Beranda > Belajar Nasehat > Benarkah Bumi Mengelilingi Matahari? Jawaban Ilmiyah Dari Alquran dan Hadits, plus video simulasi

Benarkah Bumi Mengelilingi Matahari? Jawaban Ilmiyah Dari Alquran dan Hadits, plus video simulasi


Benarkah Bumi Mengitari Matahari

Picture

MATAHARI MENGELILINGI BUMI

SEBUAH KEPASTIAN AL-QUR’AN DAN AS-SUNNAH SERTA KESEPAKATAN PARA ULAMA

1. BUMI DIAM TIDAK BERGERAK

Banyak sekali dalil yang menunjukan bahwa bumi itu diam dan tidak bergerak, baik dari al-Qur’an maupun as-Sunnah.

Allah subhanahu wata’ala berfirman:
“Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan bergerak, dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorang pun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.”[QS. Fathir:41]

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berhentinya langit dan bumi dengan iradah-Nya. Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu (juga) kamu keluar (dari kubur).”[QS. Ar Ruum:25]

“Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap dan langit sebagai atap…”[QS. Al Mu’min:64]

“Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengokohkan) nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui.”[QS. An Naml:61]

Ayat ini menunjukkan bumi tidak bergerak, karena seandainya bumi ini bergerak mengelilingi matahari, berarti ada pergeseran, maka bertentangan dengan ayat ini.

Berkata Ibnu Katsir rahimahullah : maksudnya adalah diam, tenang, tetap tidak bergerak serta tidak membuat goncangan penghuninya, karena tidak mungkin bisa dibuat hidup dengan baik…”

Berkata Imam Baghawi rahimahullah: tidak bergerak bersama penghuni

Berkata Imam Qurthubi rahimahullah: gunung-gunung bisa menahan dan mencegah bumi dari bergerak.”Allah subhanahu wata’ala berfirman:

“Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak guncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk,”[QS. An-Nahl:15]

“Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka, dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.”[QS. Al-Anbiya’:31]

“Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu…”[QS. Luqman:10]

Imam Ibnu Qoyim al-Jauziyah rahimahullah berkata:”Maksudnya Allah menancapkan di bumi gunung-gunung yang tangguh agar bumi itu tidak bergerak.”

“Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya…”[QS. Fushshilat:10]

“Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh…”[QS. Qof:7]

“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?,”[QS. An-Naba’:6-7]

Berkata Ibnu Katsir rahimahullah:”bumi itu ditundukan untuk makhluk-makhluk dalam keadaan tenang, tetap dan tidak bergerak.
“Yang menjadikan bumi untuk kamu sebagai tempat menetap…”[QS. Az-Zukhruf:10]

“…Dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada Manusia.[QS. Al-Hajj:65]

Dari SUNNAH

Berdasarkan dalil:
Dari Sofyan bin ‘Assal al-Murodi Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Sesungguhnya Allah menjadikan sebuah pintu taubat di sebelah barat…pintu itu akan ditutup sehingga matahari akan terbit dari arahnya”[HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, Thabrani]

Seandainya bumi berputar maka berarti arah pintu itu akan berubah-ubah. Dan ini jelas bertentangan dengan nash hadits.

2. MATAHARI MENGELILINGI BUMI

Allah subhanahu wata’ala berfirman:
“…Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur…”[QS. Al Baqarah:258]

“Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata: “Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar”, maka tatkala matahari itu telah terbenam, dia berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.”[QS. Al An’am:78]

“Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri…”[QS. Al-Kahfi:17]

“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” [QS. Al-Anbiya’:33]

“…Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat…”[QS. Al A’raf:54]

“Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”[QS. Az-Zumar:5]

“Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya,”[QS. Asy-Syams:1-2]

Dari ayat-ayat ini sudah jelas menunjuk bahwa matahari lah yang bergerak mengelilingi bumi. Seandainya bumi yang berotasi, niscaya Allah ta’ala tidak mengatakan bahwa matahari yang terbit. Allah menjadikan gerakan terbit dan terbenam itu oleh matahari. Allah Ta’ala menjadikan bahwa yang terbit, condong, tenggelam dan menjauhi itu semuanya dilakukan oleh matahari, seandainya bukan matahari yang bergerak niscaya tidak akan disandarkan semua perbuatan tersebut kepada matahari.

Berkata Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah:” Di ayat Allah menjadikan malam mengikuti siang, sedangkan yang mencari dan mengikuti itu pasti menyusul di belakangnya, dan diketahui bersama bahwa malam dan siang itu mengikuti peredaran matahari.’DALIL AS-SUNNAH:
Rasulullah shallallaahu’ alaihi wasallam pun banyak mengisyaratkan bahwa mataharilah yang beredar mengelilingi bumi. Di antaranya:

“Dari Abu Dzar radiallahu ‘anhu ahwa pada suatu hari Rasulullah shallallaahu’ alaihi wasallam pernah bersabda:

”Tahukah kalian ke manakah matahari itu pergi?

Mereka berkata:

”Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.”

Beliau bersabda:

”Sesungguhnya matahari itu berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dia bersujud. Dia tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya:

”Bangunlah!Kembalilah seperti semula engkau datang.’Maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya, kemudian dia berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dia bersujud…”[HR. Bukhari, Muslim, ath-Thoyalisi, Ahmad, Abu Dawud,Tirmidzi, Nasa’i, dll]

Segi pengambilan hadits ini sangat jelas, bahwa Rasulullah shallallaahu’ alaihi wasallam menyandarkan pergi, terbit, beredar kepada matahari, bukan kepada bumi, sedangkan kita semua mengetahui bahwa Allah Pencipta langit dan bumi lebih mengetahui tentang makhluk-Nya, daripada makhluknya, siapapun dia.

Dar Abu Huraihah radiallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallaahu’ alaihi wasallam bersabda: ”Setiap persendian manusia itu harus disedekahi setiap hari setiap kali terbit matahari…”[HR. Bukhari, Muslim]

Dari hadits ini juga Rasulullah shallallaahu’ alaihi wasallam menyandarkan terbit pada matahari, seandainya munculnya matahari itu bukan karena gerakan matahari niscaya Rasulullah shallallaahu’ alaihi wasallam akan menyandarkan munculnya matahari itu dengan gerakan rotasi bumi.

KESEPAKATAN PARA ULAMA

1. Berkata Imam Abdul Qohir al-Baghdadi al-Isfiroyini rahimahullah:
“Ahlu sunnah sepakat atas tetap dan tenangnya bumi, dan bahwasanya bumi itu hanya bergerak kalau terjadi sesuatu misalnya gempa atau lainnya.”

2. Berkata Imam Ibnu Hazm rahimahullah:
“Terdapat sebuah dalil yang paten dan bisa langsung disaksikan dengan panca indera bahwa matahari mengelilingi bumi dari timur ke barat kemudian dari barat ke timur.”

3. Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah: Siapapun yang berada di bumi lalu melihat keadaan matahari saat terbit, saat berada di tengah-tengah, juga saat tenggelam. Di tiga waktu ini matahari berada pada kejauhan yang sama dan juga dalam satu bentuk, maka dia akan mengetahui bahwa matahari itu beredar dalam sebuah garis edar yang berbentuk bulat.”
Beliau juga berkata:”Siang dan malam itu terjadi dengan adanya matahari.”

4. Berkata Imam Ibnu Qoyim al-Jauziyah rahimahullah:”Kemudian perhatikan hikmah dari terbitnya matahari pada alam semesta, bagaimana Allah menentukannya, seandainya matahari itu hanya terbit di satu tempat di langit lalu berhenti dan tidak bergerak, maka sinarnya tidak akan sampai ke banyak arah, karena bayangan salah satu bagian bumi yang bulat akan menghalangi bagian lainnya, maka bagian yang tidak terbit matahari di situ akan menjadi malam selamanya, dan bagian yang matahari terbit akan siang selamanya, maka keduanya akan binasa.

Dari sinilah maka hikmah Allah menuntut agar matahari itu terbit saat pagi hari dari timur kemudian terbit bagi daerah yang sebelah barat dan begitu seterusnya matahari selalu bersinar dan akan menyinari setiap bagian bumi sehingga dia menuju ke arah barat, dan akan menyinari bagian yang tadinya masih gelap saat pagi hari, dengan ini maka terjadilah pergantian malam dan siang yang dengannya maka bisa teraturlah kemaslahatan hidup manusia.”

5. Berkata al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah: “Maksud dari keterangan (hadits Shahih Bukhari) ini adalah menjelaskan bahwa matahari beredar setiap hari dan setiap malam. Hal ini berbeda dengan apa yang diklaim oleh para astronom bahwa matahari itu menempel di garis orbit dan hal ini berkonsekuensi bahwa yang beredar adalah garis orbitnya, sedangkan zhohir hadits ini bahwa mataharilah yang beredar dan bergerak. Dan semisal dengan ini adalah firman Allah subhanahu wata’ala: “Semuanya beredar pada garis orbitnya.”

6. Berkata Imam Abdul Aziz bin Baz rahimahullah:”Telah tersebar pada zaman ini di kalangan para penulis dan pengajar bahwasanya bumi itu berputar sedangkan matahari itu tetap, dan pendapat ini diikuti oleh banyak orang, maka banyak sekali pertanyaan. Seputar masalah ini…

Maka saya katakan: Al-Quran dan as-Sunnah serta kesepakatan para ulama dan realita yang ada menunjukan bahwa matahari itu beredar di garis edarnya sebagaimana yang ditetapkan oleh Allah Ta’ala sedangkan bumi tetap tidak bergerak, yang mana Allah menyiapkan sebagai tempat tinggal dan Allah memantapkan dengan gunung-gunung agar tidak bergerak bersama mereka.”

7. Berkata Syaikh al-Utsaimin rahimahullah:”Adapun pendapat kami tentang peredaran matahari mengelilingi bumi yang dengannya akan terjadi perubahan siang dan malam, maka kami berpegang dengan zhohir dari nash al-Kitab dan as-Sunnah bahwasanya matahari yang bergerak mengelilingi bumi yang dengannya terjadi pergeseran waktu siang dengan malam. Sehingga ada dalil yang qoth’i yang bisa dijadikan hujjah untuk bisa memalingkan dhohir nash al-Kitab dan as-Sunnah, dan manakah dalil itu?

8. Syaikh Hamud at-Tuwaijiri rahimahullah menulis risalah ‘Petir Yang Menyambar Atas Pengikut Pendapat Tatasurya Model Baru’, yang berisi pembelaan terhadap Imam Abdul Aziz bin Baz rahimahullah sekaligus bantahan terhadap Syaikh Muhammad Mahmud ash-Showwaf yang menyatakan bumi mengelilingi matahari.

9. Syaikh Abdullah ad-Duwaisy rahimahullah:”Asal pendapat bumi mengelilingi matahari diambil dari Phytagoras seorang filsuf Yunani, dan ini adalah pendapat yang bathil yang sangat diketahui kebathilannya bagi orang yang hatinya diberi nur (cahaya) oleh Allah subhanahu wata’ala.

Inilah yang ditetapkan oleh para ulama, dan saya tidak mengetahui ada seorang imam dari kalangan salaf (sahabat, tabi’in dan tabi’ tabi’in) yang menyelisihinya.”

10. Syaikh Abdul Karim bin Shalih al-Humaid rahimahullah menulis kitab ‘Petunjuk Bagi Orang yang Bingung Tentang Masalah Peredaran Matahari dan Bumi’. Dengan berdasarkan dalil-dalil yang sangat kuat yang disampaikan secara gamblang.SUMBER: MATAHARI MENGELILINGI BUMI, SEBUAH KEPASTIAN AL-QURAN DAN AS-SUNNAH SERTA BANTAHAN TERHADAP TEORI BUMI MENGELILINGI MATAHARI (Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf)

Reposting : http://artikelq.weebly.com/benarkah-bumi-mengitari-matahari.html

Berikut video simulasinya

  1. blackflagarmy88
    Juli 5, 2015 pukul 8:46 am

    Ikut nimbrung mas.

    Silahkan, dengan senang hati

    Pertama, Al Quran adalah imam sedangkan sains adalah makmum
    Kedua, Ayat2 yang mas sampaikan itu menunjukkan matahari bergerak, dan tidak menunjukkan matahari bergerak mengelilingi bumi. Dan itu yang disampaikan oleh pendapat ulama nomor 1 Hingga 5 rahimahullah

    Alquran dan hadits menyatakan Matahari dan bulan itu beredar,.sedangkan bumi itu diam,. ini bukan pendapat ulama, ulama hanya menukil dari ayat dan hadits,. ini adalah Allah sebagai pencipta alam semesta ini yang menjelaskan,.

    Ketiga,perhatikan ayat berikut :
    Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal dia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al Qur’an, 27:88)

    Oke, apakah anda sudah baca ayat sebelumnya?
    Ayat tersebut sedang menjelaskan peristiwa kapan? peristiwa sekarang atau nanti di hari kiamat?
    Baca ayat jangan sepotong-sepotong mas,. ayat tersebut sedang menceritakan ttg dahsyatnya hari kiamat,. dimana gunung-gunung akan Allah terbangkan, akan Allah tabrakan ,. jadi bukan peristiwa saat ini mas,. ini ngga nyambung, alias jaka sembung bawa combro, ngga nyambung bro..

    Kelima, Ingat kisah tentang Rasulullah SAW dan pembenihan tanaman. Ini masalah dunia yg tidak ada nash paten tentang itu maka diserahkan kepada yang ahli di bidang itu

    Dan masalah matahari dan bulan itu beredar, terbit dan tenggelam, itu sudah Allah jelaskan,.
    Masalah bumi itu diam, Allah sudah jelaskan,. kan Allah sebagai pencipta alam lebih tahu, ga ada teori2 manusia yg sifatnya relatif, kalau penjelasan Allah itu adalah kebenaran mutlak, tidak perlu penelitian lagi,.

    Ingat kisah nabi yusya yang meminta Allah menahan matahari agar tidak tenggelam, dan nabi yusya tidak meminta kepada Allah agar BUMI BERHENTI BERPUTAR DULU,. he..he..he.. gimana mas, baca kisahnya disini

    Keenam, diam dan bergerak itu relatif tergantung mana yang sebagai acuan. Kalau kita naik bus dan lihat jendela. Kita mengamati orang di luar bergerak sedangkan kita diam. Orang yang di luar mengamati kita bergerak dan mereka diam.
    Mana yang benar? Dua2 nya benar jika kerangka acuannya diri mereka masing2.

    Oke mas,. gini aja, ketika anda naik bus baik yang berhenti atau berjalan, apakah anda merasakan anda sedang naik bus?
    pasti jawabnya kita merasakan,.

    sekarang… apakah anda pernah merasakan sedang menaiki bumi yang sedang bergerak?? … sampai saat ini saya tidak merasakan, lah wong bergerak sedikit saja sdh paniknya setengah mati,.. kalau ada gempa bumi,..
    Jadi ini logika yang ngawur, dan super ngawurnya,. pembodohan,.

    Ketujuh, keyakinan pytagoras itu geosentris. Jadi mengkaitkan masalah ini dengan mengikuti keyakinan orang kafir sebagaimana pendapat ulama nomor 9 Rahimahullah patut dipertanyakan. Apalagi aristoteles dan plato yang dedengkot nya filsuf yunani juga berpendapat geosentris seperti mas.

    Kita tidak mengikuti teori geosentris atau heliosentris,.
    Yang kita ikuti adalah Alquran dan Sunnah,.
    Yang kita ikuti adalah penjelasan Allah dalam Alquran yg sudah begitu gamblang,. demikian pula hadits-hadits nabi,.
    Semua dalil baik dari Alquran atau hadits, itu menyiratkan matahari dan bulan yang bergerak, beredar mengelilingi bumi, dan tidak ada satu dalilpun baik dari alquran atau hadits yang menyatakan bahwa bumi bergerak/beredar mengelilingi matahari,.

    Jadi kita bukan ikut teori orang kafir, baik yang geosentris atau heliosentris,.
    Yang kita ikuti adalah Alquran dan Sunnah yang sudah menjelaskan ttg hal tersebut,.

    Allahu a’lam

    Allah yang lebih tahu, itu arti Allahu a’lam,.. dan Allah sudah menjelaskan,.silahkan tinggal ikuti saja penjelasan Allah bahwa matahari terbit,tenggelam,. dan bumi diam, tidak bergerak,

  2. Rinal
    Juli 3, 2015 pukul 10:35 pm

    Ini pak link org luar negeri tentang bumi tak berputar

    Tidak perlu link dari luar negeri,.
    bisa dibuktikan dengan mudah, jika betul bumi berotasi, maka pesawat terbang dengan kecepatan yang sama jika terbang berlawanan arah rotasi, maka akan sampai lebih cepat dari pesawat yang terbang searah rotasi,.
    silahkan hitung perjalanan pesawat dari belanda ke jakarta, dan dari jakarta ke belanda,. berapa waktu tempuhnya, sama atau beda,.
    Jika sama atau beda sedikit, maka ini menunjukkan bahwa bumi itu diam, tidak berputar,

    • blackflagarmy88
      Juli 5, 2015 pukul 11:03 am

      Beda mas waktu tempuh nya. Sebagai contoh waktu saya dari jakarta ke atau dari makasar 1.5 Jam jarak tempuh nya. Jika saya jam 11 dari jakarta ke makasar maka di makasar saya nyampe 13.30 waktu setempat. Sebaliknya jika dari makassar jam 11 maka saya tiba di Jkt jam 11.30

      Thanks

      Ngarangnya sungguh lucu mas, hebat, Dari makasar ke jakarta cuma setengah jam,.. naik pesawat apa mas? lah wong dari surabaya ke jakarta saja lebih dari setengah jam,

      Kalau betul seperti itu, kenapa awan yang diatas kok tetap diatas, tidak terlihat bergerak?? pesawat bergerak, bahkan melintasi awan, kok awannya diam saja,.. lucu,..lucu…

  3. Anonymous
    Juli 2, 2015 pukul 6:32 am

    Sebagai renungan bisa dilihat disini : https://shobru.wordpress.com/sains/benarkah-bumi-berotasi/

    sudah saya tanggapi, silahkan baca postingannya disini

  4. Rahmat Arham
    Juni 27, 2015 pukul 8:40 am

    Pertanyaan saya adalah
    1. jika teori geosentris itu adalah benar maka cobalah perhatikan mars setiap malamnya. jika anda melakukannya maka seharusnya perputaran mars itu adalah bulat terhadap bumi(sama halnya dengan matahari)namun pada kenyataannya bentuknya jauh lebih rumit dan hanya bisa dijelaskan dengan teori heleosentris. terus bagaimana anda bisa menjelaskannya?
    2. jika anda melihat planet venus pada malam hari, maka planet venus akan memiliki fase yg mirip dengan bulan. nah bagaimana mungkin planet itu bisa memiliki phase yang sama sedang venus itu tidak dekat dengan matahari yg sedang berevolusi terhadap bumi?
    3. sekarang coba perhatikan planet jupiter dengan memakai teleskop! ketika anda memperbesarnya maka anda akan melihat dengan jelas 4 bulan yang mengelilingi planet jupiter. nah bagaimana bisa bulan ini mengelilingi planet ini yg mana seharusnya planet itu ikut mengelilingi bumi. dimana seharusnya tidak ada bulan atau benda langit lain yang bisa mengelilingi planet lain yg sementara sedang mengelilingi bumi itu sendiri?

    Allah sudah menyatakan matahari dan bulan yang bergerak, dan bumi tidak bergerak,.
    Fokus ke bulan dan matahari serta bumi, tidak usah ke planet2 lain hasil penelitian manusia, yang cuma mengamati dari bumi,.tidak ada yang pernah kesana,. pesawat yang kesanapun,. itu hanya untuk mengibuli kaum muslimin,. lah pesawat ke bulan saja masih diragukan kebenarannya,. apalagi ke planet yang lebih jauh,. lebih mustahil lagi,.

  5. Febri Teguh Ramadhan
    Mei 15, 2015 pukul 7:13 pm

    “Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.”(QS. Al-Anbyaa':33)

    “Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS.Az-Zumar:5)

    “dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (QS. Yasiin:3)

    dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (QS.Yasiin:38)

    Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS.Lukman:29)
    ——————-
    Penekanannya di sini pada kalimat: mengelilingi bumi. Kalau ayat yang menunjukkan bahwa matahari bergerak dan digerakkan oleh Allah SWT, memang banyak bertaburan di banyak tempat dalam Al-Quran. Akan tetapi secara zahir nash tidak ada satupun yang menyebutkan dengan kalimat “asyamsu taduru haulal ardhi”= matahari mengelilingi bumi.

    Yang ada hanya pernyataan bahwa matahari itu bergerak, beredar, terbit, terbenam, condong, pergi, datang dan sejenisnya.
    ————————
    Menurut pengamatan, matahari, sebagai pusat tata surya galaksi kita, ternyata bergerak dengan kecepatan yang luar biasa yaitu 720.000 Km/jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang dinamakan Solar Apex. Ini berarti Matahari diperkirakan bergerak sejauh 17.280.000 Km/Hari.

    Ayat tersebut menunjukan bahwa matahari tidak diam, akan tetapi menunjukan bahwa matahari berjalan berada pada edarnya, bukan menunjukan bahwa matahari mengelilingi bumi.
    —————————-
    Bersamaan Matahari, seluruh planet yang ada dalam pengaruh gravitasi Matahari ikut pula berjalan menempuh jarak ini . Selanjutnya semua bintang dalam galaksi yang lain di alam semesta pun berjalan dalam gerakan yang terencana sehingga banyak sekali garis-garis edar atau jalan lintasan bagi setiap benda angkasa termasuk galaksi lain.

    Jadi maka benarlah ayat ini : Demi langit yang mempunyai jalan-jalan (QS.Adz-Dzariaat:7)

    Terimakasih,. saya nukilkan tulisan anda yg ini
    ——————-
    Penekanannya di sini pada kalimat: mengelilingi bumi. Kalau ayat yang menunjukkan bahwa matahari bergerak dan digerakkan oleh Allah SWT, memang banyak bertaburan di banyak tempat dalam Al-Quran. Akan tetapi secara zahir nash tidak ada satupun yang menyebutkan dengan kalimat “asyamsu taduru haulal ardhi”= matahari mengelilingi bumi.

    Yang ada hanya pernyataan bahwa matahari itu bergerak, beredar, terbit, terbenam, condong, pergi, datang dan sejenisnya.
    ————————

    Dari tulisan diatas, jelas sekali hal tersebut menunjukkan matahari yang bergerak,.

    tolong sebutkan satu saja dalil yg menunjukkan bahwa bumi yang bergerak,..

    Baik berupa dalil yg tegas, atau dalil yang menunjukkan bahwa bumi bergerak,. silahkan,..

    • Febri Teguh Ramadhan (@febriteguhrama)
      Mei 25, 2015 pukul 3:03 pm

      Jelas sekali memang matahari yang bergerak, karena ayat ini bukan menujukan bahwa matahari mengelilingi bumi. Akan tetapi Allah memberikan tanda kepada kita bahwa mataharipun tidak diam. Tetapi matahari bergerak sebagaimana bergerak pada garis edarnya. Diawal saya tunjukin bahwa semua benda di langit bergerak dengan teratur yang kesemuanya memiliki jalan, yakni garis-garis edarnya. ” Demi langit yang mempunyai jalan-jalan” (QS.Adz-Dzariaat:7).
      ————————————–
      Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.(39) , tidak mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing-masing beredar pada garis edarnya. (QS. Yasiin 36:40).
      ————————————
      Bagi orang-orang yang berpikir, maka Ayat ini merupakan tanda tanda dan juga petunjuk untuk menjawab pertanyaan Apakah bumi atau matahari yang bergerak? Dan bagaimana hubungan antara pergerakan bulan, bumi dan matahari? Sebaliknya ayat diatas akan memberi peluang bagi penentang ayat-ayat Allah dan mendustai kebenaranNYA lalu mengatakan Mana mungkin matahari mengambil bulan dan apakah mungkin malam mendahului siang Memangnya matahari dan bulan itu sedang balapan di jalur tol? Atau apakah bulan dan matahari itu saudara bertetangga yang sedang berkejar-kejaran? Suatu pertanyaan yang ke kanak-kanakan, suatu pertanyaan konyol, pertanyaan dari orang-orang yang selama ini selalu memperolok-olokan Al Quran.

      Jadi pertanyaan adalah apakah matahari yang mengelilingi bumi atau bumi yang berotasi? sekiranya matahari yang mengelilingi bumi maka tentu saja bentuk-bentuk manzilah dari cahaya bulan akan mengalami perubahan bentuk selama siklus 24 jam. Sementara yang kita saksikan adalah manzilah bulan itu berubah bentuknya hanya 1 kali dalam 24 jam. Maka kesimpulannya berikut adalah bahwa tidak mungkin matahari mengelilingi bumi. Lalu kenapa terjadi siang dan malam? Maka jawaban yang paling tepat adalah bumi berputar pada porosnya sementara matahari berada ditempat yang jauh. Hal ini dibuktikan dengan terjadinya siang dan malam secara bergantian sesuai dengan rotasi bumi.

      Jadi, dapat disimpulkan bahwa Bumi berotasi pada sumbunya dengan siklus 24 jam untuk sekali putar. Kalau Bumi ini berputar pada porosnya, hal ini berarti bahwa bumi bergerak mengelilingi porosnya dan manusia bagaikan sedang beraktivitas diatas kendaraan yang besar. Pertanyaannya adalah ; Apakah ada keterangan di dalam Al Qur’an yang menunjukkan bahwa Bumi ini bergerak? Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa tidak ada ayat yang menegaskan tentang rotasi bumi di dalam Al Qur’an, tetapi Allah menyampaikannya tanda-tandanya dengan gayabahasa yang selalu menimbulkan teka-teki sebagai petunjuk. Ayat yang dapat digunakan untuk menganalisa bahwa bumi ini bergerak , dapat kita pelajari dari surat An Naml ayat 88 yang berbunyi;

      “Lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. An Naml 27:88).

      Tentu saja keterangan ayat ini merupakan tanda-tanda atau petunjuk. Allah menyampaikan FirmanNYa dengan kata kiasan dengan makna yang sangat luas. Ayat ini bermakna bahwa gunung itu tidak diam ditempatnya, tetapi bergerak. Berdasarkan hasil penemuan pakar Geologi, menyatakan bahwa lempeng lapisan bumi selalu bergerak yang dapat menimbulkan gempa tektonik yang di-akibat-kan oleh terjadinya tabrakan, lipatan dan retakan, walaupn gerakkan ini hanya beberapa centimeter pertahunnya. Tetapi pergerakan ini terlalu kecil kalau dibandingkan dengan gerakan bumi akibat rotasinya. Artinya ayat ini juga menjelaskan bahwa gunung itu bergerak karena dia berada diatas bumi yang bergerak. Hal ini juga berarti bahwa apapun yang berada diatas bumi akan ikut bergerak karena dia berada diatas pergerakan bumi. Bahkan awan yang berada di udara juga ikut bergerak bersama rotasi bumi, sesuai dengan petunjuk ayat diatas.
      —————————–
      Well, jadi begitulah Allah memberi petunjuk kepada kita melalui tanda-tandanya, bukan melalui apa yang kita lihat dengan mata telanjang yang kemudian apa yg kita lihat membenarkan hal tersebut.

      Berapa kecepatan bumi dalam berotasi?
      Kok kita tidak merasakan bahwa bumi berotasi?
      Lalu bagaimana jadinya jika tiba-tiba bumi berhenti berotasi? kok tidak terlempar para penghuni di dalamnya, padahal bumi berotasi katanya menurut ilmu sains itu berputar dengan kecepatan yang fantastis?

      Jika betul bumi yang berputar,.. ingat, pernah ada seorang nabi yang meminta kepada Allah agar matahari ditahan supaya tidak terbenam sebelum nabi tersebut memenangkan perang,.
      Kenapa nabi tersebut tidak meminta kepada Allah agar menahan bumi supaya berhenti berputar,.. ?? silahkan baca disini

      • Febri Teguh Ramadhan (@febriteguhrama)
        Mei 25, 2015 pukul 3:19 pm

        Saya beri contoh lagi, supaya kita bisa berfikiran luas tidak sempit dan tidak membenarkan sesuatu yang langsung dilihat oleh mata. Apa yang kita lihat belum tentu kebenarannya, bukankah kita punya akal? Allah memberi tanda-tanda semua ini supaya kita berfikir.
        —————————-
        QS 18 : 86, “Hingga apabila dia telah sampai ketempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat….”

        Anda lihat diatas? Apakah anda akan membenarkan hal ini? Tentu TIDAK!!! tidak mungkin matahari tenggelam di dalam laut. Ini tidak lain dan tidak bukan hanya penglihatan semata, kita sebagai subjek dan matahari sebagai objek.
        —————————-
        Ayat-ayat yang telah saya nukilkan sebelumnya ditas bukan menunjukan bahwa matahari mengelilingi bumi. Akan tetapi Allah memberi isyarat kepada kita bahwa matahari tidak diam ditempatnya, melainkan iya juga bergerak. Kemudian mengapa Allah tidak seara tegas mengatakan bahwa bumi itu bergerak dan berputar? ini tidak lain Allah tidak ingin adanya terjadi perdebatan yg tidak penting kala itu di zaman Rasullalah karena yg penting itu ketaqwaan dan keimanan yang perlu dibangun masa itu. Tetapi Allah juga tentunya memberi tahu kita dengan tanda-tanda yang diberikannya melalui akal yang Allah berikan. Jadi yang anda jelaskan bahwa matahari mengelilingi bumi adalah hanya semata penglihatan mata yang kita sebagai objek. Sekali lagi ayat tersebut bukan menunjukan bahwa matahari mengelilingi bumu akan tetapi memberi petunjuk kepada kita, pusat tata surya kita ini tidak diam di tempat tetapi dia juga bergerak melalui garis edarnya. Seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya, bahwa matahari, sebagai pusat tata surya, ternyata bergerak dengan kecepatan yang luar biasa yaitu 720.000 Km/jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang dinamakan Solar Apex. Ini berarti Matahari diperkirakan bergerak sejauh 17.280.000 Km/Hari.

        Bersamaan Matahari, seluruh planet yang ada dalam pengaruh gravitasi Matahari ikut pula berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya semua bintang dalam galaksi yang lain di alam semesta pun berjalan dalam gerakan yang terencana sehingga banyak sekali garis-garis edar atau jalan lintasan bagi setiap benda angkasa termasuk galaksi lain.
        Jadi maka benarlah ayat ini : Demi langit yang mempunyai jalan-jalan (QS.Adz-Dzariaat:7).
        ———————————
        Jadi yang anda nukilkan diatas merupakan sebuah penglihatan murni dari mata kita sendiri yang mana kita melihat bahwa matahari terbit, tenggelam, condong, yang seolah-olah dalam penglihatan kita matahari bergerak. Padahal tidak, well bisa dilihat penjelasan diatas lagi….

        Semoga kita bisa berfikir dari tanda-tanda yang Allah berikan…. Salam ukhwah islamiyah mas atau mbaknya… :))

        Kenapa Allah tidak menyatakan bahwa bumi ini bergerak??
        Sebab Allah menyatakan bahwa BUMI TIDAK BERGERAK,

        Allah subhanahu wata’ala berfirman:
        “Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan bergerak, dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorang pun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.”[QS. Fathir:41]

        Memahami ayat alquran itu bukan dengan ilmu SAINS mas,. sangat ngawur jadinya, karena alquran diturunkan bukan untuk menjelaskan SAINS,. baca tafsirnya, baca penjelasan Rasulullah tentang ayat tersebut, sehingga anda tidak akan ngawur dalam memahami ayat alquran tersebut,.;

  6. Febri Teguh Ramadhan
    Mei 15, 2015 pukul 7:04 pm

    Al-qur’an memang bukan ilmu astronomi atau sains, tetapi tentunya al-qur’an akan senada dengan sains. Klo gw SD dulu pernah disuruh guru buat taruh air di ember yang ada gantungannya lalu gw disuruh mutar noh ember yang ada airnya dengan putaran yang cepat (mutarnya dr bawah ke atas). Alhasil air dari ember itu tidak tumpah, means ember itu bergerak.Ini sama juga dg bumi yang berputar dengan sangat cepat sehingga isi dalam bumi dalam keadaan stabil. Well, saya meyakini semua benda dialam semesta ini tidak diam, semua planet bergerak, bumi beredar dalam tata suryanya. dan matahari sebagai pusat tata surya beredar dalam galaksi. Kesemuanya tidak diam.

    atau coba masnya main hulahup, hulahup akan berdiam di pinggang anda apabila anda menggerakannya dengan cepat.
    ——–
    Demi langit yang mempunyai jalan-jalan (QS.Adz-Dzariaat:7)
    ——–

    Semua benda langit memiliki garis edarnya masing-masing, termasuk bumi. Bumi memiliki garis edarnya masing-masing tidak diam.

    Tunjukkan satu dalil saja yang menyatakan bahwa bumi itu tidak diam, baik dalil yg tegas atau dalil yang menyiratkan akan hal tersebut,.

    Langit juga mempunyai pintu mas,. dan pintunya dijaga oleh malaikat,.

  7. Febri
    Mei 15, 2015 pukul 7:03 pm

    Al-qur’an memang bukan ilmu astronomi atau sains, tetapi tentunya al-qur’an akan senada dengan sains. Klo gw SD dulu pernah disuruh guru buat taruh air di ember yang ada gantungannya lalu gw disuruh mutar noh ember yang ada airnya dengan putaran yang cepat (mutarnya dr bawah ke atas). Alhasil air dari ember itu tidak tumpah, means ember itu bergerak.Ini sama juga dg bumi yang berputar dengan sangat cepat sehingga isi dalam bumi dalam keadaan stabil. Well, saya meyakini semua benda dialam semesta ini tidak diam, semua planet bergerak, bumi beredar dalam tata suryanya. dan matahari sebagai pusat tata surya beredar dalam galaksi. Kesemuanya tidak diam.

    atau coba masnya main hulahup, hulahup akan berdiam di pinggang anda apabila anda menggerakannya dengan cepat.
    ——–
    Demi langit yang mempunyai jalan-jalan (QS.Adz-Dzariaat:7)
    ——–

    Semua benda langit memiliki garis edarnya masing-masing, termasuk bumi. Bumi memiliki garis edarnya masing-masing tidak diam.

    Cukuplah penjelasan Allah sang pencipta langit,bumi dan seluruh alam semesta ini,.
    Tidak ada ayat atau hadits yang menunjukkan bahwa bumi bergerak, berotasi, berevolusi,. justru sebaliknya, ayat atau hadits yang menunjukkan bahwa matahari bergerak,. itu ada,.

    Bumi itu diam, tidak bergerak,. Allah yang mengatakan,.

  8. putra
    Mei 5, 2015 pukul 11:21 am

    Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

    Untuk admin, bumi itu perputar klo tidak percaya coba tanya sama orang yg lagi pusing, klo ga tanya sama orang yg punya penyakit vertigo…he…he…tp itu juga sebatas ucapan “palaku lagi pusing jadi seakan2 bumi berputar” jadi orang pusing pun masih ada keraguan klo bumi itu perputar.

    Barakallohu fiik

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Iya mas, itu adalah teori orang yang lagi pusing,

    wafiika baarakallah,.

  9. AhMasa
    April 29, 2015 pukul 1:18 pm

    Wajarlah kalau berpendapat matahari yg beredar mengelilingi bumi, kan itu pendapat abad ke 6.

    Kecuali kalau berpendapat sekarang, maka bakal diketawain.

    Allah yang menciptakan langit,bumi,matahari,bulan,bintang dan seluruh semesta ini,.
    Dan Allah yang mengatakan bahwa MATAHARI diterbitkan dari timur,.

    فَإِنَّ اللّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ
    “Artinya : ….Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat,….”[Al Baqarah : 258]

    Maka keadaan keadaan matahari yang didatangkan dari timur merupakan dalil yang dhahir bahwa matahari berputar mengelilingi bumi.

    Bagi yang tidak paham penjelasan Allah, maka wajar mereka akan menertawakan, bahkan malah mempercayai perkiraan orang-orang kafir,.
    silahkan baca penjelasannya disini

    Simak penjelasannya, dengarkan audionya,. banyak yang tercerahkan dengan penjelasan ini, silahkan lihat disini

  10. gery
    April 24, 2015 pukul 7:33 am

    yang salah sih bukan ayat nya, yang nulis kesimpulannya yg salah, kecepetan ngambil kesimpulan tnpa pikir pikir dulu

    ya, betul, yang ngambil kesimpulan yang tanpa mikir dulu, jadi makna ayat dipahami terbalik-balik,. ayat sudah jelas,. bukan bumi yang beredar,. kok dipahami terbalik??

  11. ahmad
    April 22, 2015 pukul 9:38 am

    prihatin…. orang menafsirkan ayat setengah setengah…. belajar dulu dah yang bener

    saya lebih prihatin, ada manusia yang menjelaskan apa yang tidak diciptakannya, hanya teori2 belaka, padahal sang pencipta sudah menjelaskan dengan jelasnya,.

  12. Abiyasa
    April 22, 2015 pukul 9:28 am

    Memang benar mas, pada abad 7 di tanah Arab, ) kalau kita ngomong bahwa bumi berputar pada porosnya dan mataharinya diam saja, maka orang2 akan bilang kita GENDHENG dan diketawain se tanah Arab !!.

    Lha wong yang dirasakan dan dilihat itu mataharinya yang terbit di timur dan tenggelam di barat gitu lho!

    Ya tidak heran kalau tulisan2 jaman itu ya akan menceritakan berdasarkan kesaksian mata yang serupa.

    Sains belum semaju seperti sekarang. Tapi kalau jaman sekarang masih juga ada yang ngotot meyakini persepsi masa lalu, ya monggo silahkan saja.

    Wong keyakinan itu tidak perlu dibuktikan kok! Pokoke yakin saja titik! Beda dengan ilmuan yang baru yakin bila sudah bisa dibuktikan.

    Setahu saya, ayat2 di kitab suci tidak membahas detail soal sains.

    Lebih banyak bicara soal moral, sejarah, kisah2 masa lalu, fatwa2 Nabi kepada kaumnya, aturan2 bermasyarakat sesuai jamannya.
    Maaf tentu saja Allah yang paling tahu.

    Terimkasih abiyasa,. sudah komntar disini
    Mana buktinya, Kalau bumi berputar, belum ada yang pernah membuktikan, tapi kalau mensimulasikan ada,. dan namanya simulasi itu hanya rekayasa manusia,.

    manusia sudah berhasil pergi ke bulan saja itu masih berita yang tidak bisa dipastikan kebenarannya,. masa mau ditipu terus menerus?? sudah diulas disini

  13. emir
    April 8, 2015 pukul 8:32 am

    ente lihat mobil dan pesawat bikinan orang kafir??? kenapa ente bisa liat dan pegang… ente muslim gila otak anak tk

    woles aja dong mas,..
    ente lihat ga matahari itu terbit dari timur, dan tenggelam di barat?
    ente merasakan tidak kalau bumi ini bergerak dan berputar?
    Lihat dengan mata, dan gunakan otak mas deh,. anak TK aja tahu, kalau matahari yang terbit dan tenggelam, bukan bumi yang mengelilingi matahari, tapi matahari lah yg mengelilingi bumi,.

    Allah yang menciptakan matahari,bulan,bumi,bintang,langit dan alam semesta ini yang menyatakan bahwa matahari terbit,tenggelam,beredar,. dan tidak mengatakan bahwa bumi bergerak, beredar,berotasi, berevolusi,..

    mikir dong mas,.

    • Anonymous
      April 15, 2015 pukul 10:26 am

      Kebalik mas anak tk pun tau bahwa bumi yg mengelilingi matahari…..

      masa seeeh…

  14. Anonymous
    Februari 25, 2015 pukul 7:40 pm

    Assalamualaikum wr. wb.

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  15. Khotib Hakimin Norullah
    Februari 25, 2015 pukul 5:50 am

    terima kasih banyak saudara seiman yang telah menunjukkan dalil2 baik dari Al qur an maupun dari Al hadis.karna sejak duduk di bangku SD saya selalu berontak kalau bumi dikatakan yang bergerak.sebab setiap saya naik kapal terbang dari surabaya menuju Jakarta waktu mendaratnya selalu pas paling selisihnya berapa menit saja dan tak pernah salah tempat mendaratnya.

    maka saya lebih tidak percaya kalau bumi itu yang berjalan,seandainya bumi yang berjalan saya pastikan waktu mendaratnya tidak tepat dan tempat daratnya pasti salah.

    karna menurut tiori yang mengatakan bahwa bumi itu yang bergerak katanya gerak bumi itu cepat sekali.

    hatiku selalu bertanya tanya,kenapa kalau bumi itu yang berjalan kapal terbang yang saya ada didalamnya tidak ditinggalkan atau meninggalkan…?.

    sedangkan kapal terbang yang sedang terbang siapa saja yang mempunyai penglihatannya masih normal sudah pasti mengatakan kapal terbang berpisah dengan bumi.saya ulangi kenapa selalu pas dan tepat.

    Kalau jalannya bumi yang lebih cepat sudah pasti kapal terbang yang ditinggalkan maka harus berjam jam menunggu bumi mengantarkan Jakarta,ternyata tidak tidak.

    Iya kang Khotib,. begitulah keganjilannya,.. dan mereka berdalih, bumi itu berputar bersama atmosfirnya juga,.. padahal mereka sendiri belum pernah membuktikan, keluar dari atmosfir bumi dan melihat sendiri dari luar atmosfir,.. mereka hanya mengira-ngira saja,. sekedar teori,.

    Padahal mudah saja, seandainya bumi berputar dan berevolusi, kita bisa melihat bintang2 di langit pun akan berubah tempat,.

  16. Februari 23, 2015 pukul 9:47 am

    Assalamualaikum.

    Beruntunglah anda semua yang walaupun berseberangan pendapat tapi memang mempunyai disiplin masing-masing baik sebagai Ilmuwan atau sebagai Agamawan, dan akan lebih beruntung lagi yang memahami keduanya tanpa berlawanan. Mungkin bisa disebut ‘Kyai gaul’.

    Nah..saya yang mau komen disini tidak punya keduanya, tidak mempunyai latar belakang pendidikan formal atau Agama yang baik. Saya sangat mengandalkan Logika yang berkembang sesuai pengalaman saja.

    Saya belum final untuk menyatakan pendapat mendukung yang mana; Bumi mengitari Mentari atau sebaliknya. Akhir2 ini saya banyak membaca dari Internet ini saja, baik itu berupa teori2 Ilmiah atau Ayat dan dalil2 Agama yang semuanya sama saja bikin kepala pusing. Tapi… ya asyik juga!

    Tapi, saya cukup setuju bila acuan untuk menentukan gerak alam semesta ini bagi manusia adalah Bumi karena inilah rumah Manusia. Entah kalau nanti kita sudah bisa mendiami Bulan, Mars atau bahkan mendiami Matahari (hehe gosong lo). Sejauh ini sepengetahuan saya bahwa selain pengamatan dari Bumi yang juga penelitian tersebut baru sampai tingkat satelite yang jaraknya tidak terlalau jauh dari Bumi, jadi menurut saya ya belum leluasa mengamati Alam semesta, artinya masih Relatif. Yang saya baca ada 3 macam orbit satelite, yang redekat adalah satelite jelajah yg bergerak dan yang terjauh adalah satelite komunikasi yang mempunya sisi selalu sama dengan Bumi.

    Kemudian pengetahuan yang sesuai dengan logika saya adalah bahwa sesuatu (benda) itu bisa bergerak, apalagi dengan kecepatan yang tinggi membutuhkan bahan bakar, dalam hal ini menurut saya Mataharilah yang mempunyai energi untuk bergerak cepat itu yakni ‘Panas’. Sedangkn benda2 lainnya yang terpenagruh gaya gravitasi atau medan elektromagneti juga bergerak, bisa saya ibaratkan dengan Dynamo, entah yg mana rotor yg mana statornya?, tapi kesatuannya adalah Dynamo.

    Wassalam.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Terimakasih sudah koomentar disini,.
    sebenarnya simpel,.
    Matahari itu makhluk ciptaan Allah, bulan juga demikian, bumi juga termasuk, dan seluruh alam semesta ini, langit,bintang,. itu ciptaan Allah, dan semuanya tunduk dan patuh kepada perintah Allah, tidak seperti manusia, ada yang patuh dan ada yang tidak patuh,.

    Allah memerintahkan matahari dan bulan beredar, dan memerintahkan bumi untuk diam,. dan kita dengan mudah bisa membuktikannya,..
    Adapun teori manusia, itu hanya teori, yang mungkin hari ini benar, tapi besok sudah ada yang membantahnya,. bahkan bikin bingung,..

    contoh simpel saja, gaya gravitasi bumi,.. apakah itu benar? benda tertarik ke bumi itu karena gaya gravitasi bumi??
    Pernahkah kita merasakan bahwa kita ditarik oleh gaya gravitasi bumi?? saya pribadi tidak merasakan kaki saya ditarik oleh gaya gravitasi bumi,.

    Kita bisa kasih permisalan,. jika kita punya magnet, lalu ada paku,baud, juga serbuk bijih besi,. kita dekatkan magnet, maka semua akan tertarik oleh gaya tarik magnet tsb,.

    Kita terapkan di gaya gravitasi bumi,.. pernahkah kita merasakan jika kita memegan benda seprti batu, kayu, itu kita merasakan benda yang kita pegang itu ditarik ke bumi oleh gaya gravitasi?
    Jika iya, dan terbukti batu kalau kita lepaskan jatuh ke bawah, lalu kenapa debu-debu yang bentuknya jauh lebih kecil tidak tertarik oleh gaya tersebut? padahal lebih ringan,. demikian pula asap,

    Kalau saya percaya, itu jatuh ke bawah karena sudah sunnatullah,karena Allah yang mengaturnya, bukan karena ditarik oleh gaya tersebut,. Allah sangat mampu menjadikan itu jatuhnya bukan ke bawah, tapi ke atas,.

    Saya beri permisalan lagi, Bumi ini bulat,. lalu misalkan ada yang berhasil membuat lubang dari daratan indonesia, lalu tembus ke bawah indonesia di ujung dunia sebaliknya, lalu kita jatuhkan benda ke dalamnya,.. akan kemanakah benda tersebut jatuhnya???

    Terus jatuh ke bawah hingga tembus ke ujung dunia di sebaliknya tsb?? he..he..he.. semakin pusing saja,.

    Itulah teori manusia,. hanya bikin pusing,

    • Rheeghal Bhengal
      Februari 23, 2015 pukul 3:55 pm

      Assalamualaikum.

      Terimakasih atas tanggapannya. Saya cuma berharap ada keajaiban Tuhan bagi saya agar terlepas dari segala keraguan, bisa menjalani kehidupan ini dengan nyaman dalam keimanan, yang sekarang ini memang banyak pusingnya dengan pertanyaan2 yang tak diundang. Setannya sungguh kuat!! :v

      wa’alaikumussalam warahmatullah,.
      terimakasih,.
      Obat dari keraguan adalah bertanya,. bukan nyari2 sendiri jawabannya,. iya kalau dapat jawaban yang bener, kalau jawaban tsb malah salah, tentu akan semakin membuat anda tambah pusing,.
      silahkan tanyakan mana yang membuat anda pusing,.

    • wawan
      Juni 30, 2015 pukul 5:41 pm

      akan melayang di inti bumi…ha..ha..ha. atau terjadi gangguan gravitasi di sekitar lubang yang menembus ke sisi lain bumi..ha..ha..ha..

      Itu juga teori,..
      sama halnya seperti aliran air,. kemanakah air itu mengalir? dari dataran tinggi ke dataran rendah?? betulkah??
      Mari kita buktikan,..
      Bumi ini bulat,. lalu mana dataran tinggi dan rendahnya??
      Air mengalir dari gunung menuju lautan, itu sudah sunnatullah, Allah yang memerintahkannya,. dan di laut pun air sungai tidak akan pernah bercampur dengan air laut, ada dinding pembatasnya,. ini juga sunnatullah,.
      Semua makhluk Allah yang mengatur pergerakannya,.

  17. elfan
    Februari 23, 2015 pukul 1:10 am

    MISTERI ALAM DAN LANGIT WUJUD KEKUASAAN SANG TUHAN, ALLAH

    Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di BUMI, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.” (QS. 2:36)

    dimanakah gerangan wahai si ‘bumi’ keduanya???
    Makanya kalau memahami alquran itu baca tafsirnya, bukan yang dibaca ilmu sains,. ya ngga nyambung,.
    Nabi adam bukan diturunkan dari bumi kembarannya, tapi diturunkan dari surga,. dulu adam juga iblis itu tinggal di surga, karena kesombongan iblis diturunkan dari surga, lalu adam karena terkena bujuk rayu hawa yang dibisiki oleh iblis akhirnya ikut diturunkan dari surga, turun ke dunia ini, ke bumi,

    Sayangnya, meskipun manusia bisa melihat kembaran bumi dalam beberapa tahun lagi, untuk sampai tiba di sana bukan perkara yang mudah bahkan hampir mustahil. Ilmuwan dinyatakan harus bisa menemukan teknologi roket yang mampu mematahkan teori relativitas Albert Einstein.

    Menurut Einstein, tidak ada benda yang mampu berpindah dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya. Padahal untuk bisa mencapai planet-planet di luar tata surya kita dibutuhkan kecepatan melebihi cahaya agar manusia bisa selamat dan terhindar dari faktor pembunuh seperti radiasi.

    Kalau mau melihat alam tempat adam dahulu, silahkan beramal shalih mas,. dan berharap agar masuk surga,.karena adam dulu tinggal di surga,.

    “Kita (manusia) sangat rapuh. Kita tidak akan bisa melakukan perjalanan antariksa dalam waktu lama bila tidak mendapat bantuan,” tambah Dr. Mather.

    Berita manusia yg pergi ke bulan itu juga masih diragukan kebenarannya, apalagi berhasil sampai ke mars,.. HOAX

    http://www.merdeka.com/teknologi/nasa-bumi-kedua-ditemukan-15-tahun-lagi.html

    berita di atas adalah kengawuran berita dari NASA,.

    hari gini kok mau dikibulin terus-terusan?? apa kata dunia,.

  18. dhadhik
    Februari 21, 2015 pukul 5:56 pm

    Assalamualaikum

    mas admin,kalo saya tetep percaya Al Quran dan sunnah dgn pemahaman para sahabat bahwa bumi ini diam,titik.

    andai dulu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam mengatakan pd orang kafir qurais bahwa bumi bergerak mengelilingi matahari pasti diketawain dan ditinggalkan ajakan beliau,

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    iyo mas,.bisa jadi,. diketawain, ditinggalin,
    Tapi sekarang kan banyak tuh yang mau dikibulin teori orang-orang yang mengedepankan logika, teori-teori belaka.

    • dhadhik
      Februari 21, 2015 pukul 9:03 pm

      iya mas, saya dl jg bagian dari mereka yg dikibulin,
      tapi setelah mengenal sunnah Alhamdulillah sampai kapanpun saya akan mengatakan mataharilah yg bergerak dan bumi diam seperti yg ada pada Al quran dan sunnah,hidayah Allah benar2 sangat nikmat ya mas,

      saya heran pdhl banyak yg menentang banyak yg mencibir tapi kok kita makin semangat mencari ilmu agama ini,

      Walhamdulillah,..sikap seorang muslim jika mendengar kabar dari Rasulnya, maka sami’na wa atha’na,.

  19. Kurnia Lirahmat
    Februari 21, 2015 pukul 2:51 pm

    Sekali lagi ana dapatkan terjemah yang tidak pas QS Ar-Ruum: 25 antum terjemahkan “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berhentinya langit dan bumi dengan iradah-Nya. Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu (juga) kamu keluar (dari kubur).”[QS. Ar Ruum:25] Akhi yang namanya qiyam itu bukan berhenti, akan tetapi berdiri atau jelasnya adalah “qiyamun bilaa amadin” berdiri tanpa tiang, bisa dicek di kitab-kitab tafsir mu’tabar seperti Ibnu Katsir, As-Sa’di dan yang lainnya
    Ibnu Mas’ud berkata قامتا على غير عمد بأمره
    artinya kedua-duanya (bumi dan langit) berdiri tanpa tiang dengan perintah Allah (Tafsir Al-Baghowi)
    Jadi mengapa antum terjemahkan kata “taquma” dengan berhenti, ini menyelisihi penafsiran Ibnu Mas’ud yang lebih pandai dari antum dalam memahami ayat Al-Quran….
    Laa haula Walaa Quwwata Illa Billah…
    ini penerjemahan yang benar QS Ar-Ruum: 25
    Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan iradat-Nya. Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu (juga) kamu keluar (dari kubur). (Copas dari Software Ayat)

    Terimakasih kurnia,.
    Jika memang betul itu artinya berdiri,.maka,.. apakah seorang yang dikatakan bergerak apalagi dengan kecepatan yang sangat cepat itu disebut berdiri??????

    Ini hanya semakin menguatkan bahwa BUMI ITU DIAM, DEMIKIAN PULA LANGIT,.

    langit dan bumi itu diam, tidak bergerak,.
    walhamdulillah,. semakin menguatkan bahwa bumi itu diam, berdiri,.. dan kata berdiri itu bumi dan langit disandingkan,.
    jadilah bahwa bumi dan langit itu diam, dan bisa kita buktikan, bisa kita saksikan,.

  20. klinikgizi
    Februari 21, 2015 pukul 7:26 am

    assalamualaikum….
    Jika teori bumi berputar itu benar tentu waktu penerbangan dari arah timur ke arah barat akan lebih cepat karena pada saat pesawat berada di atas, bumi dibawah juga berputar kearah timur.

    begitu juga sebaliknya, waktu penerbangan dari arah barat ke timur akan semakin jauh, karena pada saat pesawat berada diatas, bumi juga berputar ke arah timur.

    tapi kenyataannya tidak demikian, ternyata bumi tetaplah diam ditempatnya sebagaimana yang telah Allah sebutkan dalam firmannya

    Beruntunglah orang-orang yang benar-benar mengimani Alqur’an tanpa keraguan sedikitpun.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.

    iya,. betul sekali,

    • klinikgizi
      Februari 21, 2015 pukul 7:34 am

      dan subhanallah, ternyata waktu tempuh penerbangan pesawat dari indonesia ke arab saudi (timur ke barat) dan dari arab saudi ke indonesia (barat ke timur) tetaplah sama.

      Iya,. betul, itu artinya bumi diam,.

      Dan jika mereka berdalih, kan bumi berputar bersama atmosfir bumi,.. he..he..he… ini adalah sebatas teori, kapan dia naik ke luar bumi,, dan jika benar , maka dia tidak akan bisa atau sangat sulit sekali mengejar bumi yang selain berotasi juga berevolusi dengan kecepatan yang super cepat,..

    • Febri Teguh Ramadhan
      Mei 25, 2015 pukul 3:45 pm

      Sebenarnya ini bisa dianalogikan kalau kalian naik sebuah kendaraan.
      lets say anda naik bis yang sedang berjalan (bergerak). Anda duduk didepan, tetapi kemudian anda ingin duduk di belakang. Tentu dalam keeadaan bis yang bergerak maju itu anda bisa melampaui kursi yang akan anda duduki di belakang.

      Pesawat itu masih berada di dibumi belum keluar dari bumi, keluar dari atmosfer bumi juga belum.. -__-” Yah analoginya seperti kalian naik bis aja gitu. Punya akal kan?? bisa berfikir tentunya… :))

      Oke,. masih analogi naik pesawat nih ceritanya mas Febri,.
      Jika kita naik pesawat senyaman apapun, secepat apapun,. apakah kita merasakan sedang menaiki pesawat yang bergerak cepat tidak???
      Pasti jawabnya,… IYA, merasakan,..

      Nah,. katanya bumi ini bergerak sangat cepat,.. KATANYA LHO,.. pernah tidak kita merasakan bahwa kita sedang menaiki bumi yg super cepat ini?

  21. Kurnia Lirahmat
    Februari 21, 2015 pukul 1:20 am

    Coba antum hukumi dengan dzohir Qs Al-Baqarah: 22, bagaimanakah bentu bumi dalam ayat itu?

    Bumi dihamparkan, betul dihamparkan sehingga walaupun bentuknya bulat, bumi bisa ditempati karena sudah Allah hamparkan,.

    Saya kasih contoh mas kurnia,.
    Taruhlah Ada orang yang membuat sebuah bola dengan ukuran besar, sangat besar misalkan diameter bola tersebut adalah 1 kilo meter, anggaplah ada yang bisa membuatnya,.

    pertanyaannya,. apakah anda bisa leluasa melakukan aktifitas di bola raksasa tersebut di semua bidangnya?? itu namanya bukan dihamparkan,. jadi orang yang beraktifitas di bola raksasa tersebut pun mengalami kerepotan,..

    nah, bumi sudah Allah hamparkan, walaupun bulat,.
    Tentang bumi bukanlah datar, tapi bulat dan dihamparkan, mudah sekali membuktikannya,.silahkan lihat perahu layar yang berlayar di lautan,. nanti si kapal itu akan menghilang sedikit demi sedikat tiang layarnya,,. ini menandakan bumi itu bulat,. jika datar, maka kapal tersebut akan menghilang, dan mengilangnya itu bukan tiangnya dahulu, tapi si kapal akan mengecil terlihatnya,dan akhirnya hilang sama sekali,..

  22. Kurnia Lirahmat
    Februari 19, 2015 pukul 6:12 pm

    Akhi…
    Ilmu Allah itu luas, janganlah sampai kita kemudian jatuh di dalam kejumudan dengan mentaqlidi sebuah pendapat, disebabkan pendapat itu datangnya dari Al-‘Alamah Syaikh Utsaimin… Beliau ahli dalam masalah ulumud diniyah dan Ana pun menggunakan kitab-kitab beliau tatkala mengajar…
    Akan tetapi beliau adalah manusia biasa yang tetap memiliki keterbatasan dalam bidang ilmu yang lain…
    Ingatlah bahwa Rasulullah pun dalam masalah bercocok tanam kurma bukan ahlinya, hingga muncul hadits yang terkenal “Antum ‘Alamu bi umurid dunyakum”
    Ingatlah kaidah “Al-Ibratu biumumil lafdzi laa bikhushusis sabab”
    Wallahu ‘Alam…

    Siapa yang taklid kepada ulama seperti Syaikh Utsaimin?
    Syaikh utsaimin menyampaikan dalil baik dari alquran atau hadits shahih,.

    Tidak mengapa anda menyebut saya taklid kepada Syaikh Utsaimin, sebab Syaikh Utsaimin menyampaikan dalil, jadi bukan taklid namanya,.
    Justru pertanyaannya,.

    Siapa yang taklid?
    Siapa yang anda taklidi dalam hal ini? teori orang kafir barat itu??
    Laa haula walaa quwwata illa billah,..

    silahkan jika anda tidak mau dikatakan taklid, SEBUTKAN SATU DALIL SAJA yang menyatakan bahwa BUMI ITU BERPUTAR,ATAU BERGERAK,..
    monggo,.. saya tunggu,..

    • Kurnia Lirahmat
      Februari 21, 2015 pukul 1:16 am

      kenapa tafsir ibnu katsir surat an-naml ayat 88, yang ana posting dengan bahasa arab tidak antum tampilkan akhi?

      Apakah anda tidak baca komentar-komentar yanga ada? itu sebenarnya sdh saya jawab, ini jawaban untuk hal diatas:

      ayat yang anda sebutkan bukan menjelaskan tentang hal tersebut saat ini, tapi sedang bercerita tentang kondisi hari kiamat, dimana gunung-gunung allah jalankan bak awan,.

      ini saya nukilkan ayatnya, baca ayat sebelumnya dan sesudahnya,.:

      وَيَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَفَزِعَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ۚ وَكُلٌّ أَتَوْهُ دَاخِرِينَ﴿٨٧﴾
      (87)Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.

      وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ ۚ صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ ۚ إِنَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَفْعَلُونَ﴿٨٨﴾

      (88)Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

      مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ خَيْرٌ مِنْهَا وَهُمْ مِنْ فَزَعٍ يَوْمَئِذٍ آمِنُونَ﴿٨٩﴾

      (89)Barangsiapa yang membawa kebaikan, maka ia memperoleh (balasan) yang lebih baik dari padanya, sedang mereka itu adalah orang-orang yang aman tenteram dari pada kejutan yang dahsyat pada hari itu.

      JELAS BUKAN?? ayat tersebut bukan menceritakan keadaan gunung saat ini, yang memang gunung tersebut diam,. nanti di hari kiamat gunung-gunung tersebut akan dijalankan seperti awan,. gunung-gunung akan ditabrakkan,..
      itulah kengerian di hari kiamat,.

      Jadi, baca ayat jangan sepotong-sepotong,. jadinya informasinyapun terpotong,.

    • Kurnia Lirahmat
      Februari 21, 2015 pukul 1:16 pm

      Dalil tentang bumi bergerak ada di surat Yasin ayat 40… belajar Ushul Fiqih dulu untuk memahami ayat ini akhi… Syukron

      He..he..he… terimakasih,.

      ini saya cantumkan surat tersebut,.silahkan para pembaca blog ini, baca nih dalil BUMI BERGERAK,. mari kita sama-sama lihat,….

      لَا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ ۚ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ﴿٤٠
      (40)Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang.
      Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.

      Adakah kata-kata BUMI disebutkan disitu? lho kok bisa menyimpulkan ayat tersebut adalah dalil BERGERAKNYA BUMI??
      Apakah arti ayat diatas kurang jelas?
      Rasulullah orang arab, para sahabat juga pandai bahasa arab,.lah kok tidak ada satupun sahabat yang memahami dari ayat tersebut bahwa bumi yang bergerak??

      Anda katakan nyuruh saya belajar ushul fikih??? Apakah dengan ushul fikih ini pemahamannya jadi terbalik-balik??

      Akhi,.. tolong sampaikan SATU DALIL saja yang menjelaskan bahwa bumi bergerak,.

      Dalil surat yasin ayat 40 tersebut malah menyatakan matahari dan bulan yang beredar, sedang bumi tidak,..

      Lucu sekali deh komentarnya,

      • kurnialirahmat
        Februari 21, 2015 pukul 4:29 pm

        Nah gini ya antum tahu nggak kalau Syaikh Utsaimin punya kitab Ushul Fiqih namanya Al-Ushul Min Ilmil Ushul?
        Kalimat Kullun itu adalah nakiroh bima’na ‘aam
        artinya semua benda langit itu bergerak termasuk bumi,
        dangkal sekali pemahaman antum hehe…

        wah, semakin lucu,.
        Nah Syaikh Utsaimin sendiri malah yang menjelaskan bahwa BUMI ITU DIAM,. itu penulis kitab Al-Ushul Min Ilmil Ushul saja mejelaskan dengan sangat gamblang bahwa MATAHARI YANG MENGELILINGI BUMI,. disini penjelasan Syaikh Utsaimin

        he..he..he.. silahkan dibaca disini mas,. tuh ulama yang paham ushul fikih saja ikut dengan dalil , pernyataan Allah dan pernyataan Rasulullah,. mataharilah yang mengelilingi bumi,.

        Saya semakin tambah yakin, Mataharilah yang mengelilingi bumi

        Mudah-mudahan andapun tidak menuduh Syaikh Utsaimin itu berpemahaman dangkal juga, sebagaimana anda tuduh saya berpemahaman dangkal,.

  23. Kurnia Lirahmat
    Februari 19, 2015 pukul 12:32 pm

    Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Setiap ulama tentu berhak untuk mengeluarkan pendapat dan fatwanya. Juga berhak untuk diikuti fatwa dan pendapatnya itu oleh umat Islam.

    Namun tidak ada satu pun manusia yang dijamin oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW selalu pasti benar dalam segala halnya. Bahkan para shahabat yang mulia dan dijamin masuk surga sekalipun, terkadang tidak saling sependapat dalam banyak masalah antara sesama mereka. Perbedaan pandangan di kalangan shahabat nabi SAW menunjukkan bahwa seseorang bisa saja punya pendapat yang berbeda dengan saudaranya, tanpa harus terjadi permusuhan atau saling ejek di antara mereka.

    Para ulama sejak masa salaf dahulu, banyak yang berbeda pendapat. Di antara mereka ada yang benar dalam ijtihad dan di antaranya ada yang salah. Bahkan Imam As-Syafi’i rahimahullah pernah mengoreksi pendapat-pendapatnya yang telah ditetapkan sebelumnya. Sehingga ada dua qaul dalam mazhabnya, yaitu qaul qadim ketika beliau tinggal di Iraq dan qaul jadid ketika beliau tinggal di Mesir.

    Bahkan para ulama di level mujtahid mutlak sekalipun tidak pernah mewajibkan manusia untuk hanya berguru kepada dirinya sendiri saja. Bagi mereka, bila ada orang yang ingin berpendapat sebagaimana pendapat dirinya, boleh saja. Tapi bila menolak dan mengambil pendapat ulama lain, mereka ikhlas dan sama sekali tidak sakit hati.

    Bila di masa sekarang ini ada pendapat dan pandangan dari ulama tertentu yang barangkali tidak kita sejalan, tanpa mengurangi rasa hormat kepada beliau, boleh saja hal itu ditolak dan tidak berdosa. Asalkan ada pembanding dari pendapat ulama lainnya yang dirasa lebih kuat hujjahnya.

    Matahari Mengelilingi Bumi?

    Benar bahwa salah satu di antara ulama yang berpendapat bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi adalah Syeikh Al-Utsaimin. Keluasan ilmu beliau dan kedalamannya dalam masalah agama, tentu tidak perlu diragukan lagi. Namun bukan berarti beliau harus selalu benar dalam semua pendapatnya.

    Apalagi yang beliau sampaikan bukan terkait dengan masalah umurdiniyyah, melainkan tsaqafah umum terkait dengan sebuah fenomena alam yang di dalam Al-Quran disampaikan lewat isyarat. Bukan lewat pernyataan yang bersifat eksplisit. Artinya, kesalahan dalam memahami hal-hal seperti ini tidak berpengaruh pada masalah aqidah dan syariah, namun lebih kepada informasi tentang fenomena alam dan ilmu pengetahuan.

    Kalau kita teliti lebih dalam, sebenarnya di dalam Al-Quran tidak pernah ada ayat yang bunyinya secara tegas menyebutkan bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi. Penekanannya di sini pada kalimat: mengelilingi bumi. Kalau ayat yang menunjukkan bahwa matahari bergerak dan digerakkan oleh Allah SWT, memang banyak bertaburan di banyak tempat dalam Al-Quran. Akan tetapi tidak ada satupun yang menyebutkan dengan mengelilingi bumi.

    Yang ada hanya pernyataan bahwa matahari itu bergerak, beredar, terbit, terbenam, condong, pergi, datang dan sejenisnya. Semua pernyataan itu tentu tidak boleh kita tolak. Namun sekali lagi, Al-Quran tidak pernah menyebutkan bahwa matahari MENGELILINGI bumi. Tidak ada ayat yang bunyinya: asyamsu taduru haulal ardhi.

    Walhasil, secara zahir nash tidak ada pernyataan di dalam Al-Quran bahwa matahari mengelilingi bumi.

    Kalau pun matahari disebutkan telah bergerak dalam arti terbit, terbenam, condong dan sebagainya, tidak ada seorang muslim pun yang menolaknya. Karena zhahir nash memang mengatakan demikian. Perhatikan ayat-ayat berikut ini:

    Dan Dia telah menundukkan bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar; dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.(QS. Ibrahim: 33)

    Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.(QS. Yasin: 40)

    Ilmu pengetahuan sekarang ini tidak menafikan bahwa matahari beredar dan tidak diam. Sampai di sini tidak ada perbedaan antara ayat dengan ilmu pengetahuan. Tetapi ayat ini tidak menyebutkan apapun tentang matahari bergerak mengelilingi bumi. Ayat ini hanya menyebutkan bahwa matahari hanya bergerak saja pada garis edarnya tanpa menyebutkan bahwa garis edarnya mengelilingi bumi.

    Namun semua yang terkait dengan informasi matahari itu sangat dikaitkan dengan pandangan subjektif manusia. Di mana Allah SWT memang berfirman untuk umat manusia. Maka boleh saja disebutkan bahwa matahari itu terbit, tentunya dari sudut pandang manusia. Padahal sesungguhnya, matahari tidak pernah pergi menghilang dari wujudnya, dia hanya menghilang dari pandangan mata kita saja.

    Untuk lebih jelasnya, silahkan perhatikan ayat berikut ini:

    Hingga apabila dia telah sampai ke tempat ter benam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata, “Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka.” (QS Al-Kafhi: 86)

    Kalau kita lihat zhahir nash ayat ini, jelas sekali disebutkan bahwa ada tempat terbenamnya matahari, di mana matahari bukan hanya terbenam, tapi disebutkan tempatnya masuk ke dalam bumi, yaitu di laut yang berlumpur hitam. Tetapi apakah matahari turun ke bumi dan masuk ke dalam laut? Tentu tidak bukan. Ini hanya pandangan subjektif seseorang yang melihat seolah-olah matahari masuk ke dalam laut. Padahal hakikatnya matahari berjarak 8 menit perjalanan cahaya dari bumi.

    Di dalam dalil lainnya yang juga shahih, disebutkan hal yang lebih aneh lagi. Yaitu matahari pergi ke ‘Arsy.

    Nabi SAW berkata kepada Abu Dzar ketika matahari terbenam. “Apakah engkau tahu ke mana dia pergi?” Abu Dzar menjawab, “Allah dan rasulnya lebih mengetahui.” Nabi berkata, “Sesungguhnya dia pergi bersujud di bawah Arsy dan meminta izin lalu diizinkan. Dan dia meminta izin dan tidak diizinkan. Kemudian dikatakan, kembalilah ke tempat kamu muncul dan terbenamlah dari arah baratnya.”

    Kalau memang hakikatnya matahari pergi pulang ke arsy tiap hari, dalam logika kita manusia di muka bumi, tentu harus ada masa dalam 24 jam bumi tidak mendapat sinar matahari dan juga alam semesta. Namun separuh manusia yang melata di muka bumi ini selalu dalam keadaan melihat matahari. Matahari tidak pernah tenggelam dari pandangan seluruh manusia di bumi.

    Matahari hanya kelihatan terbit buat segelintir orang yang kebetulan berada pada posisi matahari terbit. Demikian juga matahari hanya terbenam dalam pandangan manusia yang kebetulan berada di belahan bumi yang sebentar lagi membelakangi matahari. Dan semua itu terjadi bergantian. Tapi sesungguhnya matahari tidak pernah absen dari kita. Yang terjadi sesungguhnya, manusia lah yang absen dari matahari dengan membelakanginya.

    Dan karena Al-Quran bukan kitab astronomi, bahkan punya unsur sastra yang tinggi, maka sah-sah saja semua ungkapan yang seolah-olah menggambarkan bahwa matahari melakukan semua gerakan itu. Tanpa harus terjebak untuk menjelaskannya secara astronomi.

    Seperti ungkapan indah Al-Quran tentang malam dan siang yang saling berkejaran, apakah kita mau artikan bahwa malam dan siang itu seperti dua anak kecil main kejar-kejaran atau main petak umpet? Tentu tidak, bukan? Ungkapan berkejaran itu adalah gaya bahasa yang indah, tapi jangan dipahami terlalu teknis dan sederhana.

    Bahkan di dalam Al-Quran bertabur ayat yang punya gaya ungkapan bahasa yang indah, kadang sampai terasa aneh. Misalnya, uban yang tumbuh di kepala nabi Zakaria, disebutkan dengan ungkapan khas yaitu uban berkobar di kepala. Berkobar itu kan sesungguhnya sifat dari api. Tetapi apakah benar kepala nabi Zakaria itu terbakar? Tentu tidak, bukan?

    Ia berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah berkobar dengan uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdo’a kepada Engkau, ya Tuhanku.” (QS Maryam: 4)

    Kebenaran Ilmu Pengetahuan

    Namun lepas dari perbedaan pendapat dalam memahami nash Quran, kita pun harus tahu bahwa kebenaran dalam ilmu pengetahuan pun tidak pernah mutlak. Setiap kali selalu saja ada teori yang tumbang dengan teori baru. Setiap saat selalu saja muncul penemuan dan kebenaran baru, untuk sampai saatnya akan tumbang digantikan dengan yang baru.

    Apa yang kita yakini sebagai kebenaran empiris tentang ilmu astornomi, sangat kita yakini suatu hari akan tumbang dengan fakta terbaru.

    Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Terimakasih, komentar yang sangat panjang,.
    saya jawab simpel saja,.
    saya menyoroti bagian koment ini saja ====

    Yang ada hanya pernyataan bahwa matahari itu bergerak, beredar, terbit, terbenam, condong, pergi, datang dan sejenisnya. Semua pernyataan itu tentu tidak boleh kita tolak. Namun sekali lagi, Al-Quran tidak pernah menyebutkan bahwa matahari MENGELILINGI bumi. Tidak ada ayat yang bunyinya: asyamsu taduru haulal ardhi.

    Walhasil, secara zahir nash tidak ada pernyataan di dalam Al-Quran bahwa matahari mengelilingi bumi.

    ====

    Banyak ayat atau hadits yang menyatakan matahari, bulan yang bergerak, ini saja sudah cukup kuat sebagai bukti mathari dan bulanlah yang bergerak,

    kenapa??

    Sebab tidak ada satupun dalil baik dari ayat atau hadits yang menyatakan bahwa bumi bergerak, justru yg ada malah yang menyatakan bumi itu diam,

    Apalagi sangat banyak dalil yang mengisyaratkan bahwa matahari yang beredar, bukan bumi yg beredar

    Tentang kabara dari Allah, kita wajib mengimaninya, contoh ttg sujudnya matahari di bawah arsy, wajib kita mengimaninya, tidak usah mempertanyakan bagaimana cara sujudnya,. jangan kita menggunakan logika atau akal kita utk mempertanyakan hal ghaib,. sujudnya matahari itu hal ghaib bagi manusia,. jadi jika anda bertanya bagaimana sujudnya, maka akal anda tidak akan sampai,.

    Bagaimana cara sujudnya matahari? silahkan baca ulasannya disini

  24. Abi Kholil
    Februari 18, 2015 pukul 2:01 pm

    Allah Akbar

    Ane Percaya Al-qur’an dan Hadist

    Sudah kewajibannya kaum muslimin wajib meyakini dan mempercayai kebenaran alquran,karena kebenaran Alquran dan hadits shahih itu PASTI BENAR, berbeda dengan penelitian para ilmuwan, hari ini benar, besok bisa jadi salah,. dan penelitian ilmuwan yang berseberangan dengan kabar dari Alquran dan hadits, PASTI penelitian itu yang SALAH,.

  25. Ibnu Kencana
    Februari 18, 2015 pukul 3:44 am

    kalau bumi tidak berputar, dia akan ditarik oleh gravitasi matahari.
    krn dia berputar mengitari matahari, muncul gaya sentrifugal yg melawan gravitasi matahari tadi.

    sama seperti anda mengikat batu dgn tali dan memutar tali tersebut. batu terasa terlempar keluar putaran, tapi ditahan oleh tali.

    -kalau anda memutar terlalu lambat atau diam saja, batu jatuh (=bumi ditarik dan jatuh ke matahari).
    -kalau anda memutar terlalu cepat, tali putus dan batu terlempar (=bumi melayang menjauhi matahari, menjadi benda spt komet)

    teori barat tidak perlu diharamkan, nyatanya anda pake teknologi internet yg berasal dari barat. quran tidak salah, pemahaman anda yg salah.

    Terimakasih mas ibnu,.
    Allah yang menciptakan matahari, Allah juga yang menciptakan bumi,bulan,bintang,.langit,..
    Dan Allah sangat mampu membuat bumi diam, dan menjalankan matahari,bulan,siang dan malam, juga menerbitkan bintang,..
    Ngga ngaruh adanya gaya gravitasi,.

    Jadi apa yang anda utarakan itu adalah logika anda, dan analisa anda,.
    Allah sudah menjelaskan bahwa bumi diam, matahari dan bulan yang bergerak,.
    Lebih percaya kepada siapa, percaya kepada keterangan pembuat matahari, atau keterangan ilmuwan yang menolak penjelasan dari Allah??
    Gunakan akal cerdas anda,.

    Teori barat yang bisa dibuktikan ngga sebatas cuma teori, maka mungkin bisa diterima, tapi jika ada dalil yang ternyata berseberangan dengan teori tsb, maka dalil yang kita ambil, dan teori tsb lah yg salah,.

    Internet itu urusan dunia, sama seperti mobil,hape,listrik,.. boleh kita gunakan selama menguntungkan islam, dan itu juga bisa digunakan utk merusak islam,. buang yang buruknya, ambil yang baiknya,.

    ngga nyambung jika dihubung2kan dengan masalah perputaran matahari thd bumi,.

    Salah satu contoh, teori barat mengatakan kenapa terjadi cuaca yg sangat panas dan sangat dingin?? tapi apa kata Allah tentang cuaca tersebut,? itu adalah pengaruh dari bernafasnya neraka, sudah saya posting disini

    • Anonymous
      Februari 19, 2015 pukul 2:39 pm

      Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
      (QS: An-Naml Ayat: 88)

      terimakasih sdh komentar disini,. walaupun sekedar mencantumkan arti ayat, saya tahu maksudnya,.
      ayat yang anda sebutkan bukan menjelaskan tentang hal tersebut saat ini, tapi sedang bercerita tentang kondisi hari kiamat, dimana gunung-gunung allah jalankan bak awan,.

      ini saya nukilkan ayatnya, baca ayat sebelumnya dan sesudahnya,.:

      وَيَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَفَزِعَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ۚ وَكُلٌّ أَتَوْهُ دَاخِرِينَ﴿٨٧﴾
      (87)Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.
      وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ ۚ صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ ۚ إِنَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَفْعَلُونَ﴿٨٨﴾

      (88)Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
      مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ خَيْرٌ مِنْهَا وَهُمْ مِنْ فَزَعٍ يَوْمَئِذٍ آمِنُونَ﴿٨٩﴾

      (89)Barangsiapa yang membawa kebaikan, maka ia memperoleh (balasan) yang lebih baik dari padanya, sedang mereka itu adalah orang-orang yang aman tenteram dari pada kejutan yang dahsyat pada hari itu.

      JELAS BUKAN?? ayat tersebut bukan menceritakan keadaan gunung saat ini, yang memang gunung tersebut diam,. nanti di hari kiamat gunung-gunung tersebut akan dijalankan seperti awan,. gunung-gunung akan ditabrakkan,..
      itulah kengerian di hari kiamat,.

      Jadi, baca ayat jangan sepotong-sepotong,. jadinya informasinyapun terpotong,.

      • Kurnia Lirahmat
        Februari 20, 2015 pukul 12:26 am

        ada kaidah umum “al-ibrotu biumumil lafdzi laa bikhushusis sabab”

        Akibat memahami ayat sepotong-sepotong, jadinya seperti ini,.. parah hasilnya,.

  26. Andi Y
    Februari 12, 2015 pukul 2:19 am

    Setelah mndengar penjelasan soal geocentric itu dari Al-Quran n Al-Hadist, Insya Allah saya percaya 100% kebenarannya dan semoga Allah selalu mencurahkan rahmat dan petunjuk/hidayah-Nya kpd kita semua.

    Mengenai orang di dalam mobil bergerak lurus, berbeda dengan mobil yang bergerak memutar. Sebesar apapun benda di sampingnya, pasti akan hilang jika kita bergerak memutar.

    Contoh lain ketika kita shalat. pasti kita akan merasakan perubahan pandangan sudut mata yang berbeda mulai dari berdiri sampai kembali berdiri lagi.

    Jadi kalau toh bumi bergerak, pasti semua benda langit akan terlihat bergerak, mau sebesar apapun dia. Tapi yang lebih kuat secara logika pun ternyata sudah diterangkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala dan rasul-Nya Sollallahu ‘alaihi wasallam.

    • Surya Agustian
      Februari 17, 2015 pukul 1:42 pm

      Al-Qur’an tidak cukup dibaca dari tafsir karangan manusia, apalagi cuma dari terjemahan. Al-Qur’an bukan buku sciene, yang menerangkan bahwa persamaan luas lingkaran adalah pi*r^2, keliling adalah 2*pi*r. Sehingga untuk mengetahui berapa kecepatan gerak bumi, kita manusia yang disuruh mempelajarinya.

      Dan tidaklah semua itu menjadi tanda-tanda bagi kaum yang berfikir (ulil albab). Jadi kalau cuma mengandalkan tafsir dan terjemahan, berarti kita tidak pernah berpikir. Pantas saja kita menjadi umat yang selalu tertinggal. Coba lihat ceramah Ahmad Deedat (alm) –> googling saja di youtube banyak. Rahasia kata-kata atau bahasa Al-Qur’an harus dibongkar melalui penelitian dan pengkajian yang mendalam. Itu yang dilakukan ilmuwan muslim di zaman keemasan Islam abad pertengahan. Sehingga dalam ilmu falak (antariksa), masih banyak istilah-istilah modern yang diambil dari bahasa Arab (silakan googling sendiri).

      Terimakasih Surya,. sudah komentar disini,.
      Alquran bukanlah untuk menjelaskan sains,. Alquran diturunkan untuk menunjuki manusia agar bisa menembus hingga diatas langit ke tujuh, bintang itu letaknya dibawah langit pertama,. sebagai hiasan bagi langit pertama, dan tidak ada manusia yang bisa mencapai bintang,. mencapai bulan saja itu masih berita yang simpang siur, apalagi lebih jauh dari bulan,.

      Jadi,.. jika ada ilmu sains yang sejalan dengan alquran, itu bukanlah karena tujuan Alquran diturunkan,.
      Jika ada ilmu sains yang sejalan dengan alquran akibat adanya penelitian, itu hal yang wajar, sebab Allah yang menciptakan alam semesta ini, dan Allah yang membual Alquran, Alquran adalah kalamullah,.

      Percayakah dalam Al-Qur’an, bahwa amal perbuatan kita di dunia akan diperlihatkan nanti di Akhirat?
      Waktu saya kecil saya tidak percaya, mana bisa. Sekarang, setelah semua orang bisa merekam apapun aktivitas mereka dengan kamera, semua terbukti, bahwa aktivitas kita memang bisa direkam, dan diputar ulang walaupun kita sudah tidak ada. Pernah lihat video Presiden Soekarno pidato berapi-api kan? (orangnya sudah lama tiada, namun rekaman perbuatannya masih bisa kita lihat).

      Kita wajib mengimani, meyakini berita-berita dari Allah tentang hal-hal yang ghaib,. diantaranya diperlihatkannya amal2 kita, atau bahkan ditimbangnya amalan kita selama di dunia,.
      Dan diperlihatkannya amalan kita bukanlah seperti video yang diputar,. jangan ngawur lah pak,.
      Sekarang coba anda pikir,. bagaimanakah menimbang amal perbuatan manusia??? amalan baik dan amalan buruk Allah timbang,. seperti apakah timbangannya?? Hanya Allah yang tahu, kewajiban kita hanya mengimani saja,. ga usah mikirin seperti apa timbangannya,.

      Masalah bumi berputar atau matahari yang berputar, jangan cuma baca arti atau tafsir tanpa melakukan riset yang mendalam. Keduanya bergerak, baik matahari, juga bumi (ada dalam Qur’an), dan dibuktikan dengan sains modern (googling sendiri ya).
      Penjelasan ilmiahnya: karena adanya gaya tarik-menarik dan dan tolak-menolak yang kuat (magnetic force/gaya magnet) sehingga mereka saling menopang satu sama lainnya (seluruh benda angkasa, bukan cuma matahari dan bumi/bulan). Dengan demikian, benda-benda angkasa tersebut dapat terjaga pada lintasannya masing-masing ketika bergerak.

      Matahari dan bulan bergerak karena perintah Allah, bukan karena gaya tarik menarik, tapi matahari dan bulan bergerak sesuai perintah Allah,. bahkan suatu saat nanti matahari disuruh terbit dari tempat tenggelamnya,. apakah saat itu bumi yang diputar balik????? terbayang,. bumi yg menurut ilmuwan kafir berputar sangat cepat, lalu tiba-tiba berhenti berputar dan diputar balik,. AKAL MANA YANG MENERIMA INI?? terbayang jika kita naik kendaraan atau pesawat yg super cepat, kereta itu bergerak ke depan, lalu secara mendadak berhenti dan bergerak berlawanan arah lajunya,. apa yang terjadi??? seluruh penumpang bisa terpental,

      Matahari pun pernah ditahan oleh Allah atas permintaan seorang nabi,.. apakah buminya yang ditahan berputar??? silahkan baca kisahnya disini

      Matahari pun sebelum tenggelam sujud dibawah Arsy,. bagaimana cara sujudnya?? tidak usah anda pikirkan, imani saja, silahkan baca disini

      Kontradiksi teori geosentris:
      Kira-kira kalau matahari mengelilingi bumi, berarti matahari kecil dong. Karena dalam gaya magnet, selalu benda lebih kecil yang paling merasakan efek gaya magnet sehingga terjadi pergerakan, ditarik atau ditolak.

      Sangat mudah bagi Allah menjadikan benda yang sangat jauh lebih besar untuk memutari benda yang jauh lebih kecil,..
      Lalu anda merasa heran??? makanya jangan terkecoh dengan ilmu sains hasil penelitian orang kafir, yang bertentangan dengan Alquran,.harusnya anda bangga dengan alquran, mengimaninya,. sebab alquran itu perkataan Allah yang menciptakan alam semesta ini, yang menciptakan matahari,bulan,bumi,.
      Lah malah percaya kepada penelitian orang kafir yang boro-boro pernah mampir ke matahari,. boro-boro pernah ke bulan,. Buang air besar dan kencingnya saja di bumi,.. silahkan gunakan akal sehat anda ,.

      Coba saja taruh 2 magnet berdekatan, 1 besar 1 kecil di lantai yang licin. Kira-kira yang benda yang tertarik/terdorong yang besar atau yang kecil? (tarik/dorong, tergantung kutub yang berhadapan).

      Apakah anda lebih tahu dari Allah yang telah menciptakan matahari,bulan,bumi,langit???

      Oh, matahari lebih kecil kok. Bumi yang besar. Lha kalau begitu, bagaimana nanti saat hari kiamat, bumi dan matahari jaraknya sejengkal tangan. Berarti yang dibelahan bumi di belakangnya tidak kepanasan dong? –> Kontradiksi.

      Itulah akibat dangkalnya pemahaman anda,. terlalu mendewakan akal,.
      Bumi saat hari kebangkitan itu akan dihamparkan,. seluruh manusia berkumpul telanjang bulat,.. mungkin anda mengedepankan akal anda, lho kok telanjang bulat, nanti saling lihat dong?? urusan hari itu sangat besar, boro2 untuk melihat badan orang lain, memikirkan dirinya selamat atau tidak itu urusan yang jauh lebih penting,.
      Saat itu ada manusia yang berjalan dengan wajahnya,. saking panasnya ada yang keringatnya selututnya, seperutnya, bahkan ada yang tenggelam dalam keringatnya sendiri,.

      tahukah anda, cuaca yang sangat panas dan sangat dingin itu bukan karena matahari, tapi karena efek dari neraka, yaitu bernafasnya neraka, sudah saya posting disini

      OK, matahari tidak mungkin kecil, tapi besar. Kalau matahari lebih besar, apalagi sangat besar, pada saat dia bergerak mengelilingi bumi, tentulah dia sudah ‘menelan’ bumi sejak jaman purba, dan Nabi Adam a.s. tidak akan sempat diturunkan ke bumi. —> kontradiksi lagi.

      mas,.. pernahkan ada manusia yang mengukur besarnya matahari? jika mengukur besarnya bumi mungkin bisa, sebab kita tinggal di bumi,. tapi mengukur besarnya matahari, atau mengukur jarak dari bumi ke matahari,.. sudahkan ada yang mengukurnya??? semua hanya teori, perkiraan,.

      Selama ini kita selalu menuduh ilmuwan kafir menyesatkan kita melalui teori-teorinya. Tapi kenapa kita pakai juga produk-produk hasil penelitian mereka? Seperti anda semua saling menghujat dalam blog ini, yang dibikin oleh orang kafir, juga komputernya, dan juga teknologi internetnya.

      Teori yang tidak bertentangan dengan alquran, apalagi bermanfaat untuk islam,maka tidak mengapa kita pakai, contoh komputer,internet,. itu bisa digunakan utk kebaikan, dan juga bisa digunakan untuk keburukan,. jadi tinggal bagaimana kita memanfaatkan produk kafir tersebut, tentu produk yang tidak bertentangan dengan syariat islam,

      Kapan umat Islam akan bangkit kalau kita masih ego dengan pendapat masing-masing yang diliputi hawa nafsu agar selalu menang dalam berdebat. Mestinya sama-sama mencari kebenaran dengan mengembangkan nalar dan ilmu pengetahuan, mengembangkan diskusi dengan dasar-dasar yang lengkap, dalil qauliyah dan kauniyah: Ayat-ayat yang tersurat dan tersirat.

      Umat islam akan bangkit jika mereka kembali kepada agama mereka,. bukan malah mengekor kepada teori2 barat yang bertentangan dengan dalil,.
      Lihat jaman rasulullah, jaman sahabat,. Allah muliakan mereka bukan karena mereka mengikuti teknologi dari kerajaan besar kala itu,. tapi Allah muliakan dengn islam,.

      Sekali-sekali, tolong temukan penemuan baru sehingga ada ilmuwan muslim yang namanya bakalan banyak disebut-sebut oleh dunia. Tidak capek kah anda lebih sering dengar nama Steve Jobs, Bill Gates, Brin, Page, Mark Zurgenberg, karena inovasi mereka yang mengubah dunia?
      Padahal tanpa Al-Jabar (peletak dasar matematika Algebra), Al-khawarizmi (dasar ilmu komputer/algoritma), maka produk-produk mereka (Apple, Microsoft, Google, Facebook) tidak akan pernah ada.

      Tahukah anda,.. siapa menurut orang KAFIR yang paling top di dunia ini, saat ini,. manusia yang paling berpengaruh,..
      Nabi Muhammad, jauh mengalahkan tokoh2 yang anda sebut diatas,.
      Jika mau maju,, mari kita ikuti ajaran tauladan kita,. Ajaran Rasulullah dengan pemahaman para sahabat,. itulah satu-satunya jalan keselamatan, dan satu-satunya jalan menuju kejayaan islam, kemenangan islam,. silahkan lihat ulasannya disini

      Coba cari lagi banyak nama ilmuwan muslim yang masih dipakai teorinya oleh ilmuwan modern. Itu tugas anda, agar dapat menjadi bagian dari kaum yang berfikir (ulil albab).

      “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” (Ali Imran : 190)

      Mas,.Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang bisa membawa kita menembus hingga diatas langit ke tujuh, menuju surga yang terletak di bawah Arsy, bukan ilmu para ilmuwan kafir,.
      Pelajarilah ilmu yang bisa membawa ke surga, bukan ilmu yang hanya menyibukkan dan membuat kita lalu menuju jalan ke surga,.

      Mau cari referensi di dalam Al-Qur’an: ini search engine Al-Qur’an bahasa Indonesia:
      http://deleted.org

      saya ganti dengan ini yang jauh lebih bermanfaat, http://www.yufid.com

      Semoga dapat menjadi ibadah bagi kita semua, mendalami ilmu dan menjauhi debat kusir, karena Nabi SAW pun tidak menyukai debat kusir. Diskusi bagus, asal dapat menunjukkan hujjah masing-masing, dan dilakukan dengan cara yang makruf.

      Dan hujjah yang jelas,tegas, dan benar adalah hujjah dari Alquran dan hadits shahih,.
      Dan hujjah tersebut malah sangat jelas menunjukkan Matahari lah yang mengelilingi bumi, dan bumi itu diam,.

      Seandainya bumi itu berputar dan bergerak dengan sangat cepat, maka semakin menunjukkan bukti kebohongan manusia bisa pergi ke bulan,. karena dia akan sangat susah mengejar bumi,.. karena bumi selain berputar sangat cepat dia juga berevolusi dengan gerakan cepat,. jadi semakin lucu,.. terus-terusan ditipu,.

      • Anonymous
        Februari 19, 2015 pukul 2:38 pm

        Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
        (QS: An-Naml Ayat: 88)

        terimakasih sdh komentar disini,. walaupun sekedar mencantumkan arti ayat, saya tahu maksudnya,.
        ayat yang anda sebutkan bukan menjelaskan tentang hal tersebut saat ini, tapi sedang bercerita tentang kondisi hari kiamat, dimana gunung-gunung allah jalankan bak awan,.

        ini saya nukilkan ayatnya, baca ayat sebelumnya dan sesudahnya,.:

        وَيَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَفَزِعَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ۚ وَكُلٌّ أَتَوْهُ دَاخِرِينَ﴿٨٧﴾
        (87)Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.
        وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ ۚ صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ ۚ إِنَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَفْعَلُونَ﴿٨٨﴾

        (88)Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
        مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ خَيْرٌ مِنْهَا وَهُمْ مِنْ فَزَعٍ يَوْمَئِذٍ آمِنُونَ﴿٨٩﴾

        (89)Barangsiapa yang membawa kebaikan, maka ia memperoleh (balasan) yang lebih baik dari padanya, sedang mereka itu adalah orang-orang yang aman tenteram dari pada kejutan yang dahsyat pada hari itu.

        JELAS BUKAN?? ayat tersebut bukan menceritakan keadaan gunung saat ini, yang memang gunung tersebut diam,. nanti di hari kiamat gunung-gunung tersebut akan dijalankan seperti awan,. gunung-gunung akan ditabrakkan,..
        itulah kengerian di hari kiamat,.

        Jadi, baca ayat jangan sepotong-sepotong,. jadinya informasinyapun terpotong,.

    • Anonymous
      Februari 19, 2015 pukul 2:36 pm

      Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
      (QS: An-Naml Ayat: 88)

      terimakasih sdh komentar disini,. walaupun sekedar mencantumkan arti ayat, saya tahu maksudnya,.
      ayat yang anda sebutkan bukan menjelaskan tentang hal tersebut saat ini, tapi sedang bercerita tentang kondisi hari kiamat, dimana gunung-gunung allah jalankan bak awan,.

      ini saya nukilkan ayatnya, baca ayat sebelumnya dan sesudahnya,.:

      وَيَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَفَزِعَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ۚ وَكُلٌّ أَتَوْهُ دَاخِرِينَ﴿٨٧﴾
      (87)Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.
      وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ ۚ صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ ۚ إِنَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَفْعَلُونَ﴿٨٨﴾

      (88)Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
      مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ خَيْرٌ مِنْهَا وَهُمْ مِنْ فَزَعٍ يَوْمَئِذٍ آمِنُونَ﴿٨٩﴾

      (89)Barangsiapa yang membawa kebaikan, maka ia memperoleh (balasan) yang lebih baik dari padanya, sedang mereka itu adalah orang-orang yang aman tenteram dari pada kejutan yang dahsyat pada hari itu.

      JELAS BUKAN?? ayat tersebut bukan menceritakan keadaan gunung saat ini, yang memang gunung tersebut diam,. nanti di hari kiamat gunung-gunung tersebut akan dijalankan seperti awan,. gunung-gunung akan ditabrakkan,..
      itulah kengerian di hari kiamat,.

      Jadi, baca ayat jangan sepotong-sepotong,. jadinya informasinyapun terpotong,.

  27. Haykal
    Januari 7, 2015 pukul 3:37 am

    Astagfirullah,, ,masih ada saja hamba Allah yang mengaku umat Rasulullah yang seperti ini. Benar2 memalukan!!

    Seandainya Rasululullah masih hidup, niscaya akan malu jika mendapati masih ada umatnya yang terbelakang seperti ini.

    Ini benar2 memalukan umat muslim. Padahal banyak ilmuan-ilmuan muslim ahli astronomi yang udah menyumbang pemikirannya demi kemajuan ilmu pengetahuan untuk seluruh umat manusia di bumi ini.

    Namun kalian benar2 kolot dan secara sembrono menafsirkan kebenaran ilmu pengetahuan yang terkandung didalam Al-Qur’an. Benar2 memalukan!!

    Terimakasih mas Haykal,. yang memalukan itu yang beranggapan matahari mengelilingi bumi, atau bumi mengelilingi matahari?

  28. AbuSyafiqa
    Desember 11, 2014 pukul 3:28 am

    Alhamdulillah,
    sebelum membaca posting ini ane sudah menjadi seorang “geosentris” (meyakini bahwa bumi tetap dan mataharilah yang berputar mengelilingi bumi).

    Hal ini bukan tanpa alasan karena ane cukup lama searching dan mempelajari artikel-artikel sains di internet tentang hal ini. Dan ternyata benar juga… hingga detik ini (-sepengetahuan ane-) belum ada yang bisa membuktikan secara PASTI bahwa bumi mengelilingi matahari. Bahkan beberapa percobaan yg mengarah ke diamnya bumi “disimpulkan” oleh beberapa ilmuwan dengan kesimpulan berbeda.

    Semua masih sebatas TEORI yang tampak dipaksakan jadi kebenaran. Padahal kebenaran sejati hanya Al-Quran dan Sunnah shahihah…

    terimkasih abu syafiqa,.
    Umat islam wajib mengimani alquran dan hadits yang shahih,.
    alquran dan hadits bukan diturunkan untuk menjelaskan sains dan teknologi, tapi itu diturunkan agar kita masuk ke surga yang Allah janjikan,.

    Surga, itu kenikmatan yang tidak pernah di lihat oleh mata, dirasakan oleh hati, diangankan oleh hati kita,. itu saja Allah kabarkan, dan kita wajib mengimaninya,. apalagi utk hal-hal yang terlihat yang Allah jelaskan dalam alquran, seperti terbitnya matahari, tenggelamnya,.. diamnya bumi, jarak bumi ke langit, tebal langit,..

  29. ahzam kudus
    Oktober 29, 2014 pukul 3:38 pm

    Bumi tdk berputar pada porosnya dan juga tidak beredar mengelilingi matahari. Mataharilah yang beredar mengelilingi bumi. bumi hanya bergerak naik dan turun arah kutub utara dan selatan. Hal itu bisa dilihat dari posisi matahari dari garis equator.

    Itulah makna bergeraknya gunung dalam alquran (QA An Naml 88 )

    terimakasih mas ahzam,. sdh komentar disini,.
    bumi itu diam, tidak bergerak,. dan kesimpulan anda itu sangat jauh dari kebenaran,. ayat yang anda sebutkan bukan menjelaskan tentang hal tersebut, tapi sedang bercerita tentang kondisi hari kiamat, dimana gunung-gunung allah jalankan bak awan,. ini saya nukilkan ayatnya, baca ayat sebelumnya dan sesudahnya,.:

    وَيَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَفَزِعَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ۚ وَكُلٌّ أَتَوْهُ دَاخِرِينَ﴿٨٧﴾
    (87)Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.
    وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ ۚ صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ ۚ إِنَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَفْعَلُونَ﴿٨٨﴾
    (88)Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
    مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ خَيْرٌ مِنْهَا وَهُمْ مِنْ فَزَعٍ يَوْمَئِذٍ آمِنُونَ﴿٨٩﴾

    (89)Barangsiapa yang membawa kebaikan, maka ia memperoleh (balasan) yang lebih baik dari padanya, sedang mereka itu adalah orang-orang yang aman tenteram dari pada kejutan yang dahsyat pada hari itu.

  30. eri - Dlingo
    Oktober 24, 2014 pukul 3:51 am

    Setuju dengan persamaannya mas cungkring. Astronot dari luar angkasa kembali ke bumi, seperti orang mau naik kereta api dengan cara melompat dari jembatan layang. Lhaa.. bisa babak benjot dia !?!
    Ayo katakan, bumi ini diam.

    Kereta api paling kenceng jalannya berapa kilometer per jam??
    Bisakah ada orang yang melompat ke kereta yang sedang bergerak cepat tersebut? atau menggunakan alat hingga bisa masuk ke dalam kereta dengan selamat dan nyaman?

    nah, bumi katanya bergerak dengan kecepatan super kenceng, bagaimana si astronot bisa mendarat ke bumi?? berapa kecepatan roket, dan berapa kecepatan bumi??

    saya jadi semakin yakin, tidak ada yang pernah berhasil ke bulan, apalagi mars, dll

  31. cungkring
    Oktober 7, 2014 pukul 7:48 am

    yup benar mas

    dengan contoh apabila bumi bergerak dengan cepat, bagaimana astrounot yg ada di bulan bisa mendarat di bumi dengan mudah ??,, coba anda loncat ke atas mobil yg bergerak cepat…

    hehehe
    wassalammualaikum..

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    iya mas,. betul sekali, bagaimana astronot yang dari bulan itu bisa nyampai ke bumi lagi,. kan bumi bergerak sangat cepat,.

    • tomm
      Oktober 23, 2014 pukul 8:01 am

      ketika suatu benda kecil memasuki medan gravitasi benda lain yang lebih kuat, maka benda kecil tersebut akan bergerak mengikuti arah medan gravitasi tersebut.. contohnya bulan, cincin saturnus, satelit..

      simulasinya seperti misalkan kita berada di atap sebuah mobil, mobilnya mengejar sebuah kereta..

      awalnya mobil diam dan kemudian menyamakan kecepatannya dengan kereta tersebut, seperti di film fast and fourius 5, bila kita meloncat kedalam kereta khan kita gk mati, kayak di film gitu..

      Baik, taruhlah kita mengibaratkan seperti mengejar kereta dengan mobil, lalu mobil itu bisa menyamakan kecepatan dengan kereta, jadi seolah2 diam,.

      pertanyaanya,.. Apakah kita jika berada di mobil merasakan bahwa mobil tersebut bergerak kencang, dan kereta bergerak kencang?? jawabnya,… iya,. merasakan,.

      Pertanyaan selanjutnya,.

      Apakah kita merasakan bumi bergerak dengan cepat??? Tanyakan kepada seluruh penduduk indonesia, biar kuat argumentasi anda,. apakah kita merasakan sedang naik bumi yang bergerak dengan cepat??

      mas, siapa sih yg sudah pernah sampai ke bulan? apalagi ke saturnus,mars,.dll

      ngga kebayang, jika bumi bergerak super kencang, orang yang ke bulan juga akan ketinggalan bumi, sulit balik lagi ke bumi, apalagi bulan juga bergerak,. maka sulit mengejar bulan,.

      kok dibohongin mau,.? jaman sudah canggih, apalagi dengan pesawat tanpa awak yang ke mars,..
      mau dikibulin terus-terusan??

      • Fariz
        Desember 8, 2014 pukul 11:42 am

        Sebenarnya tiap pesawat yg melintas ke luar angkasa tidak lurus direct tapi disesuaikan dengan pergerakan planet. Saat kembali memakai efek sling shot gravitasi

        Satu pertanyaan saja mas,..
        Betulkah sudah ada yang berhasil pergi ke bulan?? kenapa hanya kabar saat jaman dahulu yang teknologi belum secanggih sekarang, katanya neil amstrong berhasil ke bulan, tapi sekarang kita ga pernah dengar lagi ada astronot yang berhasil mendarat ke bulan??? ada apa ini??

        Anda yakin ? coba datangkan buktinya,.

        Ini lho jarak dari bumi ke langit, tebal langit, bukan pakai kira-kira, ngga seperti teori para ilmuwan kafir, sudah saya posting disini

      • Anon
        Desember 8, 2014 pukul 2:13 pm

        Ia, kita tidak mendengar lagi ada manusia yang mendarat lagi di bulan. Kenapa ya? Karena biayanya mahal mas, bahan bakar roketnya saja bukan bbm yang sekarang harganya naik 2000. Selain itu, diperlukan orang-orang yang terlatih, karena kondisi lingkungannya berbeda. Ditambah lagi, sudah ada alat yang dibuat sedemikian rupa, sehingga mempermudah pekerjaan manusia, tidak perlu lagi manusia mendarat di sana untuk observasi, cukup dengan alat saja, bisa :”)

        Dikibulin oleh media,. pesawat tanpa awak?? dah mendarat di MARS?? nama-nama planet saja menggunakan nama dewa-dewa orang kafir kok,. lha kok mau dikibulin terus-terusan,
        mbok sudah kapok dijajah negara kita, jangan pula pemikiran kita dijajah,.

        Ini lho jarak dari bumi ke langit, tebal langit, bukan pakai kira-kira, ngga seperti teori para ilmuwan kafir, sudah saya posting disini

        Semoga kita semua diberi petunjuk oleh Allah SWT, amiin :)

        Aamiin,.

    • cungkring
      Oktober 26, 2014 pukul 3:26 am

      tapi saya juga merasa aneh mas..
      kenapa bila kita memacu mobil kita sejajar gengan kereta api yang bergerak, kemudian kita melompat ke dalam kereta api tersebut, dan kita tidak mati???

      terimakasih cung,..
      jika kita memacu mobil sejajar dengan kereta, kita merasakan bahwa mobil kita sedang bergerak atau tidak? tentu jawabnya ,. KITA MERASAKAN,.

      Apakah kita merasakan bumi kita bergerak sangat kencang????? TIDAK,.. lah wong pas ada gempa bumi aja paniknya setengan mampus, gimana kalau bumi bergerak begitu kenceng??

      • Fariz
        Desember 8, 2014 pukul 12:15 pm

        Pernah naik kapal Pelni mas? Kalau dibandingkan mobil yg beratnya hanya 2ton dibandingkan dengan bobot kita akan terasa jika bergerak. Coba bandingkan ketika naik kapal Pelni atau kapal kargo yg sangat besar semakin besar kapalnya maka tidak akan terasa bergerak padahal kecepatan nya sama katakan sama2 10 knot. Begitu pula dengan bumi berapa perbandingan massanya atau beratnya apakah setara dengan perbandingan tubuh kita dengan mobil

        Anda pernah naik kapal pelni mas?? Berapa kecepatannya?
        Apakah anda merasakan sedang naik kapal? Orang bodoh pun jika ditanya akan menjawab, YA , saya merasakan sedang naik kapal,.

        Bumi ini,.. berjalan sangat cepat,…KATANYA…. tapi kok kita ngga merasa sedang naik bumi dengan kecepatan yg super wow ini,..

        Misalkan ada kapal yang besarnya sebesar kota jakarta, berlayar menuju jepang,. saya yakin, tetap akan merasakan sedang naik kapal, dan pergerakannyapun akan terasa,. apalagi kapal pelni,.

        tapi…. kok kita ngga merasa sedang naik bumi yang bergerak super wow…

      • Tutie
        Februari 20, 2015 pukul 5:35 pm

        Dipikir2 kejauhan kalau membayangkan bumi bergerak atau tidaknya dengan melompat dari mobil yg berjalan ke kereta api dengan kecepatan yang sama.

        Hanya di film yang orangnya selamat sentosa masih bisa senyum dan berantem dan menang.

        Perumpamaan sederhana sajalah, contohnya kita bermain-main dengan anak bayi kita dengan melemparkan dan menangkapnya lagi. Logikanya kalau bumi berputar cepaaat sekali, permainan keberanian bayi itu tidak akan pernah ada, karena itu berarti anak kita yang dilempar dalam waktu sepersekian detik akan jatuh di belakang kita.

        Percayalah sepersepuluh, seperseratus atau bahkan seperseribu detik itu nyata, berharga, saya sudah membuktikannya.
        Atau contoh lain, saat seseorang terbang vertical menggunakan balon udara atau roket pada pagi hari, maka dalam keadaan tanpa angin dia akan naik tegak lurus ke atas.dan bahkan bisa turun lagi di tempat yang sama di sore harinya. Hal yang mustahil kalau bumi berputar pada porosnya.

        Tapi om admin, pertanyaan saya tetap, apakah bumi itu bulat? Kalau bulat logika saya matahari tak pernah sujud, bergerak terus menyinari (bukan mengelilingi) bumi.
        Padahal sudah disebutkan diAl Quran bahwa matahari sujud di arsyi.

        Terimakasih mba tutie,.
        Tentang sujudnya matahari, seperti apakah,. itu adalah hal yang ghaib,. Rasulullah mengabarkan bahwa matahari sujud,. kewajiban kita adalah mengimani dan mempercayainya, tidak bertanya bagaimana cara sujudnya,.

        Hal yang mudah buat membuka wawasan kita,.
        semua makhluk ciptaan Allah itu bertasbih kepada Allah,. pernahkan anda melihat dan mendengar batu bertasbih?? apakah jika anda tidak mendengar maka anda tidak percaya bahwa batu itu selalu bertasbih kepada Allah, demikian pula gunung,semut,dll..

        Itu adalah hal yang ghaib,.

        Tidak usah jauh-jauh lah, kita melihat diri kita saja,.
        Jika ditanya, apakah anda berakal?
        misalkan ditanya lagi, dimana letak akal anda?? seperti apa bentuknya? anda bisa menyebutkan letak akal anda? di kepala, di tangan, atau di kaki,.. atau di otak??
        Jika akal adanya diotak, kenapa orang gila itu yang punya otak tapi tidak ada akalnya?

        Apakah jika kita tidak mampu menunjukkan dimana letak akal kita, bagaimana rupanya, lalu kita katakan… kita tidak punya akal??

        Padahal orang yang tidak punya akal itu tidak ada kewajiban shalat, bahkan jika dia melakukan maksiat itu tidak dihukumi sebagai dosa, karena akalnya tidak ada,.

        so… untuk urusan ghaib, jangan akal kita yang dikedepankan, jangan logika yang didahulukan, apalagi ada dalil yang tegas menjelaskan,.

        cukup imani,yakini, dan tidak usah bertanya bagaimananya,.. tugas akal kita adalah membenarkan wahyu Allah, baik dari ayat alquran atau hadits nabi yang shahih,. bukan akal kita digunakan untuk mempertentangkan wahyu,. karena akal yang benar akan sejalan dengan wahyu,.silahkan baca ulasannya disini

        Oh iya, tentang penjelasan sujudnya matahari sudah saya posting disini

  32. denny
    September 13, 2014 pukul 11:19 am

    mungkin sebenarnya barat atau orang2 kafir udh tahu kebenarannya dan teorinya udh terbantahkan..

    yaah krn hawa nafsunyalah yg mempertahankan utk tdk menerima sebuah kebenaran..

    dan sangat disayangkan pula begitu banyak kaum muslimin mempercayainya..

  33. Handoko Prioutomo
    Agustus 11, 2014 pukul 6:20 am

    ini tulisan kalo dilampiri bukti cara hitung waktu setahun, perhari dan jam boleh lah ana percaya… sekarang saya mau tanya kalo bola seukuran katakanlah 2000m3 BERGERAK DENGAN KECEPATAN 1000 KM/JAM APAKAH SAMA DENGAN BOLA UKURAN 1M3 DENGAN KECEPATAN YANG SAMA 1000 KM/JAM??? AH ITU MAH AGAK BERAT SIMULASINYA… COBA KAMU ADU KUDA DAN SEMUT BERLARI DENGAN KECEPATAN YANG SAMA APA YANG TERJADI? KUDA CUKUP MELANGKAH SAMBIL MAKAN ATAU MINUM SEMENTARA SEMUT SEKUAT TENAGA MENYAMANYA..??? BUMI DENGAN VOLUME 1.083.200.000.000 KM3 BERGERAK DENGAN KECEPATAN 107.200 KM/JAM ITU JIKA DI PANTAU DARI MATA MANUSI SEPERTI BERGERAK DALAM JARAK 1MM BERJAM-JAM ALIAS SEOLAH TAK BERGERAK.. ITU BARU DARI SATU SISI SAJA MENGANALISA.. WALLAHU’ALAM BISH-SHOWAB

    terimakasih handoko, sudah komentar disini,.
    Mas handoko pernah naik mobil tercepat, berapa kecepatannya, taruhlah 120km/jam, apakah anda merasakan mobil tersebut bergerak??
    Anda pernah naik pesawat, berapa kecepatannya? anggaplah 1000km/jam, apakah anda merasakan pesawat tersebut bergerak?

    bisa kan merasakan pergerakannya,.

    nah, sekarang,. katanya bumi bergerak dengan kecepatan 107.200 km / jam,. pernahkah anda merasakan bumi sedang bergerak begitu kencangnya? apalagi selain bumi bergerak kencang , bumi juga berputar kencang pula,. bisakah anda merasakannya??
    saya tidak bisa merasakan bumi bergerak dengan cepatnya, baik dengan merasakan seperti sedang naik pesawat super cepat, atau melihat efek dari bergeraknya,. tidak ada,..

    Dan Allah menyatakan bahwa bumi itu diam,. bahkan Allah menancapkan gunung2 agar bumi itu diam,.
    Maha benar Allah,. dan pendustalah para ahli astronomi yang boro-boro pernah mengamati bumi dari luar sono,.sekedar teori doang, jika bumi bergerak begitu cepat, dia bisa ngga balik ke bumi, kalah cepat soalnya,.

    • tomm
      Oktober 23, 2014 pukul 8:05 am

      ketika suatu benda kecil memasuki medan gravitasi benda lain yang lebih kuat, maka benda kecil tersebut akan bergerak mengikuti arah medan gravitasi tersebut.. contohnya bulan, cincin saturnus, satelit..
      simulasinya seperti misalkan kita berada di atap sebuah mobil, mobilnya mengejar sebuah kereta..

      awalnya mobil diam dan kemudian menyamakan kecepatannya dengan kereta tersebut, seperti di film fast and fourius 5, bila kita meloncat kedalam kereta khan kita gk mati, kayak di film gitu..

      mas, jika kita berada diatas mobil, kita merasakan ada angin yang super kenceng juga, apalagi ngejar kereta,.

      nah, kok kita ngga merasakan hal tsb padahal kita berada diatas bumi dengan kecepatan yang super cepat juga,. gimana nih mas,.

    • Fariz
      Desember 8, 2014 pukul 11:51 am

      Perbandingannya kurang besar masa berat penumpang dengan yg dikendarai, mobil paling ukuran 1-2 ton manusia 80kg, coba bandingkan dengan kapal pesiar terbesar yg atau kapal induk yg sedang berlayar. Semakin besar kapal tidak akan terasa ombaknya dan tidak terasa bahwa kapal tersebut bergerak.
      Efek sling shot saat di lempar ke orbit terasa sangat kuat 5g keatas begitu pula saat kembali ke bumi.

      Itu teori mas,.. teori manusia bisa salah, bisa benar, apalagi belum ada secara pasti manusia yang bisa pergi ke bulan, atau planet2 lain,. sekedar teori,. boro-boro nyampai ke langit pertama,.

      Ini lho penjelasan Rasulullah, sudah mencapai langit ketujuh, bahkan hingga ke arsy,
      Berapa jarak bumi ke langit?
      berapa tebalnya langit?
      berapa jarak antara langit ke satu ke langit kedua?
      Ada apa diatas langit ke tujuh?

      Sudah Rasulullah jelaskan,.

      Berbeda dengan teori manusia yang boro-boro mencapai langit pertama,..

      https://aslibumiayu.wordpress.com/2014/04/28/berapa-ukuran-tebalnya-langit-jarak-antar-langit-dibandingkan-dengan-keagungan-allah-sangatlah-kecil/

  34. eri - Dlingo
    Agustus 9, 2014 pukul 7:37 am

    Iya kang, semoga yang masih percaya dengan konsep bumi berotasi bisa lebih cermat lagi berfikir setelah membaca uraian saya tadi dan khususnya setelah membaca artikel anda diatas.

    saya cuma mengajak berfikir secara sederhana dengan melihat dan merasakan apa yg terjadi di sekitar kita, karena tatkala kita berpikir secara hati-hati maka insya Allah kita akan mendapatkan hakekat kebenarannya.

    Lebih lagi setelah kita membaca keterangan dari Allah dan Rasul-Nya, maka kita harus meyakininya dengan sepenuh jiwa raga.

    Karena dampak dari teori tersebut menurut saya sangat fatal, yaitu bisa menjerumuskan seseorang kepada kekufuran/kekafiran, seperti uraian saya tadi. Oke, terimakasih kang.

    iyo mas,. matursuwun, jazakumullahu khairan,.

    • ayah rafii
      Februari 21, 2015 pukul 7:45 am

      subhanallaah…
      terimakasih kang baru terpikirkan oleh saya.
      kalau benar bumi bergerak seharusnya bintang jad ga kliatan ya,
      subhanallah… sy percaya bumi itu diam sesuai ayat Alqur’an.

      Alhamdulillah,..
      Penjelasan dari pencipta bumi,matahari,bulan,langit,bintang, dan alam semesta ini,. itulah penjelasan yang benar,.

  35. eri - Dlingo
    Agustus 9, 2014 pukul 5:26 am

    Bumi ini diam, mau bukti.
    1. Kalo bumi berotasi (bergerak) pasti terasa. Diguncang gempa 5 SR saja sudah terasa menghancurkan. Apalagi jika benar bumi ini berotasi, pasti daya hancurnya lebih gede dari pada goyangan gempa tsb. Sebab pergerakan permukaan bumi didaerah khatulistiwa jika bumi ini berotasi per detiknya adalah 0,46383 km atau 463,83 m. Menurut wikipedia panjang keliling bumi adalah 40.075,17 km/24 jam. Nyatanya nggak terjadi apa apa. Coba dipikir lagi, notabene percepatan gravitasi itu 9,8 m/det bandingkan dgn percepatan bumi di equator 463,83 m/det. apa ya mungkin itu, ya gak mungkinlah. Tentunya berbeda kecepatan gerak permukaan bumi antara daerah equator dgn daerah subtropis lebih lagi di kutub, pasti beda. Kalo cepatnya sama bentuk bumi ini harus seperti drum/pipa.

    2. Anda tahu mainan komedi putar, cuba anda naik lalu perhatikan benda di sisi luar Anda, benda tsb akan hilang seiring kecepatan rotasi komedi putar tsb. Demikian pula bumi, jika bumi berotasi bisa di kiaskan dgn komedi putar tsb, pasti bintang di langit akan bergeser posisinya secepat geraknya bumi yaitu 0,5 km/det. Nyatanya bintang di langit tetap tenang, karena apa? Karena bumi ini diam, yang bergerak adalah Matahari dan Bulan bergerak menurut garis edarnya.
    Sudah itu saja, beberapa hal tsb sudah cukup membuktikan bahwa bumi ini diam.

    —–>
    Menurut saya konsep bumi berotasi ini digencarkan para kafirin adalah untuk menyelisihi ayat Allah, ayat tsb adalah. “Tidaklah
    Kuciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada Ku.” (QS. adz-Dzariyat: 56).

    Dgn modal konsep rotasi bumi, muncullah konsep sistem tata surya lalu timbullah galaksi lalu kumpulan beberapa galaksi.

    Lalu muncullah di beberapa galaksi ada tatasurya dan mungkin juga ada planet penopang kehidupan, dgn kreasi para kafirin muncul adanya para aliens yang mana alien ini bentuknya bermacam macam.

    Ujung2nya timbullah kata2 di beberapa film di media Barat; You are not alone in the universe!! Dan sbg-nya. Jelas sekali mereka ingin mengajak kita kaum muslim di dunia meyakini gagasan kafir mereka, yaitu meyakini adanya alien / mahkluk lain selain manusia.

    Q.S Adzariat 56, Allah menjelaskan bahwa Allah menciptakan mahkluk berakal hanya dua yaitu jin dan manusia. Kalau kita ikut konsep adanya alien, berarti kita telah mengkufuri ayat ini, mengkufuri satu ayat saja didalam Al Quran samasaja mengkufuri semuanya. Kufur itu sama dengan kafir Naudzubillah..

    Semoga ini menjadi perenungan untuk kita semuanya. Ya Allah, bimbinglah kami selalu di jalan-Mu, amin..

    Terimakasih mas eri atas tambahan komentarnya,.

    Betul sekali bahwa bumi itu diam, bahkan Allah menancapkan gunung-gunung supaya bumi itu diam,. bumi terhadap langit ibarat langit itu bola yang bulat dengan bentuk besar, dan bumi bola kecil yang berada di tengah-tengah, dan bintang menghiasi langit, kita saksikan bintang tidak bergerak , dan kita bisa saksikan dan buktikan,. yang bergerak adalah matahari,bulan, siang dan malam,.

    Seandainya bumi berputar begitu cepatnya,. sungguh tidak bisa kita bayangkan, betapa mengerikan, wong gempa sedikit saja sdh membuat kita tidak bisa apa-apa,. bahkan kecemasan dan kepanikan,.

    Kenapa kita sebagai umat islam tidak lebih percaya kepada Allah yang sdh menjelaskan, tapi lebih percaya hasil penelitian atau teori orang kafir yang kebenarannya masih merupakan misteri, dan persangkaan belaka??

    Berpikirlah wahai kaum muslimin,.. Allah yang menciptakan alam semesta ini, tapi terhadap penjelasan Allah, kenapa anda masih meragukannya??

    • Tanpa Agama
      September 11, 2014 pukul 1:06 pm

      Nope, Anda kurang tepat. Kita tidak bisa “merasakan” rotasi bumi, karena kecepatan perputaran bumi itu konstan (sekitar 1600 km/h). Kita hanya bisa merasakan pergerakan jika ada akselerasi dan deselerasi.

      Mau bukti? Coba anda naik pesawat. Anda hanya bisa merasakan adanya pergerakan ketika take-off, landing, atau ketika pesawat berubah arah & mengubah kecepatan. Anda hanya bisa merasakan adanya pergerakan di saat-saat tersebut, karena hanya di saat-saat tersebut lah terjadi perubahan kecepatan.

      Tetapi ketika pesawat sudah mencapai kecepatan yang diinginkan, pesawat tersebut akan dijalankan dengan sistem auto-pilot, dan kecepatan pesawat pun diatur supaya tetap konstan dan anda tidak akan merasakan adanya pergerakan.

      Panca indra di tubuh kita ini ada yang di-design bukan untuk mengukur atau merasakan suatu nilai absolut, melainkan untuk mengukur atau merasakan perubahan (contohnya adalah kulit yang hanya bisa merasakan perubahan temperatur, bukan mengukur.)

      Semoga penjelasan secara ilmiah dari saya ini dapat membantu Anda berpikir lebih dalam dan lebih kritis lagi mengenai sains dan ilmu agama yang memang hampir selalu bertentangan.

      Salam.

      Anda lihat bintang di malam hari?
      Kenapa bintang tidak terlihat bergerak terbit dan tenggelam, kenapa cuma bulan dan matahari saja yang bergerak?
      Jika bumi itu bergerak dengan cepat sekali, maka bintangpun akan terlihat terbit dan tenggelam sebagaimana matahari dan bulan,. tapi itu kenapa tidak terjadi pada bintang? karena matahari diam, matahari dan bulanlah yang bergerak mengelilingi bumi,
      Dan bumi itu diam, tidak berputar, tidak bergerak,.

      Anda menganalogikan naik pesawat? salah besar, jika kita naik pesawat, kita bisa merasakan bahwa pesawat yang kita naiki itu bergerak,.

      masalahnya..

      Bagaimana dengan bumi, kita tidak merasakan bumi ini bergerak, apalagi dengan kecepatan yang sangat cepat,.
      lha wong bumi bergerak karena gempa saja ketakutannya sudah setengah mati,.

      coba sampaikan ke saya, bagaimana sih cara merasakan bahwa bumi ini bergerak dengan sangat cepat?

      • tomm
        Oktober 23, 2014 pukul 8:17 am

        bintang-bintang itu bergerak mas.. hanya saja karena posisinya sangat jauh jadi kelihatan tidak bergerak.. sama seperti bila kita berada di dalam mobil, usahakan berada di sebelah tiang listrik, kita lihat ke atas lalu coba sejajarkan tiang listrik dengan matahari, bila kita bergerak maka gerak tiang listrik akan jauh lebih cepat ketimbang gerak matahari..

        “tidak kah kamu berfikir”

        mas,.. apakah anda merasa sedang menaiki bumi??? bumi bergerak sangat cepat kok kita ngga merasakan,. jika kita naik mobil, kita merasakan mobil bergerak,.

        “tidak kah kamu berfikir”

      • tomm
        Oktober 23, 2014 pukul 8:41 am

        dan yang mengatakan bumi itu bulat tidak ada di alquran dan hadist..

        kata siapa mas tomm? silahkan beli buku matahari mengelilingi bumi, disitu dibawakan ttg bumi itu bulat,

      • Tanpa Agama
        Oktober 26, 2014 pukul 3:33 am

        bintang itu bergerak mas..
        hanya saja karena jaraknya terlalu jauh jadi tidak kelihatan geraknya..
        seperti ini,
        apabila kita berada didalam sebuah mobil yg berada di sebelah tiang listrik, kemudian sejajarkan tiang listrik dengan matahari, maka apabila kita bergerak maka gerak tiang listrik lebih cepat daripada matahari..
        bahkan setelah melewati 10 tiang listrik, posisi matahari masih beraad di tempat yang sama..

        terimakasih, masih betah komentar disini,.
        anda masih tinggal di bumi mas?
        anda masih bisa melihat matahari?
        Yang anda rasakan, apakah matahari yang bergerak mengeliligi bumi, atau bumi yang bergerak mengelilingi matahari?

        Jika kita naik mobil atau pesawat, kita merasakan mobil atau pesawat yang bergerak,.
        Tapi sejak saya lahir hingga sekarang, saya tidak merasakan bumi bergerak, kita sedang menaiki bumi yang bergerak sangat cepat,.. tapi saya merasakan bumi itu diam, dan matahari dan bulan yang bergerak mengelilingi bumi, sejalan dengan apa yang dikabarkan dalam alquran dan hadits

    • Tanpa Agama
      September 12, 2014 pukul 2:13 pm

      Untuk penjelasan mengenai mengapa bintang tidak terlihat bergerak, Anda dapat membacanya disini: http://astronomy.stackexchange.com/questions/1531/why-dont-stars-move-in-the-night-sky-as-the-moon-does

      Mengenai analogi pesawat, saya anjurkan Anda untuk mencobanya sendiri, dan kali ini benar2 Anda amati. Pasti anda akan setuju dengan saya. Coba anda naik pesawat dengan penerbangan belasan jam. Anda dapat membuktikan sendiri bahwa pergerakan yang anda rasakan itu sangat minimal atau tidak ada sama sekali.

      Saya ulang, di kesempatan Anda naik pesawat berikutnya, pay attention.

      Mengenai gempa, Anda harus memahami bahwa jenis “motion” yang terjadi pada gempa dan “motion” yang terjadi pada rotasi bumi itu berbeda.

      “Motion” yang terjadi pada saat gempa bumi itu disebabkan oleh dua lempengan tektonik didalam tanah yang saling menempel dan bergesekan. Normalnya, kita tidak dapat merasakan pergesekan ini karena kedua lempengan tersebut bergerak sangat lambat.
      Kedua lempengan ini mempunyai permukaan yang kasar, jadi bisa saja mereka seperti “nyangkut” dan tidak bisa bergerak. Ketika mereka “nyangkut”, kedua lempengan ini tidak bisa bergerak, tetapi energi (yang mendorong kedua lempengan ini untuk bergerak) dari kedua lempengan itu terus ada dan semakin meningkat. Ketika energi tersebut sudah menjadi lebih besar dari gaya gesek kedua lempengan yang “nyangkut”, energi tersebut akan dilepaskan dan kedua lempengan itu akan secara tiba2 bergesekan dengan kecepatan tinggi. Dan bumi meradiasikan energi dari bawah tanah itu dengan bentuk seperti gelombang tetesan air sampai ke permukaan bumi. Gelombang energi inilah yang kita rasakan sebagai gempa.

      Ini mungkin terdengar konyol, tetapi jika Anda ingin merasakan bahwa bumi itu benar-benar berputar, Anda harus bisa membuat Bumi mengurangi/menambah kecepatan rotasinya, which is almost impossible to do.

      Allah menyatakan bumi itu diam,.
      Allah juga menjelaskan gempa bumi itu bukan karena lempengan yang bergerak,..

      Teori manusia sekedar dugaan,teori,.
      Siapa manusia yang sdh pernah keluar dan melihat secara langsung bahwa bumi berputar cepat dan bergerak?? manusia pergi ke bulan saja cuma berita yang tidak bisa dipercaya kebenarannya,.

      Siapa manusia yang sdh pernah melihat bergeraknya lempengan bumi tersebut??? sekedar teori,.
      Adakah manusia yang menyelam ke dalam perut bumi ketika gempa bumi itu terjadi, sehingga bisa melihat lempengan bumi tersebut bergerak?? omong kosong doang,..
      Tapi Allah sudah menjelaskan melalui alquran ttg bumi dan gempa bumi,.

      Kita tidak butuh teori orang-orang yang tidak mengenal agama,. sehingga yang timbul adalah kekonyolan-kekonyolan dan kelucuan-kelucuan,.

      Saya anjurkan anda membuka forum-forum yang membahas mengenai natural science yang mencakup ilmu Bumi dan astronomi. Anda akan mendapat jawaban ilmiah yang dapat dibuktikan dengan fakta.

      “If you want to make an extraordinary claim, you will need an extraordinary evidence. Science is honest.”

      Salam

      Alhamdulillah, saya sudah merasa cukup dengan apa yang dijelaskan oleh Allah yang merupakan pencipta alam semesta ini,. ngapain membuka forum-forum orang yang tidak mengenal Allah? ini hanya buang-buang waktu saja,.

    • ukak
      Februari 17, 2015 pukul 11:41 am

      maaf sebelummnya..saya cuman mau nyanggah komentar anda yg nomer dua…
      “2. Anda tahu mainan komedi putar, cuba anda naik lalu perhatikan benda di sisi luar Anda, benda tsb akan hilang seiring kecepatan rotasi komedi putar tsb. Demikian pula bumi, jika bumi berotasi bisa di kiaskan dgn komedi putar tsb, pasti bintang di langit akan bergeser posisinya secepat geraknya bumi yaitu 0,5 km/det. Nyatanya bintang di langit tetap tenang, karena apa? Karena bumi ini diam, yang bergerak adalah Matahari dan Bulan bergerak menurut garis edarnya.”

      ane kurang setuju ama bagian yg menyatakan bintang terap tenang…coba situ cari foto bintang yg memakai teknik strar trail….maka anda akan menemukan gambaran atau jalur pergerakan bintang…walaupun terlihat tenang sebenarnya ada pergerakan walaupun sangat lambat…tp saya cuman belum tau yg gerak bumi ato bintangnya :v tp yang saya tau kalau bintang bergerak walau sangat lambat….

      Terimakasih ukak,.
      Yang disebutkan dalam alquran, bintang itu terbit dan tenggelam,. jelas?? jadi bumi tetap diam, matahari,bulan,bintang itu punya tempat terbit dan tenggelam,.

  36. Anonymous
    Agustus 8, 2014 pukul 3:51 pm

    Maaf mas, perasaan tadi saya berkomentar dgn mengajukan pertanyaan dan pemikiran saya. Sekarang kok ga ada ya? Apa komentar saya tidak masuk atau anda hapus?

    Sudah dijawab, anda tidak menulis nama anda mungkin, jadi tidak ada namanya, tapi sdh saya jawab kok,

    kalau tdk ada, mungkin anda salah mencet, atau belum kekirim komentarnya, silahkan nulis lagi ,

  37. Ahmad Ichsan Baihaqi
    Agustus 8, 2014 pukul 12:16 pm

    Maaf, sebelumnya saya mau bertanya. Apakah ilmuwan barat yang anda maksud hanyalah yang tidak beragama islam? Kita tau bukan, bahwa tidak semua ilmuwan barat sana tidak beragama islam, ada juga ilmuwan barat yang beragama islam. Pertanyaan saya, jika paham yang kita tau dari dulu bahwa bumi mengelilingi matahari adalah salah, kemudian yang benar adalah matahari yang mengelilingi bumi, mengapa tidak ada respon atau sanggahan dari ilmuwan-ilmuwan yang beragama muslim, yang tentunya mereka juga paham mengenai al-quran. Saya yakin, mereka tidak hanya mengkaji berdasarkan apa yang mereka temukan, tapi mereka juga mengacu terhadap apa yang terdapat di dalam Al-Quran.

    Selain itu, sebelumnya mohon maaf jika saya yang salah, saya di sini juga mencari kebenaran yang ada. Menurut pemahaman saya mengenai ini:

    “Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (an naml :88)”

    Di sana tertulis “Kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan”, meskipun ayat sebelumnya menerangkan mengenai hari kiamat, tapi saya merasa bahwa pernyataan itu tidak berlaku pada hari kiamat SAJA. Mengapa? Karena kita beranggapan bahwa gunung-gunung itu diam, padahal sesungguhnya dia berjalan. Apabila dikatakan “Kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia DAPAT berjalan sebagai jalannya awan”, maka saya dapat memahami bahwa kondisi gunung-gunung berjalan hanya pada saat hari kiamat saja.

    wallahualam, kebenaran datang hanya dari Allah semata.

    TErimakasih mas ahmad, sudah komentar disini,.
    Anda bisa membuktikan bahwa gunung yang sekarang bisa kita liha iu berjalan seperti jalannya awan? silahkan datangkan buktinya, baik oleh anda atau bukti oleh para ilmuwan kafir yang anda jagokan, silahkan,.

    Kebenaran datang hanya dari Allah semata,.. dan Allah sudah menjelaskan bahwa mataharilah yang terbit dan tenggelam, bukan bumi yang beredar, tapi bumi diam, sebagaimana Allah jelaskan pula,.

    Jika anda meyakini kebenaran hanya datang dari Allah, maka konsekwensinya anda wajib mempercayai bahwa mataharilah yang mengelilingi bumi,. sebagaimana Allah jelaskan melalui ayat dan rasullah jelaskan pula melalui hadits,.

  38. Ahmad Ichsan Baihaqi
    Agustus 8, 2014 pukul 10:15 am

    Maaf, apakah ilmuwan “barat” tersebut yang menyatakan bahwa bumi itu mengelilingi matahari semuanya kafir? Kita tau bukan, tidak semua ilmuwan barat sana tidak beragama islam. Kemudian, pengetahuan mengenai bahwa bumi mengelilingi matahari ini sudah lama tersebar luas, bahkan ilmuwan barat yang kafir pun juga menyebarkan paham ini.

    Apabila paham ini salah, mengapa ilmuwan muslim kita hanya diam saja? Bukankah tidak semua ilmuwan barat itu tidak beragama muslim?

    Teori tentang matahari yang megelilingi bumi juga sudah lama beredar, kenapa yang diterima adalah bumi yang mengelilingi matahari? padahal sama-sama teori??

    Dan matahari mengelilingi bumi adalah kepastian, bukan teori lagi, karena Allah yang menjelaskannya, rasulullah pun menjelaskan,. kurang apa lagi,? tinggal imani saja kebenaran yang datang dari Allah dan rasulnya, silahkan anda simak pemaparannya disini, download ceramahnya, insya Allah anda akan paham dan jelas,. klik link ini

    • vita
      Februari 13, 2015 pukul 6:14 am

      betul,,memang tidak semua ilmuwan barat tidak beragama islam,,tapi kan sejak dahulu dlm sejarah kita udh dengar ada yg memaparkan teori geosentris, ada jg teori heliosentris.
      Nah dari situ kita udh liat teori mana yg menang & kenapa bisa menang, karna kebanyakan mereka org kafir yg tidak meyakini kebenaran Qur’an.

      Ya,.. orang kafir berusaha menolak kebenaran alquran,. mempengaruhi umat islam agar lebih percaya kepada ilmuwan barat yang boro-boro pernah ke langit pertama,.
      Lah kok penjelasan Allah yang berada diatas Arsy,jauh diatas langit ke tujuh, kenapa malah tidak diterima,,.

      Penjelasan Allah yang merupakan pencipta langit,bumi,bulan,matahari,..kok malah dimentalkan dengan penelitian orang kafir??
      Lah kok mau ditipu oleh ilmuwan kafir??

      Alquran sudah sangat jelas, demikian pula hadits,.

  39. ahmad muhaimin
    Agustus 8, 2014 pukul 5:01 am

    saya tidak meragukan ayat” yang Anda paparkan.
    Hanya saja, saya meragukan penafsiran Anda terkait ayat” tersebut.
    Karena saya yakin, Al-Qur’an tidak akan bertentangan dengan kenyataan.

    terimakasih ahmad muhaimin,. sudah komentar disini,.
    Jika anda ragu, silahkan sebutkan dalil dari alquran dan hadits yang merupakan wahyu dari Allah yang menyatakan bahwa bumi yang mengitari matahari,. silahkan sebutkan disini,.

    Kalau saya lebih meyakini dan mempercayai bahwa matahari yang beredar mengelilingi bumi, sebab Allah yang merupakan pencipta matahari,bumi,bulan dan alam semesta yang mengatakannya,
    Jadi penelitian ilmuwan tersebut yang mengatakan bumi yang mengelilingi matahari, itu sekedar teori, yang tidak pasti kebenarannya, sedangkan pernyataan Allah pasti benar, dan tidak bertenangan dengan kenyataan,. mudah sekali dibuktikan,.

  40. Adrian
    Mei 31, 2014 pukul 11:44 pm

    Sediakan kursi di depan rumah , duduk lah jam 8 malam . perhatikan bintang yang paling terang sampai pagi. bergeserkah bintang itu?

    Terimakasih mas adrian,.sudah komentar disini,
    Bintang ada tempat terbit dan terbenamnya mas adrian, sebagaimana kata rasulullah,

    “Umatku akan senantiasa berada di atas fitrah, selama tidak menunda waktu maghrib sampai bintang-bintang mulai terbit.” (HR. Ahmad 15717, Ibn Majah 689, dan statusnya Hasan).

    Jadi bukan bumi yang berputar, tapi bintang ada tempat terbit dan tenggelamnya, sebagaimana matahari juga demikian,.

    so,…

    tetap, bumi tidak berputar,. alias diam,.

  41. barifbrave
    April 2, 2014 pukul 6:40 am

    afwan, ana belum baca artikel dan komentar isi secara penuh, tetapi sepintas ada satu sayat yang belum dijelaskan di sini. Bukahnkah dalam al quran juga disebutkan bahwa gunung2 bergerak menurut jalannya awan (afwan surat dan ayatnya ana lupa). Nah, bagaimana pendapat Anda tentang hal ini? Masihkan relevan kalau bumi itu diam?

    ya, betul, coba baca suratnya secara utuh, bukan dipenggal-penggal,. ini ayatnya :
    وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ ۚ صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ ۚ إِنَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَفْعَلُونَ﴿٨٨﴾
    (88)Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (an naml :88)
    Ayat diatas menjelaskan tentang kejadian di hari kiamat, perhatikan ayat sebelumnya yaitu ayat 87:

    وَيَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَفَزِعَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ۚ وَكُلٌّ أَتَوْهُ دَاخِرِينَ﴿٨٧﴾
    (87)Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri. (an naml :87)

    Jadi bukan kondisi sekarang, tapi nanti saat kiamat gunung-gunung akan diterbangkan, akan ditabrakan,.
    BAnyak yang berdalil dgn ayat ini untuk menunjukan bahwa bumi itu berputar, tapi tidak terlihat, sebagaimana gunung berjalan tapi faktanya tetap ditempatnya,. ini alasan yang super konyol,.

    Kalau menurut saya, planet bumi memang diam, mengapa?

    Karena Allah menyatakan dalam alquran bahwa bumi itu diam, silahkan baca artikel diatas dengan teliti, alangkah lebih baiknya anda beli bukunya,. disana begitu jelas,.

    karena tidak mungkin suatu benda berputar tanpa poros. Dalam hal ini matahari berputar mengelilingi bumi (bumi sebagai poros). Nah, beda planet bumi secara utuh dengan tanah yang ada di dalamnya. Kalau tanah, ana berpendapat kalau tanah itu bergerak. Buktinya adalah adanya gempa. Gempa tidak mungkin terjadi jika tanah tidak bergerak.

    anda tahu, berapa gerakan gempa bumi? segitu aja manusia sudah ketakutan hebat, apalagi katanya bumi bergerak dengan kecepatan 30 km per detik,. sungguh kecepatan yg super cepat,.namun tidak bisa dibuktikan,. semuanya sekedar teori, dan dalil dari allah, itulah kebenaran mutlak,

    Afwan inilah pendapat ana. jika ada kesalahan datangnya dari ana yg dhoif, jika benar itulah ilmu, hidayah dari allah swt.

    saya saranin, silahkan beli bukunya, dan saya tunggu komentarnya disini setelah baca buku tsb,

  42. Abdullah
    April 1, 2014 pukul 2:09 pm

    Apa yang anda ungkapkan pada tulisan ini sebenarnya hanyalah salah satu jenis tafsiran dari para ulama, saya tidak bisa apakah tafsiran tersebut salah atau benar, karena yang beanar hanyalah Allah azzawajalla semata. Tidak ada keraguan pada Al-Qur’an Al karim, karena sesungguhnya ia adalah kalimat Allah Azzawajalla yang Maha Benar. Namun untuk tafsiran oleh para ulama, mesti harus ada pengecekan kembali kita tidak boleh secara sembarangan mengklaim bahwa ajaran si fulan atau si fulan adalah yang paling benar, karena si fulan hanyalah seorang manusia biasa.

    Yang ingin saya coba katakan adalah, kita tidak pernah mempermasalahkan apa yang disebutkan di dalam Al-Qur’an maupun Al-Hadits, akan tetapi kita mempermasalahkan penafsiran dari para ulama itu sendiri. Saya tidak mengatakan bahwa para ulama salah, akan tetapi saya juga tidak bisa bilang bahwa mereka selalu benar, balik lagi karena kebenaran hanyalah milik Allah Azzawajalla,

    [Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.]SURAT AL-BAQARAH (2) Ayat 147.

    Dalam masalah ilmu pengetahuan menegenai alam semesta ini memang, kita tidak boleh terlalu mempercayai para ilmuan dari kalangan orang kafir, akan tetapi kita juga tidak boleh mengingkari fakta yang ada. Saya tidak mengatakan bahwa apa yang dikatakan oleh para ilmuan adalah yang paling benar khususnya ilmuan dari kalangan orang kafir itu sendiri, akan tetapi permasalah mengenai permasalahn apakah Bumi mengelilingi/mengitari matahari atau sebaliknya, perkara seperti ini masih belum jelas dan ambigu.

    Kalau memang pada kenyataannya, dan terbukti secara ilmiah bahwa bumi adalah yang diam, dan matahari yang mengelilinginya, Alhamdulillah, berarti tidak ada yang salah pada tafsir para ulama.

    Akan tetapi jika pada kenyataanya dan terbukti secara ilmiah bahwa bumi yang mengelilingi matahari, maka sesunggunhya tidak ada masalah terhadap apa yang telah tertulis pada Al-Qur’an dan Al-Hadits karena penekanannya di sini pada kalimat: mengelilingi bumi. Kalau ayat yang menunjukkan bahwa matahari bergerak dan digerakkan oleh Allah SWT, memang banyak bertaburan di banyak tempat dalam Al-Quran. Akan tetapi secara zahir nash tidak ada satupun yang menyebutkan dengan kalimat “asyamsu taduru haulal ardhi”= matahari mengelilingi bumi.

    Yang ada hanya pernyataan bahwa matahari itu bergerak, beredar, terbit, terbenam, condong, pergi, datang dan sejenisnya.

    Menurut pengamatan, matahari, sebagai pusat tata surya galaksi kita, ternyata bergerak dengan kecepatan yang luar biasa yaitu 720.000 Km/jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang dinamakan Solar Apex. Ini berarti Matahari diperkirakan bergerak sejauh 17.280.000 Km/Hari.

    Tata Surya terletak di galaksi Bima Sakti, sebuah galaksi spiral yang berdiameter sekitar 100.000 tahun cahaya dan memiliki sekitar 200 milyar bintang. Matahari berlokasi di salah satu lengan spiral galaksi yang disebut Lengan Orion. Letak Matahari berjarak antara 25.000 dan 28.000 tahun cahaya dari pusat galaksi, dengan kecepatan orbit mengelilingi pusat galaksi sekitar 2.200 kilometer per detik.
    Setiap revolusinya berjangka 225-250 juta tahun. Waktu revolusi ini dikenal sebagai tahun galaksi Tata Surya. Apex Matahari, arah jalur Matahari di ruang semesta, dekat letaknya dengan rasi bintang Herkules terarah pada posisi akhir bintang Vega.

    Source:http://id.wikipedia.org/wiki/Tata_Surya

    Karena Matahari tidak berbentuk padat melainkan dalam bentuk plasma, menyebabkan rotasinya lebih cepat di khatulistiwa daripada di kutub. Rotasi pada wilayah khatulistiwanya adalah sekitar 25 hari dan 35 hari pada wilayah kutub. Setiap putaran dan mempunyai gravitasi 27,9 kali gravitasi Bumi. Terdapat julangan gas teramat panas yang dapat mencapai hingga beribu bahkan berjuta kilometer ke angkasa. Semburan matahari ‘sun flare’ ini dapat mengganggu gelombang komunikasi seperti radio, TV dan radar di Bumi dan mampu merusak satelit atau stasiun angkasa yang tidak terlindungi. Matahari juga menghasilkan gelombang radio, gelombang ultra-violet, sinar infra-merah, sinar-X, dan angin matahari yang merebak ke seluruh tata surya.

    Matahari mempunyai dua macam pergerakan, yaitu sebagai berikut :

    1. Matahari berotasi pada sumbunya dengan selama sekitar 27 hari untuk mencapai satu kali putaran. Gerakan rotasi ini pertama kali diketahui melalui pengamatan terhadap perubahan posisi bintik Matahari. Sumbu rotasi Matahari miring sejauh 7,25° dari sumbu orbit Bumi sehingga kutub utara Matahari akan lebih terlihat di bulan September sementara kutub selatan Matahari lebih terlihat di bulan Maret. Matahari bukanlah bola padat, melainkan bola gas, sehingga Matahari tidak berotasi dengan kecepatan yang seragam. Ahli astronomi mengemukakan bahwa rotasi bagian interior Matahari tidak sama dengan bagian permukaannya. Bagian inti dan zona radiatif berotasi bersamaan, sedangkan zona konvektif dan fotosfer juga berotasi bersama namun dengan kecepatan yang berbeda. Bagian ekuatorial (tengah) memakan waktu rotasi sekitar 24 hari sedangkan bagian kutubnya berotasi selama sekitar 31 hari. Sumber perbedaan waktu rotasi Matahari tersebut masih diteliti.

    2. Matahari dan keseluruhan isi tata surya bergerak di orbitnya mengelilingi galaksi Bimasakti. Matahari terletak sejauh 28.000 tahun cahaya dari pusat galaksi Bimasakti. Kecepatan rata-rata pergerakan ini adalah 828.000 km/jam sehingga diperkirakan akan membutuhkan waktu 230 juta tahun untuk mencapai satu putaran sempurna mengelilingi galaksi.

    Source : http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari#Pe…

    Bersamaan Matahari, seluruh planet yang ada dalam pengaruh gravitasi Matahari ikut pula berjalan menempuh jarak ini . Selanjutnya semua bintang dalam galaksi yang lain di alam semesta pun berjalan dalam gerakan yang terencana sehingga banyak sekali garis-garis edar atau jalan lintasan bagi setiap benda angkasa termasuk galaksi lain.

    Terdapat sekitar 2 milyar galaksi di alam semesta dimana masing-masing galaksi terdiri dari 200 bintang, sebagian besar bintang-bintang ini mempunyai planet dan sebagian besar planet-planet ini mempunyai bulan. Semua benda langit tersebut berjalan dalam garis edarnya yang diperhitungkan sangat teliti.

    Selama Jutaan tahun, masing-masing beredar dalam keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan yang lain. Selain itu, Komet-komet pun beredar dalam lintasan yang yang ditetapkan Allah baginya.

    Kekuasaan Allah tidak terbatas, pergerakan ini tidak hanya dimiliki oleh benda-benda langit disetiap galaksi yang ada, tapi galaksi itu sendiri pun berjalan pada kecepatan yang luar biasa dalam suatu peredaran yang terhitung dan terencana. Selama pergerakan ini, tidak satupun benda-benda angkasa dan galaksi ini memotong lintasan atau bertabrakan dengan yang lainnya.

    Bahkan telah diamati sejumlah galaksi berpapasan 1 sama lainnya tanpa satu bagian dari bagian-bagiannya saling bersentuhan. Jelas pada saat Al-Qur’an diturunkan, manusia tidak memiliki teleskop atau teknologi canggih untuk mengamati angkasa luar yang jaraknya jutaan kilometer dan tidak pula fisika atau pengetahuan astronomi modern.

    Jika Bumi berotasi dan berevolusi mengelilingi matahari masih wajar pada masa ini, tapi bagaimana jika matahari berevolusi dalam galaksi dan bersamaan dengan itu maka galaksi itu sendiri berevolusi pula bersama galaksi-galaksi lainnya yang jauh lebih besar?

    Terbayangkah bagaimana Maha Kuasa Allah yang tidak membutuhkan siapapun dalam mengatur alam semesta ini?

    Hal ini membuktikan bahwa Al-Qur’an bukanlah karangan Rasulullaah, tapi memang wahyu dari Allah melalui Malaikat Jibril pada Rasulullah Muhammad Shallallahu’alaihi wassalam.

    Dan banyaknya lintasan edar dalam angkasa luar ini telah dinyatakan oleh Allah lebih dari 1400 tahun yang lalu dalam Al-Qur’an Surat 51 Adz-Dzariyaat ayat 7

    وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلْحُبُكِ
    Demi langit yang mempunyai jalan-jalan (QS.Adz-Dzariaat:7)

    Tidak mungkin bagi Rasulullah mengatakan bahwa luar angkasa dipenuhi dengan lintasan dan garis edar masing-masing bintang & galaksi yang dinyatakan dalam Surat 51 ayat 7 tersebut. Darimana beliau tahu??? sementara adanya garis edar setiap benda langit baru ditemukan 14 abad kemudian??

    ذَالِكَ الْكِتَابُ لاَرَيْبَ فِيْهِ هُدًىلِّلْمُتَّقِيْنَ
    “Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” (QS. Al-Baqarah:2).

    Tidak ada keraguan lagi akan kebenaran Alqur’an bagi orang-orang yg berpikir

    Wallahu A’lam

    Terimakasih mas abdullah,
    Silahkan anda dengarkan rekaman penjelasan ustadz yang ada di artikel tsb,. lebih bagus lagi beli bukunya,.
    sangat jelas penjelasan tentang hal tsb, apalagi yang disampaikan bukan hanya tafsir para ulama, tapi ayat alquran, hadits, dan logika juga,. mudah, simpel,.

    Dan bukan sebatas teori, tapi bukti, bisa dibuktikan,.

    Sebagai gambaran , jika ditanya, siapa yang menciptakan bumi, matahari, bulan, 7 langit , bintang,. bukankah Allah yang menciptakan??

    Lalu penjelasan dari Allah ttg bumi yang diam, matahari yang bergerak, itu Allah yang menjelaskan, lalu kita tolak dengan teori buatan orang kafir , aristoteles dan pytagoras?? ini sungguh aneh,

    Allah sudah menjelaskan, berapa jarak antara bumi ke langit pertama, demikian pula tebal langit, jarak antara langit ke satu dan kedua, demikian seterusnya hingga langit ke 7 , samudera yg berada diatas langit ke 7 , lalu diatas samudera ada arsy,

    teori manusia tidak akan sampai kesana,.

    Tentang apakah manusia sdh pernah mendarat ke bulan saja itu masih simpang siur, jika mereka pernah ke bulan, lalu kenapa cuma jaman neil amstrong saja, tapi setelahnya tidak ada penerbangan ke bulan lagi, lalu mengklaim mereka bisa menerbangkan pesawat tanpa awak ke mars, dll,.. mungkin dulu kita tertipu dgn pendaratan ke bulan,.

    Oh iya lupa, disini penjelasannya, silahkan download dan simak, klik link ini

    • Abdullah
      April 1, 2014 pukul 2:13 pm

      Mohon maaf kalau ada sedikit typo, :))
      oh ya pada kalimat pertama paragraf pertama, yang saya maksud di situ adalah ‘ saya tidak bisa bilang apakah tafsiran itu salah atau benar’. begitu kira2. sekali lagi saya mohon maaf kalau ada typo

      ngga mengapa kok,
      ini penegasan saja,.
      Jika ada yang mengklaim bahwa bumi yang mengelilingi matahari, dan ada bukti ilmiah, itu hanya klaim dusta, berlawanan dengan penjelasan baik dari ayat alquran atau hadits, di alquran disebutkan bumi diam, di hadits disebutkan matahari yang bergerak, bukti ilmiah atau logika pun sesuai, bisa dibuktikan,

      sedangkan katanya bumi yang bergerak, dengan kecepatan 30 km/detik, sungguh gerak yang sangat cepat, maka ini tidak bisa dibuktikan,

      Oh iya lupa, disini penjelasannya, silahkan download dan simak, klik link ini

    • April 1, 2014 pukul 3:18 pm

      tentang matahari, belum ada yang pernah meneliti ke sana, hanya melihat dari bumi, mendekat saja ga bisa,. jadi penjelasan manusi ttg matahari tersusun dari gas, dll itupun hanya sekedar teori, berdasarkan pengamatan saja, belum ada satupun manusi yang berhasil mengambil zat matahari,

      Bahkan kalau melihat kontur bumi, di pegunungan yang tinggi kan berarti jarak matahari lebih dekat dibanding di dataran rendah, kenapa malah di pegunungan yang tinggi itu terasa dingin?? padahal jarak matahari lebih dekat,

      bagaimana bukti ilmiah menjelaskan hal ini?

      • Zane
        April 1, 2014 pukul 10:40 pm

        “Bahkan kalau melihat kontur bumi, di pegunungan yang tinggi kan berarti jarak matahari lebih dekat dibanding di dataran rendah, kenapa malah di pegunungan yang tinggi itu terasa dingin?? padahal jarak matahari lebih dekat,
        bagaimana bukti ilmiah menjelaskan hal ini?”

        Kenapa rumah sakit sebagai tempat menyembuhkan orang justru menjadi tempat yang paling banyak orang sakitnya?

        kalau penamaan rumah sakit itu cuma di indonesia mas zane, kalau di luar negeri hospital, kalau di arab almustasyfa(ini lebih tepat/rumah untuk penyembuhan) jadi istilah rumah sakit itu sebenarnya kurang tepat, bikin si sakit tambah sakit,. alhamdulillah sudah ada yang mulai merubah nama tsb,

        Kalau di malasyia malah nyebut rumah sakit bersalin itu “rumah korban laki-laki” lucu ya?

        Dan anda beralasan dengan dalih kenapa di rumah sakit banyak orang sakit? itu ngga kalah lucu mas,.

        tolong jelasin dong, kenapa di pegunungan, atau menara yang tinggi, sinar matahari itu tidak terasa begitu panas, padahal jika kita dibawah di tempat yang rendah, terasa lebih panas,. jawab dong,.

  43. gigih
    Januari 2, 2014 pukul 2:14 am

    Bagaimana dengan firman Allah swt:

    وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ

    Artinya : “Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu.” (QS. An Naml : 88)

    Apakah ayat tersebut diatas tidak menunjukan adanya rotasi bumi pada porosnya, dimana bumi dengan atmosfernya (yang bersatu) bergerak bersama dan karena besar serta luasnya bumi maka manusia yang tinggal di dalamnya tidak menyadarinya (ada pergerakan).

    terimakasih mas gigih, silahkan baca tafsir alqurannya utk ayat diatas, apakah ayat diatas menceritakan ttg rotasi bumi pada porosnya?…

    Dan silahkan baca ayat sebelumnya, itu menceritakan kondisi saat terjadinya hari kiamat, gunung-gunung tidak diam, bahkan bergerak seperti awan, bahkan Allah tabrakkan gunung-gunung tersebut,.
    Jadi ayat diatas bukan merupakan dalil bahwa bumi berputar, tapi kelihatan diam, contohnya seperti gunung, kita lihat diam, padahal dalam ayat dikatakan bergerak,.

    ya emang sekarang diam, bergeraknya nanti disaat hari kiamat,.

  44. uddin
    November 27, 2013 pukul 8:42 am

    sujud nya matahari yaitu tunduknya pada perintah Allah untuk bergerak sesuai jalur yang ditentukan tanpa melenceng sedikitpun kecuali atas kehendak-Nya yang juga sebagai sunatullah…karena sujud adalah tunduk pada ketentuan Allah…bagi orang yang masih melenceng dari ketentuan Allah masih belum dikatakan bersujud(jadi bukan secara fisik bersujud)

    Matahari beredar melewati bawah arsy, lalu bersujud, tentang bagaimana sujudnya, itu hal yg ghaib, kita tidak tahu, dan kewajiban kita adalah mengimani berita tsb , bukan menafsirkan sendiri sebagaimana anda,.

    Darimana penjelasan yg anda dapatkan? apakah rasulullah menjelaskan demikian? jika rasulullah tdk menjelaskan demikian, maka kita jangan berani menjelaskan yg rasulullah sendiri tidak menjelaskannya,.

    • uddin
      Desember 3, 2013 pukul 7:53 am

      “Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari.” (Ar-Ra’d: 15)
      “Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia?” (Al-Hajj: 18)

      dengan keterangan yang saya sampaikan mohon untuk bisa dijelaskan…..supaya tidak salah dalam menafsirkan….trimakasih atas masukannya

      semua ciptaan Allah juga bertasbih kepada Allah, batu,gunung,pohon-pohon, bagaimana cara bertasbihnya? itu hal yg ghaib, hanya Allah yang tahu bagaimana cara bertasbihnya, demikian pula dgn sujudnya matahari, itu hal yang ghaib, selama Allah tidak menjelaskannya, maka kita hanya berkewajiban untuk mengimaninya saja,.

      Hal yang ghaib, tidak ada takwilnya, dan tidak boleh ditakwil, kecuali ada dalil yg menjelaskannya,.

      Jadi, imani saja, itu jalan selamat dalam memahami hal ini, bukan kita memalingkan maknanya kepada makna lain, ini butuh dalil,.
      Namanya juga hal ghaib, maka akal kita terbatas utk memahami hal tsb, imani saja,. supaya kita tidak salah dalam menjelaskan permasalahan tsb,

  45. Abu Hanifah
    Juli 28, 2013 pukul 8:53 am

    Assalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Dalam gambar diatas dan dalam video digambarkan bahwa bumi berbentuk bulat, apakah anda memang sependapat? Saya pernah dengar beberapa orang syaikh berpendapat bahwa bumi tidak bulat tapi datar. Mana yang benar bulat atau datar.

    Dalam hadist diatas diceritakan bahwa ”Sesungguhnya matahari itu berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dia bersujud. Dia tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya:

    ”Bangunlah!Kembalilah seperti semula engkau datang.’Maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya, kemudian dia berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dia bersujud…”[HR. Bukhari, Muslim, ath-Thoyalisi, Ahmad, Abu Dawud,Tirmidzi, Nasa’i, dll]

    sedangkan dalam video digambarkan bahwa matahari terus saja mengelilingi bumi terlihat selama beberapa bulan terus menerus dari kutub utara, kapan sujudnya?. Bagaimana penjelasannya?

    Wa’alaikumussalam warahmatullahiwabarakatuh

    Silahkan baca postingan terbaru tentang sujudnya matahari, silahkan baca disini

  46. Yudha
    Juli 26, 2013 pukul 4:20 pm

    Wallohi apa yang selama ini tertanam dalam pikiran & apa yang diberikan dalam pengetahuan alam bahwa Bumi mengelilingi Matahari & Matahari sebagai porosnya,ana bunuh pikiran ana tersebut,Karena Allah tidak mungkin salah,& Makhluq tidak mungkin lebih pintar daripada Kholiq.Al Baqoroh
    1. Alif laam miin

    2. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.

    Alhamdulillah, hendaknya demikianlah sikap seorang muslim, mendahulukan dalil baik dari alquran atau hadits , bukan mendahulukan teori2 manusia yang sifatnya relatif, hari ini begini, belum tentu di masa depan akan begini juga,. namanya juga teori,
    Allah yang menciptakan bumi, matahari,dan alam semesta ini, dan Allah sudah menjelaskan di alquran, juga hadits2 rasulullah,
    Lalu, layakkah kita mengikuti teori2 manusia?
    Bahkan nama2 planet, sebagiannya adalah nama2 dewa yunani,.. na’udzubillahi min dzalik,.

  47. yusup
    Juli 22, 2013 pukul 6:15 am

    Nampaknya yang dimaksud BUMI dalam kalimat itu adalah tanah atau daratan. bukan bumi sebagai planet. Jangan lupa perhitungan hisab, sebagai dasar untuk melakukan rukyah hilal, berdasarkan peredaran bumi ( sebagai planet ) dan peredaran bulan.

    cukuplah ayat alquran yg begitu jelas,.

    فَإِنَّ اللّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ

    “Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat.” (QS Al Baqarah: 258).

    Maka keadaan matahari yang didatangkan dari timur merupakan dalil yang tegas bahwa matahari berputar mengelilingi bumi.
    Disitu Allah tidak mengatakan Allah menggerakan bumi,

  48. Afi
    Juli 21, 2013 pukul 7:38 am

    lalu apa bedanya kita dengan filusuf yunani aristoteles. dan pihak gereja pada abad pertengahan yang menyelewengkan injil dan menganggap bumi sebagai pusat tata surya.

    menurut saya semua itu juga harus dibuktikan secara ilmiah dengan akal karena bukankah islam itu diturunkan untuk orang2 yang berfikir dan yang berzikir kepada Allah SWT. menurt ilmu yang saya pelajari adalah yang dimaksud bumi tidak begeser bukan tidak beputarkan, jadi pengertiannya adalah bumi tidak bergeser dari porosnya. dan bukankah segala sesuatu harus diberikan kepada ahlinya

    Terimakasih mas Afi,
    Beda sekali lah mas Afi,.
    Kita mengimani apa yg Allah sampaikan dalam alquran, bukan berdasarkan teori aristoteles atau pihak gereja, bukan itu acuannya,.
    Adapun teori aristoteles, itu sekedar teori, bisa betul bisa salah, namun jika sesuai dengan penjelasan Alquran, maka kita sudah dicukupkan dengan penjelasan dari alquran, bukan mengikuti teori aristoteles,.

  49. taufan
    Juli 20, 2013 pukul 3:01 am

    Subhanallah memang benar adanya… ternyata selama ini apa yang diajarkan adalah sesuatu yang salah… semoga ada penelitian ilmiah tentang hal ini

    • dian arta
      Juni 2, 2014 pukul 6:27 am

      maaf… ternyata saya salah masuk… druangan…. orang-2 yg masih memakai otak jaman purba….masya-Allah…….. tidak kurang 313 ayat yg menyebutkan tafakkaru yaa..ulil albab… bok ya sekolah dulu tooo…. ini sama dengan melecehkan Al Qur’an. anda-2 sekalian bisa internetan.. lihat TV…HP-2 an..dll…dll… ini semua jasa ilmuwan yang merumuskan bahwa bumi bulat.. mengelilingi matahari…. matahari+buli+bulan..+ planet-2 lain berputar mengiulilingi “as”…. alam semesta ini…….. aja ngisin-2 men rek…….

      Matur suwun,. wis komentar nang kene,..
      Inyong muslim, inyong luwih percaya dalil sing terlalu akeh baik dari ayat atau hadits yang menggambarkan bahwa bumi dan langit itu diam, dan matahari,bulan,siang dan malam yang mengelilingi bumi,.

      aku isin, kok wong islam luwih percaya teori barat,. dan mementalkan dalil dari alquran dan hadits,.

      silahkan anda baca ulasan disini dan dengarkan penjelasan ustadz sabiq tentang mataharilah yang mengelilingi bumi, silahkan klik link ini

  50. Ferry Gunawan Tb
    Februari 18, 2015 pukul 5:46 pm

    Astronom td jg blg bhw matahari “beredar” mengelilingi galaksi..

    Pdhl galaksi jg beredar mengelilingi pusat grup/cluster galaksi..

    Astronom terbuka matanya ttg jagatraya stlh Allah berkehendak menurunkan ilmunNya (melalui satelit dan teleskop ruang angkasa) kpd manusia sekalipun manusia itu nonmuslim selama manusia tersebut berfikir dan berupaya mengungkap ciptaan Tuhan.
    Spt halnya Allah memberikan rezeki harta dan ilmu kpd semua manusia skalipun dia atheis dan nonmuslim.

    Apakah astronom tersebut pernah mengamati dari bulan? lah wong berita mendaratnya astronom di bulan saja adalah berita HOAX,
    Kapan astronom tersebut pergi ke galaksi? ada dimanakah galaksi tersebut? apakah melampaui langit kesatu?
    Sangat mengherankan, jarak bumi ke matahari bisa diperkirakan, demikian pula ke galaksi, tapi jarak ke langit pertama tidak ada ulasannya,.. bahkan astronom pun tidak paham bahwa langit itu ada tujuh lapis,. namun Islam sudah mejelaskan, silahkan baca disini

    Penjelasan orang atheis dipercaya, lalu penjelasan Allah tidak dipercayai?

  51. AganNcop
    Juni 17, 2015 pukul 7:41 pm

    saya sebenarnya masih geram dengan orang yang “meyakini geosentris dan mengkafirkan yg tidak mengikutinya”.

    sebelumnya saya tanya,. siapa yang mengkafirkan?

    Maaf, bukannya saya sombong, hanya saja saya rasa ada dua gelar yang cocok untuk mereka yang mempunyai sifat tersebut:
    1. anak kecil.
    2. orang bodoh.

    Dimana saya bisa menemukan buktinya mas, bahwa ada orang yang mengkafirkan yg tidak mengikutinya

  1. No trackbacks yet.

silahkan komentar jika kurang jelas atau ada yang ingin ditanyakan..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.148 pengikut lainnya.