Beranda > Belajar Nasehat > Hati Hati Sama Orang Yang Berkata Allah Berada Di Atas Langit?

Hati Hati Sama Orang Yang Berkata Allah Berada Di Atas Langit?


Mereka yang berkata: “Hati-hati sama aqidahnya salafi yang mengatakan Allah berada di atas langit.”

Ini baru sebagian kecil alasan-alasan kita mengatakan Allah Ta’ala berada di atas arsy.

Secara tidak langsung mereka berkata kepada Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu yang tidak diragukan lagi keilmuannya. “Hati-hati sama aqidahnya Ibnu Mas’ud yang mengatakan Allah berada di atas langit.”

Dari Abdullah bin Mas’ud, dia berkata, “Di antara langit yang paling tinggi dengan kursi adalah lima ratus tahun, dan di antara kursi dengan air juga demikian. ‘Arasy di atas air dan Allah di atas ‘Arasy, dan tidak sesuatupun yang tersembunyi atas-Nya dari amal perbuatan kalian.”

Dikeluarkan Oleh: 1. Al-Lalika’i, Syarah Usul I’tiqad Ahlis Sunnah Wal Jamaah, 3/395-396, no: 659. 2. Al-Baihaqi, Al-Asma’ Was Sifat, 2/186-187. 3. Ad-Darimi, Ar-Raddu Al-Jahmiyyah, 275. 4. Ibn Khuzaimah, At-Tauhid, 1/242-243, no: 149. 5. Al-Thabrani, Mu’jam al-Kabir, 9/228. 6. Abu al-Syeikh, Al-Azhamah, 2/688-689, no: 279. 7. Ibn Abdil Barr, At-Tamhid, 7/… 8. Ibn Qudamah Itsbat Sifat Al-Uluw, 104-105, no: 75. 9. Al-Dzahabi, Al-Uluw, 64, katanya sanadnya sahih. 10. Ibn Qayyim al-Jauzi, Ijtima’ Al-Juyusy Al-Islamiyyah, 122. 11. Al-Haitsami, Majma’ Az-Zawa’id, 1/86, katanya perawi-perawinya adalah sahih.

Secara tidak langsung pula mereka berkata kepada Imam Syafi’i yang dijuluki lautan ilmu: “Hati-hati sama aqidahnya Imam Syafi’i yang mengatakan Allah berada di atas arsy di langit.”

Imam Syafi’i rahimahullah berkata : ”Berbicara tentang Sunnah yang menjadi pegangan saya, murid – murid saya, begitu pula para ahli hadits yang saya lihat dan saya ambil ilmu mereka, seperti Sufyan, Malik dan lain-lain, adalah iqrar seraya bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, serta bersaksi bahwa ALLAH DI ATAS ARSY di LANGIT, dan dekat dengan makhluk-Nya, terserah kehendak Allah dan Allah itu turun ke langit terdekat (dunia) kapan saja Allah berkehendak.” [Lihat, I’tiqad al-A’immah al-Arba’ah, hal 58 – 59]

About these ads
  1. andi K
    Maret 1, 2013 pukul 12:21 pm | #1

    Saya orang awam, namun saya bertaqwa dan beriman padaNYA, buat saya Allah SWT tak usah diperdebatkan dan lain sebagainya hanya bikin bingung para ummat dan sesama hambaNYA, karena Allah SWT Maha Kuasa dan Maha Tahu serta Maha Pengasih dan Penyayang!

    Terimakasih mas andi,
    perlu pembaca ketahui, TAKWA bukanlah sekedar pengakuan atau klaim belaka,. takwa butuh bukti,
    Jika kita mengaku bertakwa, maka kita akan beribadah sesuai dengan perintah Allah, dan Allah melalui rasulnya sudah menjelaskan ajaran islam ini, kita tinggal mengikutinya, dan kita tidak berhak untuk merubah-rubah ketentuan Allah tentang tatacara beribadah, kita tinggal mengikuti ajaran rasulullah saja, tentu dengan pemahaman para sahabat, sebab para sahabat yg dibina langsung oleh rasulullah langsung,..
    merekalah yg layak kita ikuti,.

    sebagai orang awam, maka wajib belajar, atau bertanya kepada yg lebih tahu, bukan ikut-ikutan dengan tradisi masyarakat tanpa mau mempelajari apakah itu diajarkan rasulullah atau tidak, ini adalah suatu kesalahan,.

    Kita bisa menjadi orang bertakwa jika kita mengikuti petunjuk rasulullah dengan pemahaman para sahabat,. dan kita mustahil bisa menjadi orang bertakwa jika kita meninggalkan pemahaman para sahabat, dan beribadah dengan pemahaman tokoh atau ormas tertentu,.

    Betul Allah maha pengasih dan maha penyayang,.
    Dan orang-orang yang melakukan ibadah tidak sesuai contoh dari rasulullah, mengikuti pemahaman para sahabat,. pada hakekatnya orang tersebut tidak mau dikasihi dan disayangi oleh Allah,. walaupun mereka mengaku sebagai orang yang bertakwa,..

    Ingat , takwa atau tidak itu bukan berdasarkan orang yg mengakunya,.. tapi apakah perbuatan kita itu dipandang sebagai perbuatan orang yg bertakwa dihadapan Allah,.. ataukah sekedar pengakuan kita saja? lihat saja amalannyaa,.. apakah sesuai dengan yg dikehendaki oleh Allah, atau membuat ritual2 sendiri,.. tanpa ada contoh dari rasulullah,.

    Mudah2an Allah memberikan hidayahnya kepada kita semua,.

  2. Masda Sahibu
    Januari 24, 2013 pukul 4:00 am | #2

    Assalaamu ‘Alaikum Teman-teman Muslimin.

    Marilah kita meyakini, bahwa Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Pemurah Yang Bersemayam Di Atas ‘Arsy, Di Atas Langit.

    Surat Al Mu’min : ayat 36 – 37 Jaman Nabi Musa as.
    Memberi Isyarat bahwa Allah di atas langit.

    “Dan berkatalah Fir’aun: “Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu,”
    (Qs. Al Mu’min : 36).

    “(yaitu) pintu-pintu langit, supaya aku dapat melihat Tuhan Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta”. . . . . . . . . . . . .”
    (Qs. Al Mu’min : 37).

    Perhatikanlah Surat Al Mu’min ayat 36 – 37 di atas. Fir’aun pasti mengetahui informasi baik dari rakyatnya maupun dari Nabi Musa as, bahwa Allah SWT di atas langit. Seandainya informasi yang diterima Fir’aun bahwa Allah SWT tidak bertempat atau Allah SWT berada dimana-mana, tentulah Fir’aun tidak memerintahkan Haman untuk membuat bangunan tinggi, tapi memerintahkan Haman untuk mencari Tuhan Musa as di dalam Istana, atau di rumah Nabi Musa as.

    Surat Al Maidah (Hidangan) : ayat 111 – 115 Jaman Nabi Isa as.
    Memberi Isyarat bahwa Allah di atas langit.

    “Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut Isa yang setia: “Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku”. Mereka menjawab: Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu)”. (Qs. Al Maidah : 111).

    “(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa berkata: “Hai Isa putera Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?”. Isa menjawab: “Bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman”. (Qs. Al Maidah : 112).

    “Mereka berkata: “Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu”. (Qs. Al Maidah : 113).

    “Isa putera Maryam berdoa: “Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki Yang Paling Utama”.
    (Qs. Al Maidah : 114).

    “Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorangpun di antara umat manusia”. (Qs. Al Maidah : 115).

    Perhatikan Surat Al Maidah ayat 111 – 115. Para pengikut Isa as pasti meyakini bahwa Allah SWT di atas langit, dan Allah Maha Kuasa Berbuat Sesuatu. Keyakinan itu pasti diperoleh dari Nabi Isa as. Makanya, mereka minta Nabi Isa as, agar berdoa kepada Allah, agar menurunkan hidangan dari langit, karena Allah SWT berada di atas langit, dan Maha Kuasa Berbuat Sesuatu. Seandainya keyakinan mereka bahwa Allah tidak bertempat, atau Allah berada dimana-mana, pastilah mereka minta hidangan dari tidak bertempat, atau minta hidangan dari mana-mana.

    Perlu kaum muslimin ketahui, bahwa tujuh langit dan tujuh bumi sangat kecil sekali jika dibandingkan dengan Al Kursi, apalagi jika dibandingkan dengan ‘Arsy.

    Rasulullah saw bersabda:

    “Perumpamaan langit yang tujuh dibandingkan dengan Al Kursi seperti cincin yang dilemparkan di padang sahara yang luas, dan keunggulan ‘Arsy atas Al Kursi seperti keunggulan padang sahara yang luas itu atas cincin tersebut.“

    [5]. H.R. Muhammad bin Abi Syaibah dalam Kitaabul ‘Arsy, dari Sahabat Abu Dzarr al-Ghifari Radhiyallahu ‘anhu . Dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah (I/223 no. 109).

    Sudah dulu ya, semoga beriman kepada Dzahir Al Quran. Salaam.

    Jazakallahu khairan, tambahan yang bagus,

  3. marsyupilami
    Oktober 16, 2012 pukul 7:54 pm | #3

    Assalamu Alaikum

    Wa’aliakumussalam warahmatullah

    Untuk Saudaraku yg mempunyai Otak segede Kacang,saya cuma mau bilang Allah Maha Esa,Allah Maha Kuasa,Allah maha Suci Dan Terpuji.

    Allah berada di atas Arsy menugurusi sgala mahluknya termasuk Anda,tidak tidur dan tidak mengantuk Pandangan nya meliputi Semesta Alam,Perlu di garis bawahi di sini bahwa Pandangan nya Yg meliputi Semesta Alam Bukan Allah nya yg berada di Mana2,jika anda belum mengerti Kata2 ini saya hawatir anda tidak punya otak sama sekali.

    Betul sekali, Allah bersemayam diatas arsy, dan terlepas dari makhluknya, Allah tidak membutuhkan ruang dan waktu, karena ruang dan waktu adalah makhluk ciptaan Allah juga,

    Janganlah anda tertipu dengan judul artikel diatas, kan ada tanda tanya dibelakangnya, artikel diatas merupakan sindiran kepada orang-orang yang mengingkari bahwa Allah berada diatas

  4. aslam
    Oktober 9, 2012 pukul 2:59 am | #4

    yang mengatakan ALLAH itu dimana-mana berarti ia menganggap bahwa ALLAH itu banyak. contoh : tuhan orang hindu orang budha orang kristen orng khong hu chu dll. tuhan-tuhan itu berarti dianggap benar. itu kalau dikatakan tuhan itu dimana-mana. tapi kalau menganggap ALLAH itu Esa ya ALLAH itu berisiwa di atas ARSY.

    Bukan hanya itu mas Aslam, Jika Allah berada dimana-mana, maka ditempat-tempat kotor sekalipun Allah ada, padahal Allah Tidaklah demikian, Allah Bersemayam diatas Arsy, terlepas dari makhluknya,
    Allah tidak membutuhkan ruang dan waktu, sebab ruang dan waktu adalah makhluk Allah,keduanya ciptaan Allah
    Tujuh langit dan tujuh bumi berada di jemari tangannya, .. namun jangan dibayangkan seperti apa jemarinya, karena Allah tidak ada sesuatupun yg serupa dengannya,.. cukup kita imani saja sesuai dengan kemuliaan dan keagungan Allah,

  5. Hade Kreatifedy
    Oktober 8, 2012 pukul 5:35 am | #5

    perlu diperjelas lagi, bukan hati-hati pada ucapan ibnu mas’ud atau imam syafi’i mengenai “Allah di atas lengit”, melainkan kepada pemahaman dari kalimat tersebut.

    tidak segala hal dalam quran dan sunnah difahami secara harfiah, terlebih lagi yang berkenaan dengan dzat Allah.

    persoalanya tidak semudah sebagaimana tertulis dalam artikel ini. artikel inipun sayangnya tidak jeli melihat persoalan. karena yang jadi persoalan utama adalah bagaimana mendudukan ayat maupun hadits yang berkenaan dengan keadaan Allah yang “sepertinya” seperti keadaan makhluk (seperti allah istawa di atas arasy, misalnya) dengan ayat dan hadits lain yang men’tanzihkan-Nya (laisa kamitslihi syaiun, mukhalafatun lihawaditsi dll)….
    artikel ini justru memperuncing perselisihan dengan judul dan kata2nya yang provokatif.

    Terimakasih kang Hade, telah memberikan tanggapannya disini, jazakumullahu khairan,
    Maksud tulisan tsb adalah memberikan sindiran kepada orang2 yg mengatakan seprti itu, coba kang hade baca lagi tulisannya,
    Judul provokatif? justru dari judullah daya tariknya, agar mereka membaca, terutama orang-orang yang tdk suka dgn apa yang disampaikan oleh para ulama ahlussunnah,

    Demikian kang, mudah2an bisa dipahami penjelasan ini,

  6. acitomeo
    Oktober 8, 2012 pukul 3:43 am | #6

    jadi maunya Allaah ta’ala itu ada di mana-mana gitu? subhaanallaah..

    Maha Suci Allaah dari hal itu..

    betapa sesatnya & hinanya keyakinan bahwa Dzat Allaah ta’ala ada di mana-mana..

    mungkin mereka “tidak percaya” akan hadits (karena katanya hadits bisa dipalsukan)..

    tapi sangat jelas dalam al-Qur’an (surat al-A’raf:54; Thaha:5; al-Furqan:59; as-Sajdah:4; Hud:7) bahwa Allaah ‘azza wa jalla berfirman bahwa singgasana-Nya adalah di atas ‘Arsy yang mulia..

    Mudah2an komentar anda itu bukan karena anda salah faham dgn postingan tsb,
    Postingan ini sebenarnya utk mengajak berpikir orang-orang yang menolak kalau Allah itu bersemayam diatas Arsy,
    Bukan Allah berada dimana-mana,.. ini bisa berakibat fatal, kalau Allah berada dimana-mana,

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.264 pengikut lainnya.