Beranda > bantahan, Belajar Nasehat, berita > Ada Apa dengan TKW di Arab… Jangan Hanya Membaca Berita Mereka Diperkosa, Tapi Baca Juga dong FAKTANYA…

Ada Apa dengan TKW di Arab… Jangan Hanya Membaca Berita Mereka Diperkosa, Tapi Baca Juga dong FAKTANYA…


Tidak ada MEDIA INDONESIA yang mengekspose berita ini, kenapa? Inilah Kisah TKW yang menggorok leher seorang BALITA di madinah

Video anak yang tidak bersalah ini bisa dilihat disini

Seringkali saya membaca berita tentang kisah-kisah pilu dan menyedihkan para TKW (Tenaga Kerja Wanita) yang bekerja di Saudi Arabia. Kisah atau cerita yang diangkat berdasarkan dari cerita para TKW atau karena pengamatan selintas kita tentang keadaan para TKW waktu bertemu di mall-mall, di restaurant ataupun di Rumah Sakit.

Sebetulnya kalau kita mau jujur terhadap diri kita sendiri, para TKW/ PRT (Pembantu Rumah Tangga) itu sudah diperlakukan tidak layak dan tidak manusiawi sejak sebelum keberangkatan mereka ke Saudi.

Pernahkah teman-teman melihat pemandangan di bandara Soekarno-Hatta, bagaimana para petugas, baik petugas dari PJTKI-nya atau petugas bandara memperlakukan TKW/ PRT yang akan diberangkatakan ke Saudi Arabia khususnya..??

Mereka digiring-giring seperti ternak, seringkali mereka dibentak-bentak bahkan dicaci maki. Saya sering melihat pemandangan seperti itu, karena setiap 6 bulan sekali atau 1 tahun sekali saya pulang pergi Riyadh- Jakarta, Jakarta- Riyadh. Pemandangan seperti itu, bukan pemandangan yang langka.

Para TKW itu setelah digiring-giring seperti bebek, mereka biasanya duduk bergerombol dilantai. Ada pemandangan yang berbeda tentang kelakuan dan tingkah para TKW, dari TKW/ PRT yang akan berangkat ke Saudi dengan tingkahnya para TKW/ PRT yang mau pulang dari Saudi. Para TKW yang bergerombol di bandara Soeta, kebanyakan mereka diam dan tidak banyak omong.

Tapi coba perhatikan para TKW/ PRT di bandara KKIA Riyadh yang mau pulang ke Jakarta, berisiknya minta ampun. Kalau ngomong saja sampai teriak-teriak, bahkan pernah saya lihat ada yang joget-joget segala, sampai ada yang ditegur oleh satpam-nya bandara KKIA.

Back to topic.

Di bandara Soeta dokumen2 keberangkatan para TKW, saya perhatikan semuanya sudah diurus oleh petugas dari PJTKI masing2. Setelah masuk ruang tunggu pesawat dan terbang ke Saudi, barulah TKW itu bertanggung jawab atas dirinya masing2. Ketika mereka sudah ada dalam pesawat Saudia/ GIA. Mulailah para pramugari yang di uji kesabarannya oleh para TKW.

Saya memperhatikan, betapa seringnya para pramugari yang cantik2 itu membersihkan lavatory/ wc. Sambil tidak henti2 memberikan pengarahan kepada para TKW yang menggunakan lavatory. Coba lihat lantai lavatory yg menjadi penuh air, karena para TKW tidak tahu caranya cebok, tidak tahu caranya membuang tissue. Semuanya berceceran di lantai. Bahkan cara mengunci wc pun mereka tidak tahu. Kalau kebetulan saya mau menggunakan wc, seringkali sayapun ikut2an memberi tahu mereka.

Bahkan setiap saya pulang atau pergi Riyadh – Jakarta, saya pasti dan selalu menjadi sekertaris dadakan para TKW untuk mengisi kartu2 kedatangan mereka.

Tahukah teman…?

Kalau banyak para TKW yang buta huruf…?

Bahkan banyak dari para TKW itu yg tidak bisa berbahasa Indonesia…??

mereka hanya bisa bahasa dari daerahnya sendiri. Jangankan bisa bahasa Arab untuk bisa berkomunikasi dengan majikan, bahasa Indonesiapun mereka banyak yang tidak tahu…?

apalagi bahasa Inggris…?

Itu sih bisa di itung dengan jari kelingking. Mungkin dari 1 jt TKW yang ke Saudi, mungkin cuma 1 yang bisa sedikit ngerti english…Itu kenyataan teman2..

Menyedihkan bukan..??

Terus apa yang mereka lakukan selama mereka ada di penampungan..????

Ternyata adanya balai latihan kerja itu sepertinya hanya formalitas saja, kadang2 tidak ikut latihan kerja juga mereka sudah bisa punya sertifikatnya.

Halahhhh….tahu sendiri lah, di negara tercinta kita itu apapaun bisa dibeli asal ada uang. Level korupsinya sudah dari level paling rendah sampai level paling tinggi. Berdasarkan sumber yang bisa dipercaya ( para TKW khususnya yang ke Saudi ) selama mereka berada di penampungan itu, selama mereka sedang mengurus dokumen2 dan menunggu datangnya visa.

Para TKW itu tidak belajar apa2. Mereka hanya tidur2an, makan, minum, ngorol2 sampai malam.

Setelah mereka sampai di bandara King Khalid Riyadh, karena tidak ada petugas dari PJTKI yang mengarahkan mereka, jadilah gerombolan para TKW itu seperti anak ayam yang kehilangan induknya.

Bagaimana tidak dibentak2 oleh petugas orang Saudi, kalau mereka disuruh berbaris disebelah kanan, para TKW masih tetap bergerombol disebelah kiri.

Disuruh mengantri satu2, malah mereka saling berebut.

Disuruh memperlihatkan paspor dan kartu kedatangan, mereka malah melongo.

Ya iyalahhhh….petugas mana yang tahann….?!

Apalagi orang Saudi kebanyakan tidak sabaran, dan suaranya yang kenceng2. Habislah para TKW itu dibentak2. Jangankan oleh petugas orang Saudi yang tidak bisa berbahasa Indonesia, wong oleh petugas orang Indonesia yang sebangsa saja, para TKW itu sering dibentak2 koq.

Setelah mereka selesai di proses di imigrasi dan selesai mengambil bagasi. Mereka semua dikumpulkan dan di data, sementara paspor para TKW itu akan dipegang oleh petugas Imigrasi. Setelah itu para TKW akan dibawa ke ruangan tunggu khusus TKW, sambil menunggu dijemput oleh majikan masing2.

Para TKW itu tidak akan dikeluarkan dari ruangan tersebut, kecuali dijemput oleh majikannya yang nama majikannya tertera di paspor TKW tersebut. Kalau yang nama penjemput TKW itu tidak sesuai dengan nama yang ada dalam paspor TKW, penjemput tersebut harus memperlihatkan surat kuasa penjemputan dari calon majikan asli TKW itu.

Itulah alasannya mengapa para TKW di bandara King Khalid di kumpulkan sebelum mereka dimasukkan ke ruang tunggu. Calon majikan berada diluar sambil memelototi screen tv monitor. Disana akan disebutkan nama TKW lengkap, nama majikan dan nomor urut TKW.

Kalau nama-nya sudah cocok, para majikan akan lapor ke meja petugas sambil memperlihatkan kartu ID asli. Setelah itu mereka akan memanggil TKW yang bersangkutan dan memberikan paspornya. Setelah TKW dan majikannya menandatangani surat-surat, barulah TKW itu bisa keluar mengikuti majikannya. Itu prosedur yang masih saya ingat.

Kenapa saya tahu tentang prosedur tsb..?

karena saya pernah 2 kali mengambil pembantu dari PJTKI Jakarta. Biaya yang dikeluarkan majikan untuk mengambil TKW, kurang lebih Rp. 28 juta. Bahkan ada yang membayar lebih dari itu.

Untuk teman-teman yang berada di Indonesia khususnya, ini sekedar informasi saja, tidak semua TKW yang datang dan bekerja di Saudi Arabia itu semuanya mempunya majikan WN Saudi.

Di Arab Saudi ini semua warga negara tersedia disini. Jadi para TKW itu ada yang punya majikannya memang WN asli Saudi, tapi tidak sedikit para majikan mereka itu warga negara lain yang mukim dan tinggal di saudi Arabia. Soalnya masyarakat kita yang ada di Indonesia kan tahunya, kalau TKW bekerja di Saudi Arabia, sudah pasti saja majikannya warga negara Saudi.

Padahal tidak begitu…lho…!

Ada yang majikannya WN Turky, Mesir,  Sudan, Siria, Lebanon, Palestina, Jordan,  USA, Pakistan, India dsb. (capek kalau harus nyebutin satu satu mah…hehehe..)

Sudah hampir mau 10 tahun saya menetap di Saudi Arabia, mengikuti suami yang WN Saudi. Karena menetap disini, tentu saja saya sering sekali menjumpai TKW diluar rumah, baik di rumah para kerabat suami saya, ataupun di rumah teman saya yang orang Saudi, berjumpa di pesta2 nya orang Saudi, bertemu di mall2, di rumah sakit ( mengantar majikannya yang sakit ), di restaurant, di tempat bermain anak2, Seringkali saya menjadi penterjemah dadakan karena TKW nya tidak mengerti sama sekali perintah majikannya.

Kalau anda sudah lama tinggal di Saudi dan anda sering belanja di toko2 Indonesia, seringkali kita akan melihat ada TKW yang memang sedang berbelanja atau TKW kaburan yang menunggu dijemput sesorang.

Tahukah anda…??

kalau para TKW ilegal disini jumlahnya hampir sama banyaknya atau mungkin lebih banyak jumlahnya daripada para TKW yang legal.

TKW kaburan kebanyakannya bukan karena disiksa majikan atau karena tidak digaji majikan. Tapi banyak TKW yang kabur itu karena keinginannya sendiri. Ada yang alasannya karena mereka ingin mendapatkan gaji yang lebih besar dari gaji yang didapat dari majikan asli.

Bahkan banyak yang jadi TKW kaburan karena mereka ingin bebas hidup bersama pacarnya ( para sopir2 Indonesia, para pekerja asing seperti Pakistan, Bangladesh, India ).

Itu bukan rahasia lagi kalau disini ada sindikat/mafia yang akan menampung TKW kaburan. Seringkali saya membaca di surat kabar lokal, kalau polisi telah merazia beberapa apartemen/ rumah2 kontrakan yang penghuninya hampir 99 % TKW ilegal asal Indonesia. Dan ternyata mereka melakukan praktek pelacuran. Tarifnya cuma 50 sr ( 120 rb ) sekali pakai.

Germo wanitanya kebanyakan orang Indonesia asli, pasangan germo yang laki-laki seringkali orang Pakistan atau Bangladesh. Menurut pengakuan mereka, kostumernya kebanyakan sopir2 taxi orang Pakistan atau pekerja kasar orang Bangladesh dan India. Bahkan kadang2 ada juga sopir orang kita sendiri.

Para PSK asal negara kita itu bukan hanya TKW kaburan saja, bahkan banyak yang datang menggunakan visa umrah. begitu sampai di Jeddah mereka tidak pulang lagi ke Indonesia, tapi mereka memilih menjadi TKW ilegal. Itu bukan menjadi rahasia umum lagi disini.

Sepertinya setiap orang yang sudah lama mukim disini pasti sudah pada tahu soal itu. Pemerintah saudi Arabia sebetulnya terlalu baik terhadap TKW ilegal tsb.

Kenapa….??

karena menurut pengakuan para TKW ilegal, kalau mereka sudah ingin menghentikan petualangannya sebagai TKW ilegal dan mereka ingin secepatnya pulang ke Indonesia, para TKW ilegal itu akan menyerahkan dirinya sendiri ke kantor polisi ( jadi bukan polisi yang menangkap mereka, tapi seringkali TKW ilegal itu yg datang ke kantor polisi menyerahkan diri minta ditangkap ). Karena dengan cara itu lah para TKW akan di deportasi ke Indonesia dengan gratis ( biaya tiket ditanggung oleh pemerintah saudi arabia ).

Oleh polisi TKW itu akan dijebloskan dulu ke penampungan TKW yang bermasalah/ bahkan banyak juga TKW ilegal itu ditampung dipenjara2 wanita, sebelum menunggu proses dipulangkan. Kalau mereka di interogasi, mereka akan memberi alasan kabur dari majikan karena dipukuli dsb, dan mereka memberi alasan tidak tahu alamat lengkap majikannya.

Bagaimana polisi mau mencari majikan TKW tersebut kalau si TKW memberi alasan tidak tahu alamat majikannya….?

akhirnya TKW itu ditempatkan di penampungan dan sudah pasti akan dipulangkan ke Indonesia.

Wahh…teman2  jangan berfikiran bahwa penampungan/ penjara wanita di Saudi menakutkan….

Menurut sumber yang bisa dipercaya kebenarannya. Penampungan/ penjara wanita di Saudi Arabia itu tempatnya sangat bagus. Makanan berlimpah ruah, malah konon katanya mereka mendapat jatah uang bulanan untuk membeli perlengkapan mandi sekitar 60 sr ( kurang lebih 140 rb ) per bulannya.

Sementara para TKW cuma tidur, duduk2, nyanyi2 dan menikmati hari2 nya sambil menunggu waktunya mereka di deportasi ke Indonesia.

Kenapa saya tahu banyak tentang keadaan penampungan/ penjara wanita itu. Karena saya pernah punya TKW yang menurut pengakuannya, ternyata dia sudah 7 kali bekerja di Saudi Arabia, dan dia pernah 3 kali menjadi TKW kaburan, dan 4 kali menjadi TKW sukses. Untungnya dia termasuk TKW kaburan baik, yang tidak pernah menjadi PSK, dan saya percaya itu. Selama bekerja pada saya selama 3 tahun, si mbak sebut saja namanya Sumi. Dia sering menceritakan kisah petualangannya selama menjadi TKW kaburan, termasuk selama dia berada di penjara wanita, dia juga menceritakan kisah teman2nya TKW ilegal yang sama2 di penampungan.

Jadi kalau ada TKW yang pulang ke Indonesia dalam keadaan hamil, terus mengaku diperkosa oleh majikan laki2/ anak majikan laki2. Kita tidak harus begitu saja mempercayai omongan TKW itu. Karena kenyataannya disini, banyak sekali TKW yang dihamili oleh pacarnya. Bukan diperkosa, tapi suka sama suka, TKW hamil karena diperkosa memang ada, tapi TKW yang hamil karena suka sama suka atau akibat karena melacurkan diri juga banyak.

Itu sudah bukan rahasia lagi disini. Sebagai seorang WNI, terus terang saya malu juga dengan kelakuan sebagian TKW yang tidak bertanggung jawab itu.

Belum lagi di Saudi ini, TKW dari Indonesia itu terkenal sekali dengan sihir-nya. Sementara di negara Saudi hukuman untuk yang melakukan sihir sangat berat sekali.

Jadi kalaupun ada TKW yang tidak pernah menyantet majikannya, tetep aja kadang2 jadi kena getahnya.

Cerita ini bukan omong kosong belaka. Saya punya banyak rekan kerja orang Saudi. Hampir semua pembantu mereka pasti orang Indonesia. Pernah ada keluarga pamannya teman sekantor saya yang melaporkan pembantunya yang TKW Indonesia ke kantor polisi karena ketahuan TKW itu memasukkan air kencing ke dalam minuman majikan laki2 nya.

Bodohnya TKW tersebut dia memasukkan air kencingnya ke dalam air putih, bukan ke dalam air teh/ kopi terang saja majikannya itu curiga, kenapa air minumnya berwarna ke kuning2 an. Karena disangka majikannya air itu mengandung racun, akhirnya air itu dibawa ke laboratorium. Hasilnya ketahuan, kalau air putih itu mengandung air kencing, setelah di interogasi TKW itu mengaku kalau dia memang sengaja memasukkan air kencing kedalam minuman majikannya, supaya majikannya tunduk atau menyayangi TKW itu.

Bahkan katanya lagi dia pernah memasukkan darah menstruasi dia ke dalam masakan2 untuk disantap majikannya. Menurut keterangannya, dia tidak sendirian melakukan hal2 menjijikan tsb, tapi hampir sebagian TKW  yang datang ke Saudi melakukan hal2 seperti itu, karena mendengar cerita dari senior2nya yang ex Saudi selama dipenampungan di Jakarta. Terus mempraktekannya, akhirnya ketahuan dan dijebloskan ke penjara.

Teman saya yang orang Saudi itu, sampai khusus datang kepada saya dan bertanya, kenapa banyak TKW yang melakukan perbuatan seperti itu..?

bukankah dalam Islam itu merupakan dosa besar..?

dan TKW itu beragama Islam..?

“ Saya sendiri bingung harus menjawab apa..?

kenapa TKW itu berbuat hal2 menjijikan seperti itu, saya sendiri tidak tahu..?

karena saya kan bukan TKW….hahahah…Karena cerita itu berkembang dari mulut ke mulut, akhirnya saya dengar banyak rekan2 orang Saudi yang punya pembantu orang Indonesia memulangkan pembantunya. Alasannya, mereka takut makanan mereka dicampur oleh air kencing atau dicampur darah menstruasi. Dan sekarang ini banyak orang Saudi yang mengambil pembantu dari Vietnam.

Pernah saya mendapat pertanyaan konyol dari seorang Saudi,

“ Di Indonesia ada listrik gak…??

ada telpon gak..??

ada Mac Donald gak…??”. Saya jawab saja.

” Tidak ada….!!! kami orang Indonesia masih hidup di gua gua…!!” hahahahahahaha.

Ternyata orang itu punya alasan sendiri, kenapa mengajukan pertanyaan seperti itu. Karena dia punya pembantu dari Indonesia yang tidak tahu caranya menggunakan setrika, mesin cuci atau alat2 lainnya yang menggunakan listrik.. Mereka membandingkan dengan keadaan disini, semiskin miskinnya orang Saudi semuanya alat2 rumah tangganya kan sudah modern dan menggunakan listrik.

Sekitar 3 tahun yang lalu , ketika saya berkunjung ke rumah mertua diluar kota Riyadh. Saya diperkenalkan dengan pembantunya tetangga dari mertua saya. Sebut saja namanya Yuyun, baru kenal saya satu hari Yuyun sudah menceritakan kalau dia punya pacar orang Yaman yang berjanji kan menikahinya kalau Yuyun pulang cuti nanti ( kebetulan Yuyun, janda dengan anak 2 ).

Yuyun menceritakan betapa baik si Yaman pacarnya itu, suka memberi Indomie, suka memberi pulsa, suka memberi uang jajan. Oia, Yuyun juga menceritakan kalau si Yaman itu suka masuk diam2 ke kamar Yuyun, kalau majikan2 Yuyun sudah tidur ( majikan Yuyun cuma berdua. Sepasang suami isteri yang sudah tua ).

Wahh….ternyata si Yuyun ini nekat juga. Ngapain aja hayohh…??

kalau sudah berduaan di dalam kamar?

tidak mungkin kan cuma maen pasir…hehehe.

Saya sudah wanti2 sama si Yuyun, supaya tidak melakukan hal2 bodoh seperti itu. Di Saudi ini kan yang namanya pacaran tidak diperbolehkan. Kalau ketahuan bisa dihukum karena ada aturannya. Ternyata Yuyun mungkin sudah tak tahan juga. Setiap hari memasukkan si Yaman, lama2 masuk angin…

Ketika kandungannya menginjak 4 bulan, si Yaman kabur entah kemana.

Tinggalah yuyun dengan perut buncitnya, untung majikan Yuyun baik hati. Yuyun cepat2 dipulangkan ke Indonesia, karena kalau sampai melahirkan disini tanpa ada surat nikah resmi, Yuyun bersama bayinya bisa dijebloskan ke penjara.

Selamatlah Yuyun dari hukuman cambuk karena kebaikan hati majikannya.

Itu kalau pas kebetulan majikannya baik hati, pembantunya hamil cepat2 dipulangkan untuk menyelamatkan pembantunya.

Coba kalau majikannya yang tidak mau mengerti. Mengetahui perut pembantunya yang tiba2 melendung tanpa ketahuan tukang pompanya, boro2 dipulangkan, malah kalau gak diserahkan ke kantor polisi, bisa2 malah langsung di buang di kolong jembatan layang .

Dan waktu pulang ke Indonesia dengan membawa orok, untuk menutup malu biasanya TKW itu akan mengarang cerita kalau oroknya itu hasil diperkosa atau hasil dipaksa..

Padahal setelah beberapa lama kemudian, TKW itu akan kembali daftar ke PJTKI untuk kembali bekerja sebagai TKW di Saudi Arabia.

Itulah sebabnya, walaupun Saudi Arabia banyak dicaci maki di Indonesia oleh orang2 yang tidak tahu kejadian sebenarnya, tapi tetap saja PJTKI selalu kebanjiran calon TKW untuk minta diberangkatkan ke Saudi Arabia. Kalau teman2 tidak percaya, coba temen2 cek dan ricek ke PJTKI di Jakarta.

Teman2 akan mengetahui..

ada berapa ribu TKW yg sedang menunggu mendapatkan visa untuk bekerja di Saudi Arabia. Dan saya yakin sekali kalau di Saudi Arabia, banyak sekali TKW yang semodel dengan si Yuyun.

Pemerintah Saudi bukan tidak berusaha menekan serbuan datangnya para TKW ilegal, khususnya yang datang dari Indonesia. Mulai dari 2 tahun yang lalu. Semua warga Asing yang tinggal di Saudi Arabia, harus disidik jari lagi, di photo lagi di imigrasi untuk disimpan di data base mereka.

Konon katanya untuk mencegah masuknya kembali TKW ilegal yang pernah dideportasi ke luar dari Saudi Arabia. Jadi para tenaga kerja asing yang pernah bermasalah di Saudi Arabia, tidak akan bisa mudah masuk begitu saja walaupun mereka sudah mengganti paspor bahkan mengganti namanya.

Saya masih ingat pesan si mbak Sumi, bekas pembantu saya dulu. ” Ibu, kalau nanti saya sudah pulang, dan ibu mau mengambil TKW dari jakarta lagi. Ibu harus hati2. Jangan mengambil TKW yang asalnya dari T, P, B, L, S, C, M…karena banyak TKW dari sana yang jahat2.

Saya kasihan sama ibu kalau ibu mendapatkan TKW yang jahat, karena ibu orangnya baik…( saya disebut baik, padahal saya bawel sekali..hehe ), Saya kasihan sama si putri kalau diasuh oleh TKW yang tidak baik. Kalau saja saya tidak akan menikah lagi, saya mau selamanya bekerja di rumah ibu.

Ibu harus tahu, tidak semua TKW itu datang kesini karena mereka mau menjadi TKW. Banyak lokalisasi pelacuran di Jawa Tengah dan di Jawa Timur yang di geregek polisi, terus para bekas PSK itu larinya ke PT, melamar untuk menjadi TKW. Dan kebanyakan mereka milihnya menjadi TKW di Saudi Arabia.

Ya…ibu bisa bayangkan, mereka tidak akan menjadi TKW yang baik karena menjadi pembantu itu susah, paling2 begitu sampai disini juga para bekas psk itu akan kembali menjual diri. Jadi ibu harus hati2 ya bu….!. Itu pesan si mbak sumi tercinta ( hallo…mbak Sumi.. sayang.. sehatkah mbak…? ).

Akhir bulan Mei kemarin, ketika saya sedang di ruang tunggu seorang dokter mengantar kakak saya yang sakit. Kebetulan bertemu denga seorang TKW yang juga sedang mengantar majikannya berobat. Saya perhatikan majikannya, seorang perempuan Saudi yang sudah tua.

Si majikan itu minta diambilkan air minum dari tas yang dibawa2 TKW itu. Saya mendengar jelas TKW itu ngomel2 terus dalam bahasa Indonesia. ” Dasar Babi, tadi ditawarin tidak mau, sekarang minta…!” Saya yang mendengar omelan TKW itu, jadi gatal juga. ” Emang dimana ada babi mbak..?!’. Si TKW itu tampak terkejut melihat saya. ” Eh…ibu orang Indonesia..?!” tanyanya..

Sambil lalu, saya sedikit menasehati TKW tersebut untuk sekedar menjaga bahasanya. Ngomel sih ngomel, tapi masa babi sampai dibawa2…. hahahaha. Kalau majikannya ngerti itu kata babi, saya yakin tuh TKW sudah ditendang 10 kilometer oleh majikannya.

Sekelumit kisah2 diatas itu murni berdasarkan pengalaman saya pribadi. Dengan tidak bermaksud mengambil kesimpulan bahwa TKW/ PRT dari Indonesia itu semuanya jahat. Orang jahat itu ada dimana2. Tidak di Saudi Arabia, tidak di Indonesia, tidak di Amerika, tidak di Eropa, tidak di Afrika.

Di semua tempat dibelahan dunia ini, orang2 jahat itu ada. Dan orang2 yang baik pun ada. Tidak semua majikan2 orang2 Saudi ( khususnya ) itu jahat. Yang baiknya juga banyak sekali ( makanya banyak sekali TKW yg betah bertahun2 kerja di Saudi Arabia ).

Majikan yang jahat pun banyak, itu bisa kita lihat dari banyaknya TKW yang pulang ke Indonesia dengan keadaan babak belur, bahkan seringkali pulang hanya tinggal nama saja. TKW itu juga tidak semua orang yang baik dan jujur, banyak sekali TKW yang jahat yang penuh tipu muslihat. Makanya sering diberitakan di koran2 lokal disini, kejahatan yang pelakunya TKW/ Tenaga Kerja Indonesia.

Baik dan buruknya pengalaman seseorang, tidak menjadi tolak ukur baik dan buruknya satu bangsa/ ras tertentu. Marilah kita sama2 dewasa dalam menyikapi permasalahan masalah TKW ini ( khususnya TKW di Saudi Arabia), yang kadang2 tampaknya seringkali di dramatisir oleh fihak2 tertentu (khususnya orang2 yang tidak suka dengan Islam/ tidak suka bangsa Arab ).

Kalau kita mau jujur negara kita punya andil besar dalam semua permasalahan TKW yang bermasalah ini.

Negara Indonesia yang konon katanya dulu, gemah ripah loh jinawi, ternyata sampai sekarang tidak bisa mensejahterakan rakyatnya. UUD45 pasal 34 ayat 1, ” fakir miskin dan anak anak terlantar dipelihara oleh negara “ hanyalah kata kata keramat yang tertera di atas kertas belaka. Pada kenyataannya para penguasa di negara kita sampai saat ini belum ada yang berfihak kepada rakyat miskin. Selama angka kemiskinan dan angka pengangguran semakin meningkat, selama itu pula keberadaan TKW yang tidak berpendidikan pun tidak akan punah, malah akan semakin banyak dan meningkat.

Dan selama itu pula, kitapun akan selalu mendapat suguhan berita, tentang nasib para TKW yang memilukan. Dan itu merupakan pekerjaan rumah untuk para pejabat penguasa negara Indonesia, terutama bapak menteri tenaga kerja yang sejak tahun jebot sampai tahun 2010 mau segera berakhirpun, belum ada tanda2 kapan Pekerjaan Rumah yang satu ini akan segera bisa diselesaikan dengan baik.

Sumber: catatan diatas saya ambil dari tulisan mba’ Andini (Nining) di forum Kompasiana.com (http://luar-negeri.kompasiana.com/2010/07/01/sisi-lain-cerita-tkw-di-saudi-arabia-bagian-1/) dengan sedikit edit tanda baca seperlunya.

Artikel: Moslemsunnah.Wordpress.com

catatan : karena link sumber asli yang di kompasiana sudah tidak ada, maka link saya ganti dengan berita yang media indonesia tidak meliputnya,. masih kisah TKW yang menyiksa bayi dengan cara yang keji, sehingga mengakibatkan kematiannya,.. dan ini terekam di CCTY yang terpasang di rumah tersebut…  mengerikan,.. klik disini untuk membacanya

BACA JUGA,. akhirnya SATINAH BEBAS,…   namun terluput dari media, selain satinah adalah TKW ILLEGAL lalu bagaimanakah kronlogis sebenarnya? silahkan baca KRONOLOGISNYA DISINI

  1. day trading
    September 30, 2014 pukul 7:43 pm

    Very shortly this web page will be famous amid all
    blog users, due to it’s fastidious content

  2. bux
    September 23, 2014 pukul 8:11 pm

    You ought to take part in a contest for one of the best blogs on the net.
    I most certainly will recommend this web site!

  3. Servicio Tecnico LG en Barcelona
    September 23, 2014 pukul 7:51 pm

    Nice post. I learn something totally new and challenging on websites I stumbleupon everyday.
    It will always be useful to read articles from other writers and use
    something from their sites.

  4. Anonymous
    Agustus 31, 2014 pukul 4:08 pm

    jujur aja tki/ tkw hapir 99% hidup di negara lain kelakyanya bejat

    ngga segitunya kali, banyak TKI yang bejat, tapi ada juga yang baik,

  5. מתנת לידה
    Agustus 17, 2014 pukul 8:31 am

    Wow that was unusual. I just wrote an incredibly long comment but after I clicked submit my comment didn’t show up.
    Grrrr… well I’m not writing all that over again. Regardless, just
    wanted to say superb blog!

  6. rado
    Juni 30, 2014 pukul 11:10 am

    Talk seharusnya yg disalhkan ITU majikan terus , pemerintah harus tegas dalam mengatasi tkw yg bermasalah di lihat Dari case nya , seperti berzina, kaburan , Hamil dsb,

    Dan diberi sanksi tak memperbolehkan mereka bekerja di luar Negri Karena mereka akan mengulangi perbuatanya lagi dinegara lain karena mereka Sudah sangat berpengalaman .

    saya kasihan melihat orang 2 yg benar benar ingin bekerja di luar Negri tapi terkena imbas Dari tKw yg nakal .

    saya pernah mejumpai beberapa tkw yg kabur Dari majikan Dan saya terkejut dengan penampilan mereka yg berlebihan , kuku jarinya di biarkan panjang , seorang pembantu dengan kuku panjang APA bisa bekrja dengan baik.

    Ternyata mereka sengaja untuk kabur Karena ingin mendapatkan uang secara instant Dan dengan Cara yg menjajakan diri,.

    Dan mereka tidak takut dengan penjara Karena mereka sudah sering mengalami dinegara lain juga Tapi anehnya mereka telah bersuami Dan punya anak .

    Dan bisa kita liat sendiri di bandara Riyadh , bagaimana Cara mereka berpakaian setelah lepas Dari majikan, tidak mencerminkan sekali sopan santun, semuanya dibiarkan terbuka.

    Sangat mudah untuk bisa keluar Dari penjara tidak akan membawa dampak jera pada pelakunya Dan cenderung melakukannya lagi. Untuk masalah Tindak kekerasan sebaiknya selama satu taun sekali harus di buat peraturan agar sang majikan mengantar sang pembantu untuk melapor ke kbri secara personal Dan tidak diwakilkan agar pihak kbri bisa memantau secara langsung keadaan warganya ..

    Kususnya bagi pembantu supaya sang majikan tidak berlaku macam macam Dan Ada effect takutnya.

    Dan perlu di ingatkan bahwa kita bekerja diluar Negri until bekerja keras , bukan untuk santai di rumah orang .

    social problem like this sepertinya tidak akan pernah terselesaikan Karena banyak pihak juga ikut berperan didalmnya ..

    Dan ITU berpulang Dari individual masing – masing . tidak hanya tkw di Saudi Arabia tapi juga dinegara lain.. Miris sekali …

    Terimakasih rado, sudah menambahkan sesuai dengan apa yang anda saksikan sendiri,.. begitulah sebagian realitanya,..

  7. agam hamzah
    Mei 25, 2014 pukul 8:11 pm

    Saya baru baca tentang Syiah, terus terang saya jadi melihat kehidupan agama apapun agama itu (Islam, Nasrani, dll) nampaknya penuh dengan konflik antara sesama agama sendiri. Konfliknya pun tidak main2, bukan sekedar saling mengkafirkan tapi mengobarkan peperangan, pertumpahan darah bahkan pembantaian yang amat keji!

    Catatan sejarah menunjukan konflik antar agama, dan antara sesama pemeluk agama yg sama sudah terjadi ratusan tahun dan tidak pernah kunjung selesai.

    Pertanyaannya ; Apakah agama masih relevan untuk kita jadikan sebagai pedoman hidup?

    Terimakasih mas agam hamzah,. sudah komentar disini,.
    Sebenarnya jawabannya mudah mas agam, tentang konflik yang terjadi , itu bukan salah ajaran agamanya, tapi murni kesalahan pelakunya, pelakunya yang menyimpang dari ajaran agama islam.

    Islam tidak mengajarkan kekejian kepada sesama manusia, bahkan menyuruh berbuat baik bukan hanya kepada manusia saja, tapi kepada hewan,tumbuhan dan alam ini,. terlebih-lebih kepada manusia,.

    Jadi pertanyaan anda, itu terjawab dgn anda memahami islam secara benar,
    Tidak bisa kita bayangkan jika manusia hidup tanpa norma agama islam, pasti dunia akan kacau balau, hukum rimba berlaku,. sebagaimana ini terjadi sebelum islam datang,.

    Konflik yang terjadi akibat manusia tidak mau memahamai islam dengan pemahaman yang benar, dan itu sudah Allah katakan dalam surat annisa ayat 115 , jika mereka tidak mau mengikuti jalan kaum mukminin (sahabat) maka akan allah balas dengan neraka dan kesesatan,.

    Tanpa ajaran agama islam, ngga ada bedanya manusia dengan binatang,.. bahkan lebih buruk dari binatang,. dan dia akan sengsara di dunia dan akherat,.. ingat mas agam, sehari di akherat itu sama dengan 50ribu tahun di dunia

    Tentang syiah, sejak jaman Ali bin Abi thalib sudah diingatkan,. bahkan Ali sendiri menghukum orang-orang syiah dengan cara membakarnya hidup-hidup,. silahkan baca linknya disini

    Rencana syiah indonesia yang diungkapkan oleh tokohnya yang sudah keluar dari kubangan syiah, silahkan baca pengakuannya disini

  8. sisi
    April 24, 2014 pukul 3:18 am

    ealah… kok ternyata gitu ya

    baru tahu ya mba?

  9. Susi
    April 8, 2014 pukul 11:50 am

    ijin bookmark and share ya..
    soalnya panjang banget, butuh dicermati hehe

    pernah dapet cerita dari bulik yang pernah bekerja di timur tengah, kurang lebih seperti yang admin ceritakan.

    bahkan ada salah satu saudara jauh (perempuan) yang dikembalikan ke agennya di saudi sana karena berpakaian layaknya di rumah sendiri, padahal kalau disana benar-benar harus menjaga aurat.

    dan setau saya, memberikan suguhan ke tamu majikan pun tidak diperbolehkan.

    kenapa tidak dipublikasikan di media?

    karena kebanyakan media lebih mementingkan sisi komersial. kalau dirasa kurang menjual ya nggak bakal diliput/ditayangkan.

    jadi ya, kita sebagai audiens harus lebih jeli dan lebih pintar menyikapi suatu berita.

    terimakasih mba susi,.
    silahkan saja, dan silahkan dishare sebanyak-banyaknya, biar pada tahu kasus sebenarnya tentang TKW di saudi

  10. titus soepono
    April 6, 2014 pukul 12:45 pm

    Bagi saya ini kelalaian negara, jadi negara memang harus membayar diyat. Kesalahan negara adalah tidak membangun sistem yang baik dan tegas tentang TKI, sehingga banyak penyimpangan disana-sini. Tapi saya yakin taksatupun TKI ingin jadi pembunuh disana, mereka jadi TKI karena cari uang, yang di negeri sendiri telah tertutup peluangnya, walaupun untuk itu mereka banyak yang tertipu atau tergiur rayuan oknum PJTKI. Akibatnya terjadi banyak konflik di negara penerima, tak jarang berujung kriminal.

    Maka menurut saya,segera bayar diyat seluruh TKI bermasalah, segerapulangkan, dan dimasyarakatkan. Kemudian segera benahi sistem ketenagakerjaan ke luar negeri. Ketiga lengkapi KBRI negara2 tujuan TKI dengan tenaga-tenaga pendamping hukum (disini berlimpah lulusannya, kebanyakan nggak dapat kerja malah jadi salees aja). Dan terakhir membuat perjanjian2 dengan negara penerima TKI terkait permasalahan2 hukum yang mungkin terjadi. (Selama ini tau2 vonis, KBRI sering sekali kecolongan, entah siapa yang salah)

    terimakasih, sudah berkomentar disini,
    Yang benar, benahi pemahaman agamanya, baik rakyat atau pejabatn/penguasaya, sehingga itu akan membawa kebaikan bagi rakyat indonesia,.
    Sebagus apapun sistem, jika pemahaman agamanya rusak, maka tetap kriminal akan dilakukan, baik oleh pejabat atau rakyatnya,.

    Jika pemahaman agama pejabat/penguasa benar, maka pejabat akan merasa takut siksa dari Allah jika dia berbuat dzalim kepada rakyat,.
    Jika pemahaman agama rakyat benar, maka rakyat akan merasa takut siksa dari Allah jika dia tidak taat kepada pemimpinnya

    KBRI kecolongan? pemerintah kurang tanggap?? ITU TIDAKLAH BENAR,. silahkan baca disini, betap pemerintah sudah berupaya dengan maksimal,

  11. monalisa
    April 5, 2014 pukul 3:52 pm

    Satu hal yang dilupakan oleh penulis artikel ini, MENGAPA KASUS KASUS TKW YANG DIHUKUM MATI SERING SEKALI TERJADI DI NEGARA ISLAM, YANG KATANYA MENERAPKAN HUKUM YANG PALING MULIA, MENGAPA TIDAK TERJADI PADA TKW KITA YANG BEKERJA DI HONGKONG, CHINA, TAIWAN,KOREA ??? Negara negara yang barusan disebut BUKAN nagara ISLAM, so warganya kita sebut ORANG KAFIR, TETAPI MEREKA MEMPERLAKUKAN TKI ( LAKI LAKI ATAU PEREMPUAN) JAUH LEBIH BAIK DARI PADA DI NEGARA NEGARA MUSLIM YANG KATANYA MENERAPKAN HUKUM ALLAH S.W.T, MOHON PENULIS BISA MENJELASKAN LEBIH MENDALAM … SILAHKAN… MONGGO….

    Terimakasih mba monalisa, , komentar yang bagus,.
    Saya balik nanya dulu kepada anda, kenapa kok TKW yang berasal dari pilipina, yang notabennya penduduk islamnya tidak sebanyak di indonesia, kok tidak bernasib seperti TKW indonesia? padahal TKW yang berasal dari indonesia itu beragama islam,

    silahkan dipikir mba, kira-kira kenapa?

    Apakah di hongkong TKW indonesia tidak ada masalah? oh, mungkin mba belum baca ya, sekarang jaman mudah mencari berita, silahkan dibaca nih mba, :

    http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/13/11/22/mwo0ak-amnesty-internasional-mulai-prihatin-nasib-ribuan-tkw-di-hongkong

    http://m.okezone.com/read/2014/01/17/521/927970/media-asing-tertarik-beritakan-penganiayaan-tkw-di-hong-kong

    http://m.okezone.com/read/2011/07/01/340/474896/tkw-di-taiwan-dipaksa-layani-10-laki-laki

    http://surabaya.tribunnews.com/2014/02/28/gara-gara-anjing-jari-kiri-tkw-di-hongkong-dipotong-majikannya

    http://article.wn.com/view/2014/02/28/Cerita_2_TKW_disiksa_oleh_majikannya_di_Hongkong/

    Jika mba membaca postingan diatas, mba bisa menilai sendiri,. orang yang berperangai buruk itu ada di setiap tempat, di indonesia juga sangat banyak,. namun itu semua bukan berarti menunjukkan negara indonesia berarti negara orang buruk semua,. demikian pula di saudi,.

    Jika ibu baca berita koran, ibu membunuh anak sendiri, anak memerkosa ibunya, istri membunuh suaminya, suami membunuh istri, di indonesia ada, komplit mba,. apakah berarti indonesia itu buruk? belum lagi banyaknya laki-laki atau wanita yang selingkuh,. ngga terhitung jumlahnya mba,.

  12. Ina
    April 4, 2014 pukul 8:17 am

    ya ampyuuujn ngeri bacanya. real!!!!

    terimakasih mba ina,.. yah,. begitulah, ini realnya,.

    Yang ini juga real mba, silahkan dibaca

  13. Ina
    April 2, 2014 pukul 12:50 pm

    Sudah saya duga, saya rasa yang paling bertanggungjawab pemerintah kita sendiri.

    Kurang lapangan pekerjaan dengan upah layak, PJTKI yang asal kirim TKI. Buktinya sangat jarang ada berita TKW Philipine yg bermasalah dengan majikan.

    Mereka TKW yang educated dan sangat dilindungi pemerintahnya

  14. sudarmanto
    April 1, 2014 pukul 6:24 pm

    Kalo saya.tidak setuju pengiriman tkw ke luar negeri. Ambil contoh ke arab yg hampir semuanya org Islam, dimana tabu seorang wanita bepergian jauh tp mahrom atau muhrim. Jadi kalo sesuatu yg buruk terjadi spt pelecehan diatas, ya harap.maklum krn dianggap org ilang krn pergi jauh tp.mahrom atau muhrim

    betul mas,.
    malah terkadang dianggap wanita nakal, karena di arab tidak ada wanita yang keluar rumah, kecuali ditemani oleh mahram, jika ada wanita yang keluar rumah sendirian, maka dianggap bukan wanita baik-baik,.

    betapa islam menjaga wanita, sehingga keluar pun dikawal oleh laki-laki,. bak ratu saja,.

  15. fariz
    April 1, 2014 pukul 4:29 pm

    assalamualaikum wr wb
    Tulisan yang bagus, tidak subjektif dan tidak menyudutkan salah satu pihak,

    yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana saran mba kepada pemerintah Indonsia agar para TKI tersebut dapat terlindungi hak dan kewajibannya sebagai warga negara indonesia dari segi tekhnis dan apakah harus ada regulasi baru mengenai penempatan tenaga kerja ini selain uud no 39 dan kepmenankertrans. saya sangat tertarik dengan tulisan ini karena berkaitan dengan skripsi saya.
    sekian dan terimakasih

    jazakallah kheir

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    sarannya, jika mau mengirim TKW keluar negeri, maka kirim yang memang berkualitas, baik skill atau bahasa, dan jangan lupa, mahram harus ada, bukan sendirian,. banyak kok majikan2 di saudi sekarang ini memilih pembantu sepasang suami istri,.

  16. wiwik windarti
    April 1, 2014 pukul 7:21 am

    saya dulu juga pernah jadi tkw di saudi arabia dan taiwan…

    alhamdulilah semuanya baik…

    mereka menganggap keluarga sendiri…

    kendala disana biasanya masalah bahasa…

    kadang” TKW dr indonesia itu ada yg tidak bisa baca tulis…

    kadang” ada yg dibawah umur maaf sekali kadang SD saja tdk lulus…

    kadang” mengoperasikan alat” elektronik juga tidak bisa.

    kadang” juga teman” kita itu juga sembrono klau tidak tahu maksud dari isi surat disuruh tanda tangan manut aja.

    perbedaan TKW kita dng TKW philipina adalah TKW Philipina sebelum berangkat selalu diperlihatkan kontrak kerjanya…

    klau tdk sesuai kontrak kerjanya mereka tdk mau bekerja..

    merekapun juga diharuskan bisa berbahasa inggris…

    Klau TKW kita jarang sekali yg bisa bahasa inggris..

    bisa dihitung dng jari.

    Terimakasih ibu Wiwik atas tambahan informasi dari ibu yang pernah jadi TKW,
    Mudah-mudahan ini bisa menjadi masukan buat pihak-pihak yang berkompeten dalam masalah pengiriman TKI/TKW

  17. Amanda Margareth
    April 1, 2014 pukul 2:19 am

    Great article to see things from another perspective, tapi kok kesannya justru membenarkan kekerasan terhadap pekerja migran ya…

    Terimakasih Amanda, sudah komentar disini, postingan ini sekali lagi, bukan untuk menyudutkan siapa-siapa, apalagi menyudutkan TKW,
    Postingan ini dibuat untuk mengcounter opini masyarakat thd saudi yang diekspose oleh media-media indonesia khususnya, sehingga mencerminkan saudi itu seolah-olah negara yang kejam, tidak berprikemanusiaan thd TKI/TKW, padahal faktanya,. anda bisa baca sendiri,

    Jadi bukan dilihat dari sisi saudinya saja, tapi dari sisi TKW dan bangsa indonesia juga,

    Salah besar jika anda berkesimpulan postingan diatas itu membenarkan kekerasan terhadap pekerja imigran,.

    Tapi membukakan pandangan kita yang keliru selama ini,.. inilah realita TKW atau TKI kita, walaupun perlu dicatat,.. tidak semuanya,. TKI atau TKW yang baik-baik juga banyak,.

    Pernahkah media-media indonesia mengekspose kebaikan-kebaikan majikan-majikan TKW atau TKI di saudi misalanya?? silahkan anda cari sendiri,.

    1) “sudah diperlakukan tidak layak dan tidak manusiawi sejak sebelum keberangkatan mereka ke Saudi.”
    “Jangankan oleh petugas orang Saudi yang tidak bisa berbahasa Indonesia, wong oleh petugas orang Indonesia yang sebangsa saja, para TKW itu sering dibentak2 koq.”

    berarti, karena warga negara kita sendiri suka memperlakukan mereka seperti sampah, wajar saja kalau warga negara asing juga memperlakukan mereka seperti sampah?

    Salah besar kesimpulan anda, kesimpulan yang terburu-buru,

    Maksudnya, jangan menuduh majikan saudi suka membentak-bentak,. ternyata oleh petugas di indonesia juga diperlakukan begitu,.. intinya,…. jangan menyudutkan saudi jika ada TKW yang dibentak-bentak,.. dan lihat pula, apa penyebab TKW tsb dibentak-bentak? bukan dari faktor si majikan, tapi dari skill si tkw, krn kurang paham bahasa arab, atau keahlian lainnya

    2) “tidak semua TKW yang datang dan bekerja di Saudi Arabia itu semuanya mempunya majikan WN Saudi. Ada yang majikannya WN Turky, Mesir, Sudan, Siria, Lebanon, Palestina, Jordan, USA, Pakistan, India dsb.”

    yah sebenarnya bukan isu majikannya orang mana. Kalau terjadi kekerasan terhadap pegawai, sama bejatnya.

    Salah besar kesimpulan anda, kesimpulan yang terburu-buru,

    maksudnya, di saudi itu majikannya bukan semua itu pasati warga saudi asli, tapi yang tinggal disana itu warga negara lain juga,.
    Bisa jadi yang melakukan bukanlah warga saudi asli, jadi mungkin yang terbayang ketika ada TKW yang dianiaya di saudi, yang terbayang di benak kita adalah itu warga saudi asli,. bukan majikan dari warga negara lain,. itu maksudnya,.

    3) “Para TKW itu tidak belajar apa2. Mereka hanya tidur2an, makan, minum, ngorol2 sampai malam.”
    “Tahukah teman…? Kalau banyak para TKW yang buta huruf…? Bahkan banyak dari para TKW itu yg tidak bisa berbahasa Indonesia…??”

    berarti, karena mereka bodoh dan malas, wajar saja kalau mereka dihajar oleh majikannya?
    solusinya bukan memperketat prosedur seleksi/pengiriman TKW…… bukan memperbaiki kebusukan dan korupsi agen-agen pengirim TKW….. bukan memecat TKW yang malas, o’on dan kurang ajar dan komplain ke agen pengirim dan menuntut TKW baru yang kerjanya memuaskan….. tapi solusi wajar adalah menghajar, mencaci maki orang-orang tsb?

    Salah besar kesimpulan anda, kesimpulan yang terburu-buru,

    maksudnya, dgn mengetahui realita itu, hendaknya ditindaklanjuti, jangan mengirim TKI yang tidak memenuhi syarat,

    tidak ada postingan yang menyudutkan TKI atau TKW karena buta huruf, tapi menjelaskan itulah realitanya, bukan berarti dgn kondisi spt itu TKW boleh dihajar, dicaci,.. ini kesimpulan yang serampangan,.

    dengan kondisi yang spt itu, ini menjadikan pendorong buat negara ini utk membenahi lembaga2 tsb, agar tidak ada korban lagi TKI atau TKW diperlakukan spt diatas, hanya krn sebab spt diatas,

    4) “kalau para TKW ilegal disini jumlahnya hampir sama banyaknya atau mungkin lebih banyak jumlahnya daripada para TKW yang legal.”

    Masalah pekerja illegal itu tidak hanya terbatas pada TKW, and it is a problem that needs to be solved, of course.

    Tapi itu sebenarnya sudah bukan lagi topik dalam diskusi tentang kekerasan terhadap pekerja luar negeri, sebab ada atau tidaknya pekerja ilegal tidak akan pernah membenarkan terjadinya kekerasan terhadap manusia. (“Teman-teman kamu kabur dan jadi pekerja seks ilegal, maka dari itu saya berhak memperlakukan kamu seperti sampah” — sama sekali tidak ada hubungannya, atau “Kamu kabur dari majikan kamu dan sekarang jadi pekerja seks komersil, maka dari itu saya berhak memperlakukan kamu seperti sampah” — tetap saja tidak bisa dibenarkan.)

    Salah besar kesimpulan anda, kesimpulan yang terburu-buru,

    Maksud disini, jika ada TKW yg mendapat perlakuan spt itu, apakah itu menimpa TKW legal atau ILEGAl.

    kalau TKW ilegal, bukan berarti dibenarkan diperlakukan spt itu, tapi setidaknya yg ilegal itu telah berbuat kriminal, yaitu pergi ke saudi tanpa ijin negara tsb,

    dari sisi ini saja negara saudi berhak memberikan hukuman,. sama saja spt rumah anda dimasuki oleh seseorang tanpa seijin anda, namanya ilegal, ya pasti mencari celah-celah agar bisa masuk,

    jadi, open your mind,..
    Jika rumah anda dimasuki orang yang tak dikenal tanpa seijin anda, pasti anda mencapnya sebagai MALING,.. bukankah demikian,. apa bedanya dengan negara yang dimasuki imigran gelap,. apalagi menjadi imigran gelapnya bukan dalam rangka menyelamatkan diri dari kekejaman negaranya, tapi cuma nyari duit di negeri sono,..

    Namun tetap, kekerasan tidak dibenarkan dalam islam,

    My main point sebenarnya cuma satu. Di dunia ini — bukan cuma di Arab sana, sudah ada budaya memperlakukan pekerja migran seperti sampah. Lihat saja di Qatar, dimana banyak sekali pekerja-pekerja asing meninggal tiap bulannya karena dipaksa bekerja mati-matian demi membangun stadium, contohnya.

    Tentu saja tidak semua “majikan” adalah employer yang jahat, dan tidak semua “pegawai” adalah pekerja yang baik. Tetapi tidak ada skenario apapun, semalas dan setolol apapun manusia itu, bahwa ia kemudian pantas diperlakukan seperti binatang.

    Islam mengajarkan agar kita berbuat baik kepada hewan, tanaman,.. apalagi kepada manusia,.

  18. rijani
    April 1, 2014 pukul 1:37 am

    tks info nya…

    jadi nambah wacana, dulu pernah sih asisten rumah tangga ku yg pernah tkw cerita mirip2 kaya di atas…

    ternyata emang beneran ya…jgn lsg percaya 100%…..

    o,iya ijin share ya…makasih….

    silahkan share,

  19. Hanna ARH Family
    Maret 31, 2014 pukul 3:11 pm

    terimah kasih, atikelnya sangat bermanfaat…

    dari awal saya emang tidak setju jika pemerintah membayarkan diyath untuk menebus satinah..

    bukannya rasa peduli saya tidak ada terhadap saudara tapi lebih baik uang itu dipakai untuk membuka lapangan kerja di indonesia sehingga tdk ada lagi alasan bagi masyarakat indonesia untuk jd TKW di luar negri, krna alasan utama bgi mereka adalah kurangnya lapanga kerja yang ada di indonesia shingga mereka lebih memilih untuk jd TKW..

    lgian satinah kan sdh terbukti bersalah.. jd untuk apa belain org yg terbukti bersalah sama saja kita menyelematkan kriminal (org jahat.)….

    Mudah-mudahan Allah memberikan keteguhan kepada satinah, alhamdulillah bu satinah selama di penjara 2 tahun di penjara saudi , beliau bisa menghafalkan alquran 15 juzz , penjara atau pesantren ya,. kita yang bebas tidak dipenjara saja belum tentu bisa menghapal 15 juzz dalam waktu 2 tahun, mudah-mudahan ini pertanda kebaikan buat satinah,.

    atas hal tersebut, warga saudi pun bersimpati, mengumpulkan donasi dan terkumpul 1,5 milyar, silahkan baca disini ulasannya

  20. kobe
    Maret 31, 2014 pukul 1:20 pm

    Salut dan kagum dgn tulisannya .Sy kira ini dibuat heboh oleh media karena berdekatan dgn pemilu di indonesia.

    Dijadikan black campaign utk menjatuhkan lawan politik.Yg berperan penting harusnya dari pemerintah indonesia agar kejadian seperti ini tdk terjadi utk kesekian kalinya.

    Harus dibenahi dari sistem tenaga kerja kita,lebih diakomodir dgn benar dan profesional,sy kr kejadian spt ini pasti susah terjadi.

    Selama pemerintah tdk membenahi scr total sistem maka kejadian ini kemungkinan terjadi lbh besar.

    Tdk perlu kita lihat situasi jauh2 spt di arab,di indonesia pun biasa terjadi ,karena media saja tdk mau mengeksposnya.

    Kita org Indonesia sering didoktrin sudut pandang yg salah ,apabila seseorang atau sebagian org dr kelompok /suku/negara melakukan sesuatu yg tdk baik maka seluruh org dari kelompok itu dianggap sama.

  21. suryadi ranik
    Maret 31, 2014 pukul 12:05 pm

    berimbang dan membuka pengetahuan………….semogga masyarakat indonesia yang lain juga membaca tulisaan ini….

  22. adri subono
    Maret 31, 2014 pukul 10:40 am

    melani subono baca tulisan ini ga ya????

    semoga dia baca juga

  23. Robert Kawuwung
    Maret 31, 2014 pukul 1:57 am

    Jadi, yang cabul yang mana?
    Bagaimana kalo dibandingkan dengan fenomena kawin kontrak dan lokasi prostitusi di Indonesia?

    TErimakasih kang robert,.
    saya tanya anda,jika ingin minum, mending mana racun tikus sama racun serangga ,. jawaban pertanyaan anda sama seperti jika anda ditanya seperti itu, silahkan jawab sendiri,

    Khusus untuk kawin kontrak / nikah mutah yang dilakukan oleh syiah, itu lebih cabul, lebih brengsek, karena mereka berkeyakinan yang mereka lakukan itu dapet pahala,
    silahkan baca kisah nyatanya di link ini

  24. jepemedia
    Maret 30, 2014 pukul 1:55 pm

    Di tempat saya kalau ada rumah yg megah biasanya pasti punya TKW.

    Istrinya bekerja dengan taruhan nyawa sementara sang suami menjadi pengasuh anak dirumah.

    Kalau si istri baik pasti kerjanya juga cari yg halal disana, kalau sebaliknya ya seperti yg dcrtkn dlm tulisan diatas.

    Sedangkan sang suami, kalau dia baik dan setia pasti akan mendidik anak2 nya dg baik. Namun kebanyakn yg terjadi kebanyakan justru sebaliknya. Biasanya sang suami kalau tidak kecanduan judi ya menikah lagi.

    Sebuah pemandangan ironis di negeri yg katanya gemah ripah loh jinawi ini. Padahal kalau mau kerja, dipedesaan masih banyak lapangan kerja seperti jadi buruh tani, jualan es, pedagang sayur, dsb.

    Sampai-sampai sekarng ini di desa saya susah sekali cari buruh tani untuk sekedar memanen padi.

    Mungkin bagi sebagian besar TKW itu lebih baik jadi pembantu di negeri orang karena alasan gengsi dg tetangga di kampung atau diberi iming2 gaji yg wah oleh mantan TKW yg pernah bekerja di luar negeri.

    untuk kasus Satinah, mungkin orang kita mayoritas salah menginterpretasi makna “gotong royong” sehingga siapapun WNI yg bersalah harus dibela mati-matian tanpa dikaji dulu kesalahannya apa.

    Pernah baca juga di kompasiana kalau sebenarnya pihak keluarga korban sdh mau menurunkan jumlah diyatnya setelah dilobi oleh pemerintah indo namun karena mendengar ada penggalangan dana besar2an di indo mereka menaikkannya kembali.

    Tampaknya kita perlu belajar bagaimana memahami sesuatu secara runtut, tidak hanya ujungnya saja.

    terimakasih, komentar yang bagus,.

  25. Denz Naja
    Maret 30, 2014 pukul 1:47 pm

    tulisan yg fair, sementara media2 massa di Indon gak fair.

    , mustahil mereka gak tau tentang TKW yg menggorok anak majikannya, cuma gak mau aja memberitakannya, ntar klo dah mau dihukum pancung, baru nongol beritanya, itupun bisa diputar balikan faktanya,

    waduuuuh gimana ya aku makin malas nonton TV dan media massa lain Indon.

    Terimakasih Mba Denz,.
    Memang acara tv umum di indonesia, hampir 90 persen lebih isinya merusak moral generasi bangsa ini,. kadang acara ceramah agama islam pun, disampaikan oleh penceramah-penceramah yg tidak kapable, hanya mencari rating, diisi oleh penceramah yg bisa mendatangkan gelak dan tawa,. miris memang,.

    Namun dibalik semua itu, alhamdulillah sudah ada tv yang 100 persen bermanfaat, mba bisa simak rodja tv, insan tv, bisa diakses melalui parabola, bisa juga melalui streaming, di http://www.rodja.tv , juga http://www.insantv.com , ada satu lagi http://www.yufid.tv

  26. Rima
    Maret 30, 2014 pukul 1:12 pm

    Saya tau byk TKW,macam2 tingkahnya.

    Ada yg dpt majikan baek akhirnya betah tahunan kerja di sana bahkan ada kesan ga mau balik ke Indo.

    Beberapa pulang bawa bayi berwajah timteng.

    Ada yg berkali2 apes dpt majikan tpi heran ga kapok terus2an balik kesana.

    Ada yg malah kegirangan digauli anak majikan.

    Ada yg balik dr sana jd rentenir sukses.

    Ada yg kebeli rumah,tanah,sawah, tp ada yg bertahan ada pula yg cuma numpang lewat.

    Byk istri yg krj jd TKW, di Indo uang hasil kerjanya dipake kawin lagi ama suami yg nganggur d Indo.

    Ada yg balik dr sana, blom lama di Indo lgsg jd buruh pabrik.

    Ada yg uangnya habis dipakai foya2,diberikan ke keluarga/dipinjam ga balik2,lgsg balik lg ks UEA.

    Ada yg pulang bawa barang2 ga penting beli di sana dg hrg mahal padahal produk China di mangdu jg byk murah pula.

    Ada yg beli barang2 seperti majikannya,pengen bergaya seperti majikan.

    Saya jg sering mendengar kalau byk yg memang senang jd piaraan majikan, trus di kolong jembatan yg terkenal itu byk wanita hamil justru setelah tinggal di kolong jembatan (bukan diperkosa majikan).

    Dan cerita pembantu pacaran dg sopir sesama Indo padahal punya suami di Indo sudah tdk aneh bagi saya.

    Kelakuan TKI/TKW memalukan bukan hanya terjadi di Arab. Saya jg punya bbrp teman yg pernah bekerja di Jepang selama 3th,kontrak kerja di Jpg hanya 3th dan tdk bisa kembali krj lagi kesana kecuali khusus permintaan bosnya lewat jalur khusus. Seleksi krj d Jpg ketat sekali loch,saya tdk tau apa ada org2 yg tdk terpelajar yg krj d sana. Karena org2 yg saya tau semuanya terpelajar.

    Tapi berdasarkan cerita teman saya, kalau TKI/TKW Indo di Jpg ditandai tdk baik karena kalakuan buruk di Indo sering dipakai di sana. Salah satu contoh, berdasarkan pengakuan teman saya dia sering tdk beli tiket kereta bahkan sekelas Shinkansen/kereta api peluru super cepat yg tiketnya aja klo dirupiahin bs mencapai 3jt dan dia sangat bangga bs melakukannya.

    Dan dari semua yg saya kenal, sekembalinya dr Jpg mereka kalau tdk usaha mereka mendapat pekerjaan yg baik,selain krn mereka dasarnya memang terpelajar,reputasi krj di Jpg sangat membantu mereka mendapatkan pekerjaan yg lebih baik.

    Terimakasih atas tambahan informasinya,..

  27. isti
    Maret 30, 2014 pukul 6:35 am

    saya juga ada pengalaman tentang TKW/TKi ini,kebetulan saya bekrja di sebuah klinik yang melayani medical check up untuk para TKi Yang akan berangkat bekarja ke LN maupun yang yang sedang cuti untuk perpanjangan KTKLN.

    Dari yang bekerja sebagai PRT sampai Perawat dan kontraktor, dari yang bekerja di negara tetangga Malaysia sampe qatar, bahkan yang baru bekarja 2th sampe yang sudah 20th saya sudah temuin, dari hasil pengamatan saya lho ya sebagian banyak yang bekerja menjadi TKi bisa dibilang kehidupanya cukup sukses dilihat dari kendaraan yang ditumpangi, gadget yang digunakan, bahkan seberapa banyak perhiasan yang nempel yang kalo dilihat beda tipis lah sama toko emas berjalan belum lagi logat bahasa yang di gunakan mirip lagi nonton film upin ipin(karena lbih banyak dari mereka yang bekerja di negaranya upin),

    sering juga para pegawai klinik tempet saya bekerja tebak2an asal negara para TKI dilihat dari pakaiannya, ex: abaya:arab,UEA.

    pakai baju ala k-pop2,dress selutut,high heel(yang lebih mirip mau party daripada mau medical): korsel,hongkong, singapur,

    pakai baju biasa aja tapi emas berderet logat melayu : malaysia, tapi ada juga si yang biasa aja.

    lebih sering mereka ini protes tentang pelayanan yang d berikan dklinik ini, dari yang sepele seperti kog tempetnya panas bgt,AC nya kurang kencenglah, pelayanan kurang cepet gag professional sampai ‘kog nyuntiknya sakit tak same macem kek di singapore ato malaysie’

    haduh sebenernya saya juga pening sendiri maunya gimna padahal penanganan pasien sudah sesuai prosedur harus antri dsb, kalo untuk pengambilan darah banyak juga kog yang bilang enalan diambil darah di indonesia ramah dan gag kasar (gag tau juga itu bener atau modus belaka)

    dan lagi herannya mereka seolah olah lupa bahasa sendiri bahkan lebih malaysia dari yang malaysia asli, tapi ada juga kog pasien saya pasutri yang bkerja d riyadh sampe 25th d satu majikan saja sudah haji dan umrah berkali-kali bahkan mereka sudah d anggap keluarga sendiri

    subhanallah berarti kan gag semua yang bekerja d saudi dapet majikan jahat apalagi setelah baca post di atas.

    TErimakasih bu isti atas tambahan infonya,.

  28. Riza Er Rumy
    Maret 30, 2014 pukul 5:49 am

    Sudah saya bilang. Biang keroknya dan asalnya dr Indonesia sendiri.

    Coba pakai sistem seleksi bener bener baik dr akhlak maupun pengetahuan. Ngomong aja ga bisa bhs indonesia malah diizinin. Pemerintah harus benerin diri juga.

    Gerah ane jd org Indonesia selaluuuu saja bikin malu. Bobrok!

    sabar mas,..

  29. Gambar Rumah Minimalis
    Maret 30, 2014 pukul 5:46 am

    Karena tidak ada ketegasan yang membuat pengiriman TKI TKI buta huruf, gak punya keahlian, kreativitas,dll selalu bertambah dan bertambah.

    Karena tidak punya keahlian, jual diri jalan satu satunya untuk mendapatkan uang.

    miris..Dosa besar buat pemimpin bangsa yg membiarkan orang pergi ke Arab. Mulai sekarang STOP jual orang ke arab

    sebenarnya bukan karena pemimpin indonesia tidak pinter, tapi karena masyarakatnya yang bodoh terhadap ajaran islam itu sendiri,
    Jadi kuncinya sekarang, pelajarilah islam dengan pemahaman yang benar, jadi bisa berbuat dengan usaha yang tidak menyalahi aturan islam,.
    Wanita pergi malakukan perjalanan tanpa mahram hukumnya haram dalam islam, apalagi pergi keluar negeri,. mau berangkat haji saja kalau tanpa mahram tidak boleh, apalagi cuma sekedar nyari duit ke saudi,.ini lebih tidak boleh lagi,. kuncinya bukan pada pemimpin indonesia, tapi pada rakyat itu sendiri,. harus mempelajari islam dengan pemahaman yang benar,.

  30. yanu
    Maret 30, 2014 pukul 2:38 am

    Mengutip tulisan anda, “kadang2 tampaknya seringkali di dramatisir oleh fihak2 tertentu (khususnya orang2 yang tidak suka dengan Islam/ tidak suka bangsa Arab)”

    orang yg tidak suka dngan islam dan tidak suka bangsa arab sebaiknya dipisahkan.

    Yang tidak suka bangsa arab banyak yang muslim.

    Muslim yang tidak suka kearab araban.

    Terimakasih yanu,.
    Perlu diketahui, Islam itu bukan berarti Arab, Dan Arab itu bukan berarti Islam,.
    Apakah anda tahu,. ulama yang ahli ilmu bahasa arab, bahkan yang menjadi rujukan para ulama bahasa arab, itu bukan orang arab,

    Namun perlu anda ketahui, bahasa alquran, bahasa hadits, itu menggunakan bahasa arab,.
    Orang kafir ketika ingin menjauhkan umat islam dari agamanya, maka mereka pinter, mereka menjauhkan umat islam dari bahasa arab, mereka menonjolkan bahasa lain contohnya bahasa inggris, jerman,jepang, china, dll

    Nah, salah satu agar kaum muslimin menjauhi bahasa arab, dgn cara menyebarkan isu-isu yang membuat negara arab menjadi dibenci,. dan sdh banyak kaum muslimin atau ormas islam yang termakan isu ini,. sehingga sering kali mereka mewanti-wanti jamaah ormasnya yang pergi haji ke saudi, akan di wanti-wanti,. awas… saudi negara wahabi,.. apa itu wahabi, silahkan baca disini

    Dan perlu diingat, budaya bangsa arab sebelum datangnya islam sungguh sangat parah, dan islam datang untuk memperbaiki budaya arab tersebut, sehingga budaya arab sebelum datangnya islampun sirna, diganti dengan ajaran islam yang mulia, sehingga karena sudah memasyarakatnya ajaran islam dalam keseharian bangsa arab, maka seperti yang kita saksikan sekarang,. dan anda bisa membandingkan sendiri kaum muslimin di indonesia, apakah ikut budaya arab atau ikut ajaran islam, silahkan baca disini postingannya

  31. NMS
    Maret 30, 2014 pukul 12:08 am

    Inilah kurangnya pendidikan, kebodohan n kemalasan dr mereka sendiri. Sudah mendarah daging utk mereka, susah utk berubah . Sungguh membuat malu bangsanya sendiri. Cause i experience myself, so its a wake up call

  32. NMS
    Maret 30, 2014 pukul 12:02 am

    Inilah kurangnya pendidikan, kebodohan dan kemalasan dr org2 indo sudah mendarah daging.

    Kemanapun menjadi permasalahan n membuat malu citra bangsa indo.

    It wakes up call. But then unfortunately will always the same

  33. Setiawan Vicky
    Maret 29, 2014 pukul 11:20 pm

    tolong dong, kan nte sudah tau keaadaannya tkw disana.. kasih cara supaya hal tersebut jng terjadi lagi.. sapa tau pemerintah bisa memperbaikinya.. thanks infonya

    Caranya mudah, jika mau,. Laki-laki saja yang bekerja, wanita tinggal di rumah, sebab tinggalnya wanita di rumah itu akan memuliakan sang wanita, mereka tidak ada kewajiban mencari nafkah, kewajiban mencari nafkah adalah bagi laki-laki,

    Lihat saja di indonesia, jika di suatu pekerjaan ada laki-laki dan wanita, maka peluang berbuat kerusakan terbuka lebar, apalagi antara laki-laki dan wanita itu tidak dipisah, maka peluang perselingkuhan, pelecehan sexual itu rawan terjadi,.
    bukan hal aneh di perkantoran-perkantoran sering kita dengar aktifitas yang merusak moral tersebut,. itulah bahayanya wanita keluar rumah, atau istilahnya jadi wanita karir,.. bagi wanita karir, bacalah kisah di postingan ini

    Nasehat bagi wanita karir, silahkan klik disini

    Fakta di negeri barat tentang emansipasi wanita, baca disini

  34. Den Soeroto
    Maret 29, 2014 pukul 7:11 pm

    Kalu memang benar tulisan ini kasihan sekali mereka para TKW….terus apakah dari kaca mata penulis sendiri apakah tidak ada TKW yang berprestasi miniimal atu aja TKW yang baik bekerjanya….pinter bahasa arab…inggris……pinter nabung……dsb

    Terimakasih Den Soeroto,
    Jika anda membaca tulisan diatas secara teliti, sbnarnya sudah ada jawabannya disitu,. bahwa ada juga TKW yang baik,.

  35. Michelle
    Maret 29, 2014 pukul 7:11 pm

    Saya pernah tinggal di Arab Saudi, Ikut suami kebetulan beliau orang Australia, tapi maaf2 saja salah satu Tkw di daerah rumah tinggal kecentilan menggoda suami saya, dan sangat memalukan menurut saya, dan benar kata salah satu pembaca, di airport kelakuan mereka sebagian sangat memprihatinkan, genit dengan WNA dan lain2 ….

    Muak saya lihatnya ….

    terimakasih michelle,
    itu hanya salah satu realita TKW yang seperti itu, namun yang tidak seperti itu juga banyak, TKW yang baik-baik,

  36. Erzad Reynaldi
    Maret 29, 2014 pukul 5:23 pm

    tulisan yg bermanfaat mbag…
    mantap…
    krn hal yg sprti inilah alasan knp d rmh g pake jasa pembantu…

    lebih baik begitu bang Erzad, Apalagi sangat banyak pahala dan kesempatan masuk surga bagi istri yang berbakti kepada suaminya, full time di rumah ngurusin anak dan suami,. dan memang sudah selayaknya para wanita itu tinggal di rumah, tidak keluar dari istananya, sehingga menimbulkan fitnah buat laki-laki,.

  37. Adystia
    Maret 29, 2014 pukul 4:30 pm

    pengalaman sejenis juga saya rasakan sewaktu saya kuliah di Malaysia.

    seringnya media di Indonesia itu hanya mengangkat cerita-cerita mengenai TKI yang disiksa, dijahati majikan.

    tapi sangat jarang membahas mengenai tindak kriminalitas TKI/TKW kita di negara lain. apa pernah media kita membahas TKI yang membunuh majikannya demi uang? ada juga yang merampok, memperkosa, dll.

    kalau TKW yang kerja di pabrik-pabrik/jadi PRT di Malaysia biasanya terkenal doyan menggoda. makanya ngga heran, banyak TKW kita yang jadi istri kedua/ketiga/keempat di Malaysia demi untuk ‘meningkatkan’ taraf hidup dan bisa berbagi cerita ke tetangga2 di kampung kalo sudah hidup enak di negara orang.

    saya sendiri pernah menyaksikan sekelompok TKW keluar dari flat mereka di area KL pada saat maghrib. mereka menggunakan pakaian minim, dan menuju beberapa mobil dan motor yang menunggu mereka di parkiran flat.

    sungguh saya malu sekali melihat tindakan mereka.

    oleh karena itu, wanita Indonesia sering dianggap mudah ditaklukan dan mampu menyerahkan segalanya di negara2 yang punya banyak TKI/imigran gelap asal Indonesia.

    selain itu, para TKI/imigran gelap Indonesia juga sering ditemukan sedang berkumpul, merokok, dan menggoda wanita-wanita di banyak terminal bus. mereka berbicara dengan logat daerahnya, minum, merokok, buang sampah sembarangan, dan berjudi.

    semoga masyarakat kita juga cerdas dalam menyikapi masalah TKI. tidak hanya menelan mentah-mentah berita yang disampaikan oleh media di Indonesia.

    Terimakasih atas tambahan informasi ini,

  38. mira
    Maret 29, 2014 pukul 2:49 pm

    Artikel yang bagus. Jangan lihat dari sisi TKW itu sendiri, tp coba selidiki dr sisi si majikan.

    Saya juga seorang yg sangat membutuhkan keberadaan pembantu di rmh saya. Saya juga pny pengalaman dpt pembantu yg bikin gregetan dan naik pitam. Syukur pembantu saya sekarang sudah bekerja 5 tahun dan bisa mengikuti alur pekerjaan yg saya berikan.

    Menurut saya, Kalau si TKW becus kerja (ga cm bs kerja tp ngerti bahasanya) si majikan juga pasti gak perlu nyiksa si TKW, kalau sampai diperkosa itu apes. Bisa jd si TKW itu jg yang mengundang utk diperkosa. Semua terjadi karena ada sebab.

    maka dari itu karamtina dan pelatihan itu perlu, tp kalau asal karantina aja ya gak heran jadinya spt ini bnyk TKW menjadi korban krn perbuatannya sndr.

    Tidak pandang ras dan agama lagi untuk kualitas SDM yang ada di negara kita. Jangankan yang TKI/TKW, untuk dapat tenaker/PRT yang pintar bekerja, baik dan sungguh2 bekerja saja susah.

    Saya jd berfikir mengapa rakyat Indonesia ini pola pikir dan mentalnya begitu buruk dan jahat, bisa dilihat dari tutur kata dan tingkah laku anak jalanan dan anak2 yg terawat. Apa yang salah? Pendidikannya? Pemerintahnya? Ortunya? Atau pribadi org itu sndr?

    Soal ajaran agama, saya tidak tahu harus berkata apa. Saya cm heran muslimin dan muslimah dr level rendah smp level tinggi skr berani bersumpah “demi Allah” padahal dia sedang berbohong. Apa arti dua kata tsb baginya? Apa dia tidak takut akibatnya spt azab/dosa?

    Komentar saya mental dan pola pikir bangsa ini harus dibenahi agar bangsa ini lbh maju, sukses dan bs dihargai oleh bangsa lain. Hal itu hanya bisa dicapai dengan SDM yang berkualitas.

    Terimakasih bu mira, komentar yang bagus,.
    Demikianlah realitanya, disamping kaum muslimin sudah ngga paham akan ajaran islam yang benar, sehingga timbul akhlak dan tingkah laku yang buruk, maka wajar, dalam bekerjapun ada saja niatan yang buruk,

    Perlunya pendidikan islam yang benar kepada kaum muslimin, bahkan jika kita tanya kepada kaum muslimin apa itu islam? mereka mungkin kebingungan menjelaskannya, Apa itu islam? silahkan baca disini

  39. Teguh Budiastono
    Maret 29, 2014 pukul 9:25 am

    ” Kalau mau mencari kehidupan yang tidak ada orang yang berbuat salah sama sekali, nanti di surga,..
    Namanya hidup di dunia tidak selamanya iman kita itu tetap atau bertambah terus,.. iman kita kadang bertambah,terkadang berkurang,.. bertambah dengan ketaatan,dan berkurang dengan kemaksiatan, dan kemaksiatan sudah pasti itu pelanggaran syariat islam,.

    Banyak orang yang mengaku islam tapi tidak shalat,
    Banyak yang mengaku islam tapi tdk puasa ramadhan,
    Banyak yang mengaku islam tapi tidak mengeluarkan zakat,
    Banyak juga orang islam yang membenci syariat islam ”
    balasan komentx bagus bu dan meyentuh sekali.

    -oh ya klo perkiraan saya sih kbanyakan TKI yg d hajar atau d jahatin sma majikannya itu krna salah dia sndiri,mungkin TKI ini malasa ato ngk nurut sma majikan.

    -lgian ngk semua TKI itu d jahatin,ngk sedikit jg saya dengar klo ada TKI yg sukses bahkan bisa manjadikan kehidupan keluargax manjadi lbih baik. (termasuk kk sepupu saya sendiri dan mantan sopir pribadi Bapak )

    -1 lg klo ada permasalahan seperti ini jgnlah terlalu memojokan para petinggi2 kita,
    ngk semua pejabat2 kita yg buruk tp ada juga pejabat yg baik. tentunya tugas kita bersama sebagai rakyak indonesia untuk berusaha membuka lap, pekerjaansehingga para TKI ini ada pekerjaan d dalam negeri.
    “sebaik2x negeri org masih baik negeri sendiri”

    :)
    maaf klo coment sya susah d mengerti dan acak kadut. maklum saya orgx yg ngk bisa merangkai kata2 dengan baik.
    heheheeh

    Terimakasih mas teguh,. komentar yang bagus,. terimakasih atas tambahan informasinya,.
    Yah, begitulah, mengaku beragama islam, atau mengaku sebagai partai islam, belum tentu sejalan dengan ajaran islam,. banyak pelanggaran,. salah satu bukti yang kini di depan mata kita, seorang pembunuh yang mau dihukum pancung karena perbuatannya pun, banyak pembelanya,. dan yang membela adalah umat islam, padahal yang mau ditegakkan oleh pemerintah saudi adalah hukum islam, kebetulan syariat islam tegak di saudi arabia,.

    Orang islam, tapi melawan syariat islam,. itu realitanya, kenapa? karena kebodohan orang islam terhadap ajaran islam itu sendiri,. sehingga banyak umat islam yang ALERGI TERHADAP SYARIAT ISLAM,.. padahal hanya dengan SYARIAT ISLAM Lah, nyawa banyak terjaga, darah tidak sembarangan ditumpahkan,.

    • mira
      Maret 29, 2014 pukul 2:51 pm

      Wah TKI sukses bnyk sekali. Bahkan sampai bisa buka butik busana muslim baik di Indonesia maupun di Arab. Makanya semuanya balik lagi ke si manusia itu sendiri.

      betul sekali mbak mira,.

  40. dian
    Maret 29, 2014 pukul 8:45 am

    Terimakasih atas pengalaman…saya juga ingin memberikan sedikit pengalaman dgn TKW. Saat sy prosedure melanjutkan study S2 di UKM-malaysia saya menginap di salahsatu hotel didaerah medan tuanku, saya memilih tinggal sendiri agar mandiri dilain pihak ada beberapa saudara yg tinggal di kuala lumpur kebutulan ibu warga malaysia, bapak keturunan china namun sudah jadi WNI

    Suatu hari saat saya hendak cari lunch di mall sebrang hotel, saya berjumpa dengan 3orang TKW asal jawa tengah, saya sedih mereka sudah bergaya bahkan berlagak seperti orang malaysia yang sok kaya raya dan tertawa saat ada orang asing (bule) yg bertanya tentang jalan disana mereka b-3 kebingungan..kemudian saya bantu bule tsb menuju arah yg benar. Lalu mereka b-3 bertanya kepada saya dengan memakai bahasa melayu namun saya jawab pakai bahasa jawa dan saya katakan “kita orang indonesia, harus bangga dengan bangsa sendiri tak usah jadi bangsa oranglain, berprilakulah yang sopan santun kepada oranglain jangan bicara kasar meskipun memakai bahasa jawa dengan harapan tidak ada orang yg tau..” kemudian saya pergi

    Selain itu, di apartment eyang putri (serimaya apartment), kami memakai jasa TKW yang sudah lama bekerja di malaysia. Saat saya tanya ke eyang putri beliau mengatakan gajinya saja (tauun 2009) sekitar 5-6juta ditambah biaya jaminan kesehatan, biaya transportasi terusan (kereta dan bus-Rapid transportation), biaya rekreasi, biaya makan yang kesemuany itu di total sekitar rp8.5jt (kerja hanya senin-jumat pukul 7pagi hingga 6sore, jike lebih harus membayar uang lemburan) padahal saya kerja di salahsatu NGO Energy subsidiaries oil company hanya sekitar 2.5jt (all in-kerna kontrak per 3 tahun)

    Dan masih ada cerita ttg TKW yang bekerja di bangkok thailand, kebutulan saya ambil case study untuk S3 (tahun 2012). Intinya tak semua TKW hidup susah bahkan mereka ada yang hidup lebih mewah dari kami para pelajar (pelajar yang bergantung pada beasiswa-harus bisa hidup seirit mungkin).

    Apa yang ditulis oleh narasumber memang benar…mengapa surat kabar dan media televisi hanya menayangkan yang sisi buruk dr TKW tanpa melihat secara langsung kehidupan mereka lainnya. Saran saya…coba lah liat dulu duduk permasalahan dari setiap TKW yang bermasalah dengan seksama jangan langsung percaya tanpa bukti yang kuat..(hamil dibilang diperkosa padahal bukan-ini juga terjadi di malaysia).

    Saya tidak mendukung siapa2, hanya saja menghimbau agar lebih jeli melihat permasalahan dan jangan terlalu percaya kepada media yang maaf hanya membesar2kan berita demi rating saja. Ini pengalaman saat berita di indonesia di hebohkan dengan kain batik yang di klaim oleh malaysia padahal tidak seperti yang diberitakan, disana justru lebih aman dibandingkan di jakarta smp ada penculikan mahasiswa malaysia dan demo besar2an smp tidak karuan. Jangan membenci sesuatu jika tidak tau duduk permasalahan yang sebenarnya dan kami para pelajar dr indonesia yang menimba ilmu di negeri orang jauh lebih patriot dibandingan warga indonesia yg berdemo mengatas namakan indonesia. Kami para pelajar sering mendapat pesan (dr KBRI) agar selalu mengharumkan nama bangsa Indonesia di negara luar namun sesampainya di indonesia justru kami tak dihargai.

    Semoga info mengenai TKW ini dapat menambah wawasan tidak selamanya TKW tsb hidup susah tp ada beberapa TKW yang dapat hidup lebih mewah dari para pelajar ataupun karyawan dari indonesia..

    terimakasih atas tambahan infonya,.

  41. Yohanes Moeljadi Pranata
    Maret 29, 2014 pukul 6:39 am

    Nada tulisannya cenderung menjelek2kan tkw dan pro pemerintah setempat ya. Penulisnya punya suami orang setempat. Secara sosiologis dan psikologis ke mana ya arah tulisan ini?

    terimakasih yohanes,.
    tulisan tsb tdk menjelek-jelekkan pemerintah manapun, seandainya anda membacanya dengan cermat,.

    tulisan tersebut untuk mengcounter pemberitaan yang memojokkan negara yang telah mempekerjakan para TKW tsb, yaitu saudi arabia,. sehingga akan terkuak realita yang ada yang tidak diungkap oleh media di indonesia,.

    Bukankah dari komentar pembaca disini juga anda bisa menyimpulkan sendiri? apakah postingan tsb memihak ke salah satu negara?? tidak,..

    • Joko Satrio
      Maret 29, 2014 pukul 2:33 pm

      Kalau secara sosiologis dan psikologis, kamu Yohanes, adalah orang PJTKI yang takut tidak laku bisnismu karena tulisan ini.

      Kalimat kamu memberikan kebencian pada orang Saudi yang dalam hal ini adalah suami penulis, sehingga ada kemungkinan kamu adalah antek/orang cina kapitalis penjajah perekonomian Indonesia.

      Pulanglah kamu ke negaramu sendiri.

  42. yuyun afnan
    Maret 29, 2014 pukul 6:35 am

    Tulisan yang bermanfaat :)

  43. haneyfha07
    Maret 29, 2014 pukul 6:35 am

    Alhamdulillah artikel yang lebih objektif dan mencerahkan terlepas dr media2 mainstream ini ada yg menyampaikan juga ^.^
    Jazakumullah~

    semoga rakyat Indonesia dan para pemimpinnya semakin sadar dalam beretika dan berakhlak untuk martabat bangsa yang mulia, terlebih yang mengaku dirinya muslim bukan lebih banyak mencaci dan mengedepankan prasangka..

    Bener kt penulis baik dan buruk tu trgtung pd individunya, ada dimana2 n g bisa lgsg generalisir seenaknya.

    Jd inget bbrapa thn lalu saya n kakak msh rmaja awam n brksmpatan melihat 2 tkw dgn kelakuan yg cukup kontras ketika menunggu kdtgn pesawat d bandara jeddahplg umrah.

    Yg satu masih polos usia 16 berabaya hitam tertutup antusias diajak brbincang oleh kami soal pngalaman krja dia sbg tkw dan alhamdulillah majikannya baik, dr gajinya dia bahkan sdh bs mengumrahkan neneknya d kampung dr kerja dia 2thn disana.

    Kemudian ada satu tkw lg dtg menjeda perbincangan kami.

    Menariknya dia tdk pakai abaya hitam sprti mbak tkw yg duduk brsama kami. Abayanya dbuka cuma pakai slendang hitam saja disampir dibahu.

    Maaf dandanannya lebih menor memakai lengan pendek clana jins ketat. Dlm hati sih tak habis fikir masih di daerah otoritas negara arab tp uda buka2an.

    Eh pas dia sdg asyik2 membungkuk tiba2 ada janitor laki2 lewat dan tb2 berhenti dblkg dia trus memukul panta*nya dgn gagang pel yg dia bawa sambil bercuap2 bahasa arab dgn mimik marah.

    Oalaah, trnyata si mbak pas lg bungkuk trlihat kulit punggungnya n clana d***mnya sebagian menyembul keluar.

    Jd mungkin tu janitor mengingatkan soal aurat mngkn ya^^ tp mirisnya mbak ini malah cengengesan & meleos pergi aja diingetin.

    yahh,… tambahan info nih, makasih mba,.

  44. Kharisma Rosalina
    Maret 29, 2014 pukul 5:37 am

    Wow… sempat mikir juga mungkin TKW yang disiksa majikannya itu karena kurang fasih berbahasa Arab, tak pandai menggunakan alat rumah tangga modern dan mungkin juga malas-malasan (Orang Indonesia banyak yang malas-malasan kan waktu kerja?).

    Ternyata memang benar, tak semua TKW itu benar niat untuk kerja dan mencari nafkah halal,

    hadeuh… izin share yaa, bermanfaat sekali…

    silahkan dishare,.

    • caknur
      Maret 29, 2014 pukul 3:48 pm

      peralatan disaudi malah gak terlalu modern…

      masih kalah ama perabotan kita..

      he..he..he… ketawa saya baca komentar lucu anda caknur,.

  45. Abu sholah
    Maret 29, 2014 pukul 4:43 am

    Infonya sangat bermanfaat dan sebagai peringatan, contoh kasus yg sedang terjadi tuh TKW yg mau dipancung sebentar lagi, Bikin malu bangsa Indonesia…..

    Mudah-mudahan sang TKW bertaubat, dan diterima taubatnya,. alhamdulillah selama di penjara, bu satinah bisa menghafal 15 juzz alquran,. silahkan baca postinganya disini

  46. nur
    Maret 29, 2014 pukul 4:14 am

    Para TKW yang mbak ceritakan tersebut….

    Sudah berbuat maksiat di luaran, lalu memfitnah majikan yang tidak melakukan kejahatan (TKW bilang disiksa, diperkosa majikan, dll), kemudian di sebar-luaskan oleh media yang tidak fair dalam pemberitaan, dipercaya pula oleh masyarakat luas….

    Duh Gusti…

    Ampuni dosa-dosa bangsa kami…
    Beri petunjuk kepada bangsa ini agar dapat lebih jernih menyaring berita dari manapun asalnya, sehingga tidak menjadi FITNAH yang keji…Aamiin..

    Aamiin,.

    Kepada admin: Terima kasih atas tulisan yang mencerahkan ini..Wassalamu”alakum

  47. Muhammad Nico Pramana Putra
    Maret 29, 2014 pukul 4:08 am

    Masya Allah saya juga baru tahu ni mbak. Saya kira dulu TKW di arab saudi “bermasalah” karena di siksa sama majikan karena ga bisa kerja dengan baik dan si majikan emang ga bener.

    Tapi saya baru tahu lebih detailnya ketika baca artikel punya mbak. Jazakallahu khairan.

    terimakasih,.. banyak yang berasumsi seperti itu, namun setelah baca artikel ini, jadi terbuka tabir tersebut,.

  48. V
    Maret 29, 2014 pukul 3:44 am

    nah kan bener. brti emang kelakuan si TKW nya sndiri yg tidak bs menjaga nama baik Indonesia. Skg giliran mau digantung karna ulahnya sndiri yg merampok dan membunuh malah minta di bebasin.

    liat noh darsem skg mewah banget hidupnya. miris.

    gw juga curiga. masa iya orang arab saudi kejam semua.

    gw juga pnya tmn tkw tp di qatar. pas gw tanyain gmn komunikasinya dg majikan eh jawabnya ya ngrti dikit.

    dah gt pake ngata2in majikannya onta lagi..hadeehhh.. miris banget.

    yah, itulah indonesia,..

  49. warung kopi plus
    Maret 29, 2014 pukul 3:28 am

    Assalamualaikum, wah tulisannya mantab…, kita jadi terbuka.
    hemm…, saya cari di komasiana sudah dihapus sama kompas semua ya…

    cuman kalau 21 milyar, menurut saya lebih baik untuk membangun sekolah islam atau pesantren2…, dari pada untuk menyelamatkan 1 orang dan potensi 200an lagi lainnya.

    kita harus menghormati hukum mereka. apalagi kalau sudah terbukti bersalah, di indo juga banyak pembunuhan dan terpidana mati, apa beda hukuman mati di indo dg di arab?

    malah kalau diterapkan hukum syariat, maka hukuman bagi perbuatan dosa itu sudah di balas di dunia, insyaallah tidak lagi diakherat. na kalau human mati non syariat?dah didunia dihukum, diakherat diukum lagi???double dong/….
    wassalamualaikum.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,. terimakasih atas komentarnya
    Ya, sebagai pelajaran buat yg lain juga,. agar nyawa dihargai, bukan nyawa murahan,.

    • Wahyu
      Maret 30, 2014 pukul 2:07 am

      Loh, koq artikelnya dihapus sama Kompasiana? Kenapa ya?

      kurang tahu,. mungkin karena artikel lama, jadi tdk ada arsipnya, tapi coba saja cari artikel yg sebelum tanggal postingan, tapi bukan artikel tentang islam, apakah dihaapus atau tidak, jika tidak dihapus,. ya mungkin saja ada sesuatu dengan kompasiana

  50. faldy
    Maret 29, 2014 pukul 3:25 am

    izin share ya

    silahkan,.

  51. Mono Sumono
    Maret 29, 2014 pukul 3:15 am

    smoga ini mnjadi pelajaran yg brharga dikemudian hari dikarantina mndapatkan bimbingan yg lebih baik lagi sblm mnjadi TKI/TKW , insyaAllah bila karena ibadah kpd Allah swt. akan mnghasilkan yg lebih baik lagi, amin

    Aamiin

  52. dwi handayani
    Maret 29, 2014 pukul 2:59 am

    Setelah membaca tulisan ini, saya merasa sedih, miris untuk para TKI. Tanpa keterampilan memadai, bekerja di negeri sendiripun akan susah, apalagi di negeri orang yang berbeda bahasa.

    Kebetulan saya memiliki beberapa teman di Saudi,

    dulu… saya sangat sering ‘mengintimidasi’ mereka tentang ‘kejahatan orang arab’ terhadap TKI, dan mereka menanggapinya dengan ‘anggun’.

    Ughh..jadi malu saya setelah membaca tentang realita sebenarnya.

    he..he..he.. terimakasih mba, sudah komentar disini,.
    yang berasumsi seperti mba banyak, setelah baca artikel diatas baru menyadari realitanya,.

  53. Akht@r
    Maret 29, 2014 pukul 2:11 am

    Nambah Sedikit akh, ijin SHARE. JAzakallohu khairan

    silahkan di share, jazakumullahu khairan,

  54. Akht@r
    Maret 29, 2014 pukul 2:09 am

    Assalamu’alaikum,

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    Terimakasih atas ilmu baru yang bermanfaat bagi KIta yang selama ini hanya tahu informasi dari Media TV Swasta Nasional. Bagi yang berbagi info ini semoga dicatat sebagai amal yang sholih, Antumsekeluarga ditambahi Barokahny, Amiin.

    Semoga ALLOHUTA’ALA menganugerahi petunjuk bagi saudara Kita yang masih bergumul dengan ketidakbaikkan, Bagi Negara INDONESIA yang kita cintai ini terlindungi dari fitnah2 yang membawa bencana, Amin Yaa Robbal’alamiin.

    Akhiy, Saya mau tanya,
    sebelum ke pertanyaan, perkenankan Saya menyampaikan beberapa pemaparan Saya. pemahaman sementara Saya, tentang hub. Bidang Tenaga Kerja ini seperti lingkaran setan antara INA dengan KSA, si pengirim merasa seneng karena dapat imbalan pemasukan (uang) untuk negara, yang mereka(TKW) dapat sebutan “pahlawan devisa”, ini pun saya kurang paham. Dengan diberangkatkannya TKI itu dapat menambah pemasukan kAs Negara, sedangkan negara Si penerima TKW merasa terbantu, sebagian warga negaranya merasa ringan dengan adanya PRT dalam mengurus pekerjaan RTnya,

    Pertanyaan Saya adalah sbb:
    1. Bagaimana bisa Pemerintah KSA bisa memperbolehkan TKW tanpa mahrom?
    Kalaupun terselebung,ada oknum yang bermain di intansi terkait,buktinya apabila ada masalah tentang TKW (masalah pidana), pemerintah KSA turut ambil bagian dalam proses hukum,bahkan memvonis hukuman yang didapat si tersangka. Kalau memang melihat mana yang salah sebenarnya sama-sama salah,antara INA dan KSA sedari awal pengiriman TKW ini.

    Masalahnya sebenarnya mudah akhi, bukankah TKW tersebut beragama islam?
    Aturan islam dengan tegas melarang wanita melakukan safar tanpa mahram, jika ada wanita pergi dari kota semarang ke jakarta saja wajib bersama mahramnya, apalagi pergi ke saudi,.
    Jika wanita ingin pergi haji saja wajib bersama mahramnya,
    jadi tidak mesti ada aturan pemerintah saudi mengeluarkan larangan tsb, jika masyarakat paham akan ajaran islam yang mulia, yang begitu menjaga wanita, maka ngga ada TKW yang pergi ke saudi,
    Ulama saudi sudah memfatwakan tentang tidak bolehnya wanita keluar rumah melakukan safar tanpa mahram, bahkan larangannya dari hadits rasulullah,

    2. Bagaimana mekanisme tentang TKI/TKW yang mendapat gelar Pahlawan Devisa? Apakah mereka kena Pajak Penghasilan dari tiap Gajian mereka? sehingga dari situlah Negara INA dapat pemasukan Uang KAs Negara? semakin banyak TKI/TKW yang dikirim ke LN maka berbanding lurus lah Uang yang didapat dari adanya Pengiriman TKI/TKW ini.

    Bukankah dalam pengurusan visa itu juga ada biayanya? dan itu ada masukan devisa ke negara, demikian pula fiskal,
    untuk yang lainnya saya kurang tahu,.

    Sementara ini dulu, mohon maaf, Saya murni ingin tahu atas kebenaran,
    Semoga ALLOHUTA’ALA melndungi KIta semua, Amiin.
    Wassalamu’alaikum.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

  55. maket
    Maret 29, 2014 pukul 1:10 am

    ternyata oh ternyata …
    saya juga selama ini berpikiran bhw banyak TKW yang bermasalah karena penyebabnya adalah kurangnya pendidikan maupun keahlian dan ternyata benar.

  56. Godean Iyellow Flash
    Maret 29, 2014 pukul 1:07 am

    Pertanyaanku terjawab disini. matur nuwun. Ijin Share

    Alhamdulillah,. matursuwun,. monggo kang dishare,.

  57. wahono
    Maret 29, 2014 pukul 1:06 am

    Apapun yang terjadi saya tetap bangga dengan bangsa ini, bangga dengan TKI.
    Yang gak habis pikir kenapa kok gak ada komentar yang kontra dengan tulisan di atas, sangat disayangkan sekali.

    TErimakasih Kang wahono,.
    Saya juga bangga dengan indonesia, banyak umat islamnya,.
    Namun dengan alasan itu bukan berarti saya membenarkan pula jika ada warga indonesia yang berbuat dosa besar seperti membunuh, lalu kita bela juga,
    Banyak TKW dan TKI yang baik, namun tidak sedikit pula yang kurang baik,.
    Postingan diatas bertujuan untuk mengcounter berita-berita yang sampai di kita,. inilah fakta para TKW kita,.
    Dan kita wajib membela kebenaran, bukan membela orang yang berbuat kesalahan apalagi membunuh, karena hanya sesama warga negara indonesia,

    Rasulullah saja, jika putrinya Fatimah mencuri, maka beliau tidak akan membelanya, tapi beliau sendiri yang akan memotong tangan fatimah,silahkan baca postingannya disini

  58. Kopi Miracle
    Maret 28, 2014 pukul 11:56 pm

    kondisi yang menyedihkan untuk indonesia.
    trimaksih infonya

  59. Angga
    Maret 28, 2014 pukul 11:22 pm

    kadang2 tampaknya seringkali di dramatisir oleh fihak2 tertentu (khususnya orang2 yang tidak suka dengan Islam/ tidak suka bangsa Arab ).

    — Duh jangan bawa2 agama lah.. eneg..! Ini kan ttg bangsa dan hub antar bangsa, ttg profesi, etika dan budaya… Gak ada hub nya dg agama,.. antar agama baik2 saja kok.. malah kalo diperhatikan, yg non muslim baik2 aja ke kami yg Muslim.. —

    iya, betul sekali mas Angga,
    Sebab dengan tegaknya syariat islam,maka musuh-musuh islam, para pembenci islam akan merasa kegerahan, akan merasa ketakutan,
    Apalagi kelompok-kelompok yang menjadikan kasus satinah sebagai alat penarik simpati,.

    sungguh aneh tapi nyata di indonesia, disatu sisi ingin keadilan, hukuman yang berat pada koruptor, pembunuh, ,. ini orang yang sudah terbukti membunuh dan mau ditegakkan hukuman bunuh atasnya, kok malah dibela, bahkan sampai menggalang dana untuk penebusan diyatnya,.. dan lucunya, menuntut pemerintah RI agar menebus kekurangannya,. sungguh ini harta yang sia-sia,. rela merogoh bermilyar-milyar untuk membela sang pembunuh,..

    seandainya dana yang bermilyar-milyar itu disalurkan ke pihak yang membutuhkan,. masih banyak puluhan bahkan ratusan warga RI yang perlu bantuan tersebut, bukan utk membela satu orang sang pembunuh majikan,.

    • Renata Woro
      Maret 29, 2014 pukul 4:10 am

      Bener Mas Angga.. sudah bosan dgn segala sesuatu yg selalu dikait2kan dgn agama. Semua agama baik.
      ———————–
      Untuk Mb Andini (Nining), terima kasih untuk sharing-nya namun sebaiknya jgn langsung menuduh org2 tidak sependapat dgn Islam sebagai musuh Islam. Mb harus taw justru org2 yg memakai atribut agama Islam lah yg paling kencang meneriakkan pembayaran diyat ini ke pemerintah. Banyak juga yg menjadikan hal ini sebagai alat politik untuk menggalang massa karena tahun ini adalah tahun politik di Indonesia.

      TErimakasih renata,. komentar yang bagus,.
      orang yang mamakai atribut islam, belum tentu sejalan dengan ajaran islam, bahkan banyak malah ajaran islam ditentang oleh mereka, . jadi ini juga bukan pembenaran, apalagi di musim politik seperti ini, banyak orang membawa atribut islam, tapi disalahgunakan, tentu untuk kepentingan politik mereka, dalam islam tidak boleh berpartai-partai, tidak boleh bergolongan-golongan, sebab itu hanya akan melemahkan umat islam itu sendiri,

      Sekedar pendapat pribadi saya saja, pemaksaan penegakan syariat islam tidak cocok di Indonesia karena Indonesia bukan negara Islam. Benar bahwa penduduknya mayoritas islam, namun negara ini dibangun atas dasar keanekaragaman. Itu yang membuat Indonesia unik dan saya bangga menjadi orang Indonesia yang walaupun keadaan negara sedang sulit tidak membuat saya berniat bekerja di negara lain.

      Karena indonesia bukan negara islam bahkan negara yang dibangun atas dasar keanekaragaman, maka hendaknya hormati kebijakan negara lain yang menerapkan syariat islam, dan dalam hal ini pemerintah sudah benar, namun karena desakan masyarakat yang awam terhadap ajaran islam yang benar, mereka mendorong pemerintah mengambil kebijakan, untuk membebaskannya,,

      Jadi klo ada anggota masyarakat yg berteriak untuk mengubah dasar negara Indonesia menjadi azas agama tertentu, saya termasuk orang yg akan berjuang menentangnya. Bukan karena saya benci/takut/ga suka Islam, tapi saya tidak suka dan sangat gerah dgn org2 yg memaksakan kehendaknya atas orang lain terutama yg berkaitan dgn agama. Salam damai..

      Merubah dasar negara, memberontak kepada negara yang sah, ini sangat ditentang oleh islam, ajaran islam tidak mengajarkan yang demikian,.
      Pemimpin adalah cerminan rakyatnya, jika sekarang diterapkan syariat islam pun, maka tidak akan bisa berjalan, bahkan akan timbul perlawanan dari rakyatnya,

      Penjara akan menjadi penuh, setiap hari akan ada hukuman mati, karena dalam islam ada hukuman bagi orang islam yang meninggalkan shalat, wanita yang pacaran, wanita yang buka aurat,para dukun dihukum mati, dll,.

      Tidak bisa syariat islam diterapkan jika masyarakat belum paham apa itu syariat islam,.
      Jadi mustahil syariat islam bisa tegak, selama masyarakat tidak paham ajaran islam yang benar,

      Namun ada gerakan yang secara rapi, mereka terus bergerak, dan tujuan akhir mereka adalah menggulingkan kekuasaan, siapa mereka? mungkin anda belum mengetahuinya, silahkan baca disini

  60. So Chen
    Maret 28, 2014 pukul 10:18 pm

    artikelnya menarik mbak…karena mungkin ini dilihat dari sisi pengalamn Mbak pribadi sehingga ini bisa dijadikan pelajaran untuk teman2 kita yang akan menjadi TKW…..

    ditunggu artikel berikutnya yang lebi inspiratif…terima kasih.

    terimakasih so chen, artikel apa yang anda tunggu, silahkan pesan artikel saja, jika saya bisa, akan saya posting,. terimakasih,

  61. Lia
    Maret 28, 2014 pukul 7:42 pm

    Saya pengen kerja di saudi, di sektor kesehatan (formal), sebenernya sdh punya pekerjaan disini tapi pgn rasanya kerja di saudi karena ingin dekat sama Makkah dan Ka’bah, sementara saja mungkin beberapa bulan……

    tapi masih mikir2 ada suami dan anak….

    Terimakasih ibu lia, sudah berkomentar disini,
    Ibu, profesi sebagai ibu rumah tangga adalah profesi yg sangat mulia, melebihi profesi wanita karir setinggi apapun jabatannya,. seorang ibu rumah tangga adalah profesi yang bisa menghantarkan ke surga, gimana caranya, silahkan baca disini

    Betapa mudahnya wanita meraih bertumpuk-tumpuk pahala, dan tidak usah jauh-jauh mencarinya, ada di rumahnya sendiri, betap islam memuliakan para wanita, menjaga kehormatan para wanita, silahkan baca disini ulasannya,

    Betapa banyak wanita yang bekerja diluar rumah tidak merasakan kebahagiaan, walaupun dia bergaji besar, dan keluarga yang menjadi taruhannya, suami, anak menjadi korbannya, sadarlah wahai para wanita, baca kisahnya disini

    Bagi wanita karir, silahkan baca ulasan ini, nasehat yang bagus, klik disini

    Ingin mendapatkan pahala yang banyak, bagi wanita tidak perlu shalat ke masjid, tapi cukup di rumahnya, dan pahalanya lebih besar dari shalat di masjid, silahkan baca disini ulasannya

    Enak kan bu Lia,. ngga usah jauh-jauh jika ingin mencari pahala, ada di rumah anda,.

  62. muhammad Hasyim
    Maret 28, 2014 pukul 5:05 pm

    Assalamualikum wr. wb

    Terima kasih atas informasinya bu…

    semoga apa yang beritakan disini jadi manfaat untuk kami para tki dan para calon tki yg dengan segala keterbatasanya. Saya sangat setuju sekali dengan pendidikan penuh pada calon tki agar di saudi tidak jadi bulan2an majikan ketika kebetulan nasibnya ketemu majikan yg “kurang baik” walaupun faktanya tidak semua orang saudi pun yg pinter baca tulis.

    kalo pengalaman saya sebodoh2nya tki kita masih dapat acungan jempol dari majikan daripada negara” lain exmple’ DULU ADA TK INDIA, BANGLADESH, PAKISTAN DLL” BAIK TKL ATW TKW NYA. soal daya talar kita jauh menang bu. walau saya juga cuma bekas seorang sopir rumah sekarang jadi sopir hotel di salah satu hotel saudi. bahkan kami di sini harus menghadapi orang2 yg lebih bodoh dari kami. hanya untuk mengisi formulis saja ga bisa mereka. kalo mau persentase mungkin dari 200 pegawai orang2 mereka yg cuma modal pengalaman puluhan taon kerja bukan karna skill mereka.

    bukan maksud saya membela saudara2 sesama perantauan hanya saja untuk
    perbandingan bahwa pada dasarnya orang2 SAUDI justeru masih mau tki indonesia pasti mereka punya alasan. soal kasus2 yang menimpa kami para tki itu memang ada benarnya, hanya saja kalo kita bandingkan dan baca di media lokal di sini memang tidak adil berita itu.

    fakta dan data
    ——–jika ada pembantu membunuh atw manciderai majikan ataw anak majikan atau siapanya lah…..itu mungkin kalo seperti hajatan 7 hari 7 malam berita itu akan muncul setiap media baik tv atw koran dll
    ———-tapi kalw ada tkw atw tki (tki jarang yg disiksa—-karena mereka tau para tki pada punya bekal beladiri jadi mikir dulu mereka)….apakah ada di media lokal…. kalo bukan di youtube atw dari berita2 mulut kemulut atw dari foto yg diunggah maka berita itu tidak akan muncul;dan tidak akan pernah muncul………………….. apakah waktu kalian di saudi prnah lihat beritanya “TIDAK PERNAH ADA”

    bukan kami benci dengan semua orang ARAB ga…..hanya saja karena jiwa kami sebagai Sesama pekerja……kalo yg tidak pernah ataw belum merasakan jadi TKI ya kami bingung juga menyampaikannya.

    hanya saja untuk jadi muhasabah kita bersama” KAMI HANYA MOHON UNTUK YANG MEMUAT BERITA INI SEIMBANGLAH” KALO MAU SAMA2 KITA CARI BUKTI. SAYA YAKIN TEMAN2 yang dengan segala keterbatasan ini berangkat samapi nekad ke negeri orang insya alloh tujuan mereka baik” sekali lagi tidak ada pernah terbersit di hati para tki untuk jadi maling, pelacur bahkan pembunuh,” itu hanya OKNUM yng jumlahnya tidak sebanding dengan tki dan tkw kita yang harus di penjara karena mencuri uang majikan lantaran kesal sekian tahun gajinya tidak di bayar…..dan tidak ada jalan lain.

    berapa banyak tkw yang melakukan pembunuhan penganiaan hanya karena melawan atw membela diri karena kelakuan anak majikan atw bahkan majikanya ………

    kami juga sangat menyayangkan klakuan teman2 kami juga yg sampai jadi pelacur bahkan jadi germonya, atw apapun tindakan yg tidak baik….

    kami hanya mengingatkan anda semua bahwa jangan sampai hanya karena cerita orang2 yg memang hanya sebagian kecil itu melupakan pengalaman temen2 kita yang disalahkan bukan karena kesalahanya……

    terima kasih maaf bila kata2 saya kurang berkenan

    Salam INDONESIA
    Wassalamualaikum..wr,wb

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Terimakasih pak muhammad hasyim, mudah-mudahan Allah melindungi anda dan keluarga,.
    Sebagaimana artikel diatas, jika anda membaca dengan teliti dan seksama, sudah disebutkan juga,. banyak TKW yang baik, demikian juga TKW yang kurang ajar, demikian juga dengan Majikan, ada yang baik dan ada yang tidak,.

    namun,…

    berita yang beredar di indonesia itu seolah-olah saudi itu kejam, biadab, kurang ajar, dan seabreg kejelekan yang lainnya,. tanpa melihat fakta yang ada,.

    Jadi dengan artikel diatas, maka terbuka sudah faktanya, apalagi media-media di indonesia yang cenderung menyudutkan islam, maka berita-berita miring tentang saudi menjadi santapan berita yang tidak cepat basi,,

  63. Ummi Sania
    Maret 28, 2014 pukul 4:25 pm

    Saya pernah tinggal di Saudi mengikuti suami yang warga negara Saudi
    Saya memakai jasa 2 pembantu, 1 kami datangkan dari Indonesia yang satu lagi TKW ilegal

    Mulainya mereka baik2 saja, namun semakin lama semakin menjadi2 kurang ajarnya
    Bahkan mereka pernah bilang pada saya ” Situ kan orang Indo juga jadi samalah dengan kita derajarnya”…lhaa padahal saya kan majikan mereka, berani bentak2

    Nah itu jalo ama orang Saudi sudah di gampar….dan nggak salah
    Kalopun dia bekerja di Indonesia pasti di gampar dan di usir oleh majikannya karna kurang ajar

    Apa yang terjadi di tulisan di atas sudah pernah saya alami

    Soal sihir aneka macam disana
    Tiap suku punya dukun sendiri2, jawa, banjar, sunda dll

    Pernah kami datangkan TKW dari indonesia, tidak mengerti bahasa indonesia
    Enam bulan bekerja di rumah saya, saat saya suruh ambil panci yang biasa untuk masak
    Jawabannya ” Tempat panci di mana yaaa”

    Saya sampai mati akal, padahal saya bicara pake bahasa Indonesia

    Tapi hebatnya itu pembantu, bodoh namun bisa maaf berhubungan badan dengan laki2 di atas gudang loteng rumah pada saat saya tidak ada di rumah, astagfiruallah hal azim

    Sampai saya tanya, kamu di penampungan berapa lama kok bisa berangkat
    Katanya hanya 1 minggu langsung berangkat

    Sungguh tidak bermutu kwalitas pekerja Indonesia

    Belum lagi cerita soal supir di rumah kami yang juga orang indonesia
    Nggak ada habisnya kalo di ceritakan, masalah2 yang di timbulkan oleh para TKI

    Disini orang hanya dengar cerita jelek tentang orang Saudi, tapi kita yang melihat dan mengalami sendiri bagaimana kelakuan para TKI…hanya mapu berkata astagfirulallah

    Jika kita bicara tentang perlakuan terhadap para pembantu, di Indonesiapun banyak pembantu yang di perlakukan tidak senonoh oleh para majikan mereka

    Namun karna penanganan hukum di indonesia yang lemah dan cenderung berpihak p d ang kaya……

    suara jeritan sakit hati para pekerja rumah tangga terasa hilang ditelan alam

    terimakasih atas tambahan informasinya ummi sania,

  64. mistirah
    Maret 28, 2014 pukul 3:44 pm

    wah, makasih ya mbak atas infonya. memang smua tergantung pd diri kita masing2, klo kita bs menempatkan diri sbg muslim yg baik insha allah kita bs hidup di negara orang dg bahagia.

    INSHA allah before ramadhan i will going to saudi for working. cerita mbak diatas bs mnjadi pengalaman and ilmu yg insha allah bermanfaat. thanks so much. salam kenal ya mbak and smoga kita bs bertemu di saudi.

    terimakasih mba mistirah sudah komentar disini,.
    jika anda ingin kerja di saudi, anda harus ada mahram yang mendampingi, sebab ada larangan wanita safar tanpa mahram, pergi haji bagi wanita saja harus ada muhrimnya, jika tidak ada maka tidak boleh berangkat haji, apalagi ini cuma mengais duit disana,.

  65. wawasan
    Maret 28, 2014 pukul 3:24 pm

    Cukup panjang juga artikelnya, tapi betah bacanya. Mungkin ini bisa dibuat sebagai bahan introspeksi bagi kita.

  66. saya
    Maret 28, 2014 pukul 3:17 pm

    Halo mbak…

    Saya mau menanggapi mengenai pasal 34 ayat 1 itu..

    Apabila kita telaah lebih dalam lagi mengenai ‘Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara’ itu adalah sebuah pernyataan yang mempunyai makna bahwa negara akan terus mengembang biakan fakir miskin dan anak terlantar untuk kepentingan politis mereka.

    Kenapa saya bilang begitu?

    karena apabila negara peduli dengan hal tersebut harusnya pasal tersebut berbunyi: Fakir miskin & anak terlantar akan dibantu oleh negara, bukan dipelihara. Maaf apabila komentar saya agak kurang enak di dengar..

    sebelumnya thanks mbak.. tulisan mbak sudah menambah pengetahuan saya.. :)

    Terimakasih, bukan seperti itu, tapi buktikan pelaksanaan dari undang-undang tersebut, bukan menjadikan fakir miskin menjadi komoditas politik, apalagi di jaman mau pemilu seperti sekarang ini,

  67. yani
    Maret 28, 2014 pukul 1:32 pm

    masyaAllah,,syuKron atas tulisannya,,,benar-benar membuKa mata,,,

  68. mardani
    Maret 28, 2014 pukul 12:50 pm

    Terima kasih sekali sudah membuka sisi lain yang selama ini tersembunyi..

    Jadi tahu model-model mereka..

  69. Sendy
    Maret 28, 2014 pukul 12:50 pm

    saya sangat percaya 100% mba, melihat kelakuan beberapa orang di sekitar saya yang saya rasa kurang mengenakan.

    harus di share ini ke publik

  70. alfiyah
    Maret 28, 2014 pukul 12:46 pm

    jazakumulloh khoiron katsiron,terimakasih atas semua infonya,

    hal ini sangat bermanfaat untuk saya dan semuanya yang selama ini berprasangka buruk terhadap orang arab,ya karena ketidaktahuan aj,karena dikira majikan di arab sana ya orang arab, tidak taunya,ada orang banglades,turkye,yaman dll,

    maaf prasangka buruk selama ini.

    Mudah-mudahan dengan kisah dan realita diatas, kita bisa berbuat adil terhadap kebijakan negara saudi, yang tegas memberlakukan hukum islam kepada siapa saja, tidak pandang bulu, demikian pula tentang hukuman pancung, bukan kepada TKW saja, tapi kepada keluarga kerajaanpun diterapkan,.

  71. Muslimah
    Maret 28, 2014 pukul 12:38 pm

    asli, tulisan ini 100 % betul,

    saya sendiri beberapa kali transit di arab seperti di Abu Dhabi dan Qatar sewaktu hendak terbang ke eropa, dan melihat dengan mata kepala langsung bagaimana kelakuan para TKW, yang tidak ada tata kramanya, dan sopan santunya, saat itu saya melihat segerombolan para TKW memutar lagu dangdut sekencang2nya dibandara sambil berjoged2 erotis,,(Subhan Allah sungguh pemandangan yang tidak wajar)

    belum lagi kotornya toilet pesawat terbang olah para TKI sampai2 para pramugari bete, perlakuan kurang berprikemanusiaan pun sering mereka dapatkan dibandara soekarno Hatta,

    bahkan pernah saya sekali marah kepada para TKI sewaktu mengantri sampai nempel dan dorong2an (kampungan)

    dan saya juga disangka TKI karena memakai hijab dan kedatangan pesawat dari Arab,, sungguh tragis negara ini…..

    Mudah-mudahan Allah menunjuki rakyat negeri ini, rakyat indonesia,. aamiin,.

  72. vina
    Maret 28, 2014 pukul 11:50 am

    Tulisan yg sangat informatif dan benar2 membuka mata kita tentang image buruk majikan saudi arabia.

    Saya ada tetangga yg juga bekerja d saudi dia bercerita kalo majikannya sangat baik dan seperti keluarga. Juga pernah majikanny datang k kampung saya.

    Kalau majikan liburan k luar negri tetangga saya ini selalu d ajak..

    wakty bbrp bulan yg lalu ayah tetangga saya ini meninggal dia di ijinkan pulang dan d tanggung pula biayanya padahal dia baru pulang 3 bulan sebelumny…

    Jadi tidak semua majikan saudi jahat, kalaupun jahat pasti afa alasannya..

    Betul sekali mba,..

  73. Bustamin Hamid
    Maret 28, 2014 pukul 11:40 am

    DARSEM mana DARSEM ???

    darsem ada disini mas, silahkan baca postingannya di link ini

  74. hh
    Maret 28, 2014 pukul 11:38 am

    ada unsur politik sich kalo dilihat2, partai itu2 saja yg menyorot.

    lagi pula ada yg dirugikan jika sampai devisa negara dari sektor non migas ini sampai di hentikan dari pihak saudi

    musim pemilu,. jadi apapun dijadikan sarana mendongkrak suara,.

  75. azzarose
    Maret 28, 2014 pukul 11:20 am

    sihir2 seperti ini biasanya orang jawa yang melakukan.

    Maaf bukan bermaksud rasis, tapi setahu saya daerah lain tidak sampai separah ini melakukan hal2 yg berbau sihir. Tapi kalau dari jawa, wah saya g tahu bilang deh, dari susuk sampe pesugihan.. No offense ya

    karena yang banyak menjadi TKW itu orang dari jawa mas,. daerah lain sepertinya sangat jarang,.

    • Angga
      Maret 28, 2014 pukul 11:39 pm

      Daerah/suku lain sebenernya magic nya juiga hebat2… tapi mungkin tidak / jarang bekerja sbg TKI/TKW di sana ya?

      Saya org Jawa,, tapi gpp kok.. gak merasa tulisan ini rasis.. :)
      Lha memang nama sukunya Jawa, mau ditulis apa donk? Hehehe..

      Yah sbg Pembelajaran juga,, Tidak ssetiap penyebutan suku/etnis lantas harus disebut rasis.. :)

      terimakasih mas angga,.
      tidak ada rasis dalam islam, semua manusia sama, yang membedakan adalah ketakwaannya,.

      • bunda keyz
        Maret 29, 2014 pukul 6:24 am

        betul sekali setuju dengan mas Angga, janganlah setiap menyebut salah satu suku/ agama maka disebut rasis,

  76. Aman
    Maret 28, 2014 pukul 10:36 am

    Dan fakta ini semoga tersebar luaskan…
    Di kaskus sdh di repost oleh agan lain dan link di kompasiana sdh tdk ada.

    betul, link di kompasiana sdh tidak ada,. alhamdulillah sudah direpos disini,

  77. Uli
    Maret 28, 2014 pukul 9:46 am

    buat adik2 yang baca post ini….benar sekali keadaan di sini…

    saya jga kerja disini dan saya paham semua tingkah laku mereka tapi saya tidak ikut2an…

    saya tinggal dengan majikan asal US.

    beliau bilang jangan takut, teruslah bekerja dengan rajin dan kamu akan mengekspor anakku ke sini sbg tenaga profesional. Dan saya percaya itu :)

    silahkan sms saja ke nomor yang ada di blog ini

    Utk pemilik Bunda pemilik blog ini…saya ingin sekali berdiskusi

  78. ida
    Maret 28, 2014 pukul 9:20 am

    ijin copas mbak….. matur nuwun, iya orang jawa bilang jgn gebyah uyah, jangan liat luarnya saja…….

    monggo,. leres niku mba yu,.

  79. syafril afin hidayat
    Maret 28, 2014 pukul 9:18 am

    subhanallah….betul sekali semua yg ditulis disini…

    saya tinggal d’australia pernah ada keluarga dari arab Saudi liburan kesini dengan membawa baby sitternya kebetulan mereka makan malam di restoran saya singkat cerita kita sempat berbincang dengan keluarga tersebut dan ternyata baby sitternya orang indo dan kita sempat bertanya tentang majikannya yg orang Saudi…

    ternyata dia bilang majikannya sangat baik pasangan suami istri masih muda dengan 2 anak yg masih kecil2 dan kalo mereka liburan kemana saja sang baby sitter selalu diajak serta..

    pernah mereka pergi ke eropa dia diajak juga dan hebatnya sang majikan menganggap si baby sitter sudah dianggap sebagai keluarga terbukti dengan duduk bareng satu meja bercanda layaknya keluarga…

    jadi saya sangat setuju sekali dengan artikel ini tidak semua orang arab itu jahat..wasallam…

    wa’alaikumussalam warahmatullah,
    betul sekali, majikan saudi apalagi yg paham ajaran islam secara benar, mereka memperlakukan pembantunya sama seperti keluarga sendiri, makan bersama, mungkin tidak sperti di indonesia, sangat jarang ada pembantu yg disuruh makan bersama satu meja,.

  80. Ikhlas Amal
    Maret 28, 2014 pukul 9:14 am

    trimakasih infonya, Ijin sharenya ok:D

    silahkan ,jazakumullahu khairan,

  81. fatma
    Maret 28, 2014 pukul 9:03 am

    sangat bermanfaat sekali artikel ini mbak,saya jd mlongo bacanya,

    trnyata apa yg saya kira slama ini salah besar,
    astagfirulloh trims ya mbak,
    apa yg kita tanam psti akan kita panen ya begitulah intinya

    sama-sama mba,. banyak yang tidak paham tentang realita TKW dan perlakuan negara saudi, walaupun dalam penjara wanita, tapi selaksa di rumah bos,

  82. farhan fahmi
    Maret 28, 2014 pukul 8:12 am

    masyaAllah bermanfaat sekali tulisannya,.. jazakumullah khoiron katsira

  83. emut
    Maret 28, 2014 pukul 7:57 am

    mantap ukhti… teruskan memberi info2 bermanfaat

  84. abu abdulrahman
    Maret 28, 2014 pukul 7:46 am

    Bismillah
    ijin share. semoga bisa bermanfaat buat saudara-saudara yang lain..

    jazakallah

    silahkan, jazakumullahu khairan,

  85. namakuowenk
    Maret 28, 2014 pukul 7:29 am

    jadi ingat pak H. Aziz.. mantan TKI yg kini buka usaha rental mobil dari hasil kerja di Arab.

    beliau pernah bercerita ttg para TKW di Arab, kebanyakan yg mendapatkan masalah di Arab itu krn ulah para TKW sendiri. Niat mereka datang ke Arab tidak murni untuk bekerja.

    bagi para TKI, Tkw2 bermasalah ini memang orang2 yg sangat susah untuk dididik dan diatur dengan baik.

    Mereka datang ke Arab mau meraup uang banyak tanpa mau kerja keras.

    sebagian besar TKW banyak yg kedukun pasang susuk agar disenangi oleh majikannya.

    Susuknya manjur, dan disenangi oleh majikan, terlalu manjur malah sehingga banyak majikan yg mau memperkosa mereka.

    Dan tak jarang para TKW badung ini menggoda majikan untuk hal2 negatif, sehingga membuat cemburu istri majikan.
    Bgiitulah cerita yg saya dengar dari pak H. Aziz, mantan TKI di Arab.

    terimakasih atas tambahan infonya,.

  86. mamas
    Maret 28, 2014 pukul 7:26 am

    Tulisan anda sedikit membuka wawasan ttg TKI di saudi,

    tapi memang banyak kesalahan sejak awal, hrsnya pemerintah tidak lagi “mengekspor” TKW,

    apa yg laki-laki sdh habis atau gak mampu,

    seandainya pun hrs tkw, bukan sektor nonformal, tapi perawat, dokter, buruh pabrik, dan satu lagi, mrk bekerja di negara orang dgn bahasa dan budaya yg berbeda tetapi tdk dibekali sedikitpun dgn skill yg memadai, makanya para tkw dianggap manusia gua….heheheh

    iya mas, dimana para lelakinya, kok sampai wanitanya pergi jauh mencari sesuap nasi, duh,. malu saya sebagai lelaki,.

  87. Agfian Muntaha | @Ianfalezt
    Maret 28, 2014 pukul 6:36 am

    Ini benar-benar tulisan yang membuka mata.

    Meskipun panjang, tetap saja saya tidak bosan membacanya, bahkan kecewa saat tulisannya berakhir.

  88. wait
    Maret 28, 2014 pukul 5:38 am

    Salah satu teman kuliah saya berasal dr suatu daerah yang banyak mengirim warganya utk menjadi TKW.

    Dia menuturkan bahwa profesi TKW adalah sesuatu yg dipuja2 di daerahnya karena sangat mensejahterakan. Akibatnya, banyak anak perempuan lulus SMP yg didorong2 oleh org tuanya utk mendaftar jadi TKW.

    Bagi mereka, sekolah gak penting karena tidak menjamin membaiknya kondisi ekonomi keluarga. Jadi cukup jelas kan, kenapa bisa ada TKW yang bodoh sekali.

    Oya, para laki2 di daerah teman saya juga justru bangga jika istrinya adalah TKW dan membawa pulang uang yang berlimpah sehingga bisa pny rumah bagus dlsb.

    Bahkan mereka tidak terlalu ambil pusing jika sang istri juga membawa oleh2 berupa bayi/balita yang tidak jelas ayahnya.

    ini musibah,. suami yang sudah tidak mempunyai rasa cemburu lagi terhadap istrinya,
    Suami yang membiarkan istrinya berbuat yang diharamkan oleh Allah, dan suami tersebut tidak mencegahnya, ditakutkan suami seperti itu adalah DAYYUS, apa itu dayyus? silahkan baca disini

  89. Akht@r
    Maret 28, 2014 pukul 3:46 am

    Assalamu’alaikum, terimaksih atas Ilmu yang diberikan Mudah2an ALLOHUTA’ALA menambahkan keberkahan Bagi Antumsekeluarga, Semoga Kitasekeluarga dan keturunan Kita dilindungi dari musibah besar ini dan ALLOHUTA’ALA memberi mereka pertolongan dari ujian seperti,
    Negeri INDONESIA ini dilindungi dari marabahaya yang merugikan di semua lini kehidupan, Amiin Yaa Robbal’alamiin.
    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    Terimakasih sudah komentar disini,.
    Aamiin,. atas doanya, mudah-mudahan Allah memberikan petunjuk kepada rakyat indonesia, kepada pemimpin-pemimpinya,.

    Alhamdulillah dapat ilmu baru di sini, baik dari Narasumber maupun dari para komentatornya. Semua bermnfaat dan mudah2an KIta terhindar dari sikap pembenci pelaku dosa, karena itu semua bisa saja terjadi pada diri Kita. Yang Kita benci adalah Perbutaan nya.
    Setelah membaca, ada pertanyaan yang ingin Saya sampaikan,

    Bagaimana pemerintah Saudi dalam menerima TKW tanpa mahram? tentunya Pemerintah melarang dan menolak kedatangan mereka kan, kok bisa diterima bekerja disana Ya Akhi, tolong pencerahannya.
    Terimaksih apabila ada yang kurang bahkan salah tolong dikoreksi, Wasalamu’alaikum.

    Jika anda membaca artikel diatas dengan teliti, maka anda sudah bisa mengetahui proses penyaluran TKW ketika sampai ke saudi,. dan itu tidak terlepas dari tindakan jaringan penyalur TKW juga, calon majikan di saudi kan mencari TKW dari biro-biro yang ada, dan mereka tidak gratis mendapatkan TKW tsb, dan tentu mereka juga berharap TKW yang didapatkan adalah TKW yang baik-baik, bukan yang ada minat jahat,

    Namun banyak juga warga saudi yang meminta tolong pada kawan-kawan dari indonesia yang sedang belajar disana, sehingga mereka merekrut pembantu dari para pelajar tsb, dan mereka merekrut suami istri, jadi agar disana ada mahramnya,

    Tentang larangan wanita pergi tanpa mahram, ulama saudi sudah memfatwakannya, apalagi para ulama di saudi adalah para ulama yang mumpuni ilmunya, dan memiliki pemahaman yang benar, yaitu pemahaman para sahabat,

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  90. fitri
    Maret 28, 2014 pukul 2:42 am

    benar sekali. org yg niatnya jelek meskipun kita baik ttep aja akan “makan” majikannya.

    pernah suatu kali, bapak2 tua bercerita kepada saya, tkw d arab sangat sejahterah, byk majikan yg royal memberi buah2an enak (dsana ktnya buah murah bgttt), mempercayakan rumah kosong majikan berlibur. tapi para tkw malah menyalahgunakan kepercayaan majikan.

    mrk pesta pora di rumah majikan.

    ketauan, majikan pasti kecewa dan marah karena merasa kecewa bgttt. akhirnya disiksa deh. gak salah deh klo sampe disiksa, diksh hati malah takabur

    tindakan menyiksa tentu tidak dibenarkan dalam islam, dan itu tindakan yang salah,

  91. ユディナタ ミッキ
    Maret 28, 2014 pukul 2:40 am

    speechles baca artikel ini

    kenapa emang,.. jangan sambil melongo ajah,.he..he..he..

  92. Muchyar Yafas (@MuchyarY)
    Maret 28, 2014 pukul 2:34 am

    sebaik nya TKW yg akan di kirim ke Negara lain di lakukan psikotest dan test keterampilan juga test bahasa Indonesia se kurang2 nya. jangan sampai terulang Negara mengirim org yg mental nya jelek shg akan merusak nama baik Indonesia di luar negeri.

    betul sekali mas, tapi apakah memang harus ke saudi, apalagi ini wanita, harusnya laki-lakilah yg mencari nafkah untuk wanita, bukan malah wanita yang membanting tulang bekerja, hingga jauh ke negeri sana,

    harusnya laki-laki merasa malu, membiarkan wanitanya pergi merantau hingga saudi arabia,.

  93. syulianti indra
    Maret 28, 2014 pukul 2:01 am

    Sebaiknya tulisan anda di kirim ke pemerintah Indonesia. Sehingga bisa di lacak, kebenaran cerita anda, agar Mata Kita di Indonesia semua terbuka dengan apa yg terjadi sesungguhnya/benar tidaknya soal tkw menggorok anak bayi!

    itu ada videonya,dan beritanya adalah benar, silahkan lihat dipostingan ini

  94. Ahmad Chairul
    Maret 28, 2014 pukul 1:54 am

    Subhanalloh betapa memilukan membaca kisah ini dan menjadi pelajaran yg sangat berharga untuk kita semua,

    selama ini Arab selalu di sudutkan tentang prilaku Majikan yg jelek2nya saja,ternyata itu hanya berita PENGGUOOBLOGAN karena prilaku Pejabat Bangsa kita inilah yang sangat senang dengan hal2 yg aneh dan Ganjil sehingga ketika perekrutan banyak persoalan sertifikat administrasi dll nya itu bisa di palsukan dan itu dianggap lumrah utk TKW/TKI tanpa ada seleksi yang betul2 meskipun ada juga yg profesional menanganinya tapi kebanyakkan asal2an

    saya juga bekas TKI di Jepang dan memang jujur Orang2 indonesia lebih menyukai ILEGAL

    dari pada resmi alasannya hampir sama dengan cerita yg saya baca barusan diatas

    maka sebelum mereka berangkat ke tanah Arab mungkin perlakuannya seperti
    (hewan ternak) tapi begitu sudah sampai mulailah jiwa ASLInya klihatan untuk itu saya bersyukur karena ada tulisan ini, mudah2 an bisa membuat orang2 yg slama ini menjudge majikan asal Arab menjadi terbuka mata hatinya aamiin .

  95. ayuarri
    Maret 28, 2014 pukul 1:13 am

    iya tkw itu kurang ilmu tapi sombong hanya mau kerja iluar dg gaji besar pdhl ilnu kosong wajar kl mrk disiksa dsana.

    biarin ajalah jadikan pelajaran untuk mrk yg lainnya. hukum harus tetap berlaku gak usah dikasihani. di indonesia jg byk yg msh butuh dibantuin.

    Menyelamatkan satu orang yang sudah layak mendapatkan hukuman mati, dengan milyaran rupiah, alangkah lebih baik jika dana tersebut dialokasikan untuk menolong puluhan, mungkin ratusan warga negara indonesia yang banyak membutuhkan pertolongan,. jangan sampai kasus ini terulang di indonesia, kasus seperti apa? kasus TKW yang lolos dari hukuman mati, dan menjadi milyarder dadakan, silahkan baca disini postingannya

  96. alpeso
    Maret 28, 2014 pukul 1:07 am

    Tulisan pengalaman yang sangat mengilhami dan mencerahkan……

    sangat fair dalam memberikan pemahaman yang menyeluruh……

    baik buruk.nya seseorang hendaknya dilihat bukan dr satu sisi saja, dan moga2 semua yang berkepentingan dan terlibat dapat mengambil pelajaran dr tulisan ini…

    terimakasih sudah komentar disini,.
    betul, dimana-mana ada orang yang baik, dan ada orang yang buruk perangainya,. hanya di surga saja nanti tempatnya orang-orang yang baik,.
    Mudah-mudahan Allah memberikan petunjuk kepada orang-orang yang masih berperangai buruk,.

  97. tantri1004
    Maret 28, 2014 pukul 12:56 am

    Tulisan ini persis cerita tmn sy yg pernah bekerja di sebuah Salon di Saudi juga cerita Tmn sy org Asli Arab saudi kl org baik dan jahat ada hampir di semua belahan bumi.

  98. Novi Abdullah
    Maret 28, 2014 pukul 12:55 am

    kadang org emosi kalau WNI mau dihukum di LN. Padahal di negri sendiri banyak sekali kejahatan yg dilakukan WN Indonesia. Saya sich percaya, sebagian TKW nggak beres jg kelakuannya. Anehnya ada ja yg ngotot benar membela mati-matian kalo ada TKW bermasalah hukum di Saudi, seharusnya balance dan berpikir waras…nice tulisan

    terimakasih Novi, sdh komentar disini,.
    betul sekali kata mba novi,

  99. wisnu
    Maret 28, 2014 pukul 12:19 am

    Ulasan yang sangat baik dan seharusnya dipublikasikan secara lebih luas lagi, sehingga masyarakat kita bisa memaknai permasalahan TKI secara lebih berimbang.

    Saya yakin pemerintah kita lebih tahu mengenai fenomena ini, tapi mengingat banyaknya ragam kepentingan membuat mereka seolah mandul untuk mengatasi permasalahan ini.

    Disamping kualitas TKI kita yang memang tidak mumpuni klo dibandingkan dengan negara lain seperti Philippines misalnya.

    Pemerintah kita memang belum mampu seperti Pemerintah Pakistan yang “mengharamkan” para wanitanya untuk bekerja di Luar Negeri di sektor informal, tapi bukan berarti kualitas TKI kita tidak harus dibenahi.

    Mungkin sebaiknya Pemerintah kita lebih membuka peluang untuk TKI sektor formal agar kita lebih bisa bersaing dengan negara lain di sektor itu. Banyak pula di saudi ini TKI yang bekerja di sektor formal dan mereka menempati posisi dari level bawah sampai level managerial lho!

    Terimakasih mas wisnu, betul sekali,.

  100. dee
    Maret 27, 2014 pukul 11:50 pm

    Assalamu alaikum

    Tulisannya informatif. Baru saja saya share dg senior di ktr saya yg pernah kkerja disana dan dia membenarkan hal tsb.
    memang tdk semua buruk, namun yg buruk yg merusak image bangsa kita.

    kelakuan bbrp tkw kita memang tdk menyenangkan. Tdk hny di arab. Kakak sy yg sdg ke hongkong dan ktm dg sekelompok tkw, ngomongnya sinis, gayanya over dll yg bs diblg tdk menyenangkan.

    ijin share..
    wassalam…

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    terimakasih sudah komentar disini,.
    Mudah-mudahan kita bisa mengambil pelajaran dari semua itu,
    Silahkan di share, jazakumullahu khairan,.

  101. Devi
    Maret 27, 2014 pukul 8:28 pm

    Tulisan yang sangat menarik untuk membuka mata kita semua akan fakta yang terjadi di Arab Saudi.

    Memang betul bahwa tidak semua orang Saudi berperilaku buruk dan tidak semua TKW adalah korban sexual org Saudi.

    Dimanapun kita berada pasti ada orang baik dan buruk, terlepas dari suku bangsa dan profesinya, semuanya kembali ke ahlak masing2 individu.

    Terimakasih mba devi, sudah komentar disini,
    Apa yang anda sebutkan betul sekali, kembali kepada individu-individunya,

    Menurut saya pribadi, sungguh sangat bijaksana jika penulis tidak perlu menjelek2an pihak lain untuk menyampaikan misinya, apalagi sampai menyebut pihak lain sebagai orang kafir, pengikut Yahudi, dsb. Ingat Pancasila itu KeTuhanan Yang Maha Esa, surga bukan hanya milik agama atau golongan tertentu.

    Siapa diri kita yang berhak untuk menjudge orang lain akan masuk surga atau neraka. Apa diri kita sudah sempurna sebagai manusia? Jika kita tidak ingin bangsa ini hancur karena perpecahan, mari kita sama-sama menebar kasih, bukan kebencian.

    Dimanakah saya menjelek-jelekan pihak lain? apakah ada kata-kata saya yang mengatakan seorang muslim itu sebagai pengikut yahudi, apalagi menyatakan sebagai kafir, mohon kiranya mba bisa menunjukan kepada saya, dimana saya mengungkapkan seperti itu,

    Kalau kebencian kepada orang kafir, baik yahudi atau nasrani, itu wajib dibimiliki oleh setiap muslim, sebagaimana orang kafir, baik yahudi maupun nasrani pun menyimpan kebencian yang begitu dalam kepada islam, sehingga mereka tidak akan merasa senang sebelum umat islam ikut agama mereka, ini bukan kata saya mba, ada disebutkan dalam alquran tentang kebencian orang-orang kafir terhadap islam,

    • Margaretha
      Maret 28, 2014 pukul 1:08 am

      Kalau org arif yg benar, yg menjalankan ajaran agamanya dengan tidak menyimpang, tidak akan membenci siapapun.

      Karna selama saya membaca kitab suci, gak pernah membaca utk membenci siapapun sekalipun dia membunuh.

      Kalau banyak org sekarang membenci bukan karna ajarannya, tapi karna sifat manusianya yg tdk luput dari dosa, yg belum bisa mengendalikan emosinya.

      Yang kita benci adalah perbuatannya, adapun orangnya, kita nasehati,

    • Devi
      Maret 28, 2014 pukul 6:21 pm

      Ya ampun, sejak kapan kita sebagai orang Islam diajarkan untuk membenci sesama?
      Al Quran dan Hadist tidak pernah mengajarkan itu mbak. Saya kaget dan sedih membaca jawaban Mbak. Bukankah kita diajarkan untuk saling menghargai, punya rasa toleransi terhadap yang lain.

      Terimakasih mba Devi, siapa yang mengajarkan membenci sesama? apakah sesama umat islam? tidak, sesama umat islam tidak boleh saling membenci,.
      Siapa yang wajib kita benci dan musuhi? yang wajib kita benci dan musuhi, dan tidak boleh menjadikan mereka sebagai sahabat adalah kepada orang-orang kafir/non islam,
      siapa yang menyuruh? Allah dalam alquran,.

      Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman.

      “Artinya : Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia ; ketika mereka berkata kepada kaum mereka, ‘Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja” [Al-Mumtahanah : 4]

      Dalam ayat lain disebutkan.

      “Artinya : Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Alalh dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya, sekalipun orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan kaimanan dalam hati mereka dengan pertolongan yang datang dari padaNya” [Al-Mujadillah : 22]

      Berdasarkan ini, tidak boleh terjadi di dalam hati seorang muslim kecintaan terhadap musuh-musuh Allah yang sebenarnya juga musuh-musuh sendiri. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman.

      “Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuhKu dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang ; padahal sesunguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu” [Al-Mumtahanah : 1]

      Tapi jangan salah faham dulu, itu kita yakini dalam hati kita, orang-orang kafir adalah musuh dan kita wajib membencinya, tidak menjadikan mereka sebagai sahabat,

      Membenci dan memusuhi itu bukan berarti kita harus menyerangnya, atau membunuhnya, BUKAN, kita tetap berbuat baik kepada mereka, dalam urusan muamalah / urusan dunia seperti dagang, atau hak bertetangga, mudah-mudahan dengan sikap kita yg berbuat baik kepada mereka, itu bisa membuat dia mendapat hidayah dan masuk islam,

      Membenci dan memusuhi mereka bukan berarti kita dibolehkan membunuh mereka, INI TIDAK BOLEH, ada ancaman Rasulullah terhadap orang islam yang membunuh orang kafir (bukan orang kafir yang memusuhi dan memerangi islam)
      Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang membunuh (orang kafir) mu’aahad maka dia tidak akan mencium wanginya surga, padahal wanginya bisa tercium dari jarak empat puluh tahun perjalanan“[9].

      Bahkan meskipun membenci mereka, kita wajib mendakwahi mereka ke (jalan) Allah dengan hikmah dan ilmu, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama orang-orang musyrik.

      Agama Islam adalah (agama) yang moderat dalam meyakini sikap al-wala’ dan al-bara’. Islam tidak mengajarkan sikap ekstrim dalam masalah ini dengan membunuh orang-orang kafir yang terjaga (jiwanya). (Sebagaimana Islam juga tidak mengajarkan) sikap terlalu longgar dalam masalah ini dengan bersikap loyal yang diharamkan, atau at-tawalli (kecintaan kepada orang-orang kafir) yang menyebabkan pelakunya keluar/murtad dari agama Islam.

      Wajib bagi setiap muslim untuk bersikap adil (moderat) dalam menerapkan ibadah yang agung ini, dan menjauhi sikap ekstrim dan longgar (dalam masalah ini). Hendaknya kita menrapkan semua ini berdasarkan ilmu dan petunjuk dalam syariat Islam (al-Qur’an dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam)[10].

      selengkapnya mba bisa baca disini dan disini

      Mungkin tulisan di bawah ini bisa membuka mata hati mbak untuk tidak menyebarkan kebencian terhadap kaum yang berbeda dengan kita (baca: non-muslim)

      http://myyearatvoa.deleted-web-liberal/negara-tanpa-agama

      maaf, saya ngga perlu web yang mba sebutkan, isinya sangat jauh dari kebenaran,

      Islam itu agama indah yang cinta damai. Jangan sampai kita disusupi ajaran sesat yang hanya akan membuat perpecahan dan menghancurkan bangsa kita sendiri nantinya.

      Betul, islam sangat menjaga darah, baik darah kaum muslimin atau darah orang kafir yang ada di negara islam, ngga boleh sembarangan menumpahkan darah,. Nyawa sangat dihargai, tidak murah,.

      Namun dalam islam ada istilah wala wal bara, sikap loyal dan berlepas diri,.
      Umat islam wajib loyal kepada islam, dan wajib berlepas diri kepada orang kafir,. apa itu wala wal bara, silahkan mba bisa baca disini untuk menambah wawasan mba devi, agar tidak salah paham menanggapi komentar saya, silahkan baca disini mba,

      Kita sama-sama belajar untuk jadi manusia yang lebih baik lagi ya mbak, Insya Allah…

      ya betul mba, kita sama-sama belajar,. mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan,.

  102. Cherry
    Maret 27, 2014 pukul 5:05 pm

    Terimakasih atas tulisannya Mba. Benar2 membuka mata dan sudut pandang pikiran saya :)

    terimakasih Cherry, sudah komentar disini, mudah-mudahan bisa membuka sudut pandang pikiran yang lainnya juga,.
    Media memang bisa memutar balikkan fakta tentang saudi, namun fakta yang sebenarnya tidak akan bisa ditutupi,

  103. iida.haura
    Maret 27, 2014 pukul 4:58 pm

    Subhanalloh…bagus sekali mba tulisannya :)
    ijin share ya :)

    terimakasih iida sdh komentar disini,.
    silahkan anda share, jazakumullahu khairan,

  104. Tajul Latif
    Maret 27, 2014 pukul 4:36 pm

    Orang bodoh itu hina dimana mana di dunia hina di akhirat apalagi, makanya jangan mau jadi orang bodoh caranya ya belajar,

    Buat yang nulis tautan ini saya ucapkan terima kasih, bahasanya enak dan mengalir, dan jawaban dari komentnya juga bagus, seperti nasehat yang tulus, semoga Allah selalu menambahkan ilmu dan keberkahan buat anda,

    Bagi yang suka mencela, harap cek dulu semua yang kamu lakukan akan dimintai pertanggung jawaban, apalagi menyangkut harga diri orang lain lebih2 saudi yang kebaikannya sangat banyak, itulah keturunan para sahabat Rosullullah sallallahu alaihi wa sallam, bangsa pilihan, kaum pilihan negara pilihan, tidak ada yang mencela kecuali yang hatinya telah sakit.

    Semoga kita menjadi lebih bijak terhadap berita yang diekspost. Kalu ngak tahu dngan pasti asal muasalnya harap diam, saya ucapkan terima kasih sekali lagi kepada penulis.

    Terimakasih mas Tajul Latif, sudah komentar disini,
    Terimakasih atas tambahan nasehatnya, dan doa,.
    Begitulah akibat banyaknya media-media yang membenci islam, mereka akan menyampaikan berita-berita yang jauh dari kebenaran. Apalagi terhadap negara yang begitu gigih menerapkan syariat islam,
    Di saudi nyawa begitu sangat dihargai, sangat mahal harganya, sehingga pelaku pembunuhan harus menanggung akibat yang sama, yaitu dihukum bunuh.
    Islam sangat menjaga darah, tidak sembarangan seseorang bisa menghilangkan nyawa saudaranya sesama muslim, akibatnya sangatlah fatal baik untuk dunia dan akherat dia,.
    Kata rasulullah, hancurnya dunia dan segala isinya itu masih lebih ringan dibanding hilangnya SATU NYAWA seorang muslim yang diambil secara haram , silahkan lihat postingannya disini

  105. Monza Aulia
    Maret 27, 2014 pukul 4:23 pm

    Dari pertama saya sudah tidak terlalu percaya kalau orang arab itu jahat semua, toh banyak cerita dari orang2 kita yg naik haji katanya orang arab itu murah hati dan baik2..

  106. aBi
    Maret 27, 2014 pukul 2:04 pm

    terima kasih saudaraku….,,,Jazakallah…

    jazakumullahu khairan,

  107. fahmi
    Maret 27, 2014 pukul 1:05 pm

    artikelnya bagus sekali, mohon iji share di forum kaskus

    silahkan,.. jazakumullahu khairan,

  108. donalterores
    Maret 27, 2014 pukul 12:12 pm

    berita keburukan tkw seperti ini pernah saya dengar, dan saya percaya karena saya mengenal karakter buruk pd rakyat bangsa kita

    walaupun begitu, tidak semua TKW mempunyai karakter buruk, demikian pula bangsa kita, walaupun ada yang berperangai buruk, masih ada yang berperangai baik,

    • donalterores
      Maret 31, 2014 pukul 7:56 pm

      maaf, maksud saya: karakter baik & buruknya rakyat bangsa kita, terlebih yg tumbuhnya dipulau jawa

      terimakasih mas donalt
      ngga bener juga, karakter baik dan buruk bisa berasal dari masyarakat yang tinggal dimana saja, baik di jawa atau luar jawa,. jadi salah besar jika anda berasumsi seperti itu,.
      Setan itu menyertai manusia siapa saja, dan setan mengajak kepada keburukan,. jika pengaruh setan (jin qarin) itu kuat pada diri seseorang siapapun dia, mau yang tinggal di pulau jawa atau luar jawa, maka karakter buruk bisa timbul,.
      Ingat, setiap manusia itu mempunyai pendamping, satu pendamping dari malaikat, dan satu pendamping dari jin, silahkan lihat postingannya disini

  109. oktariasaparini
    Maret 27, 2014 pukul 11:47 am

    Sepupu suami pernah cerita dia ditipu ma tkw asal indonesia tepatnya orang mana saya lupa. Dulunya dia harus nebus ke majikannya sebesar 42jt, tinggal diapartemen, mereka akan nikah sekembalinya dari bahrain, tapi sayangnya sepupu suami ditipu, ternyata si tkw yg cantik ini masih istri orang,

    tkw ini berhasil bangun rumah dan isinya dari hasil keringat sepupu suami yg kerja sebagai pelaut dibahrain.

    Dan ternyata ga cuma satu itu aja, ada byk tkw yg milih jd simpenan dan tinggal ongkang2 kaki di apartemen.

    Malah kalo saya liat dari dokumentasi kakak ipar saya yg juga pelaut dibahrain, perempuan indonesia banyak yg didiskotik, ampun deh gayanya.

    Mudah-mudahan Allah merubah moral bangsa ini khususnya para wanitanya menjadi wanita yang baik moralnya,

  110. arbi archo
    Maret 27, 2014 pukul 11:23 am

    awalnya saya juga takut sndiri kalo smpat prgi ke saudi arabia,,

    jgan2 nanti saya disiksa atasan saya trus klo misal dpat krja dsna krna sya orang indonesia. ttpi kcurigaan itu trnyta benar,pasti ada alsan knp bgtu bnyaknya kabar buruk yg smpai ke tanah air,,

    tidak ada asap kalo tidak ada api,,hehe.
    jadi saya juga baru tau kalau trnyta ada kejadian dblik pristwa ini trjdi. brrti emang bnar,kalo seandainya niat kita baik,insyallah akan diredhoi allah,dan sebaliknya. terima kasih infonya. ^_^

  111. rati natsir
    Maret 27, 2014 pukul 9:02 am

    Saya tambahkan komentar, Bulan 2007 lalu saya menikah dgn suami & Alhamdulillah bulan madu ke jakrta nginap di Hotel mercure ancol,

    Nah disini tiap sarapan saya ketemu dgn WNA2 dari Arab sama keluarganya sarapan (krna wktu itu piala Asia dijakarta) + pembantu2 mereka dari Indonesia juga dibawa, saya dan suami dempat mengobrol dgn 3 pembantu yg berlainan majikannya,

    saya kira mereka akan berkeluh kesah susahnya hidup diarab atau jahatnya majikan dll,

    Tapi Alhamdulillah.. Mereka adalah pembantu yg berusaha keras belajar bahasa arab, Jadi majikan mereka sayaang sklai pd mereka, smpai2 kemana2 pun mereka ikut serta seperti keluarga sendiri..

    Usia mereka sekitar 50an dan menyayangi anak2 majikan mereka sprti cucu sendiri.. Jadi.. Perlakuan kasar yg biasa kita dengar dari mantan2 TKW itu mmg perlu di cek.

    TErimakasih mba, sudah komentar disini,.
    Banyak sekali warga saudi yang baik hati, sebagaimana apa yang anda dapati dari pengalaman mba sendiri dialog dengan para tkw saudi,

  112. endang sukmana
    Maret 27, 2014 pukul 8:35 am

    Info yang bermanfaat, mohon sharing di FB………

    Silahkan,.. terimakasih

  113. epie
    Maret 27, 2014 pukul 8:14 am

    afwan, sy punya tetangga ex-TKW di Saudi.
    Alhamdulillah krn niatnya baik, sekarang beliau sudah berhenti jadi TKW malah bisa membeli toko dan rumah disini….Kadang beliau cerita, betapa baik dan sayangnya majikannya dulu. Malah sempat waktu itu di ajak umroh dan haji. Itulah contoh TKw yg baik, berusaha bekerja baik dan menjaga harga diri….

    Kalo skrg byk TKW yg menunggu hukuman mati dan minta dana untuk tebusan, kita harus pelajari baik2 kasusnya dan yg terpenting adalah mencoba menempatkan posisi kita sebagai keluarga korban…. merasakan trauma mereka…..
    Barakallahu fiikum wa jazaakallahu khoyr

    Terimakasih mba epie, sudah komentar disini,
    Sesungguhnya wanita itu tidak wajib mencari nafkah, para lelakilah yang mencari nafkah, apalagi mencari nafkah hingga ke saudi, tanpa mahram lagi, ini adalah perbuatan yg diharamkan dalam islam. Mau pergi haji saja jika tidak ada mahramnya maka tidak boleh, apalagi cuma mengais duit di saudi,.

    Dalam islam, seorang yang membunuh, maka akan dihukum bunuh, ini hukuman yang sangat adil, dan hukuman tersebut akan menghapus dosa membunuh,

    Jadi keluarga si pembunuh hendaknya melihat jauh kedepan, melihat nasib si pembunuh di akherat, bukan melihat nasibnya ketika di dunia saja, dan ini juga bisa sebagai pelajaran buat yang lainnya,. sehingga tidak melakukan hal yang sama.

    Coba posisinya dibalik, bukan kita yang berada di posisi si pembunuh, tapi kita berada di posisi yang terbunuh,.

    Dosa membunuh itu bisa terkena ancaman kekal di neraka, silahkan baca postingannya disini

    Baarakallahu fiikum wa jaazakumullahu khairan,.

  114. Ayu
    Maret 1, 2014 pukul 4:17 am

    Tulisan yg sangat bagus,syukton katsiro…

  115. Nika
    Februari 28, 2014 pukul 12:25 am

    Tapi kalau kerja di Singapore harus belajar..Karena saat di Singapore ada UJIAN ulang kalau GAK lulus dalam UJIAN akn di pulang kan.lagi ke indon.makanya Kasus . Singapore sang at kecil di banding .di negara lain.seperti .di Malay sama Saudi

    TErimakasih mba nika,.
    walaupun seperti itu, tetap ada sisi buruknya, apalagi jika wanita yang bekerja disana, sudah bepergian tanpa mahram, padahal ini dosa, belum tentu di singapura mendapatkan majikan yang memeluk islam
    Sungguh islam memberikan kemudahan bagi wanita untuk meraih surga, dan itu tidak jauh, ada di rumahnya, silahkan baca ulasannya disini

  116. uut
    Agustus 28, 2013 pukul 3:47 am

    iya banyak betulnya akan cerita ini, karena saya pernah tinggal di UAE selama 8 tahun, jadi sudah bisa mengerti akan tulisan tsb> sebaiknya yang dikirim menjadi TKI adalah Pria saja, yang wanita mengurus keluarga saja di tanah air, jangan malah sebaliknya yang pria mengurusan rumah tangga sedangkan yang wanitanya jadi TKW…kasihan dech lo

  117. Khoirun Hissan
    Juli 27, 2013 pukul 9:19 am

    wah, cerita anda persis seperti yang diceritakan oleh orang tua saya mengenai seluk beluk tkw di saudi arabia. kebetulan bapak saya 3 tahun lalu dinas di kjri jeddah. saya pun sempat sempat berkunjung ke penampungan tkw bermasalah di dekat kantor kjri tersebut, saat itu saya penasaran ingin melihat ibu saya dan teman-temannya memberikan keterampilan untuk para tkw. katanya keterampilan ini ditujukan agar setelah dipulangkan ke indonesia para tkw tersebut tidak kembali lagi ke saudi arabia. keterampilan disini adalah seperti membuat berbagai macam makanan, membuat kerajinan tangan, dan lain sebagainya. memang miris sekali melihat keadaan mereka disana.

  118. Abdul Latif Fasri
    Juli 22, 2013 pukul 10:58 am

    Na’udzubillah…jadi selama ini kita (orang indonesia) sudah jauh memfitnah orang arab saudi, izin sharenya, syukron…

    Terimakasih mas abdul latif, memang terkadang kebencian kita kepada suatu negara atau orang tertentu secara membabi buta, itu akan membuat kebaikan negara atau orang tsb tertutupi , padahal jika kita telusuri, terkadang tidaklah seperti yg kita sangka-sangka sebelumnya,. apalagi kepada negara saudi, memang ada pihak2 tertentu yg diuntungkan dalam hal ini, juga pihak2 yg gencar menebar kebencian thd saudi, mereka adalah syiah dan konco2nya, spt yahudi dan org2 kafir,. dan ada juga sebagian kaum muslimin dan ormas yg mulai termakan hasutan tersebut,..

    Apa yang mereka dendamkan terhadap saudi? baca postingannya disini

    Silahkan di share, Jazakumullahu khairan,

  119. Rozy Afrial Jafar
    Juli 11, 2013 pukul 3:23 am

    MasyaAllah, jadi begitu perilaku sebagian TKW Indonesia, baru tau saya, info yg bermanfaat…, Ijin share ya utk meluruskan pemahamana yg kwliru selama ini. TKSH ….

  120. yudhipelukiss
    Juli 8, 2013 pukul 5:57 pm

    Masuk akal..Ilike it..

  121. Muhammad Iqbal
    Juni 17, 2013 pukul 7:38 am

    Numpang share beritanya ya,,,,

    monggo mas,. jazakallahu khairan

  122. Sodikin
    Maret 31, 2013 pukul 11:36 pm

    Assalamu’allaikum Warrahmatullah Wabbarakattuh..

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

    Bagus banget info/beritanya.
    Ijin share di akun FB saya ya mas admin..? (kalo boleh, hehe..)

    Silahkan sebarkan,. bebas.. jazakallahu khairan,

  123. bayumocko
    Maret 31, 2013 pukul 3:13 pm

    applause buat nih artikel
    salut sayanya bacanya
    menambah wawasan dan pengetahuan saya
    terimakasih banyak buat artikelnya

  124. faqqar
    Maret 30, 2013 pukul 2:38 pm

    assalamualaikum..

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    maaf mas aku share this fb kok dianggap spam ya.. padahal artikely bgs bgt..

    Dicopas saja alamat/linknya, hasilnya sama kok,.

  125. sarwant
    Maret 29, 2013 pukul 2:48 am

    assalamualaikum,

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    ijin share ya.,byar masyarakat kta pda tahu tentang berita-berita yg slama ini kta dngar dan kta sksikan d media2 yg ada saat ini…

    silahkan,.. jazakallahu khairan

  126. yanni
    Februari 10, 2013 pukul 10:54 am

    ijin share ya,,,,

    silahkan,.

  127. Fauzan Ar
    Februari 6, 2013 pukul 8:33 am

    Artikel anda saya promosikan di facebook saya,,, :)

    silahkan, jazakallahu khairan

  128. nashad
    Februari 4, 2013 pukul 11:17 am

    izin copas yah :)

    silahkan,

  129. twoeasyenglish
    Februari 2, 2013 pukul 1:11 pm

    Ya ujung akhir dan awalnya menurut saya pemerintah kita tidak menjalankan syariat yang benar…

    sehingga segala kebjikan yang diambil tidak semuanya sejalan dengan syariat yang benar.

    Kalau masyarakat yang tahu lantas menjadi TKW skalian suaminya jadi TKI…

    Untuk yang ini sudah terealisasi, walaupun tidak melalui lembaga pemerintah, tapi dari majikan disaudi dan melalui kenalan2 para pelajar dari indonesia yg sedang belajar di saudi, . majikan tersebut menginginkan yg bekerja adalah suami istri,

    tentunya yang janda ditemani mahramnya. Namun saya yakin hal ini tidak mudah terlaksana. Karena ada masyarakat yang tidak tahu aturan yang benar ditambah lagi terdesak ekonomi.

    Idealnya pemerintah yang berkuasa menjalankan syariat yang benar sehingga hal yang salah lebih terbatasi.

    Kalau bicara ideal, ya, emang seperti itu , pemerintah yang memimpin sesuai dengan syariat islam yang benar,dengan pemahaman yg benar pula

    Mungkinkah pemerintah Indonesia bisa sejalan dengan syariat yang benar?

    Insya Allah, dengan cara kita memulai dari diri sendiri, lalu dari generasi muda yg kita didik dengan ajaran islam yg benar dengan pemahaman para sahabat, sehingga akan lahir bibit-bibit yang akan memimpin bangsa ini,.. dan ini perlu waktu, bukan waktu yg singkat,..
    Menggonta-ganti pemimpin yg ada, itu bukan solusi, bahkan semakin menambah runyam, jika masyarakatnya sendiri,rakyat indonesia ini tidak dibenahi akidahnya, pemahamannya,.. mustahil akan terwujud pemerintah yg mengerti syariat yg benar,.

    Ayo, mulai dari diri kita, dan perbanyaklah berdoa untuk kebaikan penguasa kita,..

  130. twoeasyenglish
    Februari 2, 2013 pukul 1:05 am

    Mas admin, saya ada dua hal dalam koment tulisan ini:
    1. Seingat saya, ada tulisan di blog ini yang menyatakan negara yang tidak ada prostitusi dan minuman keras serta judi dll lupa lengkapnya. Dengan tulisan ini terbukti meski Arab Saudi pun terdapat prostitusi ya…?

    Terimakasih mas,
    Tidak ada prostitusi dalam hal ini adalah tempat prostitusi,pemerintah tidak memberikan tempat utk hal itu, spt diskotik,atau lokalisasi,tempat jualan minuman keras,dll sedangkan jika ada person-person yang melakukan, itu diluar kemampuan negara tsb utk mengatasinnya,. karena apa? TKW yang melakukan perbuatan bejat tersebut, atau wanita lain yang melakukan praktek zina itu tidak diketahui oleh aparat, bagaimana cara mereka melakukan perbuatan bejad tersebut? mereka melakukan hal tsb kadang tidak sepengetahuan majikannya, lha majikannya saja tdk tahu,,bagaimana mungkin pemerintah saudi bisa mengetahuinya?
    Tapi jika ketahuan, maka tindakan hukum akan diterapkan,
    wanita di saudi semuanya menutup aurat, bahkan memakai cadar, baik wanita yang baik-baik maupun wanita nakal yang suka menjajakan dirinya atau menggoda majikannya,

    Pemerintah saudi bukan malaikat, yang mengetahui perbuatan zina yang dilakukan sembunyi-sembunyi,

    2. Ini bukti bahwa TKW (pengiriman TKW) menurut saya adalah “KESALAHAN BESAR”. Bagaimana bisa wanita keluar rumah tanpa muhrim sejauh itu lagi….Wanita baru keluar pintu rumah sendiri saja sudah bisa memanggil setan/menimbulkan maksiat…apalagi jauh di negeri asing. Ditambah parah lagi wanita itu sudah ada bibit/bakat merusak. Mas admin, bagaimana hukum TKW dalam islam? Bid’ah? Sunah? Makruh? Haram? Terima Kasih…

    ya,. betul, jangankan menjadi TKW mas, mau pergi haji atau umrah saja, jika tidak ada muhrimnya, maka haram hukumnya,. bagaimana dengan TKW?
    Jangankan mau keluar negeri, misalkan ada wanita yang tinggal di semarang mau safar ke jakarta saja wajib ada mahramnya,

    kenapa ini terjadi? karena ya kebodohan tentang syariat ini,.. kalau lembaga pengiriman TKW nya paham akan ajaran islam yang begitu mulia menjaga kehormatan para wanita, ya mereka tdk akan mengirimkan begitu saja,
    Makanya para majikan di saudi, mereka ada yang mensyaratkan harus ada mahram yang ikut, jadi yang dikirim adalah TKW dan suaminya,.

  131. arwan
    Desember 13, 2012 pukul 11:57 pm

    Subhanallah,saya baru tahu,memang media kita terlalu lebay.lihat aja media dikuasai orang politik gimana mau netral.
    Thanks infonya

  132. aisyah
    Desember 13, 2012 pukul 1:09 am

    Masyaallah…media Indonesia memang suka lebay tanpa berdasarkan fakta yang berimbang
    iijin share ya..syukron

  133. robertohaji
    Desember 6, 2012 pukul 5:45 pm

    oooalaah pada baru tau too kalau ulah TKI kita di luar negeri seperti itu,hla yg di brunai,taiwan sama kok,apalagi yg di hngkong itu lebih parah. ..

    Tidak semuanya seperti itu pak, hanya saja berita TKW yang seperti itu tidak terekspos di media kita, tapi giliran ada TKW yg dihukum, maka media kita ramai-ramai mengeksposnya, bahkan dibuat acara khusus, jadi timbul pertanyaan, ada apa ini, apakah ingin memojokkan negara saudi? padahal dalam islam, wanita tdk boleh melakukan perjalanan jauh tanpa didampingi mahramnya, sedangkan para TKW pergi ke saudi tanpa mahram sama sekali,

    makanya ada orang-orang saudi yang ingin mengambil tenaga kerja dari indonesia, mereka mensyaratkan harus suami istri, jadi keduanya pergi ke saudi dan bekerja disana,

  134. junaedy
    November 29, 2012 pukul 7:23 am

    Saya sependapat dengan tulisan mba..karna sy juga pernah melihat dengan kepala saya sendiri kalo TKW kita itu demikian, sebagai solusinya ga ada jalan lain pihak pemerintah yang harus menutup pengiriman TKW tersebut secara permanen..Toh kita masih bisa kirim tenaga2 ahli yang profesional.
    sekali lagi..artikel mba bagus sekali dan itu fakta.

  135. eddy nur
    November 29, 2012 pukul 6:37 am

    Assalamu’alaikum

    wa’alaikumussalam warahmatullah

    nice info nih … kebetulan banyak calon TKW tempat ane yang mo ke sono, ama tujuan ke KOREA ….. mungkin ada info di KOREA ? ….. ijin kopas
    wassalamu’alaikum ….

    silahkan, wa’alaikumussalam warahmatullah

  136. Hariyanto Jowo
    November 27, 2012 pukul 8:45 am

    Bangsa Indonesia memang terkenal paling tidak tahu diri. Kerja di arab, menjelek jelekkan orang arab. Kerja di Malaysia, menjelek jelekkan orang Malaysia. Terutama orang dari kalangan saya sendiri (orang Jawa, maaf). Merantau di Aceh, menjelek jelekkan orang Aceh, merantau di Kalimantan, menjelek jelekkan orang Kalimantan dan seterusnya.

    Terimakasih mas Hari atas komentarnya,
    Anggaplah itu oknum saja mas, nyatanya masih banyak yg tidak seperti itu, sebagaimana kalau kita melihat siapa orang yang paling banyak menjadi koruptor, pasti jawabnya adalah orang islam, coba tanya kepada wanita yang menjadi pelacur, kebanyakan adalah orang islam,

    Apakah berarti islam itu mengajarkan kejelekan? islam berlepas diri dari semua itu,

    Demikian juga kelakuan sebagian saudara2 kita,.. mudah2an kita tdk termasuk seperti mereka,

  137. Lixza Mel
    November 24, 2012 pukul 3:39 am

    bermnfaat sekali,,izn copast y mb..,trimkasih sbelumnya

  138. @dalban (@dalban79)
    November 21, 2012 pukul 5:35 pm

    Bener bgt pengalaman ibu 100% setuju

    saya TKI di saudi jadi saksi betapa memalukanya Kelakuan tkw2 kita yg hamil sama kuli bangladesh pakistan india tapi ngakunya diprekosa majikan,

    betapa beratnya mental saya di serang kanan kiri dgn pertanyaan2 dri rekan kerja dengan kebejadan tkw2 indonesia dan gilanya lagi banyak orang indonesia yg jadi germo disini yg tega menjual tkw2 kaburan untuk dijadikan Psk untuk pekerja2 asing di saudi

    lebih gila lagi yg di makkah berani juga menjual pembantu indonesia untuk jadi wts,astagfirulloh bagi yg pernah kerja di saudi akan mengamini pengalaman saya karena bener2 ini kejadianya.

    pokoknya memalukan sekali kelakuan pembantu2 yg ga punya moral.

    Terimakasih mas atas tambahan info ini, mudah-mudahan bisa dijadikan pelajaran bagi yg ingin jadi TKW, .. mikir lebih banyak lagi, nyari duit dinegeri sendiri saja masih bisa, ngapain jauh2 ke negeri orang, apalagi anda seorang wanita,

    Harusnya ini menjadi cambuk bagi para lelaki di indonesia, kok membiarkan wanita indonesia mencari nafkah ke negeri tentangga, mana tanggung jawab anda wahai para lelaki,.. jika yg jadi tkw adalah istrinya sendiri,.. ngga malu membiarkan istri banting tulang di negeri tetangga,..

  139. Muhibbul Islam
    November 19, 2012 pukul 9:50 am

    Assalamu ‘alaykum warahmatullah.,

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    ana mohon ijin share tulisannya.

    Syukran wa jazakallahu khairan..

    Silahkan, jazakallahu khairan

  140. H.bambang s poerwantono.
    November 19, 2012 pukul 3:56 am

    Cerita itu benar, saya yakin bukan karangan dan bukan ada rasa tidak senang thd TKW, krn saya juga pernah tahu dan melihat dgn mata sendiri kelakuan TKW di mina, yg menggelayuti pria arab setengah tua, dgn ketawa cekikikan……

    sangat jelas ndan nyata kedua TKW tsb orang yg berpengalaman dalam ” menerkam ” mangsa…..

    kalau boleh di katakan sangat bejat dan tidak berahlak………

    menjijikkan melihat tingkah polah TKW tsb…

    Betul pak haji, memang ada TKW yg sprti itu, walaupun ada juga TKW yg baik,

  141. rozalinda
    November 5, 2012 pukul 6:54 am

    klu saya, klu ada berita ttg TKI yg bermasalah sy tdk akan langsung percaya bgt aja…

    ya, apalagi kalau beritanya yang miring, dan dipublikasi oleh media-media yang membenci islam, seperti media-media yang ada di indonesia yang sebagian besar berperan dalam merusak moral generasi bangsa ini

  142. pasirpemalu
    November 1, 2012 pukul 5:11 pm

    bagus ceritanya .. ijin copas ya mbak

    silahkan,

  143. galangtungan
    Oktober 18, 2012 pukul 7:20 pm

    dri semua certa si mbak bener sekali saya 11 tahun malah di arab sama persis klo yang saya tau ya mmg bgtu itu

  144. sovy
    Oktober 15, 2012 pukul 7:39 am

    makanya kalau ada yang coment nyalahin orang saudi, terus terang hatiku gak terima.karena aku juga pernah membaca hati orang saudi gimana.kadang-kadang majikan udah baik pembantunya yang rese. masukin sopir ke dalam kamar,seharusnya kita tu tau diri, kita dimana, ikut siapa.

  145. sovy
    Oktober 15, 2012 pukul 7:33 am

    ok, saya setuju dengan mba, karena memang kerja di saudi tergantung orangnya, karena saya bekerja sampe 10 thn. alhamdulillah dapat majikan baik semua, dan begitulah kalau teman-teman cerita, persis tulisanya mba,klau kita baik insya allah majikan juga akan sayang pada kita,,,

  146. putri es
    Oktober 15, 2012 pukul 7:10 am

    terima kasih,.. menambah pengetahuan saya,..

  147. Inggrid
    Oktober 14, 2012 pukul 2:58 pm

    MasyaAllah… gitu amat ya para TKW Indonesia, baru tau saya mba, nice info…
    Saya ijin share ya mas admin, makasih….

    silahkan,

  148. irfansyah
    Oktober 14, 2012 pukul 9:25 am

    subhanallah, ijin forward ya mas,

    Silahkan saja

  149. isti heryanto
    Oktober 12, 2012 pukul 11:29 pm

    Ijin share..info yg bermanfaat meluruskan sbagian org dg pmahaman yg tdk tepat..

    Silahkan

  150. isti heryanto
    Oktober 12, 2012 pukul 11:26 pm

    Assalamu’alaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Informasi yg meluruskan sebagian besar pemahaman masyarakat kita, termasuk saya terhadap TKW di arab saudi. Dan salah satu pihak yg juga bisa dibilang tega yaitu keluarga dr TKW itu sndiri, yg membiarkan mrk mncari uang di ngri orang, jauh lagi! pdhl resikonya bsar, dan bs jg faktor TKW nya sndiri yg ga mau dnasehati utk jgn kerja jauh2. makin sedih mendengar ceritanya. Syukron infonya, ijin share ke tmn2..

    Yah, begitulah realitanya, silahkan dishare,

  151. Tze (@Alva2Omega)
    Oktober 11, 2012 pukul 8:55 am

    Susah klo media kita anti Islam & anti yg berbau Arab.

    Jd cerita2 semacam ini selalu mereka lewatkan,cenderung di hapus(buktinya di kompasiana sdh gak ada) agar opini publik terhadab majikan TKW(khususnya org Arab Saudi) selalu jelek n buruk, dan parahnya masyarakat kita selalu nerima mentah2 berita2 kekerasan thd TKW disana. Naudzubillah.

    Yah, begitulah mas, namanya juga media yg tidak ingin mencerdaskan bangsa, tapi malah membuat generasi bangsa tidak mengenal jatidiri bangsa tersebut,.. ngga ada manfaatnya media2 tersebut,

    • Diajeng
      Maret 30, 2014 pukul 11:16 am

      Benar saja berita ttg TKW bermasalah d gembar-gemborkan, kl ada fakta dibaliknya segera di hapus ….

      “Dalil” media tetap berlaku … “Bad news is a good news”

      konsumen musti cerdas

      itulah media, sama contohnya seperti yang ini

  152. eddy sunaryo
    September 28, 2012 pukul 5:51 pm

    Artikelnya enak dibaca dan perlu.Sedikit nasihat untuk kita semua: Apa yang kita inginkan orang perbuat pada kita,perbuatlah demikian juga kepada mereka.

  153. knitknotlove
    September 19, 2012 pukul 5:57 am

    sharing yang menarik
    saya pernah tinggal 3 th di saudi
    kuliah trus kerja
    disana memang baba abdullah (raja saudi) memanjakan seluruh isi saudi
    kalau ada kabar gembira atau duka sering bagi2 rejeki, daku pun pernah kecripratan

    kadang memang pemberitaan di dalam negeri terlalu mengada-ada
    saya repost ya, thanks :)

  154. Ani Berta
    September 18, 2012 pukul 8:45 am

    Ya Allah……, mak semoga pemerintah buka mata buka hati untuk memberi prosedur yg benar untuk beri bekal pada tkw yg mau berangkat, supaya mereka punya wawasan dan tak polos banget. Kasian sekali kan?
    Dan kerjasama dengan pemerintah negara tujuan semoga diperkuat MoU nya.

  155. esti sulistyawan
    September 18, 2012 pukul 7:59 am

    Baik dan jahat itu tergantung orangnya, bukan dari bangsa mana ya
    Saya dulu sempat heran waktu bc berita di koran ttg banyaknya TKW ilegal yg katanya dijahati sama majikannya
    tapi mengapa tetep byk yg mau jadi TKW? berarti kan ada ketimpangan dalam pemberitaan

  156. Nur Rochim
    September 8, 2012 pukul 2:54 am

    orang kita emang banyak nyebar penyakit kemana-mana.
    beberapa waktu lalu ada berita di TV tentang seorang berkebangsaan Indonesia dipukuli Polisi Malaysia, udah beritanya berhenti disini aja.
    tapi usut punya usut, ternyata orang itu adalah anggota gangster indonesia yang emang kerap kali bikin rusuh didaerah Serawak, bahkan punya senjata yang kerap kali digunain buat nodong orang lalu lalang ditempat sepi buat diambil duitnya.

    Itulah jika pemilik media tidak amanah, bahkan cenderung memblow up kesesatan dan pendukungnya, bikin rusak moral bangsa,

  157. marlin
    September 6, 2012 pukul 4:30 pm

    Namanya juga Media, pasti ada kepentingan disana.. itu hanyalah pemberitaan untuk menjelekan agama Islam saja. Mana pernah di media santer terdengar skandal seks para pendeta Vatikan..

  158. Abu Asad
    September 6, 2012 pukul 5:31 am

    Tidak lama setelah pertama kali artikel ini termuat dan tersebar luas, maka artikel ini telah terhapus dari link kompasiana

    Yah, begitulah namanya media, ada kepentingan disana..

    • Nining
      Oktober 17, 2014 pukul 9:34 am

      Karena banyak dari masyarakat kita yang tidak senang dengan kejujuran.
      Banyak yg marah dan mengancam saya karena saya menulis tentang tkw2 nakal.
      Padahal apa yg saya tuliskan adalah yg banyak terjadi di saudi arabia ( riyadh khususnya )

      Mudah2an Allah melindungi anda,.

  159. Achmad Ubaidillah
    September 5, 2012 pukul 4:55 am

    Setelah baca ini, saya jadi berpikir,………………………………..Menaker kita pasti akan diminta tanggung jawabnya di Akhirat nanti dan ini tidak ringan!!

    Itulah besarnya tanggung jawab menjadi pemimpin,.. makanya hendaknya orang-orang yang mencalonkan diri jadi pemimpin itu harusnya berpikir juga tentang besarnya tanggung jawab ini kelak di akherat,..

  160. ubay
    September 5, 2012 pukul 4:51 am

    Informasi yang sangat bagus dan lengkap. Ini mengubah pemahaman saya tentang majikan2 Arab Saudi, saya bahkan pernah SMS Ustad tamu dari Saudi yang ceramah di Radio di Jakarta agar dia menceramahi saja masyarakatnya yang kejam pada TKW. Semoga Allah mengampuni Saya atas keteledoran saya. Aamiin
    Terimakasih Admin.

    Mudah-mudahan bisa diambil pelajaran dari hal tersebut,..

  161. lutfi
    September 3, 2012 pukul 6:06 pm

    Ya 100% cerita itu benar karena saya sudah menyaksikan itu semua.sangat benar saya alami sendiri sebagai pegawai pjtki yg ditempatkan dijakarta dan disaudi

  162. ambia alexander
    Agustus 31, 2012 pukul 12:46 pm

    kebanyakan orang orang terlalu cepat menerima mentah mentah dari apa yang di dengar atau yang di bacanya, tanpa dipelajari dulu dari berbagai sumber sebelum dia putuskan benar atau tidak nya permasalahan tersebut. sehingga kesalah pahaman lah yang sering terjadi. betul juga seperti apa yang saya baca tulisan di atas, mudah mudahan info yang sangat berharga buat kita tentang TKI.

  163. Arif Rahman
    Agustus 29, 2012 pukul 9:19 am

    menarik, yang perlu kita cermati adalah Negeri kita sendiri.

    bukan menyalahkan Negeri lain, sudah tahu tidak bisa bahasa arab mau ke arab ya pasti akan menjadi masalah. sudah tahu tidak ada skill, tetap saja diberangkatkan (yang memberangkatkan ngawur & yg memebri ijin juga ngawur).

    berbeda sekali dengan pengiriman tenaga magang ke Jepang (kebetulan saya berkecimpung di dalamnya)

  164. deddy mizadi
    Agustus 27, 2012 pukul 3:27 am

    saya apreciate dengan penulis….baik atau jahat tidak ada sangkut pautnya dengan bangsa, Amerika sebagai negara pelindung HAM, banyak pelanggaran HAM disana….dan jangan salah, budaya Arab Saudi bukan identik dengan Islam, pelanggaran syariat Islam di Arab juga banyak di sana……

    Kalau mau mencari kehidupan yang tidak ada orang yang berbuat salah sama sekali, nanti di surga,..
    Namanya hidup di dunia tidak selamanya iman kita itu tetap atau bertambah terus,.. iman kita kadang bertambah,terkadang berkurang,.. bertambah dengan ketaatan,dan berkurang dengan kemaksiatan, dan kemaksiatan sudah pasti itu pelanggaran syariat islam,.
    Banyak orang yang mengaku islam tapi tidak shalat,
    Banyak yang mengaku islam tapi tdk puasa ramadhan,
    Banyak yang mengaku islam tapi tidak mengeluarkan zakat,
    Banyak juga orang islam yang membenci syariat islam.

    Indonesia sebagai negara dengan populasi islam terbesar di dunia, tapi mungkin menjadi negara dengan populasi terbesar pelanggaran syariat islam se dunia,
    Buktinya sangat mudah kita dapatkan, diantaranya banyaknya wanita muslimah yg tdak memakai jilbab syar’i, banyaknya orang islam yg tdk shalat 5 waktu, banyak umat islam yg makan uang riba, dll

    Bukan berarti Ajaran islam itu jelek,sebab islam tidak mengajarkan hal-hal tersebut,..

    • musafir
      September 9, 2012 pukul 6:52 am

      saya sendiri merasakan ketentraman dan kedamaian hidup di negeri saudi, kalaulah mereka tidak beradab tentu kami disini tidak akan merasakan kedamaian…

  165. bangdha
    Agustus 26, 2012 pukul 11:57 pm

    Info yang menarik. Ya begitulah, media tidak akan lengkap memberitakan. Hanya membuat trend topik aja

    Betul sekali, media memuat berita yg bisa mendongkrak rating atau oplah media tersebut,.. bukan untuk mencerdaskan bangsa, tapi utk meraih keuntungan bagi media tersebut,

  166. al
    Agustus 25, 2012 pukul 12:27 pm

    astarghfirullah.
    ternyata sampai segitunya.
    yang diberitakan di TV tidak selengkap disini.

    oleh sebab itu banyak orang Indonesia yang salah paham.
    apalagi orang Indonesia banyak sekali yang tidak kritis.

    jadi kalau ada berita, langsung dipercaya.
    ternyata kebejatan bangsa kita sudah tersebar luas.
    semoga presiden dan kabinet indonesia bersatu tahun 2014 nanti dapat menyelesaikan masalah ini.
    dan semoga berita ini segera disebarluaskan.

    Berita yang ada di tivi bukanlah berita yang pasti benar, bahkan acara televisi di indonesia itu 99 persen tidak bermanfaat, bahkan merusak moral bangsa,
    Tivi hanya mengajarkan pacaran,pornografi,cara membunuh,cara selingkuh,penistaan agama,dan banyak lagi, sehingga generasi bangsa indonesia semakin terpuruk.
    Itulah salah satu makar musuh2 islam untuk melemahkan kaum muslimin, sehingga mereka dengan mudah menguasai dan menghancurkan islam.

    Yang sudah terbukti, sekarang wanita muslimah sudah berani telanjang diluar rumah, mereka memakai pakaian para pelacur, akibat melihat sinetron dan acara tivi, sehingga pakaian pelacur sudah menjamur di indonesia, yang mengenakan sebagian besar adalah wanita muslimah,.. Bahaya televisi silahkan baca disini ulasannya

  167. Nuril
    Agustus 22, 2012 pukul 1:21 am

    Saya pernah mendengar cerita yang sama dari teman yang sempat bekerja di Saudi. Selama hampir enam bulan bertugas di sana, dia sering bertemu dengan perempuan yang sama di restoran, tetapi dengan lelaki yang berbeda-beda.

  168. yusup
    Agustus 18, 2012 pukul 5:18 am

    Kenapa sebutannya TKW ( tenaga kerja wanita ), bukan TKI? Apa mereka bukan warga negara Indonesia?

    Yang sering diperlakukan tdk manusiawi disini kan TKW , yang bisa hamil karena zina juga TKW , jadi yang disoroti adalah wanita yang jadi TKI, kalau TKI kan umum, laki-laki dan wanita masuk, kalau TKW itu khusus tenaga kerja wanitanya saja,

  169. AmirItoe Lakienya DekMeidha
    Agustus 14, 2012 pukul 11:20 pm

    masya Allah ana baru tahu kelakuan TKW kyk gtu di tanah suci……..

  170. Agustus 13, 2012 pukul 7:30 am

    subhanallah, baru tau kenyataannya, ini membuat saya berpikir dua kali untuk menjudge sebuah berita, syukron

  171. Senyum Indonesia (@Senyum_Smile)
    Agustus 13, 2012 pukul 4:10 am

    na pemerintah indonesia mempunyai dosa besar dalam hal ini, tidak adanya control dari pemerintah dan penanganan mafia tkw di tubuh pjtki dan imigrasi sangat berperan penting

    Semua berusaha mengingatkan, bukan hanya pemerintah saja, tapi kita juga berusaha mencegah hal itu terjadi dengan kemampuan kita,..
    Tidak usah menyalahkan pemerintah, karena pemerintah juga cerminan dari rakyatnya,.. jika rakyatnya baik, akan diberi pemimpin yang baik pula,..

    Nyatanya, banyak pemerasan TKI atau TKW yang baru pulang dari tanah air, dilakukan oleh rakyat itu sendiri,… sehingga harta yang dibawa TKI atau TKW itu ludes semua, bahkan terkadang TKW tsb diperkosa juga,.. innalillahi wa inna ilaihi raji’uun… org indonesia sendiri terkadang lebih kejam dan sadis,..

  172. sandra
    Agustus 12, 2012 pukul 3:24 am

    alhamdililah tambah ilmu… buat mbak2 yang memang niat kenegara orang jaga sopan santun krn satu nama orang indonesia yang bersalh nama bangsa yang ikut…waw malu kan

    Lagian ngga boleh wanita bepergian jauh tanpa mahram, mau pergi haji ngga ada mahramnya saja gak boleh, apalagi cuma mau nyari duit di negeri orang,..

  173. izzir
    Agustus 10, 2012 pukul 6:05 pm

    trim banget tambah wawasan aku.

  174. YUPAYUMA
    Agustus 10, 2012 pukul 4:54 pm

    masya allah barokalloh” kepada yg mebuat tautan ini saya ucapkan terima kasih semoga ini dapat menjadi pencerahan yg haqiqi untuk pemerintah kita khususnya guna mencari solusi untuk bernego dgn pemerintah saudi,

    khususnya bagi mereka yg sudah ilegal keberadaannya,mungkin kalau saya mau cerita dgn penemuan saya khususnya para warga indo yg udah ilegal yg tinggal di jidah mungkin pembaca akan lebih miris lagi

    ko bisa ya warga indo yg hanya merantau di negri orang bisa berlaku sedemikian rupa edannya.

    yang saya sasalkan justru klo kabar di indo malah sebaliknya seolah-olah karna orang saudi lah pembuat malapetaka ini. terimakasih semoga ini dapat bermanfaat…

  175. karina tabuni
    Agustus 9, 2012 pukul 5:48 am

    Subhanalah….ternyata begitu ya, kami yang di papua hanya bisa liat yang di tipi….makasih sangat bermanfaat

  176. adameimran
    Juli 13, 2012 pukul 5:27 pm

    kalau isu melibakan malaysia, semuanya nak jadi jagoan di Indonesia seperti bakar bendera, palitan najis di kedutaan.. akan tetapi apabila ada isu melibatkan negara arab saudi, semua jagoan-jagoan itu diam tak berkata-kata…..lagaknya cuma berani dengan jiran tetangga,

    Kita juga tidak setuju dengan tindakan oknum-oknum orang indonesia yg seperti itu, sebab itu bukanlah dari ajaran islam,
    Itu adalah tindakan yang didasari oleh kebodohan,
    Demonstrasi bukanlah dari islam, bahkan hukumnya adalah haram,
    Apalagi mendemo wakil dari negara lain yang bertugas di negara indonesia, itu adalah tindakan yang sangat keliru,

    Jadi peristiwa pembakaran bendera negara malasyia, atau pelemparan kotoran , itu dilakukan oleh oknum-oknum yang mengaku sebagai orang islam, dan dilakukan diatas kebodohan, dan itu adalah tindakan yang islam mengharamkannya,

  177. aris
    Juli 12, 2012 pukul 11:19 am

    ohh ternyata penulisnya Ibu2 toh, kirain bapak2, baru ngeh pas ditengah cerita,hehehe… nice info…

  178. yudit
    Juni 25, 2012 pukul 10:48 am

    Benar banget apa yang ditulis disini.

    Saya juga sering ketemu mereka saat transfer di bandara negara2 timur tengah menuju jakarta.

    Fenomena yang sama juga saya temukan dan membuat saya berpikir yang sama dengan penulis kita. Kasihan lho mereka.

    Satu yg juga saya temukan, sesama TKI ada juga yang ngebohongin temannya.

    Biasaya yang sudah senior ke TKI yang baru.

    Pernah saya ketemu di bandara dubai TKI yang baru pertama kalinya berangkat kerja, kebingungan sambil nangis dalam keadaan lapar dan waktu transfernya masih sekitar 18jam lagi. Dia digiring teman TKI senior yang “sok tau” dan ironisnya ditinggal ditengah2 begitu saja.

    Akhirnya saya minta semua dokumen perjalanannya dan saya carikan informasi dan diberesin dokumen2 perjalanannya sama petugas bandara. Setelah itu saya cari TKI lain yang mau membantu dan menemanin dia.

    Dan karena mereka kelaparan, dengan uang saku yang tidak seberapa, saya bekali dia dengan roti seadanya. Kasihan benar. Udah ga ngerti bahasa lokal (arab) apalagi Inggris.

    Sering saya sedih lihat mereka diberlakukan semena2 oleh petugas bandara bahkan pramugari. Mereka MEMANG tidak tertib tapi bukan karena tidak mau tapi karena ketidaktahuan mereka.

    Sekali dipesawat saya tegur denga tegas perlakuan penumpang asal Singapore yang menyepelekan mereka. Lalu penumpang Singapore itu terdiam waktu saya tegur.

    Kaget karena ada yang membela mereka (TKI) dengan teguran bahasa inggris. Demikian juga dengan pramugari. Setiap kali disebelah atau disekeliling kursi pesawat saya ada TKI, saya harus jadi mulut mereka. Mereka mau apa untuk saya sampaikan ke pramugari. Bila tidak diperlakukan seenaknya sama pramugari.

    Dengan semua kejadian ini, keadaan TKI Indonesia bisa dibilang, ironis dan kasihan.

    Rasanya mau marah ke para PJTKI dan pemerintah yang mengirim mereka tanpa bekal ilmu yang cukup.

    Karena dengan demikian, akan membuat kesulitan bagi mereka sendiri, dan image yang buruk bagi dunia internasional yang pernah berinteraksi dengan mereka.

    Terimakasih atas tambahan infonya,

  179. irma
    Juni 24, 2012 pukul 5:04 am

    Astagfirulloh…

    ternyata, kelakuan bangsa kita sendiri yg membuat negara&bangsa qta tidak dihargai di luar negeri.

    Seblumnya suka dengar dr teman yg sering pp jeddah-jkt, kalo disana banyak TKW2 yg nangkring di mall u melacurkan diri.

    Sy pikir, masa siih ??

    Tp ternyata itu mmg fakta ya…

    Sempat waktu umroh kemarin, sy marah dan mengutuk bangsa arab, karena 3x sy dipanggil ‘siti rahmah’ oleh mereka sewaktu jalan dg suami. (Sy smpt baca dr buku, kalo itu adlh panggilan utk wanita nakal).

    Tp kemudian sy sadar, sy tdk boleh membenci bangsanya Rosululloh, krn spt yg anda bilang…orang jahat/jahil itu dimana2 juga ada.

    Sekarang baru sy tau alasannya, mengapa mereka begitu menganggap rendah bangsa kita…

  180. SE Ayah Darafa
    Juni 17, 2012 pukul 8:41 am

    Tulisan ini sungguh bagus banget, amat sangat lengkap dan bermanfaat… Mau di-sharing ke FB tapi tidak bisa ya? Mohon saran. Syukron.

    Cara sharing di facebook, anda login dulu di facebook, lalu buka artikel ini, lalu di akhir artikel ada tulisan Share This , klik yang ada tulisan Facebook , Insya Allah bisa,

  181. SE Ayah Darafa
    Juni 17, 2012 pukul 8:37 am

    Subhanallah… Tulisan fakta ini amat sangat lengkap dan bermanfaat. Ana mau print-out buat di rumah, semoga bisa sampai ke tetangga. Syukron jazakumullah atas tulisan ini.

    silahkan, semoga bermanfaat,..

    • Nining
      Oktober 17, 2014 pukul 9:31 am

      InshaAllah apa yg saya tulis ini adalah fakta yg sebenarnya yg banyak terjadi disini.
      Saya tidak bermaksud untuk membuka aib teman2 sebangsa. Tapi ini adalah nyata.
      Kejujuran seringkali terasa menyakitkan

  1. No trackbacks yet.

Silahkan tulis komentar anda,.. surel diisi dgn email, nama diisi dengan nama anda ,

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.569 pengikut lainnya.