Beranda > Belajar Nasehat, zina > Selingkuh Dengan Ipar..

Selingkuh Dengan Ipar..


Berzina dengan adik ipar, bolehkah dinikahi?selingkuh-dengan-iparPertanyaan, “Assalamu’alaikum. Saya sudah 8 tahun berumah tangga dan dikaruniai satu anak laki-laki berumur 6 tahun, semenjak menikah kami tinggal bertiga dengan adik perempuan istriku (ipar). Singkat cerita perselingkuhanpun terjadi sampai hari ini dan isterikupun mengetahuinya.

Aku tahu istriku marah, sakit hati dan benci dengan perselingkuhan ini tapi dia tetap bertahan.Ternyata dibelakang aku, diapun berselingkuh dan 3 minggu yang lalu dia mengaku telah berzina dengan selingkuhanya, kini dia menyesali perbuatanya dan bertaubat takkan mengulanginya lagi dan diapun meminta agar aku menikahi adiknya (selingkuhanku) tanpa harus menceraikan dia (istriku). Mohon bantuan nasihatnya. Wassalam.”

Rizqi (rXXXXX@ymail.com)

Wa ‘alaikumus salam.

Allahu akbar… Keluarga Anda di zona carut marut, rusak berkeping-keping… Anda dan istri Anda melakukan dosa yang sangat besar. Andaikan di negara kita ditegakkan hukum islam maka Anda berdua akan dihukum rajam, dilempari batu, dengan dikubur setengah badan sampai mati. Itu penebus dosa pelaku zina yang sudah menikah. Dosanya bisa ditebus dengan hukuman, bukan dengan menikahi pasangan selingkuhannya. Karena itu, segeralah bertaubat semampu Anda dan istri Anda. Segera bersimpuh kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya. Jika Anda tidak mendapatkan hukuman tersebut di dunia, tidak ada jaminan Anda akan selamat dari hukuman di akhirat.

Selanjutnya, 1. Anda HARAM menikahi adik istri Anda. Karena seorang lelaki TIDAK boleh menikahi dua orang wanita kakak-beradik. Allah menyebutkan beberapa orang yang tidak boleh dinikahi dalam surat an-Nisa, salah satunya Allah menyatakan,

وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْن الْأُخْتَيْنِ

“(Kalian tidak boleh) menggabungkan dua perempuan bersaudara…” (QS. an-Nisa: 23)

Maksudnya, tidak boleh menikahi dua wanita bersaudara, baik saudara kandung maupun sepersusuan.

Anda hanya bisa menikahi adik ipar Anda, jika: (a). Anda telah menceraikan istri Anda dan telah selesai masa iddah atau (b). Istri Anda telah meninggal dunia.

2. Saudara ipar bukanlah mahram. Karena itu, saudara ipar tidak boleh berdua-duaan dalam satu tempat dengan suami kakaknya atau istri kakaknya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا يخلون أحدكم بامرأة فإن الشيطان ثالثهما.

“Janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan seorang wanita karena sesungguhnya setan adalah orang yang ketiga.” (HR. Ahmad 1/18, Ibnu Hibban 1/436, dan dishahihkan oleh Al-Albani)

Anda jangan merasa aman dalam posisi semacam ini. Karena setan akan berupaya keras, agar anda berdua bisa berzina. Waspadalah…

3. Adik ipar Anda tidak boleh tinggal bersama dengan keluarga Anda. Ada banyak madharat, ketika saudara ipar, tinggal bersama saudara iparnya. Diantara, a. Memperbesar peluang terjadinya perselingkuhan. b. Membuka kesempatan berkhalwat (berdua-duaan) dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. padahal jauh-jauh hari Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda,

إياكم والدخول على النساء

“Janganlah kalian memasuki tempat kediaman wanita”

Kamudian ada sahabat anshar yang bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan saudara ipar? Beliau menjawab,

الحمو الموت

“Saudara ipar itu kematian.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut saudara ipar dengan kematian, karena masyarakat luar tidak akan berburuk sangka ketika ada saudara ipar yang tinggal bersama istri kakaknya atau suami kakaknya. Sementara mereka sangat berpeluang utk melakukan zina. Sehingga kewaspadaan mereka untuk berzina sangat longgar. Allahu a’lam.

4. Segeralah untuk memperbaiki keluarga Anda. menjaga kehormatan masing-masing. Karena bisa jadi, seseorang yang melakukan , dia akan mendapatkan hukuman dengan perlakuan yang sama dari pasangannya (istri atau suaminya). Suami yang main , bisa jadi dia dihukum dengan perselingkuhan istrinya, dan sebaliknya. Karena itu, sebagian ulama mengatakan,

عفتك عفت زوجتك

“Sikapmu yang menjaga kehormatan akan dibalas dengan sikap istrimu yang juga menjaga kehormatan.”

5. Jika ini belum menyebar, buat kesepakatan agar masing-masing tidak menceritakan kepada orang lain. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَصَابَ مِنْ هَذِهِ الْقَاذُورَاتِ شَيْئًا فَلْيَسْتَتِرْ بِسِتْرِ اللَّهِ

“Siapa yang tertimpa musibah maksiat dengan melakukan perbuatan semacam ini (perbuatan zina), hendaknya dia menyembunyikannya, dengan kerahasiaan yang Allah berikan.” (HR. Malik dalam Al-Muwatha’, no. 1508)

Dengan masing-masing berusaha bertaubat dan memperbaiki diri, semoga Allah segera memperbaikinya.

Oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)

Artikel www.KonsultasiSyariah.com

  1. Abdul Hafid Bawazier
    Oktober 27, 2013 pukul 4:18 am

    1 pertanyaan, udah jelas haramnx menikahi 2 wanita kakak beradik dlm satu waktu. Dalam setiap larangan pasti ada hikmah yg bisa diambil. Lalu kira2 apa hikmah yg bisa dipetik dr larangan tsb diatas? Maaf klo kita berpikir secara logika, walo tetap ada rasa cemburu diantara keduanx, tp rasa saling mengalah lebih besar krn satu sama lain ada kesamaan pikiran ”gmanapun juga dia kakak/adikku” dan anak dia juga anak tiriku skaligus ponakanku. Yg mana tenggang rasa seperti itu sangat sulit didapat dr 2 wanita yg bukan bersodara. Maaf ini cuma logika berpikir aja, bukan u/ merubah syariah Islam. Mohon penjelasan n syukron katsiir.

    Terimakasih,..
    Semua larangan dalam syariat ini, pasti mengandung hikmah yang sangat besar, apakah hikmah itu diketahui atau tidak,. kewajiban kita sebagai hamba Allah adalah menerima dan mentaatinya, tidak boleh mengkritisinya,.

    Sekarang secara logika saja, jika anda sebagai rakyat, lalu diperintah oleh raja anda, apakah anda berani mengkritisinya? Apalagi ini Allah yg menciptakan Alam semesta ini yang menetapkannya, apakah layak kita mengkritisi ketetapan Allah, tentu ini adalah sikap yg kurang ajar terhadap Allah, dan berkonsekwensi juga terhadap SYAHADAT YANG KITA UCAPKAN,. bukankah kita sudah mengucapkan Laa ilaaha illallah dan wa asyhaduanna muhammadan rasuulullah?
    salahsatu konsekwensi dari syahadat diatas adalah kita menerima semua ketetapan syariat ini, baik diketahui hikmahnya atau tidak,..

    DAN SEMUA SYARIAT ISLAM INI MENGANDUNG HIKMAH, bukan hal yang sia-sia,.

    Dan sebagai pegangan kita, dalam menimbang syariat ini, JANGANLAH SEKALI-KALI MENGGUNAKAN LOGIKA KITA,.
    Karena fungsi akal atau logika kita adalah untuk menerima kebenaran syariat ini, bukan menimbang syariat dengan logika atau akal kita, karena akal kita sangat terbatas,.. bahkan,.

    KITA DISURUH MENUNJUKKAN DIMANA LETAK AKAL KITA SAJA , kita tidak akan sanggup menunjukkannya,.. itu salah satu bukti keterbatasan akal kita,.

    Silahkan tanya kepada orang yang paling pinter, paling jago akalnya, coba tanyakan, dimana letak akal anda? atau dimana letak akal orang lain,.

    Pasti, dia tidak akan bisa menjawabnya,. padahal itu masih melekat di tubuh orang tsb,.

  2. ank indon
    Desember 23, 2012 pukul 9:02 am

    maka seyogyanya bagi orang yg belum kena musibah seperti diatas hindarilah hal tersebut sejauh-jauhnya sebelum terpercik dengan noda-noda dosa dan kotoran maksiat……naudzubillah min dalik….

  3. Azkha
    September 27, 2012 pukul 8:55 pm

    Assalamu’alaikum..Wr..Wb..

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Itu yg saya alami saat ini.
    Suami saya telah berzina dgn adik kandung saya..
    Kenyataan yg begitu menyakitkan.. Meskipun suami saya sudah mengakui kesalahannya dan sudah bertaubat kepada Allah SWT.

    Yang ingin saya tanyakan,apakah saya boleh melanjutkan hubungan kami? atau bagaimana jika saya ingin mengajukan cerai?
    Sementara perceraian sangatlah dibenci Allah SWT.

    Mohon jawabannya..
    Saya bingung bagaimana harus bertindak..

    Suami wajib bertaubat, demikian juga anda, bisa jadi perbuatan tersebut terjadi karena kelalaian atau ketidaktahuan anda juga, membiarkan adik perempuan anda serumah dengan anda dan suami anda, atau membiarkan suami anda mengajak/mengantarkan adik perempuan anda pergi keluar rumah,..ini adalah tidak boleh, sebab ipar adalah kematian,

    Jadi perlu ditelusuri, apa penyebab suami anda melakukan hal tsb,..
    Jika anda dan suami sudah bertaubat, tentu penyebab terjadinya perbuatan tsb juga segera dihindari, contohnya adik perempuan anda jangan tinggal serumah dengan anda,

    • Azkha
      Oktober 7, 2012 pukul 3:52 pm

      Syukron atas jawabannya..

      Jika boleh saya ingin mengajukan sebuah pertanyaan lagi.

      Karena kesalahannya tersebut, suami saya akhirnya berada di rutan sebab dilaporkan oleh kedua orangtua saya ke pihak kepolisian.
      Lalu apa yg harus saya lakukan,apakah saya harus menunggu & kembali padanya lagi? Sementara seluruh keluarga dari pihak saya sudah tidak merestui hubungan kami atau bahkan telah membencinya.

      Mohon jawabannya. . .

      Jika suami anda bertaubat apa alasan mba untuk meninggalkannya, apalagi suami tidak menceraikan anda, tentu status anda masih sebagai istrinya. Sebab bisa jadi kejadian itu bukan murni salah suami juga, pasti ada penyebabnya kenapa bisa terjadi perbuatan hina tersebut? apakah mba bekerja diluar, ataukah dirumah saja sebagai ibu rumah tangga? jadi bertaubatlah, mohonlah ampun kepada Allah, dan koreksi diri agar tidak terulang lagi kejadian seperti itu,

      Jika suami mau bertaubat, doronglah suami agar rajin beribadah, memohon ampun kepada Allah, dan menjauhi hal-hal yang bisa menjerumuskan dia kedalam perbuatan zina lagi, baik dgn saudari anda, atau dgn wanita lain,

      Wassalamu’alaikum..

      Wa’alaikumussalam warahmatullah

      • Azkha
        Oktober 13, 2012 pukul 11:12 pm

        Saya tidak bekerja diluar melainkan hanya menjadi seorang ibu rumah tangga. Namun pada saat itu,saya sedang dalam masa nifas sehabis melahirkan sehingga saya tidak dapat melayani suami saya. Jadi apakah itu juga kesalahan saya?
        Bagaimana jika karena kesalahannya itu membuat saya tidak lagi mencintainya?
        Mohon jawabannya. . .

        Apakah adik anda tinggal serumah dengan ibu, dan ibu membiarkan dia ngobrol dengan suami anda, padahal adik ibu bukanlah mahram bagi suami ibu,
        Banyak hal ini dibiarkan, sehingga banyak pula kejadian adik si ibu dibiarkan pergi berdua dengan suami, sebab anggapan masyarakat umum, adik ibu dan suami itu sudah seperti keluarga sendiri,sehingga bebas begitu saja, sehingga terjadilah apa yang terjadi,.. ipar adalah kematian,

        coba saja ibu tanyakan kepada ustadz lain, ibu bisa simak radio rodja cilengsi, di frekwensi 756 AM , ibu bisa nelpon ke nmr On Air: [021] 823 6543 SMS: 081 989 6543

  4. Tommi
    Oktober 27, 2011 pukul 2:09 am

    Jadi inget waktu hari jum’at atau sabtu gitu (ana agak lupa harinya), ada kajian ustadz Abu Yahya Badrussalam di Rodja, beliau jg melarang saudara ipar untuk tinggal serumah dengan kita dengan dalil dari ayat2 dan hadits2 diatas. Karena mudhorotnya lebih besar daripada maslahatnya. Syukron mas Mufti.

    Btw mas, antum jadi panitia tablighnya ustad Abdul Hakim bin Amir Abdat di masjid DT ya?

    Pesantren annajiyah sebagai panitianya, dan ana juga bagian publikasi di internet,

  1. No trackbacks yet.

Silahkan tulis komentar anda,.. surel diisi dgn email, nama diisi dengan nama anda ,

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.558 pengikut lainnya.