Beranda > Belajar Nasehat > Benarkah Bumi Mengelilingi Matahari? Jawaban Ilmiyah Dari Alquran dan Hadits, plus video simulasi

Benarkah Bumi Mengelilingi Matahari? Jawaban Ilmiyah Dari Alquran dan Hadits, plus video simulasi


Benarkah Bumi Mengitari Matahari

Picture

MATAHARI MENGELILINGI BUMI

SEBUAH KEPASTIAN AL-QUR’AN DAN AS-SUNNAH SERTA KESEPAKATAN PARA ULAMA

1. BUMI DIAM TIDAK BERGERAK

Banyak sekali dalil yang menunjukan bahwa bumi itu diam dan tidak bergerak, baik dari al-Qur’an maupun as-Sunnah.

Allah subhanahu wata’ala berfirman:
“Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan bergerak, dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorang pun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.”[QS. Fathir:41]

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berhentinya langit dan bumi dengan iradah-Nya. Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu (juga) kamu keluar (dari kubur).”[QS. Ar Ruum:25]

“Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap dan langit sebagai atap…”[QS. Al Mu’min:64]

“Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengokohkan) nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui.”[QS. An Naml:61]

Ayat ini menunjukkan bumi tidak bergerak, karena seandainya bumi ini bergerak mengelilingi matahari, berarti ada pergeseran, maka bertentangan dengan ayat ini.

Berkata Ibnu Katsir rahimahullah : maksudnya adalah diam, tenang, tetap tidak bergerak serta tidak membuat goncangan penghuninya, karena tidak mungkin bisa dibuat hidup dengan baik…”

Berkata Imam Baghawi rahimahullah: tidak bergerak bersama penghuni

Berkata Imam Qurthubi rahimahullah: gunung-gunung bisa menahan dan mencegah bumi dari bergerak.”Allah subhanahu wata’ala berfirman:

“Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak guncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk,”[QS. An-Nahl:15]

“Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka, dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.”[QS. Al-Anbiya’:31]

“Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu…”[QS. Luqman:10]

Imam Ibnu Qoyim al-Jauziyah rahimahullah berkata:”Maksudnya Allah menancapkan di bumi gunung-gunung yang tangguh agar bumi itu tidak bergerak.”

“Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya…”[QS. Fushshilat:10]

“Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh…”[QS. Qof:7]

“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?,”[QS. An-Naba’:6-7]

Berkata Ibnu Katsir rahimahullah:”bumi itu ditundukan untuk makhluk-makhluk dalam keadaan tenang, tetap dan tidak bergerak.
“Yang menjadikan bumi untuk kamu sebagai tempat menetap…”[QS. Az-Zukhruf:10]

“…Dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada Manusia.[QS. Al-Hajj:65]

Dari SUNNAH

Berdasarkan dalil:
Dari Sofyan bin ‘Assal al-Murodi Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Sesungguhnya Allah menjadikan sebuah pintu taubat di sebelah barat…pintu itu akan ditutup sehingga matahari akan terbit dari arahnya”[HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, Thabrani]

Seandainya bumi berputar maka berarti arah pintu itu akan berubah-ubah. Dan ini jelas bertentangan dengan nash hadits.

2. MATAHARI MENGELILINGI BUMI

Allah subhanahu wata’ala berfirman:
“…Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur…”[QS. Al Baqarah:258]

“Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata: “Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar”, maka tatkala matahari itu telah terbenam, dia berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.”[QS. Al An’am:78]

“Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri…”[QS. Al-Kahfi:17]

“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” [QS. Al-Anbiya’:33]

“…Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat…”[QS. Al A’raf:54]

“Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”[QS. Az-Zumar:5]

“Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya,”[QS. Asy-Syams:1-2]

Dari ayat-ayat ini sudah jelas menunjuk bahwa matahari lah yang bergerak mengelilingi bumi. Seandainya bumi yang berotasi, niscaya Allah ta’ala tidak mengatakan bahwa matahari yang terbit. Allah menjadikan gerakan terbit dan terbenam itu oleh matahari. Allah Ta’ala menjadikan bahwa yang terbit, condong, tenggelam dan menjauhi itu semuanya dilakukan oleh matahari, seandainya bukan matahari yang bergerak niscaya tidak akan disandarkan semua perbuatan tersebut kepada matahari.

Berkata Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah:” Di ayat Allah menjadikan malam mengikuti siang, sedangkan yang mencari dan mengikuti itu pasti menyusul di belakangnya, dan diketahui bersama bahwa malam dan siang itu mengikuti peredaran matahari.’DALIL AS-SUNNAH:
Rasulullah shallallaahu’ alaihi wasallam pun banyak mengisyaratkan bahwa mataharilah yang beredar mengelilingi bumi. Di antaranya:

“Dari Abu Dzar radiallahu ‘anhu ahwa pada suatu hari Rasulullah shallallaahu’ alaihi wasallam pernah bersabda:

”Tahukah kalian ke manakah matahari itu pergi?

Mereka berkata:

”Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.”

Beliau bersabda:

”Sesungguhnya matahari itu berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dia bersujud. Dia tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya:

”Bangunlah!Kembalilah seperti semula engkau datang.’Maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya, kemudian dia berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dia bersujud…”[HR. Bukhari, Muslim, ath-Thoyalisi, Ahmad, Abu Dawud,Tirmidzi, Nasa’i, dll]

Segi pengambilan hadits ini sangat jelas, bahwa Rasulullah shallallaahu’ alaihi wasallam menyandarkan pergi, terbit, beredar kepada matahari, bukan kepada bumi, sedangkan kita semua mengetahui bahwa Allah Pencipta langit dan bumi lebih mengetahui tentang makhluk-Nya, daripada makhluknya, siapapun dia.

Dar Abu Huraihah radiallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallaahu’ alaihi wasallam bersabda: ”Setiap persendian manusia itu harus disedekahi setiap hari setiap kali terbit matahari…”[HR. Bukhari, Muslim]

Dari hadits ini juga Rasulullah shallallaahu’ alaihi wasallam menyandarkan terbit pada matahari, seandainya munculnya matahari itu bukan karena gerakan matahari niscaya Rasulullah shallallaahu’ alaihi wasallam akan menyandarkan munculnya matahari itu dengan gerakan rotasi bumi.

KESEPAKATAN PARA ULAMA

1. Berkata Imam Abdul Qohir al-Baghdadi al-Isfiroyini rahimahullah:
“Ahlu sunnah sepakat atas tetap dan tenangnya bumi, dan bahwasanya bumi itu hanya bergerak kalau terjadi sesuatu misalnya gempa atau lainnya.”

2. Berkata Imam Ibnu Hazm rahimahullah:
“Terdapat sebuah dalil yang paten dan bisa langsung disaksikan dengan panca indera bahwa matahari mengelilingi bumi dari timur ke barat kemudian dari barat ke timur.”

3. Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah: Siapapun yang berada di bumi lalu melihat keadaan matahari saat terbit, saat berada di tengah-tengah, juga saat tenggelam. Di tiga waktu ini matahari berada pada kejauhan yang sama dan juga dalam satu bentuk, maka dia akan mengetahui bahwa matahari itu beredar dalam sebuah garis edar yang berbentuk bulat.”
Beliau juga berkata:”Siang dan malam itu terjadi dengan adanya matahari.”

4. Berkata Imam Ibnu Qoyim al-Jauziyah rahimahullah:”Kemudian perhatikan hikmah dari terbitnya matahari pada alam semesta, bagaimana Allah menentukannya, seandainya matahari itu hanya terbit di satu tempat di langit lalu berhenti dan tidak bergerak, maka sinarnya tidak akan sampai ke banyak arah, karena bayangan salah satu bagian bumi yang bulat akan menghalangi bagian lainnya, maka bagian yang tidak terbit matahari di situ akan menjadi malam selamanya, dan bagian yang matahari terbit akan siang selamanya, maka keduanya akan binasa.

Dari sinilah maka hikmah Allah menuntut agar matahari itu terbit saat pagi hari dari timur kemudian terbit bagi daerah yang sebelah barat dan begitu seterusnya matahari selalu bersinar dan akan menyinari setiap bagian bumi sehingga dia menuju ke arah barat, dan akan menyinari bagian yang tadinya masih gelap saat pagi hari, dengan ini maka terjadilah pergantian malam dan siang yang dengannya maka bisa teraturlah kemaslahatan hidup manusia.”

5. Berkata al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah: “Maksud dari keterangan (hadits Shahih Bukhari) ini adalah menjelaskan bahwa matahari beredar setiap hari dan setiap malam. Hal ini berbeda dengan apa yang diklaim oleh para astronom bahwa matahari itu menempel di garis orbit dan hal ini berkonsekuensi bahwa yang beredar adalah garis orbitnya, sedangkan zhohir hadits ini bahwa mataharilah yang beredar dan bergerak. Dan semisal dengan ini adalah firman Allah subhanahu wata’ala: “Semuanya beredar pada garis orbitnya.”

6. Berkata Imam Abdul Aziz bin Baz rahimahullah:”Telah tersebar pada zaman ini di kalangan para penulis dan pengajar bahwasanya bumi itu berputar sedangkan matahari itu tetap, dan pendapat ini diikuti oleh banyak orang, maka banyak sekali pertanyaan. Seputar masalah ini…

Maka saya katakan: Al-Quran dan as-Sunnah serta kesepakatan para ulama dan realita yang ada menunjukan bahwa matahari itu beredar di garis edarnya sebagaimana yang ditetapkan oleh Allah Ta’ala sedangkan bumi tetap tidak bergerak, yang mana Allah menyiapkan sebagai tempat tinggal dan Allah memantapkan dengan gunung-gunung agar tidak bergerak bersama mereka.”

7. Berkata Syaikh al-Utsaimin rahimahullah:”Adapun pendapat kami tentang peredaran matahari mengelilingi bumi yang dengannya akan terjadi perubahan siang dan malam, maka kami berpegang dengan zhohir dari nash al-Kitab dan as-Sunnah bahwasanya matahari yang bergerak mengelilingi bumi yang dengannya terjadi pergeseran waktu siang dengan malam. Sehingga ada dalil yang qoth’i yang bisa dijadikan hujjah untuk bisa memalingkan dhohir nash al-Kitab dan as-Sunnah, dan manakah dalil itu?

8. Syaikh Hamud at-Tuwaijiri rahimahullah menulis risalah ‘Petir Yang Menyambar Atas Pengikut Pendapat Tatasurya Model Baru’, yang berisi pembelaan terhadap Imam Abdul Aziz bin Baz rahimahullah sekaligus bantahan terhadap Syaikh Muhammad Mahmud ash-Showwaf yang menyatakan bumi mengelilingi matahari.

9. Syaikh Abdullah ad-Duwaisy rahimahullah:”Asal pendapat bumi mengelilingi matahari diambil dari Phytagoras seorang filsuf Yunani, dan ini adalah pendapat yang bathil yang sangat diketahui kebathilannya bagi orang yang hatinya diberi nur (cahaya) oleh Allah subhanahu wata’ala.

Inilah yang ditetapkan oleh para ulama, dan saya tidak mengetahui ada seorang imam dari kalangan salaf (sahabat, tabi’in dan tabi’ tabi’in) yang menyelisihinya.”

10. Syaikh Abdul Karim bin Shalih al-Humaid rahimahullah menulis kitab ‘Petunjuk Bagi Orang yang Bingung Tentang Masalah Peredaran Matahari dan Bumi’. Dengan berdasarkan dalil-dalil yang sangat kuat yang disampaikan secara gamblang.SUMBER: MATAHARI MENGELILINGI BUMI, SEBUAH KEPASTIAN AL-QURAN DAN AS-SUNNAH SERTA BANTAHAN TERHADAP TEORI BUMI MENGELILINGI MATAHARI (Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf)

Reposting : http://artikelq.weebly.com/benarkah-bumi-mengitari-matahari.html

Berikut video simulasinya

About these ads
  1. barifbrave
    April 2, 2014 pukul 6:40 am | #1

    afwan, ana belum baca artikel dan komentar isi secara penuh, tetapi sepintas ada satu sayat yang belum dijelaskan di sini. Bukahnkah dalam al quran juga disebutkan bahwa gunung2 bergerak menurut jalannya awan (afwan surat dan ayatnya ana lupa). Nah, bagaimana pendapat Anda tentang hal ini? Masihkan relevan kalau bumi itu diam?

    ya, betul, coba baca suratnya secara utuh, bukan dipenggal-penggal,. ini ayatnya :
    وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ ۚ صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ ۚ إِنَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَفْعَلُونَ﴿٨٨﴾
    (88)Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (an naml :88)
    Ayat diatas menjelaskan tentang kejadian di hari kiamat, perhatikan ayat sebelumnya yaitu ayat 87:

    وَيَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَفَزِعَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ۚ وَكُلٌّ أَتَوْهُ دَاخِرِينَ﴿٨٧﴾
    (87)Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri. (an naml :87)

    Jadi bukan kondisi sekarang, tapi nanti saat kiamat gunung-gunung akan diterbangkan, akan ditabrakan,.
    BAnyak yang berdalil dgn ayat ini untuk menunjukan bahwa bumi itu berputar, tapi tidak terlihat, sebagaimana gunung berjalan tapi faktanya tetap ditempatnya,. ini alasan yang super konyol,.

    Kalau menurut saya, planet bumi memang diam, mengapa?

    Karena Allah menyatakan dalam alquran bahwa bumi itu diam, silahkan baca artikel diatas dengan teliti, alangkah lebih baiknya anda beli bukunya,. disana begitu jelas,.

    karena tidak mungkin suatu benda berputar tanpa poros. Dalam hal ini matahari berputar mengelilingi bumi (bumi sebagai poros). Nah, beda planet bumi secara utuh dengan tanah yang ada di dalamnya. Kalau tanah, ana berpendapat kalau tanah itu bergerak. Buktinya adalah adanya gempa. Gempa tidak mungkin terjadi jika tanah tidak bergerak.

    anda tahu, berapa gerakan gempa bumi? segitu aja manusia sudah ketakutan hebat, apalagi katanya bumi bergerak dengan kecepatan 30 km per detik,. sungguh kecepatan yg super cepat,.namun tidak bisa dibuktikan,. semuanya sekedar teori, dan dalil dari allah, itulah kebenaran mutlak,

    Afwan inilah pendapat ana. jika ada kesalahan datangnya dari ana yg dhoif, jika benar itulah ilmu, hidayah dari allah swt.

    saya saranin, silahkan beli bukunya, dan saya tunggu komentarnya disini setelah baca buku tsb,

  2. Abdullah
    April 1, 2014 pukul 2:09 pm | #2

    Apa yang anda ungkapkan pada tulisan ini sebenarnya hanyalah salah satu jenis tafsiran dari para ulama, saya tidak bisa apakah tafsiran tersebut salah atau benar, karena yang beanar hanyalah Allah azzawajalla semata. Tidak ada keraguan pada Al-Qur’an Al karim, karena sesungguhnya ia adalah kalimat Allah Azzawajalla yang Maha Benar. Namun untuk tafsiran oleh para ulama, mesti harus ada pengecekan kembali kita tidak boleh secara sembarangan mengklaim bahwa ajaran si fulan atau si fulan adalah yang paling benar, karena si fulan hanyalah seorang manusia biasa.

    Yang ingin saya coba katakan adalah, kita tidak pernah mempermasalahkan apa yang disebutkan di dalam Al-Qur’an maupun Al-Hadits, akan tetapi kita mempermasalahkan penafsiran dari para ulama itu sendiri. Saya tidak mengatakan bahwa para ulama salah, akan tetapi saya juga tidak bisa bilang bahwa mereka selalu benar, balik lagi karena kebenaran hanyalah milik Allah Azzawajalla,

    [Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.]SURAT AL-BAQARAH (2) Ayat 147.

    Dalam masalah ilmu pengetahuan menegenai alam semesta ini memang, kita tidak boleh terlalu mempercayai para ilmuan dari kalangan orang kafir, akan tetapi kita juga tidak boleh mengingkari fakta yang ada. Saya tidak mengatakan bahwa apa yang dikatakan oleh para ilmuan adalah yang paling benar khususnya ilmuan dari kalangan orang kafir itu sendiri, akan tetapi permasalah mengenai permasalahn apakah Bumi mengelilingi/mengitari matahari atau sebaliknya, perkara seperti ini masih belum jelas dan ambigu.

    Kalau memang pada kenyataannya, dan terbukti secara ilmiah bahwa bumi adalah yang diam, dan matahari yang mengelilinginya, Alhamdulillah, berarti tidak ada yang salah pada tafsir para ulama.

    Akan tetapi jika pada kenyataanya dan terbukti secara ilmiah bahwa bumi yang mengelilingi matahari, maka sesunggunhya tidak ada masalah terhadap apa yang telah tertulis pada Al-Qur’an dan Al-Hadits karena penekanannya di sini pada kalimat: mengelilingi bumi. Kalau ayat yang menunjukkan bahwa matahari bergerak dan digerakkan oleh Allah SWT, memang banyak bertaburan di banyak tempat dalam Al-Quran. Akan tetapi secara zahir nash tidak ada satupun yang menyebutkan dengan kalimat “asyamsu taduru haulal ardhi”= matahari mengelilingi bumi.

    Yang ada hanya pernyataan bahwa matahari itu bergerak, beredar, terbit, terbenam, condong, pergi, datang dan sejenisnya.

    Menurut pengamatan, matahari, sebagai pusat tata surya galaksi kita, ternyata bergerak dengan kecepatan yang luar biasa yaitu 720.000 Km/jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang dinamakan Solar Apex. Ini berarti Matahari diperkirakan bergerak sejauh 17.280.000 Km/Hari.

    Tata Surya terletak di galaksi Bima Sakti, sebuah galaksi spiral yang berdiameter sekitar 100.000 tahun cahaya dan memiliki sekitar 200 milyar bintang. Matahari berlokasi di salah satu lengan spiral galaksi yang disebut Lengan Orion. Letak Matahari berjarak antara 25.000 dan 28.000 tahun cahaya dari pusat galaksi, dengan kecepatan orbit mengelilingi pusat galaksi sekitar 2.200 kilometer per detik.
    Setiap revolusinya berjangka 225-250 juta tahun. Waktu revolusi ini dikenal sebagai tahun galaksi Tata Surya. Apex Matahari, arah jalur Matahari di ruang semesta, dekat letaknya dengan rasi bintang Herkules terarah pada posisi akhir bintang Vega.

    Source:http://id.wikipedia.org/wiki/Tata_Surya

    Karena Matahari tidak berbentuk padat melainkan dalam bentuk plasma, menyebabkan rotasinya lebih cepat di khatulistiwa daripada di kutub. Rotasi pada wilayah khatulistiwanya adalah sekitar 25 hari dan 35 hari pada wilayah kutub. Setiap putaran dan mempunyai gravitasi 27,9 kali gravitasi Bumi. Terdapat julangan gas teramat panas yang dapat mencapai hingga beribu bahkan berjuta kilometer ke angkasa. Semburan matahari ‘sun flare’ ini dapat mengganggu gelombang komunikasi seperti radio, TV dan radar di Bumi dan mampu merusak satelit atau stasiun angkasa yang tidak terlindungi. Matahari juga menghasilkan gelombang radio, gelombang ultra-violet, sinar infra-merah, sinar-X, dan angin matahari yang merebak ke seluruh tata surya.

    Matahari mempunyai dua macam pergerakan, yaitu sebagai berikut :

    1. Matahari berotasi pada sumbunya dengan selama sekitar 27 hari untuk mencapai satu kali putaran. Gerakan rotasi ini pertama kali diketahui melalui pengamatan terhadap perubahan posisi bintik Matahari. Sumbu rotasi Matahari miring sejauh 7,25° dari sumbu orbit Bumi sehingga kutub utara Matahari akan lebih terlihat di bulan September sementara kutub selatan Matahari lebih terlihat di bulan Maret. Matahari bukanlah bola padat, melainkan bola gas, sehingga Matahari tidak berotasi dengan kecepatan yang seragam. Ahli astronomi mengemukakan bahwa rotasi bagian interior Matahari tidak sama dengan bagian permukaannya. Bagian inti dan zona radiatif berotasi bersamaan, sedangkan zona konvektif dan fotosfer juga berotasi bersama namun dengan kecepatan yang berbeda. Bagian ekuatorial (tengah) memakan waktu rotasi sekitar 24 hari sedangkan bagian kutubnya berotasi selama sekitar 31 hari. Sumber perbedaan waktu rotasi Matahari tersebut masih diteliti.

    2. Matahari dan keseluruhan isi tata surya bergerak di orbitnya mengelilingi galaksi Bimasakti. Matahari terletak sejauh 28.000 tahun cahaya dari pusat galaksi Bimasakti. Kecepatan rata-rata pergerakan ini adalah 828.000 km/jam sehingga diperkirakan akan membutuhkan waktu 230 juta tahun untuk mencapai satu putaran sempurna mengelilingi galaksi.

    Source : http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari#Pe…

    Bersamaan Matahari, seluruh planet yang ada dalam pengaruh gravitasi Matahari ikut pula berjalan menempuh jarak ini . Selanjutnya semua bintang dalam galaksi yang lain di alam semesta pun berjalan dalam gerakan yang terencana sehingga banyak sekali garis-garis edar atau jalan lintasan bagi setiap benda angkasa termasuk galaksi lain.

    Terdapat sekitar 2 milyar galaksi di alam semesta dimana masing-masing galaksi terdiri dari 200 bintang, sebagian besar bintang-bintang ini mempunyai planet dan sebagian besar planet-planet ini mempunyai bulan. Semua benda langit tersebut berjalan dalam garis edarnya yang diperhitungkan sangat teliti.

    Selama Jutaan tahun, masing-masing beredar dalam keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan yang lain. Selain itu, Komet-komet pun beredar dalam lintasan yang yang ditetapkan Allah baginya.

    Kekuasaan Allah tidak terbatas, pergerakan ini tidak hanya dimiliki oleh benda-benda langit disetiap galaksi yang ada, tapi galaksi itu sendiri pun berjalan pada kecepatan yang luar biasa dalam suatu peredaran yang terhitung dan terencana. Selama pergerakan ini, tidak satupun benda-benda angkasa dan galaksi ini memotong lintasan atau bertabrakan dengan yang lainnya.

    Bahkan telah diamati sejumlah galaksi berpapasan 1 sama lainnya tanpa satu bagian dari bagian-bagiannya saling bersentuhan. Jelas pada saat Al-Qur’an diturunkan, manusia tidak memiliki teleskop atau teknologi canggih untuk mengamati angkasa luar yang jaraknya jutaan kilometer dan tidak pula fisika atau pengetahuan astronomi modern.

    Jika Bumi berotasi dan berevolusi mengelilingi matahari masih wajar pada masa ini, tapi bagaimana jika matahari berevolusi dalam galaksi dan bersamaan dengan itu maka galaksi itu sendiri berevolusi pula bersama galaksi-galaksi lainnya yang jauh lebih besar?

    Terbayangkah bagaimana Maha Kuasa Allah yang tidak membutuhkan siapapun dalam mengatur alam semesta ini?

    Hal ini membuktikan bahwa Al-Qur’an bukanlah karangan Rasulullaah, tapi memang wahyu dari Allah melalui Malaikat Jibril pada Rasulullah Muhammad Shallallahu’alaihi wassalam.

    Dan banyaknya lintasan edar dalam angkasa luar ini telah dinyatakan oleh Allah lebih dari 1400 tahun yang lalu dalam Al-Qur’an Surat 51 Adz-Dzariyaat ayat 7

    وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلْحُبُكِ
    Demi langit yang mempunyai jalan-jalan (QS.Adz-Dzariaat:7)

    Tidak mungkin bagi Rasulullah mengatakan bahwa luar angkasa dipenuhi dengan lintasan dan garis edar masing-masing bintang & galaksi yang dinyatakan dalam Surat 51 ayat 7 tersebut. Darimana beliau tahu??? sementara adanya garis edar setiap benda langit baru ditemukan 14 abad kemudian??

    ذَالِكَ الْكِتَابُ لاَرَيْبَ فِيْهِ هُدًىلِّلْمُتَّقِيْنَ
    “Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” (QS. Al-Baqarah:2).

    Tidak ada keraguan lagi akan kebenaran Alqur’an bagi orang-orang yg berpikir

    Wallahu A’lam

    Terimakasih mas abdullah,
    Silahkan anda dengarkan rekaman penjelasan ustadz yang ada di artikel tsb,. lebih bagus lagi beli bukunya,.
    sangat jelas penjelasan tentang hal tsb, apalagi yang disampaikan bukan hanya tafsir para ulama, tapi ayat alquran, hadits, dan logika juga,. mudah, simpel,.

    Dan bukan sebatas teori, tapi bukti, bisa dibuktikan,.

    Sebagai gambaran , jika ditanya, siapa yang menciptakan bumi, matahari, bulan, 7 langit , bintang,. bukankah Allah yang menciptakan??

    Lalu penjelasan dari Allah ttg bumi yang diam, matahari yang bergerak, itu Allah yang menjelaskan, lalu kita tolak dengan teori buatan orang kafir , aristoteles dan pytagoras?? ini sungguh aneh,

    Allah sudah menjelaskan, berapa jarak antara bumi ke langit pertama, demikian pula tebal langit, jarak antara langit ke satu dan kedua, demikian seterusnya hingga langit ke 7 , samudera yg berada diatas langit ke 7 , lalu diatas samudera ada arsy,

    teori manusia tidak akan sampai kesana,.

    Tentang apakah manusia sdh pernah mendarat ke bulan saja itu masih simpang siur, jika mereka pernah ke bulan, lalu kenapa cuma jaman neil amstrong saja, tapi setelahnya tidak ada penerbangan ke bulan lagi, lalu mengklaim mereka bisa menerbangkan pesawat tanpa awak ke mars, dll,.. mungkin dulu kita tertipu dgn pendaratan ke bulan,.

    Oh iya lupa, disini penjelasannya, silahkan download dan simak, klik link ini

    • Abdullah
      April 1, 2014 pukul 2:13 pm | #3

      Mohon maaf kalau ada sedikit typo, :))
      oh ya pada kalimat pertama paragraf pertama, yang saya maksud di situ adalah ‘ saya tidak bisa bilang apakah tafsiran itu salah atau benar’. begitu kira2. sekali lagi saya mohon maaf kalau ada typo

      ngga mengapa kok,
      ini penegasan saja,.
      Jika ada yang mengklaim bahwa bumi yang mengelilingi matahari, dan ada bukti ilmiah, itu hanya klaim dusta, berlawanan dengan penjelasan baik dari ayat alquran atau hadits, di alquran disebutkan bumi diam, di hadits disebutkan matahari yang bergerak, bukti ilmiah atau logika pun sesuai, bisa dibuktikan,

      sedangkan katanya bumi yang bergerak, dengan kecepatan 30 km/detik, sungguh gerak yang sangat cepat, maka ini tidak bisa dibuktikan,

      Oh iya lupa, disini penjelasannya, silahkan download dan simak, klik link ini

    • April 1, 2014 pukul 3:18 pm | #4

      tentang matahari, belum ada yang pernah meneliti ke sana, hanya melihat dari bumi, mendekat saja ga bisa,. jadi penjelasan manusi ttg matahari tersusun dari gas, dll itupun hanya sekedar teori, berdasarkan pengamatan saja, belum ada satupun manusi yang berhasil mengambil zat matahari,

      Bahkan kalau melihat kontur bumi, di pegunungan yang tinggi kan berarti jarak matahari lebih dekat dibanding di dataran rendah, kenapa malah di pegunungan yang tinggi itu terasa dingin?? padahal jarak matahari lebih dekat,

      bagaimana bukti ilmiah menjelaskan hal ini?

      • Zane
        April 1, 2014 pukul 10:40 pm | #5

        “Bahkan kalau melihat kontur bumi, di pegunungan yang tinggi kan berarti jarak matahari lebih dekat dibanding di dataran rendah, kenapa malah di pegunungan yang tinggi itu terasa dingin?? padahal jarak matahari lebih dekat,
        bagaimana bukti ilmiah menjelaskan hal ini?”

        Kenapa rumah sakit sebagai tempat menyembuhkan orang justru menjadi tempat yang paling banyak orang sakitnya?

        kalau penamaan rumah sakit itu cuma di indonesia mas zane, kalau di luar negeri hospital, kalau di arab almustasyfa(ini lebih tepat/rumah untuk penyembuhan) jadi istilah rumah sakit itu sebenarnya kurang tepat, bikin si sakit tambah sakit,. alhamdulillah sudah ada yang mulai merubah nama tsb,

        Kalau di malasyia malah nyebut rumah sakit bersalin itu “rumah korban laki-laki” lucu ya?

        Dan anda beralasan dengan dalih kenapa di rumah sakit banyak orang sakit? itu ngga kalah lucu mas,.

        tolong jelasin dong, kenapa di pegunungan, atau menara yang tinggi, sinar matahari itu tidak terasa begitu panas, padahal jika kita dibawah di tempat yang rendah, terasa lebih panas,. jawab dong,.

  3. gigih
    Januari 2, 2014 pukul 2:14 am | #6

    Bagaimana dengan firman Allah swt:

    وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ

    Artinya : “Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu.” (QS. An Naml : 88)

    Apakah ayat tersebut diatas tidak menunjukan adanya rotasi bumi pada porosnya, dimana bumi dengan atmosfernya (yang bersatu) bergerak bersama dan karena besar serta luasnya bumi maka manusia yang tinggal di dalamnya tidak menyadarinya (ada pergerakan).

    terimakasih mas gigih, silahkan baca tafsir alqurannya utk ayat diatas, apakah ayat diatas menceritakan ttg rotasi bumi pada porosnya?…

  4. uddin
    November 27, 2013 pukul 8:42 am | #7

    sujud nya matahari yaitu tunduknya pada perintah Allah untuk bergerak sesuai jalur yang ditentukan tanpa melenceng sedikitpun kecuali atas kehendak-Nya yang juga sebagai sunatullah…karena sujud adalah tunduk pada ketentuan Allah…bagi orang yang masih melenceng dari ketentuan Allah masih belum dikatakan bersujud(jadi bukan secara fisik bersujud)

    Matahari beredar melewati bawah arsy, lalu bersujud, tentang bagaimana sujudnya, itu hal yg ghaib, kita tidak tahu, dan kewajiban kita adalah mengimani berita tsb , bukan menafsirkan sendiri sebagaimana anda,.

    Darimana penjelasan yg anda dapatkan? apakah rasulullah menjelaskan demikian? jika rasulullah tdk menjelaskan demikian, maka kita jangan berani menjelaskan yg rasulullah sendiri tidak menjelaskannya,.

    • uddin
      Desember 3, 2013 pukul 7:53 am | #8

      “Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari.” (Ar-Ra’d: 15)
      “Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia?” (Al-Hajj: 18)

      dengan keterangan yang saya sampaikan mohon untuk bisa dijelaskan…..supaya tidak salah dalam menafsirkan….trimakasih atas masukannya

      semua ciptaan Allah juga bertasbih kepada Allah, batu,gunung,pohon-pohon, bagaimana cara bertasbihnya? itu hal yg ghaib, hanya Allah yang tahu bagaimana cara bertasbihnya, demikian pula dgn sujudnya matahari, itu hal yang ghaib, selama Allah tidak menjelaskannya, maka kita hanya berkewajiban untuk mengimaninya saja,.

      Hal yang ghaib, tidak ada takwilnya, dan tidak boleh ditakwil, kecuali ada dalil yg menjelaskannya,.

      Jadi, imani saja, itu jalan selamat dalam memahami hal ini, bukan kita memalingkan maknanya kepada makna lain, ini butuh dalil,.
      Namanya juga hal ghaib, maka akal kita terbatas utk memahami hal tsb, imani saja,. supaya kita tidak salah dalam menjelaskan permasalahan tsb,

  5. Abu Hanifah
    Juli 28, 2013 pukul 8:53 am | #9

    Assalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Dalam gambar diatas dan dalam video digambarkan bahwa bumi berbentuk bulat, apakah anda memang sependapat? Saya pernah dengar beberapa orang syaikh berpendapat bahwa bumi tidak bulat tapi datar. Mana yang benar bulat atau datar.

    Dalam hadist diatas diceritakan bahwa ”Sesungguhnya matahari itu berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dia bersujud. Dia tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya:

    ”Bangunlah!Kembalilah seperti semula engkau datang.’Maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya, kemudian dia berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dia bersujud…”[HR. Bukhari, Muslim, ath-Thoyalisi, Ahmad, Abu Dawud,Tirmidzi, Nasa’i, dll]

    sedangkan dalam video digambarkan bahwa matahari terus saja mengelilingi bumi terlihat selama beberapa bulan terus menerus dari kutub utara, kapan sujudnya?. Bagaimana penjelasannya?

    Wa’alaikumussalam warahmatullahiwabarakatuh

    Silahkan baca postingan terbaru tentang sujudnya matahari, silahkan baca disini

  6. Yudha
    Juli 26, 2013 pukul 4:20 pm | #10

    Wallohi apa yang selama ini tertanam dalam pikiran & apa yang diberikan dalam pengetahuan alam bahwa Bumi mengelilingi Matahari & Matahari sebagai porosnya,ana bunuh pikiran ana tersebut,Karena Allah tidak mungkin salah,& Makhluq tidak mungkin lebih pintar daripada Kholiq.Al Baqoroh
    1. Alif laam miin

    2. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.

    Alhamdulillah, hendaknya demikianlah sikap seorang muslim, mendahulukan dalil baik dari alquran atau hadits , bukan mendahulukan teori2 manusia yang sifatnya relatif, hari ini begini, belum tentu di masa depan akan begini juga,. namanya juga teori,
    Allah yang menciptakan bumi, matahari,dan alam semesta ini, dan Allah sudah menjelaskan di alquran, juga hadits2 rasulullah,
    Lalu, layakkah kita mengikuti teori2 manusia?
    Bahkan nama2 planet, sebagiannya adalah nama2 dewa yunani,.. na’udzubillahi min dzalik,.

  7. yusup
    Juli 22, 2013 pukul 6:15 am | #11

    Nampaknya yang dimaksud BUMI dalam kalimat itu adalah tanah atau daratan. bukan bumi sebagai planet. Jangan lupa perhitungan hisab, sebagai dasar untuk melakukan rukyah hilal, berdasarkan peredaran bumi ( sebagai planet ) dan peredaran bulan.

    cukuplah ayat alquran yg begitu jelas,.

    فَإِنَّ اللّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ

    “Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat.” (QS Al Baqarah: 258).

    Maka keadaan matahari yang didatangkan dari timur merupakan dalil yang tegas bahwa matahari berputar mengelilingi bumi.
    Disitu Allah tidak mengatakan Allah menggerakan bumi,

  8. Afi
    Juli 21, 2013 pukul 7:38 am | #12

    lalu apa bedanya kita dengan filusuf yunani aristoteles. dan pihak gereja pada abad pertengahan yang menyelewengkan injil dan menganggap bumi sebagai pusat tata surya.

    menurut saya semua itu juga harus dibuktikan secara ilmiah dengan akal karena bukankah islam itu diturunkan untuk orang2 yang berfikir dan yang berzikir kepada Allah SWT. menurt ilmu yang saya pelajari adalah yang dimaksud bumi tidak begeser bukan tidak beputarkan, jadi pengertiannya adalah bumi tidak bergeser dari porosnya. dan bukankah segala sesuatu harus diberikan kepada ahlinya

    Terimakasih mas Afi,
    Beda sekali lah mas Afi,.
    Kita mengimani apa yg Allah sampaikan dalam alquran, bukan berdasarkan teori aristoteles atau pihak gereja, bukan itu acuannya,.
    Adapun teori aristoteles, itu sekedar teori, bisa betul bisa salah, namun jika sesuai dengan penjelasan Alquran, maka kita sudah dicukupkan dengan penjelasan dari alquran, bukan mengikuti teori aristoteles,.

  9. taufan
    Juli 20, 2013 pukul 3:01 am | #13

    Subhanallah memang benar adanya… ternyata selama ini apa yang diajarkan adalah sesuatu yang salah… semoga ada penelitian ilmiah tentang hal ini

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.263 pengikut lainnya.