pelacur agar tobat,.. gimana caranya, tentu ya masuk ke dalam komplek pelacuran, lalu ikut melacur, dan setelah melakukan perbuatan nista tersebut, kita jelaskan tentang kejinya perbuatan tersebut,.. gimana??

    • ari
      November 13, 2012 pukul 4:30 am | #3

      melaksanakan maulud nabi hukumnya sunah,melacurkan diri hukumnya haram

      Terimakasih mas ari atas komentarnya,
      Maulid itu adalah hukumnya sunnah , mana dalilnya? Rasulullah tdk pernah melakukannya, para sahabat juga tdk ada satupun yang pernah melakukannya,
      Keempat imam juga tidak melakukannya, Jika itu sunnah, tntu kita sdh keduluan oleh mereka,

      melaksanakan sunah atau tidak,tidak menghalangi orang untuk masuk surga

      Kata siapa mas, justru Rasulullah sudah mengatakannya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
      كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ وَمَنْ يَأْبَى؟ قَالَ: مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى

      “Seluruh umatku akan masuk surga, kecuali yang enggan.” Maka dikatakan: “Wahai Rasulullah, siapa yang enggan?” Beliau menjawab: “Barangsiapa yang menaatiku maka dia pasti masuk surga, sedangkan barangsiapa yang mendurhakaiku maka sungguh dia telah enggan (masuk surga).” (Hadits Riwayat Al-Bukhari)

      selengkapnya baca disini mas

      • ari
        November 14, 2012 pukul 12:46 am | #4

        rokok hukumnya apa?tunjukan dalilnya?

        Terimakasih atas pertanyaannya mas,.
        Oh iya, anda bisa bisa baca tulisan yang ada dibungkus rokok, atau yang ada di plang reklame rokok tidak? bagaimana jika tulisan tersebut ditaruh di bungkus makanan, seperti bakso, bakso ini bisa menyebabkan penyakit kanker,penyakit jantung, IMPOTEN,gangguan janin, dll,.. kira-kira bagaimana hukum makanan tsb?
        Anak SD saja akan tahu jawabannya, jadi tidak usah nyari dalil, mana dalil rokok itu haram, dalilnya ada dibungkus tersebut,. itu jika yang membacanya masih bisa menggunakan akal sehatnya,

        Coba pikirkanlah akibat merokok, jika orang minum racun tikus, yang terkena bahaya cuma orang yang meminumnya, tapi kalau anda merokok, yang terkena bahaya bukan diri anda saja, tapi orang disekitar anda, mungkin istri anda,anak anda,atau cucu anda,
        Bukankah perokok pasif itu lebih berbahaya daripada perokok aktif?
        Kalau mau nyari penyakit, mbok ya jangan memberikan penyakit kepada yang lainnya juga,

        Para perokok adalah orang yang berbuat dzalim kepada diri sendiri, juga org lain yang ada disekitarnya,

        kenapa sih rokok itu haram? baca disini

        artikel tentang rokok, silahkan tinggal pilih, baca disini

        semua ilmu asalnya dari mana?

        Ilmu yang hak berasal dari Allah, dan ilmu yang sesungguhnya adalah ilmu yang bisa menyelamatkan kita di dunia dan akherat,
        Ilmu yang hak adalah qalallah, qala rasul, dan qala sahabat,

        kenapa al quran diturunkan secara bertahap,kok ndak sekalian?

        Begini saja mas, jika anda belajar sekolah, anda baru masuk kelas 1 SD , lalu diberikan pelajaran sekaligus dari kelas 1 s/d kls 6 , kira2 gimana mas? Manusia itu ada yang cerdas, ada yang bodoh,
        Ada hikmah dibalik diturunkannya Alquran secara bertahap. Yang menyuruh Alquran diturunkan secara bertahap adalah Allah, dan Allah tidak boleh ditanya tentang perbuatan Allah, justru kita yang akan ditanya, kenapa Alquran diturunkan diturunkan secara bertahap, itu hak Allah,
        Sudah diturunkan secara bertahap saja masih banyak kaum muslimin yg tidak memahaminya, apalagi jika diturunkan sekaligus,

        maaf yg dibahas hukum sunah bukan sunah nabi.apakah orang yg tidak pernah sholat dhuha tidak akan masuk surga?

        Perlu anda pahami, apa sih definisi sunnah nabi? Sunnah itu adalah islam itu sendiri, sedangkan sunnah yang artinya jika ditinggalkan tidak apa2, dan dikerjakan mendapat pahala, itu definisi sunnah menurut ahli fikih, jika menurut ahli hadits berbeda,

        contoh nyata, shalat 5 waktu bagi laki-laki adalah sunnah rasulullah, dan wajib dikerjakan di masjid, lalu bagaimana hukumnya? hukumnya adalah wajib,
        Puasa ramadhan, itu sunnah rasulullah, bagaimana hukumnya? hukumnya adalah wajib,
        Shalat dhuha adalah salah satu sunnah rasul, bagaimana hukumnya? hukumnya adalah sunnah,
        Puasa senin kamis adalah sunnah rasul, bagaimana hukumnya? hukumnya adalah sunnah,

        Bukankah rasulullah juga bersabda, barangsiapa membenci sunnahku, maka bukan golonganku,

        Lalu jika arti sunnah itu adalah shalat sunnah, atau puasa sunnah, apakah arti ahlussunnah?? apakah orang yang rajin melakukan shalat sunnah, puasa sunnah??

        Bukan begitu mas, ahlus sunnah adalah orang-orang yang mengikuti sunnah rasulullah, beramal berdasarkan sunnah rasul,tidak beramal dengan kebidahan, sebab lawan dari sunnah adalah bidah,lawan halal adalah haram,

        Jika anda ingin mengetahui apa itu definisi assunnah? silahkan baca link ini, mudah-mudahan Bermanfaat

    • Kakanda Oky Muriyanto Al-Purwantoro
      Juni 26, 2013 pukul 3:30 pm | #5

      kog jadi gini mas?????????????

      Kenapa emangnya Kang Oky,. koq jadi gini? he..he.. ya ngikutin yang maunya para komentator lah,.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.271 pengikut lainnya.