Beranda > Belajar Fikih > Bacaan Dzikir Setelah Shalat 5 Waktu Yang Diajarkan Oleh Rasulullah

Bacaan Dzikir Setelah Shalat 5 Waktu Yang Diajarkan Oleh Rasulullah


Zikir dan Doa Sesudah Shalat Fardhu

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum. Mohon saya dibantu. Bagaimana zikir dan doa sesudah shalat fardhu sesuai sunah Rasulullah secara lengkap, agar saya bisa mantap beribadah. Terima kasih sebelumnya.

Suparno (suparno**@yahoo.***)

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh. Secara umum, zikir setelah shalat fardhu adalah sebagai berikut:

- Setelah salam membaca istigfar (Asytaghfirullah)  sebanyak tiga kali kemudian mengucapkan,

اللَّهُمَ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam.

Ya Allah, Engkau Mahasejahtera, dan dari-Mu kesejahteraan. Mahaberkah Engkau, wahai Rabb pemilik keagungan dan kemuliaan.” (Sahih; H.R. Muslim, no. 591)

Patut diperhatikan bahwa lafal zikir di atas tidak boleh ditambah dengan kata-kata:

وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلاَمُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ وَأَدْخِلْنَا دَارَ السَّلاّمِ

Hal itu dikarenakan lafal tersebut tidak berasal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lihat Misykatul Mashabih, 1:303; Hasyiyah Ath-Thahawi ‘alal Maraqiy, 2:311.

- Kemudian mengucapkan,

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir. Allahumma laa maani’a lima a’thaita wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfau dzal jaddi minkal jaddu.

Tidak ada sembahan yang berhak disembah melainkan Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mampu mencegah sesuatu yang telah Engkau berikan dan tidak ada yang mampu memberi sesuatu yang Engkau cegah. Tidak bermanfaat kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya untuk (menebus) siksaan-Mu.” (Sahih; H.R. Bukhari, no. 6862; Muslim, no. 593; An-Nasa’i, no. 1341)

- Setelah itu, Anda bisa mengucapkan tasbih (سبحان الله), tahmid (الحمد لله), dan takbir (الله أكبر) sebanyak 33 kali, kemudian menyempurnakannya sehingga genap menjadi seratus dengan mengucapkan,

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir

Tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan Imam Muslim dari shahabat Abu Hurairah; Rasulullah bersabda,

مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

Barang siapa yang bertasbih, bertahmid, dan bertakbir sebanyak 33 kali setelah melaksanakan shalat fardhu sehingga berjumlah 99 kemudian menggenapkannya untuk yang keseratus dengan ucapanلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ” , maka kesalahannya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” (Sahih; H.R. Muslim, no. 597)

- Apabila kondisi tidak memungkinkan untuk membaca lafal tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing sebanyak 33 kali, Anda bisa juga mengucapkan tasbih, takbir, dan tahmid sebanyak 10 kali. Hal ini berdasarkan hadis Abdullah bin Amru radhiallahu ‘anhu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَلَّتَانِ لَا يُحْصِيهِمَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ أَلَا وَهُمَا يَسِيرٌ وَمَنْ يَعْمَلُ بِهِمَا قَلِيلٌ يُسَبِّحُ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ عَشْرًا وَيَحْمَدُهُ عَشْرًا وَيُكَبِّرُهُ عَشْرًا

Ada dua perkara, setiap muslim yang konsisten melakukannya akan masuk ke dalam surga. Keduanya sangatlah mudah, namun sangat jarang yang mampu konsisten mengamalkannya. (Perkara yang pertama) adalah bertasbih, bertahmid, dan bertakbir masing-masing sebanyak sepuluh kali sesudah menunaikan shalat fardhu.” (Sahih; H.R. Tirmidzi, no. 3410; Shahihut Tirmidzi, no. 2714)

- Kemudian membaca Ayat Kursi serta surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Nas.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِي دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُوْلِ الْجَنَّةِ إِلاَّ أَنْ يَمُوْتَ

“Barang siapa yang membaca Ayat Kursi setiap selesai menunaikan shalat fardhu (wajib), maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.” (Sahih; H.R. Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jamul Kabir, no. 7532, Al-Jami’ush Shaghir wa Ziyadatuhu, no. 11410)

Uqbah bin Amir radhiallahu ‘anhu berkata,

أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَقْرَأَ بِالْمُعَوِّذَاتِ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkanku agar membaca surat Al-Mu’awwidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas) setiap selesai menunaikan shalat.” (Sahih; H.R. Abu Daud, no. 1523; Shahih Sunan Abi Daud, no. 1348)

Kami menyarankan kepada Bapak Suparno untuk memiliki buku kecil Hishnul Muslim karya Dr. Sa’id Al-Qahthani yang memuat zikir-zikir yang sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang alhamdulillah telah banyak diterjemahkan. Jika ingin mengetahui beberapa ketentuan fikih yang terkait dengan zikir dan doa, Bapak bisa mencari buku Wirid dan Dzikir karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawwaz yang diterbitkan Pustaka Imam Syafi’i. Semoga dimudahkan.

Dijawab oleh Ustadz Muhammad Nur Ichwan Muslim, S.T. (Dewan Pembina Konsultasi Syariah).
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

Artikel yang terkait dengan shalat:
TATA CARA SHALAT YANG DIAJARKAN OLEH RASULULLAH BESERTA DALIL-DALILNYA

SEKOLAH SELAMA DUA BELAS TAHUN BELUM BISA SHALAT YANG BENAR, SEBUAH REALITA

VIDEO TATA CARA WUDHU,TAYAMMUM,TATACARA SHALAT

MENGERASKAN BACAAN DZIKIR SETELAH SHALAT, BOLEHKAH?

Download dalam format PDF , silahkan KLIK KANAN di LINK INI , lalu pilih SAVE LINK AS , enter

  1. Siti
    Juli 20, 2014 pukul 4:41 am

    Assalamu’alaikum…
    saya ingin bertanya lagi mengenai doa sebelum salam..
    saya biasa menggunakan doa “Allahumma inni a’udzubika min adzabi jahannama. wa min adzabil qobri. wa min fitnatil mahya walmamati wa minsyarri fitnatil masihidajal” (mohon maaf jika tulisannya ada yg salah) setelah tasyahud akhir sebelum salam apakah boleh?
    dan saya juga melihat di website lain, doa “Allahumma a’inni ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatika” ini juga boleh diucapkan setelah tasyahud akhir sebelum salam. jika kedua doa itu boleh dibaca, apakah dibaca salah satunya saja atau keduanya??

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    terimakasih Siti,. doa tsb bisa dibaca dua-duanya,

  2. wahono
    Juli 12, 2014 pukul 1:33 pm

    Assalamu’alaikum, maaf mau nanya tentang zakat fitrah, bagaimana cara membagi zakat fitrah apabila ada 3 asnaf yaitu: miskin,sabilillah,amil apa sama bagianya, apa gimana, mohon bimbinganya ya pak…???

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    terimakasih mas wahono,.
    Untuk zakat fitrah, yang berhak menerimanya adalah Fakir dan Miskin saja, selainnya tidak menerima,
    Untuk ukurannya itu tdk ada ketentuan, paling tidak itu cukup untuk makan saat hari raya saja

  3. Tika dwi lestari
    Juni 11, 2014 pukul 10:12 am

    Assalamualaikum..

    Maaf sebelum nya, apabila pertanyaan saya diluar dari tema..
    Bagaimana seorang wanita dapat dikatakan Wanita sholehah?.
    Terima kasih..
    Dan, apabila saya bertanya untuk yang kedua ataupun ketiga kali nya, mohon di maklumi karena saya belum mengetahui jawabannya.
    Wassalamualaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    terimakasih mba tika, sudah komentar disini,.
    Ulasan tentang kriteria wanita shalihah sudah saya postingkan disini, silahkan baca dan download ebooknya , langsung klik disini saja

  4. fajar wijanarko
    Mei 2, 2014 pukul 12:49 am

    Asssalamu’alaikum wr wbr. Tanya mas admin, bagaimana dengan lafad dzikir Allah..Allah yang diajarkan oleh sebuah tarekat boleh dilakukan? Bagaimana hukumnya kalau kita lakukan?

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Terimakasih mas fajar,.
    itu bukanlah dzikir, dan Rasulullah tidak pernah mengajarkan dzikir seperti itu,.
    Meninggalkan dzikir seperti itu dengan niat karena mengikuti rasulullah yang tidak melakukan hal tersebut bisa mendatangkan pahala, dan melakukan dzikir seperti itu akan mendatangkan dosa bagi pelakunya,.

  5. yogi
    April 20, 2014 pukul 10:03 am

    Assalamualaikum….mau tanya pak….
    kalau sesudah sholat wajib g ada doa..kalau yang d maksud. dng sebelum berdoa ucapkanlah bismilah…bertasbih….shalawat..doa..trus tutup jg dng shalawat..penempatannya di waktu apa pak..apa

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    silahkan anda baca ulasannya disini

  6. A. Yandra
    Maret 23, 2014 pukul 12:20 am

    izin copy ya..

    silahkan,.

  7. Nurcahyo Setya Budi
    Maret 13, 2014 pukul 3:38 pm

    saya mau tanya kalau bacaan wirid misalnya ya hayyu ya qayum di baca sekian kali itu bagaimana boleh di terapkan atau tidak?

    terimakasih mas nurcahyo,. sudah komentar disini,
    apa yang anda sebutkan, itu bukanlah dzikir, tidak usah diamalkan,
    tentang maksud berdzikir dengan asmaul husna, sudah saya posting disini, silahkan dibaca dengan meng klik link ini

  8. Faisal
    Maret 11, 2014 pukul 11:57 pm

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Numpang tanya pak, adakah contoh doa-doa yang sering dibaca Rosulullah disaat sujud atau sebelum salam? Benarkah tidak boleh membaca ayat alquran?

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Untuk saat sujud dan ruku, ada larangan membaca alquran, jadi yang dibaca doa sujud atau ruku,
    silahkan untuk doa sebelum salam bisa dilihat disini, baca bagian akhir setelah mau salam, klik link ini

    • Faisal
      Maret 12, 2014 pukul 12:00 am

      oh iya satu lagi pak, apa hukumnya menggerak gerakkan jari telunjuk pada saat tahiyat?
      mohon dalilnya pak, trima kasih

      silahkan lihat disini mas Faizal, Klik saja link ini
      Beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam melakukan hal itu pada setiap tasyahud, baik tasyahud awal maupun akhir.

      عن عبد الله بن الزبير قال كان رسول الله صلى اللَّه عليه وسلم إذا جلس في الثنتين أو في الأربع يضع يديه على ركبتيه ثم أشار بأصبعه

      Dari ‘Abdullah bin Zubair radliyallaahu ‘anhuma ia berkata : “Adalah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam apabila duduk di raka’at kedua atau di raka’at keempat, beliau meletakkan kedua tangannya di atas kedua lututnya, kemudian berisyarat dengan jari (telunjuknya)” [HR. Nasa’i dalam As-Shughraa no. 1161; shahih].

  9. Rara Dyah
    Maret 11, 2014 pukul 4:19 am

    Assalamu’alaikum wr wb. saya setiap habis sholat fardhu, brdzikir sperti yang dicontohkan di atas, yaitu “allohumma antas salam……..” tapi saya terbiasa menambahkan dgn ” wailaika ya’uddus salam……….” karena sudah dari jaman saya sekolah, di buku2 pelajaran Islam ada tuntunan’y seperti itu. pertanyaan saya, kenapa tdk boleh ditambah? apa arti dari wailaika ya’uddus salam dst? terima kasih.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Terimakasih mba sudah komentar disini,
    Dalam beribadah, tentu panutan kita adalah rasulullah, rasulullah adalah manusia terbaik, baik dalam hal amaliyah dengan manusia, atau dalam amaliyah kepada allah, termasuk dalam hal tatacara berdzikir, rasulullah yang terbaik yang melakukannya, demikian pula lafadz2nya,.

    Jika rasulullah tidak menambahkan seperti apa yang mba sampaikan, maka sebaiknya kita juga melakukan sebagaimana yang rasulullah lakukan,,.

    Jika ada yang dilakukan oleh kebanyakan masyrakat, dan itu tidak ada perintahnya dari rasulullah, maka wajib kita tinggalkan, sebab patokan kebenaran bukanlah karena itu diamalkan oleh masyarakat, itu ada dibuku-buku agama kita, dipelajari sejak kecil, bukan itu,.

    Sebab itu pada hakekatnya adalah kita belajar dari sumber yang tidak benar, sebab rasulullah sebagai manusia yang mendakwahkan islam saja tidak melakukan hal yang demikian,.

    Jika kita mengaku sebagai umat muhammad, maka cukupkan pada apa yg diajarkan oleh nabi muhammad, jangan ditambah-tambahi, jangan pula dikurangi,. islam sudah sempurna

  10. supri
    Maret 1, 2014 pukul 9:56 am

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
    Maaf mas mau nanya diluar tema apakah boleh ketika sujut kita berdoa pakai bahasa indonesia

    Tros ada berapakah bacaan sholawat yang diajarkan nabi SAW. Trimakasih
    وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

    وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

    kalau doa sujudnya tidak boleh menggunakan bahasa indonesia, tapi kalau doa selain doa sujud, boleh saja menggunakan bahasa indonesia, walaupun yang terbaik tentu menggunakan doa2 yg diajarkan oleh rasulullah (dgn bahasa arab)
    Tentang shalawat yang diajarkan rasulullah, sudah ada postingannya, silahkan baca disini

  11. Yahya
    Februari 5, 2014 pukul 6:45 pm

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Setelah dzikir yang diajarkan oleh rasulullah seperti yang telah diterangkan dalam artikel diatas bolehkah saya menutupnya dengan bacaan Al Fatihah. Jazakallaahu khoiron.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    terimakasih mas yahya, sudah berkomentar disini,.
    Sebaik-baik manusia adalah rasulullah,
    Sebaik-baik tauladan adalah rasulullah,
    Sebaik-baik ajaran yang perlu diikuti adalah ajaran rasulullah,
    Rasulullah saja sebagai sebaik-baik manusia yang paling baik amalannya saja tidak melakukan yang demikian, demikian pula para sahabat yang merupakan binaan langsung rasulullah mereka juga tidak melakukan yang demikian,.

    Maka seyogyanya kita juga merasa cukup dengan apa-apa yang rasulullah ajarkan, tidak menambah-nambah atau menguranginya,.

    Sedikit amalan tapi mencocoki sunnah, itu LEBIH BAIK , daripada melakukan amalan banyak tapi MENYELISIHI SUNNAH RASUL,.

    Jika rasulullah mengerjakan dan mengajarkannya maka kita kerjakan, jika rasulullah tidak mengajarkan dan tidak mengerjakannya atau menyetujuinya, maka kita pun meninggalkannya,.

    Rasulullah setelah berdzikir setelah shalat beliau tidak mengakhiri atau mengawali dengan bacaan ALFATIHAH, maka kitapun jangan menambahi dengan amalan tersebut,.

    Mudah-mudahan bisa dipahami,

  12. Rivaldie Angga
    Februari 2, 2014 pukul 5:41 am

    Assalamu’alaikum, Mas bagaimana aku kan gak hafal bacaan Dzikir terus kalo sudah selesai shalat fardu di masjid, aku dzikirnya di rumah gak di mesjid sambil baca gk di hafal dzikir yang mas kasih di postingan ini yang udah saya copas di buku ku. Gimana mas boleh gk? mksh mas. Intinya sesudah solat fardu di mesjid aku gak dzikir di mesjid melaikan di rumah, langsung pulang terus langsung dzikir.. Wassalamu’alaikum..

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Jika kita belum hafal, boleh membaca dzikir tersebut sambil membaca dari kertas doa-doa yang diajarkan oleh rasulullah, insya allah dengan seringnya dibaca akan hafal,

    sangat mudah, coba yang mudah dahulu, setelah selesai shalat baca:
    1. Asytaghfirullah 3x
    2. Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam.
    3. Setelah itu, Anda bisa mengucapkan tasbih (سبحان الله), tahmid (الحمد لله), dan takbir (الله أكبر) sebanyak 33 kali, kemudian menyempurnakannya sehingga genap menjadi seratus dengan mengucapkan,

    Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir

    setelah itu bisa ditambahkan dengan membaca surat Alikhlas,Al ‘alaq, Annaas, jika selain shalat shubuh dan maghrib dibaca 1x, jika shalat shubuh dan maghrib dibaca 3x

    itu dahulu, mudah kan?? setelah itu hafal, dan pengin ditambahkan, bisa baca dzikir yang lainnya, spt postingan diatas

    • Rivaldie Angga
      Februari 2, 2014 pukul 5:47 am

      Dan bolehkan saya membaca dzikir lebih dari yang rasulullah anjurkan? Mksh

      Sebaik-baik dzikir adalah dzikir yang diajarkan oleh rasulullah,.
      yang menjadi patokan adalah bukan banyak atau sedikitnya dzikir yang dibaca, tapi apakah itu sesuai dengan contoh rasulullah atau tidak,.

      Sedikit tapi mengikuti contoh rasulullah, itu JAUH LEBIH BAIK, daripada banyak tapi tidak sesuai contoh rasulullah,

    • Siti
      Juli 20, 2014 pukul 4:22 am

      Assalamualaikum pak, saya mau bertanya.
      tadi setelah mengucapkan tasbih, tahmid dan takbir masing masing 33x, setelah itu digenapkan menjadi seratus dngan mengucapkan “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. …” kemudian yang dibaca dulu Ayat kursi nya dulu lalu surat Al-Mu’awwidzat atau surat Al-Mu’awwidzat dulu baru Ayat kursi nya??
      dan disholat maghrib dan subuh itu kan surat Al-Mu’awwidzat nya dibaca 3 kali, dibacanya Al-Ikhlas 3x, Al-Falaq 3x, An-Naas 3x, atau dibaca Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas (digabung lalu dibaca 3x)??

      Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
      tidak ada ketentuan khusus ayat kursi dulu baru surat al mu’awwidzat, atau sebaliknya , jadi bebas,
      demikian pula yg dibaca 3x, bisa digabung atau satu2, tapi jumlahnya 3x

  13. arief
    Januari 27, 2014 pukul 3:08 pm

    pak/Bu, bolehkah pakai tasbih pd waktu berzikir? Ya, saya tahu kalau sunnah nabi itu berzikir dg tangan tetapi kadang-kadang saya juga masih sukai pakai tasbih.

    terimakasih mas arief,.
    Rasulullah mengajarkan cara menghitung dzikir dgn ruas jari tangan kanan,. bukan dengan batu atau biji tasbih, jadi pakailah cara yang terbaik, yaitu cara yang diajarkan oleh rasulullah,

  14. Azwar Padang
    Januari 27, 2014 pukul 12:11 pm

    assalamualikum terimakas , akhirnya saya temukan juga jawabanya,

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    mudah2an bermanfaat,.

  15. rizky pratama
    Januari 27, 2014 pukul 5:09 am

    assalamu’alaikum,

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    saya mohon maaf jika prtanyaan saya jauh dri tema atau mungkin berlebihan,
    bagaimana pandangan admin tentang pacaran?

    adakah pacaran secara islami?

    Terimakasih mas rizky, sudah komentar disini, pacaran yg islami, apakah ada, oh ada mas, bagaimana caranya? silahkan baca ulasannya disini

    saya pernah berpacaran, udh semunggu kami putus hubungan, alasan mantan saya karena ingin berubah yg lebih baik, tidak ingin pacaran,

    Oh itu sudah benar mas, anda sudah mengambil langkah yang sangat tepat, yaitu memutuskan pacar anda, ini adalah salah satu bentuk taubat dari pacaran, silahkan baca ulasannya disini, taubat dari pacaran

    saya tidak bisa ngelupain dia, bahkan saya tidak terima jika dia berjodoh dengan org lain,
    apakah yg harus saya lakukan???

    Ingat mas, wanita baik-baik tidak akan mau dipacari, wanita yang mau dipacari bukanlah wanita baik-baik, janganlah mencari istri dengan cara pacaran, karena anda tidak akan tahu, sudah dipacari berapa kalikah si wanita tersebut, bisa jadi anda adalah tangan ke sekian kali, atau anda adalah laki-laki cadangan saja, pelampiasan si wanita,. intinya, wanita yang baik tidak akan pernah mau dipacari, dan laki-laki yang gentle/jantan tidak akan mau memacari wanita, silahkan baca bahaya pacaran disini

    pantaskah saya berfikiran demikian???

    Itulah jerat-jerat setan, menjadikan orang yang melakukannya selalu mengingat-ingat pacarnya, padahal itu tidak halal bagi orang tsb, baik bagi laki-laki atau wanitanya,.
    Pacaran adalah sarana pengkhianatan,penipuan, dan pendustaan terhadap pasangan, pacaran bukan jalan untuk mengetahui pribadi pasangan, tapi itu semua adalah tipu daya setan, baca ulasannya disini

    pantaskah jika saya memohon kpda Allah untuk mnjodohkan kami???

    mohon pendapatnya,,,

    Jika sudah jodoh, ngga dikejarpun akan datang sendiri, jika belum jodoh dirantaipun ngga bakalan nyambung dengan anda,. carilah istri shalihah, tentu bukan dengan cara yang haram, yaitu pacaran, karena pacaran adalah jalan menuju zina, sudah banyak sekali mereka yang menikah namun hilang kehormatannya karena zina, padahal resiko hamil diluar nikah sangat berat, silahkan baca disini

    Mudah-mudahan jawaban diatas bisa menjadi wawasan buat anda, lupakan pacar anda, karena pacaran adalah jalan yang haram, bukan cinta kasih yg terbina, tapi nafsu setan yang membara,.

    setanlah yang membuat anda selalu teringat kepadanya,.. lupakan saja,.. TIDAK ADA PACARAN ISLAMI, silahkan baca disini

  16. Gtha Naysila Azzahra
    Januari 11, 2014 pukul 1:09 pm

    Assalamualaikum!

    wa’alaikumussalam warahmatullah

    saya mw tanya, klau stelah sholat fardhu rasulullah apa mencontohkan untuk berdoa?

    Rasulullah setelah selesai shalat fardhu tidak berdoa, tapi membaca dzikir setelah shalat
    Silahkan mba bisa baca artikel tentang hal tersebut, silahkan baca disini

    klau stelah sholat saya zikir gini:
    1.baca astaghfirullah hal adzim allazi laa illahaillahuwal hayyul qoyyum wa atubu ilaih 3x

    bacaan yang benar itu cuma “astaghfirullah”, tanpa ada lanjutan spt itu, dibaca 3x, mudah bukan? itu yang dicontohkan oleh rasul, jangan ditambah-tambahin sendiri , sederhana tapi ikut cara rasul, itu jauh lebih utama daripada panjang tapi tidak ada contohnya dari rasulullah,. itu bisa malah dapat dosa, karena termasuk kebidahan,

    2. bca laaillahaillallah huwahdahu laa syariikalah lahulmulku walahul hamdu yuhyu wayumiitu wahuwa ala kulli syaiin kodiir 3x

    yang anda baca salah jika seperti itu, artinyapun berubah,
    yang benar membaca : Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir. , dibaca satu kali, dan untuk shalat shubuh dan maghrib yang dibaca : Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu YUHYI WA YUMIIT wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir. DIBACA satu kali, bukan tiga kali,

    3. allumma antassalam. ….. ( dst)

    perhatikan bacaannya, silahkan lihat lagi di postingan diatas tentang bacaan dzikir setelah shalat, itu saja yang mba hafalkan,

    4. bca ayat kursi, tasbih 33x, tahmid 33x, takbir 33x, lalu bca (yg ada di no.2), bca hauqalah, astaghfirullah hal adzim innallaha ghafuururrahim afdholu dhikri fa’lam annahu laa illa ha illallah,

    setelah di no. 3, baca tasbih,tahmid,takbir 33 kali, lalu boleh dilanjutkan membaca ayat kursi, al ikhlas,alfalaq,annaas,
    Doa itu adalah ibadah, dan ibadah itu harus ada contohnya dari rasulullah,
    Jangan sampai kita melakukan ibadah yang cukup banyak, tapi ternyata itu tidak ada contohnya dari rasulullah, tentu kita sangat rugi, sudah cape mengerjakannya, namun tidak dapat apa-apa, malah terkadang dosa yang kita dapatkan,.

    silahkan kerjakan amalan yang betul-betul ada perintahnya dari rasulullah, dan tinggalkan amalan-amalan yang tidak jelas dalilnya, hanya sekedar kaum muslimin melakukannya, ibadah itu bukanlah ikut2an tradisi masyarakat, tapi wajib ikut dalil yang shahih,

    ” APAKAH BOLEH” TOLONG JAWAB. Karena saya btuh jwabannya untuk saya amalkan seharihari..

    sudah dijawab, silahkan dibaca dan amalkan,. ibadah berdasarkan dalil, bukan ikut-ikutan,.

  17. Ferry
    November 6, 2013 pukul 3:56 pm

    saya mau tanya?? agar ibadah sholat ku biar mantap… setelah sholat fardhu saya biasa baca istigfar 3X. tasbih,tahmid,takbir masing2 33x lalu di genapkan bacaan yg keseratus dengan membaca : Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul
    mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in
    qadiir, setelah itu baca ayat kursy… bagaimana pendapat admin? apakah boleh?? tolong di jawab ya terimakasih.

    Boleh

  18. ryoga
    Oktober 27, 2013 pukul 2:27 am

    Mhon bntuanx..sya seorg muallaf..sya mw tax,stlh qt mlaksnakn salat sblm memulai zikir bacaanx ap??..trims

    Terimakasih mas ryoga, Alhamdulillah anda sudah masuk islam, ini nikmat yang tiada taranya,
    setelah melaksanakan shalat, yaitu setelah salam, bacaan dalam postingan atas yang dibaca, itu yg dinamakan dzikir setelah shalat,

    Islam itu agama yg sangat ilmiah, semua berdasarkan dalil, bukan ikut-ikutan saja,
    Banyak kaum muslimin yang sudah berislam sedari kecil, namun dalam mengamalkan ajaran ibadah hanya ikut-ikutan saja, tidak mau belajar lagi apakah tatacara ibadahnya sdh sesuai dengan yg diajarkan oleh rasulullah atau tidak,

    Dan dalam prakteknya, meluruskan hal-hal yang sdh biasa dikerjakan karena ikut-ikutan kadang lebih susah daripada mengajarkan hal tsb kepada orang yang belum tahu, contoh seperti anda yang baru masuk islam,

    Jadi kewajiban setelah masuk islam, adalah mempelajari ajaran2 islam, lalu mengamalkannya,.

    Alhamdulillah sarana utk belajar sudah sangat mudah,.

    Jika anda mau, saya juga bisa menyebutkan tempat2 belajar tsb di daerah anda, silahkan sebutkan dimana anda tinggal, insya allah nanti akan saya postingkan tempat2 tsb,

  19. faiq
    Oktober 10, 2013 pukul 8:46 pm

    kalau berdoa setelah sholat fardhu tdk boleh,lalu saat kapankah (diluar sholat fardhu) waktu yg baik untuk berdoa,bukankah kita di anjurkan untuk banyak berdoa/memohon kepada ALLAH SWT

    Terimakasih mas faiq,
    Bukankah istighfar itu adalah doa? setiap selesai shalat fardhu kita disunnahkan utk istighfar 3x, lalu membaca dzikir lain setelah shalat fardhu,
    Kita bisa berdoa dalam shalat, saat terdekat dengan allah adalah ketika kita sujud, bisa baca doa sebelum kita salam, kita bisa juga berdoa ketika menunggu waktu shalat,yaitu antara adzan dan iqamat,

    Rasulullah saja setelah selesai shalat fardhu tidak berdoa, padahal beliau sebaik-baik manusia, panutan kita semua, bukan seperti kebanyakan yg dilakukan oleh sebagian kaum muslimin yang merutinkan berdoa setelah shalat fardhu, ini tidak ada contohnya dari rasulullah

    • Denmaz
      November 15, 2013 pukul 6:32 am

      Saudaraku sesama muslim yg saya hormati, saya kutip dari tulisan saudara —–Rasulullah saja setelah selesai shalat fardhu tidak berdoa, padahal beliau sebaik-baik manusia, panutan kita semua, bukan seperti kebanyakan yg dilakukan oleh sebagian kaum muslimin yang merutinkan berdoa setelah shalat fardhu, ini tidak ada contohnya dari rasulullah ——

      Setahu saya, ada dalil sbb. :
      1.Hadits dari Abi Umamah radhiyallahu ‘anhu yang menceritakan: “Telah ditanyai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, “Kapankah doa didengar (dimustajabkan) oleh Allah?” Rasul menjawab: “Doa yang dilakukan di tengah malam dan setelah selesai melaksanakan sholat fardhu lima waktu” (Hadis Riwayat Imam Turmidzi, hasan shahih). Maaf saya lupa nomornya.

      2. Dari Al Harits at Tamimi radhiyallahu ‘anhu adalah Rasulullah telah mengajarkan kepadanya secara diam-diam (berbisik): “Apabila engkau telah selesai mengerjakan sholat magrib, maka bacalah olehmu, “Allahumma ajjirni minannaar” (Ya Allah selamatkan aku daripada azab neraka) sebanyak 7 kali, karena apabila engkau mati pada malam itu ketika engkau telah membaca doa tadi, maka wajib atasmu apa yang kau minta itu. Apabila engkau selesai sholat subuh maka bacalah doa yang sama sebanyak 7 kali, karena sesungguhnya jika engkau mati di siang harinya, maka wajiblah atasmu apa yang engkau minta (yakni kebebasan dari neraka).” (Hadis Riwayat Muslim dan Abu Dawud).

      3. Dan diriwayatkan dengan sanad yang shahih dalam kitab Sunan Abu Dawud dan Nasai dari Mu’adz bin radhiyallahu ‘anhu: “Adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah memegang tanganku seraya Nabi bersabda, “Wahai Mu’adz, demi Allah sesungguhnya aku sangat mencintaimu. Kemudian Beliau menyambung ucapannya lagi, “Aku berwasiat kepadamu wahai Mu’adz, janganlah engkau meninggalkan bacaan dzikir ini setelah selesai melakukan sholat. Ucapkanlah olehmu, “Allahumma a’inni ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik.” (Ya Allah, tolonglah aku dalam mengingatMu dan bersyukur kepadaMu dan beribadah kepadaMu dengan sebaik-baiknya).

      Dan masih ada beberapa lainnya.

      Pertanyaaannya, apakah doa hanya boleh dilakukan setelah sholat selain yang fardhu ? Mengingat setelah sholat shubuh ada doa seperti nomor 2 dan ada pernyataan setelah sgolat fardhu dari nomor 1.

      Mohon dikoreksi apabila saya khilaf menulis, salah menterjemahkan atau kesalahan lainnya. Maklum, saya baru belajar.

      Terima kasih dan mohon konfirmasinya.

      Terimakasih sudah berkomentar,
      Maksudnya adalah merutinkan setiap selesai shalat fardhu, ini tidak ada contohnya, kalau sekali-kali berdoa setelah shalat fardhu, ini tidak mengapa,

      Kita lihat contoh di masyarakat kaum muslimin, setiap selesai shalat mereka merutinkan berdoa, bahkan doanya dipimpin oleh imam, ini adalah kesalahan, tidak ada contohnya dari rasulullah,

      mudah2an penjelasan ini bisa dipahami,

  20. nova iswanto
    Oktober 10, 2013 pukul 7:59 pm

    kalo di bandung dimana ya ada ngaji kayak gini?

    Terimakasih mas nova,
    Alhamdulillah untuk kota bandung sudah ada tempat-tempat taklim untuk mempelajari islam dengan pemahaman yang benar, sudah saya posting tempat-tempatnya, silahkan klik disini

  21. Sportif
    Oktober 9, 2013 pukul 3:22 pm

    Ijin copy ya penjelasan tntang zikir nya and ingsaallah saya mau mengamal kn nya.

    Silahkan,.

  22. Muhtarom
    Oktober 5, 2013 pukul 2:04 pm

    Alhamdulillahirobbil’alamin atas tambahan ilmunya.

  23. faiq
    September 16, 2013 pukul 11:06 pm

    izin share ya.
    Trimakasih..semoga Rahmat ALLAH selalu beserta kita semua..Amin.

    Silahkan mas, jazakallahu khairan..

  24. Faisal
    Agustus 29, 2013 pukul 4:51 am

    http://majalah-assunnah.com/index.php/soal-jawab/302-adakah-doa-setelah-selesai-shalat
    bagaimana pendapat anda?

    Itu bagus,. kan sudah ada kesimpulannya diakhir kalimat tersebut, dan itu bukan penjelasan tentang dzikir setelah shalat wajib,.
    dari judul artikel tsb sudah jelas,. coba mas faizal baca lagi,

    ini nukilan dari artikel tsb,

    Adapun kebiasaan yang dilakukan di berbagai masjid yaitu imam dan makmum selalu melakukan doa dengan berjamâ’ah setelah selesai shalat wajib, maka itu tidak pernah dilakukan oleh Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam , wallahu a’lam.

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullâh mengatakan, “Hadits-hadits yang dikenal dalam (kitab-kitab) Shahih, Sunan, dan Musnad, menunjukkan bahwa Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam biasa berdoa di akhir shalat sebelum keluar dari shalat. Beliau shallallâhu ‘alaihi wa sallam juga memerintahkan dan mengajarkan hal itu kepada para sahabatnya. Dan tidak ada seorangpun yang meriwayatkan, bahwa Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam berdoa setelah selesai (mengimami) shalat dengan banyak orang, begitu juga dengan para ma’mum, tidak (setelah) shalat Shubuh, Ashar atau shalat lainnya”. (Majmû’ Fatâwâ 22/492)

    Adapun kalimat “fî duburi kulli shala” yang terdapat dalam banyak hadits, yang maknanya di akhir sholat, mencakup dua pengertian yaitu bagian akhir dalam shalat dan setelah shalat. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullâh berkata, “Lafazh “dubur shalat”, terkadang maksudnya adalah bagian akhir dari shalat (ini berarti masih dalam sholat; sebelum salam-red), terkadang maksudnya adalah yang ada setelah bagian terakhir itu (sehingga ini setelah salam dari shalat-red)”. (Majmû’ Fatâwâ, 22/499)

    Walaupun doa-doa shalat banyak dianjurkan dibaca dalam shalat atau dengan kata lain ketika shalat, dan itu lebih utama, sebagaimana dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullâh, “Inilah sunnah Rasûlullâh shallallâhu ‘alaihi wa sallam yang sudah berjalan (berdoa dalam shalat dan berdzikir setelah shalat-red), dan ini sesuai (dengan keadaan-red), karena orang yang sedang shalat itu berbisik kepada Rabbnya, maka doanya dan permintaannya kepada Rabb ketika dia sedang berbisik kepada-Nya lebih utama daripada permintaannya dan doanya setelah berpaling dari-Nya”. (Majmû’ Fatâwâ, 22/499)

    Namun demikian tidak berarti tidak ada doa setelah salam, berdasarkan hadits-hadits yang telah kami sampaikan. Wallahu a’lam.

  25. handika
    Agustus 26, 2013 pukul 10:12 am

    boleh saya mnta nomor telepon… agar saya mudah menanyakan sesuatu tnatang agama islam yg blm saya ketahui.. terimakasih

    silahkan sms saja ke nomor sms center yang ada di blog ini,. 08231 775 7628

  26. erwin
    Agustus 25, 2013 pukul 3:35 am

    assalamualaikum, saya ingin bertanya. ada pendapat yang mengatakan bahwa jika sholat berjama’ah, kita harus membaca al fatihah (dalam hati) dalam setiap rokaat setelah imam selesai membacanya. sedangkan yang lain berpendapat bahwa kita hanya wajib mendengarkan bacaan imam. yang mana yang sesuai syariat? mohon diberi penjelasan. terima kasih banyak. wassalamualaikum.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Dalam shalat berjamaah , bacaan imam sudah termasuk bacaan makmum, jika imam sedang membaca Alquran, maka makmum wajib diam dan mendengarkan bacaan imam, demikian pula ketika imam sudah membaca alfatihah dan sedang membaca surat lain, maka kita wajib mendengarkan,.
    Kecuali jika pada shalat yg tdk dikeraskan bacaannya, baru kita membaca sendiri dengan suara yang lirih, cukup kita sendiri yang mendengar, tidak terdengar atau mengganggu makmum disebelahnya,

    Di antara dalilnya adalah firman Allah Ta’ala,

    وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآَنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

    “Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al A’rof: 204)

    Abu Hurairah berkata,

    صَلَّى النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- بِأَصْحَابِهِ صَلاَةً نَظُنُّ أَنَّهَا الصُّبْحُ فَقَالَ « هَلْ قَرَأَ مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ ». قَالَ رَجُلٌ أَنَا. قَالَ « إِنِّى أَقُولُ مَا لِى أُنَازَعُ الْقُرْآنَ ».

    “Aku mendengar Abu Hurairah berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam shalat bersama para sahabatnya yang kami mengira bahwa itu adalah shalat subuh. Beliau bersabda: “Apakah salah seorang dari kalian ada yang membaca surat (di belakangku)?” Seorang laki-laki menjawab, “Saya. ” Beliau lalu bersabda: “Kenapa aku ditandingi dalam membaca Al Qur`an?”[3]

    Dalil lainnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

    من كان له إمام فقراءة الإمام له قراءة

    “Barangsiapa yang shalat di belakang imam, bacaan imam menjadi bacaan untuknya.”[4] Hadits ini dikritisi oleh para ulama.

    Hadits lainnya lagi adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

    إِنَّمَا الإِمَامُ – أَوْ إِنَّمَا جُعِلَ الإِمَامُ – لِيُؤْتَمَّ بِهِ ، فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا ، وَإِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوا ، وَإِذَا رَفَعَ فَارْفَعُوا ، وَإِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ . فَقُولُوا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ . وَإِذَا سَجَدَ فَاسْجُدُوا

    “Sesungguhnya imam itu diangkat untuk diikuti. Jika imam bertakbir, maka bertakbirlah. Jika imam ruku’, maka ruku’lah. Jika imam bangkit dari ruku’, maka bangkitlah. Jika imam mengucapkan ‘sami’allahu liman hamidah’, ucapkanlah ‘robbana wa lakal hamd’. Jika imam sujud, sujudlah.”[5] Dalam riwayat Muslim pada hadits Abu Musa terdapat tambahan,

    وَإِذَا قَرَأَ فَأَنْصِتُوا

    “Jika imam membaca (Al Fatihah), maka diamlah.”

  27. aditya
    Juli 30, 2013 pukul 2:32 pm

    Assalamualaikum
    Permisi mau tanya mengenai berdzikir setelah sholat fardhu, kalo berdzikirnya setelah membaca istighfar 3x terus langsung membaca tasbih,tahmid,takbir 33x terus selesai, itu gimana apakah boleh ?? mohon jawabannya ya terima kasih..

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Kalau prtanyaannya apakah boleh, maka jawabannya boleh2 saja,.
    namun jika pengin yang lebih utama, bisa ditambahkan dengan dzikir sesudahnya, yaitu

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir

  28. Hadi Asmayadi
    Juli 21, 2013 pukul 4:29 pm

    Assalamu’alaikum… Mau tanya “Apakah boleh berzikir bersama-sama dgn suara keras setelah sholat fardhu? krn yang saya dengar banyak di setiap Masjid.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Terimakasih mas Hadi,.
    Selalu Berdzikir berjamaah setelah shalat wajib, itu tidak pernah diajarkan oleh rasulullah, ini adalah perbuatan bidah,
    Jika kita shalat di masjid seperti itu, kita tidak usah ikut bidah tersebut, kita berdzikir sendiri saja, seperti dzikir2 yg diajarkan oleh rasulullah, seperti di postingan ini,
    Jika anda mampu menasehati dengan cara yang baik, maka lakukan, tapi jika nanti timbul hal2 jelek, maka tidak usah, cukup anda amalkan sendiri saja, sambil lambat laun sesuai kondisi, anda bisa menyampaikan bgmna tatacara dzikir yg diajarkan rasulullah

    Saya sdh memposting tulisan tentang DZIKIR BERJAMAAH SETELAH SHALAT, apakah sesuai petunjuk rasulullah, baca disini ulasannya

  29. Iman
    Juli 10, 2013 pukul 11:42 pm

    Assalamualaikum warohmatullohiwabarokatuh

    Maaf sy mau tanya, apakah bacaan ayat kursi dan surat Al – Mu’awwidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas) dibaca setiap sholat fardhu ? Karna sy pernah baca artikel dimana ada dua waktu pengecualian utk membacanya yaitu sholat shubuh dan maghrib, mohon penjelasannya. Terimakasih Wassalamu’alaikhum warohmatullohiwabarokatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Iya, betul sekali, dibaca setiap selesai shalat fardhu, bedanya kalau dishalat maghrib dan shubuh surat almu’awwidzat dibaca 3x

  30. ria
    Juni 12, 2013 pukul 5:02 pm

    Assalamu alaikum……
    saya mau bertanya ni Saudara Muslim….
    ni diluar dari pada tema….
    ni masalah onanani atau mastur basi,bagaimana pandangan agama tentang hal itu…

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Silahkan baca disini

  31. kaka
    Mei 16, 2013 pukul 1:47 am

    Assalamualaikum warahmatullohi wabarokatuh…

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    mohon maaf saya ada beberapa pertanyaan:
    Sebetulnya apakah boleh dzikir itu dilantunkan dengan nada/seperti di nyanyikan, gimana hukumnya?? malah saya pernah melihat orang yang berdzikir saking asiknya menggeleng2ngkan kepala seperti orang sedang ajep ajep.

    Kemudian sring menjumpai juga setelah sholat imam membaca dzikir, membaca tahlil dll dengan bacaan yang super ngebut,cepat sekali.
    yang ada di pikiran saya, sepertinya itu kok ga sopan ya ?
    itu bagaimana menurut islam?

    Terimakasih sudah komentar disini
    Dzikir adalah ibadah yg agung, kita sedang bermunajat kepada Allah, harusnya dilakukan dengan lirih, dengan tenang, bukan dengan suara keras atau dengan gerakan-gerakan kepala, itu semua tdk diajarkan didalam islam, itu semua merupakan cara2 ibadah kaum sufi, apa itu sufi, silahkan lihat disini penjelasannya
    Sufi dan ilmu laduni, silahkan baca disini

    ini salah satu contoh videonya, dzikir ala sufi yg tidak dicontohkan oleh rasulullah

    • hendrawan
      Agustus 31, 2013 pukul 8:08 am

      kalau cara berdzikir seperti ini memang keliru, rasullah tidak pernah mengajarkan kita dengan cara berdzikir seperti di video tersebut.

  32. memet
    April 20, 2013 pukul 9:13 am

    setiap bacaan subhanaallah, alhamdulilah dan allahhu akbaar,misalkan kita baca subhanaallah sebelum kita sambuna ke alhamdullilah, apa bacaan penghubung dari subhanaallah ke alhamdulilla dan ke allahhuakbar???

    Tinggal baca Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu akbar,

  33. nurjanah
    April 4, 2013 pukul 10:29 am

    terima kasih sekali atas balasannya ….Alhamdulillah saya sudah berencana untuk mengundurkan diri dan tinngal minta ijin suami…..mohon doanya semoga diberi kemudahan…Amin

    Alhamdulillah, mudah2an Allah mudahkan, apalagi anda punya suami,. dalam islam, suamilah yg bertanggungjawab untuk menafkahi anak dan istri,

  34. fina
    April 1, 2013 pukul 9:36 am

    kenapa jobaan terus bergulir dari kemiskinan ,kebodohan dan kejelekan allah turunkan padaku apa yang harus saya lakukan?

    terimakasih mba,
    yg harus mba lakukan itu bersabar, dan perbanyak istighfar,.
    Allah tidak akan menguji hambanya diluar batas kemampuannya,
    Dan allah tidak pernah mendzalimi hambanya, tidak ada kejelekan yg allah berikan kepada hambanya,.
    Instrospeksi diri,
    Ingat, apapun cobaan yg kita alami, musibah yg kita alami, itu menghapuskan dosa2 kita,. selama kita sabar menerimanya, dan tdk berprasangka buruk kepada Allah,
    Pelajarilah ilmu agama islam yg benar, agar kita bisa bersikap yg benar, dan beramal dengan cara benar pula,.
    Mudah2an Allah memberikan jalan yg terbaik utk anda dan kaum muslimin semua,.

  35. tri andika
    Maret 18, 2013 pukul 11:11 am

    mnta nmr hp ny mas,,spy bs konsultasi lwt hp jg,,skalian nanya majelis taklim d daerah cibitung,bekasi ada d mn yah,,mhon bls sms saya k nmr 08778137****

    trimakasih mba, untuk cibitung coba lihat tempat kajian yg cukup banyak di bekasi, mungkin ada yg dekat cibitung, silahkan lihat disini

    untuk bertanya bisa sms ke nmr saya,

  36. Agus Mauludin
    Maret 6, 2013 pukul 2:48 pm

    ane mau tannya min, salah satu hadits menyatakan bahwa dzikir yang paling baik adalah tahlil, tapi dalam artikel ini kenapa tahlil tidak dibaca?

    terima kasih :)

    Terimakasih mas agus,. betul kata anda, dan anda mungkin tidak teliti membacanya,.. ini lho ada bacaan tahlil tersebut, jangan cepat2 bacanya,

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

    Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir. Allahumma laa maani’a lima a’thaita wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfau dzal jaddi minkal jaddu.

  37. herry
    Maret 3, 2013 pukul 4:06 pm

    Sangat bermanfaat, mohon ijin untuk copy

    silahkan, jazakallahu khairan

  38. akmal
    Februari 28, 2013 pukul 5:15 pm

    assalamu ‘alaikum wrb

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    izin copy

    silahkan,.

  39. karsono
    Februari 27, 2013 pukul 2:07 am

    kalau bacaan aliran syahadatain (abah umar, yg mengaku keturunan nabi)boleh diikuti tidak dan apakah bidah?

    terimakasih mas karsono,.
    Itu kelompok yg menyesatkan,.
    Tidak ada istimewanya mengaku sebagai keturunan nabi, jika ajarannya menyelisih petunjuk nabi itu sendiri,. sebagaimana banyak sekali habib-habib yang mengaku keturunan nabi, tapi dakwahnya menyelisihi ajaran rasulullah,. ini musibah,.

    ciri-ciri pengikut kebenaran, silahkan baca disini

  40. THE DOCTOR
    Februari 24, 2013 pukul 11:35 pm

    Apakah ada pengaruh buruk pd si mayit apabila keluarga tetap membuat tahlilan 3 hr, 7 hr dsb

    Apabila si mayit waktu hidupnya tidak mengingatkan keluarganya supaya tidak melakukan ritual tersebut, maka
    Si mayit akan diadzab akibat ratapan keluarganya, karena berkumpul-kumpul di rumah si mayit itu termasuk meratap

    Imam syafi’i berkata, berkumpul-kumpul dirumah si mayat itu adalah meratap, dan lucunya yg sering melakukan ritual seperti itu kok kebanyakan orang yang mengaku pengikutnya imam syafii,.. lucu ya?

  41. Fariz
    Februari 22, 2013 pukul 12:14 am

    Assalamu’alaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    ana mau tanya, berarti kita berdoa setelah sholat fardu itu tidak boleh ?

    Dan td ana sempet baca di komentar” ini, ustadz bilang, berdoanya pada saat rukuk atau sujud, bukankah kalau kita menambahkan bacaan dalam sholat itu bisa batal sholatnya ?

    Rasulullah tidak pernah berdoa setelah selesai shalat fardhu, tapi beliau berdzikir saja

    Kita diperbolehkan membaca doa diwaktu sujud, tentu membacanya setelah kita membaca doa sujud , dan bisa juga membaca doa ketika sebelum salam setelah membaca doa tasyahud,. ini ada contohnya dari rasulullah,. bukan menambah hal2 baru,. silahkan baca disini penjelasannya

    Terima kasih
    Wassalamu’alaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

  42. moh. hadi - dukuhseti
    Februari 11, 2013 pukul 8:18 am

    bagaimana dengan zikir bersama antara imam dan ma’mum setelah sholat wajib, boleh nggak? dan bolehkah zikir dengan keras? bagaimana dengan Hadits dari Amar bin Dinar, dia berkata: “Aku dikabari oleh Abu Ma’bad bekas budak Ibnu Abbas yang paling jujur dari tuannya yakni Ibnu Abbas dimana beliau berkata:
    اَنَّ رَفْعَ الصَّوْتِ بِالذِّكْرِ حِيْنَ يَنْصَرِفُ النَّاسُ مِنَ المَكْتُوْبَةِ كَانَ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ
    ‘Sesungguhnya berdzikir dengan mengeraskan suara ketika orang selesai melakukan shalat fardhu pernah terjadi dimasa Rasulallah saw.’ “. (HR. Bukhori dan Muslim)
    Dalam riwayat yang lain diterangkan bahwa Ibnu Abbas berkata: “Aku mengetahui selesainya shalat Rasulallah saw. dengan adanya ucapan takbir beliau (yakni ketika berdzikir)”. (HR.Bukhori Muslim), jazakallaahu khoiron.

    Jazakallahu khairan mas mohhadi di dukuh seti,
    silahkan baca penjelasannya di postingan ini, insya allah sangat jelas

  43. nurjanah
    Februari 5, 2013 pukul 10:48 am

    saya sedang mendalami ajaran dalam islam dan berusaha untuk memulai memakai jilbab sesuai dengan petunjuk yang ada dalam Alguran….tetapi hanya setelah pulang dari kerja,,,kalau dikantor masih memakai jilbab gaul,,,,saya bekerja diperbankan haramkah rejeki yang saya dapat???????

    Terimakasih mba nurjanah,. alhamdulillah mba sudah berusaha memakai jilbab yang syari, tebal, tidak tipis dan membentuk lekuk-lekuk tubuh, tidak menggunakan wewangian,juga lebar,
    Bank merupakan tempat yang penuh dengan riba, dan riba haram dalam islam, apalagi jika itu adalah bukan bank syariah, sebab faktanya di bank syariahpun praktek riba masih ada, silahkan bisa dibaca disini

    Tentang bekerja di bank, silahkan mba baca disini

    Perlu mba ketahui juga dosa riba itu begitu besar, bahkan dosa riba itu lebih besar dari berzina,jadi pikirkanlah lagi jika mba masih bekerja disitu,cobalah untuk mencari pekerjaan lain yang halal,. silahkan dibaca disini ulasannya

    silahkan baca juga kisah seorang pegawai bank syariah yang memilih keluar dari bank tersebut karena banyak penyimpangan syariah disana, apalagi yang bukan bank syariah , seperti bank konvensional , baca disini kisahnya

    Mudah-mudahan bermanfaat, dan membukakan hati nurani mba utk segera mencari pekerjaan yang halal,

  44. SABRI
    Februari 2, 2013 pukul 10:24 pm

    Ya ALLAH tunjukan kami ke jalan yang lurus….
    aku orang yg baru belajar islam dengan ke imanan yg minim karena buta akan islam….
    karena kebodohanku terlambat mempelajarinya…
    Kemana aku harus melangkah ketika ada perbedaan perbedaan yang membuatku malah limbung..

    Terimakasih mas Sabri,. hal yang sama dengan saya ketika baru mengenal pemahaman islam yg benar, yaitu dengan pemahaman para sahabat yg dibina langsung oleh rasulullah,.. ternyata banyak amalan saya yg berseberangan dengan amalan para sahabat,. contoh yg mudah tentang tatacara wudhu dan shalat,.
    Alhamdulillah setelah belajar dan belajar, baru mengetahui,..
    mana yg betul2 diajarkan oleh rasulullah, dan mana yg cuma ikut2an saja, tidak ada dasarnya dari rasulullah, sebagaimana yang kita dapati di kebanyakan masyarakat, juga dibuku2 pelajaran agama kita,.

    agar tidak bingung, anda bisa mulai belajar mas, hadiri kajian-kajian atau majlis taklim yg membahas ttg ilmu, tentu dengan pemahaman para sahabat, bukan pemahaman ustadznya, ajengan,habib, atau kelompok/ormas tertentu,.. tidak ada taklid buta dalam islam, bahkan taklid buta adalah tercela,
    biar ngga bingung, bisa anda datangi majlis taklim yg dekat dgn daerah anda, mungkin saya bisa bantu memberitahu alamatnya, jika anda sebutkan kota dimana anda tinggal,..
    Mudah2an allah mudahkan jalan anda tuk mencari kebenaran

  45. YULIYANTO
    Januari 29, 2013 pukul 1:39 am

    Assalamualaikum warahmatullohi wabarokatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    saya mau tanya, saya pernah baca buku wirid setelah sholat, untuk membaca surat a
    Al Ikhlas 3 x, al Falaq 3x, Annas 3x dan ayat kursi 1x itu dibaca setelah membaca doa allohumma anta salam….setelah itu baru baca tasbih, tahmid dan takbir masing2 33x…dan itu yang saya amalkan .. apakah saya berdosa karena amalan saya?

    Terimakasih Mas yulianto, wah orang deket bumiayu nih,.
    Insya Allah tulisan diatas sudah jelas sekali, tinggal anda ikutin saja tatacara yang ada dalilnya, yaitu setelah salam baca istighfar 3x dst,
    setelah itu baru surat alikhlas,alfalaq,annas,dan ayat kursi,

    terus terang saya belum pernah bertanya langsung kepada ustadz tapi hanya lewat buku…

    sebagai referensi lain, bisa dibaca juga link ini

    terimakasih atas jawabanya.

    sama-sama mas,

    Hamba Alloh di Paguyangan….

    wong paguyangan ya, oh iya, yen nang umah ana parabola, bisa sisetel mas siaran rodja tv, alhamdulillah nang bumiayu wis akeh sing nonton, insya Allah akeh pelajaran sing bisa diserap sing siaran kuwe,.. trus bisa nggo nambah wawasan pemahaman agama kita,.. insya allah sangat bermanfaat,.

    Wassalamualaikum warahmatullohi wabarokatuh…

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  46. Bhoedi
    Januari 17, 2013 pukul 6:45 am

    Assalamu’alaikum warahmatullahiwabarakatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Pak, mo tanya
    Bolehkah kita wirid kembali setelah doa penutup shalat? Begini, stelah selesai shalat fardhu, dzikir/wirid, lalu doa penutup shalat, lalu setelah melaksanakan ba’diyah, biasanya saya wiridan kembali baca fatihah, ayat kursi, istigfar 33x, tasbih 33x, tahmid 33x, tahlil 33x, takbir 33x, dzikir hauqalah 33x, subhanallahwalhamdulilahwalailahailallahwallahuakbar 33x, subhanallah wabihamdih subhanallahil ‘adzim 33x, shalawat 33x, kirim alfatihah untuk alm. ibu, doa robigfirli waliwalidayya, baca ummul istigfar allahumma anta rabbi.., doa dan ditutup shalawat
    apa dibolehkan?

    Kang Bhoedi, sebaik-baik amalan adalah apa-apa yg dicontohkan oleh rasulullah, dan ini yang lebih utama dan selamat untuk diikuti, bukan mengikuti cara-cara yang tidak jelas contohnya dari rasulullah,
    Cara dzikir setelah shalat fardhu itu adalah khusus, dan sudah ditentukan bacaan dan bilangannya, dan itu tidak bisa diterapkan atau dibaca untuk shalat2 sunnah, karena rasulullah tidak mencontohkannya,
    Jadi lebih selamatnya kita mencukupkan dengan apa2 yg diajarkan oleh rasulullah

    Ustadz, jika seseorang pernah dapat uang haram/riba dan dimakan jadi daging ditubuh, apakah masih bisa untuk bertobat? Sedangkan saya baca bahwa harta haram penyebab doa tidak diterima. Mohon penjelasannya

    Kita wajib bertaubat dari uang haram/riba yang telah kita makan, taubat dengan taubat yang sebenar-benarnya (taubat nasuha) kemudian perbanyak istighfar dan amal shalih, karena kebaikan akan menghapuskan keburukan,

    wassalamu’alaikum warrohmatulloh wabarokatuh

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  47. wawan
    Januari 15, 2013 pukul 10:55 pm

    assalamua’alaikum wr wb

    Wa’alaikumussalam warahmatullahiwabarakatuh

    pak mau tanya ni….
    bukankah menyentuh kemaluan membatalkan wudlu!
    lantas saat mandi wajib otomatis kita menyentuhnya
    jadi bisakah kita sholat tanpa wudlu setelah mandi wajib?

    Terimakasih mas wawan,
    Menyentuh kemaluan tanpa diiringi syahwat tidak membatalkan wudhu, jadi jika kita ketika mandi otomatis menyentuhnya itu tidak membatalkan wudhu, jadi ketika selesai mandi tidak usah berwudhu lagi
    Menyentuh kemaluan tanpa diiringi syahwat bukanlah pembatal wudhu

    wassalam…………

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

  48. Aldo
    Januari 12, 2013 pukul 4:09 am

    terima kasih infonya ya :)

  49. sholeh maulana
    Januari 3, 2013 pukul 12:49 pm

    Assalammu’alaikum….

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    saya ♏äƱ nanya pak misalkan mandi wajib tidak didahului dengan wudlu gimana pak??apakan mandi wajib sah atau gimana pak??pi hbis slesei mandi wajib saya berwudu trus solat..gimana itu pak??mohon bantuannya…makasih..

    Ya sah-sah saja pak, cuma tidak mendapat pahala mengikuti contoh mandi yg diajarakan oleh rasulullah, jadi seperti mandi biasa saja, kan sayang tuh pak,.. jadi, jika kita ingin mandi kita berpahala, contohlah cara mandi rasulullah, dan niatkan untuk beribadah dalam rangka mengikuti sunnah-sunnah yg diajarkan oleh rasulullah, apalagi caranya juga sangat mudah, bahkan waktu mengerjakannyapun tidak selama mandi pada umumnya, dan bisa dilakukan dengan simpel dan cepat,

    wa’alaikum sallam wr.wb

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  50. Ridho
    Desember 28, 2012 pukul 3:37 pm

    assalamualaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullahiwabarakatuh

    saya mau nanya,, gimana kalau kita baca subhanallah, alhamdulillah, dan allahuakbar nya dalam sekaligus sebanyak 33 kali misalnyanya dengan lafaz : subhanallah walhamdulillah wallahuakbar 33 x, gak dipisah seperti biasa (subhanallah 33x, alhamdulillah 33x allahu akbar 33x..
    soalnya saya pernah bertemu dengan orang yang mengamalkan ini dan dia berijtihad agar lebih mudah

    Terimakasih mas ridho atas komentarnya
    Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk rasulullah,
    Tidak ada ijtihad dalam hal perbuatan yang sudah sangat jelas contohnya dari rasulullah, seperti tatacara dzikir setelah shalat fardhu, rasulullah sudah mencontohkannya dengan begitu jelas,.

    tambahan dan ralat,.
    setelah saya membaca tatacara dzikir di hisnul muslim, dzikir dengan cara membaca sekaligus seperti diatas, itu dibolehkan juga,. tidak menyelisihi sunnah rasulullah,

  51. alkarthil
    Desember 20, 2012 pukul 9:30 am

    maaf ya pak. tanpa mengurangi rasa hormat………..sblum sholat diwajibkan berwudlu, kalo abis mandi wajib langsung sholat berarti ga’ wudlu dong..!!!!! mhon dalil dan terjemahnya, mksi…..

    Terimakasih mas alkarthil atas komentarnya
    Jika kita mandi wajib dengan mandi wajib yg diajarkan oleh rasulullah, maka kita tdk perlu berwudhu lagi,sebab mandi wajib yg diajarkan rasulullah, kita berwudhu dulu pas mandinya, jadi sudah tercukupi oleh mandi, ga usah wudhu lagi, kecuali jika pas selesai mandinya kita buang air atau hal2 lain yg membatalkan wudhu, silahkan baca tatacara mandi wajib disini

  52. Junaidi
    Desember 18, 2012 pukul 5:32 pm

    Assalamu alaikum,

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    ustad di daerah saya stiap sholat berjama’ah ,saya perhatikan habis, ruku berdiri trus tanganny bersedekaf lagi ..itu gmana hukum nya apa dibolehkan ?

    Ada ikhtilaf/perbedaan pendapat dikalangan para ulama, disini kita boleh toleransi, silahkan menggunakan yang menurut keilmuan kita itu benar, tapi tidak mengolok2 yg berlainan dgn kita,.. saya pribadipun memilih bersedekap setelah ruku, tapi saya juga tidak mencela orang yang tidak bersedekap setelah ruku, karena ini adalah hasil ijtihad para ulama,

  53. Nelwitis Shaltin
    Desember 10, 2012 pukul 6:12 am

    Assalamualaikumwarahmatullah

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Pak, kalau Rasulullah hanya berzikir pada waktu sholat fardhu, tidak pernah berdoa. Kenapa sesudah Shalat fardhu merupakan salah satu waktu yg paling Mustajabah untuk berdoa. Ini membingungkan bagi saya yg baru belajar mendalami Islam. Karena itu saya butuh jawaban dari ustadz. Terimakasih sebelumnya.

    Diantara waktu terkabulnya doa ketika shalat adalah bukan setelah shalat fardhu, tapi ketika sujud dalam shalat,dan ketika sebelum salam pada saat shalat wajib, jadi bukan setelah salam ketika shalat wajib, sebab setelah salam itu dianjurkan berdzikir, dengan dzikir yang diajarkan oleh rasulullah, bukan dzikir yg dibuat2 oleh manusia,
    Silahkan baca disini, waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa

    Jazakumullah khoiron

    waiyyaaka

  54. kultsum
    November 21, 2012 pukul 11:18 am

    Assalamu’alaikum.

    wa’alaikumussalam warahmatullah

    izin share ya…makasih

    Silahkan

  55. Faizal
    November 15, 2012 pukul 3:33 pm

    Kang admin kalo ana bdoa selesai sholat 5waktu hukuknya gmna,kalaupun rasullullah tdk melakukan itu tp ana melakukan itu mumpung keadaan msh suci habis sholat??

    Sebaik-baik contoh adalah apa yg dilakukan oleh rasulullah,
    setiap selesai shalat fardhu yg 5 waktu beliau hanya berdzikir,
    Kalau mau berdoa ketika shalat, bisa dilakukan pada saat ruku,sujud, tentunya setelah membaca doa ruku dan sujud, atau berdoa sebelum salam, sebagaimana diajarkan oleh rasulullah,

    Bisa juga anda berdoa diantara adzan dan iqamah, jadi sambil menunggu shalat ditegakkan, anda bisa berdoa,
    Jadi banyak sekali saat-saat untuk berdoa ketika kita mau shalat,atau sedang shalat,

    Berbeda jika sehabis shalat sunnah, misalkan shalat tahajjud, kita tdk boleh membaca dzikir2 setelah shalat 5 waktu, dan kita boleh untuk berdoa setelah shalat sunnah tsb, wallahu a’lam

    • faizal
      November 16, 2012 pukul 6:25 pm

      kalo wudu sambil telanjang karena habis mandi hukumnya gimana??

      Sebenarnya kalau kita mandi dengan mandi yang diajarkan oleh rasulullah, yaitu mandi besar, maka tidak perlu wudhu lagi,
      Kalau wudhu sambil telanjang, asal telanjangnya dikamar mandi,bukan ditempat umum, ya ngga apa2,.
      Sama saja seperti ini, boleh ngga kita telanjang bulat di dalam rumah, apakah berdosa? … jika tdak ada siapa2, ya boleh,tdk berdosa

  56. Abuaqilah Abu
    November 8, 2012 pukul 2:39 am

    Assalamualikumwarahmatullah

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    ana mu tanya.? bolehkah susunan tsb berubah! ana biasa baca astagfirullah 3x.,allahuma antassalam…,allahuma laa mani”a….,lalu ayat kursi,alikhlas,al falaq, annas?

    Dzikir adalah ibadah yang mulia, dan dzikir ada dzikir yang khusus, dan ada dzikir yang umum,
    Kalau dzikir yang khusus, itu sdh ada tatacaranya,juga urutanya, dan itu berdasarkan dalil, dan tidak bisa dirubah2, alias sudah patent dari apa yg diajarkan oleh rasulullah, sebagaimana tatacara shalat, kita tdk boleh melakukan shalat tdk urut, misalkan kita shalat ashar ketika waktu shalat shubuh, atau shalat ashar ketika waktu shalat isya,.. kenapa? karena Rasulullah tidak mengajarkan demikian,

    Begitu pula dzikir sesudah shalat wajib, itu suatu yang patent, tdk boleh kita melakukannya seenak kita, sesuai selera kita,

    • Abuaqilah Abu
      November 9, 2012 pukul 11:42 am

      afwan…! maksud ana setelah selsai shalat yg pertama dibaca adalah astagfirullah 3x,lalu allahumma antassalam…inilah urutan ya ditunjukan dlm satu dalil,tp adakah dalil yg menunjukan urutan setelah bacaan tsb? jika kita membaca ayat kursi dahulu, atau muawdzatain atau tasbih dulu setelah urutan pertama , apakah menyelisihi sunnah?

      setelah Allahumma antassalaam waminkassalaam, tabaarakta ya dzal jalaalil wal ikraam, lalu baca subhaanallah 33x , Alhamdulillah 33, Allahuakbar 33x , lalu Asyhaduanlaa ilaaha illallah , wahdahulaa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syaiinqadiir, lalu baca alikhlas, alfalaq,annas, ayat kursi,dst ,

      • Anik Anti-Zion
        Desember 12, 2012 pukul 7:45 am

        lho di redaksional nya hbis baca allhumma anta salam,,, itu ada bacaan laa ilaa ha dahulu baru baca subhanallah dst,,
        yang bener yang mana??? ato admin yang jawab ma admin yang nulis redaksionalnya beda????
        maaf bingung,,,,

        Terimakasih mba, tidak ada yang salah , memang betul seperti itu,bisa dibaca dua2nya, atau langsung setelah istighfar baca
        اللَّهُمَ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
        trus membaca
        لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
        atau tidak usah membaca yang kedua, tapi langsung membaca tasbih,tahmid,takbir, dst..

        mudah-mudahan tidak bingung lagi, jazakillahu khairan

    • ari
      November 14, 2012 pukul 12:53 pm

      jawaban anda ini sangat menyesatkan,membandingkan hukum sunah kok dg wajib.dzikir tidak dilakukan aja ndak pa2,ini malah dipatenkan harus urut,berarti hukumnya jadi wajib.bener2 payah admin ini

      Terimakasih kang ari,
      Ingat, semua ajaran islam, baik yang sunnah atau yang wajib, itu ada tatacaranya, tidak boleh menentukan seenaknya sendiri, jangan mentang-mentang itu amalan sunnah, lalu dikerjakan seenaknya, tidak begitu,

      contoh, anda tahu kan shalat sunnah, bagaimana hukum membaca surat alfatihah jika dalam shalat sunnah? apakah karena shalat sunnah maka boleh tidak membaca surat alfatihah? bukan begitu, membaca surat alfatihah hukumnya wajib,

      Demikian juga dzikir setelah shalat fardhu, itu hukumnya sunnah, tetapi tatacara pelaksanaanya wajib mengikuti contoh rasulullah, baik ucapannya, jumlahnya, atau urutan membacanya, kita tidak boleh membuat tatacara sendiri,

      Jadi semua amalan yang sunnah, tatacara pelaksanaanya itu WAJIB mengikuti tatacara yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam

      Jadi jangan payah dong kalau mengamalkan amalan-amalan yang sunnah,.. begitu kang ari,.. mudah2an bisa dipahami,

      • abdul syukur
        Desember 5, 2012 pukul 4:40 pm

        to: ari. memang banyak orang memahami kata “SUNNAH”mengartikan: “boleh dikerjakan boleh tidak” ini adalah pemahaman yang keliru. sebab kata sunnah itu sendiri adalah apa yang Rasulullah katakan, kerjakan, perintah baik itu ucapan maupun dilakukan oleh Rasulullah salallahi alaihi wasalam. jadi sunnah itu adalah suatu keharusan untuk mengikutinya

        Betul sekali, jika arti sunnah adalah jika dikerjakan berpahala,lalu ditinggalkan tidak apa2, apakah artinya ahlus sunnah? apakah orang2 yang sering melakukan amalan-amalan sunnah? kalau demikian yang ngaku ahlus sunnah di negeri ini, sangat sedikit, jangankan amalan yang sunnah, amalan yang wajib saja banyak kaum muslimin yang meninggalkannya,

    • khoirul
      November 17, 2012 pukul 11:44 pm

      Begitu pula dzikir sesudah shalat wajib, itu suatu yang patent, tdk boleh kita melakukannya seenak kita, sesuai selera kita,
      brarti dzikir stlh sholat wajib hukumnya wajib ya?

      Terimakasih mas khoirul, mudah2n dgn penjelasan berikut ini mas khoirul bisa lebih paham,
      memang betul, membaca dzikir setelah shalat fardhu Hukumnya adalah sunnah, tapi mengikuti aturan dzikirnya sebagaimana yg rasulullah ajarkan, itu jadalah wajib, contoh rasulullah menentukan membaca istighfar 3 x, maka kita lakukan 3x , rasulullah membaca tasbih,alhamdulillah,allahuakbar masing2 33x,maka kita juga melakukan seprti itu, demikian juga urutannya,

      Ingat, perbuatan atau amalan sunnah sekalipun jika sudah ditentukan tatacaranya oleh rasulullah,maka tatacara pelaksanaanya wajib mengikuti tatacara yang dilakukan oleh rasulullah

      Contoh yang mudah adalah shalat sunnah, apakah karena shalat sunnah, maka tidak perlu takbir,baca surat,dan gerakan-gerakan lainnya sebagaimana shalat wajib? .. tentunya tidak bukan? tetap dilakukan tatacara shalat sebagaimana shalat wajib, akan tetapi tdk merubah hukum shalat sunnah tersebut,.. hukum shalatnya adalah sunnah, tapi mengikuti tatacara shalatnya adalah wajib

      contoh lain masih berhubungan dengan dzikir, jika kita shalat sunnah, maka setelah salam kita tidak boleh berdzikir dengan dzikir sesudah shalat fardhu,
      Contoh lain lagi, Dzikir setelah shalat fardhu hukumnya sunnah, lalu kita berdzikir dengan mengucapkan istighfar 33x, sedangkan yg diajarkan rasulullah istighfar 3x, ini berarti kita telah menyelisihi ajaran rasulullah, jadi bukan mentang-mentang itu ajaran sunnah,lalu kita kerjakan seenaknya sendiri tanpa tuntunan dari rasulullah,… berbeda masalahnya jika rasulullah sendiri tidak menentukan berapa jumlah bilangannya, seperti perintah untuk beristighfar secara umum,

      Jadi kesimpulannya, betul dzikir setelah shalat wajib itu hukumnya sunnah, akan tetapi mengikuti tatacara berdzikirnya,bacaannya, bilangannya, itu adalah wajib, jangan seenaknya sendiri,

      Jadi perlu dibedakan,maksud diatas bukan merubah amalan yang sunnah menjadi wajib hukumnya,

      Mudah2n mas khoirul bisa memahaminya, jazakallahu khairan

  57. murni Islam
    September 24, 2012 pukul 2:36 pm

    Admin ketika saya selesai shalat fardhu atau sunnah saya terbiasa membaca al fatihah,astaghfirullah hal adzim 3x,tasbih,tahmid,takdir 33x lalu menggenapkan membaca “لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِي, lalu membaca laaillahaillah 33 x,lalu membaca shalawat dan membaca doa untuk orang tua,lalu membaca Al-Mu’awwidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas)…lalu berdoa sesuai dengan hajat saya..bagaimana menurut Admin..terimakasih atas jawaban admin

    Terimakasih atas komentarnya,
    Yang diajarkan rasulullah ketika selesai shalat fardu yang 5 waktu adalah berdzikir, adapun dzikirnya adalah:
    mengucapkan istighfar yaitu kalimat “Astaghfirullah” 3x tanpa tambahan, hal adziim,
    lalu membaca Allaahumma antassalaam, wa minkassalaam, tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam,
    Lalu membaca subhaanallah 33x , Alhamdulillah 33x Allahu akbar 33x lalu digenapkan dgn bacaan
    لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرِ
    utk shalat shubuh dan maghrib ada tambahan sebelum wa huwa ‘ala kulli syaiin qadiir dgn lafadz yuhyii wa yumiit
    bisa ditambahkan membaca surat al ikhlas,alfalaq,dan annass 1x , kecuali shalat maghrib dan shubuh 3x

    Bisa ditambahkan membaca ayat kursi jg

    Rasulullah tidak pernah berdoa setelah shalat fardhu, yang beliau lakukan adalah berdzikir saja, wallahu a’lam

    • Rudi setiawan
      Desember 25, 2012 pukul 12:10 am

      Assalamualaikum w.b.r…

      Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

      Bacaan tahiyat akhir mana yg benar dbwh ini :
      - “…..laa syarikalahu wabizalika umirtu wa ana minal muslimin ”
      - “…..laa syarikalahu wabizalika umirtu wa ana awwalul muslimin ”

      Kedua2nya bukan bacaan tahiyat akhir, silahkan baca disini utk tatacara shalat dan bacaan2nya,

    • fitriansyah
      Januari 30, 2013 pukul 7:14 am

      Dzikir artinya mengingat Allah, berdoa berarti kita mengingat Allah, jadi tidak ada salahnya kita berdoa baik setelah shalat fardhu atau sunnah,

      terimakasih mas atau mba yah,
      saya mau tanya, dzikir itu ibadah atau bukan?
      Jika dzikir itu ibadah, siapa sih yang berhak membuat tatacaranya? tentu Allah sebagai pembuat syariat ini, dan disampaikan oleh rasulullah,
      Jika dzikir itu adalah syariat allah, maka rasulullah sudah menyampaikannya, baik caranya,bacaannya,atau waktunya,
      Ikutilah tatacara dzikir yang diajarkan oleh rasulullah, bukan dengan cara-cara sendiri, atau membuat bacaan2 sendiri,.

      amalan dzikir itu bukan baik menurut kita atau manusia,.. sebab baik menurut manusia belum tentu baik menurut Allah dan rasulnya,
      Dan rasulullah sendiri sudah mengajarkan semua tentang islam ini, tidak ada yang terlewat, dan islam sudah sempurna, tidak perlu ditambah atau dikurangi,

  1. No trackbacks yet.

Silahkan tulis komentar anda,.. surel diisi dgn email, nama diisi dengan nama anda ,

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.399 pengikut lainnya.