Beranda > Belajar Fikih > Tata Cara Wudhu Yang Diajarkan Oleh Rasulullah sangat mudah dan gampang, banyak sekali kaum muslimin yang tidak mengetahuinya

Tata Cara Wudhu Yang Diajarkan Oleh Rasulullah sangat mudah dan gampang, banyak sekali kaum muslimin yang tidak mengetahuinya


SIFAT WUDHU’ NABI Shallallahu ‘alaihi wa Salam

sifat wudhu nabi shalallahu 'alaihi wasalam Secara syri’at wudhu’ ialah menggunakan air yang suci untuk mencuci anggota-anggota tertentu yang sudah diterangkan dan disyari’at kan Allah subhanahu wata’ala. Allah memerintahkan:

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak melakukan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan , kedua mata-kaki (Al-Maaidah:6).

Allah tidak akan menerima shalat seseorang sebelum ia berwudhu’ (HSR. Bukhari di Fathul Baari, I/206; Muslim, no.255 dan imam lainnya).

Rasulullah juga mengatakan bahwa wudhu’ merupakan kunci diterimanya shalat. (HSR. Abu Dawud, no. 60).

Utsman bin Affan ra berkata: “Barangsiapa berwudhu’ seperti yang dicontohkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, dan perjalanannya menuju masjid dan shalatnya sebagai tambahan pahala baginya” (HSR. Muslim, I/142, lihat Syarah Muslim, III/13).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa menyempurnakan wudhu’nya, kemudian ia pergi mengerjakan shalat wajib bersama orang-orang dengan berjama’ah atau di masjid (berjama’ah), niscaya Allah mengampuni dosa-dosanya” (HSR. Muslim, I//44, lihat Mukhtashar Shahih Muslim, no. 132).

Maka wajiblah bagi segenap kaum muslimin untuk mencontoh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam dalam segala hal, lebih-lebih dalam berwudhu’. Al-Hujjah kali ini memaparkan secara ringkas tentang tatacara wudhu’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam melakukan wudhu’:

1. Memulai wudhu’ dengan niat.

Niat artinya menyengaja dengan kesungguhan hati untuk mengerjakan wudhu’ karena melaksanakan perintah Allah subhanahu wata’ala dan mengikuti perintah Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa Salam.

Ibnu Taimiyah berkata: “Menurut kesepakatan para imam kaum muslimin, tempat niat itu di hati bukan lisan dalam semua masalah ibadah, baik bersuci, shalat, zakat, puasa, haji, memerdekakan budak, berjihad dan lainnya. Karena niat adalah kesengajaan dan kesungguhan dalam hati. (Majmu’atu ar-Rasaaili al-Kubra, I/243)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menerangkan bahwa segala perbuatan tergantung kepada niatnya, dan seseorang akan mendapatkan balasan menurut apa yang diniatkannya… (HSR. Bukhari dalam Fathul Baary, 1:9; Muslim, 6:48).


2. Tasmiyah (membaca bismillah)

Beliau memerintahkan membaca bismillah saat memulai wudhu’. Beliau bersabda:

Tidak sah/sempurna wudhu’ sesorang jika tidak menyebut nama Allah, (yakni bismillah) (HR. Ibnu Majah, 339; Tirmidzi, 26; Abu Dawud, 101. Hadits ini Shahih, lihat Shahih Jami’u ash-Shaghir, no. 744).

Abu Bakar, Hasan Al-Bashri dan Ishak bin Raahawaih mewajibkan membaca bismillah saat berwudhu’. Pendapat ini diikuti pula oleh Imam Ahmad, Ibnu Qudamah serta imam-imam yang lain, dengan berpegang pada hadits dari Anas tentang perintah Rasulullah untuk membaca bismillah saat berwudhu’. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Berwudhu’lah kalian dengan membaca bismillah!” (HSR. Bukhari, I: 236, Muslim, 8: 441 dan Nasa’i, no. 78)

Dengan ucapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam: ”Berwudhu’lah kalian dengan membaca bismillah” maka wajiblah tasmiyah itu. Adapun bagi orang yang lupa hendaknya dia membaca bismillah ketika dia ingat. Wallahu a’lam.


3. Mencuci kedua telapak tangan

Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam mencuci kedua telapak tangan saat berwudhu’ sebanyak tiga kali. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam juga membolehkan mengambil air dari bejancdengan telapak tangan lalu mencuci kedua telapak tangan itu. Tetapi Rasulullah melarang bagi orang yang bangan tidur mencelupkan tangannya ke dalam bejana kecuali setelah mencucinya. (HR. Bukhari-Muslim)


4. Berkumur-kumur dan menghirup air ke hidung

Yaitu mengambil air sepenuh telapak tangan kanan lalu memasukkan air kedalam hidung dengan cara menghirupnya dengan sekali nafas sampai air itu masuk ke dalam hidung yang paling ujung, kemudian menyemburkannya dengan cara memencet hidung dengan tangan kiri. Beliau melakukan perbuatan ini dengan tiga kali cidukan air. (HR. Bukhari-Muslim. Abu Dawud no. 140)

Imam Nawawi berkata: “Dalam hadits ini ada penunjukkan yang jelas bagi pendapat yang shahih dan terpilih, yaitu bahwasanya berkumur dengan menghirup air ke hidung dari tiga cidukan dan setiap cidukan ia berkumur dan menghirup air ke hidung, adalah sunnah. (Syarah Muslim, 3/122).

Demikian pula Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menganjurkan untuk bersungguh-sungguh menghirup air ke hidung, kecuali dalam keadaan berpuasa, berdasarkan hadits Laqith bin Shabrah. (HR. Abu Dawud, no. 142; Tirmidzi, no. 38, Nasa’i )


5. Membasuh muka sambil menyela-nyela jenggot.

Yakni mengalirkan air keseluruh bagian muka. Batas muka itu adalah dari tumbuhnya rambut di kening sampai jenggot dan dagu, dan kedua pipi hingga pinggir telinga. Sedangkan Allah memerintahkan kita:

Dan basuhlah muka-muka kamu.” (Al-Maidah: 6)

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Humran bin Abaan, bahwa cara Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam membasuh mukanya saat wudhu’ sebanyak tiga kali”. (HR Bukhari, I/48), Fathul Bari, I/259. no.159 dan Muslim I/14)

Setalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam membasuh mukanya beliau mengambil seciduk air lagi (di telapak tangan), kemudian dimasukkannya ke bawah dagunya, lalu ia menyela-nyela jenggotnya, dan beliau bersabda bahwa hal tersebut diperintahkan oleh Allah subhanahu wata’ala. (HR. Tirmidzi no.31, Abu Dawud, no. 145; Baihaqi, I/154 dan Hakim, I/149, Shahih Jaami’u ash-Shaghir no. 4572).

6. Membasuh kedua tangan sampai siku

Menyiram air pada tangan sampai membasahi kedua siku, Allah subhanahu wata’ala berfirman:

Dan bashlah tangan-tanganmu sampai siku” (Al-Maaidah: 6)

Rasulullah membasuh tangannya yang kanan sampai melewati sikunya, dilakukan tiga kali, dan yang kiri demikian pula, Rasulullah mengalirkan air dari sikunya (Bukhari-Muslim, HR. Daraquthni, I/15, Baihaqz, I/56)

Rasulullah juga menyarankan agar melebihkan basuhan air dari batas wudhu’ pada wajah, tangan dan kaki agar kecemerlangan bagian-bagian itu lebih panjang dan cemerlang pada hari kiamat (HR. Muslim I/149)

7. Mengusap kepada, telinga dan sorban

Mengusap kepala, haruslah dibedakan dengan mengusap dahi atau sebagian kepala. Sebab Allah subhanahu wata’ala memerintahkan:

Dan usaplah kepala-kepala kalian…” (Al-Maidah: 6).

Rasulullah mencontohkan tentang caranya mengusap kepala, yaitu dengan kedua telapak tangannya yang telah dibasahkan dengan air, lalu ia menjalankan kedua tangannya mulai dari bagian depan kepalanya ke belakangnya tengkuknya kemudian mengambalikan lagi ke depan kepalanya. (HSR. Bukhari, Muslim, no. 235 dan Tirmidzi no. 28 lih. Fathul Baari, I/251)

Setelah itu tanpa mengambil air baru Rasulullah langsung mengusap kedua telingannya. Dengan cara memasukkan jari telunjuk ke dalam telinga, kemudian ibu jari mengusap-usap kedua daun telinga. Karena Rasulullah bersabda: ”Dua telinga itu termasuk kepala.”(HSR. Tirmidzi, no. 37, Ibnu Majah, no. 442 dan 444, Abu Dawud no. 134 dan 135, Nasa’i no. 140)

Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ahadits adh-Dha’ifah, no. 995 mengatakan: “Tidak terdapat di dalam sunnah (hadits-hadits nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam) yang mewajibkan mengambil air baru untuk mengusap dua telinga. Keduanya diusap dengan sisa air dari mengusap kepala berdasarkan hadits Rubayyi’:

Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam mengusap kepalanya dengan air sisa yang ada di tangannya. (HR. Abu Dawud dan lainnya dengan sanad hasan)

Dalam mengusap kepala Rasulullah melakukannya satu kali, bukan dua kali dan bukan tiga kali. Berkata Ali bin Abi Thalib ra : “Aku melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam mengusap kepalanya satu kali. (lihat _Shahih Abu Dawud, no. 106). Kata Rubayyi bin Muawwidz: “Aku pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam berwudhu’, lalu ia mengusap kepalanya yaitu mengusap bagian depan dan belakang darinya, kedua pelipisnya, dan kedua telinganya satu kali.“ (HSR Tirmidzi, no. 34 dan Shahih Tirmidzi no. 31)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam juga mencontohkan bahwa bagi orang yang memakai sorban atau sepatu maka dibolehkan untuk tidak membukanya saat berwudhu’, cukup dengan menyapu diatasnya, (HSR. Bukhari dalam Fathul Baari I/266 dan selainnya) asal saja sorban dan sepatunya itu dipakai saat shalat, serta tidak bernajis.

Adapun peci/kopiah/songkok bukan termasuk sorban, sebagaimana dijelaskan oleh para Imam dan tidak boleh diusap diatasnya saat berwudhu’ seperti layaknya sorban. Alasannya karena:

  1. Peci/kopiah/songkok diluar kebiasaan dan juga tidak menutupi seluruh kepala.

  2. Tidak ada kesulitan bagi seseorang untuk melepaskannya.

Adapun Kerudung, jilbab bagi wanita, maka dibolehkan untuk mengusap diatasnya, karena ummu Salamah (salah satu isteri Nabi) pernah mengusap jilbabnya, hal ini disebutkan oleh Ibnu Mundzir. (Lihat al-Mughni, I/312 atau I/383-384).

8. Membasuh kedua kaki sampai kedua mata kaki

Allah subhanahu wata’ala berfirman: ”Dan basuhlah kaki-kakimu hingga dua mata kaki” (Al-Maidah: 6)

Rasulullah menyuruh umatnya agar berhati-hati dalam membasuh kaki, karena kaki yang tidak sempurna cara membasuhnya akan terkena ancaman neraka, sebagaimana beliau mengistilahkannya dengan tumit-tumit neraka. Beliau memerintahkan agar membasuh kaki sampai kena mata kaki bahkan beliau mencontohkan sampai membasahi betisnya. Beliau mendahulukan kaki kanan dibasuh hingga tiga kali kemudian kaki kiri juga demikian. Saat membasuh kaki Rasulullah menggosok-gosokan jari kelingkingnya pada sela-sela jari kaki. (HSR. Bukhari; Fathul Baari, I/232 dan Muslim, I/149, 3/128)

Imam Nawai di dalam Syarh Muslim berkata. “Maksud Imam Muslim berdalil dari hadits ini menunjukkan wajibnya membasuh kedua kaki, serta tidak cukup jika dengan cara mengusap saja.”

Sedangkan pendapat menyela-nyela jari kaki dengan jari kelingking tidak ada keterangan di dalam hadits. Ini hanyalah pendapat dari Imam Ghazali karena ia mengqiyaskannya dengan istinja’.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “…barangsiapa diantara kalian yang sanggup, maka hendaklahnya ia memanjangkan kecermerlangan muka, dua tangan dan kakinya.” (HSR. Muslim, 1/149 atau Syarah Shahih Muslim no. 246)

9. Tertib

Semua tatacara wudhu’ tersebut dilakukan dengan tertib (berurutan) muwalat (menyegerakan dengan basuhan berikutnya) dan disunahkan tayaamun (mendahulukan yang kanan atas yang kiri) [Bukhari-Muslim]

Dalam penggunaan air hendaknya secukupnya dan tidak berlebihan, sebab Rasulullah pernah mengerjakan dengan sekali basuhan, dua kali basuhan atau tiga kali basuhan [Bukhari]

10. Berdoa

Yakni membaca do’a yang diajarkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam:


“Asyahdu anlaa ilaa ha illalah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abdullahi wa rasuulahu. Allahummaj ‘alni minattawwabiina waja’alni minal mutathohhiriin (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah)

Dan ada beberapa bacaan lain yang diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam.

Semoga tulisan ini menjadi risalah dalam berwudhu’ yang benar serta merupakan pedoman kita sehari-hari.

Maraji’:

  1. Sifat Wudhu’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, Syaikh Fadh asy Syuwaib.

  2. At-Tadzkirah, Syaikh Ali Hasan al-Halabi al-Atsari

 Al-Hujjah Risalah No: 27 / Thn IV / 1422H

sumber : http://ummusalma.wordpress.com/2007/04/09/sifat-wudhu-nabi/

video praktek wudhu bisa dilihat disini:

1. Tatacara wudhu dan tayamum yang diajarkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam

2. Pembatal Wudhu dan tata cara shalat yang diajarkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam

  1. arya
    Januari 19, 2016 pukul 7:06 am

    saya tadi memasukkan komen kok tidak masuk y?
    mohon maaf jika kedobel…

    Assalamualaikum admin,

    Wa’alaikumusalam warahmatullah

    saya ingin bertanya mengenai mambasuh tangan 3x, apakah dilakukan bergantian atau kanan dahulu selesai (3x), baru kiri (3x)?

    kanan 3x , baru kiri 3x

    yang kedua jika saya simpulkan maka wudhunya adalah seperti ini (mohon koreksinya),
    1. niat (dalam hati, tanpa lafadz)
    2. membaca “bismillah”
    3. mencuci kedua telapak tangan (3x atau tidak?)

    3x , kanan dulu baru kiri

    4. berkumur, sembari menghirup air ke hidung sesui penjabaran di atas 3x
    5. membasuh muka dan jenggot (apakah satu rangkaian?) 3x

    ya

    6. membasuh kedua tangan sampai siku 3x
    7. mengusap kepala dan telinga dalam satu rangkaian 1x
    8. membasuh kaki 3x (kaki didahulukan kanan 3x, baru kiri 3x, apakah kaidahny juga sama dgn tangan?)

    ya, kanan 3x baru kiri 3x

    9. Tertib (kanan dahulu, baru yg kiri, dan sesuai tuntunan)
    10. Berdoa

    mohon bantuannya,
    terima kasih

    mudah2an paham,.

  2. Musah
    Januari 12, 2016 pukul 2:02 pm

    Alhamdulillah smakin belajar n berdasarkan dalil2 smakin bisa nerapin islam sbagai way of life :)). Saya pernah baca artikel kesehatan soal menghirup air ke hidung dan memang wudhu salah satu manfaat duniawinya ya utk membersihkan diri supaya terhindar dari penyakit.
    Slaen itu basuh sampe mata kaki ya logikanya supaya nda boros air, baju juga ga basah2 banget, dll, simple kan…

    InsyaAllah smua yg d ajarin ke kita sbagai manusia dari Allah Tabarak wa ta’ala via
    Rasulullah SAW -afwan disingkat- pasti ada manfaatnya. Scara kan Allah Subhanahu wa ta’ala yang nyiptain kita :))
    Jazakallah khairan ya min

    Yang jelas,. ibadah itu ikut contoh Rasulullah,.
    Semua ibadah yang diajarkan oleh Rasulullah itu PASTI baik,. terlepas ilmu kesehatan menemukan fakta dibalik wudhu tersebut atau tidak, itu tidaklah penting,.

    yang lebih penting bagaimana kita mengamalkan apa2 yang diajarkan oleh Rasulullah, sehingga dengan mengikuti petunjuk Rasulullah, mudah2an kelak dikumpulkan bersama Rasulullah di surga,..

  3. Kan pri
    Januari 4, 2016 pukul 12:13 am

    Asalamualaykum waroh matulohi waba rokatuh.
    Saya pernah menyimak dari radio kita fm cerebon, bahwa niat tidak di lafatkan cukup di hati. Yang saya mau tanyakan , ketika niat di hati apa ada bacaan niat baik untuk wudhu maupun untuk mengerjakan sholat fardu dan sunah. Sukron atas jawabannya. Wasalam mualaykum waroh matullohi waba rokatuh.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Tidak ada lafadz khusus ketika mau wudhu atau shalat,.
    Niat itu adalah kilasan2 yg ada dalam hati,.
    contoh , ketika anda menulis komentar ini, anda mengetik per hurufnya,, apakah dengan niat? IYA, pasti,. buktinya anda bisa menulis dengan benar, bukan asal,. nah itulah niat, dengan niat kita bisa melakukan pekerjaan dalam kondisi sadar dengan benar,
    Kan anda tidak mengucapkan di hati, saya mau mengetik huruf a,s, dst,. tidak kan?
    Untuk memahami apa sih niat itu, silahkan baca disini

  4. kuda troya
    Desember 22, 2015 pukul 5:12 am

    Assalamualaikum ,
    Alhamdulillah setelah membaca artikel ini ana jadi paham tentang tata cara wudlu yang benar. Yang saya mau tanyakan bolehkan saya memberikan ilmu tentang wudlu yang benar ini ke teman kantor ana? Karena yang ana tahun mereka rata-rata belum tahu cara wudlu yang sesuai syairat.
    Wassalamu alaikum..

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Silahkan saja, tapi sebaiknya berikan buku tentang ini, kecil kok bukunya, bisa dipesan melalui saya juga,

  5. iin nurjanah
    Desember 15, 2015 pukul 12:27 pm

    mas itu bagian kepalanya langsung ke kuping dan hanya 1 kali saja ?

    Iya, betul sekali mba iin,.
    Untuk mengusap kepala itu cuma satu kali, yaitu mengusap dari depan ke belakang, lalu dibalikan dari belakang ke depan, langsung mengusap telinga, dan dilakukan CUMA SATU KALI,.

    Praktek yang kita bisa saksikan di masyarakat, ini dilakukan tiga kali, dan ini tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah,
    Pertanyaanya, mereka ikut siapa? yang jelas bukan ikut cara wudhu rasulullah… makanya kewajiban kita adalah belajar, biar paham mana yang bersumber dari Rasulullah, dan mana yang tidak ada sumbernya

  6. Anonymous
    Desember 12, 2015 pukul 8:03 am

    Pk ust sy mw tanya bgamn klo lutut kaki y gk d basuh sdangkn yg di basuh saat wudu cuman mata kaki y aja ,, apakh boleh atau tdk ?

    Batasan kaki yang dibasuh itu memang cuma sampai mata kaki saja, bukan sampai lutut,.

  7. iwan sahaja
    Desember 11, 2015 pukul 2:27 pm

    assalamualaikum,,
    kalau tayamum bagai mana min?
    apakah mengusap tangan dan muka juga 3x? bagaimana tayamum menurut sunnah?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    cuma 1 x utk wajah dan tapak tangan cuma dengan satu kali mengambil debunya,. silahkan lihat videonya biar jelas

  8. Faris
    Desember 7, 2015 pukul 12:46 am

    Assalamu’alaikum

    Mas itu diatas Tata cara wudhu dan tayamum videonya adalah animasi dan gambar wajahnya masih ada….hukumnya gimana?

    Ganti aja mas videonya dari yufid tv atau carasholat.com….Mas taulah….

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Tidak mengapa, video beda dengan gambar,.
    Jadi hukum video tidak sama dengan hukum gambar

  9. iwan sahaja
    Desember 6, 2015 pukul 3:47 am

    apa yang dimaksud dengan air ukuran kulah?

    Tidak ada menurut petunjuk rasul pembatasan air menjadi ukuran kulah,.

  10. Bagus p
    Desember 4, 2015 pukul 6:09 pm

    Assalamu’alaaikum warahmatullaahi wabaraakaatuh

    . Mau nanya nh
    ketika mengusap kepala brapa x
    dan apa beda nya mengusap kelapa sama mengusap kening/jidat

    mhn di pencerah lg penjelasan prakter yg benar tentang mengusap kepala hngga k’belakang trus ke telinga apa itu yg benar lalu berapa x usapan

    terimakasih

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Terimakasih mas Bagus,.
    Yang benar adalah :

    mengusap kepala hngga k’belakang trus DIKEDEPANIN baru ke telinga , dan itu dilakukan SATU KALI SAJA, dan tidak ada mengusap kening atau jidat, sebagaiman yang kita lihat praktek wudhu masyarakat,.

  11. Putri
    November 24, 2015 pukul 10:25 am

    Kalau wudhu, saya selalu membaca doa2 di setiap bagian anggota tubuh yg dibersihkan,apakah wudhu saya sah?

    Jika terbasuh bagian wudhu yang memang harus terbasuh, maka wudhunya sah, tapi anda berdosa telah melakukan amalan yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah, wajib bertaubat dari hal yang seperti ini

  12. mudi
    November 23, 2015 pukul 11:33 am

    [23/11 16.15] Mudi Samudy: [23/11 15.56] Agus Wskta Scr: Bukankah Hukum nikah tidak bisa di gabung dengan Hukum Syari’atul mutoharoh kan yang menghalalkan istri itu ijab kabulnya mengapa bisa halal menyentuh dalam keadan wudhu
    [23/11 15.57] Agus Wskta Scr: koq bsa g bathal wudhu’a?? ada hal apa
    kan bab nikah tidak bisa di gabung dengan bab Muthoharoh seorang suami bukan dari golongan yang sama dengan istrinya bahkan orang yang jauh…yang membatalkan wudhu itu bersentuhan deng yang bukan muhromnya..suami istri bukan muhrom dalam bab mutaharoh tpi dalam bab nikah muhrom karena udah halal dalam ijab qabul….
    inikan bab Nikah sama Bab muthoharoh kenapa bsa di campur begini????
    [23/11 16.16] Mudi Samudy: maaf ust itu copas dari teman mohon jawbannya makssih.. ana blum paham

    Yang dimaksud menyentuh disini bukanlah sembarang menyentuh, tapi menyentuh istri ini artinya adalah berhubungan intim,

    Kalau sekedar bersentuhan kulit, itu tidak membatalkan, baik dengan istri atau wanita lain, jika dengan istri tidak membatalkan wudhu, dan tidak berdosa, tapi jika dengan wanita lain , tidak membatalkan wudhu, tapi dia berdosa telah menyentuh wanita lain

  13. Yusuf
    November 22, 2015 pukul 11:02 pm

    Bgmn jika bersentuhan dgn istri

    Bersentuhan yg membatalkan wudhu adalah berhubungan suami istri, kalau sekedar bersentuhan, atau mencium istri,itu bukan pembatal wudhu,

    • Anonymous
      Desember 3, 2015 pukul 5:35 am

      Bukan nya batal whudu klu tersentuh istri karna bukan sekandung dan lagi klu mencium nya gimana klu suami nya mencium istri dengan nafsu bukan nya batal wudhu

      Itu bukanlah pembatal wudhu, jadi ga batal wudhunya

  14. ezta
    November 10, 2015 pukul 11:17 pm

    Assalamu’alaikum.
    mau nanya aku sm suami berdebat masalah wudhu.ketika membasuh kaki setau z membasuh smpi mata kaki tp suami z blang smpi lutut sebenarx yg benar yg mana.
    suami z dia mualaf lebih banyak belajar melalui buku.mohon bantu jawab.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Yang benar, sampai mata kaki, bukan sampai lutut,.
    Lebih baik ibu beli buku sifat shalat nabi, disana ada cara wudhu beserta gambar dan cara shalat,. semua dengan dalil, tidak seperti buku-buku shalat yang ada, .. jadi kita beribadah berdasarkan dalil, seperti yang diajarkan oleh Rasulullah,.

    Harga buku 50 ribu, belum termasuk ongkos kirim, jika mau, bisa sms ke nmr sms center blog ini,. 08231 7757 628

  15. ikbal
    November 6, 2015 pukul 7:11 am

    boleh kah tidak ketika selesai wudhu tidak memabacah doa mas . .?

    Maukah anda, jika dosa anda yang sepenuh buih di lautan itu dihapuskan atau diampuni?

    Salah satu manfaat doa setelah wudhu, itu akan diampuninya dosa, walaupun sebanyak buih di lautan,. masa ngga tergiur dengan iming-iming ini?

  16. yuli falianti fallah
    Oktober 8, 2015 pukul 11:48 pm

    Terimakasih atas ilmunya ..
    Saya pernah di ajarkan guru saya waktu sekolah . Dan selama ini saya melaksanakan whudu seperti itu ..
    Tapi beberpa hari ini saya mempunyai fikiran takut kalau menghusap kepala tyus telinga kalau cuma sekali itu belum terkena air wudhu . Tyuus saya membasuhnya 3X .. brarti wudhu saya belum syah yaa .

    Mba yuli, seseorang jika sudah terbiasa melakukan yang salah, maka ketika diberitahu yang benar, maka akan merasa aneh, bahkan timbul was-was atau merasa kurang yakin, itu biasa di awal-awalnya saja, kalau sudah terbiasa maka akan hilang dengan sendirinya, bahkan akan merasa aneh ketika ada orang berwudhu dan mengusap kepalanya tiga kali,.

    Mengusap kepala sekaligus telinga satu kali itu ajaran yang diajarkan oleh Rasulullah,
    SEdangkan mengusap kepala tiga kali, lalu ambil air dan mengusap telinga tiga kali, ini tidak ada ajarannya dari Rasulullah,.
    Maka sudah seharusnya dan semestinya kita mengikuti tatacara wudhu yang diajarkan oleh Rasulullah,

  17. ilham saraan
    Oktober 8, 2015 pukul 6:43 am

    to admin: sy, bung admin kan umat nabi Muhammad SAW, yang dikatakan umat Muhammad adalah Manusia yang ber ahlak, dimana akhlak kita kalau mengambil air untuk berwhudukpun tidak meminta izin kepada penjaga air yg Allah SWT sdh menitipkan kpd utusannya…
    aapakah sah whuduk yg dikerjakan.

    mas ilham,.
    Siapa yang lebih paham islam setelah rasulullah?
    Merekalah para sahabat,.
    para sahabat saja tidak ada yang meminta ijin kepada penjaga air, lah kok anda mengatakan perkataan seperti itu, dari mana itu mas?

    Contoh kita adalah rasulullah, dan rasul saja tidak mengajarkan hal tersebut,. maka kita pun tinggal mengikuti saja apa yang dicontohkan rasul tersebut,. jangan bikin2 contoh sendiri,.

  18. Anonymous
    September 7, 2015 pukul 2:31 pm

    Apa niat kita ketika mem basuh muka

    tidak ada bacaan apa2 ketika membasuh muka,

  19. nia
    September 7, 2015 pukul 1:57 pm

    Boleh tidak stelah wudhu dilap dngn kain/handuk

    boleh mba nia,

  20. tri wibowo
    Agustus 10, 2015 pukul 7:28 am

    terimakasih udah berbagi ilmu. dari sini sy paham, dan banyak sekali kesalahan2 sy dalam berwudhu.

    Alhamdulillah,.
    mudah-mudahan setelah tahu maka tidak salah lagi mas tri,.
    Oh iya, pelajari juga cara shalat, silahkan baca disini

  21. khadijah
    Juli 24, 2015 pukul 10:06 am

    Assalamualaikum, habis baca postingan sama komennya saya agak tercengang soalnya banyak yang tidak sama.

    seperti membaca basmalah, saya jarang membacanya yang saya selalu baca sebelum wudhu ya bacaan niat wudhu yang beredar di masyarakat.

    trus dikatakan bahwa tidak ada lafal niat padahal kalo saya wudhu dan solat selalu membaca niat.

    dan biasanya saya sebelum solat baca taawud karena biasanya kalo solat kadang malah mikir kemana-mana sulit khusyuk.

    Pikir saya baca taawud aja kadang masih diganggu apalagi tidak?

    Lalu pertanyaan lain kalo saya tetap membaca niat dengan alasan untuk menguatkan niat dalam hati apa itu masih tidak boleh?

    Mohon penjelasannya

    Terimakasih mba khadijah,.
    Yang wajib kita lakukan adalah, beribadah sesuai petunjuk dari Rasulullah,. baik cara wudhu, shlat, dan ibadah lainnya,.
    Karena ibadah itu adalah hak Allah dalam penentuan,tatacara pelaksanaanya, sudah ada ketentuannya dari Allah,.
    Orang yang terbiasa melakukan amalan yang tidak ada contohnya dari Rasulullah, maka dia akan merasa aneh ketika mengerjakan amalan yang dicontohkan oleh Rasulullah,.

    Demikian pula sebaliknya mba, orang yang terbiasa mengerjakan amalan yang dicontohkan oleh Rasulullah, ketika melihat amalan orang yang menyelisihi contoh dari Rasulullah, dia juga merasa aneh,..

    Jadi,. ikutilah petunjuk rasulullah,.

    Syarat diterimanya ibadah kita itu ada dua, yaitu IKHLAS, dan MENGIKUTI CONTOH RASUL, hilang salah satu syarat tersebut, maka tidak diterima ibadah kita, ulasannya bisa dilihat disini

  22. Muhajir
    Juli 10, 2015 pukul 7:09 am

    Assalamualaikum
    Berkumur dan menghirup air lewat hidung saat berwudhu apakah dilaksanakan juga pada saat kita berpuasa…?? Karena ada sebagian ulama yg membolehkan namun hanya dari pagi sampe siang saja
    Mohon penjelasannya terimakasih

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Tetap dilakukan, tapi jangan terlalu bersungguh2 dalam melakukan menghirup air lewat hidungnya ketika sedang berpuasa, takut tertelan melalui hidung, jadi biasa2 saja dalam melakukannya, dan tidak ada batasan dari pagi sampai siang saja,.

  23. Andi
    Juli 10, 2015 pukul 5:17 am

    Apakah diwajibkan untuk membaca doa sesudah berwudhu ?
    Soalnya saya belum hafal membaca doa sesudah berwudhu
    Dan apakah sholat saya tidak sah jika tidak membaca doa sesudah berwudhu ?

    Tidak wajib mas , tapi hukumnya sunnah, salah satu manfaat dari membaca doa setelah wudhu adalah akan diampuni dosa-dosanya walaupun seperti buih dilautan,.. kalau org tahu manfaat doa setelah wudhu, maka akan berlomba-lomba untuk menghafalnya,..
    boleh sambil membaca di kertas,.
    Shalatnya tetap sah, karena itu bukan pembatal wudhu,.

  24. yoyok
    Juli 1, 2015 pukul 12:06 am

    untuk yg berjilbab apakah hanya mengusap jilbabnya saja tanpa mengusap telinga. mohon penjelasan…

    Untuk yg berjilbab, maka cukup mengusap atasnya saja, tanpa mengusap telinga, kalau mengusap telinga kan jilbabnya akan terbuka,.

  25. putra
    Juni 20, 2015 pukul 3:57 am

    Assalamualaikum wrwb. Terima ksh atas infonya mas.
    Saya mau nanya mas,skarang kalo kita mau mandi junub,tapi terhalangi oleh krna belum hafal doa sebelum dan sesudah wudhu? Sedangkan waktu sholad uda dekat.mohon infonya mas
    Assalamualaikum wrwb.

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Mandi saja, niatkan untuk mandi junub, walaupun ga hafal doanya itu ngga apa2, tetap sah mandinya,

  26. ihwan
    Mei 28, 2015 pukul 4:16 am

    Assalamualaikum wrwb.
    terimaksih atas nasihatnya,
    jadi praktisnya apakah memadai bila saya pas mau wudlu memulai baca bismillah dan ketika mau sholat baca takbir tanpa harus memikirkan masalah niat karena niat otomatis ada (tanpa menyusun kata kata dalam hati), kemudian bagaimana sikap saya ketika ditengah sholat ada waswas apakah niatnya misalnya dzuhur atau ashar apakah sholatnya diteruskan dengan meyakinkan sesuai sholat pada waktu itu.
    bolehkah sebelum melakukan wudlu sholat taawud dulu agar terhindar waswas, wasalamu alaikum

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Yang anda lakukan adalah menjaga niat anda,. wudhu anda untuk siapa,. shalat anda untuk siapa,.mengharap apa, kepada siapaa,.
    menjaga Niat ini pekerjaan yang paling berat dalam semua ibadah,. bahkan dirasa berat oleh orang sekaliber ulama sekalipun,.

    contoh, ketika anda shalat, anda mungkin bersikap biasa, lalu tiba-tiba disamping anda datang mertua anda,. bisa jadi anda menjadi berbeda niatnya,. setan pun mungkin berbisik,. perbagus shalatmu, ada mertua,.. jadi niat anda bisa terkotori, bukan shalat karena Allah lagi, tapi karena ada mertua,. nah,.anda wajib melawan rasa itu sehingga niat anda shalat hanya mengharap keridhaan Allah semata, bukan ingin dipuji mertua atau siapapun,. nah itu yang dimaksud menjaga niat,. dan itu dilakukan dari awal shalat hingga salam,.

    Karena niat, amalan yang super besar bisa menjadi kecil nilainya di sisi Allah, dan karena niat, amalan sangat kecil bisa bernilai besar di sisi Allah,.

    Karena salah niat, amalan besar bisa gugur atau tidak sah,.

    Membaca ta’awudz sebelum wudhu atau shalat, ini bukan contoh dari Rasulullah,. maka ini termasuk amalan yang bisa merusak ibadah tersebut,. karena ini termasuk amalan yang tidak ada contohnya dari Rasulullah, alias bidah,

  27. ihwan
    Mei 26, 2015 pukul 7:01 am

    Assalamualaikum,

    maaf mohon nasihatnya saya punya waswas dalam berniat baik dalam sholat atau dalam berwudlu, setiap kali mau melakukannya saya selalu memikirkan niat apakah sudah berniat atau belum

    sehingga untuk meyakinkannya niat itu diucapkan dihati tapi setelah itu perasaan seolah niat itu tidak sah dan selalu diulang-ulang.

    Perasaan was-was seperti itu adalah bisikan dari setan, apalagi jika ada perasaan seperti itu ketika anda meninggalkan amalan-amalan niat yang tidak ada contohnya dari Rasulullah, seperti melafadzkan niat,.
    Maka hal yang wajar terjadi jika ada bisikan-bisikan setan seperti itu, tujuannya agar setan kembali menjerumuskan anda ke dalam cara-cara niat yang salah,.
    Mengulang-ulang niat, sebelum anda melakukan hal tsb, maka ada niat juga, yaitu niat untuk mengulang-ulang niat,.
    Jadi solusinya,. abaikan perasaan-perasaan was-was tersebut, agar setan tidak bisa menipu anda agar kembali kepada cara niat yang salah,.

    Saya sadar setiap amal pasti berniat, benarkah apabila saya mau melakukan amalan tsb misal ketika mau wudlu dimulai baca basmalah dst.

    Betul, ketika mau berwudhu sebelum mencuci tangan membaca lafadz “BISMILLAH” tanpa tambahan arrahman dan arrahim, silahkan lihat disini ulasannya

    mau sholat baca takbirotulihram dst.

    Ya, betul, silahkan baca cara shalat di postingan ini

    dan apabila ada bisikan bahwa saya belum berniat saya meneruskannya, karena sesuai kaidah setiap amal pasti berniat, atas nasihatnya dihatur terima kasih

    Ya, betul,. sebaiknya anda pahami juga tentang definisi niat yang benar, silahkan klik disini

  28. mobil datsun bandung
    Mei 13, 2015 pukul 4:12 am

    terimakasih untuk postingannya,

  29. anisa
    April 12, 2015 pukul 1:54 pm

    apa bner klo setiap gerakan wudhu ada doa nya

    Tidak benar , itu tidak ada contohnya dari Rasulullah,. Rasulullah hanya mengajarkan doa sebelum wudhu dan setelah wudhu, tidak ada doa2 ketika membasuh anggota wudhu

  30. yudha
    April 12, 2015 pukul 9:36 am

    mas, kalau pas mandi wajib saya membasuh kaki (dalam artian mengambil wudhu) lupa udah berapa saya basuh kaki saya jadi gimana, tolong pengertiannya…

    tidak mengapa,. mandi wajib itu lebih dari wudhu, jadi kita tidak perlu lagi berwudhu setelah mandi wajib,

    • yudha
      September 11, 2015 pukul 8:56 am

      assalamu’alaikum
      pak saya ingin bertanya sebenarnya bukan menyangkut tentang mandi wajib, tetapi saya ingin bertanya mengapa ya pak setiap saya bangun tidur tiba-tiba ada cairan keluar dari (maaf kata) kemaluan saya setiap hari,

      jadi karena ada rasa takut sama allah, jadi setiap harilah saya harus mandi wajib tetapi anehnya cairan tersebut bening dan tidak ada rasa kenikmatan keluarnya tapi tekstur nya sama seperti mani, tetapi guru agama saya bilang “ada cairan juga yang keluar dari kemaluan laki2 yaitu air mazi” tetapi saya belum paham masalah ini mohon penjelasannya terima kasi….

      Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
      Itu adalah madzi namanya, tidak wajib mandi, cukup bersihkan saja yang terkena, karena madzi itu najis hukumnya,. ulasannya bisa dibaca disini

  31. nadia
    Maret 30, 2015 pukul 6:08 am

    mas admin,kan kalok pas cuci muka ada doanya ust tolong donk sunnah doanya apa mas,.

    Tidak ada doa apapun dalam membasuh muka,. dan jika ada yang membaca doa, itu tidaklah diajarkan oleh Rasulullah, termasuk perbuatan bidah dalam berwudhu, tidak dapat pahala malah dapat dosa, rugi kan,..?

  32. august
    Maret 12, 2015 pukul 8:53 pm

    sempurna

  33. de.d@gmx
    Maret 10, 2015 pukul 1:06 pm

    Trimakasih banyak pak untuk uraiannya

    sama-sama mas,

  34. lisa
    Maret 2, 2015 pukul 1:57 pm

    kalau wanita sama ya membasuh kepala kebelakang lalu ke depan lagi?kalau panjang rambutnya apa ngga ribet?
    ustadz,kasih dong video wudhu tapi yang wanita,biar kartun ngga papa

    sama saja,..kan perintahnya bukan sampai ujung rambut, tapi sampai tengkuk,. jadi ngga ribet lah,
    bahkan kalau wanita berjilbab dan berwudhu di tempat umum, maka ga usah membuka jilbabnya, cukup mengusap atas jilbabnya saja,…

    itulah, mudah dan indahnya islam,

  35. vita
    Februari 26, 2015 pukul 10:51 am

    sy mau nanya yg poin no 4 itu jd maksudnya kita berkumur dulu 3x kemudian menghirup air ke hidung 3x ya? atau berkumurnya 3x kemudian menghirup air ke hidung nya cuma satu kali?

    Maksudnya, kita memasukan air ke mulut sambil menghirup ke hidung,. jadi satu cidukan tangan itu untuk berkumur dan dihirup ke hidung,.

    jadi bukan dipisah antara berkumur-kumur dan memasukan air ke hidung,

  36. taufik
    Januari 4, 2015 pukul 7:24 pm

    trma ksih sobat atas pedoman y. semoga bermampat bagi orang2

  37. Anonymous
    Desember 30, 2014 pukul 3:15 pm

    “Terima kasih,ini sangat membantu sy”.

  38. lasiah
    Desember 19, 2014 pukul 7:03 am

    Terimakasih ilmunya semoga bermanfaat buat saya,dan saya sudah tidak ragu lagi mengenai bacaan wudlu.

    Alhamdulillah,.

  39. abyadi
    Desember 12, 2014 pukul 11:00 am

    Assalamualaikum warohmatullah….
    Kalau kita shalat witir sebelum tidur boleh gk mas admin?soalnya saya susah sekali kalau mau bangun di seprtiga malam…..

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Boleh sekali mas, dan jika di sepertiga malam mau shalat malam, maka jangan shalat witir lagi, karena tidak ada dua witir dalam satu malam,

  40. puteri
    Desember 12, 2014 pukul 8:33 am

    jadi intinya menbaca niat itu sebelum wudhu juga sah kan? karena ada beberapa web yang menyebutkan sebelum membasuh muka

    Tidak seperti itu, tidak ada bacaan niat wudhu , bacaan niat shalat, itu tidak diajarkan oleh Rasulullah, karena niat itu bukan bacaan,. bukan perbuatan mulut,.

    silahkan baca postingan tentang tatacara wudhu yang diajarkan oleh Rasulullah diatas dengan teliti, tidak ada sama sekali bacaan niat tersebut, lebih jelasnya mungkin baca disini

  41. puteri
    Desember 12, 2014 pukul 4:58 am

    jadi yang benar itu baca niat wudhu nya saat ingin membasuh muka atau sebelum berwudhu (membasuh tangan)? makasih..

    Terimakasih putri, sudah komentar disini,.
    Kita tidak bisa melakukan perbuatan yang dikerjakan secara sadar tanpa niat,. semua perbuatan yang kita lakukan dalam kondisi sadar, niat otomatis menyertainya, karena niat itu perbuatan hati, bukan perbuatan lisan atau mulut,

    Ketika kita mau wudhu, otomatis niat itu sudah ada, makanya kita bisa berwudhu, kita melakukan wudhu bukan utk yang lain seperti kita mau cuci tangan, atau mau basuh muka, tapi kita sdh ada kilasan di hati bahwa kita mau wudhu,. itulah yang disebut niat,.

    Jadi kapan niat kita mulai ketika mau wudhu, tentu sebelum melakukan wudhu, sdh ada niat tersebut, walaupun tidak diucapkan,.karena niat itu bukan di ucapan,. jika kita mengucapkan, maka sebelum mengucapkan sudah ada niat mau mengucapkan,. begitu seterusnya,.

    Kita mau mengedipkan mata saja PASTI ada niat di hati kita, bukan mengedipkan secara tdk sengaja, kecuali jika reflek,.

    Lebih jelasnya silahkan mba baca postingan tentang apa sih yang disebut niat, silahkan klik disini

  42. iwan sahaja
    November 29, 2014 pukul 2:50 am

    assalamualaikum,,
    memulainya membaca bismillah saja atau bismillahirrahmaanirahim?

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    terimakasih mas iwan, sudah komentar disini,.
    membaca BISMILLAH saja, tanpa arrahmaanirrahiim,

    • iwansahaja
      Desember 6, 2015 pukul 3:43 am

      bolehkah mengambil air langsung dengan tangan di dalam gayung?
      untuk dialirkan pada seluruh anggota wudhu?
      apakah tidak menodai air?

      Kalau tangannya bersih, tidak terkena najis, sehingga tidak merubah warna,rasa dan bau air tersebut, maka tidak mengapa,.
      tapi kalau beru bangun tidur, ada larangan mencelupkan tangan ke air, harus dikucurkan atau dicuci tangannya dulu,

  43. handoko
    November 27, 2014 pukul 5:46 am

    Assalamu’alaikum….
    mas saya ingin bertanya, kadang saya berwudhu membasuh tangan hanya saya siram dengan air pakai gayung dari siku tanpa mengusap dan tanpa meyela nyela jari begitu juga pada bagian kaki hanya saya siram dengan air pakai gayung dari atas mata kaki. Apakah boleh sperti itu atau tidak karena kadang ada rasa was was dalam hati.Jazakumullahu khairan.

    wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Tidak mengapa,. menyiram dan membasuh itu kan sama,. sedangkan mengusap itu kan fungsinya untuk menyampaikan air agar mengenai siku, dan tentunya lebih ngirit air, sebab dalam berwudhu kita disunnahkan utk mengirit air,. bahkan berwudhu bisa menggunakan segelas air,

    Dan cara wudhu menurut ajaran rasulullah itu sangat mudah dan gampang,.

    Cara wudhu dengan segelas air, silahkan lihat videonya disini

  44. Annisa Justistia
    Oktober 12, 2014 pukul 1:09 am

    Assalamu’alaiykum..
    Izin share dan save ya.. Terimakasih :)

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    silahkan mba,. jazakumullahu khairan,

  45. NAGASARI
    September 12, 2014 pukul 11:54 pm

    BANYAK YANG INGIN SAYA TANYAKAN TENTANG IMU SUNNAH,WAJIB ATAU TIDAK WAJIB MASALAH NASAR, KARNA SAYA DARI KELUARGA YANG MASIH MEMPERCAYAI TAHAYYUL.SAYA INGIN MENAMBAH PENGETAHUAN NAMUN TERBENTUR PEMAHAMAN2 YANG KADANG MEMBUAT SAYA BINGUNG SAYA INGIN MENDIDIK.MOHON SARANYA

    Sebaiknya anda datang langsung ke tempat taklim, silahkan sebutkan dimana anda tinggal?
    Untuk mendakwahi keluarga itu butuh ilmu, tidak sembarangan, tidak asal yang kita ketahui itu benar lalu disampaikan, sehingga malah kita yang dicap sesat duluan, silahkan download ebook bagus tentang contoh sikap hikmah dalam berdakwah, silahkan klik link ini

    • NAGASARI
      September 14, 2014 pukul 11:18 am

      saya tinggal di kalimantan tepatnya di balikpapan

      Lebih baik anda datang saja ke tempat taklim yang ada di balikpapan, lumayan banyak kok, dan silahkan apa yang menjadi ganjalan di hati anda ditanyakan di taklim tersebut pas sesi tanya jawab, bebas kok, gratis, dan mudah-mudahan semua uneg-uneg anda terjawab, silahkan lihat tempat dan jadwal taklim di balikpapan di link ini

      • Ary
        September 29, 2015 pukul 11:02 pm

        saya juga tinggal di balikpapan mas/mba, banyak kok taklim mazhab salaf di balikpapan tapi banyak juga “mazhab syekh” jadi hati2. contoh yang bermahzab salafi seperti masjid Istiqomah pertamina, masjid Imam Annasai, masjid Namirah Bpp Baru dan yang lainnya bisa ditanyakan sama jamaah di sana.

        Jadwal taklim di balikpapan bisa dilihat di sini

  46. khaidir
    September 9, 2014 pukul 11:53 am

    terima kasih atas informasinya

    sama-sama,.

  47. Anonymous
    September 9, 2014 pukul 3:50 am

    Syukron mas admin, ketika membaca ini saya lebih tau mana yg tata cara wudhu saya yang salah yang harus saya perbaiki. Jazakallah khairan katsiran.

    alhamdulillah,.
    mudah2an semakin banyak kaum muslimin mengikuti tatacara wudhu yang diajarkan rasulullah, bukan wudhu mengikuti tradisi,kyai,ustadz,ajengan,. tapi menyelisihi cara wudhu nabi

  48. rapida ag
    September 3, 2014 pukul 2:17 am

    bsa d jelaskan kenapa rukun wudhu trdpat 6 poin sdangkan dlm alquran hanya 4 poin.

    Terimakasih, yang di alquran adalah batasan yang wajib, sedangkan yang di hadits itu tambahannya, sunnah-sunnahnya sehingga menjadikan wudhu kita bertambah sempurna,

  49. ibihabibisurbakty
    Agustus 21, 2014 pukul 12:29 am

    Sekarang saya tau,tapi saya kurang paham. Sebab buku yg saya baca untuk tuntunan wudhuk ada bacaan niat nya setelah membasuh mukan. Inti niat itu membuang hadast. Kenapa berlawanan dengan niat rasull???

    Terimakasih,.
    Itulah akibat tidak beramal berdasarkan dalil, dalil dari rasulullah,
    Adapun yang diajarkan di buku-buku fikih yang ada, baik cara shalat atau cara wudhu, tidak dicantumkan sumbernya dari Rasulullah, tidak dicantumkan hadits-haditsnya, jadi mudah saja di selewengkan,

    Padahal rasulullah sudah mengajarkan cara wudhu dan shalat, ada hadits2nya,.
    Dan celakanya, amalan yang dari buku2 yg tidak bisa dipertanggungjawabkan tersebut yang beredar di masyarakat, yang ada di buku-buku pelajaran yang ada disekolah-sekolah, dari TK hingga perguruan tinggi,.

    Disini musibahnya,. sehingga selevel kyai, ustadz, atau pimpinan pondok pesantren , cara wudhunya pun salah, tidk berdasarkan dalil dari Rasulullah, tapi ikut2an tradisi,.

  50. ZuLpan
    Juli 17, 2014 pukul 3:32 pm

    Terimakasih banyak atas ilmunya,.
    Smoga keberkahan slalu di limpahkan kepada kita,.amiin

    aamiin,

  51. xamthone plus
    Juli 1, 2014 pukul 3:44 am

    whhh terimkasih pak atas tuntunannya..
    maaf pak kalo boleh saya tny, apa saja yang bisa membatalkan wudhu?
    terimkasih ;)

    terimakasih,.
    pembatal wudhu :
    1. keluar sesuatu dari dua lubang, (kentut, buaang air besar/kecil)
    2. tidur lelap
    3. hilang akal (gila) , mabuk,
    4. memegang kemaluan tanpa penghalang dengan syahwat
    5. makan daging unta

  52. tri
    Juni 22, 2014 pukul 12:19 am

    assalamu’alaykum
    alhamdulillah bwt sharing ilmunya pak
    mau tanya, klo wudhu nya pake air dari botol, gapapa ya
    terima kasih

    wa’alaikumussalam warahmatullah,
    terimakasih sudah koment disini,.
    itu tidak mengapa, silahkan lihat video ini, berwudhu dengan menggunakan air SATU GELAS,..

  53. mdiliyanto
    Mei 30, 2014 pukul 11:38 am

    saya ga tau apa saya golongan nu apa muhamadiyah..

    saya besar dikeluarga prajurit..saya kurang paham tentang agama..

    hususnya cara wudhu.ada doa mencuci telapak tangan ampe kedua kaki..

    apa boleh saya membaca nawaetu wudhua..illahi taala..saja..trimakasih

    Terimakasih pak, mudah2an anda menjadi prajurit yang paham ilmu agama islam, sehingga menjadi prajurit yang beriman dan bertakwa,.

    Cara wudhu yang diajarkan oleh rasulullah sangat mudah pak, tidak ada bacaan-bacaan khusus dari mencuci tangan hingga mencuci kaki, itu doa-doa yang tidak rasulullah ajarkan,.

    Rasulullah ketika mau wudhu, sebelum mencuci tangan beliau cuma membaca “bismillah” gitu saja, dan setelah selesai wudhu beliau membaca doa, seperti yang sudah saya posting di cara wudhu nabi, silahkan bapak baca lagi dipostingan tersebut,

    Dan tidak ada bacaan niat seperti nawaitul wudhu dst,. itu tidak diajarkan oleh rasulullah, jadi wajib ditinggalkan amalan tersebut,. sebab niat itu perbuatan hati, bukan perbuatan mulut,.

    Semua perbuatan yang kita lakukan dalam kondisi sadar, pasti disertai dengan niat, itu sudah otomatis,

  54. Amrullah
    Maret 19, 2014 pukul 8:50 am

    Alhamdulillah, sangat bermanfaat jadi tahu wudhu, dari pengertian niat dan tatacaranya yg benar seperti yg dicontohkan rasulullah. Juga saya baca hukum lafadz niat beribadah diblog ini. Trimakasih

    alhamdulillah,.

  55. abu dany ashari
    Maret 17, 2014 pukul 9:40 am

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Pak, saya hanya mau koreksi dikit nih kok nama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam di singkat sih itu kan salawat kenapa di singkat SAW.bukan kah itu tidak diperbolehkan menyingkat nama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam.
    jazakumullahu khairan,

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Terimakasih sudah berkomentar disini, memang sebaiknya penulisannya tidak disingkat, saya hanya mengkopi saja dari sumbernya, tapi sekarang alhamdulillah sudah diganti, tidak disingkat lagi,.
    Jazakumullahu khairan,.

    Namun penyingkatan tersebut bukanlah sampai kepada derajat tidak diperbolehkan, atau mendatangkan dosa, buat menambah wawasan antum, bisa buka link ini, silahkan,.

    • abu dany ashari
      Maret 18, 2014 pukul 1:29 am

      Alhamdulillah , sangat bermanfa’at, Insya Allah. Barakallahu fiikum yaa mas admin,.

      Alhamdulillah,.

  56. Donny R
    Maret 16, 2014 pukul 1:27 am

    Niat wudlu nya diawal ya kang…bukan pada saat hendak membasuh muka/wajah. Mohon penjelasannya.

    terimakasih mas Donny,. semua perkerjaan yang kita lakukan dengan kondisi sadar, maka otomatis sudah ada niatnya, dan niat itu tidak perlu diucapkan, karena niat itu perbuatan hati,.

    Jika kita mengucapkan niat dengan mulut, maka sebelum mengucapkan maka otomatis ada niat untuk mengucapkan niat dimulut,.

    silahkan pahami arti niat, bukan bacaan niat, karena tidak ada bacaan niat untuk ibadah tertentu, karena niat merupakan amalan hati, bukan amalan mulut

  57. sewa mobil semarang
    Februari 10, 2014 pukul 5:32 pm

    alhamdulillah.. saya bisa jadi ikut belajar cara berwudzu yg benar..

    Alhamdulillah,.

  58. Actora
    Februari 8, 2014 pukul 2:16 pm

    Saya mau tanya, apa bacaan yg benar dlm berwudhu mulai dari membasuh muka s/d kaki. Dan apa hukumnya jika tdk membaca bacaan wudhu? Apakah wudhu nya sah atau tdk. Trm kasih..

    Terimakasih sudah berkomentar disini,
    Dalam melakukan wudhu kita harus mengikuti tatacara wudhu yang rasulullah ajarkan,
    Rasulullah tidak mengajarkan bacaan-bacaan khusus mulai dari membasuh muka s/d kaki, jadi kita juga tidak perlu membaca bacaan-bacaan khusus, sebab itu bisa menjerumuskan kita kepada perbuatan bidah, dan itu malah mendatangkan dosa,

    Rasulullah ketika mau berwudhu beliau membaca “bismillah” lalu mulai berwudhu dengan mencuci tangan, dst,. hingga akhir wudhu, yaitu mencuci kaki, setelah mencuci kaki baru rasullah berdoa,. silahkan baca lagi ulasan tatacara wudhu diatas,. insya allah sangat mudah,.

    Jika kita tidak membaca doa ketika mulai membasuh muka hingga mencuci kaki, ini justru yg sesuai ajaran rasulullah, jadi wudhunya ya sah, bahkan jika kita membaca, itu membuat wudhu kita ternodai amalan bidah, bukan dapat pahala, malah dapat dosa,.

  59. arief
    Januari 27, 2014 pukul 2:35 pm

    Terima kasih. Ijin Share ya.

    silahkan mas arief, jazakumullahu khairan,

  60. Muslimin Mappe
    Agustus 3, 2013 pukul 1:39 am

    terima kasih sangat membantu putra putri saya dalam mengerjakan tata cara wudhu yang baik sekaligus menjadi pemahaman yang sangat berharga bagi umat islam diseluruh dunia

    Alhamdulillah,

  61. Faruk Parker Assassinnaterz SnesaLa
    Juli 14, 2013 pukul 5:36 am

    Wah, terima kasih atas infonya. Saya mencoba berusaha melaksanakan wudhu, namun ada sedkit keraguan dengan air yang tidak mengalir untuk digunakan wudhu. Alhamdulillah, setelah mampir ke sini pengetahuan saya bertambah dan tidak ragu lagi.

    Alhamdulillah,.

  62. ivannaufal
    Mei 30, 2013 pukul 7:32 am

    assalamualaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    permisi mas saya mau tanya jika shalat membaca niat seperti “ushalli” baik itu di mulut atau di hati, apakah hukumnya bidah?

    Terimakasih mas ivan,.
    Shalat adalah ibadah yang mulia, dan rasulullah sudah mengajarkan tatacaranya,
    Rasulullah tidak pernah membaca niat dalam shalatnya, karena niat adalah perbuatan hati,bukan perbuatan mulut atau lisan,
    Rasulullah juga tidak pernah mengajarkan lafadz niat shalat dengan ushalli, dst,. demikian pula para sahabat, tidak pernah melakukannya,
    Imam syafii juga tidak pernah melakukan shalat dengan melafadzkan ushalli, dst,.

    Lalu jika kita melakukan hal tersebut, apakah kita menganggap lebih baik dari shalat rasulullah, padahal rasulullah memerintahkan kita untuk shalat sebagaimana tatacara shalat yang rasulullah ajarkan,.

    Tatacara shalat sesuai yang rasulullah ajarkan silahkan anda bisa baca disini, juga disini bisa lihat videonya disini
    Tentang bacaan ushalli, sudah saya posting disini

  63. Herpikasari Arifin
    Mei 26, 2013 pukul 2:59 pm

    Jazakumullahu khairan… :)

    Jazakumullahu khairan… :)

  64. argo
    April 2, 2013 pukul 1:58 pm

    sama kaya muhammadiyah…hehe

    terimakasih mas argo,
    saya gede di muhammadiyah juga mas, tapi cara wudhunya tdk seperti itu,. bahkan org2 muhammadiyah di tempat asal saya hingga sekarang, cara wudhunya tdk seperti itu,. karena muhammadiyah kan patokannya HPT , Himpunan Putusan Tarjih,.

    tentang manhaj muhammadiyah, silahkan baca disini

    • aery
      Juli 11, 2013 pukul 6:02 am

      Saya juga dari keluarga Muhammadiyah..dari TK sampai SMA di perguruan Muh.
      Dan memang yang saya terima ajaran wudhunya sangat mendekati uraian di atas kalo tidak dibilang sama. Yah bisa jadi ditempat lain berbeda ngajarinnya.

      Tapi yang pasti memang ada beberapa hal yang saya pahami berbeda dengan keumuman pemahaman warga Muhammadiyah terutama di tempatku..dan pada prakteknya memang di warga Muhammadiyah banyak degadrasi dalam pengamalan ibadah… warga NU terlihat lebih bagus dan saya respek terhadap mereka..
      Bagi saya Muhammadiyah atau NU atau lainnya sama-sama ada kelebihan dan kelemahannya, yang penting orang-orangnya berusaha menjalankan ajaran sesuai/semakin mendekati ajaran Rosul..semampunya dan tidak menutup mata terhadap ilmu

      Seperti saat ini meskipun Muhammadiyah mulai puasa 9 Juli tapi saya mulai di 10 Juli..
      Seperti juga pernyataan pak Din tentang ulil amri yang saya juga tidak sepaham (meskipun begitu saya tetap menghormati pak Din sebagai ahli ilmu)
      ya begitu aja…bagi saya putusan Majelis Tarjih hanya sebagai salah satu referensi dari sekian banyak referensi lainnya…

      Semoga Muhammadiyah tetap berkembang dan semakin mendekat kepada ajaran Rosululloh..janganlah menjauh.

      Mudah-mudahan warga muhammadiyah semakin sadar, putusan tarjih bukan segalanya, bukanlah patokan kebenaran,
      Saya juga besar di muhammadiyah,. dan begitu taklidnya warga muhammadiyah, atau pimpinan-pimpinan muhammadiyah kepada kebijakan ormas, sehingga jika ada amalan dari rasulullah yang itu blum ada dalam putusan tarjih, maka akan dipermasalahkan,.. seolah-olah putusan tarjih adalah sumber rujukan utama,..

      Putusan tarjih bukan menjadikan kaum muslimin atau warga muhamadiyah mengenal dalil-dalil dari rasulullah, tapi hanya semakin menumbuhkan taklid buta kepada putusan ormas ini, ini adalah satu kesalahan,..

      Harusnya ormas ini mengedepankan dalil dan penyadaran kepada warganya akan dalil-dalil dari alquran atau hadits2 yg shahih, sampaikan rujukannya, bukan hanya menyimpulkan saja, lalu dituliskan dalam HPT , sehingga yg dikenal warga muhammadiyah adalah HPT, bukan dalil dari rasulullah,

      Jadikanlah timbangan kebenaran itu adalah dalil, dahulukan dalil daripada HPT, bukan dahulukan HPT baru dalil,.

  65. fredian
    Desember 16, 2012 pukul 11:24 am

    kang boleh gak wudlu tdak dengan air yg mengalir(air keran)??
    misal qta wudhu dari sebuah air satu timba, jadi d situ qta mengambilnya dngan tangan untuk membasuh anggota tubuh saat berwudhu (tanpa mengalirkannya).

    katanya sih gak boleh. , mhon jwabannya.
    terima kasih.

    Terimakasih mas fredian atas pertanyaannya, pertanyaan yang bagus,
    Kita disuruh menggunakan air sehemat mungkin dalam berwudhu, air satu timba sangat cukup untuk berwudhu lebih dari satu orang, bahkan bisa hingga lima orang, sebab air satu gayungpun bisa digunakan utk berwudhu oleh satu orang,
    Dan tidak mengapa kita mengambil langsung, tanpa harus dialirkan,atau dikucurkan,tapi diciduk dengan tangan,

    • fredian
      Desember 16, 2012 pukul 12:19 pm

      ow gitu, y akhrnya jdi gk ragu lagi. nambah lage pengetahuan saya. .
      ma kasih y kang.

  66. Aisyah Ismi
    Desember 9, 2012 pukul 4:34 am

    ini sangatlah bagus dan bagus sekali tuk muslimin semuanya,seperti saya misalnya krn sy berasal dr desa yg mayoritas pelaku Bid ah merupakan hal biasa2 saja dimasyarakat.sukron kathiir siapapun anda saya sendiri sangat2lah berterimakasih dgn blog anda.

  1. No trackbacks yet.

silahkan komentar jika kurang jelas atau ada yang ingin ditanyakan..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.422 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: