Beranda > Belajar Nasehat, bidah, khawarij > Bukti-Bukti Kesesatan LDII / Islam Jamaah / Lemkari

Bukti-Bukti Kesesatan LDII / Islam Jamaah / Lemkari


Bukti-bukti kesesatan LDII, Fatwa-fatwa tentang sesatnya, dan pelarangan Islam Jama’ah dan apapun namanya yang bersifat/ berajaran serupa:

1. LDII sesat.

MUI dalam Musyawarah Nasional VII di Jakarta, 21-29 Juli 2005, merekomendasikan bahwa aliran sesat seperti LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) dan Ahmadiyah agar ditindak tegas dan dibubarkan oleh pemerintah karena sangat meresahkan masyarakat. Bunyi teks rekomendasi itu sebagai berikut: “Ajaran Sesat dan Pendangkalan Aqidah.

MUI mendesak Pemerintah untuk bertindak tegas terhadap munculnya berbagai ajaran sesat yang menyimpang dari ajaran Islam, dan membubarkannya, karena sangat meresahkan masyarakat, seperti Ahmadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), dan sebagainya.

MUI supaya melakukan kajian secara kritis terhadap faham Islam Liberal dan sejenisnya, yang berdampak terhadap pendangkalan aqidah, dan segera menetapkan fatwa tentang keberadaan faham tersebut. Kepengurusan MUI hendaknya bersih dari unsur aliran sesat dan faham yang dapat mendangkalkan aqidah. Mendesak kepada pemerintah untuk mengaktifkan Bakor PAKEM dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya baik di tingkat pusat maupun daerah.” (Himpunan Keputusan Musyawarah Nasional VII Majelis Ulama Indonesia, Tahun 2005, halaman 90, Rekomendasi MUI poin 7, Ajaran Sesat dan Pendangkalan Aqidah).

2. Menganggap kafir orang Muslim di luar jama’ah LDII.

Dalam Makalah LDII dinyatakan: “Dan dalam nasehat supaya ditekankan bahwa bagaimanapun juga cantiknya dan gantengnya orang-orang di luar jama’ah, mereka itu adalah orang kafir, musuh Allah, musuh orang iman, calon ahli neraka, yang tidak boleh dikasihi,” (Makalah LDII berjudul Pentingnya Pembinaan Generasi Muda Jama’ah dengan kode H/ 97, halaman 8).

3. Surat 21 orang keluarga R. Didi Garnadi dari Cimahi Bandung menyatakan sadar, insyaf, taubat dan mencabut Bai’at mereka terhadap LDII, Oktober 1999.

Dalam surat itu dinyatakan di antara kejanggalan LDII hingga mereka bertaubat dan keluar dari LDII, karena: Dilarang menikah dengan orang luar Kerajaan Mafia Islam jama’ah, LEMKARI, LDII karena dihukumi Najis dan dalam kefahaman Kerajaan Mafia Islam Jama’ah, LEMKARI, LDII bahwa mereka itu BINATANG. (Lihat surat 21 orang dari Cimahi Bandung yang mencabut bai’atnya terhadap LDII alias keluar ramai-ramai dari LDII, surat ditujukan kepada DPP LDII, Imam Amirul Mu’minin Pusat , dan pimpinan cabang LDII Cimahi Bandung, Oktober 1999, dimuat di buku Bahaya Islam Jama’ah Lemkari LDII, LPPI Jakarta, cetakan 10, 2001, halaman 276- 280).

4. Menganggap najis Muslimin di luar jama’ah LDII dengan cap sangat jorok, turuk bosok (vagina busuk).

Ungkapan Imam LDII dalam teks yang berjudul Rangkuman Nasehat Bapak Imam di CAI (Cinta Alam Indonesia, semacam jamboree nasional tapi khusus untuk muda mudi LDII) di Wonosalam Jombang tahun 2000. Pada poin ke-20 (dari 50 poin dalam 11 halaman): “Dengan banyaknya bermunculan jamaah-jamaah sekarang ini, semakin memperkuat kedudukan jamaah kita (maksudnya, LDII, pen.). Karena betul-betul yang pertama ya jamaah kita. Maka dari itu jangan sampai kefahamannya berubah, sana dianggap baik, sana dianggap benar, akhirnya terpengaruh ikut sana. Kefahaman dan keyakinan kita supaya dipolkan. Bahwa yang betul-betul wajib masuk sorga ya kita ini. Lainnya turuk bosok kabeh.” (CAI 2000, Rangkuman Nasehat Bapak Imam di CAI Wonosalam. Pada poin ke-20 (dari 50 poin dalam 11 halaman).

5. Menganggap sholat orang Muslim selain LDII tidak sah, hingga dalam kenyataan, biasanya orang LDII tak mau makmum kepada selain golongannya, hingga mereka membuat masjid-masjid untuk golongan LDII.

Bagaimanapun LDII tidak bisa mengelak dengan dalih apapun, misalnya mengaku bahwa mereka sudah memakai paradigma baru, bukan model Nur Hasan Ubaidah. Itu tidak bisa. Sebab di akhir buku Kitabussholah yang ada Nur Hasan Ubaidah dengan nama ‘Ubaidah bin Abdul Aziz di halaman 124 itu di akhir buku ditulis: KHUSUS UNTUK INTERN WARGA LDII. Jadi pengakuan LDII bahwa sekarang sudah memakai paradigma baru, lain dengan yang lama, itu dusta alias bohong.

6. Penipuan Triliunan Rupiah: Kasus tahun 2002/2003 ramai di Jawa Timur tentang banyaknya korban apa yang disebut investasi yang dikelola dan dikampanyekan oleh para tokoh LDII dengan iming-iming bunga 5% perbulan.

Ternyata investasi itu ada tanda-tanda duit yang telah disetor sangat sulit diambil, apalagi bunga yang dijanjikan. Padahal dalam perjanjian, duit yang disetor bisa diambil kapan saja. Jumlah duit yang disetor para korban mencapai hampir 11 triliun rupiah.

Di antara korban itu ada yang menyetornya ke isteri amir LDII Abdu Dhahir yakni Umi Salamah sebesar Rp 169 juta dan Rp 70 juta dari penduduk Kertosono Jawa Timur.

Dan korban dari Kertosono pula ada yang menyetor ke cucu Nurhasan Ubaidah bernama M Ontorejo alias Oong sebesar Rp22 miliar, Rp 959 juta, dan Rp800 juta. Korban bukan hanya sekitar Jawa Timur, namun ada yang dari Pontianak Rp2 miliar, Jakarta Rp2,5 miliar, dan Bengkulu Rp1 miliar.

Paling banyak dari penduduk Kediri Jawa Timur ada kelompok yang sampai jadi korban sebesar Rp900 miliar. (Sumber Radar Minggu, Jombang, dari 21 Februari sampai Agustus 2003, dan akar Kesesatan LDII dan Penipuan Triliunan Rupiah karya H.M.C. Shodiq, LPPI Jakarta, 2004. ).

7. Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat: Bahwa ajaran Islam Jama’ah, Darul Hadits (atau apapun nama yang dipakainya) adalah ajaran yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang sebenarnya dan penyiarannya itu adalah memancing-mancing timbulnya keresahan yang akan mengganggu kestabilan negara. (Jakarta, 06 Rabiul Awwal 1415H/ 13 Agustus 1994M, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia, Ketua Umum: K.H. Hasan Basri, Sekretaris Umum: H.S. Prodjokusumo.

8. Fatwa Majelis Ulama DKI Jakarta: Bahwa ajaran Islam Jama’ah, Darul Hadits (atau apapun nama yang dipakainya) adalah ajaran yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang sebenarnya dan penyiarannya itu adalah memancing-mancing timbulnya keresahan yang akan mengganggu kestabilan negara. (Jakarta, 20 Agustus 1979, Dewan Pimpinan Majelis Ulama DKI Jakarta, K.H. Abdullah Syafi’ie ketua umum, H. Gazali Syahlan sekretaris umum.

9. Pelarangan Islam Jama’ah dengan nama apapun dari Jaksa Agung tahun 1971: Surat Keputusan Jaksa Agung RI No: Kep-089/D.A./10/1971 tentang: Pelarangan terhadap Aliran- Aliran Darul Hadits, Djama’ah jang bersifat/ beradjaran serupa.

Menetapkan: Pertama: Melarang aliran Darul Hadits, Djama’ah Qur’an Hadits, Islam Djama’ah, Jajasan Pendidikan Islam Djama’ah (JPID), Jajasan Pondok Peantren Nasional (JAPPENAS), dan aliran-aliran lainnya yang mempunyai sifat dan mempunjai adjaran jang serupa itu di seluruh wilajah Indonesia.

Kedua: Melarang semua adjaran aliran-aliran tersebut pada bab pertama dalam keputusan ini jang bertentangan dengan/ menodai adjaran-adjaran Agama. Ketiga: Surat Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan: Djakarta pada tanggal: 29 Oktober 1971, Djaksa Agung R.I. tjap. Ttd (Soegih Arto).

10. Kesesatan, penyimpangan, dan tipuan LDII diuraikan dalam buku-buku LPPI tentang Bahaya Islam Jama’ah, Lemkari, LDII (1999); Akar Kesesatan LDII dan Penipuan Triliunan Rupiah (2004).

11. LDII aliran sempalan yang bisa membahayakan aqidah umat, ditegaskan dalam teks pidato Staf Ahli Menhan Bidang Ideologi dan Agama Ir. Soetomo, SA, Mayor Jenderal TNI bahwa “Beberapa contoh aliran sempalan Islam yang bisa membahayakan aqidah Islamiyah, yang telah dilarang seperti: Lemkari, LDII, Darul Hadis, Islam Jama’ah.” (Jakarta 12 Februari 2000, Staf Ahli Menhan Bidang Ideologi dan Agama, Ir. Soetomo, SA, Mayor Jendral TNI).

12. LDII dinyatakan sesat oleh MUI karena penjelmaan dari Islam Jamaah.

Ketua Komisi fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) KH Ma’ruf Amin menyatakan, Fatwa MUI: LDII sesat. Dalam wawancara dengan Majalah Sabili, KH Ma’ruf Amin menegaskan: Kita sudah mengeluarkan fatwa terbaru pada acara Munas MUI (Juli 2005) yang menyebutkan secara jelas bahwa LDII sesat. Maksudnya, LDII dianggap sebagai penjelamaan dari Islam Jamaah. Itu jelas!” (Sabili, No 21 Th XIII, 4 Mei 2006/ 6 Rabi’ul Akhir 1427, halaman 31).

Sistem Manqul

LDII memiliki sistem manqul. Sistem manqul menurut Nurhasan Ubaidah Lubis adalah :”Waktu belajar harus tahu gerak lisan/badan guru; telinga langsung mendengar, dapat menirukan amalannya dengan tepat. Terhalang dinding atau lewat buku tidak sah.

Sedang murid tidak dibenarkan mengajarkan apa saja yang tidak manqul sekalipun ia menguasai ilmu tersebut, kecuali murid tersebut telah mendapat Ijazah dari guru maka ia dibolehkan mengajarkan seluruh isi buku yang telah diijazahkan kepadanya itu”. (Drs. Imran AM. Selintas Mengenai Islam Jama’ah dan Ajarannya, Dwi Dinar, Bangil, 1993, hal.24).

Kemudian di Indonesia ini satu-satunya ulama yang ilmu agamanya manqul hanyalah Nurhasan Ubaidah Lubis.

Ajaran ini bertentangan dengan ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. yang memerintahkan agar siapa saja yang mendengarkan ucapannya hendaklah memelihara apa yang didengarnya itu, kemudian disampaikan kepada orang lain, dan Nabi tidak pernah mem berikan Ijazah kepada para sahabat. Dalam sebuah hadits beliau bersabda:

نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مَقَالَتِي فَوَعَاهَا، ثُمَّ أَدَّاهَا كَمَا سَمِعَهَا .

Artinya:”Semoga Allah mengelokkan orang yang mendengar ucapan lalu menyampaikannya (kepada orang lain) sebagaimana apa yang ia dengar”. (Syafi’i dan Baihaqi)

Dalam hadits ini Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan kepada orang yang mau mempelajari hadits-haditsnya lalu menyampaikan kepada orang lain seperti yang ia dengar. Adapun cara bagaimana atau alat apa dalam mempelajari dan menyampaikan hadits-haditsnya itu tidak ditentukan. Jadi bisa disampaikan dengan lisan, dengan tulisan, dengan radio, tv dan lain-lainnya. Maka ajaran manqulnya Nurhasan Ubaidah Lubis terlihat mengada-ada.

Tujuannya membuat pengikutnya fanatik, tidak dipengaruhi oleh pikiran orang lain, sehingga sangat tergantung dan terikat denga apa yang digariskan Amirnya (Nurhasan Ubaidah).

Padahal Allah  menghargai hamba-hambanya yang mau mendengarkan ucapan, lalu menseleksinya mana yang lebih baik untuk diikutinya. Firman-Nya:

وَالَّذِينَ اجْتَنَبُوا الطَّاغُوتَ أَنْ يَعْبُدُوهَا وَأَنَابُوا إِلَى اللَّهِ لَهُمُ الْبُشْرَى فَبَشِّرْ عِبَادِ(17)

الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ وَأُولَئِكَ هُمْ أُولُو الْأَلْبَابِ(18)

Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira; sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku, yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal. (QS Az-Zumar : 17-18).

Dalam ayat tersebut tidak ada sama sekali keterangan harus manqul dalam mempelajari agama.

Bahkan kita diberi kebebasan untuk mendengarkan perkataan, hanya saja harus mengikuti yang paling baik. Itulah ciri-ciri orang yang mempunyai akal.

Dan bukan harus mengikuti manqul dari Nur Hasan Ubaidah yang kini digantikan oleh anaknya, Abdul Aziz, setelah matinya kakaknya yakni Abdu Dhahir. Maka orang yang menetapkan harus/ wajib manqul dari Nur Hasan atau amir itulah ciri-ciri orang yang tidak punya akal. (Lihat Buku Bahaya Islam Jama’ah Lemkari LDII, LPPI, Jakarta, cetakan 10, 2001, halaman 258- 260).

Intinya, berbagai kesesatan LDII telah nyata di antaranya:

1. Menganggap kafir orang Muslim di luar jama’ah LDII.

2. Menganggap najis Muslimin di luar jama’ah LDII dengan cap sangat jorok, turuk bosok (vagina busuk).

3. Menganggap sholat orang Muslim selain LDII tidak sah, hingga orang LDII tak mau makmum kepada selain golongannya.

Diskrispi tentang LDII:
LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia)

Pendiri dan pemimpin tertinggi pertamanya adalah Madigol Nurhasan Ubaidah Lubis bin Abdul bin Thahir bin Irsyad. Lahir di Desa Bangi, Kec. Purwoasri,. Kediri Jawa Timur, Indonesia, tahun 1915 M (Tahun 1908 menurut versi Mundzir Thahir, keponakannya).

Faham yang dianut oleh LDII tidak berbeda dengan aliran Islam Jama’ah/Darul Hadits yang telah dilarang oleh Jaksa Agung Republik Indonesia pada tahun 1971 (SK Jaksa Agung RI No. Kep-089/D.A/10/1971 tanggal 29 Oktober 1971). Keberadaan LDII mempunyai akar kesejarahan dengan Darul Hadits/Islam Jama’ah yang didirikan pada tahun 1951 oleh Nurhasan Al Ubaidah Lubis (Madigol). Setelah aliran tersebut dilarang tahun 1971, kemudian berganti nama dengan Lembaga Karyawan

Islam (LEMKARI) pada tahun 1972 (tanggal 13 Januari 1972, tanggal ini dalam Anggaran Dasar LDII sebagai tanggal berdirinya LDII. Maka perlu dipertanyakan bila mereka bilang bahwa mereka tidak ada kaitannya dengan LEMKARI atau nama sebelumnya Islam Jama’ah dan sebelumnya lagi Darul Hadits.). Pengikut tersebut pada pemilu 1971 mendukung GOLKAR.

Nurhasan Ubaidah Lubis Amir (Madigol) bertemu dan mendapat konsep asal doktrin imamah dan jama’ah (yaitu : Bai’at, Amir, Jama’ah, Taat) dari seorang Jama’atul Muslimin Hizbullah, yaitu Wali al-Fatah, yang dibai’at pada tahun 1953 di Jakarta oleh para jama’ah termasuk sang Madigol sendiri.

Pada waktu itu Wali al-Fatah adalah Kepala Biro Politik Kementrian Dalam Negeri RI (jaman Bung Karno). Aliran sesat yang telah dilarang Jaksa Agung 1971 ini kemudian dibina oleh mendiang Soedjono Hoermardani dan Jenderal Ali Moertopo.

LEMKARI dibekukan di seluruh Jawa Timur oleh pihak penguasa di Jawa Timur atas desakan keras MUI (Majelis Ulama Indonesia) Jatim di bawah pimpinan KH. Misbach.

LEMKARI diganti nama atas anjuran Jenderal Rudini (Mendagri) dalam Mubes ke-4 Lemkari di Wisma Haji Pondok Gede, Jakarta, 21 November 1990 menjadi LDII (Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia). (Lihat Jawa Pos, 22 November 1990, Berita Buana, 22 November 1990, Bahaya Islam Jama’ah Lemkari LDII, LPPI Jakarta, cetakan 10, 2001, halaman 265, 266, 267).

Semua itu digerakkan dengan disiplin dan mobilitas komando “Sistem Struktur Kerajaan 354″ menjadi kekuatan manqul, berupa: “Bai’at, Jama’ah, Ta’at” yang selalu ditutup rapat-rapat dengan system: “Taqiyyah, Fathonah, Bithonah, Budi luhur Luhuring Budi karena Allah.” (lihat situs: alislam.or.id).

Penyelewengan utamanya: Menganggap Al-Qur’an dan As-Sunnah baru sah diamalkan kalau manqul (yang keluar dari mulut imam atau amirnya), maka anggapan itu sesat.

Sebab membuat syarat baru tentang sahnya keislaman orang. Akibatnya, orang yang tidak masuk golongan mereka dianggap kafir dan najis (Lihat surat 21 orang dari Bandung yang mencabut bai’atnya terhadap LDII alias keluar ramai-ramai dari LDII, surat ditujukan kepada DPP LDII, Imam Amirul Mu’minin Pusat , dan pimpinan cabang LDII Cimahi Bandung, Oktober 1999, Bahaya Islam Jama’ah Lemkari LDII, LPPI Jakarta, cetakan 10, 2001, halaman 276- 280).

Itulah kelompok LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) yang dulunya bernama Lemkari, Islam Jama’ah, Darul Hadits pimpinan Nur Hasan Ubaidah Madigol Lubis (Luar Biasa) Sakeh (Sawahe Akeh/ sawahnya banyak) dari Kediri Jawa Timur yang kini digantikan anaknya, Abdu Dhohir.

Penampilan orang sesat model ini: kaku –kasar tidak lemah lembut, ada yang bedigasan, ngotot karena mewarisi sifat kaum khawarij, ada doktrin bahwa mencuri barang selain kelompok mereka itu boleh, dan bohong pun biasa; karena ayat saja oleh amirnya diplintir-plintir untuk kepentingan dirinya. (Lihat buku Bahaya Islam Jama’ah Lemkari LDII, LPPI Jakarta, cetakan 10, 2001).

Modus operandinya: Mengajak siapa saja ikut ke pengajian mereka sacara rutin, agar Islamnya benar (menurut mereka).

Kalau sudah masuk maka diberi ajaran tentang shalat dan sebagainya berdasarkan hadits, lalu disuntikkan doktrin-doktrin bahwa hanya Islam model manqul itulah yang sah, benar.

Hanya jama’ah mereka lah yang benar. Kalau menyelisihi maka masuk neraka, tidak taat amir pun masuk neraka dan sebagainya. Pelanggaran-pelanggaran semacam itu harus ditebus dengan duit. Daripada masuk neraka maka para korban lebih baik menebusnya dengan duit.

Dalam hal duit, bekas murid Nurhasan Ubaidah menceritakan bahwa dulu Nurhasan Ubaidah menarik duit dari jama’ahnya, katanya untuk saham pendirian pabrik tenun. Para jama’ahnya dari Madura sampai Jawa Timur banyak yang menjual sawah, kebun, hewan ternak, perhiasan dan sebagainya untuk disetorkan kepada Nurhasan sebagai saham.

Namun ditunggu-tunggu ternyata pabrik tenunnya tidak ada, sedang duit yang telah mereka setorkan pun amblas. Kalau sampai ada yang menanyakannya maka dituduh “tidak taat amir”, resikonya diancam masuk neraka, maka untuk membebaskannya harus membayar pakai duit lagi.

Kasus tahun 2002/2003 (disebut kasus Maryoso) ramai di Jawa Timur tentang banyaknya korban apa yang disebut investasi yang dikelola dan dikampanyekan oleh para tokoh LDII dengan iming-iming bunga 5% perbulan.

Ternyata investasi itu ada tanda-tanda duit yang telah disetor sangat sulit diambil, apalagi bunga yang dijanjikan. Padahal dalam perjanjian, duit yang disetor bisa diambil kapan saja. Jumlah duit yang disetor para korban mencapai hampir 11 triliun rupiah.

(Sumber Radar Minggu, Jombang, dari 21 Februari sampai Agustus 2003, dan akar Kesesatan LDII dan Penipuan Triliunan Rupiah karya H.M.C. Shodiq, LPPI Jakarta, 2004. ).

Lihat pula nahimunkar.com, Keluar dari Kubangan Sesat Jamaah Galipat Burengan Kediri

Artikel: Nahimunkar.com dipublikasi kembali oleh Moslemsunnah.Wordpress.com

  1. roni
    Juni 1, 2012 pada 4:20 pm | #1

    Bagiku agama ku dan bagimu agama mu…
    Dari ayat tersebut sudah jelas bagi mereka yang berfikir. Jangan saling memfonis…jika terus terjadi perselisihan pemenang akhir adalah setan. LDII adalah sebenar benarnya agama islam.

    mikir ngga yah yang nulis komentar, dikatakan suka mengkafirkan orang diluar kelompoknya ngga mau, eh yang komentar membawakan dalilnya,.. itu dalil buat ditujukan utk orang kafir mas,. bukan utk sesama muslim, mudah-mudahan Allah menunjuki anda ke jalan yang benar, tidak terjatuh pada kelompok yang suka menajiskan kaum muslimin diluar kelompoknya,.. dan ayat ayat diatas adalah salah satu bukti, anda menganggap orang diluar anda itu orang kafir,.. surat apa yang anda bawa mas, surat alkaafirun kan,..
    emang agama anda apa, kok berkata bagiku agamaku, bagimu agamamu,.. mikir ngga sih,..

  2. rifqi
    Mei 22, 2012 pada 7:02 am | #2

    assalamu’alaikum …

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    mas saya pengen beribadah dgn benar…
    apa yg sya hrus lkukan…
    apkah ikut organisasi2 agma…
    trims perhatiannya

    Pelajarilah agama ini, dengan pemahaman para sahabat,.
    Kalau tidak keberatan, bolehkah saya tahu dimana tinggalnya, insya akan saya kasih tahu tempat2 tuk belajar agama, atau melalui media2 lain yang dekat dengan tempat tinggal anda,

    jazakillahu khairan,..

  3. Rezky
    Mei 17, 2012 pada 12:59 pm | #3

    Saya adalah isteri yg sedang menjalani gugat cerai dari suami dan keluarga suami penganut LDII, sewaktu kenal hanya 2 bln (suami adl teman sesama kantor) sampai pernikahan saya tdk tahu kalau mereka memiliki aliran LDII….

    hingga akhirnya banyak kejanggalan yg saya alami…

    alhamdulillah hingga saat ini saya belum pernah menjadi bagian LDII…

    hanya saja suami saya susah untuk menjatuhkan talak hingga proses sidang ini sangat lama,takut ketahuan kalau dia seorang LDII oleh org kantor….

    maunya hanya pisah saja alias menggantung tanpa cerai dari pihak pengadilan agama….

    saksi2nya suami saya adl org LDII,pekerjaan orang tua saya diacak2….

    saya mohon bantuannya kepada lembaga apa dalam menyelesaikan persoalan ini akibatnya anak saya dibawa suami dan pekerjaan saya terkatung2 karena lamanya proses sidang….

    Turut prihatin dengan apa yang anda alami,
    Insya Allah saya akan membantu saudari dengan menyampaikannya kepada orang-orang yang bisa membantu memecahkan masalah ibu.
    Untuk itu kita meminta ibu untuk melakukan beberapa hal berikut ini:
    1. Ibu merekam perkataan suami dg jelas,ttg masalah cerai ini, bisa pake hp atau recorder
    kita harus punya bukti,karena ldii jago dusta
    2. kumpulkan bukti / dokumen kalo suaminya bener2 ldii
    3. Ibu menuliskan cerita yg ibu alami sedetail2nya lalu kirimkan ke alamat email ini : aslibumiayu@yahoo.co.id , diforward juga ke shreddam@yahoo.com,adam.amrullah@gmail.com,arruju@gmail.com

    Insya Allah akan dibantu:

    1. mencarikan bantuan ke mereka yg bisa bantu

    2. mengangkat masalah ini ke media

  4. wahyu
    Mei 14, 2012 pada 2:12 pm | #4

    Assalamualikum wrwb

    wa’alaikumussalam warahmatullahiwabarakatuh

    sebelumya saya mohon maff jika ada kata yang kurang berkenan…
    terus terang sya bukan orang LDII,tapi sebentar lagi saya mau menikah dengan wanita LDII.sebelumya saya tidak tau kalau wanita itu adalah jama’ah LDII,wanita itu bialng setelah saya bener2 jatuh hati padanya…..

    terus wanita itu bilang “jika mau serius sama q mas rus masuk LDII seutuhnya”….

    terus wanita itu nyuruh ikut ngaji bareng jama’ah LDII…!!!!

    kemudian saya jawab”ok ,selama masih berpedoman Al-Qur’an dan Al hadist saya akan mencobanya”
    selama saya ikut ngaji saya menemukan kejanggalan/tidak sesuai dengan Hati saya…..

    tidak sesuai dengan ajaran agama islam diluar LDII…..

    yaitu mudah mengatakan kafir kepada orang selain LDII,mnejamin ahli surga hanyalah jama’ah LDII…..
    dengan kata lain berarti mubaliq LDII itu mngatakan kafir kepada islam diluar LDII termasuk orang tua saya sendiri…….

    yah, begitulah seandainya dalil-dalil dipahami menurut pemahaman sendiri, yang timbul pengkafiran orang-orang diluar kelompoknya,

    Banyak sekali penyimpangan ldii ini, kita kalau shalat di masjid mereka saja di pel bekas shalat kita, karena dianggap najis,

    tolong berikan pendapat secepatya!!!!!! terimakasih sebelum dan sesudahnya…

    carilah wanita yang baik agamanya, insya Allah anda akan bahagia, jangan tergoda karena parasnya, masih sangat banyak wanita-wanita yang berakidah benar, bukan wanita yang berakidah menyimpang seperti ajaran ldii

    wasssalamualikum wrwb

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  5. andy
    April 17, 2012 pada 6:50 am | #5

    ldii.. idiiih……….kalau mau beragama yang bener…jangan ikuti madigol ,tapi ikutilah rosullah dan para shahabat..kalau ikuti madidol ya ,masuk surganya siapa?

    surgane simbahmu…?

    si embah memang bisa bikin surga, he..he..he..

    • wahyu
      Mei 31, 2012 pada 8:46 am | #6

      trimakasih atas nasihatnya…..alhamdulilah saya sudah meninggalkan wanita itu….

      Alhamdulillah, carilah wanita yang shalihah, berakidah lurus, untuk merajut bahtera rumah tangga yang diridhai Allah ta’ala

  6. umar
    April 13, 2012 pada 3:14 pm | #7

    sejatinya andapun sama2 sesat,krna anda mudah mensesatkan diluar kelompok anda,bhkan anda mensyirikan org2 diluar anda yg konsekuensinya sama yaitu faham takfir.

    terimaksih atas komentarnya,
    mas, jika ada yang mengatakan melacur itu sesat, apakah jiak ada orang yang mengatakannya “melacur itu sesat” di katakan sebagai orang yang mensesat-sesatkan orang yang melacur tersebut??

    Jawaban anda sebagai jawaban buat anda sendiri,

  7. Abdulloh
    April 2, 2012 pada 7:06 pm | #8

    to ario. g: yang ana tahu sendiri para Paku Bumi(sebutan murid LDII yg ikut belajar di masjid Alharom)tdk pernah menampakan aqidah aslinya yaitu dg menganggap orang tdk berbaiat pada imamnya adalah kafir,kalau gak percaya antum sendiri saja yg ke Makkah atau Madinnah.

    makanya sampai ada sebutan bahwa Paku Bumi adalah muddalis(pembohong),karena tidak pernah mengajarkan yg sebenarnya.

    ana pernah di Makkah 2 th,sekarang ada di kota lain tapi sering ke Madinnah juga dan ana pernah ikut kajian jamaah wal imamah di masjid Nabawi oleh Syekh Sholeh mantan rektor Universitas Islam Madinnah.dan ana sangat kaget dg hasil kajian Syekh Sholeh,yg ternyata sangat berbeda dengan pemahaman LDII.

    yg di sebutkan dalam hadist adalah Al imamul kubro yg punya kekuasaan untuk menjalankan hukum.inilah yg membuat ana mantap untuk meninggalkan faham khowarij+syiah.

  8. Princezz
    Maret 26, 2012 pada 2:54 am | #9

    Apa yang harus saya lakukan .. saya baru tahu ternyata pasangan saya adalah penganut aliran LDII setelah 2 tahun kenal .. saat ini dia mau menikahi saya tapi saya harus masuk LDII dan harus di bai;at .. !! saya disuruh mengaji tapi saya takut di cuci otak saya

    Lebih baik tinggalkan mumpung belum sampai ke jenjang pernikahan, daripada akidah anda yang menjadi korban,..

    • andy
      April 17, 2012 pada 7:06 am | #10

      wahai ukhty muslimah….

      Islam memuliakanmu dg manhaj yang lurus….

      janganlah terperdaya dg dunia….

      krna laki2 bukan dia saja…

      pilihlah pendamping hidup anti yg bermanhaj lurus dan akidah yg shohih….

      yg mengajak anti ke Surga….

      bukan ikut firqoh sesat….
      Allahu’alam.

  9. ummu sahl
    Maret 14, 2012 pada 6:32 pm | #11

    bismillaah..assalaamu`alaiykum..

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    ana sekeluarga LDII..masyaaALLAH berat sekali keluar dari LDII..yg pertama karna ayah ana sudah diangkat jadi Imam Kelompok di daerah ana.klo anaknya keluar dari LDII (alias murtad versi mereka), malunya sampai ke liang lahat..kedua setiap ana ingin menikah dengan ikhwa yg manhajnya lurus, pasti akan dihalang-halangi oleh ayah ana..masyaaALLAH dilema sekali harus birrul walidain dengan istiqomah fil manhaj salaf ash-sholeh..

    - semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan hidayah kepada anti sekeluarga.
    - Rasulullah shallallahu ‘alaihi was salaam menjelaskan, bahwa tidak ada ketaatan kepada mahluk dalam perkara yang mengandung kemaksiatan kepada Allah.
    - jadi anti tetap mesti keluar dari LDII, tapi tentunya dengan cara yang baik, dan senantiasa mendo’akan mereka agar mendapatkan hidayah dari Allah subhanahu wa ta’ala

    • nhi
      Mei 23, 2012 pada 6:03 pm | #12

      ummu sahl, kita senasib saya juga ldii dan ingin keluar tapi suliiiiit

      Kenapa sulitnya?

  10. yulisetyawanyawan
    Maret 9, 2012 pada 11:38 pm | #13

    Mas minta nasehatnya untuk keluarga yang baru ikut LDII…

    Keluarlah dari kelompok tersebut, tidak usah didengar ancaman-ancaman atau doktrin-doktrin mereka, jika anda dan keluarga mau meninggalkan ldii, karena banyak sekali penyimpangan-penyimpangan disitu, bahkan pengkafiran orang-orang yang diluar kelompoknya,

    Hadirilah majlis-majlis ilmu yang menjelaskan islam menurut pemahaman sahabat,
    Alhamdulillah, sekarang media sangat banyak, jika anda tinggal di jakarta, anda bisa mendengarkan radio rodja di 756 AM, nanti disitu sering diumumkan kajian2 yg ada dijakarta, insya allah ada setiap harinya,

    media internet juga sangat banyak,jika mau dengerin kajian, bisa buka http://www.radiorodja.com, http://www.kajian.net

  11. Ahsan
    Februari 28, 2012 pada 6:48 am | #14

    assalamu alaikum wr.wb

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

    sebaiknya jangan asal omong

    ngga kok, ngga asal ngomong,

    karena setiap omongan akan di pertanggung jawabkan nanti<<<<<

    betul, semua omongan akan dimintai pertanggungjawaban,.. termasuk pembuat doktrin ldii, akan dimintai pertanggungjawaban juga,.. madigol dan tokoh-tokohnya yang tidak tobat dari pemahaman sesatnya,.. juga para pengikutnya yang tidak mau tobat dari ketergelinciran yang ada di ajaran ldii,

    saya sudah di ldii sejak kecil walaupun ayah saya masih NU tapi sekarang sudah pindah ke ldii.

    wah, kasihan sekali anda ini,.. ya rada susah sih kalau mau tobat dari ldii, sdh dari kecil di doktrinnya,.. mudah-mudahan Allah memberi petunjuk kepada anda, juga para pengikut ldii yang lainnya,..

    kalau pengen tau tentang ldii sebaiknya tanya langsung sama orang ldii<< dari pada tebar fitnah DOSA kebanyakan orang cuman JARENE TOK<<<

    ya gimana, maling ngga ada yang ngaku maling lah,.. koh aneh,.. justru kenalilah kebenaran, niscaya anda akan mengetahui orang-orang yang menyimpang dari jalan kebenaran tersebut,..
    Bukan bertanya kepada orang-orang yang setiap hari melakukan perbuatan yang dianggap benar menurut mereka,.. ora cuma jerene,.. aku ngalami dewek mas, bar shalat nang mesjid ldii, langsung dipel lantaine,.. lucu ya, dianggap najis wong sing diluar kelompok ke,.. dudu jere tok mas,..

    • Abu hanifah
      Maret 9, 2012 pada 6:00 am | #15

      hayo ngaku??? masa manusia sholat kok dianggap najis y?
      ana juga heran…
      kalo dit4 ana ada seorang anggota LDII jika sholat Isya dan shubuh tidak mau berjama’ah (selalu datang kemasjid setelah sholat jama’ah selesai)
      tapi jika sholat magrib masih mau berjama’ah begitu

      lucu ya, kan kalau mereka konsisten dalam kesesatannya, masjid orang diluar kelompok mereka kan najis ya,.. kalau mau shalat harus di pel dulu,.. tapi kok mereka mau shalat juga,.. lucu,..

    • Abdulloh
      April 2, 2012 pada 6:17 pm | #16

      ucapan si ahsan termasuk dlm doktrin fathonah,bithonah,budi luhur luhuring budi karena Allah.ana juga lama di LDII bung,keraguan ana mulai muncul setelah ana banyak konsultasi sama ulama -ulama yg ana temui di Arab karena ana kebetulan lama di arab.termasuk ana tanya sama Paku Bumi yg di Makkah,dia ga bisa jawab banyak akhirnya ana di suruh menghadap dan kena teguran pengurus gara-gara menanyakan bab keabsahan imamah LDII.

  12. ditha
    Februari 11, 2012 pada 8:34 am | #17

    Ma’af, saya seorang muslimah. saya berhubungan dengan seseorang yang bisa dibilang hubungan kami sudah hampir sampai jenjang pernikahan, namun di tengah jalan hubungan kami, saya menemukan kejanggalan2 mengenai sholatnya dia. yaitu dia tidak mau sholat jum’at apabila khotbahnya tdk berbahasa arab dan di bulan romadhon thn 2011 kemarin dia lebih memilih sholat di rumah karena dia merasa sholatnya itu lebih sah dan lebih afdol.

    Dan alhamdulilah kemarin tgl. 10 feb. 2012 dia mengaku kalo dia pengikut LDII. Dan setelah saya plajari, ternyata ajaran mereka ada yg menyimpang dari Al-quran n Hadits.

    semoga tmn2 yg sdh membaca dan mengtahui ajaran yg sprti itu, tolong ditingglkan krn hanya akan mmbwa kita ke jln yg sesat…

    Terimakasih atas komentarnya, mudah-mudahan banyak kaum muslimin yang menyadari bahaya aliran LDII ini, dan bagi yang sudah gabung ke LDII agar taubat dan kembali ke jalan yang benar,

    • astaganajim
      Februari 14, 2012 pada 12:55 pm | #18

      hm….sepertinya saya merasa kenal anda…atau karena..ceritanya sama …kbetulan ada salah satu teman saya..Pria nya seorang LDII wanitanya muslim..Hampir menuju jenjang pernikahan masing2 (sudah menabung+msg2 keluarga sdh kenal) sang wanita sudah sering menghadiri pengajian LdII ..malah ada mubaligh khusus yang dihadirkan untuk meramut sang wanita.(syarat untuk menikah di LDII harus mengaji trus baiat”).sampai akhirnya saya mendengar kabar bahwa mereka “Putus” ..dan sang pria marathon mencari wanita di dalam pengajian LDII…saya tidak mngetahui bagaimana nasib sang wanita skrg ini….

      mudah-mudahan banyak kaum muslimin yg tersadarkan dari bahaya LDII ini, dan mudah-mudahan yg sudah ikut LDII diberi hidayah, sehingga bisa rujuk kepada kebenaran dan meninggalkan LDII yg diikutinya,

  13. Rusdi
    Februari 1, 2012 pada 12:25 pm | #19

    Mas knp kt saling menghujat sesama umat??mas adakah bukti nyata kesesatan ldii??mhon blsannya,,trms wslm

    terimakasih telah berkomentar disini,
    MUI sudah mengeluarkan tentang kesesatan LDII ini,
    Para tokoh LDII yg sdh tobat dan keluar dari kelompok ini juga banyak,
    Silahkan lihat website orang-orang yang rujuk dari kelompok LDII ini, klik link ini

    Blog lainnya

  14. muhammad
    Januari 30, 2012 pada 5:24 am | #20

    setahu saya ldii sejak saya mengenal dari th 1989 hingga sampai sekarang ldii terbukti telah nyata nyata da’wahya dilapangan justru berhasil terbukti bukan semakin dikit yg ikut ngaji di ldii tapi malah membesar tak ter kirakan bahkan sudah mendunia seperti ke arab saudi amirika australia malasia dll bahkan sudah tembus da’wahya mencaopai 60 negara lebih

    Terimakasih telah berkomentar disini,..
    tanda kebenaran bukanlah jika ajaran tersebut semakin berkembang di lapangan,.. anda tahu rasulullah?? bagaimana dakwah rasulullah ketika beliau mendakwahkannya? .. banyak sekali tantangan, bahkan beliau diusir, pengikutnya dianiaya,.. bukanlah patokan kebenaran itu adalah seperti itu,.. kebenaran adalah apa yang dikatakan Allah, dikatakan oleh Rasulullah, juga diamalkan oleh para sahabat,

    saya justru heran dan yg ikut ngaji kok malah dari tukang ojhek rt lurah camat mui dr ir kh ustad ustad kiyai kiyai alhafid quran dan hadis gubenur hansip spam polri tni brimop jendral anggota dpr dll jauh sekali dah’wahya di banding dari pada da’kwah seperti nu muhammaddiyah mta dll

    ini yg mengherankan saya malah saya justru dah’wah inilah yg harus dicontoh seharusnya sebab nyata terbukti dilapangan sedunia…apakah anda tidak memikirkan dimanakah akal anda..

    Gunakanlah akal anda, ikuti apa yang dilakukan oleh saudara2 anda yang dulu nyemplung di ldii ini, silahkan baca keanehan dan penyimpangan ldii disini

    • Abdulloh
      April 2, 2012 pada 6:36 pm | #21

      to muhammad: para pengikut yg di luar negri itu semua penduduk indonesia yg sedang bekerja atau belajar di di luar negri,sebagai mana di arab saudi sendiri semuanya TKI.

      dan yg sangat disayangkan walaupun berada di arab tapi tak bisa membuka hati mereka dg mengkaji kitab-kitabnya ulama arab atau berkonsultasi dengan para ulama arab.

      bahkan mereka hanya menerka nerka katanya di arabpun ada yg namanya imam bithonah,makanya biarpun banyak para mubaligh di arab sini tidak ada yg berani bertanya hal imamah yg benar.

      hati mereka telah di kunci untuk tidak boleh bertanya atau membaca kitab-kitab yg bukan berasal dari dalam,barang siapa melakukannya berarti melanggar ijtihad amir dan hukumnya berdosa.

  15. zaki ahmad
    Januari 17, 2012 pada 11:26 am | #22

    kalo menganggap al-quran n al-hadist yg diriwayatkan bkn scr “MMM” mnrt LDII tdk sah berarti para imam n masyayih yang ada d masjidil haram makkah semua kafir doooong……………wahhh bener2 LDII harus d tumpas itu menyesatkan anak cucu kita
    ayo tumpas LDII………………..

    Terimakasih telah berkomentar disini,
    Yang perlu ditumpas adalah pemikirannya mas, sedangkan para pengikutnya biarlah penguasa negeri ini yang menindaknya, bukan kita bergerak sendiri,.. sebab itu tidak dibenarkan di dalam islam,

    Kita kasih tahu saudara-saudara kita agar menjauhi pemikiran sesat mereka, mengetahui siapa hakekat LDII ini,..

    Dan bagi para pengikut LDII, kita doakan semoga mendapatkan hidayah, sehingga taubat dari pemahaman sesat LDII, dan rujuk kepada pemahaman yang benar, yaitu islam menurut pemahaman para sahabat, generasi yang dididik langsung oleh Rasulullah,..

    • rizky
      Mei 21, 2012 pada 12:17 pm | #23

      ane setuju gan,,,tumpas abiz pemimpin’e LDII.Rumah saya desa Banjaran,Kediri dekat sm pondok LDII,calling ane gan….ane siap tempur.Ane orang Anti LDII……

      Jangan bertindak sendiri gan, itu urusan pemerintah indonesia, biar pemerintah indonesia yang mengatasinya,

      mudah-mudahan Allah memberikan hidayah kepada orang ldii, sehingga mereka rujuk kepada pemahaman islam yang benar

  16. MUCHAMMAD NUR ROFIK
    Januari 13, 2012 pada 2:41 am | #24

    Terputuslah amal perbuatan anak cucu adam yang telah meninggal dunia, kecuali 3 perkara 1. sodaqoh jariyah 2. Ilmu yang berguna 3. Anak yang soleh yang mau mendoakannya…nah yang no 3 adalah ..acara tahlilan 7, 40, 100 hari adalah bentuk apresiasi dari anak untuk mendoakan orang tuanya.

    karena zaman jahiliyah dulu setiap ada yang meninggal selalu di isi dengan judi,melihat hal itu akhirnya wali sngo mengantinya dengan acara tahlil yang isinya membaca ayat ayat AL QUR,AN…bukankah ha ini lebih baik di banding kegiatan kemaksiatan…

    Terimakasih telah ninggalin komentar disini, walaupun salah kamar,..
    Betul apa kata anda, hanya yang di point ke 3, “adalah ..acara tahlilan 7, 40, 100 hari adalah bentuk apresiasi dari anak untuk mendoakan orang tuanya.” , ini yang perlu diluruskan,. diantaranya,
    1. emang yang melakukan tahlilan itu anaknya saja? kan sebagian besar orang lain, jadi tidak ada manfaatnya apa yg dilakukan orang lain itu, dan ini adalah kesia-siaan, dan ajaran islam tidak ada yang sia-sia, …
    2. Apakah di jaman Rasulullah atau abu bakar, umar , dan sahabat setelahnya, jika ada kematian mereka mengadakan judi dan kemaksiatan lainnya? … ini adalah kedustaan,..
    3. Siapakah walisongo yang mulai melakukan ritual tahlilan ini? … itu dilakukan oleh sunan kalijaga dan generasi setelahnya,.. padahal sunan bonang tidak melakukannya, bahkan mengecamnya,..
    4. Jika anda berpatokan kepada ajaran hindu yang dimasukan oleh sunan kalijaga, yang kalau kita lihat film dan sejarah yg beredar, tidak melakukan shalat jumat, dan tidak mandi, karena bertindak bodoh nungguin tongkat, hingga ada sarang burung dikepalanya,… sungguh tindakan konyol , jika itu dilakukan oleh seorang yg dianggap ulama,.. .. tidak shalat jumat 3 kali saja dah dosa yang besar, diancam ditutup hatinya,.. apalagi bertapa berbulan-bulan,…
    5. Sesuatu yang kita anggap baik, belum tentu baik di sisi Allah, emang yang membuat syariat islam itu walisongo, atau kita sendiri? semua sudah satu paket mas,.. kita tinggal menjalankan saja,.. tidak perlu ditambah atau dikurangi,..
    6. Mana yang lebih layak untuk diikuti, Rasulullah dan para sahabatnya, atau walisongo?
    7. Sesuatu ajaran yang bagus, yang mulia, jika ditempatkan ditempat yang salah, maka akan menjadi pelecehan terhadap ajaran tersebut,..dan secara tidak langsung, pencetus ajaran tersebut telah mensejajarkan dirinya dengan Allah dalam hal pensyariatan sebuah ajaran islam,..
    8. Bidah lebih disukai setan daripada maksiat,… gambarannya begini,
    Jika anda bertanya kepada pelacur, tukang mabok, tukang main perempuan, perampok,..
    “mas, perbuatan anda apakah itu merupakan perbuatan dosa?
    pasti dijawab, “iya,.. dan orang tersebut didalam hatinya ingin suatu saat bertaubat dan tidak ingin anak keturunannya mengikuti profesinya,..
    Coba tanya kepada orang yang melakukan ritual tahlilan,
    “mas, apakah ritual tahlilan ini merupakan perbuatan dosa?
    pasti dijawab, “enak ajah, ini ibadah, berpahala,
    Jika ditanya, “mas , kapan taubat dari ritual tahlilan ini?
    pasti orang tersebut mungkin akan memarahi yang bertanya,.. ibadah kok disuruh taubat,..

    makanya orang yang melakukan ritual tahlilan, atau ritual bidah lainnya, susah untuk taubat,.. bahkan mereka mengajarkan ritual tersebut kepada anak keturunannya, juga kepada kaum muslimin lainnya,…
    Inna lillahi wa inna ilaihi raji’uun..

    Itulah kenapa setan lebih suka kepada pelaku bidah, daripada pelaku maksiat,..

    • Abdulloh
      April 2, 2012 pada 6:49 pm | #25

      menurut penjelasan seorang mualaf hindu(dulu dia seorang sarjana hindu)menerangkan bahwa adat 7,40,100,1000/mendak terdapat dalam kitab weda,dan orang hindu percaya selama belum 40 hari si arwah masih ada di sekitar rumah,ini sama dg kepercayaan orang-orang sekarang yg walaupun dia mengaku sebagai muslim.

      jadi apakah ritual tahlilan dari ajaran islam?

      Betul sekali, itu tradisi hindu, dan jika bacaan2 dalam ritual tersebut diganti dengan bacaan quran atau bacaan dzikir lainnya, maka tidak otomatis itu menjadi ajaran islam, karena islam sudah sempurna, tidak boleh ditambah atau dikurangi,

      jika mereka beranggapan mengganti bacaan itu menjadikan ritual tersebut itu menjadi ritual islami, maka itu sama saja dengan menginjak-injak syariat islam yang mulia, mencampur adukan antara yang hak dengan yang batil, maka bukan bernilai pahala, akan tetapi dosa, dan dosa orang yang mengajarkan ritual ini akan semakin bertumpuk-tumpuk seiring dengan banyaknya orang yang mengamalkannya,

      Ingin menarik orang hindu tuk masuk islam, bukanlah dengan mengambil ritual hindu kemudian diganti bacaannya dengan bacaan yang datang dari islam,

      Ingin menarik orang budha tuk masuk islam, bukanlah dengan mengambil ritual budha kemudian diganti bacaannya dengan bacaan yang datang dari islam,

  17. QWE
    Januari 4, 2012 pada 10:27 am | #26

    Usholi, bedug, tahlilan, 7 harian
    emang ada di quran hadits?
    Emg pernah nabi melakukan?

    Ngga ada tuh, Rasulullah shalat ngga pernah pake ushali, ngga pernah mukul bedug, ngga pernah ngadain ritual tahlilan, atau yasinan, ngga pernah ngadain 7 harian, 10 harian, 40 harian,…100…

    Lalu dari mana?
    Imam syafii aja ngga pernah melakukan hal diatas,..
    Anehnya yang getol mengaku mengikuti madzhab imam syafii, kok demen melakukan hal diatas..

    Mudah-mudahan Allah memberikan hidayah kepada kita semua..

    • cumiztea
      Maret 8, 2012 pada 2:16 am | #27

      tahlilan biasanya dilakukan dengan cara pembacaan surat yassin dan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil, apakah tidak boleh ketika ada orang yg meninggal kita tahlilan mengirim doa kepada orang yang meninggal, apakah Rosulullah mengajarkan kita baca Mushaf Al Qur’an, satauku di jaman Rasulullah ngak ada Mushaf Al Qur’an tuh, tp kenapa kita membacanya…kalo begitu kita Ahli bidah donk

      Terimakasih telah berkomentar disini
      Masalahnya bukan di kalimat yang dibaca, akan tetapi cara pelaksanaanya yg itu tidak dicontohkan oleh Rasulullah,

      Saya ambil permisalan begini, shalat maghrib, itu 3 rakaat, yang dibaca bacaan alquran dan doa-doa dalam shalat,..

      Lalu ada orang yang melakukan shalat maghrib, akan tetapi bukan 3 rakaat, akan tetapi 5 rakaat, bagaimana ibadah orang tersebut? padahal rakaatnya kan tambah banyak, yang dibaca juga bacaan alquran dan doa dalam shalat, bukankah itu lebih baik??

      Lalu jika orang tersebut dilarang, lalu orang tersebut berkata, anda melarang saya shalat??
      apa jawaban anda?

      Jika anda mengatakan, ngga boleh, karana Rasulullah tidak mengajarkan shalat maghrib seperti itu,.. maka jawaban yang sama akan saya sampaikan demikian juga dengan orang yang tahlilan dan yasinan,.. Rasulullah tidak mengajarkan cara tahlil dan baca yasin seperti itu,..

      mudah-mudahan dengan gambaran diatas, anda bisa memahaminya,..

      Mudah-muadahan Allah memberikan petunjuk kepada kita semuanya,..

      Sejak jaman Rasulullah, Alquran sudah ditulis, dan nama lain dari alquran adalah Alkitab, apa arti Alkitab?? silahkan cari di kamus bahasa arab, arti alkitab itu apa,

      • Abu hanifah
        Maret 9, 2012 pada 9:28 am | #28

        wah jawabannya mantap…..
        ana setuju…..!!

  18. Tian
    Desember 19, 2011 pada 4:36 am | #29

    Anak saya pernah salah masuk pondok,trnyta pondok LDII.baru 2 minggu,tp sdh mereka bai’at.kita keluarkan dan pindah ke pondok NU,tp trnyata trjdi ganguan goib.tdk bisa dgr orng bc al-qur’an,azan psti pingsan.setiap mau sholat kesurupan jin kapir LDII,muntah darah.saya obati kesana kemari,uang bnyk habis.anak saya tinggal sekolah 1 th,lebih 10 kyai NU saya minta bantuan.memang LDII sesat,tp munafik tdk mau ngaku.anggap orang di luar LDII kafir,padehal mereka yg kafir.tp knp para kyai NU tdk bertindak,korban dari kaum NU sdh bnyk.atau tlng gimana cara mengobati goib dari LDII,saya orang pertama yg menentang LDII.saya dunia dan ahirat tdk ridho anak saya mereka dzolimi,smga ada azab yg perih dan nereka jahanam untuk mereka yg zolimi anak saya.ALLAH MAHA MELIHAT,ALLAH MAHA MENDENGAR.

    Tinggal dimana? Insya Allah bisa diruqyah, seandainya tahu tempat tinggalnya mudah-mudahan bisa ngasih tahu solusinya,

  19. ario g.
    Desember 12, 2011 pada 7:45 am | #30

    Di Indonesia, LDII tidak diterima, tapi di kalangan Imam Masjidil Haram yang masih istiqamah, para santri LDII diterima sebagai murid istimewa.

    Mas, siapa sih namanya sang Imam tersebut? Jangan mengigau mas, seandainya mereka para santri tersebut mengamalkan apa yang diajarkan para Imam masjidil haram, tentu hasilnya setelah belajar disana tidak keblinger mengkafirkan orang yang diluar jamaahnya mas,.. karena itu bukan didikan para imam masjidil haram,

    Banyak juga orang yang belajar ke Imam masjidil haram, akan tetapi pulang ke indonesia tidak mengamalkan ilmunya, bahkan menjadi tokoh penyebar kebidahan, innalillahi wa inna ilaihi raji’uun.. jadi jika seandainya diterima belajar disana bukanlah menjadikan patokan kebenaran ajaran LDII itu benar,.. lucu skali jika dalilnya seperti ini,.

    Saya balik nantang, MUI datang saja ke Mekah saya yakin mereka akan disuruh membuat klarifikasi seperti halnya mereka menyuruh LDII membuat klarifikasi. Why?

    Sudah banyak sekali penyimpangan LDII yg disebutkan oleh mantan-mantan LDII yg tobat, bahkan fatwa akan kesesatan LDII pun sudah ada dari para ulama ahlussunnah, silahkan dilihat disini,

    Usholi, Bedug, Yasinan, Tahlilan, Dsb adalah ajaran sesat yang dibenarkan oleh MUI, karena sebagian pengurus MUI ya masih seperti itu.

    MUI juga patokan kebenaran, yang menjadi patokan kebenaran adalah alquran dan assunnah berdasarkan pemahaman para sahabat, bukan menurut pemahaman lembaga semisal MUI, atau menurut pemahaman perkumpulan jamaah seperti LDII,
    Jika pemahaman menurut kedua sumber tsb bertentangan dengan pemahaman para sahabat, maka tidak perlu diamalkan, wajib ditinggalkan ,.termasuk ajaran LDII yg banyak sekali kesesatannya,.

    Sementara kaum salafi indon yang selalu merintangi LDII dimata saya ibarat himar yang mengangkut kitab, mereka tidak bisa mengambil pelajaran dari ilmu Qur’an Hadits yang banyak mereka kuasai.

    Ini juga hasil didikan LDII dengan ilmu manqulnya,.. bak katak didalam tempurung, jadi anda menilai seperti itupun saya gak heran,..

    Celakanya, Ilmu sebanyak itu digunakan untuk melabeli sesat golongan lain, lalu secara provokatif dengan semangat kebencian memposting berbagai artikel untuk membunuh LDII. Sporadis, karena banyak yang melakukannya.

    Ah, itu sih tuduhan anda sendiri, silahkan beri contoh konkritnya,.. dan seandainya itu ada, itu bukanlah manhaj salaf, hanya perbuatan oknum yang mengaku mengikuti manhaj salaf,.. sedangkan yang jelas-jelas melabeli orang diluar kelompoknya itu adalah kafir, sdh sangat jelas dari ajaran sesat LDII, anda akui ataupun tidak , ngga masalah, karena di paham LDII dikenal takiyah juga sebagaimana di syiah,.. cuma namanya saja beda, bithonah , silahkan lihat di web mantan LDII yg sudah rujuk ke manhaj salaf, disini

    saya balik bertanya jika mereka sedemikian bencinya, persis seperti yahudi benci dengan selainnya, apakah agama itu diamalkan berdasarkan kebencian.?

    Apakah ada orang yang sudah mengenal ajaran islam menurut pemahaman sahabat tidak membenci orang yang mempunyai sifat seperti orang-orang khawarij, takfiri, mudah mengkafirkan orang islam yg diluar kelompok jamaahnya??
    Tentu kewajiban kita untuk mengingatkan kaum muslimin dari hal demikian,.. jangan sampai ikut bergabung bersama kelompoknya, karena akibatnya adalah fatal,.. menuduh saudaranya sesama muslim itu kafir, maka bisa berbalik kepada si penuduh sendiri, jika yg dituduh tidak lah demikian adanya,..
    sungguh resiko yang sangat besar,.. dan kitapun berlindung dari ikut aliran sesat ini,..

    Yang pantas, kita kasihani dan kita doakan agar mereka keluar dari paham sesatnya dan kembali ke manhaj salaf,

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 85 pengikut lainnya.