Beranda > Belajar Fikih > Bacaan Dzikir Setelah Shalat 5 Waktu Yang Diajarkan Oleh Rasulullah

Bacaan Dzikir Setelah Shalat 5 Waktu Yang Diajarkan Oleh Rasulullah


Zikir dan Doa Sesudah Shalat Fardhu

Dzikir setelah shalat dengan ruas jariPertanyaan:

Assalamu ‘alaikum. Mohon saya dibantu. Bagaimana zikir dan doa sesudah shalat fardhu sesuai sunah Rasulullah secara lengkap, agar saya bisa mantap beribadah. Terima kasih sebelumnya.

Suparno (suparno**@yahoo.***)

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh. Secara umum, zikir setelah shalat fardhu adalah sebagai berikut:

– Setelah salam membaca istigfar (Asytaghfirullah)  sebanyak tiga kali kemudian mengucapkan,

اللَّهُمَ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam.

Ya Allah, Engkau Mahasejahtera, dan dari-Mu kesejahteraan. Mahaberkah Engkau, wahai Rabb pemilik keagungan dan kemuliaan.” (Sahih; H.R. Muslim, no. 591)

Patut diperhatikan bahwa lafal zikir di atas tidak boleh ditambah dengan kata-kata:

وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلاَمُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ وَأَدْخِلْنَا دَارَ السَّلاّمِ

Hal itu dikarenakan lafal tersebut tidak berasal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lihat Misykatul Mashabih, 1:303; Hasyiyah Ath-Thahawi ‘alal Maraqiy, 2:311.

– Kemudian mengucapkan,

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir. Allahumma laa maani’a lima a’thaita wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfau dzal jaddi minkal jaddu.

Tidak ada sembahan yang berhak disembah melainkan Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mampu mencegah sesuatu yang telah Engkau berikan dan tidak ada yang mampu memberi sesuatu yang Engkau cegah. Tidak bermanfaat kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya untuk (menebus) siksaan-Mu.” (Sahih; H.R. Bukhari, no. 6862; Muslim, no. 593; An-Nasa’i, no. 1341)

– Setelah itu, Anda bisa mengucapkan tasbih (سبحان الله), tahmid (الحمد لله), dan takbir (الله أكبر) sebanyak 33 kali, kemudian menyempurnakannya sehingga genap menjadi seratus dengan mengucapkan,

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir

Tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan Imam Muslim dari shahabat Abu Hurairah; Rasulullah bersabda,

مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

Barang siapa yang bertasbih, bertahmid, dan bertakbir sebanyak 33 kali setelah melaksanakan shalat fardhu sehingga berjumlah 99 kemudian menggenapkannya untuk yang keseratus dengan ucapanلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ” , maka kesalahannya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” (Sahih; H.R. Muslim, no. 597)

– Apabila kondisi tidak memungkinkan untuk membaca lafal tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing sebanyak 33 kali, Anda bisa juga mengucapkan tasbih, takbir, dan tahmid sebanyak 10 kali. Hal ini berdasarkan hadis Abdullah bin Amru radhiallahu ‘anhu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَلَّتَانِ لَا يُحْصِيهِمَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ أَلَا وَهُمَا يَسِيرٌ وَمَنْ يَعْمَلُ بِهِمَا قَلِيلٌ يُسَبِّحُ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ عَشْرًا وَيَحْمَدُهُ عَشْرًا وَيُكَبِّرُهُ عَشْرًا

Ada dua perkara, setiap muslim yang konsisten melakukannya akan masuk ke dalam surga. Keduanya sangatlah mudah, namun sangat jarang yang mampu konsisten mengamalkannya. (Perkara yang pertama) adalah bertasbih, bertahmid, dan bertakbir masing-masing sebanyak sepuluh kali sesudah menunaikan shalat fardhu.” (Sahih; H.R. Tirmidzi, no. 3410; Shahihut Tirmidzi, no. 2714)

– Kemudian membaca Ayat Kursi serta surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Nas.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِي دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُوْلِ الْجَنَّةِ إِلاَّ أَنْ يَمُوْتَ

“Barang siapa yang membaca Ayat Kursi setiap selesai menunaikan shalat fardhu (wajib), maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.” (Sahih; H.R. Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jamul Kabir, no. 7532, Al-Jami’ush Shaghir wa Ziyadatuhu, no. 11410)

Uqbah bin Amir radhiallahu ‘anhu berkata,

أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَقْرَأَ بِالْمُعَوِّذَاتِ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkanku agar membaca surat Al-Mu’awwidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas) setiap selesai menunaikan shalat.” (Sahih; H.R. Abu Daud, no. 1523; Shahih Sunan Abi Daud, no. 1348)

Kami menyarankan kepada Bapak Suparno untuk memiliki buku kecil Hishnul Muslim karya Dr. Sa’id Al-Qahthani yang memuat zikir-zikir yang sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang alhamdulillah telah banyak diterjemahkan. Jika ingin mengetahui beberapa ketentuan fikih yang terkait dengan zikir dan doa, Bapak bisa mencari buku Wirid dan Dzikir karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawwaz yang diterbitkan Pustaka Imam Syafi’i. Semoga dimudahkan.

Dijawab oleh Ustadz Muhammad Nur Ichwan Muslim, S.T. (Dewan Pembina Konsultasi Syariah).
Artikel http://www.KonsultasiSyariah.com

Artikel yang terkait dengan shalat:
TATA CARA SHALAT YANG DIAJARKAN OLEH RASULULLAH BESERTA DALIL-DALILNYA

SEKOLAH SELAMA DUA BELAS TAHUN BELUM BISA SHALAT YANG BENAR, SEBUAH REALITA

VIDEO TATA CARA WUDHU,TAYAMMUM,TATACARA SHALAT

MENGERASKAN BACAAN DZIKIR SETELAH SHALAT, BOLEHKAH?

Download dalam format PDF , silahkan KLIK KANAN di LINK INI , lalu pilih SAVE LINK AS , enter

  1. Anonymous
    Juli 26, 2015 pukul 1:23 pm

    Pak, saya mau bertanya. Mengapa ketika shalat dhuhur tidak bersuara.

    Bukan tidak bersuara, tapi bersuara dan hanya diri kita saja yang mendengar, begitulah yang diajarkan Rasul,
    Kenapa tidak terdengar oleh orang lain, sementara shalat shubuh,maghrib,isya terdengar, karena kita disuruh shalat sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah,. bukan buat cara-cara sendiri

  2. putra
    Juli 10, 2015 pukul 8:09 am

    assalamualaikum wbr.
    saya mau tanya sedikit ,apa salah bila saya tambah kan doa dengan bahasa sendiri.setelah membaca subahana rabbial agla wabihamdi.mohon penjelasan nya.

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    terimakasih putra,.
    boleh,. jika belum hafal doa2 yg rasul ajarkan, silahkan baca ulasannya disini

  3. pelajar
    Juli 9, 2015 pukul 5:01 am

    عَنْ حَبِيْبِ بْنِ مَسْلَمَةَ الْفِهْرِيِّ وَكَانَ مُجَابَ الدَّعْوَةِ رضي الله عنه قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ: لاَ يَجْتَمِعُ قَوْمٌ مُسْلِمُوْنَ يَدْعُوْ بَعْضُهُمْ وَيُؤَمِّنُ بَعْضُهُمْ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللهُ دُعَاءَهُمْ. رواه الطبراني في الكبير و الحاكم في المستدرك
    Artinya : Dari Habib bin Maslamah al-Fihri RA –beliau seorang yang dikabulkan do’anya-, berkata: “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Tidak lah berkumpul suatu kaum Muslimin, lalu sebagian mereka berdo’a, dan sebagian lainnya mengucapkan amin, kecuali Allah pasti mengabulkan do’a mereka.” (HR. al-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Kabir, dan al-Hakim dalam al-Mustadrak).

    Kalau ada hadist seperti itu bagaimana mas?

    Sumber : http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,59-id,51936-lang,id-c,bahtsul+masail-t,Dasar+Hukum+Dzikir+dan+Do%E2%80%99a+Bersama+Setelah+Shalat-.phpx

    Hadits tsb derajatnya DHAIF/LEMAH jadi tidak bisa dijadikan sebagai rujukan,
    Dalam silsilah hadits addhaifah no 5968 hadits ini dinyatakan dhaif, sanadnya terputus ,karena ibnu habirah walaupun dia tsiqah tapi tidak bertemu dengan habib bin maslamah, oleh karena itulah alhakim dan adzahabi tidak berkomentar ttg hadits tsb,

  4. Idham
    Juni 30, 2015 pukul 3:27 am

    pak ustad sy mw bertanya.
    sy pernah suatu hari dalam perjalanan .

    lalu karena kami ketinggalan shlat djuhur .

    mw memasuki waktu ashar kami beserta teman” mw shalat djuhur 2 rakaat lalu shalat ashar.

    tpi waktu ashar telah masuk. maka kami melakukan shalat djuhur dua rakaat lalu ashar .

    tpi di depan kami ada warga yg shalat ashar .

    apa di bolehkan ada dua imam di masjid dan beda shalat yg kami lakukan

    Seharusnya anda tetap ikut shalat ashar dengan imam di tempat tersebut, shalat empat rakaat, tapi niat anda adalah shalat dzuhur, tidk mengapa makmum beda niat dengan imam,.

    Setelah imam selesai salam, maka anda shalat kembali, yaitu shalat ashar di qashar, dua rakaat,

  5. budi hartono
    Juni 26, 2015 pukul 2:05 am

    assalamu’alikum,
    knpa pertanyaan sy blm di jwb?
    yg bertanya di belakang sy malah sudh di ksh jwbn.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Terimakasih mas budi, maaf, jika terlewat,.
    Banyak faktor kenapa belum dijawab,.
    Mungkin susah pertanyaannya, sehingga susah njawabnya,.
    Atau pertanyaanya luput terbaca, ada 5ribu lebih komentar yang ngantri mas,..

  6. vira
    Juni 25, 2015 pukul 7:12 pm

    Assalamualaikum..
    Saya mau nanyak, ini organisasi muhammadiyah atau apa ya? Soalnya pembahasan nya sama seperti apa yg saya pelajari di muhammadiyah..
    Mohon dijawab ya pak.. :)

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Bukan,Kita bukan organisasi, tapi kita mendakwahkan islam sesuai dengan manhaj salaf, apa itu manhaj salaf, silahkan baca disini
    Justru KH Ahmad Dahlan mendirikan muhammadiyah itu karena ingin mendakwahkan manhaj salaf, silahkan baca disini

  7. Anonymous
    Juni 19, 2015 pukul 9:40 am

    Assalamu’alaikum
    Bisakah tulisan arabnya diberi jarak antar baris?
    Karena baris atas dan bawah dempet, sulit dibaca oleh orang awam seperti saya.
    Syukron jazakumullah khair.

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    sudah dirubah dikit, apakah bisa terbaca?

  8. Fendy
    Juni 7, 2015 pukul 9:32 am

    Assalamualaikum wr.wb
    Sunggu artikel yg sangat bermanfaat..

    Saya ada sedikit pertanyaan pak..
    Mengenai ditambahkannya YUHYIl WA YUMIlT saat sholat Subuh dan Maghrib..
    Apakah disemua kata “Laailaaha illallah wahdahu la syariika lahu, lahulmulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in Qodir” ??

    Trus di bagian yg mana kalau ingin saya baca sampai dengan 10x saat sholat subuh dan magrib..

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Terimakasih Fendy,.
    Tambahan tersebut hanya di shalat shubuh dan maghrib saja, jadi menjadi seperti ini lafadznya :
    “Laailaaha illallah wahdahu la syariika lahu, lahulmulku walahul hamdu YUHYIl WA YUMIlT wa huwa ‘alaa kulli syai’in Qodir”
    Lalu membaca alikhlas,alfalaq,annaas masing-masing 3 x,.
    Itu khusus maghrib dan shubuh saja,.

  9. reski murni
    Juni 2, 2015 pukul 5:24 am

    assalamu alaikum.
    bisa bertanya
    apakah sesudah dzikir bisa langsung berdoa tanpa membaca doa setelah shlat…???
    tolong di jawab

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Rasulullah setelah shalat itu berdzikir, bukan berdoa, Rasulullah berdoa di dalam shalat, baik saat sujud atu sebelum salam,
    Sebaik-baik contoh kita adalah Rasulullah,

  10. 74njun9
    Mei 21, 2015 pukul 6:08 am

    Assalamu ‘alaikum.

    wa’alaikumussalam warahmatullah

    Anda benar dalam menjawab tentang islam secara lahiriah.

    Kita hanya menghukumi secara lahiriah, urusan hati, hanya si pelaku dan Allah saja yang tahu,.
    Rasulullah saja tidak mengetahui hati orang lain,. apalagi selain rasulullah,. seorang dikatakan sebagai orang islam, jika sudah mengucapkan syahadat, walaupun belum shalat,.
    Bahkan Rasulullah memarahi seorang sahabat yang membunuh musuh islam dalam peperangan, yang mana orang tersebut telah mengucapkan kalimat syahadat,..
    Bahkan…
    Rasulullah pernah mendatangi orang yahudi yang sakit dan mau mati,.
    lalu rasulullah menuntun dia agar mengucapkan kalimat syahadat,. dan si yahudi itu mau mengucapkan syahadat, maka dia masuk islam, dan setelah mengucapkan syahadat dia mati, padahal belum shalat,.

    Darimana anda berani mengatakan islam secara lahiriah, emang ada arti islam secara apa lagi?? ini hanya terjadi mungkin karena anda terlalu bermain dengan logika,. sehingga penjelasan Rasulullah tentang islam kok anda sebut penjelasan secara lahiriah,.

    Jika penjelasan Rasulullah ketika ditanya oleh malaikat jibril apa itu islam, lalu rasulullah menjawabnya, eh oleh anda dikatakan itu penjelasan islam secara lahiriah??? subhanallah,…

    Tapi jawaban itu tidak sejalan dengan apa yang anda tuliskan di blog ini.
    1. Membaca shahadat itu rukun islam yang pertama.
    Dan semua muslimin tahu lafaznya. Tapi tidak semua muslimin bisa menjalankan apalagi mengaplikasi dan mengamalkan sahadat itu.

    Agar mereka tahu, maka wajib belajar apa itu islam,.
    Kenapa kaum muslimin banyak yang tidak tahu? karena mereka islam keturunan,.
    Beda orang kafir quraisy kenapa mereka tidak mau masuk islam, mereka tidak mau masuk islam karena paham konsekwensi dari syahadat,. berbeda dengan kaum muslimin indonesia,. banyak yang tidak paham tentang konsekwensi dari syahadat, sehingga banyak meninggalkan ajaran islam, dan tenang2 saja ketika melanggar ajaran islam,.
    Dengan belajar islam menurut pemahaman yang benar, maka akan paham makna dan konsekwensi dari syahadat,.

    Anda sendiri menuliskan kata syahadat saja salah, masa sahadat,. apa arti sahadat,. itu bukan syahadat,

    2. Shalat rukun islam yang kedua.
    Shalat yang mana ?
    Apa hanya terfokus kepada yang diwajibkan saja ?

    Shalat yang wajib, adapun shalat sunnah itu sebagai penambal dari shalat2 wajib yang kurang sempurna, bukan shalat wajib yang ditinggalkan,.
    Dulu kewajiban shalat itu 50 waktu dalam sehari semalam, lalu Rasul minta keringanan, menjadi separuhnya, lalu rasul minta keringanan, menjadi 5 waktu tapi dengan pahala setara shalat 50 waktu, kisahnya bisa dibaca disini

    Dan apakah rukun shalat kita sudah sesuai dengan sunnah nabi ? Salah satu contoh Nabi tidak pernah meriwayatkan melalui sahabat kalau shalat berjamaah itu harus bersentuhan bahu lutut dan telapak kaki. Rasullullah dalam sekian banyak hadist hanya menyebutkan lurus dan rapat shaf hanya sahabat yang berkata demikian. Mana dalilnya kalau itu harus, ahli sunnah sendiri yang mengerti betul tentang hadist bisa salah dalam mengartikan satu riwayat.

    Mau dalilnya lurus dan rapatnya shaf mas?? kasihan sekali anda belum lihat, kalau sudah lihat gimana mas, mau mengikuti?
    Kaum muslimin di indonesia banyak yang belum tahu hadits ini mas, makanya ogah-ogahan ketika shafnya dirapatkan, malah merasa risih, disini mas perkataan rasul tentang cara meluruskan shaf, silahkan baca ulasannya disini

    OH iya, yang dirapatkan itu bahu dengan bahu, mata kaki denan mata kaki, BUKAN TELAPAK KAKI

    3. Tunaikan zakat rukun islam ketiga.
    4. Puasa dibulan suci ramadhan.
    5. Haji bagi yang sanggup.
    Dari 5 rukun islam diatas 4 diantaranya wajib dikerjakan dan bagi yang lalai atasnya dalam quran dan hadist banyak disebutkan balasan/azab.
    Satu wajib tidak memiliki sunat yaitu sahadat
    Satu wajib memiliki sunat tapi bukan bagian rukun islam yaitu puasa dibulan suci ramadhan. Puasa yang disunatkan diluar bulan suci ramadhan bukan bagian dari rukun islam sebab rasulullah hanya menyebut puasa di bulam ramadhan.
    Dua wajib memiliki sunat dan itu (termasuk atau tidak belum ada satu riwayatpun yang menyebutkan ) rukunnnya yaitu shalat dan zakat.
    1 tidak wajib yaitu haji.
    Dan jawaban yang anda berikan itu hanya sebatas rukun islam.
    Setelah anda balas komentar ini kita akan bahas pertanyaan kedua dari 4 pertanyaanku kemarin.

    Ini adalah akibat anda salah dalam memahami apa arti sunnah,.
    Semua yang diajarkan Rasulullah adalah SUNNAH,. makanya ada istilah AHLUSUNNAH, apakah arti AHLUSUNNAH itu adalah orang yang rajin melakukan amalan yang hukumnya SUNNAH?? bukan itu maknanya, silahkan anda baca ulasannya apa sih arti SUNNAH,.. baca postingannya disini

    Tolong dibaca link-link yang saya berikan, itu jawaban utk memahamkan anda,.

    Mudah2an Allah berikan hidayah taufik kepada anda dan pembaca semua,.

    Assalamu ‘alaikum.

    wa’alaikumussalam warahmatullah

    • 74njun9
      Mei 21, 2015 pukul 7:32 am

      Assalamu alaikum
      Anda salah memahami kata2 saya tentang luruskan shaf.
      Yang mengatakan luruskan shaf dan rapat adalah rasulullah sendiri.
      Yang mengatakan bahu dan mata kaki adalah apa yang dilihat oleh periwayat yaitu sahabat.
      Mau ikut mana sahabat atau rasulullah ?
      Assalamu alaikum.

      Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
      Mau ikut siapa ya??

      Rasulullah memerintahkan kita untuk mengikuti Rasulullah, dan Mengikuti PARA SAHABAT,..
      Mustahil kita bisa mengenal ISLAM tanpa MELALUI PARA SAHABAT,..

      Jika anda tidak mau mengikuti PARA SAHABAT, ISLAM APA YANG ANDA ANUT?

      Silahkan dipikir,..

      Bahkan Allah memerintahkan kita untuk mengikuti para sahabat, ada balasan SURGA bagi yang mau mengikuti para sahabat, silahkan baca surat attaubah ayat 100 , dan ada ancaman neraka bagi yang tidak mau mengikuti para sahabat, silahkan baca surat annisa ayat 115

      DAN TIDAK ADA SAHABAT YANG MENYELISIHI PERINTAH RASULULLAH,.
      Makanya, JALAN KESELAMATAN HANYA SATU, yaitu MENGIKUTI PEMAHAMAN PARA SAHABAT, silahkan baca ulasannya disini

      Maaf ya, tulisan dengan huruf kapital bukan saya lagi marah,. woles ajah,..
      Mudah2an Allah menunjuki anda kepada jalan kebenaran,..
      Jazakumullahu khairan,.

      Kemuliaan hanya bisa kita raih dengan cara mengikuti pemahaman para sahabat,. silahkan baca ulasannya disini

  11. 74njun9
    Mei 18, 2015 pukul 9:15 am

    Assalamu ‘alaikum.

    wa’alaikumussalam warahmatullah

    Saya dididik secara islam mulai dari lahir.
    Sampai sekarangpun didikan yang saya terima tetap islam.
    Setiap manusia yang lahir di dunia ini, dia terlahir atas dasar fitrah (beragama islam) ayah ibunyalah yang menjadikan dia beragama yahudi atau nasrani (kafir)

    Yang jadi pertanyaan saya adalah
    1. ISLAM itu apa ?

    Rasulullah juga pernah ditanya
    Apa itu islam, sudah saya ulas,silahkan baca disini

    2. SHOLAT itu apa ?

    Shalat merupakan salah satu Rukun Islam, yaitu rukun islam setelah membaca syahadat,
    Orang islam wajib mengerjakan shalat , Jika ada orang islam mengingkari kewajiban shalat, maka bisa murtad (keluar dari islam)

    3.Apakah anda berani mengaku bahwa anda itu ISLAM ?

    Ya,. saya meyakini saya beragama islam, dan orang islam wajib meyakininya,,bukan malah ragu atas keislamannya,.

    4. Apakah anda berani mengatakan bahwa anda sudah SHALAT ?

    Shalat adalah merupakan bentuk ketaatan kepada Allah, realisasi dari keislaman seseorang yang sudah bersyahadat,.
    Orang yang belum bersyahadat jika dia memang bukan terlahir dari seorang muslim, maka dia belum wajib shalat, tapi harus bersyahadat dulu,.
    Jika orang belum bersyahadat melakukan shalat, maka shalatnya tidak sah,.sebab dia belum masuk islam,.
    Tapi anak-anak kaum muslimin, ngga perlu bersyahadat lagi, karena dia terlahir sebagai muslim atau sebagai orang islam, jadi dia wajib shalat,.
    Orang islam yang mengingkari kewajiban shalat dengan keyakinannya, bukan karena malas atau karena kebodohan, maka dia bisa keluar dari islam,
    Apakah saya sudah shalat, maksudnya sudah wajib shalat atau sudah shalat 5 waktu?
    Muslim yang sudah baligh wajib shalat,. dan saya juga sudah shalat, kebetulan komentar ini saya tanggapi jam 22:46 , dan saya sudah shalat isya,.

    Kenapa saya tanyakan. Ke empat pertanyyan itu. Karena sampai sekarang saya belum puas dengan jawaban yang saya dapat dari semua ahli agama yang saya tanya.

    Jawaban itu bukan puas atau tidak puas,.
    Jawaban itu adalah untuk menghilangkan kebodohan,. bukan untuk puas atau tidak puas,.
    Jika anda bertanya untuk mencari kepuasan, bukan mencari kebenaran, maka jawaban sebaik apapun,. itu tergantung akal anda,. dan akal anda belum tentu benar juga, apalagi tidak paham dalil, ini hanya akan menjadikan anda susah mendapatkan kebenaran,. karena berangkat dari niat yang salah dalam bertanya,.

    Hati hati dengan jawaban anda, karena itu membuktikan siapa anda sebenarnya di mata ALLAH.

    Anda berkata hati-hati dengan jawaban saya, saya juga bertanya kepada anda, apa motivasi anda bertanya,. hati-hati juga, luruskan niat anda dalam bertanya,.

    Tiada maksud untuk menyinggung atau menyakiti hati saudara seiman.
    Saya hanya mau menyempurnakan. Shalat saya.

    Jika ingin sempurna shalatnya, silahkan pelajari bagaimana cara rasulullah shalat,baik gerakan,bacaan, dan jika anda laki-laki, maka wajib dikerjakan di masjid secara berjamaah (5 waktu, bukan shalat jumat saja) bisa dilihat disini

    Shalat bagi laki-laki wajib dikerjakan di masjid secara berjamaah, silahkan baca ulasannya disini

    Assalamu alaikum.

    wa’alaikumussalam warahmatullah

  12. asri
    Mei 17, 2015 pukul 12:20 am

    assalamu’alaikum…izin kopy mas admin,.

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.. silahkan mba, jazakillahu khairan,

  13. laode odji
    April 23, 2015 pukul 1:28 am

    pada shalat terutama shalat fardhu zhohor …kan 4 rakaat, kenapa 2 rakaat bacaannya diperjelas sedangkan 2 rakaat setelat tahiyatul awal bacaannya tdk di perjelas….

    Terimakasih laode
    Islam ini milik Allah
    Jadi Allah pula yang menetapkan cara dan bagaimana beribadah kepada Allah, termasuk tatacara shalat,puasa,haji,zakat,
    Allah sudah mengutus Rasulullah untuk menjelaskan tatacara shalat,.
    Dan kita diperintahkan shalat sebagaimana yang rasulullah ajarkan,.
    Rasulullah sudah mengajarkan bagaimana cara shalat maghrib,isya,shubuh,dzuhur,ashar,. semuanya sudah rasul ajarkan,.

    Kenapa shalat dzuhur,ashar bacaannya tidak dikeraskan sebagaimana shalat maghrib,isya dan shubuh?
    Jawabnya karena Rasulullah mengajarkan demikian, kita tinggal ikuti saja, tidak perlu bertanya kenapa,.
    Karen itu ketentuan dari Allah, yang sudah dijelaskan oleh Rasulullah,.

    Sama seperti kita membeli alat, lalu kita diberi buku panduan oleh pembuat alat tersebut,. maka dalam penggunaan alat tersebut kita harus mengikuti panduan yg disertakan, jika kita tidak mengikuti panduan tersebut, maka bisa jadi kita akan celaka,..

    nah, demikian pula cara shalat, Rasulullah sudah menjelaskannya, maka wajib diikuti,.jika kita tidak mengikuti cara yang diajarkan oleh Rasulullah, maka shalat kita akan sia-sia, tidak bernilai pahala, tapi hanya semakin menumpuk dosa,..

    Jadi, ikuti saja, tidak perlu bertanya kenapa,…sebab ibadah itu menunggu perintah, nunggu dalil, ada dalilnya kerjakan, jika tidak ada maka tinggalkan, ulasannya sudah diposting disini

  14. adih3.bintang
    April 11, 2015 pukul 9:32 am

    terima kasih sudah menjawab komentar saya mas admin, ada pertanyaan lagi, bagaimana hukumnya sholat berjamaah ketika sedang berada di pasar, mall, atau tempat rekreasi maksud saya sholat berjamaah di masjid atau musolah2 di dalam pasar atau mall..jazzakumullah khoiran

    Jika disitu ditegakkan shalat berjamaah, maka boleh shalat disitu,. kan biasanya terdengar adzan ditempat2 seperti itu, silahkan datangi,

  15. Mimbar
    April 10, 2015 pukul 1:38 pm

    Syukron kak :) artikelnya bagus. sangat bermanfaat… komentarnya juga keren2 :) ijin copy juga ya kak :)

    Alhamdulillah,

  16. Adhie bro
    April 10, 2015 pukul 8:46 am

    Assalamualaikum mas admin
    saya mau nanya, setiap sholat berjamaah di masjid deket rumah saya shafnya gak pernah rapat selalu renggang..kan kalo saya negur gak mungkin, ilmu saya emang seberapa..gitu aja mas..
    makasih penjelasannya Assalamualaikum warohmatulloh

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Dalam shalat berjamaah, imam mempunyai tanggungjawab yang besar, dia wajib meluruskan shaf hingga betul2 rapat dan lurus, baru kemudian memulai shalat, jika tidak , maka si imam berdosa,.

    Sebagai makmum, maka bisa saja memberikan masukan kepada imam dgn cara yang baik, anda bisa ngobrol, atau memberikan artikel tentang pentingnya shaf, berartnya tanggung jawab seorang imam,.. dan bukan dengan cara menggurui, mengkritik,. pokoknya dengan cara sehalus mungkin,

    Bisa juga kasih artikel di postingan yang ada di blog ini,. silahkan lihat disini

  17. Kotak Muslim
    April 9, 2015 pukul 6:11 am

    Jazakallah khairan..

  18. marselina rahman
    Maret 31, 2015 pukul 4:00 am

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    saya mau bertanya…
    bagaimana caranya bertaubat yg benar sesuai dengan ajaran agama islam ?
    terima kasih sebelumnya .

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    bertaubat dari perbuatan apa?

  19. Aidi
    Maret 23, 2015 pukul 2:33 am

    Pertanyaan ini saya kirim tanggal 14 Februari lalu tapi belum ada balasan, sedangkan komentar yang lebih baru dari penanya yang lain sudah di balas, jadi saya kirim ulang saja..

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Saya mau bertanya ..

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Yang pertama,
    Sesudah membaca Subhanallah 33x, Alhamdulillah 33x, Allahu Akbar 33x kemudian kan digenapkan keseratusnya dengan membaca
    ‘Laailaaha illallah wahdahu la syariika lahu, lahulmulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in Qodir’

    Masih agak bingung dibagian tersebut khusus pada waktu Magrib dan Shubuh apakah langsung membaca ’Laailaaha illallah wahdahu la syariika lahu, lahulmulku walahul hamdu YUHYI WA YUMIT wa huwa ‘alaa kulli syai’in Qodir’ 10x,

    atau
    membaca ‘Laailaaha illallah wahdahu la syariika lahu, lahulmulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in Qodir’ 1x terlebih dahulu,

    baru kemudian membaca ’Laailaaha illallah wahdahu la syariika lahu, lahulmulku walahul hamdu YUHYI WA YUMIT wa huwa ‘alaa kulli syai’in Qodir’ 10x ??

    untuk waktu shubuh dan maghrib membaca
    ’Laailaaha illallah wahdahu la syariika lahu, lahulmulku walahul hamdu YUHYI WA YUMIT wa huwa ‘alaa kulli syai’in Qodir’ 1x

    kalau selain maghrib dan subuh membaca
    ‘Laailaaha illallah wahdahu la syariika lahu, lahulmulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in Qodir’ 1x

    jadi bedanya di tambahan YUHYI WA YUMIIT saja,.

    Dan pertanyaan yang kedua, bolehkah pada saat sujud membaca doa seperti Doa Nabi Adam (QS Al-A’raf:23), Doa Nabi Ayub (QS Al Anbiyaa:23) dan doa2 nabi yang lain yang berasal dari dalam al Quran. Karena saya ada membaca (kalau tidak salah) di blog ini juga, kita boleh berdoa apa saja kala sujud tapi tidak membaca al Quran, sedangkan doa yg saya sebut diatas dari al Quran..

    – Jika boleh, apakah dikhususkan pada sujud terakhir, atau boleh saat sujud pada rakaat yg mana saja?

    – Jika tidak boleh, kapan bagusnya doa tersebut dibaca dan diamalkan, apakah sebelum salam atau kita pilih pada waktu lain sesudah sholat??

    sebaiknya jika doa yang berupa ayat alquran dibaca sebelum salam, jika saat sujud silahkan baca doa yang bukan dari ayat alquran,

    Demikian , terimakasih atas jawabannya nanti..

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  20. Imam
    Maret 12, 2015 pukul 6:43 pm

    Saya Di Jember Jawa Timur.
    Dimana Sya bisa menukan majelis taklim di daerah saya.
    Trimas kasih

    Silahkan lihat disini mas imam,.klik link ini

  21. alhumaini
    Februari 16, 2015 pukul 10:28 pm

    Pak sy mau brtanya.
    1. Apkh kita prlu mengusapkan tangan kita stelah berdoa.?

    Itu tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah, Rasulullah setelah selesai berdoa tidak mengusap muka

    2. Apkh doa brsama itu di contohkan olh rasul saw, apkh boleh?

    doa bersama tidak ada contohnya dari rasulullah

    3. Sebenarnya berdoa itu sfrti apa yg sesuai rasul saw, karena sy prnah mendengarkan doa teman saya, seperti menyebutkan nama-nama syeikh, : syeikh abdul kodir jaelani dll. Apkh itu di contohkan rasul?

    Itu tidak diajarkan oleh rasulullah, bahkan bisa masuk kepada perbuatan kesyirikan, bertawasul kepada orang yang sudah mati,kepada nabi saja tidak boleh, apalagi kepada selain nabi, sudah ada ulasannya disini

    Mohon penjelasannya!

    Bagaimana cara berdoa? berdoa bisa dilakukan di dalam shalat, seperti saat sujud setelah membaca doa sujud, trus sebelum salam ,juga berdoa pada waktu mustajab, sudah saya ulas disini

  22. alhumaini
    Februari 3, 2015 pukul 12:17 pm

    Pak, saya mau tanya,
    skrng kan banyak wanita yg memakai celana jeans/lefis (ketat ataupun tidak ketat) itu bagaimana pak?
    Mohon pnjelasannya

    Itu sudah digambarkan oleh Rasulullah, nanti akan ada wanita2 yang berpakaian tapi telanjang,. sudah saya posting disini

  23. hanif
    Januari 30, 2015 pukul 2:59 pm

    bapak admin…
    saya pernah bertanya kepada seorang guru agama…
    kenapa banyak orang yang shalat pakai baju gamis(baju terusan seperti yang biasa orang arab pakai)
    beliau menjawab itu sunnah Rasulullah…
    namun ada sedikit pemikiran yang membingungkan saya
    kalau shalat harus pakai gamis kenapa tidak seterusan saja pakai gamis?
    setahu saya begitulah pakaian Rasulullah…tentu lebih besar pahala sunnahnya
    atau bisa dikatakan Rasulullah pakai gamis hanya waktu shalat namun aktivitas diluar shalat beliau pakai baju jenis lain
    mohon penjelasannya dan adakah dalil dalam masalah ini
    maaf ini diluar kontek dzikir
    semoga Allah memberi kebaikan buat bapak admin

    Terimakasih mas hanif, sudah komentar disini
    Rasulullah memakai gamis, karena itu adalah pakaian kaumnya,.
    Jadi Rasulullah berpakaian sebagaimana kaumnya berpakaian, tapi tetap ada aturannya, yaitu tidak isbal,.,
    Jadi jika kita ingin mengikuti sunnah Rasul, maka berpakaian sebagaimana pakaian kaum di lingkungan kita, tentu yang tidak melanggar syar’i,
    Contoh di jawa, bisa memakai sarung, baju koko dan peci hitam, itu berarti sesuai sunnah rasul,.

    Jadi memakai gamis itu belum tentu sesuai sunnah rasul, jika itu tidak dikenal di lingkungan kita,. bisa jadi itu malah menjadi menyelisihi rasul, menjadi pakaian syuhrah atau ketenaran,.

    Jadi anggapan yang keliru jika kita memakai gamis itu berarti kita mengikuti sunnah rasul

  24. sony iskandar
    Januari 16, 2015 pukul 2:47 pm

    Assalamualaikum ..
    Mas saya mau tanya ,,
    ketika saya stlah takbiratul ikhram kmudian membaca doa istiftah sementara imam sedang membaca alfatihah , apakah itu boleh,, krna anda bilang saat imam membaca alfatihah, makmum diam dan mendengarkan,, trimakasih

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Ketika imam baca alfatihah, makmum diam dan mendengarkan, jangan membaca apapun,.

  25. Anonymous
    Januari 7, 2015 pukul 5:24 am

    apakah niat sholat yang di ucapkan pada waktu sholat termasuk bidah

    Itu tidak pernah rasulullah ajarkan,. Rasulullah tidak pernah mengucapkan niat ketika memulai shalat,.
    Jadi orang yang melakukan amalan yang tidak pernah rasulullah ajarkan, dia terjatuh ke dalam perbuatan bidah,.
    Tentang ucapan niat, bisa dilihat disini

    Apakah arti niat? apakah niat itu diucapkan? silahkan baca ulasannya disini

    Agar tidak salah faham dengan niat, silahkan baca ulasanya yang cukup jelas, baca disini

  26. Anonymous
    Januari 6, 2015 pukul 2:33 am

    Pak ijinkan saya meng copy

    silahkan, jazakumullahu khairan,

  27. alhumaini
    Desember 31, 2014 pukul 10:41 am

    Tlong berikan pendpt pak, di masjid tempat saya kn dzikirnya kn bareng2, apkh saya harus ikt bareng2 atw sndiri, tpi klw saya ikut breng2 ada sedikit perbedaan, tdk sprti dzikir yg anda contohkan di atas, bgaimana adab yg baik pak,?

    Berdzikir sendiri-sendiri saja, dengan suara lirih, hanya kita sendiri yang mendengar, jamaah di sebelah kita tidak mendengar dzikir kita,ulasannya bisa dibaca disini

  28. alhumaini
    Desember 29, 2014 pukul 10:47 pm

    Sy msih ragu,
    1. Apkh ketika berdzikir suara boleh di keraskan?

    Berdzikir itu dgn suara lirih, hanya kita saja yang mendengar, orang disebelah kita tidak mendengar,

    2. Apkh rosul saw mencontohkan berdzikir berjamaah?(klw emg ad hdits.nya tlong di sertakan)
    Mhon di jawab..!

    Berdzikir berjamaah itu tidak ada contohnya dari rasulullah jika dilakukan terus menerus,. pembahasannya sudah saya posting disini

  29. alhumaini
    Desember 28, 2014 pukul 2:39 am

    Assalamualaiqum…
    Klw untuk yg prtama itu bleh di tmbahin,,,,
    “Allahumma antasalam wamika salam wa ilaika yaudhu salam fahaiyina robbanabissalam waadhilna darossalam tabarokta robbana wata’alaika yaa dzalali li wal ikraam…bleh gak ya?
    Mohon di jawab…!

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    terimakasih sudah komentar disini,.
    tolong sebutkan rujukannya,.lafadz tsb hadits riwayat siapa? shahih atau tidak, jika tidak ada rujukannya, maka jangan digunakan,. cukup menggunakan lafadz2 yang rasulullah ajarkan,,

    Ringkas tapi mengikuti apa yang dicontohkan oleh Rasulullah, itu LEBIH BAIK daripada panjang tapi tidak ada rujukannya dari rasulullah, bukan dapat pahala, malah dapat dosa,..

    • alhumaini
      Desember 28, 2014 pukul 10:10 am

      Sy Mau tanya lagi, klw misalnya membaca tasbih, takbir dan tahmidnya, masing2 10x berarti kan 30.
      trus apkh di lngkpai dengan “laa ilahaaillallah wahdahulaa syarikala…..(sfrti di atas) berarti jumlahnya 31 ya?

      Bukan begitu mas, boleh membaca tasbih, takbir, dan tahmid 10x, itu jika kita sedang terburu2, tidak punya waktu lama,. boleh membaca masing2 10x, bukan 33x,

      • alhumaini
        Desember 28, 2014 pukul 2:41 pm

        sblmnya trima ksih ats jwab.annya..
        Saya mau tnya,
        1. Klw berdoa sebelum salam (tahiyad akhir) itu kan lebih baik/afdhol apakah itu hnya untuk shalat wajib atw bsa jg ktika shalat sunnah?

        Boleh ketika shalat wajib atau shalat sunnah,

        2. Sy prnah baca di blog lain, bahwa berdoa selesai dzikir iru boleh, adakah doa khusus atw doa trsrh kita, apa yg kita inginkan? Klw boleh apakah boleh secara terus menerus (artinya setiap setelah shalat dan dzikir shalat wajib)?

        boleh berdoa, tapi tidak terus menerus, jika sekali-kali itu boleh,.

        3. Apakah setelah shalat sunnah kita boleh berdzikir ?

        Tidak ada dzikir seprti dzikir setelah shalat wajib ketika selesai shalat sunnah,.

    • alhumaini
      Desember 28, 2014 pukul 10:30 am

      Sy mau tanya lagi ya, sy baca di tmpat lain ada tmbahan sedikit, coba anda knjungi link berikut ya..!
      https://id-id.facebook.com/notes/kumpulan-doa-2-nabi/dzikir-dan-doa-selesai-shalat-sesuai-sunnah-nabi/142713942430370
      Bagaimana ya?
      Apakah cukup yg ada di blog anda ini?

      Terimakasih mas,. yang itu juga bisa,.

      Ini saya nukilkan disini doa dari link yang anda sebutkan,

      DZIKIR DAN DOA SELESAI SHALAT SESUAI SUNNAH NABI

      1.
      أَسْتَغْفِرُ اللهَ (ثَلاَثاً) اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَـا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ

      Astagfirullah 3x

      ALLAHUMA ANTA SALAM WA MINKA SALAM TABARAKTA YA DZAL JALALI WAL IKRAM

      “Aku minta ampun kepada Allah “(dibaca tiga kali), “ Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dari-Mu keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Mulia “.
      (HR.Muslim: 1/414).

      2.
      لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، اللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، لاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

      Laailaaha illallah wahdahu la syariika lahu, lahulmulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in Qodir’

      Allahuma la mani’a lima a’thoita, wala mu’tia lima mana’ta, wala yanfa’u dzal jaddi minkal jadd

      “Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya puji dan bagi-Nya Kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah tidak ada yang dapat mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang mampu memberi apa yang Engkau cegah. Nasib baik seseorang tiada berguna untuk menyelamatkan ancaman dari-Mu

      (HR.Bukhari: 1/225, Muslim: 1/414.)Pada waktu Magrib dan Shubuh ditambah :

      Nabi bersabda : “Barangsiapa setelah sholat Magrib dan Shubuh membaca’Laailaaha illallah wahdahu la syariika lahu, lahulmulku walahul hamdu yuhyi wa yumit wa huwa ‘alaa kulli syai’in Qodir’ 10x,

      maka, ALLAH akan tulis setiap 1x nya 10 kebaikan, dihapus 10 kejelekan, diangkat 10 derajat, ALLAH lindungi dr setiap kejelekan, dan ALLAH lindungi dari godaan syaitan”
      (HR. Ahmad IV/227, Tirmidzi no.3474)

      Diucapkan setelah salam khusus setelah shalat Subuh.

      اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْماً نَافِعاً، وَرِزْقاً طَيِّباً، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

      Allahuma inna nas’aluka ilman Nafi’an wa rizqon Thayyiban wa amalan Mutaqobalan

      Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezki yang baik dan amal yang diterima “
      Ibnu Majah dan lainnya. Lihat Shahih Ibnu Majah: 1/152 dan Majmauzzawa’id: 10/111.

      3.
      لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ، وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ

      Laailaaha illallah wahdahu la syariika lahu, lahulmulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in Qodir’

      la haula wala quata ila bilah, laa ilaha ilallah wala na’budu ila iiyah, lahun na’mah walahul fadlu, walahut tana’ul hasanu Laa ilaaha ilallah mukhlisina lahud diina walau karihal Kafirun.

      “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya. Baginya nikmat, anugerah, dan pujaan yang baik. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, sekalipun orang-orang kafir membencinya “. (HR.Muslim: 1/415.)

      4.
      سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَاللهُ أَكْبَرُ (ثَلاَثًا وَثَلاَثِيْنَ) لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْـدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

      Subhanallah 33x, Alhamdulillah 33x, Allahu Akbar 33x

      digenapkan“keseratusnya dengan membaca

      ‘Laailaaha illallah wahdahu la syariika lahu, lahulmulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in Qodir’

      Maha Suci Allah, Segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar “ (di-baca 33 kali), “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya pujian dan Dia berkuasa atas segala sesuatu “.

      “Siapa yang mengucapkannya selesai shalat, Aku (Allah) ampuni kesalahan-kesalahannya walaupun sebanyak buih di lautan”.

      (HR. Muslim 1/418 dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

      5. Membaca Ayat Kursi

      Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah), melainkan Dia yang hidup kekal, lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa seizin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang ada di hadapan mereka dan di belakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah, melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”.

      .“Siapa yang membacanya sehabis shalat tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian”,

      HR.Nasa’i dalam Amalul Yaumi Walailah, no: 100, Ibnu Sunny, no. 121, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Jami’: 5/339, dan Silsilah Hadits Shahih: 2/697, no. 972.

      6. Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas

      Dibaca setiap selesai shalat fardhu’.

      Abu Daud: 2/68, lihat Shahih Tirmidzi: 2/8,

      ketiga surat tersebut disebut juga “Al Mu’awwizaat”, lihat Fathul baari: 9/62.

      Jazakumullahu khairan atas linknya

      • Maret 2, 2015 pukul 6:54 am

        Assalamu’alaikum pak
        maksud tulisan anda yg ini apa ya pak?
        “Diucapkan setelah salam khusus setelah shalat Subuh.

        اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْماً نَافِعاً، وَرِزْقاً طَيِّباً، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

        Allahuma inna nas’aluka ilman Nafi’an wa rizqon Thayyiban wa amalan Mutaqobalan”

        jadi khusus untuk salat subuh, selaesai shalat membaca do’a diatas dahulu baru kemudian membaca istighfar 3x , begitu maksudnya ya pak? mohon pencerahannya pak trimakasih.

        wa’alaikumussalam warahmatullah
        iya, itu dibaca setelah shalat shubuh,

        اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً.
        Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyiba, wa ‘amalan mutaqobbala.
        “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal dan amal yang diterima.” (Dibaca setelah salam shalat Shubuh).[Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Ahmad, Ath Thabrani, An Nasaa-I, dan lainnya. Ibn Hajar Al ‘Asqalani dalam Nataa-ijul Afkar (2/329) dan Syaikh Syu’aib Al Arnauth dan Syaikh ‘Abdul Qadir Al Arnauth dalam tahqiq untuk Zaadul Ma’ad (2/342) menilai hadits ini derajatnya hasan. Kemudian hadits ini dinilai shahih oleh Al Albani dalam Shahih Ibn Majah no 925.]

  30. hamba Allah
    Desember 19, 2014 pukul 12:15 am

    nih pak ane ksih link video imam besar masjidil haram..imam assudais..bagi mereka yang msih ragu akan bid’ah usholi,,+ cara dzikirnya rasulullah tapi sedikit video dzikirnya..

    http://m.youtube.com/watch?v=c5WMZ8ejKqU

    ya, betul,. bacaan ushally tidak dikenal, mungkin hanya di indonesia dan sekitarnya saja,. bacaan ushally tidak pernah Rasulullah ajarkan,

    • agung ferizki
      Juni 22, 2015 pukul 8:21 pm

      Assalamu’alaikum
      minta kejelasan mengenai tidak diajarkannya mengucapkan ushally

      wa’alaikumussalam warahmatullah,
      terimakasih mas agung,.
      Ushali, nawaitu,itu tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah, juga tidak pernah diamalkan oleh para sahabat, tabiin, tabiut tabiin, imam yang empat, bukhari, muslim, dll..
      Jadi itu ajaran siapa? tidak tahu,. dan itu ngetrend cuma di indonesia dan sekitarnya saja, tidak dikenal di kalangan orang arab,. padahal islam datangnya dari arab,. ulasan tentang ushali , nawaitu, bisa dilihat disini

  31. hamba Allah
    Desember 18, 2014 pukul 7:36 pm

    http://salafytobat.–deleted–

    ane mah sm blog tu kyknya krg sepahm..klo pndpt pk ustadz gmna dg link itu??kyknya bertimbal blik sma blog aslibumiayu.
    mhon pencerahannya ya pak.

    blog tersebut adalah blog orang-orang yang terkena pemikiran syiah, salah satu pengelola blog tersebut adalah idahram, muridnya said aqil siraj yang menulis bukus sejarah berdarah sekte salafi wahabi, sudah saya posting disini siapa idahram itu, juga pemikirannya, baca disini

    Jadi wajar saja isinya penuh kedustaan,.

  32. handoko
    Desember 5, 2014 pukul 4:10 am

    Assalamu’alaikum..wr..wb…,

    Setelah shalat maghrib, kalau baca zikir hanya sampai tasbih, tahmid dan takbir kemudian digenapkan dengan Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir, kemudian langsung shalat sunnah 2 raka’at boleh apa tidak mas?

    sebab saya takut ga keburu sampai dirumah untuk shalat isya berjama’ah dimesjid dekat rumah saya.Biasanya saya kalau shalat maghrib dimesjid yg saya jumpai dlm perjalan pulang dari tepat saya bekerja.Jazakallahu khairan…

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Boleh saja, seperti itu tidak mengapa, oh iya khusus maghrib dan shubuh ada tambahan yuhyii wa yumiit, di : Lahul mulku wa lahul hamdu YUHYII WA YUMIIT wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir,. lalu baca al ikhlas, al falaq dan annaas masing2 3x

  33. iwan sahaja
    November 29, 2014 pukul 2:06 pm

    assalamu’alaikum,
    mau tanya, jadi setelah dzikir itu di baca, kapan baca doa lainnya?( doa untuk orang tua, keluarga dll)

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    terimakasih iwan,.
    anda bisa berdoa saat sujud, setelah baca doa sujud, atau sebelum salam setelah baca doa tahiyat,
    selesai salam disunnahkan berdzikir,. manfaat dari dzikir diantaranya adalah diampuninya dosa-dosa walaupun sebanyak buih di lautan,. tentu jika dzikirnya seperti dzikir yang diajarkan oleh rasulullah,.

    sebaik-baik contoh tentu adalah rasulullah, Rasulullah setelah shalat fardhu beliau tidak berdoa, tapi melakukan dzikir setelah shalat fardhu,.
    Salah satu manfaat dzikir shalat fardhu adalah :
    Akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan,.
    Rasulullah bersabda,

    مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

    “Barang siapa yang bertasbih, bertahmid, dan bertakbir sebanyak 33 kali setelah melaksanakan shalat fardhu sehingga berjumlah 99 kemudian menggenapkannya untuk yang keseratus dengan ucapan “لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ” , maka kesalahannya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” (Sahih; H.R. Muslim, no. 597)

  34. galih permana
    November 19, 2014 pukul 3:49 am

    saya pengen banget dzikir d masjid, tapi kadang imamnya tidak melakukan dzikir malah langsung doa, terus saya dzikir sendiri apakah itu boleh sedangkan imam sedang melakukan do a

    terimakasih galih,.
    boleh, setelah shalat baca dzikir setelah shalat, tidak usah ikuti kebiasaan imam yang keliru, setelah shalat malah baca-baca dzikir yang tidak ada contohnya dari rasulullah,.

  35. Mahfudz Abrory
    November 14, 2014 pukul 4:01 am

    Assalamuallaikum :)
    saya mau bertanya..
    di mushola desa saya.
    setelah Adzan,muadzin bersholawat/menyanyikan lagu bertema islam dengan mic(pengeras suara)?
    apakah itu boleh?
    bukankah itu akan mengganggu jamaah yg melakukan sholat sunnah?

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    terimakasih kang Mahfudz, sudah komentar disini,
    itu tidak dibenarkan, setelah adzan harusnya itu digunakan utk shalat sunnah, sambil menunggu iqamah bisa sambil berdoa, sebab itu waktu dikabulnya doa, bukan malah melakukan hal-hal yang bisa mengganggu jamaah, atau warga sekitar dengan cara yang seperti itu,

  36. peny
    November 11, 2014 pukul 3:11 am

    Assalamualaikum… mhn ijin bertanya : bolehkah disaat kita sujud setelah membaca doa sujud. Lalu kita baca ayat kursy atau doa lain semacam keinginan/ harapan kita .trm kasih..wassalaamm

    wa’alaikumussalam warahmatullah,
    terimakasih pen,
    Boleh membaca doa lain, dan dilarang membaca ayat alquran ketika ruku atau ketika sujud,

  37. galih permana
    November 1, 2014 pukul 2:36 pm

    assalamualaikum,,, saya mau nanya di luar tema, pakai jilbab yang disareatkan agama, yang gimana ya? soalnya saya juga sjdah berjilbab,,,

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    terimakasih galih, cara memakai jilbab yang benar plus gambar, sudah saya posting disini

  38. johanfaidir
    Agustus 28, 2014 pukul 4:09 pm

    Sehabis zikir Di Atas Ko Shalawatnya Ga ikut Di Terapkan, Apa jika Tak Membaca Shalawat Tak Apa~Apa, Tetapi Jika Tak Membaca Shalawat Rasanya Ada yg Kurang, Bagaikan Sayur Tak Bergaram…(Campah)

    Shalawat itu amalan yang mulia,. cara-caranyapun harus dengan cara yang mulia juga, yaitu dengan contoh dari rasulullah,
    Ibadah itu bukan dengan perasaan, mungkin kita beranggapan bagaikan sayur tak bergaram… padahal sesuai dengan perintah rasulullah,

    Jadi, ibadah apapun, bukan pakai perasaan cara menilainya, tapi dengan dalil, jika ada dalil yang menyuruh kita bershalawat setelah shalat wajib dan itu merupakan bagian dari dzikir, maka kita kerjakan, tapi jika tidak ada contohnya, maka jangan kita lakukan,.. masih banyak waktu lain untuk kita bershalawat, bahkan kita disuruh memperbanyak bershalawat kepada nabi, tapi mengkhususkan waktu setelah shalat wajib, maka ini butuh kepada dalil, tentang keutamaan membaca shalawat bisa dibaca dipostingan ini

  39. VIDIA
    Agustus 27, 2014 pukul 3:30 am

    Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatu’

    saya mau tanya, maaf kalau pertanyaan saya jauh dari pembahasan.
    bagaimana hukumnya menikah tanpa diwali kan oleh orang tua wanita, sedang niat kedua pasangan ini menikah untuk menghidari jinah.

    dan sebenarnya orang tua kedua belah pihak sudah saling merestui hanya belum bisa menikahkan dengan alasan lain.
    mohon pendapatnya . terimakasih

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Terimakasih mba vidia, sudah komentar disini,
    Wanita yang menikah tanpa wali,padahal walinya ada, maka nikahnya tidak sah, jika nekat diteruskan, maka ini sama dengan ZINA, jadi niat pasangan itu ingin menghindari zina, tapi malah terjerumus sekalian ke dalam zina berkedok nikah,..

    Jadi wajib bertaubat pasangan yang seperti itu, dan segera berpisah, karena mereka bukan pasangan sah, tapi pasangan zina,
    Bagaimana cara taubat dari zina, silahkan baca disini

  40. didit
    Agustus 7, 2014 pukul 10:17 am

    semoga semakin membuka pemahaman saya khususnya dan kita umumnya

    Aamiin,.

  41. Ricky
    Agustus 6, 2014 pukul 12:58 am

    Assalamu’alaikum..
    mau bertanya, kira2 majelis taklim yg seperti ini di samarinda di mana ya?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Terimakasih Ricky, sudah komentar disini,.
    Di samarinda ada tempat taklim, silahkan anda buka di link ini

    • Ricky
      Agustus 7, 2014 pukul 12:04 am

      terimakasih infony, saya mau bertanya satu lagi, tapi maaf, tidak berhubungan dengan bahasan di atas,,
      pertanyaan saya, apabila suami istri dalam keadaan berwudhu kemudian bersentuhan kulit tanpa disertai syahwat, apakah batal wudhunya? terimakasih sebelumnya..

      Terimakasih ricky,.
      Rasulullah malah setiap mau berangkat shalat, beliau mencium istrinya,. dan tidak berwudhu lagi,.
      Jadi tidak membatalkan wudhu bersentuhan kulit dengan wanita, jika tanpa syahwat dan tidak mengeluarkan mani,wadi atau madzi, baik itu istri sendiri atau wanita lain,

      Untuk hal diatas, sudah saya posting disini

      • agung ferizki
        Juni 22, 2015 pukul 8:35 pm

        Maaf namun apabila bersalaman bukan tengan mahramnya namun sudah wudlu dan tdk menggunakan syahwat apakah batal wudlunya????????????

        Bersalaman dengan wanita tidak membatalkan wudhu, baik dengan syahwat atau tidak, jika bersalaman dengan wanita yang tidak halal baginya, maka dia berdosa, hukumnya haram, tapi tidak membatalkan wudhu,.ulasannya bisa dibaca disini siksa bagi laki-laki yang berjabat tangan dengan wanita non mahram, bisa lihat disini

  42. sutariyanto
    Juli 30, 2014 pukul 10:26 am

    assalamu alaikum
    saya mnta ijasahnya doong amalan doa nurbuah’ trima kasih
    Wassalamu alaikum wr. Wb

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Terimakasih sutariyanto, sudah komentar disini,
    Mau ijasahnya, silahkan baca postingan ini

  43. Siti
    Juli 20, 2014 pukul 4:41 am

    Assalamu’alaikum…
    saya ingin bertanya lagi mengenai doa sebelum salam..
    saya biasa menggunakan doa “Allahumma inni a’udzubika min adzabi jahannama. wa min adzabil qobri. wa min fitnatil mahya walmamati wa minsyarri fitnatil masihidajal” (mohon maaf jika tulisannya ada yg salah) setelah tasyahud akhir sebelum salam apakah boleh?
    dan saya juga melihat di website lain, doa “Allahumma a’inni ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatika” ini juga boleh diucapkan setelah tasyahud akhir sebelum salam. jika kedua doa itu boleh dibaca, apakah dibaca salah satunya saja atau keduanya??

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    terimakasih Siti,. doa tsb bisa dibaca dua-duanya,

  44. wahono
    Juli 12, 2014 pukul 1:33 pm

    Assalamu’alaikum, maaf mau nanya tentang zakat fitrah, bagaimana cara membagi zakat fitrah apabila ada 3 asnaf yaitu: miskin,sabilillah,amil apa sama bagianya, apa gimana, mohon bimbinganya ya pak…???

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    terimakasih mas wahono,.
    Untuk zakat fitrah, yang berhak menerimanya adalah Fakir dan Miskin saja, selainnya tidak menerima,
    Untuk ukurannya itu tdk ada ketentuan, paling tidak itu cukup untuk makan saat hari raya saja

  45. Tika dwi lestari
    Juni 11, 2014 pukul 10:12 am

    Assalamualaikum..

    Maaf sebelum nya, apabila pertanyaan saya diluar dari tema..
    Bagaimana seorang wanita dapat dikatakan Wanita sholehah?.
    Terima kasih..
    Dan, apabila saya bertanya untuk yang kedua ataupun ketiga kali nya, mohon di maklumi karena saya belum mengetahui jawabannya.
    Wassalamualaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    terimakasih mba tika, sudah komentar disini,.
    Ulasan tentang kriteria wanita shalihah sudah saya postingkan disini, silahkan baca dan download ebooknya , langsung klik disini saja

  46. fajar wijanarko
    Mei 2, 2014 pukul 12:49 am

    Asssalamu’alaikum wr wbr. Tanya mas admin, bagaimana dengan lafad dzikir Allah..Allah yang diajarkan oleh sebuah tarekat boleh dilakukan? Bagaimana hukumnya kalau kita lakukan?

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Terimakasih mas fajar,.
    itu bukanlah dzikir, dan Rasulullah tidak pernah mengajarkan dzikir seperti itu,.
    Meninggalkan dzikir seperti itu dengan niat karena mengikuti rasulullah yang tidak melakukan hal tersebut bisa mendatangkan pahala, dan melakukan dzikir seperti itu akan mendatangkan dosa bagi pelakunya,.

  47. yogi
    April 20, 2014 pukul 10:03 am

    Assalamualaikum….mau tanya pak….
    kalau sesudah sholat wajib g ada doa..kalau yang d maksud. dng sebelum berdoa ucapkanlah bismilah…bertasbih….shalawat..doa..trus tutup jg dng shalawat..penempatannya di waktu apa pak..apa

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    silahkan anda baca ulasannya disini

    • Iwan
      Februari 6, 2015 pukul 9:12 am

      assalamu’alaikum,
      Mau tanya pak, apa boleh doa dalam sujud menggunakan bahasa indonesia

      wa’alaikumussalam warahmatullah,.
      Setelah kita membaca bacaan dzikir atau doa sujud , kita boleh berdoa utk kepentingan kita, jika tidak bisa dengan doa2 yang diajarkan oleh Rasulullah, tentu berbahasa arab, maka boleh menggunakan bahasa indonesia,sudah saya posting,silahkan baca disini

  48. A. Yandra
    Maret 23, 2014 pukul 12:20 am

    izin copy ya..

    silahkan,.

  49. Nurcahyo Setya Budi
    Maret 13, 2014 pukul 3:38 pm

    saya mau tanya kalau bacaan wirid misalnya ya hayyu ya qayum di baca sekian kali itu bagaimana boleh di terapkan atau tidak?

    terimakasih mas nurcahyo,. sudah komentar disini,
    apa yang anda sebutkan, itu bukanlah dzikir, tidak usah diamalkan,
    tentang maksud berdzikir dengan asmaul husna, sudah saya posting disini, silahkan dibaca dengan meng klik link ini

  50. Faisal
    Maret 11, 2014 pukul 11:57 pm

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Numpang tanya pak, adakah contoh doa-doa yang sering dibaca Rosulullah disaat sujud atau sebelum salam? Benarkah tidak boleh membaca ayat alquran?

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Untuk saat sujud dan ruku, ada larangan membaca alquran, jadi yang dibaca doa sujud atau ruku,
    silahkan untuk doa sebelum salam bisa dilihat disini, baca bagian akhir setelah mau salam, klik link ini

    • Faisal
      Maret 12, 2014 pukul 12:00 am

      oh iya satu lagi pak, apa hukumnya menggerak gerakkan jari telunjuk pada saat tahiyat?
      mohon dalilnya pak, trima kasih

      silahkan lihat disini mas Faizal, Klik saja link ini
      Beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam melakukan hal itu pada setiap tasyahud, baik tasyahud awal maupun akhir.

      عن عبد الله بن الزبير قال كان رسول الله صلى اللَّه عليه وسلم إذا جلس في الثنتين أو في الأربع يضع يديه على ركبتيه ثم أشار بأصبعه

      Dari ‘Abdullah bin Zubair radliyallaahu ‘anhuma ia berkata : “Adalah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam apabila duduk di raka’at kedua atau di raka’at keempat, beliau meletakkan kedua tangannya di atas kedua lututnya, kemudian berisyarat dengan jari (telunjuknya)” [HR. Nasa’i dalam As-Shughraa no. 1161; shahih].

  51. Rara Dyah
    Maret 11, 2014 pukul 4:19 am

    Assalamu’alaikum wr wb. saya setiap habis sholat fardhu, brdzikir sperti yang dicontohkan di atas, yaitu “allohumma antas salam……..” tapi saya terbiasa menambahkan dgn ” wailaika ya’uddus salam……….” karena sudah dari jaman saya sekolah, di buku2 pelajaran Islam ada tuntunan’y seperti itu. pertanyaan saya, kenapa tdk boleh ditambah? apa arti dari wailaika ya’uddus salam dst? terima kasih.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Terimakasih mba sudah komentar disini,
    Dalam beribadah, tentu panutan kita adalah rasulullah, rasulullah adalah manusia terbaik, baik dalam hal amaliyah dengan manusia, atau dalam amaliyah kepada allah, termasuk dalam hal tatacara berdzikir, rasulullah yang terbaik yang melakukannya, demikian pula lafadz2nya,.

    Jika rasulullah tidak menambahkan seperti apa yang mba sampaikan, maka sebaiknya kita juga melakukan sebagaimana yang rasulullah lakukan,,.

    Jika ada yang dilakukan oleh kebanyakan masyrakat, dan itu tidak ada perintahnya dari rasulullah, maka wajib kita tinggalkan, sebab patokan kebenaran bukanlah karena itu diamalkan oleh masyarakat, itu ada dibuku-buku agama kita, dipelajari sejak kecil, bukan itu,.

    Sebab itu pada hakekatnya adalah kita belajar dari sumber yang tidak benar, sebab rasulullah sebagai manusia yang mendakwahkan islam saja tidak melakukan hal yang demikian,.

    Jika kita mengaku sebagai umat muhammad, maka cukupkan pada apa yg diajarkan oleh nabi muhammad, jangan ditambah-tambahi, jangan pula dikurangi,. islam sudah sempurna

  52. supri
    Maret 1, 2014 pukul 9:56 am

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
    Maaf mas mau nanya diluar tema apakah boleh ketika sujut kita berdoa pakai bahasa indonesia

    Tros ada berapakah bacaan sholawat yang diajarkan nabi SAW. Trimakasih
    وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

    وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

    kalau doa sujudnya tidak boleh menggunakan bahasa indonesia, tapi kalau doa selain doa sujud, boleh saja menggunakan bahasa indonesia, walaupun yang terbaik tentu menggunakan doa2 yg diajarkan oleh rasulullah (dgn bahasa arab)
    Tentang shalawat yang diajarkan rasulullah, sudah ada postingannya, silahkan baca disini

  53. Yahya
    Februari 5, 2014 pukul 6:45 pm

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Setelah dzikir yang diajarkan oleh rasulullah seperti yang telah diterangkan dalam artikel diatas bolehkah saya menutupnya dengan bacaan Al Fatihah. Jazakallaahu khoiron.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    terimakasih mas yahya, sudah berkomentar disini,.
    Sebaik-baik manusia adalah rasulullah,
    Sebaik-baik tauladan adalah rasulullah,
    Sebaik-baik ajaran yang perlu diikuti adalah ajaran rasulullah,
    Rasulullah saja sebagai sebaik-baik manusia yang paling baik amalannya saja tidak melakukan yang demikian, demikian pula para sahabat yang merupakan binaan langsung rasulullah mereka juga tidak melakukan yang demikian,.

    Maka seyogyanya kita juga merasa cukup dengan apa-apa yang rasulullah ajarkan, tidak menambah-nambah atau menguranginya,.

    Sedikit amalan tapi mencocoki sunnah, itu LEBIH BAIK , daripada melakukan amalan banyak tapi MENYELISIHI SUNNAH RASUL,.

    Jika rasulullah mengerjakan dan mengajarkannya maka kita kerjakan, jika rasulullah tidak mengajarkan dan tidak mengerjakannya atau menyetujuinya, maka kita pun meninggalkannya,.

    Rasulullah setelah berdzikir setelah shalat beliau tidak mengakhiri atau mengawali dengan bacaan ALFATIHAH, maka kitapun jangan menambahi dengan amalan tersebut,.

    Mudah-mudahan bisa dipahami,

  54. Rivaldie Angga
    Februari 2, 2014 pukul 5:41 am

    Assalamu’alaikum, Mas bagaimana aku kan gak hafal bacaan Dzikir terus kalo sudah selesai shalat fardu di masjid, aku dzikirnya di rumah gak di mesjid sambil baca gk di hafal dzikir yang mas kasih di postingan ini yang udah saya copas di buku ku. Gimana mas boleh gk? mksh mas. Intinya sesudah solat fardu di mesjid aku gak dzikir di mesjid melaikan di rumah, langsung pulang terus langsung dzikir.. Wassalamu’alaikum..

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Jika kita belum hafal, boleh membaca dzikir tersebut sambil membaca dari kertas doa-doa yang diajarkan oleh rasulullah, insya allah dengan seringnya dibaca akan hafal,

    sangat mudah, coba yang mudah dahulu, setelah selesai shalat baca:
    1. Asytaghfirullah 3x
    2. Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam.
    3. Setelah itu, Anda bisa mengucapkan tasbih (سبحان الله), tahmid (الحمد لله), dan takbir (الله أكبر) sebanyak 33 kali, kemudian menyempurnakannya sehingga genap menjadi seratus dengan mengucapkan,

    Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir

    setelah itu bisa ditambahkan dengan membaca surat Alikhlas,Al ‘alaq, Annaas, jika selain shalat shubuh dan maghrib dibaca 1x, jika shalat shubuh dan maghrib dibaca 3x

    itu dahulu, mudah kan?? setelah itu hafal, dan pengin ditambahkan, bisa baca dzikir yang lainnya, spt postingan diatas

    • Rivaldie Angga
      Februari 2, 2014 pukul 5:47 am

      Dan bolehkan saya membaca dzikir lebih dari yang rasulullah anjurkan? Mksh

      Sebaik-baik dzikir adalah dzikir yang diajarkan oleh rasulullah,.
      yang menjadi patokan adalah bukan banyak atau sedikitnya dzikir yang dibaca, tapi apakah itu sesuai dengan contoh rasulullah atau tidak,.

      Sedikit tapi mengikuti contoh rasulullah, itu JAUH LEBIH BAIK, daripada banyak tapi tidak sesuai contoh rasulullah,

    • Siti
      Juli 20, 2014 pukul 4:22 am

      Assalamualaikum pak, saya mau bertanya.
      tadi setelah mengucapkan tasbih, tahmid dan takbir masing masing 33x, setelah itu digenapkan menjadi seratus dngan mengucapkan “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. …” kemudian yang dibaca dulu Ayat kursi nya dulu lalu surat Al-Mu’awwidzat atau surat Al-Mu’awwidzat dulu baru Ayat kursi nya??
      dan disholat maghrib dan subuh itu kan surat Al-Mu’awwidzat nya dibaca 3 kali, dibacanya Al-Ikhlas 3x, Al-Falaq 3x, An-Naas 3x, atau dibaca Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas (digabung lalu dibaca 3x)??

      Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
      tidak ada ketentuan khusus ayat kursi dulu baru surat al mu’awwidzat, atau sebaliknya , jadi bebas,
      demikian pula yg dibaca 3x, bisa digabung atau satu2, tapi jumlahnya 3x

  55. arief
    Januari 27, 2014 pukul 3:08 pm

    pak/Bu, bolehkah pakai tasbih pd waktu berzikir? Ya, saya tahu kalau sunnah nabi itu berzikir dg tangan tetapi kadang-kadang saya juga masih sukai pakai tasbih.

    terimakasih mas arief,.
    Rasulullah mengajarkan cara menghitung dzikir dgn ruas jari tangan kanan,. bukan dengan batu atau biji tasbih, jadi pakailah cara yang terbaik, yaitu cara yang diajarkan oleh rasulullah,

  56. Azwar Padang
    Januari 27, 2014 pukul 12:11 pm

    assalamualikum terimakas , akhirnya saya temukan juga jawabanya,

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    mudah2an bermanfaat,.

  57. rizky pratama
    Januari 27, 2014 pukul 5:09 am

    assalamu’alaikum,

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    saya mohon maaf jika prtanyaan saya jauh dri tema atau mungkin berlebihan,
    bagaimana pandangan admin tentang pacaran?

    adakah pacaran secara islami?

    Terimakasih mas rizky, sudah komentar disini, pacaran yg islami, apakah ada, oh ada mas, bagaimana caranya? silahkan baca ulasannya disini

    saya pernah berpacaran, udh semunggu kami putus hubungan, alasan mantan saya karena ingin berubah yg lebih baik, tidak ingin pacaran,

    Oh itu sudah benar mas, anda sudah mengambil langkah yang sangat tepat, yaitu memutuskan pacar anda, ini adalah salah satu bentuk taubat dari pacaran, silahkan baca ulasannya disini, taubat dari pacaran

    saya tidak bisa ngelupain dia, bahkan saya tidak terima jika dia berjodoh dengan org lain,
    apakah yg harus saya lakukan???

    Ingat mas, wanita baik-baik tidak akan mau dipacari, wanita yang mau dipacari bukanlah wanita baik-baik, janganlah mencari istri dengan cara pacaran, karena anda tidak akan tahu, sudah dipacari berapa kalikah si wanita tersebut, bisa jadi anda adalah tangan ke sekian kali, atau anda adalah laki-laki cadangan saja, pelampiasan si wanita,. intinya, wanita yang baik tidak akan pernah mau dipacari, dan laki-laki yang gentle/jantan tidak akan mau memacari wanita, silahkan baca bahaya pacaran disini

    pantaskah saya berfikiran demikian???

    Itulah jerat-jerat setan, menjadikan orang yang melakukannya selalu mengingat-ingat pacarnya, padahal itu tidak halal bagi orang tsb, baik bagi laki-laki atau wanitanya,.
    Pacaran adalah sarana pengkhianatan,penipuan, dan pendustaan terhadap pasangan, pacaran bukan jalan untuk mengetahui pribadi pasangan, tapi itu semua adalah tipu daya setan, baca ulasannya disini

    pantaskah jika saya memohon kpda Allah untuk mnjodohkan kami???

    mohon pendapatnya,,,

    Jika sudah jodoh, ngga dikejarpun akan datang sendiri, jika belum jodoh dirantaipun ngga bakalan nyambung dengan anda,. carilah istri shalihah, tentu bukan dengan cara yang haram, yaitu pacaran, karena pacaran adalah jalan menuju zina, sudah banyak sekali mereka yang menikah namun hilang kehormatannya karena zina, padahal resiko hamil diluar nikah sangat berat, silahkan baca disini

    Mudah-mudahan jawaban diatas bisa menjadi wawasan buat anda, lupakan pacar anda, karena pacaran adalah jalan yang haram, bukan cinta kasih yg terbina, tapi nafsu setan yang membara,.

    setanlah yang membuat anda selalu teringat kepadanya,.. lupakan saja,.. TIDAK ADA PACARAN ISLAMI, silahkan baca disini

  58. Gtha Naysila Azzahra
    Januari 11, 2014 pukul 1:09 pm

    Assalamualaikum!

    wa’alaikumussalam warahmatullah

    saya mw tanya, klau stelah sholat fardhu rasulullah apa mencontohkan untuk berdoa?

    Rasulullah setelah selesai shalat fardhu tidak berdoa, tapi membaca dzikir setelah shalat
    Silahkan mba bisa baca artikel tentang hal tersebut, silahkan baca disini

    klau stelah sholat saya zikir gini:
    1.baca astaghfirullah hal adzim allazi laa illahaillahuwal hayyul qoyyum wa atubu ilaih 3x

    bacaan yang benar itu cuma “astaghfirullah”, tanpa ada lanjutan spt itu, dibaca 3x, mudah bukan? itu yang dicontohkan oleh rasul, jangan ditambah-tambahin sendiri , sederhana tapi ikut cara rasul, itu jauh lebih utama daripada panjang tapi tidak ada contohnya dari rasulullah,. itu bisa malah dapat dosa, karena termasuk kebidahan,

    2. bca laaillahaillallah huwahdahu laa syariikalah lahulmulku walahul hamdu yuhyu wayumiitu wahuwa ala kulli syaiin kodiir 3x

    yang anda baca salah jika seperti itu, artinyapun berubah,
    yang benar membaca : Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir. , dibaca satu kali, dan untuk shalat shubuh dan maghrib yang dibaca : Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu YUHYI WA YUMIIT wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir. DIBACA satu kali, bukan tiga kali,

    3. allumma antassalam. ….. ( dst)

    perhatikan bacaannya, silahkan lihat lagi di postingan diatas tentang bacaan dzikir setelah shalat, itu saja yang mba hafalkan,

    4. bca ayat kursi, tasbih 33x, tahmid 33x, takbir 33x, lalu bca (yg ada di no.2), bca hauqalah, astaghfirullah hal adzim innallaha ghafuururrahim afdholu dhikri fa’lam annahu laa illa ha illallah,

    setelah di no. 3, baca tasbih,tahmid,takbir 33 kali, lalu boleh dilanjutkan membaca ayat kursi, al ikhlas,alfalaq,annaas,
    Doa itu adalah ibadah, dan ibadah itu harus ada contohnya dari rasulullah,
    Jangan sampai kita melakukan ibadah yang cukup banyak, tapi ternyata itu tidak ada contohnya dari rasulullah, tentu kita sangat rugi, sudah cape mengerjakannya, namun tidak dapat apa-apa, malah terkadang dosa yang kita dapatkan,.

    silahkan kerjakan amalan yang betul-betul ada perintahnya dari rasulullah, dan tinggalkan amalan-amalan yang tidak jelas dalilnya, hanya sekedar kaum muslimin melakukannya, ibadah itu bukanlah ikut2an tradisi masyarakat, tapi wajib ikut dalil yang shahih,

    ” APAKAH BOLEH” TOLONG JAWAB. Karena saya btuh jwabannya untuk saya amalkan seharihari..

    sudah dijawab, silahkan dibaca dan amalkan,. ibadah berdasarkan dalil, bukan ikut-ikutan,.

  59. Ferry
    November 6, 2013 pukul 3:56 pm

    saya mau tanya?? agar ibadah sholat ku biar mantap… setelah sholat fardhu saya biasa baca istigfar 3X. tasbih,tahmid,takbir masing2 33x lalu di genapkan bacaan yg keseratus dengan membaca : Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul
    mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in
    qadiir, setelah itu baca ayat kursy… bagaimana pendapat admin? apakah boleh?? tolong di jawab ya terimakasih.

    Boleh

  60. ryoga
    Oktober 27, 2013 pukul 2:27 am

    Mhon bntuanx..sya seorg muallaf..sya mw tax,stlh qt mlaksnakn salat sblm memulai zikir bacaanx ap??..trims

    Terimakasih mas ryoga, Alhamdulillah anda sudah masuk islam, ini nikmat yang tiada taranya,
    setelah melaksanakan shalat, yaitu setelah salam, bacaan dalam postingan atas yang dibaca, itu yg dinamakan dzikir setelah shalat,

    Islam itu agama yg sangat ilmiah, semua berdasarkan dalil, bukan ikut-ikutan saja,
    Banyak kaum muslimin yang sudah berislam sedari kecil, namun dalam mengamalkan ajaran ibadah hanya ikut-ikutan saja, tidak mau belajar lagi apakah tatacara ibadahnya sdh sesuai dengan yg diajarkan oleh rasulullah atau tidak,

    Dan dalam prakteknya, meluruskan hal-hal yang sdh biasa dikerjakan karena ikut-ikutan kadang lebih susah daripada mengajarkan hal tsb kepada orang yang belum tahu, contoh seperti anda yang baru masuk islam,

    Jadi kewajiban setelah masuk islam, adalah mempelajari ajaran2 islam, lalu mengamalkannya,.

    Alhamdulillah sarana utk belajar sudah sangat mudah,.

    Jika anda mau, saya juga bisa menyebutkan tempat2 belajar tsb di daerah anda, silahkan sebutkan dimana anda tinggal, insya allah nanti akan saya postingkan tempat2 tsb,

  61. faiq
    Oktober 10, 2013 pukul 8:46 pm

    kalau berdoa setelah sholat fardhu tdk boleh,lalu saat kapankah (diluar sholat fardhu) waktu yg baik untuk berdoa,bukankah kita di anjurkan untuk banyak berdoa/memohon kepada ALLAH SWT

    Terimakasih mas faiq,
    Bukankah istighfar itu adalah doa? setiap selesai shalat fardhu kita disunnahkan utk istighfar 3x, lalu membaca dzikir lain setelah shalat fardhu,
    Kita bisa berdoa dalam shalat, saat terdekat dengan allah adalah ketika kita sujud, bisa baca doa sebelum kita salam, kita bisa juga berdoa ketika menunggu waktu shalat,yaitu antara adzan dan iqamat,

    Rasulullah saja setelah selesai shalat fardhu tidak berdoa, padahal beliau sebaik-baik manusia, panutan kita semua, bukan seperti kebanyakan yg dilakukan oleh sebagian kaum muslimin yang merutinkan berdoa setelah shalat fardhu, ini tidak ada contohnya dari rasulullah

    • Denmaz
      November 15, 2013 pukul 6:32 am

      Saudaraku sesama muslim yg saya hormati, saya kutip dari tulisan saudara —–Rasulullah saja setelah selesai shalat fardhu tidak berdoa, padahal beliau sebaik-baik manusia, panutan kita semua, bukan seperti kebanyakan yg dilakukan oleh sebagian kaum muslimin yang merutinkan berdoa setelah shalat fardhu, ini tidak ada contohnya dari rasulullah ——

      Setahu saya, ada dalil sbb. :
      1.Hadits dari Abi Umamah radhiyallahu ‘anhu yang menceritakan: “Telah ditanyai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, “Kapankah doa didengar (dimustajabkan) oleh Allah?” Rasul menjawab: “Doa yang dilakukan di tengah malam dan setelah selesai melaksanakan sholat fardhu lima waktu” (Hadis Riwayat Imam Turmidzi, hasan shahih). Maaf saya lupa nomornya.

      2. Dari Al Harits at Tamimi radhiyallahu ‘anhu adalah Rasulullah telah mengajarkan kepadanya secara diam-diam (berbisik): “Apabila engkau telah selesai mengerjakan sholat magrib, maka bacalah olehmu, “Allahumma ajjirni minannaar” (Ya Allah selamatkan aku daripada azab neraka) sebanyak 7 kali, karena apabila engkau mati pada malam itu ketika engkau telah membaca doa tadi, maka wajib atasmu apa yang kau minta itu. Apabila engkau selesai sholat subuh maka bacalah doa yang sama sebanyak 7 kali, karena sesungguhnya jika engkau mati di siang harinya, maka wajiblah atasmu apa yang engkau minta (yakni kebebasan dari neraka).” (Hadis Riwayat Muslim dan Abu Dawud).

      3. Dan diriwayatkan dengan sanad yang shahih dalam kitab Sunan Abu Dawud dan Nasai dari Mu’adz bin radhiyallahu ‘anhu: “Adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah memegang tanganku seraya Nabi bersabda, “Wahai Mu’adz, demi Allah sesungguhnya aku sangat mencintaimu. Kemudian Beliau menyambung ucapannya lagi, “Aku berwasiat kepadamu wahai Mu’adz, janganlah engkau meninggalkan bacaan dzikir ini setelah selesai melakukan sholat. Ucapkanlah olehmu, “Allahumma a’inni ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik.” (Ya Allah, tolonglah aku dalam mengingatMu dan bersyukur kepadaMu dan beribadah kepadaMu dengan sebaik-baiknya).

      Dan masih ada beberapa lainnya.

      Pertanyaaannya, apakah doa hanya boleh dilakukan setelah sholat selain yang fardhu ? Mengingat setelah sholat shubuh ada doa seperti nomor 2 dan ada pernyataan setelah sgolat fardhu dari nomor 1.

      Mohon dikoreksi apabila saya khilaf menulis, salah menterjemahkan atau kesalahan lainnya. Maklum, saya baru belajar.

      Terima kasih dan mohon konfirmasinya.

      Terimakasih sudah berkomentar,
      Maksudnya adalah merutinkan setiap selesai shalat fardhu, ini tidak ada contohnya, kalau sekali-kali berdoa setelah shalat fardhu, ini tidak mengapa,

      Kita lihat contoh di masyarakat kaum muslimin, setiap selesai shalat mereka merutinkan berdoa, bahkan doanya dipimpin oleh imam, ini adalah kesalahan, tidak ada contohnya dari rasulullah,

      mudah2an penjelasan ini bisa dipahami,

  62. nova iswanto
    Oktober 10, 2013 pukul 7:59 pm

    kalo di bandung dimana ya ada ngaji kayak gini?

    Terimakasih mas nova,
    Alhamdulillah untuk kota bandung sudah ada tempat-tempat taklim untuk mempelajari islam dengan pemahaman yang benar, sudah saya posting tempat-tempatnya, silahkan klik disini

  63. Sportif
    Oktober 9, 2013 pukul 3:22 pm

    Ijin copy ya penjelasan tntang zikir nya and ingsaallah saya mau mengamal kn nya.

    Silahkan,.

  64. Muhtarom
    Oktober 5, 2013 pukul 2:04 pm

    Alhamdulillahirobbil’alamin atas tambahan ilmunya.

  65. faiq
    September 16, 2013 pukul 11:06 pm

    izin share ya.
    Trimakasih..semoga Rahmat ALLAH selalu beserta kita semua..Amin.

    Silahkan mas, jazakallahu khairan..

  66. Faisal
    Agustus 29, 2013 pukul 4:51 am

    http://majalah-assunnah.com/index.php/soal-jawab/302-adakah-doa-setelah-selesai-shalat
    bagaimana pendapat anda?

    Itu bagus,. kan sudah ada kesimpulannya diakhir kalimat tersebut, dan itu bukan penjelasan tentang dzikir setelah shalat wajib,.
    dari judul artikel tsb sudah jelas,. coba mas faizal baca lagi,

    ini nukilan dari artikel tsb,

    Adapun kebiasaan yang dilakukan di berbagai masjid yaitu imam dan makmum selalu melakukan doa dengan berjamâ’ah setelah selesai shalat wajib, maka itu tidak pernah dilakukan oleh Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam , wallahu a’lam.

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullâh mengatakan, “Hadits-hadits yang dikenal dalam (kitab-kitab) Shahih, Sunan, dan Musnad, menunjukkan bahwa Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam biasa berdoa di akhir shalat sebelum keluar dari shalat. Beliau shallallâhu ‘alaihi wa sallam juga memerintahkan dan mengajarkan hal itu kepada para sahabatnya. Dan tidak ada seorangpun yang meriwayatkan, bahwa Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam berdoa setelah selesai (mengimami) shalat dengan banyak orang, begitu juga dengan para ma’mum, tidak (setelah) shalat Shubuh, Ashar atau shalat lainnya”. (Majmû’ Fatâwâ 22/492)

    Adapun kalimat “fî duburi kulli shala” yang terdapat dalam banyak hadits, yang maknanya di akhir sholat, mencakup dua pengertian yaitu bagian akhir dalam shalat dan setelah shalat. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullâh berkata, “Lafazh “dubur shalat”, terkadang maksudnya adalah bagian akhir dari shalat (ini berarti masih dalam sholat; sebelum salam-red), terkadang maksudnya adalah yang ada setelah bagian terakhir itu (sehingga ini setelah salam dari shalat-red)”. (Majmû’ Fatâwâ, 22/499)

    Walaupun doa-doa shalat banyak dianjurkan dibaca dalam shalat atau dengan kata lain ketika shalat, dan itu lebih utama, sebagaimana dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullâh, “Inilah sunnah Rasûlullâh shallallâhu ‘alaihi wa sallam yang sudah berjalan (berdoa dalam shalat dan berdzikir setelah shalat-red), dan ini sesuai (dengan keadaan-red), karena orang yang sedang shalat itu berbisik kepada Rabbnya, maka doanya dan permintaannya kepada Rabb ketika dia sedang berbisik kepada-Nya lebih utama daripada permintaannya dan doanya setelah berpaling dari-Nya”. (Majmû’ Fatâwâ, 22/499)

    Namun demikian tidak berarti tidak ada doa setelah salam, berdasarkan hadits-hadits yang telah kami sampaikan. Wallahu a’lam.

  67. handika
    Agustus 26, 2013 pukul 10:12 am

    boleh saya mnta nomor telepon… agar saya mudah menanyakan sesuatu tnatang agama islam yg blm saya ketahui.. terimakasih

    silahkan sms saja ke nomor sms center yang ada di blog ini,. 08231 775 7628

  68. erwin
    Agustus 25, 2013 pukul 3:35 am

    assalamualaikum, saya ingin bertanya. ada pendapat yang mengatakan bahwa jika sholat berjama’ah, kita harus membaca al fatihah (dalam hati) dalam setiap rokaat setelah imam selesai membacanya. sedangkan yang lain berpendapat bahwa kita hanya wajib mendengarkan bacaan imam. yang mana yang sesuai syariat? mohon diberi penjelasan. terima kasih banyak. wassalamualaikum.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Dalam shalat berjamaah , bacaan imam sudah termasuk bacaan makmum, jika imam sedang membaca Alquran, maka makmum wajib diam dan mendengarkan bacaan imam, demikian pula ketika imam sudah membaca alfatihah dan sedang membaca surat lain, maka kita wajib mendengarkan,.
    Kecuali jika pada shalat yg tdk dikeraskan bacaannya, baru kita membaca sendiri dengan suara yang lirih, cukup kita sendiri yang mendengar, tidak terdengar atau mengganggu makmum disebelahnya,

    Di antara dalilnya adalah firman Allah Ta’ala,

    وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآَنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

    “Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al A’rof: 204)

    Abu Hurairah berkata,

    صَلَّى النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- بِأَصْحَابِهِ صَلاَةً نَظُنُّ أَنَّهَا الصُّبْحُ فَقَالَ « هَلْ قَرَأَ مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ ». قَالَ رَجُلٌ أَنَا. قَالَ « إِنِّى أَقُولُ مَا لِى أُنَازَعُ الْقُرْآنَ ».

    “Aku mendengar Abu Hurairah berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam shalat bersama para sahabatnya yang kami mengira bahwa itu adalah shalat subuh. Beliau bersabda: “Apakah salah seorang dari kalian ada yang membaca surat (di belakangku)?” Seorang laki-laki menjawab, “Saya. ” Beliau lalu bersabda: “Kenapa aku ditandingi dalam membaca Al Qur`an?”[3]

    Dalil lainnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

    من كان له إمام فقراءة الإمام له قراءة

    “Barangsiapa yang shalat di belakang imam, bacaan imam menjadi bacaan untuknya.”[4] Hadits ini dikritisi oleh para ulama.

    Hadits lainnya lagi adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

    إِنَّمَا الإِمَامُ – أَوْ إِنَّمَا جُعِلَ الإِمَامُ – لِيُؤْتَمَّ بِهِ ، فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا ، وَإِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوا ، وَإِذَا رَفَعَ فَارْفَعُوا ، وَإِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ . فَقُولُوا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ . وَإِذَا سَجَدَ فَاسْجُدُوا

    “Sesungguhnya imam itu diangkat untuk diikuti. Jika imam bertakbir, maka bertakbirlah. Jika imam ruku’, maka ruku’lah. Jika imam bangkit dari ruku’, maka bangkitlah. Jika imam mengucapkan ‘sami’allahu liman hamidah’, ucapkanlah ‘robbana wa lakal hamd’. Jika imam sujud, sujudlah.”[5] Dalam riwayat Muslim pada hadits Abu Musa terdapat tambahan,

    وَإِذَا قَرَأَ فَأَنْصِتُوا

    “Jika imam membaca (Al Fatihah), maka diamlah.”

  69. aditya
    Juli 30, 2013 pukul 2:32 pm

    Assalamualaikum
    Permisi mau tanya mengenai berdzikir setelah sholat fardhu, kalo berdzikirnya setelah membaca istighfar 3x terus langsung membaca tasbih,tahmid,takbir 33x terus selesai, itu gimana apakah boleh ?? mohon jawabannya ya terima kasih..

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Kalau prtanyaannya apakah boleh, maka jawabannya boleh2 saja,.
    namun jika pengin yang lebih utama, bisa ditambahkan dengan dzikir sesudahnya, yaitu

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir

  70. Hadi Asmayadi
    Juli 21, 2013 pukul 4:29 pm

    Assalamu’alaikum… Mau tanya “Apakah boleh berzikir bersama-sama dgn suara keras setelah sholat fardhu? krn yang saya dengar banyak di setiap Masjid.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Terimakasih mas Hadi,.
    Selalu Berdzikir berjamaah setelah shalat wajib, itu tidak pernah diajarkan oleh rasulullah, ini adalah perbuatan bidah,
    Jika kita shalat di masjid seperti itu, kita tidak usah ikut bidah tersebut, kita berdzikir sendiri saja, seperti dzikir2 yg diajarkan oleh rasulullah, seperti di postingan ini,
    Jika anda mampu menasehati dengan cara yang baik, maka lakukan, tapi jika nanti timbul hal2 jelek, maka tidak usah, cukup anda amalkan sendiri saja, sambil lambat laun sesuai kondisi, anda bisa menyampaikan bgmna tatacara dzikir yg diajarkan rasulullah

    Saya sdh memposting tulisan tentang DZIKIR BERJAMAAH SETELAH SHALAT, apakah sesuai petunjuk rasulullah, baca disini ulasannya

  71. Iman
    Juli 10, 2013 pukul 11:42 pm

    Assalamualaikum warohmatullohiwabarokatuh

    Maaf sy mau tanya, apakah bacaan ayat kursi dan surat Al – Mu’awwidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas) dibaca setiap sholat fardhu ? Karna sy pernah baca artikel dimana ada dua waktu pengecualian utk membacanya yaitu sholat shubuh dan maghrib, mohon penjelasannya. Terimakasih Wassalamu’alaikhum warohmatullohiwabarokatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Iya, betul sekali, dibaca setiap selesai shalat fardhu, bedanya kalau dishalat maghrib dan shubuh surat almu’awwidzat dibaca 3x

  72. ria
    Juni 12, 2013 pukul 5:02 pm

    Assalamu alaikum……
    saya mau bertanya ni Saudara Muslim….
    ni diluar dari pada tema….
    ni masalah onanani atau mastur basi,bagaimana pandangan agama tentang hal itu…

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Silahkan baca disini

  73. kaka
    Mei 16, 2013 pukul 1:47 am

    Assalamualaikum warahmatullohi wabarokatuh…

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    mohon maaf saya ada beberapa pertanyaan:
    Sebetulnya apakah boleh dzikir itu dilantunkan dengan nada/seperti di nyanyikan, gimana hukumnya?? malah saya pernah melihat orang yang berdzikir saking asiknya menggeleng2ngkan kepala seperti orang sedang ajep ajep.

    Kemudian sring menjumpai juga setelah sholat imam membaca dzikir, membaca tahlil dll dengan bacaan yang super ngebut,cepat sekali.
    yang ada di pikiran saya, sepertinya itu kok ga sopan ya ?
    itu bagaimana menurut islam?

    Terimakasih sudah komentar disini
    Dzikir adalah ibadah yg agung, kita sedang bermunajat kepada Allah, harusnya dilakukan dengan lirih, dengan tenang, bukan dengan suara keras atau dengan gerakan-gerakan kepala, itu semua tdk diajarkan didalam islam, itu semua merupakan cara2 ibadah kaum sufi, apa itu sufi, silahkan lihat disini penjelasannya
    Sufi dan ilmu laduni, silahkan baca disini

    ini salah satu contoh videonya, dzikir ala sufi yg tidak dicontohkan oleh rasulullah

    • hendrawan
      Agustus 31, 2013 pukul 8:08 am

      kalau cara berdzikir seperti ini memang keliru, rasullah tidak pernah mengajarkan kita dengan cara berdzikir seperti di video tersebut.

  74. memet
    April 20, 2013 pukul 9:13 am

    setiap bacaan subhanaallah, alhamdulilah dan allahhu akbaar,misalkan kita baca subhanaallah sebelum kita sambuna ke alhamdullilah, apa bacaan penghubung dari subhanaallah ke alhamdulilla dan ke allahhuakbar???

    Tinggal baca Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu akbar,

  75. nurjanah
    April 4, 2013 pukul 10:29 am

    terima kasih sekali atas balasannya ….Alhamdulillah saya sudah berencana untuk mengundurkan diri dan tinngal minta ijin suami…..mohon doanya semoga diberi kemudahan…Amin

    Alhamdulillah, mudah2an Allah mudahkan, apalagi anda punya suami,. dalam islam, suamilah yg bertanggungjawab untuk menafkahi anak dan istri,

  76. fina
    April 1, 2013 pukul 9:36 am

    kenapa jobaan terus bergulir dari kemiskinan ,kebodohan dan kejelekan allah turunkan padaku apa yang harus saya lakukan?

    terimakasih mba,
    yg harus mba lakukan itu bersabar, dan perbanyak istighfar,.
    Allah tidak akan menguji hambanya diluar batas kemampuannya,
    Dan allah tidak pernah mendzalimi hambanya, tidak ada kejelekan yg allah berikan kepada hambanya,.
    Instrospeksi diri,
    Ingat, apapun cobaan yg kita alami, musibah yg kita alami, itu menghapuskan dosa2 kita,. selama kita sabar menerimanya, dan tdk berprasangka buruk kepada Allah,
    Pelajarilah ilmu agama islam yg benar, agar kita bisa bersikap yg benar, dan beramal dengan cara benar pula,.
    Mudah2an Allah memberikan jalan yg terbaik utk anda dan kaum muslimin semua,.

  77. tri andika
    Maret 18, 2013 pukul 11:11 am

    mnta nmr hp ny mas,,spy bs konsultasi lwt hp jg,,skalian nanya majelis taklim d daerah cibitung,bekasi ada d mn yah,,mhon bls sms saya k nmr 08778137****

    trimakasih mba, untuk cibitung coba lihat tempat kajian yg cukup banyak di bekasi, mungkin ada yg dekat cibitung, silahkan lihat disini

    untuk bertanya bisa sms ke nmr saya,

  78. Agus Mauludin
    Maret 6, 2013 pukul 2:48 pm

    ane mau tannya min, salah satu hadits menyatakan bahwa dzikir yang paling baik adalah tahlil, tapi dalam artikel ini kenapa tahlil tidak dibaca?

    terima kasih :)

    Terimakasih mas agus,. betul kata anda, dan anda mungkin tidak teliti membacanya,.. ini lho ada bacaan tahlil tersebut, jangan cepat2 bacanya,

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

    Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir. Allahumma laa maani’a lima a’thaita wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfau dzal jaddi minkal jaddu.

  79. herry
    Maret 3, 2013 pukul 4:06 pm

    Sangat bermanfaat, mohon ijin untuk copy

    silahkan, jazakallahu khairan

  80. akmal
    Februari 28, 2013 pukul 5:15 pm

    assalamu ‘alaikum wrb

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    izin copy

    silahkan,.

  81. karsono
    Februari 27, 2013 pukul 2:07 am

    kalau bacaan aliran syahadatain (abah umar, yg mengaku keturunan nabi)boleh diikuti tidak dan apakah bidah?

    terimakasih mas karsono,.
    Itu kelompok yg menyesatkan,.
    Tidak ada istimewanya mengaku sebagai keturunan nabi, jika ajarannya menyelisih petunjuk nabi itu sendiri,. sebagaimana banyak sekali habib-habib yang mengaku keturunan nabi, tapi dakwahnya menyelisihi ajaran rasulullah,. ini musibah,.

    ciri-ciri pengikut kebenaran, silahkan baca disini

  82. THE DOCTOR
    Februari 24, 2013 pukul 11:35 pm

    Apakah ada pengaruh buruk pd si mayit apabila keluarga tetap membuat tahlilan 3 hr, 7 hr dsb

    Apabila si mayit waktu hidupnya tidak mengingatkan keluarganya supaya tidak melakukan ritual tersebut, maka
    Si mayit akan diadzab akibat ratapan keluarganya, karena berkumpul-kumpul di rumah si mayit itu termasuk meratap

    Imam syafi’i berkata, berkumpul-kumpul dirumah si mayat itu adalah meratap, dan lucunya yg sering melakukan ritual seperti itu kok kebanyakan orang yang mengaku pengikutnya imam syafii,.. lucu ya?

  83. Fariz
    Februari 22, 2013 pukul 12:14 am

    Assalamu’alaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    ana mau tanya, berarti kita berdoa setelah sholat fardu itu tidak boleh ?

    Dan td ana sempet baca di komentar” ini, ustadz bilang, berdoanya pada saat rukuk atau sujud, bukankah kalau kita menambahkan bacaan dalam sholat itu bisa batal sholatnya ?

    Rasulullah tidak pernah berdoa setelah selesai shalat fardhu, tapi beliau berdzikir saja

    Kita diperbolehkan membaca doa diwaktu sujud, tentu membacanya setelah kita membaca doa sujud , dan bisa juga membaca doa ketika sebelum salam setelah membaca doa tasyahud,. ini ada contohnya dari rasulullah,. bukan menambah hal2 baru,. silahkan baca disini penjelasannya

    Terima kasih
    Wassalamu’alaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

  84. moh. hadi - dukuhseti
    Februari 11, 2013 pukul 8:18 am

    bagaimana dengan zikir bersama antara imam dan ma’mum setelah sholat wajib, boleh nggak? dan bolehkah zikir dengan keras? bagaimana dengan Hadits dari Amar bin Dinar, dia berkata: “Aku dikabari oleh Abu Ma’bad bekas budak Ibnu Abbas yang paling jujur dari tuannya yakni Ibnu Abbas dimana beliau berkata:
    اَنَّ رَفْعَ الصَّوْتِ بِالذِّكْرِ حِيْنَ يَنْصَرِفُ النَّاسُ مِنَ المَكْتُوْبَةِ كَانَ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ
    ‘Sesungguhnya berdzikir dengan mengeraskan suara ketika orang selesai melakukan shalat fardhu pernah terjadi dimasa Rasulallah saw.’ “. (HR. Bukhori dan Muslim)
    Dalam riwayat yang lain diterangkan bahwa Ibnu Abbas berkata: “Aku mengetahui selesainya shalat Rasulallah saw. dengan adanya ucapan takbir beliau (yakni ketika berdzikir)”. (HR.Bukhori Muslim), jazakallaahu khoiron.

    Jazakallahu khairan mas mohhadi di dukuh seti,
    silahkan baca penjelasannya di postingan ini, insya allah sangat jelas

  85. nurjanah
    Februari 5, 2013 pukul 10:48 am

    saya sedang mendalami ajaran dalam islam dan berusaha untuk memulai memakai jilbab sesuai dengan petunjuk yang ada dalam Alguran….tetapi hanya setelah pulang dari kerja,,,kalau dikantor masih memakai jilbab gaul,,,,saya bekerja diperbankan haramkah rejeki yang saya dapat???????

    Terimakasih mba nurjanah,. alhamdulillah mba sudah berusaha memakai jilbab yang syari, tebal, tidak tipis dan membentuk lekuk-lekuk tubuh, tidak menggunakan wewangian,juga lebar,
    Bank merupakan tempat yang penuh dengan riba, dan riba haram dalam islam, apalagi jika itu adalah bukan bank syariah, sebab faktanya di bank syariahpun praktek riba masih ada, silahkan bisa dibaca disini

    Tentang bekerja di bank, silahkan mba baca disini

    Perlu mba ketahui juga dosa riba itu begitu besar, bahkan dosa riba itu lebih besar dari berzina,jadi pikirkanlah lagi jika mba masih bekerja disitu,cobalah untuk mencari pekerjaan lain yang halal,. silahkan dibaca disini ulasannya

    silahkan baca juga kisah seorang pegawai bank syariah yang memilih keluar dari bank tersebut karena banyak penyimpangan syariah disana, apalagi yang bukan bank syariah , seperti bank konvensional , baca disini kisahnya

    Mudah-mudahan bermanfaat, dan membukakan hati nurani mba utk segera mencari pekerjaan yang halal,

  86. SABRI
    Februari 2, 2013 pukul 10:24 pm

    Ya ALLAH tunjukan kami ke jalan yang lurus….
    aku orang yg baru belajar islam dengan ke imanan yg minim karena buta akan islam….
    karena kebodohanku terlambat mempelajarinya…
    Kemana aku harus melangkah ketika ada perbedaan perbedaan yang membuatku malah limbung..

    Terimakasih mas Sabri,. hal yang sama dengan saya ketika baru mengenal pemahaman islam yg benar, yaitu dengan pemahaman para sahabat yg dibina langsung oleh rasulullah,.. ternyata banyak amalan saya yg berseberangan dengan amalan para sahabat,. contoh yg mudah tentang tatacara wudhu dan shalat,.
    Alhamdulillah setelah belajar dan belajar, baru mengetahui,..
    mana yg betul2 diajarkan oleh rasulullah, dan mana yg cuma ikut2an saja, tidak ada dasarnya dari rasulullah, sebagaimana yang kita dapati di kebanyakan masyarakat, juga dibuku2 pelajaran agama kita,.

    agar tidak bingung, anda bisa mulai belajar mas, hadiri kajian-kajian atau majlis taklim yg membahas ttg ilmu, tentu dengan pemahaman para sahabat, bukan pemahaman ustadznya, ajengan,habib, atau kelompok/ormas tertentu,.. tidak ada taklid buta dalam islam, bahkan taklid buta adalah tercela,
    biar ngga bingung, bisa anda datangi majlis taklim yg dekat dgn daerah anda, mungkin saya bisa bantu memberitahu alamatnya, jika anda sebutkan kota dimana anda tinggal,..
    Mudah2an allah mudahkan jalan anda tuk mencari kebenaran

  87. YULIYANTO
    Januari 29, 2013 pukul 1:39 am

    Assalamualaikum warahmatullohi wabarokatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    saya mau tanya, saya pernah baca buku wirid setelah sholat, untuk membaca surat a
    Al Ikhlas 3 x, al Falaq 3x, Annas 3x dan ayat kursi 1x itu dibaca setelah membaca doa allohumma anta salam….setelah itu baru baca tasbih, tahmid dan takbir masing2 33x…dan itu yang saya amalkan .. apakah saya berdosa karena amalan saya?

    Terimakasih Mas yulianto, wah orang deket bumiayu nih,.
    Insya Allah tulisan diatas sudah jelas sekali, tinggal anda ikutin saja tatacara yang ada dalilnya, yaitu setelah salam baca istighfar 3x dst,
    setelah itu baru surat alikhlas,alfalaq,annas,dan ayat kursi,

    terus terang saya belum pernah bertanya langsung kepada ustadz tapi hanya lewat buku…

    sebagai referensi lain, bisa dibaca juga link ini

    terimakasih atas jawabanya.

    sama-sama mas,

    Hamba Alloh di Paguyangan….

    wong paguyangan ya, oh iya, yen nang umah ana parabola, bisa sisetel mas siaran rodja tv, alhamdulillah nang bumiayu wis akeh sing nonton, insya Allah akeh pelajaran sing bisa diserap sing siaran kuwe,.. trus bisa nggo nambah wawasan pemahaman agama kita,.. insya allah sangat bermanfaat,.

    Wassalamualaikum warahmatullohi wabarokatuh…

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  88. Bhoedi
    Januari 17, 2013 pukul 6:45 am

    Assalamu’alaikum warahmatullahiwabarakatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Pak, mo tanya
    Bolehkah kita wirid kembali setelah doa penutup shalat? Begini, stelah selesai shalat fardhu, dzikir/wirid, lalu doa penutup shalat, lalu setelah melaksanakan ba’diyah, biasanya saya wiridan kembali baca fatihah, ayat kursi, istigfar 33x, tasbih 33x, tahmid 33x, tahlil 33x, takbir 33x, dzikir hauqalah 33x, subhanallahwalhamdulilahwalailahailallahwallahuakbar 33x, subhanallah wabihamdih subhanallahil ‘adzim 33x, shalawat 33x, kirim alfatihah untuk alm. ibu, doa robigfirli waliwalidayya, baca ummul istigfar allahumma anta rabbi.., doa dan ditutup shalawat
    apa dibolehkan?

    Kang Bhoedi, sebaik-baik amalan adalah apa-apa yg dicontohkan oleh rasulullah, dan ini yang lebih utama dan selamat untuk diikuti, bukan mengikuti cara-cara yang tidak jelas contohnya dari rasulullah,
    Cara dzikir setelah shalat fardhu itu adalah khusus, dan sudah ditentukan bacaan dan bilangannya, dan itu tidak bisa diterapkan atau dibaca untuk shalat2 sunnah, karena rasulullah tidak mencontohkannya,
    Jadi lebih selamatnya kita mencukupkan dengan apa2 yg diajarkan oleh rasulullah

    Ustadz, jika seseorang pernah dapat uang haram/riba dan dimakan jadi daging ditubuh, apakah masih bisa untuk bertobat? Sedangkan saya baca bahwa harta haram penyebab doa tidak diterima. Mohon penjelasannya

    Kita wajib bertaubat dari uang haram/riba yang telah kita makan, taubat dengan taubat yang sebenar-benarnya (taubat nasuha) kemudian perbanyak istighfar dan amal shalih, karena kebaikan akan menghapuskan keburukan,

    wassalamu’alaikum warrohmatulloh wabarokatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  89. wawan
    Januari 15, 2013 pukul 10:55 pm

    assalamua’alaikum wr wb

    Wa’alaikumussalam warahmatullahiwabarakatuh

    pak mau tanya ni….
    bukankah menyentuh kemaluan membatalkan wudlu!
    lantas saat mandi wajib otomatis kita menyentuhnya
    jadi bisakah kita sholat tanpa wudlu setelah mandi wajib?

    Terimakasih mas wawan,
    Menyentuh kemaluan tanpa diiringi syahwat tidak membatalkan wudhu, jadi jika kita ketika mandi otomatis menyentuhnya itu tidak membatalkan wudhu, jadi ketika selesai mandi tidak usah berwudhu lagi
    Menyentuh kemaluan tanpa diiringi syahwat bukanlah pembatal wudhu

    wassalam…………

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

  90. Aldo
    Januari 12, 2013 pukul 4:09 am

    terima kasih infonya ya :)

  91. sholeh maulana
    Januari 3, 2013 pukul 12:49 pm

    Assalammu’alaikum….

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    saya ♏äƱ nanya pak misalkan mandi wajib tidak didahului dengan wudlu gimana pak??apakan mandi wajib sah atau gimana pak??pi hbis slesei mandi wajib saya berwudu trus solat..gimana itu pak??mohon bantuannya…makasih..

    Ya sah-sah saja pak, cuma tidak mendapat pahala mengikuti contoh mandi yg diajarakan oleh rasulullah, jadi seperti mandi biasa saja, kan sayang tuh pak,.. jadi, jika kita ingin mandi kita berpahala, contohlah cara mandi rasulullah, dan niatkan untuk beribadah dalam rangka mengikuti sunnah-sunnah yg diajarkan oleh rasulullah, apalagi caranya juga sangat mudah, bahkan waktu mengerjakannyapun tidak selama mandi pada umumnya, dan bisa dilakukan dengan simpel dan cepat,

    wa’alaikum sallam wr.wb

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  92. Ridho
    Desember 28, 2012 pukul 3:37 pm

    assalamualaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullahiwabarakatuh

    saya mau nanya,, gimana kalau kita baca subhanallah, alhamdulillah, dan allahuakbar nya dalam sekaligus sebanyak 33 kali misalnyanya dengan lafaz : subhanallah walhamdulillah wallahuakbar 33 x, gak dipisah seperti biasa (subhanallah 33x, alhamdulillah 33x allahu akbar 33x..
    soalnya saya pernah bertemu dengan orang yang mengamalkan ini dan dia berijtihad agar lebih mudah

    Terimakasih mas ridho atas komentarnya
    Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk rasulullah,
    Tidak ada ijtihad dalam hal perbuatan yang sudah sangat jelas contohnya dari rasulullah, seperti tatacara dzikir setelah shalat fardhu, rasulullah sudah mencontohkannya dengan begitu jelas,.

    tambahan dan ralat,.
    setelah saya membaca tatacara dzikir di hisnul muslim, dzikir dengan cara membaca sekaligus seperti diatas, itu dibolehkan juga,. tidak menyelisihi sunnah rasulullah,

  93. alkarthil
    Desember 20, 2012 pukul 9:30 am

    maaf ya pak. tanpa mengurangi rasa hormat………..sblum sholat diwajibkan berwudlu, kalo abis mandi wajib langsung sholat berarti ga’ wudlu dong..!!!!! mhon dalil dan terjemahnya, mksi…..

    Terimakasih mas alkarthil atas komentarnya
    Jika kita mandi wajib dengan mandi wajib yg diajarkan oleh rasulullah, maka kita tdk perlu berwudhu lagi,sebab mandi wajib yg diajarkan rasulullah, kita berwudhu dulu pas mandinya, jadi sudah tercukupi oleh mandi, ga usah wudhu lagi, kecuali jika pas selesai mandinya kita buang air atau hal2 lain yg membatalkan wudhu, silahkan baca tatacara mandi wajib disini

  94. Junaidi
    Desember 18, 2012 pukul 5:32 pm

    Assalamu alaikum,

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    ustad di daerah saya stiap sholat berjama’ah ,saya perhatikan habis, ruku berdiri trus tanganny bersedekaf lagi ..itu gmana hukum nya apa dibolehkan ?

    Ada ikhtilaf/perbedaan pendapat dikalangan para ulama, disini kita boleh toleransi, silahkan menggunakan yang menurut keilmuan kita itu benar, tapi tidak mengolok2 yg berlainan dgn kita,.. saya pribadipun memilih bersedekap setelah ruku, tapi saya juga tidak mencela orang yang tidak bersedekap setelah ruku, karena ini adalah hasil ijtihad para ulama,

  95. Nelwitis Shaltin
    Desember 10, 2012 pukul 6:12 am

    Assalamualaikumwarahmatullah

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Pak, kalau Rasulullah hanya berzikir pada waktu sholat fardhu, tidak pernah berdoa. Kenapa sesudah Shalat fardhu merupakan salah satu waktu yg paling Mustajabah untuk berdoa. Ini membingungkan bagi saya yg baru belajar mendalami Islam. Karena itu saya butuh jawaban dari ustadz. Terimakasih sebelumnya.

    Diantara waktu terkabulnya doa ketika shalat adalah bukan setelah shalat fardhu, tapi ketika sujud dalam shalat,dan ketika sebelum salam pada saat shalat wajib, jadi bukan setelah salam ketika shalat wajib, sebab setelah salam itu dianjurkan berdzikir, dengan dzikir yang diajarkan oleh rasulullah, bukan dzikir yg dibuat2 oleh manusia,
    Silahkan baca disini, waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa

    Jazakumullah khoiron

    waiyyaaka

  96. kultsum
    November 21, 2012 pukul 11:18 am

    Assalamu’alaikum.

    wa’alaikumussalam warahmatullah

    izin share ya…makasih

    Silahkan

  97. Faizal
    November 15, 2012 pukul 3:33 pm

    Kang admin kalo ana bdoa selesai sholat 5waktu hukuknya gmna,kalaupun rasullullah tdk melakukan itu tp ana melakukan itu mumpung keadaan msh suci habis sholat??

    Sebaik-baik contoh adalah apa yg dilakukan oleh rasulullah,
    setiap selesai shalat fardhu yg 5 waktu beliau hanya berdzikir,
    Kalau mau berdoa ketika shalat, bisa dilakukan pada saat ruku,sujud, tentunya setelah membaca doa ruku dan sujud, atau berdoa sebelum salam, sebagaimana diajarkan oleh rasulullah,

    Bisa juga anda berdoa diantara adzan dan iqamah, jadi sambil menunggu shalat ditegakkan, anda bisa berdoa,
    Jadi banyak sekali saat-saat untuk berdoa ketika kita mau shalat,atau sedang shalat,

    Berbeda jika sehabis shalat sunnah, misalkan shalat tahajjud, kita tdk boleh membaca dzikir2 setelah shalat 5 waktu, dan kita boleh untuk berdoa setelah shalat sunnah tsb, wallahu a’lam

    • faizal
      November 16, 2012 pukul 6:25 pm

      kalo wudu sambil telanjang karena habis mandi hukumnya gimana??

      Sebenarnya kalau kita mandi dengan mandi yang diajarkan oleh rasulullah, yaitu mandi besar, maka tidak perlu wudhu lagi,
      Kalau wudhu sambil telanjang, asal telanjangnya dikamar mandi,bukan ditempat umum, ya ngga apa2,.
      Sama saja seperti ini, boleh ngga kita telanjang bulat di dalam rumah, apakah berdosa? … jika tdak ada siapa2, ya boleh,tdk berdosa

  98. Abuaqilah Abu
    November 8, 2012 pukul 2:39 am

    Assalamualikumwarahmatullah

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    ana mu tanya.? bolehkah susunan tsb berubah! ana biasa baca astagfirullah 3x.,allahuma antassalam…,allahuma laa mani”a….,lalu ayat kursi,alikhlas,al falaq, annas?

    Dzikir adalah ibadah yang mulia, dan dzikir ada dzikir yang khusus, dan ada dzikir yang umum,
    Kalau dzikir yang khusus, itu sdh ada tatacaranya,juga urutanya, dan itu berdasarkan dalil, dan tidak bisa dirubah2, alias sudah patent dari apa yg diajarkan oleh rasulullah, sebagaimana tatacara shalat, kita tdk boleh melakukan shalat tdk urut, misalkan kita shalat ashar ketika waktu shalat shubuh, atau shalat ashar ketika waktu shalat isya,.. kenapa? karena Rasulullah tidak mengajarkan demikian,

    Begitu pula dzikir sesudah shalat wajib, itu suatu yang patent, tdk boleh kita melakukannya seenak kita, sesuai selera kita,

    • Abuaqilah Abu
      November 9, 2012 pukul 11:42 am

      afwan…! maksud ana setelah selsai shalat yg pertama dibaca adalah astagfirullah 3x,lalu allahumma antassalam…inilah urutan ya ditunjukan dlm satu dalil,tp adakah dalil yg menunjukan urutan setelah bacaan tsb? jika kita membaca ayat kursi dahulu, atau muawdzatain atau tasbih dulu setelah urutan pertama , apakah menyelisihi sunnah?

      setelah Allahumma antassalaam waminkassalaam, tabaarakta ya dzal jalaalil wal ikraam, lalu baca subhaanallah 33x , Alhamdulillah 33, Allahuakbar 33x , lalu Asyhaduanlaa ilaaha illallah , wahdahulaa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syaiinqadiir, lalu baca alikhlas, alfalaq,annas, ayat kursi,dst ,

      • Anik Anti-Zion
        Desember 12, 2012 pukul 7:45 am

        lho di redaksional nya hbis baca allhumma anta salam,,, itu ada bacaan laa ilaa ha dahulu baru baca subhanallah dst,,
        yang bener yang mana??? ato admin yang jawab ma admin yang nulis redaksionalnya beda????
        maaf bingung,,,,

        Terimakasih mba, tidak ada yang salah , memang betul seperti itu,bisa dibaca dua2nya, atau langsung setelah istighfar baca
        اللَّهُمَ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
        trus membaca
        لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
        atau tidak usah membaca yang kedua, tapi langsung membaca tasbih,tahmid,takbir, dst..

        mudah-mudahan tidak bingung lagi, jazakillahu khairan

    • ari
      November 14, 2012 pukul 12:53 pm

      jawaban anda ini sangat menyesatkan,membandingkan hukum sunah kok dg wajib.dzikir tidak dilakukan aja ndak pa2,ini malah dipatenkan harus urut,berarti hukumnya jadi wajib.bener2 payah admin ini

      Terimakasih kang ari,
      Ingat, semua ajaran islam, baik yang sunnah atau yang wajib, itu ada tatacaranya, tidak boleh menentukan seenaknya sendiri, jangan mentang-mentang itu amalan sunnah, lalu dikerjakan seenaknya, tidak begitu,

      contoh, anda tahu kan shalat sunnah, bagaimana hukum membaca surat alfatihah jika dalam shalat sunnah? apakah karena shalat sunnah maka boleh tidak membaca surat alfatihah? bukan begitu, membaca surat alfatihah hukumnya wajib,

      Demikian juga dzikir setelah shalat fardhu, itu hukumnya sunnah, tetapi tatacara pelaksanaanya wajib mengikuti contoh rasulullah, baik ucapannya, jumlahnya, atau urutan membacanya, kita tidak boleh membuat tatacara sendiri,

      Jadi semua amalan yang sunnah, tatacara pelaksanaanya itu WAJIB mengikuti tatacara yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam

      Jadi jangan payah dong kalau mengamalkan amalan-amalan yang sunnah,.. begitu kang ari,.. mudah2an bisa dipahami,

      • abdul syukur
        Desember 5, 2012 pukul 4:40 pm

        to: ari. memang banyak orang memahami kata “SUNNAH”mengartikan: “boleh dikerjakan boleh tidak” ini adalah pemahaman yang keliru. sebab kata sunnah itu sendiri adalah apa yang Rasulullah katakan, kerjakan, perintah baik itu ucapan maupun dilakukan oleh Rasulullah salallahi alaihi wasalam. jadi sunnah itu adalah suatu keharusan untuk mengikutinya

        Betul sekali, jika arti sunnah adalah jika dikerjakan berpahala,lalu ditinggalkan tidak apa2, apakah artinya ahlus sunnah? apakah orang2 yang sering melakukan amalan-amalan sunnah? kalau demikian yang ngaku ahlus sunnah di negeri ini, sangat sedikit, jangankan amalan yang sunnah, amalan yang wajib saja banyak kaum muslimin yang meninggalkannya,

    • khoirul
      November 17, 2012 pukul 11:44 pm

      Begitu pula dzikir sesudah shalat wajib, itu suatu yang patent, tdk boleh kita melakukannya seenak kita, sesuai selera kita,
      brarti dzikir stlh sholat wajib hukumnya wajib ya?

      Terimakasih mas khoirul, mudah2n dgn penjelasan berikut ini mas khoirul bisa lebih paham,
      memang betul, membaca dzikir setelah shalat fardhu Hukumnya adalah sunnah, tapi mengikuti aturan dzikirnya sebagaimana yg rasulullah ajarkan, itu jadalah wajib, contoh rasulullah menentukan membaca istighfar 3 x, maka kita lakukan 3x , rasulullah membaca tasbih,alhamdulillah,allahuakbar masing2 33x,maka kita juga melakukan seprti itu, demikian juga urutannya,

      Ingat, perbuatan atau amalan sunnah sekalipun jika sudah ditentukan tatacaranya oleh rasulullah,maka tatacara pelaksanaanya wajib mengikuti tatacara yang dilakukan oleh rasulullah

      Contoh yang mudah adalah shalat sunnah, apakah karena shalat sunnah, maka tidak perlu takbir,baca surat,dan gerakan-gerakan lainnya sebagaimana shalat wajib? .. tentunya tidak bukan? tetap dilakukan tatacara shalat sebagaimana shalat wajib, akan tetapi tdk merubah hukum shalat sunnah tersebut,.. hukum shalatnya adalah sunnah, tapi mengikuti tatacara shalatnya adalah wajib

      contoh lain masih berhubungan dengan dzikir, jika kita shalat sunnah, maka setelah salam kita tidak boleh berdzikir dengan dzikir sesudah shalat fardhu,
      Contoh lain lagi, Dzikir setelah shalat fardhu hukumnya sunnah, lalu kita berdzikir dengan mengucapkan istighfar 33x, sedangkan yg diajarkan rasulullah istighfar 3x, ini berarti kita telah menyelisihi ajaran rasulullah, jadi bukan mentang-mentang itu ajaran sunnah,lalu kita kerjakan seenaknya sendiri tanpa tuntunan dari rasulullah,… berbeda masalahnya jika rasulullah sendiri tidak menentukan berapa jumlah bilangannya, seperti perintah untuk beristighfar secara umum,

      Jadi kesimpulannya, betul dzikir setelah shalat wajib itu hukumnya sunnah, akan tetapi mengikuti tatacara berdzikirnya,bacaannya, bilangannya, itu adalah wajib, jangan seenaknya sendiri,

      Jadi perlu dibedakan,maksud diatas bukan merubah amalan yang sunnah menjadi wajib hukumnya,

      Mudah2n mas khoirul bisa memahaminya, jazakallahu khairan

  99. murni Islam
    September 24, 2012 pukul 2:36 pm

    Admin ketika saya selesai shalat fardhu atau sunnah saya terbiasa membaca al fatihah,astaghfirullah hal adzim 3x,tasbih,tahmid,takdir 33x lalu menggenapkan membaca “لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِي, lalu membaca laaillahaillah 33 x,lalu membaca shalawat dan membaca doa untuk orang tua,lalu membaca Al-Mu’awwidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas)…lalu berdoa sesuai dengan hajat saya..bagaimana menurut Admin..terimakasih atas jawaban admin

    Terimakasih atas komentarnya,
    Yang diajarkan rasulullah ketika selesai shalat fardu yang 5 waktu adalah berdzikir, adapun dzikirnya adalah:
    mengucapkan istighfar yaitu kalimat “Astaghfirullah” 3x tanpa tambahan, hal adziim,
    lalu membaca Allaahumma antassalaam, wa minkassalaam, tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam,
    Lalu membaca subhaanallah 33x , Alhamdulillah 33x Allahu akbar 33x lalu digenapkan dgn bacaan
    لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرِ
    utk shalat shubuh dan maghrib ada tambahan sebelum wa huwa ‘ala kulli syaiin qadiir dgn lafadz yuhyii wa yumiit
    bisa ditambahkan membaca surat al ikhlas,alfalaq,dan annass 1x , kecuali shalat maghrib dan shubuh 3x

    Bisa ditambahkan membaca ayat kursi jg

    Rasulullah tidak pernah berdoa setelah shalat fardhu, yang beliau lakukan adalah berdzikir saja, wallahu a’lam

    • Rudi setiawan
      Desember 25, 2012 pukul 12:10 am

      Assalamualaikum w.b.r…

      Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

      Bacaan tahiyat akhir mana yg benar dbwh ini :
      – “…..laa syarikalahu wabizalika umirtu wa ana minal muslimin ”
      – “…..laa syarikalahu wabizalika umirtu wa ana awwalul muslimin ”

      Kedua2nya bukan bacaan tahiyat akhir, silahkan baca disini utk tatacara shalat dan bacaan2nya,

    • fitriansyah
      Januari 30, 2013 pukul 7:14 am

      Dzikir artinya mengingat Allah, berdoa berarti kita mengingat Allah, jadi tidak ada salahnya kita berdoa baik setelah shalat fardhu atau sunnah,

      terimakasih mas atau mba yah,
      saya mau tanya, dzikir itu ibadah atau bukan?
      Jika dzikir itu ibadah, siapa sih yang berhak membuat tatacaranya? tentu Allah sebagai pembuat syariat ini, dan disampaikan oleh rasulullah,
      Jika dzikir itu adalah syariat allah, maka rasulullah sudah menyampaikannya, baik caranya,bacaannya,atau waktunya,
      Ikutilah tatacara dzikir yang diajarkan oleh rasulullah, bukan dengan cara-cara sendiri, atau membuat bacaan2 sendiri,.

      amalan dzikir itu bukan baik menurut kita atau manusia,.. sebab baik menurut manusia belum tentu baik menurut Allah dan rasulnya,
      Dan rasulullah sendiri sudah mengajarkan semua tentang islam ini, tidak ada yang terlewat, dan islam sudah sempurna, tidak perlu ditambah atau dikurangi,

  100. anggia
    November 13, 2014 pukul 6:26 am

    waaa… sdh ada komen baru stlh saya. tp knp komen / pertanyaan dr sy msh terus sj menunggu moderasi tanda ada jawaban ya ?…

    silahkan komentar lagi, karena tidak ada komentnya, mungkin terhapus,

  101. anggia
    November 18, 2014 pukul 6:08 am

    sy mau tanya perihal berzikir dgn menggunakan tasbih (butiran2 yg dirangkai spt kalung) bagaimana hukumnya ?

    Terimakasih anggia, yang diajarkan oleh rasulullah menghitung dzikir dengan ruas jari tangan kanan saja, bukan dengan bijih tasbih,.
    Biji tasbih merupakan perbuatan pendeta hindu budha, jadi menggunakan tasbih itu menyerupai perbuatan orang-orang kafir, jadi sebaiknya ditinggalkan,

  1. No trackbacks yet.

silahkan komentar jika kurang jelas atau ada yang ingin ditanyakan..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.185 pengikut lainnya.