Beranda > Belajar Nasehat, jilbab > Pemahaman JIL dan Quraish Shihab tentang JILBAB, sungguh pemahaman yang nyeleneh

Pemahaman JIL dan Quraish Shihab tentang JILBAB, sungguh pemahaman yang nyeleneh


JILBAB MENURUT AJARAN JIL (JARINGAN ISLAM LIBERAL)

anti jilJilbab adalah tidak wajib, hanya budaya Arab!

- Muhammad Sa’id Al-Asymawi, seorang tokoh liberal Mesir, yang memberikan peryataan kontroversial bahwa jilbab adalah produk budaya Arab. Pemikirannya tersebut dapat dilihat dalam buku Kritik Atas Jilbab yang diterbitkan oleh Jaringan Islam Liberal dan The Asia Foundation.

Dalam buku tersebut diyatakan bahwa jibab itu tak wajib. Bahkan Al-Asymawi dengan lantang berkata bahwa hadits-hadits yang menjadi rujukan tentang kewajiban jilbab atau hijâb itu adalah Hadis Ahad yang tak bisa dijadikan landasan hukum tetap. Bila jilbab itu wajib dipakai perempuan, dampaknya akan besar. Seperti kutipannya: “Ungkapan bahwa rambut perempuan adalah aurat karena merupakan mahkota mereka. Setelah itu, nantinya akan diikuti dengan pernyataan bahwa mukanya, yang merupakan singgasana, juga aurat. Suara yang merupakan kekuasaannya, juga aurat; tubuh yang merupakan kerajaannya, juga aurat. Akhirnya, perempuan serba-aurat.” Implikasinya, perempuan tak bisa melakukan aktivitas apa-apa sebagai manusia yang diciptakan Allah karena serba aurat.

Buku tersebut secara blak-blakan, mengurai bahwa jilbab itu bukan kewajiban. Bahkan tradisi berjilbab di kalangan sahabat dan tabi’in, menurut Al-Asymawi, lebih merupakan keharusan budaya daripada keharusan agama.[http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=339]

- M. Quraish Shihab (beliau adalah seorang cendekiawan muslim dalam ilmu-ilmu Al- Qur’an dan mantan Menteri Agama pada Kabinet Pembangunan VII (1998). Ia dilahirkan di Rappang, pada tanggal 16 Februari 1944. Ia adalah kakak kandung mantan Menko Kesra pada Kabinet Indonesia Bersatu, Alwi Shihab),

Dalam menafsirkan surat Al-Ahzab: 59,  M. Quraish Shihab memiliki pandangan yang aneh dengan manyatakan bahwa Allah tidak memerintahkan wanita muslimah memakai jilbab. Pendapatnya tersebut ialah sebagai berikut:

“Ayat di atas tidak memerintahkan wanita muslimah memakai jilbab, karena agaknya ketika itu sebagian mereka telah memakainya, hanya saja cara memakainya belum mendukung apa yang dikehendaki ayat ini. Kesan ini diperoleh dari redaksi ayat di atas yang menyatakan jilbab mereka dan yang diperintahkan adalah “Hendaklah mereka mengulurkannya.” Nah, terhadap mereka yang telah memakai jilbab, tentu lebih-lebih lagi yang belum memakainya, Allah berfirman: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya.”[M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah, Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Quran (Jakarta: Lentera Hati, 2003), cet I, vol. 11, hal. 321.]

Demikianlah pendapat yang dipegang oleh M. Quraish Shihab hingga sekarang. Hal ini terbukti dari tidak adanya revisi dalam bukunya yang berjudul Tafsir Al-Misbah, meskipun sudah banyak masukan dan bantahan terhadap pendapatnya tersebut.

Di samping mengulangi pandangannya tersebut ketika menafsirkan surat An-Nur ayat 31, M. Quraish Shihab juga mengulanginya dalam buku Wawasan Al-Qur’an. Tidak hanya itu, ia juga menulis masalah ini secara khusus dalam buku Jilbab Pakaian Wanita Muslimah: Pandangan Ulama Masa Lalu dan Cendekiawan Kontemporer, yang diterbitkan oleh Pusat Studi Quran dan Lentera Hati pada Juli 2004. Ia bahkan mempertanyakan hukum jilbab dengan mengatakan bahwa tidak diragukan lagi bahwa jilbab bagi wanita adalah gambaran identitas seorang Muslimah, sebagaimana yang disebut Al-Qur’an. Tetapi apa hukumnya?[M. Quraish Shihab, Wawasan Al-Quran, (Bandung: Mizan, 1998), cet VII, hal. 171]

M. Quraish Shihab juga membuat Sub bab: Pendapat beberapa ulama kontemporer tentang jilbab yang menjadi pintu masuk untuk menyampaikan pendapat ganjilnya tersebut. Ia menulis:

Di atas—semoga telah tergambar—tafsir serta pandangan ulama-ulama mutaqaddimin (terdahulu) tentang persoalan jilbab dan batas aurat wanita. Tidak dapat disangkal bahwa pendapat tersebut didukung oleh banyak ulama kontemporer. Namun amanah ilmiah mengundang penulis untuk mengemukakan pendapat yang berbeda—dan boleh jadi dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam menghadapi kenyataan yang ditampilkan oleh mayoritas wanita Muslim dewasa ini.[Ibid, hal. 178.]

Selanjutnya, M. Quraish Shihab menyampaikan bahwa jilbab adalah produk budaya Arab dengan menukil pendapat Muhammad Thahir bin Asyur:

فنحن نوقن أن عادات قوم ليست يحق لها بما هي عادات أن يحمل عليها قوم آخرون فى التشريع ولا أن يحمل عليها أصحابها كذلك (مقاصد الشريعة ص 91)

Kami percaya bahwa adat kebiasaan satu kaum tidak boleh—dalam kedudukannya sebagai adat—untuk dipaksakan terhadap kaum lain atas nama agama, bahkan tidak dapat dipaksakan pula terhadap kaum itu.

Bin Asyur kemudian memberikan beberapa contoh dari Al-Quran dan Sunnah Nabi. Contoh yang diangkatnya dari Al-Quran adalah surat Al-Ahzab (33): 59, yang memerintahkan kaum Mukminah agar mengulurkan Jilbabnya. Tulisnya:

و فى القرآن: يَاأَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ” فهذا شرع روعيت فيه عادة العرب فالأقوام الذين لا يتخذون الجلابيب لا ينالهم من هذا التشريع نصيب ” مقاصد الشريعة ص 19

Di dalam Al-Quran dinyatakan, Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin; hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal sehingga tidak diganggu. Ini adalah ajaran yang mempertimbangkan adat orang-orang Arab, sehingga bangsa-bangsa lain yang tidak menggunakan jilbab, tidak memperoleh bagian (tidak berlaku bagi mereka) ketentuan ini.[M. Quraish Shihab, Wawasan Al-Quran, (Bandung: Mizan, 1998), cet VII, hal. 178-179.]

Untuk mempertahankan pendapatnya, M. Quraish Shihab berargumen bahwa meskipun ayat tentang jilbab menggunakan redaksi perintah, tetapi bukan semua perintah dalam Al-Qur’an merupakan perintah wajib. Demikian pula, menurutnya hadits-hadits yang berbicara tentang perintah berjilbab bagi wanita adalah perintah dalam arti “sebaiknya” bukan seharusnya.[Ibid, hal. 179.]

M. Qurash Shihab juga menulis hal ini dalam Tafsir Al-Misbah ketika menafsirkan surat An-Nur ayat 31. Di akhir tulisan tentang jilbab, M. Qurais Shihab menyimpulkan:

Memang, kita boleh berkata bahwa yang menutup seluruh badannya kecuali wajah dan (telapak) tangannya, menjalankan bunyi teks ayat itu, bahkan mungkin berlebih. Namun dalam saat yang sama kita tidak wajar menyatakan terhadap mereka yang tidak memakai kerudung, atau yang menampakkan tangannya, bahwa mereka “secara pasti telah melanggar petunjuk agama.” Bukankah Al-Quran tidak menyebut batas aurat? Para ulama pun ketika membahasnya berbeda pendapat.[Ibid, hal. 179.]

Dari pemaparan di atas, dapat diketahui bahwa M. Quraish Shihab memiliki pendapat yang aneh dan ganjil mengenai ayat jilbab. Secara garis besar, pendapatnya dapat disimpulkan dalam tiga hal. Pertama, menurutnya jilbab adalah masalah khilafiyah. Kedua, ia menyimpulkan bahwa ayat-ayat Al-Quran yang berbicara tentang pakaian wanita mengandung aneka interpretasi dan bahwa Al-Qur’an tidak menyebut batas aurat. Ketiga, ia memandang bahwa perintah jilbab itu bersifat anjuran dan bukan keharusan, serta lebih merupakan budaya lokal Arab daripada kewajiban agama. Betulkah kesimpulannya tersebut? Tulisan ini mencoba untuk mengkritisinya.

["Meluruskan Qurais Sihab dan JIL tentang Jilbab" oleh FAHRUR MU’IS].

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah? ” (al-Baqarah : 140).

Allah Ta’ala berfirman,”Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ? (QS. AL MAA’IDAH: 50).

Allah Ta’ala berfirman, “Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai” (ar-Rum: 6-7).

Oleh Abu Fahd Negara Tauhid.

cuplikan dari : http://gizanherbal.wordpress.com

VIDEO PENJELASAN TAFSIR ANEH SANG PROFESOR

  1. muhamad shodiq
    Agustus 19, 2014 pukul 9:48 am

    silahkan ijtihat sendiri2…..

    ingat meski ijtihad itu dapat pahala meski salah tapi pertanggungjawabannyalah yg berat. orang2 yg merasa pintar mayoritas sombong ,salahsatu tanda2 kesombongannya adalah tidak mau menerima masukan tentang kebenaran.

    TErimakasih muhammad shodiq, sudah komentar disini,.
    Tidak ada ruang ijtihad untuk hal yang sudah jelas dalilnya,
    Berijtihad untuk masalah yang sudah jelas dalilnya, ini adalah kebodohan terhadap dalil itu sendiri,

  2. Anonymous
    Juli 10, 2014 pukul 1:08 am

    kalau memang menurut pemahaman saudara ditemukan kejanggalan terhadap pemikiran qurays shihab, akan lebih baik sanggahan2 yang saudara lontarkan dilakukan dalam forum langsung bersama yang bersangkutan (qurays shihab) agar dapat saling berklarifikasi dan mencocokan argumen2 masing2, sehingga akan dapat ditelaah argumen mana yang memiliki sisi kelemahan / kejanggalan.
    jika melalui media seperti ini saya yakin hanya akan mengukuhkan argumen masing2 saja tanpa adanya klarifikasi kedua pihak.

    saya yakin islam pun mengatur tata cara komunikasi yang baik.

    terimakasih,.
    banyak penyimpangan pemikiran tokoh ini, bahkan dalam buku tafsirnya,.
    Jadi dengan memposting contoh pemikirannya, ini utk mengingatkan bahaya pemikiran beliau,. yang bagi kita sdh bukan rahasia, bagaimana beliau mengusung pemikiran yang menyimpang dari ajaran rasulullah,.

  3. Ramadhan Muhammad Naufal
    Juli 7, 2014 pukul 8:08 pm

    tolong mas admin, bedakan konteks budaya dan agama, agama dan budaya seharusnya dua hal yang berbeda, jangan dicampur adukan

    sama seperti burka penutup wajah, gamis, sorban yang sama merupakan budaya arab, penafsiran Al Quran tidak hanya diliat secara tekstual tapi juga kontekstual

    Terimakasih mas ramadhan sudah komentar disini,
    Betul sekali mas, budaya berbeda dengan agama, agama bukan budaya, dan budaya bukan agama,.
    Agama itu ketetapan dari Allah, yang disampaikan oleh rasulullah,
    Budaya adalah hasil ciptaan manusia, budidaya manusia, kreasi manusia,. dan itu bukan agama,.
    Jadi jangan masukan budaya ke dalam agama, karena agama islam sudah sempurna, tidak perlu tambahan atau pengurangan, tidak juga perlu ditambahi dengan budaya, baik budaya lokal atau budaya asing,.

    Ajaran agama telah jelas,.
    Jika ada budaya yang sejalan dengan ajaran islam, maka bukan berarti itu adalah ajaran agama, tapi kebetulan saja sejalan dengan ajaran agama,

    Jadi budaya tetap budaya, jika ada budaya yang berseberangan dengan ajaran agama, maka wajib ditinggalkan budaya tersebut,.
    Jika ada budaya yang sejalan dengan ajaran agama islam, maka boleh saja dikerjakan, tapi niatkan untuk beribadah dalam rangka mengamalkan ajaran islam, bukan dalam rangka mengerjakan budaya tersebut,.

    Bagaimana islam menanggapi masalah budaya? sudah saya posting disini

  4. surya
    Mei 25, 2014 pukul 7:12 am

    Wanita Indonesia tidak wajib pakai jilbab? Dan punahnya budaya Indonesia

    Tafsir Al Ahzab 59 dan An Nur 31 : jilbab tidak wajib untuk orang Indonesia

    Tafsir yang benar dari suatu ayat, tafsir itu haruslah memenuhi rasa keadilan setiap orang dan setiap orang merasakan kasih sayangNYA. Karena pada dasarnya ayat adalah ucapan Tuhan / firman Tuhan atau firman Allah swt. Bukankah Tuhan / Allah itu maha adil dan rahmatan lil alamin , yang maha adil dan mencintai seluruh alam , seluruh bangsa , seluruh suku yang ada di dunia ini?

    Seluruh bangsa di dunia ini punya kebanggan dan kecintaan pakaiannya sendiri, seperti bangsa Jepang dengan kimononya, bangsa Korea dengan Hanbooknya, bangsa Indonesia dengan Kebayanya, orang Papua suku Dani dengan rumbai-rumbainya dan hampir ratusan bahkan ribuan suku2 lain di dunia ini punya pakaian kebanggan dengan segala macam modelnya.
    Pewajiban jilbab belum tentu menyenangkan individu -individu pada bangsa bangsa tersebut. Hal ini karena ada rasa menyintai adat istiadatnya sendiri , kenyamanan ( panas/sumuk yang menyiksa bila dipakai siang hari) , Lebih sreg ( pas) dengan pakaiannya sehari2 dengan rambut di kucir , bila seorang peragawati terkait dengan pekerjaannya mencari nafkah yang halal dan ada puluhan lagi alasan yang tentu para wanita itu sendirilah yang tahu. Kondisi seperti ini , pewajiban jilbab berubah menjadi PEMAKSAAN jilbab .
    Tafsir seperti ini tentu , sangat bertentangan dengan firman Allah sendiri …..MAHA ADIL DAN MENYAYANGI SELURUH UMATNYA .
    Marilah kita kembali ke firmannya :

    “Katakanlah: “Tiap-tiap orang berbuat menurut pembawaannya masing-masing”. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.”

    Al Isra 17 84

    Sebuah firman yang mengatur , membolehkan setiap orang berpakaian sesuai adat tradisinya masing2 . Penjelasan kata PEMBAWAAN diatas sudah sangat jelas , yaitu adat istiadat yang dibawa dari sukunya . Kemudian Tuhan Yang Maha Pengasih lagi menyayangi seluruh umatnya tanpa kecuali itu , berfirman dalam salah satu ayatnya yang mencerminkan keadilan bagi seluruh umatnya yang berbagai macam ragam , dengan jumlah ribuan suku itu , An Nur 31 :
    “…janganlah mereka menampakkan hiasan (anggota badan) mereka, kecuali anggota badan yang biasa tampak…”……..atau dengan bahasa jawa :
    “ …awakmu kuwi tutupono kejobo sing biasane ketok…”

    Inilah aturan SOPAN SANTUN yang adil dan sempurna, karena dapat digunakan di seluruh suku bangsa di dunia ini. Di Indonesia misalnya dengan pakaian adat kebaya , kita di bolehkan memperlihatkan rambut, leher , telinga , lengan tangan ., karena anggota badan ini biasa tampak , sehingga SOPAN saja. Tetapi menurut ayat ini kita tidak dibolehkan memperlihatkan payudara, karena bila dilanggar akan melanggar kesopanan yang luar biasa , karena anggota badan ini TIDAK BIASA TAMPAK. Di Arab Saudi misalnya, dengan pakaian jilbabnya. Ibnu Abbas ra. seorang sahabat Nabi , mengatakan yang boleh tampak adalah WAJAH DAN TELAPAK TANGAN , karena memang pada pakaian tradisi jilbabnya , yang biasa tampak adalah kedua anggota badan ini . Rambut , karena tidak biasa tampak, seperti halnya payudara di Indonesia , termasuk AURAT yang tidak boleh tampak , karena bila tampak , tentu akan melanggar kesopanan di sukunya. Demikian pula Ibnu Masud ra , dengan pakaian jilbab yang menutupi seluruh tubuhnya termasuk wajah. memahami yang boleh tampak bagi seorang wanita HANYA PAKAIANNYA SAJA. Sehingga beliau Ibnu Masud ra. mengeluarkan pernyataan ; seorang wanita , tidak boleh menampakkan seluruh anggota badannya , karena memandang seluruh tubuh wanita adalah Aurat.

    Sekarang kita dapat memahami , ketika para sahabat Nabi , Khulafaurasyidin yaitu Abu Bakar, Umar, Usman , Ali bin Thalib menundukkan Negara Iran/Irak (dulu kerajaan Persia) tidak mewajibkan jilbab , walaupun wanitanya berpakaian adat RAMBUT TERLIHAT seperti pakaian kebaya kita . Karena berpedoman pada ayat An Nur 31 , RAMBUT adalah anggota badan YANG BIASA TERLIHAT. Bukti ini dapat dilihat pada lukisan – lukisan kuno , yang berfungsi sebagai fotografi saat ini, yang memotret kondisi sesungguhnya saat itu, dimana dulu para khalifah tidak mewajibkan jilbab.

    Ulama TEKSTUAL biasanya mengatakan wajibnya jilbab karena di Al Ahzab 59 , disebutkan kata kata / TEKS JILBAB sehingga ayat ini dimaknai sebagai ayat yang mewajibkan jilbab. Tapi ulama KONTEKSTUAL menafsirkan ayat ini berdasarkan asbabun nuzul (sebab sebab turuny a ayat ini ), sesuai sejarah saat itu . Sehingga wajib berjilbab dimaknai hanya SAAT ITU SAJA.
    Penyebab dari turunnya ayat ini dikarenakan terjadinya suatu insiden, yaitu diganggunya istri Nabi karena DIKIRA BUDAK. BUDAK saat itu , STATUSNYA seperti halnya orang2 tidak mampu (miskin) jaman sekarang. Mereka adalah obyek yang rentan pelecehan secara hukum. Hal ini karena para budak itu tidak ada yang melindungi , belum ada sistem hukum modern , seperti undang2 , polisi, hakim, jaksa dsb . Perangkat hukum modern ini melindungi siapa saja.
    Jilbab hanya dipakai oleh para bangsawan dan wanita merdeka . Status ini tentu saja mempunyai kedudukan yang sangat kuat . Sebagai istri bangsawan yaitu istri para saudagar /keluarga/Bani yang secara finansial kuat dan berkuasa, tidak ada seorangpun yang berani mengganggu. Demikian juga bagi wanita merdeka , statusnya lebih terhormat dibanding budak yang bisa diperlakukan apa saja , karena hidup mereka sudah dibeli. Itulah penggalan terakhir Al Ahzab 59 : ” Itu menjadikan mereka lebih mudah dikenal, sehingga mereka tidak mudah diganggu”.

    Peraturan ini, BUDAK dilarang memakai jilbab dan jilbab hanya dipakai oleh para wanita bangsawan dan wanita merdeka , akibat masih berpengaruhnya “undang2 wajib jilbab ” oleh negara Assyria /kerajaan penyembah berhala. Kejadian ini mirip dengan NAD atau propinsi Aceh yang mewajibkan SEMUA wanitanya memakai jilbab, karena memandang jilbab suatu yang Islami . Undang2 yang diterapkan oleh kerajaan nenek moyang mereka , yaitu kerajaan Assyria 1075 SM, atau 1700 tahun sebelum datangnya Islam ini , dapat di misalkan seperti aturan di kerajaan – kerajaan Indonesia ratusan tahun yang lalu. Sebagai misal keturunan kerajaan diwajibkan memakai gelar Raden, Raden Mas, Daeng, Teuku…dan lain sebagainya . Semua peraturan ini masih terasa pengaruhnya sampai jaman ini. Demikian pula, peraturan kerajaan Assyria ( Negara Iran/Irak sekarang) itu , masih terasa pengaruhnya di jaman Nabi .

    Selengkapnya anda dapat membuka blog saya : Blog ===deleted== bagi wanita Indonesia jilbab tidak wajib, benarkah? Dan punahnya budaya Indonesia. Dan , blog ===deleted=== tafsir Al Ahzab 59 dan An Nur 31 jilbab tidak wajib.

    Terimakasih pak dokter surya,.. sudah komentar disini, komentar yang cukup panjang dan ngawur menurut saya,.

    Bumi ini ciptaan Allah, demikian pula langit dan seluruh alam semesta ini,..
    Negara Indonesiapun merupakan ciptaan Allah,..

    Dan Allah memerintahkan para wanita muslimah menutup aurat mereka dengan jilbab,.. ada ancaman bagi wanita-wanita yang tidak memakai jilbab,

    Silahkan baca postingan ini,. Siapa yang menyuruhmu berjilbab? klik link ini

    Jika ada budaya bangsa indonesia yang berseberangan dengan ajaran islam, maka budaya tersebut wajib ditinggalkan,. bukan ajaran islam yang harus ngalah dengan budaya,..

    Tentang pandangan islam terhadap budaya indonesia, silahkan lihat postingan ini

    Wanita yang tidak mau memakai jilbab, dia justru mengikuti budaya bangsa arab jahiliyah, bangsa arab jahiliyah para wanitanya tidak memakai jilbab, memamerkan aurat mereka,. tapi setelah islam datang, mereka disuruh menutup aurat mereka, silahkan baca disini postingannya

  5. Arief Hidayat Soejanto
    Januari 7, 2014 pukul 8:18 am

    yang harus teman-teman disini PAHAMI, Akal hampir selalu kalah dengan NAFSU…

    SePINTAR apapun dia, tapi kalau sudah ada niat buruk (NAFSU), yaaa Ke-PINTARAN nya justru menjadi senjatanya…

    Terimakasih mas Arief, sudah meninggalkan komentar disini
    akal dan nafsu itu ibarat saudara kembar, jika orang mendahulukan akalnya dibanding dalil, maka nafsu yang akan timbul, nafsu itu timbul dari akal yang salah,. silahkan baca kedudukan akal terhadap dalil,silahkan baca disini

  6. Arief Hidayat Soejanto
    Januari 7, 2014 pukul 8:15 am

    Gak perlu gelar DOKTOR atau MASTER untuk menafsirkan perintah Allah itu…

    Islam itu mudah, mau gelarnya apapun kalau ada niat jelek dan udah terkontaminasi dengan pemikiran SEKULER ya sama aja bohong…

    pak Shihab itu POTRET, di ulama-ulama kampung yang ada di indonesia hampir seperti itu juga, sepertinya LIBERAL sudah menjadi LIFESTYLE di zaman sekarang,,, naudzubillah

    Liat aja ajaran ISLAM yang campur aduk,..
    ngaku cinta RASUL, tapi justru malah merusak JALAN nya (Naudzubillah), BID’AH…

    Wallahu A’lam,…

    Jangan silau dengan gelar PROF,DOKTOR,Habib,Kyai,Ajengan,Gus, atau seabrek gelar lainnya, selama pemikirannya menyimpang dari ajaran rasulullah dengan pemahaman para sahabat, maka gelar-gelar tersebut tidak ada manfaatnya sama sekali, malah semakin banyak membuat kaum muslimin terjerat dalam pemikirannya yang menyimpang,.

    Jangan tertipu oleh nama, ngaku pecinta ahlul bait, tapi ternyata menikam para ahlulbait,
    Ngaku sebagai pecinta rasul, malah ada majlis rasulullah, ternyata yang diajarkan adalah ajaran yang menyelisihi ajaran rasulullah,.
    Ngaku sebagai keturunan rasul, eh amalannya menyelisihi amalan rasulullah, jadi apalah artinya dengan keturunan rasul, toh keturunan rasul tidaklah terjaga dari kesalahan,. lihat orang yang dekat dengan rasulullah, paman rasulullah, yang membela rasulullah dikala hidupnya, meninggalnya diatas kekafiran, rasulullah tidak bisa mengajak pamannya (Abu Thalib) untuk masuk ke dalam islam,.. so… apalah artinya nasab yang dekat kepada rasulullah jika amalannya tidak sejalan dengan amalan rasulullah,.

  7. Ahmad iip oki
    November 21, 2013 pukul 5:12 pm

    Quraish sihab bukan’a tambah alim malah tambah gila. . .

    Sebenar’a jilbab itu kn penutup aurat, bhkan menjadi pembeda antara kaum wanita muslim dan kaum wanita non muslim

    Saya jadi curiga jika quraish sihab menyebarluaskan paham’a, apakah ini merupakan siasat agenda zionis dan salibis internasional yang ingin memecah belah umat islam?. . .

    Innalilahi wainna ilaihi rojiun

    quraish sihab itu salahsatu dai syiah, demikian pula umar sihab, ditambah habib rizieq sihab sbg tokoh pembela syiah, trik habib rizieq dlm membela syiah bisa dilihat disini

  8. koko
    November 16, 2013 pukul 9:15 am

    berjilba itu pilihan

    Berjilbab itu kewajiban setiap muslimah, bukan pilihan,
    Tidak ada pilihan untuk tidak berjilbab,

    Berjilbab itu perintah Allah, silahkan baca link ini

    • alif muslim
      November 21, 2013 pukul 6:51 am

      jilbab itu menjadi pembeda antara kaum wanita muslim dan kaum wanita kapir….
      jadi saya curiga jika pernyataan quraish sihab ini di publikasikan dan di sebarluaskan, apakah ini merupakan agenda zionis dan salibis internasional yang ingin memecah belah umat islam?

      QURAISH SIHAB ADALAH DAI SYIAH,
      Syiah dan yahudi itu seperti bapak dengan anaknya,

      syiah lebih parah dari yahudi dan nasrani/salibis

  9. nur ridha
    Agustus 20, 2013 pukul 12:43 pm

    Tafsir yang terbaik sesuai pemahaman Al’qur’an dan sunnah rasulullah adalah Tafsir Ibnu Katsir. Wah…menurut saya itu yang terbaik, bahasanya juga lugas…

  10. nur ridha
    Agustus 18, 2013 pukul 6:35 am

    inilah akibatnya kalau menafsirkan al’qur’an semau yang kita kehendaki. saya sudah nonton video ini berulang kali. seorang professor, alumni al azhar lagi, yang lebih mengkhawatirkan karena disiplin ilmunya adalah syariah dengan predikat summa cumlaude. seorang professor menafsirkan al’qur’an sesuai pemikirannya. inilah typikal ulama yang berbahaya, menyesatkan ummat.

  11. rikha
    Agustus 16, 2013 pukul 12:49 pm

    Assalamu’alaikum…
    maaf mau tanya, sebenarnya bagaimana cara berjilbab yang benar menurut syariat?
    apakah hanya menutupkan kain kerudung sampai ke dada atau menutup semua anggota tubuh kecuali mata dan telapak tangan?
    mhon penjelasannya..

    Wassalamu’alaikum…

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Silahkan baca disini ulasan tentang apa itu jilbab, insya Allah penjelasannya lengkap, dan ada gambarnya juga, baca disini

    Buat tambahan, bisa dibaca disini juga

    Kisah nyata tentang jilbab, bisa kamu baca disini, bagus kisahnya

  12. satria islam
    Agustus 2, 2013 pukul 3:11 pm

    bismillah..
    sebetul nya sluruh wanita yang tidak berhijab itu menyadari akan kesalahan nya, jadi hijab ini tidak perlu untuk diperdebat kan karna ayat nya sudah jelas, hanya orang fasik bin kafir yg menentang mya, dan jangan lupa sperti kita ketahui bahwa ulama su itu sdah pasti ada, ulama syetan bin iblis ini selalu menjadikan kekayaan ilmu nya sebagai kaper kesesatan nya.. makaruu wa makarrallah wallahu khoyirumaakiriin

  13. izzal
    Juli 24, 2013 pukul 5:16 am

    bismillah ……
    maha besar allah yang menciptakan perbedaan sodaraku,
    kelemahan saya secara pribadi hanya berharap kebaikan itu datang bukan hanya dari jilbab. jilbab hanya sebahagian kecil dari banyak faktor dalam kebaikan.

    insya alloh orang baik yang tidak berjilbab akan lebih indah dari pada orang yang berjilbab
    tetapi berahlak buruk.

    maaf ….

    Terimakasih mas, mba,.
    Orang yang berakhlak baik pasti akan berjilbab

    Anda jangan menganggap akhlak itu hanya kepada manusia saja, Kepada manusia saja harus berakhlak, bagaimana kepada Allah, sang pencipta alam semesta ini, mana Akhlak kepada Allah, diantara bentuk akhlak kepada Allah adalah mematuhi perintahnya, diantaranya bagi wanita muslimah wajibnya memakai jilbab, itulah tanda akhlak baik kepada Allah, kepada Rasulullah,.

    Jadi tidak akan pernah ada seorang yang berakhlak baik, tidak berjilbab, justru jika dia tdk berjilbab, dia berakhlak buruk,. menentang perintah Allah dan Rasulullah,

    • Jaka
      Januari 16, 2014 pukul 2:07 am

      @izzal: anda berbicara hanya analisa sendiri, tanpa dalil. Sementara syari’at wajib jilbab sudah jelas.
      Saya juga bisa berkata:
      Wanita yang berjilbab belum tentu wanita baik-baik, belum tentu sholihah, belum tentu berakhlaq baik…
      Tetapi wanita yang tidak berjilbab bisa disebut wanita yang tidak baik (kurang baik), kenapa? Karena telah melanggar perintah Alloh untuk berjilbab. Berarti iman dan taqwanya sudah berkurang

      terimakasih mas jaka atas tambahan komentarnya, betul sekali,.
      saya tambahin juga, wanita yang berjilbab bukan berarti bebas dari maksiat,.
      tapi wanita yang tidak berjilbab sudah pasti terjerumus dalam maksiat, dengan tidak berjilbabnya dia, dia sedang bermaksiat kepada allah, dan kejelekan-kejelekan lain yang timbul akibat melihat wanita yang tidak memakai jilbab, itu akan semakin menambah dosa-dosa si wanita tersebut,.

  14. makruf
    Mei 21, 2013 pukul 3:35 am

    saudAraku semua. Kita ini umat islam. Hendaknya kita bersatu. Kita hargai aja pendapat org lain. Kita jalani aja apa yg kita yakini.

    TErimakasih mas makruf,. betul, kita bersatu, tapi diatas akidah yang satu, diatas pemahaman yang satu, bukan bersatu diatas akidah yang batil, pemahaman yang batil, ini adalah persatuan yang semu, tidak mungkin kita bersatu dengan para pembenci ajaran rasulullah, para pentakwil ajaran islam,. mustahil

    Jika memang hal” yg ada benar” menyimpang dari Al-quran dan sunnah, hendaknya kita yg tahu yg lbh benar meluruskanya dg cra yg baik.
    Apakah menurut kalian Rasullullah akan tersenyum melihat semua ini?

    Kewajiban kaum muslimin kepada saudaranya sesama muslim adalah saling nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran,. dan begitu pula yg saya lakukan,.
    Ingat, orang kafir tidak bisa menghancurkan islam secara langsung, tapi mereka bisa menghancurkan islam dengan tangan-tangan umat islam itu sendiri, bisa melalaui tokoh2 atau pemuka2 islam yang memiliki pemikiran nyeleneh terhadap ajaran islam itu sendiri,. sehingga rontoklah sendi2 islam, para tokoh itu merubah makna dari dalil-dalil yg sudah jelas,.

    Rasulullah ketika dirinya dihina, dicela, beliau sabar, tidak marah,.
    Tapi ketika syariat islam di cela, diinjak-injak, maka beliau marah,..

  15. pria berjanggut
    April 23, 2013 pukul 5:03 am

    semoga Allah memberikan hidayahNya pada kalian semua, amiin…

  16. dina
    April 22, 2013 pukul 3:22 am

    Sy prihatin dg org yg TIDAK PUNYA ILMU menghina hasil pikiran org yg punya ilmu,ahli di situ.yg logis,pelajari dan buat perbandingan dg pendapat ahli lain dlm topik yg sama.prof quraish dg keluasan ilmunya menyajikan semua detail ttg jilbab dari a-z dan kita bisa memilih mana dari semua kemungkinan itu yg sesuai dg nurani msg2.dr bgt byk kemungkinan tafsir dlm hal jilbab org yg bijak,tahu diri akan faham bhw jilbab masalah pilihan bukan keharusan.byk baca deh,perbaiki konstruksi berpikir anda krn bila konstruksi berpikir anda sempit anda tidak akan memperoleh kebaikan dari begitu banyak ilmu,kebaikan,kedamaian,kecerdasan dlm beragama yg prof quraish berikan.kasian muslim indonesia,menjadi bodoh-radikal-berpikiran sempit krn tidak suka berpikir,malah menjauh dari kaum berpikir

    terimakasih atas keprihatinan mba dina,
    apakah anda tdk prihatin dgn pemikiran sang profesor?
    lihat video penjelasan nyeleneh ini

  17. Hilmi Siradj
    Maret 17, 2013 pukul 4:37 am

    hehehe.. kalau anda mempunyai pendapat tersendiri, kenapa anda tidak membuat tafsir sendiri dan malah menyalahkan tafsir orang?

    yang penting damai saja ya..

    gitu aja kok repot -,-

    Kenapa kita repot-repot buat tafsir sendiri, kan rasulullah sudah menjelaskan,kita tinggal mencontoh saja, termasuk tentang jilbab juga sdh dijelaskan,.

    gitu aja kok repot -‘-

  18. ntr ivan marwan
    Februari 16, 2013 pukul 12:48 pm

    pak quraish itu mentafsirkan AL-QUR’AN seperti itu karena demi pekerjaan anaknya,jadi tafsirnya tersebut, demi membenarkan tindakan anaknya yang jelas jelas gak bener, acara mata najwa aja pake roknya ketat and keliatan………………………

    Tafsir almisbah adalah copas dari tafsir yang ditulis oleh tokoh mu’tazilah,Az Zamakhsyari. wajar isinya menyimpang, lebih mengedepankan akal,

    • Surawan
      Maret 2, 2014 pukul 10:42 am

      Lah, kok menyalahkan akal? Akal itu satu-satunya rujukan berpikir yang ada di dalam diri manusia, sementara Quran itu yang di luar manusia. Apakah dalam menafsirkan Quran orang itu harus tidak berakal?

      Kan sudah jelas bahwa manusia yang masuk hisab hanyalah orang-orang yang berakal. Dalam menafsirkan apapun, akal logika itu harus dikedepankan. Kalau anda sebut tafsir Q.Shihab ini lebih mengedepankan nafsu, itu lebih menurut saya lebih pas, daripada anda katakan lebih mengedepankan akal. Akal itu tempat pikiran berpijak dan harus selalu dikedepankan. Hanya orang kalap, tidak waras, yang tidak mengedepankan akal.

      Terimakasih, sudah komentar disini,.
      Bagaimanakah kedudukan akal terhadap dalil? Akal wajib mengikuti dalil, bukan akal digunakan untuk mengakal-akali dalil, silahkan lihat postingannya disini

      Yang pertama kali menggunakan akalnya terhadap perintah Allah adalah IBLIS, ketika Allah perintahkan untuk sujud kepada Adam, Iblis berargumen dengan akalnya, makanya menjadi makhluk yang terkutuk,. itulah akibat mendahulukan akal,..

      Orang yang tidak waras malah tidak berdosa mas jika melakukan kemaksiatan, namanya juga akalnya rusak,. tapi jika orang yang menggunakan akalnya utk menentang dalil, itu sih tetap akan diadzab di akherat kelak,

  19. die die
    Februari 16, 2013 pukul 2:10 am

    jika tidak paham dengan ilmu tafsir lebih baik diam sebab iman tanpa didarsari ilmu gak afdol trus yang anda pahami sekarang ini itu apa ya tafsir trus begini yang paling benar itu tafsirnya atau kitab sucinya kalo ente udah tau jawabanya ngapain nyalahin orang lain mending ente diam mohon ampun sama alloh tunjukan jalan yang benar bukan jalan untuk mencaci.

    Dan pak quraish juga ngga paham ilmu tafsir ya,.lebih baik diam, nyatanya memnjelaskan tentang ayat yang sudah sangat jelas tentang kewajiban menggunakan jilbab bagi wanita muslimah,. dia menjelaskan ngalor ngidul ngga jelas, dan ujung-ujungnya jilbab itu tidak wajib,.. penafsiran yg nyeleneh,.

    menjelaskan kepada masyarakat terhadap tafsir-tafsir alquran yang menyelisihi pemahaman para sahabat, agar masyarakat tidak terjerumus dalam pemikiran yg terkandung dalam tafsir tersebut, ini adalah salah satu bentuk amar maruf nahi munkar

  20. bima
    Februari 9, 2013 pukul 5:19 pm

    JIL & quraisy shihab = alat propaganda ZIONIS untuk menghancurkan ummat Islam dari dalam.

  21. bima
    Februari 9, 2013 pukul 5:10 pm

    JIL SESAT !!!

  22. menthegz
    Januari 16, 2013 pukul 2:38 am

    tidak ada yang lebih paham dan mengerti Al Quran serta mengamalkanya selain Rasullallah SAW..l
    apa yang di contohkan beliau itulah yg harus kita tiru..

    Betul sekali mas, dan Alquran dijelaskan oleh rasulullah kepada para sahabatnya, jadi kita wajib memahami alquran dengan pemahaman para sahabat, demikian pula dalam mentafsirkan alquran, harus mengikuti pemahaman para sahabat,.. berbeda dengan apa yg dilakukan oleh pak qurais sihab, mentafsirkan alquran dengan akalnya,

  23. winda
    Januari 8, 2013 pukul 10:17 am

    Astaghfirrullah….

  24. awam
    Januari 3, 2013 pukul 8:28 am

    Jil mah emang pemikirannya Rusak, Apalagi Q shihab. anaknya aja ga berjilbab. padahal saya membaca isi terjemahan Al qur’an bahwa pakailah pakaian yang taqwa (lupa nama suratnya). saya aja ngarti terjemahan Al-Qur’an, makanya bini saya suruh jilbab, walaupun jilbab bini saya belum sesuai dengan Standar perintah Allah subhana wa ta’alla. menurut saya Q shihab terlalu banyak retrorika.

    yah, begitulah akibat memahami alquran, menafsirkan alquran dengan menggunakan akal, sehingga allquran pun di akal-akalin tafsirannya,

  25. reza
    Desember 27, 2012 pukul 1:10 pm

    iya saya juga bingung dengan pemikiran pak qurais sihab,

    kan pernah salahsatu televisi suasta mengumpulkan keluarga sihab ( satu jam bersama keluarga sihab) di sana ada umar sihab, qurais shihab dan alwi sihab kalo gak salah thn 2009

    pas begitu ada penonton yg nanya sama pak qurais shihab tentang jilbab dan langsung penonton ngepek ke anaknya qurais sihab yg gak berjilbab yg saat itu ada bersama para penonton duduk di kursi bagian depan (adik najwa sihab)

    kemudian pak quarais shihab menjawab tentang masalah jilbab dengan entengnya ya seperti admin tadi begitu jwbnnya pak sihab,

    kata saya dalam hati pak sihab ini seorang ahli tafsir kenapa manapsirkan masalah jilbab jadi ngaco ya?

    apa karena terlalu penuh ilmunya sehingga meluap……..

    yah, begitulah, ngga ada istilah meluap ilmunya mas reza,
    Seumur hidup kita, jika kita gunakan untuk mempelajari kitab2 para ulama, tidak akan cukup, dan ilmu islam yg benar, semakin dipelajari kita akan semakin bisa mengambil faidah yang banyak, bukan melah kita menafsirkan versi kita sendiri,.. makanya tafsir misbah yang ditulis oleh qurais sihab, bukanlah tafsir yg bisa jadi rujukan,.. sebab itu bukanlah tafsir yang merujuk kepada pemahaman para sahabat,

    silahkan baca tafsir ibnu katsir, tafsir assa’di,

  26. Ali Irwanto
    November 13, 2012 pukul 10:20 am

    Assalamualaikum…

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    Entah mengapa orang Islam jadi suka bergosip sekarang.
    Bahas tentang jilbab dan dalil yg mengaturnya melebar jadi ke urusan personalitas penafsirnya juga :p Ga da bedanya dong dengan gosip alias ghibah…

    Fokus dong, komentarnya seputar penafsiran ayat yg dilakukan Pak Shihab…
    Balas penafsiran dengan penafsiran, bukan dengan gosip…

    Terimakasih mas ali atas tanggapannya,
    Kenapa dibahas pribadinya? bukankah tafsiran alquran itu bukan menurut penafsiran Rasulullah, tapi penafsiran pribadi pak shihab?
    Lalu apa salahnya kita membeberkan penyimpangan orang ini, agar kaum muslimin tidak tertipu dengan pemahaman anehnya,
    Ini bukan ghibah,
    Banyak tafsir2 yang ilmiah, berdasarkan hadits2 yg shahih dalam menjelaskan alquran, contohnya tafsir ibnu katsir,

  27. Ali bin Umar
    Oktober 2, 2012 pukul 1:45 pm

    Si Q,Shihab kan ingin dikatakan modern makanya anaknya si mata Najwa tdk berjilbab. Dia kan kiblatnya Negara Republik Shi’i, jadi wajarlah kalau pendapatnya ragu terhadap ayat Al-Quran terkait perintah berjilbab, tafsir Al-Misbahnya banyak yg kacau

  28. Ari Budianto
    September 10, 2012 pukul 1:01 pm

    yang paling aneh adalah,mereka(jil & shihab)mengatakan bhw jilbab adalah budaya orang Arab…padahal sebelum Islam ada,para wanita jahiliyah arab tidak menggunakan Jilbab

    Budaya arab sebelum islam datang, para wanitanya membuka aurat, jadi siapa sebenarnya yg mengikuti budaya arab jahiliyaha?

  29. satyo
    Agustus 21, 2012 pukul 2:43 pm

    tuh……, mangkanya untuk urusan agama yg kita baca ya Al Qur an dan Hadits, bukan nya denger pendapat2 orang. lha wong di Qur an sama Hadits saja sdh jelas kok malah mlipir2 dengerin pendapat orang

    Di alquran saja sudah jelas tentang wajibnya jilbab, kok pak quraish ini yang katanya ulama, pendapatnya plintat plintut gitu, makanya anak perempuannya sendiri yang jadi penyiar metro tv ngga pake jilbab, ngga aneh gan,. bapaknya seperti ini pemikirannya

  30. andre
    Agustus 18, 2012 pukul 8:21 am

    pak Quraisy shihab hanya ijtihad, berijtihad salah pun mendapat pahala satu, kalau benar mendapat pahala dua,
    jangan terlalu berlebihan, apalagi sampai mendoktrin sesorang kalau dia salah

    orang yang bukan mujtahid jika berijtihad, misalkan betul ijtihadnya,dia telah salah,.. gimana kalau salahnya,..
    Jika yang berijtihad adalah ulama yang paham agama,dan memenuhi kriteria sebagai seorang ulama mujtahid, maka baru boleh berijtihad,.. lah quraish sihab ulama apa?

    • Agustus 21, 2012 pukul 11:00 pm

      Tidak ada IJTIHAD pada hal-hal yang sudah jelas dalilnya,

      Perintah memakai jilbab adalah ayat alquran, kok masih ijtihad?? ijtihad yang ngawur kalo gitu mah,..

  31. saso
    Agustus 17, 2012 pukul 5:00 am

    sy tidak melihat ada yang salah dari pendapat quraish shihab. dari petikan di atas sama sekali tidak bisa disimpulkan bahwa quraish shihab menolak jilbab. sya rasa tidak adil kalau kita menghakimi orang lain hanya karena kita tidak memahaminya..

    Ini salahsatunya, “Ayat di atas tidak memerintahkan wanita muslimah memakai jilbab, karena agaknya ketika itu sebagian mereka telah memakainya, hanya saja cara memakainya belum mendukung apa yang dikehendaki ayat ini.”
    pak quraish sihab menafsirkan ayat tersebut sesuai dengan hawa nafsunya, bukan berdasarkan penafsiran para sahabat yang dijelaskan langsung oleh Rasulullah,..

    Apa yang dipraktekan dan dipahami oleh para sahabat sangat berbeda dengan apa yang dipahami pak quraish ini,.. siapa yang lebih paham penafsiran ayat ini??

    Jilbab hukumnya wajib, tapi lihat pak quraish, anak perempuannya sendiri tdk memakai jilbab,..

  32. sitarani savitri
    Agustus 15, 2012 pukul 12:04 am

    Betul, seolah ceramahnya bermutu, tapi kalau didengarkan betul banyak yang gak cocok. Cara memegang bukunya pu dengan tangan kiri. Anaknya (Najwa Sihab, penyiar Metrotv) pun tidak berjilbab.

  33. seayahrahakha
    Agustus 12, 2012 pukul 9:15 am

    M. Quraish Shihab sangat parah… Pantesan saja sejak pertama kemunculan dia di media tv, tidak ada sedikit pun yg membuat hati dan pikiran ini sejuk… Mau dibikin seolah lembut dan mudah dicerna oleh siapa pun, tetap saja aneh dan ganjil bagi orang berakal dan berpikir…

  34. Hamlah
    September 12, 2012 pukul 5:42 am

    Sori salah video, ini yang benar:

    Jazakallahu khairan atas kiriman link videonya

  1. No trackbacks yet.

Silahkan tulis komentar anda,.. surel diisi dgn email, nama diisi dengan nama anda ,

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.494 pengikut lainnya.