Beranda > Belajar Nasehat, jilbab > Pemahaman JIL dan Quraish Shihab tentang JILBAB, sungguh pemahaman yang nyeleneh

Pemahaman JIL dan Quraish Shihab tentang JILBAB, sungguh pemahaman yang nyeleneh


JILBAB MENURUT AJARAN JIL (JARINGAN ISLAM LIBERAL)

anti jilJilbab adalah tidak wajib, hanya budaya Arab!

- Muhammad Sa’id Al-Asymawi, seorang tokoh liberal Mesir, yang memberikan peryataan kontroversial bahwa jilbab adalah produk budaya Arab. Pemikirannya tersebut dapat dilihat dalam buku Kritik Atas Jilbab yang diterbitkan oleh Jaringan Islam Liberal dan The Asia Foundation.

Dalam buku tersebut diyatakan bahwa jibab itu tak wajib. Bahkan Al-Asymawi dengan lantang berkata bahwa hadits-hadits yang menjadi rujukan tentang kewajiban jilbab atau hijâb itu adalah Hadis Ahad yang tak bisa dijadikan landasan hukum tetap. Bila jilbab itu wajib dipakai perempuan, dampaknya akan besar. Seperti kutipannya: “Ungkapan bahwa rambut perempuan adalah aurat karena merupakan mahkota mereka. Setelah itu, nantinya akan diikuti dengan pernyataan bahwa mukanya, yang merupakan singgasana, juga aurat. Suara yang merupakan kekuasaannya, juga aurat; tubuh yang merupakan kerajaannya, juga aurat. Akhirnya, perempuan serba-aurat.” Implikasinya, perempuan tak bisa melakukan aktivitas apa-apa sebagai manusia yang diciptakan Allah karena serba aurat.

Buku tersebut secara blak-blakan, mengurai bahwa jilbab itu bukan kewajiban. Bahkan tradisi berjilbab di kalangan sahabat dan tabi’in, menurut Al-Asymawi, lebih merupakan keharusan budaya daripada keharusan agama.[http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=339]

- M. Quraish Shihab (beliau adalah seorang cendekiawan muslim dalam ilmu-ilmu Al- Qur’an dan mantan Menteri Agama pada Kabinet Pembangunan VII (1998). Ia dilahirkan di Rappang, pada tanggal 16 Februari 1944. Ia adalah kakak kandung mantan Menko Kesra pada Kabinet Indonesia Bersatu, Alwi Shihab),

Dalam menafsirkan surat Al-Ahzab: 59,  M. Quraish Shihab memiliki pandangan yang aneh dengan manyatakan bahwa Allah tidak memerintahkan wanita muslimah memakai jilbab. Pendapatnya tersebut ialah sebagai berikut:

“Ayat di atas tidak memerintahkan wanita muslimah memakai jilbab, karena agaknya ketika itu sebagian mereka telah memakainya, hanya saja cara memakainya belum mendukung apa yang dikehendaki ayat ini. Kesan ini diperoleh dari redaksi ayat di atas yang menyatakan jilbab mereka dan yang diperintahkan adalah “Hendaklah mereka mengulurkannya.” Nah, terhadap mereka yang telah memakai jilbab, tentu lebih-lebih lagi yang belum memakainya, Allah berfirman: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya.”[M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah, Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Quran (Jakarta: Lentera Hati, 2003), cet I, vol. 11, hal. 321.]

Demikianlah pendapat yang dipegang oleh M. Quraish Shihab hingga sekarang. Hal ini terbukti dari tidak adanya revisi dalam bukunya yang berjudul Tafsir Al-Misbah, meskipun sudah banyak masukan dan bantahan terhadap pendapatnya tersebut.

Di samping mengulangi pandangannya tersebut ketika menafsirkan surat An-Nur ayat 31, M. Quraish Shihab juga mengulanginya dalam buku Wawasan Al-Qur’an. Tidak hanya itu, ia juga menulis masalah ini secara khusus dalam buku Jilbab Pakaian Wanita Muslimah: Pandangan Ulama Masa Lalu dan Cendekiawan Kontemporer, yang diterbitkan oleh Pusat Studi Quran dan Lentera Hati pada Juli 2004. Ia bahkan mempertanyakan hukum jilbab dengan mengatakan bahwa tidak diragukan lagi bahwa jilbab bagi wanita adalah gambaran identitas seorang Muslimah, sebagaimana yang disebut Al-Qur’an. Tetapi apa hukumnya?[M. Quraish Shihab, Wawasan Al-Quran, (Bandung: Mizan, 1998), cet VII, hal. 171]

M. Quraish Shihab juga membuat Sub bab: Pendapat beberapa ulama kontemporer tentang jilbab yang menjadi pintu masuk untuk menyampaikan pendapat ganjilnya tersebut. Ia menulis:

Di atas—semoga telah tergambar—tafsir serta pandangan ulama-ulama mutaqaddimin (terdahulu) tentang persoalan jilbab dan batas aurat wanita. Tidak dapat disangkal bahwa pendapat tersebut didukung oleh banyak ulama kontemporer. Namun amanah ilmiah mengundang penulis untuk mengemukakan pendapat yang berbeda—dan boleh jadi dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam menghadapi kenyataan yang ditampilkan oleh mayoritas wanita Muslim dewasa ini.[Ibid, hal. 178.]

Selanjutnya, M. Quraish Shihab menyampaikan bahwa jilbab adalah produk budaya Arab dengan menukil pendapat Muhammad Thahir bin Asyur:

فنحن نوقن أن عادات قوم ليست يحق لها بما هي عادات أن يحمل عليها قوم آخرون فى التشريع ولا أن يحمل عليها أصحابها كذلك (مقاصد الشريعة ص 91)

Kami percaya bahwa adat kebiasaan satu kaum tidak boleh—dalam kedudukannya sebagai adat—untuk dipaksakan terhadap kaum lain atas nama agama, bahkan tidak dapat dipaksakan pula terhadap kaum itu.

Bin Asyur kemudian memberikan beberapa contoh dari Al-Quran dan Sunnah Nabi. Contoh yang diangkatnya dari Al-Quran adalah surat Al-Ahzab (33): 59, yang memerintahkan kaum Mukminah agar mengulurkan Jilbabnya. Tulisnya:

و فى القرآن: يَاأَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ” فهذا شرع روعيت فيه عادة العرب فالأقوام الذين لا يتخذون الجلابيب لا ينالهم من هذا التشريع نصيب ” مقاصد الشريعة ص 19

Di dalam Al-Quran dinyatakan, Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin; hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal sehingga tidak diganggu. Ini adalah ajaran yang mempertimbangkan adat orang-orang Arab, sehingga bangsa-bangsa lain yang tidak menggunakan jilbab, tidak memperoleh bagian (tidak berlaku bagi mereka) ketentuan ini.[M. Quraish Shihab, Wawasan Al-Quran, (Bandung: Mizan, 1998), cet VII, hal. 178-179.]

Untuk mempertahankan pendapatnya, M. Quraish Shihab berargumen bahwa meskipun ayat tentang jilbab menggunakan redaksi perintah, tetapi bukan semua perintah dalam Al-Qur’an merupakan perintah wajib. Demikian pula, menurutnya hadits-hadits yang berbicara tentang perintah berjilbab bagi wanita adalah perintah dalam arti “sebaiknya” bukan seharusnya.[Ibid, hal. 179.]

M. Qurash Shihab juga menulis hal ini dalam Tafsir Al-Misbah ketika menafsirkan surat An-Nur ayat 31. Di akhir tulisan tentang jilbab, M. Qurais Shihab menyimpulkan:

Memang, kita boleh berkata bahwa yang menutup seluruh badannya kecuali wajah dan (telapak) tangannya, menjalankan bunyi teks ayat itu, bahkan mungkin berlebih. Namun dalam saat yang sama kita tidak wajar menyatakan terhadap mereka yang tidak memakai kerudung, atau yang menampakkan tangannya, bahwa mereka “secara pasti telah melanggar petunjuk agama.” Bukankah Al-Quran tidak menyebut batas aurat? Para ulama pun ketika membahasnya berbeda pendapat.[Ibid, hal. 179.]

Dari pemaparan di atas, dapat diketahui bahwa M. Quraish Shihab memiliki pendapat yang aneh dan ganjil mengenai ayat jilbab. Secara garis besar, pendapatnya dapat disimpulkan dalam tiga hal. Pertama, menurutnya jilbab adalah masalah khilafiyah. Kedua, ia menyimpulkan bahwa ayat-ayat Al-Quran yang berbicara tentang pakaian wanita mengandung aneka interpretasi dan bahwa Al-Qur’an tidak menyebut batas aurat. Ketiga, ia memandang bahwa perintah jilbab itu bersifat anjuran dan bukan keharusan, serta lebih merupakan budaya lokal Arab daripada kewajiban agama. Betulkah kesimpulannya tersebut? Tulisan ini mencoba untuk mengkritisinya.

["Meluruskan Qurais Sihab dan JIL tentang Jilbab" oleh FAHRUR MU’IS].

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah? ” (al-Baqarah : 140).

Allah Ta’ala berfirman,”Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ? (QS. AL MAA’IDAH: 50).

Allah Ta’ala berfirman, “Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai” (ar-Rum: 6-7).

Oleh Abu Fahd Negara Tauhid.

cuplikan dari : http://gizanherbal.wordpress.com

VIDEO PENJELASAN TAFSIR ANEH SANG PROFESOR

About these ads
  1. Arief Hidayat Soejanto
    Januari 7, 2014 pukul 8:18 am | #1

    yang harus teman-teman disini PAHAMI, Akal hampir selalu kalah dengan NAFSU…

    SePINTAR apapun dia, tapi kalau sudah ada niat buruk (NAFSU), yaaa Ke-PINTARAN nya justru menjadi senjatanya…

    Terimakasih mas Arief, sudah meninggalkan komentar disini
    akal dan nafsu itu ibarat saudara kembar, jika orang mendahulukan akalnya dibanding dalil, maka nafsu yang akan timbul, nafsu itu timbul dari akal yang salah,. silahkan baca kedudukan akal terhadap dalil,silahkan baca disini

  2. Arief Hidayat Soejanto
    Januari 7, 2014 pukul 8:15 am | #2

    Gak perlu gelar DOKTOR atau MASTER untuk menafsirkan perintah Allah itu…

    Islam itu mudah, mau gelarnya apapun kalau ada niat jelek dan udah terkontaminasi dengan pemikiran SEKULER ya sama aja bohong…

    pak Shihab itu POTRET, di ulama-ulama kampung yang ada di indonesia hampir seperti itu juga, sepertinya LIBERAL sudah menjadi LIFESTYLE di zaman sekarang,,, naudzubillah

    Liat aja ajaran ISLAM yang campur aduk,..
    ngaku cinta RASUL, tapi justru malah merusak JALAN nya (Naudzubillah), BID’AH…

    Wallahu A’lam,…

    Jangan silau dengan gelar PROF,DOKTOR,Habib,Kyai,Ajengan,Gus, atau seabrek gelar lainnya, selama pemikirannya menyimpang dari ajaran rasulullah dengan pemahaman para sahabat, maka gelar-gelar tersebut tidak ada manfaatnya sama sekali, malah semakin banyak membuat kaum muslimin terjerat dalam pemikirannya yang menyimpang,.

    Jangan tertipu oleh nama, ngaku pecinta ahlul bait, tapi ternyata menikam para ahlulbait,
    Ngaku sebagai pecinta rasul, malah ada majlis rasulullah, ternyata yang diajarkan adalah ajaran yang menyelisihi ajaran rasulullah,.
    Ngaku sebagai keturunan rasul, eh amalannya menyelisihi amalan rasulullah, jadi apalah artinya dengan keturunan rasul, toh keturunan rasul tidaklah terjaga dari kesalahan,. lihat orang yang dekat dengan rasulullah, paman rasulullah, yang membela rasulullah dikala hidupnya, meninggalnya diatas kekafiran, rasulullah tidak bisa mengajak pamannya (Abu Thalib) untuk masuk ke dalam islam,.. so… apalah artinya nasab yang dekat kepada rasulullah jika amalannya tidak sejalan dengan amalan rasulullah,.

  3. Ahmad iip oki
    November 21, 2013 pukul 5:12 pm | #3

    Quraish sihab bukan’a tambah alim malah tambah gila. . .

    Sebenar’a jilbab itu kn penutup aurat, bhkan menjadi pembeda antara kaum wanita muslim dan kaum wanita non muslim

    Saya jadi curiga jika quraish sihab menyebarluaskan paham’a, apakah ini merupakan siasat agenda zionis dan salibis internasional yang ingin memecah belah umat islam?. . .

    Innalilahi wainna ilaihi rojiun

    quraish sihab itu salahsatu dai syiah, demikian pula umar sihab, ditambah habib rizieq sihab sbg tokoh pembela syiah, trik habib rizieq dlm membela syiah bisa dilihat disini

  4. koko
    November 16, 2013 pukul 9:15 am | #4

    berjilba itu pilihan

    Berjilbab itu kewajiban setiap muslimah, bukan pilihan,
    Tidak ada pilihan untuk tidak berjilbab,

    Berjilbab itu perintah Allah, silahkan baca link ini

    • alif muslim
      November 21, 2013 pukul 6:51 am | #5

      jilbab itu menjadi pembeda antara kaum wanita muslim dan kaum wanita kapir….
      jadi saya curiga jika pernyataan quraish sihab ini di publikasikan dan di sebarluaskan, apakah ini merupakan agenda zionis dan salibis internasional yang ingin memecah belah umat islam?

      QURAISH SIHAB ADALAH DAI SYIAH,
      Syiah dan yahudi itu seperti bapak dengan anaknya,

      syiah lebih parah dari yahudi dan nasrani/salibis

  5. nur ridha
    Agustus 20, 2013 pukul 12:43 pm | #6

    Tafsir yang terbaik sesuai pemahaman Al’qur’an dan sunnah rasulullah adalah Tafsir Ibnu Katsir. Wah…menurut saya itu yang terbaik, bahasanya juga lugas…

  6. nur ridha
    Agustus 18, 2013 pukul 6:35 am | #7

    inilah akibatnya kalau menafsirkan al’qur’an semau yang kita kehendaki. saya sudah nonton video ini berulang kali. seorang professor, alumni al azhar lagi, yang lebih mengkhawatirkan karena disiplin ilmunya adalah syariah dengan predikat summa cumlaude. seorang professor menafsirkan al’qur’an sesuai pemikirannya. inilah typikal ulama yang berbahaya, menyesatkan ummat.

  7. rikha
    Agustus 16, 2013 pukul 12:49 pm | #8

    Assalamu’alaikum…
    maaf mau tanya, sebenarnya bagaimana cara berjilbab yang benar menurut syariat?
    apakah hanya menutupkan kain kerudung sampai ke dada atau menutup semua anggota tubuh kecuali mata dan telapak tangan?
    mhon penjelasannya..

    Wassalamu’alaikum…

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Silahkan baca disini ulasan tentang apa itu jilbab, insya Allah penjelasannya lengkap, dan ada gambarnya juga, baca disini

    Buat tambahan, bisa dibaca disini juga

    Kisah nyata tentang jilbab, bisa kamu baca disini, bagus kisahnya

  8. satria islam
    Agustus 2, 2013 pukul 3:11 pm | #9

    bismillah..
    sebetul nya sluruh wanita yang tidak berhijab itu menyadari akan kesalahan nya, jadi hijab ini tidak perlu untuk diperdebat kan karna ayat nya sudah jelas, hanya orang fasik bin kafir yg menentang mya, dan jangan lupa sperti kita ketahui bahwa ulama su itu sdah pasti ada, ulama syetan bin iblis ini selalu menjadikan kekayaan ilmu nya sebagai kaper kesesatan nya.. makaruu wa makarrallah wallahu khoyirumaakiriin

  9. izzal
    Juli 24, 2013 pukul 5:16 am | #10

    bismillah ……
    maha besar allah yang menciptakan perbedaan sodaraku,
    kelemahan saya secara pribadi hanya berharap kebaikan itu datang bukan hanya dari jilbab. jilbab hanya sebahagian kecil dari banyak faktor dalam kebaikan.

    insya alloh orang baik yang tidak berjilbab akan lebih indah dari pada orang yang berjilbab
    tetapi berahlak buruk.

    maaf ….

    Terimakasih mas, mba,.
    Orang yang berakhlak baik pasti akan berjilbab

    Anda jangan menganggap akhlak itu hanya kepada manusia saja, Kepada manusia saja harus berakhlak, bagaimana kepada Allah, sang pencipta alam semesta ini, mana Akhlak kepada Allah, diantara bentuk akhlak kepada Allah adalah mematuhi perintahnya, diantaranya bagi wanita muslimah wajibnya memakai jilbab, itulah tanda akhlak baik kepada Allah, kepada Rasulullah,.

    Jadi tidak akan pernah ada seorang yang berakhlak baik, tidak berjilbab, justru jika dia tdk berjilbab, dia berakhlak buruk,. menentang perintah Allah dan Rasulullah,

    • Jaka
      Januari 16, 2014 pukul 2:07 am | #11

      @izzal: anda berbicara hanya analisa sendiri, tanpa dalil. Sementara syari’at wajib jilbab sudah jelas.
      Saya juga bisa berkata:
      Wanita yang berjilbab belum tentu wanita baik-baik, belum tentu sholihah, belum tentu berakhlaq baik…
      Tetapi wanita yang tidak berjilbab bisa disebut wanita yang tidak baik (kurang baik), kenapa? Karena telah melanggar perintah Alloh untuk berjilbab. Berarti iman dan taqwanya sudah berkurang

      terimakasih mas jaka atas tambahan komentarnya, betul sekali,.
      saya tambahin juga, wanita yang berjilbab bukan berarti bebas dari maksiat,.
      tapi wanita yang tidak berjilbab sudah pasti terjerumus dalam maksiat, dengan tidak berjilbabnya dia, dia sedang bermaksiat kepada allah, dan kejelekan-kejelekan lain yang timbul akibat melihat wanita yang tidak memakai jilbab, itu akan semakin menambah dosa-dosa si wanita tersebut,.

  10. makruf
    Mei 21, 2013 pukul 3:35 am | #12

    saudAraku semua. Kita ini umat islam. Hendaknya kita bersatu. Kita hargai aja pendapat org lain. Kita jalani aja apa yg kita yakini.

    TErimakasih mas makruf,. betul, kita bersatu, tapi diatas akidah yang satu, diatas pemahaman yang satu, bukan bersatu diatas akidah yang batil, pemahaman yang batil, ini adalah persatuan yang semu, tidak mungkin kita bersatu dengan para pembenci ajaran rasulullah, para pentakwil ajaran islam,. mustahil

    Jika memang hal” yg ada benar” menyimpang dari Al-quran dan sunnah, hendaknya kita yg tahu yg lbh benar meluruskanya dg cra yg baik.
    Apakah menurut kalian Rasullullah akan tersenyum melihat semua ini?

    Kewajiban kaum muslimin kepada saudaranya sesama muslim adalah saling nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran,. dan begitu pula yg saya lakukan,.
    Ingat, orang kafir tidak bisa menghancurkan islam secara langsung, tapi mereka bisa menghancurkan islam dengan tangan-tangan umat islam itu sendiri, bisa melalaui tokoh2 atau pemuka2 islam yang memiliki pemikiran nyeleneh terhadap ajaran islam itu sendiri,. sehingga rontoklah sendi2 islam, para tokoh itu merubah makna dari dalil-dalil yg sudah jelas,.

    Rasulullah ketika dirinya dihina, dicela, beliau sabar, tidak marah,.
    Tapi ketika syariat islam di cela, diinjak-injak, maka beliau marah,..

  11. pria berjanggut
    April 23, 2013 pukul 5:03 am | #13

    semoga Allah memberikan hidayahNya pada kalian semua, amiin…

  12. dina
    April 22, 2013 pukul 3:22 am | #14

    Sy prihatin dg org yg TIDAK PUNYA ILMU menghina hasil pikiran org yg punya ilmu,ahli di situ.yg logis,pelajari dan buat perbandingan dg pendapat ahli lain dlm topik yg sama.prof quraish dg keluasan ilmunya menyajikan semua detail ttg jilbab dari a-z dan kita bisa memilih mana dari semua kemungkinan itu yg sesuai dg nurani msg2.dr bgt byk kemungkinan tafsir dlm hal jilbab org yg bijak,tahu diri akan faham bhw jilbab masalah pilihan bukan keharusan.byk baca deh,perbaiki konstruksi berpikir anda krn bila konstruksi berpikir anda sempit anda tidak akan memperoleh kebaikan dari begitu banyak ilmu,kebaikan,kedamaian,kecerdasan dlm beragama yg prof quraish berikan.kasian muslim indonesia,menjadi bodoh-radikal-berpikiran sempit krn tidak suka berpikir,malah menjauh dari kaum berpikir

    terimakasih atas keprihatinan mba dina,
    apakah anda tdk prihatin dgn pemikiran sang profesor?
    lihat video penjelasan nyeleneh ini

  13. Hilmi Siradj
    Maret 17, 2013 pukul 4:37 am | #15

    hehehe.. kalau anda mempunyai pendapat tersendiri, kenapa anda tidak membuat tafsir sendiri dan malah menyalahkan tafsir orang?

    yang penting damai saja ya..

    gitu aja kok repot -,-

    Kenapa kita repot-repot buat tafsir sendiri, kan rasulullah sudah menjelaskan,kita tinggal mencontoh saja, termasuk tentang jilbab juga sdh dijelaskan,.

    gitu aja kok repot -’-

  14. ntr ivan marwan
    Februari 16, 2013 pukul 12:48 pm | #16

    pak quraish itu mentafsirkan AL-QUR’AN seperti itu karena demi pekerjaan anaknya,jadi tafsirnya tersebut, demi membenarkan tindakan anaknya yang jelas jelas gak bener, acara mata najwa aja pake roknya ketat and keliatan………………………

    Tafsir almisbah adalah copas dari tafsir yang ditulis oleh tokoh mu’tazilah,Az Zamakhsyari. wajar isinya menyimpang, lebih mengedepankan akal,

    • Surawan
      Maret 2, 2014 pukul 10:42 am | #17

      Lah, kok menyalahkan akal? Akal itu satu-satunya rujukan berpikir yang ada di dalam diri manusia, sementara Quran itu yang di luar manusia. Apakah dalam menafsirkan Quran orang itu harus tidak berakal?

      Kan sudah jelas bahwa manusia yang masuk hisab hanyalah orang-orang yang berakal. Dalam menafsirkan apapun, akal logika itu harus dikedepankan. Kalau anda sebut tafsir Q.Shihab ini lebih mengedepankan nafsu, itu lebih menurut saya lebih pas, daripada anda katakan lebih mengedepankan akal. Akal itu tempat pikiran berpijak dan harus selalu dikedepankan. Hanya orang kalap, tidak waras, yang tidak mengedepankan akal.

      Terimakasih, sudah komentar disini,.
      Bagaimanakah kedudukan akal terhadap dalil? Akal wajib mengikuti dalil, bukan akal digunakan untuk mengakal-akali dalil, silahkan lihat postingannya disini

      Yang pertama kali menggunakan akalnya terhadap perintah Allah adalah IBLIS, ketika Allah perintahkan untuk sujud kepada Adam, Iblis berargumen dengan akalnya, makanya menjadi makhluk yang terkutuk,. itulah akibat mendahulukan akal,..

      Orang yang tidak waras malah tidak berdosa mas jika melakukan kemaksiatan, namanya juga akalnya rusak,. tapi jika orang yang menggunakan akalnya utk menentang dalil, itu sih tetap akan diadzab di akherat kelak,

  15. die die
    Februari 16, 2013 pukul 2:10 am | #18

    jika tidak paham dengan ilmu tafsir lebih baik diam sebab iman tanpa didarsari ilmu gak afdol trus yang anda pahami sekarang ini itu apa ya tafsir trus begini yang paling benar itu tafsirnya atau kitab sucinya kalo ente udah tau jawabanya ngapain nyalahin orang lain mending ente diam mohon ampun sama alloh tunjukan jalan yang benar bukan jalan untuk mencaci.

    Dan pak quraish juga ngga paham ilmu tafsir ya,.lebih baik diam, nyatanya memnjelaskan tentang ayat yang sudah sangat jelas tentang kewajiban menggunakan jilbab bagi wanita muslimah,. dia menjelaskan ngalor ngidul ngga jelas, dan ujung-ujungnya jilbab itu tidak wajib,.. penafsiran yg nyeleneh,.

    menjelaskan kepada masyarakat terhadap tafsir-tafsir alquran yang menyelisihi pemahaman para sahabat, agar masyarakat tidak terjerumus dalam pemikiran yg terkandung dalam tafsir tersebut, ini adalah salah satu bentuk amar maruf nahi munkar

  16. bima
    Februari 9, 2013 pukul 5:19 pm | #19

    JIL & quraisy shihab = alat propaganda ZIONIS untuk menghancurkan ummat Islam dari dalam.

  17. bima
    Februari 9, 2013 pukul 5:10 pm | #20

    JIL SESAT !!!

  18. menthegz
    Januari 16, 2013 pukul 2:38 am | #21

    tidak ada yang lebih paham dan mengerti Al Quran serta mengamalkanya selain Rasullallah SAW..l
    apa yang di contohkan beliau itulah yg harus kita tiru..

    Betul sekali mas, dan Alquran dijelaskan oleh rasulullah kepada para sahabatnya, jadi kita wajib memahami alquran dengan pemahaman para sahabat, demikian pula dalam mentafsirkan alquran, harus mengikuti pemahaman para sahabat,.. berbeda dengan apa yg dilakukan oleh pak qurais sihab, mentafsirkan alquran dengan akalnya,

  19. winda
    Januari 8, 2013 pukul 10:17 am | #22

    Astaghfirrullah….

  20. awam
    Januari 3, 2013 pukul 8:28 am | #23

    Jil mah emang pemikirannya Rusak, Apalagi Q shihab. anaknya aja ga berjilbab. padahal saya membaca isi terjemahan Al qur’an bahwa pakailah pakaian yang taqwa (lupa nama suratnya). saya aja ngarti terjemahan Al-Qur’an, makanya bini saya suruh jilbab, walaupun jilbab bini saya belum sesuai dengan Standar perintah Allah subhana wa ta’alla. menurut saya Q shihab terlalu banyak retrorika.

    yah, begitulah akibat memahami alquran, menafsirkan alquran dengan menggunakan akal, sehingga allquran pun di akal-akalin tafsirannya,

  21. reza
    Desember 27, 2012 pukul 1:10 pm | #24

    iya saya juga bingung dengan pemikiran pak qurais sihab,

    kan pernah salahsatu televisi suasta mengumpulkan keluarga sihab ( satu jam bersama keluarga sihab) di sana ada umar sihab, qurais shihab dan alwi sihab kalo gak salah thn 2009

    pas begitu ada penonton yg nanya sama pak qurais shihab tentang jilbab dan langsung penonton ngepek ke anaknya qurais sihab yg gak berjilbab yg saat itu ada bersama para penonton duduk di kursi bagian depan (adik najwa sihab)

    kemudian pak quarais shihab menjawab tentang masalah jilbab dengan entengnya ya seperti admin tadi begitu jwbnnya pak sihab,

    kata saya dalam hati pak sihab ini seorang ahli tafsir kenapa manapsirkan masalah jilbab jadi ngaco ya?

    apa karena terlalu penuh ilmunya sehingga meluap……..

    yah, begitulah, ngga ada istilah meluap ilmunya mas reza,
    Seumur hidup kita, jika kita gunakan untuk mempelajari kitab2 para ulama, tidak akan cukup, dan ilmu islam yg benar, semakin dipelajari kita akan semakin bisa mengambil faidah yang banyak, bukan melah kita menafsirkan versi kita sendiri,.. makanya tafsir misbah yang ditulis oleh qurais sihab, bukanlah tafsir yg bisa jadi rujukan,.. sebab itu bukanlah tafsir yang merujuk kepada pemahaman para sahabat,

    silahkan baca tafsir ibnu katsir, tafsir assa’di,

  22. Ali Irwanto
    November 13, 2012 pukul 10:20 am | #25

    Assalamualaikum…

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    Entah mengapa orang Islam jadi suka bergosip sekarang.
    Bahas tentang jilbab dan dalil yg mengaturnya melebar jadi ke urusan personalitas penafsirnya juga :p Ga da bedanya dong dengan gosip alias ghibah…

    Fokus dong, komentarnya seputar penafsiran ayat yg dilakukan Pak Shihab…
    Balas penafsiran dengan penafsiran, bukan dengan gosip…

    Terimakasih mas ali atas tanggapannya,
    Kenapa dibahas pribadinya? bukankah tafsiran alquran itu bukan menurut penafsiran Rasulullah, tapi penafsiran pribadi pak shihab?
    Lalu apa salahnya kita membeberkan penyimpangan orang ini, agar kaum muslimin tidak tertipu dengan pemahaman anehnya,
    Ini bukan ghibah,
    Banyak tafsir2 yang ilmiah, berdasarkan hadits2 yg shahih dalam menjelaskan alquran, contohnya tafsir ibnu katsir,

  23. Ali bin Umar
    Oktober 2, 2012 pukul 1:45 pm | #26

    Si Q,Shihab kan ingin dikatakan modern makanya anaknya si mata Najwa tdk berjilbab. Dia kan kiblatnya Negara Republik Shi’i, jadi wajarlah kalau pendapatnya ragu terhadap ayat Al-Quran terkait perintah berjilbab, tafsir Al-Misbahnya banyak yg kacau

  24. Ari Budianto
    September 10, 2012 pukul 1:01 pm | #27

    yang paling aneh adalah,mereka(jil & shihab)mengatakan bhw jilbab adalah budaya orang Arab…padahal sebelum Islam ada,para wanita jahiliyah arab tidak menggunakan Jilbab

    Budaya arab sebelum islam datang, para wanitanya membuka aurat, jadi siapa sebenarnya yg mengikuti budaya arab jahiliyaha?

  25. satyo
    Agustus 21, 2012 pukul 2:43 pm | #28

    tuh……, mangkanya untuk urusan agama yg kita baca ya Al Qur an dan Hadits, bukan nya denger pendapat2 orang. lha wong di Qur an sama Hadits saja sdh jelas kok malah mlipir2 dengerin pendapat orang

    Di alquran saja sudah jelas tentang wajibnya jilbab, kok pak quraish ini yang katanya ulama, pendapatnya plintat plintut gitu, makanya anak perempuannya sendiri yang jadi penyiar metro tv ngga pake jilbab, ngga aneh gan,. bapaknya seperti ini pemikirannya

  26. andre
    Agustus 18, 2012 pukul 8:21 am | #29

    pak Quraisy shihab hanya ijtihad, berijtihad salah pun mendapat pahala satu, kalau benar mendapat pahala dua,
    jangan terlalu berlebihan, apalagi sampai mendoktrin sesorang kalau dia salah

    orang yang bukan mujtahid jika berijtihad, misalkan betul ijtihadnya,dia telah salah,.. gimana kalau salahnya,..
    Jika yang berijtihad adalah ulama yang paham agama,dan memenuhi kriteria sebagai seorang ulama mujtahid, maka baru boleh berijtihad,.. lah quraish sihab ulama apa?

    • Agustus 21, 2012 pukul 11:00 pm | #30

      Tidak ada IJTIHAD pada hal-hal yang sudah jelas dalilnya,

      Perintah memakai jilbab adalah ayat alquran, kok masih ijtihad?? ijtihad yang ngawur kalo gitu mah,..

  27. saso
    Agustus 17, 2012 pukul 5:00 am | #31

    sy tidak melihat ada yang salah dari pendapat quraish shihab. dari petikan di atas sama sekali tidak bisa disimpulkan bahwa quraish shihab menolak jilbab. sya rasa tidak adil kalau kita menghakimi orang lain hanya karena kita tidak memahaminya..

    Ini salahsatunya, “Ayat di atas tidak memerintahkan wanita muslimah memakai jilbab, karena agaknya ketika itu sebagian mereka telah memakainya, hanya saja cara memakainya belum mendukung apa yang dikehendaki ayat ini.”
    pak quraish sihab menafsirkan ayat tersebut sesuai dengan hawa nafsunya, bukan berdasarkan penafsiran para sahabat yang dijelaskan langsung oleh Rasulullah,..

    Apa yang dipraktekan dan dipahami oleh para sahabat sangat berbeda dengan apa yang dipahami pak quraish ini,.. siapa yang lebih paham penafsiran ayat ini??

    Jilbab hukumnya wajib, tapi lihat pak quraish, anak perempuannya sendiri tdk memakai jilbab,..

  28. sitarani savitri
    Agustus 15, 2012 pukul 12:04 am | #32

    Betul, seolah ceramahnya bermutu, tapi kalau didengarkan betul banyak yang gak cocok. Cara memegang bukunya pu dengan tangan kiri. Anaknya (Najwa Sihab, penyiar Metrotv) pun tidak berjilbab.

  29. seayahrahakha
    Agustus 12, 2012 pukul 9:15 am | #33

    M. Quraish Shihab sangat parah… Pantesan saja sejak pertama kemunculan dia di media tv, tidak ada sedikit pun yg membuat hati dan pikiran ini sejuk… Mau dibikin seolah lembut dan mudah dicerna oleh siapa pun, tetap saja aneh dan ganjil bagi orang berakal dan berpikir…

  30. Hamlah
    September 12, 2012 pukul 5:42 am | #34

    Sori salah video, ini yang benar:

    Jazakallahu khairan atas kiriman link videonya

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.263 pengikut lainnya.